Bikin Turnamen Sepak Bola Big Stars U-16, Maria Lawalata Gandeng Kemenpora

Turnamen sepak bola Big Stars U-16 memperebutkan Piala Menpora, akan berlangsung pada 3-9 Mei, di kawasan Sunter, Jakarta Utara. (suarakarya.id)

Jakarta- Meski cabang olahraga atletik yang membesarkan namanya, tapi mantan atlet nasional, Maria Lawalata, justru siap membina sepak bola. Melalui Yayasan Big Stars Nusantara, peraih medali emas nomor Marathon putri pada SEA Games 1991, menggelar Turnamen Sepak bola Big Stars U-16 Piala Menpora. “Saya tertarik menggelar turnamen sepak bola karena saat saya menyumbang medali emas pertama bagi Kontingen Indonesia, sepak bola menutupnya dengan perolehan emas, di SEA Games Manila 1991. Dan, saya ingin sepakbola Indonesia berprestasi lebih baik nantinya,” kata Maria di Jakarta, pada Selasa (3/4). Kejuaraan yang melibatkan 24 tim dari berbagai daerah ini akan berlangsung di kawasan Sunter, Jakarta Utara, pada 3-9 Mei. Maria, yang juga pendiri Yayasan Big Stars, mengaku tujuan diadakannya turnamen ini adalah untuk melakukan pembibitan. Semua atlet yang berpotensi, akan dibina oleh Akademi Sepak Bola Big Stars. “Kami ingin seluruh insan sepak bola, para pemangku kepentingan yang terkait dengan olahraga dapat mendukung turnamen ini demi kemajuan prestasi nasional. Semua bentuk dukungan sangat dibutuhkan,” ujarnya. Selain Yayasan Big Stars Nusantara, turnamen ini juga didukung penuh pengusaha minuman sari buah apel, Juni Eko Susanto. “Saya sangat menyenangi sepak bola. Dan, saya akan mendukung penuh niat Maria Lawalata untuk menggelar Turnamen Sepak bola U-16 Piala Menpora,” kata Juni. Sementara itu, Menpora Imam Nahrawi mengatakan kepastian diadakannya Big Stars Piala Menpora ialah setelah Yayasan Big Stars menjadi mitra Kemenpora pada tahun lalu. “Jangan lupa, Big Stars Piala Menpora diharapkan juga bisa ikut menyosialisasikan Asian Games 2018,” tutur Imam. Lewat Asisten Deputi Pembinaan Sentra Olahraga Kemenpora, Teguh Rahardjo mengatakan, pihak Kemenpora hanya mendukung pelaksanaan turnamen remaja ini. Alasannya, panitia tidak mengajukan proposal bantuan dana. “Kita hanya bantu doa saja,. Saat ini, kita belum bisa support dana,” kata Teguh saat menjawab pertanyaan tentang dukungan dana terhadap Turnamen Sepakbola U-16 Piala Menpora. (Art)

Totalindo Purwokerto Open 2018 Jadi Ajang Hitung Peringkat Petenis Junior Indonesia

Petenis junior Nasional bersaing di turnamen tenis 'Totalindo Purwokerto Open 2018'. (net)

Jakarta- Petenis junior papan atas nasional turut meramaikan persaingan di turnamen tenis bertajuk ‘Totalindo Purwokerto Open 2018’, di Lapangan Tenis Gelanggang Olahraga Satria Purwokerto, Jawa Tengah, 2-8 April. Para petenis ini diantaranya penghuni peringkat nasional Pengurus Pusat (PP) Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti), yang merupakan peringkat atas putra dan putri Kelompok Umur (KU)-16 tahun, yakni Lucky Chandra Kurniawan (Sukoharjo) dan Niken Ferlyana (Blora). Dan, KU-14 yaitu Adinda Satria Gamal (Kediri), dan Aurelya Chamsiayu (Sukoharjo). Sedangkan M. Aji Faizal Nizam (Tulungagung) dan Joanne Lynn (Bandung/6) pada KU-12. Selain petenis junior unggulan, juga diramaikan kehadiran 100 petenis junior yang datang dari berbagai penjuru nusantara. Johannes Susanto, Ketua Bidang Pertandingan PP Pelti 2017-2022, mengatakan pihaknya tengah membenahi pembagian jenis kategori turnamen junior dan sistem pemeringkatan petenis. Agar, terangnya, akan mampu meningkatkan kualitas pembinaan usia muda. “Mulai tahun ini, poin peringkat hanya dihitung dari enam hasil terbaik masing-masing petenis. Dan kategori kejuaraannya, harus berlangsung seminggu penuh, seperti Totalindo Purwokerto Open ini, bukan dari turnamen dua atau tiga harian,” ujar Johannes, Senin (3/4). Sementara, Budhi Setiawan, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Banyumas, mengapresiasi gelaran turnamen tenis junior berlevel nasional itu dimana daerahnya dipilih menjadi tuan rumah. “Semoga event ini menjadi titik awal bagi kemajuan olahraga tenis di Banyumas,” cetusnya. “Kami cukup bangga memiliki sarana lapangan tenis yang memenuhi standar penyelenggaraan turnamen nasional dulu. Tentu, kami ingin ada petenis Banyumas yang mampu bersaing di ajang seperti ini,” tambah Budhi. Sedangkan, Dudi Rochjat, Direktur Turnamen Totalindo Purwokerto Open 2018, mengungkapkan andai waktunya tak mepet dengan pelaksanaan ujian akhir sekolah, kemungkinan peserta pada turnamen ini akan lebih banyak. “Tapi, persaingan menuju tangga juara ajang ini tetap akan sengit,” tukas Dudi. (Adt)

Pebulutangkis Junior Dari 19 Negara, Buru Poin BWF di ‘Pembangunan Jaya Raya Junior Grand Prix Gold 2018’

Ribuan pebulutangkis junior ramaikan persaingan di Pembangunan Jaya Raya Junior Grand Prix Gold 2018. (vavel.com)

Jakarta- Sebanyak 1.054 atlet dari 19 negara memastikan tampil pada turnamen bulutangkis bertajuk ‘Pembangunan Jaya Raya Yonex-Sunrise Junior Grand Prix Gold 2018’. Event ini berlangsung di Gelanggang Olahraga (GOR) PB Jaya Raya, Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, 3-8 April 2018. Imelda Wiguna, Pengurus Harian PB Jaya Raya, mengatakan turnamen ini merupakan kesempatan besar bagi pemain-pemain, khususnya PB Jaya Raya untuk menguji kemampuan mereka. “PB Jaya Raya realistis dalam memasang target, yakni satu gelar di sektor Ganda Putra Kategori U-19, melalui pasangan Ferdian Mahardika Ranialdy/Giffari Anandaffa Prihardika,” ujar Imelda, Senin (2/4). Ia berharap anak didiknya seperti Stephanie Widjaja di sektor Tunggal Putri pada Kategori U-17 dan Tasya Farahnailah di Tunggal Putri untuk Kategori U-15, dapat membuat kejutan pada turnamen ini. Turnamen internasional ‘Pembangunan Jaya Raya Junior Grand Prix Gold 2018’ bakal mempertandingkan tiga kategori, yakni U-15, U-17 dan U-19. Event ini sangat bergengsi, karena untuk Kategori U-19, poinnya langsung diperhitungkan dalam peringkat BWF (Federasi Bulutangkis Dunia). Dan untuk Kategori U-17 dan U-15, diperhitungkan dalam peringkat BAC (Konfederasi Bulutangkis Asia). Pada kalender BWF 2018, untuk di Asia event Junior Grand Prix Gold, hanya digelar di Indonesia, 2-8 April 2018, serta di India, 7-12 Agustus 2018. Tony Soehartono, Ketua Panitia Turnamen, menjelaskan status turnamen dengan level tertinggi untuk junior, maka pemain-pemain junior terbaik dari beberapa negara akan hadir pada turnamen ini. “Mereka mengincar poin untuk peringkat BWF. Turnamen ini menjadi persaingan sengit para pemain junior,” cetusnya. Di turnamen ini, para pebulutangkis junior Indonesia menjadi kontingen terbanyak yakni 751 pemain yang berasal dari Pelatnas dan klub. Mereka akan bersaing dengan peserta dari negara lain, seperti Tiongkok dan Korea Selatan yang mengirimkan 20 pemain. Sementara, India sebanyak 57 pemain, kemudian Jepang dengan 9 pemain. Selanjutnya, Thailand menerjunkan 47 pemain, Malaysia mengutus 25 pemain, serta Singapura berkekuatan 14 pemain. (Adt)

Dijanjikan Juara AFF 2018 dan Lolos Piala AFC, Hary Tanoe : Kensuke Dikontrak Jangka Panjang

Menjadi pelatih anyar timnas futsal Indonesia, Pelatih asal Jepang, Kensuke Takahasi (kiri) langsung menangani tiga tim sekaligus. (Ham/NYSN)

Jakarta- Federasi Futsal Indonesia (FFI) resmi menunjuk Kensuke Takahasi sebagai pelatih anyar timnas futsal Indonesia. Pelatih asal Jepang itu membubuhkan kontrak di Jakarta, pada Senin (2/4). Ia diikat hingga 2020 nanti. Durasi kontrak ini bisa saja diperpanjang oleh FFI, andai Kensuke sukses membawa timnas futsal Indonesia berprestasi selama musim 2018. Hal ini disampaikan Ketua Umum Federasi FFI, Hary Tanoesoedibjo. “Dia melatih Timnas putra putri, dan dikontrak jangka panjang,” ucap Hary Tanoe. “Kontrak tiga tahun yang opsinya bisa diperpanjang, jika jadi juara AFF 2018 dan lolos Piala Futsal AFC 2020,” tegas Ketua Partai Perindo ini. Kensuke akan mengawal Timnas pada empat ajang yang dilewati timnas futsal putra dan putri Indonesia, selama 2018. Keempat event itu adalah AFC Women’s Futsal Championship, Kualifikasi AFC Women’s Futsal Championship 2019, AFF Futsal Championship, Kualifikasi AFC U-20 Futsal Championship. Hary Tanoe sangat optimistis Kensuke bisa membawa kesuksesan berama timnas futsal Indonesia baik putra dan putri. Menurutnya Kensuke merupakan pelatih yang sangat komunikatif dan intes berbicara dengannya. “Dia itu tahu apa yang harus dikerjakan, dan punya pandangan kelemahan timnas futsal Indonesia,” tutur Hary Tanoe. “Konsepnya jelas disampaikan ke saya, yakni satu tahun itu akan lolos final Piala AFF 2018, lalu masuk empat besar Piala AFC 2020, dan meningkatkan kualitas futsal Tanah Air di dunia,” beber pria asal Surabaya ini Ia menambahkan bahwa Kensuke harus meningkatkan komunikasi dengan FFI. Eks arsitek klub futsal Jepang, Badral Urayasu itu tak akan bekerja sendiri selama membesut timnas futsal Indonesia. “Dia perlu kerja sama yang intens dengan pengurus FFI, dan dengan para anggota timnas,” pungkasnya. (Ham) Biodata Nama : Kensuke Takahasi Tanggal lahir: Hokkaido (Jepang), 8 Mei 1982 Tinggi/Berat : 173cm/62Kg Negara : Jepang Karir Pemain 2003-2004 Divertido Asahikawa 2004-2008 Predator FC (Bardral Urayasu) 2008-2010 Caja Segovia (Spanyol) 2010-2011 Guadalaraja (Spanyol) 2011-2015 Bardral Urayasu Prestasi Pemain AFC Futsal Championship Juara (2006, 2010, 2012) Runner-up (2005 dan 2007) Karir Timnas 2003-2012 Timnas Senior (60 caps) Piala Dunia Futsal 2004 (Fase Grup) 2012 (16 Besar) Karir Melatih 2016-2017 Bardral Urayasu (Direktur Teknik) 2017-2018 Bardral Urayasu (Tim Senior) 2018-.. : Timnas Indonesia Prestasi Melatih Bardral Urayasu – Peringkat 4 All Japan Futsal Championship 2018

Garuda Gemilang Soccer School Hadir Di Kawasan Jakarta Barat

Usai melakukan launching pada Sabtu (31/3), Garuda Gemilang Soccer School kini resmi hadir di lapangan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. (Ham/NYSN)

Jakarta- Bertempat di Lapangan Bola Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Sabtu (31/3), Sekolah Sepak Bola (SSB) Garuda Gemilang Soccer School resmi berdiri. G2SS menjadi salah satu alternatif bagi peminat sepakbola untuk kalangan anak-anak hingga remaja. Tak hanya putra, bahkan SSB ini juga membuka wadah bagi tim putri menendang si kulit bundar. Grace Theodora, selaku manager G2SS mengatakan SSB ini sudah muncul sejak pertengahan 2017 lalu. Usai proses panjang, G2SS siap menampung bakat-bakat muda potensial di kawasan Jakarta Barat. “Garuda Gemilang Soccer School (G2SS) adalah wadah penyaluran minat dan bakat sepak bola. SSB ini tumbuh dari lingkungan orang tua yang peduli dengan sepak bola,” ungkap wanita kelahiran 22 November 1980. Terdapat beberapa kategori kelompok umur di G2SS, yakni Under (U)-8, U-10, dan U-13, untuk tim putra dan tim putri. Pada acara peresmian yang bertajuk Free Trial Session, pembukaan G2SS digelar sejak pagi hari. “Filosofi dari nama SSB ini adalah Garuda, yang melambangkan Indonesia, dan Gemilang yang berarti bersinar. Kami ingin meciptakan bibit pemain berprestasi sejak dini, untuk Indonesia,” tegas Grace. Pada hari pertama soft opening para peserta dan orang tua antusias berdatangan untuk menyaksikan anak mereka latihan perdana di G2SS. Dina, salah satunya, yang menghabiskan saat akhir pekan untuk menemani anaknya mengikuti acara soft opening G2SS. “Anak saya suka main bola dirumah, jadi ya saya bawa aja kesini. Lagi pula, selain mendapatkan teman baru, hobinya bisa tersalurkan” ujar Dina yang tinggal di kawasan Kembangan ini. Lain halnya dengan, Bayu, yang mendampingi putranya, ikut memberikan komentarnya perihal kegiatan dari G2SS ini. “Saya tau acara ini, dari teman anak saya. Dan anak saya mau ikut temanny berlatih di sini, jadi saya izinkan. Sebelummya, anak saya belum pernah ikut SSB, kebetulan ini masih trial juga kan,” tukas Bayu. Sementara itu, Agam Arafat, salah satu pelatih dari G2SS, mengaku pentingnya membina usia muda. “Kebetulan orang tua disini ada yang saya kenal, dan dulunya anaknya sempat saya didik, ya ini relasi dari dia. Ini gairah saya, terutama melatih usia muda, sebagai pondasi awal pemain,” kata pria kelahiran Jakarta 31 Agustus 1982 itu. Bermaterikan dua staf Manager serta empat pelatih berlisensi D Nasional, G2SS akan membina para pemain usia dini, setiap akhir pekan yakni Sabtu dan Minggu, mulai pukul 11.00 WIB. “Kami akan keliling di sekolah-sekolah di Jakarta, untuk melakukan promosi. Ya mimpi besar kami, berkunjung ke seluruh Indonesia, tapi saat ini kami fokus dulu di Jakarta, khususnya di Jakarta Barat,” tambahnya. Dalam waktu dekat, G2SS menyiapkan turnamen sepak bola antar Sekolah Dasar dan Menengah se-Jakarta Barat. (Dre/Ham) Garuda Gemilang Soccer School Jadwal latihan : Rabu : Pukul 18.00 WIB – Selesai Sabtu : Pukul 11.00 WIB – Selesai Lokasi Latihan : Lapangan Bola Kebon Jeruk, Jakarta Barat Medsos IG : garudagemilangsoccerschool FB : Garuda Gemilang Soccer School Pendaftaran : Grace : 0816-11-14360

Tolak Timnas Putri, Tiga Pemain Ini Dapat Restu Manajer Bela Futsal

Kapten Timnas Futsal Putri Indonesia, Maulina Novryliani (9), yang menolak bergabung bersama Timas Putri Senior. (bolalob.com)

Jakarta- Pelatih Timnas Putri Senior, Satia Bagja, mengaku ada tiga pemainnya yang menolak bergabung dengan Srikandi Senor mengikuti TC di NYTC, Sawangan, Jawa Barat. Mereka adalah Suciana Yuliani, Rani Mulyasari, dan Maulina Novryliani. Ketiga pemain itu sedang berlaga di Liga Futsal Wanita Profesional Indonesia 2018. Satia menyayangkan penolakan mereka. Menurutnya ketiga pemain itu memiliki kemampuan individu yang baik, dan berpotensi membuat Timnas Putri Senior lebih kuat. “Secara tegas mereka menolak,” ucap Satia. “Jika untuk bangsa dan negara, kenapa menolak. Kami juga butuh pemain bagus lainnya,” ucap Satia menambahkan. Satia tak terlalu mengetahui apa penyebabnya ketiga pemain itu menolak panggilan timnas wanita Indonesia. Mantan asisten Rahmad Darmawan itu menyerahkan permasalahan ini kepada PSSI dan Federasi Futsal indonesia (FFI). “Jangan tanya saya, karena itu urusan antar federasi. Biar mereka yang menindaklanjuti tentang permasalahan ini,” ucap Satia. Namun, kondisi ini tak dipermasalahkan oleh manajer Timnas Putri Senior, Papat Yunisal. Papat menilai bila alasan ketiga pemain ini sudah ia pahami, karena disampaikan lewat keterangan resmi. “Sejak awal, mereka memilih aktif di cabor Futsal. Selain ada rutinitas event, mereka juga sudah terikat kontrak dengan klub,” jelas Papat pada Jumat (30/3). Dosen mata kuliah sepak bola di Kampus STIKP Pasundan, Cimahi ini, bahkan menilai mereka juga sudah ikut mengharumkan negara dalam event internasional. “Saat SEA Games 2017, mereka skuat utama peraih perunggu. Berprestasi artinya. Tak ada masalah. Biar sepak bola putri, mencari pemainnya secara natural lewat ajang sepak bola saja, meski tidak mudah,” tegasnya. (Art)

Diminta Rp 1,4 Miliar Pakai Stadion Madya, PB PASI Batal Gelar Kejurnas Atletik ?

Mohammad Bob Hasan, Ketua Umum PB PASI, keluhkan biaya Stadion Madya Senayan, yang jumlahnya miliaran rupiah untuk Kejurnas Atletik, pada Mei 2018. (Adt/NYSN)

Jakarta- Jelang pelaksanaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik Remaja, Junior dan Senior, 6-12 Mei 2018, Pengurus Besar (PB) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), diharuskan membayar Rp 1,4 miliar untuk penggunaan Stadion Madya, Senayan, Jakarta, selama enam hari. “Kami belum tahu Kejurnas jadi atau tidak. Mengapa? Karena kalau kami memakai Stadion Madya untuk Kejurnas, kami diminta membayar Rp 1,4 miliar. Jadi satu hari itu kami keluar dana Rp 300 juta,” terang Muhammad Bob Hasan, Ketua Umum PB PASI di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Kamis (29/3). Dengan dana sebesar itu, menurut suami dari Pertiwi Hasan, terlalu berat bagi PB PASI. Untuk itu, ia berencana mencari alternatif lain soal tempat pelaksanaan Kejurnas ini. “Jadi untuk apa kami keluarkan begitu banyak uang. Lebih baik kami cari lapangan di kampung saja. Kami menggelar Kejurnas bukan untuk mencari uang. Atletik itu tidak ada uangnya,” sambungnya. Dia menyebut Kejurnas ini bakal mendatangkan atlet-atlet junior, remaja, dan pra-remaja agar PB PASI tidak kekurangan dalam mencari bibit-bibit muda dengan bakat yang baik. “Kalau begini terus nanti Asian Games susah dapat medali. Negara lain terus yang dapat, sedangkan Indonesia makin tertinggal,” tambahnya. Bob Hasan menyebut pelaksanaan Kejurnas akan mendatangkan atlet-atlet yang berasal dari daerah. Pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah (Jateng), 87 tahun lalu itu, mengaku pihaknya menanggung biaya penginapan, akomodasi, dan makan atlet selama pelaksanaan Kejurnas. “Kemungkinan atlet yang ikut Kejurnas itu jumlahnya sampai ribuan. Bayangkan biaya yang harus kami keluarkan,” tukasnya. Untuk itu, PB PASI akan meminta bantuan kepada Menteri Keuangan (Menkeu) guna memecahkan persoalan ini. “Solusinya itu kami harus dibantu Menteri Keuangan. Gelora Bung Karno (GBK) sebagai Badan Layanan Umum (BLU) itu bukan untuk mencari uang. GBK itu dibangun untuk olahraga,” tutup Bob Hasan. (Adt)

Kensuke Takahashi Jadi Pelatih Timnas Futsal, Sekjen FFI : Lagi Disusun Prosesnya

Kensuke Takahashi dikabarkan segera mengikat kontrak dengan Timnas Futsal Indonesia pekan ini. (net)

Jakarta- Nama pelatih asal Jepang, Kensuke Takahashi, dikabarkan segera menduduki kursi pelatih Timnas futsal Indonesia. Kabar itu disampaikan oleh salah satu tim Liga Futsal Jepang, Badral Urayasu, yang menyebutkan jika mantan pelatihnya itu segera menekan kontrak dengan timnas futsal Indonesia. Sebelumnya Kensuke memang dikabarkan menjadi salah satu calon pelatih timnas futsal Indonesia. Hal itu tak lepas dari Badral Urayasu dan federasi sepak bola Jepang (JFA) menawarkan Kensuke sebagai salah satu bentuk kerjasama dengan Federasi Futsal Indonesia (FFI). “Hari Kamis (29/3), saya akan ke Jakarta dan akan menandatangani kontrak dengan Federasi Futsal Indonesia di hari berikutnya,” kata Kensuke seperti dilansir dari laman resmi Bardral. Kensuke sebelumnya pernah datang ke Indonesia pada akhir 2016 untuk memberikan materi kepada dua tim futsal Tanah Air, Vamos Mataram, dan Mataram FC di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Meski belum mengiyakan status Kensuke, Sekjen FFI Edy Prasetyo, tak membantah bila nama pria Jepang 35 tahun itu akan segera menangani Timnas Futsal. “Nanti lah ya.. Kita susun dulu persiapannya. Nanti segera diberitahu,” ujar Edy pada Kamis (29/3), saat dikontak lewat ponselnya. Mantan pemain timnas futsal Jepang itu baru menjadi pelatih pada 2017 setelah memutuskan pensiun. Pada musim 2018, Kensuke akan menangani tiga tim sekaligus yakni AFC Futsal Women Championship, AFF Futsal Championship, dan Kualifikasi AFC U-20 Futsal Championship Zona Asean. (Art)

Jadi Host Kejuaraan Asia Senam Artistik Junior 2018, Bekal Tanding Atlet Muda Indonesia

Aksi salah satu atlet senam junior DKI Jakarta, dalam nomor senam artistik PON Jawa Barat, pada 2016. (liputan6.com)

Jakarta- Indonesia menjadi tuan rumah Kejuaraan Asia Senam Artistik Junior, 25-28 April 2018, di Istora, Komplek Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Bagi pesenam junior Indonesia, ajang ini sekaligus dimanfaatkan untuk menambah pengalaman bertanding di turnamen internasional. Pada kejuaraan senam level Asia itu, untuk kelompok putra dibatasi usia 14-17 tahun (kelahiran 1 Januari 2001-31 Desember 2004). Bagi putri berusia 13-15 tahun (kelahiran 1 Januari 2003-31 Desember 2005). Ilya Avianti, Ketua Umum Persatuan Senam Seluruh Indonesia (Persani), mengatakan pihaknya bangga dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan bertajuk 15th Junior Artistic Gymnastics Asian Championship tersebut. “Kejuaraan ini merupakan single event Gymnastics Internasional pertama di Indonesia,” ujar Ilya, Rabu (28/3). Khusus bagi pesenam junior Indonesia, Ilya menyebut, ajang ini sekaligus digunakan guna mendapatkan pengalaman bertanding di turnamen internasional. “Indonesia akan menurunkan lima pesenam putra dan lima pesenam putri junior. Mereka sampai dengan saat ini masih terus berlatih secara intensif,” sambungnya. Faisal Reza, Manajer Tim Nasional (Timnas) Senam Junior, mengungkapkan pihaknya telah mempersipakan diri dengan baik pada ajang Kejuaraan Asia Senam Artistik itu. Ia berjanji anak didiknya menunjukkan penampilan terbaiknya. “Kami  mempersiapkan tim dengan baik. Kami berusaha akan memberikan penampilan yang terbaik di 15th Junior Artistic Gymnastics Asian Championship,” cetusnya. Event ini sekaligus menjadi prakualifikasi Youth Olympic Games di Argentina. Dan, rencananya 23 negara bakal turut meramaikan persaingan, seperti Kazakhstan, Korea Selatan, Arab Saudi, Vietnam, Iran, Irak, India, China, dan Jepang. (Adt)

21 Tim SMP Ramaikan Kompetisi Basket Bewustssein Reborn Cup 2018

21 Tim Basket SMP meramaikan kompetisi basket BRC 2018, di SMK Yadika 2, Tanjung Duren Utara, Jakarta Barat. (Adt/NYSN)

Jakarta- Sebanyak 21 tim basket dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) turut meramaikan kompetisi basket bertajuk “Bewustssein Reborn Cup (BRC) 2018”, yang dihelat di Lapangan Basket, SMK Yadika 2, Tanjung Duren Utara, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Kompetisi yang digelar pada 23-29 Maret 2018, terdiri dari 12 tim basket putra dan 9 tim basket putri itu bertujuan sebagai ajang silaturahmi sekaligus menanamkan nilai-nilai positif dalam bidang olahraga. “Event seperti ini memang sudah menjadi agenda sekolah. Kebetulan tahun ini kami menggelar kompetisi basket tingkat SMP. Alhamdulillah, sekolah juga sangat mendukung kegiatan ini,” ujar An’nisa Ruly, Ketua Pelaksana BRC 2018, Selasa (27/3). “Tujuan kami agar mereka bisa bersilaturahmi dengan pelajar dari SMP lain. Selain itu, dengan kompetisi basket ada nilai-nilai positif yang bisa mereka ambil seperti solidaritas dan sportifitas,” sambung siswi kelas 11 Jurusan Akuntansi. Dikatan Ruly, antusiasme pelajar SMP untuk mengikuti kompetisi basket ini cukup tinggi, ditambah pihaknya menggratiskan biaya pendaftaran. “Ketika kami tawarkan kompetisi ini ke sekolah-sekolah SMP, respon mereka sangat baik. Apalagi kami tidak menetapkan biaya pendaftaran. Sebenarnya banyak yang ingin mendaftar, tapi kami punya slot 12 baik untuk tim basket putra maupun putri,” ungkapnya. (Adt)

Berlangsung di DIY, Piala Bergilir Presiden Jadi Seleksi Asian Games Wushu

Pada 29 Maret-3 April diadakan Kejurnas Wushu Indonesia Junior & Senior untuk memperebutkan Piala Raja Hamengku Buwono X dan Piala Bergilir Presiden RI di DIY. (Instagram)

Jakarta- Untuk pertama kalinya Piala Bergilir Presiden diperebutkan pada Kejurnas Yunior dan Senior Wushu di GOR Among Raga, Yogyakarta, 29 Maret -3 April. Sebanyak 700 Peserta dari 27 Pengprov WI ikut berpartisipasi pada event yang bertajuk Kejurnas yunior dan senior Piala Bergilir Presiden dan Piala Tetap Raja Sultan Hamengkubuwono X. Sekjen PB Wushu Indonesia (WI) Ngatino mengatakan, jumlah peserta kali ini memecahkan rekor kejurnas sebelumnya. “Peserta kali ini diluar perkiraan biasanya hanya berkisar 600-an karena penggabungan antara yunior dan senior,” ujar Ngatino, pada Senin (26/3). Ngatino mengharapkan dengan diperebutkannya Piala Bergilir Presiden akan lebih memacu perkembangan Wushu di Daerah. “Mudah-mudahan pengprov daerah lebih termotivasi lagi,” jelasnya. Ketua Umum PB Wushu Indonesia Airlangga Hartarto dipastikan akan hadir pada acara pembukaan Kejurnas di GOR Among Raga, Kamsi (29/3) malam. Menurut Ngatino, Ketua Panitia Pelaksana Soekeno didampingi Ketua Pengprov WI Yogyakarta Muwardi, telah bertemu dengan Ketua Umum PB WI. “Panitia juga melalui Ketua Umum meminta kesediaan Presiden bisa hadir, tapi hingga saat ini kami masih menunggu kabar dari protokol Istana,” ujar Ngatino. Kejurnas Wushu Yunior dan Senior Piala Bergilir Presiden dan Piala Raja ini, juga sekaligus merupakan seleksi atlet untuk tim inti Asian Games 2018. Menurut Pelatih Kepala Novita, saat pelatnas Asian Games berjumlah 16 atlet, 9 di nomor Taulo dan 7 Sanda. “Jumlah komposisi tim inti Asian Games 13 atlet, 7 taolu dan 6 Sanda jadi masih harus seleksi untuk menjadi tim inti,” jelas Novita. Adapun yang mengikuti seleksi di nomor Changquan adalah Felda dan Monica. Kemudian nomor Taijiquan + Taijijian putera, Bobie Valentinus dan Nicholas, sedangkan nomor Sanda kelas 52kg puteri ada Rosalina Simanjuntak dan Selviah Pertiwi. (Adt)

Kontrak Pelatih Asing, Perbasasi Bidik Perstasi di Level Asia

Aksi salah satu atlet softball di kejuaraan tingkat nasional. (extrajossbar.com)

Jakarta- Pengurus Besar (PB) Persatuan Baseball dan Softball Amatir Seluruh Indonesia (Perbasasi) mendatangkan dua pelatih asing, yakni Zenon Winters (Australia), dan Apolonia Rosales (Philipina). Harapannya, Indonesia bisa bersaing di level Asia. Winters merupakan pesoftball terbaik dunia pada 2015. Sedangkan Rosales pernah membawa Indonesia U-19 masuk tiga besar Asia pada 2017. Mereka bakal didampingi pelatih lokal, Leonard Djarkasih dan Agus Gumilar. Pada akhir April nanti, Indonesia bakal menjadi tuan rumah Kejuaraan Softball Asia ke-10. Kejuaraan ini sekaligus menjadi ajang untuk mengikuti Kejuaraan Dunia di Republik Ceko, pada akhir tahun ini. Sejumlah negara telah memastikan untuk berpartisipasi di Kejuaraan Asia itu, seperti Malaysia, Singapura, Philipina, Brunai Darussalam, Thailand, Pakistan, India, Jepang dan China. Ripuji, Ketua II Bidang Pembinaan Prestasi PB Perbasasi, mengatakan pihaknya belum berani memasang targetdi Kejuaraan Asia. Namun, ia menyebut, kehadiran dua pelatih asing ini membuat Timnas makin solid. “Bersama mereka (Winters dan Rosales), kami berharap, Indonesia bisa bersaing di level Asia,” tukas Ripuji seperti dikutip liputan6.com, Senin (26/3). (Adt)

Wow, Anak-Anak Terbaik MFC 2018 Dikirim ke Barcelona

Ajang kompetisi Milo Football Championship 2018 memberikan kesempatan lebih besar di tahun ini untuk anak-anak berbakat Indonesia agar bisa menimba ilmu persepakbolaan di Barcelona. Menurut lansiran dari tempo.co (25/03/2018), kejuaraan yang bekerja sama dengan Gerakan Ayo Olahraga dari Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) ini akan menyaring 18 pemain terbaik dari tiap kota untuk bisa lolos ikut final kompetisi sepakbola U-12 Piala Menpora 2018. Para pemain terpilih akan mendapatkan juga pelatihan eksklusif bersama pelatih dari FCBEscola Barcelona yang meliputi teknik dribbling, shooting, passing, turning, dan keeping. Menurut mantan striker nasional, Kurniawan Dwi Yulianto berkata bahwa 9 pemain terbaik yang berhasil lolos tahap seleksi juga dapat bergabung dengan puluhan anak dari seluruh dunia karna mendapatkan pelatihan intensif di FCBEscola Barcelona. Hal tersebut dikatakan merupakan bagian dari kerja sama Nestle Milo dengan FC Barcelona. Tujuannya agar mendorong hidup sehat dan aktivitas fisik kepada generasi muda di Asia, Oseania, Afrika, dan Amerika Latin. Business Executive Manager Beverages Nestle Indonesia, Prawitya Soemadijo berkata kejuaraan ini merupakan kontribusi bagi perkembangan sepakbola Indonesia dengan tanamkan kecintaaan olahraga pada siswa sejak dini. Selain itu juga tentu mendukung pemerintah dalam menemukan bibit pesepak bola yang hebat.

Nyaris Tertunda Karena Hujan, David Beckham Sumbang 10.000 Bola Bagi Anak Indonesia

Menpora Imam Nahrawi mendampingi Mega Bintang asal Inggris David Beckham di Stadion Soemantri Brojonegoro, pada Minggu (25/3). (Pras/NYSN)

Jakarta- Menyumbangkan 10.000 bola, gelaran “Sepak Bola untuk Negeri” yang diadakan oleh PT AIA Financial (AIA) memecahkan rekor MURI sebagai sumbangan bola terbanyak. Event ini mengundang AIA Global Ambassador, David Beckham, untuk mengampanyekan hidup sehat, di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta, pada Minggu (25/3). AIA Global Ambassador, David Beckham, menyatakan berbagi kepada masyarakat, terutama anak-anak, dan memberikan contoh yang tepat tentang bagaimana menjalani hidup sehat merupakan dua hal yang dekat dengannya. David mengakui selalu menjalani hidup sehat sepanjang dan setelah kariernya. Sekarang, setelah selesai bermain, David ingin menjalani hidup yang lebih sehat dan bugar. “Saya memiliki empat anak, penting bagi saya untuk memberi teladan bagi mereka,” ujar David dalam keterangan yang diterima sehari sebelum ia datang ke Jakarta. Sumbangan bola tersebut ditujukan untuk untuk anak-anak akademi sepak bola di seluruh Indonesia. Momen penyerahan donasi ini dilakukan di hadapan hampir 1.000 pemain sepak bola muda berbakat dari Aceh hingga Papua. Kegiatan ini sejatinya dimulai sejak Minggu pagi. Namun, cuaca Jakarta yang sempat mendung, akhirnya acara justru sempat tertunda, karena hujan yang mengguyur Jakarta. Chief Marketing Officer PT AIA Financial, Lim Chef Ming, menuturkan kesadaran AIA bahwa olahraga memainkan peran penting dalam mempromosikan gaya hidup yang lebih sehat, lebih lama, dan lebih baik. Sepak bola adalah olahraga yang sangat populer dan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. “Hal tersebut melatarbelakangi AIA mengadakan acara AIA Sepak Bola untuk Negeri,” tutur Lim. AIA secara konsisten mendukung perkembangan sepak bola di Indonesia melalui beberapa inisiatif, seperti Championship, yaitu sebuah kompetisi sepak bola tahunan yang memberi kesempatan bagi masyarakat yang berbakat untuk berkompetisi di liga internasional. AIA juga menggelar AIA Junior Cup, yang memungkinkan para pemain muda terbaik terpilih dari kejuaraan tersebut untuk diberangkatkan ke Phuket, Thailand, dan mendapatkan pelatihan dari tim pelatih resmi Tottenham Hotspurs. (Ham)

Pebulutangkis 14 Tahun, Rengkuh Dua Gelar di Wali Kota Cirebon Open 2018

Febi Setianingrum meraih gelar juara ganda putri dan ganda campuran di Wali Kota Cirebon Open 2018. (pbdjarum)

Jakarta- Febi Setianingrum sukses merengkuh dua gelar juara pada ajang Wali Kota Cirebon Open 2018. Pebulutangkis PB Djarum itu menang di nomor level pemula yakni ganda putri dan ganda campuran. Tampil di GOR Bima, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (24/3), Febi yang berduet dengan Mikala Kani menyudahi perlawanan rekan satu klub, Jessica Maya Rismawardani/Nethania Irawan di partai pamungkas. Febi/Mikala menang dua gim dengan skor 21-17, 21-14. Ini gelar pertama mereka sejak diduetkan pada 2017. Keberuntungan Febi berlanjut di ganda campuran. Di partai final, dobel Febi dan M. Putra Erwiansyah menyingkirkan pasangan asal Mutiara Cardinal Bandung, Zank Oscario Dewangga/Salsabila Dewanti, dalam pertarungan dua gim, 21-18, 21-17. “Kalau di ganda putri sudah sering bermain sama Mikala, tapi yang baru juara ya di Cirebon ini. Saya juga tak menyangka bisa juara di ganda campuran, apalagi ini baru pertama kali dipasangkan,” ujar dara kelahiran 29 Febrari 2014 dilansir PB Djarum, Minggu (25/3). (Adt)

Ajang Untuk Anak Berbakat Kembali Hadir, MILO Football Championship (MFC) 2018

Jakarta- MILO Football Championship (MFC) 2018 kembali menghadirkan kompetisi sepak bola tingkat Sekolah Dasar (SD). Acara ini merupakan gelaran keempat yang didukung oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Menurut lansiran dari tribunnews.com bahwa kompetisi ini diperuntukan untuk anak di bawah 12 tahun dengan sedikitnya 8.000 siswa SD yang mengikuti. Kemudian, hadir untuk empat kota besar, yaitu Jakarta, Medan, Bandung, dan Makassar. Tujuannya selain  mengasah kemampuan sepak bola anak juga berguna bagi perkembangan karakter. Menurut Menpora Imam Nahrawi, lewat olahraga, anak-anak akan terbentuk karakter, watak, respek, serta sikap saling menghormati, menghargai satu sama lain. Dengan ajang ini, menpora juga memastikan bisa jadi anak-anak tersebutlah yang nantinya meneruskan Timnas Indonesia di masa datang. MILO Football Championship dilaksanakan pada 24-25 Maret di Jakarta, 31 Maret-1 April di Medan, 14-15 April di Bandung, dan 28-29 April di Makassar, dengan memakai peraturan pertandingan FIFA untuk anak usia SD. Pemenang MILO Football Championship di empat kota tersebut, nantinya akan langsung bisa lolos ke babak final pada ajang Sepak Bola U-12 Piala Menpora 2018, yang diselenggarakan pada hari Olahraga Nasional. Menarik bukan? (tribunnews.com, sportourism.id)

Masuk Tahun Kelima, Jr. NBA 2018 Kembali Hadir di Indonesia

Sejumlah anak mengikuti selection camp Jr. NBA Indonesia pada 2017 lalu. (kompas.com)

Jakarta- Junior (Jr) NBA, adalah program pembinaan global NBA yang bertujuan memperkenalkan olahraga basket dan gaya hidup aktif anak-anak. Program ini kembali hadir di Indonesia yang memasuki tahun kelima. Program ini diperluas dengan diadakannya coaches clinic (pelatihan bagi guru olahraga) tambahan yang menjangkau lebih dari 5.700 guru olahraga dari 4.600 sekolah di seluruh Jakarta dan Sumatera Selatan (Sumut). Frisian Flag, salah satu merek Royal FrieslandCampina, kembali menjadi mitra penyelenggara program Jr. NBA di Indonesia. Jr. NBA yang dipersembahkan oleh Frisian Flag akan berlangsung hingga Juli 2018. Diharapkan dapat menjangkau lebih dari 12.000 anak laki-laki dan perempuan di lebih dari 200 sekolah di tahun ini. Keutamaan program ini, yakni para peserta akan belajar mengenai pengetahuan dasar olahraga basket dan juga nilai-nilai utama yang diterapkan di Jr. NBA. Seperti nilai Sportmanship (sportivitas), Teamwork (kerjasama tim), a Positive Attitude (sikap positif) dan Respect (saling menghargai). Jr. NBA Indonesia 2018 yang dipersembahkan oleh Frisian Flag akan dimulai dengan coaches clinic dan open clinic (pelatihan terbuka) bagi anak-anak pada 24-25 Maret di Cilandak Sports Center, Jakarta. Serangkaian klinik tambahan itu akan diadakan menjelang Selection Camp pada 21-22 Juli, yang akan memilij 32 anak laki-laki dan 32 anak perempuan terbaik usia 10-14 tahun mengikuti serangkaian penilaian karakter dan keterampilan yang selanjutnya akan turut berpartisipasi dalam National Training Camp pada 27-29 Juli 2018. National Training Camp, yang akan dihadiri oleh pemain atau legenda NBA serta menghadirkan program kepedulian sosial NBA Cares. Puncak dari program ini adalah terpilihnya delapan anak laki-laki dan delapan anak perempuan berbakat, yang nantinya akan dinobatkan sebagai Jr. NBA Indonesia 2018 All-Stars. Sementara, anak-anak terpilih ini akan berkesempatan merasakan pengalaman unik bersama NBA di luar negeri, bersama dengan teman-teman dari negara di Asia Tenggara lainnya pada akhir tahun ini. (Adt)

Apa Alasan Sebenarnya “Olahraga Golf itu Mahal”?

Apa Alasan Sebenarnya Olahraga Golf itu Mahal. (net)

Kebanyakan orang berpersepsi bahwa olahraga golf itu dianggap sebagai olahraga kaum kelas atas atau orang-orang kaya. Persepsi ini tidak hanya tumbuh di Indonesia, melainkan juga dalam masyarakat dunia. Bagi orang barat sendiri, golf dikatakan “gentleman’s game” karena dimainkan oleh pria-pria yang “terpandang”. Kemudian, kamu pasti penasaran, sebenarnya alasan apa yang menyebabkan golf ini dipandang sebagai olahraga yang mahal dan diperuntukkan untuk orang kaya? Simak  jawabannya berikut ini: Peralatan Golf = Mahal Alasan pertama ini merupakan yang utama. Jadi, tahukah kamu, harga stik golf yang paling murah saja bisa mencapai 1 jutaan lebih. Coba kamu bayangkan, jika membeli satu set stik golf (14 stik), harganya bisa mencapai sekitar 20 Juta. Wow, fantastic bukan? Belum lagi, dari segi peralatan yang digunakan dalam permainan golf harus selalu dalam kondisi baik. Artinya, ada biaya juga dalam hal perawatan stik golf tersebut. Kemudian, hmm… jangan lupa pengeluaran untuk baju, sepatu golf serta aksesoris lainnya. Ya, Memang sebenarnya bisa saja kamu menyewa ditempat olahraga tersebut, namun biasanya para pecinta golf lebih merasa puas dengan peralatan yang dimiliki sendiri loh.. Jadi, buat kamu, sobat muda NYSN yang ingin mencoba olahraga satu ini, persiapkan modal yang banyak yaa… Sewa Lapangan Golf = Mahal “Keberadaan pohon-pohon di lapangan turut mempengaruhi tiupan angin, yang pada akhirnya mempengaruhi laju bola golf” Nah, itu adalah kutipan yang dilansir dari iprice.co.id, di mana menggambarkan mengapa sebuah lapangan golf itu mahal. Ya, karena segala perspektif yang ada di lapangan telah diperhitungkan, dibuat, dan dijaga secara apik. Sampai-sampai, sebuah pohon pun apabila salah menempatkannya, bisa mempengaruhi laju bola di lapangan golf. Wihh.. Harga sewa lapangan golf yang relatif mahal, yaitu bisa mencapai ratusan juta bahkan milyaran apabila menjadi member. Selain itu, ada juga biaya tambahan yang dikenakan karena untuk menyewa mobil golf. Biasanya pemain tidak mau berjalan kaki menuju arena di sepanjang lapangan. Namun, ada juga nihh ternyata tempat golf yang disewa murah meriah. Ya, seperti sekarang ini banyak lapangan golf yang membuka untuk pemain pemula. Kamu tidak harus menjadi member, cukup datang saja saat kamu ingin coba olahraga ini. Salah satunya ada beberapa lapangan golf di Jakarta yang dikenakan harga sekitar 200ribuan untuk sewa lapangan golf. Lebih murah bukan? Tips jika kamu ingin bermain golf dengan tarif yang lebih murah lagi, yaitu datanglah di hari kerja, jangan di waktu akhir pekan. Dengan begitu, kantong kamu pun aman tak perlu bayar ratusan juta.. Asah Kemampuan (Skill) Golf = Sulit Kamu yang melihat pemain golf sepintas berpikir olahraga ini simple dilakukan. Kenyataannya, pemain golf dengan skill yang bagus membutuhkan waktu bertahun-tahun agar kemampuan bermain golf serta wawasannya bertambah. Menguasai golf dengan waktu singkat, bisa didapatkan dengan mengikuti kursus golf secara rutin. Ya, lagi-lagi kamu tentu harus mengeluarkan uang ekstra untuk membayar pelatih (yang biayanya tentu tidak murah), biaya sewa lapangan serta perlengkapan golf, yang semua itu bukanlah dengan harga murah. Maka dari itu, masyarakat umum berpikir tampaknya olahraga golf ini mahal dan sulit dilakukan. Sobat muda NYSN, walaupun golf dianggap mahal, namun jangan sampai anggapan tersebut juga menyurutkan niat kamu yang ingin mencoba olahraga satu ini. Salah satu tips low budget bermain golf untuk kamu, yaitu main golf sebenarnya tidak diperlukan tuh peralatan yang baru, second but good quality juga no problem kok. Asalkan kamu tetap menikmati dalam permainan golf tersebut. Menerima tawaran dari kantor ataupun relasi kamu untuk gabung di klub golf tertentu. Cari-cari di internet klub olahraga golf yang sesuai budget kamu. Pokoknya jangan sampai persepsi “mahal” dari olahraga golf, menghalangi niat kamu untuk merasakan manfaat olahraga ini, yaitu bisa menjaga stamina, menguatkan jantung kamu, mengurangi stress, melatih kesabaran serta fokus. Sayang sekali bukan, kalau kamu harus mengabaikan manfaatnya hanya karena perihal biaya. Jadi, apakah pilihanmu akhir pekan ini dengan olahraga golf?   (gogolf.co.id)

Intip Kekuatan Lawan di Asian Games 2018, Perbakin Kirim Atlet ke Kejuaraan Dunia

Atlet menembak bakal mengikuti kejuaraan dunia guna meraih hasil terbaik di Asian Games 2018. (Adt/NYSN)

Jakarta- Pengurus Besar (PB) Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin), mengirimkan atlet mengikuti Kejuaraan Dunia di Korea, pada akhir April, dan Munich, Jerman, pada akhir Mei mendatang. Hal itu dilakukan guna mengukur kekuatan lawan di ajang pesta akbar olahraga empat tahunan se-Asia, Agustus-September 2018. “Jelang Asian Games 2018 ini, agenda kami mengirimkan atlet mengikuti seri World Cup di Korea, akhir April, dan Munich, Jerman, akhir Mei,” ujar Robby Atmadja, Manajer Tim Nasional Menembak Indonesia, saat ditemui di Lapangan Tembak, Senayan, Jakarta, Selasa (20/3). Ia menyebut alasan mengirimkan atlet ke seri dunia itu sebagai tolak ukur guna melihat peta kekuatan lawan di Asian Games 2018. “Lawan-lawan di Asian Games bakal bertemu di kejuaraan dunia, seperti Korea dan China. Bahkan mereka training camp disana. Jadi, setelah kembali dari Kejuaraan Dunia, kami langsung ke Palembang untuk melakukan adaptasi venue pertandingan,” lanjutnya. Robby menjelaskan cabang menembak di Asian Games mendatang mempertandingkan 20 nomor, dan Indonesia berpartisipasi di 6 nomor. “Kami turun di nomor angin, 10 meter air rifle, 10 meter air pistol, dan 10 meter running target. Dimana kontingen terdiri dari 10 atlet, 3 pelatih dan 1 manajer,” ungkapnya. “Peluang medali emas ada. Tapi kami tidak bisa menyebutkan darimana. Nanti kasihan atletnya kalau kami sebutkan, bisa stres,” tambahnya. Meski begitu, Robby mengaku bila saat ini peluang terbesar ada pada Muhammad Naufal Mahardika di nomor 10 meter air rifle. “Saat ini Naufal masih yang terbaik, karena berhasil meraih emas di SEA Games 2017 (Malaysia). Namun bila atlet bisa masuk ke final (8 besar), termasuk Naufal dan atlet yang lainnya, kesempatan mendapatkan medali sangat besar. Soal medalinya apa? Ya, kita tunggu saja,” tutup pria yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Tembak Sasaran PB Perbakin. (Adt)

Bidik 1 Emas Asian Games 2018, Soft Tenis Waspadai Korea, Jepang dan Taiwan

Cabang olahraga Soft Tenis menargetkan satu medali emas Asian Games 2018. (net)

Jakarta- Jelang Asian Games 2018, Jakarta-Palembang, pada Agustus-September mendatang, sejumlah cabang olahraga (cabor) terus mempersiapkan diri dengan baik. Salah satunya cabor soft tenis. Ferly Montolalu, Pelatih Soft Tenis Indonesia, mengatakan pesaing terberat di ajang pesta olahraga terbesar empat tahunan itu adalah Korea, Jepang, dan Taiwan. Ia menyebut cabor soft tenis saat ini dikuasai negara di kawasan Asia. “Tiga negara itu yang menjadi pesaing Indonesia di Asian Games 2018,” ujar Ferly saat ditemui di Kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (20/3). Ferly menambahkan pada Asian Games di Incheon, Korea Selatan (Korsel), empat tahun lalu, cabor soft tenis hanya mampu meraih satu medali perak dan satu perunggu. “Medali perak diraih Edy Kusdaryanto,” ungkapnya. Di Asian Games 2018, Jakarta-Palembang, Ferly menegaskan pihaknya menargetkan soft tenis meraih satu medali emas, satu perak dan satu perunggu. “Prima (Simpatiaji) dan Elbert (Sie) masih jadi tumpuan kami meraih medali emas. Saat ini, kami juga telah membentuk tim inti Asian Games 2018. Dari hasil seleksi 160 petenis dari seluruh Indonesia, kami telah memilih 10 atlet. Terdiri dari lima atlet putra dan lima atlet putri,” tukas Ferly. Ferly juga berbicara soal masalah anggaran timnas soft tenis jelang Asian Games 2018. Ia memastikan saat ini tidak ada masalah terkait anggaran maupun akomodasi. “Untuk masalah anggaran kita tidak ada masalah. Akomodasi juga tidak ada masalah,” tutur Ferly.  Sebelumnya timnas soft tenis Indonesia mengajukan anggaran sebesar 16 miliar rupiah. Tapi pemerintah hanya memberikan 7,7 miliar rupiah dari bujet. “Saat ini anggaran masuk adalah 7,7 miliar rupiah untuk Asian Games 2018,” ungkapnya. “Kekurangan dari anggaran tersebut kami dapatkan dari sponsor,” lanjut Ferly. (Adt)