Daftar Pemenang MilkLife Soccer Challenge – Semarang Seri 1 2025 – 2026

Para pemenang MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 1 2025 - 2026 yang berlangsung di Stadion Universitas Diponegoro Tembalang dan Lapangan Arhanud Jatingaleh pada 5 hingga 10 Agustus 2025.

Berikut daftar pemenang MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 1 2025 – 2026:   Kategori Usia 10 Champion : SDN Klepu 03 Runner-up : SD Nasima Semifinalis : SDN  Wonotingal dan MIN Kota Semarang Top Scorer : Shakila Azalia Ardani – SDN Klepu 03 (37 gol) Best Player : Asancaya Jasmine – SD Nasima Best Goalkeeper : Wisma Mandhe Hita – SDN Klepu 03 Fairplay Team : SDN Kembangarum 2 Semarang   Kategori Usia 12 Champion : SDN Sendangmulyo 04 Runner-up : SDN Karangsono 2 Mranggen Semifinalis : SDN Klepu 03 dan SDN Wonotingal Top Scorer : Janeeta Alodya – SDN Sendangmulyo 04 (21 gol) Best Player : Erlinda Julita Ragil Pratiwi – SDN Klepu 03 Best Goalkeeper : Khanza Mutia Nindyanti – SDN Wonotingal Fairplay Team : SDN Karangayu 02

Penantian Terbayar, SDN SendangMulyo 04 Naik Podium dan SDN Klepu 03 Hattrick Juara

Pertandingan final KU 12 MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 1 2025-2026 yang mempertemukan SDN Sendangmulyo 04 melawan SDN Karangsono 2 Mranggen di Stadion Universitas Diponegoro, Tembalang, Semarang Jawa Tengah.

SEMARANG,10 Agustus 2025 – Gemuruh teriakan para pendukung menambah keseruan laga pamungkas MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 1 2025 – 2026 yang berlangsung di Stadion Universitas Diponegoro Tembalang, Semarang Jawa Tengah, pada Minggu (10/8). Di sektor KU 12, SDN Sendangmulyo 04 mampu tampil impresif dan mengalahkan SDN Karangsono 2 Mranggen. Sementara itu, tim KU 10 SDN Klepu 03 mampu cetak hattrick juara usai menekuk SD Nasima dengan skor 4-0.  Mencuplik jalannya pertandingan, partai final KU 12 yang mempertemukan SDN Sendangmulyo 04 kontra SDN Karangsono 2 Mranggen berlangsung cukup intens dan ambisius. Tim SDN Sendangmulyo 04 yang komandoi oleh Kaisa Fatikha Ar-ridho langsung membangun serangan yang agresif di zona berbahaya tim SDN Karangsono 2 Mranggen sejak kickoff babak pertama. Jual beli serangan tak terelakkan di tengah lapangan guna merebut posisi bola. SDN Sendangmulyo 04 berhasil memecahkan skor kacamata di menit ke-8 berkat bola yang diassist Alice Vinorea Putri mampu dieksekusi sempurna oleh Janeeta Alodya dengan kaki kanan. Satu menit kemudian, Alice menambah keunggulan lewat sepakan manis yang melewati celah penjagaan tim SD Karangsono 2 Mranggen. Unggul dua poin tak membuat penggawa SDN Sendangmulyo 04 terlena. Mereka terus mencoba membobol pertahanan Soraya Alfi Anggraini dkk. Di akhir babak pertama Janeeta mencetak brace usai menggiring bola dengan mulus melewati penjagaan di zona bahaya SDN Karangsono 2 Mranggen. Tanpa ragu, Janeeta menceploskan bola ke sisi kiri gawang tanpa bisa ditepis kiper Aurellya Septa Rayana. Kedudukan 3-0 menutup babak pertama. Memasuki 15 menit kedua, tim SDN Sendangmulyo 04 tak mengendurkan intensitas serangan dengan terus membuat peluang. Sayangnya di awal babak kedua, peluang-peluang tersebut belum bisa dikonversi menjadi gol. Seperti di menit ke-17, Queennara Anashadiva gagal melakukan direct shooting ke gawang lawan lantaran terpeleset. Begitu pula dengan kesempatan freekick yang ditendang Janeeta di menit 20 belum bisa mencapai kotak terlarang.  Kebuntuan kembali terpecah berkat kerjasama apik trio striker Queennara-Janeeta-Alice yang mengelabui penjagaan dengan bola-bola pendek. Tiga gol tambahan di menit ke-22, menit ke-23 dan menit ke-28 mempertebal keunggulan tim SDN Sendangmulyo 04 hingga akhir babak kedua dengan skor 6-0. “Aku senang sekali hari ini tim kami kompak, ada chemistry trio striker tadi di depan gawang. Jadi kami bertiga bisa cetak gol semua. Pertahanan juga bagus membantu kita untuk menyerang jadi kita bisa merebut gelar juara lagi. Terima kasih teman-teman atas kerja keras pada seri 1 ini,” kata Janeeta yang juga meraih gelar Top Scorer KU 12 dengan total 21 gol. Sebelumnya, pada MilkLife Soccer Challenge Semarang 2025 yang berlangsung pada bulan Februari lalu, tim asuhan Ananda Ginanjar Bagasworo tersebut hanya mampu meraih posisi runner up. Alhasil keberhasilan mereka menjuarai MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 1 2025 – 2026 menjadi kebanggaan dan pemantik motivasi untuk terus berprestasi. “Pertandingan final hari ini sangat luar biasa, apalagi dari fase grup mereka konsisten dengan semangat juangnya, cetak gol juga banyak. Itu rezeki para siswi bisa juara pada seri 1 ini. Kita ikut empat kali MilkLife Soccer Challenge tentu mereka berproses ditambah dengan latihan di SSB. Rutin latihan dan kompak jadi kunci kemenangan kami,” ucap Coach Bagas, sapaan akrabnya. Sementara itu, di partai pamungkas KU 10, penggawa SDN Klepu 03 tampil percaya diri menghadapi SD Nasima. Sejak wasit Heri Sulistyo meniup peluit kickoff babak pertama Shakila Azalia Ardani dan kawan-kawan langsung melakukan penetrasi serangan ke wilayah pertahanan SD Nasima. Tak tinggal diam, penggawa SD Nasima pun melakukan counter attack untuk mencegah bola masuk ke zona berbahaya. Kegigihan SDN Klepu 03 menjebol pertahanan lawan membuahkan hasil usai memanfaatkan kelengahan kiper SD Nasima Afiqah Nabila Shafiyya Rahman di menit ke-5. Sepakan kaki kanan Shakila sukses membuat bola bersarang di gawang lawan. Unggul 1-0 membakar semangat SDN Klepu 03 untuk mempertebal keunggulan. Di akhir babak pertama, Shakila mencetak brace lewat skema tendangan bebas yang membuat papan skor berubah 2-0. Usai turun minum, tim asuhan Althariq Bagus Istianto semakin agresif melancarkan serangan. Dominasi permainan yang ditampilkan SDN Klepu 03 hingga akhir babak kedua, mampu menambah dua pundi gol lagi lewat sepakan Shakila. SDN Klepu 03 memastikan kemenangan ketiga mereka dengan skor akhir 4-0. “Kemenangan ini layak mereka dapatkan berkat hasil kerja keras dan latihan rutin. Tentu gelar juara ini tidak membuat kami terlena, tim kami akan terus berlatih memperbaiki diri hingga menjadi yang terbaik,” kata Coach Althariq. SSB Buka Kelas Putri, Ekosistem Mulai Berputar Penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 1 2025 – 2026 mulai menggerakkan roda ekosistem sepak bola putri di Kota Atlas. Kali ini sebanyak 1.213 siswi dari 64 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) di kota Semarang dan sekitarnya ikut ambil bagian dalam turnamen yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife tersebut. Tak hanya secara kuantitas, kemampuan para putri unjuk kebolehan mengolah ‘si kulit bundar’ di lapangan putri juga meningkat. Hal ini membuat sejumlah sekolah sepak bola (SSB) di kota Semarang membuka kelas khusus untuk para putri di antaranya Bhaladika Pertiwi, Arema FC Women Academy serta Ratanika Putri Semarang. Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann mengapresiasi banyaknya sekolah sepak bola yang kini mulai membuka kelas putri. Hal tersebut, membuat para pesepakbola putri muda memiliki wadah untuk berlatih dan mengasah kemampuan yang pada akhirnya dapat tampil maksimal ketika berlaga di kompetisi bergengsi seperti MilkLife Soccer Challenge.  “Ekosistem sepak bola putri sudah tercipta. Tren positif itu terjadi tak hanya di Semarang, tetapi juga di kota-kota lain. Saya mengapresiasi hal tersebut karena mampu memberikan para atlet kesempatan untuk berkembang dan bisa melanjutkan jenjang karier mereka ke level profesional nantinya. Hal itu juga menunjukkan kita miliki sistem regenerasi yang sudah berjalan dengan sangat baik, karena kita memang betul-betul memulai dari bawah,” ucap Coach Timo yang memperoleh lisensi kepelatihan UEFA A di Koeln Jerman sejak 2007. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin mengatakan penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge 2025-2026 menjadi komitmen Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife untuk terus mendorong kemajuan sepak bola putri Indonesia melalui turnamen yang berjenjang dan berkelanjutan. Hal ini menjadi dukungan penuh bagi para putri untuk ikut menjadi bagian dalam masa depan sepak bola putri. “Para pesepak bola putri muda kita semakin menunjukkan kualitas mereka dari tahun ke tahun. Ini menjadi sinyal bagus bagi ekosistem sepak bola … Read more

Jadwal Piala Kemerdekaan 2025, Ajang Unjuk Gigi Timnas U17

Piala Kemerdekaan 2025

Piala Kemerdekaan 2025 dimulai dari tanggal 12 hingga 18 Juli mendatang. Turnamen internasional U-17 ini diikuti oleh empat negara yakni Indonesia, Tajikistan, Mali, dan Uzbekistan. Seluruh pertandingan Piala Kemerdekaan 2025 akan berlangsung di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang. Turnamen ini juga sebagai persiapan empat negara ini yang akan tampil di Piala Dunia U-17 tahun 2025 di Qatar pada 3-27 November 2025. Saat ini Indonesia U-17 sedang menjalani pemusatan latihan di Bali. Uzbekistan merupakan juara Piala Asia U-17 2025, sementara Mali runner up Piala Afrika U-17 2025, dan Tajikistan tim yang lolos ke babak 8 besar Piala Asia U-17 2025. Pada laga pembuka tanggal 12 Agustus 2025 akan tersaji dua pertandingan yakni Mali versus Uzbekistan pukul 15.30 WIB dan Indonesia melawan Tajikistan pukul 19.30 WIB. Setelah itu, pada tanggal 15 Agustus 2025, giliran Tajikistan lawan Mali pukul 15.30 WIB dan Uzbekistan versus Indonesia pukul 19.30 WIB. Pada pertandingan terakhir tanggal 18 Agustus yakni Uzbekistan lawan Tajikistan pukul 16.00 WIB dan Indonesia versus Mali pukul 20.30 WIB. Jadwal Pertadingan Piala Kemerdekaan 2025: Selasa, 12 Agustus 2025 Mali vs Uzbekistan pukul 15.30 WIB Indonesia vsTajikistan pukul 19.30 WIB Jumat, 15 Agustus 2025 Tajikistan vs Mali pukul 15.30 WIB Uzbekistan vs Indonesia pukul 19.30 WIB Senin, 18 Agustus 2025 Uzbekistan vs Tajikistan pukul 16.00 WIB Indonesia vs Mali pukul 20.30 WIB

SDUT Bumi Kartini Pertahankan Gelar, SD 3 Bulucangkring Jadi Juara Baru

Putri Lestari timnya mendapat guard of honour sebelum menaiki podium sebagai juara KU 10 pada MilkLife Soccer Challenge Kudus Seri 1 2025 - 2026 yang berlangsung di Supersoccer Arena, Minggu 3 Agustus 2025.

KUDUS, 3 Agustus 2025 – Partai final MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Kudus Seri 1 2025 – 2026 yang bergulir di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah pada Minggu (3/8) berlangsung seru dan menegangkan. SDUT Bumi Kartini Jepara menunjukkan supremasi dengan mempertahankan gelar juara KU 12 kelima beruntun, usai mengalahkan SDN Jambean 02 Pati di final dengan skor 3-2. Sementara itu, SD 3 Bulungcangkring keluar sebagai juara baru usai membuat kejutan dengan mengalahkan SD Muhammadiyah Birrul Walidain, yang berstatus dua kali juara pada MLSC Kudus Seri 2 2024 dan MLSC Kudus 2025.  Partai puncak KU 12 yang mempertemukan SDUT Bumi Kartini Jepara melawan SDN Jambean 02 Pati berlangsung dengan intensitas tinggi sejak menit pertama. Sebagai juara bertahan, SDUT Bumi Kartini Jepara mendominasi permainan sepanjang pertandingan. Si kembar, Rara Zenita Fatin dan Rere Zenita Farza menjadi momok di jantung pertahanan SDN Jambean 02 Pati. Kendati demikian, disiplinnya barisan pertahanan SDN Jambean 02 Pati membuat jalannya pertandingan di babak pertama minim gol. Hanya tercipta satu gol di paruh pertama saat Rere melepaskan sontekan mendatar setelah melakukan kerjasama apik dengan Rara pada menit ke-7 dan membuat timnya unggul 1-0.  Unggul pada 15 menit pertama tidak membuat SDUT Bumi Kartini Jepara mengendurkan serangan. Hasilnya, mereka bisa kembali menambah dua gol di babak kedua yang diborong oleh Rara. Walau begitu, SDN Jambean 02 Pati juga berhasil mencetak dua gol balasan melalui situasi bola mati yang ditorehkan sang pemain andalan Hafiza Khairan Lubna Lista. Tetap unggul dengan kedudukan 3-2 sampai pertandingan berakhir membuat SDUT Bumi Kartini Jepara bisa mengunci gelar kelima beruntun mereka di MilkLife Soccer Challenge. Rara yang menjadi pahlawan kemenangan SDUT Bumi Kartini Jepara bersyukur karena bisa membawa sekolahnya kembali meraih podium tertinggi di MilkLife Soccer Challenge Kudus Seri 1 2025 – 2026. Tak hanya itu, Ia juga sukses mengukuhkan diri sebagai pencetak gol terbanyak dengan torehan 43 gol. “Tadi menurut saya lawan bermain sangat baik, terutama dalam bertahan, tapi berkat kekompakan dan kesabaran untuk bisa mencetak gol akhirnya kami bisa meraih kemenangan. Saya sangat senang bisa membantu tim menjadi juara di MilkLife Soccer Challenge untuk kelima kalinya. Semoga saya bisa terus meraih lebih banyak lagi prestasi yang membuat orang tua bangga,” kata Rara.  Sementara itu, laga sengit juga terjadi di final KU 10 antara SD 3 Bulungcangkring kontra SD Muhammadiyah Birrul Walidain. Striker SD 3 Bulungcangkring, Lutfia Indriana Putri menciptakan gol dengan memanfaatkan kemelut di depan gawang SD Muhammadiyah Birrul Walidain. Meski kedua tim memperlihatkan agresivitas dalam menyerang setelah gol tersebut, keunggulan 1-0 untuk SD 3 Bulungcangkring bertahan hingga jeda babak pertama. Dalam situasi tertinggal, SD Muhammadiyah Birrul Walidain berusaha meningkatkan upaya mencetak gol balasan di paruh kedua. Alih-alih menyamakan kedudukan, mereka justru kembali kebobolan dan tertinggal 0-2. Gol tersebut diciptakan kapten SD 3 Bulungcangkring, Putri Lestari dengan melepaskan tembakan jarak jauh. Menolak menyerah, SD Muhammadiyah Birrul Walidain akhirnya bisa menciptakan gol balasan setelah mendapatkan hadiah penalti yang sanggup dimaksimalkan menjadi gol oleh Keisha Athira Imawan. Walau begitu, SD 3 Bulungcangkring sanggup mempertahankan keunggulan 2-1 hingga pertandingan berakhir. “Saya tidak menyangka bisa mencetak gol sebanyak ini dan menjadi penentu kemenangan di pertandingan final. Saya juga sempat grogi karena lawan bermain bagus dan lebih diunggulkan menjadi juara. Saya ingin mempersembahkan kemenangan ini buat semua teman, guru, dan terutama kedua orangtua,” ucap Putri yang juga merupakan Top Scorer KU 10 dengan 54 gol. Kualitas Pesepakbola Putri Kudus Kian Meningkat dan Merata Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris menyambut positif kembali diselenggarakannya MilkLife Soccer Challenge. Diikuti oleh 1.370 siswi dari 92 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kudus dan sekitar, ia menilai bahwa animo peserta pada turnamen yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife ini ini masih sangat tinggi. Dirinya berharap agar kelak lahir pesepakbola putri profesional dari Kudus dan daerah sekitar. “Semoga putri-putri Kudus bisa menjadi pemain nasional dan kelak bertanding di level internasional. Tentu kita mendukung kegiatan ini dan juga terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Olahraga agar menggerakkan para pelajar untuk rutin berolahraga. Karena olahraga juga membuat anak-anak semakin kuat secara otot dan perkembangan otak maupun motorik yang diharapkan nantinya menciptakan generasi emas,” kata Sam’ani. Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge Kudus, Yayat Hidayat menilai bahwa kualitas para putri Kudus mengalami peningkatan dan merata baik dari KU 10 maupun KU 12. Selain itu, dari hasil pemantauan selama turnamen berlangsung 29 Juli – 3 Agustus, tak sedikit pula peserta baru yang menarik perhatian tim talent scouting. Ia beserta jajaran tim sudah mengantongi sebanyak 50 nama dari KU 10 dan 20 pesepakbola dari KU 12 untuk mengikuti MilkLife Soccer Extra Training yang bergulir secara rutin dan intensif selama tiga kali dalam sepekan. “Peserta pada MLSC Kudus Seri 1 2025 – 2026 mengalami peningkatan secara kualitas dan merata. Hal ini tentu menjadi angin segar karena ternyata masih banyak bibit-bibit potensial di Kudus yang baru muncul. Mereka akan kami latih secara rutin di Supersoccer Arena yang nantinya akan terpilih mewakili skuad Kudus pada MLSC All Stars 2026,” ucapnya antusias. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengatakan, Kudus masih menjadi lumbung potensial lahirnya talenta pesepakbola putri usia dini. Ia mengimbau agar para atlet semakin mengasah kemampuan dan lebih menekuni sepak bola dengan bergabung ke klub SSB. Sebab tak hanya MLSC, ada pula turnamen level usia lebih tinggi yakni HYDROPLUS Soccer League U-14 yang rutin diselenggarakan sepanjang tahun dari 2023, 2024 dan 2025, serta HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16. “Kami harap semangat para pesepakbola putri masa depan tak hanya sampai di sini, tapi terus berkobar dengan bergabung ke SSB serta rutin mengikuti turnamen secara rutin dan berjenjang untuk mengukur kemampuan. Sampai nantinya mereka bisa menjadi skuad timnas putri dan kelak membela Indonesia di level internasional. Kami memanggil seluruh srikandi muda sepak bola di 10 kota penyelenggaraan MLSC untuk berpartisipasi dan bersama memajukan sepak bola putri Tanah Air,“ tutur Yoppy. Pada MLSC Kudus Seri 1 2025 – 2026 terdapat tiga SSB yang membuka pendaftaran secara langsung untuk para peserta, yakni SSB Arema Malang Cabang Semarang, Sultan Kudus United (SKU), dan SSB Lysandra Demak. Berikut daftar pemenang MilkLife Soccer Challenge Kudus Seri 1 2025 – 2026: Kategori Usia 10 … Read more

Hadirkan Mana Iwabuchi, MilkLife Soccer Challenge Gelar Coaching Clinic untuk Para Pesepakbola Putri Belia

Program Director MilkLife Soccer Challenge Teddy Tjahjono menyerahkan cinderamata berupa kain tradisional Indonesia kepada Mana Iwabuchi.

JAKARTA – Demi terus mengasah kemampuan talenta-talenta muda sepakbola putri Indonesia, MilkLife Soccer Challenge menggelar pelatihan bertajuk “Coaching Clinic with Mana Iwabuchi” pada Minggu 3 Agustus 2025, di Pancoran Soccer Field, Jakarta. Bekerja sama dengan The Pokémon Company, Mana Iwabuchi, mantan pemain Tim Nasional Sepakbola Wanita Jepang, didatangkan untuk berbagi pengalaman sekaligus transfer ilmu kepada lebih dari 100 peserta yang berasal dari Jakarta dan Tangerang. Mereka yang mengikuti Coaching Clinic with Mana Iwabuchi merupakan para pesepakbola putri berusia 8-12 tahun, termasuk yang pernah berpartisipasi dalam kejuaraan MilkLife Soccer Challenge sebelumnya di Jakarta dan Tangerang. Sebanyak 50 peserta dari Jakarta dan 51 peserta dari Tangerang mendapatkan kesempatan emas untuk belajar langsung dari salah satu pemain wanita terbaik dunia. Teddy Tjahjono, Program Director MilkLife Soccer Challenge mengatakan, bahwa Coaching Clinic with Mana Iwabuchi merupakan salah satu cara untuk terus mengasah bakat dan kemampuan para pesepakbola putri Indonesia dengan menghadirkan figur yang dapat menjadi panutan dan menginspirasi. “Ini adalah kesempatan luar biasa bagi para talenta-talenta muda sepakbola putri kita untuk belajar dari yang terbaik, mengasah keterampilan mereka, dan semakin mencintai olahraga sepakbola. Mana Iwabuchi adalah figur yang sangat inspiratif dan bisa menjadi role model bagi mereka untuk terus berkembang di sepakbola. MilkLife Soccer Challenge berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan sepak bola wanita di Indonesia,” ungkap Teddy. Sebagai pesepakbola profesional, Mana Iwabuchi memiliki rekam jejak yang mengesankan. Mengawali karirnya dari klub Jepang Nippon TV Beleza dengan catatan impresif 64 penampilan dan 30 gol, ia kemudian melanglang buana ke berbagai klub elite Eropa seperti 1899 Hoffenheim, Bayern Munich, Aston Villa, Tottenham Hotspur, hingga Arsenal.  Pemain yang berposisi sebagai striker ini juga telah memperkuat Timnas Putri Jepang di berbagai kelompok usia dengan torehan total 46 gol. Ia pun menjadi bagian penting dari keberhasilan Timnas Jepang menjuarai Piala Dunia Wanita FIFA 2011. Selama coaching clinic, Mana Iwabuchi mengaku kagum dengan semangat yang diperlihatkan para pesepakbola putri Indonesia. Ia optimistis, dengan terus konsisten berlatih dan bertanding, maka ke depannya sepakbola putri Indonesia akan mampu bersaing dan meraih prestasi di kancah dunia. “Saya sangat senang melihat adik-adik bersemangat untuk berlatih sepakbola bersama saya. Saya yakin, jika mereka terus punya semangat untuk tekun berlatih, mereka akan mampu meraih mimpi menjadi pesepakbola yang hebat dan berprestasi,” ujar Mana Iwabuchi. Pemain yang kenyang pengalaman bertanding di level Piala Asia, Olimpiade, dan Piala Dunia ini juga memberikan pesan motivasi kepada para peserta. Ia menekankan agar setiap pemain, harus menikmati setiap momen dalam sepakbola, mulai dari berlatih hingga bertanding.  “Untuk menjadi pemain sepakbola yang hebat, kita harus menikmati prosesnya. Menjalani latihan dengan gembira, sehingga kita akan konsisten. Kemudian saat bertanding, kita harus fokus, mengerahkan segala kemampuan yang kita miliki di lapangan,” pesannya. Coaching Clinic With Mana Iwabuchi diawali dengan Ice Breaking & Warming Up yang dimaksudkan untuk membangun suasana yang menyenangkan dan mempersiapkan fisik peserta. Kemudian Technical Session, yakni sesi latihan intensif yang berfokus pada teknik dasar sepak bola. Dalam sesi ini, peserta akan dibagi menjadi empat grup. Setiap grup, dengan sekitar 16-25 pemain, secara bergiliran mengikuti empat pos pelatihan yang berbeda. Setiap pos akan dipandu oleh satu pelatih profesional dan fokus pada satu aspek kunci dalam sepak bola. Keempat pos tersebut dibagi menjadi dribbling, passing, ball control, dan shooting. Setelah itu, diadakan Mini Tournament yang menjadi kesempatan buat peserta untuk mengaplikasikan kemampuan masing-masing di lapangan. Sesi yang paling ditunggu para peserta adalah Meet & Greet bersama Mana Iwabuchi, di mana dalam sesi ini memungkinkan peserta untuk bertanya dan berinteraksi langsung. Peserta asal Tangerang, Aira Septiyani, mengaku gembira mendapat kesempatan untuk berlatih bersama Mana Iwabuchi. Bagi Aira, ini adalah pengalaman pertama bisa berinteraksi dan menimba ilmu dengan seorang pemain sepakbola profesional dari luar negeri. Ia mengaku pengalaman ini akan selalu ia kenang dan jadi penyemangat dalam menjalani mimpi untuk menjadi seorang atlet sepakbola. “Pastinya senang banget ya, bisa ketemu dan main bareng Mana Iwabuchi. Ini jadi motivasi buat saya, dan saya semakin yakin bisa menjadi atlet sepakbola dunia seperti dia,” ujar Aira gembira. Kegembiraan serupa diungkap Andara Alisya peserta asal Jakarta. Ia mengatakan, sebagai legenda sepakbola Jepang, ternyata Mana Iwabuchi adalah sosok yang ramah, sehingga membuat sesi coaching clinic berjalan dengan menyenangkan. Ia berharap program coaching clinic seperti ini bisa terus dilakukan agar semakin banyak kesempatan pemain sepakbola putri untuk menimba ilmu. “Saya sangat termotivasi dengan Mana Iwabuchi, dan pengen mengikuti jejak dia menjadi pemain sepakbola sampai ke Eropa. Mudah-mudahan latihan seperti ini bisa sering dilakukan jadi saya bisa terus belajar,” tutup Andara.

MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 Membidik Pesepakbola Putri di 10 Kota

Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife segera menyelenggarakan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2025 – 2026. Kota Malang, Jawa Timur dan Bekasi, Jawa Barat menjadi dua kota tambahan yang melengkapi delapan kota penyelenggaraan MLSC sejak tahun lalu. Rangkaian turnamen sepak bola putri KU 8, KU 10 & KU 12 ini dimulai di Kudus yang bergulir 29 Juli – 3 Agustus 2025.

JAKARTA, 31 Juli 2025 – Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife segera menyelenggarakan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2025 – 2026. Kota Malang, Jawa Timur dan Bekasi, Jawa Barat menjadi dua kota tambahan yang melengkapi delapan kota penyelenggaraan MLSC sejak tahun lalu. Rangkaian turnamen sepak bola putri KU 8, KU 10 & KU 12 ini dimulai di Kudus yang bergulir 29 Juli – 3 Agustus 2025.  Teddy Tjahjono, Program Director MilkLife Soccer Challenge mengatakan, kembali bergulirnya MilkLife Soccer Challenge tahun ini di 10 kota diharapkan memantik lebih banyak minat siswi Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) untuk semakin menggeluti sepak bola. Sehingga dengan MLSC yang rutin diselenggarakan setiap tahun sebanyak dua seri di masing-masing kota, dapat menjadi lumbung penghasil bibit-bibit potensial yang kelak bisa bergabung di timnas putri dan membela Indonesia di pertandingan level dunia. “Turnamen atau kompetisi itu harus secara reguler dan rutin diselenggarakan supaya calon atlet atau yang sudah menjadi atlet sepak bola tahu ada wadah yang memang secara konsisten digelar. Sehingga memotivasi mereka untuk mulai ikut kegiatan ekskul sepak bola atau bahkan menekuni dengan bergabung klub sepak bola. Kami mengajak seluruh peserta berpartisipasi pada MLSC dan mari kita bergandeng tangan memajukan sepak bola putri Tanah Air,” kata Teddy di sela Press Conference Kick Off MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 di Jakarta (31/7). Pada hari Kamis (31/7) MilkLife Soccer Challenge – Kudus Seri 1 2025 juga tengah bergulir. Turnamen ini diikuti oleh 1.370 peserta dari 92 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dari Kudus dan sekitar. Teddy melanjutkan, penyelenggaraan MLSC periode ini meluas ke dua kota yakni Malang dan Bekasi, yang sebelumnya diselenggarakan di delapan kota. Ia menilai bahwa hal tersebut merupakan salah satu upaya untuk menjaring lebih banyak lagi bibit-bibit pesepakbola putri potensial di kota yang memiliki sejarah panjang dalam sepak bola.  “Malang dan Bekasi merupakan kota yang punya sejarah sepak bola dan memang populasi penduduknya besar. Dari hasil survei kami, dua kota tersebut punya minat yang cukup tinggi terhadap sepak bola putri. Harapannya pada MLSC kali ini secara kualitas peserta semakin meningkat, dan dari sisi kuantitas juga mengalami penambahan dari gelaran sebelumnya,” imbuh Teddy.   Sekadar diketahui, Bekasi erat kaitannya dengan dua tim, yaitu Persikasi Bekasi dan FC Bekasi City (sebelumnya dikenal dengan nama Persipasi Bekasi). Persikasi Bekasi, berdiri pada tahun 1961, merupakan tim yang mewakili Kabupaten Bekasi. Sementara FC Bekasi City, tim yang berbasis di Kota Bekasi dan saat ini berkompetisi di Liga 2.  Sedangkan sepak bola di Malang memiliki sejarah panjang yang dimulai pada masa penjajahan Belanda. Klub sepak bola tertua di Malang, yaitu MVB (Malangsche Voetbal Bond) berdiri pada 1928, sebelumnya dikenal sebagai Voetbalbond Malang en Omstreken (VMO) tahun 1926-1933. Lalu PSIM (Persatoean Sepakbola Indonesia Malang), menjadi bagian penting dari perkembangan sepak bola di Kota Apel yang telah terbentuk tahun 1953. PSIM atau Persema, yang lahir dari gabungan klub-klub sepak bola Malang, juga menjadi bagian penting dalam sejarah sepak bola kota ini. Selain penambahan dua kota baru, perbedaan lainnya pada MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 adalah dimensi lapangan KU 12 yang sebelumnya 24 x 40 meter menjadi 26 x 42 meter (KU 10 masih menggunakan ukuran lapangan sebelumnya), titik penalti menjadi 10 meter dari gawang, kick off dimulai dengan dua sentuhan, serta untuk pertandingan babak semifinal, final, dan atau 8 besar KU 10 menggunakan lapangan KU 12. Peraturan yang dipakai pada MLSC merupakan peraturan khusus pertandingan yang disesuaikan dengan  Peraturan Umum PSSI untuk pengembangan usia dini.   Didiet Fadriana Abdulkadir, Business Unit Head (Dairy) – Savoria sebagai produsen susu MilkLife menuturkan, komitmen pihaknya kembali mendukung turnamen ini karena antusiasme peserta yang terus meningkat, serta sederet prestasi gemilang yang berhasil diraih oleh para atlet. Demi memompa motivasi para srikandi muda, Milklife juga akan memberi satu karton susu berukuran 115 ml per bulan yang disuplai selama enam bulan untuk para juara di setiap penyelenggaraan. “Kami sangat mengapresiasi para peserta yang terus mengalami peningkatan di setiap seri maupun kota penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge. Terlebih beberapa dari mereka telah merasakan merumput di turnamen internasional dan ada pula yang tengah mengikuti seleksi timnas U-16. Artinya yang kami lakukan selama ini sudah berjalan sesuai dengan visi. Tentunya kemampuan para atlet jika ditopang dengan asupan nutrisi seperti susu MilkLife diharapkan menambah energi, strategi, dan mental juara untuk #BeraniCetakGol,” ungkap Didiet.  Vivin Cahyani Sungkono, Exco PSSI menyambut bangga MilkLife Soccer Challenge yang digelar secara rutin dan berkelanjutan. Ia menilai bahwa turnamen ini menjadi cikal bakal lahirnya pesepakbola putri profesional yang kelak berlaga pada turnamen di level yang lebih tinggi secara berjenjang. Di samping itu pula, MLSC dianggap sudah selaras dengan program pembinaan dari PSSI yang juga mendapat dukungan penuh dari organisasi tersebut. “Saya bersyukur sekali karena tugas PSSI dalam pembinaan mulai dari grassroot sampai profesional terbantu dengan adanya MilkLife Soccer Challenge. Bakti Olahraga Djarum Foundation memberikan insentif dan komitmen yang luar biasa dari sisi pembinaan usia dini khususnya sepak bola putri secara nasional. Saya mewakili PSSI berterima kasih selama dua tahun terakhir pembinaan sepak bola wanita usia dini sampai senior berjalan lancar. Kami berharap MLSC menjadi talent pool putri berbakat yang nantinya akan berlaga di level profesional,” ujar Vivin. Clea Abelia atlet jebolan MilkLife Soccer Challenge Jakarta menyatakan, turnamen ini sangat berperan besar terhadap karirnya sebagai pesepakbola. Selain meningkatkan kemampuan, jam terbangnya pun semakin tinggi. Terlebih lulusan SDN Kalisari 01 ini juga sempat ‘merumput’ pada turnamen internasional yang digadang sebagai terbesar di Asia, JSSL Singapore 7’s 2025 usai lolos kurasi dari tim talent scouting MLSC dan meraih gelar runner-up.  “MilkLife Soccer Challenge banyak ngasih pembelajaran dan pengalaman berharga buat aku. Dari turnamen ini aku jadi semakin mencintai dan menggeluti sepak bola. Apalagi sempat berangkat ke JSSL Singapore 7’s 2025 bertanding dengan atlet-atlet dari negara lain. Jadi buat yang ingin menjadi pesepakbola gak ada alasan untuk kalian gak ikut MLSC,” tutur Abel, sapaan akrabnya yang kini tergabung dalam Cipta Cendikia Football Academy, Bogor, Jawa Barat. Sepanjang mengikuti MilkLife Soccer Challenge, Clea Abelia menuai sejumlah prestasi diantaranya Top Scorer di MLSC Jakarta Seri 1 2024 untuk KU 12 dengan mengemas 17 gol, serta Top Scorer (27 gol) dan Best Player … Read more

Agenda Timnas U23 Usai Piala AFF 2025

Agenda Timnas U23 usai Piala AFF 2205 adalah mengikuti Kualifikasi Piala Asia U23 2026. Jadwal kualifikasi tersebut akan berlangsung pada 3-9 September 2025. Indonesia akan menjadi tuan rumah di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Skuad Timnas Indonesia U23 tidak boleh terlalu larut dalam kesedihan usai gagal juara di Piala AFF U23 2025. Kekalahan dari Vietnam di laga final wajib dijadikan pelajaran berharga demi target lebih tinggi yakni di pentas Asia. Apalagi Indonesia asuhan Gerald Vanenburg akan menjalani laga tidak mudah di Kualifikasi AFC U23 nanti. Skuad Garuda Muda berada di Grup J bersama Korea Selatan, Laos, dan Macau. Sesuai jadwal, Indonesia akan menghadapi Laos di pertandingan pertama pada Rabu 3 September. Laga ini wajib hukumnya dimenangkan oleh Jens Raven dan kawan-kawan. Berdasarkan sejarah, Laos tercatat belum pernah lolos ke putaran final Piala Asia U23. Tiga hari kemudian atau pada Sabtu 6 September, Indonesia giliran menghadapi Macau. Tim tersebut juga belum pernah lolos ke putaran final Piala Asia U23 dan secara peta kekuatan Indonesia seharusnya bisa mengamankan tiga poin di laga ini. Dua kemenangan atas Laos dan Macau akan menjadi modal Timnas U23 menghadapi Korea Selatan di laga terakhir. Laga tersebut akan berlangsung pada Selasa 9 September. Korea Selatan tentu menjadi favorit di Grup J. Pasalnya dari enam edisi Piala Asia U23 terdahulu, Korea Selatan selalu lolos ke putaran final. Mereka bahkan pernah juara tahun 2020, runner-up tahun 2016, dan dua kali menjadi juara keempat tahun 2013 dan 2018. Hanya saja dalam dua edisi terakhir, Korea Selatan selalu gugur di perempat final. Salah satunya saat kalah adu penalti dari Indonesia asuhan Shin Tae-yong pada tahun 2024. Lalu, bagaimana prestasi Indonesia? Tahun 2024 kemarin menjadi pertama kalinya Indonesia lolos ke Piala Asia U23. Saat itu mereka menjadi juara keempat walau kemudian gagal lolos ke Olimpiade. Bisa menahan imbang Korea Selatan seharusnya menjadi hasil bagus bagi Indonesia untuk lolos. Sebagai informasi bahwa hanya juara grup yang akan lolos ke putaran final Piala Asia U23 2026 di Arab Saudi. Sedangkan para tim yang menghuni posisi runner-up juga memiliki peluang lolos ke turnamen. Mereka nantinya akan dibuatkan klasemen mini dan empat runner-up terbaik berhak melaju ke Arab Saudi. Vanenburg memiliki waktu sekitar satu bulan untuk mempersiapkan tim jelang kualifikasi tersebut. Setelah gagal juara di Piala AFF U23 2025, pelatih asal Belanda itu tentu sudah punya gambaran soal apa yang perlu diperbaiki. Terutama lini tengah yang mati kutu ketika Toni Firmansyah dan Arkhan Fikri absen di laga penting seperti semifinal. Toni juga absen di final dan Arkhan baru main di menit akhir. Selama keduanya tidak main, tidak ada kreasi berbahaya dari lini tengah Indonesia. “Kami harus mempersiapkan diri untuk turnamen berikutnya. Saya rasa kami sudah menberikan banyak hal. Di turnamen berikutnya, kami harus siap,” kata Vanenburg dikutip dari laman Antara. Tidak seperti Shin Tae-yong yang dipecat usai gagal di Piala AFF 2024, atau Satoru Mochizuki yang dilengserkan dari posisi pelatih Timnas Putri setelah gagal lolos ke Piala Asia, posisi Vanenburg sejauh ini masih aman. Hal itu ditegaskan Ketum PSSI, Erick Thohir, setelah pertandingan final kemarin. “(Untuk pelatih di SEA Games 2025) Nanti kita diskusi sama Badan Tim Nasional. Yang pasti untuk AFC (Kualifikasi Piala Asia U23 2026) Gerald,” jelas Erick di laman Antara. Jadwal Timnas U23 Kualifikasi Piala Asia 2026 Berikut jadwal Timnas Indonesia U23 di Kualifikasi Piala Asia U23 2026: Rabu, 3 September 2025 19.30 WIB: Indonesia vs Laos Sabtu, 6 September 2025 19.30 WIB: Macau vs Indonesia Selasa, 9 September 2025 19.30 WIB: Korea Selatan vs Indonesia *Jadwal dapat berubah sewaktu-waktu.

Piala AFF U23 2025: Garuda Muda Runner-up

Hasil Timnas U23 Indonesia vs Vietnam di final Piala AFF U23 2025 berkesudahan 0-1, The Golden Star Warriors raih trofi juara. Nguyen Cong Phuong jadi pahlawan kemenangan Timnas Vietnam U23. Bagi Timnas Vietnam U23, kemenangan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada Selasa (29/7/2025) malam ini, menjadi trofi ke-3 secara beruntun yang mereka raih, yakni selepas edisi 2022 dan 2023. Piala AFF U23 2025 sekaligus menegaskan dominasi Vietnam U23 di ajang ini dalam 3 edisi terakhir. Pada periode tersebut The Golden Star selalu masuk final, lalu ditutup dengan gelar juara. Starting Line-up Indonesia U23 vs Vietnam U23 Indonesia U23 (4-3-3) Muhammad Ardiansyah (GK); Doni Tri Pamungkas, Kakang Rudianto, Kadek Arel, Frengky Missa; Dominikus Dion, Robi Darwis, Muhammad Ferarri; Rahmat Arjuna, Jens Raven, Rayhan Hannan Pelatih: Gerald Vanenburg Cadangan: A. Buffon, H. Caraka, V. Dethan, D. Fasya, A. Fikri, T. Firmansyah, A. Indie, F. Juliansyah, A. Maulana, B. Scheunemann, C. Supriadi, Y. Yafi Vietnam U23 (3-6-1) Tran Trung Kien (GK); Phạm Ly Duc, Nguyen Hieu Minh, Nguyen Nhat Minh; Vo Anh Quan, Nguyen Van Truong, Nguyen Xuan Bac, Nguyen Phi Hoang, Nguyen Cong Phuong, Khuat Van Khang; Nguyen Dinh Bac Pelatih: Kim Sang-sik Cadangan: Cao Van Binh, Le Viktor, Le Van Thuan, Le Van Ha, Nguyen Duc Anh, Nguyen Thanh Dat, Nguyen Tan, Nguyen Quoc Viet, Nguyen Thai Sơn, Nguyen Ngọc My, Phạm Minh Phuc, Dang Tuan Phong

Piala AFF U23 2025: Garuda Muda ke Final!

Tim nasional Indonesia U23

Tim nasional Indonesia U23 berhasil melaju ke final Piala AFF U23 2025 setelah mengalahkan timnas Thailand U23 di Stadion Gelora Bung Karno, Jumat (25/7/2025) malam. Timnas Indonesia U23 tertinggal terlebih dahulu lewat gol Yotsakon Burapha. Namun timnas Garuda Muda berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat sundulan Jens Raven memanfaatkan umpan sepak pojok Rayhan Hannan. Pada babak adu penalti, kapten Thailand Pichitchai Sienkrthok dan Yotsakorn Burapha gagal mengeksekusi penalti. Sementara itu, Thanawut Phochai, Songkhramsamut Namphueng, Saphon Noiwong, Thanakrit Laorkai, Chawanwit Saelao, Pattarapon Suksakit berhasil. Di kubu Indonesia, kapten Kadek Arel, Kakang Rudianto, Rayhan Hannan, Hokky Caraka, Yardan Yafi, Brandon Scheunemann, dan Alfharezzi Buffon berhasil menunaikan tugas. Sementara itu, Robi Darwis gagal. Indonesia unggul 7-6 dan berhak ke babak final Piala AFF U23 2025 dan akan bertemu Vietnam. Timnas Vietnam U23 maju ke final Piala AFF U23 2025 usai menyingkirkan Filipina dengan skor tipis 2-1. Jadwal final Piala AFF U23 2025 sendiri akan berlangsung pada Selasa, 29 Juli 2025 pukul 20.00 WIB.

Piala AFF U23 2025: Indonesia Torehkan 3 Rekor usai Lolos ke Semifinal

Timnas Indonesia U23 berhasil mengamankan tiket ke babak semifinal Piala AFF U23 2025. Bersamaan dengan keberhasilan ini, tim asuhan Gerald Vanenburg juga menorehkan tiga rekor apik selama turnamen. Indonesia U23 dipastikan lolos ke semifinal setelah mengakhiri laga babak penyisihan Piala AFF U23 2025 dengan bermain imbang melawan Malaysia U23. Tambahan satu poin cukup membawa Garuda Muda mencatatkan tujuh poin dari tiga pertandingan dan berada di puncak klasemen Grup A. grup. Berikut tiga rekor brilian Timnas Indonesia U23 di Piala AFF U23 2025: Clean-sheet Untuk kali pertama dalam keikutsertaan di Piala AFF U23, Indonesia bisa menjaga gawang dari kebobolan di fase grup. Ketika pertama kali mengikuti Piala AFF U23 pada enam tahun lalu, Indonesia kebobolan tiga kali. Sementara pada edisi Piala AFF U23 2023, gawang Indonesia kemasukan bola sebanyak dua kali. Penampilan Lebih Tajam Dari tiga pertandingan babak grup tahun ini, Indonesia mampu mencatatkan total sembilan gol. Jumlah tersebut jauh di atas koleksi gol Tim Merah-Putih pada Piala AFF U23 2019 dan 2023. Pada edisi 2019, Indonesia cuma mencetak lima gol di fase grup. Bahkan hingga akhir laga, tim yang saat itu diasuh Indra Sjafri secara total hanya mampu memproduksi delapan gol sampai akhirnya menjadi juara. Sementara pada dua tahun lalu, hanya ada dua gol pada fase grup dan lima gol secara keseluruhan hingga laga final. Hanya saja, ketajaman Timnas Indonesia U23 pada tahun ini harus dibuktikan lebih lanjut karena delapan gol terjadi saat melawan Brunei Darussalam yang menjadi tim terlemah di Grup A. Pertahankan Catatan 100 Persen ke Semifinal Langkah Timnas Indonesia U23 ke semifinal Piala AFF U23 2025 melanjutkan catatan positif pada dua edisi sebelumnya. Bahkan, pada 2019 dan 2023, Indonesia bisa masuk final serta sempat merasakan podium pada enam tahun lalu. Sumber: VOI

Piala AFF U23 2025: Ditahan Malaysia, Indonesia Juara Grup

Timnas Indonesia U23 memastikan langkah ke babak semifinal Piala AFF U23 2025 sebagai juara Grup A, usai bermain imbang 0-0 melawan Malaysia U23 dalam laga terakhir fase grup di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (21/7/2025) malam WIB. Hasil ini membuat Indonesia finis di puncak klasemen dengan raihan 7 poin dari tiga pertandingan (dua kemenangan dan satu hasil imbang), unggul satu angka dari Filipina U23 yang mengoleksi 6 poin. Sementara itu, hasil imbang tanpa gol ini justru menjadi akhir perjalanan Malaysia di turnamen. Tim Harimau Malaya Muda hanya mengumpulkan 4 poin dari satu kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan. Sedangkan Brunei Darussalam menempati posisi juru kunci dengan nol poin, menelan tiga kekalahan beruntun. Laga pamungkas antara Indonesia dan Malaysia berlangsung dalam tensi tinggi. Kedua tim tampil ngotot sejak awal, memperlihatkan duel fisik intens, tekel keras, dan adu determinasi di setiap lini. Tercatat ada 16 pelanggaran dan empat kartu kuning yang dikeluarkan wasit untuk menjaga tensi laga tetap terkendali. Bagi Indonesia U23, hasil ini sekaligus mengubur mimpi Malaysia melangkah ke semifinal. Pasukan Gerald Vanenburg tampil disiplin dan mampu menjaga konsistensi permainan sepanjang turnamen. Dengan rekor tak terkalahkan di fase grup, Garuda Muda kini mantap menatap babak semifinal, membawa harapan besar publik Tanah Air untuk meraih gelar juara. Di sisi lain, meski tampil cukup menjanjikan, langkah Malaysia harus terhenti di fase grup karena gagal memenuhi target kemenangan dua gol yang dibutuhkan untuk lolos. Garuda Muda akan menunggu lawan berikutnya di semifinal, yang akan ditentukan dari hasil pertandingan di Grup B. Dengan momentum yang sudah dibangun sejauh ini, Timnas U23 diharapkan terus melaju dan membawa pulang trofi juara dari turnamen edisi tahun ini. Klasemen Akhir Grup A Piala AFF U23 2025: Indonesia – 7 poin (2 menang, 1 imbang) Filipina – 6 poin (2 menang, 1 kalah) Malaysia – 4 poin (1 menang, 1 imbang, 1 kalah) Brunei – 0 poin (3 kalah)

Keren! Akademi Persib Cimahi Juara Gothia Cup U13

Tim Akademi Persib Cimahi U13 Boys All Stars

Tim Akademi Persib Cimahi (APC) U13 Boys All Stars meraih gelar juara Gothia Cup 2025 kategori putra U13 setelah mengalahkan FC Stockholm Internazionale dengan skor meyakinkan 5-1 di partai final yang berlangsung di SKF Arena, Gothenburg, Swedia, Sabtu (19/7/2025). Pelatih APC, Agi Maulana, menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut. Ia mengapresiasi perjuangan para pemain serta dukungan dari berbagai pihak. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur bisa menjadi juara. Terima kasih atas kerja keras para pemain dan dukungan dari SKF Industrial Indonesia, manajemen Akademi Persib Cimahi, serta doa dari seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya dalam pernyataan tertulis, Minggu (20/7/2025). Perjalanan APC di turnamen ini terbilang gemilang. Mereka membuka fase grup dengan kemenangan 4-1 atas Sandarna BK, lalu melibas FC Gorgasali (Georgia) 9-0, menundukkan La Academia FC (Honduras) 5-0, dan mengalahkan Academy Travel Sport (Prancis) 2-0. Pada babak 32 besar, APC menyingkirkan IFK Goteborg dengan skor 4-1. Laju mereka berlanjut dengan kemenangan telak 10-0 atas Colegio Pentagon (Brasil) di 16 besar. Pada perempat final, APC menundukkan Vicente del Bosque Academy Blue (Spanyol) 4-1, dan mengamankan tiket final setelah menang 1-0 atas GAIS (Swedia) di semifinal. Dari sembilan pertandingan, APC mencetak total 47 gol dan hanya kebobolan empat kali. Gelar juara ini dilengkapi dengan prestasi individu, setelah Raushan Ochank Syam dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen. “Kami bisa meraih ini karena kekompakan dan semangat tim,” ujar Raushan. Tim APC diperkuat oleh para pemain binaan dan delapan pemain All-Star dari program “Meet the World with SKF Road to Gothia Cup 2025”. “Prestasi ini menunjukkan potensi besar pemain muda Indonesia. Semoga mereka terus berkembang dan suatu saat membela timnas,” kata Nita Nuriman, project director program tersebut dari SKF Industrial Indonesia. Selain APC, dua tim lain juga dikirim oleh SKF Industrial Indonesia: Papua Football Academy (U14) dan SDN Srengseng 01 Jakarta (U13 putri). Namun, keduanya belum meraih gelar. PFA U14 tersingkir pada babak play-off A setelah kalah adu penalti dari EC Panorama 1991 (Brasil), sedangkan SDN Srengseng 01 kalah dari Hammarby IF 2 (Swedia) pada babak play-off B.

Dihadiri Menpora, Piala Menpora 2025 Resmi Dimulai

Piala Menpora U12 dan U15

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Dito Ariotedjo secara resmi membuka rangkaian turnamen sepak bola Piala Menpora U12 dan U15 tahun 2025 di Lapangan Gambesi, Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), Kamis (17/7) sore. Menpora dengan didampingi Gubernur Malut Sherly Tjoanda Laos memukul tifa tanda dibukanya rangkaian Piala Menpora U12 dan U15 tahun 2025. Momen tersebut juga dipadukan dengan penutupan turnamen sepak bola Piala Gubernur Malut 2025 yang mempertandingkan beberapa kategori usia. “Dengan ini saya resmi membuka Piala Menpora U12 dan U15. Semangat, Salam Olahraga!” seru Menpora Dito. Menpora menerangkan, Kemenpora menyelenggarakan rangkaian Piala Menpora U12 dan U15 ini pada 34 daerah di Indonesia. Dalam hal ini Menpora Dito secara khusus memilih Ternate sebagai lokasi kick-off untuk memulai rangkaian Piala Menpora ini. “Karena saya yakin di Maluku Utara banyak potensi yang nantinya bisa meneruskan senior-senior di Tim Nasional,” ucap Menpora. Di satu sisi, Menpora Dito mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Malut yang telah menyelenggarakan turnamen sepak bola Piala Gubernur 2025. Apalagi turnamen ini digelar untuk anak-anak usia dini mulai kategori U9. “Itu yang sangat kita butuhkan, proaktif dari daerah, bagaimana mengasah potensi atlet-atlet anak-anak usia dini kita,” tutur Menpora yang turut didampingi Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Sri Wahyuni. Menpora Dito mengaku senang melihat antusiasme anak-anak yang menjadi bagian dalam turnamen ini. Karenanya Menpora secara khusus menyampaikan terima kasih untuk seluruh orang tua yang sudah senantiasa membawa dan membimbing dan mendorong anak-anaknya aktif berolahraga sepak bola. Menurut Menpora Dito, para peserta turnamen sepak bola baik Piala Menpora maupun Piala Gubernur ini adalah bagian dari proses membentuk sejarah olahraga Indonesia. Menpora mencontohkan Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola U23 Indonesia yang dua hari sebelumnya menang melawan Brunei 8-0. “Adik-adik di sinilah yang nantinya akan memiliki kesempatan untuk berpentas sebagai bagian Timnas. Kalian yang hari ini ikut di Piala Menpora, Piala Gubernur, dalam rangka proses menuju sejarah tersebut,” jelas Menpora Dito. “Jadi semuanya ini bukan tentang kalah atau menang. Tetapi nikmati prosesnya dan kebersamaannya, dan semangatnya untuk terus berjuang,” tegas Menpora yang dalam kesempatan itu didaulat mengalungkan medali kepada para pemenang Piala Gubernur. Adapun tahapan Piala Menpora U12 dan U15 tahun 2025 ini akan dimulai dari kabupaten/kota pada bulan Juli, kemudian berlanjut ke regional di bulan Agustus. Sebanyak 16 tim regional akan bertanding di seri Nasional yang berlangsung di Surabaya pada bulan September.

Piala AFF U23 2025: Indonesia Gilas Brunei, Jens Cetak 6 Gol!

Jens Raven

Hasil Timnas Indonesia vs Brunei Darussalam dalam laga Piala AFF U23 2025 ditutup dengan skor akhir 8-0 pada Selasa (15/7/2025). Kemenangan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, membuat Garuda Muda di puncak klasemen Grup A. Timnas U23 Indonesia membuka kampanye mereka di AFF U23 2025 Championship dengan penampilan ofensif nan meyakinkan. Jens Raven, penyerang yang baru saja masuk Bali United, mengemas double hattrick (6 gol). Nama lain yang masuk daftar pencetak gol adalah Arkhan Fikri dan Robi Rayhan Hannan. Kemenangan 8-0 ini menjadi awal yang manis untuk Timnas Indonesia di AFF U23 2025. Namun, masih ada 2 pertandingan lain di Grup A. Partai berikutnya adalah duel kontra Filipina pada 18 Juli, lantas pertarungan klasik lawan Malaysia pada 21 Juli. Dalam update klasemen AFF U23 2025, Timnas Indonesia memimpin Grup A dengan 3 poin. Tim asuhan Gerald Vanenburg unggul selisih gol (+8 berbanding +2) dari Filipina yang pada Selasa (15/7) sore menang 2 gol lawan Malaysia. Kekalahan Malaysia yang mengejutkan, ditambah kemenangan masif Timnas U23 Indonesia, jadi hal positif bagi Garuda Muda. Pasalnya, hanya juara grup saja yang akan otomatis lolos ke semifinal. Sebaliknya, hanya 1 runner-up grup yang lolos, berdasarkan ranking para runner-up Grup A, B, dan C.