Piala AFF U23 2025: Ditahan Malaysia, Indonesia Juara Grup

Timnas Indonesia U23 memastikan langkah ke babak semifinal Piala AFF U23 2025 sebagai juara Grup A, usai bermain imbang 0-0 melawan Malaysia U23 dalam laga terakhir fase grup di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (21/7/2025) malam WIB. Hasil ini membuat Indonesia finis di puncak klasemen dengan raihan 7 poin dari tiga pertandingan (dua kemenangan dan satu hasil imbang), unggul satu angka dari Filipina U23 yang mengoleksi 6 poin. Sementara itu, hasil imbang tanpa gol ini justru menjadi akhir perjalanan Malaysia di turnamen. Tim Harimau Malaya Muda hanya mengumpulkan 4 poin dari satu kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan. Sedangkan Brunei Darussalam menempati posisi juru kunci dengan nol poin, menelan tiga kekalahan beruntun. Laga pamungkas antara Indonesia dan Malaysia berlangsung dalam tensi tinggi. Kedua tim tampil ngotot sejak awal, memperlihatkan duel fisik intens, tekel keras, dan adu determinasi di setiap lini. Tercatat ada 16 pelanggaran dan empat kartu kuning yang dikeluarkan wasit untuk menjaga tensi laga tetap terkendali. Bagi Indonesia U23, hasil ini sekaligus mengubur mimpi Malaysia melangkah ke semifinal. Pasukan Gerald Vanenburg tampil disiplin dan mampu menjaga konsistensi permainan sepanjang turnamen. Dengan rekor tak terkalahkan di fase grup, Garuda Muda kini mantap menatap babak semifinal, membawa harapan besar publik Tanah Air untuk meraih gelar juara. Di sisi lain, meski tampil cukup menjanjikan, langkah Malaysia harus terhenti di fase grup karena gagal memenuhi target kemenangan dua gol yang dibutuhkan untuk lolos. Garuda Muda akan menunggu lawan berikutnya di semifinal, yang akan ditentukan dari hasil pertandingan di Grup B. Dengan momentum yang sudah dibangun sejauh ini, Timnas U23 diharapkan terus melaju dan membawa pulang trofi juara dari turnamen edisi tahun ini. Klasemen Akhir Grup A Piala AFF U23 2025: Indonesia – 7 poin (2 menang, 1 imbang) Filipina – 6 poin (2 menang, 1 kalah) Malaysia – 4 poin (1 menang, 1 imbang, 1 kalah) Brunei – 0 poin (3 kalah)

Keren! Akademi Persib Cimahi Juara Gothia Cup U13

Tim Akademi Persib Cimahi U13 Boys All Stars

Tim Akademi Persib Cimahi (APC) U13 Boys All Stars meraih gelar juara Gothia Cup 2025 kategori putra U13 setelah mengalahkan FC Stockholm Internazionale dengan skor meyakinkan 5-1 di partai final yang berlangsung di SKF Arena, Gothenburg, Swedia, Sabtu (19/7/2025). Pelatih APC, Agi Maulana, menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut. Ia mengapresiasi perjuangan para pemain serta dukungan dari berbagai pihak. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur bisa menjadi juara. Terima kasih atas kerja keras para pemain dan dukungan dari SKF Industrial Indonesia, manajemen Akademi Persib Cimahi, serta doa dari seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya dalam pernyataan tertulis, Minggu (20/7/2025). Perjalanan APC di turnamen ini terbilang gemilang. Mereka membuka fase grup dengan kemenangan 4-1 atas Sandarna BK, lalu melibas FC Gorgasali (Georgia) 9-0, menundukkan La Academia FC (Honduras) 5-0, dan mengalahkan Academy Travel Sport (Prancis) 2-0. Pada babak 32 besar, APC menyingkirkan IFK Goteborg dengan skor 4-1. Laju mereka berlanjut dengan kemenangan telak 10-0 atas Colegio Pentagon (Brasil) di 16 besar. Pada perempat final, APC menundukkan Vicente del Bosque Academy Blue (Spanyol) 4-1, dan mengamankan tiket final setelah menang 1-0 atas GAIS (Swedia) di semifinal. Dari sembilan pertandingan, APC mencetak total 47 gol dan hanya kebobolan empat kali. Gelar juara ini dilengkapi dengan prestasi individu, setelah Raushan Ochank Syam dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen. “Kami bisa meraih ini karena kekompakan dan semangat tim,” ujar Raushan. Tim APC diperkuat oleh para pemain binaan dan delapan pemain All-Star dari program “Meet the World with SKF Road to Gothia Cup 2025”. “Prestasi ini menunjukkan potensi besar pemain muda Indonesia. Semoga mereka terus berkembang dan suatu saat membela timnas,” kata Nita Nuriman, project director program tersebut dari SKF Industrial Indonesia. Selain APC, dua tim lain juga dikirim oleh SKF Industrial Indonesia: Papua Football Academy (U14) dan SDN Srengseng 01 Jakarta (U13 putri). Namun, keduanya belum meraih gelar. PFA U14 tersingkir pada babak play-off A setelah kalah adu penalti dari EC Panorama 1991 (Brasil), sedangkan SDN Srengseng 01 kalah dari Hammarby IF 2 (Swedia) pada babak play-off B.

Dihadiri Menpora, Piala Menpora 2025 Resmi Dimulai

Piala Menpora U12 dan U15

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Dito Ariotedjo secara resmi membuka rangkaian turnamen sepak bola Piala Menpora U12 dan U15 tahun 2025 di Lapangan Gambesi, Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), Kamis (17/7) sore. Menpora dengan didampingi Gubernur Malut Sherly Tjoanda Laos memukul tifa tanda dibukanya rangkaian Piala Menpora U12 dan U15 tahun 2025. Momen tersebut juga dipadukan dengan penutupan turnamen sepak bola Piala Gubernur Malut 2025 yang mempertandingkan beberapa kategori usia. “Dengan ini saya resmi membuka Piala Menpora U12 dan U15. Semangat, Salam Olahraga!” seru Menpora Dito. Menpora menerangkan, Kemenpora menyelenggarakan rangkaian Piala Menpora U12 dan U15 ini pada 34 daerah di Indonesia. Dalam hal ini Menpora Dito secara khusus memilih Ternate sebagai lokasi kick-off untuk memulai rangkaian Piala Menpora ini. “Karena saya yakin di Maluku Utara banyak potensi yang nantinya bisa meneruskan senior-senior di Tim Nasional,” ucap Menpora. Di satu sisi, Menpora Dito mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Malut yang telah menyelenggarakan turnamen sepak bola Piala Gubernur 2025. Apalagi turnamen ini digelar untuk anak-anak usia dini mulai kategori U9. “Itu yang sangat kita butuhkan, proaktif dari daerah, bagaimana mengasah potensi atlet-atlet anak-anak usia dini kita,” tutur Menpora yang turut didampingi Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Sri Wahyuni. Menpora Dito mengaku senang melihat antusiasme anak-anak yang menjadi bagian dalam turnamen ini. Karenanya Menpora secara khusus menyampaikan terima kasih untuk seluruh orang tua yang sudah senantiasa membawa dan membimbing dan mendorong anak-anaknya aktif berolahraga sepak bola. Menurut Menpora Dito, para peserta turnamen sepak bola baik Piala Menpora maupun Piala Gubernur ini adalah bagian dari proses membentuk sejarah olahraga Indonesia. Menpora mencontohkan Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola U23 Indonesia yang dua hari sebelumnya menang melawan Brunei 8-0. “Adik-adik di sinilah yang nantinya akan memiliki kesempatan untuk berpentas sebagai bagian Timnas. Kalian yang hari ini ikut di Piala Menpora, Piala Gubernur, dalam rangka proses menuju sejarah tersebut,” jelas Menpora Dito. “Jadi semuanya ini bukan tentang kalah atau menang. Tetapi nikmati prosesnya dan kebersamaannya, dan semangatnya untuk terus berjuang,” tegas Menpora yang dalam kesempatan itu didaulat mengalungkan medali kepada para pemenang Piala Gubernur. Adapun tahapan Piala Menpora U12 dan U15 tahun 2025 ini akan dimulai dari kabupaten/kota pada bulan Juli, kemudian berlanjut ke regional di bulan Agustus. Sebanyak 16 tim regional akan bertanding di seri Nasional yang berlangsung di Surabaya pada bulan September.

Piala AFF U23 2025: Indonesia Gilas Brunei, Jens Cetak 6 Gol!

Jens Raven

Hasil Timnas Indonesia vs Brunei Darussalam dalam laga Piala AFF U23 2025 ditutup dengan skor akhir 8-0 pada Selasa (15/7/2025). Kemenangan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, membuat Garuda Muda di puncak klasemen Grup A. Timnas U23 Indonesia membuka kampanye mereka di AFF U23 2025 Championship dengan penampilan ofensif nan meyakinkan. Jens Raven, penyerang yang baru saja masuk Bali United, mengemas double hattrick (6 gol). Nama lain yang masuk daftar pencetak gol adalah Arkhan Fikri dan Robi Rayhan Hannan. Kemenangan 8-0 ini menjadi awal yang manis untuk Timnas Indonesia di AFF U23 2025. Namun, masih ada 2 pertandingan lain di Grup A. Partai berikutnya adalah duel kontra Filipina pada 18 Juli, lantas pertarungan klasik lawan Malaysia pada 21 Juli. Dalam update klasemen AFF U23 2025, Timnas Indonesia memimpin Grup A dengan 3 poin. Tim asuhan Gerald Vanenburg unggul selisih gol (+8 berbanding +2) dari Filipina yang pada Selasa (15/7) sore menang 2 gol lawan Malaysia. Kekalahan Malaysia yang mengejutkan, ditambah kemenangan masif Timnas U23 Indonesia, jadi hal positif bagi Garuda Muda. Pasalnya, hanya juara grup saja yang akan otomatis lolos ke semifinal. Sebaliknya, hanya 1 runner-up grup yang lolos, berdasarkan ranking para runner-up Grup A, B, dan C.

Bandung Rengkuh Gelar Juara Piala Pertiwi U14 & U16 All Stars 2025

All Stars Bandung

Tim All Stars Bandung sukses menutup perjalanan mereka di turnamen Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars dengan gelar juara. Dalam partai final yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada Minggu 13 Juli 2025, Bandung menundukkan All Stars Tangerang dengan skor tipis 1-0. Gol kemenangan ditentukan pada menit ke-59 melalui sepakan bebas yang dieksekusi Indira Fatima. Pemain bernomor punggung 11 itu melepaskan tembakan akurat dari luar kotak penalti, hanya satu menit jelang waktu normal berakhir. Seperti diketahui, turnamen ini digelar sejak Senin 7 Juli 2025 dan diikuti oleh 16 tim pilihan dari berbagai daerah di Indonesia. Kompetisi yang diprakarsai oleh PSSI bekerja sama dengan Djarum Foundation dan didukung oleh HYDROPLUS ini menjadi ajang pembinaan usia muda yang dikemas kompetitif serta menjunjung sportivitas. Tak hanya memperebutkan trofi tim terbaik, turnamen ini juga memberikan apresiasi kepada individu yang tampil menonjol sepanjang kompetisi. Berikut para penerima penghargaan: Best Goalkeeper: Elbian Defika Aryasatya (Nomor Punggung 18 – All Stars Bandung) Top Scorer: Fadilla (Nomor Punggung 11 – All Stars Sumut) dengan torehan 10 gol Best Player: Debby Alvani Zanaya (Nomor Punggung 17 – All Stars Tangerang) Peringkat Ketiga: All Stars Sumut dan All Stars Papua

Indonesia Berpartisipasi di Turnamen U17 Futsal Spanyol 2026

Tim Futsal Indonesia

Indonesia resmi umumkan Timnas Futsal Putra U17 dalam III Edición del Torneo Internacional de Futsal. Turnamen usia muda bergengsi yang akan digelar di Castro del Río, Córdoba, Spanyol pada 24–28 Juni 2026. Turnamen ini menjadi panggung pertemuan tim-tim muda terbaik dunia. Pada edisi sebelumnya mempertemukan negara-negara kuat seperti Spanyol, Prancis, dan Maroko. Indonesia akan bersaing di antara para pemain muda terbaik dunia. Partisipasi Indonesia dalam turnamen ini merupakan langkah nyata Federasi Futsal Indonesia (FFI) dalam membangun jalur pembinaan usia muda yang kuat dan berjenjang. Kompetisi internasional ini tidak hanya menjadi ajang bertanding, tapi juga sebagai wadah untuk membentuk mentalitas juara dan memperluas wawasan global para pemain muda Indonesia. “Partisipasi di ajang seperti ini bukan hanya tentang pertandingan, tetapi tentang membangun budaya kompetisi sejak usia dini,” ujar Michael Victor Sianipar, Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia, Kamis (10/7/2025). “Ini adalah langkah penting untuk membangun mentalitas dan kualitas pemain muda Indonesia. Kami ingin menegaskan bahwa pengembangan futsal usia muda adalah prioritas,” ujarnya lagi. Tak lupa ia juga mengajak seluruh Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) untuk memperkuat kompetisi kelompok umur di daerah masing-masing. Hal ini sebagai fondasi utama prestasi futsal Indonesia ke depan. Héctor Souto, Pelatih Kepala Timnas Futsal Putra sekaligus Direktur Teknik FFI, menegaskan pentingnya langkah ini dalam konteks pengembangan jangka panjang futsal Indonesia. “Indonesia memiliki potensi besar berkat banyaknya pemain dan pelatih yang tersebar di seluruh negeri,” katanya. “Namun, selama empat tahun saya berada di sini, saya melihat kita masih tertinggal jauh dari level elite dunia, terutama dalam hal struktur liga usia muda. Scouting dan pengembangan bakat, pemahaman teknis-taktis, serta metodologi latihan,” ujarnya. “Kami bertekad untuk mengambil langkah nyata memperbaiki semua itu, dan saya meyakini bahwa menguji diri melawan tim-tim terbaik dunia adalah cara yang tepat untuk berkembang,” ucap Héctor lagi. Skuad Timnas Futsal Putra U17 Indonesia akan disusun melalui seleksi nasional yang melibatkan pemain-pemain muda terbaik kelahiran tahun 2009, 2010, dan 2011. Lebih dari sekadar keikutsertaan, turnamen ini menjadi sinyal komitmen Indonesia untuk membangun futsal yang berdaya saing global. Harapannya, langkah ini dapat mendorong seluruh ekosistem pembinaan futsal Indonesia bekerja dalam satu kerangka besar, dengan kompetisi kelompok umur yang semakin kuat dan terstruktur di tiap daerah.

SKF Lepas Tiga Tim Terbaik Indonesia Menuju Gothia Cup 2025

Pelepasan Tiga Tim Terbaik Indonesia Menuju Gothia Cup 2025 Oleh SFK

SKF Indonesia secara resmi melepas tiga tim sepakbola muda terbaik yang mewakili Indonesia di pentas Gothia Cup 2025 yang akan digelar di Gothenburg, Swedia, 13-19 Juli mendatang. Ketiga tim itu adalah SKF Indonesia Akademi Persib Cimahi (APC) U13 Boys All Star, SKF Girls Team U13 All-Star, dan Papua Football Academy (PFA) U14 Boys. Momen pelepasan itu sendiri dilakukan di Ruang Teater Kemenpora, Jakarta, Jumat (11/7) siang WIB. Tenaga Ahli Kemenpora Bidang Diaspora dan Diplomasi Olahraga, Ratu Tisha Destria, menyampaikan pesan dari Menpora Dito Ariotedjo, berterima kasih SKF yang telah menyelenggarakan Meet The World with SKF Road to Gothia Cup 2025. Menurutnya, peranan swasta sangat penting mendukung Pemerintah dalam mengembangkan grassroot sepak bola Tanah Air. “Kami dari Kemenpora, seperti instruksi pak Menpora, kami fokus untuk pembinaan usia dini, dan pastinya tak terlepas dari olahraga terpopuler kita, yakni sepak bola. Saya berharap ini menjadi permulaan untuk membawa harum nama Indonesia di kancah dunia lewat sepak bola,” kata Ratu Tisha. Sementara itu, Plt Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri, mewakili Ketum PSSI, Erick Thohir, berpesan agar anak-anak bisa mengamalkan nilai-nilai positif saat bertanding di Gothia Cup 2025. “Kalian yang di sini menjadi penerus putra-putri terbaik bangsa Indonesia di Timnas. Jadi amalkan sikap-sikap nilai positif kalian seperti cium tangan kepada yang lebih tua, sebagai rasa hormat. Kita tunjukkan kepada dunia bahwa kita bangga akan Indonesia,” ujar Indra Sjafri. Partisipasi tim Indonesia yang disponsori penuh oleh SKF menjadi inspirasi nyata untuk berani bermimpi lebih tinggi dengan memanfaatkan kesempatan emas yang ada. “Ini merupakan kesempatan emas menunjukkan bakat dan kemampuan anak-anak Indonesia di panggung internasional, melalui nilai-nilai SKF. Kami juga terus menumbuhkan rasa kemanuasian lewat pertandingan sepak bola,” ujar Nita Nuriman selaku Project Director Meet The World With SKF Road to Gothia Cup 2025. Di sisi lain, Chandra Syahriar selaku pemimpin Cantrik ACL, pihak penyelenggara Meet the World with SKF di Indonesia, mengatakan sangat bersyukur rangkaian menuju Gothia Cup 2025 sudah selesai. “Meet The World with SKF Indonesia dengan seleksi PFA, sudah melahirkan 3 tim terbaik untuk mewakili Indonesia di Gothia Cup 2025,” ujar Chandra. “Tak hanya Gothia Cup, ajang Meet The World with SKF Indonesia juga sangat bagus untuk perkembangan grassroot sepak bola Indonesia baik putra dan putri. Saya harap ke depannya ajang ini masih terus berlangsung sebagai rangkaian wakil Indonesia menuju Gothia Cup,” tambahnya. Seluruh tim peserta wakil Indonesia di Gothia Cup 2025 sudah menggelar latihan rutin. APC U13 dan PFA U14 merupakan tim yang rutin mempunyai program latihan persiapan sejak berhasil atau ditunjuk jadi wakil Indonesia di Gothia Cup 2025. Sementara itu, SKF Girls Team U13 All-Star juga sudah menggelar latihan dan program sejak bulan Mei 2025. “Tim PFA ini sudah sama-sama hampir 1 tahun, kita juga sudah menggelar beberapa laga uji coba. Jadi kami optimistis bisa meraih prestasi di sana,” kata Direktur PFA, Wolfgang Pikal. “Persiapan tim sudah kami gelar dengan baik, anak-anak juga sudah siap secara mental hingga fisik untuk turnamen nanti. Saya harap para pemain enjoy saja terlebih dahulu, tidak usah tegang, karena ini pengalaman pertama mereka,” sambung pelatih SKF Girls Team U13 All-Star, Yopie Riwoe.

Ini Jadwal Pertandingan ASEAN U-23 Championship Mandiri Cup 2025

ASEAN U-23 Championship Mandiri Cup 2025 akan segera berlangsung pada tanggal 15 hingga 29 Juli 2025 mendatang dengan diikuti 10 negara anggota ASEAN Football Federation (AFF). Turnamen ini akan diselenggarakan di Stadion Gelora Bung Karno – Jakarta serta Stadion Patriot Candrabhraga, Bekasi. Timnas Sepak Bola Indonesia U-23 tergabung di Grup A bersama tiga negara lainnya yakni Malaysia, Philippines, dan Brunei Darussalam. Sementara enam negara Asia Tenggara lainnya tergabung dalam Grup B (Vietnam, Cambodia, dan Laos) dan Grup C (Thailand, Myanmar, dan Timor-Leste). Timnas Indonesia U-23 akan dilatih oleh juru taktik Gerald Vanenburg. Sobat NYSN yang tidak sempat menonton langsung ke stadion bisa menyaksikan seluruh pertandingan melalui media multi-platform milik Emtek Media sebagai official broadcaster ASEAN U-23 Championship Mandiri Cup 2025 yakni SCTV, INDOSIAR, MOJI, platform OTT VIDIO, serta layanan TV Satelit berbayar NEX Parabola. SCTV dan INDOSIAR akan menyiarkan secara LIVE dari Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, seluruh pertandingan yang dilakoni Timnas Indonesia U-23 pada babak penyisihan grup. Sementara VIDIO akan menyiarkan melalui streaming dan akan ditayangkan kembali oleh MOJI. Berikut untuk jadwal pertandingan Timnas Indonesia U-23 di laga ASEAN U-23 Championship Mandiri Cup 2025: Jadwal Pertandingan Indonesia di ASEAN U-23 Championship Mandiri Cup 2025: Indonesia vs Brunei Darussalam. Selasa, 15 Juli 2025 19.00 WIB. LIVE SCTV, INDOSIAR, VIDIO, NEX. Philippines vs Indonesia. Jumat, 18 Juli 2025 19.00 WIB. LIVE SCTV, INDOSIAR, VIDIO, NEX. Indonesia vs Malaysia Senin, 21 Juli 2025 19.00 WIB LIVE SCTV, INDOSIAR, VIDIO, NEX. Selain menyiarkan seluruh perjuangan Timnas Sepak Bola Indonesia U-23, SCTV juga akan menayangkan secara eksklusif dua laga menarik lainnya dari Grup A yakni: Malaysia vs Philippines. Selasa, 15 Juli 2025 16.30 WIB. LIVE SCTV, VIDIO. Brunei Darussalam vs Malaysia. Jumat, 18 Juli 2025 16.30 WIB. LIVE SCTV, VIDIO. Berikut pertandingan penyisihan grup lainnya juga akan disiarkan oleh MOJI yakni : Indonesia vs Brunei Darussalam. Selasa, 15 Juli 2025 22.30 WIB. RERUN MOJI. Malaysia vs Philippines Rabu, 16 Juli 2025 00.15 WIB. RERUN MOJI. Cambodia vs Laos Rabu, 16 Juli 2025 23.30 WIB. DELAY MOJI. Myanmar vs Timor-Leste Kamis, 17 Juli 2025 01.30 WIB. DELAY MOJI. Philippines vs Indonesia Jumat, 18 Juli 2025 22.30 WIB. RERUN MOJI. Brunei Darussalam vs Malaysia Sabtu, 19 Juli 2025 00.15 WIB. RERUN MOJI. Laos vs Vietnam Sabtu, 19 Juli 2025 21.00 WIB. DELAY MOJI. Timor-Leste vs Thailand Sabtu, 19 Juli 2025 22.30 WIB. DELAY MOJI. Philippines vs Brunei Darussalam Senin, 21 Juli 2025 19.30 WIB. LIVE MOJI, VIDIO. Thailand vs Myanmar Selasa, 22 Juli 2025 19.30 WIB. LIVE MOJI, VIDIO. Vietnam vs Cambodia Selasa, 22 Juli 2025 22.30 WIB. DELAY MOJI. Seluruh pertandingan ASEAN U-23 Championship Mandiri Cup 2025 dapat disaksikan melalui platform OTT VIDIO dan layanan TV Satelit berbayar NEX Parabola.

16 Tim Terbaik dari Berbagai Regional Akan Perebutkan Podium Juara di Kudus

Kota Kudus, Jawa Tengah, menjadi tuan rumah penyelenggaraan HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars pada 7 Juli hingga 13 Juli mendatang.

KUDUS, 7 Juli 2025 – Kota Kudus, Jawa Tengah, menjadi tuan rumah penyelenggaraan HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars pada 7 Juli hingga 13 Juli mendatang. Bertempat di Supersoccer Arena, sebanyak 16 tim terbaik dari 16 regional di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa akan bertanding memperebutkan podium juara pada turnamen yang digelar oleh PSSI berkolaborasi bersama Bakti Olahraga Djarum Foundation dan HYDROPLUS. Para peserta HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars diikuti para pesepakbola putri terbaik yang telah diseleksi dari 16 kota maupun regional penyelenggaraan HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 sejak April hingga akhir Juni. Mereka terpilih dari turnamen yang digelar pada sejumlah kota di Pulau Jawa yaitu Tangerang, Bandung, Cirebon, Semarang, Surabaya, Kudus, Malang, Jakarta, Solo, dan Yogyakarta. Selain itu pula berdasarkan seleksi regional di luar Pulau Jawa yakni Kalimantan, Sulawesi, Bali-Nusra, Papua, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan.  “Kami apresiasi ajang HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars sebagai bagian penting guna meningkatkan ekosistem grassroots sepak bola putri di Indonesia. Saya berharap dalam tiga tahun ke depan kolaborasi PSSI, Bakti Olahraga Djarum Foundation dan HYDROPLUS kian  memperkuat  fondasi pembangunan sepak bola putri kita yang berjenjang untuk masa depan, demi merealisasikan banyak mimpi para pemain putri kita menjadi kenyataan,” ujar Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono mengatakan pelaksanaan HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars bertujuan untuk pemantauan pemain yang akan direkrut untuk Timnas Putri Indonesia U-16 di Piala AFF dan U-17 di AFC. Melalui program ini, diharapkan akan terbentuk sistem pembinaan yang lebih terorganisir dan berkelanjutan, sehingga para pemain sepak bola wanita dapat terus berkembang melalui kompetisi yang konsisten dan berjenjang. “Ini adalah salah satu wadah di mana pemain terbaik berpotensi memperkuat timnas putri Indonesia untuk Piala AFF U-16 yang rencananya akan diselenggarakan di Indonesia pada Agustus 2025 mendatang. Coach Mochi bersama tim pelatih timnas putri U-16 akan melakukan pemantauan talenta pesepakbola belia. Hal ini diharapkan bisa memberikan gairah dan semangat bagi adik-adik untuk latihan lebih serius, ikut SSB sehingga kemampuan mereka bisa terasah dan berkembang,” kata Teddy. Teddy menambahkan, kejuaraan HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 juga merupakan kelanjutan dari turnamen MilkLife Soccer Challenge (MLSC) yang sukses digelar di delapan kota sejak tahun 2023. Terhitung hingga Juni 2025, kejuaraan ini diikuti tidak kurang dari 24.429 peserta dari 1.257 SD dan MI di 8 Kota/Kabupaten. Ia berharap dengan diselenggarakannya kompetisi secara konsisten dan berjenjang, akan terbentuk sistem pembinaan yang mampu mewujudkan kejayaan sepak bola putri Tanah Air.  Group Brand Head HYDROPLUS, Yose Moriza mengatakan, HYDROPLUS mendukung penuh kiprah talenta-talenta muda Indonesia untuk terus meraih prestasi setinggi-tingginya melalui dunia olahraga, khususnya sepak bola putri. Ia optimistis, kejuaraan HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars akan melahirkan atlet-atlet muda terbaik yang mampu mengharumkan nama bangsa di kancah internasional di masa mendatang. Sebagai minuman isotonik yang baru diluncurkan satu tahun lalu, HYDROPLUS sangat bermanfaat untuk berolahraga, karena aktivitas ini menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit melalui keringat. “HYDROPLUS mendukung penuh gelaran Piala Pertiwi dengan produk minuman isotonik yang pas, serta memberikan hidrasi maksimal. Dikonsumsi setidaknya sebelum, selama, atau setelah berolahraga mampu menjaga stamina dan mencegah dehidrasi, sehingga membantu mengembalikan cairan tubuh yang hilang selama beraktivitas. Oleh karena itu kami mengucapkan selamat bertanding untuk seluruh peserta, raihlah prestasi setinggi langit,” tegas Yose. HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars menggunakan satu lapangan sepak bola dengan durasi 30 menit x 2 babak dan turun minum 10 menit. 16 tim yang berlaga dibagi ke dalam 4 grup, dimulai dengan pertandingan penyisihan grup, perempat final, semifinal, hingga final. Selain memperebutkan podium Juara, Runner-up, dan Semifinalis sebagai tim, ada pula penghargaan untuk individu yakni Top Scorer, Best Player, dan Best Goalkeeper. Berikut hasil drawing grup HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars: Grup A All Stars Jakarta All Stars Bali-Nusra All Stars Surabaya All Stars Sumatera Utara Grup B All Stars Kudus All Stars Papua All Stars Cirebon All Stars Sulawesi Grup C All Stars Tangerang All Stars Malang All Stars Semarang All Stars Sumatera Selatan Grup D All Stars Bandung All Stars Solo All Stars Yogyakarta All Stars Kalimantan Seluruh peserta HYDROPLUS-Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars tiba di Kudus pada 5 Juli. Sementara keesokan harinya mereka menjalani official training, drawing grup, match coordination meeting, dan welcome dinner. Pada 7 Juli sampai 10 Juli dimulai pertandingan penyisihan grup (group stage match), lalu juara di setiap grup akan melakoni laga perempat final pada 11 Juli, melangkah ke semifinal 12 Juli, dan partai final bergulir pada 13 Juli.  Selain keseruan pertandingan, di luar lapangan juga akan tersaji aktivitas menarik mulai dari kuliner khas Kudus, fun games, photo booth hingga hadirnya karakter Pokemon, yaitu Pikachu dan Cinderace yang akan diselenggarakan meet and greet dan foto bersama maskot Pokemon raksasa di tanggal 13 Juli.

Resmi. Ini Dia Pelatih Baru Timnas U20

Frank van Kempen & Erick Thohir

PSSI resmi menunjuk Frank van Kempen sebagai pelatih kepala baru Tim Nasional U20 Indonesia. Kehadiran pelatih asal Belanda ini menandai komitmen federasi dalam membangun jalur pembinaan berkelanjutan dari level usia muda hingga ke timnas senior. Frank van Kempen dikenal sebagai sosok pelatih berpengalaman yang telah lama berkecimpung dalam pengembangan pemain muda di Eropa. Dengan latar belakang sebagai direktur teknik akademi klub-klub di Eredivisie, Belanda serta pengalaman melatih kelompok usia di level elite, Kempen dinilai memiliki kapasitas untuk merancang sistem pembinaan yang progresif dan terstruktur. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menyebut penunjukan Frank van Kempen sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan kesinambungan prestasi antar kelompok usia. “Kami butuh juru latih yang bukan hanya mumpuni secara taktik, tetapi juga memahami pentingnya transisi pemain dari kelompok usia U20 ke U23 dan senior. Frank van Kempen memiliki track record dalam hal ini,” ujar Erick Thohir. Di tangan van Kempen, Tim Garuda Muda akan diarahkan tak hanya untuk meraih prestasi di ajang AFF U19 dan Kualifikasi AFC U20, tetapi juga menjadi wadah penyaringan talenta unggul yang siap mengisi kebutuhan timnas level atas secara bertahap dan sistematis. Langkah ini menegaskan fokus PSSI untuk memperkuat fondasi pembinaan usia muda demi kemajuan sepak bola nasional yang berkelanjutan. Pria kelahiran Sevenum, 6 Januari 1972 dikenal berpengalaman sebagai pelatih sepakbola usia muda. Tercatat, ia pernah menjadi asisten pelatih Timnas Belanda U20 periode 2014 hingga 2016. Jabatan terakhir van Kempen menjadi asisten pelatih klub VVV-Venlo, klub Divisi Dua periode Juli 2022 hingga 30 Juni 2024. Dia juga pernah menjadi pelatih kepala di beberapa klub seperti NAC Breda U21, Sparta U21, Sparta U19, VVV-Venlo II, Helmond U21, dan Roda JC U19. Frank van Kempen menyatakan antusiasmenya bergabung dengan proyek besar sepak bola Indonesia. “Talenta muda Indonesia luar biasa. Tugas saya adalah menciptakan jembatan pengembangan agar mereka bisa bersaing di level tertinggi, dengan fondasi disiplin, taktik modern, dan kultur kerja keras,” kata Frank van Kempen usai pertemuan dengan Ketum PSSI, di Jakarta.

Soekarno Cup Siap Cetak Calon Atlet Berbakat dan Berjiwa Nasionalisme

Poster Soekarno Cup 2025

Asosiasi Kota Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (Askot PSSI) Kota Yogyakarta mengadakan turnamen Soekarno Cup, turnamen sepak bola usia dini yang akan digelar pada Sabtu dan Minggu, 5–6 Juli 2025, di Lapangan Sidokabul Yogyakarta. Lebih dari sekadar pertandingan, turnamen ini menghadirkan perpaduan antara pembinaan olahraga, semangat nasionalisme, serta penguatan ekonomi lokal. Ketua Umum Askot PSSI Kota Yogyakarta, Susanto Dwi Antoro, dalam jumpa pers di Kantor Dinkominfosan Kota Yogyakarta, Jumat (4/7), menyampaikan bahwa Soekarno Cup tidak hanya menjadi ajang kompetisi anak-anak, tetapi juga momentum untuk mengenang keteladanan Bung Karno. “Lalu kenapa kami gelar Soekarno Cup ini? Karena selain untuk pembinaan dan penguatan sportivitas anak-anak, kami juga ingin memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Soekarno Cup ini menjadi momen untuk mengenang dan mempelajari keteladanan Bung Karno. Karena beliau lahir dan wafat di bulan Juni, maka kami gelar kegiatan ini sebagai bagian dari refleksi nilai-nilai perjuangan beliau,” ujar Susanto. Turnamen yang diikuti oleh enam Sekolah Sepak Bola (SSB) aktif di Kota Yogyakarta ini akan mempertandingkan empat kelompok usia: 9, 10, 11, dan 12 tahun. Masing-masing SSB akan mengirimkan empat tim, dengan total 24 tim berlaga menggunakan sistem setengah kompetisi. Susanto mengatakan pembukaan turnamen akan berlangsung pada Sabtu pagi pukul 07.00 WIB, dan penutupan dijadwalkan Minggu sore, yang akan ditandai dengan penyerahan Piala Wali Kota Yogyakarta bagi para juara. Menurutnya, ajang ini juga dimaksudkan sebagai bagian dari pembinaan jangka panjang dan seleksi awal bagi para calon atlet muda berbakat Kota Yogyakarta. Mereka yang terpantau potensial akan diarahkan mengikuti jenjang pembinaan ke Kelas Khusus Olahraga (KKO) serta ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) dan Pekan Olahraga Daerah (Porda). Susanto juga menyampaikan bahwa antusiasme terhadap Soekarno Cup sangat tinggi, bahkan tim dari luar kota terpaksa ditolak. “Turnamen ini memang kami fokuskan untuk SSB di Kota Yogyakarta. Ini bagian dari komitmen kami untuk membangun pembinaan sepak bola lokal secara konsisten,” tegasnya. Ke depan, Askot PSSI Kota Yogyakarta menargetkan turnamen seperti ini dapat digelar secara rutin setiap tiga bulan sekali, sebagai bentuk komitmen pembinaan berkelanjutan. Askot akan memfasilitasi lapangan, sementara perangkat pertandingan dan kebutuhan teknis lainnya akan digotong royongkan oleh komunitas SSB. “Ajang ini juga menjadi ruang praktik bagi para pelatih dan wasit muda berlisensi yang telah disiapkan oleh Askot. Tahun lalu, Askot PSSI Kota Yogyakarta menyelenggarakan pelatihan sertifikasi pelatih dan wasit. Semua perangkat pertandingan berasal dari Kota Yogyakarta, dari Askot sendiri. Ini bentuk pembinaan yang menyeluruh, tidak hanya bagi pemain, tetapi juga pelatih dan wasit,” kata Susanto.

9 Pemain Diaspora Dipanggil Menuju Piala Dunia U17 2025

9 Pemain Diaspora Yang Dipanggil Menuju Piala Dunia U17 2025

Timnas Indonesia U17 berkekuatan 34 pemain untuk pemusatan latihan di Bali pada 7 Juli-10 Agustus 2025 yang diproyeksikan sebagai persiapan menuju Piala Dunia U17 2025. Sembilan dari 34 pemain Timnas Indonesia U17 untuk training camp di Pulau Dewata itu adalah pemuda diaspora. Berikut profil mereka. Feike Muller Bernama lengkap Feike Muller Latupeirissa, ia lahir di Den Bosch, Belanda, pada 10 Desember 2008. Saat ini bermain di posisi bek tengah untuk Willem II Tilburg U17 di Belanda. Dengan kaki kiri yang lebih dominan, ia dibekali tinggi badan 180cm. Kabarnya, darah Indonesia Feike Muller berasal dari ibunya. Kakeknya, yang memiliki marga Latupeirissa, disebutkan lahir di Pulau Saparua, Maluku Tengah. Eizar Jacob Nama lengkapnya ialah Eizar Jacob Tanjung. Dia lahir pada 30 Agustus 2008. Berposisi sebagai gelandang bertahan dengan postur 174cm, ia juga bisa bermain sebagai bek tengah maupun fullback. Eizar bermain di tim junior Sydney di Australia. Darah Indonesia mengalir di tubuhnya via ibunya yang berasal dari Cianjur, Jawa Barat. Ayahnya asal Australia, namun memiliki darah Jakarta dan Padang. Lionel De Troy Lionel De Troy lahir di Tangerang, Banten, pada 6 Januari 2008. Ibunya asal Indonesia, sedangkan ayahnya dari Kamerun. Dia terbiasa bermain sebagai gelandang serang. Saat ini, De Troy sedang menimba ilmu dengan Palermo di Italia. Sebelumnya, ia berguru bersama Australasian Soccer Academy di Australia. Palermo adalah klub Serie B yang pada putaran kedua musim lalu diperkuat kiper Timnas Indonesia, Emil Audero. De Troy adalah alumnus Indonesia Junior League bersama Prima Soccer School pada 2022. Pemuda setinggi 180cm itu beberapa kali tampil impresif, termasuk menjadi player of the week 14 pada Juli tahun yang sama. Floris de Pagter Nama panjangnya ialah Floris de Pagter-van Bronckhorst. Dia lahir di Beverwijk, Belanda, pada 8 September 2008. Kedua orang tuanya memiliki darah Indonesia, tepatnya Jakarta. De Pagter berposisi sebagai gelandang serang, namun juga bisa berperan menjadi gelandang sentral. Sekarang, ia membela SC Telstar U17 di Belanda. Dia berhasil mencetak 15 gol dan 15 assist dari 40 penampilan untuk membawa SC Telstar U17 menjuarai Divisi 3 Liga Belanda U17 musim lalu. Selain itu, ia juga mendapatkan kesempatan untuk debut bersama tim U21 pada musim lalu. Noha Pohan Simangunsong Noha Pohan Simangunsong lahir pada 12 Maret 2010. Berdarah campuran Batak dan Finlandia, ia adalah gelandang NAC Breda di Belanda. Pada Oktober 2024, Noha Pohan sempat dipanggil Timnas Finlandia U15 untuk turnamen Tahtitarha, namun kini memilih untuk membela Timnas Indonesia U17. Jona Giesselink Jona Giesselink lahir pada 2 Maret 2008. Berpostur 190cm, ia bermain sebagai gelandang untuk FC Emmen U16 di Belanda. Kondisi fisiknya akan menguntungkan Timnas Indonesia U17. Darah Indoensia Gisselink berasal dari ibunya, yang orang tuanya lahir di Pulau Halmahera, Maluku, sebelum pindah ke Negeri Kincir Angin. Azadin Ayoub Azadin Ayoub Hamane lahir Norwegia pada 26 September 2008. Darah campuran Indonesoa-Norwegia mengalir deras dalam tubuh pemain Elverum Fotball di Norwegia itu. Sejak 2016 ia telah menimba ilmu di sana. Ayoub berposisi sebagai winger. Dia bisa menyisir sisi sayap kanan dan kiri sama baiknya. Ibunya berasal dari Cirebon, Jawa Barat, sementara ayahnya berdarah Maroko. Deston Hoop Deston Deandre Denzell Hoop lahir pada 30 Mei 2008. Posturnya telah mencapai 180cm. Saat ini, pemuda yang terbiasa turun sebagai winger kanan itu memperkuat SC Telstar U17 di Belanda. Garis keturunan Hoop berasal dari kakek pihak ibunya yang disebutkan lahir di Pulau Itawaka, Maluku. Kabarnya, selain Indonesia dan Belanda, ia juga berdarah Suriname. Nicholas Indra Mjosund Lahir di Norwegia pada 13 Januari 2010, Nicholas Indra Mjosund sedang bermain untuk Rosenborg BK di Norwegia. Masih berusia 15 tahun, posturnya telah tumbuh menjulang hingga mencapai 185cm. Alih-alih striker karena tingginya yang ideal, Nicholas justru berperan sebagai winger kanan dan kiri. Asal-usul Indonesia Nicholas berasal dari Ibunya disebutkan asli Solo, Jawa Tengah. Situs Rosenborg BK menulisan Norwegia sebagai kewarganegaraan Nicholas. Pada musim ini, ia mencetak 15 gol dari 15 pertandingan bersama tim U15.

Ini Alasan Indonesia Lolos Langsung ke Piala Asia U17 2026

AFC U17 Asian Cup

Timnas Indonesia U17 resmi lolos langsung ke Piala Asia U17 2026. Tiket emas ini didapatkan karena lolos ke babak perempat final Piala Asia U17 2025. AFC menjadikan turnamen level junior itu menjadi setiap tahun usai memakai konsep dua tahunan pada edisi sebelumnya. Salah satu perubahan juga ada pada kepesertaan. Indonesia berhak mendapat tiket lolos langsung ke Piala Asia U17 2026 karena menembus babak delapan besar di Piala Asia U17 2025. Hal ini tentu jadi kabar baik karena tim Merah Putih tak perlu melewati babak kualifikasi. “Benar [Indonesia lolos ke Piala Asia U17 2026],” kata pelatih Timnas Indonesia U17, Nova Arianto saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Selasa (1/7). Nova mengatakan, perubahan peraturan tentang peserta Piala Asia U17 2026 dilakukan karena babak kualifikasi bergulir di waktu yang bersamaan dengan Piala Dunia U17 2025 pada November mendatang. “Betul. [Perubahan peraturan] karena babak kualifikasi [Piala Asia U17 2026] jalan bersamaan dengan Piala Dunia U17 2025,” ujar Nova. Dengan situasi ini, maka sudah ada sembilan tim yang memastikan tempat di Piala Asia U17 2026. Mereka adalah Indonesia, Uzbekistan, Arab Saudi, Korea Selatan, Korea Utara, Tajikistan, Jepang, Uni Emirat Arab, dan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia U17 2025. Tersisa tujuh tim yang bisa memperebutkan tiket Piala Asia U17 2026. Jadwal Kualifikasi Piala Asia U17 2026 berlangsung pada 22-30 November 2025. Sedangkan jadwal Piala Asia U17 2026 diperkirakan bergulir pada Mei 2026. Arab Saudi kembali jadi tuan rumah kompetisi ini setelah menggelar edisi yang sama pada 2025. Sumber: CNN

Timnas U17 Indonesia Dibagi 2 oleh Nova Arianto, Ini Penjelasannya

Nova Arianto

Timnas U17 Indonesia akan dibagi menjadi dua tim saat ini oleh Nova Arianto, demi tujuan jangka panjang. Melalui instagram pribadinya, Nova Arianto mengonfirmasi akan membagi dua skuad timnas U17 Indonesia saat ini. Hal ini demi juga berfokus untuk tujuan jangka panjang. Timnas U17 Indonesia akan dibagi dua yang terdiri dari tim untuk persiapan Piala Dunia U17 2025 yang berlangsung November 2025 dan tim yang dipersiapkan untuk Piala Asia U17 2026. Jika skuad untuk Pildun U17 2025 terdiri dari pemain-pemain kelahiran 2008 macam Zahaby Gholy maupun Nazriel Alfaro, maka skuad untuk Piala Asia U17 2026 akan diisi pemain kelahiran 2009 ke atas. Saat ini, Nova Arianto sudah membuka seleksi kepada pemain-pemain angkatan 2009 untuk mempersiapkan tim mendatang. Tim ini pula yang nantinya akan berlaga di kompetisi EPA Liga 1 musim 2025-2026. “Kami memulai kegiatan timnas U17 Indonesia dengan melakukan seleksi di Yogyakarta. Di mana ada 3 gelombang dengan pemain kelahiran 2009. Dan direncanakan mereka akan bermain di EPA U18 musim ini sebagai persiapan menuju Piala Asia U17 di bulan Mei 2026,” kata Nova. “Harapannya dengan rencana persiapan lebih awal Timnas U17 Indonesia dengan pemain kelahiran 2009 bisa kembali lolos ke Piala Dunia U17 2026,” tambahnya. Nova Arianto memimpin langsung seleksi untuk skuad baru timnas U17 Indonesia. Gelombang pertama digelar pada 24-26 Juni, gelombang kedua pada 26-28 Juni, dan gelombang ketiga dijadwalkan pada 28-30 Juni. Dalam seleksi ini, Nova Arianto juga tak menutup kemungkinan memasukkan pemain ke skuad untuk Piala Dunia U17 2025. Skuad timnas U17 Indonesia untuk Pildun sendiri akan menjalani pemusatan latihan di Bali pada Juli mendatang. “Kalau ada yang menurut kami bisa bersaing di tim menuju ke Piala Dunia (U17) kenapa tidak termasuk dengan datangnya pemain pemain diaspora,” kata Nova Arianto dilansir dari Antara. Sumber: Bola Sport

Ajang FGT di Papua Diikuti Lebih Dari 300 Peserta

Freeport Grassroots Tournament

PSSI dan PTFI menggelar Freeport Grassroots Tournament (FGT) di Stadion Mandala, Jayapura, Papua pada 13-14 Juni 2025. Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan kunci di banyak negara yang sepak bolanya telah maju meletakkan fondasi utama pada pengembangan sepak bola usia dini. “Saya mengapresiasi partisipasi PT Freeport Indonesia yang selalu mendukung kemajuan sepak bola Indonesia. Kepercayaan ini memperkuat komitmen PSSI untuk terus meningkatkan sepak bola usia dini, baik melalui kompetisi, kolaborasi, maupun pelatihan pelatih berkualitas yang sangat penting dan memberi pengaruh positif bagi perkembangan pemain muda,” kata Erick Thohir. Ajang FGT di Papua ini diikuti lebih dari 300 anak dan merupakan pelaksanaan kedua setelah tahun lalu digelar di Gresik dan Jayapura. Selain itu, terdapat penambahan 10 SSB untuk kategori usia 12 tahun. Kegiatan ini total diikuti 20 Sekolah Sepak Bola (SSB). Direktur dan Executive Vice President Sustainable Development PTFI, Claus Wamafma mengatakan Freeport Grassroots Tournament merupakan bentuk dukungan PTFI bersama PSSI terhadap pengembangan sepak bola usia dini di Indonesia, khususnya di wilayah operasional PTFI. “Turnamen ini bertujuan memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk menunjukkan permainan terbaik mereka serta memberikan pengalaman bertanding yang seru dan menyenangkan guna mengembangkan bakat dan minat mereka di dunia sepak bola,” kata Claus. Claus berharap ajang ini dapat membuka wawasan anak-anak Papua untuk menjadikan sepak bola sebagai cita-cita, sehingga mereka dapat menjadi pesepak bola profesional di masa depan. Ia menekankan pentingnya anak-anak bermain dan bertanding dengan gembira, serta memahami nilai-nilai sportifitas, fair play, dan saling menghormati (respect) sebagai bagian dari pembentukan karakter pesepak bola yang andal. Freeport Grassroots Tournament kedua ini melibatkan anak-anak dari usia U-10 dan U-12 dan dikelompokkan masing-masing menjadi 10 tim. Pada kesempatan ini juga dihadiri oleh pelatih Timnas U-17, Nova Arianto bersama Legenda Timnas Indonesia Boaz Solossa, Ricardo Salampessy, Eduard Ivak dalam dan Titus Bonai, Wakil Bupati Kabupaten Jayapura Haris. Richard S. Yocku, Sekretaris Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Papua, Parson Horota & perwakilan manajemen PTFI, Kerry Yarangga. Penyelenggaraan tahun kedua ini juga menambah jangkauan peserta dengan memberi banyak SSB berpartisipasi. Diharapkan kegiatan ini menjadi wadah bagi talenta-talenta muda Papua untuk dapat menunjukkan permainannya sekaligus memberikan kesempatan dan pengalaman berkompetisi dalam mewujudkan cita-citanya menjadi pesepak bola profesional. Pada akhir turnamen, tim pemenang mendapat hadiah sepatu sepak bola. Tujuannya agar dapat dimanfaatkan untuk anggota tim dan mendorong keseriusan anak untuk terus berlatih sepak bola.

Sanggau Junior League 2025, Ajang Pencarian Bibit Atlet Sepak Bola

Sanggau Junior League 2025

Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, secara resmi membuka turnamen sepak bola Sanggau Junior League 2025 yang digelar di Lapangan Sepak Bola Kompi 642, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, pada Kamis (19/6/2025). Turnamen ini diikuti oleh para pemain usia dini dari berbagai sekolah dan klub sepak bola se-Kabupaten Sanggau. Dalam sambutannya, Wabup Susana Herpena mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya atas terselenggaranya turnamen tersebut. Ia menyebut bahwa ajang ini bukan sekadar pertandingan, melainkan momentum penting untuk konsolidasi, unjuk kemampuan, dan pencarian bakat-bakat potensial di dunia sepak bola, khususnya pada tingkat usia muda. “Kegiatan ini menjadi momentum yang tepat sebagai ajang adu bakat dan prestasi serta pencarian bibit-bibit potensial atlet sepak bola, khususnya pemain usia dini,” ujar Susana. Lebih jauh, ia menegaskan bahwa turnamen ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendukung terwujudnya visi Kabupaten Sanggau yang maju, berkelanjutan, dan berkeadilan. Menurutnya, pembinaan atlet sejak dini menjadi bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif. “Banyak pemain sepak bola dunia yang terlahir dari turnamen-turnamen seperti ini. Yang penting adalah niat, konsistensi, kerja keras, dan disiplin. Jangan pernah pesimis,” pesan Susana menyemangati para peserta. Wabup juga mengingatkan pentingnya menjaga sportivitas selama pertandingan berlangsung. Ia meminta agar semua pihak, baik pemain, pelatih, maupun pendukung, menjaga suasana kondusif dan tidak menimbulkan keributan, baik di dalam maupun di luar lapangan. “Menang atau kalah adalah hal biasa dalam sebuah pertandingan. Yang menang jangan sombong, dan yang kalah jadikan itu sebagai motivasi untuk berlatih lebih giat lagi,” tutupnya. Turnamen Sanggau Junior League 2025 diharapkan menjadi langkah awal lahirnya generasi emas sepak bola dari Bumi Daranante.

Jaring Bibit Pesepakbola, Ajang SEAFT Indonesia 2025 di Banyuwangi Dimulai

SEAFT Indonesia 2025 Banyuwangi

Ajang bergengsi South East Asean Football Talent (SEAFT) Indonesia 2025 resmi dibuka dengan semarak di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, pada Minggu (14/6/2025). Turnamen SEAFT Indonesia 2025 ini menjadi wadah bagi atlet muda sepak bola Asia Tenggara ini diikuti oleh 49 tim dari kategori U-10 sebanyak 11 tim, U-12 22 tim, dan U-13 sebanyak 16 tim. Acara pembukaan ditandai dengan pelepasan balon, disusul dengan tendangan perdana yang menandai kick off pertandingan pertama. Stadion Diponegoro, Banyuwangi, yang telah dipoles khusus untuk ajang bergengsi ini pun semakin meriah dengan kehadiran suporter yang antusias menyambut kompetisi ini. Gelaran ini secara resmi dibuka oleh Ketua Askab PSSI Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, didampingi dengan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banyuwangi, Ahmad Khairullah, serta Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) SEAFT Indonesia Banyuwangi, Toni Hartono. “Banyuwangi bangga bisa berkesempatan menjadi tuan rumah SEAFT 2025. Ini bukan hanya ajang kompetisi, tapi juga kesempatan emas bagi pemain muda Indonesia untuk menunjukkan talenta mereka hingga di kancah Internasional,” kata Michael, saat sambutannya membuka acara, Minggu (24/6/2026). Michael mengatakan, ajang ini juga menjadi perhatian khusus pemantau bakat ASKAB PSSI Banyuwangi. Mereka akan menyeleksi pemain-pemain potensial untuk direkomendasikan ke Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sebagai bibit atlet nasional. “Oleh karena itu, ini kesempatan untuk menunjukkan bakat peserta. Bertandinglah yang baik dan sportif,” pesan Wakil Ketua DPRD Banyuwangi itu. Ketua KONI Banyuwangi, Ahmad Khairullah, mengapresiasi ASKAB PSSI Banyuwangi yang telah menggeber turnamen internasional ini. Ia menegaskan dukungan penuh KONI bagi pengembangan sepak bola muda di Indonesia terkhusus di Bumi Blambangan. “Apresiasi setinggi-tingginya untuk ASKAB PSSI. Belum lama dilantik tetapi sudah melakukan gebrakan dengan berhasil menggelar turnamen kelompok umur,” ucap Khairul. Khairul berharap, ajang serupa juga dapat terus terselenggara di Banyuwangi. Bukan hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga mampu mencetak atlet-atlet sepak bola berkualitas. Sementara itu, Ketua Panpel SEAFT Indonesia 2025 Banyuwangi, Toni Hartono, melalui Sekretaris Panpel, Yuliawan Bambang Sukianto, menjelaskan bahwa kompetisi si kulit bundar ini digelar selama dua hari, mulai Minggu 15 Juni sampai Senin 16 Juni 2025. “Total sebanyak 49 tim sepak bola akan bertanding dan memperebutkan juara 1. Tak hanya dari tim sepak bola lokal Banyuwangi saja, sebanyak 25 persen dari total peserta adalah dari luar kota,” jelas Yuliawan. Yuliawan memaparkan, peserta turnamen tidak hanya dari Banyuwangi, melainkan juga diikuti oleh tim sepak bola dari berbagai daerah seperti Jember, Bondowoso, Situbondo, Bojonegoro, hingga klub asal Pulau Bali. Pada laga perdana hari ini, seluruh tim dari setiap kategori usia bertanding pada babak penyisihan grup. Setiap tim akan saling berhadapan dalam pertandingan round-robin di grup masing-masing untuk menentukan siapa yang berhak melaju ke babak berikutnya. “Di pertandingan hari pertama setiap kategori umur hanya sampai di babak penyisihan grup. Dan di pertandingan hari kedua Senin (15/6/2025) akan dilanjutkan sampai mendapatkan juara 1 di setiap kategori umur,” beber Yuliawan. Lebih lanjut, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi itu mengatakan bahwa pemenang dari setiap kategori umur, akan dikirimkan ke tingkat Nasional yang akan dilaksanakan pada tanggal 7-9 Juli 2025 di Jakarta. Apabila berhasil di tingkat nasional, mereka akan kembali bertanding di tingkat internasional di Bangkok, Thailand untuk U-13 dan Kuala Lumpur, Malaysia, untuk U-10 dan 12 pada bulan Oktober. “Untuk sang juara tentu akan mendapat Tropy SEAFT dan setifikat. Penghargaan juga akan diberikan kepada Top Score, pemain terbaik dan kiper terbaik,” terang Yuliawan. Dengan terselenggaranya SEAFT 2025 ini, Banyuwangi semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat pengembangan sepak bola muda di kawasan Asia Tenggara. Ajang ini tidak hanya menjadi momentum pencarian bakat, tetapi juga membuka jalan bagi terciptanya generasi emas sepak bola Indonesia di masa depan. Sumber: TIMES Indonesia