Daftar Alumni DBL Yang Masuk Pick List Klub via IBL Rookie Draft 2020

Daftar Alumni DBL Yang Masuk Pick List Klub via IBL Rookie Draft 2020

Beberapa waktu lalu tepatnya pada Senin (30/11), Indonesian Basketball League (IBL) telah resmi mengumumkan Rookie Draft 2020. Menariknya, ada 13 alumni Development Basketball League atau DBL yang dipilih langsung oleh klub peserta IBL musim ini. Sekadar informasi, seorang pemain debutan memiliki dua cara untuk bisa masuk dan bermain di IBL, yakni melalui jalur “draft” dan rekomendasi. Sementara itu, Pacific Caesar Surabaya dan Bali United jadi klub terbanyak yang “mengambil” alumni DBL untuk memperkuat skuad mereka di musim selanjutnya. Masing-masing klub itu mantap memilih tiga pemain yang terdaftar di draft IBL Rookie 2021. Selain kedua klub itu ada lima klub lainnya yang juga memilih DBL alumni sebagai amunisi timnya. Klub-klub IBL sendiri mendapat kesempatan melengkapi skuad mereka hingga 24 Desember kemarin. Setelah itu, bursa transfer pemain IBL telah berakhir. Dari situ, baru bisa dilihat berapa jumlah pemain rookie yang memperkuat klub peserta, di luar pemilihan melalui IBL Rookie Draft 2020. Berikut ini 13 alumni DBL yang terpilih melalui IBL Rookie Draft 2020 yang akan melakoni debut di IBL musim ini: Satria Muda Pertamina Jakarta: M.Arief Febri S (SMAN 6 Bogor-Top 50 DBL Camp 2016*) Kelvin Sanjaya (SMAN 1 Pekanbaru-DBL All Star 2017) West Bandits Solo: Rioga Deswara (SMA Cendana Pekanbaru-DBL All Star 2013) Bali United: I Putu Yudiantara (SMAN 1 Denpasar-Participants DBL 3×3 2018) Habib Tito Aji (SMA Karangturi Semarang-Third place DBL 3×3 National Championship 2014) Winston Swenjaya (SMA Santo Yoseph Denpasar-Honda DBL All Star 2015 dan 2016) Prawira Bandung: Teemo (SMA Sutomo 1 Medan-DBL All Star 2014) Yudha Saputera (SMAN 2 Cirebon-Participants Honda DBL West Java Series 2015) Pacific Caesar Surabaya: Andreas Kristian Vieri (Nation Star Academy -DBL All Star 2016) Agung Jaya Kusuma (SMAN 15 Surabaya-DBL Participants 2015) Gregorio Claudie W (SMAN 3 Sidoarjo-DBL Selection 2012) Bank BPD DIY Bima Perkasa: Samuel Devin (SMA Regina Pacis Surakarta-DBL All Star 2015) Pelita Jaya Bakrie: Alfredo Tanujaya (SMA Budhaya 2 Jakarta-DBL Participants 2014)

Menanti Kiprah Selanjutnya Leo/Daniel

Menanti Kiprah Selanjutnya Leo/Daniel

Langkah ganda putra muda Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, pada ajang Yonex Thailand Open 2021 terpaksa harus terhenti pada babak empat besar. Leo/Daniel dihentikan oleh ganda Malaysia Goh V. Shem/Tan Wee Kiong. Mereka kalah dalam laga straight game dengan skor 19-21, 10-21 pada Sabtu (16/1/2021). Leo/Daniel mengawali turnamen yang berlangsung sejak 12 Januari lalu tersebut dengan menumbangkan kompatriotnya, Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana, dengan pertandingan sengit rubber game, 15-21, 29-27, dan 21-13. Pada babak kedua, Leo/Daniel kembali harus “perang saudara”. Kali ini, mereka harus melawan unggulan 5 sekaligus senior mereka, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Namun, secara luar biasa keduanya mampu menumbangkan Fajar/Rian dengan skor akhir 16-21, 21-17, dan 22-20. Leo/Daniel pun berhak melaju ke perempat final. Pada babak perempat final, Leo/Daniel sudah ditunggu oleh peraih medali perunggu Olimpiade Rio 2016 asal Inggris, Marcus Ellis/Chris Langridge. Namun, kejutan kembali hadir, Leo/Daniel mampu memenangkan pertandingan dengan skor akhir 12-21, 21-14, 21-15 dan melaju ke babak selanjutnya. Sayang, mimpi mereka untuk tampil pada babak final harus pupus. Meski demikian, keduanya mengaku bersyukur dengan hasil ini. “Kami bersyukur bisa mencapai semifinal meskipun kalah,” kata Daniel, seperti dilansir BWF. “Pada saat yang sama, mencapainya saja tidak cukup. Saya pikir saya tidak bermain bagus dan membuat banyak kesalahan sendiri karena driftnya kuat. Itu membuatnya canggung. Strategi kami tidak berhasil dan kami tidak dapat mengikuti rencana kami,” lanjutnya. Keduanya pun berharap hasil ini bisa menjadi bekal dan pengalaman untuk turnamen-turnamen selanjutnya. “Ini menjadi pengalaman bagus bagi kami. Kami bisa bermain melawan pemenang medali perunggu Olimpiade, (Marcus) Ellis dan (Chris) Langridge, dan sekarang peraih medali perak. Ini merupakan pengalaman yang bagus untuk ke depannya,” tutur Leo. “Saya bersyukur bisa mencapai babak semifinal. Ini akan menambah pengalaman kami saat akan menghadapi lawan yang lebih senior. Mudah-mudahan kami akan memainkan lebih banyak potensi kami,” Daniel menambahkan. Hal tersebut bukan tidak mungkin, mengingat usia keduanya masih sangat muda. Leo Rolly Carnano dan Daniel Marthin merupakan pebulutangkis berusia 19 tahun. Leo berusia 2 hari lebih tua dari Daniel. Leo lahir pada tanggal 29 Juli 2001 di Klaten, Jawa Tengah. Sementara Daniel 31 Juli 2001 di Jakarta.

Resmi, AFC U-16 dan U-19 Tahun Ini Dibatalkan

Resmi, AFC U-16 dan U-19 Tahun Ini Dibatalkan

Komite Konfederasi Sepak Bola Asia (Asian Football Confederation – AFC) secara resmi membatalkan turnamen Piala AFC U-16 dan Piala AFC U-19 yang sedianya digelar tahun ini. Pandemi Covid-19 yang belum mereda menjadi alasan dan menambah jumlah turnamen yang dibatalkan setelah sebelumnya Piala Dunia U-20 juga urung untuk dilaksanakan tahun ini. Pembatalan ini sebenarnya sudah diprediksi jauh-jauh hari, terutama setelah pembatalan Piala Dunia U-20 2021. Apalagi, Federasi Sepakbola Yaman (YFA) sudah mengabarkan hal ini melalui Twitter dengan sumber informasi dari AFC. الاتحاد الاسيوي لكرة القدم يُقرر رسمياً إلغاء كأس آسيا للشباب والناشئين بسبب تداعيات انتشار جائحة كورونا ، مع احتفاظ اوزباكستان والبحرين بحق الاستضافة في النسختين القادمتين. pic.twitter.com/trxDh8mbD3 — YemenFA (@Yemenfa) December 31, 2020 Saat digelar pada 2023 nanti, sudah tidak ada lagi Piala Asia U-16 dan Piala Asia U-19. Hal itu sesuai keputusan AFC yang melakukan branding ulang 12 kejuaraan sebagaimana diumumkan pada 2 Oktober 2020. Ada 12 kejuaraan yang di-branding ulang oleh AFC dengan nama dan format baru. Titel ‘Championship’ dalam setiap kejuaraan di bawah naungan AFC diganti menjadi ‘Cup’. Misalnya, AFC U-23 Championship (Piala Asia U-23), diubah nama kejuaraannya menjadi AFC U-23 Asian Cup atau Piala Asia U-23. Selain itu, AFC juga memutuskan Piala Asia U-16 dan Piala Asia U-19 2020 menjadi edisi terakhir untuk kategori usia itu. Mulai 2023, Piala Asia U-16 akan menjadi Piala Asia U-17. Sementara Piala Asia U-19 juga akan diubah menjadi Piala Asia U-20 mulai 2023. Hal yang serupa juga terjadi di Piala Asia U-19 Putri yang akan berganti menjadi Piala Asia U-20 Putri mulai 2022. Piala Asia U-19 Putri 2019 menjadi edisi terakhir kejuaraan ini dengan kategori U-19. Khusus 2023, Bahrain dan Uzbekistan tetap akan menjadi tuan rumah Piala Asia U-17 dan Piala Asia U-20. Bahrain seharusnya menjadi tuan rumah Piala Asia U-16 tahun ini, sementara Uzbekistan untuk Piala Asia U-19. PSSI selaku induk olahraga sepak bola Indonesia, menerima keputusan ini dan memutuskan untuk fokus dengan persiapan dari timnas U-16 dan U-19. “Kita hormati keputusan ini. PSSI akan tunduk dan patuh terhadap apapun keputusan dari AFC. Penundaan ini membuat kita punya waktu yang panjang untuk mempersiapkan tim U-16 dan U-19,” kata Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan.

Timnas U-19 Pulang Lebih Cepat Dari Spanyol

Timnas U-19 Pulang Lebih Cepat Dari Spanyol

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 tak kunjung menggelar laga uji coba selama berada di Spanyol. PSSI akhirnya memilih memulangkan mereka lebih cepat pada, Rabu (13/1/2021). Awalnya, David Maulana cs direncanakan menjalani pemusatan latihan/training camp (TC) di Spanyol hingga 31 Januari 2021 mendatang. Hal ini dipastikan oleh Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi, setelah melihat perkembangan di Spanyol serta berkomunikasi dengan pelatih timnas U-19, Shin Tae-yong dan Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri. “Kami akhirnya memulangkan timnas U-19 lebih cepat. Hal ini karena timnas U-19 tidak dapat menjalani pertandingan uji coba yang sudah direncanakan. Keputusan ini dilakukan usai kami berkomunikasi dengan Pelatih Shin Tae-yong dan Direktur Teknik Indra Sjafri,” kata Yunus Nusi, dilansir dari laman resmi PSSI. Yunus menambahkan bahwa tujuan PSSI mengirimkan timnas U-19 ke Spanyol untuk menjaga mental skuat Garuda Muda. Ia menegaskan PSSI tetap berkomitmen terhadap timnas U-19. Meskipun Piala Dunia U-20 diundur ke tahun 2023, pemain-pemain ini akan menjadi pemain timnas U-23 atau timnas senior nantinya. “Semua uji coba tidak bisa dilaksanakan karena tidak mendapat izin dari pemerintah setempat karena Spanyol pandemi Covid-19 nya masih tinggi. Kami menghormati keputusan pemerintah setempat dan tidak bisa memaksakan berlama-lama di Spanyol. PSSI juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri Indonesia yang sudah membantu kami agar dapat TC di Spanyol,” tambahnya. Yunus juga mengapresiasi semangat dan perjuangan pemain selama menjalani TC di Spanyol. Tentu ini menjadi pengalaman yang luar bisa dan meningkatnya skill, fisik dan lain-lainnya bagi pemain selama di Spanyol. “Memasuki pekan ketiga TC Spanyol, saya mendapat update bahwa pemain terus berkembang, disiplin dan bekerja keras. Tentu ini hal yang sangat baik dan menjadi bekal bagi mereka untuk menjadi pemain profesional nantinya dan generasi penerus timnas U-23 atau timnas senior,” tukas Yunus. Timnas U-19 direncanakan akan mendarat di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng pada Kamis, 14 Januari 2021. Selama di Spanyol, timnas U-19 hanya melakukan latihan di lapangan, gym dan pertandingan internal game. Pada awalnya, PSSI telah menjadwalkan serangkaian agenda untuk Timnas U-19 bertanding. Mereka adalah Gimnastic Tarragona, Lleida Esportiu U-19, Sabadell U-19, Ceuta U-19, dan Arab Saudi U-19 yang juga terpaksa harus membatalkan seluruh agenda uji coba mereka.

Peran Ganda Zakiri Bersama Timnas U-19

Peran Ganda Zakiri Bersama Timnas U-19

Khairul Imam Zakiri merupakan salah satu Garuda Muda yang sedang menjalani pemusatan latihan/training camp di Spanyol sejak bulan Desember lalu. Namun, selain menjalani latihan seperti rekan-rekan lain, Zakiri ternyata memiliki peran lain bersama Timnas U-19. Peran ganda yang dimaksud adalah sebagai penerjemah pemain, pelatih dan ofisial bila menemui kesulitan berkomunikasi dengan orang disini. Seperti yang diketahui, Zakiri sudah cukup lama berada di Spanyol. Zakiri pernah merasakan ketatnya kompetisi Liga Spanyol. Ia tergabung bersama Gynnastica Ceuta, klub yang bermain di Division de Honor atau kasta tertinggi kompetisi U-19 Spanyol Grup 4. Ia juga pernah bermain di klub Spanyol seperti Real Valladolid dan Leganes, juga klub Ucam Murcia bersama Rendy Juliansyah. “Ya, saya cukup lama tinggal di Spanyol karena sekolah dan membela klub di sini jadi saya bisa berbahasa Spanyol. Saya senang Timnas U-19 dapat menjalani TC di sini,” kata Zakiri dalam laman resmi PSSI. Tak hanya lihai soal bahasa Spanyol, Zakiri juga cukup cemerlang saat melakoni TC kali ini. Pada laga uji coba internal terakhir, Minggu (10/1/2021), di Complex Esportiu Futbol Salou, Zakiri mencetak dua gol dan membawa timnya menang 2-1 atas tim ungu. Pemain kelahiran 19 Desember 2001 itu pun menyatakan bahwa ia bertekad untuk dapat terus berseragam Tim Nasional Indonesia. Meski ia sadar tidak mudah karena dibutuhkan kerja keras, disiplin dan selalu memberikan yang terbaik. “Saya bangga selalu dipanggil Timnas U-19 sejak 2019 hingga saat ini. Awalnya pada 2017 lalu saya sempat ikut seleksi Timnas U-19, namun saya belum dapat menembus tim utama. Hal tersebut menjadikan saya termotivasi untuk terus belajar dan tidak cepat puas,” tambah pemain kelahiran Jakarta tersebut. Biodata Nama: Khairul Imam Zakiri Tanggal Lahir: 19 Desember 2001 Tempat Lahir: Jakarta, Indonesia Posisi: Pemain Tengah Klub Saat Ini: Club Gimnastica Ceuta (Spanyol)

Tinjau Stadion Jatidiri, Ganjar Pranowo Ajak Tim Junior PSIS

Tinjau Stadion Jatidiri, Ganjar Pranowo Ajak Tim Junior PSIS

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengajak tim Elite Pro Akademi PSIS Semarang berlatih di Stadion Jatidiri, Kamis (7/1). Mereka jadi yang pertama kali merumput di Stadion Jatidiri, pasca renovasi. Ajakan itu diberikan Ganjar saat menyambangi mess pemain PSIS Semarang di Jalan Durian Selatan, Banyumanik. Saat itu, mereka sedang bersiap untuk latihan rutin di Lapangan Telo Banyumanik. Usai sarapan bersama, mereka pun kemudian bertemu di Stadion Jatidiri. Ganjar, mempersilakan para pemain dari Elite Pro Akademi PSIS untuk masuk dan menengok stadion yang mulai direnovasi pada 2017 lalu. “Besok stadion utama yang belum selesai ini akan ditinjau lembaga yang kompeten yakni PSSI, biar dinilai layak untuk kompetisi atau latihan,” kata Ganjar, dilansir Tribun Jateng. Stadion yang baru selesai 80% ini menurut rencana akan dilanjutkan pembangunan pada tahun ini dan selanjutnya akan dipacu percepatan penyelesaiannya sebagai prioritas utama. Lebih lanjut, Ganjar menjelaskan pihaknya sedang menyiapkan tiga hal yang terkait dengan penggunaan Stadion Jatidiri maupun Gor Jatidiri secara keseluruhan. “Kita lagi minta otoritas yang mengerti tentang konstruksi dan pembangunan, apakah yang seperti ini sudah boleh dipakai, baik latihan atau pertandingan, membahayakan apa nggak karena ada konstruksi yang belum selesai,” ujar Ganjar. Kedua, pihaknya juga tengah meminta pada ororitas teknis penggunaan lapangan dalam hal ini PSSI. Tujuannya untuk mengetahui dan agar PSSI bisa memberikan kelayakan terhadap lapangannya. “Bahkan yang ketiga tentu soal administrasi, seandainya masyarakat mau menggunakan, siapapun, itu bagaimana caranya. Tiga hal ini yang sedang kita siapkan,” tuturnya. Di sisi lain, dia juga memperhatikan kesiapan venue olahraga lainnya sehingga dalam waktu dekat akan melibatkan pra atlet dari masing-masing cabang olahraga untuk mencoba venue mereka. “Jadi kita mau coba, jadi nanti beberapa atlet kita minta untuk ngetes dulu. Kira-kira kalau kondisi seperti ini nantinya bisa dipakai apa tidak, sudah bisa atau belum, sehingga biar publik semuanya tahu inilah kondisi yang ada,” ujarnya. Sementara, pelatih tim Elite Pro Akademi PSIS, M Ridwan, mengatakan sangat senang. Bahkan menyebut ini kesempatan langka dan bangga karena jadi yang pertama mencoba. Apalagi banyak dari pemain Elite Pro Akademi yang belum pernah merumput di Stadion Jatidiri. “Kita senang sekali, banyak dari para pemain yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Jatidiri, baik sebelum direnovasi atau setelah direnovasi, dan saya juga sudah lama sekali tidak menginjak rumput Jatidiri,” ujar Ridwan. Di sisi lain, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Sinoeng N Rachmadi, yang juga turut hadir menyampaikan jajarannya akan terus mengawal upaya percepatan penyelesaian konstruksi stadion sekaligus kelayakan untuk pemakaiannya. “Mohon doa restunya,” kata Sinoeng.

Kembali Dipanggil Timnas U-19, Pemain Keturunan Jerman Ini Antusias

Kembali Dipanggil Timnas U-19, Pemain Keturunan Jerman Ini Antusias

Kelana Noah Mahessa menjadi salah satu pemain yang dipanggil oleh Shin Tae-yong untuk mengikuti pemusatan latihan/training camp (TC) di Negeri Matador, Spanyol. Seolah tak mau menyia-nyiakan kesempatan, Kelana langsung memenuhi panggilan tersebut dan mengaku bangga. Hal tersebut bukan tanpa alasan, sebab ini merupakan panggilan kedua baginya setelah sebelumnya mengikuti TC di Kroasia. Namun, pada pemanggilan kali ini hanya dirinya saja, sang saudara kandung, Luah Fynn Jeremy Mahesa, tidak termasuk ke dalam skuat Garuda Muda. “Ya saya senang dan bangga dapat kembali bergabung bersama Timnas U-19 setelah sebelumnya ikut TC saat di Kroasia lalu. Saya dalam kondisi baik dan tidak masalah dalam kebugaran,” kata Kelana Noah Mahessa dikutip dari laman resmi PSSI. “Saya bertekad untuk memberikan yang terbaik selama TC ini. Tentu saya harus selalu bekerja keras dan berjuang demi sebuah tempat di timnas Indonesia,” ujar Kelana. Sementara itu, Shin Tae-yong, dalam keterangan pers di Jakarta, menyebut masih akan memanggil salah satu dari Mahessa bersaudara. Saat itu ia menilai Kelana bermain lebih baik ketimbang adiknya. Saat ini Kelana masih memegang paspor Jerman dan harus melepas jika mau memperkuat Timnas Indonesia di ajang resmi. Belum diketahui apakah ia masih akan mau melakukannya setelah ia tak punya kesempatan lagi tampil di Piala Dunia U-20. Kelana sudah tak punya peluang tampil karena usianya sudah mencapai 22 tahun saat Piala Dunia U-20 digelar pada 2023 mendatang. Biodata: Nama: Kelana Noah Mahessa Tanggal Lahir: 30 Januari 2001 Tempat Lahir: Köln Posisi: Gelandang Klub Saat Ini: Bonner SC (Jerman) Idola: Hector Bellerin & Thiago Alcantara

Laga Uji Coba Kembali Batal, Timnas U-19 Lanjut Latihan

Laga Uji Coba Kembali Batal, Timnas U-19 Lanjut Latihan

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 kembali batal menggelar laga uji coba pertamanya di Spanyol. Ini adalah pembatalan kedua uji coba Garuda Muda di Negeri Matador. Sebelumnya, Bagas Kaffa cs dijadwalkan untuk melawan Gimnastic Tarragona, Minggu (3/1), namun diundur menjadi Kamis (7/1). Karena penundaan tersebut, maka yang menjadi lawan timnas berikutnya yaitu Lleida Esportiu U-19, pertandingan yang seharusnya digelar hari ini, Selasa (5/1). Namun, laga yang direncanakan digelar di Stadium of CE Futbol Salou ini ternyata juga mengalami penundaan. “Timnas U-19 pada, Selasa (5/1) belum akan melakoni laga uji coba. Sebelumnya Garuda Nusantara dijadwalkan akan menjalani laga uji coba melawan Lleida Esportiu U-19, namun harus ditunda,” tulis pernyataan resmi PSSI. Tak ada informasi lanjutan soal nasib penjadwalan ulang laga melawan Lleida Esportiu U-19 yang ditunda. Mau tak mau Timnas U-19 pun cuma akan melanjutkan latihannya. “Untuk itu tim pelatih kembali menggenjot latihan kepada David Maulana dan kawan-kawan,” lanjut keterangan tertulis PSSI. Tim nasional Indonesia U-19 saat ini sedang menjalani pemusatan latihan/training camp (TC) di Spanyol. TC yang berlokasi di kota Salou, Tarragona tersebut direncanakan hingga 31 Januari 2021 mendatang. Selain menjalani TC, skuat Garuda Nusantara rencananya akan melakoni beberapa laga uji coba. Rangkaian TC ini pada awalnya merupakan bagian dari persiapan jelang dua ajang besar yakni Piala Dunia U-20 dan Piala AFC U-19. Namun, beberapa waktu lalu, FIFA telah secara resmi menunda gelaran Piala Dunia U-20 dikarenakan pandemi yang belum juga mereda. Sementara Piala AFC U-19 masih simpang siur dan berembus kabar jika akan diundur sama seperti Piala Dunia U-20. Sebelumnya, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan juga mengatakan bahwa PSSI tetap berkomitmen terhadap timnas U-19. Meskipun Piala Dunia U-20 diundur ke tahun 2023, pemain ini adalah cikal bakal timnas U-23 maupun timnas senior nantinya. “Kami berharap pemain terus bersemangat dan terus bekerja keras. TC Spanyol juga jadikan ajang untuk menambah pengalaman, skill, fisik dan lain-lainnya,” kata Iriawan.

Federasi Sepakbola Yaman Beri “Bocoran” Kejelasan Piala Asia U-19

Logo Piala Asia.

Setelah Piala Dunia U-20 sudah resmi diundur, kini Piala Asia U-19 tampaknya juga akan bernasib sama seperti Piala Dunia U-20. Kabar itu mulai tercium setelah Federasi Sepak Bola Yaman (Yemen FA), mengumumkannya di akun twitter resmi mereka. Bahkan, diduga kuat pembatalan tak hanya menimpa Piala Asia U-19, namun Piala Asia U-16 pada tahun ini juga disebut bakal diundur. Sekadar informasi, Piala Asia U-19 sedianya digelar di Uzbekistan pada 14-31 Oktober 2020, namun akhirnya ditunda ke 3-20 Maret 2021. Sementara Piala Asia U-16 di Bahrain seharusnya sudah digelar pada 16 September-3 Oktober, menjadi ditunda ke awal tahun 2021. الاتحاد الاسيوي لكرة القدم يُقرر رسمياً إلغاء كأس آسيا للشباب والناشئين بسبب تداعيات انتشار جائحة كورونا ، مع احتفاظ اوزباكستان والبحرين بحق الاستضافة في النسختين القادمتين. pic.twitter.com/trxDh8mbD3 — YemenFA (@Yemenfa) December 31, 2020 “Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) telah resmi memutuskan membatalkan Piala Asia U-19 dan Piala Asia U-16 karena penyebaran pandemi corona. Uzbekistan dan Bahrain akan tetap berhak menjadi tuan rumah pada edisi selanjutnya.” tulis akun Twitter @YemenFA. Sama seperti Piala Dunia U-20 2021, yang sebelumnya sudah batal digelar tahun ini dan mundur ke 2023, pembatalan Piala Asia U-16 dan Piala Asia U-19 2021 juga tak mengubah nasib tuan rumah penyelenggara. Meski begitu, belum keluar jadwal pasti yang diumumkan oleh AFC. Timnas Indonesia U-16 dan Timnas U-19 telah melakukan persiapan panjang untuk tampil di ajang ini. Timnas U-16 terakhir menggelar latihan di Yogyakarta hingga 22 Desember 2020, sementara Timnas U-19 kini tengah menggelar latihan di Spanyol sejak 26 Desember.

Deretan Program PBESI Untuk Mencetak Atlet Berbakat

Ilustrasi eSports

Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) selaku badan yang mewadahi bidang olahraga elektronik alias eSport, telah menyiapkan program untuk membina atlet eSport untuk tahun 2021. Deretan program ini bertujuan untuk membuat para atlet eSport tak hanya lihai bermain, tapi juga bisa hidup secara seimbang. Cabor eSport sudah banyak mengukir nama Indonesia dikancah internasional. Misalnya, Onic eSports, prestasinya di dunia Mobile Legends antara lain finalis MPL ID Season 2 serta juara 1 MPL ID Season 3. Selain itu Onic eSport juga berhasil menjuarai turnamen Mobile Legends terbesar di Asia Tenggara yaitu MSC 2019 dan Piala Presiden eSports 2019. Untuk itu, PBESI ​rencananya akan menjalankan sebuah program kerja, seperti turnamen, program edukasi hingga kesehatan yang diharapkan akan semakin memperlengkapi dan menggenjot semangat para atlet ​eSport yang bernaung dibawah PBESI. “Komitmen kami bukanlah hanya mencetak atlet unggul, tapi juga pribadi yang sehat secara fisik, mental dan sosial,” kata Bambang Sunarwibowo Wakil Ketua Umum PBESI. Bambang menambahkan, tidak sedikit remaja remaja yang cenderung menjadi timpang secara sosial, dan juga secara kesehatan dikarenakan terlalu sering berlatih eSport​​. Untuk mengantisipasi hal tersebut, akan dibuat beberapa program misalnya, skrining dan evaluasi kesehatan. “Kami juga pantau asupan gizi mereka, selain itu juga ada juga ​workout routine yang akan sangat berguna untuk para atlet,” katanya. Diakui Bambang, selain program kesehatan, PBESI ​juga menyiapkan program edukasi bagi para atlet, yaitu tentang ​healthy gaming​, manajemen keuangan, investasi, dan juga entrepreneurship​yang nantinya akan dilakukan baik secara ​offline ​dan ​online​. PBESI ingin para atlet yang masih muda ini jadi bibit unggul kedepannya. Ya caranya adalah dengan memperlengkapi mereka. Jadi PBESI menyiapkan rangkaian trainingdan edukasi sedemikian rupa sehingga mereka bisa jadi insan yang berguna bagi masyarakat luas. Bukan itu saja, PBESI ​juga menyiapkan serangkaian kegiatan edukasi bagi orang tua dan pendidik di Indonesia. “Ya biar lengkap ya, jadi bukan hanya para atlet saja yang punya pemahaman yang baik, tapi juga para orang tua dan pendidik mengenai eSport ​​ini,” kata Bambang. Dengan serangkaian program yang disiapkan PBESI tersebut, para atlet diharapkan bisa menghadapi turnamen dengan baik lagi di tahun depan. Mereka juga punya bekal untuk masa depan, apabila sudah tidak berkecimpung di dunia olahraga elektronik ini lagi.

5 Petenis Muda Yang Bersinar Sepanjang 2020

Iga Swiatek

Petenis-petenis muda potensial yang muncul sepanjang 2020 memberi sinyal bahaya pada dominasi bintang-bintang senior. Mereka datang sambil mengantarkan kejutan demi kejutan. Rekor demi rekor. Seiring waktu berjalan, pengalaman serta kematangan mereka terasah. Berikut 5 petenis muda paling bersinar sepanjang 2020. Iga Swiatek (Polandia) Iga Swiatek menjadi wajah baru yang paling menonjol di musim tenis tahun ini setelah menjuarai Prancis Terbuka. Petenis Polandia pertama yang menang Grand Slam itu kini menempati peringkat 17 WTA, remaja dengan ranking tertinggi di sektor tunggal putri. Dengan gelar Prancis Terbukanya itu, pemain berusia 19 tahun ini menjadi juara turnamen tunggal termuda sejak Rafael Nadal (2005) dan di sektor tunggal putri sejak Monica Seles (1992).  Menarik melihat kiprahnya di musim tenis tahun depan. Biodata Nama Lengkap: Iga Świątek Tempat/Tanggal Lahir: Warsaw, Polandia/31 Mei 2001 Tinggi Badan: 176 cm Ranking Saat Ini: 17 (singles) Amanda Anisimova (Amerika Serikat) Petenis Amerika Serikat ini menjadi petenis ketiga termuda yang berada di peringkat 100 besar dunia WTA. Amanda Anisimova memulai tahun ini di Auckland Terbuka di mana ia mengalahkan Kateryna Kozlova, Daria Kasatkina, dan Eugenie Bouchard meski harus menyerah di tangan Serena Williams di semifinal. Ia tampil menjanjikan di turnamen Doha, tetapi harus mundur karena cedera. Semenjak Maria Sharapova mengumumkan pensiun di awal tahun 2020, Amanda Anisimova disebut-sebut sebagai calon pengganti petenis asal Rusia tersebut. Biodata Nama Lengkap: Amanda Anisimova Tempat/Tanggal Lahir: Freehold, New Jersey, AS/31 Agustus 2001 Tinggi Badan: 180 cm Ranking Saat Ini: 30 (singles) Carlos Alcaraz (Spanyol) Petenis berusia 17 tahun ini cukup fenomenal di sepanjang 2020. Ia menutup musim sebagai pemain termuda di 600 besar peringkat ATP dengan bercokol di posisi 141 dunia. Petenis Spanyol ini memulai 2020 dengan memenangkan 14 dari 15 pertandingan pertamanya di sirkuit ITF Future. Carlos Alcaraz kemudian memenangkan 20 dari 24 pertandingan terakhirnya di level ATP Challenger. Dari situ, ia membawa pulang tiga gelar, yakni di Triester, Barcelona, dan Alicante. Dalam debut turnya di Rio de Janeiro, ia menjadi petenis kelahiran 2003 pertama yang memenangkan pertandingan ATP. Biodata Nama Lengkap: Carlos Alcaraz Tempat/Tanggal Lahir: El Palmar, Murcia, Spanyol/5 Mei 2003 Tinggi Badan: 185 cm Ranking Saat Ini: 141 (singles) Jannik Sinner (Italia) Jannik Sinner mencapai peringkat ATP terbaiknya yakni ranking 37 pada November 2020 lalu. Di 2019, ia memanjat naik dari peringkat 553 dunia hingga peringkat 78 di akhir musim. Tahun ini pun ia meloncati lebih dari 40 peringkat. Pemain berusia 19 tahun ini memenangkan pertandingan pertamanya di babak utama Grand Slam ketika berlaga di Australia Terbuka. Biodata Nama Lengkap: Jannik Sinner Tempat/Tanggal Lahir: San Candido, Italia/16 Agustus 2001 Tinggi Badan: 188 cm Ranking Saat Ini: 137 (singles) Felix Auger-Aliassime (Kanada) Meski bukan tahun terbaik Felix Auger-Aliassime, di penghujung 2020 petenis berusia 20 tahun ini sanggup mempertahankan posisinya di ranking 20 besar dunia. Ia mencapai final secara back-to-back di Rotterdam dan Marseille sebelum hiatus karena pandemi. Di AS Terbuka, untuk pertama kalinya ia mencapai babak keempat di turnamen Grand Slam. Ia juga mengusir pulang eks petenis nomor satu dunia, Andy Murray saat mencapai babak 16 besar. Patut dinanti apakah di musim 2021 Felix Auger-Aliassime mampu mengakhiri puasa gelarnya. Biodata Nama Lengkap: Felix Auger-Aliassime Tempat/Tanggal Lahir: Montreal, Kanada/8 Agustus 2000 Tinggi Badan: 193 cm Ranking Saat Ini: 21 (singles) (sumber: IndoSport)

Jadwal “Reschedule”, Shin Tae-yong Susul Timnas U-19 ke Spanyol

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19

Pertandingan pembuka uji coba Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 di Spanyol batal digelar sesuai rencana. Garuda Muda seharusnya menghadapi Gimnastic Tarragona, Minggu (3/1/2021). Pertandingan yang rencananya digelar di Stadion Gimnastic Tarragona tersebut digeser menjadi hari Kamis (7/1/2021). Sementara empat pertandingan lainnya tak mengalami perubahan jadwal. Asisten pelatih Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto mengatakan bahwa dengan adanya perubahan jadwal uji coba ini timnya tidak ada masalah. Malah hal ini ia manfaatkan untuk menambah proses adaptasi para pemain di Spanyol. “Ya kami tidak jadi menjalani uji coba pada hari Minggu (3/1/2021). Dengan ini kami kembali menambah porsi latihan untuk persiapan uji coba hari Kamis (7/1/2021) mendatang,” kata Nova Arianto, dilansir dari laman resmi PSSI. Dengan begitu, pertandingan melawan Lleida Esportiu U-19 yang seharusnya menjadi rintangan kedua akan menjadi uji coba pertama Timnas Indonesia U-19. Laga yang akan dihelat di Stadion CE Futbol Salou, dijadwalkan pada Selasa (5/1). Timnas Indonesia U-19 berangkat ke Spanyol dari Jakarta pada Sabtu (26/12/2020). Mereka tiba pada Minggu (27/12) siang, waktu Spanyol, setelah menempuh perjalanan selama 18 jam. Nova Arianto mengambil alih komando Shin Tae-yong yang sedang menangani Timnas Indonesia U-23 yang juga sedang berlatih di Jakarta. Kini latihan Timnas U-23 sudah selesai dan dibubarkan akhir tahun lalu. Alhasil, Shin Tae-yong bisa menyusul Timnas Indonesia U-19 ke Spanyol, Minggu (3/1/2021) malam WIB. “Shin Tae-yong (Minggu, 3 Januari) malam berangkat ke Spanyol untuk menyusul Timnas Indonesia U-19,” kata Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri, dilansir dari Detik Sport. Timnas Indonesia U-19 menjalani pemusatan latihan/training camp (TC) di Negeri Matador sampai dengan 31 Januari 2021 mendatang. TC ini merupakan rangkaian persiapan Timnas Indonesia U-19 untuk berlaga di Piala AFC U-19 pada Maret 2021 di Uzbekistan. Jadwal Terbaru Laga Uji Coba Timnas Indonesia U-19 di Spanyol 5 Januari 2021: Indonesia U-19 vs Lleida Esportiu U19 Venue: Stadium of CE Futbol Salou 7 Januari 2021: Indonesia U-19 vs Gimnàstic Tarragona Venue: Gimnàstic Tarragona Stadium 11 Januari 2021: Indonesia U-19 vs Sabadell U-19 Venue: Stadium of CE Futbol Salou 20 Januari 2021: Indonesia U-19 vs Ceuta U-19 Venue: Field CE Futbol Salou 27 Januari 2021: Indonesia U-19 vs Arab Saudi U-19 Venue: Stadium of CE Futbol Salou

Disorot FIFA, Zahra Muzdalifah Disebut Prospek Sepak Bola Wanita Indonesia

Zahra Muzdalifah

Federasi Sepakb Bola Dunia (FIFA) baru-baru ini memuat sebuah artikel yang mengangkat sosok Zahra Muzdalifah. Melalui situs resminya, FIFA merilis artikel tentang Zahra dan menyebutnya sebagai pemain paling berprospek di sepak bola wanita Indonesia. Disadur dari fifa.com pada Sabtu (26/12/2020), Zahra Muzdalifah menceritakan pengalaman kariernya sebagai pesepak bola wanita. Kepada FIFA dia mengatakan telah mencetak gol pertama bagi timnas di usia 17 tahun. Saat itu, Zahra bermain untuk Timnas Wanita Indonesia di ajang Piala AFF Wanita 2018 melawan Filipina. Laga itu sendiri berakhir dengan skor imbang 3-3 dan membuat Timnas Wanita Indonesia tidak lolos karena sebelumnya mereka bermain imbang dan mengalami dua kekalahan. “Itu (saat melawan Filipina) adalah gol pertama yang saya cetak dengan sundulan. Saya pikir semua gol saya untuk tim nasional sejauh ini adalah sundulan. Kami tidak bermain buruk, tapi sayang kami gagal menang,” ucap Zahra. Dalam tulisan FIFA tersebut, Zahra disebut terus tampil mengesankan setelah membela Timnas Wanita Indonesia di Piala AFF 2018. Sebab, dia mampu menunjukkan tajinya di Asian Games 2018. Nasib Timnas Wanita Indonesia pun lebih baik karena sempat meraih kemenangan 6-0 melawan Maladewa. Di laga itu, Zahra berhasil mencetak dua gol. “Bahkan sekarang ketika saya mengingat momen itu, saya merinding. Lagipula, gol-gol itu dicetak untuk negara kami. Tentu saja, para pendukung telah bernyanyi untuk kami dan meningkatkan semangat kami,” ucapnya. Dalam perkembangan sepak bola wanita, Zahra adalah salah satu pemain yang terus ikut andil. Pasalnya, dia juga digaet Persija Putri untuk bermain dalam kompetisi Liga 1 Putri 2019. Sebagai bintang baru, Zahra memberikan pengaruh positif di skuat Persija Putri. Dia sempat membuat dua gol ketika Persija mengalahkan Persib Bandung dengan skor 2-1. Akan tetapi, Zahra mengalami cedera karena terjadi robekan di otot trisep. Hal itu membuatnya harus absen di sisa musim. Walau begitu, FIFA mengatakan bahwa penampilan Zahra yang brilian untuk klub dan timnas membuatnya sebagai salah satu pemain yang menjadi prospek terpanas di sepak bola wanita Indonesia. Pada kesempatan ini, Zahra juga menegaskan bahwa sepak bola wanita d Indonesia bisa berkembang pesat dan dapat memproduksi atlet top seperti Susy Susanti di cabang olahraga bulutangkis “Jika kita memberi kepercayaan kepada pemain wanita dan jika mereka diberi banyak peluang, maka perkembangan akan cepat. Saat ini sepak bola wanita sedang meningkat cepat dan saya yakin kami bisa lebih besar di masa depan. Kami bisa memproduksi Susy Susanti versi sepak bola wanita,” pungkasnya. Di luar lapangan hijau, dara yang kini berusia 19 ini memiliki kesibukan sebagai seorang YouTuber. Diketahui, Zahra memiliki sebuah channel Youtube bernama Zahmuz Official dengan jumlah subscriber saat ini sebanyak 145 ribu. Selain YouTube, Zahra juga aktif di Instagram, ia memiliki followers sebanyak 878 ribu di Instagram yang memiliki username @zahmuz12. Biodata Nama Lengkap: Zahra Muzdalifah Tempat/Tanggal Lahir: Jakarta, 4 April 2001 Posisi: Sayap kiri/striker Klub: Persija Putri Pesepakbola Favorit: Marta Vieira da Silva, Neymar, Alex Morgan Klub Sepak Bola Favorit: Rosengard FC

Piala Dunia U-20 Ditunda, Timnas U-19 Tetap TC di Spanyol

Shin Tae-yong & Timnas U-19

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 tak mengubah pemusatan latihan/training camp (TC) ke Spanyol meski Piala Dunia U-20 pada 2021 secara resmi ditunda oleh FIFA ke 2023. PSSI tetap memberangkatkan pemain dan staf kepelatihan untuk menggelar TC hingga 31 Januari 2021 nanti. “PSSI tetap berkomitmen terhadap timnas U-19. Meskipun Piala Dunia U-20 diundur ke tahun 2023, pemain ini adalah cikal bakal timnas U-23 maupun timnas senior nantinya,” kata Iriawan, dilansir dari laman resmi PSSI. Sementara itu, Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi, membenarkan program latihan ke Spanyol tak mengalami perubahan. TC ini merupakan tanggung jawab PSSI dalam membina pemain untuk masa depan. Di samping itu, PSSI juga tetap harus mempersiapkan para pemain U-19 karena masih ada satu turnamen lagi yang hingga saat ini belum mengalami perubahan yakni Piala AFC U-19 di Uzbekistan pada Maret 2021. “Maret kan ada AFC Cup di Uzbekistan, Insya Allah mereka akan ikut di AFC Cup di bulan Maret. Insya Allah kita menganggap mereka yang terbaik. Pada saat nanti anak-anak inilah yang akan menjadi pemain timnas U-23, senior, di waktu yang akan datang dan menjadi andalan kita,” katanya. Sementara itu, pelatih Timnas U-19 Shin Tae-yong akan menyusul ke Spanyol pada 2 Januari 2021 mendatang. Hal ini karena pelatih asal Korea Selatan tersebut masih memimpin timnas Indonesia persiapan SEA Games 2021 yang saat ini masih menjalani TC di Jakarta. “Timnas U-19 akan didampingi Direktur Teknik (Indra Sjafri) dan tiga pelatih lokal (Nova Arianto, Alex Alda, Sahari Gultom). Saya beserta tim pelatih asal Korea Selatan akan menyusul pada 2 Januari mendatang usai TC timnas Indonesia persiapan SEA Games berakhir,” kata Shin Tae-yong. Sebelumnya, pelatih asal Korea Selatan itu diagendakan akan ikut langsung bersama anak-anak asuhnya dari Jakarta. Namun, akhirnya ia memilih untuk memimpin lebih dulu pemusatan latihan timnas U-23 yang berlangsung hingga akhir bulan ini. Skuat Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 Untuk TC di Spanyol:

Resmi Berdiri Sendiri, Pabersi Kalsel Canangkan Regenerasi Atlet

Bendera dan Logo dari Pabersi

PabersiSetelah resmi berpisah dari Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI), cabang olahraga angkat berat kini berkibar dengan organisasi tersendiri. Yakni, Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi). Sebagai langkah awal, para pengurus baru mencanangkan sebuah program untuk regenerasi atlet mereka. Guna menjalankan hal tersebut, Pengurus Pusat (PP) Pabersi langsung membentuk kepengurusan di tingkat provinsi. Di Kalsel, Pengprov Pabersi Kalsel diketuai oleh Bara Mahaputra dan telah dilantik secara virtual di Aula Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalsel, Minggu (26/12). Bara menuturkan pihaknya akan berupaya memprogramkan regenerasi atlet angkat berat khususnya di Banua. “Program ini merupakan jangka panjang. Pasalnya, untuk cabang olahraga (cabor) angkat berat, Kalsel memang masih banyak prestasi,” ungkap Bara, dilansir dari Prokal. Ditambahkan Bara, oleh karena itu program regenerasi harus dijalankan sesegera mungkin. “Yakni, dengan mendata para atlet angkat berat usia muda yang ada di Kalsel. Saya yakin, para atlet angkat berat usia muda tersebut, mampu mengangkat nama Kalsel di kancah nasional dan internasional,” ujarnya. Lebih lanjut, Pengprov Pabersi Kalsel bertekad untuk menyumbangkan atletnya untuk berlaga pada Kejuaraan Angkat Berat Asia 2020 di Sumatera Utara, Maret tahun depan. “Setelah mendata atlet, kami akan langsung bentuk tim guna berangkat ke kejuaraan tersebut. Dengan waktu yang cukup minim ini, mudah-mudahan para atlet angkat berat Kalsel bisa meraih prestasi yang membanggakan,” harapnya. Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Kalsel, Enly Hadianor, mengapresiasi kesungguhan Pengprov Pabersi Kalsel dalam membina cabor angkat berat. “Tentu akan kami dukung program-program Pabersi Kalsel. Pasalnya, cabor ini merupakan potensi prestasi buat Kalsel,” tandasnya.

Timnas U-16 Kemungkinan Besar Diambil Alih Shin Tae-yong

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-16 Bersama Para Staf Kepelatihan

Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) secara resmi telah mengumumkan bahwa pelaksanaan Piala Dunia FIFA U-20 putra edisi 2021 diundur menjadi tahun 2023. Pandemi virus corona yang tak kunjung usai jadi penyebabnya. Keputusan FIFA membatalkan Piala Dunia U-20 2021 membuat PSSI mulai mempertimbangkan untuk menyiapkan skuad timnas Indonesia U-16 yang nantinya akan diturunkan di turnamen tersebut di edisi 2023. Kebijakan FIFA ini memberikan pengaruh terhadap timnas U-19 yang sejak awal disiapkan untuk Piala Asia U-19 dan Piala Dunia U-20. Dengan adanya pembatalan ini, tentunya timnas U-19 kini hanya fokus ke Piala Asia U-19 yang akan berlangsung di Uzbekistan pada Maret 2021. Sedangkan untuk Piala Dunia U-20 2023 sudah tidak memungkinkan dari segi usia. Pelaksana tugas (Plt) Sekjen PSSI, Yunus Nusi menyebutkan, dari 30 pemain yang dipanggil mengikuti pemusatan latihan/training camp (TC) timnas U-19 di Spanyol, sebagian besar akan melewati usia di atas 20 tahun. “Pertama, untuk yang U-19 berangkat, ada tiga pemain yang masih bisa bermain di Piala Dunia 2023. Ada Kakang Rudianto, Erlangga Setyo. Kemudian anak-anak ini juga dari direktur teknik merekomendasi sebagian akan bisa menjadi pemain timnas untuk SEA Games 2021,” ujar Yunus diwartakan laman Antara. Kondisi itu tidak menutup kemungkinan Shin Tae-yong bakal mengambil alih timnas U-16 yang ditangani Bima Sakti, dan sedang dipersiapkan menghadapi Piala Asia U—16 di Bahrain. Timnas U-16 dijadwalkan kembali menjalani TC pada awal 2021. Hanya saja, Yunus belum bisa memastikan kemungkinan tersebut direalisasikan. Yunus menyatakan, PSSI dalam waktu dekat akan menggelar rapat komite eksekutif (Exco) untuk membahas program timnas di semua kelompok umur. “Setelah tahun baru, Ketum PSSI akan menyampaikan ke Exco kembali untuk membuat program penyiapan di tahun yang akan datang, ketika ada perubahan jadwal Piala Dunia,” jelas Yunus. Di lain sisi, PSSI juga tidak mengabaikan timnas U-19. Mereka tetap disiapkan dengan serius untuk melakoni Piala Asia U-19. Selain itu, pemain yang ada sekarang merupakan cikal bakal skuad senior untuk masa mendatang. “PSSI tetap bertanggung jawab untuk membina anak-anak. Tetapi yang lebih penting, anak anak ini yang akan menjadi cikal bakal masa depan pemain timnas Indonesia,” tegas Yunus. Timnas U-16 sendiri telah menyelesaikan pemusatan latihan di Yogyakarta sejak 6 hingga 23 Desember. Mereka dipersiapkan untuk menghadapi gelaran Piala AFC U-16 di Bahrain 2021 nanti.

Ini Lawan Timnas Indonesia U-19 Selama TC di Spanyol

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 Saat Melakukan Latihan Ringan di Spanyol.

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 saat ini menjalani pemusatan latihan/training camp (TC) di Spanyol. TC edisi ketiga ini dilaksanakan sebagai persiapan Garuda Nusantara mengikuti Piala AFC U-19 2020 yang berlangsung pada Maret 2021 mendatang di Uzbekistan. Anak asuh Shin Tae-yong tersebut dijadwalkan bakal memainkan lima laga uji coba selama menjalani pemusatan latihan (TC) di Spanyol sampai 31 Januari mendatang. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, menyebut telah menyiapkan lima calon lawan uji coba Garuda Muda sudah disiapkan PSSI. Termasuk dengan pengaturan jadwal pertandingan uji cobanya. “Kami sudah mendapatkan info bahwa timnas U-19 akan melawan sejumlah klub di Spanyol dan tim Arab Saudi. Tentu ini lawan-lawan yang bagus dan kuat bagi timnas U-19,” kata Iriawan, dilansir laman resmi PSSI. “TC di Spanyol, kami harap dimanfaatkan dengan baik oleh pemain. Mereka harus bekerja keras dan terus bersemangat demi torehan positif di Piala AFC U-19. PSSI tetap berkomitmen terhadap timnas U-19. Meskipun Piala Dunia U-20 diundur ke tahun 2023, pemain ini adalah cikal bakal timnas U-23 maupun timnas senior nantinya,” tambahnya. Agenda uji coba timnas U-19 di Spanyol akan dimulai pada awal Januari. Gimnastic Tarragona dijadwalkan menjadi lawan pertama Timnas U-19, Minggu (3/1/2021). Mereka adalah peserta Segunda Division B atau kasta ketiga kompetisi sepakbola di Spanyol. Dua hari kemudian, mereka akan menghadapi Lleida Esportiu. Sama seperti Gimnastic Tarragona, juga merupakan peserta Segunda Division B. Baru pada uji coba ketiga Timnas Indonesia U-19 mendapatkan lawan dari kasta teratas kompetisi U-19. Adalah Sabadell U-19 dari División de Honor Juvenil de Fútbol yang bakal menguji kemampuan Timnas U-19 pada kesempatan ketiga. Lalu dilanjutkan dengan uji coba dengan peserta División de Honor Juvenil de Fútbol yakni Ceuta U-19. Uji coba Timnas U-19 kemudian ditutup dengan pertandingan melawan Arab Saudi U-19. Semua pertandingan rencananya akan digelar di Stadion CE Futbol Salou yang terletak di Kota Salou, tempat Timnas U-19 menggelar TC di Spanyol. Khusus pertandingan pertama saja yang akan dimainkan di Stadion Gimnastic Tarragona. Jadwal uji coba Timnas Indonesia U-19 di Spanyol 3 Januari 2021: Indonesia U-19 vs Gimnàstic Tarragona Venue: Gimnàstic Tarragona Stadium 5 Januari 2021: Indonesia U-19 vs Lleida Esportiu U19 Venue: Stadium of CE Futbol Salou 11 Januari 2021: Indonesia U-19 vs Sabadell U-19 Venue: Stadium of CE Futbol Salou 20 Januari 2021: Indonesia U-19 vs Ceuta U-19 Venue: Field CE Futbol Salou 27 Januari 2021: Indonesia U-19 vs Arab Saudi U-19 Venue: Stadium of CE Futbol Salou

Lewat PON Papua, PBESI Siap Jaring Atlet Muda Berpotensi

Logo Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI).

Meski baru akan digelar tahun depan, Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) merencanakan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021, di Papua, sebagai ajang untuk menjaring talenta-talenta baru di arena eSports dan sekaligus menjadi arena pemanasan sebelum mengirim atlet eSports Indonesia ke kejuaraan international. Beberapa waktu lalu Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, mengungkapkan rencananya untuk berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk PBESI, untuk mempertandingkan cabang olahraga elektronik (eSports) di PON 2021. PBESI pun merespons hal tersebut dan meyakini pesta olahraga multicabang tingkat nasional itu akan menjadi tempat yang bagus untuk mencari atlet-atlet muda eSports dari seluruh Indonesia. “Dalam waktu dekat akan ada event PON di Papua, pada 2021. Event ini akan menjadi ajang untuk anak-anak muda di bawah naungan PB Esports Indonesia untuk unjuk gigi dan menjadikannya sebagai ajang pemanasan,” kata Ketua Harian PBESI, Bambang Sunarwibowo, dilansir dari Warta Kota. Pemanasan yang dimaksud adalah agar PON bisa menjadi ajang untuk mengasah kemampuan agar atlet-atlet Indonesia memiliki kesiapan yang bagus untuk bertanding di berbagai kejuaraan internasional. “Ini menjadi tolok ukur anak-anak muda untuk mengasah kemampuan. Seperti kita ketahui bersama, di luar negeri sana, kualitas atlet eSports juga bagus,” ujar Bambang. Sebelum menjadikan PON 2021 sebagai ajang mengasah kemampuan atlet-atlet eSports Indonesia, Bambang menyatakan bakal menjaring bibit-bibit eSports dengan melakukan roadshow ke sejumlah daerah. Rencananya, PBESI akan melakukan pembinaan, mengakomodasi segala kebutuhan atlet eSports, mulai dari sumber daya dan lainnya, demi menunjang kemampuan bermain mereka. ”Maka dari itu kami akan mencari bibit-bibit ini untuk bertanding di PON 2021 yang digelar di Papua. Mereka akan kami bina terlebih dulu. Kami melatihnya terlebih dulu. Kami memfasilitasinya demi menunjang kemampuannya,“ ujarnya. Pengurus Besar eSports Indonesia sendiri telah diresmikan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga pada awal tahun ini, tepatnya pada 18 Januari 2020 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, dan menunjuk Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal Pol (Purnawirawan) Budi Gunawan sebagai ketua umum. Meski baru dibentuk, namun PBESI sudah mengemban tanggung jawab untuk membuat regulasi resmi yang mengatur eSports Indonesia agar lebih jelas dan terarah, termasuk pula perlindungan kepada para pemain dan tim. Dengan adanya regulasi dan perlindungan, maka diharapkan prestasi eSports Indonesia di kancah internasional pun bisa mengikuti.

Lalu Muhammad Zohri Masuk Daftar 30 Pemuda Berprestasi di Asia

Lalu Muhammad Zohri

Pelari andalan Indonesia, Lalu Muhammad Zohri, berhasil masuk ke dalam daftar 30 pemuda potensial di Asia versi media kenamaan Singapura, The Straits Times. Straits Times merilis 30 nama pemuda Asia dan berusia di bawah 30 tahun yang dinilai menonjol karena prestasi di bidang mereka masing-masing, seperti olahraga, meraih penghargaan, hingga ide bisnis yang brilian. Ada 5 kategori yang diumumkan, dan Zohri masuk ke dalam kategori olahraga. Selain Zohri, ada sembilan atlet lain seperti juara grand slam US Open 2020 Naomi Osaka, pemain depan Tottenham Hotspurs, Son Heung-min, hingga tunggal putri nomor tujuh dunia asal India, P.V. Sindhu. “Beberapa nama besar yang menginspirasi dengan prestasi mereka. Yang lainnya mengabdikan diri membantu sesama yang kurang mampu,” tulis Straits Times. “Daftar ini juga menghormati orang-orang yang mengalami awal yang sulit, yang dengan bakat dan kecerdasannya membuat kami percaya mereka berpotensi bersinar serta melambung,” ucap Straits Times menambahkan. Zohri jadi buah bibir setelah menyabet emas dalam Kejuaraan Dunia Junior U-20 di Finlandia pada Juli 2018 dengan catatan waktu 10,18 detik. Prestasi tersebut membuat pelari asal Nusa Tenggara Barat tersebut melambung. Tak hanya jadi pembicaraan di Indonesia, Zohri jadi bahan perbincangan dunia. Namanya semakin melambung saat Zohri dan kawan-kawan meraih medali perak nomor estafet Asian Games XVIII/2018. Setahun kemudian, Lalu Muhammad Zohri mengukuhkan diri sebagai pelari tercepat di Asia Tenggara usai memecahkan rekor Suryo Agung Wibowo. Rekor tersebut dipecahkan Lalu Muhammad Zohri pada semifinal Kejuaraan Atletik Asia 2019. Kala itu, dia mencatat waktu 10,13 detik. Lalu Muhammad Zohri lebih cepat 0,4 detik dari Suryo Agung Wibowo yang memegang rekor pelari tercepat di Asia Tenggara sejak 2009. Pencapaian terbesar lain pelari berusia 20 tahun itu adalah lolos Olimpiade 2020 di Tokyo yang digelar 2021 mendatang. Zohri akan tampil di Olimpiade Tokyo setelah meraih perunggu di nomor 100 meter Seiko Golden Grand Prix 2019 dengan catatan waktu 10,03 detik. Dengan waktu tempuh tersebut, Zohri tidak saja memecahkan rekor nasional di nomor 100 meter, tetapi juga catatan waktu di Asia Tenggara. Selain Zohri, ada nama pianis muda berdarah Indonesia, Joey Alexander, yang kini telah menetap di Amerika Serikat. Joey kian bersinar setelah masuk nominasi ajang bergengsi Grammy Awards. Lalu, Faye Simanjuntak yang juga masuk daftar untuk kategori “Politics & Civil Society”. Daftar 30 Pemuda Berprestasi di Asia versi The Straits Times: Category: Arts & Entertainment Boram – YouTuber Han Hyun-min – Model Joey Alexander – Musician Kamal Singh – Ballet dancer Kim Na-young – Webtoon artist Kimmese – Singer/songwriter Pasha Cas – Street artist Prateek Kuhad – Singer/songwriter Category: Business & Social Entrepreneurship Adamas Belva Syah Devara – Entrepreneur Louise Emmanuelle Mabulo – Social entrepreneur Nana Matsuoka – Social entrepreneur Okka Phyo Maung – Social entrepreneur Tilak Mehta – Entrepreneur Category: Politics & Civil Society Faye Simanjuntak – Human rights activist Heidy Quah – Refugee rights activist Howey Ou (Ou Hongyi) – Climate activist Ryu Ho-jeong – Lawmaker Syed Saddiq Syed Abdul Rahman – MP, former minister Category: Science & Tech Ray Chiu Po-jui – Entrepreneur Carvey Ehren Maigue – Student/inventor Category: Sports Juju Noda – Racing driver Ko Jin-young – Golfer Lalu Muhammad Zohri – Sprinter Margielyn Didal – Professional street skateboarder Naomi Osaka – Tennis player Nor Diana – Wrestler P.V. Sindhu – Badminton player Pratima Sherpa – Golfer Son Heung-min – Footballer Wang Jianjiahe – Swimmer

Shin Tae-yong Panggil 30 Nama Untuk TC di Spanyol

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19

PSSI secara resmi telah mengumumkan 30 nama yang akan diboyong oleh pelatih Timnas Indonesia U-19, Shin Tae-yong, untuk mengikuti pemusatan latihan/training camp (TC) di Spanyol. Rencananya, skuat Garuda Muda akan bertolak ke Negeri Matador pada Sabtu (26/12/2020). Dari 30 nama tersebut, tiga diantaranya merupakan pemain yang berkarier di luar negeri. Shin Tae-yong memberi mereka kesempatan untuk menyusul ke Spanyol dan bergabung bersama skuad Timnas U-19 lainnya. Ketiga pemain tersebut ialah Witan Sulaeman (FK Radnik Surdulica), Elkan Baggott (Ipswich Town FC), dan Kelana Noah Mahessa (Bonner SC). Shin Tae-yong mengatakan bahwa 30 pemain dipilih berdasarkan penilaiannya selama pemusatan latihan. Selama di Spanyol, Garuda Nusantara akan melakoni beberapa laga uji coba hingga 31 Januari 2021 mendatang. “Kami memilih 30 pemain untuk dibawa ke Spanyol. Pemain saat ini dalam kondisi bagus dan terus mengalami perkembangan yang positif setiap harinya. Saya yakin selama di Spanyol, fisik, teknik, dan permainan timnas U-19 akan makin meningkat,” kata Shin Tae-yong, dilansir dari laman resmi PSSI. Sementara itu, dalam 30 pemain yang dipilih Shin Tae-yong, tidak terdapat nama Bagus Kahfi dan Jack Brown. Bagus Kahfi masih menjalani rehabilitasi terkait cedera lamanya, sementara Jack Brown tidak bisa ikut ke Spanyol lantaran baru saja menderita cedera ACL saat berlatih bersama timnas U-19. Adapun TC di Spanyol ini merupakan TC di luar negeri jilid ketiga bagi Timnas Indonesia U-19. Sebelumnya, Shin Tae-yong telah membawa Timnas Indonesia U-19 TC di luar negeri, yakni Thailand dan Kroasia. TC di Thailand digelar pada Februari 2020, sementara berada Kroasia selama dua bulan lamanya, tepatnya sejak akhir Agustus hingga awal November. Rangkaian TC di luar negeri ini merupakan persiapan Garuda Muda mengikuti Piala AFC U-19 2020 yang berlangsung pada Maret 2021 mendatang di Uzbekistan dan FIFA U-20 World Cup Indonesia 2021. Daftar 30 Nama Pemain yang ikut TC ke Spanyol: Rizky Ridho – Persebaya Erlangga Setyo – Persib Bagas Kaffa – Barito Putera Mohammad Kanu – Babel United M. Adi Satrio – PSMS Mochammad Supriadi – Persebaya Irfan Jauhari – Bali United Pratama Arhan – PSIS Braif Fatari – Persija Bayu M Fiqri – Persib Khairul Imam Zakiri – Gymnastica Cueta Saddam Gaffar – PSS Sleman Muhammad Fadhil- Semen Padang Sandi Samosir – Persija Arya Gerryan – Borneo FC Andre Oktaviansyah- Komang Teguh – Borneo FC David Maulana – Barito Putera Moh. Bahril Fajar – PSIS Salman Alfarid – Persija Rendy Juliansyah- Titan Agung Bagus – Arema Kakang Rudianto – Persib Alfrianto Nico – Persija Genta Alparedo – Semen Padang Fajar Fathur Rahman – Borneo FC Pualam Bahari – Borneo FC Witan Sulaeman – FK Radnik Surdulica Elkan Baggott- Ipswich Town FC Kelana Noah Mahessa- Bonner SC