Tim U-23 Indonesia Terus Matangkan Strategi

Tim U-23 Indonesia Terus Matangkan Strategi

Tim U-23 Indonesia menjalani latihan pematangan strategi di Lapangan B, Jakarta, Sabtu (1/5) malam. Pada latihan ini trio pemain yakni Egy Maulana Vikri, Witan Sulaeman, dan Saddil Ramdani sudah ikut bergabung. Latihan berlangsung selama kurang lebih dua jam dengan intensitas tinggi. Para pemain tampak bersemangat dan antusias mengikuti latihan dibawah instruksi pelatih Shin Tae-yong. “Hari ini, program latihan dengan intensitas tinggi. Dua hari ini intensitas tinggi. Ketika pindah ke Vietnam, fokus conditioning,” kata Shin Tae-yong. “Untuk kondisi (tiga) pemain tersebut baik, performa dan kondisinya,” sambung Shin Tae-yong. Namun dari ketiganya, Saddil Ramdani harus terus dijaga. Mengingat belum lama harus melakoni pertandingan bersama Sabah FC. Ada pun Witan Sulaeman dan Egy Maulana Vikri sudah lebih dahulu beristirahat. Keduanya sudah berada di Indonesia selama sepekan. “Mereka sudah dapat libur dan kondisinya baik. Untuk Saddil sebelumnya ada pertandingan, jadi perlu dikontrol agar kondisi tetap fit,” jelasnya. Garuda Muda juga terus terus membiasakan diri menggunakan bola resmi SEA Games 2021. Bola bermerek Dong Luc seri UHV 2.07 sudah dipergunakan sejak menjalani pemusatan latihan di Korea Selatan.

Dua Garuda Muda Ini Batal Tampil di SEA Games

Dua Garuda Muda Ini Batal Tampil di SEA Games

Pelatih Tim U-23 Indonesia, Shin Tae-yong resmi memilih 20 nama pemain untuk memperkuat Garuda Muda di ajang SEA Games 2021 yang dimulai dari tanggal 6 hingga 22 Mei mendatang. Namun, ada dua pemain yang urung tampil pada pesta olahraga se-Asia Tenggara tersebut. Ialah Pratama Arhan dan Ramai Rumakiek. Dua pesepakbola muda tersebut memiliki alasan masing-masing tidak tampil di SEA Games mendatang. Untuk Pratama Arhan yang bermain di Tokyo Verdy, Jepang, ia tidak bisa bergabung bersama Tim U-23 Indonesia pada ajang SEA Games 2021 karena ingin fokus bersama klubnya tersebut. Seperti diketahui, Pratama Arhan baru bergabung ke klub kontestan J-League 2 tersebut pada akhir Maret lalu. Ia pun masih belum memperoleh kesempatan bermain di klub tersebut. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan memaklumi keputusannya tersebut. “Saya sudah berkomunikasi dengan Pratama Arhan dan memang dirinya harus fokus ke klub Tokyo Verdy karena dia baru saja bergabung dan membutuhkan waktu untuk beradaptasi,” kata Iriawan. “Arhan sebenarnya dibutuhkan oleh pelatih Shin Tae-yong demi target mendapatkan emas di SEA Games 2021. PSSI tetap mendukung kariernya di klub Tokyo Verdy, semoga event timnas selanjutnya Arhan bisa bergabung,” tambahnya. Sementa itu, Ramai Rumakiek tidak dapat tampil karena cedera adductor paha kiri dan otot yang dialaminya. Namun, kondisinya sudah berangsur membaik setelah ditangani oleh tim dokter dari PSSI. Hasilnya seperti dilaporkan Head of Medis PSSI Dokter Syarif Alwi kepada Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan. “Hari ini Rumakiek berada di Medical Centre PSSI untuk melakukan terapi sekaligus tes kemampuan otot. Apakah sudah layak berlatih atau belum. Hasilnya luar biasa. Sudah tidak ada keluhan apapun. Saya bersyukur Rumakiek cepat sembuh,” ujar Iriawan. Pemain Persipura Jayapura ini sejatinya akan diproyeksikan untuk mengikuti SEA Games Vietnam. Namun, karena saat itu cederanya belum sembuh yang bersangkutan gagal ikut ke Korea Selatan untuk mengikuti pemusatan latihan. Pelatih Shin Tae-yong pun akhirnya mencoret namanya. “Perjalanan Rumakiek masih panjang. Usianya masih 20 tahun dan bisa memperkuat timnas di event lainnya. Yang penting sekarang dia sembuh dulu,” imbuh Iriawan. Setelah diyatakan sembuh, Rumakiek akan kembali ke Papua dalam 1-2 hari ini. Sementara itu, untuk Saddil Ramdani, Asnawi Mangkualam, Egy Maulana, Elkan Baggott dan Witan Sulaeman dipastikan dapat bergabung bersama skuad Garuda Muda di SEA Games 2021.

Kalah Tipis, Garuda Muda Akui Keunggulan Tim Daejeon Citizen

Kalah Tipis, Garuda Muda Akui Keunggulan Tim Daejeon Citizen

Tim U-23 Indonesia harus mengakui keunggulan tim Daejeon Citizen dengan skor 2-3 pada laga uji coba di Daejon World Cup Stadium, Korea Selatan, Rabu (27/4). Dua gol Indonesia dicetak oleh Ricky Kambuaya pada menit ke’33 dan Irfan Jaya menit ke’76. Laga ini merupakan uji coba ketiga bagi skuad Garuda Muda, sebelumnya Marc Klok dan kawan-kawan kalah 0-2 dari Pohang Steelers (21/4) dan menang 4-2 atas Andong Science College (23/4). Pada babak pertama, Daejeon unggul 2-1 dan skor 3-2 menjadi hasil akhir pertandingan ini. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengatakan bahwa kekalahan ini menjadi pelajaraan serta pengalaman berharga bagi Garuda Muda menuju SEA Games 2021 mendatang. “Kami tetap mengapresiasi perjuangan pemain yang sudah menjalani pemusatan latihan dan uji coba di Korea Selatan selama dua pekan ini. Saya harap pemain terus fokus, disiplin dan terus berjuang keras apalagi di SEA Games nanti PSSI menargetkan meraih emas,” kata Iriawan. “Setelah uji coba ini pelatih tentu sudah ada pilihan 20 pemain yang akan dibawa ke Vietnam. Yang jelas pemain yang terpilih merupakan pilihan pelatih dan PSSI siap mendukung penuh,” tambahnya. Selanjutnya seusai uji coba ini, Tim U-23 Indonesia akan kembali ke Indonesia pada Jumat (29/4). Seetelah itu mereka akan bertolak ke Vietnam pada tangggal 3 Mei untuk mengikuti SEA Games 2021. Pada ajang tersebut, Indonesia tergabung di Grup A bersama tuan rumah sekaligus juara bertahan Vietnam, Myanmar, Filipina, dan Timor Leste. Laga perdana Indonesia akan melawan Vietnam pada Jumat (6/5) mendatang.

Kabar Baik! Asnawi Sudah Gabung Bersama Garuda Muda

Kabar Baik! Asnawi Sudah Gabung Bersama Garuda Muda

Bek kanan andalan Tim U-23 Indonesia, Asnawi Mangkualam Bahar, sudah bergabung dalam pemusatan latihan (TC) skuad Garuda Muda. Bahkan, pemain Ansan Greeners FC itu sudah mengikuti sesi latihan Tim U-23 Indonesia di Daejeon World Cup Stadium, Selasa (26/4). Asnawi akan ikut dalam uji coba terakhir Tim U-23 Indonesia melawan Daejeon Hana Citizen di Stadion Distrik Suseong, Daegu, Rabu (27/4). “Intinya sangat senang bergabung di sini, walaupun gabung di uji coba terakhir melawan Daejon (Hana). Setelah itu, saya akan kembali ke Ansan (Greeners), baru tanggal 3 (Mei) bergabung dengan (Tim U-23) di Vietnam untuk SEA Games (2021),” kata Asnawi. “Besok uji coba saya main, sambil menunggu informasi (dari Ansan) bisa atau tidak gabung (ke Timnas) tanggal 3 (Mei). Jadi saya berikan yang terbaik untuk Indonesia,” ujarnya. “Mendapatkan hasil terbaik, tentu dengan kemenangan. Agar pemain percaya diri saat bertanding melawan Vietnam nanti di laga pembuka SEA Games. Dan tentunya agar semua pemain dalam motivasi yang bagus, setelah menjalani TC yang cukup lama di sini,” tambah pemain berumur 21 tahun tersebut. Di sisi lain, Asnawi juga bertekad memberikan yang terbaik untuk Tim U-23 Indonesia di SEA Games 2021 Vietnam. “Harapannya dapat medali emas. Ini SEA Games ketiga saya. Pertama, saya dapat perunggu (Malaysia 2017), lalu perak tahun 2019 kemarin (Filipina), dan semoga kali ini emas,” harap Asnawi. Di SEA Games 2021, Tim U-23 Indonesia tergabung di Grup A cabang olahraga sepak bola putra, bersama tuan rumah sekaligus juara bertahan Vietnam, Myanmar, Filipina, dan Timor Leste. Skuad Garuda Muda akan melawan Vietnam, pada laga perdana SEA Games 2021, 6 Mei mendatang.

Bantu Penyembuhan Ketua Umum PSSI Temui Ramai Rumakiek

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan memberikan perhatian khusus kepada pemain sayap Timnas Indonesia, Ramai Rumakiek. Hal ini setelah pemain asal Papua tersebut mengalami cedera otot. Rumakiek pun didatangkan dari Jayapura, Papua pada Senin (25/4) untuk menjalani pengobatan hingga sembuh. Untuk itu, Ketum PSSI memberikan perintah kepada Head of Medis PSSI, Dokter Syarif Alwi untuk menangani hal ini. “Kami berharap Rumakiek dapat tampil di SEA Games mendatang. Semalam saya langsung melihat kondisi Rumakiek begitu dirinya tiba di Jakarta. Saya melihat semangat dia sangat luar biasa untuk sembuh,” kata Iriawan. Pada Selasa (26/4) ini, Rumakiek akan menjalani pengobatan di Rumah Sakit Royal Progress, Jakarta. Ia diharapkan tidak butuh waktu lama untuk sembuh dan segera bergabung bersama Garuda Muda. Seperti diketahui, Tim U-23 Indonesia sedang mengikuti pemusatan latihan (TC) di Korea Selatan untuk mengikuti SEA Games 2021 mendatang. Indonesia tergabung di grup A bersama tuan rumah Vietnam, Filipina, Timor Leste, dan Myanmar. Rahmat Irianto dan kawan-kawan akan menghadapi laga pertama pada tanggal 6 Mei mendatang melawan tuan rumah Vietnam.

Baggott Pemain Pertama Indonesia Tampil di Liga Profesional Inggris

Baggott Pemain Pertama Indonesia Tampil di Liga Profesional Inggris

Elkan Baggott mencatatkan namanya di buku sejarah sebagai orang Indonesia pertama yang bermain di sepak bola Liga Inggris usai dirinya mendapatkan debut bersama Ipswich Town. Sebagaimana diketahui, Elkan Baggott merupakan produk akademi Ipswich Town. Ia bahkan sudah mendapatkan kontrak profesional pertamanya di Inggris dari klub berjuluk The Tractor Boys tersebut. Tak berselang lama, bek berusia 19 tahun itu kemudian memantapkan diri menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Baggott juga sudah membela timnas senior ketika Piala AFF 2020 lalu. Meski sudah menjadi WNI, bek berpostur jangkung ini tetap melanjutkan kariernya di Inggris karena masih terikat kontrak hingga tahun 2023 mendatang. Sempat beberapa kali dipinjamkan, Baggott kemudian dipercaya memainkan banyak pertandingan di tim Ipswich Town U-23. Pemain yang lahir di Bangkok itu tampil impresif sehingga bisa promosi ke tim utama. 🇮🇩👏 Elkan Baggott will become the first ever Indonesian to play in English professional football this afternoon.#itfc pic.twitter.com/iq7q7IknFN — Ipswich Town (@IpswichTown) April 16, 2022 Elkan Baggott dipanggil ke tim utama karena stok bek yang dimiliki Ipswich Town menipis. Setelah beberapa kali masuk skuad tapi tak dimainkan, kini bek tengah timnas Indonesia ini menjadi starter. Pemain bertinggi 1,94 meter ini muncul jadi starting utama ketika Ipswich Town bertandang ke markas Rotherham United dalam lanjutan League One atau kasta ketiga Liga Inggris pada Sabtu (16/4/2022). Elkan Baggott tampil penuh 90 menit dalam laga tersebut. Hal itu kemudian membuatnya jadi pemain Indonesia pertama yang bermain di sepak bola profesional Inggris. Sementara itu, pertandingan antara Rotherham United melawan Ipswich Town berlangsung ketat. Sayangnya tuan rumah berhasil unggul tipis 1-0 dari tim Elkan Baggott. Hasil pertandingan itu membuat Rotherham United berada di ururtan ke-2 klasemen sementara League One. Sedangkan Ipswich Town tertahan di papan tengah atau urutan ke-10.

Menpora dan Ketum PSSI Resmikan Medical Center.

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali bersama Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan meresmikan Medical Center PSSI di Gedung GBK Arena, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (14/3). Pada kesempatan ini juga hadir Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Chandra Bhakti, Sekjen PSSI Yunus Nusi, Wasekjen PSSI Maaike Ira Puspita, Direktur Teknik, Indra Sjafri, Direktur LIB Akhmad Hadian Lukita, dan Direktur GBK Rakhmadi Afif Kusumo. Peresmian medical center PSSI ditandai dengan pengguntingan pita. Iriawan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden RI Joko Widodo dan Menpora atas dukungan dan perhatiannya terhadap sepak bola Indonesia. “Terima kasih pak Menpora (Zainudin Amali) atas dukungan yang luar biasa dan meresmikan medical centre PSSI hari ini. Sehingga tentu ruangan ini sangat bermanfaat bagi para atlet karena memang alat-alatnya cukup canggih. Ini alat dari Australia dan Jerman yang kita ketahui kelasnya adalah dunia,” kata Iriawan. Pada saat acara peresmian, Menpora dan Ketum PSSI juga mengecek langsung alat-alat di medical center PSSI sembari dijelaskan oleh para dokter PSSI tentang kegunaannya. “Sepanjang sejarah berdirinya PSSI, ini kali pertama mempunyai medical centre. Tentu ini harus dimanfaatkan dengan baik, terutama untuk perawatan pemain yang mengalami cedera dapat ditangani disini. Apalagi PSSI mempunyai tim medis yang handal,” tambah Iriawan. Menpora, Zainudin Amali menambahkan keberadaan medical center ini merupakan salah satu bentuk sinergi antara pemerintah (Kemenpora) dan PSSI. “Saya kira sinergi antara PSSI dan pemerintah, teman-teman media sudah bisa lihat sekarang ini luar biasa, kita memberikan dukungan ,tetapi dukungan kita selalu sesuai aturan. Kita berharap ini akan bisa dimanfaatkan secara maksimal, dan pemerintah memberikan dukungan sepenuhnya terhadap keberadaan medical center. Selamat atas peresmian ini. Mudah-mudahan semakin baik prestasi olahraga kita pada umumnya dan khususnya sepak bola. Fasilitas ini bisa dimanfaatkan semaksimal termasuk para atlet kita“ kata Zainudin Amali. Menpora pun memberikan apresiasi kepada PSSI karena dinilai telah melakukan hal tersebut sesuai standar governance. Di samping itu, Menpora menyebutkan bahwa cabang olahraga sepak bola mendapat perhatian khusus dari Presiden Joko Widodo. Hal itu ditandai dengan adanya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional. “Bapak Presiden menaruh perhatian besar terhadap olaharaga ini karena sekitar 73%- 75%% rakyat Indonesia sangat suka sepak bola. Sekarang saya melihat, PSSI masih berada di jalur dan track yang benar. Itu sebabnya pemerintah akan mendukung,’’ tutup Menpora. Sumber: www.pssi.org

Ketum PSSI Kecewa dengan Kinerja Wasit di Liga 3. Ancam Ambil Wasit dari Luar Negeri.

Buntut dari buruknya kinerja wasit Liga 3 dalam memimpin pertandingan akhirnya membuat PSSI mengadakan pertemuan virtual dengan wasit-wasit yang mendapatkan tugas untuk memimpin kompetisi Liga 3 babak 16 besar. Dalam pertemuan (08/03/2022) itu hadir Ketua Umum Mochamad Iriawan, Sekretaris Jenderal Yunus Nusi, wasit, dan asisten wasit. Arahan Ketum PSSI ini untuk merespons serta mengevaluasi kinerja wasit, seusai Liga 3 babak 16 besar yang telah bergulir dalam dua hari belakangan ini. Apalagi ada kesalahan-kesalahan yang berulang kali dilakukan oleh wasit saat memimpin laga. Terakhir saat wasit yang memimpin laga antara Farmel FC dan Persikota di mana ada keputusan wasit (Untung Santoso), asisten wasit pertama (Hidayat), dan asisten wasit kedua (Yulianto) yang menjadi kontroversial. Dalam pertandingan itu, Farmel menang 3-0 melawan Persikota Tangerang. Keputusan wasit yang menyatakan on side 2-4 meter dianggap off side. Demikian juga yang bukan takling tapi diberikan penalti. Dalam pertemuan itu, Iriawan mengaku kecewa kepada wasit-wasit tersebut. “Saya merasa terganggu dengan adanya masalah keputusan-keputusan kontroversial yang dibuat oleh para wasit yang bertugas. Bisa jadi opsinya saya mencari wasit-wasit lain dari luar negeri,” katanya. “Saya tidak ingin dicap ada permainan di dalam PSSI. Bisa berubah kalian? Saya berdarah-darah dan jatuh bangun membangun sepak bola yang sempat berhenti nyaris dua tahun.” Iriawan mengultimatum wasit-wasit ini untuk memperbaiki kinerjanya. “Saya mohon ini diperbaiki. Karena saya kecewa. Jadi maaf saya bicara keras. Bisa berubah atau tidak? Kalau tidak, tak usah jadi wasit, cari nafkah dan kerjaan lain. Ambil contoh Thoriq (Alkatiri), dia bisa menjadi contoh dan anutan bagi kalian,” tuturnya. Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu juga meminta wasit melihat lagi video rekaman pertandingan antara Farmel dan Persikota. “Coba kalian lihat lagi video rekaman Farmel dan Persikota. Sekali lagi, kalian ditonton oleh ratusan juta pasang mata yang mencintai sepak bola Indonesia. Yang baik tingkatkan. Ke depannya jangan ada salah lagi. Apa yang terjadi dengan para wasit-wasit terkait keputusan kontroversial dampaknya bukan ke kalian saja, tapi kami, PSSI. Saya, Waketum, dan Sekjen, serta Exco,” ucapnya. Pada arahan terakhirnya Iriawan berkata, “Kalian para wasit harus punya integritas, memimpin dengan benar dan hati nurani jangan ada keberpihakan atau salah keputusan,” imbuhnya. Senada dengan Iriawan, Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi berharap kejadian seperti itu tidak terulang lagi. “Bisa jadi nanti orang-orang sudah tidak percaya dengan wasit-wasit Indonesia, dan kami bisa saja mengambil wasit-wasit dari luar negeri. Itu akan memicu wasit-wasit Indonesia untuk bisa lebih baik. “Nanti juga akan ada Piala Soeratin U-17, U-15 dan U-13, jangan sampai Anda merusak mimpi anak-anak itu dengan keputusan-keputusan yang salah. Semoga masih ada niat baik dari kawan-kawan untuk memimpin laga dengan baik dan semangat serta kemauan baik di laga-laga Liga 3 berikutnya,” tutupnya. Sumber: www.pssi.org

Indra Sjafri Berbagi Ilmu Kepada Pesepak Bola Muda Kalteng

Indra Sjafri Berbagi Ilmu Kepada Pesepak Bola Muda Kalteng

Direktur Teknik Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Indra Sjafri, berbagi ilmu cara bermain sepak bola yang baik kepada warga dan pesepak bola di Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah. “Saya sudah katakan kemarin bahwa talenta pemain muda di Palangka Raya ada, hanya saja perlu dikembangkan untuk meningkatkan kualitas bermainnya,” kata Indra Sjafri di Palangka Raya, Minggu. Ia menuturkan, selain pengembangan pemain muda di tentunya harus ada dukungan dari pelatih yang baik. Harapannya skill yang dimiliki pemain muda juga bisa dilakukan pembinaan oleh tim pelatih. Selain itu, lapangan untuk bermain sepak bola juga harus banyak sehingga perkembangan olahraga ini setiap tahunnya akan ada kemajuan dan melahirkan pemain-pemain muda berkualitas. “Asosiasi Provinsi (Asprov) di daerah ini juga harus mendukung, baik itu mengadakan kursus kepelatihan serta pengembangan lainnya agar kemajuan sepak bola di daerah ini berkembang,” ucapnya. Sebelumnya, Indra Sjafri pada Sabtu (5/3/2022) sore, yang sengaja didatangkan oleh klub sepak bola asal Kota Palangka Raya, Kameloh Putra Legend, menggelar coaching clinic di Lapangan Rajawali Sakti Mini Soccer Jalan Adonis Samad. Indra Sjafri dibantu asistennya Aldi memberikan teknik cara bermain bola yang benar. Salah satunya dari teknik dasar yakni passing bola. Setelah memberikan teknik dasar yakni passing bola akurat, mereka juga membagikan ilmu cara bermain dengan strategi dan inteligensi yang bagus saat berada di lapangan. Salah satunya bermain dari lini belakang, masuk ke bagian tengah hingga merangsak ke pertahanan lawan dan membuat gol. “Untuk dribbling dan passing sudah cukup bagus, hanya saja semua itu perlu diasah agar menjadi baik. Namun semua itu butuh proses,” ungkapnya. Mantan Pelatih Tim Nasional U-19 di era Evan Dimas Darmono dan U-22 Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaiman itu berjanji akan memantau perkembangan sepak bola di Kalteng. Menurut dia, apabila hal tersebut terus dikembangkan setiap tahunnya, maka akan ada muncul talenta muda untuk menjadi pemain sepak bola profesional di kemudian hari.

Menpora Pimpin Rakor Bersama PSSI dan Shin Tae-yong Soal Naturalisasi

Jakarta, 10 Februari 2022, Menpora Zainudin Amali bertemu dengan ketum PSSI dan pelatih Timnas Shin Tae-Yong mengenai permohonan naturalisasi pemain tim nasional. Menpora menegaskan untuk berhati-hati dalam melakukan naturalisasi. “Kita lakukan naturalisasi kalau benar-benar terpaksa dan itu jangka pendek. Karena yang ingin kita bangun itu adalah sepakbola nasional. Kita ada inpres nomer tiga tahun 2019 tentang percepatan pembangunan sepakbola. Kita lebih utamakan pembinaan. Tetapi karena ada kebutuhan untuk tim nasional dan sekaligus kita ingin memperbaiki peringkat timnas kita di FIFA sehingga kita mau tidak mau membutuhkan satu tim nasional yang kuat. Dan untuk sekarang ini kita membutuhkan dukungan dari para pemain naturalisasi yang terseleksi yang benar-benar berdarah Indonesia.” ujar Menpora Zainudin Amali dalam keterangan pers. Berdarah Indonesia ini berarti setidaknya kakek-neneknya berdarah Indonesia dan secara teknis pemain tersebut diperlukan oleh pelatih Shin Tae-Yong. Tugas pemerintah adalah membantu federasi mempercepat proses ini. Ada pun pemain yang akan dipanggil adalah Sandy Walsh dari Belgia dan Jordi Amat dari Spanyol. “Dari hasil yang disiapkan oleh pelatih Sin Tae Yong, dua pemain tersebut yang ingin segera dipanggil oleh yang bersangkutan untuk bisa bergabung dengan Timnas kita. Sehingga nantinya dengan proses yang dibantu oleh Pak Menpora mereka bisa segera datang ke Indonesia untuk bisa bergabung dengan timnas kita. Semua naturalisasi yang diminta Shin Tae Yong kami meneruskan kepada pemerintah untuk membantu segera proses kewarganegaraan untuk bisa bergabung dengan Timnas kita,” kata ketua umum PSSI Mochammad Iriawan. Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-Yong menambahkan sebenarnya kebutuhan akan pemain naturalisasi ini sudah ada di tahun 2021 tapi karena pandemi ini mundur sampai tahun 2023. Kedua pemain tersebut diharapkan bisa membela Indonesia di FIFA U-20 2023 dan Suzuki AFF 2022. “Saya pribadi pernah melatih U-20 dan tim nasional Korea juga bahkan pengalaman tersebut akan sangat membantu untuk tim nasional Indonesia dan U-20 juga. Sekaligus menjalankan program jangka panjang dan itu sebenarnya bagus untuk tim nasional Indonesia,” jelas Shin Tae-Yong.    

Kabar Gembira! Bendera Indonesia Bisa Berkibar Saat Piala AFF U-23

Kabar Gembira! Bendera Indonesia Bisa Berkibar Saat Piala AFF U-23

Keinginan PSSI untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih saat mengikuti kegiataan multiajang di level internasional akhirnya terealisasi setelah Komite Eksekutif World Anti-Doping Agency (WADA) mencabut sanksi itu melalui mekanisme voting. “Kita patut bersyukur dengan pencabutan sanksi ini. Itu berarti kita bisa mengibarkan bendera Merah Putih di ajang internasional. Terima kasih kepada pemerintah dalam hal ini Kemenpora dan semua yang terlibat sehingga sanksi WADA ini akhirnya dicabut,” ujar Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan. Timnas Indonesia dalam waktu dekat akan mengikuti Piala AFF U-23 di Kamboja 14-23 Februari 2022. Itu artinya bendera Indonesia akan bisa berkibar. “Akan ada kebanggan bagi siapa pun kalau atlet bertanding kemudian menjadi juara dan Merah-Putih bisa berkibar. Alhamdulillah,” imbuh Iriawan. Dalam rilisnya WADA mengatakan Indonesia sudah resmi memenuhi standar internasional untuk kepatuhan kode oleh penandatanganan. Hal yang sama juga berlaku untuk Thailand yang sebelumnya terkena sanksi. Sebagaimana diketahui WADA menjatuhkan sanksi selama satu tahun terhadap LADI karena dinilai non-compliance terhadap WADA Code pada 7 Oktober 2021. Imbas sanksi tersebut, Merah Putih tak bisa berkibar saat atlet Indonesia naik podium. Namun, saat ini WADA sudah resmi mencabut sanksi doping itu dari Indonesia dan Thailand. Dengan begitu, dipastikan Merah-Putih bisa berkibar lagi di kancah turnamen olahraga Internasional. Mulai hari ini juga, Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) resmi berganti nama menjadi Indonesia Anti Doping Organization (IADO) setelah sanksi WADA resmi dicabut. Pengumuman nama baru lembaga antidoping tersebut dilakukan di Kemenpora, hari ini. Dengan ini IADO dinyatakan resmi sebagai lembaga antidoping independen dan profesional dari Indonesia. Menpora Zainudin Amali mengatakan, saat ini IADO sudah tidak menjadi bagian dari Kemenpora. Meski demikian IADO masih akan mendapat subsidi dana dari pemerintah untuk keperluan operasional. “Dengan kejadian ini IADO harus profesional, jadi independen. Tidak boleh lagi pengurus yang dari cabor dan juga pemerintah. Jangan sampai ada yang menitipkan ini dan itu,” kata Amali. “Sekarang IADO sudah punya kantor sendiri di Kebayoran, tetapi anggarannya tetap didukung pemerintah. Kalau kebijakan tidak boleh ada campur tangan pemerintah,” ujar Amali menambahkan.

Memiliki Garis Keturunan Indonesia, Kiper Muda Liga Jerman Berpotensi Dilirik Shin Tae-yong

Memiliki Garis Keturunan Indonesia, Kiper Muda Liga Jerman Berpotensi Dilirik Shin Tae-yong

Robin Soeradhiningrat merupakan kiper muda yang saat ini tengah bermain di Liga Jerman. Pria keturunan Jawa tersebut sempat membuat heboh publik lantaran garis keturunannya menuai kontroversi. Salah satu laman penyedia statistik sepak bola dunia, Transfermarkt mengungkap bahwa Robin merupakan pemain keturunan Jerman-Vietnam. Namun dilihat dari nama lengkap Robin yakni, Robin Cristian Soeradhiningrat pasti pecinta sepak bola Indonesia beranggapan bahwa pria usia 20 tahun tersebut keturunan Indonesia berdarah Jawa bukan Vietnam. Keberadaan Robin di Liga Jerman sebagai pemain keturunan Jerman-Indonesia berpotensi dilirik oleh Shin Tae-yong. Pasalnya, pelatih asal Korea tersebut mengakui ingin melakukan naturalisasi pemain keturunan Indonesia untuk memperkuat Timnas Indonesia. Dalam sebuah wawancara media Korea Selatan Myeong Jangdeul, Shin mengaku ingin melakukan naturalisasi namun terbentur oleh prosedur dan keinginan para pemain. Di sisi lain, juru taktik skuad Garuda tersebut enggan melakukan naturalisasi tim secara menyeluruh. Hal tersebut karena dirinya meyakini para pecinta bola tanah air menginginkan skuad Garuda mampu berprestasi dengan para pemain lokal. “Saya bisa membuat satu tim bagus dengan pemain keturunan. Akan tetapi, saya juga berpikir orang Indonesia pasti berharap bisa meraih prestasi bagus dengan para pemain yang ada di Indonesia (pemain lokal red.),” ujarnya dikutip dan diterjemahkan dari YouTube BAL pada Selasa, 11 Januari 2022. Seperti diketahui, Robin Soeradhiningrat bermain di Liga Jerman dengan memiliki darah keturunan Jawa dari orang tua. Kedua orang tuanya merupakan asli Warga Negara Indonesia kemudian tinggal menetap di Jerman. Saat ini, Robin sedang menjalankan laga di kasta kelima sepak bola Jerman yakni, Germania Egestorf/Langreder. Kini dirinya berusia 20 tahun berposisi menjadi penjaga gawang. Selain itu, pria berdarah Jawa tersebut pernah menimba ilmu di Akademi Hannover 96. Meskipun menuai kontroversi lantaran dianggap berdarah Jerman-Vietnam. Akun Twitter @FT_IDN mengungkap Robin adalah pemain berdarah asli Indonesia. “Kalau melihat di situs @TMidn_news tertulis kewarganegaraannya Jerman-Vietnam. Namun, itu dibantah Robin karena dia pure Indonesia,” tulisnya. Keberadaan Robin Soeradhiningrat bisa menjadi bahan pertimbangan bagi PSSI maupun Shin Tae-yong untuk merekrutnya membela Timnas Indonesia.

Jelang Piala Dunia U-20, Pemerintah Dukung PSSI Pertahankan Shin Tae-yong

Jelang Piala Dunia U-20, Pemerintah Dukung PSSI Pertahankan Shin Tae-yong

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali mendukung penuh pelatih tim nasional Indonesia saat ini Shin Tae-yong (STY), yang dipertahankan PSSI untuk persiapan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2023 mendatang. Dukungan pemerintah ini bukan tanpa alasan, beberapa rekam jejak apik dari STY menjadi salah satu alasannya. “Jadi yang memilih ini adalah PSSI sehingga pilihannya kami dukung,” kata Menpora Amali saat menjadi narasumber CNNIndonesia.com secara virtual dari Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (29/12). Menurut Menpora Amali, pelatih STY ini awalnya dikontrak untuk persiapan FIFA U-20 2021 yang ditunda ke tahun 2023. “Pilihan dari federasi kami dukung. Alasannya, kita menjadi tuan rumahnya (FIFA U-20) artinya kita bukan hanya harus sukses menjadi penyelenggara tetapi sukses juga dalam prestasi,” ujar Menpora Amali. “Tentu yang berkontrak antara pelatih timnas Shin Tae-yong itu adalah federasi (PSSI) kemudian pemerintah (Kemenpora) memfasilitasi pembiayaannya,” tambahnya. Menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 menurut Menpora Amali, adalah suatu kesempatan yang luar biasa. Ia menilai kesempatan itu harus dipersiapkan dengan sebaik-sebaiknya. “Bagaimana mempersiapkan timnas ini supaya jangan sampai di babak-babak awal sudah tersingkir, nah butuh pelatih yang berkualitas internasional,” tuturnya. “STY kita tahu bahwa dia adalah pelatih timnas Korea Selatan pada saat Piala Dunia beberapa waktu lalu dan bisa mengalahkan tim Jerman. Kita tahu kekuatan Jerman luar biasa dan saat ini anak-anak kita yang dilatih STY di timnas itu ada banyak perkembangan,” ungkap Menpora Amali. Dari sisi fisik dan mentalitas anak-anak timnas Indonesia lanjut Menpora Amali mengalami banyak kemajuan. “Shin Tae-yong melatih secara komprehensif bukan hanya melatih taktik, strategi tetapi fisik dan mental, kerjasama tim dan sebagainya,” urainya. “Shin Tae-yong sudah mengerti tentang karakter pemain Indonesia dan anak-anak sudah mulai ada chemistry (rasa saling terhubung satu sama lain) dengan STY. Itulah sebabnya, kita tetap pertahankannya meski apapun hasil dari Piala AFF 2020 nanti, STY tetap menjadi pelatih timnas khususnya persiapan kita untuk menuju Piala Dunia U-20 tahun 2023,” urai Menpora Amali menambahkan.

Menpora: Skuad Piala AFF Saat Ini Merupakan Proyeksi Piala Dunia U-20 dan SEA Games

Menpora: Skuad Piala AFF Saat Ini Merupakan Proyeksi Piala Dunia U-20 dan SEA Games

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali menyebutkan skuad tim nasional yang saat ini berlaga di Piala AFF 2020 awalnya diproyeksikan untuk ikut dalam ajang FIFA World Cup U-20 tahun 2021 dimana Indonesia menjadi tuan rumah dan SEA Games 2020 di Vietnam. Namun karena pandemi COVID-19 mewabah di seluruh dunia, maka dua event olahraga ditunda. FIFA World Cup U-20 ditunda ke tahun 2023 dan Sementara SEA Games ditunda ke tahun 2022. Dengan demikian, skuad tim nasional saat ini usia rata-ratanya lebih muda dari skuad tim lain yang berlaga di ajang AFF 2020. Dengan umur yang masih muda, Menpora Amali menilai, ajang AFF 2020 ini menjadi ajang untuk persiapan mereka menuju multi event SEA Games 2022 mendatang. “Timnas ini kita persiapkan untuk SEA Games. Sehingga mereka sudah mendapatkan pengalaman terlebih dahulu bertemu dengan negara-negara di Asia Tenggara karena SEA Games ada batas maksimal usia. Tentu negara lain belum tentu semua timnya akan turun karena rata-rata pemain senior,” ujar Menpora Amali usai menjadi narasumber dalam acara Refleksi Akhir Tahun 2021 TVRI, Minggu (26/12) malam. Menpora Amali optimistis pada SEA Games 2022 di Vietnam nanti cabang Sepakbola akan meraih prestasi. Apalagi saat ini tim Indonesia sudah lolos ke babak Final dan akan menghadapi Thailand. Meskipun awalnya diremehkan oleh negara-negara lain. “Awalnya timnas ini diremehkan oleh beberpa negara, diremehkan bahwa ini anak-anak muda, Indonesia turun dengan tim yang masih muda, tentu belum punya pengalaman tapi semangat mereka luar biasa. Dan jangan lupa tangan coach Shin Tae-yong,” ucapnya. Menpora Amali pun berharap tim nasional Indonesia teyap bersemangat dan meraih kemenangan dalam laga final di Piala AFF nanti untuk membuktikan bahwa skuad muda bisa meraih juara. “Anak-anak harus semangat dan membuktikan bahwa kita akan bisa menjawab semua keraguan orang termasuk harapan dari publik dalam negeri,” harapnya. Sebagaimana diketahui, Timnas Indonesia melaju ke final Piala AFF 2020 setelah mengalahkan Singapura dengan skor 4-2 pada leg kedua. Pada leg pertama Indonesia dan Singapura hanya bermain imbang dengan skor 1-1. Indonesia akan menghadapi Thailand pada final Piala AFF 2020, usai Thailand mengalahkan Vietnam pada leg pertama dengan skor 2-0. Sementara pada leg kedua, kedua hanya bermain imbang tanpa gol. Laga final Indonesia vs Thailand akan dilangsung secara dua leg dan semuanya ditayangkan secara live di RCTI dan iNewsTV. Leg pertama berlangsung pada Rabu 29 Desember 2021 pukul 19.30 WIB dan leg kedua dihelat pada Sabtu 1 Januari 2022 pukul 19.30 WIB.

Naturalisasi Kevin Diks Alot, Shin Tae-yong Incar Pemain Muda Pengganti

Jadi Incaran Shin Tae Yong, Pemain Muda Ini Selangkah Lagi WNI

Program Naturalisasi terus dikedepankan PSSI sesuai permintaan pelatih Shin Tae-yong. Beberapa nama sudah masuk kedalam radarnya. Bahkan, ada yang tinggal selangkah lagi untuk menjadi WNI. Nama Ragnar Oratmangoen, pemain berdarah Belanda-Indonesia jadi salah satu calon pemain naturalisasi yang masuk radar pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong beserta jajarannya. Sosok Ragnar Oratmangoen muncul setelah Kevin Diks tak kunjung merespons niat PSSI untuk melakukan proses naturalisasi. Itu diketahui lewat pengumuman yang dibuat anggota Exco PSSI Hasani Abdulgani. “Pemain keturunan: Karena posisi Kevin Diks dianggap sama dengan Sandy Walsh, akhirnya Coach Shin Tae-yong menukar Diks dengan Ragnar Oratmangoen,” tulis Hasani di Instagramnya “Sampai hari ini dokumen yang sudah 90 persen lengkap baru dari Jordi Amat dan Sandy Walsh. Sedangkan Mess Hilgers belum lengkap. Sedangkan Oratmangoen belum kasih kabar,” tambahnya. Diketahui, Oratmangoen memiliki darah Belanda-Indonesia. Darah Indonesia didapatkan dari sang ayah yang berasal dari Kepulauan Tanimbar, Maluku. Oratmangoen lahir di Kota Oss, Belanda, pada 21 Januari 1998. Setelah menimba ilmu bersama tim muda Top Oss, Ragnar Oratmangoen berkarier bersama tim NEC Nijmegen U-21. Pemain 23 tahun itu lebih dulu menimba ilmu di NEC sejak 2016 namun gagal menembus tim utama Nijgemen yang saat ini bermain di kompetisi teratas Liga Belanda. Pemain serba bisa yang mampu memainkan posisi winger dan gelandang serang itu kemudian mulai mendapat kepercayaan setelah dipinjam ke TOP Oss pada 2018. Oratmangoen kemudian memutuskan pindah ke klub kasta kedua sepakbola Belanda, Cambuur SC, pada 2019. Merujuk statistik Transfermakt, Oratmangoen sukses mencetak 13 gol dan enam assist dari 50 pertandingan di Cambuur. Pada 2021, Oratmangoen memutuskan pindah ke klub kasta teratas Liga Belanda, Go Ahead Eagles. Dari total 17 penampilan, Oratmangoen sudah mengemas dua assist untuk Eagles. Kehadiran Oratmangoen yang bisa bermain di beberapa posisi, diharapkan bisa menambah kekuatan skuad Garuda era Shin Tae-yong.

Subhan Fajri Antusias Mengikuti TC di Turki

Subhan Fajri Antusias Mengikuti TC di Turki

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-18 kembali berlatih di Antalya, Turki, dengan penuh semangat dan antusias. Subhan Fajri yang merupakan lulusan program Garuda Select mengungkapkan rasa syukurnya dapat bergabung pada pemusatan latihan di Turki. Ia juga menceritakan bahwa kondisinya dan para pemain dalam kondisi fit. Latihan tiga kali sehari menjadi menu latihan Garuda Nusantara. Mulai dari latihan fisik di pagi hari, gym di siang ahri, dan latihan di lapangan pada sore hari. “Alhamdulillah, saya bersyukur banget sama Allah SWT dikasih kondisi yang aman, semuanya fit, dan semua pemain fit. Kita sudah menjalani latihan di sini dua hari dan sehari itu kita latihan tiga kali sehari. Paginya kita latihan fisik di pantai, terus siangnya gym, terus sore ini kita latihan strength, taktik, dan semua kondisi anak-anak semua fit dan aman,” kata Subhan. Subhan juga mengungkapkan bahwa ia dan para pemain dapat beradaptasi dengan cuaca di Turki karea suhunya tidak terlalu dingin. Ia juga menambahkan bahwa kondisi rumput latihan di lapangan sangat luar biasa. “Luar biasa sih, kalo cuaca di Turki sih gak terlalu dingin dan gak terlalu lama kita buat beradaptasi di sini setelah kita pindah dari Indonesia karena di sini kita juga ngerasain panas-panas gitu. Terus rumputnya emang luar biasa,” ujarnya. Pemain kelahiran 13 Mei 2003 tersebut juga mengungkapkan bahwa para pemain cukup kaget dengan menu latihan yang diberikan coach Shin Tae-yong. Namun dengan kekompakkan dan semangat juang bersama, para pemain selalu siap dalam menjalani program latihan yang diberikan. “Itu anak-anak pada kaget sih, luar biasa. Soalnya mungkin di klub-klubnya belum ngerasain latihan tiga kali sehari ataupun mungkin belum ngerasain latihan sekeras itu ya. Mungkin anak-anak pada kaget, tapi mereka semuanya siap menjalani latihan tadi, soalnya aman,” jelas Subhan. Pada latihan kali ini, ada tiga pemain yang ikut bergabung latihan bersama dengan Timnas senior untuk beberapa menit, yaitu Subhan, Ronaldo, dan Frezy. “Alhamdulillah seneng bisa disuruh gabung ke senior ya, buat nambah pengalaman juga. Ada dua (idola saya) Arhan dan Bang Asnawi. Idola saya karena kerja keras dan mentalnya kuat,” ungkap pemain asal Persiraja tersebut. Selama menjalani pemusatan latihan di Turki, Subhan berharap dapat meningkatkan kemampuan dan mentalnya. Dengan tambahan jam terbang, ia berharap kemampuannya dapat terbentuk lagi. “Semoga kedepannya mentalitas bermain saya semoga lebih kuat, terlatih di sini dengan porsi latihan coach Shin Tae-yong emang bener-bener keras banget. Jadi mentalitas inshaallah kedepannya bakal lebih baik lagi, bakal terbentuk lagi,” tukasnya.

Asnawi Siap Berikan yang Terbaik untuk Indonesia

Asnawi Siap Berikan yang Terbaik untuk Indonesia

Jelang laga play off kualifikasi Piala Asia 2023 pada 7 dan 11 Oktober mendatang, pemain Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam Bahar mengatakan bahwa dirinya dalam kondisi fit. Saat ini, skuad Garuda sendiri sudah berada di Buriram, Thailand. “Sangat senang dan menikmati latihan bersama penggawa Timnas Indonesia hari ini. Saya dalam kondisi baik dan siap melawan Taiwan,” kata Asnawi. Pemain kelahiran 4 Oktober 1999 tahun tersebut menambahkan bahwa ia sudah melewati proses pemulihan cedera dengan baik. Apalagi ia bertekad membawa Indonesia lolos ke babak kualifikasi Piala Asia 2023 mendatang. “Insya Allah di pertandingan melawan Taiwan kita bisa melakukan apa yang diinginkan pelatih dan meraih hasil terbaik. Harapan saya, kami dapat meraih kemenangan melawan Taiwan,” ujar pemain asal klub Ansan Greeners, Korea Selatan tersebut. Laga Indonesia melawan Taiwan pada laga play off kualifikasi Piala Asia 2023 akan berlangsung di Stadion Chang Arena, Buriram, Thailand, Kamis (7/10). Pada peringkat FIFA, Taiwan saat ini berada di posisi 151 dengan raihan 1046 poin. Asnawi diprediksi akan menjadi pilihan utama pelatih Shin Tae-yong untuk mengisi sektor bek kanan Indonesia melawan Taiwan. Penampilannya yang konsisten dan penuh daya juang membuat ia belum tergantikan di posisi tersebut.

Pemusatan Latihan Timnas U-18 Digelar Bergelombang

Pemusatan Latihan Timnas U-18 Digelar Bergelombang

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-18 akan memulai pemusatan latihan (TC) pada 29 Agustus hingga 11 September 2021. TC ini sebagai persiapan menjelang Piala Dunia U-20 pada 2023. Rencananya, TC timnas U-18 Indonesia akan digelar bergelombang. Untuk itu, pelatih Shin Tae-yong akan memanggil total 72 nama pemain untuk mengikuti TC. Untuk gelombang pertama, Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri, mengatakan sudah ada 36 pemain yang dipanggil ke TC timnas U-18 Indonesia dan akan memulai latihan perdana pada Senin (30/8) sore di Stadion Madya, Senayan, Jakarta. “Pemusatan latihan timnas U-18 akan dilakukan di Jakarta mulai hari ini hingga Sabtu, 11 September. Pemain yang terpilih merupakan pilihan dari pelatih Shin Tae-yong dan tim pelatih. Pada pekan ini ada 36 pemain yang akan mengikuti pemusatan latihan terlebih dahulu. Kemudian, dilanjutkan pekan depan sebanyak 36 pemain lainnya,” kata Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. Iriawan meminta semua pemain menunjukkan performa terbaik selama menjalani pemusatan latihan. “Kami berharap dengan persiapan yang baik, timnas Indonesia dapat meraih hasil maksimal. Apalagi kita nanti yang akan menjadi tuan rumah turnamen akbar FIFA terbesar nomor dua setelah Piala Dunia senior. PSSI terus mendukung program Shin Tae-yong demi raihan prestasi timnas Indonesia,” tambah pria yang akrap disapa Iwan Bule tersebut. Pada pemanggilan ini banyak nama-nama pemain yang pernah tergabung dalam timnas U-16 sebelumnya. Nama-nama pemain tersebut seperti Ahmad Rusadi, Alexander Felix Kamuru, Kadek Arel, Aditiya Daffa, Ronaldo Joybera, Dimas Juliano, Ahmad Athalah, Raka Cahyana, Mikael Alfredo Tata dan lain-lain. “Saya senang bisa terpilih ikut dalam pemusatan latihan ini. Ini sebuah kesempatan yang harus saya maksimalkan. Mungkin akan berlangsung ketat, karena saya yakin, semua pemain memiliki keinginan yang sama, bermain di piala dunia dan untuk membela negara Indonesia,” kata Alexandro Felix Kamuru. “Saya akan berusaha semaksimal mungkin dan sudah tidak sabar untuk mengikuti pemusatan latihan,” lanjut pemain asal Barito Putera tersebut. 36 Pemain TC Timnas U-18 di Jakarta Pekan Pertama: 1. Muhamad Afin Bahrani – Arema 2. Jovani Renaldi – ASIOP 3. Kadek Arel Priyatna – Bali United 4. Yogi Hermawan – Barito Putera 5. Aditiya Daffa Al Haqi – Barito Putera 6. Alexandro Felix Kamuru – Barito Putera 7. Ahmad Rusadi – Belitong FC 8. Frezzy Al Hudaifi – Bhayangkara FC 9. Marcel Andre Kusuma – Bhayangkara FC 10. Arsa Ramadan Ahmad – Bhayangkara FC 11. Dodi Irawan – Bhayangkara FC 12. M. Ilham – Borneo 13. Rabbani Tasnim Siddiq – Borneo FC 14. Syukran Arabia – 15. Dimas Juliano Pamungkas – Persib 16. Althaf Indie Alrizky – Persib 17. Robi Darwis – Persib 18. Kakang Rudianto – Persib 19. Alfriyanto Nico Saputro – Persija 20. Raka Cahyana Rizky – Persija 21. M. Ferari – Persija 22. Dustin Pratama Bramanto- Persis Solo 23. Muhammad Uchida Sudirman – Persija 24. Subhan Fajri – Persiraja 25. Hamda Meliana – Persiraja 26. Dika Kuswardani – Persis Solo 27. Arjuna Agung – Persis Solo 28. Aulia Ramadhan – Persis Solo 29. Erlangga Setyo Dwi Saputra – Persis Solo 30. Ridho Syuhada Putra – PSIS 31. Daley Akbar – PSIS 32. Renaldi – PSM Makassar 33. Ahmad Athalah Araihan – Ragunan 34. M. Zacky – SKO Sumbar 35. Dimas Maulana – Persis Solo 36. Mikael Alfredo Tata – Waanal Bhintuka FC

Pertama Kali Dipanggil TC Timnas, Bunga Syifa Ingin Tampil Maksimal

Pertama Kali Dipanggil TC Timnas, Bunga Syifa Ingin Tampil Maksimal

Ada satu wajah baru pada pemusatan latihan (TC) Timnas Wanita Indonesia. Dia adalah Bunga Syifa Fadillah. Gadis asal Solo ini tak menyangka dipanggil pelatih kepala, Rudy Eka. Momen pemanggilan perdananya untuk mengikuti TC bersama skuad Garuda Pertiwi membuatnya tak mau setengah-setengah. “Saya sangat tidak menyangka dan senang bisa dipanggil untuk mengikut TC Timnas Wanita di Jakarta. Ini merupakan pengalaman pertama saya bergabung dengan beberapa teman-teman yang sudah pernah memperkuat Timnas di beberapa kejuaraan. Saat diberitahu saya akan mengikuti TC, saya langsung memberitahu orang tua terutama bapak, karena bapak pernah cerita dulu beliau sangat bekerja keras di dunia sepak bola, namun cita-cita memperkuat Timnas belum kesampaian,” kata Bunga. Orang tua terutama bapak memang menjadi motivator utama Bunga untuk berkecimpung di dunia sepak bola. Sosok sang ayah yang menekuni sepakbola terlebih dahululah yang memperkenalkan si kulit bundar kepada Bunga. Pemain kelahiran Surakarta, 9 Februari 2005 ini sedianya mengenal dan bermain olahraga lain yakni voli sejak duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar (SD) hingga kelas 3 bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), yang kala itu Bunga menimba ilmu Kelas Khusus Olahraga (KKO) di SMPN 1 Surakarta. Berkecimpung di dunia voli dalam rentang beberapa tahun memang membawa Bunga masuk ke jalur pendidikan yang manis. Dirinya bahkan masuk ke SMA Negeri 4 Surakarta yang merupakan salah satu sekolah favorit di Solo. Namun semenjak menggunakan seragam abu-abu, pandemi Covid-19 menyerang sehingga kegiatan di KKO pun dihentikan sementara. Disitulah momen ketika Bunga diperkenalkan dengan sepak bola. “Awal bermain sepak bola sejak Agustus 2020, jadi sudah kurang lebih satu tahun. Selama adanya pandemi, bapak yang pertama mengenalkan sepak bola kepada saya.,itu pun awalnya untuk sekedar menjaga kondisi saja karena aktivitas voli dihentikan. Setelah berjalannya waktu, makin lama saya makin nyaman bermain sepak bola. Semenjak itu saya mulai berlatih di klub Putri Surakarta dan menekuni cabang olahraga ini,” lanjutnya. Setelah tiba dan mengikuti pemusatan latihan di Jakarta, Bunga pun diperhadapkan dengan pola latihan dengan intensitas yang tinggi. Anak keempat dari empat bersaudara ini mengaku pola latihan yang didapatkan jauh lebih banyak dan sangat disiplin. Walaupun pemusatan latihan baru digelar kurang dari sepekan, namun para pemain diminta untuk bersungguh-sungguh dan penuh kerja keras selama TC berlangsung. “Satu-satunya yang membuat saya semangat adalah pesan bapak saya sebelum berangkat ke Jakarta. Bapak memberikan motivasi kepada saya bahwa saya tidak boleh setengah-setengah jika mau memulai sesuatu. Saya ingin bermain sepak bola secara sungguh-sungguh, dan pesan bapak saya harus fokus berlatih dan harus menambah porsi latihan diluar jadwal biasa agar bisa tampil maksimal,” tutup Bunga.

Didominasi Pemain Muda, Garuda Pertiwi Kembali Jalani TC

Didominasi Pemain Muda, Garuda Pertiwi Kembali Jalani TC

PSSI memanggil sebanyak 30 pemain dalam pemusatan latihan (TC) Timnas Wanita Indonesia yang akan dimulai pada 23 Juni hingga 6 Juli mendatang. TC akan digelar di Lapangan D, Senayan, Jakarta. Ketua Umum PSSI, Mohamad Iriawan mengatakan bahwa Timnas Wanita juga menjadi fokus dan perhatian utama PSSI, selain Timnas yang lainnya. “Setelah menyelesaikan seleksi untuk Timnas U-16 pekan lalu, pekan ini kami akan menjalankan untuk Timnas Wanita. PSSI tentu mendukung penuh program latihan yang sudah direncanakan untuk skuad Garuda Pertiwi,” kata Iriawan. “Program tetap berjalan, namun angka Covid-19 sedang naik kembali, terutama di Jakarta, ini harus menjadi perhatian kita bersama. Saya selalu mengingatkan semua pemain dan ofisial untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat pada TC ini,” tanbah Iriawan. TC ini akan digelar dengan sistem bubble. Tentu setiap pemain dan ofisial hanya diperkenankan untuk beraktivitas di hotel serta lapangan latihan. “Terimakasih kepada bapak Ketua Umum PSSI (Mochamad Iriawan) yang sudah mendukung agar terlaksananya pemusatan latihan bulan ini. Pada TC kali ini kami memanggil 30 pemain untuk melakukan latihan selama kurang lebih dua pekan. Pemain yang didatangkan rata-rata adalah mereka yang berusia dibawah 18 tahun dan 23 tahun,” kata pelatih Timnas Wanita, Rudy Eka Priyambada. Rudy menambahkan komposisi pemain senior yang dipanggil untuk mengikuti TC memang tidak sebanyak pada pemanggilan sebelumnya. Hal ini didasari dari adanya regenerasi pemain serta perubahan komposisi tim untuk mengikuti beberapa kompetisi internasional ke depannya. Pada TC ini, tim pelatih akan fokus pada pembentukan kerangka Timnas Wanita ke depan. Sebelum adanya pemanggilan, tim pelatih maupun dokter timnas sudah melakukan monitor secara virtual kepada pada pemain, dengan mengingatkan pola-pola latihan di rumah secara mandiri dan mewajibkan pemain memberikan laporan terkait kegiatan latihan mereka. Para pemain dan ofisial akan mulai berkumpul di Hotel Ibis, Jakarta pada Rabu (23/6) seusai melakukan tes swab PCR di Rumah Sakit Royal Progress pada hari Selasa (22/6) untuk mereka yang tinggal di area Jabodetabek. Pada tahun 2021, Timnas Wanita rencananya akan mengikuti dua event yakni Piala AFF dan SEA Games 2021 Daftar nama 30 pemain di TC Timnas Wanita 23 Juni-6 Juli, Jakarta: 1. Ade Mustikiana Oktafiani – Asprov Babel 2. Amanda Florentinae – Asprov Kalteng 3. Azra Zifa Kayla – Asprov DKI Jakarta 4. Baiq Amiatuh Shalihah – Asprov NTB 5. Bunga Syifa – Asprov Jawa Tengah 6. Fani – Asprov Jawa Tengah 7. Firanda – Asprov Bangka Belitung 8. Hanipa Halimatusyadiah Suandi – Asprov Jawa Barat 9. Helsya Maeisyaroh – Asprov Jawa Barat 10. Indri Yuliyanti – Asprov Jawa Barat 11. Insyafadya Salsabillah – Asprov Jawa Timur 12. Jasmine Sefia Waynie Cahyono – Arema FC 13. Marsela Yuliana Awi – Asprov Papua 14. Nastasia Suci Ramadhani – Asprov Maluku Utara 15. Nurhayati – PS Sleman 16. Pani Tri Oktavianti Asprov – Jawa Barat 17. Reva Octaviani – Asprov Jawa Barat 18. Remini Chere Rumbewas – Asprov Papua 19. Riska Aprilia – PS Sleman 20. Rosdilah Siti Nurrohmah – Asprov Jawa Barat 21. RR Azizah Kusuma Dewi – Asprov DIY 22. Sabrina Mutiara Firdaus Wibowo – Arema FC 23. Safira Ika Putri Kartini – Arema FC 24. Sasi Kirana – Non Club 25. Shalika Aurelia Viandrisa – Non Club 26. Sheva Imut Furyzcha – Arema FC 27. Syafira Azzahra Ramadhanti – Arema FC 28. Viny Silfianus Sunaryo – Asprov DKI Jakarta 29. Yolanda Krismonica – Asprov Jawa Barat 30. Zahra Muzdalifah – Asprov DKI Jakarta