Astana International Challenge 2025: Indonesia Borong Empat Gelar

Astana International Challenge 2025

Hasil babak final kejuaraan bulutangkis Astana International Challenge 2025 membuat Indonesia tersenyum. Indonesia tampil menjadi juara umum. Empat gelar bisa direbut oleh ponggawa merah putih dari kejuaraan yang dilaksanakan di Beeline Arena, Republik of Kazakhstan. Sektor tunggal putra malah berhasil menciptakan All Indonesian Final. Perang saudara pada babak puncak yang digelar hari ini (21/112) di sektor tunggal putra antara Muhamad Yusuf dengan Prahdiska Bagas Shujiwo memunculkan nama Muhamad Yusuf sebagai pemenang. Yusuf menjadi juara usai menjalani laga tiga gim. Thalita Ramadhani Wiryawan muncul sebagai yang terbaik dari sektor tunggal putri. Thalita mengalahkan unggulan pertama dari Kroasia, Polina Buhrova asal pada babak final. Ganda putra racikan baru Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat tidak mau kalah. Gelar juara ganda putra juga berhasil mereka rebut. Pasangan dari Rusia Rodion Alimov/Maksim Ogloblin bisa mereka taklukan pada babak final dengan dua game langsung. Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran dari sektor ganda campuran melengkapi kejayaan Indonesia dari kejuaraan ini. Hanya saja butuh perjuangan lama di karpet hijau. Ganda campuran asal Serbia MihajloTomic/Andjela Vitman memaksa unggulan pertama dari Indonesia bermain tiga gim. Usaha menyapu bersih gelar juara gagal. Pasangan ganda putri Lanny Tria Mayasari/Amalia Cahaya Pratiwi belum berhasil meraih gelar juara. Lanny/Amalia dikalahkan pasangan dari Ukraina Polina Bugrova/Yevheniia Kantemyr. Hasil babak final Astana International Challenge 2025 Tunggal putri: Thalita Ramadhani Wiryawan [INA] – Polina Buhrova [KRO] : 21-7, 21-14 Tunggal putra: Muhamad Yusuf [INA] – Prahdiska Bagas Shujiwo [INA] : 21-19, 18-21, 21-16 Ganda campuran: Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran [INA] – MihajloTomic/Andjela Vitman [SER] : skor 19-21, 21-14, 21-13 Ganda putri: Polina Bugrova/Yevheniia Kantemyr [UKR] – Lanny Tria Mayasari/Amalia Cahaya Pratiwi [INA] : 21-12, 11-21, 21-13 Ganda putra: Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat [INA] – Rodion Alimov/Maksim Ogloblin [RUS] : 21-10, 21-14.

Piala AFF Futsal U19: Gebuk Myanmar, Indonesia ke Semifinal

Timnas Futsal Indonesia

Hasil Timnas Futsal Indonesia vs Myanmar di Grup B Piala AFF U19 2025 berakhir dengan skor 4-1 bagi kemenangan skuad Garuda, Rabu 24 Desember. Empat gol Daffa Erlangga, Reivan Revian, Andi Umayyah, dan Haekal Ayyasy di Nonthaburi Gymnasium, Thailand, membawa Indonesia lolos ke semifinal. Tiket semifinal pasti diraih Timnas Futsal U19 Indonesia dengan satu kemenangan dari Myanmar. Hasil ini membuat Indonesia mengoleksi 3 poin, mengungguli Myanmar dan Malaysia yang masing-masing baru memperoleh 1 poin. Hanya tersisa satu pertandingan yaitu antara Indonesia vs Malaysia pada hari Kamis 25 Desember pukul 14.00 WIB. Artinya, Indonesia tidak mungkin terlempar dari dua besar yang merupakan zona lolos ke semifinal. Lantas, bagaimana dengan jalannya pertandingan Timnas Futsal U19 Indonesia vs Myanmar? Timnas Futsal U19 Indonesia asuhan Naim Hamid berlaga dengan Guntur Rochmatdhani Pratikno sebagai penjaga gawang. Empat pemain lain di starting five adalah Muhammad Fatih Zidan, Ahmad Firdaus, Andi Umayyah Ramadhan, dan kapten Reivan Revian. Sementara itu Myanmar hanya melakukan satu perubahan dibandingkan saat bermain imbang 3-3 melawan Malaysia kemarin. Pelatih Soe Moe Kyaw kini memainkan kiper Zwe Lu Htut menggantikan Aung Htoo Khant. Empat pemain lainnya adalah Hae Mar Htay, Kaung Htet Naing, Nyi Nyi Zaw, dan kapten Lin Thuya Hein. Jalannya pertandingan babak pertama cukup ketat antara kedua tim. Tapi kebuntuan pecah di menit 6 saat tembakan jarak jauh Muhammad Daffa Erlangga membuat gawang Myanmar bobol. Setelah gol itu permainan menjadi lebih cair dan kedua tim saling berbalas serangan. Menit 7 ada sepakan Muhammad Fatih Zidan dan dibalas tembakan Kyaw Zaw Thein yang ditepis Guntur. Dua peluang lantas diperoleh Timnas U19 melalui Andika Ferdiansyah dan Haekal Ayyasy Caserio walau masih melebar. Peluang emas didapatkan Hae Mar Htay di menit 12 namun belum berbuah gol. Guntur kemudian menjadi sangat sibuk saat ia mematahkan dua peluang beruntun Myanmar di menit 15. Salah satunya dari tembakan jarak dekat Khin Zaw Hein. Dua peluang Myanmar berikutnya juga bisa dibendung Guntur. Masing-masing dari Ye Yint Shwe Paul di menit 16 dan Aung Khant Zaw di menit 18. Myanmar lantas menutup babak pertama melalui dua peluang Lin Thuya Hein yang melebar dari gawang Timnas U19. Ketika babak kedua belum lama berlangsung, Revian mencetak gol apik bagi Indonesia. Aksi individu dari sisi flank saat melewati satu pemain Myanmar diakhiri dengan sepakan keras kaki kiri dari sudut sempit. Skor pun berubah menjadi 2-0 bagi Indonesia. Tidak lama kemudian Indonesia nyaris saja mencetak gol ketiga. Bisa merebut bola dari lawan, Muhammad Akran mendapatkan peluang bagus saat berhadapan satu lawan satu dengan kiper lawan. Sayang, sepakan Akran masih bisa ditepis Lu Htut. Skor akhirnya berubah menjadi 3-0 di menit 26 melalui tendangan bebas Andi Umayyah Ramadhan. Sebelumnya, Indonesia mendapatkan tendangan bebas di depan kotak penalti saat Robby ditekel oleh Khin Zaw Hein. Sayangnya dua menit kemudian gawang Guntur bobol. Gol Myanmar bermula saat Haekal kehilangan bola karena dicuri oleh Hae Mar Htay. Dengan tenang ia lantas melewati satu pemain Indonesia dan menaklukkan Guntur dalam posisi satu lawan satu. Setelah itu kedua tim mendapatkan banyak peluang untuk mencetak gol. Myanmar sendiri baru memainkan skema power play di tiga menit terakhir namun tidak berbuah hasil. Justru, Indonesia yang mencetak gol keempat melalui Haekal ketika laga tersisa 20 detik. Gol tercipta ketika sapuan bola pemain Myanmar justru mengenai Haekal dan langsung masuk ke gawang Myanmar. Tidak ada lagi gol yang tercipta hingga wasit Xayavongsy Khampasong asal Laos meniup peluit akhir pertandingan. Bagi Indonesia, pertandingan melawan Malaysia besok akan menentukan apakah mereka lolos sebagai juara atau runner-up Grup B. Myanmar sendiri kini tinggal berharap hasil laga lain untuk bisa lolos. Jika ingin lolos, Myanmar akan berharap Indonesia bisa mengalahkan Malaysia dengan minimal selisih empat gol. Rekap Pertandingan Timnas Futsal U19 Indonesia vs Myanmar Indonesia vs Myanmar 4-1 (Muhammad Daffa Erlangga 6′, Reivan Revian 21′, Andi Umayyah Ramadhan 26′, Haekal Ayyasy Caserio 40′ / Hae Mar Htay 28′) Daftar Pemain Timnas Futsal U19 Indonesia: Guntur Rochmatdhani Pratikno (Kiper) Muhammad Fatih Zidan (Anchor) Ahmad Firdaus (Anchor) Muhammad Sofian Attasauri (Kiper) Muhammad Farhan (Anchor) Andika Ferdiansyah (Flank) Sulaiman Riski Hidayat (Flank) Andi Umayyah Ramadhan (Flank) Muhammad Robby Faturrahman (Pivot) Haekal Ayyasy Caserio (Flank) Samuel Patrice Evra Aibesa (Flank) Muhammad Daffa Erlangga (Anchor) Reivan Revian (Flank) Muhammad Akran (Pivot) Pelatih: Naim Hamid Daftar Pemain Timnas Futsal U19 Myanmar: Aung Htoo Khant Zwe Lu Htut Hae Mar Htay Gwar Dee Kyaw Min Khant Lin Thuya Hein Kaung Htet Naing Ye Yint Shwe Paul Aung Chan Myae Aung Khant Zaw Nyi Nyi Zaw Kyaw Zaw Thein Myo Jet Khin Zaw Hein Pelatih: Soe Moe Kyaw

Deretan rekor yang dipecahkan atlet Indonesia pada SEA Games 2025

Rizki Juniansyah

Indonesia tidak hanya mencatat prestasi dari sisi perolehan medali pada SEA Games 2025 Thailand, tetapi juga menorehkan sejumlah rekor baru, baik tingkat SEA Games maupun dunia. Rekor tertinggi dicetak oleh lifter Rizki Juniansyah pada cabang angkat besi kelas 79 kg putra. Atlet asal Banten itu memecahkan dua rekor dunia sekaligus, masing-masing pada angkatan clean and jerk seberat 205 kg dan total angkatan 365 kg. Pencapaian tersebut mempertajam rekor dunia sebelumnya yang juga atas nama Rizki. Pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi IWF 2025 di Forde, Norwegia, Oktober lalu, ia mencatat clean and jerk 204 kg dantotal angkatan 363 kg. Rekor SEA Games lain lahir dari atletik. Diva Renata Jayadi memecahkan rekor lompat galah putri dengan lompatan setinggi 4,35 meter. Hasil tersebut mempertajam rekor nasional atas namanya sendiri 4,30 meter, dan melampaui rekor SEA Games lama 4,25 meter yang dipegang atlet Filipina Natalie Uy pada SEA Games 2019 di Filipina. Deretan rekor tersebut memperkuat kontribusi atlet-atlet Indonesia dalam perolehan medali SEA Games 2025. Indonesia menutup SEA Games 2025 Thailand di peringkat kedua klasemen dengan 91 emas, 112 perak, dan 130 perunggu. Itu runner-up pertama Indonesia dalam 30 tahun terakhir dan salah satu hasil tandang terbaik sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia dalam SEA Games. Indonesia juga membuat rekor baru SEA Games cabang menembak. Muhammad Iqbal Raja Prabowo membukukan skor 582 pada babak kualifikasi nomor 10 meter air pistol putra, menyamai rekor SEA Games yang dipegang petembak Vietnam Hoang Xuan Vinh pada SEA Games 2015 di Singapura. Rekor-rekor atlet Indonesia selama SEA Games 2025 Rekor Dunia Rizki Juniansyah Cabang: Angkat besi Nomor: Kelas 79 kilogram putra Clean and Jerk: 205 kilogram (Rekor dunia, sebelumnya 204 kilogram) Total Angkatan: 365 kilogram (Rekor dunia, sebelumnya 363 kilogram) Rekor SEA Games Muhammad Iqbal Raja Prabowo Cabang: Menembak Nomor: 10 meter air pistol putra Skor: 582 poin Keterangan: Menyamai rekor SEA Games yang sebelumnya dicatat Hoang Xuan Vinh (Vietnam) pada SEA Games 2015 di Singapura Diva Renata Jayadi Cabang: Atletik Nomor: Lompat galah putri Hasil: 4,35 meter Keterangan: Rekor SEA Games baru Mempertajam rekor nasional miliknya sendiri (sebelumnya 4,30 meter) Melampaui rekor SEA Games lama 4,25 meter atas nama Natalie Uy (Filipina) pada SEA Games 2019

SEA Games 2025: Kokoh di Posisi Dua, Indonesia Kemas 91 Emas

Atlet dan ofisial kontingen Indonesia

Kontingen Indonesia menutup keikutsertaan di SEA Games 2025 Thailand dengan raihan 91 medali emas. Jumlah medali emas itu melampaui target awal 80 emas dan menjadi catatan penting dalam sejarah partisipasi Indonesia di ajang Asia Tenggara. Secara keseluruhan, Indonesia membawa pulang 333 medali, terdiri dari 91 emas, 112 perak, dan 130 perunggu. Raihan 91 emas tercatat sebagai jumlah terbanyak ketiga saat Indonesia tampil sebagai peserta tamu sejak pertama kali mengikuti SEA Games pada 1977. Catatan tandang terbaik masih dipegang SEA Games Kuala Lumpur 1989 dengan 102 emas, lalu SEA Games Manila 1991 lewat 92 emas. Capaian di Thailand juga menjadi hasil terbaik Indonesia selama 32 tahun terakhir ketika bertanding di luar negeri. Jumlah emas kali ini melampaui raihan SEA Games Singapura 1993 dengan 88 emas. Hasil tersebut menunjukkan peningkatan performa Indonesia saat berlaga jauh dari dukungan tuan rumah. Klasemen Akhir Raihan Medali SEA Games 2025: Peringkat Negara Medali Emas Medali Perak Medali Perunggu Total 1 Thailand 233 154 112 499 2 Indonesia 91 111 131 333 3 Vietnam 87 81 110 278 4 Malaysia 57 57 117 231 5 Singapore 52 61 89 202 6 Philippines 50 73 154 277 7 Myanmar 3 21 49 73 8 Laos 2 9 28 39 9 Brunei Darussalam 1 3 5 9 10 Timor-Leste 0 1 7 8

Kontingen Indonesia Peraih Medali SEA Games 2025 Terbanyak

Martina Ayu Pratiwi

Pagelaran SEA Games 2025 berakhir pada Sabtu (20/12). Perjalanan multievent selama 11 hari resmi ditutup. Ada seorang atlet muda Indonesia yang mencatatkan rekor pribadi. Dia adalah Martina Ayu Pratiwi. Atlet berusia 21 tahun itu menjadi atlet dengan raihan medali SEA Games 2025 terbanyak dalam kontingen Indonesia. Kini, setiap kontingen mulai berhitung, merekapitulasi perolehan medali selama kejuaraan multicabang ini digelar. Di satu sisi, perjuangan atlet meraih medali SEA Games 2025 patut diapresiasi tinggi. Salah satunya Martina Ayu Pratiwi dari Indonesia. Martina Ayu jadi sorotan karena mengoleksi medali emas SEA Games 2025 paling banyak, yakni lima keping. Medali-medali itu bertambah karena atlet asal Gresik, Jawa Timur, ini juga mendapatkan dua perak. Total Martina Ayu dapat tujuh medali di SEA Games 2025. Jumlah itu jadi yang terbanyak untuk kontingen Indonesia. Ia ini tampil dalam tiga cabang olahraga (cabor) pada SEA Games 2025: aquathlon, duathlon, dan triathlon. Pada cabang aquathlon, Martina Ayu meraih dua emas melalui nomor team 3 women relay dan team mixed relay 2 men + 2 women. Dua emas juga didapat Martina Ayu dari duathlon melalui nomor team 3 women relay dan team mixed relay 2 men + 2 women. Sementara dari triathlon, Martina Ayu dapat 1 emas dan 2 perak. Medali emas dari triathlon didapat dari nomor individual putri, sedangkan dua perak dari nomor team 3 women relay dan team mixed relay 2 men + 2 women.

Berkenalan Dengan Atlet Termuda Indonesia di SEA Games 2025

Mikhayla Shanum Caya

Di tengah persaingan ketat antarnegara, perhatian publik tertuju pada sosok mungil namun bernyali besar dari kontingen Indonesia, Mikhayla Shanum Caya. Atlet yang baru berusia 11 tahun ini tidak hanya menyandang status sebagai anggota termuda dalam tim Merah Putih, tetapi juga berhasil membuktikan kualitasnya dengan menembus babak final nomor park putri.​ Penampilan Mikhayla pada babak penyisihan menjadi sorotan tersendiri. Meski harus bersaing dengan atlet-atlet yang jauh lebih senior dan berpengalaman, ia tampil tanpa beban. Dengan gaya bertanding yang eksplosif dan penuh keberanian dalam mengeksekusi trik, Mikhayla sukses mengamankan posisi ketujuh dengan torehan skor 45,93. Walaupun perolehan poinnya belum menembus tiga besar di fase kualifikasi ini, lolosnya Mikhayla ke partai puncak yang akan digelar pada hari Minggu, 14 Desember, adalah sebuah pencapaian fenomenal. “(Sudah) bagus sih. Tapi ‘next’ harus lebih berusaha lagi untuk bisa jadi juara,” ujar Mikhayla. “Kurang puas aku dengan hasil hari ini, tapi aku akan coba lagi besok-besok,” tambah gadis muda itu. Kehadirannya di final bukan sekadar partisipasi, melainkan sinyal kuat bahwa regenerasi atlet skateboard Indonesia berjalan dengan sangat baik.​ Banyak pengamat olahraga menilai SEA Games 2025 hanyalah awal dari perjalanan panjang karier Mikhayla. Dengan usia yang masih sangat muda, ia memiliki waktu luas untuk mengasah kemampuan dan mental. Jika pembinaan berjalan konsisten, bukan tak mungkin Mikhayla Shanum Caya kelak tampil di ajang dunia, bahkan Olimpiade.

SEA Games 2025: Alma Ariella Memanjat Puncak Asia Tenggara

Alma Ariella

Di Bangkok Sport Climbing Center Stadion SAT, Bangkok, Thailand, Jumat (12/12/2025) malam, Alma memukau nyaris semua orang yang datang. Bagaimana tidak, di antara delapan pemanjat putri dan putra yang berlaga di babak final, hanya Alma yang mampu menggapai puncak. Ketika puncak itu diraih, ketika itu pula medali emas dipastikan ada di tangannya. Prestasi tersebut sekaligus menegaskan potensinya sebagai salah satu bintang masa depan panjat tebing Indonesia di kancah internasional. Meski usianya masih sangat muda, yakni baru berusia 16 tahun, kiprahnya di berbagai kejuaraan menunjukkan kematangan luar biasa. Setahun lalu, Alma tak pernah membayangkan akan berada di puncak Asia Tenggara. Nama Alma baru muncul setelah menggondol lima medali panjat tebing di PON Aceh-Sumut 2024, tiga di antaranya medali emas. Prestasi gemilang itu diraih ketika Alma turun debutan sekaligus salah satu pemanjat termuda di tim Jawa Timur. Total enam pemanjat tebing lead Indonesia yang berlaga di SEA Games Thailand 2025 sudah ditanamkan pola pikir demikian bahwa SEA Games hanya titik awal. Pesta olahraga se-Asia Tenggara ini adalah batu loncatan menuju ke level lebih tinggi, yakni Asia dan dunia. Alma memahami itu. Titik awal itu sekaligus batu loncatan itu telah Alma lalui. Kini, dirinya mantap menatap puncak-puncak lain dengan level lebih tinggi. ”Harus bertahap, tetapi impian aku dan setiap atlet pasti ke Olimpiade,” ujar Alma.

SEA Games 2025: Rizki Juniansyah Persembahkan Medali Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Rizki Juniansyah

Misi lifter andalan merah putih, Letda TNI Rizki Juniansyah, untuk kembali mempersembahkan medali emas dan pecahkan rekor terwujud saat turun di kelas 79 kg putra SEA Games 2025, Senin (15/12). Tampil di hadapan publik yang memenuhi Chonburi Sports School, Chonburi, Rizki menunjukkan kekuatan yang tak tertandingi sejak awal lakukan angkatan snatch semputna seberat 160 kg. Peraih emas Olimpiade Prancis 2024 ini semakin tak terkejar para lawan ketika sukses lakukan angkatan clean & jerk fantastis seberat 205 kg. Catatan ini mengantarkan Rizki pecahkan rekor asia dan rekor dunia untuk angkatan clean & jerk putra kelas 79 kg, yang sebelumnya tercatat seberat 204 kg. Total angkatan Rizki seberat 365 kg juga menjadi rekor baru di Asia dan dunia untuk kelas 79 kg putra, melewati catatan sebelumny seberat 364 kg. Dengan senyum bangga, pria yang resmi mengemban tugas sebagai perwira TNI sejak dua pekan lalu inipun pamerkan selebrasi hormat tunjukkan kebanggaan prestasi untuk negeri. Rizki pun mengucapkan terima kasih atas dukungan dan janji bonus yang diberikan Presiden RI, Prabowo Subianto. “Alhamdulillah kemarin kita pelepasan, dan sangat baik disambut Bapak Presiden dengan hangat dan menyentuh hati banget para atlet dengan motivasinya dan support, ambisi banget Bapak, dan terima kasih untuk motivasi bonusnya. Jadi itu adalah loncatan ke depannya untuk atlet buat lebih semangat lagi latihan, saya sangat bersyukur, makanya saya selebrasi tadi itu khasnya menjadi tentara,” ujar Rizki. Keberhasilan Rizki Juniansyah menambah koleksi emas Indonesia di SEA Games 2025 dan mencetak rekor dunia dinilai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir sebagai bukti kegigihan dan semangat patriotisme duta bangsa berjuang untuk negara. “Selamat untuk Letda TNI Rizki Juniansyah yang konsisten menunjukkan performa fantastis setiap kali bertanding. Emas Olimpiade 2024 ternyata tak membuat Rizki terlena, bahkan malah semakin bersemangat latihan dan terbukti Rizki menunjukkan mental patriotik berjuang demi bangsa dan gigih melawan para pesaing. Inilah mental juara yang menunjukkan kedigdayaan Indonesia,” puji Menpora Erick

Baru Berusia 20 Tahun, Masniari Hattrick Emas SEA Games

Masniari Wolf

Perenang muda Indonesia, Masniari Wolf mencuri perhatian setelah atlet renang putri Indonesia itu sukses meraih medali emas SEA Games tiga edisi beruntun, dari Vietnam 2021, Kamboja 2023, hingga Thailand 2025. Masniari Wolf menjadi yang terbaik pada final renang 50 meter gaya punggung putri SEA Games 2025. Dia melesat ke garis finis dengan catatan waktu 28,80 detik, sekaligus mengunci status sebagai ratu backstroke Asia Tenggara. Sebagai tambahan, catatan waktu 28,80 detik tersebut juga merupakan rekor nasional. Capaian emas ketiga secara beruntun menegaskan konsistensi Masniari Wolf di level regional. Prestasi tersebut mengukuhkan perannya sebagai tulang punggung tim renang Indonesia dalam persaingan internasional. Usai SEA Games 2025, atlet berusia 20 tahun itu langsung mengalihkan fokus ke agenda besar berikutnya. Masniari Wolf mempersiapkan diri menghadapi Asian Games 2026 di Aichi–Nagoya, Jepang, sekaligus menatap Olimpiade Los Angeles 2028. “Setelah SEA Games ini saya akan berenang di banyak kilometer, mungkin 7 sampai 8 kilometer. Itu akan saya lakukan dua kali sehari sampai beberapa bulan kedepan. Saya harap persiapan untuk Asian Games berjalan dengan baik,” katanya.

SEA Games 2025: Koleksi 31 Emas, Indonesia Posisi Dua Klasemen Sementara

Puja Lestari & Susan Nur Hidayah

Torehan medali emas kontingen Indonesia terus meningkat di hari kelima SEA Games 2025 Thailand. Tambahan 11 medali emas membuat Indonesia berhasil menggeser Vietnam dan ada diperingkat dua dengan total 31 medali emas. Indonesia mendapatkan cukup banyak emas di hari kelima SEA Games 2025, Sabtu (13/12), yakni 11 dari berbagai cabang olahraga. Emas terakhir disumbangkan tim tenis putra yang dipimpin Christopher Rungkat usai mengalahkan Thailand di final. Catatan serupa juga dibuat tim tenis putri pimpinan Aldila Sutjiadi yang menang 2-1 atas tuan rumah, Thailand. Cabor bulutangkis sudah memastikan satu tambahan emas lewat All Indonesia Final di nomor tunggal putra, Alwi Farhan vs Muhammad Zaki Ubaidillah. Dari cabor panjat tebing, Indonesia mendapat dua emas dari nomor speed climbing atas nama Puja Lestari dan Antasyafi Robby Al Hilmi. Lalu ada juga dari atletik, setelah Maria Londa mengungguli atlet tuan rumah Parinya Chuaimaroeng, yang menyabet perak. Medali emas juga diraih oleh Arya Danu Susilo yang berjaya di cabang Taekwondo nomor 74kg putra. Itu menjadi emas ke-25 bagi Indonesia. Setelah itu ada pula keberhasilan lain dari cabang Judo. Keping emas ke-26 bagi Indonesia dipersembahkan oleh I Made Sastra Dharma di nomor 90kg putra. Dengan demikian, Indonesia punya 31 medali emas, 45 perak, dan 39 perunggu untuk menggeser Vietnam dari posisi kedua Klasemen Medali SEA Games 2025. Vietnam punya 30 emas, 27 perak, dan 53 perunggu. Thailand selaku tuan rumah masih dominan di puncak klasemen dengan 94 emas, 59 perak, dan 35 perunggu. “Alhamdulillah hari ini kita mendapatkan 11 medali emas, tadi dua dari panjat tebing, terakhir tenis dari beregu putri dan putra. Dan ini sesuai dengan target. Memang ada beberapa cabor yang belum maksimal, tapi ada juga cabor yang raihanya luar biasa, salah satunya judo. Saya harapkan semua cabor berikan yang terbaik, karena ini akan jadi bahan evaluasi kedepan untuk seluruh cabor,” kata Menpora Erick.

Seleksi Timnas U20, Nova Arianto Fokus Cari Talenta Baru

Nova Arianto

Pelatih Timnas U20 Indonesia, Nova Arianto, mulai mematangkan kerangka tim dengan membuka seleksi pemain melalui pemusatan latihan (TC) dalam dua gelombang. Agenda ini menjadi langkah awal pembentukan skuad menuju kompetisi internasional, sekaligus kesempatan awal bagi Nova menilai potensi generasi baru di kelompok usia muda. “Untuk seleksi tim masuk Timnas U20 kali ini, sekali lagi fokus kami adalah bagaimana kami mencari talenta-talenta baru, terutama pemain kelahiran 2007. Karena saya juga sangat baru di Timnas U20, pastinya saya belum mengenal secara menyeluruh pemain-pemain dengan kelahiran 2007,” kata Nova Arianto. Seleksi yang diikuti total 46 pemain ini berlangsung di Lapangan Garudayaksa Football Academy, Kabupaten Bekasi, mulai tanggal 2 hingga 10 Desember 2025. Seleksi tahap pertama digelar pada 2-5 Desember, sementara tahap kedua dijadwalkan pada 7-10 Desember 2025. Dalam proses ini, Nova ingin melihat lebih dari sekadar kekuatan fisik atau kemampuan teknik semata. “TC kali ini fokus kami adalah melihat talenta-talenta baru dari pemain kelahiran 2007 sehingga ke depannya kita bisa benar-benar mendapatkan pemain yang secara kualitas bukan hanya tentang fisik, teknik ataupun taktik, tapi bagaimana mereka bisa bermain secara gameplay yang akan kita rencanakan,” ungkapnya. Lebih lanjut, Nova menegaskan penilaian tidak berdasarkan latar belakang klub atau asal pemain. “Sekali lagi saya tidak pernah melihat secara background, tetapi saya sampaikan kepada pemain adalah bagaimana saya mencari pemain-pemain yang bisa bermain secara gameplay, secara filosofi yang akan kami buat, sehingga pemain bisa memahami dan bisa menunjukkan yang terbaik,” ujar eks pelatih Timnas U17 tersebut. “Siapapun pemain yang masuk pastinya adalah pemain-pemain yang bisa sesuai dengan yang kami inginkan, termasuk dari standar-standar yang kita berikan, dan harapannya pemain bisa tampil maksimal selama TC kali ini,” tambahnya. Dalam rencana jangka menengah, Nova menjelaskan persiapan tidak hanya terfokus pada seleksi. Ia bersama Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers, telah menyiapkan 11 pertandingan uji coba sebagai bagian dari persiapan menuju kualifikasi Piala Asia U20 2027 mendatang. “Kami sudah berkomunikasi dengan Direktur Teknik, Coach Alex, bagaimana mempersiapkan ada 11 kali uji coba sebelum kita sampai di kualifikasi Piala Asia, termasuk di Piala AFF yang menjadi bagian dari uji coba kami menuju ke kualifikasi,” kata Nova. “Untuk selanjutnya, TC kami rencanakan ada di bulan Januari atau mungkin di bulan Maret, karena itu sesuai dengan roadmap yang kita berikan kepada PSSI. Dan saya harapkan semuanya bisa berjalan baik sehingga kita bisa lebih mempersiapkan tim ini dengan sangat baik menuju ke kualifikasi Piala Asia U20 nanti,” tutupnya.

SEA Games 2025: Kontingen Indonesia Tambah 7 Medali Emas Hari Keempat

Dina Aulia

Kontingen Indonesia berhasil menambah 7 medali emas di hari keempat SEA Games 2025 Thailand, Jumat (12/12). Torehan medali emas tersebut membuat posisi Indonesia masih bertahan di posisi ketiga klasemen sementara. Medali emas pertama yang diraih Indonesia pada hari ketiga SEA Games 2025 direngkuh Dinny Febriany yang turun berlaga di cabang olahraga judo. Dinny berhasil mendapatkan medali emas di nomor women’s 57 kg. Medali emas kedua direngkuh Abiyu Rafi yang tampil di cabor senam artistik. Keberhasilan tersebut disusul Muhammad Rizqi Maulana (judo), Syerina (judo), Dina Aulia (atletik), Alma Ariella Stany (sport climbing), dan Ardana Cikal Damarwulan (sport climbing). Sayangnya dihari keempat beberapa cabor yang memiliki peluang medali emas terpaksa gagal. Tim Woodball Indonesia meraih dua medali perak pada nomor Men’s Team Fairway dan Women’s Team Fairway yang berlangsung di Royal Thai Fleet Golf Course, Sattahip. Raihan ini menegaskan konsistensi Indonesia sebagai salah satu kekuatan woodball di Kawasan Asia Tenggara. Termasuk Canoe yang harus menutup perjalanan di SEA Games Thailand 2025 dengan raihan tiga medali perunggu pada hari terakhir pertandingan disiplin canoe. Tiga nomor tersebut adalah Women’s Canoe Double 200 m, Men’s Canoe Four 200 m, dan Men’s Kayak Four 200 m. Dengan raihan tersebut, Indonesia kini telah mengoleksi total 72 medali, dengan perincian 20 medali emas, 28 medali perak, dan 24 medali perunggu. Thailand yang ada diperingkat pertama sudah mengumpulkan 137 medali, dengan perincian 65 medali emas, 44 medali perak, dan 28 medali perunggu. Adapun Vietnam yang ada diperingkat dua mengoleksi 24 medali emas, 17 medal perak, dan 43 medali perunggu. Tambahan 7 Medali Emas Indonesia 1. Dinny Febriany (Judo – Women’s 57 Kg) 2. Abiyu Rafi (Senam Artistik – Palang Tunggal Putra) 3. Muhammad Rizqi Maulana (Judo – Men’s 55 Kg) 4. Syerina (Judo – Women’s 70 Kg) 5. Dina Aulia (Atletik – Lari Gawang 100 meter putri) 6. Alma Ariella Stany (Sport Climbing – Women’s Lead) 7. Ardana Cikal Damarwulan (Sport Climbing – Men’s Lead)

SEA Games 2025: Pundi Medali Emas Indonesia Terus Bertambah

SEA Games 2025

Pundi medali emas Indonesia di SEA Games 2025 Thailand terus bertambah. Hingga Kamis (11/12) malam, Indonesia berhasil menambah 9 medali emas, 14 perak dan 8 perunggu. Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir mengucapkan terima kasih kepada para atlet dan cabor yang sudah memberikan kontribusi medali emas untuk Indonesia. Bahkan untuk target medali yang hari ini hanya 6 emas bisa melebihi target. “Alhamdulillah target hari saya sampaikan tadi 8 sampai 9 medali emas, ternyata maksimal 9 emas untuk hari ini. Dua dari renang, basket 3×3 putri, Cycling MTB, Canoe, Karate hingga atletik yang bahkan pecah rekor SEA Games dan dari cabor yang lain,” kata Menpora Erick usai menyaksikan pertandingan renang di SAT Swimming Pool, Hua Mak, Bang Kapi, Bangkok, Kamis (11/12) malam. “Jadi saya ucapkan terima kasih kepada federasi yang sudah serius, dan para atlet yang sudah berjuang untuk Indonesia. Ini saya harapkan tetap konsisten hingga akhir karena kita target 80 medali emas. Artinya kita harus mendulang emas-emas baru dari cabang olahraga lainnya,” tambah Menpora Erick. Tambahan medali emas untuk hari ini datang dari cabor balap sepeda. Atlet balap sepeda Indonesia, Rendy Varera sukses meraih medali emas pada nomor Mountain Bike (MTB) Men’s Cross Country di SEA Games 2025 Thailand. Emas berikutnya datang dari cabang olahraga Mixed Martial Arts (MMA). Atlet putri Dwi Ani Retno Wulan yang turun pada nomor Traditional -54 kg berhasil meraih medali emas pertama MMA untuk Indonesia setelah menundukkan Thi Thanh Binh Duong dari Vietnam di partai final. Cabang olahraga karate juga berhasil memberikan kontribusi medali emas. Atlet karate Indonesia, Leica Al Humaira Lubis, yang turun di nomor +68kg Women’s berhasil menjadi juara usai mengalahkan wakil dari Laos, Konenyvong Souphaphone, dengan skor 2-0. Canoe juga berhasil menyumbangkan medali emas dari atlet Subhi/Stevani Maysche Ibo lewat nomor ganda campuran kayak 200 meter di The Royal Thai Navy Rowing and Canoeing Training Center, Rayong, Kamis (11/12). Subhi/Stevani meraih finis pertama dengan catatan waktu 36,409 detik, mengungguli wakil Vietnam (37,397 detik), dan Singapura (38,290 detik). Timnas Bola Basket 3×3 Putri catatkan sejarah. Untuk kali pertama sejak bola basket 3×3 dipertandingkan di SEA Games pada 2019 Filipina, Indonesia mengoleksi medali emas. Hasil membanggakan juga datang dari cabor renang yang berhasil menambah dua medali emas dari nomor 50 meter gaya punggung putra dan putri. Jason Donovan Yusuf kembali mencatatkan namanya dalam penyumbang emas bagi Indonesia. Kali ini, perenang debutan di SEA Games itu meraih emas pada nomor 50m gaya punggung putra dengan torehan waktu 25.36 detik. I Gede Siman Sudartawa menambah koleksi medali bagi Indonesia. Perenang 31 tahun itu meraih medali perunggu pada nomor 50m gaya punggung putra. Bukan hanya dari sektor putra, tim putri juga memberikan kebanggaan bagi Indonesia. Masniari Wolf menyumbangkan medali emas usai menjadi yang tercepat pada nomor 50m gaya punggung putri. Dia mencatat waktu 28.80. “Saya kira renang hari ini sangat luar biasa, renang bisa menambah dua medali emas untuk Indonesia. Renang adalah salah satu cabor yang dipilih Presiden untuk masuk 21 cabor unggulan,” kata Menpora Erick.

SEA Games 2025: Taekwondo Indonesia Juga Raih Emas!

Tim Taekwondo Indonesia

Tim Taekwondo Indonesia akhirnya sukses menyumbangkan medali emas bagi Indonesia di SEA Games 2025 Thailand. Perolehan ini terjadi di Island Hall lantai 3, Fashion Island Shopping Mall Bangkok. Dikutip dari laman kemenpora.go.id Jumat, (12/12/2025) medali emas diraih berkat penampilan impresif Muhammad Alfi Kusuma, Muhammad Hafizh Fachrur Rhozi, dan Muhammad Rizal dalam nomor Poomsae Beregu Putra. Ketiganya berhasil mengumpulkan poin tertinggi dibandingkan pesaing lainnya. Dalam final, tim dari Filipina harus puas membawa medali perak, sementara tim Malaysia memperoleh medali perunggu. Hal ini semakin mengukuhkan dominasi prestasi Taekwondo Indonesia di nomor tersebut. Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga menyatakan rasa syukur atas pencapaian tersebut sekaligus berterima kasih kepada para atlet Taekwondo Indonesia. Ia menyebut pencapaian ini sebagai prestasi yang membanggakan bagi bangsa. “Saya ucapkan selamat untuk Muhammad Rizal, Muhammad Hafizh dan Muhammad Alfi Kusuma, yang sudah menampilkan performa terbaiknya hari ini,” kata Erick Thohir, seperti tertulis di laman kemenpora.go.id. Pernyataan tersebut sekaligus memberi apresiasi atas semangat patriotik dan kegigihan ketiga atlet. Pencapaian emas dari Taekwondo menjadi modal penting mengingat pemerintah menargetkan total 80 medali emas bagi kontingen Indonesia di SEA Games 2025. Target ini membuat setiap medali emas, terutama medal pertama memiliki nilai strategis bagi motivasi tim.

SEA Games 2025: Bantai Malaysia, Tim Badminton Putra Indonesia Raih Emas

Tim badminton beregu putra Indonesia

Tim badminton beregu putra Indonesia berhasil meraih medali emas usai menggulung Malaysia 3-0 di tiga partai langsung pada final SEA Games 2025. Bertanding di Gimnasium 4, Thammasat University Rangsit Campus, Pathum Thani, Rabu (10/12), Indonesia berhasil mengunci kemenangan 3-0 atas Malaysia. Pada partai ketiga yang menjadi pertandingan pengunci kemenangan, tunggal putra Indonesia Muhammad Zaki Ubaidillah alias Ubed sukses mengalahkan wakil Malaysia Hoh Justin dengan skor 21-12, 21-14. Kemenangan ini membuat Indonesia sukses mengalahkan Malaysia 3-0 sekaligus meraih medali emas di nomor beregu putra badminton SEA Games 2025. Pada partai pertama, tunggal putra Indonesia Alwi Farhan sukses mengalahkan wakil pertama Malaysia Leong Jun Hao dengan skor 21-12, 21-19. Usai menang, Alwi Farhan melakukan selebrasi unik yaitu dengan seolah-olah mengeluarkan pistor dari saku celananya, lalu menembakkan ke kepala dan kemudian terjatuh. Setelah Alwi Farhan, bertanding ganda putra Indonesia Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Rea Pahlevi Isfahani melawan ganda putra andalan Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Sabar/Reza pun sukses mengalahkan Aaron/Soh dengan skor 21-12, 21-12. Sebelumnya, tim badminton beregu putri Indonesia meraih medali perak usai kalah 1-3 dari Thailand pada final SEA Games 2025 di Gymnasium 4, Thammasat University Rangsit Campis, Pathum Thani, Rabu (10/12) siang. Di partai pertama, Indonesia sebenarnya sudah berhasil memimpin 1-0 usai tunggal putri Indonesia Putri Kusuma Wardani mengalahkan Pornpawee Chochuwong dengan skor 21-8, 13-21, 21-16. Kemudian pada partai kedua, ganda putri Indonesia Rachel Allessta Rose/Febi Setianingrum kalah 18-21, 21-11, 18-21 dari pasangan Thailand Benyapa Aimsaard/Supissara Paewsampran. Lalu di partai ketiga, tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung kalah 7-21, 15-21 dari Ratchanok Intanon. Di gim pertama, Gregoria tertinggal jauh 1-10 di awal permainan hingga akhirnya takluk 7-21. Kemudian di gim kedua, Gregoria juga kesulitan meladeni permainan Ratchanok Intanon, sampai-sampai Gregoria harus menutup wajahnya dengan tangan sendiri karena sulit keluar dari tekanan lawn. Di gim kedua, Gregoria akhirnya kalah 15-21. Pada partai keempat atau penentuan, ganda putri Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari kalah 19-21, 18-21 dari Ornnicha Jongsathapornparn/Jhenicha Sudjaipraparat. Kekalahan ini membuat skor akhir Indonesia takluk 1-3 dari Thailand di final nomor tim putri badminton SEA Games 2025. Indonesia raih medali perak di nomor beregu putri SEA Games 2025.

SEA Games 2025: Indonesia Raih Emas Pertama dari Kayak

Atlet dayung Indonesia

Cabang olahraga kayak menyumbang emas pertama untuk Indonesia di nomor 500 meter campuran SEA Games 2025 di Pattaya Rayong, Chon Buri, Rabu, berdasarkan catatan medali di laman resmi penyelenggara. Indra Hidayat, Ramla Baharuddin, Subhi, dan Stevani Maysche Ibo melakukan comeback di akhir-akhir lintasan untuk membalap tim Singapura yang lebih dulu memimpin di pertengahan lintasan. Subhi dkk membukukan catatan waktu akhir 1 menit 37,916 detik, unggul tipis dari Singapura yang mencatat 1 menit 38,161 detik. Padahal sebelumnya, Singapura unggul tipis 47,32 detik saat memasuki batas 250 meter, sementara tim Indonesia mencatat 47,73 detik yang dibuntuti oleh Thailand dengan catatan 47,77 detik. Pada babak penyisihan, tim kayak campuran Indonesia berada di peringkat kedua dan terpaut hampir 1 detik dengan tim Singapura. Indonesia mencatat waktu 1 menit 41,725 detik di babak penyisihan, sementara Singapura di posisi pertama mencatat 1 menit 42,638 detik. Selain emas, Krisna Septiana dari nomor tunggal kayak slalom putra juga menyumbang medali perak setelah finis pertama, namun mendapatkan penalti dua detik sehingga harus turun peringkat.

SEA Games 2025: Timnas U22 Kalah di Laga Perdana

Timnas Putra Indonesia U22

Timnas Putra Indonesia U22 harus mengawali perjalanan di cabang olahraga sepak bola putra SEA Games 2025 dengan hasil kurang memuaskan. Menghadapi Filipina pada laga perdana Grup C, Senin 8 Desember 2025 di 700th Anniversary Stadium, Chiang Mai, Garuda Muda takluk 0-1 melalui gol tunggal yang tercipta pada penghujung babak pertama. Sejak peluit awal, Indonesia tampil agresif dengan tempo cepat serta tekanan tinggi. Dalam 10 menit pertama, serangan bergelombang yang dibangun melalui kombinasi umpan pendek dan pergerakan antarlini membuat Filipina lebih banyak bertahan. Namun rapatnya blok pertahanan lawan membuat beberapa peluang Indonesia belum menemui target. Menit 21, peluang terbaik tercipta lewat skema bola mati. Tendangan bebas Dony Tri Pamungkas mengarah ke sudut gawang, namun kiper Filipina, N. Guimaraes, masih sigap menepis. Filipina pun mulai meningkatkan intensitas serangan balasan. Beberapa kali bola direct mereka menguji pertahanan Indonesia, namun aksi sigap Cahya Supriadi sukses mengamankan situasi. Menit 28, Garuda Muda kembali mengancam. Muhammad Ferarri melepaskan tembakan jarak jauh keras dan terukur, tetapi Guimaraes kembali menjadi pembeda melalui penyelamatan gemilangnya. Tujuh menit berselang, giliran Rivaldo Pakpahan melepaskan sepakan kaki kanan, namun bola masih melebar tipis di sisi kiri gawang lawan. Petaka hadir pada momen krusial. Di menit 45+1, lemparan ke dalam Filipina yang dilepaskan Gabriel Guimaraes memantul di area kotak penalti. Otu Banatao bergerak cepat dan mencocor bola melewati jangkauan Cahya Supriadi. Gol tersebut menutup babak pertama dengan skor 0-1 untuk Filipina. Memasuki paruh kedua, Indonesia langsung meningkatkan intensitas. Pelatih Indra Sjafri melakukan beberapa perubahan strategi dengan memasukkan Frengky Missa, Robi Darwis, Toni Firmansyah dan Rahmat Arjuna untuk menambah tenaga dan variasi serangan. Menit 68, peluang emas kembali tercipta. Berawal dari sepak pojok Dony Tri, bola liar di second ball langsung disambar Ivar Jenner. Namun sekali lagi Guimaraes tampil solid dan menangkap bola dengan sempurna. Memasuki menit 80, Filipina semakin memperdalam garis pertahanan, memaksa Indonesia bermain sabar mengalirkan bola dari sisi ke sisi. Beberapa kombinasi penetrasi sayap maupun tembakan dari luar kotak penalti belum berhasil menembus tembok rapat lawan hingga peluit panjang berbunyi. Skor 0-1 bertahan hingga laga usai, dan Indonesia harus menunda perolehan poin perdana di turnamen ini. Kekalahan ini membuat pertandingan selanjutnya melawan Myanmar pada Jumat, 12 Desember 2025 menjadi laga penting untuk menjaga peluang lolos dari fase grup.

Inilah Para Juara Sirkuit Nasional Seri Penutup 2025

PB. Djarum Kudus

Setelah bergulir di 10 kota, rangkaian Sirkuit Nasional (Sirnas) PBSI sepanjang tahun 2025 mencapai puncaknya pada gelaran Wondr by BNI Sirnas Premier PBSI 2025. Kejuaraan ini berlangsung di Gelanggang Remaja Tanjungpriuk, Sunter, Jakarta Utara, 1–6 Desember 2025. Wondr by BNI Sirkuit Nasional Premier 2025 resmi ditutup oleh Ketua umum PP PBSI, Mohammad Fadil Imran yang juga didampingi oleh Sekretaris Jendral PP PBSI, Ricky Achmad Soebagdja, Sabtu (06/12). PB. Djarum Kudus berhasil keluar sebagai juara umum dengan total 16 gelar juara berhasil diraih oleh punggawa dari klub yang bermarkas di kota Kudus dari 23 wakil yang berhasil menempatkan diri di babak final. Kemudian, diikuti oleh PB. Jaya Raya, PB. Exist Jakarta, PB. Mutiara Bandung, Jaya Raya Satria, Jaya Raya Solo, Tjakrindo Sony Dwi Kuncoro, WIMA, dan Bayu Kencana. Sementara Tim Pelatnas membawa satu gelar juara di sektor ganda dewasa putri. Daftar Juara di Wondr by BNI Sirkuit Nasional Premier 2025 UDPA: M. Lazar Abrizam Adhyasta (JAYA MUSTIKA, BLORA) vs Tristan Geovanni Pardosi (DJARUM, KUDUS) 12-21, 20-22. UDPI: Keysha Almirah Dewi (DJARUM, KUDUS) vs Afiqa Fathiyyaturahma (JAYA RAYA JAKARTA) 21-18 21-16. TAPA: Ghathfaan Rizqie Ramadhan Haryanto (DJARUM, KUDUS) vs Khoirul Dwi Fahmi (JAYA RAYA JAKARTA) 21-14, 18-21, 18-21. TAPI: Diajeng Putri Hartini (EXIST BADMINTON CLUB) vs Mikha Ribka Kasalang (DJARUM, KUDUS) 19-21, 26-28. GAPA: Alvian Ditya A/Shiddiq Alfarizi F (JAYA RAYA SOLO) vs Gavriel Aldrich A.L/Kevin Gunawan (DJARUM, KUDUS) 21-9 21-13. GAPI: Naraya Aisha K/Zora Rizqi P (TMSDKBA/Istimewa Badminton Club) vs Hafizah Hasanah Z/Mikha Ribka K (DJARUM, KUDUS) 20-22, 19-21. TPA: Adhy Hasmoro (DJARUM, KUDUS) vs Richardo Regino Mozes Munde (EXIST BADMINTON CLUB) 17-21, 18-21. TPI: Berlian Indah Pinastika (EXIST BADMINTON CLUB) vs. Kalia Rahmadani (DJARUM, KUDUS) 21-19 15-21 16-21. GPA: Deva Devandra Santosa/M. Ashil (DJARUM, KUDUS) vs Darell Fayi A/Han Liang G (MULYA MANDIRI) 21-14 18-21 21-19 GPI: Almaira Dzakira Wulanda L/Kalia Rahmadani (DJARUM, KUDUS) vs Aleyda Dwidyna P/Quinsa Juanita P (Jaya Raya Satria) 9-21, 16-21. GPC: Raynanda Laksmana/Malika Nur A (EXIST BADMINTON CLUB) vs Sultan Nazril/Wishell Zadine A. N (DJARUM, KUDUS) 19-21 21-12 21-15. TRA: Alif Akbar. M (DJARUM, KUDUS) vs M. Derajat Maulana (DJARUM, KUDUS) 21-19 10-21 21-14. TRI: Miftaqul Putri A (JAYA RAYA JAKARTA) vs Hani Miftasari (DJARUM, KUDUS) 21-18 21-17 GRA: Adhwin Arling R/Rizky Caesar R (DJARUM, KUDUS) vs Alfindo/Hazel Rizqi P (DJARUM, KUDUS) 12-21, 18-21. GRI: Nathania Prasetya/Wanda Subadra S. U (JAYA RAYA JAKARTA) vs Nur Hafidzah A/Shafira Atha A (DJARUM, KUDUS) 18-21, 11-21. GRC: Hazel Rizqi P/Halifia Usni P (DJARUM, KUDUS) vs Satya Candrarupa A/Ketty Rudianto (GIDEON BADMINTON ACADEMY) 21-16 17-21 21-14 TTA: Izza Al-Faruq A. M (EXIST BADMINTON CLUB) vs Radithya Bayu W. (DJARUM, KUDUS) 11-21, 4-21. TTI: Mayla Cahya A. P (MUTIARA CARDINAL, BANDUNG) vs Christabel Calista P (DJARUM, KUDUS) 21-8, 20-22, 21-18. GTA: Ghian Rizqy S/Ikhsan Lintang P (DJARUM, KUDUS) vs M. Rizki Mubarrok/Raihan Daffa E. P (DJARUM, KUDUS) 21-13, 18-21, 18-21. GTI: Adelia Nirul M/Salsabila Zahra A (DJARUM, KUDUS) vs Selsi Josika/Yasintha Ristyna P (DJARUM, KUDUS) 14-21, 15-21. GTC: Ghian Rizqy S/Salsabila Zahra A (DJARUM, KUDUS) vs Mitchel Rori M/Balqis Azzahra K. H 21-15 21-14. TDA: M. Rizky Akbar (TJAKRINDO MASTERS SONY DWI KUNCORO) vs M. Falen Ammar Rizki (JAYA RAYA JAKARTA) 21-8 14-21 21-12

Indonesia Tuan Rumah ASEAN School Games 2026

Penyerahan bendera ASEAN Schools Sports Council.

Gelaran 14th Asean School Games resmi berakhir, Indonesia akan menjadi tuan rumah ASEAN Schools Games (ASG) 2026, dengan kota Jakarta sebagai pusat penyelenggaraan. ASG 2026 akan menjadi edisi ke-15 sekaligus salah satu momen penting bagi olahraga pelajar nasional, karena dengan menyelenggarakan dan mengikuti ASG, menunjukkan komitmen Indonesia dalam membina atlet muda dan menguatkan peranannya sebagai sentra kompetisi olahraga di kawasan Asia Tenggara. Penetapan Indonesia menjadi tuan rumah terjadi setelah ASG 2025 di Brunei, di mana Chef de Mission Indonesia, Aziz Ariyanto, menerima penyerahan bendera ASEAN Schools Sports Council (ASSC) dari tuan rumah Brunei. Ini ketiga kalinya Indonesia menjadi tuan rumah ASG setelah sebelumnya pernah di Surabaya (2012) dan Semarang (2019). Namun, belum ada keputusan mengenai tanggal pelaksanaan. Kontingen Indonesia sendiri berjaya di ASEAN School Games 2025 di Brunei. Mereka mengoleksi 93 medali dari tujuh cabang olahraga, terdiri dari 42 emas, 30 perak, dan 20 perunggu, dan berhasil menjadi juara umum. Cabang olahraga renang menjadi penyumbang emas terbanyak dengan 22 medali emas, disusul pencak silat dengan 11 emas, bulu tangkis 5 emas, atletik 3 emas, dan wushu 1 emas. Negara peringkat kedua di ASEAN School Games 2025 adalah Thailand. Sedangkan peringkat ketiga ditempati oleh Malaysia. Dengan catatan prestasi tersebut, menjadi tuan rumah ASG 2026 di Jakarta tampak bukan hanya sebagai kehormatan, tetapi juga peluang strategis bagi Indonesia untuk terus memperkuat ekosistem pembinaan atlet muda. Selain memberikan stimulasi bagi generasi pelajar berprestasi, event ini juga bisa menjadi panggung diplomasi olahraga di ASEAN, sekaligus meningkatkan reputasi Indonesia sebagai tuan rumah kompetisi internasional. Daftar raihan medali ASEAN School Games 2025: Rank Nation Gold Silver Bronze Total 1  Indonesia 42 30 21 93 2  Thailand 20 24 26 70 3  Malaysia 14 16 27 57 4  Philippines 11 10 22 43 5  Singapore 8 13 12 33 6  Vietnam 5 6 4 15 7  Brunei 4 4 10 18 8  Myanmar 2 1 2 5 9  Cambodia 0 1 1 2 10  Laos 0 0 3 3 Totals (10 entries) 106 105 128 33

Indonesia Jadi Juara Umum ASEAN School Games 2025

Penutupan Gelaran 14th Asean School Games

Gelaran 14th Asean School Games resmi berakhir, kontingen Indonesia berhasil keluar sebagai juara umum pada ajang ASEAN School Games 2025 yang digelar di Brunei Darussalam (28/11). Kontingen Indonesia berhasil mengumpulkan 93 medali dari 7 cabang olahraga (cabor). Terdiri dari 42 medali emas, 30 medali perak, dan 20 medali perunggu. Dengan cabor renang menjadi penyumbang medali emas terbanyak dengan total 22 emas, diikuti pencak silat 11 emas, badminton 5 emas atletik 3 emas dan wushu 1 medali emas. Dengan capaian ini Indonesia berhasil menjadi juara umum klasmen akhir medali keseluruhan mengungguli Thailand yang berada di posisi kedua dengan raihan 20 medali emas. Chef de Mission (CdM) Indonesia ASG 2025, Aziz Ariyanto menyampaikan rasa Syukur dan senang atas capaian yang berhasil diraih oleh atlet pelajar Indonesia. “Saya senang atas capaian ini terdapat peningkatan yang pada gelaran sebelumnya kita mendapatkan peringkat kedua namun tahun ini kita berhasil menjadi juara umum,” ujar Aziz. Lebih lanjut Aziz menyampaikan terima kasih kepada semua team atlet, pelatih, official, maupun manager yang telah bekerja keras sehingga Indonesia berhasil mendapatkan hasil yang maskimal. Dan juga berpesan untuk para atlet agar jangan cepat berpuas diri dengan hasil ini supaya mereka lebih maskimal lagi agar kedepan dapat terus berprestasi hingga di tingkat senior. Dengan ditutupnya ASEAN School Games 2025, seluruh kontingen pelajar Indonesia kembali ke tanah air membawa pulang kebanggaan dan harapan baru untuk terus menoreh prestasi di ajang internasional berikutnya.