H-2 Panpel Satlantas Tangsel Drag Bike Sterilisasi Trek Aspal

Satlantas-tangsel-drag-bike2

Tangsel-Pelaksanaan Satlantas Tangsel Drag Bike tinggal menghitung hari lagi. Ini merupakan, event yang digagas oleh Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Tangsel, AKP Lalu Hedwin H. Satlantas Tangsel Drag Bike sendiri akan digelar pada Sabtu-Minggu (27-28/1) di Lapangan Sunburst BSD, Serpong, Tangsel. Dan, akan mempertandingkan 19 kelas yang dikelompokkan dalam empat kelas, seperti kelas utama, supporting, braket dan eksebisi. Seluruh panitia pelaksana (panpel) pun, terus melakukan segala persiapan agar Satlantas Tangsel Drag Bike bisa berjalan dengan sukses. “Persiapan saat ini sudah mencapai 90% untuk persiapan Satlantas Tangsel Drag Bike,” ujar Ketua Panitia Satlantas Tangsel Drag Bike, Ipul Syaepullah di Lapangan Sunburst BSD, Kamis (24/1). Panitia pun, akan kebut kekurangan 10% nya. Di H-2, panpel mulai melakukan sterilisasi aspal agar para pembalap tidak tergelincir saat bertanding. Seperti, membersihkan aspal dari debu dan batu-batu kecil yang bisa membahayakan pembalap. “Hari ini, kami melalukan sterilisasi aspal bersama dengan panitia yang lain. Dan, juga melakukan tanda batas atau garis bagi para pembalap,” terangnya. Lanjutnya, Satlantas Tangsel Drag Bike yang digelar selama dua hari (Sabtu-Minggu) akan mendapat respon yang bagus dari pecinta olahraga balap dan para penonton. Penonton yang hadir pun akan dikenakan Harga Tiket Masuk (Htm). “Untuk tiket sendiri kami kenakan biaya sebesar Rp 15 ribu bagi para penonton yang ingin menyaksikan event drag ini,” tutupnya. (pah)

Ratusan Siswa Bersaing di O2SN Tingkat Kecamatan Jatiuwung

O2SN-Kecamatan-Jatiuwung

Tangerang-Olimpiade Olahraga Siswa Nasional atau O2SN merupakan ajang untuk menyakurkan bakat bagi para pelajar baik itu SD, SMP maupun SMA. Ajang O2SN juga, ajang berkelanjutan dari mulai tingkat Kecamatan, Provininsi dan Nasional. Kini, dimulai dari tingkat Kecamatan yang berada di Tangerang, tepatnya Kecamatan Jatiuwung. Ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) baik negeri maupun swasta ikuti O2SN yang berlangsung di GOR Jatiuwung dan di buka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Abduh Surahman, Selasa (23/1). Terdapat delapan cabang olahraga yang diperlombakan diantaranya pencak silat, karate, sepak bola mini, catur, renang dan bulutangkis. Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Abduh Surahman mengatakan, O2SN merupakan tempat yang tepat bagi pembentukan mental siswa. “Sejak dini kita latih pelajar terutama mentalnya, semakin banyak latihan dan bertanding akan semakin baik mentalnya,”ucap Abduh, Selasa (23/1). Di tahun sebelumnya, karate mampu menembus babak Nasional. Abduh pun berharap, kali ini bisa mencetak banyak atlet berprestasi. “Untuk menjadi juara nasional ya kita harus juara dulu di Banten, kita harap melalui O2SN Kecamatan dapat melahirkan bibit atlet andal sehingga kita bisa menjadi juara di Banten,” tukasnya. Sementara itu, Kepala UPT (Unit Pelaksana Teknis) Pendidikan Kecamatan Jatiuwung, Maramis Ahmadi mengatakan, 24 sekolah dari ratusan siswa beradu untuk mencari yang terbaik dengan sportif. “Ada 24 sekolah baik negeri maupun dan swasta yang berpartisipasi, Diharapan memperoleh prestasi yang bagus diajang ini,” ujar Ahmadi. Cabor catur dan sepak bola mini serta karate menjadi cabor yang diunggulkan untuk bisa berprestasi sampai dengan tingkat Nasional “Karate sudah sampai nasional kami harap juga diikuti cabor lainnya,” katanya. (pah)

Buka Turnamen Internasional, Presiden Jokowi Resmikan Istora Gelora Bung Karno

Presiden-jokowi-meresmikan-GBK

Jakarta- Selasa (23/1) Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo resmi membuka Istora Gelora Bung Karno yang berada di Senayan, Jakarta. Presiden Jokowi mengaku terkejut melihat Istora yang telah direnovasi dengan sangat berbeda dan diyakini bisa berguna bagi event olahraga. Setelah tahun 1960an, baru saat ini Istora mengalami renovasi besar. Setibanya di lokasi, Presiden Jokowi disambut dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama seluruh undangan dan sejumlah atlet bulutangkis. Bersama Menko PMK Puan Maharani, KSP Muldoko, Mensesneg Pratikno, Menpora Imam Nahrawi dan MenPUPR Basuki Hadimuljono, Presiden Jokowi meresmikan Istora dengan mengucapkan Basmallah. “Kita harapkan Istora ini dapat juga digunakan untuk event-event olahraga dan event lainnya. Dengan ucapan Basmallah, renovasi Istora Gelora Bung Karno saya resmikan,” ucapnya pada lansiran Kemenpora.go.id Presiden Jokowi juga menandatangani prasasti dan menyerahkan raket secara simbolis kepada delapan atlet bulutangkis. Dalam peresmian ini, turut hadir pemain bulutangkis kebanggaan Indonesia seperti Susi Susanty, Alan Budikusuma, Chandra Wijaya, Kevin Sanjaya, Marcus F. Gideon, dan masih banyak lagi. Istora direnovasi sejak September 2016 hingga Desember 2017. Istora mengalami perubahan mulai dari lapangannya, tempat duduk yang mampu menampung 7.166 penonton, pencahayaan yang lebih terang dan pendingin ruangan. Meski mengalami perubahan, Istora tetap mempertahankan nilai-nilai sejarah dan kebudayaan. “Ada beberapa bangku yang kami sisakan dalam rangka melihat herritagenya gedung ini,”ucap Basuki selaku MenPUPR Setelah diresmikan, Istora pun langsung digunakan untuk Turnamen Bulutangkis Daihatsu Indonesia Master 2018 Turnamen ini menjadi event pembuka setelah direnovasi. Event ini akan berlangsung hingga 28 Januari 2018. Diadakannya turnamen ini, Menpora Imam Nahrawi menuturkan sebagai ajang pembuktian diri bagi atlet bulutangkis Indonesia. “Ini sekaligus menjadi ajang pembuktian diri bagis proses panjang yang sudah dilakukan oleh Pelatnas Bulutangkis tanah air bahwa salah satu cabang unggulan kita yakni Bulutanhkis memberikan yang terbaik bagi Indonesia terutama tes event Indonesia Master ini,”tuturnya yang dilansir dari Kemenpora.go.id Ajang ini masuk dalam ketagori Super 500 dan mempertandingkan 5 kategori yaitu tinggal putra, ganda putra, ganda putri, tunggal putri dan ganda campuran. Turnamen ini diikuti 200 pemain dari 15 negara.(put)

Orangtua Dukung Jadi Atlet Softball, Jadi Modal Tambahan Bagi Monic

Softball-Monica-isella

Keberhasilan anak tak lepas dari dukungan serta doa orang tua. Ini yang di alami oleh atlet softball Indonesia, Monic Isella yang akan berlaga di Asian Games 2018. Anak ketiga dari empat bersaudara ini, beruntung bila orang tuanya selalu mendukung prestasi di bidang olahraga. Meski, orang tuanya bukan dari kalangan atlet, tetapi selalu mendukung sang putri. Ini menjadi semangat tambahan baginya untuk terus berlatih dengan keras. “Orang tua selalu dukung banget olahraga aku (softball). Beruntungnya, punya orang tua yang selalu support aku,” ucapnya, Rabu (24/1). Monic mengawali terjun di dunia olahraga melalui basket. Softball merupakan olahraga baru bagi dirinya. Tak lama, iaa mulai tertarik terjun ke softball. “Ingin coba olahraga baru, sebelumnya di SMP-SMA aku main basket. Pas, lihat softball langsung mikir softball belum banyak atletnya dan berkarir di softball mungkin lebih terbuka. Puji tuhan bisa masuk ke Timnas,” tutur gadis cantik lulusan Universitas Mercu Buana, Jakarta ini. Dari olahraga basket dan terjun ke softball, bukan perkara mudah bagi Monic. Butuh adaptasi yang begitu lama. Namun, berkat dorongan temannya dari alumni SMA Negeri 7 Tangerang membuat dirinya masuk ke klub softball Altras. “Dulu, awalnya alumni dari SMA aku yang ajak di sekolah main softball. Karena, ingin mencoba olahraga baru, aku langsung ikutan dan masuk ke klub Altras terus latihan,” ungkap Monic. Monic konsisten menampilkan performa apik, sejak tampil di arena PON XIX Jawa Barat 2016 dan kejuaraan nasional (Kejunas) 2017 lalu. Monic pun, terus menjaga kondisi fisiknya dan juga mengasah kekuatan tangannya agar di Asian Games 2018, demi memberikan hasil terbaik bagi Indonesia. (pah)

Pertama Kali Masuk Timnas, Monic Incar Status Pitcher Utama

Softball-Monica

Membela Tim Nasional (Timnas) Indonesia tentunya hal yang paling di idam-idamkan, bagi para atlet. Mereka akan sangat bangga, membawa nama Indonesia untuk berprestasi. Juga atlet softball putri yakni Monica Isella. Dara cantik kelahiran, 20 Mei 1992 ini terpilih ke dalam skuad timnas softball yang akan berlaga di Asian Games 2018. Monic sapaan akrabnya, mengatakan, terpilih masuk skuad timnas merupakan prestasi yang membanggakan. Sejak 2007, ia sudah menggeluti olahraga ini. Monic pun, berhasil melewati tahapan seleksi pada bulan Desember 2017 lalu. “Awalnya 40 orang ikut seleksi di Lapangan Lodaya, Bandung, pada 2-4 November lalu. Yang lolos, akan ikut Asia Cup di Taichung, Taiwan 28 November-5 Desember 2017. Dan, aku terpilih. Ini pertama kali jadi pemain Timnas, dan angan-angan berseragam Timnas tercapai,” papar Monic kepada nysnmedia.com, pada Rabu (24/1). Ia pun, terus melalukan persiapan guna membawa nama Indonesia meraih prestasi terbaik di Asian Games. Fokusnya kini menghadapi Training Centre (TC). Meski pertama kali memperkuat Timnas, atlet yang dibesarkan di Club Softball Altras Alam Sutera, Tangerang Selatan ini, tak minder dengan para seniornya. Bahkan, Monic langsung menargetkan menjadi pithcer utama di Timnas. Pitcher utama adalah pelempar yang menjadi andalan tim untuk menghasilkan nilai untuk tim. “Tentunya, target aku bisa jadi pitcher utama dong,” tegasnya. Wanita lulusan Universitas Mercu Buana Jakarta ini, termasuk atlet senior di tim Softball Kota Tangerang Selatan dan kerap memperkuat tim Softball Provinsi Banten. https://www.instagram.com/p/BdDJdFdBFZt/?taken-by=monicaisella “Pertama kali masuk timnas, tapi aku melihat program untuk Asian Games ini sangat luar biasa. Dari mulai pelatih, tim recovery, nutrisionis dan semua adalah orang-orang terbaik. Kami dituntut untuk berkomitmen dalam latihan serta selalu menjadi kondisi,” jelasnya. (pah)

Idan, Pelajar SMA Yang Ukir Rekor Baru di Kejuaraan Senior 2017

Atletik-Idan

Mengukir sejarah menjadi pemecah rekor merupakan pengalaman yang tak terlupakan. Sempat gagal dalam Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNas), prestasi membanggakan justru diukir Idan Fauzan Richsan pada Kejuaraan Senior yakni Kejuaraan Nasional Atletik 2017. Idan memecahkan rekor dalam kategori senior. Ia bahkan memecahkan rekor nasional setelah melakukan loncatan pada kesempatan kedua setinggi 5,20 m, yang bertahan sejak 2002. “Saya gagal di POPNas Jawa Tengah gak dapat nilai sama sekali. Saya belajar kekalahan, latihan lebih giat, berusaha dan berdoa terus yang saya lakukan tanpa bosan untuk terus lebih baik. Hasilnya, Alhamdulillah pecah rekor nasional. Memang nyata kerja keras, berusaha dan berdoa itu tidak akan mengkhianati hasilnya,”tuturnya Idan sudah menekuni atletik cabang lompat galah selama 4 tahun. Bermula dari mengikuti O2SN saat duduk kelas 5 Sekolah Dasar, Idan ikut seleksi hingga tingkat Provinsi Jawa Barat. Ia mulai latihan dari lari pendek, lari jauh 100 meter gawang dan 400 meter gawang sudah ia tekuni. Sejak saat itu, ia berhasil mengikuti Pelatnas di Jakarta. “Kelas 1 SMP, saya mengikuti test Pelatnas jangka panjang di Jakarta. Disitu saya test lompat galah dan lolos masuk ke Pelatnas. Begitu saya masuk, banyak pengalaman-pengalaman yang belum saya dapat sebelumnya. Belajar mandiri, disiplin, berusaha semaksimal mungkin agar tidak kena degradasi dari Pelatnas,”ujarnya Remaja yang lahir pada 11 Januari 18 tahun silam ini juga sedang menempuh pendidikan di SMAN 6 Bogor. Baginya, perkembangan olahraga atletik di Indonesia sudah cukup bagus. Idan berpendapat bahwa sejak menjadi atlet , ia memberikan suatu kebanggaan untuk bisa membahagiakan orang tua. “Orang tua saya bangga, dan saya juga mau bahagiain mereka. Meski masa remaja saya gak seenak anak-anak lain, yang bisa nongkrong sama teman atau jalan-jalan bareng teman sekolah,”tutupnya.(put)

Josephine Nikita, Atlet Basket Termuda Di PON 2016

basket-Josephine-Nikita

Josephine Nikita merupakan salah satu atlet basket termuda yang mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) pada 2016 lalu. Ia bersama tim Jawa Barat berhasil menduduki peringkat 4. Bagi gadis asli Bandung, Jawa Barat ini bukan sebuah masalah menjadi pemain termuda bahkan ia bisa menambah pengalaman dari senior yang sudah lebih dulu menekuni basket. “Waktu PON, aku kan paling muda di tim. Jadi, aku dapat banyak pengalaman dari senior-senior sih,” tukas Nikita. Siswa kelas 12 di SMA Bintang Mulia, Bandung, mengaku tak mudah menjadi seorang atlet dan juga pelajar. Meski tak mendapatkan keringanan dari sekolah, ia tetap semangat mengejar pelajaran. Bahkan, ia harus menambah waktu setelah pulang sekolah untuk ulangan susulan dan sebagainya. “Duka menjadi atlet itu kalau sudah bolos sekolah gara-gara tanding, jadi banyak susulan. Untuk tugas sih gak dikasih keringanan. Tetap ngejar sama kayak murid lain. Selama ini sih gak ada masalah buat ngejar pelajaran. Jadi, harus lebih rajin saja sih,”ungkapnya Nikita yang lahir pada 25 Juli 2000 menyukai basket sejak dibawa sang orangtua yang juga atlet basket Sea Games untuk bermain di lapangan basket. Meski pada awalnya malu-malu bermain basket, Nikita pun semangat mengikuti basket ketika bergabung dalam klub basket Tunas. “Papa Mama atlet basket yang ikut Sea Games. Dari awalnya gara-gara Papa dan Mama terus masih malu-malu ikut latihan di Tunas soalnya paling kecil sendiri. Awalnya Cuma latihan di pinggir lapangan pas latihan. Sampai akhirnya diajak sama 1 pelatih dan terus ikut latihan setiap Minggu,”ucap gadis yang genap berusia 17 tahun Sebagai salah satu atlet wanita di Indonesia, Nikita pun memiliki pandangan tentang perkembangan basket di Indonesia. Menurutnya, basket wanita di Indonesia bisa dikatakan mundur dilihat dari pertandingan yang sudah jarang untuk pebasket wanita di Indonesia. “Buat pemain putri professional malah mundur. Soalnya Wome’s Indonesian Basketball League (WIBL) kan sudah gak ada. Kayak event tertinggi di Indonesia buat cewek sudah gak ada, cumin mereka sekarang hanya bikin cup sendiri gitu,”tutupnya.(put)

Ikut Seleksi Asian Games 2018, Sophie Bertemu Sang Idola

Sophia Rebecca Adventa (no.9) saat tampil dalan event Loop 3x3 pada 2017.

Sophia Rebecca Adventia atau yang akrab disapa Sophie menjadi salah satu atlet basket yang mengikuti seleksi untuk Asian Games 2018. Gadis cantik berusia 16 tahun ini telah mengikuti tahap pertama seleksi yang akan diumumkan Februari mendatang. Saat mengikuti seleksi, ia tak menyangka tampil bersama sang idola, Helena. Helena Tumbelaka atau Helena Maria Elizabeth, adalah shooting guard klub Merpati Bali. Selain piawai tampil di posisi Small Forward, perempuan kelahiran Mei 1992 dan bertinggi 166 cm berat 50kg, juga berparas cantik. “Aku sempat ngefans sama Kak Helena pas aku umur 12 tahun. Eh kemarin kesempatan main bareng pas seleksi asian games 2018. Wah seneng banget, nervous, kaget juga soalnya gak tahu Kak Helena bakal ikut seleksi juga,” ujar Sophie. Prestasi Sophie perlu diacungi jempol. Ia sempat menjadi Most Valuable Player (MVP) dalam beberapa turnamen seperti DBL 3X3 2017, Kejuaraan Nasional 2015 dan masih banyak lagi. Siswa SMAN 28 Jakarta ini, pada mulanya tak menekuni basket hingga ia bergabung dalam Bintang Muda Basketball Academy. “Awalnya aku memang sudah suka olahraga dari TK. Sebelum basket, aku main badminton golf sama renang. Tapi aku gak betah soalnya itu olahraganya perseorangan. Jadi pas kelas 4 SD, Papa masukin aku ke club basket Bintang Muda, soalnya dekat rumah dan waktu itu Papa denger dari temennya bahwa club basketnya juara 1 di wilayah barat,”tutur gadis yang menyukai LeBron James dan Kevin Durant Menjadi atlet memang tak jauh dari kata lelah. Sophie pun mengalami hal yang sama dan sudah menjadi resiko sebagai seorang atlet. “Selama proses latihan buat persiapan bertanding itu cape banget. Aku diwajibkan Papa latihan sendiri di rumah, skipping penguatan shooting dribbling. Kadang kalau aku capek abis sekolah, temen aku lagi jalan-jalan atau tidur, aku harus latihan. Tapi duka yang paling mendukakan sih, pas kalah di babak final,”ungkapnya Namun, dibalik duka itu, Sophie merasa basket di Indonesia sudah sangat maju, melihat berbagai turnamen dari segala usia yang rutin dipertandingkan bahkan hingga mencapai tingkat internasional. Tak hanya itu, berbagai sekolah juga menerima beasiswa untuk atlet berbakat. “Atlet-atlet yang berprestasi di basket juga dapat kemudahan masuk sekolah lewat jalur prestasi seperti aku. Tapi di universitas masih sedikit jalur prestasinya. Seperti UI, karena aku sebenarnya pengen banget masuk Fakultas Hukum UI lewat jalur prestasi,”tutupnya

Indra Sjafri Blusukan Survey Stadion, Askot PSSI Tangerang : Belum Pasti Latih Persikota

Indra Sjafri, saat mengunjungi Markas Persikota berlatih pada Senin kemarin. (net)a

Tangerang– Mantan pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri, pada Senin (22/1) melakukan kunjungan ke dua Stadion di kawasan Tangerang. Agenda itu adalah untuk memberi rekomendasi venue latihan untuk Persikota Tangerang. Menurut Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Tangerang, H. Kosasih mengatakan dirinya menemani pelatih berumur 54 tahun itu berkeliling dan mengecek persiapan dua Stadion. Dari tinjauannya Indra lebih tertarik pada Stadion Yonif 203 Jatiuwung, daripada Stadion Benteng. “Kekurangan Stadion benteng, karena suasana lapangan kurang pas untuk latihan, dan belum ada sarana serta fasilitas yang mendukung. Di Yonif 203, ada mes dan pelatihan fisik,” ujarnya pada Senin (22/1). Terkait Status Indra yang disebeut-sebut akan menukangi Persikota, dirinya tak berbicara banyak. Dia hanya mengungkapkan hal itu baru wacana saja dan Indra pun belum memberi sinyal positif pada Manajemen tim. “Dia (Indra) mengaku belum pasti, baru wacana dan diserahkan ke manajemen Persikota. Tinjauan lapangan itu memantau sarana latihan anak-anak Persikota,” katanya. Kosasih sebenarnya senang, andai arsitek yang membawa Indonesia juara di piala AFF 2013 itu jadi mengasuh Persikota. “Sepertinya itu, cuma belum ada kepastian, Indra juga bilang itu tergantung manajemen. Secara pribadi, andai Indra ke Tangerang unutk melatih Persikota, ya sangat bangga buat saya,” tandasnya.

Jadi Host Porprov V Banten 2018, Pemkab Tangerang Gelontorkan Rp 20 Miliar Bangun 20 Venue

Stadion-Persita

Tangsel- Kabupaten Tangerang menjadi tuan rumah event Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten ke-V 2018. Segala persiapan mulai dari venue dan lainnya, terus di kebut oleh Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) bersama KONI. Nantinya, 20 venue akan digunakan untuk 39 cabang olahraga (cabor) di Porprov Banten ke-V. Kepala Disporabudpar Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik mengatakan, pembuatan venue merupakan kerjasama Pemkab Tangerang dengan pihak swasta. Hingga saat ini, anggaran yang sudah keluar yakni Rp 20 miliar. “Pembuatan 20 Venue, sekitar 60 persen dari kita dan sisanya dari pihak swasta. Dana yang sudah keluar sudah 20 miliar rupiah, untuk pembangunan Venue, gaji atlit, gaji pelatih dan lain-lain,” jelas Taufik, pada Kamis (18/1). Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, menargetkan proyek pembangunan stadion utama, di Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, selesai April 2018 sesuai rencana semula. “Agar dapat digunakan untuk acara pembukaan dan pertandingan pada Porda V Banten,” kata Kepala Dinas Tata Ruang dan Bangunan Pemerintah Kabupaten Tangerang, Taufik Emil, di Tangerang, pekan lalu, dilansir antaranews.com. Dia mengatakan, saat ini dalam tahap pekerjaan penyelasaian akhir dan pada bagian dalam telah ditanami rumput untuk lapangan sepakbola. Dia mengatakan proyek stadion yang juga sebagai pusat olahraga Kabupaten Tangerang itu mengunakan dana yang bersumber dari APBD tahun jamak sebesar Rp120 miliar. (pah)

Dibantu Sponsor Jakarta, Tim JK Angels Tangsel Optimis Juarai WPFL 2018

Futsal-putri-JK-Angels

Tangsel- Women Pro Futsal League (WPFL) 2018 segera digelar pada 20-21 Januari di Yogyakarta. Segala persiapan tim, mulai intensif dilakukan menyambut WPFL 2018 ini. Namun, tak semua persiapan tim berjalan lancar. Seperti runner-up WPFL 2017, Jaya Kencana (JK) Angels yang bermarkas di Tangsel. Mereka masih terkendala dalam persiapan WPFL 2018. Manajer JK Angels, Budianto mengatakan, JK Angels berangkat ke WPFL 2018 dengan segala keterbatasan yang ada. Dua pemain kuncinya yakni Citra Adisiti dan Maulina Novryliani hengkang ke Kebumen Angels. Namun, JK Angels tetap optimis merebut titel juara WPFL 2018. “Selain pindahnya pemain kunci, kendala kami soal mepetnya finansial, sehingga kami mulai persiapan Desember hingga Januari,” ujar Budi, sapaan Budianto, pada Kamis (18/1). “Alhamdulillah ada sponsor yang mau bekerjasama dengan kami. Dari sponsor yang ada, semuanya dari Jakarta dapat mbantu persiapan kami,” tambah Budi. Ia berharap Pemkot Tangsel maupun perusahaan di Tangsel bisa bekerjasama dengan JK Angels. “Semoga ada pengusaha atau perusahaan dari Tangsel yang juga mau bekerjasama dengan JK Angels,” tutupnya. (pah)

Mahasiswa UMN Tangerang Gabung Dalam Broadcast Legacy Asian Games 2018

INASGOC-UMN

Tangerang– Tujuh bulan lagi event olahraga terbesar kedua di dunia yakni Asian Games 2018 akan berlangsung di Indonesia. Ini merupakan kali kedua Indonesia menjadi tuan rumah, setelah sebelumnya pada 1962. Segala persiapan sudah jauh-jauh hari untuk mensukseskan pagelaran olahraga bergengsi di tingkat Asia inu. Seperti, halnya menggandeng Universitas untuk ikut ambil bagian dalam mensukseskan Asian Games 2018 dalam program broadcast legacy. Program broadcast legacy merupakan progam yang diinisiasi oleh INASGOC. Dan, melibatkan sepuluh Universitas terdiri dari enam Universitas Jakarta, Palembang dan Bandung seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Moestopo, London School of Public Relations (LSPR), Binus University, STIKOM InterStudi, Universitas Sriwijaya, Universitas Bina Darma, Universitas Padjajaran (UnPad) dan Universitas Komputer Indonesia (Unikom). INASGOC sendiri akan menjaring 530 mahasiswa dari sepuluh universitas sebagai kru penyiaran selama Asian Games 2018 berlangsung Universitas Multimedia Nusantara (UMN) yang berada di Kabupaten Tangerang, patut berbangga terpilih menjadi partner university program Broadcast Legacy Asian Games 2018. UMN merupakan satu dari sepuluh universitas di Indonesia yang beruntung bisa ikut ambil pagian pada Asian Games 2018. Dalam keterangan persnya, penandatangan nota kesepahaman dilakukan oleh Ketua INASGOC (Indonesia Asian Games Organize Committee) Erick Thohir dengan Rektor UMN, Ninok Leksono dan Project Director IGBS (International Games Broadcast Services) Mike Wilmot, di INASGOC Headquarter, Wisma Serba Guna, Jakarta, pada Rabu (17/1). Ketua INASGOC Erick Thohir menjelaskan, broadcast legacy bertujuan untuk mengembangkan keterampilan di bidang penyiaran, terutama di bidang siaran olahraga. “Setelah 56 tahun, inilah kesempatan besar bagi generasi muda, termasuk mahasiswa menjadi bagian dari sejarah dengan memanfaatkan Asian Games 2018 untuk mengembangkan potensi mereka di bidang penyiaran,” jelas Erick. Sementara itu, Rektor UMN, Ninok Leksono tak menutupi rasa bangganya atas diberikannya kesempatan mahasiswa UMN oleh INASGOC serta IGBS untuk ikut andil dalam Asian Games 2018. “Kami sangat bangga atas kerjasama ini. Mahasiswa kami dapat memetik pengalaman dan menyumbangkan keahlian, dalam bidang teknis maupun non teknis untuk kesuksesan Asian Games 2018,” ungkap Ninok. Ninok pun, menambahkan bahwa mahasiswa yang mengikuti program broadcast legacy akan dinilai dengan kerja magang, dan menjad salah satu syarat kelulusan. Adapun posisi yang tersedia di bidang teknis, diantaranya camera assistant, audio assistant, engineering assistant, loggers, dan IBC/engineering. Sedangkan di bidang non-teknis, diantaranya venue assistant, IBC information assistant, logistics assistant, legacy assistant, dan liaison/information. (pah)

Setahun Berpasangan, Greysia Polli Dan Apriyani Rahayu Bidik Emas Asian Games 2018

Greysia-Polii-Apriyani-Rahayu

Jakarta- Duet ganda putri kebanggaan Indonesia, Greysia Polli dan Apriyani Rahayu menjadi salah satu pasangan yang ditargetkan membawa pulang emas untuk Indonesia di Asian Games 2018. Mereka belum setahun dipasangkan, namun berbagai prestasi sudah mereka raih. Salah satunya menjadi juara di Perancis Terbuka Super Series 2017, yang merupakan gelar pertama bagi ganda putri Indonesia sejak 20 tahun tidak berhasil menjadi juara. Mereka juga pernah menjadi juara di ajang GrandPrix Gold di Thailand Terbuka dan menjadi pasangan ganda putri peringkat ke-11. Dengan modal ini, tak heran mereka percaya diri dan santai menghadapi Asian Games yang dilaksanakan Agustus mendatang. “Beban sih nggak. Saya enjoy saja, karena kak Greysia juga tak harus menuntut ini itu. Jalani saja dan tunjukkan yang terbaik,” ungkap Apriyani pada Kamis (18/1) dalam lansiran detik.com Apriyani merasa ia sudah sangat klop dengan Greysia meski belum genap setahun dipasangkan. Tinggal mematangkan kekurangan masing-masing bersama Greysia. “Kami sudah sama-sama tahu pola main dilapangan sudah klop tinggal mematangkan kekurangan masing-masing saja,” tambahnya Bagi Apriyani, negara-negara lain juga sudah menyiapkan strategi untuk bisa menang terutama untuk China dan Jepang yang sangat kuat bermain dilapangan. (put)

Dua Tahun Berlatih, Tim Rowing Indonesia Try Out Ke Australia dan Belanda

Olahraga Rowing

Bandung- Rowing merupakan salah satu cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Asian Games 2018. Indonesia akan mengirimkan 28 atlet Rowing yang terdiri dari 10 atlet putra dan 18 atlet putri. Tim Rowing Indonesia tengah membutuhkan perahu baru. Saat ini, mereka berlatih memakai perahu keluaran tahun 2013. Untuk meningkatkan performa, dibutuhkan perahu dengan spesifikasi khusus tahun 2016 atau 2017. Perahu ini sangat berbeda, bahkan bobotnya lebih ringan dari sebelumnya. Agenda program latihan lainnya adalah nelakukan try out ke Australia dan Belanda. Di Australia, meraka akan mengikuti Australia Open pada bulan Maret. sedangkan di Belanda, mereka akan mengikuti uji coba. Dua agenda ini menjadi latihan terakhir sebelum tampil di Asian Games pada bulan Agustus nanti. Menurut Syafril, pelatih cabang olahraga Rowing, beberapa target sudah disiapkan diraih oleh Indonesia. “Targetnya medali emas. Terutama dari nomor LM 8+ dan Women 4-. Saat kejuaraan Asia September lalu di Thailand, kami memperoleh 2 medali emas,” tuturnya pada lansiran detiksport.com Venue latihan yang berada di Situ Cileunca Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mendapatkan kunjungan dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi pada Selasa(16/1). Imam menuturkan pihaknya akan terus mendukung seluruh cabang olahraga yang akan diikuti Indonesia pada Asian Games mendatang. “Saya datang dan melihat langsung mereka berlatih habis-habisan. Keringet mereka ini akan membuahkan hasil di Asian Games nanti,” ungkapnya pada lansiran merdeka.com. Program latihan Rowing memakan waktu lama hingga 2 tahun. Tim segera merencanakan pemusatan latihan pada bulan Juni dan Juli mendatang. Dengan latihan yang panjang, para atlet Rowing ini berharap bisa menyabet medali emas dari 15 nomor yang akan dipertandingkan. (put)

Kurang Dua Unit Jelang Porprov Banten 2018, IMI Tangsel Siap “Patungan” Untuk Pembelian Unit Motor

IMI-Tangsel-2

Tangsel- Pengurus cabang (Pengcab) Ikatan Motor Indonesia (IMI) Tangerang Selatan (Tangsel) mengajukan penawaran ke KONI Tangsel untuk pengadaan empat unit motor untuk kesiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Banten 2018 ini. Namun, KONI Tangsel hanya memberi dua unit motor, yakni Honda Sonic 150cc dan Honda Supra X 125cc. “Kami mengajukan empat unit, karena ada kelas beregu. Tapi, hanya diberikan dua unit. Padahal empat motor itu, untuk ikut Kejurda dan Kejurnas, sebelum turun di Porprov 2018,” terang Ketua Pengcab IMI Tangsel, H Bahrudin di Sekre IMI Tangsel, Pamulang, pada Rabu (17/1). Meski hanya diberikan dua unit, IMI Tangsel menargetkan juara di Porprov V Banten 2018. Dengan segala kekurangan yang ada, para pengurus IMI Tangsel terus mempersiapkan dan menutupi kendala yang ada. “Andai tak mendapatkan dua motor lagi, Pengurus IMI siap untuk patungan membeli dua unit motor lainnya,” ucap Bahrudin. Dua motor yang diterima oleh IMI Tangsel, sampai saat ini pun belum bisa dirombak untuk dijadikan motor balap. Beruntung, IMI Tangsel mendapat dukungan dari para sponsor. “Motor yang diterima masih standar, belum kami rombak. Alhamdulillah, beberapa sponsor membantu untuk merombak motor sampai siap balapan. Ini memperkecil anggaran perombakan,” tutupnya. (pah)

Biaya Sewa di Sentul Mahal, IMI Tangsel ‘Latihan’ Lewat Kejurda

IMI-Tangsel

Tangsel- Kota Tangerang Selatan (Tangsel) punya segudang atlet berbakat di cabang olahraga (cabor) balap motor. Beberapa pekan lalu, atlet Tangsel dengan segala kekurangan fasilitas yang ada, sukses naik podium ke-5 di Kejuaraan Daerah (Kejurda) di Cianjur, Jawa Barat. Ketua Pengurus cabang (Pengcab) IMI Tangsel, H Bahrudin mengatakan, saat ini mereka punya problem utama terkait sirkuit. IMI Tangsel selalu mengeluarkan biaya ekstra saat latihan di Sentul. “Minimnya ketersediaan fasilitas sirkuit latihan di Tangsel, memaksa kami menempuh jarak cukup jauh, dan biaya mahal ke Sentul,” ucapnya pada Rabu (17/1). Guna meminimalisir besarnya bujet latihan, para atlet balap Tangsel rutin tampil di even Kejurda dan Kejurnas guna menambah jam terbang. “Kami rutin mengirim atlet ikut Kejurda maupun Kejurnas, itung-itung mereka latihan juga,” lanjutnya. Para pengurus pengcab IMI Tangsel, berharap Pemkot Tangsel segera membangun sirkuit balap. (pah)

Perahu Baru Bertambah, PODSI Tangsel Pede Raih Emas Porprov Banten

Dayung-PODSI

Tangsel- Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Tangsel, beberapa waktu lalu mendapatkan suntikan positif dari KONI Tangsel berupa dua buah perahu baru jenis dragon boat. Tambahan dua perahu ini, diharapkan bisa menambah semangat atlet Tangsel untuk berprestasi. Total, kini Podsi Tangsel memiliki empat buah perahu latihan. “Total ada empat perahu masing-masing Perahu Kayak Singel 2 dan Perahu Naga 2. Semoga bermanfaat dan ada hasil makaimal di PORPROV (Pekan Olahraga Provinisi) Banten 2018,” jelas Prima Bara Abdurahman, Ketua Podsi Tangsel, pekan lalu. Mendulang emas di ajang PORPROV jadi target atlet Tangsel mendulang emas. Pada ajang Kejurda lalu tim dayung Tangsel mampu meraih tiga emas, empat perak dan empat perunggu. “Dua perahu baru latihan ini, membuat semangat atlet meraih emas, mudah-mudahan tercapai,” harap Prima. (pah)

Yuk! Kenal Lebih Dekat Dengan Atlet Petarung MMA, Stefer Rahardian

Stefer Rahardian, petarung kelas seni bela diri campuran atau mixed martial arts (MMA) One Championship asal Indonesia, mengaku menjadi atlet MMA adalah sebuah pilihan hidupnya. Tahun 2016, saat Stefer pertama kali bertanding di One Championship, ia berhasil mengalahkan Yotha Hutagalung di babak kualifikasi. Kemudian Stefer bertarung lagi melawan Hendrick Wijaya. Perjuangannya pun tidak sia-sia. Ia menang bertarung dua kali dalam semalam di turnamen tersebut. Stefer pun terus meningkatkan beberapa teknik pukulan. Ia mengaku terus melakukan program latihan yang ketat, seperti teknik Brazilian Jiujitsu, gulat, tinju hingga muaythai. Sebagai seorang atlet ia berpikir harus berlatih keras dan kerja keras karena ingin menjadi seorang petarung yang lebih baik lagi. Seperti lansiran dari kompascom (14/01/2018), dia berkata alasan menekuni olahraga seni bela diri campuran tersebut adalah karena atlet MMA adalah pilihan hidupnya.Ia berkeinginan menjadi petarung yang bagus dan bisa menginspirasi orang agar menggeluti olahraga MMA. “Ada anggapan bahwa olahraga ini liar dan keras, orang diadu, padahal semua ada aturannya. Ini adalah profesi yang membanggakan,” kata Stefer berdasar yang dilansir dari kompas.com. Untuk kedepannya, Stefer akan  mempertahankan rekor enam kali tak terkalahkan dalam pertarungan MMA. Dalam waktu terdekat, Sabtu (20/01/2018), ia akan bertarung dalam ONE Championship 2018 di Jakarta Convention Center (JCC) dengan petarung asal Pakistan, Muhammad Imran.

Satlantas Tangsel Drag Bike Kejar 500 ‘Pembalap Jalanan’

satlantas-tangsel-drag-bike-2

Tangsel-Kota hasil pemekeran Kabupaten Tangerang yakni Kota Tangsel akan menggelar event yang dapat merangkul pembalap muda. Event merupakan gagasan Kasat Lantas Polres Tangsel, AKP Lalu Hedwin H, dengan tajuk Satlantas Tangsel Drag Bike Competition. Gelaran yang akan berlangsung pada 27-28 Januar, bertempat di Lapangan Sunburst, BSD City, Serpong, Tangsel. H-11 jelang lomba, animo pembalap muda mulai muncul. Hal ini disampkan oleh, Ketua Panitia Satlantas Tangsel Drag Bike, Ipul Syaepullah. Ķimonya sangat antusias. Update tanggal 15 Januari sudah ada 100 orang yang mendaftar. Semoga hari-H, target 500 starter bisa tercapai,” ujar Ipul, pada Selasa (16/1). Drag bike ini menempuh jarak 201 meter dan memperlombakan 19 kelas yang dikelompokkan dalam empat kelas. Yakni kelas utama, supporting, braket dan eksebisi. Dari empat kelas yang diperlombakan, kelas braket masih menjadi daya tarik pembalap. “Kelas braket ini peminatnya paling banyak. Ada 30 pembalap yang terdaftar,” terang Ipul. Sementara itu lewat pesan whatsapp, Kasat Lantas Polres Tangsel, AKP Lalu Hedwin H berharap ajang ini bisa merangkul para pembalap muda untuk menunjukan bakat yang dimilikinya. “Saya berharap, ini bisa menyalurkan bakat mereka, dari pada ikut balapan liar yang membahayakan pengguna jalan dan diri mereka sendiri,” jelas Lalu. (pah)

Balapan di Satlantas Tangsel Drag Bike, Peserta Daftar via Aplikasi Online

satlantas-tangsel-drag-bike

Tangsel- Para pembalap drag yang ingin mendaftar di Satlantas Tangsel Drag Bike Competition 2018, tak perlu jauh-jauh mendatangi lokasi panitia di kawasan BSD, Serpong. Even perdana Kasat Lantas Polres Tangsel pada 2018 ini, mengenalkan terobosan baru kali ini. Peserta yang mendaftar, cukup mendownload applikasi Rekor di Play Store dan melakukan login, selanjutnya sudah bisa mendaftar di event Satlantas Tangsel Drag Bike rencananya kan digelar 27-28 Januari, di Lapangan Sunburst BSD City, Serpong, Tangsel. “Ini terobosan baru dan untuk memudahkan pendftaran peserta dari luar daerah. Saat ini pendaftar via aplikasi ini sudah 20 pembalap dari Jawa Tengah dan Jawa Barat,” terang Ketua Panitia Satlantas Tangsel Drag Bike, Ipul Syaepullah, Selasa (15/1). Terobosan baru Satlantas Tangsel Drag Bike merupakan bentuk kerjasama dengan PT Rekor Sinergi Perkasa untuk mensukseskan event ini. “Aplikasi online ini, mempermudah proses registrasi pembalap di luar kawasan Tangsel, tanpa repot datang ke Sekre Rekor,” tuturnya lagi. Pendaftaran akan ditutup pada 26 Januari mendatang. (pah)