Resmi, Ini Jadwal Lanjutan TC Timnas U-19 Indonesia di Kroasia

Resmi, Ini Jadwal Lanjutan TC Timnas U-19 Indonesia di Kroasia

Usai mengikuti tiga pertandingan International U-19 Friendly Tournament 2020, Tim Nasional Sepakbola U-19 Indonesia bersiap dengan empat pertandingan lanjutan dalam rangkaian pemusatan latihan (TC) mereka di Kroasia. Pada tiga pertandingan terakhir, Timnas U-19 Indonesia mendapatkan hasil yang kurang memuaskan. Bagas Kaffa dan kawan-kawan harus menelan dua kali kekalahan dan satu kali imbang. Dua kekalahan tersebut masing-masing dari Timnas U-19 Bulgaria dengan skor 0-3 dan dari Timnas U-19 Kroasia dengan skor telak 1-7. Sementara untuk hasil imbang diperoleh usai menahan Timnas U-19 Arab Saudi dengan skor 3-3. Laga tersebut berlangsung sengit, karena Timnas U-19 Indonesia sempat tertinggal 1-3 pada babak pertama dan berhasil menyamakan kedudukan pada injury time babak kedua. Meski mendapatkan hasil yang kurang maksimal sejauh ini, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan melihat jika para Garuda Muda sudah menunjukkan perkembangan yang positif selama berada di Kroasia. “Tiga uji coba kemarin memang dari segi hasil kami tidak bisa menang, namun tim ini sedang berproses dan terus berkembang. Kami harap pemain terus berjuang keras dan bersemangat menjalani pemusatan latihan. PSSI akan terus mendukung penuh program dari pelatih Shin Tae-yong untuk timnas U-19,” ujar Mochamad Iriawan dilansir dari laman resmi PSSI. Lebih lanjut, Iriawan memastikan jika Timnas U-19 Indonesia akan menjalani serangkaian pertandingan uji coba lanjutan di Kroasia selama bulan September. “Selanjutnya kami telah siapkan pertandingann uji coba untuk timnas U-19 bulan September ini di TC Kroasia. Mereka akan dua kali melawan Qatar pada tanggal 17 serta 20, lalu Bosnia dan Herzegovina tanggal 25, dan terakhir Dinamo Zagreb tanggal 28,” ungkap Iriawan. Timnas U-19 Indonesia sedang dipersiapkan untuk menghadapi dua kompetisi internasional yang direncanakan berlangsung pada awal 2021 mendatang yakni Piala AFC U-19 yang digelar di Uzbekistan dan Piala Dunia U-20 yang mana Indonesia bertindak sebagai tuan rumah.

Timnas U-19 Tahan Imbang Arab Saudi pada Laga Pamungkas

Timnas U-19 Tahan Imbang Arab Saudi pada Laga Pamungkas

Drama 6 gol terjadi saat Tim Nasional Sepakbola U-19 Indonesia bertemu Arab Saudi pada laga pamungkas International U-19 Friendly Tournament 2020. Tertinggal 1-3 lebih dulu di babak pertama, Garuda Muda berhasil menyamakan kedudukan pada injury time. Bermain di Stadion Igraliste NK Polet, Sveti Martin na Mauri, pertandingan antara kedua tim berlangsung dengan tempo cepat. Baik Garuda Muda dan sang lawan bermain dengan tempo cukup tinggi. Timnas U-19 Indonesia hampir mencetak gol pertama melalui peluang Brylian Aldama. Namun sayang, sepakannya masih tipis melayang di atas gawang Arab Saudi. Pada menit ke 20′ Arab Saudi mendapatkan penalti pertama usai Komang Tri melakukan handball. Namun eksekusi lawan masih membentur tiang kiri gawang. Petaka kembali hadir 7 menit berselang, Komang Tri lagi-lagi melakukan handball yang berbuah penalti kedua bagi Arab Saudi. Tidak menyia-nyiakan kesempatan, kali ini penalti bisa dieksekusi dengan sempurna oleh Ibrahim Alabsi. Skor 0-1 Arab Saudi memimpin. Arab Saudi kembali mendapat penalti pada menit ke 33′ usai pelanggaran yang dilakukan oleh Aldama di kotak terlarang. Khallel Althekralla yang maju sebagai algojo berhasil menuntaskan tugasnya sekaligus membuat skor 0-2 untuk keunggulan Arab Saudi. Timnas Arab Saudi semakin menjauh pada menit 37′ setelah sontekan jarak dekat penyerang mereka, Essa Khaleel Al Thekralla, berhasil membobol gawang Adi Satryo. Skor pun berubah menjadi 0-3. Tertinggal tiga gol tidak membuat Timnas Indonesia U-19 mengendurkan serangan. Alhasil pada injury time babak pertama, mereka bisa membalas satu gol melalui Irfan Jauhari yang memanfaatkan bola liar hasil umpan silang Witan Sulaeman. Skor 1-3 pun menutup babak pertama. Memasuki babak kedua, permainan Timnas U-19 lebih agresif berkat pergantian taktik dan pemain yang dilakukan oleh Shin Tae-yong. Perubahan tersebut berbuah manis pada menit ke 52′. Berawal dari pergerakan Bagas Kaffa dari sayap kanan, ia kemudian berhasil mengirimkan umpan mendatar ke tengah kotak penalti yang disambut dengan baik oleh pemain pengganti Saddam Gaffar yang berdiri bebas dan menceploskan bola dengan mudah ke gawang yang sudah lepas dari pengawalan. 2-3 Indonesia memperkecil ketinggalan. Setelah gol tersebut, pertandingan menjadi lebih ketat dan berjalan cukup keras. Beberapa kali serangan dari Timnas U-19 Indonesia berhasil menciptakan kemelut di depan gawang namun masih belum bisa benar-benar mengancam gawang Arab Saudi. Sebaliknya, Arab Saudi nyaris mencetak gol keempat berkat tendangan dari dalam kotak penalti pada menit ke 87′. Beruntung, Adi Satryo masih dengan sigap menghalau peluang tersebut. Perjuangan tanpa lelah Garuda Muda akhirnya membuahkan hasil. Mendapat umpan dari sayap kanan, Braif Fatari mengontrol bola melewati satu bek lawan dan kiper sebelum menendang bola ke gawang kosong dari sudut sempit. Skor pun berubah menjadi 3-3 sekaligus menjadi hasil akhir pertandingan. Ini menjadi poin pertama timnas di International U-19 Friendly Tournament 2020. Pada dua laga sebelumnya Timnas U-19 Indonesia mendapat hasil kurang memuaskan yakni kalah 0-3 dari Timnas U-19 Bulgaria dan kalah 1-7 dari tuan rumah, Timnas U-19 Kroasia. Selepas International U-19 Friendly Tournament 2020, Garuda Muda direncanakan untuk menjalani laga uji coba melawan Qatar, Bosnia dan Herzegovina, dan klub Dinamo Zagreb. Selain itu, mereka juga direncanakan untuk melanjutkan training camp di Turki, Spanyol, dan Portugal. Mengingat Piala Asia U-19 mengalami pergeseran jadwal maka Timnas U-19 memiliki waktu cukup panjang untuk mempersiapkan diri menghadapi Piala Dunia U-20 di Indonesia dan juga Piala Asia U-19 yang keduanya akan berlangsung pada awal tahun depan. Susunan Pemain Indonesia U-19 (4-4-2): Muhammad Adi Satryo; Pratama Arhan, Ahmad Rusadi, Komang Tri Arta, Mochamad Yudha Febrian; Witan Sulaeman, David Maulana (c), Brylian Aldama, Khairul Zakiri; Braif Fatari, Irfan Jauhari | Pelatih: Shin Tae-yong (KOR) Susunan Pemain Arab Saudi U-19 (4-3-3):  Raed Hussain Ozaybi; Ali Fuad Hasan, Bandar Derwish Ahmed, Faisal Abdulrahman Alghamdi (c), Mohammed Khalil Marran; Khalil Ibrahim Alabsi, Ahmed Mazen Alghamdi, Nawaf Abdullah Almutairi; Essa Khaleel Althekralla, Saad Fahad Alnasser, Manaf Mohammed Abuyabs | Pelatih: Damien Hertog (NED) Klasemen Akhir International U-19 Friendly Tournament 2020 Tim Main Menang Selisih Gol Poin Kroasia U-19 3 3 14-6 9 Bulgaria U-19 3 2 8-5 6 Arab Saudi U-19 3 o 8-10 1 Indonesia U-19 3 o 4-13 1            

Garuda Muda Kembali Raih Hasil Kurang Memuaskan

Garuda Muda Kembali Raih Hasil Kurang Memuaskan

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 kembali harus mengakui keunggulan lawannya pada laga uji coba yang bertajuk International U-19 Friendly Tournament 2020. Kali ini, timnas harus takluk dari tuan rumah Kroasia dengan skor 7-1 di Stadion SRC Mladost, Cakovec, Selasa (8/9/2020). Timnas Indonesia U-19 sebetulnya bermain tanpa beban bahkan beberapa kali memberikan perlawanan sengit di menit-menit awal. Namun, petaka hadir pada menit 26′ Kroasia mampu membuka skor melalui Filip Zrilic. Lima menit berselang, Kroasia mampu menggandakan keunggulan mereka melalui Arijan Brkovic. Permainan Indonesia semakin dikuasai oleh lawan, alhasil gol ketiga bagi Kroasia pun hadir melalui gol Marco Boras pada menit 44’ sekaligus menutup babak pertama dengan skor 3-0. Pada babak kedua, Kroasia tampil semakin “menggila”. Serangan bertubi-tubi ke gawang Indonesia yang dikawal M. Adi Satryo akhirnya mampu menghadirkan 4 gol tambahan bagi Kroasia. Keempat gol tersebut hadir dari Antonio Marin pada menit 47′ dan 73′, Bruno Zdunic pada menit 66′, dan Ivan Brnic pada menit 88′. Satu-satunya gol Indonesia pada pertandingan tersebut hadir dari Bagas Kaffa pada menit ke 72′. Gol Bagas ini menjadi gol perdana Timnas U-19 dalam dua laga International U19 Friendly Tournament 2020. Sementara itu, Shin Tae-yong mengatakan bahwa kekalahan telak ini membuat anak asuhnya mendapat pelajaran berharga. “Ada beberapa momen di pertandingan tadi bahwa para pemain bermain cukup baik dibanding laga melawan sebelumnya (Bulgaria). Namun secara hasil pasti ini mengecewakan karena kami kalah telak,” kata Shin Tae-yong seperti dikutip laman resmi PSSI. “Kami harus segera perbaiki kekurangan yang ada. Yang jelas tim masih berproses karena materi latihan dengan intensitas tinggi,” lanjutnya. Kekalahan telak dari Kroasia ini membuat Timnas Indonesia U-19 masih terpuruk di posisi 4 klasemen sementara International U-19 Friendly Tournament 2020. Sedangkan Kroasia kian mengukuhkan posisi mereka di puncak klasemen berkat raihan 3 kali kemenangan. Pada pertandingan lain Belgia sukses menundukkan Arab Saudi dengan skor 2-3. Timnas Indonesia tinggal menyisakan satu laga sebelum melanjutkan ke rangkaian uji coba lain. Adapun yang menjadi lawan David Maulana cs pada laga pamungkas yakni Arab Saudi yang saat ini berada di peringkat 3. Sama-sama belum mengoleksi poin, Arab Saudi mampu unggul selisih gol dari timnas. Pertandingan antara Timnas Indonesia U-19 melawan Arab Saudi akan berlangsung pada 11 September mendatang. Susunan Pemain Indonesia U-19 (4-4-2): Adi Satryo; Bayu M. Fiqri, Rizki Ridho Ramadhani, Komang Tri Arta, Pratama Arhan Alif Rifai; David Maulana, Sandi Artha Samosir, Komang Teguh, Witan Sulaeman, Irfan Jauhari, Saddam Gaffar| Pelatih: Shin Tae-yong (KOR) Susunan Pemain Kroasia U-19 (4-3-3): Renato Josipovic; Filip Braut, Ruka Jurisic, Marco Boras, Nikola Soldo; Arijan Brkovic, Ivan Brnic, Bruno Jenjic; Ivan Saric, Antonio Marin, Filip Zrilic | Pelatih: Josip Simunic (CRO) Klasemen Sementara International U-19 Friendly Tournament 2020 Tim Main Menang Selisih Gol Poin Kroasia U-19 3 3 14-6 9 Bulgaria U-19 3 2 8-5 6 Arab Saudi U-19 2 o 5-7 o Indonesia U-19 2 o 1-10 o  

Garuda Muda Akui Keunggulan Bulgaria

Garuda Muda Akui Keunggulan Bulgaria

Tim Nasional Sepak Bola U-19 Indonesia harus mengakui keunggulan Bulgaria pada laga perdana mereka dalam International U-19 Friendly Tournament 2020. Bermain di Stadion Igraliste NK Polet, Sveti Martin na Mauri, Sabtu (5/9/2020), timnas harus takluk dengan skor akhir 0-3. Kekalahan ini sekaligus membuat Timnas Indonesia U-19 menempati peringkat bawah di klasemen sementara. Timnas Bulgaria U-19 tampil lebih dominan sepanjang babak pertama. Unggul dari segi postur tubuh yang rata-rata tinggi besar, mereka beberapa kali mengancam gawang Indonesia sekaligus membuat skuad Garuda Muda terlihat kesulitan mengembangkan permainan. Namun, beberapa serangan dari Bulgaria mampu dimentahkan dengan baik oleh para bek Timnas Indonesia U-19. Pertandingan pun berakhir dengan skor 0-0 hingga turun minum. Memasuki babak kedua, Shin Tae-yong merubah formasi anak asuhnya untuk tampil lebih menyerang dengan memasukkan M. Supriadi. Kendati demikian, Bulgaria masih menguasai jalannya pertandingan. Beberapa peluang emas Bulgaria masih mampu dihalau oleh Indonesia. Usai beberapa kali mengancam gawang Indonesia, pada menit 78, tandukan Martin Petkov berhasil menembus gawang Indonesia yang dikawal Adi Satryo. Bulgaria unggul 0-1 atas Indonesia. 15 menit berselang, gawang timnas kembali kebobolan, kali ini giliran Stanislav Shopov yang menggandakan keunggulan Bulgaria lewat tendangan dari luar kotak penalti. Unggul 2 gol membuat Bulgaria semakin percaya diri saat melancarkan serangan. Alhasil, pada menit ke 82, Martin Petkov kembali mencatatkan namanya di papan skor sekaligus membuat Bulgaria unggul 3 gol atas Indonesia. Skor ini pun bertahan hingga pluit panjang dibunyikan. Usai pertandingan, Shin Tae-yong mengatakan bahwa para pemain sudah berjuang pada pertandingan kali ini. Pelatih asal Korea Selatan itu pun mengakui jika ia tidak mempermasalahkan kekalahan ini. “Hasil pertandingan seperti yang saya sampaikan sebelumnya, kami tidak masalah bagi meski harus kalah. Yang jelas tim masih berproses karena materi latihan dengan intensitas tinggi dan para pemain sudah menunjukkan kerja kerasnya di pertandingan ini,” kata Shin Tae-yong dilansir dari lama resmi PSSI. Dengan hasil ini, Bulgaria mampu naik ke urutan 2 klasemen sementara di bawah tuan rumah Kroasia yang tetap menguasai puncak usai menaklukkan Arab Saudi dengan skor 4-3 pada laga keduanya. Sementara Timnas Indonesia U-19 yang menelan kekalahan di laga perdana belum mengumpulkan poin dan kebobolan tiga gol. Sebetulnya raihan poin Indonesia sama dengan Arab Saudi, namun mereka unggul dari jumlah selisih gol sehingga mereka berhak untuk menempati posisi 3 klasemen sementara. Pada laga selanjutnya, Timnas U-19 Indonesia akan menantang Kroasia pada 8 September, dan Arab Saudi pada 11 September mendatang. Starting Line-up U-19 Indonesia vs Bulgaria Indonesia U-19: M. Adi Satryo, Bayu M. Fiqri, Rizki Ridho Ramadhani, Komang Tri Arta, Yudha Febrian, David Maulana, Andri Irfan, Komang Teguh, Witan Sulaeman, Irfan Jauhari, Saddam Gaffar| Pelatih: Shin Tae-yong (KOR). Bulgaria U19: Viktor Nikolov, Alexander Ganchev, Dimitar Zhekov, Hristian Petrov, Georgi Alexandrov, Pavel Georgiev, Martin Atanasov, Alexander Todorov, Dimitar Stoyanov, Vladimir Nikolov, Christian Dobrev | Pelatih: Angel Stoykov (BUL). Klasemen Sementara International U-19 Friendly Tournament 2020 Tim Main Menang Selisih Gol Poin Kroasia U-19 2 2 7-5 6 Bulgaria U-19 2 1 5-3 3 Arab Saudi U-19 1 o 3-4 o Indonesia U-19 1 o 0-3 o  

Timnas U-19 vs Bulgaria, Shin: Laga Yang Tidak Mudah Bagi Kami

Timnas U-19 vs Bulgaria, Shin: Laga Yang Tidak Mudah Bagi Kami

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 akan menghadapi Bulgaria sebagai ujian perdana mereka dalam rangkaian Training Camp (TC) di Kroasia. Pertandingan yang bertajuk International U-19 Friendly Tournament 2020 tersebut berlangsung di Stadion Igraliste NK Polet, Sveti Martin na Mauri, Sabtu (5/9/2020), pukul 22.00 WIB. David Maulana cs sudah hampir sepekan menggelar latihan di Kroasia. Setiap hari ia dan rekan-rekan Timnas U-19 lainnya digenjot latihan tiga kali pada pagi, sore dan malam hari. Pelatih Shin Tae-yong menyatakan anak asuhnya menjalani latihan dengan intensitas tinggi untuk peningkatan kekuatan fisik. “Saat ini kami sedang menjalani latihan dengan intensitas yang tinggi dengan menu fisik yang sangat keras. Jadi besok akan menjadi pertandingan yang tidak mudah bagi kami. Namun, kami harus membentuk mental dan intinya tim ini masih berproses,” kata Shin Tae-yong seperti dilansir dari laman PSSI. Pelatih asal Negeri Gingseng itu mengaku telah mengamati pertandingan uji coba antara skuad Bulgaria dan Kroasia pada Rabu, 2 September lalu. Kesimpulannya: Bulgaria merupakan tim kuat. “Bulgaria secara postur tubuhnya besar dan tinggi. Secara fisik juga staminanya bagus. Intinya pertandingan besok tidak mudah bagi kami, tetapi memang kami TC ke Eropa untuk mencari pengalaman dan melihat perkembangan tim,” jelas Shin Tae-yong. Setelah menjalani laga melawan Bulgaria, Timnas U-19 Indonesia dijadwalkan menantang Kroasia pada 8 September 2020 dilanjutkan dengan meladeni Arab Saudi, tiga hari kemudian. Kemudian, Timnas U-19 direncanakan menjalani laga uji coba kontra Qatar, Bosnia dan Herzegovina, dan klub Dinamo Zagreb. Sementara itu, tiga laga Timnas U-19 pada International U-19 Friendly Tournament 2020 akan disiarkan secara live di NET dan live streaming di Mola TV. Mola TV dan NET sama-sama telah merilis jadwal live streaming dan siaran langsung laga Timnas U-19 Indonesia vs Bulgaria besok. Pertandingan melawan Bulgaria U-19 dapat disaksikan lewat siaran langsung NET atau live streaming Mola TV pada Sabtu (5/9/2020) mulai pukul 21.30 WIB.

Ini Jadwal Timnas Indonesia U-19 Selama TC di Kroasia

Ini Jadwal Timnas Indonesia U-19 Selama TC di Kroasia

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 telah tiba di Zagreb, Kroasia pada Minggu (30/8/2020) pukul 10.00 waktu setempat. Sesampainya di Bandara Franjo Tudman, Zagreb, David Maulana cs kemudian melanjutkan perjalanan darat selama satu setengah jam ke Sveti Martin na Muri yang menjadi lokasi pemusatan latihan (TC) kali ini. Pelatih Shin Tae-yong membawa 27 pemain untuk berlatih di Kroasia. Rencananya, Timnas U-19 akan menjalani serangkaian pertandingan uji coba termasuk turnamen mini yang diikuti tuan rumah Kroasia, Bulgaria, dan Arab Saudi. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengatakan bahwa tim nasional Indonesia U-19 akan memulai pertandingan International U-19 Friendly Tournament coba pada Sabtu (5/9/2020) mendatang. Kepastian ini setelah Federasi sepak bola Kroasia (HNS) mengirimkan surat perubahan jadwal pertandingan turnamen tersebut. “Pada awalnya timnas U-19 akan memulai pertandingan 2 September namun federasi sepak bola Kroasia melakukan perubahan jadwal menjadi 5 September. Kami rasa tidak masalah, ini justru bagus untuk pemain yang dapat melakukan persiapan lebih panjang sebelum menjalani uji coba tersebut,” kata Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan dikutip dari situs resmi PSSI. Timnas U-19 rencananya akan menghadapi Bulgaria (5/9/2020), disusul kemudian melawan tuan rumah Kroasia (8/9/2020) dan menghadapi Arab Saudi (11/9/2020) mendatang. Setelah turnamen mini, Timnas U-19 sudah ditunggu oleh serangkaian uji coba dengan beberapa negara dan klub di Kroasia. “Setelah mengikuti turnamen tersebut, timnas U-19 melanjutkan uji coba dengan beberapa negara dan klub di Kroasia hingga akhir September mendatang. Lawan-lawan yang akan dihadapi yakni Qatar, Bosnia dan Herzegovina, serta Dinamo Zagreb. Mereka merupakan tim kuat dan bagus untuk timnas U-19,” ujar Iriawan. TC di Kroasia sebagai persiapan Garuda Muda mengikut Piala Asia U-19 di Uzbekistan. Timnas Indonesia tergabung dalam Grup A bersama tuan rumah Uzbekistan, Kamboja, dan Iran. Pertandingan perdana direncanakan melawan Kamboja pada 14 Oktober. Selanjutnya melawan Iran 17 Oktober dan menantang tuan rumah Uzbekistan pada 20 Oktober. Meski hasil Piala Asia U-19 nanti tidak memengaruhi posisi timnas Indonesia di Piala Dunia U-20 karena berstatus sebagai tuan rumah, Iriawan berharap para punggawa timnas tetap bermain dan berlatih secara maksimal terutama memanfaatkan kesempatan bisa berlatih di Eropa. “TC (training centre) di Kroasia ini, kami harap dimanfaatkan dengan baik oleh pemain. Mereka harus bekerja keras dan terus bersemangat demi torehan positif di Piala AFC U-19 dan tentunya Piala Dunia U-20 nantinya,” jelas Iriawan. Jadwal Timnas U-19 International Friendly Match 2 September 2020: Indonesia vs Kroasia 5 September 2020: Indonesia vs Bulgaria 8 September 2020: Indonesia vs Arab Saudi TBA: Indonesia vs Qatar TBA: Indonesia vs Bosnia dan Herzegovina TBA: Dinamo Zagreb

Inilah Daftar 30 Nama Pemain Timnas U-19 yang Mengikuti TC di Kroasia

Inilah Daftar 30 Nama Pemain Timnas U-19 yang Mengikuti TC di Kroasia

Manajer pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong telah menetapkan 30 nama yang akan dibawa untuk mengikuti rangkaian kegiatan pemusatan latihan atau training camp (TC) Timnas U-19 Indonesia di Kroasia. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, usai mendapat laporan dan update dari Shin Tae-yong. “Sebanyak 30 pemain telah dipilih pelatih Shin Tae-yong untuk diberangkatkan ke Kroasia. Ia (Shin Tae-yong) juga memberikan laporan bahwa saat ini pemain mengalami perkembangan yang bagus dan grafik meningkat selama pemusatan latihan,” kata Iriawan dikutip dari website resmi PSSI. Timnas U-19 Indonesia rencananya akan bertolak ke Kroasia pada akhir Agustus nanti. Setibanya di Kroasia nanti, Garuda Muda dijadwalkan akan mengikuti sebuah mini turnamen yang diikuti tuan rumah Kroasia, Bulgaria, dan Arab Saudi pada 2-8 September 2020. Latar berlakang pemilihan Kroasia sebagai lokasi TC karena paling cepat menanggapi surat PSSI dan pemain timnas U-19 tidak harus menjalani karantina. Selain itu, iklim di sana yang tak jauh berbeda dengan Uzbekistan yang berkisar antara 19-23 derajat celcius. Selepas TC, timnas U-19 Indonesia memang dipastikan akan langsung bertolak ke Uzbekistan untuk berjuang di Piala Asia U-19 yang dijadwalkan berlangsung pada 14 hingga 31 Oktober mendatang. Maka dari itu, kesempatan TC ini akan dimanfaatkan sebaik mungkin oleh timnas U-19 untuk beradaptasi. Pada TC ini, Mochamad Iriawan juga berharap para Garuda Muda dapat berlatih lebih keras dan berjuang secara maksimal dalam rangka persiapan jelang Piala AFC U-19 dan Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia. “TC di Kroasia ini, kami harap bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pemain. Mereka harus bekerja keras dan terus bersemangat demi torehan positif di Piala AFC U-19 dan tentunya Piala Dunia U-20. PSSI selalu mendukung program dari pelatih Shin Tae-yong untuk timnas,“ kata Iriawan. Sementara itu, pelatih Shin Tae-yong mengatakan bahwa 30 pemain dipilih berdasarkan penilaiannya selama pemusatan latihan. “Kami memilih 30 pemain untuk dibawa ke Kroasia. Pemain saat ini dalam kondisi bagus dan terus mengalami perkembangan yang positif setiap harinya. Saya yakin selama di Kroasia, fisik, teknik, dan permainan timnas U-19 akan makin meningkat.” ujar pelatih asal Korea Selatan tersebut. Pada Piala Asia U-19, timnas U-19 Indonesia tergabung dalam Grup A bersama tuan rumah Uzbekistan, Kamboja, dan Iran. Pertandingan perdana timnas U-19 akan melawan Kamboja pada 14 Oktober. Selanjutnya melawan Iran 17 Oktober dan menantang tuan rumah Uzbekistan pada 20 Oktober. Meski hasil Piala Asia U-19 nanti tidak memengaruhi posisi timnas Indonesia di Piala Dunia U-20 karena berstatus sebagai tuan rumah, Shin Tae-yong ingin anak asuhnya tetap bermain maksimal. bukan berarti kami seenaknya saja bermain di Uzbekistan. Kami tetap menargetkan hasil maksimal di sana (Uzbekistan),” tegasnya. Daftar 30 Nama Pemain Timnas U-19 yang Mengikuti TC ke Kroasia Adi Satryo – PSMS Medan Erlangga Setyo – Persib Bandung Yofandani Damai – PSIS SEmarang Pratama Arhan – PSIS Semarang Yudha Febrian – Barito Putera Komang Tri – Bali United Elkan Baggot – Ipswich Town Ahmad Rusadi Muhammad Fadhil – Semen Padang FC Bayu M. Fiqri – PON Jatim Rizky Ridho – Persebaya Bagas Kaffa – Barito Putera Komang Teguh – Diklat Ragunan Andre Oktaviansyah David Maulana – Barito Putera Brylian Aldama Beckham Putra – Persib Bandung Mohammad Kanu – Babel United FC Braif Fatari – Persija Jakarta Andi Irfan – AS Abadi Tiga Naga Sandi Arta – Persija Jakarta Witan Sulaeman – FK Radnik Surdulica Jack Brown – Lincoln City Mochammad Supriadi – Persebaya Irfan Jauhari – Bali United Khairul Zakiri – Gymnastica Cueta Saddam Gaffar – PSS Sleman Ahmad Afhridrizal – Vamos Indonesia Moh. Bahril – PSIS Semarang Serdi Fano – Bhayangkara FC

Shin Tae-yong Mengaku Puas Dengan Hasil Latihan Anak Asuhnya

Shin Tae-yong Mengaku Puas Dengan Hasil Latihan Anak Asuhnya

Timnas Indonesia U-19 telah merampungkan pemusatan latihan (TC) yang sudah bergulir sejak sejak 23 Juli lalu. David Maulana cs memperlihatkan progres yang baik pada pada pemusatan latihan (TC) kali ini. Hal tersebut membuat Shin Tae-yong selaku pelatih-manajer timnas U-19 mengaku sangat puas. “Pada TC kali ini mental dan semangat pemain sangat tinggi. Tentu ini sangat bagus untuk perkembangan timnas Indonesia,” kata Shin Tae-yong dikutip dari PSSI.org. Untuk agenda selanjutnya, pelatih asal Korea Selatan tersebut akan memberikan waktu istirahat kepada pemain timnas U-19 mulai Minggu (16/8/2020) hingga Rabu (19/8/2020) mendatang. “Pemain akan kembali latihan pada hari Kamis, 20 Agustus mendatang hingga berangkat TC ke luar negeri,” tukas Shin. Adapun lokasi tujuan utama Timnas U-19 untuk menjalani pemusatan latihan itu adalah Korea Selatan sesuai keinginan Shin Tae-yong. Namun, PSSI juga tengah membidik Prancis, Jerman, dan Belanda sebagai alternatif lain. Saat ini Timnas U-19 belum mengetahui kapan mereka akan berangkat untuk menjalani TC di luar negeri. Namun, jika izin dari PSSI sudah keluar pada bulan ini, Timnas U-19 bisa menjalani pemusatan latihan dengan durasi cukup panjang di luar negeri karena rencananya memang langsung berangkat ke Uzbekistan untuk ajang Piala Asia U-19 2020. “Setelah TC di luar negeri kami langsung berangkat menuju Uzbekistan untuk mengikuti turnamen Piala AFC U-19 2020 mulai 14 Oktober mendatang,” ungkap pelatih berusia 51 tahun tersebut. Seperti yang diketahui sebelumnya, pada ajang Piala AFC U-19 2020, Garuda Muda berada di Grup A bersama tuan rumah Uzbekistan, Kamboja, dan Iran. Jika sesuai agenda, pertandingan perdana Timnas U-19 akan berjumpa Kamboja pada 14 Oktober mendatang. Selanjutnya melawan Iran 17 Oktober dan menantang tuan rumah Uzbekistan pada 20 Oktober.

Jelang Pemusatan Latihan di Luar Negeri, Timnas U-19 Pulangkan 11 Pemain

Jelang Pemusatan Latihan di Luar Neger, Timnas U-19 Pulangkan 11 Pemain

Sebanyak 11 pemain telah dipulangkan pada lanjutan pemusatan latihan (TC) tim nasional Indonesia U-19 di Jakarta. Keputusan perombakan tersebut diambil oleh Shin Tae-yong usai menjalani TC sejak 7 Agustus 2020 lalu. 11 pemain ini dipulangkan ke klubnya masing-masing sejak Senin (10/8/2020). Dengan dipulangkannya 11 pemain, sekarang timnas U-19 Indonesia hanya menyisakan 35 pemain. Kabarnya, Shin Tae-yong harus melakukan pencoretan beberapa pilar sebelum menjalankan pemusatan latihan di luar negeri (Korea Selatan atau Eropa). Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan “Setelah mendapat informasi dari pelatih Shin Tae-yong, 11 pemain ini kami kembalikan ke klub. Sisa pemain yang ada akan mengikuti TC hingga kami berangkat ke luar negeri (Korea Selatan/Eropa),” kata Mochamad Iriawan dikutip dari PSSI.org. Lebih lanjut, Iriawan berpesan meski tidak terpilih, 11 pemain harus tetap bersemangat dan bekerja keras karena tidak menutup kemungkinan pelatih Shin Tae-yong akan memanggil kembali. Sementara itu, Shin Tae-yong pun menegaskan kalau 11 pesepak bola muda yang dicoret dari timnas U-19 Indonesia itu tidak bisa dikatakan karena kalah bersaing. Ia akan tetap mengikuti perkembangan 11 pemain tersebut maupun pemain diluar lainnya yang belum dipanggil ikut TC timnas U-19. “Mereka tidak bisa dikatakan kalah bersaing, namun kami harus mengurangi dan memilih pemain yang akan lanjut ke TC selanjutnya terutama ke luar negeri (Korea Selatan/Eropa),” kata Shin Tae-yong. Seperti diketahui, timnas U-19 ini sedang dipersiapkan untuk mengikuti Piala AFC U-19 2020 yang akan berlangsung 14 hingga 31 Oktober mendatang di Uzbekistan. Garuda Muda tergabung di Grup A bersama tuan rumah Uzbekistan, Kamboja, dan Iran. Berikut daftar 11 pemain muda yang dipulangkan dari timnas U-19 Indonesia: Sutan Diego Zico (Persia Jakarta) Hamsa Medari Lestaluhu (Bhayangkara FC) Kartika Vedhayanto Putra (PSIS Semarang) Muhamad Rifaldo Lestaluhu (Mitra Kukar) Muhammad Darmawan (PPLP DKI) Arya Putra Gerryan S. (Borneo FC) Figo Sapta Fahrezi (Persija Jakarta) Miftahul Husyen (Bhayangkara FC) Deka Muhammad Toha (ASAD 313) Mahmud Cahyono (PPLP DKI Jakarta) Alif Jaelani (Barito Putera)

Pemain Ipwich Town, Elkan Baggott Dipanggil Untuk Membela Kandang Timnas U-19

Pemain Ipwich Town, Elkan Baggott Dipanggil Untuk Membela Kandang Timnas U-19

Elkan Baggott merupakan salah satu dari 46 pemain yang dipanggil ke pemusatan latihan Timnas U-19 Indonesia. Pemilik nama lengkap Elkan William Tio Baggott itu menjadi satu-satunya pemain blasteran yang masuk ke dalam daftar pemain asuhan Shin Tae-yong. Pemain berpostur 194 cm tersebut memiliki darah Indonesia dari sang ibu dan ayahnya merupakan pria berkewarganegaraan Inggris. Namun, ia juga sempat diberitakan akan dipanggil oleh Timnas Thailand karena ia lahir di Bangkok. Akan tetapi akhirnya Elkan memutuskan untuk membela Timnas Indonesia. Ia mengaku senang dan bangga karena dapat membela tanah kelahiran ibunya tersebut. “Saya merasa bangga dan terhormat bahwa saya dapat mewakili negara saya dan saya ingin segera menyatu dengan tim dan memenangkan beberapa kompetisi dan piala.” Ungkap Elkan dalam video wawancara eksklusif bersama PSSI. “Semua keluarga terdekat saya tinggal di sini dan saya ingin membela negara saya (juga) membuat bangga negara dan kedua orang tua saya, itulah mengapa saya memilih Indonesia,” lanjutnya. Perlu diketahui, Elkan saat ini merumput di Inggris bersama klub Ipswich Town U-18. Pemain yang baru berusia 17 tahun tersebut nantinya akan menambah kekuatan pada sektor pertahanan timnas U-19 Indonesia. Saat ditanya harapan kedepannya, Elkan mengaku ingin terlebih dahulu fokus untuk lebih menyatu dengan tim dan memenangkan Piala AFC serta melakukan yang terbaik untuk Piala Dunia U-20. Elkan dan 45 pemain lain yang dipanggil pemusatan latihan kali ini memang diproyesikan untuk tampil di Piala AFC U-19 2020 pada 14-31 Oktober dan Piala Dunia U-20 2021 yang akan berlangsung di Jakarta. Sebelum pemusatan latihan Timnas U-19 yang digelar sejak akhir bulan lalu, PSSI dan pelatih Shin Tae-yong, memang sudah bergerak aktif mencari pemain keturunan. Beberapa nama sudah masuk list, sebelum akhirnya Elkan Baggott menjadi nama pertama yang dipilih. Menurut Shin, ada salah satu keunggulan Elkan yang menarik minatnya, yaitu terkait postur. “Setelah melihat Elkan, postur tubuhnya tinggi. Bagus. Saya pilih dia,” ujar Shin usai latihan perdana timnas (7/8/2020).

Training Virtual Sejak Mei 2020, Sutan Diego Tetap Semangat

Sutan-Zico

Sejak 14 Mei 2020, Tim Nasional U-19 Indonesia di bawah manajer Shin Tae-yong sudah mengikuti training secara virtual bersama. Pandemi Covid-19 membuat timnas U-19 harus menyesuaikan diri supaya tetap fit dan berlatih secara maksimal. Di bulan Oktober 2020, laga Piala AFC U-19 yang diadakan di Uzbekistan sudah menunggu dan juga persiapan menuju Piala Dunia U-20 tahun 2021 yang harus tetap dilakukan. Dilansir dan situs resmi PSSI, Sutan Diego dan tim tetap bersemangat mengikuti setiap sesi yang diberikan pelatih. “Kami terus berlatih hampir setiap hari bersama teman-teman Timnas U-19. Pelatih memberikan berbagai variasi menu latihan dan kami menikmatinya,” kata Sutan Zico. Sutan pun menambahkan, “Yang terpenting saat ini bagaimana semuanya menjaga kesehatan serta disiplin berlatih. Kami juga menjaga asupan makanan dengan begitu kondisi kita dapat terjaga,” Sesi virtual training ini berlangsung setiap hari dari jam 09.00 – 10.00 WIB dan diikuti oleh 44 pemain. Timnas U-19 berhasil menjadi juara Group K dan masuk dalam Pot 2 dalam pengundian bersama Jepang, Australia dan Tajikistan. Tim Garuda Muda berpotensi untuk bertemu satu di antara 4 negara yang masuk dalam Pot 1 yang terdiri dari tim tuan rumah Uzbekistan, Arab Saudi, Korea Selatan dan Qatar. Jika sesuai rencana, pengundian akan dilakukan pada tanggal 18 Juni 2020 mendatang di Kuala Lumpur.

Bagus Kahfi Cetak Gol Penentuan, Indonesia Lolos Putaran Final Piala AFC U-19 2020

Bagus Kahfi Mencetak skor penyeimbang lewat tendangan penalti. (NYSN/Prass)

Indonesia berhasil lolos ke putaran final piala AFC U-19 2020 setelah meraih hasil imbang saat melawan Korea Utara di Stadion Utama Glora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Minggu (10/11/2019) malam. Hasil itu sudah cukup meloloskan Timnas U-19 dengan status juara Grup K kualifikasi piala AFC U-19 2020. Total Indonesia mengoleksi 7 poin, diikuti Korea Utara 5 poin, Hong Kong 4 poin dan Timor Leste 0 poin. Bermain dihadapan hampir 17ribu penonton, Timnas U19 langsung optimis lancarkan serangan. Peluang pertama Indonesia didapatkan di menit 5 lewat tendangan Serdy Ephy tak lama berselang terjadi kemelut di depan gawang Korea Utara yang akhirnya hanya menghasilkan tendangan kiper. Pada menit ke-16 giliran Fajar fathur mendapatkan kesempatan menembak ke gawang namun masih bisa dihalau kiper Korea Utara, Sin Kwang Guk. Bagus CS terus berupaya menekan pertahanan Korea Utara sampai pada akhirnya Indonesia kecolongan dimenit ke-40. Lewat sontekan berkelas dari sang kapten Korea Utara, Kim Kwang Chong. Bola yang mengarah kencang ke pojok kanan gawang tak bisa dihalau kiper Indonesia, Ernando Ari. Skor 1-0 untuk Korea Utara menutup jalannya pertandingan babak pertama. Pada babak kedua, pelatih Fakhri Husaeni mengganti Serdy Ephy dengan Mochammad Supriadi. Masuknya Supriadi membuat daya serang Indonesia menjadi lebih kuat. Di menit ke-60 Indonesia mendapatkan hadiah tendangan pinalti setelah Bagus Kahfi dijatuhkan oleh Chae Yu Song di kotak penalti Korea Utara. Bagus yang jadi algojo berhasil menuntaskan misinya menyamakan skor menjadi 1-1. Tak ada gol tambahan sampai laga usai. Hasil imbang menutup laga Indonesia kontra Korea Utara pada laga terakhir Grup K Kualifikasi Piala Asia U-19 2020. SUSUNAN PEMAIN: Timnas U-19 Indonesia (4-3-3): 21-Ernando Ari Sutaryadi; 2-Bagas Kaffa, 23-Rizky Ridho Ramadhani, 19-Alfeandra Dewangga Santosa, 15-M. Salman Alfarid; 5-Theo Fillo Numberi, 6-David Maulana, 7-Beckham Putra Nugraha; 20-Bagus Kahfi, 17-Serdy Ephy Fano, 14-M. Fajar Fathur Rachman. Pelatih: Fakhri Husaini Korea Utara (4-4-2): 1-Sin Kwang Guk; 2-Choe Kwang Hwi, 6-Ri Kum Hyon, 12-Chae Yu Song, 22-Ra Nam Hyon; 10-Kim Kwang Chong, 14-Pak Kwang Sok, 16-Kim Ju Song, 9-Kim Chol Guk; 7-Ri Jo Guk, 19-Kim Kang Song Pelatih: Pak Kyong Bong  

Hasil Timnas U-19 Indonesia vs Timor Leste Kualifikasi AFC U19 Berakhir Dengan Skor 3-1

Hasil Timnas U-19 Indonesia vs Timor Leste Kualifikasi AFC U19 berakhir dengan skor 3-1. Gol skuat Garuda dicetak brace Fajar dan David Maulana. (NYSN/Pras)

Timnas Indonesia U-19 berhasil meraih poin penuh atas lawannya Timor Leste dalam ajang Kualifikasi AFC U19 2020 di Stadion Madya, Jakarta, Rabu (6/11/2019) malam. Skuat Garuda mengalahkan Timor Leste dengan skor akhir 3-1. Gol tersebut dicetak oleh M Fajar Fathur (3’,76’) dan Septian David maulana (62’) sedangkan Timor Leste hanya mampu membalas satu gol yang dicetak oleh Mouzinho De Lima (53’). Timnas Indonesia langsung inisiatif menyerang sejak pluit babak pertama ditiup. Hasilnya Indonesia langsung membuka keunggulan pada menit ke-3 lewat sepak pojok Beckham Putra Nugraha yang di eksekusi baik oleh M Fajar Fathur lewat sundulan kepala. Tak tinggal diam, Timor Leste mencoba menekan dengan serangan balik. Usaha yang dilakukan Paulo Domingos setelah melewati beberapa pemain Indonesia namun gagal karena tendangannya melambung dari gawang Ernando Ari. Indonesia mendapatkan peluang di menit ke-22 lewat kerjasama si kembar, Bagas dan Bagus. Namun bola masih melebar kesamping gawang. Skuat garuda mendapatkan tendangan bebas setelah pergerakan Salman dihentikan oleh Jamito yang berujung kartu kuning untuk dirinya. Ridho sebagai eksekutor gagal setelah tendangannya berhasil diantisipasi oleh kiper Timor Leste, Manuel Pereira. Timnas Indonesia masih menekan, jelang babak pertama berakhir kembali mendapatkan peluang berturut-turut dari tendangan Beckham dan sundulan Bagus yang mengenai mistar gawang. Babak pertama berakhir dengan skor 1-0 untuk Indonesia. Babak kedua baru berjalan 3 menit Timor Leste langsung mendapatkan hadiah penalti oleh wasit. Ernando menjegal laju Mauzinho di kotak 12 pas Indonesia yang membuat wasit menunjuk titik putih. Peluang itu tidak disia-siakan Mauzinho, sukses jadi eksekutor membuat Timor Leste menyamakan kedudukan 1-1. Pada menit ke-58 Timor Leste harus kehilangan satu pemain menyusul kartu merah yang diterima Nelson Pinto. Pelanggaran keras yang dilakukan ke Bagus membuatnya harus keluar lapangan. Bermain dengan 10 orang membuat pertahanan Timor Leste menjadi kurang kokoh, terbukti pada menit ke-60 Indonesia berhasil menambah kedudukan lewat sepakan sang kapten Septian David dari mulut gawang. Skor menjadi 2-1 untuk Indonesia. Meski unggul, tim asuhan Fakhri Husaini ini tidak mengendorkan intensitas serangan. Tampak pada menit ke-70 upaya Supriadi yang mengirimkan bola ke jantung pertahanan Timor Leste, namun gagal dikonversikan rekannya. Tak berselang lama Beckham kembali menciptakan peluang untuk menambah keunggulan, tendangannya masih menyentuh gawang tim tamu. Upaya menjauh dari kejaran Timor leste berhasil pada menit ke-76. Umpan Supriadi dari sisi kiri lapangan dapat dieksekusi baik oleh M Fajar. Skor 3-1 untuk Indonesia bertahan sampai akhir pertandingan. Susunan Pemain Timnas U-19 Indonesia Ernando, Bagas, Ridho, Dewangga, Salman, Theo, David Maulana, Beckham, Bagus, Zico, Fajar. Pelatih Fakhri Husaini Timor Leste Manuel Pereira, Orcelio N Moises, Gumairo Da Silva, Nelson Pinto, Jaimito A Soares, Jhon Frith Ornai Liu, Osario Angelo, Mauzinho de Lima, Expedito Boares, Elias Joao, Paulo Domingos. Pelatih: Lee Minyoung Daftar nama 23 pemain Timnas U-19 di Kualifikasi Piala Asia U-19 Kiper: Ernando Ari Sutaryadi – Persebaya Surabaya Muhammad Risky Sudirman – Persija Jakarta Muhammad Adisatryo – PPLP Jakarta Belakang: Komang Teguh Trisnanda – Diklat Ragunan Muhammad Salman Alfarid – Diklat Ragunan Bayu Mohamad Fiqri – ASIFA Amiruddin Bagas Kaffa Arrizqi – Barito Putera Mochammad Yudha Febrian – Barito Putera Rizky Ridho Ramadhani – Persebaya Surabaya Muhammad Fadhil Adhitya Akshah – PPLP Jakarta Alfeandra Dewangga – PPLP Jawa Tengah Tengah: Brylian Negiehta Dwiki Aldama – Persebaya Surabaya Theo Fillo Da Costa Numberi – Persipura Jayapura David Maulana – Barito Putera Beckham Putra Nugraha – Persib Bandung Khairul Imam Zakiri – Leganes Academy Rendy Juliansyah Braif Fatari – Persija Jakarta Mochammad Supriadi – Persebaya Surabaya Depan: Muhammad Fajar Fathur Rahman – ASAD 313 Amiruddin Bagus Kahfi Alfikri – Barito Putera Sutan Diego Armandoondriano Zico – Persija Jakarta Serdy Hepyfano – PPLP Maluku Utara Hasil Kualifikasi AFC U19 Korea Utara 1-1 Hong Kong Indonesia 3-1 Timor Leste Jadwal Kualifikasi AFC U19 Jumat (8/10/2019) Timor Leste vs Korea Utara, Pukul 15.30 WIB Hong Kong vs Indonesia, Pukul 19.00 WIB Minggu (10/10/2019) Hong Kong vs Timor Leste, Pukul 15.30 WIB Indonesia vs Korea Utara, Pukul 19.00 WIB

Dicoret dari Timnas U-22, Nadeo Argawinata Masuk Daftar Seleksi Timnas U-23

Nadeo Argawinata (kiri) akhirnya gagal menembus skuat akhir Timnas U-22. Nama kiper Borneo FC itu tak muncul dalam tim arahan Indra Sjafri itu untuk tampil di Piala AFF U-22 2019 di Kamboja. Alasan utamanya karena minim jam terbang interasional. (kumparan.com)

Bangkalan- Nadeo Argawinata akhirnya gagal menembus skuat akhir Timnas U-22. Nama kiper Borneo FC itu tak muncul dalam tim arahan Indra Sjafri itu untuk tampil di Piala AFF U-22 2019 di Kamboja. Padahal, Nadeo termasuk pemain yang sejak awal mengikuti pemusatan latihan bersama Andy Setyo dkk. Kondisi ini tentu sangat berat buat kiper 187 cm. Dalam situasi ini, kiper Madura United, Muhammad Ridho Djazulie, memberi dukungan bagi Nadeo. “Saya selalu memberikan support untuk Nadeo. Selama ini, saya dekat dengan dia. Karena dia kiper muda, saya harus selalu memberikan dukungan buat dia,” kata Ridho pada Kamis (14/2). Ridho dan Nadeo pernah berada dalam satu tim di Borneo FC musim lalu. Tak heran keduanya menjalin kedekatan. Mereka selalu bergantian tampil di bawah mistar Borneo FC, saat satu dari keduanya harus membela Timnas Indonesia. Musim ini, Ridho memutuskan meninggalkan tim Pesut Etam. Namun, keduanya terus menjalin komunikasi. Terbaru, Ridho dan Nadeo saling berhadapan saat uji coba Madura United kontra Timnas U-22 di Stadion Gelora Bangkalan, Bangkalan (12/2). “Saran saya buat dia, tetap semanagat dan bekerja keras. Masih banyak kesempatan. Selalu tetap jaga kondisi dan mulai fokus kembali membela klub,” imbuh Ridho. Nadeo akan kembali memperkuat Borneo FC yang tengah melakukan agenda pramusim. Di klub Pesut Etam, kiper kelahiran Kediri 9 Maret 1997 ini akan kembali bersaing dengan Alfonsius Kelvan dan Gianluca Padenyewu. Timnas U-22 akan mengandalkan tiga kiper dalam turnamen antarnegara ASEAN itu. Mereka adalah Muhamad Riyandi (Barito Putera), Satria Tama (Madura United), dan Awan Setho Rahardjo (Bhayangkara FC). Indra menyebut minimnya pengalaman internasional jadi alasan tercoretnya Nadeo dari skuat akhir yang bakal diboyong ke Kamboja. Diakui Indra bahwa Nadeo tersingkir karena kalah bersaing dari Riyandi. “Riyandi punya pengalaman internasional yang banyak, alasan saya itu,” kata Indra usai sesi latihan di Lapangan ABC Senayan, Jakarta, Kamis sore. Tercoretnya Nadeo memang sempat memancing komentar dari warganet, mengingat kiper jebolan SSB Macan Putih Kediri itu musim lalu cukup kerap dimainkan oleh Borneo FC di Liga 1 Indonesia. Nadeo juga tampil cukup prima ketika menjaga gawang Timnas U-22 dalam laga uji coba terakhir menghadapi Madura United, meski kemasukan gol Slamet Nurcahyo lima menit jelang babak pertama usai. Indra menegaskan gol tersebut bukan menjadi alasan pencoretan Nadeo, sebab penilaiannya menyeluruh termasuk tiap sesi latihan yang diikuti. “Akumulasi semua, ada kesehatan, psikotes, sesi latihan, hingga uji coba. Dari rekapitulasi semua itu, ada yang kita pilih,” ujar Indra. Pun demikian, nama Nadeo, lanjut Indra, masuk daftar 40 pemain yang akan diseleksi kembali saat Timnas U-23 tampil di kualifikasi Piala Asia U-23 di Vietnam pada Maret nanti. (Adiantoro)

Tunggu Saddil dan Osvaldo, Indra Sjafri Masih Enggan Coret Pemain Timnas U-22

Bek Timnas U-22 sekaligus kapten, Andy Setyo (2/merah), tengah berduel dengan tim Bhayangkara FC, pada laga uji coba jelang Piala AFF U-22, di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (6/2). Kedua tim akhirnya bermain imbang 2-2. (Bola.com)

Bekasi- Pelatih Timnas U-22, Indra Sjafri, belum memutuskan terkait pencoretan pemain. Indra berujar harus menunggu kepastian Saddil Ramdani dan Osvaldo Haay. Timnas U-22 bermain dengan skor akhir 2-2 melawan Bhayangkara FC pada uji coba di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (6/2). “Kami sedang mendiskusikan mengenai pencoretan pemain. Saya juga sedang menunggu kepastian Saddil Ramdani dan Osvaldo Haay,” kata Indrai dalam konferensi pers seusai pertandingan. Saddil sebenarnya sudah tidak diizinkan Pahang FA untuk bergabung dengan Timnas Indonesia U-22. Namun, PSSI ternyata masih melobi agar bisa menggunakan jasa Saddil di Piala AFF U-22 2019. Sementara Osvaldo saat ini sedang menjalani latihan bersama klub kasta kedua Spanyol, CD Numancia. Indra masih menunggu apakah sang pemain bisa bergabung dengan timnya atau tidak. Selain itu, adanya cedera pemain membuat Indra enggan melakukan perjudian dalam pencoretan pemain. “Jadi, strategi pencoretan pemain masih harus saya pertimbangkan. Masih ada satu pemain yang cedera, yakni M. Rafli. Apakah dicoret sebelum kami ke Malang atau nanti? Mungkin besok pagi akan saya informasikan,” ujarnya. Pada pertandingan ini, Timnas U-22 sejatinya berhasil unggul 2 gol lebih dulu melalui aksi Andi Setyo dan tendangan penalti Gian Zola. Namun, begitu beberapa pemain diganti permainan Timnas menurun. Sebaliknya, Bhayangkara FC mampu bangkit dan mencetak dua gol penyeimbang melalui aksi Ilham Udin dan Mahir Radja Menurut Indra, tim pertama yang bermain pada babak pertama, memiliki kelebihan dalam serangan. Namun, permainan tim kedua yang menjadi sorotan adalah skema serangan balik yang lambat. “Tim pertama, serangannya lebih rapi dan bermain dengan position yang lebih progresif. Adapun tim kedua, kami meminta untuk bermain dengan counter attack. Namun, saat transisi counterattack-nya lambat,” tukas pelatih kelahiran 2 Februari 1963, usai pertandingan. “Saat deep-defending dan melakukan counter, mereka seharusnya bangun serangan. Tapi ini tak terjadi. Ketika deep-defending keluar dengan konvesional counterattack, seharusnya cepat. Orang pertama yang harus lihat adalah Beni Oktaviansyah, dia paling ujung, kalau tidak bisa, dia harus keluar dengan channel yang ada,” tegasnya. Selain itu, ia juga menyoroti kesalahan mendasar yang dilakukan tim kedua. Contohnya kesalahan ketika kiper sudah berniat membangun serangan, namun dua center back malah mengembalikan lagi bola. “Kiper sudah mulai serangan, tapi kedua center back mengembalikan bola ke kiper. Ini konyol. Kenapa? Ketika bola dikembalikan ke kiper, maka kiper sudah kehilangan senjata yakni tangannya. Harusnya lebih progresif ke depan. Tim yang kedua juga kurang smooth ketika keluar dari tekanan,” ucap pelatih asal Sumatra Barat itu. “Kami akan mencoba lagi pada tanggal 10 melawan Arema FC. Saya yakin Timnas Indonesia U-22 ini bisa lebih baik lagi. Saya dan tim pelatih sudah melihat apa yang harus diperbaiki kedepan,” pungkasnya. (Adt)

Timnas U-22 Hadapi Bhayangkara FC di Bekasi, Tiga Winger Terbaik Absen Piala AFF 2019

Pemain Timnas U-22, Osvaldo Haay, saat melakukan latihan di Stadion Madya Senayan, Jakarta, pada Selasa (22/1). Gelandang 21 tahun itu dikabarkan menerima tawaran trial dari klub Segunda Division Spanyol, CD Numancia, sehingga terancam absen tampil di Piala AFF U-22 2019. (Bola.com)

Jakarta- Direktur Teknik Bhayangkara FC, Yeyen Tumena, mengungkapkan pertandingan uji coba timnya melawan Timnas U-22 digelar di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (6/2). Meski mengungkapkan jadwal dan tempat agenda uji coba, Yeyen belum membocorkan terkait harga dan jumlah tiket laga ini. Pertandingan melawan Timnas U-22 akan digelar di Stadion Patriot pada 6 Februari 2019 pukul 15.30 WIB. Pertandingan ini bisa disaksikan umum dan kami akan jual tiket,” kata Yeyen kepada wartawan. “Kami mau koordinasi dengan PSSI. Panpelnya itu dari Bhayangkara FC, tapi perangkat pertandingan dan tanggung jawab dari PSSI,” ujar Yeyen. Melawan Bhayangkara FC merupakan agenda pertama Timnas U-22 setelah pemusatan latihan, sejak 7 Januari 2019. Laga ini digelar untuk mempersiapkan Garuda Muda tampil di Piala AFF U-22 2019. Setelah itu, Timnas U-22 kembali melakoni uji coba melawan Arema FC, pada Minggu (10/2). Sayangnya, anak asuh Indra Sjafri ini berpotensi tak diperkuat winger-winger terbaiknya, di Piala AFF 2019. Kepastian itu terjadi, usai mereka tak mendapat izin dari klubnya. Piala AFF 2019 yang berada di luar kalender FIFA, membuat klub-klub luar negeri tak berkewajiban melepas pemainnya ke Timnas Indonesia. Kabar terbaru, Pahang FA berkirim surat dengan PSSI, yang isinya dengan berat hati tak bisa meminjamkan Saddil Ramdani. Pahang FA hanya mau melepas Saddil, untuk Kualifikasi Piala AFC U-23 2020, pada Maret mendatang. Langkah yang dilakukan Pahang FA, serupa dengan Lechia Gdansk. Selain karena bukan agenda FIFA, Lechia Gdansk enggan melepas Egy Maulana Vikri, karena mereka berada pada pekan-pekan krusial di Liga Polandia. Hal ini tentu saja menjadi kabar buruk buat Timnas U-22. Selain kedua nama itu, belakangan Osvaldo Haay, juga diyakini absen pada ajang Piala AFF 2019. Pemain 21 tahun itu justru menerima tawaran trial, dari klub Segunda Division Spanyol, CD Numancia. Situasi ini tentu saja membuat Indra gamang. Apalagi ketiga pemain-pemain tersebut sangat cocok dengan karakterisik permainan yang diusung arsitek asal Sumbar itu. Pelatih kelahiran 2 Februari 1963 itu pun belum memutuskan apakah mengandalkan sumber daya pemain yang ada, atau memanggil nama baru. Keputusan itu akan diambil Indra, setelah Timnas U-22 melakukan uji coba. “Indonesia punya banyak pemain. Kami akan melihat perkembangan setelah uji coba nanti,” tegas Indra. (Adt)

Pakai Jersey Nomor 38, Firza Andika Pilih AFC Tubize Karena Sepi

Usai resmi menandatangani kontrak dengan klub kasta kedua Liga Belgia, AFC Tubize, Firza Andika, akan memakai nomor punggung 38. Ia akan membela tim berjuluk Les Sang et Or (Si Merah Darah dan Emas) itu selama dua musim. Tampak Firza (kiri), dan CEO AFC Tubize, Shim Chan Koo, di Kantor Northcliff, Jakarta, pada Jumat (25/1). (bolasport.com)

Jakarta- Eks Timnas U-19 yang tengah mengikut Pelatnas Timnas U-22, Firza Andika resmi menandatangani kontrak dengan klub kasta kedua Liga Belgia, AFC Tubize. Firza telah menandatangani kontrak berdurasi dua musim dalam acara seremoni yang digelar di Kantor Northcliff Indonesia, SCBD, Jakarta, Jumat (25/1). Hadir dalam kesempatan ini berbagai perwakilan pihak-pihak yang mendukung Firza merumput dan berkarir di Eropa. Yakni Shim Chan Koo selaku CEO AFC Tubize, dan Khairul Asyraf selaku Consultant of Northcliff Sport. Selain resmi menandatangani kontrak berdurasi dua musim, Firza juga mendapatkan nomor punggung 38. “Pakai nomor 38 karena sebenarnya mau pakai 11 atau 29. Tapi, nomor itu sudah dipakai,” ujar pemuda kelahiran Medan 11 Mei 1999. “Kalau 3 ditambah 8 ‘kan jadinya 11 juga dan itu adalah tanggal lahir dan di timnas pun pakai nomor 11,” ujar bek sayap yang mengawali karir dari SSB Tasbih dan SSB Asamkumbang di Medan. “Terima kasih untuk Northcliff yang mendukung saya selama ini. Terima kasih juga manajemen Tubize. Mungkin anak Indonesia bisa bermimpi seperti saya. Intinya bekerja keras untuk bisa menggapai mimpi,” tukas jebolan Akademi Semen Padang dan Sekolah Semen Padang ini. Firza punya dua pilihan sebelum akhirnya menerima tawaran klub kasta kedua Liga Belgia, AFC Tubize. Selain menjalani trial di Tubize, pemain yang pernah menjadi bek kanan, gelandang, sayap kiri dan striker ini, sempat menunjukkan kemampuannya bersama klub kasta keempat Liga Spanyol yakni UD Alzira. Kedua klub itu kemudian sama-sama menyatakan minatnya kepada eks bek kiri PSMS Medan itu. Ia akhirnya lebih memilih AFC Tubize dan menandatangani kontrak berdurasi dua musim di Kantor Northclifff, Jakarta, Jumat (25/1). Lalu apa alasan Firza memilih berkarier di klub dengan Stadion Leburton sebagai kandang itu ? “Saya pilih Tubize karena permainan timnya sangat bagus. Orang-orangnya juga bisa berkomunikasi dengan baik dan sangat terbuka,” bilangnya paska tandatangani kontrak. “Jadi, saya sangat ingin bermain di sana. Selama trial, di sana juga tak ada kendala berarti, seperti misalnya cuaca,” terang pemain yang punya kecepatan ini. Kota Tubize, berada sekitar 33 km ke arah selatan Brussel, ibu kota Belgia. Suasana sepi Tubize, juga jadi salah satu faktor pilihannya. Firza bisa fokus mengembangkan karier dan bakatnya. “Lingkungan di sana juga bagus karena sepi, jadi bisa lebih fokus. Apalagi saya orangnya tak terlalu suka main keluar,” tuturnya. (Adt)

Teken Kontrak Dua Tahun, Bek 19 Tahun Asal Medan Bela Klub Kasta Kedua Belgia

Bek sayap serba bisa milik Timnas U-19 dan mantan pemain PSMS Medan, Firza Andika (kiri), resmi dikontrak Klub kasta kedua Liga Belgia, AFC Tubize. Pemain Kelahiran Medan 11 Mei 1999 ini bergabung usai tampil di Piala AFF U-22. (foxsports.co.id)

Jakarta- Pesepakbola asal Medan, Firza Andika mewujudkan mimpinya bermain di Eropa. Klub kasta kedua Liga Belgia, AFC Tubize resmi mengontrak eks pemain PSMS tersebut, pasca mengikuti proses trial selama dua minggu pada November 2018. Hal tersebut dibenarkan Khairul Asyraf, agen Firza yang juga Direktur 2Touch. “Iya benar (sudah deal) di sana. Dia dikontrak dua tahun,” ujarnya via WhatsApp, Kamis (24/1) petang. Konsultan Sepak Bola Divisi Olahraga NorthCliff ini menambahkan pilihan jatuh ke AFC Tubize juga lantaran klub tersebut sangat bagus untuk perkembangan pemain muda. “Klub yang sangat bagus untuk mengembangkan potensi pemain muda di sana,” jelasnya. Namun, Firza belum bisa bergabung dengan klub barunya, karena mengikutui pemusatan latihan Timnas U-22 di Jakarta. Mantan bek sayap kiri PSMS itu berpeluang tampil di Piala AFF U-22 bulan depan di Kamboja. Klub Tubize didirikan pada tahun 1990 dan saat ini bermain di First Divison B (kasta kedua) Belgia di bawah asuhan manajer Philippe Thys. Pemain Kelahiran Medan 11 Mei 1999 ini akan memulai transisi dari tim cadangan (reserve), sebelum bergabung dengan tim senior tahun ini. First Division B di Belgia saat ini berada di tahap paruh kedua musim, selayaknya kompetisi lain di Eropa, dan klub ini juga memiliki relasi yang kuat dengan raksasa Inggris, Manchester City. Ernest Agyiri dan Aaron Nemane adalah pemain Tubize yang dipinjam dari tim Premier League Inggris, sementara putra dari legenda Liverpool Ronny Rosenthal, yakni Tom Rosenthal, akan menjadi salah satu rekan satu tim bek sayap serba bisa milik Timnas U-19 dan PSMS Medan, di Tubize nanti. Kini Firza segera menyusul rekannya di Timnas U-19 yaitu Egy Maulana Vikri yang lebih dulu bergabung dengan klub Polandia, Lechia Gdansk sejak tahun lalu. Indonesia kini telah menarik banyak minat para pencari bakat dari klub-klub di sepakbola Eropa. (Adt)