Hasil Drawing SEA Games 2025: Timnas Putra dan Putri Siap Berjuang

SEA Games 2025

Timnas Putra Indonesia dan Timnas Putri Indonesia resmi mengetahui lawan-lawan yang akan dihadapi pada ajang SEA Games 2025 di Thailand. Hal itu dipastikan setelah digelarnya drawing untuk cabang olahraga sepak bola di Deluxe Resort & Spa Hotel, Bangkok, Thailand. Pada sektor sepak bola putra, Garuda Muda tergabung di Grup C bersama Myanmar, Filipina, dan Singapura. Grup ini menjadi satu-satunya grup dengan empat tim peserta, sekaligus memiliki jadwal pertandingan paling padat di antara seluruh grup. Sementara itu, dari hasil undian sepak bola putri, Timnas Putri Indonesia atau Pertiwi Muda menempati Grup A bersama tuan rumah Thailand, Kamboja, dan Singapura. Ajang ini akan diikuti delapan negara yang terbagi ke dalam dua grup. Menurut agenda, SEA Games 2025 akan berlangsung di Thailand awal Desember mendatang, dengan cabang sepak bola tetap menjadi sorotan utama publik Asia Tenggara. Tentunya, baik Timnas Putra maupun Timnas Putri siap memberikan penampilan terbaik demi meraih hasil maksimal di ajang ini. Berikut hasil lengkap pembagian grup cabang sepak bola SEA Games 2025: Sepak Bola Putra Grup A Thailand Kamboja Timor Leste Grup B Vietnam Malaysia Laos Grup C Indonesia Myanmar Filipina Singapura Sepak Bola Putri Grup A Thailand Kamboja Singapura Indonesia Grup B Vietnam Myanmar Filipina Malaysia

Daftar Pemenang MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 1 2025 – 2026

Para juara MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 1 2025 - 2026 melakukan selebrasi setelah penyerahan piala yang berlangsung di Stadion Tridadi, Minggu (19/10).

Partai final MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Yogyakarta Seri 1 2025 – 2026 yang berlangsung di Stadion Tridadi, Minggu (19/10) berlangsung seru dan kompetitif. Berikut daftar pemenang MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 1 2025 – 2026: Kategori Usia 10 Champion : MI Baburroyyan Kiyudan Runner-up : SDN 3 Imogiri Semifinalis : SDN Ungaran 1 dan SD Muhammadiyah Sapen Top Scorer : Aqilla Azahra Putri Yuana – MI Baburroyyan Kiyudan (39 gol) Best Player : Gabriella Zeta Tampubolon – SDN Ungaran 1 Best Goalkeeper : Delona Sabita Putri – SDN Ungaran 1 Fairplay Team : SD Muhammadiyah Trini   Kategori Usia 12 Champion : SD Muhammadiyah Karangploso Runner-up : SDN 2 Wonoharjo Semifinalis : SDN Denggung dan SD Tarakanita Bumijo 1 Top Scorer : Nadia Shakila Azzahra – SD Muhammadiyah Karangploso (37 gol) Best Player : Mikaela Fruma Adaninggar – SD Tarakanita Bumijo 1 Best Goalkeeper : Vinsensia Naomi Krisna Annabelle – SD Tarakanita Bumijo 1 Fairplay Team : SD Muhammadiyah Sapen

MI Baburroyyan Kiyudan dan SD Muhammadiyah Karangploso Juara

Aqilla Azahra Putri Yuana tampil sebagai pahlawan yang mengantarkan MI Baburroyyan Kiyudan menjadi juara pada MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 1 2025 - 2026 sekaligus top skor KU 10 dengan torehan 39 gol.

YOGYAKARTA, 19 Oktober 2025 – Partai final MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Yogyakarta Seri 1 2025 – 2026 yang berlangsung di Stadion Tridadi, Minggu (19/10) berlangsung seru dan kompetitif. Pada kelompok usia (KU) 10, MI Baburroyyan Kiyudan sukses menjadi juara usai melakoni pertandingan sengit melawan SDN 3 Imogiri dengan skor 5-4. Sementara pada KU 12, SD Muhammadiyah Karangploso tampil dominan membekuk SDN 2 Wonoharjo yang berstatus sebagai Juara MLSC Yogyakarta Seri 1 2024 dengan hasil akhir 6-1. Mencuplik jalannya pertandingan final KU 10 MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 1 2025 – 2026 antara SDN 3 Imogiri melawan MI Baburroyyan Kiyudan berlangsung sengit dan menegangkan. Hujan sembilan gol terjadi di pertandingan yang berlangsung terbuka dan saling serang sejak kick-off babak pertama bergulir. Bahkan, SDN 3 Imogiri langsung menciptakan gol cepat yang diciptakan Razqa Hurun Nuha saat laga baru berusia 1 menit melalui skema serangan cepat. Namun, hanya butuh waktu dua menit untuk bisa menyamakan kedudukan 1-1 lewat tembakan jarak jauh yang dilepaskan Aqilla Azahra Putri Yuana.  Kemampuan melepaskan tembakan akurat dari jarak jauh membuat Aqilla kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-9 dan membuat timnya bisa membalikkan keadaan menjadi unggul 2-1. Gol itu sanggup dibayar Viola Jessica Christina setelah berhasil menyarangkan bola ke dalam gawang MI Baburroyyan Kiyudan pada menit ke-11. Skor imbang 2-2 hanya bertahan satu menit karena tembakan langsung Aqilla dari tengah lapangan terlalu sulit dibendung kiper Mysha Adeeva Afsheen. Tambahan satu gol menjadikan MI Baburroyyan Kiyudan bisa menutup babak pertama dengan kedudukan 3-2.  Aksi berbalas gol tidak hanya terjadi di babak pertama, kedua tim sama-sama berhasil menambah torehan dua gol pada 15 menit kedua. Permainan saling serang ditunjukkan kedua tim demi memaksimalkan peluang menjadi juara MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 1 2025 – 2026.  Permainan kerjasama tim yang berpola dari SDN 3 Imogiri membuat mereka bisa membuka keran gol pada menit ke-20 babak kedua yang disumbangkan Nuri Azizah Febriana dan membuat skor kembali imbang 3-3. Namun, Aqilla benar-benar menjadi momok di partai final ini karena mampu membuat dua gol tambahan dan total menyumbang lima gol. Bahkan, satu gol pemain SDN 3 Imogiri, Razqa Hurun Nuha satu menit sebelum pertandingan berakhir tidak cukup untuk menjadikan timnya terhindar dari kekalahan. Aqilla tidak hanya tampil sebagai pahlawan yang mengantarkan MI Baburroyyan Kiyudan menjadi juara pada MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 1 2025 – 2026, ia juga mengukuhkan diri sebagai top scorer KU 10 dengan torehan 39 gol. “Saya sangat bangga karena akhirnya bisa membantu tim menjadi juara setelah di dua seri sebelumnya hanya mencapai babak 32 besar dan delapan besar. Akhirnya di seri ini bisa menjadi juara dan membuat saya semakin yakin untuk mengejar mimpi menjadi pemain timnas putri Indonesia,” ungkap Aqilla. Sementara itu, partai final KU 12 MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 1 2025 – 2026 yang mempertemukan SD Muhammadiyah Karangploso kontra SDN 2 Wonoharjo juga menyuguhkan gelontoran tujuh gol dan aksi-aksi individu atraktif. Namun, mayoritas jalannya pertandingan ini lebih didominasi SD Muhammadiyah Karangploso. Dengan mengandalkan sang pemain bintang, Nadia Shakila Azzahra, SD Muhammadiyah Karangploso tidak butuh waktu lama untuk bisa unggul 3-0 di babak pertama. Nadia menyumbangkan dua gol pada menit ke-1 dan ke-4, sedangkan satu gol lain diciptakan Najwa Azzahra Aprilia Falamulyadi pada menit ke-8. Selama pertandingan, ia kerap menari-nari di atas lapangan dengan kelincahan kaki dan tendangan kencang menjurus ke gawang. Penampilan agresif dalam menyerang sempat ditunjukkan SDN 2 Wonoharjo di babak kedua dan menghasilkan satu gol pada menit ke-16 yang dikemas Chelsia Naura Putri. Namun, kualitas individu di atas rata-rata dari Nadia membuatnya menambah tiga gol untuk SD Muhammadiyah Karangploso di babak kedua. Bahkan pada menit ke-17 lewat aksi solo run, Nadia sanggup melewati semua hadangan dari SDN 2 Wonoharjo sebelum mencetak gol kelima untuk timnya. Ia juga tampil sebagai pemain pemasti kemenangan tim setelah menorehkan gol pada menit ke-23 sekaligus mengantarkan SD Muhammadiyah Karangploso keluar sebagai kampiun di KU 12 MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 1 2025 – 2026. “Seneng banget saya akhirnya bisa menjadi juara di MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 1 2025 – 2026. Padahal, sebelumnya tim KU-12 sekolah saya hanya bisa lolos fase grup. Saya ingin mempersembahkan keberhasilan menjadi juara untuk kedua orangtua yang selalu mendukung supaya saya bisa terus mengejar mimpi menjadi pemain sepak bola sukses dan menjadi bagian dari timnas Indonesia yang tampil di Piala Dunia,” ucap Nadia yang kini berlatih di SSB Putri Mataram Sleman. Juara Silih Berganti MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 1 2025 – 2026 yang bergulir pada 14 hingga 19 Oktober 2025 di Stadion Tridadi dan Lapangan Bola Sidomoyo Sleman diikuti oleh 1.619 siswi dari 84 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Yogyakarta dan sekitarnya, yang terbagi ke dalam 69 tim KU 10 dan 80 tim KU 12. Peningkatan peserta di setiap seri menunjukkan tren positif, seiring dengan kualitas yang semakin merata. Program Manager MilkLife Soccer Challenge, Edi Supriyanto menuturkan, roda ekosistem sepak bola putri usia dini di Yogyakarta berputar kian kencang sesuai dengan target yang dipatok penyelenggara. Hal tersebut terlihat dari munculnya tim debutan serta juara setiap seri diraih oleh tim berbeda, kecuali SDN Ungaran 1 KU 10 yang berhasil menjuarai MLSC Yogyakarta Seri 1 2024 dan MLSC Yogyakarta 2025 pada Juni lalu. Ia menilai kemampuan srikandi muda cukup merata dan tidak hanya didominasi oleh satu atau dua sekolah saja.  “Salah satu contoh, sebagai pemegang gelar juara dua kali pada KU 10, SDN Ungaran 1 kalah dengan SDN 3 Imogiri di babak semifinal seri ini. Sementara di seri sebelumnya SDN 3 Imogiri kalah 0-4 dengan SDN Ungaran 1 pada partai final. Artinya ada peningkatan secara kualitas dari sekolah yang turut serta di seri-seri sebelumnya. Kami juga mengapresiasi 11 sekolah baru yang berlaga di seri ini. Semoga antusias dan semangat putri Yogyakarta menekuni sepak bola semakin menyala dan diikuti oleh kota lain penyelenggaraan MLSC,” ujar Edi.   Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta, Tri Wulandari mengatakan, peningkatan jumlah peserta di MLSC Yogyakarta Seri 1 2025 – 2026, selaras dengan bertambahnya kualitas pesepakbola putri. Potensi besar dan daya saing tinggi pun diperlihatkan individu maupun tim yang baru menjajal persaingan di turnamen yang digagas Bakti … Read more

Rekap Kejuaraan Dunia BWF Junior 2025, China Jadi Juara Umum

Chen Jun Ting/Liu Jun Rong

Rekap final Kejuaraan Dunia BWF junior 2025 berakhir pilu bagi wakil Indonesia yang belum mampu mempersembahkan gelar, Minggu (19/10/2025). Zaki Ubaidillah alias Ubed dari sektor tunggal putra yang berhasil ke partai final Kejuaraan Dunia BWF junior 2025 berakhir sebagai runner-up. Otomatis tak ada medali emas yang dibawa pulang oleh delegasi Indonesia dalam gelaran junior ini. Berbanding terbalik dengan China yang tampil digdaya dalam gelaran individu. Sebanyak tiga wakil China lolos ke final dan semuanya keluar sebagai juara. Pertama ada Tan Ke Xuan/Wei Yue Yue (China) dari nomor ganda putri. Kemudian gelar kedua dibukukan oleh penakluk Ubed, Liu, di tunggal putra. Terakhir, Chen Jun Ting/Liu Jun Rong (China) nomor ganda campuran keluar sebagai juara. Chen/Liu mengalahkan utusan Korea, Cho Hyeong Woo/Lee Hyeong Woo, dua gim langsung. Delegasi Asia Timur selain China yang membawa pulang medali emas ada utusan Korea. Yakni Lee Hyeong Woo/Cheon Hye In yang menumbangkan Hung Bing Fu/Chou Yun An (Taiwan). Wajah Asia Tenggara atau ASEAN diselamatkan oleh wakil Thailand di nomor tunggal putri. Anyapat Phichitpreechasak (Thailand) keluar sebagai juara setelah menang dari Tanvi Sharma (India). Hasil laga final BWF World Championships 2025 kategori individu, Minggu (19/10/2025): Tunggal putra Mohammad Zaki Ubadillah (Indonesia, 1) vs Liu Yang Ming Yu (Cina, 3): 10-15, 11, 15 Tunggal putri Tanvi Sharma (India, 1) vs Anyapat Phichitpreechasak (Thailand, 2): 7-15, 12-15 Ganda putra Cho Hyeong-woo/Lee Hyeong-woo (Korea Selatan, 3) vs Chen Jun Ting/Liu Jun Rong (Cina, 4): 14-16, 12-15 Ganda putri Tan Ke Xuan/Wei Yue Yue (Cina) vs Low Zi Yu/Noraqilah Maisarah (Malaysia, 3): 15-13, 19-17 Ganda campuran Hung Bing-fu/Chou Yun-an (Taiwan) vs Lee Hyeong-woo/Cheon Hye-in (Korea Selatan, 2): 9-15, 15-11, 10-15

Terima Presiden IMF, Ketum KONI Pusat Tegaskan Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Sepakbola Mini 2026

Tepat sehari setelah dikukuhkan dan dilantik jajaran Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) mendampingi Presiden International Mini Football Federation (IMF) Mohammad Hesham M. Aldousari melakukan kunjungan ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, pada Jumat 17 Oktober 2025, di Kantor KONI Pusat Senayan, Jakarta. Kunjungan ini menjadi momentum penting dan bukti nyata komitmen bersama antara KSMI dengan IMF dalam membangun masa depan olahraga Sepakbola Mini di Indonesia, sekaligus menjadi bagian persiapan Piala Dunia Mini Football Tahun 2025. Kunjungan Presiden IMF menjadi simbol penghargaan atas peran strategis KONI Pusat dalam pengembangan olahraga di Indonesia.   Ketum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman menyambut hangat dan menyampaikan rasa hormat atas kehadiran Presiden IMF beserta jajaran pengurus KSMI. “Selaku Ketua Umum KONI Pusat saya menyampaikan rasa hormat atas kunjungan Presiden IMF ke KONI Pusat, ini bukan hanya bentuk penghargaan bagi kami, melainkan juga sinyal kuat bahwa dunia menaruh kepercayaan besar kepada Indonesia dalam pengembangan Sepakbola Mini di Indonesia. Sebagai induk organisasi cabang olahraga tentunya kami siap bersinergi untuk memastikan Sepakbola Mini tumbuh berprestasi,” ungkap Ketum KONI Pusat. Ia menambahkan bahwa tata kelola organisasi menjadi kunci keberhasilan suatu cabang olahraga dalam mengantar para atlet meraih prestasi. “Hal yang paling utama dalam keberhasilan olahraga adalah dimulai dari tata kelola organisasinya, oleh karena itu KSMI harus betul-betul menjadikan IMF sebagai acuan, begitupun dengan standarisasi pelatih dengan sertifikasi internasional,” sambungnya. Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI Pusat Drs. Tb. Lukman Djajadikusuma, MEMOS., mengatakan bahwa kompetisi tingkat nasional sangat penting untuk menambah pengalaman bertanding pada atlet. “Di Indonesia komunitas Sepakbola Mini sudah cukup banyak, adanya kompetisi dapat memberikan dampak positif dalam peningkatan prestasi, sekaligus menjaring dan menyaring bibit atlet Sepakbola Mini di Indonesia. Begitupun dalam menyambut piala dunia perlu adanya kompetisi nasional sebelum penyelenggaraan, guna seleksi atlet terbaik,” ujar Sekjen KONI Pusat. Sepakbola Mini juga diharapkan dapat tampil bertanding dalam multievent bergengsi SEA Games, namun untuk bertanding dalam SEA Games dibutuhkan persyaratan yang cukup panjang salah satunya adalah Sepakbola Mini harus memiliki setidaknya lima negara Asean yang juga mengembangkan Sepakbola Mini dinegaranya masing-masing. Menanggapi hal tersebut, Presiden IMF Mohammad Hesham M. Aldousari berharap kehadiran Sepakbola Mini dapat memberikan manfaat untuk prestasi olahraga di Indonesia. “Saya berharap kehadiran KSMI dapat bermanfaat bagi prestasi olahraga Indonesia, khususnya bagi para anak muda Indonesia yang mencintai olahraga Sepakbola Minim kami Federasi Internasional sangat siap membantu dan membimbing secara maksimal dalam pelatihan, workshop dan kegiatan lainnya,” ungkap Mohammad Hesham M. Aldousari. Terlebih ia mengungkapkan bahwa akan menjadikan Indonesia sebagai pusat pelatihan Sepakbola Mini. “Saya ingin Indonesia menjadi pusat Sepakbola Mini, saya optimis bahwa Sepakbola Mini bisa berkembang serta mencapai prestasi terbaiknya, di Indonesia maupun di dunia,” sambungnya. Mendengar hal tersebut, KONI Pusat mendukung penuh terhadap keputusan IMF untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat pelatihan bagi cabang olahraga Sepakbola Mini. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan sistem pembinaan yang maksimal dan kekuatan baru bagi cabang olahraga Sepakbola Mini di Indonesia. “KONI Pusat merasa sangat bangga bahwa Indonesia dinilai memiliki peran strategis dalam perkembangan cabang olahraga Sepakbola Mini, kami tentu mendukung penuh setiap langkah dan inovasi dari IMF melalui KSMI, demi peningkatan prestasi olahraga Indonesia,” tutup Ketum KONI Pusat. Kunjungan kali ini menjadi sejarah dimulainya perjalanan Sepakbola Mini Indonesia dibawah kepemimpinan Ketum KSMI Yan Mulia Abidin. Diharapkan Sepakbola mampu membawa nama Indonesia melalui prestasinya di kancah dunia.  

Rakernas KONI Pusat 2025 Resmikan KSMI Sebagai Anggota 

Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) resmi menjadi anggota KONI. Pelantikan Pengurus Pusat Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) periode 2025–2029 berlangsung khidmat dan meriah di Midaz Senayan Golf, Jakarta, Kamis (16/10/2025). Acara pelantikan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, serta disaksikan oleh tamu kehormatan Presiden Federasi Mini Football Internasional (IMF), Dr. Mohammad Al Dosari, yang datang khusus dari luar negeri untuk menghadiri momen bersejarah ini. Dalam pelantikan tersebut, Dr. Ir. H. Yan Mulia Abidin, S.E., M.Sc. resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum KSMI, didampingi Muhammad Nur Huda Ariyanto sebagai Sekretaris Jenderal, beserta jajaran pengurus lainnya. “Terima kasih kepada Menpora dan Ketua Umum KONI atas dukungan yang luar biasa. Kepada seluruh pengurus yang baru dilantik, selamat bekerja. Setelah ini kita akan menghadapi pekerjaan besar — di akhir tahun ini kita akan menggelar Liga Nusantara, dan di awal tahun 2026 Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia Mini Soccer,” ujar Yan dalam sambutannya. Ia menegaskan bahwa kesempatan menjadi tuan rumah ajang dunia tersebut merupakan kehormatan sekaligus tantangan besar bagi KSMI untuk membawa nama Indonesia di kancah internasional. Sementara itu, Presiden IMF Dr. Mohammad Al Dosari mengungkapkan kegembiraannya bisa hadir langsung di Indonesia dan menyampaikan apresiasi terhadap kerja keras KSMI yang berhasil membawa Indonesia menjadi tuan rumah World Cup Mini Football 2026. Dalam sambutannya, Ketua Umum KONI Letjen TNI (Purn) Marciano Norman memberikan apresiasi atas langkah cepat KSMI yang dalam waktu singkat telah membentuk kepengurusan di 22 provinsi seluruh Indonesia. “KSMI secara resmi tergabung dalam KONI dan menunjukkan kinerja luar biasa. Saya bangga karena dalam waktu singkat sudah terbentuk pengurus di berbagai daerah dan berani mengambil langkah besar menjadi tuan rumah Piala Dunia Mini Soccer 2026,” ujarnya. Marciano berpesan agar KSMI segera mempersiapkan diri dengan matang, membangun sinergi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta menjalin komunikasi erat dengan Presiden IMF demi kesuksesan penyelenggaraan event dunia tersebut. Dalam wawancara terpisah Taufik Jursal Efendi (TJE) sebagai Wakil Ketua Badan Eksekutif Komite Sepakbola Mini Indonesia Pengurus Provinsi Banten mengatakan akan melakukan kerja sama dengan Jakabaring Sport City untuk mengembangkan olahraga ini. Selain itu Federasi Minifootball Dunia (WMF) yang didirikan sejak 2008 memiliki 144 asosiasi nasional anggota di seluruh dunia dan berbasis di Swiss. Dalam mini soccer ada tujuh pemain termasuk kiper dan tiga pemain cadangan. Durasi pertandingan terdiri dari dua babak yang berjalan 20-25 menit. Pada mini soccer tidak ada batasan pergantian pemain dan tidak ada pelanggaran off side.    

Garuda United U17 Jadi Bagian dari Program Pembinaan PSSI

Garuda United U17

PSSI resmi mengumumkan Garuda United U17 sebagai tim program pembinaan pemain muda Indonesia yang akan tampil di EPA Super League U18 musim 2025/26. Tim ini dibentuk untuk mempersiapkan generasi baru Timnas Indonesia menuju Piala Asia U17 dan Piala Dunia U17 mendatang, dua ajang yang menjadi target utama federasi dalam pengembangan sepak bola usia muda. Garuda United U17 akan menjalani laga perdananya pada 11 Oktober 2025 menghadapi Semen Padang FC. Tim ini diisi oleh 35 pemain hasil seleksi dari berbagai klub dan sekolah sepak bola terbaik di Indonesia. Dari 35 pemain yang dipanggil, sebagian besar merupakan hasil pembinaan dari SSB dan akademi seperti ASIOP, Taufiq FA, Asiana, hingga klub profesional seperti Persib, Bali United, Persebaya, Madura United, dan Persija. Komposisi ini menunjukkan komitmen PSSI dalam merangkul seluruh ekosistem sepak bola nasional untuk mencetak pemain potensial. Melalui kompetisi EPA Super League, PSSI berharap para pemain mendapat menit bermain yang konsisten dan pengalaman berharga di level kompetitif nasional. Dalam musim perdananya, Garuda United U17 tergabung di Grup A bersama Semen Padang FC, Bhayangkara Presisi Lampung FC, Persijap Jepara, Persita Tangerang, Persija Jakarta, Dewa United Banteng FC, Arema FC, Persik Kediri, dan PSBS Biak. Total, Garuda United U17 bakal melakoni 36 pertandingan pada babak pendahuluan EPA Super League U-18 musim 2025/26. Grup ini dianggap sebagai salah satu yang paling kompetitif karena diisi oleh klub-klub besar dan memiliki tradisi pembinaan kuat. Berikut daftar pemain Garuda United U17 musim 2025/26: Penjaga gawang Syahdan Caesar – ASIOP Seta Bayu Cahyaning – Taufiq FA Fahmi Aziz Arifudin – WBFC Academy Bek tengah Waliyuddin Shofa A – Persib Putu Ekayana Yoga P – Bali United Alberto K Ramendei – PPLP Jayapura Farik Rizqi – Farmel Shoyyo Himawan P – Persis Zidane Raditya Chandra – PPLOP Jateng Persis Solo Bek kanan Farrel Luckyta W – PSS Sleman Efaldus Sereuw – Safin Pati Nova Kurniawan – Borneo FC Bek kiri Real Alvaro Salim – Bali United Made Arbi Ananta – Bali United Pandu Aryo Wicaksono – Asiana Gelandang Fardan Faras Prawita – Borneo M. Azhar Muzzaki – Persebaya Girly Andrade Guevara – Asiana Chico Jericho Y – ASIOP Keanu Sanjaya – Bali United M. Rain Rizki Pamungkas – PPLP Kepri Miraj Riski Sulaiman – Madura United Sayap Peres Akwila Tjoe – Persija M. Nur Hasnuryadi – Barito Putra Faisal Ade – Malut United Rohmat Nurhidayat – PSM Makassar Yulius Stanley – Persebaya Gugum Gumilang – Asiana I Komang Semadi – Bali United Penyerang Dava Yunna Adi – Persebaya Raditya Gemal M – PPOP DKI Fardhan Ary – Madura United Yohanes Yapagaimu – Safin Pati Alfaro Dwi Santosa – SKO Surakarta & Persis Solo Sean Rahman Castor – Asiana

Garuda Muda Ditahan India

Timnas U22 Indonesia

Timnas U22 Indonesia bermain imbang 1-1 melawan India dalam laga uji coba kedua di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Senin 13 Oktober 2025. Seperti diketahui, laga ini menjadi bagian dari persiapan Garuda Muda menuju SEA Games di Thailand pada Desember mendatang. Sejak awal pertandingan, Indonesia tampil agresif dan langsung menekan pertahanan India. Pada menit ke-7, peluang pertama datang dari umpan silang Frengky Missa yang membentur mistar gawang India yang dijaga oleh Chauhan Dipesh. Tiga menit berselang, Rayhan Hannan nyaris membuka keunggulan setelah menyambar bola liar di kotak penalti, namun tendangannya melenceng tipis di sisi gawang. Serangan balik cepat di menit ke-14 juga nyaris membuahkan hasil ketika Hokky Caraka melepaskan sontekan kaki kanan, tapi bola masih melebar tipis. Indonesia terus menekan. Pada menit ke-15, sundulan Kakang Rudianto memaksa kiper India melakukan penyelamatan gemilang. Meski sempat beberapa kali mengancam, Timnas U22 belum mampu memecah kebuntuan. Petaka datang di menit ke-29 saat Rayhan Hannan harus ditarik keluar karena cedera dan digantikan oleh Arlyansyah Abdulmanan. Hingga babak pertama berakhir, skor tetap 0-0. Memasuki babak kedua, pelatih Indra Sjafri melakukan rotasi pemain, salah satunya memasukkan Wigi Pratama. Namun justru India mampu mencetak gol lebih dulu di menit ke-46 lewat pemain pengganti, Thingujam Korou Singh, yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Indonesia. Tertinggal satu gol, Indonesia mencoba membalas. Menit ke-52, tembakan keras Frengky Missa dari luar kotak penalti sempat mengenai pemain India dan hanya menghasilkan sepak pojok. Enam menit kemudian, aksi solo run Tony Firmansyah juga hampir berbuah gol, namun kembali membentur pemain lawan. Usaha keras Indonesia akhirnya membuahkan hasil di menit ke-70. Dony Tri Pamungkas mencetak gol penyeimbang lewat eksekusi tendangan bebas indah. Menariknya, Dony juga mencetak gol pada laga uji coba pertama melawan India beberapa hari sebelumnya. Menit ke-76, Indra Sjafri kembali melakukan sejumlah pergantian untuk menyegarkan tim. Jens Raven, Robi Darwis, Mikael Tata, Rifqi Ray, dan Zanadin Fariz masuk menggantikan beberapa pemain lainnya. Enam menit jelang waktu normal berakhir, Brandon Scheunemann dan Ricky Pratama juga mendapat kesempatan tampil. Meski kedua tim berusaha mencetak gol tambahan, skor imbang 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Garuda Muda Takluk Dari India

Timnas Indonesia U22

Timnas Indonesia U22 harus mengakui keunggulan India dengan skor 1-2 dalam laga uji coba internasional yang digelar di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Jumat 10 Oktober 2025 malam. Meski hasil akhir belum berpihak pada Garuda Muda, pertandingan ini menjadi bagian penting dalam proses seleksi dan evaluasi menjelang SEA Games 2025 di Thailand. Pelatih Indra Sjafri menurunkan kombinasi pemain muda dan berpengalaman untuk menguji berbagai skema permainan. Sejak menit awal, pertandingan berjalan cepat dan terbuka. Namun, kesalahan di lini belakang membuat Indonesia kebobolan cepat pada menit ke-4. Umpan yang tidak sempurna berhasil dicuri oleh Suhail Ahmad Bhat, yang kemudian menuntaskannya dengan tembakan keras ke gawang Cahya Supriadi. India unggul 1-0. Indonesia berupaya bangkit. Menit ke-10, Toni Firmansyah hampir menyamakan kedudukan setelah berhasil mencuri bola di area pertahanan lawan, namun tembakannya masih diblok bek India. Tak lama kemudian, Hokky Caraka mencoba peruntungannya lewat tembakan jarak jauh, namun bola masih bisa diamankan kiper India, Kaithamalai Mohanraj. Petaka kembali datang di menit ke-25. Melalui skema serangan balik cepat, India menambah keunggulan lewat Suhail yang mencetak gol keduanya malam itu. Indonesia tertinggal 0-2. Namun semangat juang Garuda Muda tidak surut. Tim asuhan Indra Sjafri terus menekan hingga akhirnya Dony Tri Pamungkas memperkecil ketertinggalan lewat sepakan keras kaki kanannya di menit ke-41. Bola melesat deras ke pojok kanan atas gawang India tanpa mampu dijangkau kiper. Skor 1-2 menutup babak pertama. Memasuki babak kedua, Indra Sjafri melakukan rotasi besar untuk memberikan kesempatan bermain kepada seluruh pemain. Victor Dethan, Cahya Supriadi, Frengky Missa, Ananda Raehan, Toni Firmansyah, dan Alfharezzi Buffon ditarik keluar, digantikan oleh Ardiansyah, Rahmat Arjuna, Raka Cahyana, Arkhan Fikri, Mikael Tata, dan Rivaldo Pakpahan. Menit ke-59, Jens Raven masuk menggantikan Hokky Caraka sebagai target man. Pergantian tersebut membuat permainan Indonesia lebih dinamis. Pada menit ke-64, Rahmat Arjuna melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti, namun umpannya gagal disambut rekan setim. Peluang kembali hadir di menit ke-74 melalui situasi bola mati, ketika Arkhan Fikri mengirimkan umpan dari tendangan bebas yang menghasilkan tendangan sudut. Meski terus menekan, Indonesia belum mampu menambah gol hingga peluit panjang dibunyikan. Skor 1-2 bertahan untuk kemenangan India. Garuda Muda dijadwalkan kembali menghadapi India pada Senin, 13 Oktober 2025, di Stadion Madya, Jakarta. Laga kedua ini akan menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk memperbaiki hasil sekaligus menguji kesiapan para pemain menjelang SEA Games 2025.

Kualifikasi Piala Dunia 2026: Indonesia Takluk Atas Arab Saudi

Kualifikasi Piala Dunia 2026

Hasil Timnas Indonesia vs Arab Saudi di Grup B Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 (WCQ) Zona Asia, berakhir 2-3 untuk The Green Falcons. Pertandingan di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah, berlangsung Kamis (9/10/2025). Timnas Indonesia tampil menyerang sejak pluit babak pertama dibunyikan. Menit 5, Indonesia membuka peluang yang berawal dari skema set piece tendangan bebas. Tandukan Jay Idzes terkena tangan pemain Arab Saudi. Cek VAR, Tim Garuda mendapat hadiah penalti. Kevin Diks maju sebagai eksekutor, berhasil melaksanakan tugas dengan baik. 1-0 Indonesia memimpin pada menit 7. Timnas Arab Saudi meningkatkan tekanan. Menit 17 tuan rumah menyamakan skor lewat tembakan jarak jauh oleh Saleh Abu Al Shamat. Skor Indonesia vs Arab Saudi kembali imbang 1-1. Menit 23, Arab Saudi mendapat peluang emas. Diawali oleh penetrasi Nawaf Bu Washl dari sayap kanan. Beruntung tembakan keras yang ia lepaskan masih bisa diselamatkan Maarten Paes. Menit 34, Yakob Sayuri menarik jersey pemain Arab Saudi di kotak terlarang. Cek VAR, Arab Saudi mendapat penalti. Firas Al Buraikan sukses menjadi eksekutor. Saudi berbalik memimpin 1-2. Awal babak kedua, tim pelatih Patrick Kluivert menarik keluar Beckham Putra, digantikan Eliano Reijnders. Gelombang serangan para pemain Arab Saudi masih mengalir pada babak kedua. Menit 56, tandukan Firas Al Buraikan dari posisi yang sangat ideal, sanggup diselamatkan oleh Paes. Tak lama berselang. Menit 62, Firas Al Buraikan kembali menjebol gawang Maarten Paes, lewat rebound dari bola muntah usai Paes melakukan penyelamatan. Skor 1-3 untuk Arab Saudi. Menit 86, Nawaf Bu Washl hands ball di kotak terlarang. Cek VAR, Timnas Indonesia kembali mendapat penalti. Kevin Diks berhasil memperkecil ketinggalan, 2-3. Skor tak berubah sampai wasit meniup peluit panjang tanda akhir pertandingan. Skor akhir Indonesia vs Arab Saudi 2-3. Kekalahan ini membuat posisi Tim Garuda kian sulit di Grup B Ronde 4 WCQ 2026 Asia. Pasalnya regulasi di babak ini hanya memberikan tiket lolos otomatis ke Piala Dunia 2026 kepada tim juara grup. Selepas ini Tim Garuda akan melakoni matchday 2 Grup B kontra Irak, pada Minggu (12/10/2025) pukul 02.30 WIB. Timnas Indonesia wajib menang demi memelihara kans lolos lewat playoff, dengan cara mengamankan posisi runner-up grup. Starting Line-up Indonesia vs Arab Saudi Timnas Indonesia (4-3-3): Maarten Paes (GK); Yakob Sayuri, Kevin Diks, Jay Idzes, Dean James; Joey Pelupessy, Marc Klok, Ricky Kambuaya; Miliano Jonathans, Ragnar Oratmangoen, Beckham Putra Pelatih: Patrick Kluivert. Timnas Arab Saudi (4-2-3-1): Nawaf Al Aqidi (GK); Nawaf Boushal, Jehad Thakri, Hassan Al Tambakti, Moteb Al Harbi; Abdullah Al-Khaibari, Musab Al-Juwayr; Nasser Al-Dawsari, Saleh Abu Al-Shamat, Salem Al-Dawsari; Firas Al Buraikan Pelatih: Herve Renard.

Ditutup Menpora, Inilah Juara Piala Presiden U12 dan U15 2025

Menpora Erick Saat Menyerahkan Hadiah di Festival Sepak Bola U12 dan U15.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir menghadiri Upacara Penutupan Festival Sepak Bola U12 dan U15 Piala Presiden 2025 di Stadion Gelora 10 November Tambaksari, Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Kamis (2/10) lalu. Dalam kesempatan itu Menpora menyaksikan secara langsung laga final kategori U-15 yang mempertemukan tim Asti Kudus melawan PS Malaka Kupang. Seusai laga yang dimenangkan Asti Kudus 1-0 tersebut, Menpora Erick melakukan penyerahan piala kepada tim-tim juara dalam turnamen ini. Menpora Erick mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekolaborasi menyelenggarakan kejuaraan ini. Mulai dari Kemenpora, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan juga PSSI. Hal ini membuktikan bahwa apabila dilakukan dengan bekerja sama maka semua pekerjaan akan terasa ringan. “Apalagi kerja sama ini untuk masa depan anak muda Indonesia. Tidak hanya tadi bermain sepak bolanya, tetapi pembentukan karakter anak muda,” jelas Menpora Erick. “Kita harus bisa menciptakan anak muda yang berani bermimpi, berkarya dan cinta Tanah Air, dan kita tanamkan ke mereka, nilai-nilai patriotik, gigih, tetapi juga empati,” imbuh Menpora. Menpora Erick menegaskan Kemenpora akan terus menjalankan program-program seperti Piala Presiden ini di daerah. Bukan hanya untuk cabang olahraga sepak bola, melainkan juga untuk cabang-cabang olahraga lainnya. Apalagi para peserta kejuaraan ini begitu antusias dan berharap kejuaraan seperti ini terus digelar. Salah satunya disampaikan Lionel Watekukly dari SSB Petra Sentani Papua. Dalam surat kepada Menpora yang dibacakannya, mengharapkan Kemenpora bisa melanjutkan Piala Presiden ini untuk generasi-generasi sepak bola usia dini berikutnya. Apalagi menurutnya Piala Presiden ini membuatnya memiliki banyak saudara dari Aceh hingga ke Papua. “Bapak, kami mohon teruskan dan lanjutkan program Piala Presiden ini sampai nanti adik-adik kami merasakannya. Bapak, dengan harapan baru di tangan Bapak sebagai Menpora, kami yakin sepak bola usia dini akan semakin berkembang dan maju,” ujar Lionel yang bermain di kategori U12. “Lanjutkan ya Pak, Piala Presiden setiap tahun. Sampaikan kepada Bapak Presiden, terima kasih dari kami anak-anak indonesia,” sambungnya. Diketahui dalam Piala Presiden ini untuk kategori U12 diikuti 18 tim dengan 252 pemain. Sementara untuk kategori U15, diikuti 16 tim dengan 288 pemain. Secara keseluruhan, hadir 34 tim dengan 540 pemain yang datang dari berbagai penjuru Nusantara, mulai dari Ternate, Makassar, dan Jayapura hingga Medan, Padang, Jakarta, Surabaya, dan Lombok.

Bergulir di Empat Kota, 90 Tim Adu Kemampuan di Liga Sepak Bola Putri U-15 & U-18

Piala HYDROPLUS Soccer League yang akan diperebutkan dalam liga sepak bola putri yang akan dihelat mulai awal Oktober 2025 di empat kota yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kudus.

JAKARTA, 1 Oktober 2025 – Bakti Olahraga Djarum Foundation berkolaborasi dengan HYDROPLUS menyelenggarakan liga sepak bola putri bertajuk ‘HYDROPLUS Soccer League’. Menyasar dua kategori usia yakni U-15 dan U-18, kompetisi akan dihelat secara bergelombang mulai awal Oktober 2025 di empat kota yakni Jakarta, Bandung, Surabaya dan Kudus. Sebanyak 90 tim yang berasal dari sekolah sepak bola, klub hingga akademi sepak bola akan berpartisipasi dan adu kemampuan di atas lapangan demi meraih gelar juara. Group Brand Head HYDROPLUS, Yose Moriza, menuturkan HYDROPLUS Soccer League merupakan jawaban atas dahaga para pecinta sepak bola putri yang merindukan hadirnya kompetisi berformat liga demi mengasah bakat dan mencetak pesepak bola putri muda Indonesia yang kelak dapat mencetak prestasi di level dunia. Hal ini sejalan dengan visi HYDROPLUS sebagai minuman isotonik yang selalu mengajak generasi muda untuk senantiasa dinamis dalam menjalani aktivitas sehari-hari. “HYDROPLUS merasa terhormat dapat ambil bagian dalam sejarah pengembangan bakat dan menggerakkan roda ekosistem sepak bola putri di Indonesia. Kami berharap HYDROPLUS Soccer League dapat menjadi lokomotif lahirnya para pesepak bola putri berbakat dan tangguh yang akan mengukir prestasi bagi Indonesia. Tak hanya itu, melalui kompetisi ini juga kami ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk terus memancarkan semangat baik saat menjalani aktivitas harian mereka maupun ketika berolahraga,” tutur Yose. Sementara itu, Program Director HYDROPLUS Soccer League, Teddy Tjahjono menguraikan penyelenggaraan liga sepak bola putri U-15 dan U-18 ini merupakan rangkaian dari road map pengembangan ekosistem dan pembinaan atlet-atlet sepak bola putri yang telah dirancang oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation. HYDROPLUS Soccer League adalah kelanjutan dari MilkLife Soccer Challenge yang menyasar KU 8, KU 10 dan KU 12 serta HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 dan U16. “HYDROPLUS Soccer League melengkapi piramida pengembangan ekosistem sepak bola putri yang sudah diawali dengan pemassalan di akar rumput melalui MilkLife Soccer Challenge dan turnamen usia dini dalam HYDROPLUS Piala Pertiwi. Kami berharap, liga untuk U-15 dan U-18 ini menjadi wadah bagi para pesepakbola putri dalam menapaki jenjang karier mereka menuju level profesional,” ujar Teddy. Untuk itu, HYDROPLUS Soccer League mengadopsi format liga home-away yang bertujuan agar para pesepak bola putri remaja memiliki jadwal pertandingan rutin sehingga dapat mengasah teknik dan kemampuan mereka di lapangan hijau. Di setiap kotanya, pertandingan HYDROPLUS Soccer League akan digelar dua pekan sekali dengan harapan para atlet dapat mengevaluasi dan mempersiapkan diri lebih matang menyambut pertandingan selanjutnya. “Dengan demikian, mereka tidak hanya bertanding untuk mengejar gelar juara, tapi kompetisi ini juga menjadi sarana mengevaluasi dan mengembangkan kemampuan, teknik, hingga strategi permainan. Sehingga usai mengikuti HYDROPLUS Soccer League, mereka bisa bertransformasi menjadi pemain profesional yang kelak diserap oleh klub-klub papan atas. Kami berharap, melalui ajang ini lahir pesepakbola putri yang dapat mengantarkan Indonesia berlaga dan berjaya di panggung dunia,” Teddy menguraikan. HYDROPLUS Soccer League akan bergulir di Jakarta mulai 4 Oktober 2025 hingga 31 Mei 2026 dengan melibatkan 16 tim di U-15 dan 10 tim pada U-18. Disusul Bandung pada 11 Oktober 2025 hingga 7 Juni 2026 (16 tim U-15 dan 8 tim U-18). Pada saat yang bersamaan, kompetisi juga digelar di Kota Pahlawan, Surabaya (8 tim U-15 dan 8 Tim U-18). Selanjutnya, Kudus akan memulai penyelenggaraan kompetisi pada 3 Januari 2026 hingga 23 Mei 2026 (16 tim U-15 dan 8 tim U-18). Nantinya, para juara dan runner-up di setiap kota akan mendapat tiket untuk berlaga di HYDROPLUS Soccer League All-Stars yang akan dihelat di Kudus pada Juli 2026. Adapun, pada U-15, jumlah pemain dalam satu tim sebanyak 9 orang dengan durasi pertandingan 2×25 menit (10 menit istirahat) dengan ukuran setengah lapangan sepak bola dewasa. Sementara di U-18, pemain dalam satu tim berjumlah 11 orang yang akan bertanding selama 2×35 menit (10 menit istirahat) memakai luasan satu lapangan sepak bola dewasa. Bergulirnya liga sepak bola putri ini menjadi angin segar bagi para atlet muda yang sedang merintis karier sebagai pesepak bola putri profesional. Salah satunya ialah Albianca Raula, jebolan MilkLife Soccer Challenge yang tahun ini juga berlaga di ajang JSSL Singapore 7’s. Dalam HYDROPLUS Soccer League, Bianca akan memperkuat tim Cipta Cendikia. “Aku senang sekali akhirnya ada liga sepak bola khusus putri karena menurut aku sepak bola itu bukan hanya milik laki-laki saja. Makanya, aku akan terus berlatih keras agar bisa tampil bagus di liga ini dan masuk jadi pemain timnas,” ujar Bianca. Senada dengan Bianca, Direktur Teknik Raga Negeri Football Academy Yopi Riwoe menuturkan terselenggaranya HYDROPLUS Soccer League sangat membantu perkembangan sepak bola wanita di Indonesia. Pasalnya, melalui liga ini para atlet muda dapat belajar, mengasah kemampuan, dan memiliki pertandingan yang berkesinambungan selama satu musim kompetisi. Tak hanya bagi para atlet, liga sepak bola putri juga akan menjadi wadah bagi jajaran pelatih untuk meningkatkan pola pembinaan dan pematangan strategi permainan. “Dengan adanya HYDROPLUS Soccer League, ekosistem sepak bola putri akan semakin bergerak maju karena lewat liga ini semua elemen yakni atlet, pelatih bahkan wasit bisa belajar untuk menjadi lebih baik di bidangnya masing-masing. Terima kasih kepada para sponsor yang telah mewujudkan impian para pecinta sepak bola putri lewat hadirnya liga ini,” tutup Yopi.

Indra Sjafri Panggil 32 Pemain untuk TC Timnas SEA Games 2025

Pelatih Timnas U-23, Indra Sjafri memanggil sebanyak 32 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) untuk persiapan SEA Games 2025. TC ini berlangsung di Jakarta pada 2 hingga 14 Oktober 2025. Garuda Muda juga dijadwalkan menjalani dua laga uji coba internasional melawan India pada 10 dan 13 Oktober 2025 di Stadion Madya, Jakarta. Ada empat kiper yang dipanggil yakni Cahya Supriadi dari PSIM Yogyakarta, Daffa Fasya Sumawijaya dari Borneo FC, Erlangga Setyo Dwi S. dari PSPS Pekanbaru, dan Muhammad Ardiansyah dari PSM Makassar. Untuk pemain belakang ada Kadek Arel Priyatna, Muhammad Ferrari, Muhammad Dzaky Asraf, dan Muhammad Alfarezzi Buffon. Selain itu, ada Dony Tri Pamungkas, Dion Marxx dan Tim Geypens, Kakang Rudianto, Frengky Deaner Missa, Ahmad Rusadi dan Raka Cahyana Riski. Pada sektor gelandang terdapat nama, Rivaldo Enero Pakpahan, Robi Darwis, Toni Firmansyah, dan M. Rayhan Hannan. Selain itu, Ananda Raehan Alief, Ivar Jenner, Arkhan Fikri, dan Zanadin Fariz. Posisi penyerang diisi oleh Victor Dethan, Rafael Struick, Hokky Caraka, Jens Raven, Arlyansyah Abdulmanan, Rahmat Arjuna, Adrian Wibowo, Ricky Pratama dan Wigi Pratama. SEA Games 2025 akan berlangsung di Thailand yang rencananya digelar pada tanggal 9 hingga 20 Desember 2025 mendatang. Daftar 32 Pemain untuk TC Timnas U-23 bulan Oktober: Kiper Cahya Supriadi (PSIM Yogyakarta) Daffa Fasya Sumawijaya (Borneo FC) Erlangga Setyo Dwi S. (PSPS Pekanbaru) Muhammad Ardiansyah (PSM Makassar) Belakang Kadek Arel Priyatna (Bali United) Muhammad Ferrari (Bhayangkara Presisi FC) Muhammad Dzaky Asraf (PSM Makassar) Muhammad Alfarezzi Buffon (Borneo FC) Dony Tri Pamungkas (Persija Jakarta) Dion Marxx (TOP Oss – Belanda) Kakang Rudianto (Persib Bandung) Frengky Deaner Missa (Bhayangkara Presisi FC) Tim Geypens (FC Emmen – Belanda) Ahmad Rusadi (Madura United) Raka Cahyana Riski (PSIM Yogyakarta) Gelandang Rivaldo Enero Pakpahan (Borneo FC) Robi Darwis (Persib Bandung) Toni Firmansyah (Persebaya Surabaya) M. Rayhan Hannan (Persija Jakarta) Ananda Raehan Alief (PSM Makassar) Ivar Jenner (FC Utrecht – Belanda) Arkhan Fikri (Arema FC) Zanadin Fariz (Persis Solo) Penyerang Victor Dethan (PSM Makassar) Rafael Struick (Dewa United) Hokky Caraka (Persita Tangerang) Jens Raven (Bali United) Arlyansyah Abdulmanan (Persija Jakarta) Rahmat Arjuna (Bali United) Adrian Wibowo (Los Angeles FC – Amerika Serikat) Ricky Pratama (PSM Makassar) Wigi Pratama (Persik Kediri)

Indra Sjafri Pelatih Timnas U23 untuk SEA Games 2025

PSSI & Indra Sjafri

PSSI menunjuk Indra Sjafri sebagai pelatih Timnas U23 untuk SEA Games 2025 pada Desember mendatang yang digelar di Thailand. Hal ini diumumkan Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali yang didampingi Sekjen PSSI, Yunus Nusi di Jakarta pada Senin (29/9). “PSSI sudah siap menjadi bagian dari kontingen Indonesia cabor sepak bola yang akan berlaga di SEA Games 2025. Akhirnya diputuskan yang akan memimpin timnas Indonesia di SEA Games 2025 adalah pelatih kepala, Indra Sjafri,” kata Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali. Amali menambahkan bahwa salah satu dasar penunjukan Indra Sjafri sebagai pelatih untuk SEA Games 2025 adalah keberhasilan Indra Sjafri membawa Indonesia meraih medali emas pada SEA Games 2023 yang berlangsung di Kamboja. “Kami berharap adanya dukungan dari segala pihak, terutama suporter, dalam perjuangan timnas di bawah arahan pelatih Indra Sjafri. SEA Games ini sangat berbeda, nuansa dan atmosfernya. Dan publik sangat berharap betul, tentang kembalinya medali emas SEA Games,” tambahnya. Sementara itu, Indra Sjafri menyambut dengan semangat soal penunjukkan ini. Dia mengakusiap menjawab penunjukkan ini dengan sebuah prestasi untuk Timnas U23. “Kalau namanya tugas negara, tentu harus dilaksanakan dengan rasa tanggung jawab dan perjuangan yang maksimal. Dengan pengumumannya hari ini, tentu kami membangun rangka pertama,” kata Indra Sjafri. “Kemarin siang saya membaca semua regulasi tentang SEA Games, handbook SEA Games. Bahwasanya nanti mulai dari jumlah pemain seperti yang sampaikan tadi, dan sistem kompetisinya dan juga kapan kami harus datang ke sana,” ujarnya. “Terus respons kami setelah diumumkan ini adalah berdiskusi dengan kesekjenan PSSI nanti untuk menutup team behind the team para asisten pelatih dan ofisial yang nanti akan membantu kami dan Insya Allah nanti dalam waktu dekat kami akan umumkan siapa-siapa saja yang akan kami rekrut untuk membantu kami,” pungkasnya. Rencananya pada pekan ini juga, timnas U23 sudah menjalani pemusatan latihan di Jakarta.

Ratusan Pesepakbola Muda Ikut Grassroots Football Festival di Gorontalo

Grassroots Football Festival Gorontalo

PSSI bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyelenggarakan Grassroots Football Festival di Lapangan Sumpah Pemuda, Dengilo, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Minggu 21 September 2025. Kegiatan bertema “Satu Langkah di Lapangan untuk Membangun Masa Depan” ini menghadirkan 140 anak laki-laki dan perempuan yang berasal dari lebih dari 30 Sekolah Sepak Bola (SSB) di Kabupaten Pohuwato. Festival ini juga diisi dengan Workshop Coach Educator & Safeguarding serta dipandu langsung oleh para pelatih berpengalaman seperti Bima Sakti, Indra Sjafri, dan Marwal Iskandar. Coach Marwal Iskandar, salah satu instruktur pelatih yang hadir, mengatakan kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman latihan komprehensif bagi pemain usia dini. “Materi yang kami ajarkan di sini terdiri dari 10 pos latihan, seperti passing, exercise, game workshop, hingga analitical game. Para pemain berlatih secara bergiliran di setiap pos selama sekitar 7 menit per pos, sehingga total waktu mereka bermain dan berlatih bisa mencapai 70-80 menit,” jelasnya. Eks pelatih Timnas U16, U19, U20 dan U23, Indra Sjafri menilai Gorontalo memiliki potensi besar dalam pengembangan sepak bola usia dini. “Alhamdulillah hari ini kita berada di Provinsi Gorontalo untuk melaksanakan Grassroot Football Festival. Ini adalah kesempatan berharga bagi Provinsi Gorontalo karena kegiatan ini akan kami laksanakan di setiap provinsi, dan Gorontalo menjadi provinsi pertama yang kami pilih,” ungkap Indra. “Banyak potensi luar biasa yang kita temukan, termasuk di Gorontalo. Saya pribadi terkejut melihat pemain-pemain usia 12 tahun ke bawah yang potensinya luar biasa. Tentu PSSI berkomitmen agar potensi ini terbina dengan baik, melalui infrastruktur yang memadai, pelatih yang kompeten, dan kurikulum pembelajaran yang tepat,” tambahnya. Sementara itu, Sekjen PSSI, Yunus Nusi menegaskan komitmen PSSI untuk membawa sepak bola hingga ke pelosok Indonesia. “Alhamdulillah hari ini PSSI menyelenggarakan Grassroot Football Festival di Provinsi Gorontalo. Antusiasme anak-anak sangat tinggi dan semoga ini menjadi titik awal untuk sepak bola mendunia dan benar-benar hadir di seluruh pelosok tanah air,” ujarnya. “Kegiatan kali ini berada di sudut geografis Provinsi Gorontalo, tepatnya Kabupaten Pohuwato, PSSI tetap memegang prinsip bahwa sepak bola harus hadir di seluruh Indonesia. Kami berharap dukungan ini mampu melahirkan anak-anak bangsa dari seluruh pelosok tanah air, termasuk dari Gorontalo, yang kelak menjadi bagian dari tim nasional di masa depan,” pungkasnya.

SSB Bimba AIUEO Juara Piala Soeratin U15 2025

SSB Bimba AIUEO

SSB Bimba AIUEO SS (DK Jakarta) sukses menjadi juara Piala Soeratin U15 2025 Putaran Nasional setelah mengalahkan PS Freeport Indonesia (Papua Tengah) dengan skor 2-1 di laga final yang digelar di Stadion Gajayana, Malang, Senin 16 September 2025. Sementara itu, di hari yang sama, PSDS Deli Serdang (Sumatera Utara) meraih peringkat ketiga setelah menang adu penalti 5-3 atas PFA Sukoharjo (Jawa Tengah) setelah bermain imbang 2-2 di waktu normal. Seperti diketahui, turnamen kelompok usia tahunan ini telah berlangsung sejak 2 September hingga partai puncak pada 16 September 2025 di Malang dan melibatkan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Tak hanya menyajikan tim juara, ajang ini juga memberikan sejumlah penghargaan individu. Muhammad Rifqy Arifin dari SSB Bimba AIUEO SS terpilih sebagai top skor dengan koleksi 15 gol, sedangkan gelar pemain terbaik diraih Dolvinus Theofilus Bochrit Solossa dari PS Freeport Indonesia. Sedangkan tim Persipan Pandeglang (Banten) mendapatkan penghargaan Fair Play Team atas sportivitas mereka sepanjang turnamen. Pelatih PS Freeport Indonesia, Ardiles Rumbiak, tetap bangga meski timnya harus puas sebagai runner-up. Ia menilai pencapaian ini sebagai sejarah baru sepak bola usia muda Papua. “Anak-anak bisa membuat sejarah dari beberapa puluh tahun lamanya untuk Piala Soeratin di kelompok usia baru. Pencapaian tahun ini adalah sebuah rekor yang baik,” ujarnya setelah pertandingan. Ardiles juga menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan dan penyesuaian gaya bermain dengan standar tim nasional agar talenta muda bisa dipantau secara serius. Sementara itu, pelatih SSB Bimba AIUEO SS, Dedy Doreis, menyebut keberhasilan timnya berangkat dari filosofi bermain yang sehat dan membentuk karakter anak sejak dini. “Saya selalu tekankan kepada mereka jangan menjadikan tujuan hanya menang dan juara, tapi bagaimana bermain baik, benar, dan selalu bahagia. Bermain itu tujuannya mencari kebahagiaan. Kemenangan nomor sekian,” kata Dedy. Ia menegaskan pembinaan berkelanjutan dan pengalaman bertanding menjadi bekal penting untuk masa depan anak-anak asuhnya. Begitu juga dengan peraih top skor turnamen, Muhammad Rifqy Arifin. Dirinya membagikan kesan dan harapannya usai membawa timnya juara. Pemain muda asal Jakarta itu tercatat mencetak 9 gol di tingkat regional dan 14 gol di tingkat nasional. “Kunci kesuksesan tim Bimba menjadi juara adalah kerja keras. Harapannya setelah Piala Soeratin ini kita harus latihan terus, karena perjalanan masih panjang. Tetap rendah hati, jangan sombong, tetap bahagia,” ungkap Rifqy yang mendedikasikan gelar juara ini untuk orang tuanya. Awarding Piala Soeratin U15 2025 Putaran Nasional: – Winner : SSB Bimba AIUEO SS ( DK Jakarta) – Runner-up : PS Freeport Indonesia (Papua Tengah) – 3rd Place : PSDS Deli Serdang (Sumatera Utara) – Fair Play Team: Persipan Pandeglang (Banten) – Top Skor: Muhammad Rifqy Arifin (SSB Bimba AIUEO SS/DK Jakarta) 15 Gol – Best Player: Best Player : Dolvinus Theofilus Bochrit Solossa (PS Freeport Indonesia)

Cetak Sejarah, Persika Karanganyar Juara Piala Soeratin U17 2025

Persika Karanganyar

Persika Karanganyar menorehkan sejarah di sepak bola usia muda dengan menjuarai Piala Soeratin U17 2025 Putaran Nasional di Surakarta. Dalam partai final yang digelar di Stadion Sriwedari Surakarta, Rabu 17 September 2025, tim asal Jawa Tengah ini mengalahkan Persikota Tangerang (Banten) dengan skor tipis 2-1. Pada perebutan tempat ketiga, Persija Jakarta (DKI Jakarta) tampil dominan dengan mengalahkan Juang FC (Aceh) 3-0 di hari dan tempat yang sama. Selain penentuan juara, panitia juga mengumumkan sejumlah penghargaan individu terhadap turnamen yang digelar dari tanggal 3 hingga 17 September 2025 itu. Tim Fair Play diraih PSS Sleman (DI Yogyakarta). Sedangkan, Top Skor jatuh kepada Rifqi Zulianur (Persikota Tangerang) dengan 9 gol dan gelar Best Player diraih Davin Armadheni Herdiansa dari Persika Karanganyar. Pelatih Persika U17, Syaiful Bachri, mengaku bangga dan bersyukur atas pencapaian yang diraih timnya. “Pertama saya ucapkan syukur Alhamdulillah kepada Gusti Allah yang Maha Esa. Semoga ke depannya Persika terus mencetak sejarah. Tahun ini kami berhasil menjadi juara Piala Soeratin U17 2025,” ungkapnya seusai laga. “Kunci kemenangan tim sejak awal saya tekankan kepada anak-anak adalah jangan pernah mau kalah. Tetap disiplin posisi selama 90 menit permainan. Harapan saya gelar ini bisa menjadi batu loncatan agar anak-anak naik level , entah ke Elite Pro Academy (EPA), U18, atau U20, sehingga ke depannya mereka bisa lebih sukses lagi,” lanjutnya. Di sisi lain, pelatih Persikota Tangerang, Mulya Saputra, yang timnya harus puas keluar sebagai runner-up, tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. “Alhamdulillah, inilah hasilnya. Saya bersyukur anak-anak berjuang luar biasa selama 2×45 menit,” ujarnya. “Secara evaluasi, permainan anak-anak kali ini berbeda dari biasanya. Biasanya kami bermain bola-bola pendek, tapi kali ini lebih banyak bola panjang karena cuaca dan kondisi lapangan licin. Rencana setelah Piala Soeratin, kemungkinan anak-anak akan terus dilatih untuk persiapan Porprov Kota Tangerang. Harapan saya mereka terus berproses agar cita-citanya tercapai. Semoga di Porprov nanti bisa memberikan hiburan, bahkan meraih juara, Insya Allah,” tambahnya. Sementara itu Best Player turnamen, Davin Armadheni Herdiansa dari Persika Karanganyar, juga mengungkapkan rasa bahagia. “Alhamdulillah saya sangat senang sekali tim kami bisa menjuarai Piala Soeratin dan saya terpilih sebagai Best Player. Ini semua berkat bantuan teman-teman, coach, official, dan tentunya Allah SWT. Kunci kemenangan tim kami adalah fokus dan disiplin posisi sepanjang pertandingan. Harapan saya setelah Piala Soeratin, bisa menjadi pemain sepak bola profesional dan mendapat panggilan tim nasional. Kemenangan ini saya persembahkan terutama untuk orang tua saya, kemudian untuk sahabat-sahabat dan saudara-saudara saya,” ungkap pemain berposisi bek tersebut. Awarding Piala Soeratin U17 2025 Putaran Nasional, Surakarta 3-17 September 2025: – Winner : Persika Karanganyar – Runner-up : Persikota Tangerang – 3rd Place : Persija Jakarta (D.K.I. Jakarta) – Fair Play Team: PSS Sleman (D.I. Yogyakarta) – Top Skor: Rifqi Zulianur (Persikota Tangerang ) – 9 Gol – Best Player: Davin Armadheni Herdiansa (Persika Karanganyar)

Persib Bandung Juara Piala Soeratin U13 2025

Persib Bandung Juara Piala Soeratin U13 2025

Persib Bandung U13 menutup Piala Soeratin U13 2025 Putaran Nasional dengan pencapaian gemilang. Tim muda Maung Bandung sukses meraih gelar juara setelah mengalahkan ASIOP DKI Jakarta dengan skor 2-1 pada laga final yang berlangsung di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Senin 15 September 2025. Laga ini berlangsung ketat sejak menit awal, mempertemukan dua tim akademi yang selama turnamen tampil konsisten dan mendominasi grup masing-masing. Sementara itu, Mataram Utama FC dari D.I. Yogyakarta memastikan posisi ketiga setelah menang telak 6-0 atas Terang Bangsa Semarang. Hasil ini melengkapi catatan positif tim tuan rumah yang sepanjang turnamen juga dikenal sebagai tim dengan permainan paling bersih. Seperti diketahaui, turnamen ini digelar sejak 1 hingga 15 September 2025 dan menjadi wadah penting pembinaan pemain muda di Indonesia yang mempertemukan talenta-talenta potensial dari berbagai daerah. Tak hanya menobatkan sang juara, ajang Piala Soeratin U13 Putaran Nasional tahun ini juga menghadirkan sejumlah penghargaan individu. Predikat Fair Play Team jatuh kepada Mataram Utama FC, sedangkan Mahargia Ananta Putra dari Terang Bangsa Semarang keluar sebagai Top Skor dengan torehan 13 gol. Untuk gelar Best Player, Davin Dwi Ardian dari Persib Bandung terpilih berkat performanya yang konsisten sepanjang turnamen. Pelatih Persib U13, Jejen Zaenal Abidin, mengaku bangga sekaligus bersyukur usai timnya mengangkat trofi. “Alhamdulillah, kita panjatkan puji syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Selawat dan salam kami limpahkan kepada junjungan kita. Alhamdulillah kita diberi keberhasilan kemenangan dengan penuh emosional,” ujarnya setelah laga. Jejen menjelaskan bahwa kunci kemenangan Persib bukan hanya strategi, tetapi juga mentalitas pemain. “Yang menjadi kunci itu melawan diri sendiri, antar pemain juga saling mendukung,” tambahnya. Ia berharap para pemainnya tetap konsisten untuk level selanjutnya dan membuka jalan seleksi ke tim nasional. “Semoga sebanyak-banyaknya anak-anak ini bisa di-talent scouting timnas,” imbuhnya. Di sisi lain, pelatih ASIOP, Febrizqio, tetap memberikan apresiasi kepada anak asuhnya meski harus puas dengan posisi runner-up. Menurutnya, semangat juang timnya tetap tinggi sepanjang turnamen. “Menurut saya, pemain saya selalu semangat berlebih dan memainkan pertandingan yang bagus. Hanya memang masih ada sedikit yang harus diperbaiki. Sejauh ini tim saya bermain sangat baik. Kita kembali reset lagi, mulai dari nol lagi, dan mencoba menyiapkan plan ke depan serta target-target di kompetisi liga di daerah kami sendiri,” jelasnya. Ia juga menegaskan bahwa target berikutnya adalah meningkatkan kualitas permainan dan memperbaiki berbagai aspek teknis maupun mental pemain. “Harapan saya tim bisa bermain lebih baik lagi, berkembang, dan memperbaiki banyak aspek untuk pertandingan di kemudian hari,” pungkasnya. Awarding List Piala Soeratin U13 2025 Putaran Nasional: Winner : Persib Bandung (Jawa Barat) Runner-up : ASIOP (D.K. Jakarta) 3rd Place : Mataram Utama FC (D.I. Yogyakarta) Fair Play Team: Mataram Utama FC – D.I. Yogyakarta Top Skor: NPG 10 Mahargia Ananta Putra – Terang Bangsa Semarang (13 gol) Best Player: NPG 97 Davin Dwi Ardian – Persib Bandung

Daftar Pemenang MilkLife Soccer Challenge Bekasi Seri 1 2025 – 2026

: Champion dan runner-up KU 10 & KU 12 turnamen MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Bekasi Seri 1 2025 - 2026.

Berikut daftar pemenang MilkLife Soccer Challenge Bekasi Seri 1 2025 – 2026: Kategori Usia 10 Champion : SDN Pasar Baru 01 Runner-up : SDN Jatiwaringin 2 Semifinalis : MIN Bekasi dan SDN Kaliabang Tengah VII Top Scorer : Fayza Kulla Azmina – SDN Kaliabang Tengah VII (10 gol) Best Player : Adeeva Dzahin – SDN Harapan Jaya IX Best Goalkeeper : Afifah Azahra – MIN Bekasi  Fairplay Team : SDN Cakung Barat 05 Kategori Usia 12 Champion : SDN Padurenan IV Runner-up : SDN Sukaresmi 06 Semifinalis : SDN Cideng 04 dan SDN Cakung Timur 06 Top Scorer :Cantika Kirana Diah Fahrirah – SDN Cakung Timur 06 (23 gol) Best Player : Siti Azahra – SDN Padurenan IV Best Goalkeeper : Shafa Al-zahra – SDN Sukaresmi 06  Fairplay Team : SDN Cideng 04

Kuantitas Selaras dengan Kualitas Siswi Kota Patriot – MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Bekasi Seri 1 2025 – 2026

Pada laga KU 12 yang mempertemukan SDN Sukaresmi 06 kontra SDN Padurenan IV berlangsung sengit dari peluit pertanda dimulainya pertandingan. Kedua tim saling bermain ngotot untuk mencetak gol pertama.

BEKASI, 14 September 2025 – MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Bekasi Seri 1 2025 – 2026 yang diselenggarakan di Bekasi International Soccer Field dan Lap. Yonif 202 Tajimalela pada 9 September hingga 14 September 2025 sukses digelar. Turnamen sepak bola putri yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife ini diikuti oleh 1.036 peserta dari 67 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang berasal dari Bekasi dan sekitarnya. Mereka tergabung dalam 92 tim yang terdiri dari 28 tim KU 10 dan 64 tim KU 12. Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation, Satia Chandra Wiguna mengapresiasi tingginya animo peserta maupun dukungan dari berbagai pihak, mulai dari dinas pendidikan, kementerian agama, sekolah, hingga orangtua terhadap kesuksesan terselenggaranya MLSC di Kota Patriot. Selain besarnya kuantitas, srikandi muda sepak bola juga menunjukkan performa maksimal ketika di lapangan. Begitu pula dengan pendukung tim yang tak kenal lelah memberi semangat dari bangku tribun. “Meski baru pertama kali digelar di Bekasi, antusias dari para pesepakbola putri belia sangat besar. Kami juga berterima kasih kepada stakeholder terkait yang mendukung MLSC. Hal ini membuat kami semakin optimis bahwa regenerasi atlet sepak bola Tanah Air dapat terjaga. Semua ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak,” terang Chandra. Bekasi dirujuk menjadi salah satu kota penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 mengingat sejarah panjang serta kecintaan masyarakat yang sangat kuat di bidang sepak bola. “Itulah mengapa kita melakukan penambahan daerah di Bekasi pada turnamen MLSC ini. Bekasi juga menjadi daerah alternatif bagi sekolah dan madrasah yang berada di Jakarta Utara dan Jakarta Pusat, karena akses lebih mudah bagi mereka ketimbang mengikuti MLSC Jakarta yang dilaksanakan di Jakarta Timur,” tambah Chandra. Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann ‘angkat topi’ terhadap daya juang dan semangat peserta yang telah berpeluh keringat sepanjang turnamen bergulir. Pria yang memiliki lisensi kepelatihan UEFA A di Jerman sejak 2007 ini juga cukup terkejut dengan aksi para penggawa di setiap tim yang sudah memiliki teknik dasar bermain sepak bola. Bahkan menurutnya, kualitas peserta di Bekasi lebih baik ketimbang kota lain di perhelatan perdana MLSC. “Yang menarik Bekasi Seri 1 ini kualitasnya lebih bagus dari kota-kota lain ketika baru dimulai MilkLife Soccer Challenge. Yang pasti ini awal yang sangat positif dan saya berharap guru serta kepala sekolah paham bahwa apa yang dilakukan Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife ini adalah komitmen jangka panjang, dan itu membutuhkan dukungan semua pihak. Terutama program latihan untuk siswi tolong digalakkan agar kualitas mereka terus meningkat,” tutur Timo.  Timo melanjutkan bahwa ia beserta jajaran tim talent scouting telah mengantongi 31 nama dari MLSC Bekasi Seri 1 2025 – 2026 yang nantinya diseleksi lagi untuk menjalani extra training. Ia berharap agar di Bekasi semakin banyak Sekolah Sepak Bola (SSB) baik yang khusus putri ataupun SSB putra yang membuka kelas putri. “Kami ada 31 nama yang akan diundang untuk diseleksi kembali menjadi 25 pemain. Di setiap kota kami menyiapkan total 50 pemain yang terbagi menjadi 25 tingkat SD, dan 25 tingkat SMP. Jadi nanti ke depannya total di 10 kota penyelenggaraan MLSC akan ada 500 talenta yang kami pantau perkembangannya dan mendorong untuk giat berlatih di SSB setempat. Terlebih kami juga menyiapkan HYDROPLUS Soccer League U-14 yang bakal rutin bergulir setiap dua minggu sekali, sementara di empat kota dulu,” pungkas Timo.  SDN Pasar Baru 01 dan SDN Padurenan IV Juara Menilik jalannya pertandingan pada KU 10, SDN Pasar Baru 01 mendominasi menit-menit awal dengan bombardir serangan ke jantung pertahanan SDN Jatiwaringin 2. Namun tembok pertahanan masih cukup kokoh untuk ditembus. Riuh sorak sorai penonton dari tribun yang memberi dukungan untuk kedua tim menambah semarak partai pamungkas dan memanaskan atmosfer pertandingan. Mendapat tekanan bertubi tak membuat SDN Jatiwaringin 2 lengah. Mereka baru bisa melakukan serangan balik di menit 8. Namun Earlyta Arsyfa Ayunindya yang berlari kencang untuk terlepas dari bayang-bayang bek SDN Pasar Baru 01 gagal menciptakan gol pembuka pertandingan. Hal tersebut karena keputusan tepat kiper Nadhifa Ferhania Sholeha untuk maju meninggalkan penjagaan demi mengamankan bola. Dua menit berselang, pemain nomor 7 SDN Jatiwaringin 2, Khaira Sania Putri membuka kebuntuan. Ia memanfaatkan kemelut di kotak penalti usai timnya melakukan tendangan sudut. Blunder yang tercipta dari bek SDN Pasar Baru 01 dimanfaatkan Khaira dengan sepakan yang gagal dihalau oleh penjaga gawang. Kedudukan 1-0 untuk SDN Jatiwaringin 2 bertahan hingga babak pertama usai. Memasuki babak kedua, SDN Pasar Baru 01 berusaha tampil lebih dominan. Tertinggal satu gol tak menjadikan daya juang mereka gentar. Peluit baru dibunyikan, Tiffany Khairunnisa Riyadi hampir menciptakan gol. Sayang, tendangannya masih melebar dari gawang SDN Jatiwaringin 2. Sampai akhirnya Tiffany mampu menyamakan kedudukan di menit 21 usai pemain belakang SDN Jatiwaringin 2 yang ingin membuang bola jauh dari pertahanan justru tepat jatuh ke arahnya yang berada di dalam kotak penalti. Tak menyia-nyiakan kesempatan, Tiffany langsung melesatkan tendangan lambung ke kanan gawang. Dua menit berselang, SDN Pasar Baru 01 kembali menambah pundi gol. Adalah Dinda Raya Rabbani usai melakukan tendangan keras dari luar kotak penalti ke sudut kiri gawang. Posisi kiper lawan yang tidak siap membuatnya gagal menghalau laju bola. Satu menit sebelum babak kedua usai, Tiffany memperkokoh kedudukan dan memastikan kemenangan untuk timnya setelah mendapat hadiah penalti. Dengan percaya diri, ia menendang bola ke pojok kanan gawang. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-1 untuk kemenangan SDN Pasar Baru 01 yang berhasil epic comeback. “Iya senang banget bisa cetak 2 gol di final dan total 9 gol selama MLSC ini. Tadi sempat tertinggal 1-0 di babak pertama, tapi karena kerjasama tim dan gak emosi akhirnya bisa menang 3-1. Lawannya tadi memang cukup bagus pertahananya,” ungkap Tiffany antusias. Sementara Pelatih SDN Pasar Baru 01, Muhammad Oryza Sativo mengatakan bahwa kemenangan anak asuhnya berkat daya juang tinggi dan kekompakkan tim. “Iya tadi sempat tertinggal di babak pertama, tapi babak kedua tim kami lebih kerja keras dan akhirnya bisa mengatasi jalannya pertandingan sampai meraih kemenangan untuk KU 10,” timpal Oryza. Pada laga KU 12 yang mempertemukan SDN Sukaresmi 06 kontra SDN Padurenan IV berlangsung sengit dari peluit pertanda dimulainya pertandingan. Kedua tim saling bermain ngotot untuk mencetak gol pertama. Pemain nomor 6 SDN Padurenan IV, Camelia Putri Arianti … Read more