John Herdman berharap menemukan pemain muda potensial di Liga 2

John Herdman

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman mengatakan tujuannya menonton pertandingan Liga 2 Indonesia atau Championship adalah berharap dapat menemukan pemain muda potensial. Hal ini dikatakan oleh Herdman setelah ia menonton secara langsung pertandingan Championship Grup A antara Garudayaksa menghadapi Persekat Tegal di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu. “Sangat penting untuk memahami apa yang ada di bawah divisi pertama (Super League) di sini. Penting untuk mengetahui pemain muda mana yang sedang muncul. Di level ini Anda bisa melihat banyak pemain yang jauh lebih muda. Pemain yang tengah berjuang untuk mendorong dirinya ke level selanjutnya,” kata Herdman. Laga itu dimenangkan oleh tuan rumah Garudayaksa dengan skor 2-1. Diawali oleh gol Alfin Kelilaw (24’), Garudayaksa memastikan kemenangannya pada menit-menit akhir melalui gol sundulan Adittia Gigis (89’), setelah tim tamu sebelumnya memaksa skor imbang sejak menit ke-78 berkat gol Hamdi Sula. Kemenangan ini membuat Garudayaksa menjaga puncak klasemen Grup A dengan 37 poin, selisih satu poin dengan Adhyaksa yang menempel di posisi kedua. Pertandingan antara Garudayaksa melawan Persekat adalah laga Liga 2 pertama yang disaksikan oleh Herdman setelah sebelumnya ia memantau beberapa laga Super League atau Liga 1. “Jadi, saya pikir di 10 tahun awal karier Anda penting untuk melihat segalanya. Setiap level di kompetisi dan untuk memahami strukturnya seperti apa, fasilitasnya seperti apa, intensitasnya seperti apa. Jadi, ini adalah pengalaman yang bagus,” kata pelatih asal Inggris tersebut. Sementara itu, pemain Garudayaksa Andik Vermansah mengaku kaget melihat kedatangan Herdman. Ia mengaku, tak mungkin pelatih timnas Indonesia itu sedang memantau aksinya, mengingat usianya sudah tak muda dan juga sangat lama tak masuk panggilan tim Garuda. “’Wah, lihat siapa ini? Tidak mungkin saya,” kata pemain 34 tahun itu. Lebih lanjut, ia berharap Herdman dapat menemukan pemain muda potensial dari timnya untuk ke depan membela tim nasional. Dalam hal ini, Andik menyebut nama salah satu pencetak gol kemenangan, Alfin Kelilauw. Menurutnya, pemain berusia 19 tahun yang musim ini sudah mengemas satu gol dan tiga assist itu layak dicoba untuk bermain di tim Garuda. “Saya berharap dari tim Garudayaksa, terus terang banyak pemain-pemain muda yang berbakat. Semoga bisa dicoba begitu. Seperti contohnya, maaf, Alfin Faiz Kelilauw sangat mempunyai prospek yang sangat bagus menurut saya. Insya Allah ingin saya Alfin bisa ke timnas suatu saat nanti,” kata Andik.

Juara baru warnai MilkLife Soccer Challenge Seri 2

MilkLife Soccer Challenge Seri 2

Sejumlah juara baru mewarnai gelaran MilkLife Soccer Challenge Jakarta dan Solo Seri 2 musim 2025-2026 yang berlangsung pada 10–15 Februari 2026. Di Jakarta, SDN Cilangkap 01 B merebut gelar kategori usia (KU) 10, sementara SDN Mampang 3 menjadi kampiun KU 12. Adapun di Solo, MIN 9 Sragen keluar sebagai juara KU 10 dan SD Kristen Manahan SKA mempertahankan gelar di KU 12. Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, mengatakan turnamen ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk membangun ekosistem sepak bola putri sejak usia sekolah dasar. “MilkLife dan Djarum Foundation memiliki komitmen jangka panjang untuk mendukung sepak bola putri Indonesia. MilkLife Soccer Challenge kini memasuki tahun ketiga dan secara kualitas terus menunjukkan perkembangan yang konsisten,” ujar Teddy dikutip dari keterangan tertulis. “Jenjang berikutnya adalah Hydroplus Soccer League. Dari hasil MilkLife Soccer Challenge maupun Hydroplus Soccer League, terlihat tren yang sangat positif,” lanjutnya. Ia menambahkan, peningkatan kualitas permainan dan jumlah peserta terlihat nyata pada seri Jakarta dan Solo musim ini. “Di seri Jakarta dan Solo terjadi peningkatan kualitas yang signifikan, begitu pula dari jumlah peserta yang terus bertambah. Ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepak bola putri di Indonesia, dan kami sangat gembira melihat tren yang terus meningkat ini,” tambahnya. MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 2 2025-2026 digelar di Lapangan Sepak Bola Kota Barat dan Lapangan Banyuanyar, Solo, Jawa Tengah, dengan melibatkan 1.618 siswi dari 90 sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah. Mereka terbagi dalam 64 tim KU 10 dan 85 tim KU 12. Pada final KU 10 Solo, MIN 9 Sragen menundukkan SDN 02 Malangjiwan dengan skor 3-0 melalui tiga gol Salsabilla Mustika Prasetyo yang membuka keunggulan pada menit keenam. Pada KU 12 Solo, SD Kristen Manahan SKA kembali mengamankan gelar juara setelah mengalahkan MIN 9 Sragen di partai final. Striker Ika Wonda mencetak enam dari tujuh gol timnya dalam laga tersebut. Sementara itu, MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 2 2025-2026 berlangsung di Kingkong Soccer Arena dan Lapangan Brigif 1, Jakarta Timur, dengan partisipasi 2.319 siswi dari berbagai sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah di Jakarta dan sekitarnya. Di final KU 10 Jakarta, SDN Cilangkap 01 B menang 3-2 atas SDN Pondok Kacang Timur 04. Gol cepat dicetak Lu’lu Faujiyah dan Aqilah Shafiya Azzahra pada menit pertama, ketiga, dan ke-20. Untuk KU 12 Jakarta, SDN Mampang 3 memastikan gelar juara setelah menang adu penalti 3-2 atas SDN Kebayoran Lama Selatan 19, menyusul skor imbang 1-1 pada waktu normal. Gol SDN Kebayoran Lama Selatan 19 dicetak Maura Jihan Athifa pada menit keenam, sedangkan penyama kedudukan SDN Mampang 3 lahir dari eksekusi penalti Celsin Jumei Darwati Hulu pada menit ke-18. Asisten Pelatih MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 2 2025-2026, Rici Vauzi, mengatakan seleksi pemain difokuskan pada teknik dasar, insting permainan, dan mental bertanding. Ia menyebut kehadiran juara baru di Jakarta menunjukkan persaingan yang semakin merata. “Hadirnya juara baru di Seri Jakarta membuat turnamen lebih seru, karena tim yang sebelumnya mendominasi kini tergantikan. Ini menjadi pemacu semangat bagi semua tim, bahwa siapa pun bisa meraih gelar selama menunjukkan kemampuan terbaiknya di lapangan,” tutupnya.

Uni Papua FC Gemakan Sepak Bola untuk Perdamaian ke Perbatasan Thailand-Myanmar

Uni Papua FC Kirim Tiga Pelatih, Tebar Semangat Football for Peace di Asia Tenggara.

Uni Papua FC terus memperluas pengaruh gerakan sosialnya ke level internasional. Berdiri sejak 2013 dengan fokus pembentukan karakter anak melalui sepak bola, organisasi ini konsisten mengusung kampanye “Football For Peace” sejak 2017 dan kini menjangkau komunitas lintas negara. Pada 13–15 Februari 2026, Uni Papua FC ambil bagian dalam Mae Sariang Friendship Tour yang digelar di Mae Sariang, wilayah perbatasan antara Thailand dan Myanmar. Dalam agenda tersebut, Uni Papua mengirim tiga pelatih utama mereka. Frans Gasper Paraibabo (lisensi AFC B) sebagai pelatih kepala, Willy Gultom (lisensi PSSI C), serta pelatih utama perempuan sekaligus Sekretaris Umum Uni Papua FC, ‘Bunda’ Hirma Sjarif, yang dikenal luas sebagai aktivis pembinaan usia dini dan pemulihan cedera atlet. CEO Uni Papua FC, Harry Widjaja, menjelaskan bahwa partisipasi ini merupakan undangan langsung dari Dr. Joe Manickam, Founder Arelti, NGO berbasis di Kansas, Amerika Serikat. Uni Papua FC diminta untuk memberikan pelatihan dan berbagi pengalaman kepada guru sekolah, pelatih sepak bola, murid sekolah dasar dan menengah, hingga komunitas sepak bola di wilayah perbatasan. “Komitmen Uni Papua FC pada gerakan Sepak Bola Perdamaian telah mendapatkan perhatian dari beberapa organisasi di dunia. Kami mengirimkan tiga pelatih terbaik untuk mengajarkan materi pelatihan tentang resolusi konflik, pengembangan komunitas, toleransi, dan pembentukan karakter dengan bermain sepak bola,” ujar Harry Widjaja. Inisiatif ini mengusung tema “One Game, One Community, One Shared Future”, yang menekankan pentingnya persatuan dan masa depan bersama melalui olahraga. Pembina Uni Papua FC, Dr. Abdurrahman M. Fachir, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah manifestasi nyata dari semangat persaudaraan dan kepedulian. “Kegiatan ini adalah wujud dari rasa persaudaraan dan kepedulian dari Uni Papua FC untuk turut menyemai benih damai untuk menciptakan perdamaian, kontribusi secara langsung dengan interaksi antar organisasi beberapa negara ini merupakan bagian penting dari ‘Sports Diplomacy’,” kata Dr. Abdurrahman M. Fachir. Sementara itu, Dr Joe Manickam mengapresiasi kontribusi Uni Papua FC dalam kegiatan tersebut. Ia menilai paparan dan pengalaman yang dibagikan sangat menginspirasi para pemimpin komunitas di Mae Sariang. Menurutnya, wilayah tersebut memiliki banyak pemain berbakat, namun minim akses pengembangan. Kehadiran Uni Papua FC dinilai membuka peluang dan harapan baru bagi pengembangan sepak bola sekaligus pembangunan karakter generasi muda di kawasan perbatasan.

Indonesia Masuk di Grup B Piala Asia U17 2026

Timnas Indonesia U17

Timnas Indonesia U17 akan menghadapi persaingan ketat pada Piala Asia U17 2026 setelah hasil drawing menempatkan Garuda Muda di Grup B bersama Jepang, Tiongkok, dan Qatar. Pengundian resmi itu dilakukan oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) bertempat di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Kamis 12 Februari 2026. Seperti diketahui, turnamen ini akan diikuti 16 tim yang terbagi ke dalam empat grup, dengan masing-masing grup berisi empat negara peserta dan dijadwalkan berlangsung di Arab Saudi pada 30 April hingga 17 Mei 2026 mendatang. Sebelumnya, Indonesia memastikan tempat di putaran final melalui jalur otomatis, bersama delapan negara lainnya, setelah keberhasilan melaju ke Piala Dunia U17 2025. Partisipasi ini sekaligus melanjutkan tren positif Timnas Indonesia U17 di level Asia. Pada edisi sebelumnya, I Putu Panji Apriawan dkk berhasil menembus babak perempat final Piala Asia U17 2025 dan mengamankan tiket ke Piala Dunia U17 2025 Qatar. Dengan komposisi grup yang kompetitif, Timnas Indonesia U17 diharapkan mampu memaksimalkan persiapan guna menampilkan performa terbaik di ajang kontinental tersebut. Berikut Hasil Drawing Piala Asia U17 2026: Grup A Arab Saudi Tajikistan Thailand Myanmar Grup B Jepang Indonesia Tiongkok Qatar Grup C Korea Selatan Yaman Vietnam Uni Emirat Arab Grup D Uzbekistan Australia India Korea Utara

Komitmen Pemprov DKI Jakarta Perkuat Pengembangan Sepak Bola Putri Lewat MilkLife Soccer Challenge

MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 2 2025 - 2026 mempertandingkan KU 10 dan KU 12 berlangsung di Kingkong Soccer Arena dan Lapangan Brigif 1, Jakarta Timur, 12 - 15 Februari 2026.

JAKARTA, 12 Februari 2026 – MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 2 2025 – 2026 kembali digelar pada 12–15 Februari 2026 di Kingkong Soccer Arena dan Lapangan Brigif 1, Jakarta Timur. Ajang sepak bola putri usia dini yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife ini memperoleh dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melalui Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi DKI Jakarta, Dr. Ali Maulana Hakim, S.IP., M.Si., yang hadir dalam seremoni pembukaan, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pembinaan sepak bola putri sejak usia dini. Partisipasi pemerintah daerah dalam turnamen ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga yang progresif dan berkesinambungan. Sinergi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan pemangku kepentingan olahraga diharapkan mampu menciptakan kompetisi yang sehat, terbuka, dan berkelanjutan. Ali menyampaikan bahwa pemerintah senantiasa mendukung dan memfasilitasi tumbuhnya talenta muda, khususnya para atlet putri. Menurut Ali, MilkLife Soccer Challenge menjadi ruang pembinaan positif yang melengkapi proses pendidikan karakter di luar ruang kelas.  “Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam hal ini Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur mengucapkan terima kasih atas inisiasi dari Djarum Foundation dan MilkLife sehingga turnamen MilkLife Soccer Challenge ini kembali diadakan. Antusiasme sangat bagus di tahun ini, oleh karena itu kita akan terus dukung  agar menjadi agenda rutin di DKI Jakarta. Dan saya kira, turnamen ini menjadi contoh bagi semua pihak untuk bersama-sama membina olahraga  baik berkolaborasi dengan pemerintah maupun dengan pihak swasta,” ucap Ali Maulana. Staf Khusus Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, Diky Soemarno yang turut hadir dalam seremoni pembukaan MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 2 2025 – 2026 menyampaikan, bahwa dukungan Pemprov DKI terhadap ajang seperti ini akan terus diperkuat. Menurutnya, DKI Jakarta memiliki ambisi besar dalam bidang olahraga, termasuk sepak bola, sehingga pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan menjadi prioritas utama. “Kalau dukungan dari Pemprov DKI tentu sangat besar, karena ini menjadi wadah pembibitan, terutama bagi atlet-atlet DKI. Kami memang punya ambisi besar terhadap olahraga. Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur juga sering menyampaikan bahwa untuk olahraga, DKI akan memberikan dukungan maksimal, apalagi untuk sepak bola,” ujar Diky. Diky juga menekankan pentingnya peran sekolah dalam mendukung pengembangan potensi siswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Menurutnya, bakat di bidang olahraga perlu mendapat perhatian serius agar dapat menjadi jalan masa depan yang positif bagi generasi muda. “Kami berharap para kepala sekolah dan tenaga pendidik juga bisa melihat bahwa potensi para murid di bidang non-akademik. Bakat olahraga ini harus dikembangkan agar bisa menjadi tujuan dan peluang yang baik di masa depan,” tutup Diky. Sementara itu, Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, menegaskan bahwa kompetisi ini kembali mencatatkan partisipasi yang signifikan. Tingginya animo peserta mencerminkan semakin kuatnya posisi turnamen ini sebagai platform kompetisi dan pembinaan sepak bola putri usia dini di DKI Jakarta. Pada seri ini, tercatat sebanyak 2.319 siswi dari 128 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) ambil bagian, dengan rincian 85 tim di kategori usia (KU) 10 dan 123 tim di KU 12. Teddy juga menyampaikan apresiasi atas dukungan strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Dinas Pendidikan yang berperan aktif dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ajang ini. Menurutnya, sinergi lintas pemangku kepentingan menjadi elemen krusial dalam membangun fondasi ekosistem pembinaan sepak bola putri yang terstruktur dan berkelanjutan sejak usia dini. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan ruang kompetisi yang aman, positif, sekaligus kompetitif bagi para atlet untuk mengembangkan potensi terbaiknya. “Kami melihat tingkat partisipasi yang sangat positif dari para atlet muda di Jakarta, dengan jumlah peserta yang mencapai ribuan dan turut ambil bagian dalam program ini. Capaian tersebut merefleksikan pertumbuhan minat yang kian kuat terhadap sepak bola putri di tingkat usia dini. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, atas dukungan strategis yang diberikan sehingga penyelenggaraan kegiatan ini dapat berjalan optimal. Kami berharap seri ini dapat menjadi fondasi yang kokoh dalam memperkuat keberlanjutan MilkLife Soccer Challenge di Jakarta pada penyelenggaraan berikutnya,” ujar Teddy. Pada kesempatan yang sama, Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F. Tiago, menyampaikan kekagumannya terhadap perkembangan dan potensi besar sepak bola putri usia dini yang ia saksikan, baik dari dua seri sebelumnya hingga seri terbaru di Jakarta. Menurut Jacksen, babak kualifikasi MLSC Seri 2 Jakarta 2025 – 2026 digelar selama empat hari mengingat tingginya jumlah peserta yang mendaftar. “Proses kualifikasi hingga babak knockout dan fase grup memberi kesempatan lebih luas bagi para pemain untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Tim pelatih regional nantinya akan menyeleksi pemain-pemain potensial untuk dibentuk menjadi satu tim yang akan mewakili Jakarta di ajang MilkLife Soccer Challenge All-Stars di Kudus pada Juni 2026,” jelasnya. Jacksen menambahkan, antusiasme peserta yang dibarengi kualitas permainan menunjukkan sinyal positif bagi masa depan sepak bola wanita Indonesia. Ia menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan setelah setiap seri turnamen.“Kami selalu melakukan evaluasi setelah event. Kami meninjau beberapa aturan yang bisa disesuaikan, misalnya terkait faktor usia, sehingga anak-anak bisa berkembang lebih optimal dan berjenjang. Mereka akan belajar bagaimana bermain sebelas lawan sebelas, dan dengan evaluasi yang tepat, kami berharap permainan mereka tetap menarik dan semakin berkualitas,” ujar Jacksen. Salah satu peserta yang mengikuti MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 2 2025 – 2026 adalah Amanda Aqhila Putri dari SDN Cikini 01. Sekolahnya menjadi salah satu tim yang berhasil lolos ke babak utama setelah melewati babak kualifikasi yang digelar pada 22–25 Januari lalu. Manda mengaku bangga bisa tampil di ajang prestisius ini, terlebih timnya baru pertama kali mengikuti turnamen namun langsung berhasil menembus fase grup. “Ini pertama kali saya ikut turnamen sebesar ini, sampai terasa speechless karena venue-nya sangat besar, ada empat lapangan! Kami harus benar-benar siap dan punya strategi jika ingin menghadapi tim-tim besar,” ujar Amanda. Ia menambahkan, perjuangan dari babak kualifikasi hingga babak utama bukanlah hal yang mudah. “Perjalanan dari kualifikasi sampai tahap ini cukup menantang. Kami ingin fokus di setiap pertandingan agar bisa meraih kemenangan dan memberikan yang terbaik, apalagi ini pertama kalinya sekolah kami ikut serta. Semoga kami bisa membuat penampilan yang membanggakan,” tutupnya. Rangkaian MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025-2026 akan berlangsung di total 12 kota penyelenggaraan. Setelah Semarang dan Tangerang, rangkaian kompetisi akan bergulir ke Bandung dan Yogyakarta (27 Januari – 1 Februari), Solo dan Jakarta (10 – 15 … Read more

Kalah Dramatis, Timnas Futsal Indonesia Harus Puas di Posisi Dua

Timnas Futsal Indonesia

Kalah dalam drama adu penalti, Timnas Futsal Indonesia harus puas finis sebagai runner-up Piala Asia Futsal 2026. Garuda Asia takluk 4–5 setelah bermain imbang (5–5) sepanjang waktu normal dan babak tambahan. Indonesia pun dipaksa mengakui keunggulan Iran pada laga yang berlangsung di di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (7/2/2026). Sebelumnya, pertandingan langsung berjalan dalam tempo tinggi sejak menit awal. Iran membuka keunggulan lebih dulu melalui gol Tayebi. Namun respons Indonesia datang cepat. Reza Gunawan mencetak gol penyama kedudukan. Tim racikan pelatih Hector Souto Vazquez sempat berbalik unggul 3-1 lewat dua gol Israr Megantara. Meski, Iran sempat memperkecil ketertinggalan, babak pertama ditutup dengan skor 3-2 untuk keunggulan Indonesia. Di babak kedua, Iran tampil lebih agresif dan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3–3. Indonesia kembali memimpin lewat gol Samuel Eko yang membuat skor berubah menjadi 4–3. Tiga menit menjelang waktu normal berakhir, Iran mencetak gol penyeimbang untuk mengubah skor menjadi 4–4, sekaligus memaksa laga berlanjut ke babak tambahan. Pada babak tambahan pertama, kedua tim bermain lebih berhati-hati. Drama kembali terjadi di babak tambahan kedua. Israr Megantara mencetak gol ketiganya dan membawa Indonesia unggul 5–4 dua menit sebelum pertandingan usai. Namun keunggulan itu kembali sirna setelah Iran mencetak gol penyeimbang. Skor imbang bertahan hingga peluit akhir babak tambahan dibunyikan. Adu penalti pun menjadi penentu. Indonesia hanya mampu mencetak empat gol dari enam penendang, sementara Iran tampil efektif dengan memasukkan lima dari enam kesempatan. Hasil itu memastikan Iran keluar sebagai juara Piala Asia Futsal 2026, sementara Indonesia harus menerima posisi kedua.

MilkLife Soccer Challenge Bandung & Yogyakarta Seri 2 2025 – 2026 Juara Baru Bermunculan, Atmosfer Kompetisi Kian Panas

Pertandingan final MilkLife Soccer Challenge Bandung Seri 2 2025 - 2026 KU 12 antara SDN 036 Ujungberung berhasil mengalahkan SDN Citrasari yang berlangsung di Lapangan Chandradimuka Pusdikif, Bandung, Minggu (1/2).

Bandung & Yogyakarta, 1 Februari 2026 – MilkLife Soccer Challenge Bandung & Yogyakarta Seri 2 2025 – 2026 sukses digelar dan melahirkan juara baru. SDN 035 Soka (KU 10) dan SDN 036 Ujungberung (KU 12) berhasil menyegel titel kampiun di Bandung. Sedangkan di Yogyakarta, SDN Nglarang (KU 10) sebagai tim debutan dan SD Muhammadiyah Sapen (KU 12) menjadi pemenang di Yogyakarta.  Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, mengatakan lahirnya juara baru tak lepas dari hasil latihan intensif para pemain, baik itu di sekolah maupun SSB, serta motivasi untuk meraih capaian maksimal. Dengan begitu, kualitas mereka semakin berkembang dan suasana kompetitif sepanjang turnamen bergulir kian terasa. “Kita bisa melihat hasil juara ini membuktikan bahwa mereka sudah semakin rutin berlatih, ada rasa tidak ingin kalah dan mendapat hasil lebih baik dari seri sebelumnya. Mereka sekarang juga sudah lebih paham posisi dan penguasaan bola. Tentu ini menjadi angin segar dari segi iklim kompetisi. Persaingan di setiap seri justru semakin sengit, juara tidak didominasi oleh satu tim saja,” ujar Timo. Pelatih berlisensi UEFA A Pro di Koeln Jerman sejak 2007 ini merasa cukup impresif dengan peningkatan performa peserta MLSC Bandung 2025 – 2026 yang dinilai memiliki prospek besar dalam segi kualitas. Hal itu membuatnya optimistis tim yang akan memperkuat All-Stars Bandung pada MLSC All-Stars 2025 – 2026 meraih hasil lebih baik dari tahun sebelumnya, yang hanya sampai pada fase grup. “Jika dilihat dari hasil MLSC Bandung Seri 2 2025 – 2026, All-Star Bandung nanti termasuk salah satu yang punya kans untuk juara. Tapi saya harus melihat terlebih dulu dan kumpulkan pemain-pemain yang kita pilih, kita bandingkan. Karena mereka di MLSC All-Stars sebelumnya bermain dengan pemain-pemain yang kurang bagus. Nanti kalau sudah dikumpulkan sama pemain yang lumayan bagus, kita pilih lagi,” ucap Timo.  Setelah dua seri MilkLife Soccer Challenge rampung digelar di seluruh kota penyelenggaraan, program ini akan ditutup dengan MilkLife Soccer Challenge All-Stars, yang mempertemukan talenta terbaik di setiap kota hasil kurasi sepanjang turnamen dan mengikuti pelatihan intensif pada MilkLife Soccer Extra Training.  Terdapat perbedaan format pertandingan MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2025 – 2026, yakni yang sebelumnya 7 vs 7 kini menjadi 9 vs 9. MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2025 – 2026 diagendakan digelar pada bulan Juni 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. Mereka akan mewakili kota masing-masing untuk memperebutkan podium juara. Sementara itu, Asisten Pelatih Timnas Putri Indonesia U-17 tahun 2025, Dian Nadia Mutiara, menilai rangkaian MilkLife Soccer Challenge sangat penting untuk pembinaan dan pembibitan pesepakbola putri belia yang dimulai dari KU 8, KU 10, hingga KU 12. Menurutnya, turnamen yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife ini menjadi talent pool calon penggawa timnas putri di masa mendatang. “Dari turnamen ini bibit-bibit pesepakbola potensial bermunculan. Jadi kompetisi ini sangat membantu para staf pelatih di timnas Indonesia untuk mencari potensi-potensi baru yang akan menjadi regenerasi pemain timnas selanjutnya. Kami melihat mereka sangat antusias dan cukup menguasai teknik dasar bermain bola,” ujar Dian. Juara di Bandung & Yogyakarta Seperti diketahui, MilkLife Soccer Challenge Bandung Seri 2 2025 – 2026 diikuti 2.154 siswi dari 94 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Bandung dan sekitarnya. Sementara pada MLSC Yogyakarta Seri 2 2025 – 2026 sebanyak 1.548 peserta berasal dari 88 SD dan MI ambil bagian di turnamen tersebut. Pada final MLSC Bandung Seri 2 2025 – 2026, SDN 035 Soka berhasil menjadi juara KU 10 usai menumbangkan SDN 091 Cibeureum Kota Bandung dengan skor 2-0. Gol SDN 035 Soka berhasil diciptakan Mikhayla Putri Ferdiansyah (4’) dan Allya Khaira Rahman (14’) yang sekaligus memastikan timnya juara pertama kali di ajang tersebut. Pada KU 12, SDN 036 Ujungberung sukses mengalahkan SDN Citrasari melalui drama adu penalti 2-1 usai sepanjang pertandingan 2 x 15 menit berakhir tanpa gol. Hasil ini juga membuat SDN 036 Ujungberung menyabet titel kampiun untuk pertama kalinya di MilkLife Soccer Challenge Bandung.  Sementara pada final MLSC Yogyakarta Seri 2 2025 – 2026, SDN Nglarang berhasil merebut gelar juara KU 10 usai mengandaskan SD Muhammadiyah Sapen dengan skor 4-2. Kemenangan SDN Ngelarang di pertandingan itu berkat dua gol yang diciptakan masing-masing oleh Danisa Anindya Nuha Zahira di menit 20 dan 29, serta Azra Alesha Qaireen Alkatiri pada menit 9 dan 30.  Sedangkan pada KU 12, SD Muhammadiyah Sapen berhasil menjadi juara setelah mengalahkan SD Muhammadiyah Karangploso dengan skor tipis 3-2. Penyerang SD Muhammadiyah Sapen, Shima Putri Larasati berhasil menciptakan menciptakan hattrick di menit 6, 9, dan 19. Sedangkan SD Muhammadiyah Karangploso memperkecil skor lewat Nadia Shakila Azzahra pada 16 dan 21. Daftar Pemenang MilkLife Soccer Challenge Bandung Seri 2 2025 – 2026: Kategori Usia 10 Champion : SDN 035 Soka  Runner-up : SDN 091 Cibeureum Kota Bandung Semifinalis : SDN 147 Citarip Barat & SDN 167 Mengger Girang Top Scorer : Naurah Fahir Nadia Tuzahra – SDN 188 Bandung Baru (32 gol) Best Player : Afiqa Putri Kania – SDN 091 Cibeureum Kota Bandung Best Goalkeeper : Aretha Hayfa Faranisa – SDN 035 Soka Fairplay Team : SDN 188 Bandung Baru Kategori Usia 12 Champion : SDN 036 Ujungberung Runner-up : SDN Citrasari Semifinalis : SDN 004 Cisarenten Kulon Top Scorer : Sandrina Rachelia Suprapto – SDN 043 Cimuncang (15 gol) Best Player : Putri Anggraeni Rahayu – SDN 004 Cisaranten Kulon  Best Goalkeeper : Kayla Adiva Dwi Putri – SDN 027 Cicadas Fairplay Team : SDN 021 Ciporeat   Daftar pemenang MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 2 2025 – 2026: Kategori Usia 10 Juara                                    : SDN Nglarang  Runner-up                           : SD Muhammadiyah Sapen Semifinalis                           : SDN Giwangan B dan SD Tarakanita Bumijo I Top Scorer                           : Danisa Anindya Nuha Zahira (7) – SDN Nglarang  Best Player                          : Alisya Natalia Bandari (9) – … Read more

Inilah Para Pemenang Milo National Championship 2026

Palembon FC Bojonegoro

Sebanyak 20 tim kategori U10 dan 24 tim kategori U12 dari tiap kota penyisihan Milo National Championship 2026 berlaga untuk menjadi yang terbaik. Rabbani FC Malang berhasil menjadi juara pertama kategori U-10. Sementara Palembon FC Bojonegoro, Jawa Timur menjadi yang terbaik pada kategori U-12. Palembon FC Bojonegoro, Jawa Timur telah menjadi finalis MILO National Championship selama tiga tahun berturut-turut. “Setiap pertandingan mengajarkan kami untuk bermain disiplin, saling percaya, dan bekerja sama sebagai tim. Kami menghadapi lawan-lawan yang kuat dari berbagai daerah, sehingga kami dituntut untuk fokus dan konsisten. Hingga akhirnya perjuangan ini berhasil membawa kami meraih juara MILO National Championship 2026 kategori U-12,” ujar Favian Falzaneti, Kapten tim U12 Palembon FC Bojonegoro, Jawa Timur. “Selain bertanding, kami juga mendapatkan kesempatan mengikuti coaching clinic yang menambah pengalaman dan membuat kami semakin termotivasi untuk terus berlatih dan berkembang mengejar prestasi yang lebih tinggi di masa depan, serta mengharumkan nama Indonesia,” pungkasnya. Lebih dari lima dekade, Nestlé MILO telah mengajak 50 juta anak Indonesia di 300 kota/kabupaten untuk menerapkan gaya hidup sehat, aktif dan berkarakter tangguh dengan berpartisipasi di berbagai kegiatan olahraga, seperti MILO Sports Development di sekolah, MILO National Championship, MILO ACTIV Indonesia Race, Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS), dan Liga Mahasiswa (LIMA) Basketball.

MILO National Championship 2026 Perluas Pembinaan Sepak Bola Usia Dini

Milo National Championship 2026

Ada yang berbeda dari gelaran Milo National Championship 2026. Kali ini ajang menggandeng Yayasan Garuda Anak Nusantara (GAN). Milo National Championship 2026 juga semakin memperluas daerah pelaksanaannya dengan melibatkan lebih dari 10 ribu peserta dalam dua kategori usia, U10 dan U12. Hasilnya, ajang ini sudah menjangkau lebih dari 50.000 anak sebagai bagian dari upaya mencari bibit pesepak bola berbakat di Tanah Air. Milo National Championship 2026 menggelar seleksi di Medan, Bangka Belitung, Palembang, Bengkulu, Jambi, Lampung, Bandung, Bekasi, Banten, Jakarta, Yogyakarta, Solo, Malang, Surabaya, Madiun, Banyuwangi, Samarinda, Balikpapan, Banjarmasin, Pare-Pare, Kolaka, dan Manado. Tim yang lolos kemudian berkompetisi pada putaran final Milo National Championship 2026 yang berlangsung 31 Januari-1 Februari 2026 di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta. “Melalui kompetisi ini, Milo terus mendorong kecintaan terhadap olahraga sejak dini serta mendukung kebutuhan energi dan gizi anak agar dapat aktif bergerak dan turut membentuk bibit-bibit pesepak bola dengan karakter dan mental juara,” kata Marketing Manager Nestle Milo Indonesia Alaa Shaaban. “Kami percaya bahwa olahraga merupakan guru terbaik yang dapat mengajarkan nilai-nilai seperti sportivitas, percaya diri, pantang menyerah dan kerja sama tim,” sambungnya. Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat turut hadir pada kesempatan ini. Dia mengapresiasi inisiatif Milo yang selama lebih dari 50 tahun terus konsisten dalam menghadirkan berbagai acara olahraga bagi masyarakat Indonesia. “Kemenpora memandang kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas dan federasi olahraga adalah kunci untuk membangun ekosistem olahraga nasional yang kuat dan berkelanjutan. Program olahraga seperti Milo National Championship menjadi contoh nyata sinergi positif yang patut didukung dan kembangkan bersama,” ungkapnya. Sebagai bagian dari rangkaian babak final, Nestle Milo juga menyelenggarakan sesi coaching clinic bagi para peserta Milo National Championship 2026, menggandeng Andritany Ardhiyasa, penjaga gawang Persija Jakarta sekaligus mantan pemain Tim Nasional Indonesia. Sesi coaching clinic ini menghadirkan berbagai pelatihan dasar sepak bola, mulai dari passing, ball control, dribbling, hingga aktivitas berbasis permainan dengan melakukan tendangan penalti ke gawang.

AFC Futsal Asian Cup 2026: Indonesia Libas Korsel

Timnas Futsal Indonesia

Tim Nasional (Timnas) Futsal Indonesia mengawali laga perdana di grup A AFC Futsal Asian Cup Indonesia 2026 dengan gemilang. Bertanding di hadapan pendukung sendiri di Indonesia Arena, Jakarta, Skuad Garuda melibas Korea Selatan (Korsel) dengan skor telak 5-0 pada laga pembuka turnamen. Pertandingan yang dipimpin wasit Andrew Scott Best asal Australia. Sejak peluit awal dibunyikan, Indonesia langsung tampil menekan dan mendominasi jalannya pertandingan. Indonesia membuka keunggulan dengan cepat di babak pertama. Mochammad Iqbal Rahmattulah berhasil memecah kebuntuan, diikuti oleh gol dari Rio Pangestu Putra pada menit ke-11 yang menggandakan keunggulan. Hingga peluit turun minum berbunyi, Indonesia memimpin nyaman dengan skor 2-0. Memasuki babak kedua, intensitas serangan tuan rumah tidak mengendur. Mochammad Iqbal Rahmattulah kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-21, mengubah kedudukan menjadi 3-0. Tekanan bertubi-tubi dari Indonesia membuat pertahanan Korsel kewalahan. Israr Megantara memperlebar jarak menjadi 4-0 lewat golnya di menit ke-29. Pesta gol Indonesia akhirnya ditutup oleh Reza Gunawan yang mencetak gol kelima pada menit ke-37, memastikan kemenangan mutlak 5-0 bagi tuan rumah. Selain tajam di lini depan, Indonesia juga tampil sangat disiplin dalam bertahan. Tim asuhan pelatih Hector Souto ini hanya melakukan total 2 pelanggaran sepanjang pertandingan. Sebaliknya, Korsel yang kesulitan mengembangkan permainan harus melakukan total 6 pelanggaran dan menerima dua kartu kuning yang diberikan kepada Eom Jiyong pada menit ke-27 dan Kang Jukwang pada menit ke-38. Kemenangan ini menempatkan Indonesia pada posisi yang sangat positif di klasemen grup, sekaligus mengirimkan sinyal kuat kepada para pesaing di AFC Futsal Asian Cup 2026. Pada pertandingan terakhir fase grup A AFC Futsal Asian Cup 2026, Indonesia akan melawan Irak pada Sabtu, 31 Januari 2026.

Persiapan Piala Asia 2026, Timnas U17 Akan Uji Coba Internasional

Timnas Indonesia U-17

Timnas Indonesia U17 akan menjalani rangkaian International U17 Friendly Match sebagai bagian dari persiapan menuju Piala Asia U17 2026. Dalam agenda uji coba internasional ini, Garuda Muda dijadwalkan menghadapi Timnas Tiongkok U17 dalam dua pertandingan yang akan digelar di Indomilk Arena, Tangerang. Pertandingan pertama akan berlangsung pada Minggu, 8 Februari 2026 dengan kick-off pukul 21.00 WIB. Ini menjadi salah satu langkah awal bagi Garuda Muda untuk mengukur kesiapan tim menghadapi kompetisi level Asia. Selanjutnya, pertandingan kedua akan digelar pada Rabu, 11 Februari 2026. Pada laga kedua ini, Tiongkok U17 akan kembali menjadi lawan Indonesia U17, dengan kick-off pukul 18.30 WIB, tetap bertempat di Indomilk Arena, Tangerang. Sebagai informasi, Timnas Indonesia U17 telah dipastikan lolos otomatis ke Piala Asia U17 2026. Kepastian tersebut didapat setelah Indonesia melangkah ke perempatfinal pada edisi tahun lalu, sehingga Garuda Muda tidak perlu mengikuti babak kualifikasi untuk turnamen tersebut. Nantinya, Piala Asia U17 2026 yang diikuti oleh 16 negara tersebut akan berlangsung pada 30 April hingga 17 Mei 2026 di Arab Saudi. Matchday 1 Minggu, 8 Februari 2026 Kick-off: 21.00 WIB Venue: Indomilk Arena, Tangerang Matchday 2; Rabu, 11 Februari 2026 Kick-off: 18.30 WIB Venue: Indomilk Arena, Tangerang

Jepang Raih Gelar Ketiga Piala Asia U23

Tim nasional Jepang U23

Tim nasional Jepang menjadi juara Piala Asia U23 setelah menaklukkan China dengan skor telak 4-0 pada laga final di Prince Abdullah Al Faisal Stadium, Jeddah, Sabtu (24/1), untuk mencatatkan sejarah sebagai tim pertama yang menjuarai turnamen tiga kali. Kemenangan diraih Jepang setelah mereka tampil menekan sejak awal laga dan tidak pernah memberi ruang bagi China untuk mengembangkan permainan. Jepang membuka keunggulan pada menit ke-12 melalui Yuto Ozeki yang memanfaatkan bola muntah di dalam kotak penalti, dengan tembakannya sempat mengenai pemain bertahan China Peng Xiao sebelum mengecoh kiper Li Hao dan disahkan setelah tinjauan VAR. Keunggulan Jepang bertambah delapan menit kemudian lewat aksi individu Kosei Ogura, yang merebut bola di area lawan, melewati satu pemain bertahan, dan melepaskan tembakan keras ke sudut jauh gawang China. China berusaha merespons dengan permainan langsung dan umpan-umpan panjang, namun lini pertahanan Jepang yang terorganisasi rapi membuat mereka kesulitan menciptakan peluang bersih hingga turun minum, saat Jepang unggul 2-0 dengan jumlah tembakan dua kali lipat lebih banyak. Memasuki babak kedua, Jepang tetap mempertahankan intensitas permainan, sebelum memperlebar jarak pada menit ke-57 melalui titik penalti setelah Liu Haofan dinilai melakukan handball di area terlarang, yang dieksekusi dengan tenang oleh Ryunosuke Sato. China sempat mencetak gol pada menit ke-68, namun wasit menganulirnya karena posisi offside, keputusan yang kembali mematahkan upaya kebangkitan mereka. Jepang kemudian menutup kemenangan lewat gol keempat pada menit ke-76, ketika tembakan Ogura yang sempat terdefleksi pemain bertahan melambung masuk ke gawang dan memastikan keunggulan mutlak. Hingga peluit akhir dibunyikan, Jepang tetap menguasai jalannya pertandingan untuk mempertahankan gelar juara yang diraih pada edisi sebelumnya.

Ini Dia Akademi Sepak Bola Internasional Pertama di Jabar

Dedie Rachim meresmikan Borussia M’Gladbach Academy Indonesia

Wali Kota Bogor, Dedie Rachim meresmikan Borussia M’Gladbach Academy Indonesia sebagai akademi sepak bola internasional pertama di Jawa Barat untuk memperluas akses pembinaan atlet muda agar tumbuh profesional, berkarakter, dan berprestasi. Peresmian tersebut dilakukan di Lorena Sport Hub sebagai langkah memperkuat ekosistem olahraga yang memberi peluang lebih besar bagi anak-anak Kota Bogor mengakses pelatihan berkualitas. Dedie Rachim menyampaikan fasilitas ini menjadi satu-satunya akademi sepak bola bertaraf internasional yang beroperasi di Kota Bogor. “Dari sini anak-anak akan diberikan pembelajaran teknik, metode sepak bola, dan pembentukan karakter untuk menjadi juara,” ucap Dedie. Dedie menjelaskan keberadaan akademi tersebut menjadi bagian dari persiapan jangka panjang untuk membina pesepak bola Indonesia dari Kota Bogor. CEO and Co-Founder Borussia M’Gladbach Academy Saras Desch mengungkapkan akademi ini berasal langsung dari Jerman dan hanya memiliki dua lokasi di Indonesia, yakni di German School Jakarta BSD dan Kota Bogor. “Di akademi ini kami memberikan pelatihan terbaik agar anak-anak bisa menjadi pemain sepak bola profesional. Bismillah, kami berharap menemukan bibit muda dari Kota Bogor,” ucap Saras. Managing Director PT Lorena Properti Indonesia Dwi Ryanta Soerbakti menyampaikan kehadiran akademi ini merupakan realisasi komitmen yang telah disampaikannya tahun lalu. “Tahun lalu saya berjanji mendatangkan akademi berskala internasional ke Kota Bogor. Setelah perjalanan panjang, hari ini akhirnya terwujud,” ujar Dwi. Dwi menilai dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Bogor, menjadi penguat agar akademi ini melahirkan kader pesepak bola masa depan. “Kami yakin bisa mencetak pemain yang berkontribusi bagi Kota Bogor,” ucapnya.

Piala Asia U23: Kalahkan Korsel Adu Penalti, Vietnam Finis Ketiga

Timnas Vietnam U23

Vietnam berhasil menuntaskan Piala Asia U-23 2026 dengan merebut tempat ketiga. Golden Star Warriors mengalahkan Korea Selatan dengan skor 7-6 di adu penalti. Vietnam vs Korea Selatan berlangsung di King Abdullah Sports City Hall Stadium, Jeddah, Arab Saudi, Jumat (23/1/2026) malam WIB. Vietnam memimpin 1-0 di babak pertama pada menit ke-31. Nguyen Quoc Viet mencetak gol di menit ke-30 lewat skema serangan balik. Korsel menyamakan skor menjadi 1-1 di menit ke-69. Gol Korsel dicetak oleh Kim Tae-won. Vietnam dengan cepat mencetak gol balasan untuk memimpin 2-1. Pasukan Kim Sang-sik memimpin berkat gol Nguyen Dinh Bac di menit ke-1 lewat tendangan bebas. Vietnam harus bermain dengan 10 orang di menit ke-86. Nguyen Dinh Bac, yang merupakan kapten tim, diganjar kartu merah akibat tekel keras ke lawan. Korsel mampu memaksakan laga waktu normal tuntas 2-2 berkat gol Shin Min-ha di menit ketujuh injury time. Pertandingan pun dilanjutkan ke tambahan 2×15 menit. Tidak ada gol selama waktu tambahan 2×15. Pemenang di laga ini harus dicari lewat adu penalti. Skor adu penalti terus imbang 5-5 setelah kedua negara menurunkan lima eksekutor. Vietnam pada akhirnya berhasil menang saat kedua tim sudah masuk penembak ketujuh. Vietnam finis ketiga setelah mengalahkan Korsel dengan skor 7-6. Pada laga final Piala Asia U-23 2026 ada duel China vs Jepang. Pertandingan bergulir di Prince Abdullah Al-Faisal Sports City Stadium, Sabtu (24/1/2026) malam WIB.

PSSI Resmi Jalin Kerja Sama dengan Kelme

PSSI & Kelme

PSSI melakukan kerja sama dengan brand ternama asal Spanyol yakni Kelme sebagai apparel resmi Timnas Indonesia di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, Jumat (23/1) sore. Melalui PT. GSI (Garuda Sepak Bola Indonesia), kerja sama antara PSSI dan Kelme akan berjalan empat tahun, terhitung sejak 2026 hingga 2030. Kerja sama ini membuat Kelme akan menjadi apparel Timnas di semua level seperti senior, wanita, hingga kelompok usia. Menariknya, Kelme juga akan menjadi apparel dari Timnas Futsal Indonesia, terhitung mulai Maret 2026. Dibuka pada 3 Juli 2025, proses pemilihan apparel Timnas Indonesia dilakukan dengan mekanisme tender yang transparan dan kredibel. Tender diikuti oleh tujuh merek ternama dari dalam dan luar negeri. Kelme berhasil menang karena berbagai pertimbangan. Pertama, dari sisi kapasitas manufakturnya yang unggul, di mana Kelme menjanjikan kualitas material terbaik di dunia. Selain itu, reputasi Kelme sebagai sponsor global AFC, hingga berbagai Timnas dan klub sepakbola elit di berbagai benua menjadi bukti dan rekam jejak Kelme. Namun, landasan yang menjadi landasan utama kerja sama ini adalah kesamaan visi dalam membangun sepakbola antara PSSI dan Kelme. “Melalui kolaborasi dengan PSSI, Kelme hadir buka hanya sebagai penyedia apparel, tetapi sebagai rekan yang tumbuh bersama Timnas Indonesia dalam setiap proses, tantangan, dan pencapaian,” ucap CEO Kelme Indonesia, Kevin Wijaya.

MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 Masuki Seri 2, Bayan Peduli Ambil Peran di Kalimantan

(kiri-kanan) Group Brand Head Dairy PT Global Dairi Alami Vanessa Ingrid Pamela, Program Director MilkLife Soccer Challenge Teddy Tjahjono, Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin. MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2025-2026 Seri 2 resmi dimulai dengan total 12 kota penyelenggaraan. Tangerang dan Semarang menjadi kota pembuka rangkaian kompetisi.

JAKARTA, 20 Januari 2026 – Bayan Peduli mendukung penuh penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2025 – 2026 Seri 2 di Kalimantan, dengan menjadikan Samarinda dan Banjarmasin sebagai dua kota baru dalam rangkaian turnamen tersebut. Penambahan ini membuat MLSC kini digelar di total 12 kota, setelah sebelumnya bergulir di sejumlah daerah lain, termasuk Semarang dan Tangerang sebagai kota pembuka turnamen sepak bola putri KU 8, KU 10, dan KU 12 yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife. Kuantitas peserta MilkLife Soccer Challenge menunjukkan tren positif dengan peningkatan di setiap seri. Pada Seri 1 2024, tercatat 5.163 peserta turut andil. Sementara Seri 2 2024 meningkat sebanyak 10.051 siswi berpartisipasi. Lalu pada MilkLife Soccer Challenge Seri 1 2025 – 2026, peserta semakin tinggi yaitu 17.492 calon pesepakbola putri Tanah Air ambil bagian. Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, mengatakan keberlanjutan MilkLife Soccer Challenge menjadi bukti penyelenggara dalam menyediakan ruang kompetisi yang terstruktur dan berjenjang bagi pesepakbola putri. Ia menilai bahwa kontinuitas turnamen menjadi kunci penting dalam pembinaan atlet sejak usia dini. “MilkLife Soccer Challenge dirancang sebagai program jangka panjang. Setelah Seri 1 berjalan dengan baik di 10 kota, kami melanjutkan ke Seri 2 agar para peserta memiliki kepastian kompetisi yang berkelanjutan. Konsistensi ini penting supaya atlet, orang tua, dan sekolah melihat sepak bola putri sebagai jalur pembinaan yang serius dan berkesinambungan,” ujar Teddy. Teddy melanjutkan, penambahan Samarinda dan Banjarmasin merupakan langkah strategis untuk memperluas basis pembinaan di luar Pulau Jawa, sekaligus merespons tingginya minat dan potensi sepak bola putri di Kalimantan. Ia berharap, iklim positif yang terjadi di Seri 1 dapat berlanjut pada seri mendatang. Terlebih mantan pelatih timnas Indonesia yang kini juga menjabat sebagai Direktur Akademi Borneo FC, Jacksen Ferreira Tiago bergabung sebagai Head Coach MilkLife Soccer Challenge bersama Timo Scheunemann. “Kami melihat dampak positif MLSC tidak hanya pada kualitas pemain, tetapi juga pada tumbuhnya ekosistem. Semakin banyak sekolah dan SSB putri yang terbentuk setelah MLSC hadir di suatu daerah. Ini efek domino yang sangat kami harapkan. Hadirnya Jacksen yang reputasinya sudah tak diragukan lagi sebagai pelatih ataupun pemain juga kami harap mampu memantik semangat dan kualitas peserta meningkatkan prestasi pada MLSC,” lanjutnya. Vanessa Ingrid Pamela, Group Brand Head Dairy, PT Global Dairi Alami selaku produsen MilkLife menegaskan bahwa dukungan terhadap MilkLife Soccer Challenge merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung tumbuh kembang generasi masa depan melalui olahraga. Ia juga merespon gembira penambahan dua kota baru pada gelaran turnamen tahun ini.  “Kami melihat MilkLife Soccer Challenge bukan sekadar turnamen, tetapi sebuah gerakan bersama. Dampaknya terasa luas, mulai dari atlet, sekolah, orang tua, hingga SSB maupun klub sepak bola di berbagai daerah. Karena itu, kami terus mendukung MLSC agar konsistensinya terjaga dan manfaatnya semakin meluas. Terlebih mulai seri ini juga digelar di ggSamarinda dan Banjarmasin. Jadi semakin banyak generasi masa depan yang gemar olahraga serta #BeraniCetakGol,” kata Vanessa. Dukungan penuh terhadap penyelenggaraan MLSC di Kalimantan diberikan oleh Bayan Peduli, yang melihat MilkLife Soccer Challenge sebagai program yang sejalan dengan visi penguatan olahraga dan pembinaan generasi muda, khususnya sepak bola putri. Bayan Peduli sebelumnya telah menyukseskan sejumlah agenda kejuaraan olahraga maupun multi-event seperti Bayan Open 2022, ASEAN Para Games 2022 & 2023, KONI – Bayan Championship 2024 & 2025, hingga Road to Paralympic Paris 2023 Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin, menyambut positif kolaborasi dengan Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife dalam penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge di Samarinda dan Banjarmasin. Dukungan terhadap dua kota tersebut didasari oleh keberhasilan penyelenggaraan MLSC di berbagai daerah sebelumnya, yang sejalan dengan komitmen Bayan Group melalui Bayan Peduli dalam mendukung pengembangan ekosistem sepak bola putri d. Ai Indonesia. “MilkLife Soccer Challenge yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife adalah salah satu ruang strategis untuk menguatkan komitmen program CSR Bayan Group melalui Bayan Peduli di bidang olahraga dalam pengembangan atlet muda Indonesia khususnya dalam hal ini sepak bola putri. Antusiasme peserta, keterlibatan sekolah dan dinas-dinas terkait, hingga munculnya SSB putri baru menjadi indikator positif. Melalui Bayan Peduli, kami ingin berkontribusi memperkuat ekosistem sepak bola putri di Kalimantan dengan memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge di Samarinda dan Banjarmasin,” ujarnya. Memasuki Seri 2 dan menjangkau wilayah baru hingga Kalimantan, MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 diharapkan semakin memperkuat fondasi sepak bola putri Indonesia, sekaligus membuka lebih banyak ruang pembinaan bagi talenta muda dari berbagai daerah. “Kami berharap keikutsertaan Bayan Peduli dalam MilkLife Soccer Challenge dapat mendorong semakin banyak siswi di Kalimantan untuk mencintai dan menekuni sepak bola sejak dini. Dari sinilah kami optimistis akan lahir generasi pesepakbola putri yang kelak mampu membawa Timnas Sepak Bola Putri Indonesia berprestasi di tingkat dunia, termasuk di ajang Piala Dunia Wanita,” papar Merlin. Sejak pertama kali digulirkan, MLSC dinilai berhasil menciptakan efek berantai, mulai dari meningkatnya minat para srikandi muda terhadap sepak bola, bertambahnya kegiatan ekstrakurikuler dan SSB putri di berbagai daerah, hingga terbukanya jalur pembinaan menuju level yang lebih tinggi, termasuk seleksi tim nasional. Founder sekaligus Head Coach SSB None Mude, Leonardo Sedubun mengatakan bahwa turnamen MLSC memiliki dampak yang sangat besar bagi perkembangan dan pemassalan sepak bola putri. Pada SSB None Mude misalnya, kali pertama dibentuk pasca MilkLife Soccer Challenge All-Stars pada Januari 2025, hanya menaungi 20 atlet. Namun kini tak kurang dari 100 atlet putri tercatat di SSB tersebut.  “Setelah MilkLife Soccer Challenge All-Stars, banyak yang datang ke kami untuk daftar ikut latihan. Sekarang sudah ada sekitar 100 atlet SSB None Mude. Itu juga lumayan banyak yang kami rekomendasikan ke SSB lain, karena pertimbangan jarak rumah mereka dengan tempat latihan cukup jauh,” ucap Leo yang juga menjabat sebagai Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge Tangerang. Ia menambahkan, yang dijalankan oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife melalui turnamen berjenjang serta berkelanjutan sudah sesuai koridor. Mulai dari MilkLife Soccer Challenge yang menyasar KU 8, KU 10, dan KU 12, lalu dilanjutkan dengan Hydroplus Pertiwi Cup U-14 & U-16, serta Hydroplus Soccer League U-15 & U-18. “Jadi sekarang klub maupun SSB yang cukup besar seperti di Tangerang ada Raga Negeri FC dan Astam FC yang membuka kelas untuk putri. Sebelumnya kan khusus putra dan fokusnya senior … Read more

Turnamen U13 ASKAB PSSI Lingga Siapkan Atlet Muda

Ajang Turnamen Sepak Bola Usia 13 Tahun Piala ASKAB PSSI Lingga menjadi wadah pembinaan atlet muda daerah. Kompetisi ini menargetkan lahirnya bibit pesepak bola berprestasi sejak usia dini. Melalui turnamen ini, ASKAB PSSI Lingga menyiapkan pemain muda untuk mewakili daerah di ajang olahraga pelajar. Atlet terpilih diarahkan tampil pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah atau POPDA tingkat Provinsi Kepri. Partai final turnamen digelar Minggu, 18 Januari 2026, di Lapangan Merdeka Dabo Singkep. Klub Daik Junior berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan klub asal Tanjung Kelit. Pertandingan final berlangsung kompetitif dengan permainan cepat dari kedua tim. Daik Junior tampil konsisten hingga memastikan gelar juara turnamen. Wakil Bupati Lingga bersama Ketua PSSI dan Ketua KNPI Lingga menyerahkan medali serta piala kepada para pemenang. Klub juara dan finalis juga menerima hadiah bola kaki dari Sekda Pemkab Lingga. Ketua ASKAB PSSI Lingga, Aziz Martindas, menyebut turnamen ini sebagai bentuk keseriusan pembinaan usia dini. Ia menilai kompetisi rutin penting untuk membentuk mental dan kualitas pemain muda. “Tentunya, dengan kompetisi rutin sangat penting untuk membentuk mental dan kualitas pemain muda,” kata Aziz. Wakil Bupati Lingga Novrizal mengapresiasi pelaksanaan turnamen tersebut. Menurutnya, pembinaan sejak dini akan memudahkan daerah mendapatkan atlet berbakat di masa depan. “Tenty dengan pembinaan sejak dini akan memudahkan daerah mendapatkan atlet berbakat di masa depan,” kata Novrizal. Untuk mematangkan pembinaan, ASKAB PSSI Lingga berencana menggelar Liga Lingga. Selain itu, para pelatih sepak bola di Lingga juga telah disertifikasi agar klub mampu bersaing di tingkat provinsi. Sumber: RRI

Jacksen F. Tiago Turun Gunung Pantau Bibit Sepak Bola Putri

Jacksen F. Tiago

Masa depan sepak bola putri Indonesia mendapatkan sorotan serius dari salah satu pelatih legendaris Tanah Air, Jacksen F. Tiago. Pria yang pernah menukangi Timnas Indonesia tersebut kini terjun langsung untuk memantau perkembangan bakat-bakat muda di level akar rumput. Dalam turnamen sepak bola putri usia dini, MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025 – 2026, yang baru saja rampung digelar di Tangerang dan Semarang, Jacksen menegaskan betapa vitalnya peran kompetisi kelompok umur bagi keberlangsungan tim nasional. “Untuk mereka mencapai level Timnas Indonesia, ini adalah jalurnya. Sehingga saya rasa bukan penting, tapi sangat luar biasa penting karena ini boleh dikatakan salah satu wadah yang ada bagi atlet muda putri,” ujar Jacksen. Ia bahkan memprediksi bahwa dalam beberapa tahun ke depan, bibit-bibit muda inilah yang akan menghiasi skuad Garuda Pertiwi. “Tiga sampai empat tahun ke depan wajah-wajah ini yang akan kita lihat memakai baju merah putih,” tambahnya penuh optimisme. Jacksen, yang kini menjabat sebagai Head Coach dalam program pembinaan tersebut bersama Timo Scheunemann, juga menyoroti tantangan unik dalam melatih atlet putri. Menurutnya, pendekatan psikologis menjadi kunci utama yang membedakan penanganan atlet putri dengan putra. “Saya rasa perbedaan yang paling mencolok itu adalah pendekatan psikologisnya, karena siklus putra berbeda dengan putri. Menurut saya itu menjadi tantangan terberat,” jelasnya. Meski demikian, Jacksen sangat yakin bahwa dengan adanya wadah kompetisi yang konsisten seperti ini, sepak bola putri Tanah Air akan segera mencapai masa kejayaannya. Turnamen yang digelar pada 13 hingga 18 Januari 2026 ini sendiri mencatatkan partisipasi yang luar biasa. Di Tangerang, tercatat sebanyak 1.424 siswi dari 135 SD & MI ikut ambil bagian, sementara di Semarang ada 1.239 siswi dari 65 sekolah yang bertanding. Program Director, Teddy Tjahjono, mengakui adanya peningkatan signifikan baik dari segi kuantitas maupun kualitas permainan para peserta dibandingkan seri sebelumnya. “Secara kualitas juga selalu ada peningkatan, karena mereka sudah mempersiapkan diri dan tahu jadwal pelaksanaannya seperti apa,” ucap Teddy. Pada kategori usia 10 tahun (KU 10), SDN Pinang 3 C keluar sebagai juara di Tangerang, sedangkan SDN Klepu 03 menjadi yang terbaik di Semarang. Sementara untuk kategori usia 12 tahun (KU 12), gelar juara diraih oleh SDN Kunciran 4 C di Tangerang dan SDN Sendangmulyo 04 di Semarang. Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang mencari juara, tetapi juga melatih mental bertanding sejak dini, seperti yang dirasakan oleh Nitya Safira Jaya, pemain terbaik KU 10 dari SDN Pinang 3 C. “Saya senang sekali bisa menang dan menjadi juara. Saya sempat khawatir saat menit terakhir lawan hampir membuat comeback,” ungkap Nitya yang sukses mencetak dua gol di final.