JFA Hanya Mampu Bermain Imbang 1-1 Melawan Cibinong Raya

JFAvsCibinong

Lanjutan Liga Kompas U-14 pekan 17, banyak terjadi kejutan. Seperti pada laga JFA yang menjadi pemuncak klasemen melawan Cibinong Raya, yang berakhir imbang 1-1, Minggu (3/12) di Stadion Ciracas, Jakarta Timur. Cibinong Raya yang menduduki klasemen 11, tak gentar melawan pemuncak klasemen. Di babak pertama, Cibinong Raya terus menekan pertahanan JFA. Hasilnya dimenit 13, Cibinong Raya unggul melalui Imam Afif Faizal dan merubah skor menjadi 1-0. JFA yang tertinggal 1-0, berusaha bermain menyerang, akan tetapi serangan yang dibangun selalu kandas. Skor 1-0 pun, bertahan hingga turun minum. Di babak kedua, JFA mulai bangkit dengan mengurung pertahanan Cibinong Raya. Anak-anak JFA pun, melakukan variasi serangan dengan melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Sementara, Cibinong Raya mengandalkan serangan balik berbahaya. Pertahanan Cibinong Raya lengah dan hilang fokus. Kelengahan ini, berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh JFA. Hasilnya, Riski Praganta Ginting berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di menit 52. Tak ada gol tambahan di sisa waktu. Skor 1-1 pun, bertahan hingga usai pertandingan. Pelatih Cibinong Raya, Sairan mengatakan, sangat puas dengan permainan anak asuhnya. Menurutnya, anak asuhnya dapat memperagakan permainan sesuai dengan arahannya. “Saya puas dengan permainan anak-anak, mereka menerapkan strategi yang saya instrusikan, dan kami menempatkan beberapa pemain yang mampu mendobrak pertahanan JFA, hingga kami unggul terlebih dahulu,” tutur Sairan seperti dikutip akun resmi ligakg.kompas.id. Sementara Pelatih JFA, Zulkifli mengatakan, ada beberapa penyebab anak asuhnya tak menunjukan permainan terbaiknya. “Beberapa pemain datang terlambat, beberapa menit pertandingan akan dimulai, sehingga skema pemain berubah,” ujarnya.(pah/adt)

Sukses Tontonkan Skill Individu, Nama M Rafly Duduk Dalam Bursa Transfer Pemain

Rafly-pemain-timnas-u-19

Meski timnas Indonesia hanya mendapat peringkat tiga di ajang Piala AFF U-19. Namun, anak-anak besutan Indra Sjafri ini, mempunyai skill olah bola yang aduhai, dan berhasil membuat klub-klub top Liga 1 kepincut untuk menggunakan jasa mereka di Liga 1 2018. Bisa di lihat sebelumnya bahwa nama Hanis Saghara Putra dan Febi Eka Putra telah resmi dikontrak oleh runner-up Liga 1 Bali United. Dan, Egy “Kelok Sembilan” Maulana Vikry akan berguru ke ranah Eropa. Namun, ada satu penyerang timnas U-19 yang masih jadi rebutan klub Liga 1, yakni M Rafly Mursalim yang mendapat julukan si Santri asal Kota Tangsel. Meski santer dikabarkan akan bergabung ke PS TNI, ayah Rafly yakni Faisal Risal mengungkapkan bahwa belum ada tanda tangan kontrak dari PS TNI. “Sementara belum ada tangan kontrak dan belum deal,” ujar Faisal kepada tim nysnmedia.com melalui pesan whatsapp, Selasa (5/12). Rafly pernah memperkuat Porda Tangsel dan juga liga Soeratin Tangsel. Faisal juga mengatakan, tak hanya PS TNI saja yang ingin mengontrak Rafly. “Ya, bukan hanya 1 klub yang minat, Alhamdulillah ada beberapa klub Liga 1 yang dari awal minat sama M Rafly,” ucapnya. Tak hanya klub Liga 1 saja yang aktif dalam bursa transfer pemain. Tetapi, klub luar juga sedang aktif untuk memperkuat pondasi demi merengkuh juara. Saat ini, klub luar juga sudah mulai melirik pemain Indonesia, seperti Evan Dimas dan Ilham Udin yang baru saja dikontrak oleh Selangor FC (Malaysia). Melihat banyaknya minat klub luar akan kehebatan pemain Indonesia, tak terkecuali sang santri Rafly. Namun, sang ayah ingin Rafly berkarir di Indonesia dan merasakan atmosfir Liga 1. “Sementara biar berkarir dulu di dalam negeri dan merasakan atmosfir Liga Indonesia. Masalah nanti ada tawaran main keluar negeri, kita liat aja perkembangannya seperti apa,” jelas Faisal. (pah/adt)

Persiapan Matang, Ajang Tahunan JJBC Siap Digelar 9 Desember Mendatang

Logo JJB 2017

Melihat perkembangan olahraga basket di usia dini mulai berkembang pesat, banyak pula event-event kejuaraan yang digelar demi mencari bibit potensial. Usia-usia 7 tahun hingga 16 tahun, merupakan usia emas para pebasket muda untuk mengembangkan bakat mereka. Seperti contohnya kejuaraan Jetz Junior Basketball Championship (JJBC) yang merupakan kejuaraan tahunan bagi usia dini. JJBC selalu rutin diadakan tiap tahun dan selalu menjadi daya tarik bagi klub-klub basket yang ada di Jabodetabek maupun luar Jabodetabek untuk turut berpartisipasi. Rencananya JJBC sendiri akan digelar pada tanggal 9 Desember mendatang di Jetz Stadium, Gading Serpong, Tangerang. Dimana terdapat enam kategori umur yang dipertandingkan, yakni KU 7, KU 8, KU 9, KU 10, KU 12, KU 16. Ketua Panitia JJBC, Awi mengatakan, sejak tahun 2014 ajang JJBC sudah digelar. Ajang ini, bertujuan untuk mengasah bakat para pebasket dan juga sebagai ajang silahturahmi antar klub basket. “Iya setiap tahun kita mengadakan JJBC mulai tahun 2014, jadi tahun ini sudah tahun ke-4,” ujar Awi. Lanjutnya, untuk di tahun 2017 ini JJBC akan dibuat menjadi 3 season. Dengan begitu, JJBC akan dibuat menjadi meriah. Nantinya, akan ada beberapa klub yang bertanding dalam JJBC 2017 dan memperebutkan Piala JJBC 2017 “Sebanyak 14 klub yang mengikuti JJBC ini, dan terbagi menjadi 34 tim dalam 7 kategori pertandingan. Saya harapkan, masing-masing klub mempersiapkan segala keperluan teknis, agar pada saat pertandingan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” terangnya. (pah/adt)

Pembangunan Perkampungan Atlet di Jakabaring Sport City Terus Di Kebut

wisma atlet 1

Jakarta dan Palembang terus berkoordinasi, berbenah dalam persiapan event olahraga terbesar di Asia yakni Asian Games 2018. Seperti halnya pilot project di Jakabaring Sport City. Nantinya, di Jakabaring Sport City akan melangsungkan beberapa cabang olahraga (cabor) seperti women football, sepak takraw, tenis/soft-tennis, voli indoor/voli pantai, kano/kayak, dayung, menembak, trialthon, sport climbing, dan rollersports. Pembangunan perkampungan atlet pun, terus dikebut untuk memenuhi target penyelesaian. Pada proses pembangunan Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin sempat mengatakan, bahwa proses pembangunan akan selesai akhir tahun ini. “Insya Allah, pada saat Asian Games nanti tidak akan ada bau cat lagi,” ujar Alex seperti dikutip Tempo.com. Sekitar 3.000 atlet bakal ditampung di perkampungan atlet ini. Para atlet Asian Games pun, akan mudah menuju perkampungan atlet yang terletak di Jakabaring Sport City melalui Bandara Sultan Mahmud Badruddin II dengan menggunakan Light Rapid Transit (LRT). “Nanti akan melewati 13 stasiun, dan dalam waktu 26 menit 30 detik, ini sudah kami hitung, sudah sampai ke Jakabaring,” kata Alex. Perkampungan atlet ini, dibagi dalam tiga zona yakni zona A, zona dua dan zona tiga. Di zona A bisa menampung 1.178 atlet dengan total kamar 369. Selanjutnya, di zona dua bisa menampung 960 atlet dengan jumlah kamar 320 unit. Dan, untuk zona tiga terdapat 278 kamar dan bisa menampung 963 atlet. Sementara itu Direktur II Athlete Village and Services INASGOC, Bambang Supriyanto, mengatakan, zona A merupakan wisma atlet pada ajang Sea Games 2011 lalu. Dan, untuk pembangunan zona tiga ditargetkan rampung pada tahun depan 2018. “Sekarang sedang tahap toping up. Sampai bulan Maret itu sudah selesai semua. Dan, semua kamar setarat dengan standar hotel bintang empat,” jelasnya. (pah/adt)

Terungkap Kasus Match Fixing Di Indonesian Basketball League (IBL)

Terungkap-Kasus-Match-Fixing-Di-Indonesia-Basketball-League-IBL-1

Dunia basket di Indonesia baru-baru ini digegerkan dengan kabar yang mengejutkan. Terdapat kasus match fixing atau pengaturan skor yang dilakukan 8 pemain basket dan 1 official pada klub JNE Siliwangi Bandung. Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) mengeluarkan surat sanksi kepada 9 nama pada ajang Indonesia Basketball League (IBL) yaitu, Ferdinand Damanik, Tri Wilopo, Gian Gumilar, Haritsa Herludityo. Untung Gendro Maryono, Fredy, Vinton Nolan Sarawi, Robertus Riza Raharjo dan Zulhimi Fatturohman. Kesembilan nama ini telah melakukan pelanggaran dengan mengatur skor pada Seri II IBL musim lalu. Mereka berbuat curang pada 4 sampai 5 pertandingan. Mereka diduga menerima uang hingga 900 juta rupiah dalam satu kali laga. Rumor kasus ini sudah berhembus sejak ajang pemanasan Perbasi Cup 2017 sebelum IBL regular tahun 2017-2018 dimulai. Sejumlah nama-nama pemain dari klub Siliwangi sudah hilang dari daftar pemain yang akan berlaga. Bahkan kasus ini diduga sudah terjadi sejak dahulu ajang basket nasional Indonesia masih dengan nama National Basketball League (NBL) dan Kompetisi Bola Basket Utama (Kobatama). Namun, tidak pernah ada yang berani membuka kasus ini. Perbasi dan IBL Memberikan Sanksi Dalam surat yang dikeluarkan pada 21 November 2017 lalu, Perbasi memberikan sanksi tegas dengan membekukan pemain untuk mengikuti berbagai kegiatan basket di Indonesia baik sebagai pemain, official, pelatih dan sebagainya. Sanksi yang diberikan berbeda, seperti Ferdinand dibekukan selama 5 tahun, Triwilopo, Gian Gumilar, Haritsa dan Untung dijatuhi sanksi dibekukan selama 4 tahun. Fredy, Vinton dan Robertus selama 3 tahun dan Zulhimi selama 2 tahun. Perbedaan waktu sanksi ini dilihat dari seberapa besar kontribusi individu masing-masing dalam kasus ini. Bahkan, IBL pun ikut memberikan sanksi kepada pemain yang terlibat yaitu larangan bermain IBL seumur hidup. Sanksi keras ini diberikan karena melanggar peraturan IBL bab 4 pasal 7 ayat 2 yang berbunyi: “Apabila terdapat salah satu personel klub IBL yang terbukti melakukan game fixing (pengaturan skor), maka personel klub IBL tersebut akan dikenakan sanksi minimal Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah) dan tidak boleh mengikuti kegiatan PT BBI seumur hidup.” Pengakuan Dari Para Pelaku Kasus ini dibeberkan oleh salah satu nama dari 9 nama tersebut yang memberitahu kepada Perbasi dengan membawa bukti rekaman. Tetapi, Perbasi enggan memberitahukan siapa yang mengadu. Ia merasa bahwa tidak nyaman atas perbuatannya. 8 nama lainnya juga sudah mengaku kesalahannya. 9 pelaku meminta kepada Perbasi untuk tidak membeberkan apa saja yang sudah mereka lakukan dan mereka tetap menerima resiko dari perbuatan haram tersebut. Dalam pengakuannya, mereka sangat terpaksa melakukan hal tersebut karena mereka tidak dibayar oleh klubnya. Namun, pihak manajemen klub Siliwangi membantah hal tersebut dan mengaku tidak terlibat dalam match fixing. Pihak manajemen klub Siliwangi merasa kecewa atas perbuatan anggota dari klub Siliwangi. Bahkan pihak manajemen klub Siliwangi sangat mengapresiasi tindakan dari Perbasi dan IBL dengan memberikan sanksi dan mengusut tuntas kasus ini. Klub JNE Siliwangi Bandung memang gagal melaju ke playoff setelah kalah dalam 10 pertandingan dari 14 pertandingan yang dilakukan. Hingga saat ini, Perbasi masih melakukan investigasi dan sudah mengantongi 13 nama lain yang diduga terlibat. Perbasi juga mengajak kerja sama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk mengusut kasus ini yang bisa berlanjut ke pengadilan. Selain itu, Perbasi mencurigai ada 5 pemain asing dari Amerika dan Kanada yang ikut terlibat. Perbasi merasa dalang atau bandar yang mengatur skor dari kasus ini bukanlah orang Indonesia. IBL 2017/2018 Terancam Ditunda Ajang IBL 2017/2018 rencananya akan mulai diselenggarakan pada 8 Desember mendatang dan akan diikuti 10 tim nasional. Dengan adanya kasus yang masih terus bergulir ini menimbulkan banyak komentar tentang ajang IBL 2017/2018 yang terancam ditunda. Seperti tweet dari akun @jalapag13 yang memberikan balasan dari akun @mainbasket. Dalam tweetnya ia setuju jika IBL 2017/2018 untuk ditunda hingga kasus match fixing tuntas. Ada juga tweet dari akun @legolard yang tidak setuju jika ditunda karena melakukan investigasi bisa sambil berjalan dengan liga IBL. Semoga kasus ini bisa cepat terselesaikan dan pihak-pihak terkait bisa menerima hukuman yang adil untuk mewujudkan basket Indonesia yang bersih.(put)

Kabupaten Sidoarjo Optimis Raih Medali di Kejurnas Tenis

Kabupaten-Sidoarjo-Optimis-Raih-Medali-di-Kejurnas-Tenis

Kali ini, Kabupaten Sidoardjo akan menurunkan empat atletnya dalam keikut sertaanya dalam ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis di Blitar, pada 30 November hingga 4 Desember 2017 mendatang. Ke empat atlet tenis yang akan bersaing di Kejurnas merupakan binaan dari Pesatuan Lawan Tenis Indonesia (Pelti). Pelatih Khosim mengatakan, faktor kesiapan dan cuaca menjadi kendala dalam persiapan Kejurnas. Meski, ke empat atletnya memiliki potensi namun, apabila persiapan kurang tepat akan menjadi kendala yang berarti. “Terkendala hujan yang setiap hari mengguyur,” ujarnya seperti dikutip Jawa Pos. Alasannya menghentikan, karena ingin menjaga kondisi agar tidak menurunkan fisik atlet. Walaupaun terganggu, Khosim berharap atletnya dapat bersaing dalam perebutan medali. “Mudah-mudahan bisa meraih emas, usaha para atlet harus maksimal,” pungkasnya.(pah/adt)

Rangsang Minat Olahraga Golf Kepada Pemuda, Pembinaan Atlet Golfer Muda Terus Di Gelorakan

Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PB PGI) Bidang Pertandingan, Markus Anthony Chandra saat memberikan kata sambutan dalam acara launching Indogolf Passport di Restoran Manado Rarampa, Rabu 29/11/17.

Olahraga golf merupakan olahraga yang belum begitu banyak peminatnya. Mungkin di Negara-negara lain, olahraga golf menjadi olahraga yang digandrungi, tetapi tidak di Indonesia. Meski tidak begitu banyak peminatnya terhadap olahraga golf, saat ini perkembangan golf dan pembinaan golf di Indonesia sudah mulai membaik. Hal itu disampaikan langsung oleh Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PB PGI) Bidang Pertandingan, Markus Anthony Chandra. “Pembinaan golfer, sekerang sudah mulai membaik dibandingkan periode sebelumnya. Tapi, kita belum puas, karena di Negara lain terus bergerak dengan cepat. Kita berusah mengejar ketertinggalan dari Negara lain,” ucap Anthony kepada nysnmedia.com seusai soft lauching Indo Golf Passport, Rabu (29/11). Lanjutnya, dalam hal pembinaan golfer muda semua stakeholder harus ikut bergabung. Karena, olahraga golf merupakan olahraga saja tetapi membutuhkan faktor lain. “Ini tugas stakeholder, bukan institusi saja yang bertanggung jawab. Golf ini harus spesifik dan bukan hanya pembinaan saja, tetapi psikologi, nutrisinya dan faktor lain yang harus dijaga,” ungkapnya. Mengingat prestasi golfer Indonesia masih di bawah peringkat 100 dunia, Anthony akan terus melakukan peningkatan dalam pembinaan dan pertandingan. “Setiap pertandingan sebagai pembinaan. Saat ini pemain kita ada di rangking ratusan dunia. Untuk masuk 100 besar saja, sudah baik. Tapi balik lagi, kita belum puas walaupun saat ini peningkatan sudah baik. Yang dipikirkan sekarang bagaimana lapis bawah (junior) mengisi gap dari senior-seniornya. Tentunya ini menjadi PR (Pekerjaan Rumah) bersama kita,” jelas Anthony yang juga menjabat sebagai General Manager Gading Raya Golf. (pah/adt)

Rilis Aplikasi Berbasis Online, IndoGolf Passport Tawarkan Kemudahan Layanan Golf

IndoGolf-Passport

Aplikasi online, IndoGolf Passport rilis pada 29 November 2017 lalu. Aplikasi dan website ini bertujuan untuk mengatur agenda pegolf, belajar hingga mengatur jadwal turnamen yang bisa diikuti. Tak hanya itu, pegolf juga dapat memesan klub latihan dengan penawaran khusus. IndoGolf Passport bekerja sama dengan Jack Nicklaus Academy Of Golf, Jakarta (JNAG) membangun aplikasi dan website yang akan memudahkan para pegolf di Indonesia. David Kurniawan selaku pendiri IndoGolf Passport percaya IndoGolf Passport akan membawa nilai-nilai permainan golf dan bisa mengajarkan golf di Indonesia. David yang tinggal di China sejak tahun 1999 memang memiliki latar belakang dalam manajemen dan pembangunan resort golf di China. Ia bahkan telah membantu Jack Ma pendiri Alibaba dalam pembangunan The Fuchun Resort di Hangzhou, China. Ia percaya bahwa China dan Indonesia dapat memiliki hubungan yang baik dalam bidang pariwisata dan ia juga bisa mendukung golf di Indonesia. David Kurniawan bermimpi mengenalkan golf di Indonesia kepada pegolf di China. Ia mulai membangun model bisnis untuk membentuk bisnis yang berasal dari Indonesia. Ir. Hidayat Tjokrodjojo, pendiri PT Realta Chakradarma yang juga teman lama David setuju dengan ide David dan membantu seluruh desain untuk aplikasi mobile dan website IndoGolf Passport. Bersamaan dengan itu, David juga bertemu dengan Mr. Ted Simons dari Nicklaus Academies. Ia pun mengajak kerja sama dengan Jack Nicklaus Academy Of Golf, Jakarta (JNAG) yang akan dibuka tahun 2018 di Gading Raya Golf & Country Club. JNAG juga akan membantu para pegolf lokal untuk mengajarkan golf melalui program sertifikasi mengajar. Fokus utama dalam kerjasama ini adalah mengenalkan kepada masyarakat yang percaya bahwa golf dapat menghubungkan orang-orang sesama pecinta golf.(put/adt)

Pro Dan Kontra Seputar Produk Hijab Besutan Nike

Zahra Lari, Atlet Ski Ice , salah Sstu brand ambassador hijab Nike. Foto: Gomuslim.co.id

Merek olahraga ternama dunia, Nike mengeluarkan koleksi hijab yang diperuntukkan bagi wanita muslim berhijab yang menyukai olahraga. Koleksi dengan nama “Pro Hijab” akan diluncurkan pada tahun 2018 dan menggandeng atlet dunia Zahra Lari atlet cabang olahraga ski es dan Amna Al Haddad atlet angkat besi. Produk yang dikeluarkan adalah penutup kepala yang dapat digunakan wanita berhijab agar bisa lebih leluasa saat berolahraga. Belakangan sebelum produk ini akan diluncurkan, Nike telah melakukan beberapa pertemuan dengan para atlet muslim untuk bertukar pikiran demi mengetahui produk apa yang dibutuhkan yang dapat mendukung kemudahan mereka dalam berolahraga. Nike Pro Hijab diciptakan dengan bahan yang tentunya lebih ringan dan lembut seperti kulit sehingga nyaman digunakan dan tidak mengganggu saat bergerak. Para penggunanya juga tidak perlu khawatir akan kepanasan, sebab penutup kepala ini memiliki lubang-lubang kecil yang tidak terlihat yang berfungsi untuk menjaga sirkulasi udara dan tidak membuat kulit kepala pengap. Inovasi baru ini sangat berguna bagi para wanita berhijab. Namun disisi lain, produk ini menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Pendapat yang kontra menilai bahwa dengan meluncurkan Pro Hijab, Nike mendukung penindasan terhadap wanita. Selain itu, muncul protes yang menyebut Nike meng komersialkan hijab, mengakomodasikan Islam di Amerika Serikat. Bahkan sampai ada yang mengancam akan memboikot Nike. Salah satu brand ambassador Pro Hijab, Amna Al Haddad mengatakan bahwa langkah Nike ini merupakan langkah yang bagus untuk para atlet berhijab yang dituntut tampil dalam turnamen. Ia yakin atlet berhijab bisa lebih berprestasi karena didukung produk yang baik. Tak hanya itu, saat ini atlet berhijab semakin meningkat jumlahnya maka Nike akan hadir untuk memberikan kebutuhan para atlet. Nike merupakan perusahaan yang inovatif dan Pro Hijab ini akan menciptakan produk untuk memenuhi kebutuhan pasar. Banyak orang setuju dan memuji Nike Pro Hijab ini sebagai bentuk bahwa setiap wanita layak mendapatkan hak untuk memilih apa yang dia ingin pakai. Cukup sulit bagi mereka memilih jilbab untuk memadukan dengan pakaian yang cocok. Ini adalah langkah ke arah yang benar sehingga semua wanita disertakan.(put)

Perkembangan Bola Basket di Usia Dini Mulai Pesat, U-12 Dianggap Sebagai Peluang Emas

Jetz-Basketball-Club-2

Perkembangan olahraga bola basket saat ini, mulai banyak digandrungi oleh usia-usia dini. Bermula dari tayangan televisi atau ajakan dari orangtua, membuat anak-anak ini mulai tertarik menekuni olahraga basket. Seperti di lakukan oleh Jetz Basketball Club, yang sering berlatih di Jetz Stadium, Gading Serpong, Tangerang. Jetz Stadium sendiri sudah memiliki fasilitas yang baik, membuat Jetz Basketball Club ini menjadi tujuan pengembangan para orangtua untuk melatih bakat sang anak dalam olahraga bola basket. Penting untuk di catat, bahwa Jetz Stadium selalu menjadi pilihan berlatih timnas pelajar Indonesia. Di Jetz Basketball Club, terdapat pembinaan atlet basket mulai dari usia 4 tahun hingga 18 tahun. Khusus untuk U-10 dilatih oleh pelatih berpengalaman yakni Awi. Awi sendiri sudah melatih di Jetz Basketball Club sejak 2016. Selama berkecimpung di dunia basket, Awi melihat perkembangan basket di usia dini sudah mulai pesat. “Perkembangan basket di usia dini saat ini sudah pesat. Di klub-klub basket saat ini, usia 12 tahun kebawah peminatnya sangat banyak. Ini merupakan, perkembangan yang bagus bagi basket Indonesia untuk membina atlet di usia dini,” terang Awi. Lanjutnya, usia-usia 4 hingga 12 merupakan usia emas mereka untuk melatih bakat dan juga mendapatkan ilmu basket. Tak terkecuali di Jetz Basketball Club yang mempunyai 50 anak usia 10 tahun. “Usia 12 tahun kebawah atau kelahiran 2008, merupakan usia emas mereka untuk melatih gerakan mereka di basket. Mereka akan dengan mudah menerap ilmu basket, walaupun masih berlatih dengan fun,” jelasnya. Dengan pesatnya perkembangan bola basket di usia muda, tentunya akan menjadi nilai plus bagi kemajuan basket Indonesia. Jaya selalu basket Indonesia. (pah/adt)

Jetz Basketball Club Targetkan Anak Binaannya Menjadi Juara di JJBC 2017

Jetz-Basketball-Club

Jetz Junior Basketball Championship (JJBC), merupakan sebuah ajang para pebasket usia muda untuk unjuk kebolehan. Rencananya ajang tersebut di laksanakan bulan Desember mendatang, bertempat di Jetz Stadium, Gading Serpong, Tangerang. Nantinya, sebanyak sembilan klub akan bertanding dalam tujuh kategori usia, yakni U-7 hingga U-16. Jetz Basketball Club sendiri sudah mulai mempersiapkan diri dengan baik. Pelatih U-10 Jetz Basketball Club, Awi mengatakan, akan mempersiapkan anak-anaknya untuk meriah juara. Terlebih, di tahun sebelumnya anak-anak U-10 tidak mendapatkan juara. “Kami mempersiapkan dengan baik, berlatih seminggu dua kali, Sabtu dan Minggu. Meski begitu, ada kendala dalam latihan di hari weekend,” ucap Awi. Event JJBC selalu menjadi daya tarik bagi klub basket di wilayah Jabodetabek. Sang pelatih pun, menargetkan akan menjadi juara di JJBC, Desember mendatang. “Target pasti juara yah, maka dari itu kami akan persiapkan diri dengan baik di setiap umur,” katanya. (pah/adt)

Borong Enam title di Super Series 2017, Kevin/Marcus di Puji Susy Susanti

Susy Susanti selaku Kabid Binpres PBSI, memberikan pujian kepada semua atlet Indonesis yang berlaga di Super Series 2017. Terutama kepada pasangan Ganda Putra Indonesia, Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon yang pada Minggu, (26/11) kemarin memecah rekor, dengan berhasil menyabet enam titel super series/premier musim ini. Dari lima nomor yang dipertandingkan di super series tahun ini, tak ada pebulutangkis yang mampu meraih enam gelar juara pada musim ini selain Kevin/Marcus. Gelar Kevin/Marcus didapat dari All England, India Super Series, Malaysia Super Series, Jepang Super Series, China Super Series Premier, dan Hong Kong Super Series. Dilansir dari cnnindonesia.com, Susy Susanti yang merupkan atlet legendaris bulutangkis indonesia memberi ucapan selamat Atas gelar yang diraih Kevin/Marcus, “Salut untuk mereka karena di tahun 2017 mereka bisa meraih enam titel super series,” ucap Susy dalam rilis resmi. Kevin/Marcus tampil sempurna di dua pekan terakhir dalam rangkaian turnamen China Super Series Premier dan Hong Kong Super Series. Dua gelar yang didapat Kevin/Marcus membuat tim bulutangkis Indonesia berhasil memenuhi target yang dibebankan oleh PBSI. “Target kami di China dan Hong Kong terpenuhi, karena Kevin/Marcus yang secara konsisten bisa menjuarai dua turnamen tersebut.” Selain memuji Kevin/Marcus, Susy juga memberikan apresiasi pada Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang dapat menembus babak final Hong Kong Super Series. “Permainan ganda putri (Greysia/Apriyani) cukup baik meski harus mengakui keunggulan Chen Qingchen/Jia Yifan di babak final.” ujarnya. Sedangkan untuk nomor tunggal putra, Susy mengakui hasil yang diraih oleh Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting kurang memuaskan. “Para pemain tunggal putra harus lebih yakin dengan pola dan strategi permainan. Tentu juga mereka harus lebih mematangkan teknik dan fisik agar meraih hasil lebih baik di pertandingan berikutnya,” kata Susy.

Empat Ribu Pelajar Serempak Mainkan Bola Sundul Hingga Pecahkan Rekor Muri

Kabupaten-tangerang-Muri-Sundul-Bola

Pernah mendengar olahraga bola sundul? Ya, mungkin banyak masyarakat yang belum tau tentang bola sundul ini. Bola sundul adalah Olahraga asli milik masyarakat Kabupaten Tangerang. Olah raga ini dikembangkan oleh masyarakat Tiga Raksa. Bola Sundul merupakan permainan bola dengan menggunakan kepala, teknik permainan bola yaitu dengan cara disundul. Cara permainan bola sundul tidak menggunakan tangan atau kaki. Sistem poin pun, layaknya bola voli. Namun, tim yang sudah menyentuh poin 17 dinyatakan menang. Nah, baru-baru ini Kabupaten Tangerang mendapatkan penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI). Sebanyak 4.000 pelajar yang tersebar di 500 lapangan memainkan bola sundul secara serempak sehingga berhasil meraih rekor MURI. Menurut Manager MURI Andre Purwandono, bola sundul yang dimainkan oleh ribuan pelajar tersebut tercatat dalam MURI. “Ini pencapaian yang spektakuler. Pemberian sertifikat MURI akan dilakukan pada tanggal 29 November mendatang. Setelah melihat secara langsung, kami sedang melakukan verifikasi terlebih dahulu. Kami sangat mengapresiasi sekali atas kerja keras Bupati Tangerang dan jajarannya dalam mengenalkan olahraga bola sundul ini kepada khalayak,” ucapnya. Sementara itu, Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar mengungkapkan, bahwa dengan meraih MURI atas bola sundul. Zaki berharapa masyarakat kabupaten Tangerang dapat menjaga serta melestarikannya. “Olahraga bola sundul merupakan olahraga asli Kabupaten Tangerang, Untuk itu sudah sepatutnya kita menjaga dan melestarikannya. Saya juga berharap, olahraga ini bisa dipertandingkan di level nasional maupun internasional,” tutur Zaki. Kepala Disporabudpar Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik dengan tegas akan terus bekerja keras untuk memperkenalkan olahraha bola sundul kepada masyarakat luas. Ayo, lestarikan olahraga asli Kabupaten Tangerang dan bawa nama harum Indonesia !(pah/adt)

Turunkan Lima Atlet Terbaiknya, Merpati Putih Tangsel Siap Bawa Pulang Medali

Perguruan-Pencak-Silat-MP-Tangsel-melukan-sesi-foto-bersama-selepas-latihan-yang-berlokasi-di-Halaman-Taman-Jajan-BSD

Perguruan Pencak Silat Merpati Putih (MP) Tangsel, akan menjajal kemampuan atletnya di ajang Kejuaraan Antar Perguron IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) Provinsi Banten, pada 26-30 November mendatang di GOR Korem 064 Maulana Yusuf, Serang. Persiapan pun, terus dilakukan MP Tangsel dalam mengirimkan atlet di kejuaraan antar perguron se-Banten. Wakil Ketua Merpati Putih Cabang Tangsel, Richard Kartiko, mengatakan bahwa perguruannya sudah sangat siap untuk mengikuti kejuaraan tersebut. Apalagi, beberapa waktu atlet MP Tangsel berhasil membawa pulang medali di kejuaraan silat. “Saat ini kami tengah lakukan pemusatan latihan, dan dalam kejuaran kali ini, kami hanya turunkan lima atlet terbaik kami untuk katagori dewasa. Dan kami sangat siap untuk mengikutinya,” ungkapnya. Kendati demikian, Richard mengatakan pihaknya tidak akan meremehkan perguruan lain. Baginya semua peserta yang ikut dalam kejuaran tersebut adalah lawan terberat yang harus dihadapi dengan serius. “Bagi kami semuanya adalah lawan terberat, jadi kami harus benar-benar mempersiapkan diri dengan sangat baik untuk ikuti kejuaran tingkat Banten ini,” ungkapnya. Sementara itu Dewan Pembina Merpati Putih Cabang Tangsel, Ir. Zaid El Habib, berharap para atlet yang akan dikirim nanti dapat bertanding dengan baik, dan berhasil meraih prestasi. “Saya berharap, atlet MP bisa memberikan prestasi, dan bukan hanya tampil sebagai pemenang saja yang bisa diperoleh dengan mengikuti pertandingan ini. Namun juga pengalaman dalam kejuaraan itu, akan memperoleh nilai yang tak terhingga dalam perjalanan prestasi si atlet itu sendiri,” ungkapnya. Dia juga mengatakan, harus ada medali emas yang bisa dibawa pulang sebagai kado ulang tahun Kota Tangsel yang ke 9 tahun. “Tapi tentu saja setelah menjalani masa latihan beberapa minggu terkahir ini saya harapkan atlet atlet dari pencak silat merpati putih yang mewakili Kota Tangsel, dapat berhasil membawa mendali emas sebagai kado ulang tahun Kota Tangsel yang ke sembilan,” pungkasnya. (pah/adt)

Politeknik Olahraga Indonesia (POI) Resmi Dibuka Oleh Kemenpora

Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta memberikan kuliah umum perdana Politeknik Olahraga Indonesia (POI) di Gedung Griya Agung, Sumatera Selatan, Selasa (21/11/2017). Foto: Tribunnews

Politeknik Olahraga Indonesia (POI) yang terletak di Palembang, Sumatera Selatan resmi dibuka oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pada 21 November lalu. POI ini diharapkan bisa mencetak atlet dan pelatih olahraga professional Indonesia dimasa depan. Politeknik Olahraga Indonesia telah menerima sedikitnya 90 mahasiswa baru pada tahun pertama yang akan terbagi dalam 3 program studi, yaitu Sport Industry, Perguruan Tinggi dan Kepelatihan. Ketiga program studi ini dianggap memiliki potensi yang menjanjikan dalam kenaikan prestasi olahraga di Indonesia. Raden Istanta, selaku Deputi III Bidang Pemberdayaan dan Olahraga Kemenpora menjelaskan kepada wartawan alasan Palembang terpilih untuk pembangungan Politeknik Olahraga Indonesia ini. “Kenapa di Sumsel, ya karena seluruh fasilitas di Jakabaring Sport City sudah standar internasional dan sudah lengkap. Mau fasilitas apa semua sudah ada disini, jadi nantinya mahasiswa bisa belajar sekaligus praktik.” Ujar Raden Isnanta yang dilansir dari Detik.com Menyambut Asian Games 2018, Palembang yang akan menjadi salah satu daerah berlangsungnya ajang internasional ini akan mengajak para mahasiswa Politeknik Olahraga Indonesi untuk menjadi bagian dan akan menjadi momen berharga sebagai tempat belajar praktik dan bukan hanya belajar secara teori. Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin menegaskan peringatan keras kepada mahasiswa POI untuk tidak merokok dan tidak akan segan untuk memberhentikan mahasiswa jika ketahuan melanggar. Ia menganggap merokok merupakan salah satu penghambat prestasi yang akan mempengaruhi fisik dari mahasiswa. “Ini peringatan keras saya kepada adik-adik mahasiswa baru, jangan sampai ada yang merokok dan ikut demo. Kalau ada yang melanggar tidak segan-segan saya minta untuk diberhentikan saja,”tutur Alex(put/adt)

Turnamen Wali kota Cup 2 di Parepare Resmi di Buka

Walikota Parepare, Taufan Pawe, membuka secara resmi kejuaraan Wali kota Cup 2 di Lapangan Andi Makkasau Parepare, Rabu (22/11/2017).

Wali kota Cup 2  menjadi bukti nyata dan komitmen Pemerintah kota Parepare untuk memajukan olahraga di Parepare, khususnya sepak bola. Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe membuka langsung turnamen Wali Kota Cup 2 yang digelar di Lapangan Andi Makkasau Parepare, Rabu (22/11/2017) sore. Event ini tak hanya sebatas ajang lomba. Tapi juga upaya pemerintah dalam mengembangkan dan mencari bibit persepakbolaan di kota Parepare, ujar Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Parepare, Syukur Razak yang juga ketua panitia Wali Kota Cup 2. Sebanyak 20 tim ikut meramaikan event yang nantinya akan memperebutkan piala bergilir dan uang pembinaan dengan total ratusan juta rupiah. Nantinya, tim yang berhasil memenangkan turnamen itu berhak mendapat hadiah hingga Rp50 juta. Sementara runner up, peringkat tiga dan empat masing-masing mendapatkan Rp30 juta, Rp25 juta serta Rp20 juta. “Hadiah itu sudah termasuk sumbangan tambahan uang tunai dari wali kota untuk masing-masing pemenang hingga Rp20 juta pertim,” ucap Syukur Razak yang dilansir dari sindonews. Sementara itu, HM Taufan Pawe berharap, Kejuaraan ini berjalan sportif agar dapat melahirkan kuantitas dan kualitas atlet yang membanggakan.

Walikota Depok: Pintar Pencak Silat Harus Pintar Mengaji Juga

Beberapa-pejabat-dan-tokoh-masyarakat-yang-menghadiri-pelantikan-pengurus-IPSI-Depok

Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Depok baru saja menggelar pelantikan pengurus periode 2017-2021 dan juga Raker (Rapat Kerja) di Gedung BPSDM Kumham, Depok. Dalam pelantikan pengurus dan raker ini, dihadiri oleh Wali Kota Depok, Mohammad Idris, serta Kepala BPSDM Kumham, Kepala OPD, Kepala IPSI Jabar, Camat se-Kota Depok, Lurah se-Kota Depok, Ketua KONI Depok, Dandim 0508, Unsur Forkopimda, dan Pendekar tokoh masyarakat. Idris sangat mengapresiasi rapat kerja pengurus IPSI Kota Depok. Ia pun, menerangkan terdapat istilah ujung tombok yang ditujukan kepada pengurus pencak silat. Istilah itu, nantinya akan diubah Pemkot Depok menjadi ujung tombak. “Seringkali kita mendengar pengurus IPSI dijadikan sebagai ujung tombok. Akan tetapi, kami berjanji akan mengubahnya menjadi ujung tombak olahraga pencak silat. Untuk mewujudkan itu, insyaallah akan terwujud melalui kolaborasi kita bersama,” ujar Idris seperti dikutip depoknews.id. Lanjutnya, dengan adanya pengurus IPSI periode 2017-2021 Pemkot Depok akan memantau perkembangan silat di Depok. Idris pun, menyampaikan kepada atlet silat selalu gunakan beladiri untuk hal yang positif. “Selain itu, saya ingin berpesan kepada seluruh pembina atau pengurus bahkan pelatih bahwa dalam pengajaran pencak silat tidak sekadar memberikan pengetahuan bela diri saja, tetapi harus diselipkan religiusnya. Di samping kita pintar olahraga bela diri pencak silat, kita juga pintar dalam hal mengaji,” jelasnya.(pah/adt)

PBVSI Tangsel, Berikan Ucapan Selamat Kepada Tim Voli Kecamatan Pamulang

Ketua-Umum-I-PBVSI-Tangsel,-AKP-Lalu-Hedwin-H.SH.SIK-mengalungkan-medali

Perlombaan Olahraga Kota (Porkot) Tangsel 2017 yang memainkan 16 cabang olahraga dan diikuti ribuan atlet pelajar maupun umum, sudah memasuki hari ke empat. Salah satu cabor yang dimainkan yakni cabang Voli Pasir, atau yang biasa kita kenal voli pantai. Voli Pasir di Tangsel sendiri prestasinya sangat luar biasa. Atlet Tangsel voli pasir selalu menjadi juara umum di berbagai tingkatan, ataupun kejuaraan yang diadakan baik itu tingkat Kota, maupun Provinsi. Di Porkot 2017 Tangsel, tujuh Kecamatan mengirimkan atlet-atletnya untuk mengikuti cabor voli pasir. Dan, Kecamatan Pamulang berhasil mengawinkan gelar voli pasir, baik itu kategori putra maupun putri. Ketua Umum I PBVSI Tangsel, AKP Lalu Hedwin H.SH.SIK sangat senang dengan penampilan-penampilan pelajar dalam Porkot 2017 ini. Menurutnya, para atlet voli pasir ini harus dibina secara matang. “Saya melihat, para atlet yang mayoritas pelajar ini sangat perlu dibina. Mereka mempunyai skill yang baik, hanya tinggal dipoles sedikit lagi. Tangsel dalam voli pasir selalu mempunyai prestasi yang patut di acungi jempol,” tutur AKP Lalu, yang juga menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Tangsel. AKP Lalu juga berharap, pemerintah dapat membantu membina atlet-atlet berbakat ini. Dan, tak lupa mengucapkan selamatnya kepada Kecamatan Pamulang. “Luar biasa Kecamatan Pamulang dapat mengawinkan gelar di putra maupun putri. Selamat untuk Kecamatan Pamulang,” pukasnya kepada nysnmedia.com Berikut hasil final cabor voli pasir Porkot 2017: Juara Voli Pasir Putri 1.Juara 1 》 Kecamatan Pamulang 2. 2 》 Kecamatan Pondok Aren 3. 3 》 Kecamatan Ciputat Timur 4. 4 》Kecamatan Ciputat Juara Voli Pasir Putra 1.Juara 1 》 Kecamatan Pamulang 2. 2 》 Kecamatan Ciputat Timur 3. 3 》 Kecamatan Setu 4. 4 》 Kecamatan Serpong (pah/adt)

Under Armour Gandeng Glorius, Gelar Ajang Pickup Games Basketball

Pickup Games yang digelar oleh Under Armour bekerjasama dengan Glorious di lapangan basket Pati Unus, Jakarta Selatan pada 18 November kemarin.

Under Armour bekerja sama dengan Glorius untuk mengadakan Pickup Games, yaitu pertandingan basket 5 lawan 5 di lapangan basket Pati Unus, Jakarta Selatan pada 18 November kemarin. Acara ini dilaksanakan dengan 70 peserta. Agung Christyantho sebagai salah satu perwakilan panitia inti menjelaskan, bahwa event ini daftarnya gratis, dan panitia telah menyiapkan berbagai macam hadiah. “Pendaftaran acara ini gratis. Juara 1 dapat voucher 1 Juta dari Under Armour, juara 2 dapat voucher 500 ribu dan pemain terbaik dapat sepatu Stephen Curry 4 dan voucher 1 juta juga. Peserta dibatasi hanya 70 orang, ada yang dari Bandung, Depok, Cikarang, Bekasi, Bogor dan umumnya dari Jabodetabek.”ujar Agung Rizky Julian, selaku founder Glorius Indonesia juga menjelaskan, tentang tujuan dan harapan diadakannya Pickup Games ini. “Pickup Games merupakan panggung atau tempat anak-anak muda mengekspresikan diri, khususnya dalam olahraga bola basket dan juga sebagai ajang silahturahmi antar pemain. Di Pickup Games sendiri, semua tim punya kesempatan yang sama. Tidak peduli bagus atau tidaknya tim tetapi hasil akhir dari kemauan masing-masing tim untuk menjadi juara. Semoga bisa banyak lagi anak muda yang join di event Pickup Games kita.“ ucap Rizky Selain itu, Rizky juga menambahkan awal mula Pickup Games diadakan dan mengundang tanggapan yang positif dari berbagai pihak tentang event ini. “Pickup Games pertama kali diadakan pada tahun 2016, tepatnya di lapangan ABC Senayan. Ide dari saya tapi Cuma saya share khusus ke anak-anak Glorius saja. Eh ternyata banyak yang suka, akhirnya kita buat terbuka untuk umum di tahun 2017. Dan alhamdulilah banyak sponsor yang tertarik,”tutup Rizky(put/adt)

Asian Games Ajang Praktek Mahasiswa Politeknik Olahraga

Politeknik Olahraga Indonesia (POI) yang telah diresmikan tersebut, menjadikan Asian Games 2018 sebagai ajang pelatihan bagi mahasiswanya. Hal ini dilakukan untuk menunjang pemahaman dan pengembangan olahraga. Menurut lansiran dari Republika.co.id (21/11/2017), dikatakan deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga, Raden Ananta, mahasiswa politeknik olahraga akan berlatih dan belajar mengenai tata cara pengelolaan, pengembangan olahraga melalui pelaksanaan olahraga bertaraf internasional tersebut. Asian Games diibaratkan sebagai laboratoriumnya. Mahasiswa dapat jadi penghubung dan panitia atau tata pencatatan nilai dalam penyelenggaraan pesta olaraga tersebut. ”Perkuliahan di Poltek selain teori juga praktek di lapangan. Salah satu prakteknya dengan memanfaatkan pesta olahraga akbar mendatang” dikatakan Raden Ananta. Pihak poltek yang dilengkapi fasilitas bertaraf internasional tersebut merasa optimistis bisa melahirkan sumber daya manusia untuk menciptakan atlet berpretasi internasional.