Jepang Raih Gelar Ketiga Piala Asia U23

Tim nasional Jepang U23

Tim nasional Jepang menjadi juara Piala Asia U23 setelah menaklukkan China dengan skor telak 4-0 pada laga final di Prince Abdullah Al Faisal Stadium, Jeddah, Sabtu (24/1), untuk mencatatkan sejarah sebagai tim pertama yang menjuarai turnamen tiga kali. Kemenangan diraih Jepang setelah mereka tampil menekan sejak awal laga dan tidak pernah memberi ruang bagi China untuk mengembangkan permainan. Jepang membuka keunggulan pada menit ke-12 melalui Yuto Ozeki yang memanfaatkan bola muntah di dalam kotak penalti, dengan tembakannya sempat mengenai pemain bertahan China Peng Xiao sebelum mengecoh kiper Li Hao dan disahkan setelah tinjauan VAR. Keunggulan Jepang bertambah delapan menit kemudian lewat aksi individu Kosei Ogura, yang merebut bola di area lawan, melewati satu pemain bertahan, dan melepaskan tembakan keras ke sudut jauh gawang China. China berusaha merespons dengan permainan langsung dan umpan-umpan panjang, namun lini pertahanan Jepang yang terorganisasi rapi membuat mereka kesulitan menciptakan peluang bersih hingga turun minum, saat Jepang unggul 2-0 dengan jumlah tembakan dua kali lipat lebih banyak. Memasuki babak kedua, Jepang tetap mempertahankan intensitas permainan, sebelum memperlebar jarak pada menit ke-57 melalui titik penalti setelah Liu Haofan dinilai melakukan handball di area terlarang, yang dieksekusi dengan tenang oleh Ryunosuke Sato. China sempat mencetak gol pada menit ke-68, namun wasit menganulirnya karena posisi offside, keputusan yang kembali mematahkan upaya kebangkitan mereka. Jepang kemudian menutup kemenangan lewat gol keempat pada menit ke-76, ketika tembakan Ogura yang sempat terdefleksi pemain bertahan melambung masuk ke gawang dan memastikan keunggulan mutlak. Hingga peluit akhir dibunyikan, Jepang tetap menguasai jalannya pertandingan untuk mempertahankan gelar juara yang diraih pada edisi sebelumnya.

Ini Dia Akademi Sepak Bola Internasional Pertama di Jabar

Dedie Rachim meresmikan Borussia M’Gladbach Academy Indonesia

Wali Kota Bogor, Dedie Rachim meresmikan Borussia M’Gladbach Academy Indonesia sebagai akademi sepak bola internasional pertama di Jawa Barat untuk memperluas akses pembinaan atlet muda agar tumbuh profesional, berkarakter, dan berprestasi. Peresmian tersebut dilakukan di Lorena Sport Hub sebagai langkah memperkuat ekosistem olahraga yang memberi peluang lebih besar bagi anak-anak Kota Bogor mengakses pelatihan berkualitas. Dedie Rachim menyampaikan fasilitas ini menjadi satu-satunya akademi sepak bola bertaraf internasional yang beroperasi di Kota Bogor. “Dari sini anak-anak akan diberikan pembelajaran teknik, metode sepak bola, dan pembentukan karakter untuk menjadi juara,” ucap Dedie. Dedie menjelaskan keberadaan akademi tersebut menjadi bagian dari persiapan jangka panjang untuk membina pesepak bola Indonesia dari Kota Bogor. CEO and Co-Founder Borussia M’Gladbach Academy Saras Desch mengungkapkan akademi ini berasal langsung dari Jerman dan hanya memiliki dua lokasi di Indonesia, yakni di German School Jakarta BSD dan Kota Bogor. “Di akademi ini kami memberikan pelatihan terbaik agar anak-anak bisa menjadi pemain sepak bola profesional. Bismillah, kami berharap menemukan bibit muda dari Kota Bogor,” ucap Saras. Managing Director PT Lorena Properti Indonesia Dwi Ryanta Soerbakti menyampaikan kehadiran akademi ini merupakan realisasi komitmen yang telah disampaikannya tahun lalu. “Tahun lalu saya berjanji mendatangkan akademi berskala internasional ke Kota Bogor. Setelah perjalanan panjang, hari ini akhirnya terwujud,” ujar Dwi. Dwi menilai dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Bogor, menjadi penguat agar akademi ini melahirkan kader pesepak bola masa depan. “Kami yakin bisa mencetak pemain yang berkontribusi bagi Kota Bogor,” ucapnya.

Piala Asia U23: Kalahkan Korsel Adu Penalti, Vietnam Finis Ketiga

Timnas Vietnam U23

Vietnam berhasil menuntaskan Piala Asia U-23 2026 dengan merebut tempat ketiga. Golden Star Warriors mengalahkan Korea Selatan dengan skor 7-6 di adu penalti. Vietnam vs Korea Selatan berlangsung di King Abdullah Sports City Hall Stadium, Jeddah, Arab Saudi, Jumat (23/1/2026) malam WIB. Vietnam memimpin 1-0 di babak pertama pada menit ke-31. Nguyen Quoc Viet mencetak gol di menit ke-30 lewat skema serangan balik. Korsel menyamakan skor menjadi 1-1 di menit ke-69. Gol Korsel dicetak oleh Kim Tae-won. Vietnam dengan cepat mencetak gol balasan untuk memimpin 2-1. Pasukan Kim Sang-sik memimpin berkat gol Nguyen Dinh Bac di menit ke-1 lewat tendangan bebas. Vietnam harus bermain dengan 10 orang di menit ke-86. Nguyen Dinh Bac, yang merupakan kapten tim, diganjar kartu merah akibat tekel keras ke lawan. Korsel mampu memaksakan laga waktu normal tuntas 2-2 berkat gol Shin Min-ha di menit ketujuh injury time. Pertandingan pun dilanjutkan ke tambahan 2×15 menit. Tidak ada gol selama waktu tambahan 2×15. Pemenang di laga ini harus dicari lewat adu penalti. Skor adu penalti terus imbang 5-5 setelah kedua negara menurunkan lima eksekutor. Vietnam pada akhirnya berhasil menang saat kedua tim sudah masuk penembak ketujuh. Vietnam finis ketiga setelah mengalahkan Korsel dengan skor 7-6. Pada laga final Piala Asia U-23 2026 ada duel China vs Jepang. Pertandingan bergulir di Prince Abdullah Al-Faisal Sports City Stadium, Sabtu (24/1/2026) malam WIB.

PSSI Resmi Jalin Kerja Sama dengan Kelme

PSSI & Kelme

PSSI melakukan kerja sama dengan brand ternama asal Spanyol yakni Kelme sebagai apparel resmi Timnas Indonesia di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, Jumat (23/1) sore. Melalui PT. GSI (Garuda Sepak Bola Indonesia), kerja sama antara PSSI dan Kelme akan berjalan empat tahun, terhitung sejak 2026 hingga 2030. Kerja sama ini membuat Kelme akan menjadi apparel Timnas di semua level seperti senior, wanita, hingga kelompok usia. Menariknya, Kelme juga akan menjadi apparel dari Timnas Futsal Indonesia, terhitung mulai Maret 2026. Dibuka pada 3 Juli 2025, proses pemilihan apparel Timnas Indonesia dilakukan dengan mekanisme tender yang transparan dan kredibel. Tender diikuti oleh tujuh merek ternama dari dalam dan luar negeri. Kelme berhasil menang karena berbagai pertimbangan. Pertama, dari sisi kapasitas manufakturnya yang unggul, di mana Kelme menjanjikan kualitas material terbaik di dunia. Selain itu, reputasi Kelme sebagai sponsor global AFC, hingga berbagai Timnas dan klub sepakbola elit di berbagai benua menjadi bukti dan rekam jejak Kelme. Namun, landasan yang menjadi landasan utama kerja sama ini adalah kesamaan visi dalam membangun sepakbola antara PSSI dan Kelme. “Melalui kolaborasi dengan PSSI, Kelme hadir buka hanya sebagai penyedia apparel, tetapi sebagai rekan yang tumbuh bersama Timnas Indonesia dalam setiap proses, tantangan, dan pencapaian,” ucap CEO Kelme Indonesia, Kevin Wijaya.

MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 Masuki Seri 2, Bayan Peduli Ambil Peran di Kalimantan

(kiri-kanan) Group Brand Head Dairy PT Global Dairi Alami Vanessa Ingrid Pamela, Program Director MilkLife Soccer Challenge Teddy Tjahjono, Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin. MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2025-2026 Seri 2 resmi dimulai dengan total 12 kota penyelenggaraan. Tangerang dan Semarang menjadi kota pembuka rangkaian kompetisi.

JAKARTA, 20 Januari 2026 – Bayan Peduli mendukung penuh penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2025 – 2026 Seri 2 di Kalimantan, dengan menjadikan Samarinda dan Banjarmasin sebagai dua kota baru dalam rangkaian turnamen tersebut. Penambahan ini membuat MLSC kini digelar di total 12 kota, setelah sebelumnya bergulir di sejumlah daerah lain, termasuk Semarang dan Tangerang sebagai kota pembuka turnamen sepak bola putri KU 8, KU 10, dan KU 12 yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife. Kuantitas peserta MilkLife Soccer Challenge menunjukkan tren positif dengan peningkatan di setiap seri. Pada Seri 1 2024, tercatat 5.163 peserta turut andil. Sementara Seri 2 2024 meningkat sebanyak 10.051 siswi berpartisipasi. Lalu pada MilkLife Soccer Challenge Seri 1 2025 – 2026, peserta semakin tinggi yaitu 17.492 calon pesepakbola putri Tanah Air ambil bagian. Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, mengatakan keberlanjutan MilkLife Soccer Challenge menjadi bukti penyelenggara dalam menyediakan ruang kompetisi yang terstruktur dan berjenjang bagi pesepakbola putri. Ia menilai bahwa kontinuitas turnamen menjadi kunci penting dalam pembinaan atlet sejak usia dini. “MilkLife Soccer Challenge dirancang sebagai program jangka panjang. Setelah Seri 1 berjalan dengan baik di 10 kota, kami melanjutkan ke Seri 2 agar para peserta memiliki kepastian kompetisi yang berkelanjutan. Konsistensi ini penting supaya atlet, orang tua, dan sekolah melihat sepak bola putri sebagai jalur pembinaan yang serius dan berkesinambungan,” ujar Teddy. Teddy melanjutkan, penambahan Samarinda dan Banjarmasin merupakan langkah strategis untuk memperluas basis pembinaan di luar Pulau Jawa, sekaligus merespons tingginya minat dan potensi sepak bola putri di Kalimantan. Ia berharap, iklim positif yang terjadi di Seri 1 dapat berlanjut pada seri mendatang. Terlebih mantan pelatih timnas Indonesia yang kini juga menjabat sebagai Direktur Akademi Borneo FC, Jacksen Ferreira Tiago bergabung sebagai Head Coach MilkLife Soccer Challenge bersama Timo Scheunemann. “Kami melihat dampak positif MLSC tidak hanya pada kualitas pemain, tetapi juga pada tumbuhnya ekosistem. Semakin banyak sekolah dan SSB putri yang terbentuk setelah MLSC hadir di suatu daerah. Ini efek domino yang sangat kami harapkan. Hadirnya Jacksen yang reputasinya sudah tak diragukan lagi sebagai pelatih ataupun pemain juga kami harap mampu memantik semangat dan kualitas peserta meningkatkan prestasi pada MLSC,” lanjutnya. Vanessa Ingrid Pamela, Group Brand Head Dairy, PT Global Dairi Alami selaku produsen MilkLife menegaskan bahwa dukungan terhadap MilkLife Soccer Challenge merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung tumbuh kembang generasi masa depan melalui olahraga. Ia juga merespon gembira penambahan dua kota baru pada gelaran turnamen tahun ini.  “Kami melihat MilkLife Soccer Challenge bukan sekadar turnamen, tetapi sebuah gerakan bersama. Dampaknya terasa luas, mulai dari atlet, sekolah, orang tua, hingga SSB maupun klub sepak bola di berbagai daerah. Karena itu, kami terus mendukung MLSC agar konsistensinya terjaga dan manfaatnya semakin meluas. Terlebih mulai seri ini juga digelar di ggSamarinda dan Banjarmasin. Jadi semakin banyak generasi masa depan yang gemar olahraga serta #BeraniCetakGol,” kata Vanessa. Dukungan penuh terhadap penyelenggaraan MLSC di Kalimantan diberikan oleh Bayan Peduli, yang melihat MilkLife Soccer Challenge sebagai program yang sejalan dengan visi penguatan olahraga dan pembinaan generasi muda, khususnya sepak bola putri. Bayan Peduli sebelumnya telah menyukseskan sejumlah agenda kejuaraan olahraga maupun multi-event seperti Bayan Open 2022, ASEAN Para Games 2022 & 2023, KONI – Bayan Championship 2024 & 2025, hingga Road to Paralympic Paris 2023 Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin, menyambut positif kolaborasi dengan Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife dalam penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge di Samarinda dan Banjarmasin. Dukungan terhadap dua kota tersebut didasari oleh keberhasilan penyelenggaraan MLSC di berbagai daerah sebelumnya, yang sejalan dengan komitmen Bayan Group melalui Bayan Peduli dalam mendukung pengembangan ekosistem sepak bola putri d. Ai Indonesia. “MilkLife Soccer Challenge yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife adalah salah satu ruang strategis untuk menguatkan komitmen program CSR Bayan Group melalui Bayan Peduli di bidang olahraga dalam pengembangan atlet muda Indonesia khususnya dalam hal ini sepak bola putri. Antusiasme peserta, keterlibatan sekolah dan dinas-dinas terkait, hingga munculnya SSB putri baru menjadi indikator positif. Melalui Bayan Peduli, kami ingin berkontribusi memperkuat ekosistem sepak bola putri di Kalimantan dengan memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge di Samarinda dan Banjarmasin,” ujarnya. Memasuki Seri 2 dan menjangkau wilayah baru hingga Kalimantan, MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 diharapkan semakin memperkuat fondasi sepak bola putri Indonesia, sekaligus membuka lebih banyak ruang pembinaan bagi talenta muda dari berbagai daerah. “Kami berharap keikutsertaan Bayan Peduli dalam MilkLife Soccer Challenge dapat mendorong semakin banyak siswi di Kalimantan untuk mencintai dan menekuni sepak bola sejak dini. Dari sinilah kami optimistis akan lahir generasi pesepakbola putri yang kelak mampu membawa Timnas Sepak Bola Putri Indonesia berprestasi di tingkat dunia, termasuk di ajang Piala Dunia Wanita,” papar Merlin. Sejak pertama kali digulirkan, MLSC dinilai berhasil menciptakan efek berantai, mulai dari meningkatnya minat para srikandi muda terhadap sepak bola, bertambahnya kegiatan ekstrakurikuler dan SSB putri di berbagai daerah, hingga terbukanya jalur pembinaan menuju level yang lebih tinggi, termasuk seleksi tim nasional. Founder sekaligus Head Coach SSB None Mude, Leonardo Sedubun mengatakan bahwa turnamen MLSC memiliki dampak yang sangat besar bagi perkembangan dan pemassalan sepak bola putri. Pada SSB None Mude misalnya, kali pertama dibentuk pasca MilkLife Soccer Challenge All-Stars pada Januari 2025, hanya menaungi 20 atlet. Namun kini tak kurang dari 100 atlet putri tercatat di SSB tersebut.  “Setelah MilkLife Soccer Challenge All-Stars, banyak yang datang ke kami untuk daftar ikut latihan. Sekarang sudah ada sekitar 100 atlet SSB None Mude. Itu juga lumayan banyak yang kami rekomendasikan ke SSB lain, karena pertimbangan jarak rumah mereka dengan tempat latihan cukup jauh,” ucap Leo yang juga menjabat sebagai Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge Tangerang. Ia menambahkan, yang dijalankan oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife melalui turnamen berjenjang serta berkelanjutan sudah sesuai koridor. Mulai dari MilkLife Soccer Challenge yang menyasar KU 8, KU 10, dan KU 12, lalu dilanjutkan dengan Hydroplus Pertiwi Cup U-14 & U-16, serta Hydroplus Soccer League U-15 & U-18. “Jadi sekarang klub maupun SSB yang cukup besar seperti di Tangerang ada Raga Negeri FC dan Astam FC yang membuka kelas untuk putri. Sebelumnya kan khusus putra dan fokusnya senior … Read more

Turnamen U13 ASKAB PSSI Lingga Siapkan Atlet Muda

Ajang Turnamen Sepak Bola Usia 13 Tahun Piala ASKAB PSSI Lingga menjadi wadah pembinaan atlet muda daerah. Kompetisi ini menargetkan lahirnya bibit pesepak bola berprestasi sejak usia dini. Melalui turnamen ini, ASKAB PSSI Lingga menyiapkan pemain muda untuk mewakili daerah di ajang olahraga pelajar. Atlet terpilih diarahkan tampil pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah atau POPDA tingkat Provinsi Kepri. Partai final turnamen digelar Minggu, 18 Januari 2026, di Lapangan Merdeka Dabo Singkep. Klub Daik Junior berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan klub asal Tanjung Kelit. Pertandingan final berlangsung kompetitif dengan permainan cepat dari kedua tim. Daik Junior tampil konsisten hingga memastikan gelar juara turnamen. Wakil Bupati Lingga bersama Ketua PSSI dan Ketua KNPI Lingga menyerahkan medali serta piala kepada para pemenang. Klub juara dan finalis juga menerima hadiah bola kaki dari Sekda Pemkab Lingga. Ketua ASKAB PSSI Lingga, Aziz Martindas, menyebut turnamen ini sebagai bentuk keseriusan pembinaan usia dini. Ia menilai kompetisi rutin penting untuk membentuk mental dan kualitas pemain muda. “Tentunya, dengan kompetisi rutin sangat penting untuk membentuk mental dan kualitas pemain muda,” kata Aziz. Wakil Bupati Lingga Novrizal mengapresiasi pelaksanaan turnamen tersebut. Menurutnya, pembinaan sejak dini akan memudahkan daerah mendapatkan atlet berbakat di masa depan. “Tenty dengan pembinaan sejak dini akan memudahkan daerah mendapatkan atlet berbakat di masa depan,” kata Novrizal. Untuk mematangkan pembinaan, ASKAB PSSI Lingga berencana menggelar Liga Lingga. Selain itu, para pelatih sepak bola di Lingga juga telah disertifikasi agar klub mampu bersaing di tingkat provinsi. Sumber: RRI

Jacksen F. Tiago Turun Gunung Pantau Bibit Sepak Bola Putri

Jacksen F. Tiago

Masa depan sepak bola putri Indonesia mendapatkan sorotan serius dari salah satu pelatih legendaris Tanah Air, Jacksen F. Tiago. Pria yang pernah menukangi Timnas Indonesia tersebut kini terjun langsung untuk memantau perkembangan bakat-bakat muda di level akar rumput. Dalam turnamen sepak bola putri usia dini, MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025 – 2026, yang baru saja rampung digelar di Tangerang dan Semarang, Jacksen menegaskan betapa vitalnya peran kompetisi kelompok umur bagi keberlangsungan tim nasional. “Untuk mereka mencapai level Timnas Indonesia, ini adalah jalurnya. Sehingga saya rasa bukan penting, tapi sangat luar biasa penting karena ini boleh dikatakan salah satu wadah yang ada bagi atlet muda putri,” ujar Jacksen. Ia bahkan memprediksi bahwa dalam beberapa tahun ke depan, bibit-bibit muda inilah yang akan menghiasi skuad Garuda Pertiwi. “Tiga sampai empat tahun ke depan wajah-wajah ini yang akan kita lihat memakai baju merah putih,” tambahnya penuh optimisme. Jacksen, yang kini menjabat sebagai Head Coach dalam program pembinaan tersebut bersama Timo Scheunemann, juga menyoroti tantangan unik dalam melatih atlet putri. Menurutnya, pendekatan psikologis menjadi kunci utama yang membedakan penanganan atlet putri dengan putra. “Saya rasa perbedaan yang paling mencolok itu adalah pendekatan psikologisnya, karena siklus putra berbeda dengan putri. Menurut saya itu menjadi tantangan terberat,” jelasnya. Meski demikian, Jacksen sangat yakin bahwa dengan adanya wadah kompetisi yang konsisten seperti ini, sepak bola putri Tanah Air akan segera mencapai masa kejayaannya. Turnamen yang digelar pada 13 hingga 18 Januari 2026 ini sendiri mencatatkan partisipasi yang luar biasa. Di Tangerang, tercatat sebanyak 1.424 siswi dari 135 SD & MI ikut ambil bagian, sementara di Semarang ada 1.239 siswi dari 65 sekolah yang bertanding. Program Director, Teddy Tjahjono, mengakui adanya peningkatan signifikan baik dari segi kuantitas maupun kualitas permainan para peserta dibandingkan seri sebelumnya. “Secara kualitas juga selalu ada peningkatan, karena mereka sudah mempersiapkan diri dan tahu jadwal pelaksanaannya seperti apa,” ucap Teddy. Pada kategori usia 10 tahun (KU 10), SDN Pinang 3 C keluar sebagai juara di Tangerang, sedangkan SDN Klepu 03 menjadi yang terbaik di Semarang. Sementara untuk kategori usia 12 tahun (KU 12), gelar juara diraih oleh SDN Kunciran 4 C di Tangerang dan SDN Sendangmulyo 04 di Semarang. Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang mencari juara, tetapi juga melatih mental bertanding sejak dini, seperti yang dirasakan oleh Nitya Safira Jaya, pemain terbaik KU 10 dari SDN Pinang 3 C. “Saya senang sekali bisa menang dan menjadi juara. Saya sempat khawatir saat menit terakhir lawan hampir membuat comeback,” ungkap Nitya yang sukses mencetak dua gol di final.

MilkLife Soccer Challenge Seri 2 Kian Seru, Talenta Bermunculan

MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025-2026

MilkLife Soccer Challenge Tangerang & Semarang Seri 2 2025 – 2026 yang diselenggarakan 13 hingga 18 Januari rampung digelar. SDN Pinang 3 C (KU 10) dan SDN Kunciran 4 C (KU 12) berhasil menjadi kampiun baru di Tangerang, sementara SDN Klepu 03 (KU 10) dan SDN Sendangmulyo 04 (KU 12) sukses menyandang gelar juara di Semarang. Sekadar diketahui, pada MilkLife Soccer Challenge Tangerang Seri 2 2025 – 2026, tak kurang 1.424 siswi dari 135 SD & MI ikut andil. Sementara di Semarang Seri 2 2025 – 2026, sebanyak 1.239 siswi dari 65 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) turut berpartisipasi pada turnamen yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife tersebut. Teddy Tjahjono selaku Program Director MilkLife Soccer Challenge melihat adanya peningkatan signifikan, baik dari jumlah peserta maupun segi kualitas pemain yang bertanding di Tangerang dan Semarang Seri 2. Sebelumnya, pada Tangerang Seri 1 sebanyak 1.302 siswi, sementara di Semarang Seri 1 2025 – 2026 tercatat 1.213 peserta. “Untuk seri kedua ini, jumlah peserta meningkat dibandingkan seri-seri sebelumnya, baik di Semarang dan Tangerang. Secara kualitas juga selalu ada peningkatan, karena mereka sudah mempersiapkan diri dan tahu jadwal pelaksanaannya seperti apa. Sehingga mereka lebih ada persiapan yang baik diantara para peserta,” ucap Teddy. Jacksen F Tiago yang kini resmi bergabung sebagai Head Coach MilkLife Soccer Challenge bersama Timo Scheunemann mengatakan bahwa turnamen KU 8, KU 10, KU 12 ini sangat penting digelar, sebagai langkah awal menjadi pesepakbola profesional. “Terus yang kedua, untuk mereka mencapai level timnas Indonesia, ini adalah jalurnya. Sehingga saya rasa bukan penting, tapi sangat luar biasa penting karena ini boleh dikatakan salah satu wadah yang ada bagi atlet muda putri. Tiga sampai empat tahun ke depan wajah-wajah ini yang akan kita lihat memakai baju merah putih,” ujarnya. Mantan pelatih timnas Indonesia tersebut berucap, bahwa terdapat perbedaan signifikan antara melatih atlet putra dan putri, terutama dari aspek psikologis. Jacksen menilai harus ada pendekatan secara lebih personal untuk menghadapi atlet putri. Meski demikian, ia optimistis dengan MilkLife Soccer Challenge yang telah sukses bergulir tiga tahun terakhir, sepak bola putri Tanah Air akan mencapai kejayaan. “Saya rasa perbedaan yang paling mencolok itu adalah pendekatan psikologisnya, karena siklus putra berbeda dengan putri. Menurut saya itu menjadi tantangan terberat. Karena mood-nya perempuan itu sangat labil, sehingga kita harus memahami itu untuk bisa menangani mereka,” kata Jacksen. Juara MilkLife Soccer Challenge Tangerang Seri 2 2025 – 2026 pada KU 10, SDN Pinang 3 C berhasil menjadi kampiun setelah mengalahkan British School Jakarta dengan skor akhir 2-1. Pada pertandingan final yang digelar di Lapangan Kera Sakti BRIN Puspitek, Tangerang, Minggu (18/1), SDN Pinang 3 C tampil lebih dominan dari lawannya. Adalah Nitya Safira Jaya yang sukses mengemas dua gol tersebut sekaligus mengantarkan kemenangan untuk timnya. Nitya Safira Jaya mencetak gol melalui tendangan penalti pada menit ke-2, serta menit 19 melalui tendangan jarak jauh. Sementara gol semata wayang British School Jakarta tercipta dari Maya Hashimoto yang berhasil mengeksekusi tendangan penalti dengan sempurna di menit 24. “Saya senang sekali bisa menang dan menjadi juara. Saya sempat khawatir saat menit terakhir lawan hampir membuat comeback karena mengira ada penalti lagi buat lawan. Untungnya tidak terjadi dan bisa mengakhiri pertandingan dengan kemenangan,” ujar Nitya yang juga menyandang Best Player KU 10 pada MLSC Tangerang Seri 2 2025 – 2026. Sementara pada KU 12, SDN Kunciran 4 C sukses mengunci gelar juara MilkLife Soccer Challenge Tangerang Seri 2 2025 – 2026 usai meladeni pertandingan sengit SDN Kebayoran Lama Selatan 19 dengan skor 3-2. Pelatih SDN Kunciran 4 C, Farid mengaku bangga dengan pencapaian timnya. Terlebih di MLSC Tangerang Seri 1 2025 – 2026 langkah mereka terhenti di babak 16 besar usai kalah adu penalti dari British School Jakarta 0 (1) – 0 (2). Sementara di Seri 2, SDN Kunciran 4 C menghentikan langkah British School Jakarta di semifinal dengan skor 3-0. “Persiapan yang sebelumnya latihan seminggu sekali, jadi tiga kali karena mengejar usia mereka yang tahun depan sudah tidak bisa ikut lagi di KU 12. Jadi anak-anak diperkuat mentalnya di Seri 2 ini,” ungkap Farid. SDN Kunciran 4 C sebelumnya juga menjadi kampiun pada MLSC Jakarta Seri 1 2025 – 2026. Selain mempertandingkan format 7 vs 7 untuk KU 10 dan KU 12, MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 juga kembali menghadirkan Festival SenengSoccer untuk KU 8. Di Semarang, kegiatan ini diikuti oleh 97 siswi dari 20 SD & MI, sementara di Tangerang 35 peserta dari 10 SD & MI turut serta. Usai Semarang dan Tangerang, MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025 – 2026 akan bergulir di Bandung dan Yogyakarta pada 27 Januari hingga 1 Februari 2026. Daftar Pemenang MilkLife Soccer Challenge Tangerang Seri 2 2025 – 2026: Kategori Usia 10 Champion: SDN Pinang 3 C Runner-up: British School Jakarta Semifinalis: SDN Pasar Baru 01 Komplek Pintu Besi & SDN Buaran 02 Top Scorer: Ayu Fitria Oktaviani – SDN Cipulir 03 B (19 gol) Best Player: Nitya Safira Jaya – SDN Pinang 3 C Best Goalkeeper : Nadhifa Ferhania Sholeha – SDN Pasar Baru 01 Komplek Pintu Besi Fairplay Team : SDN Kunciran 4 Kategori Usia 12 Champion: SDN Kunciran 4 C Runner-up: SDN Kebayoran Lama Selatan 19 Semifinalis: British School Jakarta Red & SDN Pinang 3 Top Scorer: Angelina Putri Sarealita Mongan – SDN Kunciran 4 C (18 gol) Best Player: Zilda Afna Syaqila – SDN Kunciran 4 C Best Goalkeeper: Aisyah Putri Ramadhani – SDN Pinang 3 Fairplay Team: SDN Pakulonan 02 Daftar pemenang MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 2 2025 – 2026: Kategori Usia 10 Champion: SDN Klepu 03 Runner-up: SDN Kalibanteng Kidul 03 Semifinalis: SDN Kembangarum 1 Mranggen & SD Kembangarum 01 Semarang Top Scorer: Shakilla Azalia Ardani – SDN Klepu 01 (31 gol) Best Player : Christabel Jocelyn Calista – SDN Kalibanteng Kidul 03 Best Goalkeeper : Saputri Nurul Azizah – SDN Klepu 03 Fairplay Team : SDN Kembangarum 2 Semarang Kategori Usia 12 Champion: SDN Sendangmulyo 04 Runner-up: SDN Sendangmulyo 02 Semifinalis: SDN Karangsono 2 Mranggen & SDN Rejosari 01 Top Scorer: Janetta Alodya – SDN Sendangmulyo 04 (24 gol) Best … Read more

Timnas Futsal Putri panggil 19 pemain untuk TC

Timnas Futsal Putri

Tim Nasional (Timnas) Futsal Putri Indonesia resmi memanggil 19 pemain yang akan mengikuti pemusatan latihan (training camp/TC) sebagai bagian dari persiapan menuju ASEAN Women’s Futsal Championship (WFC) 2026. Deputi Sekretaris Jenderal Federasi Futsal Indonesia (FFI), Frans Xaverius menyebut pemanggilan ini sebagai langkah awal strategis untuk membangun kesiapan tim secara menyeluruh. “Pemanggilan ini merupakan langkah awal strategis untuk mematangkan persiapan teknis, fisik, serta chemistry antarpemain guna meraih prestasi maksimal di kancah Asia Tenggara,” ujar Frans dalam pernyataan resminya yang diterima di Jakarta, Sabtu. Komposisi skuad Timnas Futsal Putri kali ini memadukan pemain berpengalaman dengan talenta muda potensial. Klub-klub yang berkompetisi di Liga Futsal Profesional Putri (WPFL) mendominasi daftar panggilan, dengan Kuda Laut Nusantara Angels menjadi penyumbang pemain terbanyak. Selain itu, pemain juga datang dari MSP FC, Kebumen Angels, hingga klub-klub berbasis universitas. Dari daftar tersebut, terdapat sejumlah pemain debutan, yakni Nizrina Fauziah Permana, Diana Nuraeni, dan Arlince Tuan. Ketiganya sebelumnya telah mengikuti program try out yang diselenggarakan oleh FFI dan dinilai layak untuk melangkah ke tahap pemusatan latihan. Frans Xaverius, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Tim Nasional FFI, berharap melalui pemusatan latihan ini tim pelatih dapat menyusun strategi terbaik sekaligus membangun mental juara para pemain. “Dengan persiapan yang matang, kami berharap Timnas Futsal Putri Indonesia mampu tampil kompetitif dan bersaing di level tertinggi pada ASEAN Women’s Futsal Championship 2026,” katanya. Berikut daftar lengkap pemain TC Timnas Futsal Putri: Penjaga Gawang Fitry Amelya (Kuda Laut Nusantara Angels) Sella Salsadila Agustin (Kebumen Angels) Riska Aprilia (Alive FC) Anchor Novita Murni Piranti (MSP FC) Diah Tri Lestari (MSP FC) Antika Asri Julaikah (Kebumen Angels) Nizrina Fauziah Permana (Universitas Pendidikan Indonesia) Flank Dhea Febrina Bangun (Netic FC) Fitri Rosdiana (MSP FC) Diana Nuraeni (STKIP) Asselah Terecita Lukuaka (Kuda Laut Nusantara Angels) Fitri Sundari (Kuda Laut Nusantara Angels) Marsya Aulia Nur Halisa (AFK Bandung) Quisepina Anastasia T. Olin (Kuda Laut Nusantara Angels) Ikeu Rosita (MSP FC) Pivot Nisma Francida Rusdiana (Alive FC) Agnes Matulapelwa (Netic FC) Insyafadya Salsabillah (Kuda Laut Nusantara Angels) Arlince Tuan (Universitas Negeri Jakarta)

Hasil Drawing ASEAN Hyundai Cup 2026

Trofi ASEAN Hyundai Cup 2026

Tim nasional sepak bola Indonesia masuk ke dalam Grup A bersama juara bertahan Vietnam, selain itu ada Singapura, Kamboja dan tim pemenang play-off. Ini merupakan hasil pengundian (drawing) Kejuaraan ASEAN Hyundai Cup 2026 yang dilaksanakan di Studio RCTI+ Kebun Jeruk, Jakarta, Kamis (15/1) sore. Sementara, di Grup B dihuni Thailand, Malaysia, Philipina, Myanmar dan Laos. Timnas Indonesia akan berlaga di Kejuaraan sepak bola paling bergengsi di Asia Tenggara, ASEAN Hyundai Cup 2026. Kejuaraan ini merupakan edisi ke-30 sejak digelar untuk pertama kalinya di tahun 1996. ASEAN Hyundai Cup 2026 akan menjadi panggung bagi tim-tim sepak bola terbaik kawasan untuk memperebutkan mahkota Juara ASEAN, yang saat ini dipegang Vietnam setelah mengalahkan Thailand di final edisi tahun 2024 lalu. Hyundai Cup akan berlangsung pada 27 Juli hingga 26 Agustus mendatang, diikuti 11 negara peserta yang akan saling bersaing menjadi yang terbaik. Salah satunya harus melalui kualifikasi atau play-off yang digelar 2 dan 6 Juni 2026 yang akan diperebutkan oleh Brunei Darussalam dan Timor Leste. Pada fase grup, setiap tim akan menjalani empat pertandingan, terdiri dari dua laga kandang dan dua laga tandang.Tim yang finis sebagai juara grup dan runner-up berhak melaju ke babak semifinal. Pada fase empat besar, pertandingan akan dimainkan dalam format dua leg kandang dan tandang, begitu pula dengan partai final. Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, yang hadir pada pengundian ini menyebut, timnas Indonesia memiliki kesempatan besar untuk menang. Indonesia diketahui sebanyak enam kali menjadi semifinalis pada penyelenggaraan Kejuaraan ASEAN yang dulu dikenal dengan Piala AFF ini. “Saya rasa ini adalah kesempatan besar, kita sudah jadi semifinalis enam kali. Turnamen ini sangat bergengsi, punya level yang top. Tim-tim yang bermain punya kekuatan seimbang dan kita punya kesempatan (untuk menang),” harapnya saat doorstop bersama awak media. Hasil Drawing ASEAN Championship 2026: Grup A: Vietnam, Singapura, Indonesia, Kamboja, Brunei Darussalam/Timor Leste Grup B: Thailand, Malaysia, Filipina, Myanmar, Laos

Jakarta Tuan Rumah AFC Futsal Asian Cup 2026, Ini Dua Venue Resminya!

AFC Futsal Asian Cup 2026

Indonesia siap menjadi pusat perhatian futsal Asia. AFC Futsal Asian Cup 2026 akan digelar di Jakarta dengan menggunakan dua arena kelas dunia sebagai venue pertandingan. Turnamen futsal paling bergengsi di Asia itu dijadwalkan berlangsung pada 27 Januari hingga 7 Februari 2026. Sebanyak 16 negara akan ambil bagian, termasuk Timnas Futsal Indonesia yang berstatus sebagai tuan rumah. Untuk penyelenggaraan edisi kali ini, Indonesia menyiapkan dua venue dalam satu kota, yakni Jakarta. Berikut rincian dua arena resmi yang akan digunakan. 1. Indonesia Arena (Venue Utama) Kapasitas: 16.500 penonton Lokasi: Blok 10, Kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat Indonesia Arena menjadi venue utama dengan kapasitas terbesar. Arena indoor ini direncanakan digunakan untuk sejumlah laga penting selama turnamen, termasuk pertandingan pembuka dan laga puncak. 2. Jakarta International Velodrome Kapasitas: 8.500 penonton Lokasi: Jalan Balap Sepeda No. 35, Rawamangun, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur Jakarta International Velodrome turut dipastikan menjadi lokasi pertandingan. Arena ikonik peninggalan Asian Games 2018 tersebut telah disesuaikan dengan standar internasional AFC untuk menggelar laga futsal. Indonesia sendiri akan berlaga dari grup A bersama Irak, Kirgiztan dan Korea Selatan. Pertandingan pertama Timnas Indonesia akan berlangsung pada tanggal 27 Januari 2026 melawan Korea Selatan. Info Tiket dan Penyiaran Mengutip unggahan resmi Instagram @federasifutsal_id, tiket AFC Futsal Asian Cup 2026 mulai dapat dibeli Senin (12/1/2026) melalui situs resmi AFC di the-afc.com. Bagi penonton yang tidak bisa hadir langsung di arena, pertandingan AFC Futsal Asian Cup 2026 dapat disaksikan melalui siaran MNCTV serta layanan streaming Vision+ dan platform resmi lainnya. Sumber: Detiksport

John Herdman Resmi Diperkenalkan

John Herdman

John Herdman resmi diperkenalkan PSSI sebagai pelatih Timnas Indonesia melalui jumpa media yang digelar di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1). Pada kesempatan ini hadir Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dua Wakil Ketua Umum yakni Zainudin Amali, Ratu Tisha Destria, serta sejumlah anggota Komite Eksekutif yakni Sumardji, Endri Erawan, Vivin Sungkono, Rudy Yulianto, Ahmad Riyadh, Muhammad, dan Sekjen Yunus Nusi. Selain itu hadir Direktur Teknik Alexander Zweirs dan Pelatih Timnas U-20, Nova Arianto. Pelatih asal Inggris ini menyampaikan rasa senang untuk lebih memahami karakter, kultur dan hal-hal baru khususnya untuk peningkatan prestasi sepak bola Indonesia menuju prestasi dunia. “Saya senang datang ke Indonesia bersama keluarga saya. Ini adalah negara baru, kebudayaan baru dan negara dengan fans sepak bola yang luar biasa. Ini adalah kesempatan untuk membawa prestasi sepak bola Indonesia ke panggung dunia,” kata John Herdman. “Terima kasih kepada PSSI yang sudah memberi kepercayaan saya menjadi pelatih baru Timnas Indonesia,” tambah pelatih berusia 50 tahun tersebut. Sebagai pelatih timnas Indonesia, John pun siap menyatukan potensi- potensi seluruh pemain, entah dari diaspora maupun lokal asal punya kualitas dan kriteria yang diinginkannya. Dia akan mengkombinasikan menjadi potensi yang positif untuk Indonesia. “Bagi saya, saya melihat peluang dan yang terpenting adalah menerima keberagaman ini sebagai kekuatan besar untuk Garuda,” urainya. John menilai, timnas Indonesia telah mengambil langkah dan impian besar menuju Piala Dunia 2026 namun tidak lolos. Untuk itu, dia sadar tuntutan itu akan segera berada dihadapannya. “Tentu ada tekanan, jelas, mengingat apa yang disebutkan sebelumnya, sudah dekat, tetapi belum berhasil. Jadi, apakah sudah siap menghadapi tekanan ini, terutama dari para penggemar. Anda datang ke sebuah organisasi, memimpin sebuah tim, memikul beban sebuah bangsa. Dan beban itu bisa, bisa menjadi sebuah kutukan, atau bisa menjadi sebuah berkah,” urainya lagi. “Kami akan mengolahnya menjadi sebuah berkah. Ini akan menjadi sebuah peluang besar yang akan terus saya bagikan kepada para pemain, karena saya pernah mengalami momen ketika sebuah negara berhenti sejenak, dan Anda lolos untuk pertama kalinya. Saya telah mengalami momen itu,” tuturnya usai mengantar Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 sejak 1986. John Herdman mendapatkan kontrak selama 2 tahun oleh PSSI untuk menukangi Timnas Indonesia dan opsi perpanjangan kontrak kedepannya.

PSSI Resmi Tunjuk John Herdman

John Herdman

PSSI resmi mengumumkan John Herdman sebagai pelatih baru Tim Nasional Indonesia, pada Sabtu, 3 Januari 2026, menandai dimulainya era baru sepak bola nasional. Herdman bukan sekadar pelatih, melainkan arsitek berpengalaman membawa team ke Piala Dunia. PSSI menyambut antusias kehadiran pelatih berusia 50 tahun tersebut. Ragam rekam jejak Herdman menjadi alasan utama penunjukan ini. Dia tercatat sebagai satu-satunya pelatih di dunia yang berhasil membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara lolos ke Piala Dunia FIFA. Bersama timnas putri Kanada, Herdman tampil di Piala Dunia 2007 dan 2011, serta mencetak sejarah dengan meraih dua medali perunggu Olimpiade secara beruntun pada 2012 dan 2016. Sementara itu, di sektor putra, Herdman sukses mengantar Kanada ke Piala Dunia Qatar 2022, momen sejarah setelah 36 tahun, sekaligus melesatkan peringkat FIFA Kanada saat itu dari posisi 77 ke 33 dunia. Pada tahun 2026, Herdman dan Timnas Indonesia telah menanti agenda padat. Timnas Senior akan tampil di FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada FIFA Match Day 23–31 Maret 2026, dilanjutkan agenda FIFA Match Day pada Juni, September, Oktober, dan November, serta Piala AFF 2026 yang dijadwalkan berlangsung mulai 25 Juli 2026.

Piala AFF Futsal U-19 2025: Indonesia Raih Runner Up

Tim Nasional Futsal U19 Indonesia

Tim Nasional Futsal U19 Indonesia mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih posisi runner up pada ajang ASEAN U19 Boy’s Futsal Championship 2025 yang diselenggarakan di Nonthaburi, Thailand. Pencapaian ini menjadi bukti nyata perkembangan positif futsal usia muda Indonesia di tingkat regional. Skuad Garuda Muda yang diasuh oleh pelatih kepala Naim Hamid Salim berhasil melangkah hingga babak final turnamen setelah melalui pertandingan-pertandingan ketat di fase grup dan knockout. Perjalanan tim Indonesia di turnamen ini menunjukkan peningkatan kualitas permainan dan mental bertanding para pemain muda. Laga Final yang ketat pada pertandingan final yang digelar di Nonthaburi, Thailand, Tim Nasional Futsal U19 Indonesia harus mengakui keunggulan tuan rumah Thailand dengan skor akhir 1-3. Meskipun kalah, penampilan skuad Indonesia mendapat apresiasi tinggi atas perjuangan dan permainan yang ditampilkan sepanjang turnamen. Laga final berlangsung dengan intensitas tinggi di mana kedua tim saling menyerang untuk meraih gelar juara. Tim Indonesia sempat mencetak satu gol balasan, namun Thailand yang bermain di hadapan pendukung sendiri mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir. Pencapaian posisi runner up tidak terlepas dari performa konsisten yang ditunjukkan Tim Nasional Futsal U19 Indonesia sejak fase grup hingga semifinal. Para pemain muda Indonesia menampilkan permainan solid dengan kombinasi taktik yang matang dan semangat juang tinggi di setiap pertandingan. Naim Hamid Salim sebagai pelatih kepala berhasil memaksimalkan potensi para pemain dan menerapkan strategi yang efektif dalam menghadapi berbagai lawan di turnamen ini. Pengalaman bertanding di level regional menjadi pembelajaran berharga bagi perkembangan para pemain muda Indonesia. Prestasi yang membanggakan Meraih posisi runner up dalam ASEAN U19 Boy’s Futsal Championship 2025 merupakan prestasi yang patut dibanggakan. Turnamen tingkat regional ini mempertemukan tim-tim terbaik futsal usia muda dari negara-negara Asia Tenggara, sehingga kompetisinya sangat ketat dan berkualitas tinggi. Pencapaian ini menunjukkan bahwa program pembinaan usia muda futsal Indonesia mulai membuahkan hasil positif. Para pemain U19 yang tampil di turnamen ini diharapkan dapat menjadi bibit-bibit unggul untuk memperkuat Tim Nasional Futsal Indonesia di masa mendatang. Kekalahan di partai final menjadi pelajaran berharga bagi Tim Nasional Futsal U19 Indonesia. Thailand yang tampil sebagai juara menunjukkan kematangan bermain dan konsistensi yang perlu terus dipelajari dan ditingkatkan oleh skuad Indonesia. Pengalaman bertanding di turnamen internasional dan menghadapi tekanan di partai final akan menjadi bekal penting bagi para pemain muda Indonesia dalam mengembangkan karier futsal mereka ke depan. Apresiasi dan Dukungan Head Coach Timnas U19 Indonesia, Naim Hamid Salim memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pemain dan staf pelatih yang telah berjuang maksimal di ASEAN U19 Boy’s Futsal Championship 2025. “Secara permainan, kita masih dapat mengimbangi Tim Nasional Thailand. Buat saya Tim Nasional Indonesia masih dalam proses, mereka masih harus belajar lagi. Tapi, sejauh ini perjuangan yang luar biasa. Kami sangat mengapresiasi perjuangan pemain dalam laga kali ini, mereka sudah melakukan apa yang harus dilakukan. Pesan saya buat para pemain, jaga kondisi, tetap latihan terus. Jaga performa kalian untuk terus berkembang!” pungkasnya. Pencapaian Tim Nasional Futsal U19 Indonesia di turnamen ASEAN ini memberikan optimisme terhadap masa depan futsal Indonesia. Para pemain muda yang telah merasakan pengalaman bertanding di level internasional diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi tulang punggung Tim Nasional senior di masa mendatang.

Piala AFF Futsal U16: Indonesia Juara!

Tim Nasional Futsal Putra U-16 Indonesia

Tim Nasional Futsal Putra U-16 Indonesia berhasil mengukir sejarah manis dengan menjuarai ASEAN U16 Boys’ Futsal Championship 2025. Dalam laga final yang berlangsung sengit di Nonthaburi Hall, Bangkok, Pasukan Garuda Muda sukses menundukkan tuan rumah Thailand dengan skor tipis 4-3. ​Pertandingan yang dipimpin oleh wasit Janah Nurul Atikah (Malaysia) ini berlangsung dengan intensitas tinggi sejak peluit awal dibunyikan. Disaksikan oleh hampir 1.000 penonton, Indonesia menunjukkan mental juara meski sempat tertinggal cepat di menit awal. Aksi Balas Berbalas Gol ​Laga baru berjalan satu menit, Thailand langsung mengejutkan pertahanan Indonesia lewat gol cepat Phuwipadawat Thanawat. Namun, Indonesia merespons dengan tenang. Tiga menit berselang, tepatnya di menit ke-4, Hetson Messi Hamonangan Sirait berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. ​Jual beli serangan terus terjadi. Thailand kembali unggul di menit ke-17 melalui Petchtiam Boonyarit. Namun, semangat pantang menyerah ditunjukkan anak asuh pelatih Reka Cahya Punthoadi. Tepat di penghujung babak pertama (menit ke-20), Muhammad Faisal Gumilang mencetak gol penyeimbang krusial yang menutup paruh pertama dengan skor imbang 2-2. Kunci Kemenangan Garuda ​Memasuki babak kedua, Indonesia tampil lebih agresif. Momentum kemenangan didapat ketika Muhamad Dafa Ramadan membalikkan keadaan menjadi 3-2 lewat golnya di menit ke-26. Hanya berselang dua menit, Muhammad Faisal Gumilang mencetak gol keduanya (brace) di menit ke-28, memperlebar jarak menjadi 4-2. ​Tertinggal dua gol, Thailand mencoba bangkit dan berhasil memperkecil ketertinggalan melalui Wangsilpakhun Punno di menit ke-34. Sisa waktu pertandingan berlangsung menegangkan dengan tingginya tensi permainan yang memaksa wasit mengeluarkan kartu di menit-menit akhir, termasuk untuk kapten Indonesia Akmal Nashrur Rizki dan pemain Thailand di menit ke-38. ​Hingga peluit panjang berbunyi, skor 4-3 untuk kemenangan Indonesia tidak berubah. Hasil ini memastikan Indonesia membawa pulang trofi juara dari kandang lawan. Pelatih Kepala Timnas Futsal U16 Indonesia, Reka Cahya, menyatakan bahwa kunci kemenangan Indonesia berasal dari kerja keras berbagai elemen. “Kami selalu bersama, dalam keadaan apapun kami selalu bersama. Kami juga selalu disiplin, entah itu dalam pertandingan, penginapan, dimanapun. Karena ini semua kerja keras dari semua elemen. Federasi, Staff, dan Pemain. Menurut saya kunci kemenangan hari ini kami sama-sama saling mengingatkan, kerja keras, saling menguatkan dan bekerja sama. Serta do’a dari masyarakat Indonesia dan Keluarga,” ujarnya.

Piala AFF Futsal U-19 2025: Indonesia ke Final

M. Dafa Erlangga

Piala AFF Futsal U-19 2025: Indonesia ke Final Timnas Futsal Indonesia U-19 lolos ke final Piala AFF Futsal U-19 2025. Garuda Muda melaju usai menggasak Vietnam 7-3. Semifinal Piala AFF Futsal U-19 mempertemukan Indonesia vs Vietnam. Pertandingan digelar di Nonthaburi Hall, Sabtu (27/12/2025) sore WIB. Gol Indonesia dicetak oleh M. Dafa Erlangga (dua gol), Haekel Ayyasy (satu gol), Sulaiman Riski (satu gol), Reivan Revian (satu gol) dan menariknya, penjaga gawang Indonesia, Guntur Rochmatdani, turut mencatatkan namanya dipapan skor! Tak cuma satu, melainkan dua gol! Sementara Vietnam, hanya mampu membalas lewati gol bunuh diri Dafa, Vu Dai Hoc dan Quang Huy. Indonesia melangakah ke final dan akan menghadapi pemenang laga antara Thailand dan Malaysia yang baru akan bertanding pada Sabtu (27/12) malam. Pertandingan final sendiri akan berlangsung pada hari Senin, 29 Desember 2025 pukul 19.00 WIB.

Piala AFF Futsal U19: Gasak Malaysia, Indonesia Juara Grup B

Timnas Futsal Indonesia U19

Timnas Futsal Indonesia U19 memastikan diri melangkah ke babak semifinal Piala AFF Futsal U-19 2025 dengan catatan gemilang. Skuad Garuda Muda sukses menumbangkan rival abadi, Malaysia, dengan skor tipis 1-0 dalam laga pamungkas Grup B yang berlangsung di Nonthaburi Gymnasium, Thailand, Kamis (25/12/2025) sore WIB. Kemenangan ini tidak hanya membawa gengsi besar, tetapi juga mengukuhkan posisi Indonesia sebagai juara Grup B yang tak tergoyahkan. Performa impresif sepanjang fase grup ini menjadi modal kuat bagi Garuda Muda untuk membidik trofi juara di tanah Thailand. Lawan Indonesia di semifinal masih menunggu hasil Grup A. Persaingan memanas karena Vietnam dan Thailand sama-sama mengemas tiga poin setelah menang telak atas Brunei. Thailand menang 9-0 atas Brunei, sementara Vietnam menang 18-0 atas Brunei. Malam ini, laga penentu bakal digelar. Thailand vs Vietnam, Kamis (25/12/2025) pukul 20.00 WIB. Pemenang kemungkinan menjadi lawan Indonesia di semifinal. Jika imbang, selisih gol akan jadi penentu. Garuda Muda masih on track menuju final.

Piala AFF Futsal U16: Indonesia Hajar Brunei

Timnas Futsal U16 Indonesia

Timnas Futsal Indonesia U16 berhasil mengalahkan Brunei dengan skor telak 5-0 dalam laga Piala AFF U-16 2025 di Thailand, Kamis (25/12). Indonesia berhasil mendominasi permainan dan sudah memimpin 3-0 atas Brunei di babak pertama. Alfian Nurhayadi membuka keunggulan Indonesia di menit ketujuh. Setelah itu, Muhammad Faisal Gumilang mengubah kedudukan jadi 2-0 di menit ke-11. Gol dari Muhammad Al Fayyadh Rafarrel Haerul di menit ke-12 melengkapi keunggulan 3-0 Indonesia di babak pertama. Keberhasilan Indonesia unggul 3-0 tidak membuat mereka berpuas diri. Faisal dan kawan-kawan terus berusaha menekan pertahanan Brunei. Brunei sendiri kesulitan mengembangkan permainan. Tiap serangan yang coba mereka susun bisa terbaca dengan baik oleh pemain-pemain Indonesia. Indonesia akhirnya bisa menambah dua gol di babak kedua. Muhammad Ibnu Alan mencetak gol di menit ke-22 sedangkan Faisal menorehkan gol keduanyab di laga itu pada menit ke-25. Hasil ini jelas jadi catatan positif bagi Indonesia. Pasalnya di laga sebelumnya, Indonesia hanya bermain imbang 2-2 lawan Vietnam. Kemenangan di laga ini jadi modal bagus bagi Timnas Futsal Indonesia U16 untuk menghadapi laga lawan Thailand pada Sabtu (27/12). Duel tersebut bakal jadi duel krusial untuk perebutan posisi dua besar dan peluang lolos ke babak final perebutan gelar juara.

Jelang Akhir Tahun 2025, Ini Peringkat FIFA Indonesia

Tim nasional Indonesia U23

Ranking FIFA terbaru sudah dirilis. Indonesia menutup tahun 2025 di urutan 122, masih di bawah Malaysia, Vietnam, dan Thailand. Posisi Timnas Indonesia tidak mengalami perubahan per 22 Desember 2025. Indonesia ada di urutan ke-122 dengan 1144,73 poin. Indonesia sudah ada di posisi tersebut sejak Oktober 2025. PSSI, selaku federasi sepakbola Indonesia, tidak memanfaatkan agenda FIFA Matchday pada November lalu. Pertandingan terakhir Indonesia adalah melawan Arab Saudi dan Irak di Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026. Indonesia kalah dalam dua laga tersebut. Walaupun turun satu peringkat, Thailand menjadi negara di ASEAN yang punya posisi paling bagus setelah ada di tempat ke-96 dengan 1243.27. Vietnam naik tiga peringkat dengan duduk di posisi ke-107 setelah mengoleksi 1189,62 poin. Malaysia berada satu peringkat di atas Indonesia dengan 1145,89. Malaysia diketahui saat ini sedang dalam masalah karena pemalsuan dokumen naturalisasi. Posisi puncak ranking FIFA bulan ini masih ditempati Spanyol dengan 1877,18 poin. Argentina di urutan kedua dengan diikuti Prancis pada posisi ketiga. Sumber: detiksport

Piala AFF Futsal U19: Gebuk Myanmar, Indonesia ke Semifinal

Timnas Futsal Indonesia

Hasil Timnas Futsal Indonesia vs Myanmar di Grup B Piala AFF U19 2025 berakhir dengan skor 4-1 bagi kemenangan skuad Garuda, Rabu 24 Desember. Empat gol Daffa Erlangga, Reivan Revian, Andi Umayyah, dan Haekal Ayyasy di Nonthaburi Gymnasium, Thailand, membawa Indonesia lolos ke semifinal. Tiket semifinal pasti diraih Timnas Futsal U19 Indonesia dengan satu kemenangan dari Myanmar. Hasil ini membuat Indonesia mengoleksi 3 poin, mengungguli Myanmar dan Malaysia yang masing-masing baru memperoleh 1 poin. Hanya tersisa satu pertandingan yaitu antara Indonesia vs Malaysia pada hari Kamis 25 Desember pukul 14.00 WIB. Artinya, Indonesia tidak mungkin terlempar dari dua besar yang merupakan zona lolos ke semifinal. Lantas, bagaimana dengan jalannya pertandingan Timnas Futsal U19 Indonesia vs Myanmar? Timnas Futsal U19 Indonesia asuhan Naim Hamid berlaga dengan Guntur Rochmatdhani Pratikno sebagai penjaga gawang. Empat pemain lain di starting five adalah Muhammad Fatih Zidan, Ahmad Firdaus, Andi Umayyah Ramadhan, dan kapten Reivan Revian. Sementara itu Myanmar hanya melakukan satu perubahan dibandingkan saat bermain imbang 3-3 melawan Malaysia kemarin. Pelatih Soe Moe Kyaw kini memainkan kiper Zwe Lu Htut menggantikan Aung Htoo Khant. Empat pemain lainnya adalah Hae Mar Htay, Kaung Htet Naing, Nyi Nyi Zaw, dan kapten Lin Thuya Hein. Jalannya pertandingan babak pertama cukup ketat antara kedua tim. Tapi kebuntuan pecah di menit 6 saat tembakan jarak jauh Muhammad Daffa Erlangga membuat gawang Myanmar bobol. Setelah gol itu permainan menjadi lebih cair dan kedua tim saling berbalas serangan. Menit 7 ada sepakan Muhammad Fatih Zidan dan dibalas tembakan Kyaw Zaw Thein yang ditepis Guntur. Dua peluang lantas diperoleh Timnas U19 melalui Andika Ferdiansyah dan Haekal Ayyasy Caserio walau masih melebar. Peluang emas didapatkan Hae Mar Htay di menit 12 namun belum berbuah gol. Guntur kemudian menjadi sangat sibuk saat ia mematahkan dua peluang beruntun Myanmar di menit 15. Salah satunya dari tembakan jarak dekat Khin Zaw Hein. Dua peluang Myanmar berikutnya juga bisa dibendung Guntur. Masing-masing dari Ye Yint Shwe Paul di menit 16 dan Aung Khant Zaw di menit 18. Myanmar lantas menutup babak pertama melalui dua peluang Lin Thuya Hein yang melebar dari gawang Timnas U19. Ketika babak kedua belum lama berlangsung, Revian mencetak gol apik bagi Indonesia. Aksi individu dari sisi flank saat melewati satu pemain Myanmar diakhiri dengan sepakan keras kaki kiri dari sudut sempit. Skor pun berubah menjadi 2-0 bagi Indonesia. Tidak lama kemudian Indonesia nyaris saja mencetak gol ketiga. Bisa merebut bola dari lawan, Muhammad Akran mendapatkan peluang bagus saat berhadapan satu lawan satu dengan kiper lawan. Sayang, sepakan Akran masih bisa ditepis Lu Htut. Skor akhirnya berubah menjadi 3-0 di menit 26 melalui tendangan bebas Andi Umayyah Ramadhan. Sebelumnya, Indonesia mendapatkan tendangan bebas di depan kotak penalti saat Robby ditekel oleh Khin Zaw Hein. Sayangnya dua menit kemudian gawang Guntur bobol. Gol Myanmar bermula saat Haekal kehilangan bola karena dicuri oleh Hae Mar Htay. Dengan tenang ia lantas melewati satu pemain Indonesia dan menaklukkan Guntur dalam posisi satu lawan satu. Setelah itu kedua tim mendapatkan banyak peluang untuk mencetak gol. Myanmar sendiri baru memainkan skema power play di tiga menit terakhir namun tidak berbuah hasil. Justru, Indonesia yang mencetak gol keempat melalui Haekal ketika laga tersisa 20 detik. Gol tercipta ketika sapuan bola pemain Myanmar justru mengenai Haekal dan langsung masuk ke gawang Myanmar. Tidak ada lagi gol yang tercipta hingga wasit Xayavongsy Khampasong asal Laos meniup peluit akhir pertandingan. Bagi Indonesia, pertandingan melawan Malaysia besok akan menentukan apakah mereka lolos sebagai juara atau runner-up Grup B. Myanmar sendiri kini tinggal berharap hasil laga lain untuk bisa lolos. Jika ingin lolos, Myanmar akan berharap Indonesia bisa mengalahkan Malaysia dengan minimal selisih empat gol. Rekap Pertandingan Timnas Futsal U19 Indonesia vs Myanmar Indonesia vs Myanmar 4-1 (Muhammad Daffa Erlangga 6′, Reivan Revian 21′, Andi Umayyah Ramadhan 26′, Haekal Ayyasy Caserio 40′ / Hae Mar Htay 28′) Daftar Pemain Timnas Futsal U19 Indonesia: Guntur Rochmatdhani Pratikno (Kiper) Muhammad Fatih Zidan (Anchor) Ahmad Firdaus (Anchor) Muhammad Sofian Attasauri (Kiper) Muhammad Farhan (Anchor) Andika Ferdiansyah (Flank) Sulaiman Riski Hidayat (Flank) Andi Umayyah Ramadhan (Flank) Muhammad Robby Faturrahman (Pivot) Haekal Ayyasy Caserio (Flank) Samuel Patrice Evra Aibesa (Flank) Muhammad Daffa Erlangga (Anchor) Reivan Revian (Flank) Muhammad Akran (Pivot) Pelatih: Naim Hamid Daftar Pemain Timnas Futsal U19 Myanmar: Aung Htoo Khant Zwe Lu Htut Hae Mar Htay Gwar Dee Kyaw Min Khant Lin Thuya Hein Kaung Htet Naing Ye Yint Shwe Paul Aung Chan Myae Aung Khant Zaw Nyi Nyi Zaw Kyaw Zaw Thein Myo Jet Khin Zaw Hein Pelatih: Soe Moe Kyaw