Bola Basket: Mendengarkan Lagu, Adalah Cara Ottu Menghilangkan Rasa Grogi Sebelum Bertanding

Rodmundus-Ottu-Ray-saat-berlaga-di-IBL-Seri-Surabaya-tahun-2016

Bernama panjang Rodmundus Ottu Ray atau Ottu, merupakan atlet basket asal Surabaya yang mengikuti ajang POMNas 2017 lalu. Di tahun 2016 lalu, Ottu sempat mendapatkan pengalaman berharga menjadi pemain Rookie untuk pertama kalinya. Ia pun harus mengatasi rasa kikuk, atau menghilangkan rasa grogi sebelum bertanding dengan para pemain-pemain kawakan yang lebih berpengalaman. “Tahun 2016 merupakan tahun pertama bagi saya sebagai Rookie di tim CLS Knights Surabaya, yang bermain dalam liga professional. Bangga sih bisa main di kasta tertinggi basket Indonesia, dan sempat grogi berdampingan sama pemain-pemain yang jago dan berpengalaman. Bagi saya, cara mengatasi groginya ya tetap fokus saja sih gak usah banyak mikir macem-macem, pokoknya bermain maksimal. Lakukan apa yang sudah di rencanakan, dan selalu ingat intruksi dari pelatih. Saya juga terus berdoa, dan untuk menjaga ketenangan dengan mendengarkan lagu untuk menghilangkan rasa grogi sebelum bertanding,” ucapnya Cukup panjang perjuangannya mengenal olahraga bola basket, Ottu tertarik dengan basket sejak kelas 5 SD, dan ternyata, mahasiswa Ekonomi Universitas Surabaya ini jatuh hati pada bola basket, karena pengaruh dari sang kakak. Selain liga POMNas, Ottu juga mengikuti berbagai kejuaraan seperti Kejuaraan nasional u-16 dan u-18, PORPROV, PON, juara di IBL 2016 bersama tim CLS Knight. Sudah 11 tahun, Ottu menekuni bola basket yang ia awali dengan masuk club basket Casper di Jakarta. “Awal basket itu karena pengaruh kakak saya sih, dulu saya hanya ikut-ikutan nonton basket kakak saya kalau pas tanding, lalu saya tertarik dengan basket, dan akhirnya di masukin club pas kelas 5 SD. Nama club nya Casper Jakarta. Sekolah saya dulu ga ada ekskul basket, jadi saya fokus di club,” tutup Ottu kepada nysnmedia.com (put/adt)

Walaupun Cedera, Gadis Ini Tetap Gigih Bertanding Bola Basket Dan Membawa Pulang Medali Sea Games 2017

Agustin-Gradita-saat-berlaga-di-Surabaya

Membawa pulang medali emas, merupakan sebuah kebanggaan bagi setiap manusia, khususnya para atlet. Hal itu pernah dirasakan oleh dara cantik asal Jakarta saat bertanding bola basket, gadis ini bernama lengkap Agustin Gradita atau yang biasa disapa Dita. Dita dan tim basketnya telah berhasil menyabet medali emas pada ajang POMNas 2017 lalu di Makassar, Sulawesi Selatan. Dita berbagi cerita kepada nysnmedia.com, bahwa awal mula mengikuti basket pernah ragu, pasalnya meski dahulu ia menekuni taekwondo, kini dirinya telah membuktikan prestasi pada cabang olahraga basket. “Awalnya, saya disuruh orang tua saya untuk ikut basket. Padahal awalnya saya ikut taekwondo tapi karena ada satu pertandingan dimana temen saya ada yang nendang musuh sampai berdarah dan pada saat itu juga, saya di suruh berenti, lalu ikut basket. Yaudah saya ikut aja karena papa saya selalu serius untuk olahraga,” tuturnya Selain POMNas 2017, Dita juga memenangkan 2 medali perak Asean School Games, 1 medali perak Asean University Games dan Sea Games mendapatkan medali perak dan medali perunggu. Saat ajang Sea Games, Dita juga menuturkan perasaan bangga ketika membawa nama Indonesia masuk ke peringkat ketiga setelah lebih dari 20 tahun tidak menang dalam cabang olahraga basket. “Ya yang paling berkesan sih saat bisa dapat medali perak Sea Games 2015 karena Indonesia baru itu mendapat medali di Sea Games setelah 20 tahunan gitu jadi berkesan banget dan bersyukur” ucap mahasiswi Universitas Bakrie Jakarta ini. Prestasinya bukan tanpa perjuangan dan hambatan, Dita juga pernah mengalami cedera dibagian sikunya ketika ingin berangkat Sea Games 2017 lalu di Malaysia. Namun karena keterbatasan waktu, Dita berangkat dan tetap bertanding bola basket dalam kondisi cedera. “Iya jadi saat mau sea games 2017 kemarin di Malaysia, saya cedera 3 hari sebelum berangkat. Lalu saya periksa ke dokter, tapi pas saya mau minta cek MRI, dokternya bilang gak usah, nanti malah saya gak berangkat. Jadi pas tanding saya nahan sakit, tapi tangan saya di balut pakai deker dan tapping gitu. Pas main masih bisa di tahan lah sakitnya. Kan ada adrenaline juga di dalam diri saya, dan sakitnya jadi gak kerasa. Namun setelah main baru terasa,” tutupnya. (put/adt)

Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong Merpati Putih Warisan Yang Harus Dilestarikan

Anggota Dewan Provinsi Banten, Ir. Zaid Elhabib, MM.

Peresmian Pengurus Perguruan Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong MERPATI PUTIH atau PPS BETAKO MP Cabang Kota Tangsel, beberapa waktu lalu di Tandon, Ciater, Tangsel mendapat perhatian khusus dari Anggota Dewan Provinsi Banten, Ir. Zaid Elhabib, MM. Zaid yang juga mantan atlit serta pengurus pencak Silat Beladiri Tangan Kosong Merpati Putih sewaktu kuliah di Universitas Trisakti Jakarta, mengatakan bahwa sudah seharusnya Pencak Silat Merpati Putih harus di lestarikan. “Saya berharap, Pencak Silat yang salah satunya aliran Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong Merpati Putih ini dapat dilestarikan sebagai warisan Budaya Asli Indonesia, sehingga disini kita bukan hanya belajar beladiri saja, namun dapat menjaga kebugaran serta stamina tubuh juga dapat berpartisipasi dalam menjaga Warisan Budaya Indonesia sebagai salah satu kesenian Beladiri Indonesia,” jelas Zaid. Pada saat peresmian PPS BETAKO MP Tangsel juga diadakan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) untuk tingkat Dasar 1 sampai tingkat Balik 1. Tak hanya itu, peragaan atraksi pemukulan benda keras serta atraksi getaran yaitu melakukan atraksi dengan mata tertutup, melewati halang rintang, mengenali warna serta membaca data KTP. Ia juga mengatakan dengan dibentuknya PPS Betako MP Tangsel dapat mengembangkan olahraga bela diri tangan kosong dan mengenalkannya kepada masyarakat. Sehingga, nantinya akan muncul bibit-bibit atlit pencak silat. “Dengan diresmikannya PPS Betako MP Tangsel, masyarakat dapat mengenal seni bela diri tangan kosong dan mampu membantu untuk mengembangkannya. Apalagi, jika ada warga Tangsel yang berlaga di kancah Nasional maupun Internasional,” ujarnya. Lanjutnya, banyaknya pelatih silat yang berasal dari Tangsel akan membantu mengembangkan seni bela diri tangan kosong ini. “Para pelatih-pelatih tersebut kebetulan semuanya berdomisili di Tangerang Selatan memprakarsai untuk membentuk cabang Tangerang Selatan. Semoga mereka dapat menciptakan atlet muda yang potensial,” ucapnya.(pah/adt)

Mampu Pertahankan Gelar, Tim Futsal Putri UPI Raih Quatrick di LIMA Futsal Nationals 2017

Seluruh pemain UPI melakukan ritual sujud syukur setelah berhasil mengalahkan UNJ dengan skor 1-0. Kemenangan ini, sekaligus membuat UPI berhasil pertankan gelar untuk keempat kalinya.

Tim putri Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali mempertahankan gelar juara LIMA Futsal Nationals untuk keempat kalinya, setelah mengalahkan UNJ dengan skor tipis 1-0 di UIN Maliki Malang, Sabtu (28/10). UPI menurunkan sederet pemain berkelasnya seperti, Deta (1), Diah Tri (7), Frida Fauziah Arimbi (13), Milda Asyifa (14), dan Siti Latipah (9). Sementara, UNJ menurunkan Bardina (7), Fitria (8), Nur Fajriah (2), Nurul Hidayati (17) dan Riska (1) sebagai lini utamanya. Ini merupakan final keempat bagi kedua tim dan selalu dimenangkan UPI. UNJ yang tak mau gagal di final, bermain langsung tancap gas sejak menit awal. Namun, UPI yang akhirnya berhasil unggul melalui tendangan Diah Tri di menit 19 dan mengubah skor menjadi 1-0. UNJ yang tertinggal mencoba menyamakan kedudukan, tapi ketatnya pertahanan UPI membuat UNJ gagal menyamakan kedudukan di babak pertama. Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama berakhir. Di babak kedua, UNJ yang tertinggal semakin menekan pertahanan UPI. Namun, serangan yang dibangun anak-anak Jakarta selalu dimentahkan kiper UPI. Skor pun masih 1-0 untuk UPI hingga babak kedua berakhir. Dengan berakhirnya laga final ini, UPI berhasil mempertahankan gelar juara LIMA Futsal Nationals yang keempat. Pelatih UPI, Asep Sumpena mengatakan, kerja keras para pemain terbayarkan sudah. Terlebih dengan gelar juara bertahan, terasa sangat sulit untuk mempertahankannya. “Alhamdulillah, ini keempat kalinya kita juara LIMA Futsal Nationals. Mempertahankan itu lebih sulit. Kerja keras teman-teman terbayarkan disini. Untuk kali ini kesulitan melawan UNJ, karena banyak pemain baru yang saya belum tahu permainannya seperti apa,” ujar Asep.(pah/adt)

STIE BP Berhasil Menyandang Gelar Juara LIMA Futsal Nationals 2017

STIE BP berhasil menjadi juara di LIMA Futsal Nationals 2017

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bhakti Pembangunan (STIE BP) Jakarta berhasil meraih predikat juara LIMA Futsal Nationals 2017 untuk pertama kali. STIE BP yang bertemu dengan Uninus di final berhasil menang dengan skor telak 3-1, yang digelar di UIN Maliki Malang, Sabtu (28/10). STIE BP buktikan ketangguhannya di laga final ini. Aditya Putra berhasil membuka keran gol STIE BP melalui tendangan terukurnya dan mengubah papan skor menjadi 1-0. Tak butuh waktu lama bagi Uninus untuk menyamakan kedudukan. Pemain Uninus, Deri berhasil membuat papan skor berubah menjadi 1-1. Di sisa menit babak pertama, kedua tim masih bermain kuat. Skor 1-1 pun, bertahan hingga akhir babak pertama. Di babak kedua, Uninus mengambil inisiatif serangan secara agresif, namun disiplinnya pertahanan STIE BP belum bisa merubah papan skor. Mendadak STIE BP berhasil mendobrak serangan Uninus dan menyerang balik hingga berhasil menjebol gawang Uninus oleh Yusro Fadila sehingga membawa STIE BP unggul dengan skor 2-1. Di menit 37, Uninus yang ingin mengejar ketertinggalannya harus kehilangan pemainnya Ugi yang di vonis kartu merah oleh wasit sehingga Uninus harus rela untuk melanjutkan sisa permainan dengan hanya sisa empat orang. Gol terakhir berhasil dicetak dari STIE BP oleh pemain yang bernama Yusro sehingga memperkuat kemenangan STIE BP dengan skor 3-1. STIE BP yang tampil prima, berhasil mempertahankan keunggulannya dan berhasil menang sebagai juara baru LIMA Futsal Nationals 2017.(pah/adt)

Dengan Hasil Skor 4-0, Tim Putri UPI Bandung Amankan Tiket Final LIMA Futsal Nationals 2017

UPI vs UNY LIMA Futsal Nationals 2017

Laga semifinal LIMA Futsal Nationals 2017 mempertemukan pemuncak klasemen Pul X, tim putri Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dan runner-up klasemen Pul Y, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Hasil ini membawa tim putri UPI masuk ke Final LIMA Futsal Nationals 2017. Pertandingan yang dihelat di Sports Center UIN Maliki Malang ini berakhir dengan kemenangan UPI 4-0 atas UNY. Dengan kemenangan ini, UPI memastikan langkahnya ke final LIMA Futsal Nationals yang akan digelar pada Sabtu (28/10) mendatang. UPI yang tampil percaya diri telah mendominasi pertandingan dari awal laga dimulai. Gol cepat Diah Tri (7) pada menit kedua membuka keunggulan UPI atas UNY 1-0. UNY mencoba mengimbangi UPI, namun serangan mereka belum mampu memecah pertahanan tim asal Kota Gudeg ini. Pada menit ke-14, UPI kembali mendapatkan gol tambahan dari kaki Fitriana Rihman (4). Skor sementara 2-0 untuk UPI bertahan hingga babak pertama berakhir. Di babak kedua, kembali gol cepat terjadi. Kali ini sang kapten UPI, Nurul Inayah (9) pada menit ke-21 dan merubah papan skor menjadi 3-0. UNY yang tertinggal mencoba bermain powerplay untuk memperkuat serangan. Namun, powerplay yang dilakukan anak-anak Yogyakarta ini tak berjalan dengan sempurna. Evani (8) menutup laga semifinal ini dengan gol sepakannya ke gawang UNY pada menit ke-39. Skor akhir menjadi 4-0 untuk UPI. Ini merupakan laga keempat UPI bermain di final LIMA Futsal Nationals 2017. UPI sudah menjadi juara bertahan LIMA Futsal Nationals sejak season pertama LIMA Futsal digelar. Pelatih UPI, Asep Sumpena mengatakan, di babak final akan kembali merubah strategi. Karena, ini merupakan tantangan bagi tim UPI yang sudah keempat kalinya melangkah ke final LIMA Futsal Nationals. “Kami merasa sangat senang. Ini target terberat karena ini tahun keempat, dan sekaligus tantangan bagi kami. Tiap kami bermain, kami selalu menganalisis setiap tim yang akan berhadapan dengan kami. Untuk setiap lawan, berbeda strategi yang diterapkan,” ujar Asep. (pah/adt)

UPH Di Anggap Berpeluang Raih Juara Reguler Pada Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference 2017

Prim-A-Greater-Jakarta-Conference-2017

Tim basket putri Universitas Pelita Harapan (UPH) masih terlalu tangguh bagi lawan-lawannya di babak reguler Liga Mahasiswa (LIMA) Basketball: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference 2017. Apakah UPH berpeluang menjadi juara di babak reguler ini? Dalam tiga pertandingan terakhir, UPH berhasil mengakhiri pertandingan dengan trend positif. Menang dengan perolehan angka yang telak sudah menjadi makanan pokok bagi anak-anak Tangerang ini. Menurut data statistik Liga Mahasiswa Basketball, UPH selalu unggul perolehan angka dibanding tim yang lain yang juga memenangkan pertandingan di hari yang sama. Di pertandingan keempat UPH bertemu dengan Universitas Trisakti (Usakti) yang di helat di GOR Lokasari, Jakarta Barat, Kamis (26/10/2017). Anak asuh dari coach Daniel R. Gondosaputro ini langsung tancap gas di kuarter pertama, Usakti tak mampu berbuat banyak. UPH unggul dengan skor 17-3. Di kuarter kedua UPH kembali menunjukan ketangguhannya, bermain dengan gaya menyerang sejak menit awal selalu ditunjukan oleh para srikandi UPH, hasilnya UPH kembali unggul dengan skor 16-6. Di kuarter ketiga sebenarnya Usakti mampu menekan permainan UPH. Kedua tim saling mengejar poin. Troylita Sarah (13) dari Usakti dan Kapten Hidayat Shaquilla (11) dari UPH keduanya seakan berlomba mengumpulkan poin. Kedua pemain ini masing-masing membuat empat kali tembakan dua poin pada kuarter ketiga. Kuarter keempat menjadi mimpi buruk bagi Usakti. Pasalanya, para pemain selalu membuat kesalahan-kesalahan kecil yang berakibat fatal. Hal ini dimanfaatkan baik oleh para pemain UPH. UPH telah berada di atas awan, anak asuh coach Daniel R. Gondosaputro itu bagai senjata penghancur di babak reguler Liga Mahasiswa Basketball: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference 2017. Siapa yang bisa mengalahkan UPH? (pah/adt)

Targetkan 5 Emas Pada Kejurda Pencak Silat Pelajar, IPSI Tangsel Dorong Persiapan

Pengurus-Ipsi-Tangsel

Ikatan Pencak Silat Kota Tangerang Selatan (IPSI Tangsel) sudah siap 80% menjelang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pencak Silat Tingkat Pelajar yang akan berlangsung 3-5 November 2017 di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua II Bidang Teknik IPSI Kota Tangsel, Deny A., di GOR Ciputat, Jalan Ki Hadjar Dewantoro, Ciputat, Rabu (25/10/2017) malam, saat memantau jalannya Latihan atlet binaan, sekaligus rapat koordinasi persiapan event atau agenda kegiatan IPSI Tangsel sampai akhir Desember 2017. “Persiapan IPSI Tangsel sudah 80 persen, mulai dari atlet, pelatih, serta semua kesiapan teknik, termasuk mental. Nanti diprediksi 100 persen kesiapannya pas hari H,” ungkap Deny. Target IPSI Tangsel dituturkanya bisa meraih 5 Emas, karena raihan terakhir di ajang yang sama sebelumnya 4 Emas. “Ini yang menjadi PR besar untuk teman-teman binaan prestasi yang ada di IPSI Tangsel, maka dari itu, semua stakeholder dari pelatih, pengurus, termasuk Ketua (E. Wiwi Martawijaya) bahu membahu mensukseskan Kejurda 2017 ini,” ucapnya. Dia menjelaskan, kedepannya nanti ini hanya menjadi ajang salah satu Try out saja, karena di Tahun 2018 mendatang, target utamanya adalah Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) di Kabupaten Tangerang. Diakuinya, POPDA 2018 merupakan event bergengsi dan juga merupakan event berkelanjutan sampai Tingkat Nasional nanti. Kejurda mendatang ini, rencananya IPSI Tangsel akan full team sebanyak 22 atlet, 3 pelatih yang mengandalkan pada Kelas A Putri, Kelas C Putra, Kelas F Putra, Kelas B Putri, dan Kelas Tunggal Putra. Ditambahkannya, Tangsel tidak memasang target agar menjadi Juara Umum. “Alasannya, karena kalau Juara Umum targetnya minimal 7 Emas, target kita hanya di 3 Besar,” tambah Deny POPDA terakhir pada 2016 lalu di Kabupaten Pandeglang, kontingen dari Kota Tangsel sendiri meraih prestasi 3 Besar, dengan 3 Emas 2 Perak 5 Perunggu. Hampir senada dengan Deny, hal ini juga diungkap oleh Atrias, selaku Bidang Pembinaan Prestasi, yang sangat berharap POPDA 2018 mendatang ada peningkatan prestasi dari sebelumnya. “Saya sedikit agak prihatin dari kedisiplinan anak-anak, meski saya hanya sebagai pemantau, pengawas, saya menekankan kepada pelatih agar anak-anak lebih disiplin, terutama keseriusan dan kehadiran latihan ditambah lagi nyalinya harus lebih kuat,” Tegas Atrias. Sedangkan masih menurut Atrias, Kabupaten Tangerang selaku Tuan Rumah, menurut informasi yang di himpun, sudah mempersiapan jauh hari sebelumnya, dan beberapa lapis tim mereka, tapi kalau kita Tangsel hanya dua lapis. tutup Atrias (sug/adt)

Pernah Pecahkan Rekor Lari Gawang, Kini Ayu Targetkan Pecah Rekor Baru

lari-gawang-ayu

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik Remaja dan Junior, yang di selenggarakan beberapa waktu lalu di Stadion Rawamangun berhasil mencetak beberapa rekor Nasional, termasuk lari gawang. Salah satu rekor yang berhasil di pecahkan yakni, di nomor lari gawang 100m remaja putri atas nama Safrina Ayu Melina yang membela Jawa Timur dengan waktu 14.34 detik. Ayu berhasil memecahkan rekor yang sudah lama di pegang Ken Ayu Thaha dari DKI Jakarta dengan waktu 14.45 pada tahun 2013. Ayu, mengatakan kepada nysnmedia.com, bahwa dirinya tidak pernah menyangka bisa memecahkan rekor nasional yang sudah lama di pegang milik atlet DKI Jakarta. “Iya, Alhamdulillah awalnya gak percaya sih, mikirnya ah gak mungkinlah aku bisa mecahin rekor sekenceng itu, dan lumayan lama, semenjak 2013 rekor itu bertahan. Tapi, kehendak tuhanlah yang memberikan dan akhirnya aku bisa,” terang Ayu yang bercita-cita sebagai Kowad (Komando Wanita Angkatan Darat). Rencananya untuk tahun depan, Ayu sudah naik kelas ke nomor junior. Ayu pun, sudah menargetkan prestasi dan sudah berlatih keras untuk terus meraih prestasi yang lebih baik lagi. Setiap hari pun, Ayu terus berlatih keras bersama dengan sang pelatih, Rusli. “Buat tahun depan ini aku udah naik ke junior, jadi ada rekor beda lagi karena gawangnya tingginya juga beda. Untuk pecahkan rekor di junior, berat banget tapi gak ada yang gak mungkin selama kita berusaha dan terus berlatih,” ungkap mahasiswi semester 1 jurusan Olahraga di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Berikut prestasi yang pernah di raih Ayu dalam lari gawang, di antaranya: 1. Juara 2 Kejurda Antar Klub Jatim Open 2014 di nomor 400m Gawang 2. Juara 3 Kejurnas Atletik Junior dan Remaja 2014 di Jakarta 3. Partisipan Asean School Games, Filipina di nomor 100m 4. PON Remaja Jatim – 100m Juara 2 – 400m Juara 3 – 4×100 Juara 1 5. Juara 1 Kejurnas Atletik Remaja (pah/adt)

Unggul Tipis Atas Usakti, UNJ Tantang UPI di Final LIMA Futsal Nationals 2017

Luapan kegembiraan tim UNJ saat berhasil masuk final setelah mengalahkan Usakti dengan skor 1-0 pada LIMA Futsal Nationals 2017

Tim futsal putri Universitas Negeri Jakarta (UNJ) berhasil melangkahkan kakinya ke babak final LIMA Futsal Nationals 2017, setelah mengalahkan Universitas Trisakti (Usakti) dengan skor tipis 1-0 di Sports Center UIN Maliki Malang, Kamis (26/10). Kedua tim menyajikan laga yang sangat ketat di semi final LIMA Futsal Nationals 2017 ini. Sejak awal pertandingan, kedua tim yang bersaing untuk memperebutkan tiket ke grand final ini melakukan serangan-serangan yang kuat. Pertahanan kedua tim yang ketat menyulitkan kedua tim untuk mencetak gol. Akhirnya, pada menit ke-14, kapten UNJ, Nur Fajriah (14), berhasil mengeksekusi umpan dari tendangan bebas Fitria (8). Skor menjadi 1-0 untuk UNJ di babak pertama dan bertahan hingga turun minum. Laga bertambah seru di babak kedua. Baik tim UNJ maupun Usakti saling melancarkan serangan-serangan ke arah gawang lawan. Usakti yang tertinggal mencoba bermain menyerang untuk bisa menyamakan kedudukan. Sementara, UNJ yang sudah unggul satu gol, beberapa kali melancarkan serangan berbahayanya. Namun, kedua tim belum mampu mencetak satu gol pun. Tak ada gol yang tercipta di babak kedua, skor 1-0 untuk UNJ bertahan hingga bubaran. Dengan kemenangan ini, UNJ berhasil melangkahkan kaki ke babak final LIMA Futsal Nationals 2017. Di final, UNJ akan berhadapan dengan sang juara bertahan LIMA Futsal Nationals, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di final pada Sabtu (28/10). Pelatih Futsal UNJ Putri, Nur Fitranto mengatakan, di babak final nanti tidak ada strategi khusus. Namun, anak-anak UNJ akan fighting untuk merebut juara dari UPI. “Pertandingan tadi sangat seru. Kami tadi beruntung karena pelanggaran Usakti yang menghadiahkan kami sebuah tendangan bebas. Untuk final nanti tidak ada strategi khusus. Motivasi kami tahun ini lebih kuat untuk merebut juara dari UPI,” ungkap Nur.(pah/adt)

UNY dan Uninus Berhasil Lolos ke Semi Final LIMA Futsal Nationals 2017

Para pemain Uninus (hijau) berhadapan dengan para pemain UNY (merah)

Tim putra Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menutup babak penyisihan Pul B dengan kemenangannya atas Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung dengan skor 4-1 di Sports Center UIN Maliki Malang. Dengan hasil ini UNY dan Uninus berhasil masuk ke semi final LIMA Futsal Nationals 2017. Sengitnya laga tersaji pada pertandingan penutup hari kedelapan LIMA Futsal Nationals 2017, Rabu (25/10) ini. Dengan keharusan menang untuk lolos ke semifinal, UNY lebih mendominasi dengan serangan-serangannya ke Uninus. Akhirnya, pada menit ke-18, sebuah gol tercipta untuk UNY. Trianggono (20) menjadi pencetak gol pertama untuk UNY di babak pertama. UNY masih mendominasi pertandingan babak kedua. Sebuah gol cepat yang kembali dicetak Trianggono mengubah skor menjadi 2-0 untuk UNY. Pada menit ke-31, Fitrian (23) turut menambahkan perolehan skor sementara untuk UNY. Empat menit berselang, sang kapten, Dalmaji (9) berhasil menyarangkan bola hasil tendangannya ke gawang Uninus. Skor kini menjadi 4-0 untuk UNY. Uninus belum berhasil membalas hingga pertengahan babak kedua. Para pemain asal Bandung ini pun menggencarkan penyerangannya. Akhirnya, pada menit ke-37, Egi (29) berhasil memecah kekosongan skor untuk Uninus. Namun, di sisa waktu babak kedua ini, Uninus belum mampu mencetak kembali gol. Hingga peluit akhir laga dibunyikan, keunggulan masih digenggam UNY dengan skor 4-1 atas Uninus. Kedua tim merupakan wakil dari Pul B yang melangkah menuju semi final LIMA Futsal Nationals 2017. Usai laga yang digelar di Sports Center UIN Maliki Malang ini, Uninus menempati puncak klasemen, sedangkan UNY menduduki posisi kedua. Berakhirnya babak penyisihan ini menghasilkan dua wakil Pul B untuk melaju ke semifinal, yaitu Uninus dan UNY.(pah/adt)

UNJ Mantapkan Posisi Di Puncak Klasemen Pul Y LIMA Futsal Nationals

unj vs uny LIMA Futsal Nationals 2017

Perebutan posisi pertama klasemen Pul Y LIMA Futsal Nationals disajikan oleh tim putri Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Rabu (25/10) di Sports Center UIN Maliki Malang. Di tabel klasemen, UNJ dan UNY memiliki jumlah poin sama, yaitu enam poin. Namun, UNJ lebih unggul dengan selisih 11 gol, sedangkan UNY memiliki selisih sembilan gol. Kendati kedua tim sudah dipastikan lolos ke semi final, kedua tim memeragakan permainan yang ngotot. Kedua tim menampilkan kekuatan yang imbang di laga ini. Baik UNJ maupun UNY saling melancarkan serangan. Pertahanan kedua tim pun sangat ketat, sehingga membuat mereka tak mampu mendapatkan satu gol pun di babak pertama. Memasuki babak kedua, kedua tim masih belum dapat mengatasi kebuntuannya. Gol baru tercipta dari sepakan kaki sang kapten UNJ, Nur Fajriah (14) pada menit ke-39. Gol sang kapten tersebut menjadi satu-satunya gol yang tercipta di pertandingan ini. Hingga akhir pertandingan, UNY belum mampu mencetak satu gol pun. Perolehan skor menjadi 1-0. Kedua tim memastikan langkahnya ke semifinal. UNJ, sang pemuncak Klasemen Pul Y LIMA Futsal Nationals, akan berhadapan dengan runner-up Pul X, yaitu Universitas Trisakti (Usakti) Jakarta pada semifinal esok hari, Kamis (26/10). Sedangkan UNY, runner-up Pul Y, akan melawan juara Pul X, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Pelatih UNJ, Nur Fitranto mengatakan, anak asuhnya terlalu terburu-buru dalam mengambil keputusan. Tentunya, evaluasi akan dilakukan pada babak semi final. “Strategi kami hanya serangan balik. Namun, pemain kami terlalu terburu-buru mengambil keputusan, sehingga peluang terbuang sia-sia. Saya akui permainan para pemain UNY juga sudah membaik saat ini,” ungkap Nur Fitranto, pelatih UNJ. (pah/adt)

Tak Butuh Persiapan Khusus, Para Pemain Golf Indonesia Open 2017 Siap Mengikuti Turnamen

Johannes-Veerman,-Gaganjeet-Bhullar-dan-Rory-HIE-saat-konferensi-pers

Indonesia Open 2017 akan dimulai 26 Oktober-29 Oktober 2017. Turnamen yang akan diikuti 140 pegolf dari berbagai negara ini berhadiah total 300 ribu dolar. Tiga pegolf professional, Gaganjeet Bhullar asal India, Johannes Veerman asal Amerika Serikat dan Rory HIE asal Indonesia mengutarakan persiapan mereka untuk turnamen di Indonesia mengingat Indonesia saat ini sedang mengalami cuaca yang tidak menentu. “Tidak ada persiapan khusus. Bagi saya memang sama panasnya cuaca di India dan di Indonesia. Bahkan di bulan Juli dan Agustus di India lebih lembab. Jadi tidak ada persiapan yang berbeda” ujar Gaganjeet Tak berbeda jauh dengan Gaganjeet, Johannes pun berpendapat yang sama bahwa ia sudah terbiasa dengan cuaca di negara tropis seperti Indonesia. “Tidak ada persiapan untuk cuaca karena saya juga pernah tinggal di Asia selama 15 tahun seperti di Malaysia, Thailand dan saya juga ada rumah di Depok yang saya kunjungi setiap musim panas. Saya cukup berpengalaman untuk mengatasi cuaca dan saya terbiasa untuk bermain di tempat tropis. Berbeda dengan Eropa yang saat ini sedang musin dingin” ucap Johannes. (put/adt)

Turnamen Golf Indonesia Open 2017 Berjalan Dengan Menggandeng Sponsor Dari 5 Perusahaan BUMN

Himbara-bersama-perwakilan-atlet-golf,-Ketua-umum-PB-PGI

Turnamen Golf Indonesia Open 2017 akan dimulai pada 26 Oktober-29 Oktober 2017 di Pondok Indah Golf Course, Jakarta. Acara tahunan Turnamen Golf ini memiliki perbedaan pada tahun sebelumnya, dimana Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PB PGI) terlibat langsung sebagai penyelenggara tanpa bantuan dari event organizer. Namun, PGI kini menggandeng 5 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai sponsor yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). “Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang selalu melibatkan event organizer, tahun ini PGI terlibat langsung menjadi penyelenggara” ucap Muryada PO selaku Ketua Umum PB PGI Murdaya Po juga menuturkan harapannya untuk turnamen internasional pada tahun berikutnya agar lebih besar dan bisa mengembangkan golf di Indonesia. “Saya berharap nanti turnamen tahun berikutnya lebuh banyak sponsor, semakin besae dan semakin bergengsi. Saya juga berharap turnamen ini dapat mendukung perkembangan golf di Indonesia dan juga di Asia” tambahnya Kerja sama antara PB PGI dan Himbara merupakan langkah yang sangat baik. Maristella Tri Haryanti selaku Vice President Bank Mandiri menuturkan bahwa turnamen ini merupakan awal untuk Himbara agar dapat mendukung acara turnamen internasional lain seperti Asian Games. “Ini menjadi pemanasan juga karena Indonesia akan menghadapi tahun depan dimana kita akan ada Asian Games. Jadi ini sebagai rangkaian event internasional juga” tuturnya Berbeda dengan anggota Himbara lain, turnamen ini bukan pertama kali bagi BRI untuk memberikan dukungan kepada Indonesia Open 2017. Prilly Savitri sebagai Marketing Communication BRI juga menyampaikan bahwa BRI pernah mensponsori ajang ini pada tahun-tahun sebelumnya. “Bank BRI sendiri sudah pernah mensponsori event ini mulai dari tahun 2013, 2014 dan 2016. Dan untuk tahun ini kami memang bersinergi dengan para bank di Himbara dan Telkom. Hal ini untuk mengusung spirit BUMN yang hadir untuk negeri” ujarnya. (put/adt)

Telkom Petik Kemenangan di Laga Terakhir LIMA Futsal Nationals 2017

Pemain TELKOM (Putih) berusaha merebut bola dari pemain Unnes (kuning)

Di petandingan ketiga di hari ketujuh Laga terakhir LIMA Futsal Nationals 2017, saling berhadapan dua tim dari Pul A, Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan Universitas Telkom Bandung. Sama-sama menderita kekalahan di laga sebelumnya, membuat kedua tim bermain lepas. Di laga sebelumnya, Unnes kalah tipis 2-3 dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bhakti Pembangunan (STIE BP) Jakarta. Sementara, Telkom juga menelan kekalahan usai laganya melawan tim dari conference debutan, Kalimantan, Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban), dengan skor 2-4. Di laga terakhir untuk masing-masing tim ini, kedua tim bermain dengan tempo yang sedang. Baik Unnes maupun Telkom saling menyerang. Namun, hingga pertengahan waktu babak pertama, kedua tim belum mampu mengatasi kebuntuannya. Gol baru tercipta untuk Telkom pada menit ke-17 via sepakan Rizki (10). Semenit kemudian, Teguh (59) turut menambah perolehan gol untuk Telkom. Rizki kembali mencatatkan namanya pada menit ke-19 dan membawa Telkom menjauh menjadi 3-0. Di sisa waktu babak pertama ini, Unnes belum mampu mencetak satu gol pun. Babak pertama berakhir dengan keunggulan sementara Telkom 3-0 atas Unnes. Di menit awal babak kedua, Telkom sudah merepotkan pertahanan Unnes. Ahsanul Gibran (21) memecah pertahanan Unnes dengan sepakannya ke arah gawang yang berbuah gol untuk Telkom pada menit ke-25 dan mengubah skor menjadi 4-0. Rizki menjadi momok menakutkan bagi Unnes. Alhasil, Rizki kembali mencetak gol sekaligus mencetak hattrick dan membawa Telkom menjauh menjadi 5-0. Tak mau menjadi lumbung gol, Unnes mencoba memanas. Tim asal Semarang ini menggencarkan penyerangannya. Akhirnya, Unnes mampu memecahkan kekosongan skornya melalui tembakan Agung (8) pada menit ke-36. Di sisa waktu pertandingan, Agung kembali mampu memanfaatkan peluang pada menit ke-39. Namun, dua gol Agung tak bisa membantu Unnes lepas dari kekalahan. Laga terakhir LIMA Futsal Nationals 2017 pun ditutup dengan kemenangan Telkom dengan skor 5-2. Pelatih Telkom, Hasan Suaidi menjelaskan, bahwa kesempatan bermain di fase Nationals sangat membanggakan. Terlebih, bermain di fase Nationals akan menambah jam terbang pemain dan meningkatkan mental pemain. “Kami bermain lepas tanpa beban. Tadi kami sangat bermain santai. Ini merupakan kesempatan yang luar biasa bisa bermain hingga fase Nationals. Memang banyak yang harus dievaluasi, salah satunya mental pemain yang jam terbangnya masih sedikit,” kata Hasan.(pah/adt)

Menangi Derbi Bandung Dengan Skor 7-1, Unpad Mantapkan Posisi Di Pul Y LIMA Futsal Nationals 2017

Unpad (kiri) melawan Unpar (kanan)

Pertandingan lanjutan LIMA Futsal Nationals 2017 menampilkan derbi Bandung, Universitas Padjadjaran (Unpad) melawan Universitas Katolik Parahyangan (Unpar). Keduanya menduduki posisi ketiga dan keempat di klasemen Pul Y LIMA Futsal Nationals 2017. Laga yang digelar di Sports Center UIN Maliki Malang pada Selasa (24/10) ini berakhir dengan kemenangan tim putri Unpad 7-1 atas Unpar. Sayi Dati (7) membuka keunggulan Unpad melalui gol cepatnya pada menit keempat. Tak berselang lama, Sayi kembali mencetak gol kedua untuk Unpad dan merubah skor menjadi 2-0. Unpar yang belum dapat keluar dari tekanan Unpad masih harus bertahan. Unpad kembali menambah koleksi golnya pada menit ke-12 melalui sepakan Adis (9) membuat skor menjadi 3-0. Berselang satu menit, sang kapten, Leni Yuliani (10) turut menyumbang gol untuk Unpad. Skor 4-0 pun bertahan hingga babak pertama usai. Di babak kedua, Unpar mulai menunjukkan serangannya. Sang kapten Unpar, Maura (2), berhasil memecah kebuntuan untuk memperkecil ketinggalan 4-1. Hingga paruh waktu babak kedua, Unpad masih menyerang pertahanan Unpar. Akhirnya pada menit ke-30, Divani (19) mencetak gol kelima bagi Unpad. Divani kembali mencetak gol di menit akhir pertandingan. Gol tambahan di detik-detik terakhir oleh Sayi, yang menjadi hattrick-nya, menutup laga ini dengan keunggulan Unpad 7-1 atas Unpar. (pah/adt)

Trisakti Melenggang ke Semi Final LIMA Futsal Nationals 2017, Pasca Menumbangkan Point UBL

Pemain UBL (kanan) berusaha melewati pemain trisakti (kiri)

Laga penyisihan terakhir Pul X LIMA Futsal Nationals 2017 antara tim putri Universitas Trisakti (Usakti) Jakarta melawan Universitas Budi Luhur (UBL) Jakarta harus berakhir sama kuat dengan skor 2-2. Akhirnya Trisakti yang lolos ke semi final LIMA Futsal Nationals 2017. Laga yang digelar pada Selasa (24/10) di Sports Center UIN Maliki Malang, berjalan ketat. Usakti pada laga sebelumnya berhasil menahan imbang sang juara bertahan, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dengan skor 1-1. Sementara, UBL meraih tiga poin pertamanya usai menang atas Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dengan skor 6-1. Di klasemen, Usakti menduduki peringkat pertama, sedangkan UBL bertahan di peringkat ketiga. UBL berhasil mendominasi permainan di babak pertama. Sejak peluit awal dibunyikan, UBL sudah agresif menyerang. Sang kapten, Fitriya Hilda (10) menjadi motor serangan UBL. Beberapa kali sepakan para pemain UBL mengarah ke gawang. Namun hanya bisa membentur mistar. Akhirnya pada menit ke-12, assist Fitriya dieksekusi dengan baik oleh Rahajeng (8) untuk merubah papan skor menjadi 1-0. Usakti yang tertinggal, langsung membalas. Sepakan Hafidha (11) pada menit ke-13 membuat skor menjadi 1-1. Di menit ke-17, UBL kembali menciptakan selisih gol atas Usakti. Skor 2-1 untuk UBL bertahan hingga babak pertama usai. Di babak kedua, Usakti yang tertinggal terus menggencarkan serangannya. Kali ini, kedua tim bermain imbang 2-2 melalui sang kapten Usakti, Rika Mai (12) menjadi penyumbang gol kedua untuk Usakti. UBL berusaha membuat jarak, namun beberapa kali tendangan para pemain UBL dapat diatasi kiper Usakti. Hingga akhir pertandingan, UBL masih belum dapat menambah gol. Skor 2-2 pun bertahan hingga pertandingan usai. Dengan hasil imbang ini, Usakti berhasil mendapat tambahan satu poin di klasemen. Usakti telah mengumpulkan lima poin dari tiga laganya di babak penyisihan Pul X, dan mengantarkan mereka ke semi final LIMA Futsal Nationals 2017. “UBL sebenarnya bermain bagus tadi. Kemenangan kami karena kami bermain dengan motivasi dan doa. Di pertandingan tadi, kami lebih bermain di bawah, karena UBL lebih banyak menguasai bola. Kami sangat bersyukur bisa lolos ke semifinal. Ini semua berkat kerja keras para pemain,” ujar Syahroni, pelatih Usakti.(pah/adt)

Berhasil Hadiahi Emas Cabang Olahraga Renang Untuk Jawa Barat, Rara Ceritakan Pengalamannya Di Negara Hungaria

Joanita-Mutiara-Hapsari-Renang

Sosok inspirasi kali ini adalah Joanita Mutiara Hapsari, ia merupakan gadis periang asal Jawa Barat yang telah mengikuti cabang olahraga renang pada POMNas 2017 lalu. Gadis dengan panggilan akrab Rara ini sudah mengikuti berbagai kejuaraan dalam cabang olahraga renang dan selam. Dalam kompetisi POMNas 2017 lalu, Rara membawa pulang 2 medali perunggu, 1 medali perak dalam kategori perorangan dan untuk estafet. Rara dan tim berhasil menyumbangkan medali emas untuk Provinsi Jawa Barat. Ia membagikan ceritanya ketika di latihan di Hungaria selama 1 bulan setengah untuk persiapan PON 2016 lalu kepada nysnmedia.com. “Biasanya kan pelatihnya yang datang ke Indonesia, cuma karena dia gak bisa ke Indonesia, jadinya aku dan atlet yang lain pergi ke Hungary. Selama disana aku belajar hidup mandiri itu kayak gimana, aku belajar menghadapi sifat temen-teman yg berbeda-beda dan belajar ngontrol diri biar ngga moody. Terus aku bisa latihan secara maksimal, sempat sehari latihan 4 kali selama seminggu. Asik juga bisa pergi jalan-jalan gitu” tuturnya. Mahasiswi STP NHI Bandung ini sudah mengikuti berbagai kompetisi dalam cabang olahraga renang dan selam yang sudah ia jalanin sejak 2011. Seperti halnya PON, POMNas, Asian Youth Games, Asean School Games, Kejuaraan Nasional dan Asian Finswimming Championship. Meski telah banyak prestasi yang diraih Rara, ia juga pernah mengalami cedera pada bagian pinggangnya akibat kurang pemanasan. “Aku pernah cedera pinggang tahun 2014 Aku sampai susah tidur, mau pembalikan salto gitu malah sakit banget. Sejak itu, 2 kali pertandingan aku mesti pakai pain killer sebelum berenang. Tapi tetap gak berpengaruh. Sampai pada akhirnya, aku stop latihan kira-kira hampir sebulan buat terapi pinggang. Dari situ aku jadi rajin stretching terutama kaki dan pinggang,” tutupnya. (put/adt)

Berhasil Hambat Ambisi Unisma Dengan Skor 3-1, Uninus Bandung Melenggang Masuk Semifinal

uninus vs unnisma

Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung memperbesar peluang melaju semifinal usai menyapu bersih tiga laganya di Pul B. Di laga ketiganya ini, Uninus Bandung menang 3-1 atas Universitas Islam ’45 (Unisma) Bekasi. Dengan koleksi sembilan poin, Uninus Bandung menggeser Unisma dari puncak klasemen Pul B. Di babak pertama kedua kesebelasan bermain dengan penuh determinasi yang tinggi. Beberapa peluang berhasil diciptakan para pemain dari kedua tim. Namun, ketatnya permainan yang ditunjukan kedua tim belum mampu mengubah papan skor. Baru di menit akhir babak pertama, Obay Hasan Sobandi (19) memecah kebuntuan Uninus pada menit ke-17. Unisma belum mampu memanfaatkan sisa waktu babak pertama dengan baik. Kedudukan sementara 1-0 untuk Uninus hingga babak pertama berakhir. Di babak kedua, Uninus masih menekan pertahanan sang lawan. Gol cepat pada menit ke-23 yang diciptakan oleh Ridwan Kurniawan (7) menambah perolehan skor Uninus. Semenit kemudian, Dego (11) mempertebal pundi-pundi gol Uninus. Hingga pertengahan babak kedua, Uninus telah mengumpulkan tiga gol. Unisma masih berkutat dengan kekosongan skornya. Unisma mencoba menekan Uninus. Serangan terus dilancarkan Unisma di sisa waktu babak pertama. Pada akhirnya, Andri Caniago (5) memecah kebuntuan Unisma melalui sepakannya pada menit ke-38. Sisa dua menit belum mampu dimanfaatkan Unisma dengan baik. Pertandingan pun berakhir dengan keunggulan Uninus 3-1 atas Unisma. Pelatih Uninus Bandung, Riana Sapari mengatakan, peluangnya ke babak semi final masih terbuka. Meski, banyak kendala yang dialaminya, tetapi anak asuhnya mampu tampil dengan baik. “Saya bersyukur Uninus bisa sapu bersih di tiga laga kami. Dengan hasil pertadingan tadi, kami masih berpeluang ke semifinal. Walaupun tadi babak pertama kami sempat kesulitan, namun kami bangkit di babak kedua,” ujar Riana.(pah/adt)

Poliban Amankan Tiket Semi Final LIMA Futsal Nationals 2017

poliban vs ub

Wakil dari Kota Malang, Universitas Brawijaya berhadapan dengan tim dari conference debutan, Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) pada penyisihan Pul A untuk menentukan siapa yang akan masuk semi final LIMA Futsal Nationals 2017, Senin (23/10) di Sports Center UIN Maliki Malang. Di laga sebelumnya, UB menang 5-2 atas Universitas Negeri Semarang. Poliban meraih poin penuh pada laganya melawan Universitas Telkom dengan skor 4-2. Jalannya pertandingan di babak pertama, Poliban telah menguasai jalannya pertandingan sejak babak pertama baru dimulai. Abdullah Hasan (4) langsung menyerang pertahanan UB pada menit keempat dengan golnya. Selang semenit kemudian, Hasan kembali menyarangkan tendangannya di gawang UB. Kedudukan sementara 2-0 untuk Poliban hingga pertengahan babak pertama. UB baru memanas di sisa waktu babak pertama. Serangan-serangan UB lebih digencarkan kembali oleh para pemain Malang ini. Akhirnya, pada menit ke-15, Ilham Romadhon (6) mencetak gol pertama untuk UB untuk memperkecil selisih skor dari Poliban. Skor sementara 2-1 untuk Poliban hingga turun minum. UB masih meningkatkan determinasi laga di babak kedua. Sebuah gol cepat sang kapten UB, Oka Mahendra (5) pada menit ke-22 berhasil menyeimbangkan kedudukan menjadi 2-2. Dua menit berselang, Oka kembali menyarangkan sepakannya di gawang Poliban. UB kini unggul sementara dengan tiga golnya. Tak mau kalah, Poliban menunjukkan ketangguhannya. Pada menit ke-28, Hafist (9) mampu menyamakan kedudukannya dengan UB. Tiga menit berselang, gol Hafist mempertegas keunggulan Poliban. Skor kini berbalik menjadi 4-3 untuk keunggulan Poliban. Serangan kian dipergiat UB. Namun, tak satu pun serangan UB berbuah gol. UB harus puas dengan tiga golnya hingga akhir laga. Skor masih bertahan 4-3 untuk Poliban di akhir pertandingan ini. Keunggulan Poliban mengantarkan wakil Kalimantan ini ke Semi Final LIMA Futsal Nationals 2017 dengan sembilan poinnya di klasemen Pul A. Pelatih Poliban, M Ali Watoni mengatakan, sangat bersyukur bisa meraih hasil maksimal dan berjalan sesuai target. “Kami sangat bersyukur bisa menang di laga penyisihan akhir ini. Permainan yang kami terapkan tadi yaitu bermain dengan konsentrasi dan bermain dengan sekuat tenaga kami. Target kami memang menang di laga ini agar bisa melaju semifnal,” ujar Ali.(pah/adt)