Jacksen F. Tiago Turun Gunung Pantau Bibit Sepak Bola Putri

Jacksen F. Tiago

Masa depan sepak bola putri Indonesia mendapatkan sorotan serius dari salah satu pelatih legendaris Tanah Air, Jacksen F. Tiago. Pria yang pernah menukangi Timnas Indonesia tersebut kini terjun langsung untuk memantau perkembangan bakat-bakat muda di level akar rumput. Dalam turnamen sepak bola putri usia dini, MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025 – 2026, yang baru saja rampung digelar di Tangerang dan Semarang, Jacksen menegaskan betapa vitalnya peran kompetisi kelompok umur bagi keberlangsungan tim nasional. “Untuk mereka mencapai level Timnas Indonesia, ini adalah jalurnya. Sehingga saya rasa bukan penting, tapi sangat luar biasa penting karena ini boleh dikatakan salah satu wadah yang ada bagi atlet muda putri,” ujar Jacksen. Ia bahkan memprediksi bahwa dalam beberapa tahun ke depan, bibit-bibit muda inilah yang akan menghiasi skuad Garuda Pertiwi. “Tiga sampai empat tahun ke depan wajah-wajah ini yang akan kita lihat memakai baju merah putih,” tambahnya penuh optimisme. Jacksen, yang kini menjabat sebagai Head Coach dalam program pembinaan tersebut bersama Timo Scheunemann, juga menyoroti tantangan unik dalam melatih atlet putri. Menurutnya, pendekatan psikologis menjadi kunci utama yang membedakan penanganan atlet putri dengan putra. “Saya rasa perbedaan yang paling mencolok itu adalah pendekatan psikologisnya, karena siklus putra berbeda dengan putri. Menurut saya itu menjadi tantangan terberat,” jelasnya. Meski demikian, Jacksen sangat yakin bahwa dengan adanya wadah kompetisi yang konsisten seperti ini, sepak bola putri Tanah Air akan segera mencapai masa kejayaannya. Turnamen yang digelar pada 13 hingga 18 Januari 2026 ini sendiri mencatatkan partisipasi yang luar biasa. Di Tangerang, tercatat sebanyak 1.424 siswi dari 135 SD & MI ikut ambil bagian, sementara di Semarang ada 1.239 siswi dari 65 sekolah yang bertanding. Program Director, Teddy Tjahjono, mengakui adanya peningkatan signifikan baik dari segi kuantitas maupun kualitas permainan para peserta dibandingkan seri sebelumnya. “Secara kualitas juga selalu ada peningkatan, karena mereka sudah mempersiapkan diri dan tahu jadwal pelaksanaannya seperti apa,” ucap Teddy. Pada kategori usia 10 tahun (KU 10), SDN Pinang 3 C keluar sebagai juara di Tangerang, sedangkan SDN Klepu 03 menjadi yang terbaik di Semarang. Sementara untuk kategori usia 12 tahun (KU 12), gelar juara diraih oleh SDN Kunciran 4 C di Tangerang dan SDN Sendangmulyo 04 di Semarang. Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang mencari juara, tetapi juga melatih mental bertanding sejak dini, seperti yang dirasakan oleh Nitya Safira Jaya, pemain terbaik KU 10 dari SDN Pinang 3 C. “Saya senang sekali bisa menang dan menjadi juara. Saya sempat khawatir saat menit terakhir lawan hampir membuat comeback,” ungkap Nitya yang sukses mencetak dua gol di final.

MilkLife Soccer Challenge Seri 2 Kian Seru, Talenta Bermunculan

MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025-2026

MilkLife Soccer Challenge Tangerang & Semarang Seri 2 2025 – 2026 yang diselenggarakan 13 hingga 18 Januari rampung digelar. SDN Pinang 3 C (KU 10) dan SDN Kunciran 4 C (KU 12) berhasil menjadi kampiun baru di Tangerang, sementara SDN Klepu 03 (KU 10) dan SDN Sendangmulyo 04 (KU 12) sukses menyandang gelar juara di Semarang. Sekadar diketahui, pada MilkLife Soccer Challenge Tangerang Seri 2 2025 – 2026, tak kurang 1.424 siswi dari 135 SD & MI ikut andil. Sementara di Semarang Seri 2 2025 – 2026, sebanyak 1.239 siswi dari 65 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) turut berpartisipasi pada turnamen yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife tersebut. Teddy Tjahjono selaku Program Director MilkLife Soccer Challenge melihat adanya peningkatan signifikan, baik dari jumlah peserta maupun segi kualitas pemain yang bertanding di Tangerang dan Semarang Seri 2. Sebelumnya, pada Tangerang Seri 1 sebanyak 1.302 siswi, sementara di Semarang Seri 1 2025 – 2026 tercatat 1.213 peserta. “Untuk seri kedua ini, jumlah peserta meningkat dibandingkan seri-seri sebelumnya, baik di Semarang dan Tangerang. Secara kualitas juga selalu ada peningkatan, karena mereka sudah mempersiapkan diri dan tahu jadwal pelaksanaannya seperti apa. Sehingga mereka lebih ada persiapan yang baik diantara para peserta,” ucap Teddy. Jacksen F Tiago yang kini resmi bergabung sebagai Head Coach MilkLife Soccer Challenge bersama Timo Scheunemann mengatakan bahwa turnamen KU 8, KU 10, KU 12 ini sangat penting digelar, sebagai langkah awal menjadi pesepakbola profesional. “Terus yang kedua, untuk mereka mencapai level timnas Indonesia, ini adalah jalurnya. Sehingga saya rasa bukan penting, tapi sangat luar biasa penting karena ini boleh dikatakan salah satu wadah yang ada bagi atlet muda putri. Tiga sampai empat tahun ke depan wajah-wajah ini yang akan kita lihat memakai baju merah putih,” ujarnya. Mantan pelatih timnas Indonesia tersebut berucap, bahwa terdapat perbedaan signifikan antara melatih atlet putra dan putri, terutama dari aspek psikologis. Jacksen menilai harus ada pendekatan secara lebih personal untuk menghadapi atlet putri. Meski demikian, ia optimistis dengan MilkLife Soccer Challenge yang telah sukses bergulir tiga tahun terakhir, sepak bola putri Tanah Air akan mencapai kejayaan. “Saya rasa perbedaan yang paling mencolok itu adalah pendekatan psikologisnya, karena siklus putra berbeda dengan putri. Menurut saya itu menjadi tantangan terberat. Karena mood-nya perempuan itu sangat labil, sehingga kita harus memahami itu untuk bisa menangani mereka,” kata Jacksen. Juara MilkLife Soccer Challenge Tangerang Seri 2 2025 – 2026 pada KU 10, SDN Pinang 3 C berhasil menjadi kampiun setelah mengalahkan British School Jakarta dengan skor akhir 2-1. Pada pertandingan final yang digelar di Lapangan Kera Sakti BRIN Puspitek, Tangerang, Minggu (18/1), SDN Pinang 3 C tampil lebih dominan dari lawannya. Adalah Nitya Safira Jaya yang sukses mengemas dua gol tersebut sekaligus mengantarkan kemenangan untuk timnya. Nitya Safira Jaya mencetak gol melalui tendangan penalti pada menit ke-2, serta menit 19 melalui tendangan jarak jauh. Sementara gol semata wayang British School Jakarta tercipta dari Maya Hashimoto yang berhasil mengeksekusi tendangan penalti dengan sempurna di menit 24. “Saya senang sekali bisa menang dan menjadi juara. Saya sempat khawatir saat menit terakhir lawan hampir membuat comeback karena mengira ada penalti lagi buat lawan. Untungnya tidak terjadi dan bisa mengakhiri pertandingan dengan kemenangan,” ujar Nitya yang juga menyandang Best Player KU 10 pada MLSC Tangerang Seri 2 2025 – 2026. Sementara pada KU 12, SDN Kunciran 4 C sukses mengunci gelar juara MilkLife Soccer Challenge Tangerang Seri 2 2025 – 2026 usai meladeni pertandingan sengit SDN Kebayoran Lama Selatan 19 dengan skor 3-2. Pelatih SDN Kunciran 4 C, Farid mengaku bangga dengan pencapaian timnya. Terlebih di MLSC Tangerang Seri 1 2025 – 2026 langkah mereka terhenti di babak 16 besar usai kalah adu penalti dari British School Jakarta 0 (1) – 0 (2). Sementara di Seri 2, SDN Kunciran 4 C menghentikan langkah British School Jakarta di semifinal dengan skor 3-0. “Persiapan yang sebelumnya latihan seminggu sekali, jadi tiga kali karena mengejar usia mereka yang tahun depan sudah tidak bisa ikut lagi di KU 12. Jadi anak-anak diperkuat mentalnya di Seri 2 ini,” ungkap Farid. SDN Kunciran 4 C sebelumnya juga menjadi kampiun pada MLSC Jakarta Seri 1 2025 – 2026. Selain mempertandingkan format 7 vs 7 untuk KU 10 dan KU 12, MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 juga kembali menghadirkan Festival SenengSoccer untuk KU 8. Di Semarang, kegiatan ini diikuti oleh 97 siswi dari 20 SD & MI, sementara di Tangerang 35 peserta dari 10 SD & MI turut serta. Usai Semarang dan Tangerang, MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025 – 2026 akan bergulir di Bandung dan Yogyakarta pada 27 Januari hingga 1 Februari 2026. Daftar Pemenang MilkLife Soccer Challenge Tangerang Seri 2 2025 – 2026: Kategori Usia 10 Champion: SDN Pinang 3 C Runner-up: British School Jakarta Semifinalis: SDN Pasar Baru 01 Komplek Pintu Besi & SDN Buaran 02 Top Scorer: Ayu Fitria Oktaviani – SDN Cipulir 03 B (19 gol) Best Player: Nitya Safira Jaya – SDN Pinang 3 C Best Goalkeeper : Nadhifa Ferhania Sholeha – SDN Pasar Baru 01 Komplek Pintu Besi Fairplay Team : SDN Kunciran 4 Kategori Usia 12 Champion: SDN Kunciran 4 C Runner-up: SDN Kebayoran Lama Selatan 19 Semifinalis: British School Jakarta Red & SDN Pinang 3 Top Scorer: Angelina Putri Sarealita Mongan – SDN Kunciran 4 C (18 gol) Best Player: Zilda Afna Syaqila – SDN Kunciran 4 C Best Goalkeeper: Aisyah Putri Ramadhani – SDN Pinang 3 Fairplay Team: SDN Pakulonan 02 Daftar pemenang MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 2 2025 – 2026: Kategori Usia 10 Champion: SDN Klepu 03 Runner-up: SDN Kalibanteng Kidul 03 Semifinalis: SDN Kembangarum 1 Mranggen & SD Kembangarum 01 Semarang Top Scorer: Shakilla Azalia Ardani – SDN Klepu 01 (31 gol) Best Player : Christabel Jocelyn Calista – SDN Kalibanteng Kidul 03 Best Goalkeeper : Saputri Nurul Azizah – SDN Klepu 03 Fairplay Team : SDN Kembangarum 2 Semarang Kategori Usia 12 Champion: SDN Sendangmulyo 04 Runner-up: SDN Sendangmulyo 02 Semifinalis: SDN Karangsono 2 Mranggen & SDN Rejosari 01 Top Scorer: Janetta Alodya – SDN Sendangmulyo 04 (24 gol) Best … Read more

Hasil Drawing ASEAN Hyundai Cup 2026

Trofi ASEAN Hyundai Cup 2026

Tim nasional sepak bola Indonesia masuk ke dalam Grup A bersama juara bertahan Vietnam, selain itu ada Singapura, Kamboja dan tim pemenang play-off. Ini merupakan hasil pengundian (drawing) Kejuaraan ASEAN Hyundai Cup 2026 yang dilaksanakan di Studio RCTI+ Kebun Jeruk, Jakarta, Kamis (15/1) sore. Sementara, di Grup B dihuni Thailand, Malaysia, Philipina, Myanmar dan Laos. Timnas Indonesia akan berlaga di Kejuaraan sepak bola paling bergengsi di Asia Tenggara, ASEAN Hyundai Cup 2026. Kejuaraan ini merupakan edisi ke-30 sejak digelar untuk pertama kalinya di tahun 1996. ASEAN Hyundai Cup 2026 akan menjadi panggung bagi tim-tim sepak bola terbaik kawasan untuk memperebutkan mahkota Juara ASEAN, yang saat ini dipegang Vietnam setelah mengalahkan Thailand di final edisi tahun 2024 lalu. Hyundai Cup akan berlangsung pada 27 Juli hingga 26 Agustus mendatang, diikuti 11 negara peserta yang akan saling bersaing menjadi yang terbaik. Salah satunya harus melalui kualifikasi atau play-off yang digelar 2 dan 6 Juni 2026 yang akan diperebutkan oleh Brunei Darussalam dan Timor Leste. Pada fase grup, setiap tim akan menjalani empat pertandingan, terdiri dari dua laga kandang dan dua laga tandang.Tim yang finis sebagai juara grup dan runner-up berhak melaju ke babak semifinal. Pada fase empat besar, pertandingan akan dimainkan dalam format dua leg kandang dan tandang, begitu pula dengan partai final. Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, yang hadir pada pengundian ini menyebut, timnas Indonesia memiliki kesempatan besar untuk menang. Indonesia diketahui sebanyak enam kali menjadi semifinalis pada penyelenggaraan Kejuaraan ASEAN yang dulu dikenal dengan Piala AFF ini. “Saya rasa ini adalah kesempatan besar, kita sudah jadi semifinalis enam kali. Turnamen ini sangat bergengsi, punya level yang top. Tim-tim yang bermain punya kekuatan seimbang dan kita punya kesempatan (untuk menang),” harapnya saat doorstop bersama awak media. Hasil Drawing ASEAN Championship 2026: Grup A: Vietnam, Singapura, Indonesia, Kamboja, Brunei Darussalam/Timor Leste Grup B: Thailand, Malaysia, Filipina, Myanmar, Laos

John Herdman Resmi Diperkenalkan

John Herdman

John Herdman resmi diperkenalkan PSSI sebagai pelatih Timnas Indonesia melalui jumpa media yang digelar di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1). Pada kesempatan ini hadir Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dua Wakil Ketua Umum yakni Zainudin Amali, Ratu Tisha Destria, serta sejumlah anggota Komite Eksekutif yakni Sumardji, Endri Erawan, Vivin Sungkono, Rudy Yulianto, Ahmad Riyadh, Muhammad, dan Sekjen Yunus Nusi. Selain itu hadir Direktur Teknik Alexander Zweirs dan Pelatih Timnas U-20, Nova Arianto. Pelatih asal Inggris ini menyampaikan rasa senang untuk lebih memahami karakter, kultur dan hal-hal baru khususnya untuk peningkatan prestasi sepak bola Indonesia menuju prestasi dunia. “Saya senang datang ke Indonesia bersama keluarga saya. Ini adalah negara baru, kebudayaan baru dan negara dengan fans sepak bola yang luar biasa. Ini adalah kesempatan untuk membawa prestasi sepak bola Indonesia ke panggung dunia,” kata John Herdman. “Terima kasih kepada PSSI yang sudah memberi kepercayaan saya menjadi pelatih baru Timnas Indonesia,” tambah pelatih berusia 50 tahun tersebut. Sebagai pelatih timnas Indonesia, John pun siap menyatukan potensi- potensi seluruh pemain, entah dari diaspora maupun lokal asal punya kualitas dan kriteria yang diinginkannya. Dia akan mengkombinasikan menjadi potensi yang positif untuk Indonesia. “Bagi saya, saya melihat peluang dan yang terpenting adalah menerima keberagaman ini sebagai kekuatan besar untuk Garuda,” urainya. John menilai, timnas Indonesia telah mengambil langkah dan impian besar menuju Piala Dunia 2026 namun tidak lolos. Untuk itu, dia sadar tuntutan itu akan segera berada dihadapannya. “Tentu ada tekanan, jelas, mengingat apa yang disebutkan sebelumnya, sudah dekat, tetapi belum berhasil. Jadi, apakah sudah siap menghadapi tekanan ini, terutama dari para penggemar. Anda datang ke sebuah organisasi, memimpin sebuah tim, memikul beban sebuah bangsa. Dan beban itu bisa, bisa menjadi sebuah kutukan, atau bisa menjadi sebuah berkah,” urainya lagi. “Kami akan mengolahnya menjadi sebuah berkah. Ini akan menjadi sebuah peluang besar yang akan terus saya bagikan kepada para pemain, karena saya pernah mengalami momen ketika sebuah negara berhenti sejenak, dan Anda lolos untuk pertama kalinya. Saya telah mengalami momen itu,” tuturnya usai mengantar Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 sejak 1986. John Herdman mendapatkan kontrak selama 2 tahun oleh PSSI untuk menukangi Timnas Indonesia dan opsi perpanjangan kontrak kedepannya.

Borong 7 Medali SEA Games, Segini Bonus Milik Martina Ayu

Martina Ayu Pratiwi

Atlet triathlon putri, Martina Ayu Pratiwi (22) mencatatkan prestasi membanggakan pada ajang SEA Games 2025 Thailand. Dia mengharumkan nama bangsa dengan memborong lima medali emas dan dua medali perak. Karena jumlah medalinya banyak, Martina pun mendapatkan bonus paling besar di antara kontingen Indonesia lainnya. Martina mendapatkan satu medali emas di nomor perorangan dan empat dari nomor beregu. Satu medali emas nomor perorangan mendapatkan bonus sebesar Rp1 miliar. Untuk medali emas nomor beregu mendapatkan bonus senilai Rp500 juta per orang. Dengan mendapatkan empat medali emas dari nomor beregu, Martina mendapatkan total bonus Rp2 miliar. Ini belum termasuk bonus medali perak. Martina mendapatkan dua medali perak nomor beregu, yang membuatnya mendapatkan bonus Rp441 miliar. Sehingga total bonus yang didapat Martina Ayu adalah Rp3,441 miliar. Atas capaian tersebut, Martina menerima bonus dari Presiden Prabowo Subianto. Ini menjadi bentuk apresiasi negara terhadap perjuangan atlet berprestasi. Dia mengaku sangat bersyukur atas bonus yang diterimanya. “Senang sekali dapat bonus, akhirnya cair. Alhamdulillah,” ujar Martina. Tak hanya menjadi bentuk penghargaan, bonus tersebut juga akan dimanfaatkan secara bijak oleh Martina. Dia berkomitmen menjadikannya sebagai investasi masa depan. “Bonus ini akan saya tabung untuk investasi ke depan, dan membantu orang tua. Saat ini juga sedang dipakai untuk renovasi rumah di Magetan. Prosesnya masih berjalan,” sebutnya. Atlet yang dikenal disiplin dan pantang menyerah ini juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas dukungan yang diberikan kepada para atlet nasional. Dukungan pemerintah, kata dia menjadi tambahan motivasi bagi para atlet untuk meningkatkan prestasi. “Terima kasih Bapak Presiden dan Bapak Menpora yang sudah mendukung kami para atlet. Dukungan ini sangat berarti dan tentu menjadi motivasi bagi kami untuk berprestasi ke jenjang yang lebih tinggi,” ucap Martina. Tak ingin cepat berpuas diri, Martina telah menyiapkan target besar ke depan. Impian tampil di Olimpiade menjadi tujuan jangka panjangnya. “Target jangka panjang tentu Olimpiade ya, semoga bisa lolos. Untuk tahun ini fokus Asian Games, dan SEA Games berikutnya. Yang terpenting bagaimana menjaga performa dan konsistensi,” jelasnya. Pencapaian apik Martina Ayu itu turut mencuri perhatian Presiden Prabowo saat pemberian bonus di Istana Negara, Jakarta. Kepala Negara bahkan menghitung medali yang dikalungkan Martina. Dengan usia yang masih muda dan semangat juang tinggi, Martina Ayu Pratiwi menjadi inspirasi generasi muda Indonesia bahwa kerja keras, disiplin, dan doa mampu membawa prestasi hingga level internasional, sekaligus memberi manfaat nyata bagi keluarga dan masa depan.

PSSI Resmi Tunjuk John Herdman

John Herdman

PSSI resmi mengumumkan John Herdman sebagai pelatih baru Tim Nasional Indonesia, pada Sabtu, 3 Januari 2026, menandai dimulainya era baru sepak bola nasional. Herdman bukan sekadar pelatih, melainkan arsitek berpengalaman membawa team ke Piala Dunia. PSSI menyambut antusias kehadiran pelatih berusia 50 tahun tersebut. Ragam rekam jejak Herdman menjadi alasan utama penunjukan ini. Dia tercatat sebagai satu-satunya pelatih di dunia yang berhasil membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara lolos ke Piala Dunia FIFA. Bersama timnas putri Kanada, Herdman tampil di Piala Dunia 2007 dan 2011, serta mencetak sejarah dengan meraih dua medali perunggu Olimpiade secara beruntun pada 2012 dan 2016. Sementara itu, di sektor putra, Herdman sukses mengantar Kanada ke Piala Dunia Qatar 2022, momen sejarah setelah 36 tahun, sekaligus melesatkan peringkat FIFA Kanada saat itu dari posisi 77 ke 33 dunia. Pada tahun 2026, Herdman dan Timnas Indonesia telah menanti agenda padat. Timnas Senior akan tampil di FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada FIFA Match Day 23–31 Maret 2026, dilanjutkan agenda FIFA Match Day pada Juni, September, Oktober, dan November, serta Piala AFF 2026 yang dijadwalkan berlangsung mulai 25 Juli 2026.

Jason Donovan, Debutan Raih Dua Emas SEA Games Thailand

Jason Donovan

Atlet renang muda Indonesia, Jason Donovan Yusuf tampil dominan pada debutnya di SEA Games 2025 Thailand. Meski baru berusia 18 tahun ia berhasil meraih dua medali emas masing-masing di nomor 100m gaya punggung putra dan 50m gaya punggung putra. Performa dan torehan gemilang pemuda lulusan SMA Tarsisius 1 Jakarta ini bukan hanya kemenangan, tetapi sekaligus menjadi tolak ukur regenerasi dan pembinaan atlet renang putra ke kancah internasional. Dalam debutnya, Jason tampil percaya diri dan sukses mengalahkan perenang-perenang unggulan, termasuk juara bertahan asal Singapura, Quah Zheng Wen yang selama satu dekade tak tersentuh di nomor 100 meter gaya punggung putra dari SEA Games 2015 hingga 2023. Jason menyentuh dinding finis tercepat dengan waktu 55,08 detik, disusul rekan senegaranya Farrel Armandio Tangkas dengan 55,89 detik, sementara Quah harus puas dengan perunggu. Perjalanan Jason menuju panggung SEA Games telah ditempa melalui berbagai ajang nasional dan internasional. Meski baru pertama kali tampil, prestasinya bukan kejutan bagi dunia renang nasional. Jason mulai dikenal saat tampil memukau pada PON 2024 Aceh–Sumut. Saat itu meski masih duduk di kelas XII bangku SMA ia berhasil mengoleksi enam medali, dua emas dari nomor 4×100 meter gaya bebas dan 4×100 meter gaya ganti, dua perak dari nomor 50 meter bebas dan 50 meter punggung, serta dua perunggu dari nomor 200 meter punggung dan 100 meter punggung. Di level Asia Tenggara, Mei 2025, ia memecahkan rekor nasional kelompok umur KU1 (16–18 tahun) nomor 50 meter punggung dengan waktu 25,47 detik. Di level internasional saat turun di Asian Schools Games (ASG) 2024, ia merebut dua emas dari nomor 50m gaya punggung dan 50m gaya bebas. “Kami bangga, terutama melihat atlet muda seperti Jason tampil tanpa rasa takut, performanya menjadi tolok ukur regenerasi atlet renang putra di kancah internasional,” ujar Ketua Harian PB Akuatik Indonesia Harlin E. Rahardjo.

Patricia Menolak Puas Usai Debut SEA Games Berbuah Emas

Patricia Geraldine

Sukses mempersembahkan medali emas di SEA Games 2025 Thailand tidak membuat atlet wushu Indonesia Patricia Geraldine puas diri. Usianya yang masih muda 20 tahun membuat perjalanan prestasinya cukup panjang untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. Nama Patricia Geraldine tengah menjadi salah satu sorotan paling terang di dunia wushu Indonesia. Maklum saja Patricia berhasil mempersembahkan medali emas dari nomor taolu gabungan changquan/jianshu/qiangshu putri di Ratthaprasasanphakdi Government Building Complex, Bangkok, Sabtu (13/12) lalu. Tampil sebagai debutan level SEA Games, perempuan yang biasa dipanggil Patrice tersebut memperlihatkan performa konsisten dan memukau. Saat menampilkan jurus qiangshu Patrice memimpin jajaran atlet yang berlaga dengan menorehkan nilai 9,750. Patrice meningkatkan penampilannya saat peragaan jurus jianshu pada Minggu (14/12) dengan torehan poin 9,760 di pucuk perolehan angka sementara. Patrice menutup aksinya lewat catatan 9,756 poin dalam peragaan jurus changquan sekaligus mengunci medali emas SEA Games 2025 berbekal total nilai 29,266. Patrice menegaskan keunggulan atas wakil Malaysia Pang Pui Ye yang harus puas dengan medali perak usai mengemas total nilai 29,109 (9,706+9,643+9,760) dan peraih perunggu asal Singapura Le Yin Shuen (29,055). “Saya senang dan terharu bisa menyumbangkan medali emas buat kontingen Indonesia. Apalagi, ini penampilan perdana saya di multi event internasional,” kata Patrice. Ke depan, Patrice masih ingin terus meraih prestasi yang lebih baik lagi. Salah satunya diajang kejuaraan dunia atau Asian Games. “Saya ke depan akan terus berlatih lebih baik lagi agar bisa meraih prestasi di tingkat dunia,” pungkas Patrice.

Setelah Emas SEA Games, Intan Violin Bidik Prestasi di Olimpiade

Intan Violine Puspita

Atlet jalan cepat putri Indonesia, Intan Violine Puspita, mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih medali emas pada ajang 20 kilometer jalan cepat putri di SEA Games 2025 Thailand. Intan yang bertanding di Run Happy and Healthy Bike Lane, Bangkok, tampil sebagai yang tercepat dengan waktu 1 jam 46 menit 52 detik. Prestasi medali emas tersebut sekaligus menggantikan raihan perak yang diperoleh pada SEA Games 2023 Kamboja, menandakan peningkatan signifikan dalam performanya. Putri pasangan Lim Yap Dharmananda dan Iriana, Violine Intan Puspita, pertama kali mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) pada tahun 2021. Meskipun telah berpartisipasi dalam ajang besar tersebut, Violine belum berhasil meraih medali pada kesempatan pertama itu. Namun, pengalaman yang didapatkan selama PON menjadi langkah awal untuk kariernya di dunia olahraga. Pada tahun 2022, Violine mulai menunjukkan perkembangan pesat dalam karier olahraga jalan cepatnya. Ia berhasil meraih juara pertama di beberapa perlombaan bergengsi, seperti Jateng Open, Kejuaraan Nasional Senior, dan POMNAS. Selain itu, ia juga berhasil meraih juara kedua pada Thailand Open. Semua capaian ini diraih Violine berkat usaha keras, perjuangan, serta dukungan penuh dari kedua orang tuanya yang selalu memberi semangat dan motivasi. Di akhir tahun 2022, Violine mendapatkan kesempatan besar untuk mewakili Indonesia di ajang SEA Games di Kamboja. Ia terpilih untuk bergabung dalam tim Indonesia pada nomor 20 kilometer jalan cepat, yang menjadi bagian dari cabang olahraga atletik. Sebelum berlaga di SEA Games, Violine mengikuti Kejuaraan Jatim Open pada Maret 2023, di mana ia berhasil meraih juara pertama, yang semakin mengukuhkan dirinya sebagai salah satu atlet jalan cepat terbaik Indonesia. Pada Mei 2023, Violine berangkat bersama dengan tiga atlet lainnya yang juga bertanding di nomor marathon dan jalan cepat, serta didampingi oleh pelatih dan manajer atletik. Perjalanan menuju SEA Games menjadi langkah besar bagi Violine dalam kariernya sebagai atlet nasional. Ia menyiapkan dirinya dengan penuh disiplin dan dedikasi, baik dalam latihan maupun menjaga kondisi fisik agar dapat tampil maksimal. “Prestasi saya di SEA Games 2025 Thailand akan menjadi pemacu semangat saya untuk ke depan bisa meraih prestasi lebih baik lagi. Salah satu yang menjadi mimpi saya adalah di ajang Olimpiade,” kata Intan. BIOGRAFI Nama Lengkap: Violin Intan Puspita Tanggal Lahir: 22 September 2000 Tempat Lahir: Jambi

Nilai Pasar Jay Idzes Naik Drastis, Setara Skuad Malaysia

Jay Idez

Nilai pasar Jay Idzes kembali menjadi sorotan setelah grafik harganya melonjak tajam sepanjang 2025. Bek tengah Timnas Indonesia yang kini membela Sassuolo di Serie A itu resmi menyentuh nilai 10 juta euro, atau sekitar Rp197 miliar. Angka ini menjadikannya salah satu pemain dengan valuasi tertinggi di kawasan Asia Tenggara, bahkan lebih mahal dari total nilai pasar timnas Malaysia. Kenaikan ini terbilang luar biasa. Pada awal 2023, saat baru bergabung dengan Venezia, nilai Jay masih berada di kisaran 600 ribu Euro. Dua tahun berselang, grafiknya melonjak lebih dari 16 kali lipat. Performa solid di Italia, menit bermain yang konsisten, dan ketertarikan klub-klub besar seperti AC Milan, Inter Milan, hingga Fiorentina membuat harga Jay terus naik. Di Sassuolo musim 2025/2026, Jay menjadi andalan di jantung pertahanan. Ia sudah tampil dalam 15 pertandingan Serie A dan berduet erat dengan Tarik Muharemovic. Duet ini menghasilkan enam kemenangan dan tiga hasil imbang, dengan empat di antaranya mencatatkan clean sheet. Catatan ini mempertegas reputasi Jay sebagai bek modern dengan distribusi bola yang rapi, duel udara kuat, dan kemampuan membaca permainan yang matang. Tak heran jika Transfermarkt menempatkannya sebagai pemain termahal se-ASEAN saat ini. Bahkan, nilai individunya mampu menyamai atau melampaui valuasi beberapa tim nasional di kawasan. Lebih Mahal dari Timnas Malaysia dan Vietnam Jika dibandingkan dengan tim nasional Asia Tenggara, posisi Jay terlihat semakin mencolok. Valuasi terbaru mencatat bahwa: Timnas Malaysia (tanpa pemain naturalisasi yang sedang dihukum FIFA) memiliki total nilai pasar sekitar 7,75 juta euro. Timnas Vietnam berada di angka 6,25 juta euro. Thailand menjadi satu-satunya tim yang mendekati angka Jay, dengan total pasar 9,08 juta Euro. Artinya, nilai satu orang Jay Idzes setara atau bahkan lebih tinggi daripada nilai seluruh skuad Malaysia atau Vietnam. Ini menjadi fenomena unik di kawasan ASEAN, sesuatu yang jarang terjadi sebelumnya bagi pemain keturunan Indonesia yang berkarir di liga top Eropa. Mengapa Nilai Pasar Jay Bisa Melonjak? Ada beberapa faktor kunci yang menjadi latar belakang kenaikan nilai tersebut: 1. Konsistensi di Liga Top Eropa Serie A adalah liga dengan intensitas tinggi, dan tidak banyak pemain Asia Tenggara yang bisa bertahan di sana. Jay bukan hanya bertahan, tetapi menjadi starter reguler. 2. Usia Produktif Di usia pertengahan 20-an, Jay berada pada fase emas perkembangan pemain bertahan. Klub-klub Eropa selalu menilai tinggi pemain yang berada di puncak usia produktif. 3. Peningkatan Statistik Individu Jay menonjol dalam duel udara, progressive passes, dan konsistensi tanpa kesalahan fatal. Liga-liga besar kini menilai pemain berdasarkan data, bukan hanya reputasi. 4. Eksposur dari Timnas Indonesia Performanya bersama Timnas Indonesia juga ikut disorot, terutama ketika ia tampil solid dalam turnamen internasional. Momentum ini ikut mengerek nilai pasarnya. Dampaknya untuk Sepak Bola Indonesia Kenaikan nilai pasar Jay Idzes bukan hanya prestasi individu, ini juga menjadi momen yang mendorong reputasi pemain Indonesia di mata klub Eropa. Selama ini, pemain Asia Tenggara sering dipandang sebelah mata di bursa transfer. Namun, melonjaknya nilai Jay menunjukkan bahwa talenta dari kawasan ini bisa dihargai setara pemain Eropa. Ini juga membuka jalan bagi generasi baru pesepakbola Indonesia yang bermimpi tampil di liga top dunia. Nilai pasarnya yang mencapai 10 juta euro menjadi bukti kualitasnya sekaligus penanda bahwa pemain Indonesia bisa bersaing di panggung tertinggi sepak bola dunia.

Vicky Tahumil Junior Sabet Emas, Bukti Pembinaan Akar Rumput Tidak Pernah Padam

Vicky Tahumil Junior Saat Berada di Podium SEA Games 2025

Keikutsertaan tinju Indonesia pada SEA Games ke-33 Thailand 2025 membuktikan kualitas pembinaan Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) yang telah membina tinju di Tanah Air sejak 1959. Ada 7 dari 13 petinju binaan Pertina yang diberangkatkan ke SEA Games Thailand. Mereka adalah Dio Koebano (48 kg putra), Vicky Tahumil Junior (51 kg putra), Flanuari Yerikho Daud (54 kg), Jerki Riwu (69 kg putra), Maikhel Roberrd Muskita (80 kg putra), Merlin Tomatala (48 kg putri), dan Alfianita Kartika Manopo (57 kg putri). Selain petinju binaan Pertina, ada juga atlet lainnya seperti Jill Mandagie ( 57 kg putra), Asri Udin (60 kg putra), Israellah Saweho (50 kg putri), Nabila Maharani (54 kg putri), Manguntu Maria Meisita (60 kg putri), dan Huswatun Hasanah (63 kg putri). Namun begitu, harus diakui bahwa ke-13 petinju tersebut merupakan buah manis dari pembinaan berjenjang Pertina yang telah mengakar di berbagai daerah selama 66 tahun Hampir mustahil melahirkan atlet berkualitas dalam waktu singkat dan tanpa jenjang yang diawali dari akar rumput. Untuk mendapatkan kualitas nasional sejati bukan dibina dalam tempo satu dua bulan, tapi bertahun-tahun. Atlet binaan Pertina, Vicky Tahumil Junior menjadi satu-satunya petinju yang meraih medali emas. Maikhel Mustika, Asri Udin, Nabila Maharani, Huswatun Hasanah merebut perak. Dan, Jill Mandagie, Israellah Saweho, Alfiani Kartika Manopo, Manguntu Maria Meisita, kebagian perunggu. Patut diacungi jempol kepada Vicky Tahumil Junior yang bertanding tiga kali, dan di final mengalahkan petinju tangguh Thailand, Thitisan Panmod dengan skor 3-2. Maikel Roberd Muskita bermain dua kali, dan di final kalah 1-4 dari petinju tangguh Filipina Eumir Marcial yang meraih perunggu di Olimpiade Tokyo 2020. Asri Udin bermain tiga kali, di final kalah telak 0-5 dari petinju tangguh tuan rumah Sakda Ruanthan. Nabila Maharani bermain dua kali karena langsung masuk semifinal mengalahkan petinju Myanmar Htar Htar Nwe dengan skor 5-0, sedangkan di final kalah 1-4 dari petinju Thailand, Natnicha Chongprongklang. Huswatun Hasanah bermain dua kali karena langsung masuk semifinal mengalahkan petinju Filipina, Nesthy Petecio dengan angka 3-2, dan di final kalah 1-4 dari petinju Thailand, Thananya Somnuek. Jill Mandagie bermain satu kali karena langsung masuk semifinal kalah 1-4 dari petinju Vietnam, Nguyen Van Durong. Israellah Saweho bermain satu kali, karena langsung masuk semifinal kalah 1-4 dari petinju Thailand, Chumat Raksat. Alfianita Kartika Manopo bermain satu kali karena langsung masuk semifinal kalah 0-5 dari petinju Thailand, Punrawee Ruenros. Manguntu Maria Meisita bermain satu kali karena langsung masuk semifinal kalah 0-5 dari petinju Vietnam, Ha Thi Linh. Atas kerja keras para atlet, pelatih dan Pertina, Ketum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman menyampaikan terima kasih dan apresiasi. “Selamat kepada Vicky Tahumil yang berhasil membuat Indonesia bangga. Atas prestasinya, membuat Lagu Indonesia Raya berkumandang mengiringi berkibarnya bendera Merah Putih,” katanya. “Saya juga mengucapkan sepada seluruh atlet tinju yang berhasil meraih medali, kalian membanggakan Indonesia. Bagi yang belum berhasil, terus berlatih agar ke depan performa tandingnya lebih baik,” lanjutnya. “Terima kasih atas kerja keras seluruh atlet, pelatih, Pertina yang dipimpin Ibu Hillary Brigitta Lasut serta jajaran, dan juga keluarga besar Pertina di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota yang melakukan pembinaan, penjaringan serta penyaringan atlet potensial,” sambung Ketum KONI Pusat. Tak ketinggalan, Ketum KONI Pusat berterima kasih atas atensi pemerintah melalui Menpora RI Erick Thohir dan jajarannya, yang mendukung upaya Pertina mengantar atlet meraih prestasi.

Emas SEA Games 2025, Persembahan Terakhir Edgar untuk Indonesia

Edgar Xavier Marvelo

Atlet wushu Indonesia Edgar Xavier Marvelo mempersembahkan medali emas pada nomor taolu gabungan Chang Quan, Dao Shu, dan Gunshu di ajang SEA Games Thailand 2025. Medali ini sekaligus menandai penampilan terakhir Edgar membela Indonesia di pesta olahraga Asia Tenggara tersebut. Edgar tampil gemilang sepanjang pertandingan dan berhasil menunjukkan performa maksimal sesuai dengan persiapan yang telah dilakukan bersama tim pelatih. Seusai pertandingan pada Minggu, Edgar mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. “Puji Tuhan hari ini saya bisa mendapatkan medali emas. Selama dua hari pertandingan, apa yang kami latih dan persiapkan bisa ditampilkan secara maksimal di arena,” ujar Edgar. Medali emas di Thailand ini menjadi emas keempat yang diraih Edgar sepanjang partisipasinya di ajang SEA Games. Sebelumnya, atlet berusia 27 tahun itu meraih dua emas pada SEA Games 2019 melalui nomor daoshu/gunshu dan duilian, serta satu emas pada nomor changquan di SEA Games 2023. Edgar menegaskan bahwa pencapaiannya tidak terlepas dari dukungan banyak pihak. Menurutnya, medali yang diraih merupakan hasil kerja kolektif dari seluruh tim dan orang-orang terdekat yang selalu mendukung perjalanan kariernya. “Medali ini kalau dilihat orang mungkin hanya kepingan logam. Tapi cerita di baliknya sangat panjang. Banyak sekali orang yang berkontribusi,” kata Edgar. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Tuhan, keluarga, pelatih, pengurus, serta rekan-rekan atlet. Edgar menyebut medali emas tersebut memiliki makna khusus karena dipersembahkan untuk Indonesia, keluarga, dan calon anaknya. Selain menjadi emas keempat di SEA Games, capaian ini juga menandai akhir perjalanan Edgar sebagai atlet SEA Games. Ia menyatakan akan mengalihkan fokusnya ke keluarga setelah turnamen ini, meski tetap ingin berkontribusi bagi Indonesia di bidang lain. “Mungkin ini medali terakhir saya untuk Indonesia di SEA Games. Ke depan saya masih ingin berkontribusi untuk Indonesia, tapi di bidang lain. Prioritas saya sekarang adalah keluarga,” ujarnya

Jelang Akhir Tahun 2025, Ini Peringkat FIFA Indonesia

Tim nasional Indonesia U23

Ranking FIFA terbaru sudah dirilis. Indonesia menutup tahun 2025 di urutan 122, masih di bawah Malaysia, Vietnam, dan Thailand. Posisi Timnas Indonesia tidak mengalami perubahan per 22 Desember 2025. Indonesia ada di urutan ke-122 dengan 1144,73 poin. Indonesia sudah ada di posisi tersebut sejak Oktober 2025. PSSI, selaku federasi sepakbola Indonesia, tidak memanfaatkan agenda FIFA Matchday pada November lalu. Pertandingan terakhir Indonesia adalah melawan Arab Saudi dan Irak di Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026. Indonesia kalah dalam dua laga tersebut. Walaupun turun satu peringkat, Thailand menjadi negara di ASEAN yang punya posisi paling bagus setelah ada di tempat ke-96 dengan 1243.27. Vietnam naik tiga peringkat dengan duduk di posisi ke-107 setelah mengoleksi 1189,62 poin. Malaysia berada satu peringkat di atas Indonesia dengan 1145,89. Malaysia diketahui saat ini sedang dalam masalah karena pemalsuan dokumen naturalisasi. Posisi puncak ranking FIFA bulan ini masih ditempati Spanyol dengan 1877,18 poin. Argentina di urutan kedua dengan diikuti Prancis pada posisi ketiga. Sumber: detiksport

Deretan rekor yang dipecahkan atlet Indonesia pada SEA Games 2025

Rizki Juniansyah

Indonesia tidak hanya mencatat prestasi dari sisi perolehan medali pada SEA Games 2025 Thailand, tetapi juga menorehkan sejumlah rekor baru, baik tingkat SEA Games maupun dunia. Rekor tertinggi dicetak oleh lifter Rizki Juniansyah pada cabang angkat besi kelas 79 kg putra. Atlet asal Banten itu memecahkan dua rekor dunia sekaligus, masing-masing pada angkatan clean and jerk seberat 205 kg dan total angkatan 365 kg. Pencapaian tersebut mempertajam rekor dunia sebelumnya yang juga atas nama Rizki. Pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi IWF 2025 di Forde, Norwegia, Oktober lalu, ia mencatat clean and jerk 204 kg dantotal angkatan 363 kg. Rekor SEA Games lain lahir dari atletik. Diva Renata Jayadi memecahkan rekor lompat galah putri dengan lompatan setinggi 4,35 meter. Hasil tersebut mempertajam rekor nasional atas namanya sendiri 4,30 meter, dan melampaui rekor SEA Games lama 4,25 meter yang dipegang atlet Filipina Natalie Uy pada SEA Games 2019 di Filipina. Deretan rekor tersebut memperkuat kontribusi atlet-atlet Indonesia dalam perolehan medali SEA Games 2025. Indonesia menutup SEA Games 2025 Thailand di peringkat kedua klasemen dengan 91 emas, 112 perak, dan 130 perunggu. Itu runner-up pertama Indonesia dalam 30 tahun terakhir dan salah satu hasil tandang terbaik sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia dalam SEA Games. Indonesia juga membuat rekor baru SEA Games cabang menembak. Muhammad Iqbal Raja Prabowo membukukan skor 582 pada babak kualifikasi nomor 10 meter air pistol putra, menyamai rekor SEA Games yang dipegang petembak Vietnam Hoang Xuan Vinh pada SEA Games 2015 di Singapura. Rekor-rekor atlet Indonesia selama SEA Games 2025 Rekor Dunia Rizki Juniansyah Cabang: Angkat besi Nomor: Kelas 79 kilogram putra Clean and Jerk: 205 kilogram (Rekor dunia, sebelumnya 204 kilogram) Total Angkatan: 365 kilogram (Rekor dunia, sebelumnya 363 kilogram) Rekor SEA Games Muhammad Iqbal Raja Prabowo Cabang: Menembak Nomor: 10 meter air pistol putra Skor: 582 poin Keterangan: Menyamai rekor SEA Games yang sebelumnya dicatat Hoang Xuan Vinh (Vietnam) pada SEA Games 2015 di Singapura Diva Renata Jayadi Cabang: Atletik Nomor: Lompat galah putri Hasil: 4,35 meter Keterangan: Rekor SEA Games baru Mempertajam rekor nasional miliknya sendiri (sebelumnya 4,30 meter) Melampaui rekor SEA Games lama 4,25 meter atas nama Natalie Uy (Filipina) pada SEA Games 2019

SEA Games 2025: Kokoh di Posisi Dua, Indonesia Kemas 91 Emas

Atlet dan ofisial kontingen Indonesia

Kontingen Indonesia menutup keikutsertaan di SEA Games 2025 Thailand dengan raihan 91 medali emas. Jumlah medali emas itu melampaui target awal 80 emas dan menjadi catatan penting dalam sejarah partisipasi Indonesia di ajang Asia Tenggara. Secara keseluruhan, Indonesia membawa pulang 333 medali, terdiri dari 91 emas, 112 perak, dan 130 perunggu. Raihan 91 emas tercatat sebagai jumlah terbanyak ketiga saat Indonesia tampil sebagai peserta tamu sejak pertama kali mengikuti SEA Games pada 1977. Catatan tandang terbaik masih dipegang SEA Games Kuala Lumpur 1989 dengan 102 emas, lalu SEA Games Manila 1991 lewat 92 emas. Capaian di Thailand juga menjadi hasil terbaik Indonesia selama 32 tahun terakhir ketika bertanding di luar negeri. Jumlah emas kali ini melampaui raihan SEA Games Singapura 1993 dengan 88 emas. Hasil tersebut menunjukkan peningkatan performa Indonesia saat berlaga jauh dari dukungan tuan rumah. Klasemen Akhir Raihan Medali SEA Games 2025: Peringkat Negara Medali Emas Medali Perak Medali Perunggu Total 1 Thailand 233 154 112 499 2 Indonesia 91 111 131 333 3 Vietnam 87 81 110 278 4 Malaysia 57 57 117 231 5 Singapore 52 61 89 202 6 Philippines 50 73 154 277 7 Myanmar 3 21 49 73 8 Laos 2 9 28 39 9 Brunei Darussalam 1 3 5 9 10 Timor-Leste 0 1 7 8

Kontingen Indonesia Peraih Medali SEA Games 2025 Terbanyak

Martina Ayu Pratiwi

Pagelaran SEA Games 2025 berakhir pada Sabtu (20/12). Perjalanan multievent selama 11 hari resmi ditutup. Ada seorang atlet muda Indonesia yang mencatatkan rekor pribadi. Dia adalah Martina Ayu Pratiwi. Atlet berusia 21 tahun itu menjadi atlet dengan raihan medali SEA Games 2025 terbanyak dalam kontingen Indonesia. Kini, setiap kontingen mulai berhitung, merekapitulasi perolehan medali selama kejuaraan multicabang ini digelar. Di satu sisi, perjuangan atlet meraih medali SEA Games 2025 patut diapresiasi tinggi. Salah satunya Martina Ayu Pratiwi dari Indonesia. Martina Ayu jadi sorotan karena mengoleksi medali emas SEA Games 2025 paling banyak, yakni lima keping. Medali-medali itu bertambah karena atlet asal Gresik, Jawa Timur, ini juga mendapatkan dua perak. Total Martina Ayu dapat tujuh medali di SEA Games 2025. Jumlah itu jadi yang terbanyak untuk kontingen Indonesia. Ia ini tampil dalam tiga cabang olahraga (cabor) pada SEA Games 2025: aquathlon, duathlon, dan triathlon. Pada cabang aquathlon, Martina Ayu meraih dua emas melalui nomor team 3 women relay dan team mixed relay 2 men + 2 women. Dua emas juga didapat Martina Ayu dari duathlon melalui nomor team 3 women relay dan team mixed relay 2 men + 2 women. Sementara dari triathlon, Martina Ayu dapat 1 emas dan 2 perak. Medali emas dari triathlon didapat dari nomor individual putri, sedangkan dua perak dari nomor team 3 women relay dan team mixed relay 2 men + 2 women.

SEA Games 2025: Indonesia Capai Target Medali Emas

Medali Emas SEA Games 2025

Kontingen Indonesia sukses kumpulkan 80 emas dan penuhi target yang dicanangkan dalam keikutsertaan di SEA Games 2025 Thailand. Pencapaian target emas ini dipastikan pada Kamis (18/12) petang setelah tim putri kabaddi beranggotakan Ni Komang Tri Meiyoni, Yuni Amirta, Ni Luh Happy Restia, Oktavia Riska Della dan Ni Kadek Ari Wartini mengalahkan Malaysia 24-23 dan berhasil naik podium teratas di nomor women three stars finals. Menteri Pemuda dan Olahraga RI (Menpora RI), Erick Thohir, bersyukur atas terpenuhinya target emas SEA Games 2025, dan mengucapkan selamat kepada para atlet yang menunjukkan semangat patriotik, kegigihan, pengorbanan, dan performa maksimal demi mempersembahkan emas dan menunjukkan kedigdayaan Indonesia. “Alhamdulillah Indonesia sukses menembus target 80 emas. Ini semua berkat perjuangan para atlet yang gigih, dan tak kenal menyerah. Terima kasih, kalian adalah pahlawan olahraga yang membuat lagu kebangsaan Indonesia Raya terus berkumandang dari arena ke arena SEA Games. Kemudian juga terima kasih untuk para official, serta para ketua umum federasi yang selama masa persiapan sampai pelaksanaan SEA Games selalu bersama para atlet terus memberikan motivasi,” kata Menpora Erick “Kita juga bersyukur kita menempati peringkat kedua sampai saat ini, di mana setelah tahun 1995, saat kita tidak menjadi tuan rumah, kita hanya bisa maksimal ada di ranking tiga. Artinya kita merangkai kembali sejarah baru catatan baik Indonesia di pentas olahraga Asia Tenggara seperti pesan Bapak Presiden,” ujar Menpora Erick. Sebelumya sejak kamis pagi, keran emas dibuka oleh trio Eva Desiana, Martina Ayu Pratiwi, dan Zahra Bulan Aprillian Putri yang meraih emas pertama hari ini di cabang triathlon. Sumbangan emas kembali bertambah ketika tim triathlon turun di mixed team relay duathlon. Kontribusi dua emas hari ini datang juga dari cabang panahan melalui para srikandi panahan andalan yang turun di women’s team compound dan women’s individual compound. Perahu naga tak mau kalah dengan hadirkan dua emas dari nomor Men Small Boat 200 m dan mixed small boat 200 m. Selanjutnya di modern pentathlon, Dea Salsabila datangkan emas ke-79. Menpora Erick berpesan bahwa keberhasilan di SEA Games ini jangan membuat kita lupa diri, karena ada Asian Games di penghujung tahun depan yang sudah menanti. “Kita boleh berbangga atas pencapaian kita saat ini. Tapi jangan tenggelam dalam euforia, Kita harus segera kembali rapatkan barisan, kembali fokus dan jalani pemusatan latihan untuk kembali berjuang di Asian Games 2026,” pungkas Menpora Erick.

Berkenalan Dengan Atlet Termuda Indonesia di SEA Games 2025

Mikhayla Shanum Caya

Di tengah persaingan ketat antarnegara, perhatian publik tertuju pada sosok mungil namun bernyali besar dari kontingen Indonesia, Mikhayla Shanum Caya. Atlet yang baru berusia 11 tahun ini tidak hanya menyandang status sebagai anggota termuda dalam tim Merah Putih, tetapi juga berhasil membuktikan kualitasnya dengan menembus babak final nomor park putri.​ Penampilan Mikhayla pada babak penyisihan menjadi sorotan tersendiri. Meski harus bersaing dengan atlet-atlet yang jauh lebih senior dan berpengalaman, ia tampil tanpa beban. Dengan gaya bertanding yang eksplosif dan penuh keberanian dalam mengeksekusi trik, Mikhayla sukses mengamankan posisi ketujuh dengan torehan skor 45,93. Walaupun perolehan poinnya belum menembus tiga besar di fase kualifikasi ini, lolosnya Mikhayla ke partai puncak yang akan digelar pada hari Minggu, 14 Desember, adalah sebuah pencapaian fenomenal. “(Sudah) bagus sih. Tapi ‘next’ harus lebih berusaha lagi untuk bisa jadi juara,” ujar Mikhayla. “Kurang puas aku dengan hasil hari ini, tapi aku akan coba lagi besok-besok,” tambah gadis muda itu. Kehadirannya di final bukan sekadar partisipasi, melainkan sinyal kuat bahwa regenerasi atlet skateboard Indonesia berjalan dengan sangat baik.​ Banyak pengamat olahraga menilai SEA Games 2025 hanyalah awal dari perjalanan panjang karier Mikhayla. Dengan usia yang masih sangat muda, ia memiliki waktu luas untuk mengasah kemampuan dan mental. Jika pembinaan berjalan konsisten, bukan tak mungkin Mikhayla Shanum Caya kelak tampil di ajang dunia, bahkan Olimpiade.

SEA Games 2025: Alma Ariella Memanjat Puncak Asia Tenggara

Alma Ariella

Di Bangkok Sport Climbing Center Stadion SAT, Bangkok, Thailand, Jumat (12/12/2025) malam, Alma memukau nyaris semua orang yang datang. Bagaimana tidak, di antara delapan pemanjat putri dan putra yang berlaga di babak final, hanya Alma yang mampu menggapai puncak. Ketika puncak itu diraih, ketika itu pula medali emas dipastikan ada di tangannya. Prestasi tersebut sekaligus menegaskan potensinya sebagai salah satu bintang masa depan panjat tebing Indonesia di kancah internasional. Meski usianya masih sangat muda, yakni baru berusia 16 tahun, kiprahnya di berbagai kejuaraan menunjukkan kematangan luar biasa. Setahun lalu, Alma tak pernah membayangkan akan berada di puncak Asia Tenggara. Nama Alma baru muncul setelah menggondol lima medali panjat tebing di PON Aceh-Sumut 2024, tiga di antaranya medali emas. Prestasi gemilang itu diraih ketika Alma turun debutan sekaligus salah satu pemanjat termuda di tim Jawa Timur. Total enam pemanjat tebing lead Indonesia yang berlaga di SEA Games Thailand 2025 sudah ditanamkan pola pikir demikian bahwa SEA Games hanya titik awal. Pesta olahraga se-Asia Tenggara ini adalah batu loncatan menuju ke level lebih tinggi, yakni Asia dan dunia. Alma memahami itu. Titik awal itu sekaligus batu loncatan itu telah Alma lalui. Kini, dirinya mantap menatap puncak-puncak lain dengan level lebih tinggi. ”Harus bertahap, tetapi impian aku dan setiap atlet pasti ke Olimpiade,” ujar Alma.

SEA Games 2025: Rizki Juniansyah Persembahkan Medali Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Rizki Juniansyah

Misi lifter andalan merah putih, Letda TNI Rizki Juniansyah, untuk kembali mempersembahkan medali emas dan pecahkan rekor terwujud saat turun di kelas 79 kg putra SEA Games 2025, Senin (15/12). Tampil di hadapan publik yang memenuhi Chonburi Sports School, Chonburi, Rizki menunjukkan kekuatan yang tak tertandingi sejak awal lakukan angkatan snatch semputna seberat 160 kg. Peraih emas Olimpiade Prancis 2024 ini semakin tak terkejar para lawan ketika sukses lakukan angkatan clean & jerk fantastis seberat 205 kg. Catatan ini mengantarkan Rizki pecahkan rekor asia dan rekor dunia untuk angkatan clean & jerk putra kelas 79 kg, yang sebelumnya tercatat seberat 204 kg. Total angkatan Rizki seberat 365 kg juga menjadi rekor baru di Asia dan dunia untuk kelas 79 kg putra, melewati catatan sebelumny seberat 364 kg. Dengan senyum bangga, pria yang resmi mengemban tugas sebagai perwira TNI sejak dua pekan lalu inipun pamerkan selebrasi hormat tunjukkan kebanggaan prestasi untuk negeri. Rizki pun mengucapkan terima kasih atas dukungan dan janji bonus yang diberikan Presiden RI, Prabowo Subianto. “Alhamdulillah kemarin kita pelepasan, dan sangat baik disambut Bapak Presiden dengan hangat dan menyentuh hati banget para atlet dengan motivasinya dan support, ambisi banget Bapak, dan terima kasih untuk motivasi bonusnya. Jadi itu adalah loncatan ke depannya untuk atlet buat lebih semangat lagi latihan, saya sangat bersyukur, makanya saya selebrasi tadi itu khasnya menjadi tentara,” ujar Rizki. Keberhasilan Rizki Juniansyah menambah koleksi emas Indonesia di SEA Games 2025 dan mencetak rekor dunia dinilai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir sebagai bukti kegigihan dan semangat patriotisme duta bangsa berjuang untuk negara. “Selamat untuk Letda TNI Rizki Juniansyah yang konsisten menunjukkan performa fantastis setiap kali bertanding. Emas Olimpiade 2024 ternyata tak membuat Rizki terlena, bahkan malah semakin bersemangat latihan dan terbukti Rizki menunjukkan mental patriotik berjuang demi bangsa dan gigih melawan para pesaing. Inilah mental juara yang menunjukkan kedigdayaan Indonesia,” puji Menpora Erick