Hasil Drawing ASEAN U17 Boys Championship 2026

Hasil Drawing ASEAN U17 Boys Championship 2026

Timnas Indonesia U17 tergabung di Grup A pada ajang ASEAN U17 Boys Championship 2026 bersama Vietnam, Malaysia, dan Timor Leste. Hasil tersebut didapat setelah drawing resmi turnamen digelar di Jakarta pada Jumat, 6 Maret 2026. Menurut agenda, turnamen kelompok usia ini akan berlangsung pada 11 hingga 23 April 2026 mendatang di Jawa Timur dan mempertemukan tim-tim muda terbaik dari kawasan Asia Tenggara. Bagi Garuda Muda, persaingan di Grup A diprediksi berlangsung kompetitif. Vietnam dan Malaysia dikenal sebagai salah satu kekuatan sepak bola usia muda di kawasan, sementara Timor Leste juga berpotensi memberikan perlawanan dengan semangat juang tinggi. Pada ajang ini, Garuda Muda akan dipimpin oleh Kurniawan Dwi Yulianto yang dipercaya sebagai kepala pelatih Timnas Indonesia U17. Selain itu, ajang ASEAN U17 Boys Championship 2026 akan menjadi momentum penting bagi tim asuhan Kurniawan untuk menguji kemampuan para pemain di level regional sekaligus menjadi bagian dari persiapan menuju Piala Asia U17. Berikut hasil lengkap drawing ASEAN U-17 Boys Championship 2026: Grup A Indonesia Vietnam Malaysia Timor Leste Grup B Thailand Laos Myanmar Filipina Grup C Australia Kamboja Singapura Brunei Darussalam

28 Pemain Dipanggil Untuk Pemusatan Latihan Timnas U20 di Surabaya

Nova Arianto

Pelatih Timnas Indonesia U20, Nova Arianto memanggil 28 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) di Surabaya sebagai bagian dari persiapan menghadapi Piala AFF U19 2026 yang akan berlangsung pada 11-14 Juni mendatang, serta Kualifikasi Piala Asia U20 2027 pada 29 Agustus hingga 6 September nanti. Pemanggilan ini menjadi fase penting dalam proses pembentukan kerangka tim menuju dua agenda internasional tersebut. Surabaya dipilih sebagai lokasi pemusatan latihan untuk memaksimalkan fokus, intensitas latihan, serta membangun kekompakan antarpemain yang datang dari latar belakang klub dan daerah berbeda. Dalam hal komposisi pemain yang dipanggil, terlihat perpaduan menarik antara wajah lama dan generasi yang naik kelas. Sejumlah jebolan Timnas Indonesia U17 juga mendapat kepercayaan untuk menembus skuad U-20, sebut saja Dimas Adi Prasetyo, Evandra Florasta, Fabio Azka Irawan, Algazani Dwi Sugandi, dan I Putu Panji Apriawan. Selain itu, skuad kali ini juga merupakan kombinasi para pemain muda potensial. Ada pemain yang datang dari berbagai klub profesional seperti Persija Jakarta, Persib Bandung, Persebaya Surabaya, Bali United, dan terdapat juga akademi sepak bola seperti ASIOP yang menyumbang talenta. Sebagai informasi, pemusatan latihan di Surabaya ini bukan sekadar ajang seleksi, tetapi juga menjadi momentum membangun identitas permainan. Dengan jadwal kompetisi yang padat dan waktu persiapan yang relatif singkat, efektivitas TC akan sangat menentukan kesiapan tim ketika memasuki turnamen resmi. Berikut daftar 28 pemain pada pemusatan latihan Timnas U20 di Surabaya: Kiper Dafa Al Gazemi Setiawarman – Dewa United Rendi Razzaqu – Madura United Fasya Nur Fauzi – Persib Bandung Erdeva Aulia – Persis Solo Belakang I Putu Panji Apriawan – Bali United Muhammad Rafa Raditya Abdurahman – Pekanbaru FC Algazani Dwi Sugandi – Adhyaksa Farmel Ahmad Showwam Ilham – Bhayangkara Presisi Lampung FC Radityo Raharjo – Persija Jakarta Muhamad Ibra Ardiansyah Ohorella – Persija Jakarta Ergun Firlansyah Arif – Persikutim Kutai Timur Ghifari Azhari – Semen Padang Fabio Azka Irawan – Persija Jakarta Fadly Alberto Hengga – Bhayangkara Presisi Lampung FC Pahri Almuzaki – Asiop Tengah Isfandyar Abdillah – Persiba Balikpapan Kevin Muhamad Islami Pasha – Persib Bandung Evandra Florasta – Bhayangkara Presisi Lampung FC Aleandro Alam Maulana – Persebaya Surabaya Mochamad Ichsas Baihaqi – Persebaya Surabaya Nazriel Alvaro – Persib Bandung Theodore Evan Leeming – Persija Jakarta Dimas Wicaksono Putra Rahman – Persebaya Surabaya Irpan Abadi Siregar – Persija Jakarta Reno Salampesy – Persipura Jayapura Ahmad Mujadid – Persija Jakarta Depan Dika Adi Nurdiansyah – Borneo FC Dimas Adi Prasetyo – PSM Makasar

21 cabang olahraga DBON siap diterapkan di sekolah

Erick Thohir

Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir mengatakan, 21 cabang olahraga Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) siap diterapkan di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia dimulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu, Menpora menjelaskan bahwa dirinya sudah mengoordinasikan hal tersebut dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti. Ke-21 cabang DBON tersebut merupakan cabang unggulan Olimpiade yaitu atletik, senam, akuatik, bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, panahan, sepak bola, menembak, judo, tinju, taekwondo, balap sepeda, voli pantai (2×2), bola basket (3×3), dayung (dayung dan kano), tenis anggar, gulat, dan equestrian. Selain itu, ada pula abang world heritage yang merupakan olahraga milik bangsa Indonesia yaitu pencak silat. Menpora menjelaskan masing-masing jenjang sekolah akan diberikan pilihan menjalankan cabang olahraga DBON dengan jumlah yang berbeda sesuai tingkatan. Di tingkat SD, dia menambahkan, akan diberikan pilihan dua cabang, sedangkan tingkat SMP memilih empat cabang, dan SMA enam cabang. Kemudian untuk tingkat SMA, akan diberikan pilihan menjalankan cabang induk olahraga (mother of sport) yaitu renang, atletik, senam. “Itu disesuaikan dengan kondisi fasilitas pendukung masing-masing sekolah,” kata dia. Menpora mengatakan bahwa penerapan cabang-cabang olahraga DBON di tingkat sekolah mulai tingkat SD merupakan bagian dari upaya menyiapkan talenta atlet sejak dini. Dengan menekuni cabang olahraga tertentu dari level SD yang kemudian dilanjutkan ke tingkat sekolah berikutnya maka para pelajar bisa berkembang sebagai atlet pelajar yang siap bersaing di level nasional hingga panggung internasional.

Seleksi Timnas U17 Dimulai

Tim Nasional Indonesia U17

Sebanyak 42 pemain muda dipanggil untuk mengikuti seleksi Timnas Indonesia U17 yang akan berlangsung di Yogyakarta pada 23-28 Februari 2026. Kegiatan ini dipusatkan di Yogyakarta International School Soccer Field dan berada di bawah arahan pelatih Kurniawan Dwi Yulianto. Agenda seleksi tersebut menjadi bagian dari persiapan tim menuju Piala AFF U17 yang dijadwalkan bergulir pada 11-23 April mendatang, serta Piala Asia U-17 2025 yang akan digelar pada 30 April – 17 Mei nanti di Arab Saudi. Pemanggilan ini sekaligus menandai momentum baru, untuk pertama kalinya Kurniawan Dwi Yulianto memimpin langsung kelompok usia U17, yang sebelumnya ditangani Nova Arianto. Kurniawan dikenal sebagai salah satu mantan penyerang Timnas Indonesia yang memperkuat skuad Garuda pada periode 1995-2005. Dalam perjalanan karier kepelatihannya, ia pernah menjadi asisten Indra Sjafri di Timnas Indonesia U23. Pada peran tersebut, Kurniawan turut menjadi bagian dari tim yang meraih medali emas SEA Games 2023. Terkait komposisi pemain yang mengikuti seleksi, pemanggilan 42 pemain ini merupakan sebaran hasil pembinaan usia muda di Indonesia. Para pemain berasal dari berbagai klub dan akademi sepak bola, di antaranya Persib Bandung, Bali United, Persik Kediri, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, Madura United, PPLP Papua, hingga Erlangga FA. Berikut daftar 42 pemain yang dipanggil: Kiper Syahdan Caesar – ASIOP Moh Fahrizal – Persib Bandung Noah Leo Duvart – Bali United Vito Fauza – Persijap Jepara Belakang Waliyuddin Shofa A – Persib Bandung Pandu Aryo – Persik Kediri Putu Ekayana Yoga – Bali United Farik Rizqi – Madura United Shoyyo Himawan P – Persis Solo Zidane Raditya Chandra – Persis Solo M. Widi Fathillah – Persebaya Surabaya Marthquin Yoku – PPLP Papua M Rifaldi – Persija Jakarta M Fata Fatihul Ihsan – PSS Sleman Farrel Luckyta W – PSS Sleman Made Arbi Ananta – Bali United Rizki Qory Khatami – Persib Bandung Gilbert G Wangge – Persita Tangerang Handri Dimas Sulityo – Persik Kediri Peres Akwila Tjoe – Persija Jakarta M Daffa Prasetyo – Borneo FC M Rauf – Bhayangkara Presisi Tengah Fardan Faras Prawita – Borneo FC Girly Andrade Guevara – Persik Kediri Chico Jericho Y – ASIOP Keanu Sanjaya – Bali United Miraj Riski Sulaiman – Madura United M Irgi Fahrezi – Erlangga FA Alfredo Naraya N – Persebaya Surabaya Abdul Galih R – Persib Bandung Ridho – Persija Jakarta I Komang Semadi – Bali United Dava Yunna Adi – Persebaya Surabaya Rohmat Nur H – PSM Makassar M Rofiq Januar – Bhayangkara Presisi Ichiro Akbar – Bhayangkara Presisi Faisal Ade – Malut United Depan Sean Rahman Castor – Persik Kediri Fardhan Ary – Madura United M Mierza F – Persik Kediri M Hadza M – Borneo FC Yohanes Yapagaimu – Safin Pati

John Herdman berharap menemukan pemain muda potensial di Liga 2

John Herdman

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman mengatakan tujuannya menonton pertandingan Liga 2 Indonesia atau Championship adalah berharap dapat menemukan pemain muda potensial. Hal ini dikatakan oleh Herdman setelah ia menonton secara langsung pertandingan Championship Grup A antara Garudayaksa menghadapi Persekat Tegal di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu. “Sangat penting untuk memahami apa yang ada di bawah divisi pertama (Super League) di sini. Penting untuk mengetahui pemain muda mana yang sedang muncul. Di level ini Anda bisa melihat banyak pemain yang jauh lebih muda. Pemain yang tengah berjuang untuk mendorong dirinya ke level selanjutnya,” kata Herdman. Laga itu dimenangkan oleh tuan rumah Garudayaksa dengan skor 2-1. Diawali oleh gol Alfin Kelilaw (24’), Garudayaksa memastikan kemenangannya pada menit-menit akhir melalui gol sundulan Adittia Gigis (89’), setelah tim tamu sebelumnya memaksa skor imbang sejak menit ke-78 berkat gol Hamdi Sula. Kemenangan ini membuat Garudayaksa menjaga puncak klasemen Grup A dengan 37 poin, selisih satu poin dengan Adhyaksa yang menempel di posisi kedua. Pertandingan antara Garudayaksa melawan Persekat adalah laga Liga 2 pertama yang disaksikan oleh Herdman setelah sebelumnya ia memantau beberapa laga Super League atau Liga 1. “Jadi, saya pikir di 10 tahun awal karier Anda penting untuk melihat segalanya. Setiap level di kompetisi dan untuk memahami strukturnya seperti apa, fasilitasnya seperti apa, intensitasnya seperti apa. Jadi, ini adalah pengalaman yang bagus,” kata pelatih asal Inggris tersebut. Sementara itu, pemain Garudayaksa Andik Vermansah mengaku kaget melihat kedatangan Herdman. Ia mengaku, tak mungkin pelatih timnas Indonesia itu sedang memantau aksinya, mengingat usianya sudah tak muda dan juga sangat lama tak masuk panggilan tim Garuda. “’Wah, lihat siapa ini? Tidak mungkin saya,” kata pemain 34 tahun itu. Lebih lanjut, ia berharap Herdman dapat menemukan pemain muda potensial dari timnya untuk ke depan membela tim nasional. Dalam hal ini, Andik menyebut nama salah satu pencetak gol kemenangan, Alfin Kelilauw. Menurutnya, pemain berusia 19 tahun yang musim ini sudah mengemas satu gol dan tiga assist itu layak dicoba untuk bermain di tim Garuda. “Saya berharap dari tim Garudayaksa, terus terang banyak pemain-pemain muda yang berbakat. Semoga bisa dicoba begitu. Seperti contohnya, maaf, Alfin Faiz Kelilauw sangat mempunyai prospek yang sangat bagus menurut saya. Insya Allah ingin saya Alfin bisa ke timnas suatu saat nanti,” kata Andik.

Juara baru warnai MilkLife Soccer Challenge Seri 2

MilkLife Soccer Challenge Seri 2

Sejumlah juara baru mewarnai gelaran MilkLife Soccer Challenge Jakarta dan Solo Seri 2 musim 2025-2026 yang berlangsung pada 10–15 Februari 2026. Di Jakarta, SDN Cilangkap 01 B merebut gelar kategori usia (KU) 10, sementara SDN Mampang 3 menjadi kampiun KU 12. Adapun di Solo, MIN 9 Sragen keluar sebagai juara KU 10 dan SD Kristen Manahan SKA mempertahankan gelar di KU 12. Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, mengatakan turnamen ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk membangun ekosistem sepak bola putri sejak usia sekolah dasar. “MilkLife dan Djarum Foundation memiliki komitmen jangka panjang untuk mendukung sepak bola putri Indonesia. MilkLife Soccer Challenge kini memasuki tahun ketiga dan secara kualitas terus menunjukkan perkembangan yang konsisten,” ujar Teddy dikutip dari keterangan tertulis. “Jenjang berikutnya adalah Hydroplus Soccer League. Dari hasil MilkLife Soccer Challenge maupun Hydroplus Soccer League, terlihat tren yang sangat positif,” lanjutnya. Ia menambahkan, peningkatan kualitas permainan dan jumlah peserta terlihat nyata pada seri Jakarta dan Solo musim ini. “Di seri Jakarta dan Solo terjadi peningkatan kualitas yang signifikan, begitu pula dari jumlah peserta yang terus bertambah. Ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepak bola putri di Indonesia, dan kami sangat gembira melihat tren yang terus meningkat ini,” tambahnya. MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 2 2025-2026 digelar di Lapangan Sepak Bola Kota Barat dan Lapangan Banyuanyar, Solo, Jawa Tengah, dengan melibatkan 1.618 siswi dari 90 sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah. Mereka terbagi dalam 64 tim KU 10 dan 85 tim KU 12. Pada final KU 10 Solo, MIN 9 Sragen menundukkan SDN 02 Malangjiwan dengan skor 3-0 melalui tiga gol Salsabilla Mustika Prasetyo yang membuka keunggulan pada menit keenam. Pada KU 12 Solo, SD Kristen Manahan SKA kembali mengamankan gelar juara setelah mengalahkan MIN 9 Sragen di partai final. Striker Ika Wonda mencetak enam dari tujuh gol timnya dalam laga tersebut. Sementara itu, MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 2 2025-2026 berlangsung di Kingkong Soccer Arena dan Lapangan Brigif 1, Jakarta Timur, dengan partisipasi 2.319 siswi dari berbagai sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah di Jakarta dan sekitarnya. Di final KU 10 Jakarta, SDN Cilangkap 01 B menang 3-2 atas SDN Pondok Kacang Timur 04. Gol cepat dicetak Lu’lu Faujiyah dan Aqilah Shafiya Azzahra pada menit pertama, ketiga, dan ke-20. Untuk KU 12 Jakarta, SDN Mampang 3 memastikan gelar juara setelah menang adu penalti 3-2 atas SDN Kebayoran Lama Selatan 19, menyusul skor imbang 1-1 pada waktu normal. Gol SDN Kebayoran Lama Selatan 19 dicetak Maura Jihan Athifa pada menit keenam, sedangkan penyama kedudukan SDN Mampang 3 lahir dari eksekusi penalti Celsin Jumei Darwati Hulu pada menit ke-18. Asisten Pelatih MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 2 2025-2026, Rici Vauzi, mengatakan seleksi pemain difokuskan pada teknik dasar, insting permainan, dan mental bertanding. Ia menyebut kehadiran juara baru di Jakarta menunjukkan persaingan yang semakin merata. “Hadirnya juara baru di Seri Jakarta membuat turnamen lebih seru, karena tim yang sebelumnya mendominasi kini tergantikan. Ini menjadi pemacu semangat bagi semua tim, bahwa siapa pun bisa meraih gelar selama menunjukkan kemampuan terbaiknya di lapangan,” tutupnya.

Menpora puji pebiliar lima tahun tampil di ajang internasional

Fajar Alamri

Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir memuji atlet biliar berusia lima tahun Fajar Alamri yang tampil dalam ajang Carabao International Open (CIO) 2026 di Jakarta. “Luar biasa, kecil-kecil cabe rawit,” tulis Erick Thohir dalam narasi video penampilan Fajar Alamri di CIO 2026 yang diunggah melalui media sosial resminya yang dipantau di Jakarta, Kamis. Dia menjelaskan bahwa Fajar menunjukkan bakatnya dalam turnamen internasional yang diikuti 341 atlet dari 31 negara itu. Menpora juga menuliskan narasi motivasi kepada atlet cilik asal Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah itu untuk terus semangat berlatih dan berkompetisi agar bisa meraih prestasi untuk Indonesia. Penampilan Fajar di kategori Carabao Junior Open 2026 yang berlangsung pada 4-8 Februari mencuri perhatian karena masih belia dan tinggi badannya tidak sebanding dengan meja biliar. Fajar harus naik ke atas papan pijakan setiap kali hendak memukul bola putih. Langkah Fajar harus terhenti dalam sesi pertama hari kedua saat menelan kekalahan tipis 3-4 dari sesama peserta Indonesia, Mustofa Nur Ali. Setelah kekalahannya itu, dia pun menangis di pelukan ayahnya, yang menandai kekecewaannya sekaligus ambisi besarnya dalam menggeluti dunia biliar. Penampilan Fajar juga menarik perhatian dua legenda biliar dunia asal Filipina Efren Reyes dan Django Bustamante yang berkesempatan menyaksikan langsung aksinya saat tampil dalam ajang Battle For Legacy yang diselenggarakan Moor Production bersama Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI). Dalam kesempatan itu, Reyes mengungkapkan bahwa Fajar merupakan salah satu atlet biliar muda dengan potensi besar untuk menjadi talenta unggulan Indonesia. Dia mengatakan bahwa di banyak negara sudah banyak anak-anak yang mulai menekuni biliar sejak usia sangat muda, termasuk di Indonesia dan Filipina. Meski demikian, kata dia, kunci utama untuk membawa para pebiliar muda ke level yang tinggi adalah pembinaan secara berkelanjutan.

Indonesia Masuk di Grup B Piala Asia U17 2026

Timnas Indonesia U17

Timnas Indonesia U17 akan menghadapi persaingan ketat pada Piala Asia U17 2026 setelah hasil drawing menempatkan Garuda Muda di Grup B bersama Jepang, Tiongkok, dan Qatar. Pengundian resmi itu dilakukan oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) bertempat di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Kamis 12 Februari 2026. Seperti diketahui, turnamen ini akan diikuti 16 tim yang terbagi ke dalam empat grup, dengan masing-masing grup berisi empat negara peserta dan dijadwalkan berlangsung di Arab Saudi pada 30 April hingga 17 Mei 2026 mendatang. Sebelumnya, Indonesia memastikan tempat di putaran final melalui jalur otomatis, bersama delapan negara lainnya, setelah keberhasilan melaju ke Piala Dunia U17 2025. Partisipasi ini sekaligus melanjutkan tren positif Timnas Indonesia U17 di level Asia. Pada edisi sebelumnya, I Putu Panji Apriawan dkk berhasil menembus babak perempat final Piala Asia U17 2025 dan mengamankan tiket ke Piala Dunia U17 2025 Qatar. Dengan komposisi grup yang kompetitif, Timnas Indonesia U17 diharapkan mampu memaksimalkan persiapan guna menampilkan performa terbaik di ajang kontinental tersebut. Berikut Hasil Drawing Piala Asia U17 2026: Grup A Arab Saudi Tajikistan Thailand Myanmar Grup B Jepang Indonesia Tiongkok Qatar Grup C Korea Selatan Yaman Vietnam Uni Emirat Arab Grup D Uzbekistan Australia India Korea Utara

28 Pemain Timnas U17 Disiapkan untuk Hadapi Tiongkok

Suasana Latihan Timnas U17 Indonesia

Sebanyak 28 pemain Timnas U17 disiapkan untuk menjalani rangkaian International U17 Friendly Match sebagai bagian dari persiapan menuju Piala Asia U17 2026. Dalam agenda ini, Garuda Muda dijadwalkan menghadapi Tiongkok U17 dalam dua pertandingan yang akan digelar di Indomilk Arena, Tangerang. Pada dua laga uji coba internasional tersebut, Nova Arianto masih akan bertindak sebagai pelatih. Menurutnya, laga nanti menjadi bagian dari proses pematangan tim sekaligus evaluasi menyeluruh terhadap para pemain yang dipanggil. Sebagai informasi, pertandingan pertama akan berlangsung pada Minggu, 8 Februari 2026, dengan kick-off pukul 21.00 WIB. Sementara pertandingan kedua dijadwalkan pada Rabu, 11 Februari 2026, dengan kick-off pukul 18.30 WIB, tetap bertempat di Indomilk Arena, Tangerang. Mayoritas pemain yang dipanggil dalam daftar kali ini merupakan wajah baru hasil pemantauan dari berbagai klub Liga Indonesia, akademi, hingga klub luar negeri. Namun, terdapat pula pemain yang telah memiliki pengalaman bersama Timnas Indonesia U17 sebelumnya. Sebut saja M. Mierza Firjatullah (Persik Kediri), yang tercatat pernah menjadi bagian dari skuad Garuda Muda pada Piala Dunia U17 2025. Melalui dua laga uji coba internasional ini, tim pelatih akan menguji kesiapan pemain dari berbagai aspek, mulai dari teknik, fisik, pemahaman taktik, hingga mental bertanding di level internasional. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam menyusun kerangka tim menuju Piala Asia U17 2026. Berikut daftar 28 pemain Garuda Muda untuk hadapi Tiongkok: Kiper (GK) Syahdan Caesar – ASIOP Moh. Fahrizal – Persib Bandung Noah Leo Duvart – Bali United Pemain belakang (CB) Waliyuddin Shofa A – Persib Bandung Putu Ekayana Yoga P – Bali United Farik Rizqi – Madura Uninted Shoyyo Himawan P – Persis Solo Zidane Raditya Chandra – Persis Solo Bek kanan (RB) Farrel Luckyta W – PS Sleman Made Arbi Ananta – Bali United Handri Dimas Sulityo – Persik Kediri Bek kiri (LB) Real Alvaro Salim – Bali United Pandu Aryo – Persik Kediri Peres Akwila Tjoe – Persija Jakarta Gelandang (MF) Fardan Faras Prawita – Borneo FC M. Azhar Muzzaki – Persebaya Surabaya Girly Andrade Guevara – Persik Kediri Chico Jerichoy – ASIOP Keanu Sanjaya – Bali United M. Rain Rizki Pamungkas – Bhayangkara Presisi Miraj Riski Sulaiman – Madura United Gelandang Sayap (WFW) Mohammad Albar Firdaus – Persik Kediri I Komang Semadi – Bali United Dava Yunna Adi – Persebaya Surabaya Sean Rahman Castor – Persik Kediri Penyerang (CF) Fardhan Ary – Madura United M. Mierza F – Persik Kediri Nicholas Indra – Rosenborg BK

Persiapan Piala Asia 2026, Timnas U17 Akan Uji Coba Internasional

Timnas Indonesia U-17

Timnas Indonesia U17 akan menjalani rangkaian International U17 Friendly Match sebagai bagian dari persiapan menuju Piala Asia U17 2026. Dalam agenda uji coba internasional ini, Garuda Muda dijadwalkan menghadapi Timnas Tiongkok U17 dalam dua pertandingan yang akan digelar di Indomilk Arena, Tangerang. Pertandingan pertama akan berlangsung pada Minggu, 8 Februari 2026 dengan kick-off pukul 21.00 WIB. Ini menjadi salah satu langkah awal bagi Garuda Muda untuk mengukur kesiapan tim menghadapi kompetisi level Asia. Selanjutnya, pertandingan kedua akan digelar pada Rabu, 11 Februari 2026. Pada laga kedua ini, Tiongkok U17 akan kembali menjadi lawan Indonesia U17, dengan kick-off pukul 18.30 WIB, tetap bertempat di Indomilk Arena, Tangerang. Sebagai informasi, Timnas Indonesia U17 telah dipastikan lolos otomatis ke Piala Asia U17 2026. Kepastian tersebut didapat setelah Indonesia melangkah ke perempatfinal pada edisi tahun lalu, sehingga Garuda Muda tidak perlu mengikuti babak kualifikasi untuk turnamen tersebut. Nantinya, Piala Asia U17 2026 yang diikuti oleh 16 negara tersebut akan berlangsung pada 30 April hingga 17 Mei 2026 di Arab Saudi. Matchday 1 Minggu, 8 Februari 2026 Kick-off: 21.00 WIB Venue: Indomilk Arena, Tangerang Matchday 2; Rabu, 11 Februari 2026 Kick-off: 18.30 WIB Venue: Indomilk Arena, Tangerang

PSSI Resmi Jalin Kerja Sama dengan Kelme

PSSI & Kelme

PSSI melakukan kerja sama dengan brand ternama asal Spanyol yakni Kelme sebagai apparel resmi Timnas Indonesia di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, Jumat (23/1) sore. Melalui PT. GSI (Garuda Sepak Bola Indonesia), kerja sama antara PSSI dan Kelme akan berjalan empat tahun, terhitung sejak 2026 hingga 2030. Kerja sama ini membuat Kelme akan menjadi apparel Timnas di semua level seperti senior, wanita, hingga kelompok usia. Menariknya, Kelme juga akan menjadi apparel dari Timnas Futsal Indonesia, terhitung mulai Maret 2026. Dibuka pada 3 Juli 2025, proses pemilihan apparel Timnas Indonesia dilakukan dengan mekanisme tender yang transparan dan kredibel. Tender diikuti oleh tujuh merek ternama dari dalam dan luar negeri. Kelme berhasil menang karena berbagai pertimbangan. Pertama, dari sisi kapasitas manufakturnya yang unggul, di mana Kelme menjanjikan kualitas material terbaik di dunia. Selain itu, reputasi Kelme sebagai sponsor global AFC, hingga berbagai Timnas dan klub sepakbola elit di berbagai benua menjadi bukti dan rekam jejak Kelme. Namun, landasan yang menjadi landasan utama kerja sama ini adalah kesamaan visi dalam membangun sepakbola antara PSSI dan Kelme. “Melalui kolaborasi dengan PSSI, Kelme hadir buka hanya sebagai penyedia apparel, tetapi sebagai rekan yang tumbuh bersama Timnas Indonesia dalam setiap proses, tantangan, dan pencapaian,” ucap CEO Kelme Indonesia, Kevin Wijaya.

Turnamen U13 ASKAB PSSI Lingga Siapkan Atlet Muda

Ajang Turnamen Sepak Bola Usia 13 Tahun Piala ASKAB PSSI Lingga menjadi wadah pembinaan atlet muda daerah. Kompetisi ini menargetkan lahirnya bibit pesepak bola berprestasi sejak usia dini. Melalui turnamen ini, ASKAB PSSI Lingga menyiapkan pemain muda untuk mewakili daerah di ajang olahraga pelajar. Atlet terpilih diarahkan tampil pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah atau POPDA tingkat Provinsi Kepri. Partai final turnamen digelar Minggu, 18 Januari 2026, di Lapangan Merdeka Dabo Singkep. Klub Daik Junior berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan klub asal Tanjung Kelit. Pertandingan final berlangsung kompetitif dengan permainan cepat dari kedua tim. Daik Junior tampil konsisten hingga memastikan gelar juara turnamen. Wakil Bupati Lingga bersama Ketua PSSI dan Ketua KNPI Lingga menyerahkan medali serta piala kepada para pemenang. Klub juara dan finalis juga menerima hadiah bola kaki dari Sekda Pemkab Lingga. Ketua ASKAB PSSI Lingga, Aziz Martindas, menyebut turnamen ini sebagai bentuk keseriusan pembinaan usia dini. Ia menilai kompetisi rutin penting untuk membentuk mental dan kualitas pemain muda. “Tentunya, dengan kompetisi rutin sangat penting untuk membentuk mental dan kualitas pemain muda,” kata Aziz. Wakil Bupati Lingga Novrizal mengapresiasi pelaksanaan turnamen tersebut. Menurutnya, pembinaan sejak dini akan memudahkan daerah mendapatkan atlet berbakat di masa depan. “Tenty dengan pembinaan sejak dini akan memudahkan daerah mendapatkan atlet berbakat di masa depan,” kata Novrizal. Untuk mematangkan pembinaan, ASKAB PSSI Lingga berencana menggelar Liga Lingga. Selain itu, para pelatih sepak bola di Lingga juga telah disertifikasi agar klub mampu bersaing di tingkat provinsi. Sumber: RRI

Jacksen F. Tiago Turun Gunung Pantau Bibit Sepak Bola Putri

Jacksen F. Tiago

Masa depan sepak bola putri Indonesia mendapatkan sorotan serius dari salah satu pelatih legendaris Tanah Air, Jacksen F. Tiago. Pria yang pernah menukangi Timnas Indonesia tersebut kini terjun langsung untuk memantau perkembangan bakat-bakat muda di level akar rumput. Dalam turnamen sepak bola putri usia dini, MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025 – 2026, yang baru saja rampung digelar di Tangerang dan Semarang, Jacksen menegaskan betapa vitalnya peran kompetisi kelompok umur bagi keberlangsungan tim nasional. “Untuk mereka mencapai level Timnas Indonesia, ini adalah jalurnya. Sehingga saya rasa bukan penting, tapi sangat luar biasa penting karena ini boleh dikatakan salah satu wadah yang ada bagi atlet muda putri,” ujar Jacksen. Ia bahkan memprediksi bahwa dalam beberapa tahun ke depan, bibit-bibit muda inilah yang akan menghiasi skuad Garuda Pertiwi. “Tiga sampai empat tahun ke depan wajah-wajah ini yang akan kita lihat memakai baju merah putih,” tambahnya penuh optimisme. Jacksen, yang kini menjabat sebagai Head Coach dalam program pembinaan tersebut bersama Timo Scheunemann, juga menyoroti tantangan unik dalam melatih atlet putri. Menurutnya, pendekatan psikologis menjadi kunci utama yang membedakan penanganan atlet putri dengan putra. “Saya rasa perbedaan yang paling mencolok itu adalah pendekatan psikologisnya, karena siklus putra berbeda dengan putri. Menurut saya itu menjadi tantangan terberat,” jelasnya. Meski demikian, Jacksen sangat yakin bahwa dengan adanya wadah kompetisi yang konsisten seperti ini, sepak bola putri Tanah Air akan segera mencapai masa kejayaannya. Turnamen yang digelar pada 13 hingga 18 Januari 2026 ini sendiri mencatatkan partisipasi yang luar biasa. Di Tangerang, tercatat sebanyak 1.424 siswi dari 135 SD & MI ikut ambil bagian, sementara di Semarang ada 1.239 siswi dari 65 sekolah yang bertanding. Program Director, Teddy Tjahjono, mengakui adanya peningkatan signifikan baik dari segi kuantitas maupun kualitas permainan para peserta dibandingkan seri sebelumnya. “Secara kualitas juga selalu ada peningkatan, karena mereka sudah mempersiapkan diri dan tahu jadwal pelaksanaannya seperti apa,” ucap Teddy. Pada kategori usia 10 tahun (KU 10), SDN Pinang 3 C keluar sebagai juara di Tangerang, sedangkan SDN Klepu 03 menjadi yang terbaik di Semarang. Sementara untuk kategori usia 12 tahun (KU 12), gelar juara diraih oleh SDN Kunciran 4 C di Tangerang dan SDN Sendangmulyo 04 di Semarang. Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang mencari juara, tetapi juga melatih mental bertanding sejak dini, seperti yang dirasakan oleh Nitya Safira Jaya, pemain terbaik KU 10 dari SDN Pinang 3 C. “Saya senang sekali bisa menang dan menjadi juara. Saya sempat khawatir saat menit terakhir lawan hampir membuat comeback,” ungkap Nitya yang sukses mencetak dua gol di final.

MilkLife Soccer Challenge Seri 2 Kian Seru, Talenta Bermunculan

MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025-2026

MilkLife Soccer Challenge Tangerang & Semarang Seri 2 2025 – 2026 yang diselenggarakan 13 hingga 18 Januari rampung digelar. SDN Pinang 3 C (KU 10) dan SDN Kunciran 4 C (KU 12) berhasil menjadi kampiun baru di Tangerang, sementara SDN Klepu 03 (KU 10) dan SDN Sendangmulyo 04 (KU 12) sukses menyandang gelar juara di Semarang. Sekadar diketahui, pada MilkLife Soccer Challenge Tangerang Seri 2 2025 – 2026, tak kurang 1.424 siswi dari 135 SD & MI ikut andil. Sementara di Semarang Seri 2 2025 – 2026, sebanyak 1.239 siswi dari 65 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) turut berpartisipasi pada turnamen yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife tersebut. Teddy Tjahjono selaku Program Director MilkLife Soccer Challenge melihat adanya peningkatan signifikan, baik dari jumlah peserta maupun segi kualitas pemain yang bertanding di Tangerang dan Semarang Seri 2. Sebelumnya, pada Tangerang Seri 1 sebanyak 1.302 siswi, sementara di Semarang Seri 1 2025 – 2026 tercatat 1.213 peserta. “Untuk seri kedua ini, jumlah peserta meningkat dibandingkan seri-seri sebelumnya, baik di Semarang dan Tangerang. Secara kualitas juga selalu ada peningkatan, karena mereka sudah mempersiapkan diri dan tahu jadwal pelaksanaannya seperti apa. Sehingga mereka lebih ada persiapan yang baik diantara para peserta,” ucap Teddy. Jacksen F Tiago yang kini resmi bergabung sebagai Head Coach MilkLife Soccer Challenge bersama Timo Scheunemann mengatakan bahwa turnamen KU 8, KU 10, KU 12 ini sangat penting digelar, sebagai langkah awal menjadi pesepakbola profesional. “Terus yang kedua, untuk mereka mencapai level timnas Indonesia, ini adalah jalurnya. Sehingga saya rasa bukan penting, tapi sangat luar biasa penting karena ini boleh dikatakan salah satu wadah yang ada bagi atlet muda putri. Tiga sampai empat tahun ke depan wajah-wajah ini yang akan kita lihat memakai baju merah putih,” ujarnya. Mantan pelatih timnas Indonesia tersebut berucap, bahwa terdapat perbedaan signifikan antara melatih atlet putra dan putri, terutama dari aspek psikologis. Jacksen menilai harus ada pendekatan secara lebih personal untuk menghadapi atlet putri. Meski demikian, ia optimistis dengan MilkLife Soccer Challenge yang telah sukses bergulir tiga tahun terakhir, sepak bola putri Tanah Air akan mencapai kejayaan. “Saya rasa perbedaan yang paling mencolok itu adalah pendekatan psikologisnya, karena siklus putra berbeda dengan putri. Menurut saya itu menjadi tantangan terberat. Karena mood-nya perempuan itu sangat labil, sehingga kita harus memahami itu untuk bisa menangani mereka,” kata Jacksen. Juara MilkLife Soccer Challenge Tangerang Seri 2 2025 – 2026 pada KU 10, SDN Pinang 3 C berhasil menjadi kampiun setelah mengalahkan British School Jakarta dengan skor akhir 2-1. Pada pertandingan final yang digelar di Lapangan Kera Sakti BRIN Puspitek, Tangerang, Minggu (18/1), SDN Pinang 3 C tampil lebih dominan dari lawannya. Adalah Nitya Safira Jaya yang sukses mengemas dua gol tersebut sekaligus mengantarkan kemenangan untuk timnya. Nitya Safira Jaya mencetak gol melalui tendangan penalti pada menit ke-2, serta menit 19 melalui tendangan jarak jauh. Sementara gol semata wayang British School Jakarta tercipta dari Maya Hashimoto yang berhasil mengeksekusi tendangan penalti dengan sempurna di menit 24. “Saya senang sekali bisa menang dan menjadi juara. Saya sempat khawatir saat menit terakhir lawan hampir membuat comeback karena mengira ada penalti lagi buat lawan. Untungnya tidak terjadi dan bisa mengakhiri pertandingan dengan kemenangan,” ujar Nitya yang juga menyandang Best Player KU 10 pada MLSC Tangerang Seri 2 2025 – 2026. Sementara pada KU 12, SDN Kunciran 4 C sukses mengunci gelar juara MilkLife Soccer Challenge Tangerang Seri 2 2025 – 2026 usai meladeni pertandingan sengit SDN Kebayoran Lama Selatan 19 dengan skor 3-2. Pelatih SDN Kunciran 4 C, Farid mengaku bangga dengan pencapaian timnya. Terlebih di MLSC Tangerang Seri 1 2025 – 2026 langkah mereka terhenti di babak 16 besar usai kalah adu penalti dari British School Jakarta 0 (1) – 0 (2). Sementara di Seri 2, SDN Kunciran 4 C menghentikan langkah British School Jakarta di semifinal dengan skor 3-0. “Persiapan yang sebelumnya latihan seminggu sekali, jadi tiga kali karena mengejar usia mereka yang tahun depan sudah tidak bisa ikut lagi di KU 12. Jadi anak-anak diperkuat mentalnya di Seri 2 ini,” ungkap Farid. SDN Kunciran 4 C sebelumnya juga menjadi kampiun pada MLSC Jakarta Seri 1 2025 – 2026. Selain mempertandingkan format 7 vs 7 untuk KU 10 dan KU 12, MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 juga kembali menghadirkan Festival SenengSoccer untuk KU 8. Di Semarang, kegiatan ini diikuti oleh 97 siswi dari 20 SD & MI, sementara di Tangerang 35 peserta dari 10 SD & MI turut serta. Usai Semarang dan Tangerang, MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025 – 2026 akan bergulir di Bandung dan Yogyakarta pada 27 Januari hingga 1 Februari 2026. Daftar Pemenang MilkLife Soccer Challenge Tangerang Seri 2 2025 – 2026: Kategori Usia 10 Champion: SDN Pinang 3 C Runner-up: British School Jakarta Semifinalis: SDN Pasar Baru 01 Komplek Pintu Besi & SDN Buaran 02 Top Scorer: Ayu Fitria Oktaviani – SDN Cipulir 03 B (19 gol) Best Player: Nitya Safira Jaya – SDN Pinang 3 C Best Goalkeeper : Nadhifa Ferhania Sholeha – SDN Pasar Baru 01 Komplek Pintu Besi Fairplay Team : SDN Kunciran 4 Kategori Usia 12 Champion: SDN Kunciran 4 C Runner-up: SDN Kebayoran Lama Selatan 19 Semifinalis: British School Jakarta Red & SDN Pinang 3 Top Scorer: Angelina Putri Sarealita Mongan – SDN Kunciran 4 C (18 gol) Best Player: Zilda Afna Syaqila – SDN Kunciran 4 C Best Goalkeeper: Aisyah Putri Ramadhani – SDN Pinang 3 Fairplay Team: SDN Pakulonan 02 Daftar pemenang MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 2 2025 – 2026: Kategori Usia 10 Champion: SDN Klepu 03 Runner-up: SDN Kalibanteng Kidul 03 Semifinalis: SDN Kembangarum 1 Mranggen & SD Kembangarum 01 Semarang Top Scorer: Shakilla Azalia Ardani – SDN Klepu 01 (31 gol) Best Player : Christabel Jocelyn Calista – SDN Kalibanteng Kidul 03 Best Goalkeeper : Saputri Nurul Azizah – SDN Klepu 03 Fairplay Team : SDN Kembangarum 2 Semarang Kategori Usia 12 Champion: SDN Sendangmulyo 04 Runner-up: SDN Sendangmulyo 02 Semifinalis: SDN Karangsono 2 Mranggen & SDN Rejosari 01 Top Scorer: Janetta Alodya – SDN Sendangmulyo 04 (24 gol) Best … Read more

Hasil Drawing ASEAN Hyundai Cup 2026

Trofi ASEAN Hyundai Cup 2026

Tim nasional sepak bola Indonesia masuk ke dalam Grup A bersama juara bertahan Vietnam, selain itu ada Singapura, Kamboja dan tim pemenang play-off. Ini merupakan hasil pengundian (drawing) Kejuaraan ASEAN Hyundai Cup 2026 yang dilaksanakan di Studio RCTI+ Kebun Jeruk, Jakarta, Kamis (15/1) sore. Sementara, di Grup B dihuni Thailand, Malaysia, Philipina, Myanmar dan Laos. Timnas Indonesia akan berlaga di Kejuaraan sepak bola paling bergengsi di Asia Tenggara, ASEAN Hyundai Cup 2026. Kejuaraan ini merupakan edisi ke-30 sejak digelar untuk pertama kalinya di tahun 1996. ASEAN Hyundai Cup 2026 akan menjadi panggung bagi tim-tim sepak bola terbaik kawasan untuk memperebutkan mahkota Juara ASEAN, yang saat ini dipegang Vietnam setelah mengalahkan Thailand di final edisi tahun 2024 lalu. Hyundai Cup akan berlangsung pada 27 Juli hingga 26 Agustus mendatang, diikuti 11 negara peserta yang akan saling bersaing menjadi yang terbaik. Salah satunya harus melalui kualifikasi atau play-off yang digelar 2 dan 6 Juni 2026 yang akan diperebutkan oleh Brunei Darussalam dan Timor Leste. Pada fase grup, setiap tim akan menjalani empat pertandingan, terdiri dari dua laga kandang dan dua laga tandang.Tim yang finis sebagai juara grup dan runner-up berhak melaju ke babak semifinal. Pada fase empat besar, pertandingan akan dimainkan dalam format dua leg kandang dan tandang, begitu pula dengan partai final. Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, yang hadir pada pengundian ini menyebut, timnas Indonesia memiliki kesempatan besar untuk menang. Indonesia diketahui sebanyak enam kali menjadi semifinalis pada penyelenggaraan Kejuaraan ASEAN yang dulu dikenal dengan Piala AFF ini. “Saya rasa ini adalah kesempatan besar, kita sudah jadi semifinalis enam kali. Turnamen ini sangat bergengsi, punya level yang top. Tim-tim yang bermain punya kekuatan seimbang dan kita punya kesempatan (untuk menang),” harapnya saat doorstop bersama awak media. Hasil Drawing ASEAN Championship 2026: Grup A: Vietnam, Singapura, Indonesia, Kamboja, Brunei Darussalam/Timor Leste Grup B: Thailand, Malaysia, Filipina, Myanmar, Laos

John Herdman Resmi Diperkenalkan

John Herdman

John Herdman resmi diperkenalkan PSSI sebagai pelatih Timnas Indonesia melalui jumpa media yang digelar di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1). Pada kesempatan ini hadir Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dua Wakil Ketua Umum yakni Zainudin Amali, Ratu Tisha Destria, serta sejumlah anggota Komite Eksekutif yakni Sumardji, Endri Erawan, Vivin Sungkono, Rudy Yulianto, Ahmad Riyadh, Muhammad, dan Sekjen Yunus Nusi. Selain itu hadir Direktur Teknik Alexander Zweirs dan Pelatih Timnas U-20, Nova Arianto. Pelatih asal Inggris ini menyampaikan rasa senang untuk lebih memahami karakter, kultur dan hal-hal baru khususnya untuk peningkatan prestasi sepak bola Indonesia menuju prestasi dunia. “Saya senang datang ke Indonesia bersama keluarga saya. Ini adalah negara baru, kebudayaan baru dan negara dengan fans sepak bola yang luar biasa. Ini adalah kesempatan untuk membawa prestasi sepak bola Indonesia ke panggung dunia,” kata John Herdman. “Terima kasih kepada PSSI yang sudah memberi kepercayaan saya menjadi pelatih baru Timnas Indonesia,” tambah pelatih berusia 50 tahun tersebut. Sebagai pelatih timnas Indonesia, John pun siap menyatukan potensi- potensi seluruh pemain, entah dari diaspora maupun lokal asal punya kualitas dan kriteria yang diinginkannya. Dia akan mengkombinasikan menjadi potensi yang positif untuk Indonesia. “Bagi saya, saya melihat peluang dan yang terpenting adalah menerima keberagaman ini sebagai kekuatan besar untuk Garuda,” urainya. John menilai, timnas Indonesia telah mengambil langkah dan impian besar menuju Piala Dunia 2026 namun tidak lolos. Untuk itu, dia sadar tuntutan itu akan segera berada dihadapannya. “Tentu ada tekanan, jelas, mengingat apa yang disebutkan sebelumnya, sudah dekat, tetapi belum berhasil. Jadi, apakah sudah siap menghadapi tekanan ini, terutama dari para penggemar. Anda datang ke sebuah organisasi, memimpin sebuah tim, memikul beban sebuah bangsa. Dan beban itu bisa, bisa menjadi sebuah kutukan, atau bisa menjadi sebuah berkah,” urainya lagi. “Kami akan mengolahnya menjadi sebuah berkah. Ini akan menjadi sebuah peluang besar yang akan terus saya bagikan kepada para pemain, karena saya pernah mengalami momen ketika sebuah negara berhenti sejenak, dan Anda lolos untuk pertama kalinya. Saya telah mengalami momen itu,” tuturnya usai mengantar Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 sejak 1986. John Herdman mendapatkan kontrak selama 2 tahun oleh PSSI untuk menukangi Timnas Indonesia dan opsi perpanjangan kontrak kedepannya.

Borong 7 Medali SEA Games, Segini Bonus Milik Martina Ayu

Martina Ayu Pratiwi

Atlet triathlon putri, Martina Ayu Pratiwi (22) mencatatkan prestasi membanggakan pada ajang SEA Games 2025 Thailand. Dia mengharumkan nama bangsa dengan memborong lima medali emas dan dua medali perak. Karena jumlah medalinya banyak, Martina pun mendapatkan bonus paling besar di antara kontingen Indonesia lainnya. Martina mendapatkan satu medali emas di nomor perorangan dan empat dari nomor beregu. Satu medali emas nomor perorangan mendapatkan bonus sebesar Rp1 miliar. Untuk medali emas nomor beregu mendapatkan bonus senilai Rp500 juta per orang. Dengan mendapatkan empat medali emas dari nomor beregu, Martina mendapatkan total bonus Rp2 miliar. Ini belum termasuk bonus medali perak. Martina mendapatkan dua medali perak nomor beregu, yang membuatnya mendapatkan bonus Rp441 miliar. Sehingga total bonus yang didapat Martina Ayu adalah Rp3,441 miliar. Atas capaian tersebut, Martina menerima bonus dari Presiden Prabowo Subianto. Ini menjadi bentuk apresiasi negara terhadap perjuangan atlet berprestasi. Dia mengaku sangat bersyukur atas bonus yang diterimanya. “Senang sekali dapat bonus, akhirnya cair. Alhamdulillah,” ujar Martina. Tak hanya menjadi bentuk penghargaan, bonus tersebut juga akan dimanfaatkan secara bijak oleh Martina. Dia berkomitmen menjadikannya sebagai investasi masa depan. “Bonus ini akan saya tabung untuk investasi ke depan, dan membantu orang tua. Saat ini juga sedang dipakai untuk renovasi rumah di Magetan. Prosesnya masih berjalan,” sebutnya. Atlet yang dikenal disiplin dan pantang menyerah ini juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas dukungan yang diberikan kepada para atlet nasional. Dukungan pemerintah, kata dia menjadi tambahan motivasi bagi para atlet untuk meningkatkan prestasi. “Terima kasih Bapak Presiden dan Bapak Menpora yang sudah mendukung kami para atlet. Dukungan ini sangat berarti dan tentu menjadi motivasi bagi kami untuk berprestasi ke jenjang yang lebih tinggi,” ucap Martina. Tak ingin cepat berpuas diri, Martina telah menyiapkan target besar ke depan. Impian tampil di Olimpiade menjadi tujuan jangka panjangnya. “Target jangka panjang tentu Olimpiade ya, semoga bisa lolos. Untuk tahun ini fokus Asian Games, dan SEA Games berikutnya. Yang terpenting bagaimana menjaga performa dan konsistensi,” jelasnya. Pencapaian apik Martina Ayu itu turut mencuri perhatian Presiden Prabowo saat pemberian bonus di Istana Negara, Jakarta. Kepala Negara bahkan menghitung medali yang dikalungkan Martina. Dengan usia yang masih muda dan semangat juang tinggi, Martina Ayu Pratiwi menjadi inspirasi generasi muda Indonesia bahwa kerja keras, disiplin, dan doa mampu membawa prestasi hingga level internasional, sekaligus memberi manfaat nyata bagi keluarga dan masa depan.

PSSI Resmi Tunjuk John Herdman

John Herdman

PSSI resmi mengumumkan John Herdman sebagai pelatih baru Tim Nasional Indonesia, pada Sabtu, 3 Januari 2026, menandai dimulainya era baru sepak bola nasional. Herdman bukan sekadar pelatih, melainkan arsitek berpengalaman membawa team ke Piala Dunia. PSSI menyambut antusias kehadiran pelatih berusia 50 tahun tersebut. Ragam rekam jejak Herdman menjadi alasan utama penunjukan ini. Dia tercatat sebagai satu-satunya pelatih di dunia yang berhasil membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara lolos ke Piala Dunia FIFA. Bersama timnas putri Kanada, Herdman tampil di Piala Dunia 2007 dan 2011, serta mencetak sejarah dengan meraih dua medali perunggu Olimpiade secara beruntun pada 2012 dan 2016. Sementara itu, di sektor putra, Herdman sukses mengantar Kanada ke Piala Dunia Qatar 2022, momen sejarah setelah 36 tahun, sekaligus melesatkan peringkat FIFA Kanada saat itu dari posisi 77 ke 33 dunia. Pada tahun 2026, Herdman dan Timnas Indonesia telah menanti agenda padat. Timnas Senior akan tampil di FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada FIFA Match Day 23–31 Maret 2026, dilanjutkan agenda FIFA Match Day pada Juni, September, Oktober, dan November, serta Piala AFF 2026 yang dijadwalkan berlangsung mulai 25 Juli 2026.

Jason Donovan, Debutan Raih Dua Emas SEA Games Thailand

Jason Donovan

Atlet renang muda Indonesia, Jason Donovan Yusuf tampil dominan pada debutnya di SEA Games 2025 Thailand. Meski baru berusia 18 tahun ia berhasil meraih dua medali emas masing-masing di nomor 100m gaya punggung putra dan 50m gaya punggung putra. Performa dan torehan gemilang pemuda lulusan SMA Tarsisius 1 Jakarta ini bukan hanya kemenangan, tetapi sekaligus menjadi tolak ukur regenerasi dan pembinaan atlet renang putra ke kancah internasional. Dalam debutnya, Jason tampil percaya diri dan sukses mengalahkan perenang-perenang unggulan, termasuk juara bertahan asal Singapura, Quah Zheng Wen yang selama satu dekade tak tersentuh di nomor 100 meter gaya punggung putra dari SEA Games 2015 hingga 2023. Jason menyentuh dinding finis tercepat dengan waktu 55,08 detik, disusul rekan senegaranya Farrel Armandio Tangkas dengan 55,89 detik, sementara Quah harus puas dengan perunggu. Perjalanan Jason menuju panggung SEA Games telah ditempa melalui berbagai ajang nasional dan internasional. Meski baru pertama kali tampil, prestasinya bukan kejutan bagi dunia renang nasional. Jason mulai dikenal saat tampil memukau pada PON 2024 Aceh–Sumut. Saat itu meski masih duduk di kelas XII bangku SMA ia berhasil mengoleksi enam medali, dua emas dari nomor 4×100 meter gaya bebas dan 4×100 meter gaya ganti, dua perak dari nomor 50 meter bebas dan 50 meter punggung, serta dua perunggu dari nomor 200 meter punggung dan 100 meter punggung. Di level Asia Tenggara, Mei 2025, ia memecahkan rekor nasional kelompok umur KU1 (16–18 tahun) nomor 50 meter punggung dengan waktu 25,47 detik. Di level internasional saat turun di Asian Schools Games (ASG) 2024, ia merebut dua emas dari nomor 50m gaya punggung dan 50m gaya bebas. “Kami bangga, terutama melihat atlet muda seperti Jason tampil tanpa rasa takut, performanya menjadi tolok ukur regenerasi atlet renang putra di kancah internasional,” ujar Ketua Harian PB Akuatik Indonesia Harlin E. Rahardjo.

Patricia Menolak Puas Usai Debut SEA Games Berbuah Emas

Patricia Geraldine

Sukses mempersembahkan medali emas di SEA Games 2025 Thailand tidak membuat atlet wushu Indonesia Patricia Geraldine puas diri. Usianya yang masih muda 20 tahun membuat perjalanan prestasinya cukup panjang untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. Nama Patricia Geraldine tengah menjadi salah satu sorotan paling terang di dunia wushu Indonesia. Maklum saja Patricia berhasil mempersembahkan medali emas dari nomor taolu gabungan changquan/jianshu/qiangshu putri di Ratthaprasasanphakdi Government Building Complex, Bangkok, Sabtu (13/12) lalu. Tampil sebagai debutan level SEA Games, perempuan yang biasa dipanggil Patrice tersebut memperlihatkan performa konsisten dan memukau. Saat menampilkan jurus qiangshu Patrice memimpin jajaran atlet yang berlaga dengan menorehkan nilai 9,750. Patrice meningkatkan penampilannya saat peragaan jurus jianshu pada Minggu (14/12) dengan torehan poin 9,760 di pucuk perolehan angka sementara. Patrice menutup aksinya lewat catatan 9,756 poin dalam peragaan jurus changquan sekaligus mengunci medali emas SEA Games 2025 berbekal total nilai 29,266. Patrice menegaskan keunggulan atas wakil Malaysia Pang Pui Ye yang harus puas dengan medali perak usai mengemas total nilai 29,109 (9,706+9,643+9,760) dan peraih perunggu asal Singapura Le Yin Shuen (29,055). “Saya senang dan terharu bisa menyumbangkan medali emas buat kontingen Indonesia. Apalagi, ini penampilan perdana saya di multi event internasional,” kata Patrice. Ke depan, Patrice masih ingin terus meraih prestasi yang lebih baik lagi. Salah satunya diajang kejuaraan dunia atau Asian Games. “Saya ke depan akan terus berlatih lebih baik lagi agar bisa meraih prestasi di tingkat dunia,” pungkas Patrice.