PSSI Resmi Tunjuk John Herdman

John Herdman

PSSI resmi mengumumkan John Herdman sebagai pelatih baru Tim Nasional Indonesia, pada Sabtu, 3 Januari 2026, menandai dimulainya era baru sepak bola nasional. Herdman bukan sekadar pelatih, melainkan arsitek berpengalaman membawa team ke Piala Dunia. PSSI menyambut antusias kehadiran pelatih berusia 50 tahun tersebut. Ragam rekam jejak Herdman menjadi alasan utama penunjukan ini. Dia tercatat sebagai satu-satunya pelatih di dunia yang berhasil membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara lolos ke Piala Dunia FIFA. Bersama timnas putri Kanada, Herdman tampil di Piala Dunia 2007 dan 2011, serta mencetak sejarah dengan meraih dua medali perunggu Olimpiade secara beruntun pada 2012 dan 2016. Sementara itu, di sektor putra, Herdman sukses mengantar Kanada ke Piala Dunia Qatar 2022, momen sejarah setelah 36 tahun, sekaligus melesatkan peringkat FIFA Kanada saat itu dari posisi 77 ke 33 dunia. Pada tahun 2026, Herdman dan Timnas Indonesia telah menanti agenda padat. Timnas Senior akan tampil di FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada FIFA Match Day 23–31 Maret 2026, dilanjutkan agenda FIFA Match Day pada Juni, September, Oktober, dan November, serta Piala AFF 2026 yang dijadwalkan berlangsung mulai 25 Juli 2026.

Piala AFF Futsal U-19 2025: Indonesia Raih Runner Up

Tim Nasional Futsal U19 Indonesia

Tim Nasional Futsal U19 Indonesia mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih posisi runner up pada ajang ASEAN U19 Boy’s Futsal Championship 2025 yang diselenggarakan di Nonthaburi, Thailand. Pencapaian ini menjadi bukti nyata perkembangan positif futsal usia muda Indonesia di tingkat regional. Skuad Garuda Muda yang diasuh oleh pelatih kepala Naim Hamid Salim berhasil melangkah hingga babak final turnamen setelah melalui pertandingan-pertandingan ketat di fase grup dan knockout. Perjalanan tim Indonesia di turnamen ini menunjukkan peningkatan kualitas permainan dan mental bertanding para pemain muda. Laga Final yang ketat pada pertandingan final yang digelar di Nonthaburi, Thailand, Tim Nasional Futsal U19 Indonesia harus mengakui keunggulan tuan rumah Thailand dengan skor akhir 1-3. Meskipun kalah, penampilan skuad Indonesia mendapat apresiasi tinggi atas perjuangan dan permainan yang ditampilkan sepanjang turnamen. Laga final berlangsung dengan intensitas tinggi di mana kedua tim saling menyerang untuk meraih gelar juara. Tim Indonesia sempat mencetak satu gol balasan, namun Thailand yang bermain di hadapan pendukung sendiri mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir. Pencapaian posisi runner up tidak terlepas dari performa konsisten yang ditunjukkan Tim Nasional Futsal U19 Indonesia sejak fase grup hingga semifinal. Para pemain muda Indonesia menampilkan permainan solid dengan kombinasi taktik yang matang dan semangat juang tinggi di setiap pertandingan. Naim Hamid Salim sebagai pelatih kepala berhasil memaksimalkan potensi para pemain dan menerapkan strategi yang efektif dalam menghadapi berbagai lawan di turnamen ini. Pengalaman bertanding di level regional menjadi pembelajaran berharga bagi perkembangan para pemain muda Indonesia. Prestasi yang membanggakan Meraih posisi runner up dalam ASEAN U19 Boy’s Futsal Championship 2025 merupakan prestasi yang patut dibanggakan. Turnamen tingkat regional ini mempertemukan tim-tim terbaik futsal usia muda dari negara-negara Asia Tenggara, sehingga kompetisinya sangat ketat dan berkualitas tinggi. Pencapaian ini menunjukkan bahwa program pembinaan usia muda futsal Indonesia mulai membuahkan hasil positif. Para pemain U19 yang tampil di turnamen ini diharapkan dapat menjadi bibit-bibit unggul untuk memperkuat Tim Nasional Futsal Indonesia di masa mendatang. Kekalahan di partai final menjadi pelajaran berharga bagi Tim Nasional Futsal U19 Indonesia. Thailand yang tampil sebagai juara menunjukkan kematangan bermain dan konsistensi yang perlu terus dipelajari dan ditingkatkan oleh skuad Indonesia. Pengalaman bertanding di turnamen internasional dan menghadapi tekanan di partai final akan menjadi bekal penting bagi para pemain muda Indonesia dalam mengembangkan karier futsal mereka ke depan. Apresiasi dan Dukungan Head Coach Timnas U19 Indonesia, Naim Hamid Salim memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pemain dan staf pelatih yang telah berjuang maksimal di ASEAN U19 Boy’s Futsal Championship 2025. “Secara permainan, kita masih dapat mengimbangi Tim Nasional Thailand. Buat saya Tim Nasional Indonesia masih dalam proses, mereka masih harus belajar lagi. Tapi, sejauh ini perjuangan yang luar biasa. Kami sangat mengapresiasi perjuangan pemain dalam laga kali ini, mereka sudah melakukan apa yang harus dilakukan. Pesan saya buat para pemain, jaga kondisi, tetap latihan terus. Jaga performa kalian untuk terus berkembang!” pungkasnya. Pencapaian Tim Nasional Futsal U19 Indonesia di turnamen ASEAN ini memberikan optimisme terhadap masa depan futsal Indonesia. Para pemain muda yang telah merasakan pengalaman bertanding di level internasional diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi tulang punggung Tim Nasional senior di masa mendatang.

Piala AFF Futsal U16: Indonesia Juara!

Tim Nasional Futsal Putra U-16 Indonesia

Tim Nasional Futsal Putra U-16 Indonesia berhasil mengukir sejarah manis dengan menjuarai ASEAN U16 Boys’ Futsal Championship 2025. Dalam laga final yang berlangsung sengit di Nonthaburi Hall, Bangkok, Pasukan Garuda Muda sukses menundukkan tuan rumah Thailand dengan skor tipis 4-3. ​Pertandingan yang dipimpin oleh wasit Janah Nurul Atikah (Malaysia) ini berlangsung dengan intensitas tinggi sejak peluit awal dibunyikan. Disaksikan oleh hampir 1.000 penonton, Indonesia menunjukkan mental juara meski sempat tertinggal cepat di menit awal. Aksi Balas Berbalas Gol ​Laga baru berjalan satu menit, Thailand langsung mengejutkan pertahanan Indonesia lewat gol cepat Phuwipadawat Thanawat. Namun, Indonesia merespons dengan tenang. Tiga menit berselang, tepatnya di menit ke-4, Hetson Messi Hamonangan Sirait berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. ​Jual beli serangan terus terjadi. Thailand kembali unggul di menit ke-17 melalui Petchtiam Boonyarit. Namun, semangat pantang menyerah ditunjukkan anak asuh pelatih Reka Cahya Punthoadi. Tepat di penghujung babak pertama (menit ke-20), Muhammad Faisal Gumilang mencetak gol penyeimbang krusial yang menutup paruh pertama dengan skor imbang 2-2. Kunci Kemenangan Garuda ​Memasuki babak kedua, Indonesia tampil lebih agresif. Momentum kemenangan didapat ketika Muhamad Dafa Ramadan membalikkan keadaan menjadi 3-2 lewat golnya di menit ke-26. Hanya berselang dua menit, Muhammad Faisal Gumilang mencetak gol keduanya (brace) di menit ke-28, memperlebar jarak menjadi 4-2. ​Tertinggal dua gol, Thailand mencoba bangkit dan berhasil memperkecil ketertinggalan melalui Wangsilpakhun Punno di menit ke-34. Sisa waktu pertandingan berlangsung menegangkan dengan tingginya tensi permainan yang memaksa wasit mengeluarkan kartu di menit-menit akhir, termasuk untuk kapten Indonesia Akmal Nashrur Rizki dan pemain Thailand di menit ke-38. ​Hingga peluit panjang berbunyi, skor 4-3 untuk kemenangan Indonesia tidak berubah. Hasil ini memastikan Indonesia membawa pulang trofi juara dari kandang lawan. Pelatih Kepala Timnas Futsal U16 Indonesia, Reka Cahya, menyatakan bahwa kunci kemenangan Indonesia berasal dari kerja keras berbagai elemen. “Kami selalu bersama, dalam keadaan apapun kami selalu bersama. Kami juga selalu disiplin, entah itu dalam pertandingan, penginapan, dimanapun. Karena ini semua kerja keras dari semua elemen. Federasi, Staff, dan Pemain. Menurut saya kunci kemenangan hari ini kami sama-sama saling mengingatkan, kerja keras, saling menguatkan dan bekerja sama. Serta do’a dari masyarakat Indonesia dan Keluarga,” ujarnya.

Piala AFF Futsal U-19 2025: Indonesia ke Final

M. Dafa Erlangga

Piala AFF Futsal U-19 2025: Indonesia ke Final Timnas Futsal Indonesia U-19 lolos ke final Piala AFF Futsal U-19 2025. Garuda Muda melaju usai menggasak Vietnam 7-3. Semifinal Piala AFF Futsal U-19 mempertemukan Indonesia vs Vietnam. Pertandingan digelar di Nonthaburi Hall, Sabtu (27/12/2025) sore WIB. Gol Indonesia dicetak oleh M. Dafa Erlangga (dua gol), Haekel Ayyasy (satu gol), Sulaiman Riski (satu gol), Reivan Revian (satu gol) dan menariknya, penjaga gawang Indonesia, Guntur Rochmatdani, turut mencatatkan namanya dipapan skor! Tak cuma satu, melainkan dua gol! Sementara Vietnam, hanya mampu membalas lewati gol bunuh diri Dafa, Vu Dai Hoc dan Quang Huy. Indonesia melangakah ke final dan akan menghadapi pemenang laga antara Thailand dan Malaysia yang baru akan bertanding pada Sabtu (27/12) malam. Pertandingan final sendiri akan berlangsung pada hari Senin, 29 Desember 2025 pukul 19.00 WIB.

Piala AFF Futsal U19: Gasak Malaysia, Indonesia Juara Grup B

Timnas Futsal Indonesia U19

Timnas Futsal Indonesia U19 memastikan diri melangkah ke babak semifinal Piala AFF Futsal U-19 2025 dengan catatan gemilang. Skuad Garuda Muda sukses menumbangkan rival abadi, Malaysia, dengan skor tipis 1-0 dalam laga pamungkas Grup B yang berlangsung di Nonthaburi Gymnasium, Thailand, Kamis (25/12/2025) sore WIB. Kemenangan ini tidak hanya membawa gengsi besar, tetapi juga mengukuhkan posisi Indonesia sebagai juara Grup B yang tak tergoyahkan. Performa impresif sepanjang fase grup ini menjadi modal kuat bagi Garuda Muda untuk membidik trofi juara di tanah Thailand. Lawan Indonesia di semifinal masih menunggu hasil Grup A. Persaingan memanas karena Vietnam dan Thailand sama-sama mengemas tiga poin setelah menang telak atas Brunei. Thailand menang 9-0 atas Brunei, sementara Vietnam menang 18-0 atas Brunei. Malam ini, laga penentu bakal digelar. Thailand vs Vietnam, Kamis (25/12/2025) pukul 20.00 WIB. Pemenang kemungkinan menjadi lawan Indonesia di semifinal. Jika imbang, selisih gol akan jadi penentu. Garuda Muda masih on track menuju final.

Piala AFF Futsal U16: Indonesia Hajar Brunei

Timnas Futsal U16 Indonesia

Timnas Futsal Indonesia U16 berhasil mengalahkan Brunei dengan skor telak 5-0 dalam laga Piala AFF U-16 2025 di Thailand, Kamis (25/12). Indonesia berhasil mendominasi permainan dan sudah memimpin 3-0 atas Brunei di babak pertama. Alfian Nurhayadi membuka keunggulan Indonesia di menit ketujuh. Setelah itu, Muhammad Faisal Gumilang mengubah kedudukan jadi 2-0 di menit ke-11. Gol dari Muhammad Al Fayyadh Rafarrel Haerul di menit ke-12 melengkapi keunggulan 3-0 Indonesia di babak pertama. Keberhasilan Indonesia unggul 3-0 tidak membuat mereka berpuas diri. Faisal dan kawan-kawan terus berusaha menekan pertahanan Brunei. Brunei sendiri kesulitan mengembangkan permainan. Tiap serangan yang coba mereka susun bisa terbaca dengan baik oleh pemain-pemain Indonesia. Indonesia akhirnya bisa menambah dua gol di babak kedua. Muhammad Ibnu Alan mencetak gol di menit ke-22 sedangkan Faisal menorehkan gol keduanyab di laga itu pada menit ke-25. Hasil ini jelas jadi catatan positif bagi Indonesia. Pasalnya di laga sebelumnya, Indonesia hanya bermain imbang 2-2 lawan Vietnam. Kemenangan di laga ini jadi modal bagus bagi Timnas Futsal Indonesia U16 untuk menghadapi laga lawan Thailand pada Sabtu (27/12). Duel tersebut bakal jadi duel krusial untuk perebutan posisi dua besar dan peluang lolos ke babak final perebutan gelar juara.

Jelang Akhir Tahun 2025, Ini Peringkat FIFA Indonesia

Tim nasional Indonesia U23

Ranking FIFA terbaru sudah dirilis. Indonesia menutup tahun 2025 di urutan 122, masih di bawah Malaysia, Vietnam, dan Thailand. Posisi Timnas Indonesia tidak mengalami perubahan per 22 Desember 2025. Indonesia ada di urutan ke-122 dengan 1144,73 poin. Indonesia sudah ada di posisi tersebut sejak Oktober 2025. PSSI, selaku federasi sepakbola Indonesia, tidak memanfaatkan agenda FIFA Matchday pada November lalu. Pertandingan terakhir Indonesia adalah melawan Arab Saudi dan Irak di Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026. Indonesia kalah dalam dua laga tersebut. Walaupun turun satu peringkat, Thailand menjadi negara di ASEAN yang punya posisi paling bagus setelah ada di tempat ke-96 dengan 1243.27. Vietnam naik tiga peringkat dengan duduk di posisi ke-107 setelah mengoleksi 1189,62 poin. Malaysia berada satu peringkat di atas Indonesia dengan 1145,89. Malaysia diketahui saat ini sedang dalam masalah karena pemalsuan dokumen naturalisasi. Posisi puncak ranking FIFA bulan ini masih ditempati Spanyol dengan 1877,18 poin. Argentina di urutan kedua dengan diikuti Prancis pada posisi ketiga. Sumber: detiksport

Piala AFF Futsal U19: Gebuk Myanmar, Indonesia ke Semifinal

Timnas Futsal Indonesia

Hasil Timnas Futsal Indonesia vs Myanmar di Grup B Piala AFF U19 2025 berakhir dengan skor 4-1 bagi kemenangan skuad Garuda, Rabu 24 Desember. Empat gol Daffa Erlangga, Reivan Revian, Andi Umayyah, dan Haekal Ayyasy di Nonthaburi Gymnasium, Thailand, membawa Indonesia lolos ke semifinal. Tiket semifinal pasti diraih Timnas Futsal U19 Indonesia dengan satu kemenangan dari Myanmar. Hasil ini membuat Indonesia mengoleksi 3 poin, mengungguli Myanmar dan Malaysia yang masing-masing baru memperoleh 1 poin. Hanya tersisa satu pertandingan yaitu antara Indonesia vs Malaysia pada hari Kamis 25 Desember pukul 14.00 WIB. Artinya, Indonesia tidak mungkin terlempar dari dua besar yang merupakan zona lolos ke semifinal. Lantas, bagaimana dengan jalannya pertandingan Timnas Futsal U19 Indonesia vs Myanmar? Timnas Futsal U19 Indonesia asuhan Naim Hamid berlaga dengan Guntur Rochmatdhani Pratikno sebagai penjaga gawang. Empat pemain lain di starting five adalah Muhammad Fatih Zidan, Ahmad Firdaus, Andi Umayyah Ramadhan, dan kapten Reivan Revian. Sementara itu Myanmar hanya melakukan satu perubahan dibandingkan saat bermain imbang 3-3 melawan Malaysia kemarin. Pelatih Soe Moe Kyaw kini memainkan kiper Zwe Lu Htut menggantikan Aung Htoo Khant. Empat pemain lainnya adalah Hae Mar Htay, Kaung Htet Naing, Nyi Nyi Zaw, dan kapten Lin Thuya Hein. Jalannya pertandingan babak pertama cukup ketat antara kedua tim. Tapi kebuntuan pecah di menit 6 saat tembakan jarak jauh Muhammad Daffa Erlangga membuat gawang Myanmar bobol. Setelah gol itu permainan menjadi lebih cair dan kedua tim saling berbalas serangan. Menit 7 ada sepakan Muhammad Fatih Zidan dan dibalas tembakan Kyaw Zaw Thein yang ditepis Guntur. Dua peluang lantas diperoleh Timnas U19 melalui Andika Ferdiansyah dan Haekal Ayyasy Caserio walau masih melebar. Peluang emas didapatkan Hae Mar Htay di menit 12 namun belum berbuah gol. Guntur kemudian menjadi sangat sibuk saat ia mematahkan dua peluang beruntun Myanmar di menit 15. Salah satunya dari tembakan jarak dekat Khin Zaw Hein. Dua peluang Myanmar berikutnya juga bisa dibendung Guntur. Masing-masing dari Ye Yint Shwe Paul di menit 16 dan Aung Khant Zaw di menit 18. Myanmar lantas menutup babak pertama melalui dua peluang Lin Thuya Hein yang melebar dari gawang Timnas U19. Ketika babak kedua belum lama berlangsung, Revian mencetak gol apik bagi Indonesia. Aksi individu dari sisi flank saat melewati satu pemain Myanmar diakhiri dengan sepakan keras kaki kiri dari sudut sempit. Skor pun berubah menjadi 2-0 bagi Indonesia. Tidak lama kemudian Indonesia nyaris saja mencetak gol ketiga. Bisa merebut bola dari lawan, Muhammad Akran mendapatkan peluang bagus saat berhadapan satu lawan satu dengan kiper lawan. Sayang, sepakan Akran masih bisa ditepis Lu Htut. Skor akhirnya berubah menjadi 3-0 di menit 26 melalui tendangan bebas Andi Umayyah Ramadhan. Sebelumnya, Indonesia mendapatkan tendangan bebas di depan kotak penalti saat Robby ditekel oleh Khin Zaw Hein. Sayangnya dua menit kemudian gawang Guntur bobol. Gol Myanmar bermula saat Haekal kehilangan bola karena dicuri oleh Hae Mar Htay. Dengan tenang ia lantas melewati satu pemain Indonesia dan menaklukkan Guntur dalam posisi satu lawan satu. Setelah itu kedua tim mendapatkan banyak peluang untuk mencetak gol. Myanmar sendiri baru memainkan skema power play di tiga menit terakhir namun tidak berbuah hasil. Justru, Indonesia yang mencetak gol keempat melalui Haekal ketika laga tersisa 20 detik. Gol tercipta ketika sapuan bola pemain Myanmar justru mengenai Haekal dan langsung masuk ke gawang Myanmar. Tidak ada lagi gol yang tercipta hingga wasit Xayavongsy Khampasong asal Laos meniup peluit akhir pertandingan. Bagi Indonesia, pertandingan melawan Malaysia besok akan menentukan apakah mereka lolos sebagai juara atau runner-up Grup B. Myanmar sendiri kini tinggal berharap hasil laga lain untuk bisa lolos. Jika ingin lolos, Myanmar akan berharap Indonesia bisa mengalahkan Malaysia dengan minimal selisih empat gol. Rekap Pertandingan Timnas Futsal U19 Indonesia vs Myanmar Indonesia vs Myanmar 4-1 (Muhammad Daffa Erlangga 6′, Reivan Revian 21′, Andi Umayyah Ramadhan 26′, Haekal Ayyasy Caserio 40′ / Hae Mar Htay 28′) Daftar Pemain Timnas Futsal U19 Indonesia: Guntur Rochmatdhani Pratikno (Kiper) Muhammad Fatih Zidan (Anchor) Ahmad Firdaus (Anchor) Muhammad Sofian Attasauri (Kiper) Muhammad Farhan (Anchor) Andika Ferdiansyah (Flank) Sulaiman Riski Hidayat (Flank) Andi Umayyah Ramadhan (Flank) Muhammad Robby Faturrahman (Pivot) Haekal Ayyasy Caserio (Flank) Samuel Patrice Evra Aibesa (Flank) Muhammad Daffa Erlangga (Anchor) Reivan Revian (Flank) Muhammad Akran (Pivot) Pelatih: Naim Hamid Daftar Pemain Timnas Futsal U19 Myanmar: Aung Htoo Khant Zwe Lu Htut Hae Mar Htay Gwar Dee Kyaw Min Khant Lin Thuya Hein Kaung Htet Naing Ye Yint Shwe Paul Aung Chan Myae Aung Khant Zaw Nyi Nyi Zaw Kyaw Zaw Thein Myo Jet Khin Zaw Hein Pelatih: Soe Moe Kyaw

Seleksi Timnas U20, Nova Arianto Fokus Cari Talenta Baru

Nova Arianto

Pelatih Timnas U20 Indonesia, Nova Arianto, mulai mematangkan kerangka tim dengan membuka seleksi pemain melalui pemusatan latihan (TC) dalam dua gelombang. Agenda ini menjadi langkah awal pembentukan skuad menuju kompetisi internasional, sekaligus kesempatan awal bagi Nova menilai potensi generasi baru di kelompok usia muda. “Untuk seleksi tim masuk Timnas U20 kali ini, sekali lagi fokus kami adalah bagaimana kami mencari talenta-talenta baru, terutama pemain kelahiran 2007. Karena saya juga sangat baru di Timnas U20, pastinya saya belum mengenal secara menyeluruh pemain-pemain dengan kelahiran 2007,” kata Nova Arianto. Seleksi yang diikuti total 46 pemain ini berlangsung di Lapangan Garudayaksa Football Academy, Kabupaten Bekasi, mulai tanggal 2 hingga 10 Desember 2025. Seleksi tahap pertama digelar pada 2-5 Desember, sementara tahap kedua dijadwalkan pada 7-10 Desember 2025. Dalam proses ini, Nova ingin melihat lebih dari sekadar kekuatan fisik atau kemampuan teknik semata. “TC kali ini fokus kami adalah melihat talenta-talenta baru dari pemain kelahiran 2007 sehingga ke depannya kita bisa benar-benar mendapatkan pemain yang secara kualitas bukan hanya tentang fisik, teknik ataupun taktik, tapi bagaimana mereka bisa bermain secara gameplay yang akan kita rencanakan,” ungkapnya. Lebih lanjut, Nova menegaskan penilaian tidak berdasarkan latar belakang klub atau asal pemain. “Sekali lagi saya tidak pernah melihat secara background, tetapi saya sampaikan kepada pemain adalah bagaimana saya mencari pemain-pemain yang bisa bermain secara gameplay, secara filosofi yang akan kami buat, sehingga pemain bisa memahami dan bisa menunjukkan yang terbaik,” ujar eks pelatih Timnas U17 tersebut. “Siapapun pemain yang masuk pastinya adalah pemain-pemain yang bisa sesuai dengan yang kami inginkan, termasuk dari standar-standar yang kita berikan, dan harapannya pemain bisa tampil maksimal selama TC kali ini,” tambahnya. Dalam rencana jangka menengah, Nova menjelaskan persiapan tidak hanya terfokus pada seleksi. Ia bersama Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers, telah menyiapkan 11 pertandingan uji coba sebagai bagian dari persiapan menuju kualifikasi Piala Asia U20 2027 mendatang. “Kami sudah berkomunikasi dengan Direktur Teknik, Coach Alex, bagaimana mempersiapkan ada 11 kali uji coba sebelum kita sampai di kualifikasi Piala Asia, termasuk di Piala AFF yang menjadi bagian dari uji coba kami menuju ke kualifikasi,” kata Nova. “Untuk selanjutnya, TC kami rencanakan ada di bulan Januari atau mungkin di bulan Maret, karena itu sesuai dengan roadmap yang kita berikan kepada PSSI. Dan saya harapkan semuanya bisa berjalan baik sehingga kita bisa lebih mempersiapkan tim ini dengan sangat baik menuju ke kualifikasi Piala Asia U20 nanti,” tutupnya.

SEA Games 2025: Timnas U22 Kalah di Laga Perdana

Timnas Putra Indonesia U22

Timnas Putra Indonesia U22 harus mengawali perjalanan di cabang olahraga sepak bola putra SEA Games 2025 dengan hasil kurang memuaskan. Menghadapi Filipina pada laga perdana Grup C, Senin 8 Desember 2025 di 700th Anniversary Stadium, Chiang Mai, Garuda Muda takluk 0-1 melalui gol tunggal yang tercipta pada penghujung babak pertama. Sejak peluit awal, Indonesia tampil agresif dengan tempo cepat serta tekanan tinggi. Dalam 10 menit pertama, serangan bergelombang yang dibangun melalui kombinasi umpan pendek dan pergerakan antarlini membuat Filipina lebih banyak bertahan. Namun rapatnya blok pertahanan lawan membuat beberapa peluang Indonesia belum menemui target. Menit 21, peluang terbaik tercipta lewat skema bola mati. Tendangan bebas Dony Tri Pamungkas mengarah ke sudut gawang, namun kiper Filipina, N. Guimaraes, masih sigap menepis. Filipina pun mulai meningkatkan intensitas serangan balasan. Beberapa kali bola direct mereka menguji pertahanan Indonesia, namun aksi sigap Cahya Supriadi sukses mengamankan situasi. Menit 28, Garuda Muda kembali mengancam. Muhammad Ferarri melepaskan tembakan jarak jauh keras dan terukur, tetapi Guimaraes kembali menjadi pembeda melalui penyelamatan gemilangnya. Tujuh menit berselang, giliran Rivaldo Pakpahan melepaskan sepakan kaki kanan, namun bola masih melebar tipis di sisi kiri gawang lawan. Petaka hadir pada momen krusial. Di menit 45+1, lemparan ke dalam Filipina yang dilepaskan Gabriel Guimaraes memantul di area kotak penalti. Otu Banatao bergerak cepat dan mencocor bola melewati jangkauan Cahya Supriadi. Gol tersebut menutup babak pertama dengan skor 0-1 untuk Filipina. Memasuki paruh kedua, Indonesia langsung meningkatkan intensitas. Pelatih Indra Sjafri melakukan beberapa perubahan strategi dengan memasukkan Frengky Missa, Robi Darwis, Toni Firmansyah dan Rahmat Arjuna untuk menambah tenaga dan variasi serangan. Menit 68, peluang emas kembali tercipta. Berawal dari sepak pojok Dony Tri, bola liar di second ball langsung disambar Ivar Jenner. Namun sekali lagi Guimaraes tampil solid dan menangkap bola dengan sempurna. Memasuki menit 80, Filipina semakin memperdalam garis pertahanan, memaksa Indonesia bermain sabar mengalirkan bola dari sisi ke sisi. Beberapa kombinasi penetrasi sayap maupun tembakan dari luar kotak penalti belum berhasil menembus tembok rapat lawan hingga peluit panjang berbunyi. Skor 0-1 bertahan hingga laga usai, dan Indonesia harus menunda perolehan poin perdana di turnamen ini. Kekalahan ini membuat pertandingan selanjutnya melawan Myanmar pada Jumat, 12 Desember 2025 menjadi laga penting untuk menjaga peluang lolos dari fase grup.

PSSI Berkolabrasi dengan KNVB Gelar Coaching Clinic untuk Pembinaan Pemain Muda

Coaching Clinic PSSI dan KNVB

PSSI melalui PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) bekerja sama dengan Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) menggelar Coaching Clinic yang didukung oleh Indomilk Susu Steril di ASIOP Stadium, Cempaka Putih, Jakarta pada 25-26 November 2025. Program ini merupakan bagian dari MoU PSSI dengan KNVB di tahun 2024 lalu. Selain itu sebagai upaya memperkaya pembinaan pelatih serta pemain muda Indonesia lewat pendekatan sepak bola modern dan edukasi teknik. Seusai dilakukan di Timika pada tanggal 20-22 November lalu, program ini untuk pertama kalinya di Jakarta. Dua instruktur berlisensi UEFA A dari KNVB, Bert Zuurman dan Andre Simmelink, mengajarkan filosofi sepak bola Belanda yang menekankan game-based learning, pengambilan keputusan, serta koneksi kuat antara latihan dan situasi pertandingan. Dengan total 100 peserta anak, kegiatan ini membuka ruang pembelajaran yang terstruktur, progresif, dan relevan dengan kebutuhan pembinaan usia muda saat ini. Bert Zuurman mengapresiasi penyelenggaraan coaching clinic ini, mulai dari fasilitas hingga semangat peserta. “Lapangannya bagus, bolanya oke, dan semua fasilitas bisa digunakan. Semua orang di akademi sangat membantu,” kata Bert Zuurman. Bert juga menekankan pentingnya menghadirkan lebih banyak pemain perempuan pada kegiatan mendatang. “Akan sangat baik jika jumlah peserta perempuan bisa bertambah. Itu penting untuk perkembangan sepak bola perempuan di Indonesia,” tambahnya. Sementara itu, salah satu peserta merasakan langsung manfaat dari materi yang diberikan. Dafa, penjaga gawang 13 tahun, mengakui banyak peningkatan dari sisi dasar permainan. “Basic bola seperti passing dan shooting banyak ditekankan. Tantangannya di pos empat lawan empat, kami belajar transisi positif-negatif, shooting, passing, dan komunikasi,” kata Dafa. Lebih lanjut, Andre Simmelink juga menegaskan bahwa materi yang diberikan sengaja dirancang agar selalu berhubungan dengan permainan nyata. “Anda belajar sepak bola dengan bermain sepak bola. Latihan harus selalu terkait pertandingan. Pemain hanya bisa menjadi lebih baik ketika mereka berada di lingkungan yang menuntut pengambilan keputusan seperti dalam permainan sesungguhnya,” jelasnya. Andre juga menilai pentingnya kesinambungan dalam pendidikan pelatih. “Untuk berkembang, pelatih harus terus mempraktikkan apa yang dipelajari. Kursus lanjutan diperlukan untuk melanjutkan proses yang sudah dimulai ini.” Melalui kolaborasi antara PSSI, KNVB, Indomilk Susu Steril, coaching clinic ini menjadi ruang pembelajaran yang diharapkan membawa dampak positif bagi pesepak bola muda dan pelatih di Indonesia.

Inilah 23 Pemain untuk SEA Games 2025

Pemain Timnas U23

Pelatih Indra Sjafri menetapkan 23 pemain untuk berlaga di SEA Games 2025. Penetapan 23 pemain ini dilakukan pada hari ini dan pada Jumat (28/22) besok, Garuda Muda terbang ke Thailand. Komposisi 23 pemain terdiri dari klub-klub Super League dan diaspora yang berkompetisi di Eropa. “Alhamdulillah proses pemusatan latihan di Jakarta sudah selesai dan kami sudah memilih 23 pemain sesuai regulasi SEA Games 2025. Dari 23 pemain tersebut, empat di antaranya bermain di luar negeri yakni Marselino Ferdinan, Ivar Jenner, Mauro Zijlstra, dan Dion Markx,” kata Indra Sjafri. Indra Sjafri menambahkan dirinya memulangkan delapan pemain ke klub karena batas maksimal 23 orang yang boleh sesuai regulasi. “Keputusan ini diambil setelah evaluasi matang berdasarkan data-data yang ada selama pemusatan latihan bulan Oktober dan November serta pengamatan pemain saat bermain di Super League yang dilakukan bersama staf pelatih dan team performance,” tambahnya. Pada ajang SEA Games 2025, Indonesia berada di grup C bersama Filipina, Singapura dan Myanmar. Indonesia direncanakan memulai laga perdana melawan Singapura tanggal 5 Desember mendatang. “Dalam kesempatan ini kami ucapkan terima kasih untuk PSSI yang berupaya memastikan pemain abroad yang bisa ikut serta ke SEA Games 2025 ini walaupun bukan Kalender FIFA. Terima kasih juga untuk I.League dan klub-klub yang sudah membantu dalam pembentukan skuad Timnas SEA Games 2025 sampai penetapan sebanyak 23 pemain ini,” tukas Indra Sjafri. Sebelum mengikuti SEA Games 2025, Garuda Muda melakoni laga uji coba internasional dengan melawan India dan Mali yang masing-masing bermain dua kali di Stadion Madya, Jakarta dan Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor. Daftar 23 pemain Indonesia untuk SEA Games 2025 Thailand: Kiper Cahya Supriadi – PSIM Yogyakarta Daffa Fasya – Borneo FC Muhammad Ardiansyah – PSM Makassar Bek Dony Tri Pamungkas – Persija Jakarta Frenkgy Missa – Bhayangkara Presisi Dion Markx – TOP OSS Kadek Arel – Bali United Kakang Rudianto – Persib Bandung Muhammad Ferrari – Bhayangkara Presisi Robi Darwis – Persib Bandung Raka Cahyana – PSIM Yogyakarta Gelandang Ananda Raehan – PSM Makassar Rayhan Hannan – Persija Jakarta Rivaldo Pakpahan – Borneo FC Toni Firmansyah – Persebaya Surabaya Zanadin Fariz – Persis Solo Ivar Jenner – FC Utrecht Penyerang Hokky Caraka – Persita Tangerang Rafael Struick – Dewa United Jens Raven – Bali United Rahmat Arjuna – Bali United Marselino Ferdinan – AS Trencin Mauro Zijlstra – FC Volendam

Daftar Lengkap Penghargaan Piala Dunia U17

Pemain Terbaik Piala Dunia U17 2025

Portugal memenangkan Piala Dunia U17 usai mengalahkan Austria di babak final, Kamis (27/11) waktu setempat. Portugal menang tipis 1-0 lewat gol Anisio Cabral di menit ke-32. Kemenangan tersebut membuat Portugal untuk kali pertama jadi juara Piala Dunia U17. Sukses itu juga diiringi oleh keberhasilan pemain-pemain mereka memenangkan penghargaan individu. Gelandang serang mereka, Mateus Mide berhasil terpilih sebagai pemain terbaik. Mide jadi otak permainan dan serangan Portugal di Piala Dunia U17 ini. Selain Mide, pemain lainnya yang juga mendapatkan penghargaan individu adalah Romario Cunha. Cunha merebut sarung tangan emas pertanda jadi kiper terbaik di turnamen ini. Dalam perjalanan merebut gelar juara, Cunha hanya kebobolan empat gol. Menariknya, sejak babak 16 besar Cunha tidak pernah lagi merasakan memungut bola dari dalam gawang. Anisio Cabral yang mencetak gol di babak final meraih sepatu perak. Hal itu pertanda ia ada di posisi kedua dalam urusan gol terbanyak. Posisi pertama alias perebut sepatu emas adalah Johannes Moser. Bomber Austria itu mencetak delapan gol, unggul satu gol atas Cabral. Selain merebut sepatu emas, Moser juga meraih gelar silver ball alias bola perak. Ia ada di bawah Mide yang jadi pemenang. Sementara itu posisi pemain terbaik ketiga alias Bronze Ball ditempati oleh Mauro Furtado yang juga berasal dari Portugal. Daftar Lengkap Penghargaan Piala Dunia U17 2025 Pemain Terbaik Golden Ball: Mateus Mide (Portugal) Silver Ball: Johannes Moser (Austria) Bronze Ball: Mauro Furtado (Portugal) Top Skorer Golden Boot: Johannes Moser (Austria) – 8 Gol Silver Boot: Anisio Cabral (Portugal) – 7 Gol Bronze Boot: Dell (Brazil) – 5 Gol Kiper Terbaik Golden Glove: Romario Cunha (Portugal) FIFA Fair Play Trophy Republik Ceko

5 Fakta Menarik Usai Portugal Juara Piala Dunia U17 2025

Anisio Cabral

Portugal berhasil menjadi juara Piala Dunia U17 2025. Berikut fakta menarik di balik sukses tersebut. Portugal mampu menjadi juara setelah mengalahkan Austria dengan skor tipis 1-0. Anisio Cabral jadi pencetak gol tunggal kemenangan Portugal di laga tersebut. Berikut fakta menarik di balik keberhasilan Portugal juara Piala Dunia U17 2025: 1. Portugal untuk pertama kalinya berhasil jadi juara Piala Dunia U17 di edisi 2025. Sebelumnya, pencapaian terbaik Portugal di Piala Dunia kategori ini adalah peringkat ketiga pada 1989. 2. Portugal mengawinkan gelar Piala Dunia -17 dengan Piala Eropa U17. Sukses ini jadi salah satu gambaran sukses regenerasi Portugal. 3. Anisio Cabral finis di posisi kedua daftar top skor dengan catatan tujuh gol. Ia hanya kalah dari Johannes Moser asal Austria. Sedangkan Mateus Mide jadi pemain terbaik serta Romario Cunha jadi kiper terbaik. 4. Portugal tidak pernah kebobolan dari babak 16 besar hingga laga final. Secara total, Portugal hanya kebobolan empat gol di Piala Dunia U17 2025. 5. Satu-satunya tim yang mengalahkan Portugal di Piala Dunia U17 2025 adalah Jepang. Jepang menang 2-1 atas Portugal dan kemudian Jepang sendiri kalah dari Austria di babak perempat final.

Taklukkan Austria, Portugal Juara Piala Dunia U17

Timnas Portugal U17

Portugal menjuarai Piala Dunia U17 2025 setelah menaklukkan Austria 1-0 di Stadion Internasional Khalifa, Doha, Kamis (27/11/2025) malam. Gol kemenangan ditorehkan Anisio Cabral pada menit 32 setelah menerima umpan tarik Duarte Cunha. Gelar ini menjadi trofi pertama Portugal pada ajang Piala Dunia U17 sepanjang sejarah penyelenggaraannya. Raihan tersebut melampaui pencapaian terbaik sebelumnya yang hanya peringkat ketiga pada edisi 1989. Sedangkan Austria mencatat sejarah baru dengan menempati posisi kedua pada turnamen tahun ini. Prestasi tersebut menjadi peningkatan signifikan setelah sebelumnya hanya mampu lolos fase grup. Italia mengunci peringkat ketiga usai menang adu penalti 4-2 atas Brasil pada perebutan tempat ketiga. Kedua tim bermain imbang 0-0 selama waktu normal sehingga laga ditentukan lewat penalti. Portugal tampil agresif sejak awal laga melalui ancaman tendangan Duarte Cunha pada menit ketiga. Austria membalas lewat peluang Hasan Deshishku dan Johannes Moser, namun keduanya gagal menjadi gol. Memasuki babak kedua, Austria berusaha menyamakan kedudukan lewat tendangan bebas Deshishku pada menit 48. Kiper Portugal Romario melakukan penyelamatan penting untuk menjaga keunggulan timnya. Peluang terbaik Austria lahir dari sundulan Ifeanyi Ndukwe pada menit 81 tetapi kembali digagalkan Romario. Hingga peluit akhir berbunyi, Portugal mempertahankan skor 1-0 dan memastikan gelar juara.

Jadwal Timnas Indonesia U23 di SEA Games 2025

Timnas Indonesia U23

SEA Games 2025 akan berlangsung di Thailand pada 9-20 Desember 2025. Cabor sepakbola akan start lebih dulu. Berikut schedule beraksi Timnas Indonesia U23. Indonesia ada di Grup C, bersaing dengan Singapura, Filipina, dan Myanmar. Laga-laga Grup C akan berlangsung di 700th Anniversary Stadium, Chiangmai, Thailand. Indonesia akan menjalani pertandingan pertama pada 5 Desember 2025, Singapura yang akan menjadi lawannya. Setelah itu, Indonesia berturut-turut akan melawan Filipina dan Myanmar. Menatap SEA Games kali ini, Indonesia menyandang status sebagai peraih emas di edisi sebelumnya. Dari tiga grup, masing-masing juara grup akan lolos langsung ke semifinal. Satu slot lain di semifinal akan diberikan kepada runner-up terbaik. Indonesia ditangani oleh Indra Sjafri di SEA Games 2025. Garuda Muda tengah mengupayakan pemain-pemain diaspora seperti Ivar Jenner, Justin Hubner, Mauro Zijlstra agar bisa memperkuat tim. Selain itu, Marselino Ferdinan juga tengah diusahakan bisa bermain di SEA Games 2025. Di SEA Games kali ini, Indonesia tak ditarget meraih emas oleh PSSI. Tim Merah-Putih hanya diberi beban medali perak. Jadwal SEA Games 2025 Cabor Sepakbola Putra Grup C 5 Desember 2025 Indonesia vs Singapura – 700th Anniversary Stadium, Chiangmai Myanmar vs Filipina – 700th Anniversary Stadium, Chiangmai 8 Desember 2025 Filipina vs Indonesia – 700th Anniversary Stadium, Chiangmai Singapura vs Myanmar – 700th Anniversary Stadium, Chiangmai 12 Desember 2025 Filipina vs Singapura – 700th Anniversary Stadium, Chiangmai Indonesia vs Myanmar – 700th Anniversary Stadium, Chiangmai Sumber: Detiksport

Daftar Pemenang MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 1 2025 – 2026

Upacara penyerahan penghargaan MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 1 2025 - 2026 KU 12 di Kingkong Soccer Arena, Minggu (23/11).

MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 1 2025 – 2026 melahirkan juara baru di KU 10 yakni SDN Cipinang Muara 19 Pagi dan di KU 12 ialah SDN Kunciran 4. SDN Cipinang Muara 19 Pagi mengukuhkan diri sebagai tim spesialis adu tendangan penalti setelah memenangi pertandingan semifinal dan final dengan proses identik.  Di semifinal Keyla Febriansyah dkk. susah payah mengalahkan perlawanan SDN Pinang 3 karena skor berakhir 2-2 di waktu normal. Mereka akhirnya memastikan lolos ke partai puncak lantaran menuai kemenangan 2-0 lewat drama adu penalti. Mendapat pengalaman memainkan di situasi tos-tosan rupanya menjadi modal besar buat mereka di laga final melawan SDN Cipayung 02.  Pada laga final, SDN Cipinang Muara 19 Pagi tampil cukup percaya diri sejak kick-off dan langsung bermain menekan. Namun, rapatnya permainan bertahan SDN Cipayung 02 membuat mereka kesulitan untuk mendapatkan peluang mencetak gol. Di sisi lain tim yang dikomandoi Gildas Syauqillah juga sesekali melakukan serangan balasan. Sulitnya menciptakan peluang dan mencetak gol membuat babak pertama berakhir imbang tanpa gol. Alotnya permainan berlanjut ke babak kedua dan kedua tim tidak bisa membuat banyak peluang mencetak gol. Salah satu peluang terbaik sempat diciptakan Keyla tepat satu menit sebelum babak kedua berakhir saat melakukan penetrasi dan berhasil mendapat ruang melepaskan tembakan keras, tetapi upaya tersebut masih mampu ditepis kiper SDN Cipayung 02, Nayla Inata Agustin. Skor imbang 0-0 membuat perebutan status juara harus ditentukan lewat adu tendangan penalti. Kepercayaan diri Keyla, Najwa Arvina Syarif, dan Arletha Marsya Ramadhania membuat ketiganya sukses mencetak gol dalam situasi sarat mentalitas itu. SDN Cipinang Muara 19 Pagi akhirnya keluar sebagai juara dengan menuai kemenangan 3-2 atas SDN Cipayung 02. “Bersyukur karena tadi di final saya dan teman-teman bisa bermain bagus walaupun lawan sulit dikalahkan. Senang banget akhirnya bisa menjadi juara dan semoga sekolah kami bisa mempertahankan di seri kedua nanti,” ucap Keyla Febriansyah yang terpilih sebagai Best Player KU 10 di MLSC Jakarta Seri 1 2025 – 2026. Sementara di sektor KU 12 juga menghadirkan juara baru, yakni SDN Kunciran 4 yang berhasil menaklukkan Sekolah Anak Indonesia di partai final. SDN yang berasal dan juga bersaing di MilkLife Soccer Challenge Tangerang tersebut akhirnya bisa merasakan gelar juara untuk pertama kalinya setelah menampilkan perjuangan hebat di Kingkong Soccer Arena, Minggu (23/11).  SDN Kunciran 4 memperlihatkan permainan impresif di awal pertandingan karena langsung membuka keunggulan 2-0 saat pertandingan baru berusia lima menit dan kedua gol tersebut diborong Syakila Nurajizah. Sekolah Anak Indonesia mampu bereaksi cepat dan menorehkan gol balasan pada menit ke-6 yang diciptakan Abepira Bagau. Selanjutnya, Uni Bagau mencetak gol kedua untuk Sekolah Anak Indonesia dan menjadikan babak pertama berakhir imbang 2-2. Pada paruh kedua kedua tim kembali menciptakan satu gol yang membuat pertandingan berakhir dengan skor 3-3 dan harus dilanjutkan adu tendangan penalti. Gol ketiga SDN Kunciran 4 disumbangkan Ashilah Athalla Gunawan dari situasi tendangan bebas, sedangkan gol balasan Sekolah Anak Indonesia lahir dari titik putih saat Kimelia Somau sukses mengemban tugasnya sebagai eksekutor. Penjaga gawang Shofie Salsabila tampil sebagai pahlawan kemenangan SDN Kunciran 4 dalam drama adu penalti karena menggagalkan tendangan Kimelia yang maju sebagai penendang ketiga Sekolah Anak Indonesia.  “Senang banget bisa jadi juara. Dari dulu sering sampai final tapi belum pernah juara satu, jadi kemenangan ini benar-benar berarti. Pertandingan final tadi susah banget, bales-balesan gol terus, tapi Alhamdulillah akhirnya bisa menang. Kemenangan ini aku persembahkan buat orangtua dan sekolah juga. Ke depan aku ingin terus meningkatkan permainan sendiri, semoga aku juga bisa bermain di MilkLife Soccer Challenge All-Star 2025 – 2026,” kata top scorer MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 1 2025 – 2026 di KU 12, Zilda Afna Syaqila.  Berikut daftar pemenang MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 1 2025 – 2026: Kategori Usia 10 Champion : SDN Cipinang Muara 19 Pagi Runner-up : SDN Cipayung 02 Semifinalis : SDN Pinang 3 dan SDN Cakung Barat 05  Top Scorer : Gildas Syauqillah – SDN Cipayung 02 (25 gol) Best Player : Keyla Febriansyah – SDN Cipinang Muara 19 Pagi   Best Goalkeeper : Kheila Salsabila Putri – SDN Cipinang Muara 19 Pagi Fairplay Team : SDN Cijantung 03 Kategori Usia 12 Champion : SDN Kunciran 4 Runner-up : Sekolah Anak Indonesia Semifinalis : SDN Sunter Agung 5 dan SDN Mampang 2  Top Scorer : Zilda Afna Syaqila – SDN Kunciran 4 (30 gol) Best Player : Andien Haifa Syakira – SDN Cinta Kasih Tzu Chi Best Goalkeeper : Efrati Janeeta Judit Bagau – Sekolah Anak Indonesia Fairplay Team : SDN Mangga Besar 11

Berjalan Sukses di 10 Kota, Seri 2 dan All-Stars Siap Dihelat

Pertandingan final KU 12 MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 1 2025 - 2026 antara SDN Kunciran 4 melawan Sekolah Anak Indonesia di Kingkong Soccer Arena, Minggu (23/11).

JAKARTA, 23 November 2025 – Jakarta menjadi kota penutup dari 10 kota penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Seri 1 2025 – 2026.  Sebagai kota terakhir, peserta di Jakarta merupakan terbanyak dari 9 kota lain, yakni mencapai 2.708. SDN Cipinang Muara 19 Pagi berhasil menjadi juara pada KU 10 usai mengalahkan SDN Cipayung 02 lewat drama adu penalti dengan skor 0 (3) – 0 (2). Sementara SDN Kunciran 4 sukses merebut titel kampiun KU 12 setelah menyudahi pertandingan sengit kontra Sekolah Anak Indonesia yang berakhir dengan skor 3 (3) – 3 (2) dan kembali ditentukan melalui adu penalti. Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono mengatakan, sepanjang MLSC Seri 1 2025 – 2026 tercatat 17.365 peserta berpartisipasi pada turnamen yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife tersebut. Ia menilai hal ini merupakan respon positif dari para pesepakbola putri belia yang semakin mencintai dan menggeluti olahraga sepak bola, sesuai dengan visi yang dituju oleh penyelenggara. “Antusiasme dari peserta semakin tinggi, terutama di Jakarta yang awal penyelenggaraan di tahun 2024 hanya 368 peserta sekarang sudah lebih dari 2.700. Hal ini menunjukkan bahwa konsistensi penyelenggaraan turnamen yang kami tunjukkan sudah meningkatkan kepercayaan publik terhadap kualitas MilkLife Soccer Challenge,” kata Teddy. Lebih lanjut, Teddy menuturkan bahwa dua kota baru MLSC 2025 – 2026 yaitu Bekasi dan Malang memang masih beradaptasi dari sisi kualitas, namun diyakini dalam waktu dekat akan mampu menyaingi kota-kota yang lebih dahulu bergabung. Pertumbuhan ini juga memperlihatkan bahwa sekolah-sekolah dan akademi sepak bola kini lebih serius mempersiapkan diri mengikuti turnamen yang digelar secara rutin, yang memberikan dampak positif bagi pembinaan usia dini di berbagai wilayah.  “Dengan event yang rutin dan kualitas penyelenggaraan yang terus dijaga, secara alami akan muncul bibit-bibit baru. Kami percaya nantinya banyak pemain muda di tim nasional Indonesia akan berasal dari MilkLife Soccer Challenge,” ujarnya. Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann mengatakan seiring terus bertambahnya jumlah peserta di setiap penyelenggaraan MLSC, terjadi fenomena yang menguntungkan sekaligus mempersulit tim talent scouting. Tidak sedikit sekolah dan tim-tim yang baru ikut serta di 10 kota mampu langsung bersaing dan memunculkan bakat-bakat potensial. Kondisi tersebut tidak lepas dari popularitas dan daya tarik MilkLife Soccer Challenge yang terus meningkat di masyarakat.   “Saya melihat sekolah-sekolah yang sudah berpartisipasi sebelumnya terus berusaha meningkatkan kualitas tim masing-masing dalam persaingan menjadi juara di MilkLife Soccer Challenge. Namun, tidak sedikit sekolah yang baru kali ini ikut serta juga di luar dugaan mampu bersaing. Di satu sisi situasi itu menguntungkan kami sebagai penyelenggara karena muncul banyak bakat-bakat yang bisa dikembangkan lebih jauh. Di sisi lain juga membuat kami harus ekstra hati-hati dalam menjaring talenta-talenta terbaik,” ujar Timo.  MLSC Seri 2 & All-Stars 2025 – 2026  Sukses diselenggarakan pada Seri 1, MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025 – 2026 siap bergulir mulai Januari 2026 yang kembali menarget ke 10 kota yakni Kudus, Semarang, Surabaya, Tangerang, Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Solo, Bekasi, dan Malang. Setelahnya para atlet terpilih akan mengikuti MilkLife Soccer Extra Training untuk berlatih secara intensif sebelum berlaga di MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2025 – 2026 pada Juni di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. Mereka akan mewakili kota masing-masing untuk memperebutkan podium juara. Senior Brand Executive MilkLife, Wisnu Renggo Pambudi mengatakan MilkLife kembali turut andil menyukseskan gelaran MLSC Seri 2 2025 – 2026 sebagai bentuk keberlanjutan visi perusahaan dalam mendukung gaya hidup sehat dan aktif bagi anak-anak Indonesia. Ia meyakini dengan semakin banyaknya siswi yang menggemari olahraga sepak bola, mampu menyehatkan generasi masa depan. Hal tersebut sejalan dengan visi MilkLife serta anjuran WHO untuk aktivitas fisik anak ialah satu jam setiap harinya.  “Kami bangga dengan semangat para siswi di 10 kota penyelenggaraan dan melihat sendiri bagaimana para siswi bermain penuh keceriaan serta keberanian. Itu adalah gambaran dari anak-anak yang sehat, aktif, dan percaya diri, nilai yang juga menjadi spirit MilkLife. Kami yakin pembinaan usia dini harus dilengkapi dengan nutrisi yang baik. Karena itu kami terus mendukung mereka agar semakin kuat, berani, dan siap menunjukkan kemampuan terbaik di lapangan,” ujar Wisnu. Teddy Tjahjono mengatakan, iklim positif yang terjadi di Seri 1 diharapkan juga berlanjut pada seri mendatang. Selain animo peserta yang dipertahankan, para atlet yang sudah memiliki kualitas teknik dasar di atas rata-rata dapat mengembangkan kemampuannya. Jadwal penyelenggaraan Seri 2 juga disesuaikan dengan kalender akademik, agar tidak mengganggu aktivitas siswi di sekolah. “Berkaca dari pengalaman MilkLife Soccer Challenge 2024, terjadi situasi di mana siswi-siswi yang sudah terpilih di kota masing-masing tapi ternyata tidak bisa ikut bermain di All-Star karena terkendala dengan kalender akademik. Faktor itu membuat kami melakukan penyesuaian jadwal penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 berjalan beriringan dengan kalender akademik dan masa libur Lebaran. Perubahan tersebut dimaksudkan agar partisipasi peserta dapat dimaksimalkan. Semua sudah kami perhitungkan termasuk persiapan All-Star di bulan Juni,” ujarnya. Timo Scheunemann, menyebut peta persaingan pada MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2025 – 2026 dipastikan semakin ketat. Kudus yang menjadi juara pada All-Stars periode sebelumnya terancam mempertahankan gelar. Hal tersebut karena semangat maupun daya juang dari setiap atlet di setiap kota begitu tinggi.  “Saya melihat peningkatan yang sangat terasa di aspek teknik dasar, pemahaman taktik, dan mental bertanding. Sehingga persaingan di All-Star nanti juga pasti akan lebih ketat karena setiap kota memiliki waktu persiapan yang cukup dan kualitas di setiap kota terus mengalami peningkatan sehingga peluang menjadi juara cenderung berimbang. Setiap kota membawa karakter permainan masing-masing, dan itulah yang membuat MLSC selalu menarik,” tuturnya. Di samping itu, terdapat perbedaan format pertandingan MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2025 – 2026, yakni yang sebelumnya 7 vs 7 kini menjadi 9 vs 9. “Dari mulai extra training sudah berlatih 9 vs 9 karena juga untuk dipersiapkan bertanding di Hydroplus Soccer League maupun Pertiwi Cup yang memang mengadopsi format itu jadi biar selaras,” imbuh Timo.  

Pelatih dan Atlet Usia Muda Dapat Pembekalan di Talent Development Scheme 2025

Talent Development Scheme 2025

PSSI menggelar Talent Development Scheme (TDS) pada 7-11 November 2025 di Jakarta. Program yang merupakan inisiatif FIFA ini dirancang untuk memperkuat kemampuan talent scouting pelatih Indonesia, sekaligus memberi pemahaman kepada para pemain muda tentang pentingnya memantau perkembangan performa sejak usia dini. Kegiatan ini terbagi menjadi dua bagian utama, yaitu Talent Scout Evaluation Programme – Piala Soeratin 2025 serta sesi pengembangan bagi pemain-pemain muda potensial dari berbagai klub dan sekolah sepak bola di Indonesia. Kartono Pramdhan, Kepala Departemen Coach Education PSSI, menegaskan bahwa program ini memperlihatkan kedekatan FIFA dengan federasi anggotanya. “Talent Development Scheme ini adalah program FIFA sebenarnya. Fokusnya bagaimana FIFA lebih dekat ke anggotanya, termasuk PSSI, untuk mengembangkan talent scouting. Sehingga pemain-pemain berbakat di seluruh Indonesia bisa ditemukan oleh para pelatih Indonesia,” ujarnya pada Jumat 7 November 2025. Sementara itu, M. Fahmi Hasan selaku Koordinator Tim Riset TDS PSSI menekankan pentingnya edukasi mengenai pemantauan pertumbuhan atlet usia muda. “Para pelatih dan para atlet diberi pemahaman bahwa sejak usia 13 tahun mereka perlu melakukan pengetesan secara rutin agar mengetahui perkembangan relatif mereka. Atlet pun harus memahami bahwa pengetesan sangat penting,” jelas Fahmi. Rendi Irwan Saputra, Asisten Pelatih Deltras FC U15, mengaku mendapatkan banyak wawasan berharga dari program ini. “Pengalaman yang saya dapat luar biasa. Kami bertukar pikiran dengan pelatih dari seluruh Indonesia, dari Aceh sampai Papua. Saya pulang membawa ilmu tentang teknik, taktik, mental, sampai penilaian performa harian pemain,” ujarnya. Pada TDS kali ini, peserta datang dari beragam daerah, klub, dan sekolah sepak bola, sehingga proses diskusi serta penyamaan standar talent scouting semakin kaya dan komprehensif. Daftar peserta untuk kategori pelatih: U13 Peter Sianjuon Sihombing, Pelatih Kepala, Terang Bangsa Budi Hariyanto, Pelatih Kiper, Persebaya Surabaya Rizky Habibilah, Asisten Pelatih, Persib Bandung Muslidar H. Ahmad, Analis, Alfarlaky FC Apridiawan, Pelatih Kepala, ASIOP Football Academy Yoga Nofril Nanda, Asisten Pelatih, SSB Sumbawa Muda Niko Ardiansah, Pelatih Kiper, Mataram Utama FC Izaac Johannis Wanggai, Pelatih Kepala, PS Freeport Indonesia Dwi Joko Priihatin, Manajer, PFA Surakarta M. Syafiq, Asisten Pelatih, PS Ogan Ilir Ahmad Syauqi Doreis, Pelatih Fisik, SSB Bimba Aiueo SS U15 Katon Cahyo Gumilang, Asisten Pelatih, PSDS Deli Serdang Rendi Irwan Saputra, Asisten Pelatih Kepala, Deltras FC Randi Barten Kansil, Asisten Pelatih, PS Freeport Indonesia Deris Herdiansyah, Pelatih Kepala, Persipan Pandeglang Mulya Saputra, Pelatih Kepala, Juang FC Iif Afriyandi, Pelatih Kepala, Persikota Tangerang U17 Julian Kusumah, Pelatih Kepala, Persija Jakarta M. Nurhadi El Hamid, Pelatih Kepala, Persika Karanganyar Fajar Subekti, Pelatih Kepala, PSS Sleman Andreas Johanes Kastanja, Pelatih Kepala, Persebaya Surabaya Muh Hasrul M, Manajer Klub, PS Bangau Putra Markus Mandowen, Sekretaris Tim, Doberay FC Manokwari Peserta TDS untuk kategori pemain: TIM A Avico Naufal Paramaditya – GK – Terang Bangsa Putra Ardiansyah – GK – Sumbawa Muda Nagata Akmal Fawwaz – CB – Mataram Utama FC Sakti Dwi Abhiseka – CB / LB – Terang Bangsa Davin Dwi Ardian – RB / CB – Persib Bandung Achmadi Ardian Naurafky – LB / LWF / CB – Persebaya Surabaya Muhammad Naufal Maulidan Saputra – DMF – Persebaya Surabaya Shefaro Wildan Muhammad – MF – Mataram Utama FC Keznie Al Rasyid Dewantara – MF – Persebaya Surabaya Kevin Ardiansyah – MF – Terang Bangsa Mahardico Abirza – MF – DY FC Batam Mochammad Ridho Susanto – RWF – Persebaya Surabaya Mahargia Ananta Putra – ST – Terang Bangsa Faissal Nuralifianto – LWF / RWF – Persib Bandung Satria Margo Wijaya – RWF – Terang Bangsa TIM B Dastan Alam – GK – Persib Bandung Iwank Bintang Asmara – GK – Mataram Utama FC Andika Dwi Pratama – CB – Terang Bangsa Chen Cen Herdiansyah – RB / RWF / CB / LWF / LB / ST – Persib Bandung Bangkit Maulana Ibrahim – RB – Terang Bangsa Rausyan Ocank Syam – LB / MF / DMF – Persib Bandung Syifaul Umam Nasution – DMF – Persebaya Surabaya Muhammad Dilham Putra Aryyan – MF / DMF – Persib Bandung Muhammad Rizky – MF – Sumbawa Muda Putu Suteja Rumana Kartika – DMF – Terang Bangsa Rafa Aqilah Maghribi Ryanto – RWF / MF – Persebaya Surabaya Bagas Hamzah Aditya – LWF / RWF – Terang Bangsa Bagas Tri Nugraha – ST – Mataram Utama FC Darrel Kennard Kalani Defianto – ST – Persebaya Surabaya

Nova Arianto Jadi Pelatih Timnas U20

Alexander Zwiers, Sumardji, Yunus Nusi, Nova Arianto

PSSI resmi menetapkan Nova Arianto sebagai pelatih Timnas U20 Indonesia. Hal ini diumumkan saat sesi jumpa media bersama anggota Exco sekaligus Ketua Badan Tim Nasional, Sumardji, Sekjen PSSI, Yunus Nusi, Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers. Nova Arianto sebelumnya melatih Timnas U17 dan sukses membawa Garuda Muda mengikuti Piala Dunia U17 2025 di Qatar. Pada momen tersebut, Indonesia mencetak sejarah dengan meraih kemenangan perdana di Piala Dunia U17 dengan mengalahkan Honduras 2-1. “Terima kasih PSSI atas kesempatan yang diberikan kepada saya. Ini sangat luar biasa bagi karier saya. Pastinya saya akan mencoba memberikan yang terbaik untuk Timnas U20,” kata Nova Arianto. “Karena di awal semenjak saya ditunjuk sebagai pelatih di Tim Nasional U17 di tahun 2024, tujuan saya adalah bagaimana pemain-pemain muda ini bisa tampil di Tim Nasional senior. Karena di situ menjadi poin pentingnya adalah bagaimana mereka bisa sampai di Tim Nasional,” tambahnya. Nova memastikan bahwa program jangka pendek dan jangka panjang akan dibahas bersama PSSI. Dalam waktu dekat, ia akan menyampaikan rencana persiapan menghadapi Kualifikasi Piala Asia U-20 pada September 2026 mendatang. “Dan setelah ini, pastinya kita akan membuat roadmap bagaimana persiapan kita karena di bulan September, Timnas U20 akan tampil di kualifikasi Asian Cup. Jadi kita akan menyampaikan roadmap kepada PSSI dan setelah disetujui, baru kita akan melanjutkan dengan sesuai program yang akan kita persiapkan,” jelas Nova Arianto. Sementara itu, Sumardji mengatakan bahwa keputusan PSSI memilih Nova Arianto berdasarkan rekomendasi dari Direktur Teknik, Alexander Zwiers. “Untuk timnas U20, sesuai dengan rekomendasi, sesuai dengan usulan dari Dirtek, Alexander [Zwiers], rekan-rekan Exco menyetujui bahwa pelatih timnas u20 putra ini akan kita berikan tugas dan tanggung jawab sepenuhnya ke Nova Arianto,” kata Sumardji. “Karena berkaitan dengan Timnas U20 Putra, ini boleh dikatakan 85 persen pemainnya adalah pemain Timnas U17 yang kemarin baru saja melaksanakan kegiatan Piala Dunia U17,” tambahnya.