Bikin Kejutan, Duet Kembar 17 Tahun Sukses Jungkalkan Unggulan Tiga Women’s Circuit 2018

Duet petenis muda, Fitriana Sabrina/Fitriani Sabatini (17 tahun) tumbangkan unggulan ketiga Women’s Circuit 2018, Zhibek Kulambayeva (Kazakhstan) dan Ye Zhin Ma (Tiongkok), dengan skor akhir 6-3 6-3. (remaja-tenis.com)

Jakarta- Indonesia membuka babak utama turnamen tenis internasonal bertajuk PT Pembangunan Perumahan Construction & Investment Women’s Circuit Internasional Tennis 2018 dengan gemilang. Di Lapangan Tenis Gelora Manahan Solo, Senin (9/7), wakil Merah Putih berhasil memenangi laga pembuka nomor ganda. Duet kembar petenis muda, Fitriana Sabrina/Fitriani Sabatini (17 tahun) menekuk unggulan ketiga turnamen kalender kompetisi resmi Federasi Tenis Internasional (ITF) ini. Ana dan Ani menang straight set atas Zhibek Kulambayeva (Kazakhstan) dan Ye Zhin Ma (Tiongkok). Ana-Ani unggul dengan skor akhir 6-3 6-3. Hasil positif juga ditorehkan dua petenis tuan rumah yang berpasangan dengan peserta manca negara. Unggulan teratas Aldila Sutjiadi/Mana Ayukawa (Jepang) mengalahkan Anastasia Shaulskaya (Rusia)/Rishika Sunkara (India) 7-5 6-1, di ajang yang menyediakan total hadiah 15.000 dollar AS atau sekitar Rp 210 juta ini. Sedangkan Rifanty Kahfiani/Ayaka Okuno (Jepang) menyisihkan Yu Ting Hsieh (Taiwan)/Saumya Vig (India) 6-2 6-3. “Semoga awal yang indah bagi petenis tuan rumah ini terus berlanjut hingga babak akhir,” ucap Wakil Sekretaris Jendral PP Pelti, Susan Soebakti selaku Direktur Turnamen. Kejuaraan khusus bagi petenis wanita yang disponsori oleh PT PP (Persero) Tbk ini akan menggelar babak utama nomor tunggal mulai Selasa (10/7). Kecuali Aldila Sutjiadi yang akan terlibat duel senegara dengan Priska Madelyn Nugroho, enam wakil tuan rumah bakal meladeni petenis luar negeri. Petenis yang lolos dari babak kualifikasi, Suryaningsih akan menantang unggulan kedua asal Jepang, Michika Ozeki . Sedangkan penerima wildcard, Joleta Budiman menghadapi unggulan kedelapan, Zhibek Kulambayeva dari Kazakhstan. Rifanty Kahfiani melawan Yuka Hosoki (Jepang), Arrum Damarsari bentrok dengan Shou Na Mu (Tiongkok) dan Fitriana Sabrina dengan Mana Ayukawa (Jepang) serta Deria Nur Haliza meladeni petenis India yang lolos dari kualifikasi, Bhuvana Kalva. Selain itu di sektor ganda, duet Deria/Joleta yang diproyeksikan membela Merah Putih di ajang Asian Games 2018 akan bertanding melawan pasangan India, Sai Samhitha Chamarthi/Mahak Jain. “Ini penampilan pertama kami sebagai pasangan dalam turnamen resmi internasional. Kami akan berusaha bermain sebaik mungkin, semoga hasilnya juga bagus,” tutur Deria, petenis kelahiran 8 Juni 1997 ini. (Ham)

Atlet 18 Tahun Raih 5 emas SEA Age Group Swimming Championship 2018, Adinda Jadi Perenang Terbaik Wanita

Atlet asal Jawa Timur, Adinda Larasati Dewi, menjadi perenang wanita terbaik kategori U 16-18 tahun dalam event 42nd SEA Age Group Swimming Championship 2018. (istimewa)

Manila- Ajang bertajuk 42nd SEA Age Group Swimming Championship 6-8 Juli 2018 yang berlangsung di Manila, Filipina, memunculkan perenang-perenang muda, harapan masa depan Indonesia. Perenang putri 18 tahun asal Jawa Timur, Adinda Larasati Dewi, sanggup menyumbang 5 emas, juga menciptakan satu rekornas dan rekor SEA Age Group. Adinda memang tengah dipersiapkan menuju Asian Games 2018, serta Olimpiade Remaja 2018 di Argentina. Empat perenang muda Indonesia yang sudah lolos limit-A Youth Olympic Games atau Olimpiade Remaja di Argentina 2018, juga tampil memuaskan. Mereka adalah duo putri Adinda dan Azzahra Permatahani (16 tahun), serta duo putra, Azel Zelmi dan Farrel Armandio Tangkas. Farrel tampil gemilang saat memecahkan rekor nasional 200 meter gaya punggung, milik perenang senior Siman Sudartawa, yang sudah bertahan 7 tahun lalu. Farrel mencatat waktu 2 menit 02,31 detik, sedangkan rekornas Siman tercipta di SEA Games Palembang 2011, yakni 2 menit 02,44 detik. Diprediksi, Farrel berpotensi besar meraih medali di SEA Games 2019 Filipina. Di hari terakhir, Adinda menyumbang 2 emas, pada Minggu (8/7). Medali emas pertamanya didapat dari nomor 200 meter gaya kupu-kupu putri, dengan catatan waktu tercepat 2 menit 15,71 detik. Ia Mengalahkan perenang Vietnam, Mai Thi Linh 2:18,67 detik dan rekannya Azzahra, yang mendapat perunggu dengan waktu 2:19,24 detik. Emas kedua Adinda, diraih lewat nomor 800 meter gaya bebas putri, dengan catatan 9 menit 00,04 detik. Total Adinda mendapatkan lima emas, setelah sebelumnya ia menyabet emas di nomor 200 dan 400 meter gaya bebas, serta rekornas nomor 100 meter gaya kupu-kupu 1:01,35 detik. Adinda pun terpilih sebagai perenang terbaik wanita kategori U 16-18 tahun, dalam event 42nd SEA Age Group Swimming Championship 2018. Perenang Masa Depan Pada kelompok usia 13 tahun kebawah memunculkan perenang masa depan, Agung Sulaksono Putra Alamsyah (13 tahun), yang menembus dominasi Vietnam. Di hari terakhir, Agung menyumbang emas di nomor 100 meter gaya bebas dengan catatan 56,51 detik. Kedua Tong Yu Jing (Malaysia) 56,56 detik dan ketiga Randal Neo (Singapura) 56,66 detik. Total Agung sudah mengoleksi 2 emas, 2 perak dan 3 perunggu. “Ayah selalu berpesan untuk disiplin, dan fokus dalam berlatih,” ucap Agung dari Jawa Timur. Perenang muda lainnya di kategori putri yakni Komang Adinda Nugraha (13 tahun), yang bisa menebus penasarannya. Komang akhirnya meraih emas di hari terakhir pada nomor 50 meter gaya punggung dengan catatan 31,18 detik. Total selama di Filipina, Komang membawa pulang 1 emas dan 3 perunggu. Di SEA Age pertamanya tahun lalu di Brunei, Komang hanya mampu mengoleksi 3 perak dan 1 perunggu. “Kuncinya giat berlatih dan berlatih. Masih panjang perjalanan saya, doakan bisa membawa nama Indonesia harum di dunia internasional,” jelasnya. Satu perunggu Komang di dapat pada nomor beregu yakni estafet 4×100 meter gaya ganti putri. Komang dengan gaya punggung, Adelia (dada), Azzahra Permatahani (kupu) dan Adinda Larasati (bebas) mencatat waktu 4:24,59 detik. Di kategori putra juga dapat perunggu di nomor estafet 4×100 meter gaya ganti. Tim Indonesia beranggotakan AA Gede Oka Satria (punggung), Kamal Pasya (dada), Azel Zelmi (kupu) dan Agung Putro (bebas) mencatat waktu 3:59,20 detik. Di hari ketiga beberapa perenang yang memperoleh medali perak diantaranya Dwiki Anugrah di nomor 50 meter gaya punggung U 16-18 tahun (27,34 detik), Adinda Larasati Dewi nomor 100 meter gaya bebas (58,02 detik), Azzahra Permatahania nomor 200 meter gaya dada U 16-18 tahun (2:35,56 detik). Sedangkan perenang yang memperoleh perunggu adalah Sofie Kemala nomor 50 meter gaya punggung U 16-18 tahun putri (30,58 detik), Luh Putu Satya Putri nomor 50 M usia 14-15 tahun (31,56 detik), Panda Made Iron Digjaya di nomor 200 meter gaya dada U 16-18 tahun (2:20,59 detik), serta Azel Zelmi nomor 200 meter gaya kupu-kupu U 16-18 tahun (2:05,43 detik). Lalu, Albertus Andhika Bangun 200 M gaya kupu U 14-15 tahun (2:08,56 detik), Vanessa Sanjoyo 200 meter gaya kupu putri U 14-15 tahun (2:25,19 detik), Agung Putro nomor 1500 meter gaya bebas U 13 tahun (17:11,72 detik), Ernest Fabian Wijaya nomor 1500 meter gaya bebas U 14-15 tahun (16:42,16 detik). Tim Indonesia tahun ini, tak diperkuat dua perenang yang terpilih yakni Erick Ahmad Fathoni, dan perenang keturunan Indonesia-Amerika Serikat, Kaikea Putra Boyum Crews, yang tengah latihan dan bertanding di Amerika Serikat. Keduanya tak tampil, karena jadwal SEA Age Group berubah, dari semula bulan Oktober/November, maju menjadi Juli. (Ham)

Mulai Bergulir Di Solo, Remaja 15 Tahun Turut Bersaing Di Women’s Circuit International Tennis 2018

Priska Madelyn Nugroho (15 tahun) menjadi salah satu petenis termuda Indonesia, yang turun dalam turnamen Women's Circuit International Tennis 2018, di Lapangan Tenis Gelora Manahan, Solo, Jawa Tengah. (twitter.com)

Jakarta- Turnamen tenis PT Pembangunan Perumahan Construction & Investment Women’s Circuit International Tennis 2018, mulai bergulir akhir pekan ini, hingga 14 Juli, di Lapangan Tenis Gelora Manahan, Solo, Jawa Tengah. Petenis tuan rumah bersaing dengan petenis lain dari sembilan negara yakni Singapura, Australia, Jepang, China, Taiwan, Kazakhstan, India, Bulgaria, dan Rusia. Susan Soebakti, Direktur Turnamen, mengatakan minat petenis asing sangat tinggi untuk mengikuti turnamen ini. Kejuaraan ini masuk dalam kalender kompetisi resmi Federasi Tenis Internasional (ITF). “Peserta tak hanya dari kawasan Asia. Mereka juga datang dari benua Eropa,” ujar Susan, di Solo, Jawa Tengah, akhir pekan ini. Babak kualifikasi turnamen khusus putri berhadiah total 15 ribu dollar Amerika Serikat (AS) atau Rp 215 juta itu, mulai bergulir pada Sabtu (7/7). Indonesia menurunkan para petenis terbaik yakni Rifanty Dwi Kahfiani, Bilqis Maqbulatullah, Arrum Damarsari, Suryaningsih, Septiana Nur Zahiroh, dan Ni Luh Sintha Eka Putri. Mereka membidik delapan slot babak utama. Sedangkan petenis utama Merah Putih yang tergabung di pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Asian Games 2018, berhak berlaga di babak utama mulai Selasa (10/7). Aldila Sutjiadi yang berperingkat tunggal ke-751 dunia jadi unggulan keempat. Dan, Deria Nur Haliza serta Joleta Budiman, memanfaatkan fasilitas wild card bersama Fitriana Sabrina dan Priska Madelyn Nugroho. “Peluang sangat terbuka bagi tuan rumah Indonesia untuk menambah wakil di babak utama,” tukas Susan. Khusus untuk Priska, menjadi catatan tersendiri. Remaja kelahiran Jakarta, 29 Mei 2003, ini menjadi salah satu petenis termuda skuat garuda pertiwi paling berbakat, yang ikut berpartisipasi. (Adt)

Lompat Setinggi 3,6 Meter, Atlet Pelatnas Putri 15 Tahun Lolos Olimpiade Remaja 2018 Di Argentina

Atlet Pelatnas remaja Diva Renatta Jayadi (kaos puith) raih emas di Bangkok, Thailand, dan lolos ke Olimpiade Remaja, di Argentina, Oktober mendatang. (PB PASI)

Jakarta- Atlet pemusatan latihan nasional (Pelatnas) remaja Pengurus Besar (PB) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), Diva Renatta Jayadi, sukses meraih medali emas nomor lompat galah putri pada ajang Kualifikasi Olimpiade Remaja 2018 zona Asia, di Bangkok, Thailand, pekan ini. Putri mantan pelompat galah nasional Nunung Jayadi dan pelari gawang nasional Dedeh Erawati itu, jadi yang terbaik di antara atlet-atlet remaja zona Asia lainnya usai membukukan lompatan setinggi 3,6 meter. Ia menyingkirkan dua rival terkuatnya. Yakni Yana Toibaye asal Kazakhstan, yang harus puas menempati posisi kedua, dan Cherulin Jia Yi Sia asal Singapura, di urutan ketiga. Hasil ini cukup bagi remaja putri kelahiran Jakarta, 24 Desember 2002 itu lolos ke Olimpiade Remaja, di Buenos Aires, Argentina, pada Oktober 2018. Bahkan, remaja berkulit sawo matang itu menjadi satu-satunya pelompat galah putri yang mewakili Asia, di ajang Olimpiade Remaja. Selain Diva, Indonesia juga meloloskan atletnya di nomor 100 meter, atas nama Adi Ramli Sidiq. Ramli adalah remaja kelahiran Desa Widoro, Kecamatan Karangsambung, Kebumen, Jawa Tengah. Di final, sprinter 17 tahun dari SMAN 11 Semarang ini, lolos Kualifikasi Olimpiade Remaja finish diurutan 8. Federasi Atletik Internasional (IAAF) mensyaratkan khusus di nomor 100 meter putra dan putri, 8 atlet terbaik masing-masing kategori, berhak mewakili zona Asia ke Olimpiade Remaja. Tigor M. Tanjung, Sekertaris Umum PB PASI, mengapresiasi pencapaian dua atlet remaja yang berhasil lolos ke Olimpiade Remaja ini. “Kami bersyukur. Sebab, dari empat atlet yang dikirim mengikuti kualifikasi, lolos dua atlet untuk berlaga di Olimpiade Remaja di Argentina, Oktober mendatang,” ujar Tigor. (Adt)

Sabar Ladeni Lawan, Sultan Kafi Delon Kampiun KU 14 Tahun Kejurnas Tenis Junior Detec Open 2018

Petenis KU 14 Tahun Sultan Kafi Delon sukses menjadi juara tunggal putra Kejurnas Tenis Junior Detec Open 2018, di Solo, Jawa Tengah, 25-30 Juni. (net)

Solo- Petenis asal Jember (Jawa Timur), Sultan Kafi Delon sukses menjadi kampiun tunggal putra Kelompok Umur (KU) 14 Tahun Kejurnas Tenis Junior ‘Detec Open 2018’. Unggulan kedua itu berhasil menghempaskan perlawanan seeded teratas, Faza Syah Rizal asal Surabaya (Jawa Timur). Sultan unggul dalam pertarungan straight set berdurasi dua jam lima menit dengan skor akhir, 7-6(6), dan 6-2, di laga final di Lapangan Tenis Gelora Manahan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (30/6). “Di final, kuncinya sabar melayani permainan lawan. Saya senang bisa menang dan juara Detec Open 2018,” ujar remaja kelahiran 4 Juli 2004 itu. “Ini adalah pertemuan keenam di antara kami berdua. Dengan kemenangan ini, skor head to head kami jadi imbang 3-3,” lanjut pelajar kelas IX SMP Negeri 3 Jember itu. Di laga lain, petenis-petenis asal Jawa Tengah mendominasi turnamen yang masuk kalender kompetisi resmi Pengurus Pusat (PP) Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti/TDP) dengan menyabet lima gelar juara tunggal. Putra-putri Jawa Tengah memborong gelar lewat Rasya Qaisyar (Temanggung) dan Adyba Ardelia (Blora) di KU 10 tahun. Lalu, Ravel Indro (Pemalang) di KU 12 tahun, dan Diah Ayu Novita (Pati) di KU 14 tahun, serta Nadya Dhaneswara (Kudus) di KU 18 tahun. Deddy Prasetyo, Founder Detec sekaligus Penyelenggara Turnamen, mengatakan itu hal yang biasa. Sebab, lanjutnya, Jawa Tengah rajin menggelar workshop bagi pelatih yang menangani petenis junior. “Secara umum, kami puas dengan pelaksanaan Kejurnas Tenis Junior. Detec Open di Solo tahun ini. Bahkan, Yonex sebagai sponsor utama kegiatan ini, telah meminta kami untuk menambah satu event lagi di luar Pulau Jawa,” tukas Deddy. (Adt) Hasil Final, Sabtu (30/6) : 1. Tunggal Putra KU 10 Rasya Qaisyar (Temanggung) vs Rasyel Trianda (DIY), 8-1. KU 12 Ravel Indro (Pemalang) v Pijar Prawira (Gunung Kidul), 8-3 KU 14 Sultan Kafi Delon (Jember) vs Faza Syah Rizal (Surabaya), 7-6(6), dan 6-2 KU 16 Rafli Zulkarnaen (Sidoarjo) vs Rizki Pangestu (Blitar), 6-4, dan 7-5 KU 18 M. Rayhan Hanafi (DIY) vs M. Reza Falevi (Kudus), 4-6, 6-3, dan 6-4 2.Tunggal Putri KU 10 Adyba Ardelia (Blora) vs Sabrina Adia Putri (Bandung), 8-2 KU 12 Joanne Lynn (Bandung) vs Lailatul Fajria (Banjarmasin), 8-0 KU 14 Putu Kevalaih (Tangerang Selatan) vs Sekar Vinda (Cilacap), 6-3, dan 6-3 KU 16 Diah Ayu Novita (Pati) vs Hasna Raisaneva (Bandung), 6-1, dan 6-1 KU 18 Nadya Dhaneswara (Kudus) vs Zoelfanny Wahyuningrum (Bogor), 6-3, dan 6-2

Hadiah Terindah Ulang Tahun, Petenis KU 14 Tahun Sekar Vinda Khairunnisa Bidik Gelar Juara Detec Open 2018

Petenis KU 14 Sekar Vinda Khairunnisa bidik gelar juara Kejurnas Tenis Junior Detec Open 2018 sebagai hadiah ulang tahun diusianya yang ke-13 tahun. (net)

Solo- Sekar Vinda Khairunnisa, petenis tunggal putri Kelompok Umur (KU) 14 tahun asal Cilacap, Jawa Tengah, mengincar gelar juara pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Junior Detec Open 2018, di Stadion Tenis Gelora Manahan, Solo, Jawa Tengah. Gelar itu nantinya dipersembahkan untuk dirinya sebagai hadiah ulang tahun yang segera menginjak 13 tahun pada 28 Juni 2018. Dan tinggal selangkah lagi, pelajar kelas VIII SMP Al Azhar 15 Cilacap, Jawa Tengah itu, bisa mewujudkan impiannya tersebut. Di babak semi final, Jumat (29/6), seeded ketiga berperingkat nasional (PNP) keenam itu, berhasil menyisihkan unggulan kedua, Keila Mangesti Path (Manado). Sekar menang straight set dengan skor akhir 6-4 dan 6-1. Pada Sabtu (30/6), fans berat petenis Swiss Roger Federer itu ditantang petenis asal Tangerang Selatan (Tangsel) Putu Kevalaih,d yang membuat kejutan besar, di babak fase semifinal saat menyingkirkan unggulan teratas, Aurelya Chamsiayu (Sukoharjo), dengan straight set, 6-4 dan 6-2. Di partai final lainnya, akan menjadi perang petenis antar kota antar provinsi. Wakil Jawa Tengah akan meladeni andalan Daerah Istimewa Yogyakarta, yakni di sektor putra KU 10 antara Rasya Qaisyar (Temanggung) melawan Rasyel Trianda (DIY). Lalu, KU 12 Ravel Indro (Pemalang) berjumpa Pijar Prawira (Gunung Kidul), serta KU 18 antara Reza Falevi (Kudus) kontra Rayhan Hanafi (DIY). Sedangkan duel antar wakil Jawa Timur terjadi pada KU 14 dan 16 tahun putra. Faza Syah Rizal (Surabaya) menghadapi Sultan Kafi Delon (Jember), dan Rafli Zulkarnaen (Sidoarjo) meladeni Rizki Pangestu (Blitar). Sementara, satu gelar juara telah dikantongi Jawa Tengah melalui Nadya Dhaneswara (Kudus) yang mengalahkan Zoelfanny Wahyuningrum (Bogor), dengan skor 6-3 dan 6-2 pada final tunggal putri KU 18 tahun. Menurut Sekar, Keva (sapaan akrab Putu Kevalaih) bukan lawan yang asing karena pernah dua kali bertemu dengan dirinya. Meski kerap kalah, namun diakuinya, kali ini ia memiliki motivasi tinggi untuk bisa meraih kemenangan. “Memang saya selalu kalah termasuk pada pertemuan terakhir saat Seleksi Nasional di Magelang (Jawa Tengah) awal tahun ini. Saya punya motivasi tinggi untuk membalas kekalahan itu,” ujar petenis berhijab itu, Jumat (29/6). “Saya ingin meraih gelar juara Detec Open 2018 sebagai hadiah terindah ulang tahun,” tukas Sekar. (Adt) Hasil Babak Semifinal Detec Open 2018, Jumat (29/6) : 1. Tunggal Putra KU 10 Rasya Qaisyar (Temanggung) vs Christian Dwi W (Pati), 8-3 Rasyel Trianda (DIY) vs Fabian Wibowo (Tulungagung), 9-8(2) KU 12 Ravel Indro (Pemalang) vs M. Aji Faizul (Tulungagung), 8-0 Pijar Prawira (Gunung Kidul) vs Diego Armando (Pati), 8-6 KU 14 Faza Syah Rizal (Surabaya) vs M. Akbar Aidil Fitri (Kudus), 6-4, 0-6, dan 6-3 Sultan Kafi Delon (Jember) vs Putu Ariel Wahyu (Bali), 6-2, dan 7-5 KU 16 Rafli Zulkarnaen (Sidoarjo) vs Komang Akda Wijaya (Buleleng), 6-2, dan 6-2 Rizki Pangestu (Blitar) vs Kadek Dewa (Bali), 6-0, 5-7, dan 6-2 KU 18 M. Reza Falevi (Kudus) vs Iqbal Azegaf (Purwodadi), 6-3, 3-6, dan 6-0 M. Rayhan Hanafi (DIY) vs Doni Catur (Kebumen), 6-3, dan 6-3 2. Tunggal Putri KU 14 Putu Kevalaih (Tangerang Selatan) vs Aurelya Chamsiayu (Sukoharjo), 6-4, dan 6-2 Sekar Vinda (Cilacap) vs Keila Mangesti Path (Manado), 6-4, dan 6-1 KU 16 Diah Ayu Novita (Pati) vs Laili Rahmawati Ulfa (Sukoharjo), 2-6, 7-6(7), dan 6-1 Hasna Raisaneva (Bandung) vs Safa Dheani (Kudus), 6-1, dan 7-5 Jadwal Final Detec Open, Sabtu (30/6) : 1. Tunggal Putra KU 10 Rasya Qaisyar (Temanggung) vs Rasyel Trianda (DIY) KU 12 Ravel Indro (Pemalang) vs Pijar Prawira (Gunung Kidul) KU 14 Faza Syah Rizal (Surabaya) vs Sultan Kafi Delon (Jember) KU 16 Rafli Zulkarnaen (Sidoarjo) vs Rizki Pangestu (Blitar) KU 18 M. Reza Falevi (Kudus) vs M. Rayhan Hanafi (DIY) 2. Tunggal Putri KU 10 Adyba Ardelia (Blora) vs Sabrina Adia Putri (Bandung) KU 12 Joanne Lynn (Bandung) vs Lailatul Fajria (Banjarmasin) KU 14 Putu Kevalaih (Tangerang Selatan) vs Sekar Vinda (Cilacap) KU 16 Diah Ayu Novita (Pati) vs Hasna Raisaneva (Bandung)

Ternyata Ini Tiga Olagraga Peninggalan Islam

Islam menganjurkan penganutnya untuk berbadan sehat. Salah satunya dengan berolahraga, seperti berenang, berkuda, dan memanah. Banyak Muslim tidak menyadari betapa besarnya kontribusi Islam di masa lalu bagi pengembangan olahraga. Dalam kata Arab Olahraga disebut riyadhah. Menarik untuk dicatat bahwa kata yang sama digunakan untuk matematika dan tasawuf. Melatih tubuh, pikiran, dan jiwa merupakan tujuan Olahraga dalam Islam. Islam tidak membolehkan olahraga yang menyebabkan para pemain terluka, seperti gladiator dan sejenisnya.  saat muslim sampai di kota Spanyol, Istanbul, Sisilia dan belahan dunia lainnya yang memilik olahraga yang melukai pemainnya, para muslim menghentikan semua olahraga tersebut. Berikut Tiga olahraga peninggalan Islam yang perlu di ketahui : Catur Menurut buku sejarah dan sastra, catur sangat terkenal di kalangan elite muslim masyarakat Arab. Bertahun-tahun yang lalu catur menjadi salah satu bagian sejarah penting di sepanjang era Muslim. Pangeran, khalifah, penu lis, ahli bahasa, penyair, dan dokter, menguasai permainan catur. Kalangan elite yang menyukai  olahraga catur termasuk pendiri dinasti Ayyubiyah, Salahudin al-Ayubi, khalifah Harun ar- Rasyid, al-Mu’tadi, al-Mu’taz, dan penyair Miti bin Iyas. Adapun saat itu wanita muslim yang pandai bermain catur, yaitu Arib al-Ma’muniyya. Beberapa sejarawan mengata kan bahwa dia adalah anak perempuan Jafar al- Barma ki. Memanah Nabi Muhammad dikenal sebagai pemanah andal. Tiga busurnya masih tersimpan di museum Top- kapi di Istambul. Dalam praktik memanah, area antara garis tembak dan target dianggap suci. Seseorang harus cermat dan pandai menyiasati keadaan sebelum melepaskan anak panah. Tentu saja seorang pemanah harus mampu mengukur arah angin dan ketepatan sasaran tembak. Pertimbangan yang cermat dan tepat akan menentukan kemana anak panah akan menancap. Kung Fu Muslim Proses islamisasi berlangsung dalam penyelenggaraan seni bela diri di negara-negara Muslim Asia Tenggara. Kung fu di kalangan umat muslim Cina mudah terlihat di Qing Zhen Siatau kuil suci dan kebenaran (masjid). Masyarakat di dalamnya berkomunikasi dengan bahasa Arab. Kalimat bismillah akan digunakan untuk memulai sebuah tindakan, bukannya membungkuk atau berteriak Kiai, seperti yang orang Jepang lakukan untuk membangkitkan semangat. Kungfu dipraktikkan oleh Muslim Hui dan menjadi bagian dari kuri kulum, kehidupan sosial, dan kehidupan madrasah mereka, terutama saat perayaan Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha, dan Maulid Nabi. Komunitas Hui berkumpul di halaman Masjid untuk perayaan dan dihibur oleh demonstrasi dan pameran Wu Shu setelah shalat. Ternyata tiga olahraga di atas yang eksis saat ini merupakan peninggalan para kaum muslim. Sungguh tak di sangka, apakah diantara olahraga di atas merupakan favorit Sobat Muda NYSN? Sumber: Republika.co.id

Turnamen Junior Golf Championship 2018 Berakhir, Menpora : Wajib Digelar Tiap 3 Bulan Sekali

Menpora Imam Nahrawi berharap turnamen golf Piala Menpora khusus junior, dapat kembali digelar secara rutin. (Adt/NYSN)

Jakarta- Turnamen golf bertajuk ‘Piala Menpora-PAGI Junior Golf Championship 2018’, yang pertama kalinya digelar di Emeralda Golf Club, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, pada 25-28 Juni, resmi ditutup Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu, berharap turnamen golf khusus junior dapat digelar secara rutin. Selain itu, menurutnya, ajang ini merupakan kesempatan emas bagi masa depan golf tanah air. “Terima kasih PAGI (Perkumpulan Akademi golf Indonesia), PB PGI (Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia), sponsor, peserta, dan orang tua yang terlibat dalam acara yang menjadi kesempatan emas untuk masa depan golf Indonesia. Turnamen junior ini sudah menjadi konsentrasi yang membanggakan bagi semua,” ujar Imam pada Kamis (28/6). Imam yang didampingi Chandra Bhakti (Asisten Deputi Olahraga Prestasi Kemenpora), Mudjo Suwarno (Ketua PAGI), dan I Gusti Putu Gede (Wakil Sekretaris Jenderal PB PGI), menyebut Indonesia memiliki lapangan golf terbanyak di Asia, seharusnya diiringi dengan membaiknya prestasi golf tanah air di level Asia, bahkan dunia. “Saya berharap kepada PB PGI agar dapat me-manage keadaan ini dengan baik. Saya juga meminta kepada PAGI agar turnamen dan kompetisi berjalan 3 bulan sekali.Apalagi ada pembiayaan dari CSR (Corporate Social Responsibility) pengelola lapangan golf. Tentu kami akan mensupport itu semua,” terang menteri berusia 44 tahun itu. Turnamen khusus junior itu dibagi kedalam 4 kelompok umur putra dan putri Junior (9 -18 tahun), da diikuti 112 peserta dari seluruh pelosok Indonesia dan beberapa klub, ditambah beberapa peserta dari luar seperti Malaysia,Thailand, Amerika dan Abudhabi. Turnamen prestasi ini juga terdaftar dalam agenda turnamen PB PGI, dan resmi masuk kalendar turnamen World Amatir Golf Ranking (WAGR). Menurut, Purboyo Adi Purnomo, Ketua Panitia ‘Piala Menpora-PAGI Junior Golf Championship 2018’, mengatakan pihaknya akan membuat event turnamen Junior Golf Championship 2018 lebih bersifat open. “Nanti juara dari Junior Golf ini mendapatkan hal-hal yang bisa menjamin masa depannya seperti beasiswa (golf dan sekolah umum). Semoga tahun depan lebih meriah lagi,” tuturnya. Sedangkan Putu Gede, mengaku sangat bangga serta mendukung turnamen dalam rangka mencari bibit atlet bertalenta golf usia dini. “Ini adalah ajang pencarian bakat-bakat untuk golf. Karena golf bukan lagi olahraga mahal tergantung kita memilihnya,” cetus Putu. Disisi lain, saat ini, terang Putu, PB PGI bersiap melakukan try out maupun try in sebagai bagian dari persiapan menghadapi Asian Games 2018, pada 18 Agustus – 2 September mendatang. “Semoga prestasi yang baik yang telah ada dapat dipertahankan, sehingga apa yang menjadi target pemerintah yakni 10 besar di Asian Games dapat tercapai,” pungkasnya. (Adt)

Detec Open Junior 2018, Mulai Terjadi Bentrok Antar Unggulan di Delapan Besar

Faried Widya asal DKI Jakarta mulai menemui lawan-lawan sengit di ronde delapan besar tunggal putra KU-14, Kejurnas Tenis Yunior Detec Open 2018. (net)

Solo- Kejurnas Tenis Yunior Detec Open 2018 yang berlangsung di lapangan tenis Gelora Manahan, Solo memasuki babak ketiga, Rabu (17/6). Sejumlah petenis unggulan teratas belum tertahankan di ajang yang masuk kalender kompetisi resmi PP Pelti (TDP) ini. Dua seeded teratas tunggal putri Kelompok Umur (KU) 14 tahun, Aurelya Chamsiayu asal Sukoharjo dan Keila Mangesti Path dari Manado berhasil melaju ke babak perempat final. Demikian pula di bagian putra. Dua petenis Jawa Timur, Faza Syah Rizal (Surabaya) dan Sultan Kafi Delon (Jember) melangkah ke babak delapan besar. “Namun, petenis unggulan harus mulai waspada. Mereka akan terlibat bentrok sesama unggulan di perempat final. Bila terlena bisa terjungkal dan gagal masuk semi final,” tutur Direktur Turnamen Detec Open 2017, Anshari Nursida, Kamis (28/6). Unggulan kedua tunggal putra KU-14, Sultan Kafi Delon di fase ini. Ia akan meladeni tantangan Faried Widya dari DKI Jakarta, yang tahun lalu jadi kampiun KU-12. Kendati hanya berada posisi seeded ke-11, petenis asal Yogya yang kini berlatih bersama Deddy Prasetyo Tennis Club (Detec) Jakarta ini berjanji memberi perlawanan sengit terhadap lawan yang menempati peringkat nasional ke delapan itu. “Faried belum punya target maksimal, namun minimal dia harus sampai perempat final, agar rasio menang kalahnya setidaknya dua banding satu,” tutur founder Detec, Deddy Prasetyo. (art) Hasil Rabu (27/6) Babak Ketiga Tunggal Putra KU-10 Rasya Qaisyar (Temanggung) v Adiyatma Rizal (Tulungagung) 8-1 Witjaksono Wahyu (Serang) v Rafel Jose (Semarang) 8-3 Muhammad Alfaradu (Kalsel) v M. Mouressi Urwan (Banten) 8-6 Christian Dwi W (Pati) v Rafaalentino (Banten) 8-4 Fabian Wibowo (Tulungagung) v Arjuna Wijaya (Kediri) 8-4 M. Misbah Abdullah (Madiun) v Theo Putra (Bali) 8-1 Rasyel Trianda (DIY) v M. Isha Auzai (Semarang) 8-3 Arya Dika (Denpasar) v Hanief Arazi (Sleman) 8-2 KU-12 Ravel Indro (Pemalang) v Natanael Santoso (Pati) 8-3 Rafael Dandi (Semarang) v Tyaga Hijrah (Surabaya) 8-5 M. Aji Faizul (Tulungagung) v M. Gilang Fedora (Blitar) 8-3 Michal Ihsan (Pati) v M. Rifdan (Malang) 8-5 Valentino Bagas (Tangerang Selatan) v Dzakiyy Atila (Karanganyar) 8-6 Pijar Prawira (Gunung Kidul) v Firdaus Hidayat (Pati) 8-1 Diego Armando (Pati) v Razan Dhawy (DKI) 8-2 Leandra Maheswara (Solo) v Reno Sultan (Malang) 8-1 KU-14 Faza Syah Rizal (Surabaya) v Widarta Nur (Kediri) 6-1 6-4 Leonard Sungkono (Purworejo) v M. Nur Alfachri (Cianjur) 6-2 7-5 M. Akbar Aidil Fitri (Kudus) v Kevin Putra (Pati) 6-1 6-1 Kevin Candra (Buleleng) v Audric Madyapanna (Bekasi) 7-5 6-2 M. Abid Athallah (Semarang) v Tahajud Kanjeng (Karanganyar) 4-6 6-3 [11-9] Putu Ariel Wahyu (Bali) v Rexy Ibrahimovic (Banyumas) 6-3 6-3 Faried Widya (DKI) v Muh. Sulthan Sadiq (Bogor) 6-3 6-4 Sultan Kafi Delon (Jember) v M. Hildan Alfiano (Blitar) 6-2 6-4 Tunggal Putri KU-10 Aisha Ramadhani (Gunung Kidul) v Stefi Intenialova (Banyumas) 8-4 Adyba Ardelia (Blora) v Faiza Quenna (Bogor) 8-4 Raissa Aurelya (Blitar) v Syafira Dhini (Sukoharjo) 8-1 Sabrina Adia Putri (Bandung) v Khansa Aqilah (Cilacap) 8-0 KU-12 Joanne Lynn (Bandung) v Chantika Rizqi (Gresik) 8-4 Cylova Yuleyka (Banten) v Talitha Ayudya (Bantul) 8-3 Lailatul Fajria (Banjarmasin) v Aileen Aurellia (Malang) 8-2 KU-14 Aurelya Chamsiayu (Sukoharjo) v Cindy Rahma (Banjarnegara) 6-2 6-2 Grifith Rose June (Klaten) v Justmin Da Costa (Banten) 0-6 7-6(1) [10-3] Putu Kevalaih (Tangerang Selatan) v Meydiana (Malang) 6-3 6-1 Rifda Hanifah (Jember) v Amara Dinda Nayla (Gunung Kidul) 7-5 6-2 Latifasih Maharani (Bantul) v Nasywa Syamsabila (Ciamis) 7-6(1) 6-1 Sekar Vinda (Cilacap) v Naila Jihan (Jember) 6-4 6-1 Dinda Nurmayanda (Banjarnegara) v Diandra Kirana (Blora) 6-0 6-0 Keila Mangesti Path (Manado) v Aluna Sagyta (Surabaya) 6-0 6-3

Lanjutkan TC Piala AFF U-15 di Sidoarjo, Timnas U-16 Bakal Uji Coba dengan Pemain Lebih Tua

Timnas U-16 melakukan TC tahap berikutnya di Sidoarjo, Jawa Tiur, jelang persiapan event Piala AFF U-15 2018 di Indonesia akhir Juli. (Bola.com)

Jakarta- Timnas U-16 sedang dalam masa persiapan jelang menghadapi gelaran Piala AFF U-15 2018, pada akhir Juli nanti. Dalam persiapan ini, Timnas U-16 menggelar training camp (TC) di Stadion Jenggolo, Sidoarjo, Jawa Timur. Dilansir dari laman resmi PSSI, Timnas U-16 telah menggelar tiga kali uji coba, sebelum menuju Jawa Timur. Dalam tiga uji coba itu, skuat Garuda Asia meraih satu kemenangan, satu kali imbang, dan satu kekalahan. Pada uji coba pertama, anak asuh Fakhri Husaini bermain imbang kontra PS Tira U-17 dengan skor akhir 1-1. Sedang uji coba kedua, David Maulana dkk mampu mengalahkan Diklat Ragunan dengan skor 5-2. Kemudian pada uji coba ketiga, Timnas U-16 harus mengakui keunggulan tim seleksi Liga Topskor dengan hasil akhir 0-2. Dan usai melewati jeda dan libur bulan puasa, David Maulanda dkk akan diuji Persida Sidoarjo U-17, pada Minggu (1/7) sore. Uji coba kali ini bertujuan untuk melihat perkembangan setiap pemain selama TC. “Laga uji coba bukan semata-mata tentang menang atau kalah. Tetapi di sini, saya ingin melihat perkembangan tim selama TC,” ucap Fakhri. Fakhri mengaku telah menentukan siapa lawan yang tepat dalam laga uji coba untuk mendeteksi perkembangan pemain. “Pemilihan lawan dilakukan agar anak-anak terbiasa dengan tekanan,” ucap Fakhri. “Melawan tim yang dengan bermaterikan pemain yang lebih tua membuat mereka bisa lebih dewasa dalam memandang pentingnya suatu pertandingan, siapapun lawannya,” ujarnya menambahkan. TC ini digelar sebagai ajang persiapan bagi timnas U-16 yang akan berlaga di Piala AFF U-16 mulai 29 Juli 2018. Timnas U-16 Indonesia telah memulangkan dua pemain lantaran tidak sesuai dengan kriteria bagi sang pelatih. Timnas U-16 telah menjalani training camp (TC) sejak Rabu (20/6). Fakhri sebelumnya sempat memanggil 27 nama guna menjalani seleksi. Namun, perlahan dua nama telah dicoret oleh Fakhri lantaran dinilai tak sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Kedua pemain tersebut ialah Sabda Yoga Buana Putra yang berposisi sebagai kiper dan Jovanni Renaldi yang merupakan bek. “Ada pun pemain bernama Sabda Yoga Buana Putra dan Jovanni Renaldi dipulangkan,” tutur Fakhri. “Karena, mereka masih kalah bersaing dengan pemain lain yang ada dalam pemusatan latihan ini,” ujarnya dari laman PSSI. Rupanya pengganti posisi kedua pemain itu telah ditetapkan dari 27 nama yang dipanggil yakni Jhuan Rico Geraeldo (kiper) dan Kartika Vedhayanto (bek). Keduanya ada di posisi sama dengan Jovanni dan Sabda Yoga. Sudah ada 25 nama pemain yang masih mengikuti program TC timnas U-16 Indonesia di Sidoarjo, Jawa Timur. (art) Daftar Timnas U-16 TC di Sidoarjo Kiper Ernando Ari Sutaryadi (PPLP Jateng) Ahludz Dzikri Fikri (ASAD 3130) Muhammad Risky Sudirman (SSB Villa 2000) Jhuan Rico Geraeldo (Bina Taruna) Belakang Mochamad Yudha Febrian (SSB Cibinong Raya) Muhammad Salman (Diklat Ragunan) Fadillah Nur Rahman (PPLP Sumatera Barat) Amiruddin Bagas Kaffa (Chelsea Soccer School) Muhammad Reza Fauzan (FC Patriot) Surya Nata (SSB Cibinong Raya) Kartika Vedhayanto (PPLP Jawa Tengah) Tengah David Maulana (PPLP Medan) Komang Teguh Trisnanda (Diklat Ragunan) Muhammad Talaohu (ASAD 313) Hamsa Lestaluhu (ASAD 313) Andre Oktaviansyah (SSB Pelita Jaya Soccer School) Brylian Aldama (SSB Gelora Putra Delta) Rendy Juliansyah (SSB ASIOP APAC INTI) Depan Mochammad Supriadi (Diklat Ragunan) Muhammad Fajar Fathur Rahman (ASAD 313) Zidane Pramudya (SSB Candrabaga) Yadi Mulyadi (ASAD 313) Amanar Abdilah (PS Tira U-17) Amiruddin Bagus Kahfi (Chelsea Soccer School) Sutan Diego Armando Ondriano Zico (Chelsea Soccer School)

Kota Solo Siap Gelar Kejurnas Tenis Junior ‘Detec Open 2018’, Panitia Bidik 400 Peserta

Panitia pelaksana Kejurnas Tenis Junior 'Detec Open 2018' menargetkan jumlah peserta sebanyak 400 petenis di beberapa kategori kelompok umur. (net)

Jakarta- Kota Solo, Jawa Tengah, siap menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Junior bertajuk ‘Detec Open 2018’, di Kompleks Stadion Tenis Gelora Manahan, pada 25-30 Juni nanti. Turnamen yang masuk dalam kalender pertandingan resmi Pengurus Pusat (PP) Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) itu menjadi ajang persaingan petenis Kelompok Umur (KU) 8, 10, 12, 14, 16, dan 18 tahun. Anshari Nursida, Direktur Turnamen sekaligus pengelola Deddy Tennis Club (Detec), mengatakan semua kategori menggelar nomor tunggal dan ganda. Khusus untuk KU 8 dan 10 tahun, hanya ada pertandingan tunggal,” ujar Anshari, Sabtu (23/6). Tahun lalu, sekitar 380 petenis dari berbagai kota di Tanah Air meramaikan persaingan untuk jadi kampiun pada turnamen yang untuk pertama kalinya digelar. Sementara, tahun ini, panitia pelaksana menargetkan sebanyak 400 peserta akan bersaingan menjadi yang terbaik di masing-masing kategori. Sedangkan tiap peserta dibatasi hanya dapat bertanding pada dua nomor, yakni tunggal dan ganda pada KU yang sama. Anshari mengaku optimis dapat memenuhi target soal jumlah peserta sebanyak 400 petenis.”Hingga saat ini sudah lebih dari 200 peserta terdaftar. Biasanya banyak yang ramai-ramai daftar, pada saat akhir,” cetusnya. Lebih lanjut, pria kelahiran Sragen, Jawa Tengah, 21 April 1991 itu, menjelaskan bahwa pendaftaran masih dibuka, hingga sign in pada Minggu (24/6), mulai pukul 12.00 WIB hingga 17.00 WIB. “Biaya pendaftaran masih sama dengan tahun lalu, Rp 300.000,- untuk bermain tunggal dan ganda,” tukas Anshari. (Adt)

Bersaing Di Ajang East Asia Cup 2018, Timnas Bisbol Indonesia Incar Gelar Juara

Menpora Imam Nahrawi saat melepas Timnas baseball Indonesia mengikuti ajang East Asia Cup 2018, di Hongkong, 24 Juni mendatang. (Kemenpora)

Jakarta- Semakin dekatnya event Asian Games 2018, sejumlah cabang olahraga (cabor) terus memaksimalkan persiapan. Salah satunya adalah bisbol. Timnas bisbol Indonesia di bawah asuhan Lukmanul Hakim, bakal melakoni uji kemampuan di ajang East Asia Cup 2018, di Hongkong, pada 24 Juni mendatang. Andika Monoarfa, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi), menyebut East Asia Cup 2018 menjadi uji coba terakhir menuju pesta olahraga terbesar negara-negara se-Asia, pada 18 Agustus – 2 September mendatang. Meski bersifat uji coba, namun ia berharap Timnas bisbol putra Indonesia meraih hasil maksimal di turnamen itu. “Kalau disini (East Asia Cup 2018) kami ingin meraih gelar juara. Tapi, kalau di Asian Games, untuk bisa juara sangat sulit. Minimal lolos babak penyisihan grup terlebih dahulu,” ujar Andika, Jumat (22/6). Pada ajang di Hongkong, tuan rumah Hongkong dan Thailand bakal menjadi lawan terberat skuat Merah Putih. Sebab, kedua negara tersebut memiliki rangking dunia lebih baik dari Indonesia. Selain itu, Hongkong dan Thailand memiliki materi pemain dengan kualitas di atas rata-rata pemain Indonesia. Sementara, negara lainnya yang menjadi pesaing Indonesia yakni Singapura dan Filipina. Senada, target meraih podium pertama juga diungkapkan Lukman. Ia mengungkapkan bila anak didiknya itu memiliki catatan bagus saat berhadapan dengan Hongkong. “Target juara itu sangat masuk akal. Saya bersyukur pengurus memberikan kami kesempatan untuk melakukan program pelatihan jangka panjang,” tambahnya, sebab turnamen itu sekaligus menjadi ajang kualifikasi menuju Asia Cup. “Sehingga dengan begitu kami punya cukup waktu untuk bisa meningkatkan kemampuan para pemain, sebelum nantinya menghadapi sejumlah ajang internasional,” tukas Lukman. (Adt)

Jadi Duta WTA Future Stars, Yayuk Basuki Kenalkan Tenis Pada Anak-anak Bali

Legenda tenis Indonesia, Yayuk Basuki (biru) yang menjadi Duta WTA Finals, memperkenalkan tenis kepada 50 anak berusia 10-12 tahun, dari Yayasan Sosial Tat Twam Asi, Denpasar. (menaranews.com)

Denpasar- WTA Future Stars memperluas jangkauannya di Indonesia. Mereka menggandeng Yayuk Basuki, Legenda tenis Indonesia. Yayuk sebagai Duta WTA Finals di Singapura, Oktober ini, memperkenalkan tenis kepada 50 anak berusia 10-12 tahun, dari Yayasan Sosial Tat Twam Asi, Denpasar. Ini kali pertama dalam serangkaian kegiatan dan latihan dasar yang menyenangkan di lapangan tenis KONI Bali, Denpasar, Kamis (21/6). Dengan enam gelar single WTA dan sembilan gelar ganda, Yayuk Basuki berbagi pengalamannya dengan generasi. “Saya telah bekerja dengan inisiatif WTA Future Stars selama beberapa tahun. Saya senang dapat memperluas jangkauan kami di Indonesia. Ini adalah WTA pertama kami di Bali dan sangat menyenangkan bisa memperkenalkan tenis kepada anak-anak,” kata Yayuk yang pernah menempati peringkat 19 WTA. Yayasan Sosial Tat Twam Asi didirikan pada 1987 mengakomodasi anak-anak usia sekolah, terutama anak-anak perempuan dari keluarga miskin atau yatim piatu, dan memberi mereka kesempatan untuk menerima pendidikan formal (SD hingga SMA). “WTA sangat bangga dengan pekerjaan yang telah kami lakukan di Asia-Pasifik selama empat tahun terakhir, sejak event WTA Finals telah diselenggarakan di Singapura,” kata Melissa Pine, Wakil Presiden WTA Asia-Pasifik dan Direktur Turnamen Final WTA. Yayasan ini memiliki panti asuhan di Bali yang telah menampung lebih dari 900 orang dan telah berhasil menyalurkan anak asuh untuk mencari pekerjaan. Lebih lanjut dia mengatakan WTA Future Stars diluncurkan ketika acara permata mahkota pindah ke Asia-Pasifik untuk pertama kalinya pada tahun 2014. WTA telah menyelenggarakan klinik dan kelas master di Cina, India, Indonesia, Filipina, Malaysia, dan Singapura. Tujuannya adalah mendorong generasi berikutnya untuk menjalani kehidupan yang lebih baik melalui olahraga. Bersama dengan legenda WTA kami seperti Yayuk Basuki, WTA Future Stars bertujuan menginspirasi lebih banyak anak-anak untuk mengambil raket dan mengenali bagaimana olahraga adalah alat yang kuat untuk mengembangkan keterampilan hidup yang akan bermanfaat bagi mereka di masa depan. “Saya yakin hari ini adalah hari yang sangat istimewa bagi anak-anak, untuk dapat mempelajari dasar-dasar tenis dari yang terbaik dari negara kami. Pengalaman mereka hari ini dengan Yayuk Basuki dan WTA akan tak terlupakan,” ujar Ketut Dwi Angraeni, seorang manajer dari Tat Twam Asi Social Foundation. WTA Future Stars Clinic adalah bagian dari platform regional untuk mempromosikan tenis bagi anak-anak di seluruh Asia-Pasifik, dan termasuk WTA Future Stars Tournament yang masing-masing negara mengirimkan dua perwakilan untuk berkompetisi dalam kategori U-14 dan U-16. PP Pelti (Persatuan Tenis Seluruh Indonesia) juga melakukan uji coba memilih wakil mereka untuk turnamen WTA Future Stars yang akan diadakan di Singapura, bersamaan dengan edisi kelima dan terakhir dari BNP Paribas WTA Finals Singapore, yang disajikan oleh SC Global. (Dre)

Tampil di Turnamen Malaysia Open 2018, Pebulutangkis 18 Tahun Asal Wonogiri Bakal Lalui Jalan Terjal

Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, langsung menghadapi pemain unggulan di Turnamen Malaysia Open 2018. (liputan6.com)

Jakarta- Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, akan berlaga di turnamen Malaysia Open 2018, pada 26 Juni – 1 Juli mendatang. Dara kelahiran Wonogiri, Jawa Tengah, 18 tahun silam itu bakal melalui jalan terjal di Negeri Jiran itu. Sebab, Gregoria harus berhadapan dengan peraih medali emas Olimpiade 2016, Rio de Janeiro, Brasil, Carolina Marin, di babak pertama. Berdasarkan catatan, kedua tunggal putri ini belum pernah bertemu di berbagai ajang kejuaraan bulutangkis. Pebulutangkis asal Spanyol itu memiliki peluang lebih besar untuk memenangi laga atas Gregoria. Selain pernah menjadi kampiun Kejuaraan BWF World Championship 2015, di Jakarta, rangking Marin juga jauh berada di atas wakil Indonesia itu. Marin kini bercokol di rangking 6 dunia versi Federasi Bulutangkis Dunia (BWF), sekaligus menempati unggulan 6 turnamen, sementara Gregoria menempati rangking 37 dunia dan bersatus non unggulan. Namun, bukan suatu hal yang mustahil bila Gregoria bisa memberikan kejutan. Penampilan pemain penghuni pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Cipayung, Jakarta itu menunjukkan grafik yang meningkat. Ini dibuktikan saat membela skuat Garuda di putaran final Piala Uber 2018, di Bangkok, Thailand, beberapa bulan lalu. Peraih medali perunggu SEA Games 2017, di Kuala Lumpur, Malaysia itu tampil nyaris sempurna. Bahkan, wakil Thailand Nitchaon Jindapol (rangking 11) serta Gao Fangjie (rangking 21) asal Tiongkok, ditaklukan hanya dalam dua gim langsung. Mencetak sejarah juara tunggal putri Kejuaraan Dunia Junior BWF 2017, di Yogyakarta, bisa menjadi bekal untuk menambah kepercayaan diri pebulutangkis asal klub Mutiara Cardinal, Bandung, Jawa Barat itu guna memenangi laga di Malaysia nanti. Senasib Gregoria, tunggal putri Indonesia lainnya, Fitriani, juga akan menghadapi pemain unggulan di babak pertama. Pebukutangkis kelahiran Garut, Jawa Barat, 19 tahun silam itu sudah harus bertemu dengan wakil Korea Selatan, Sung Ji Hyun. Bagi pemain klub Exist Jaya Jakarta itu, menghadapi lawan rangking 9 dunia versi BWF, sekaligus unggulan 7 turnamen itu, ternyata masih jadi tembok penghalang terbesar bagi dirinya, untuk bisa melaju ke babak berikutnya. Fitriani yang kini bercokol diperingkat 42 dunia pernah bertemu dengan pemain Negeri Gingseng itu tiga kali. Dan tak satupun kemenangan diraih Fitriani, yakni di All England 2017 (21-18, dan 21-12), Indonesia Open 2017 (21-10, dan 21-10), serta terakhir di German Open 2018 (21-12, dan 21-16). Mampukah kedua wakil tunggal putri Indonesia ini menghadirkan kejutan di turnamen berhadiah total 700.000 dolar Amerika Serikat (AS) itu? Patut ditunggu aksi mereka pada pekan depan. (Adt)

WTA Future Stars Dihelat Di Bali, Ajang Petenis Putri Indonesia KU 14 dan 16 Tahun Tambah Jam Tanding

Petenis Indonesia Priska Madelyn Nugroho, pernah menjadi juara KU 14 di ajang WTA Future Stars, di Singapura. (twitter)

Jakarta- Women Tennis Association (WTA) Future Stars bakal dihelat di Lapangan Tenis KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia), Denpasar, Bali, 19-23 Juni 2018. Event ini merupakan kualifikasi petenis putri Kelompok Umur (KU) 14 dan 16 tahun, untuk menjadi wakil Indonesia. Satu petenis terbaik pada masing-masing kategori akan terpilih mewakili Merah Putih bersaing di partai pamungkas di Singapura, pada Oktober 2018. Tahun lalu, Indonesia sukses meraih gelar juara KU-14, melalui Priska Madelyn Nugroho. Pada laga final di National Indoor Stadium Singapore, Priska menaklukkan wakil Thailand, Jattavapornvanit, 6-3 dan 6-3. WTA Future Stars adalah platform keterlibatan yang mendorong baik pemuda maupun pemudi di seluruh Asia-Pasifik, untuk menjalani kehidupan yang lebih baik melalui kegiatan olahraga, khususnya tenis. Tujuannya, menanamkan pada generasi berikutnya pentingnya melakoni gaya hidup sehat, kerjasama tim, disiplin dan fokus, yang akan membangun kekuatan dalam karakter yang akan menguntungkan mereka, baik di lapangan tenis maupun dalam kehidupan. Susan Soebakti, Direktur Turnamen WTA Future Stars Indonesia, menyebut turnamen kualifikasi WTA Future Stars ini jadi ajang menambah jam bertanding petenis Indonesia KU-14 dan KU-16 tahun, agar mampu bersaing dengan petenis terbaik dari 21 negara kawasan Asia-Pasifik, pada laga final di Singapura. “Tapi, juara dari event ini tidak langsung menjadi wakil Indonesia, pada ajang yang digelar mengawali laga delapan petenis putri terbaik dunia, dalam BNP Paribas WTA Finals Singapore, yang digelar oleh SC Global, di Singapore Indoor Stadium,” ujar Susan, pada Selasa (19/6). Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Pusat Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) itu, menambahkan Indonesia akan mengirimkan satu petenis terbaik KU 14 dan 16 tahun berdasarkan peringkat nasional Pelti per 4 September 2018. “Namun, peserta turnamen kualifikasi ini jadi perioritas, bila memiliki poin PNP yang sama,” lanjutnya. Sementara, I Ketut Rochineng, Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Pelti Bali, mengatakan sebuah kehormatan bagi Bali, terpilih menjadi tuan rumah turnamen WTA Future Stars. “Kami berharap petenis tuan rumah, Komang Gina Kusuma Dewi yang pernah membela tim Indonesia di ajang World Junior Tennis Championships, mampu meraih prestasi pada turnamen WTA Future Stars. Ini jadi kesempatan bagi petenis Bali berprestasi dihadapan publik sendiri,” tukas penjabat Bupati Gianyar, Bali itu. (Adt)

Geber TC Asian Games 2018, Timnas Soft Tenis Jalani Pemusatan Latihan di Korea Selatan

Tim Pelatnas Soft Tenis Indonesia Asian Games 2018, segera menjalani Training Camp selama dua pekan di Incheon, Korea Selatan. (tribunnews.com)

Jakarta- Tak berlama-lama menikmati libur lebaran, Timnas Soft Tenis Indonesia kembali menjalani pemusatan latihan (training camp/TC) di Kota Incheon, Korea Selatan. Tim nasional Soft Tenis Indonesia telah menjejakkan kaki di Incheon, Korea Selatan, Senin (18/6). “Mereka telah menyelesaikan tahap uji coba dalam rangka persiapan Asian Games 2018. Saat ini, mereka menjalani training camp selama dua pekan di Incheon,” ucap Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Soft Tenis Seluruh Indonesia (PP Pesti) Martuama Saragi, dalam siaran pers, Senin (18/6). 10 pemain yang diproyeksikan membela Merah Putih di ajang Asian Games 2018 tersebut, akan berada di Incheon hingga awal bulan depan. Sebelum berangkat ke Incheon, skuat Merah Putih telah sukses melewati sejumlah uji coba pada beberapa turnamen internasional di Nakhon Ratchasima (Thailand) dan Hiroshima (Jepang). Selain itu juga di Frankfurt (Jerman) dan Pattaya (Thailand,) serta tes even di Palembang. Prima Simpatiaji dan Elbert Sie bergantian mendulang emas nomor tunggal putra. Sementara Irfandi Hendrawan konsisten di posisi kedua. Sedangkan di sektor putri, Dede Tari Kusrini dan Voni Darlina acapkali berdiri di podium juara. “Prima dan kawan-kawan akan berlatih bersama tim nasional Korea Selatan dengan dua tujuan, yakni untuk memperdalam teknik permainan sekaligus menjadi kesempatan untuk mengukur kekuatan lawan,” ujar pria yang juga Wakil Presiden Federasi Soft Tenis Asia (ASTF) ini. Pada Asian Games 2018, Korea Selatan adalah raja soft tenis. Negeri Ginseng itu mendulang 23 medali emas dari cabang yang mulai dipertandingkan secara resmi sejak Asian Games 1994. Unggul jauh atas Jepang, negeri asal olahraga ini, yang baru mengais lima emas. PP Pesti menargetkan satu medali emas, satu perak dan dua perunggu Asian Games 2018. Pada pesta olahraga antarnegara di kawasan Asia empat tahun silam di Incheon, Korea Selatan, cabang olahraga soft tenis berhasil menyumbang dua medali. Dua medali itu terdiri dari satu medali perak dari nomor tunggal putra atas nama Edi Kusdaryanto serta satu perunggu dari ganda campuran, pasangan Prima Simpatiaji dan Maya Rosa bagi kontingen Indonesia. Sepulang dari Incheon, PP Pesti akan menjamu Timnas Korea Selatan dan Jepang yang akan menjalani latihan di Indonesia. Setelah itu, tim Pelatnas Soft Tenis Indonesia bakal memasuki tahap akhir persiapan menuju Asian Games 2018, yakni penyesuaian lapangan pertandingan di Palembang, awal Agustus mendatang. “Semoga pengorbanan para pemain demi kejayaan Merah Putih, termasuk hanya sekejap menikmati suasana Lebaran di Tanah Air karena harus berlatih di Korea, akan berbuah manis saat penyelenggaraan Asian Games 2018,” pungkasnya. (Adt)

Perenang Putri 10 Tahun Asal Indonesia, Borong 9 Emas di Kejuaraan Australia

Joanna Nathania Intan (10 th) jadi satu-satunya perenang asal Indonesia yang tampil di Perth City Classics Swimming Championship di Perth, Australia. (viva.co.id)

Jakarta- Perenang muda Indonesia yang masih berusia 10 tahun, Joanna Nathania Intan, berhasil menyumbang sembilan medali emas dan satu medali perak pada kejuaraan renang di Perth, Australia, bertajuk Perth City Classics Swimming Championship, Sabtu (16/6). Di saat gadis sebayanya berlibur, Joanna, jadi satu-satunya perenang asal Indonesia yang tampil di ajang bertajuk Perth City Classics Swimming Championship di Perth, Australia. Joanna mampu meraih sembilan medali emas pada nomor 50 & 100 meter gaya bebas, 50 dan 100 meter gaya kupu-kupu, 50 dan 100 meter gaya dada, 50 dan 100 meter gaya punggung, serta 200 meter gaya ganti perorangan putri. Joanna nyaris merebut 10 emas, di nomor 200 meter gaya bebas. Namun, Joana harus puas, lantaran finish di peringkat dua. Total selama di Australia, Joanna mengoleksi sembilan emas dan satu perak. Joanna merasa bangga bisa mempersembahkan sebuah prestasi gemilang untuk Indonesia. Selain itu, perenang muda berusia 10 tahun ini juga puas bisa memperbaiki performa di tahun ini. Sebab, sebelumnya, Joanna hanya mampu meraih tiga emas, tiga perak, dan tiga perunggu. “Bangga dan senang sekali mendapatkan sembilan Emas dan satu Perak untuk Indonesia di umur 10 tahun. Karena, tahun lalu waktu umur sembilan tahun di kompetisi yang sama, hanya dapat tiga emas tiga perak dan tiga perunggu,” kata Joanna usai lomba, dalam rilisnya pada Senin (18/6). Joanna sehari-hari berlatih bersama klub JakartaQuatics Antasena (JAQ), di bawah binaan Pelatih Kepala yang juga legenda renang Indonesia, Wisnu Wardhana. Joanna mengakui, dukungan orangtua dan latihan rutin adalah salah satu bentuk kunci suksesnya menjadi yang terbaik di ajang ini. “Saya berlatih rutin di JAQ, di kolam renang Pertamina Simprug, selama 5-7 kali seminggu. Orangtua saya mendukung. Karena, setiap latihan dan kompetisi mereka selalu hadir. Juga, setelahnya mereka selalu memberikan motivasi baik itu di renang maupun sekolah,” ujar Joanna. Sementara itu, Wisnu mengatakan, pertandingan di Perth ini adalah salah satu program untuk pengayaan pengalaman, sekaligus salah satu kegiatan yang dilakukan oleh klub JAQ Aquatics yang berafiliasi dengan Kirby Swim, di Perth, Australia. Wisnu yang juga menjabat Sport Director Panitia Peneyelenggara Asian Games 2018, INASGOC, yakin dengan mengirim atlet Indonesia ke luar negeri akan menjadikan banyak atlet memiliki jam terbang tinggi dan sukses di level internasional. “Dengan berlatih tanding di Australia, saya percaya Joanna mampu menyerap pengalaman yang terbaik. Ini adalah program terobosan yang dilakukan oleh klub sebagai ujung tombak pembinaan yang juga didukung orang tuanya untuk bisa berlatih di Kirby Swim di Australia, saat musim libur berlangsung,” ucap Wisnu. (Dre)

Uji Tanding Lawan Korea Selatan U-23, ‘Kapok’ Bawa Lerby Luis Milla Pilh Lilipaly

Stefano Lilipaly dipanggil pelatih Timnas U-23, Luis Milla mengikuti uji coba melawan Korea Selatan U-23, akhir pekan ini, di Stadion Pakansari, Bogor. (goal.com)

Jakarta- Asian Games 2018 menjadi turnamen akbar yang bakal dihadapi Timnas U-23 dalam waktu dekat. Sebagai persiapan, uji tanding melawan Korea Selatan U-23 akan digelar pada Sabtu (23/6) di Stadion Pakansari, Bogor. Anak asuh Luis Milla mulai berkumpul pada Rabu (20/6) di Jakarta, melakukan latihan selama dua hari. “Laga ini juga momentum untuk terus mematangkan persiapan tim. Setelah melawan Thailand, kami masih membutuhkan laga uji coba internasional,” jelas Milla, dari laman resmi PSSI. Selain memanggil kembali skuad yang sebelumnya pernah mengikuti pelatnas, seperti Awan Setho, Ricky Fajrin, Hansamu Yama, Muhammad Hargianto, Septian David, Febri Hariyadi, Milla juga memanggil Stefano Lilipaly, yang sudah lama tidak dipanggil Milla. Lilipaly juga tercatat menjadi salah satu pemain lokal yang paling banyak mencetak gol di Liga 1 musim ini, yakni delapan gol untuk Bali United. Yang menarik, salah satu pilar Persebaya, Nelson Alom, dipanggil dalam uji tanding kali ini. Pemain asal Papua itu pernah mengikuti pemusatan bersama Milla pada Februari lalu. “Saya memanggil Lilipaly dan beberapa pemain senior seperti Muhammad Ridho, Nelson Alom, Riko Simanjuntak, dan Alberto Goncalves. Selain itu, saya memanggil dua pemain muda yakni Hanis Saghara dan Feby Eka,” jelas mantan pemain Real Madrid, pada Senin (18/6). “Saya ingin melihat perkembangan pemain terutama siapa saja yang akan mengisi slot tiga pemain senior di Timnas U-23, saat Asian Games mendatang. Yang jelas kami akan bermain maksimal melawan Korea Selatan,” tambah pelatih asal Spanyol itu. Selama membentuk Timnas U-23, Milla telah memanggil sejumlah pemain senior. Antara lain Ilija Spasojevic, Andritany Ardhiyasa, Lerby Eliandry, Riko Simanjuntak, Victor Igbonefo, Alberto Goncalves, Teja Paku Alam, dan M Ridho. Khusus di posisi striker, nama Lerby menjadi sorotan lantaran peformanya yang tak kunjung memuaskan. Padahal Lerby saat ini menjadi satu-satunya penyerang lokal yang diharapakan memberi kontribusi bagi tim merah putih. Jelang Asian Games 2018, Timnas U-23 akan melakoni program pelatihan secara bertahap, yakni selama tujuh hingga 10 hari dalam setiap bulan. Progam pelatihan ini dibuat bertahap untuk memberikan kesempatan kepada pemain agar tetap konsisten membela klub masing-masing. Pertandingan melawan Korea Selatan ini tidak menjadi satu-satunya uji tanding yang dihelat Timnas U-23 menjelang Asian Games. Timnas Thailand U-23 menjadi lawan mereka di uji tanding. Di laga pertama pada 31 Mei, Timnas menuai kekalahan 1-2. Sementara, di pertemuan kedua, skor 0-0 menjadi penanda bahwa laga yang juga dihelat di Stadion Pakansari itu berakhir dengan hasil tak memuaskan bagi skuat ‘Garuda’. (Ham) Daftar Timnas U-23 Uji Coba Lawan Korea Selatan Kiper Awan Setho R (Bhayangkara FC) Muhammad Ridho (Borneo FC) Belakang Rezaldi Hehanussa (Persija Jakarta) I Putu Gede (Bhayangkara FC) Hansamu Yama Pranata (Barito Putera) Gavin Kwan Adsit (Barito Putera) Andy Setyo (PS Tira) Ricky Fajrin (Bali United) Bagas Adi Nugroho (Arema FC) Gelandang M Hargianto (Bhayangkara FC) Riko Simanjuntak (Persija Jakarta) Stefano Lilipaly (Bali United) Hanif Abdurrauf Sjahbandi (Arema FC) Saddil Ramdani (Persela Lamongan) Zulfiandi (Sriwijaya FC) Septian David Maulana (Mitra Kukar) Febri Hariyadi (Persib Bandung) Osvaldo Ardiles Haay (Persebaya Surabaya) Irfan Jaya (Persebaya Surabaya) Nelson Alom (Persebaya Surabaya) Feby Eka P (Bali United) Striker Hanis Saghara (Bali United) Alberto Goncalves da Costa (Sriwijaya FC)

Usai Libur Lebaran, Atlet Bulu Tangkis Ganda Putra Indonesia Latihan Lagi Mulai Besok Senin

Pebulutangkis ganda putra andalan Indonesia Marcus Gideon dan Kevin Sanjaya mulai berlatih pada Senin (18/6) jelang persiapan Asian Games 2018. (tempo)

Jakarta- Kepala pelatih ganda putra Indonesia Herry Iman Pierngadi mengatakan, skuad ganda putra Indonesia Asian Games 2018 akan kembali dari libur lebaran Idul Fitri pada Senin (18/6). Padatnya agenda turnamen yang akan diikuti, menjadi alasan terbatasnya libur yang didapat para pemain. “Senin (18 Juni) kami sudah latihan lagi. Karena minggu depannya berangkat ke Malaysia. Mereka berangkat 24 Juni untuk ikut Malaysia Open,” kata Herry. Ia mengatakan libur selama lima hari ini sebenarnya cukup riskan di tengah padatnya agenda turnamen. Kekahwatrian muncul jika para pemain tak fit pasca libur lebaran. Namun karena libur hari raya adalah hak setiap pemain, keputusan libur pun tetap dijalankan. “Memang sulit untuk nggak libur. Itu (libur) hak mereka juga. Hari Raya itu kan setahun sekali, dan acara mau ketemu keluarga. Saya sudah pikirkan itu. Resikonya kita tanggung, ya nggak masalah,” kata pelatih berusia 53 tahun itu. Libur ini telah disepakati diberikan kepada seluruh pemain ganda putra Indonesia, termasuk pasangan nomor satu dunia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamulyo. Herry pun telah meminta para pemain untuk tetap menjaga kondisi tubuhnya selama libur lima hari. “Selama 5 hari itu biasanya program masing-masing individual di rumah. Misalkan tak ada lapangan, tapi yang penting jaga fisiknya. Mungkin bisa lari, treadmill, atau bersepeda,” kata Herry. Pelatnas bulu tangkis ganda putra utama Indonesia akan menghadapi serangkaian turnamen dalam beberapa waktu ke depan. Turnamen terdekat yang akan diikuti adalah Malaysia Open 2018 pada 26 Juni hingga 1 Juli. Dan dilanjutkan Indonesia Open 2018 pada 3-8 Juli yang Indonesia menjadi tuan rumahnya. Pada 30 Juli hingga 5 Agustus para pemain akan ikut dalam Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2018 di Nanjing, Cina. Rangkaian turnamen besar itu sekaligus persiapan Asian Games 2018 yang digelar di Istora Senayan, pada pertengahan bulan Agustus. Cabang bulu tangkis menjadi salah satu kekuatan dan harapan besar Indonesia untuk meraih medali emas. (Adt)

Bukan Pele Jadi Pemain Termuda Sepanjang Sejarah Piala Dunia

Gelandang asal Irlandia Utara, Norman Whiteside, menjadi pemain termuda yang pernah tampil dalam sejarah gelaran Piala Dunia, saat berusia 17 tahun 41 hari. (twitter.com)

Jakarta- Kehadiran pemain muda memang selalu menjadi hal yang menarik untuk dibicarakan, baik saat kompetisi di level klub maupun saat turnamen antar negara seperti Piala Dunia tengah berlangsung. Ternyata ada tujuh sosok yang terpilih sebagai pemain termuda, sepanjang sejarah turnamen empat tahunan tersebut. Siapa sajakah pemain yang masuk dalam daftar ini? 7. Christian Eriksen (Denmark) Kualitas yang dimiliki Christian Eriksen kini sepertinya sudah tak perlu diragukan lagi, ia menjadi salah satu pemain penting yang dimiliki Tottenham Hotspur. Tak hanya gemilang di level klub, pemain berusia 26 tahun itu pun menjadi pemain yang tak tergantikan di lini tengah timnas Denmark. Ia melakukan debutnya bersama tim Dinamit di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Saat itu, Eriksen masuk sebagai pemain pengganti di pertandingan melawan Belanda, momen tersebut nampaknya tak bisa dilupakan oleh pemain yang sempat memperkuat Ajax Amsterdam itu, sebab ia juga menjadi pemain termuda, karena baru menginjak 18 tahun empat bulan. 6. Manuel Rosas (Meksiko) Sosok Manuel Rosas mungkin tak banyak yang tahu, namun ia menjadi salah satu pemain legendaris yang dimiliki tim nasional Meksiko. Berposisi sebagai bek, ia menjadi sosok tangguh di lini pertahanan. Di Piala Dunia 1930 Uruguay, ia menjadi salah satu pemain termuda, yakni menginjak 18 tahun dua bulan dan 26 hari. Tak hanya menjadi pemain termuda, ia juga menjadi pemain pertama yang sukses mencetak gol dari titik penalti. 5. Carvalho Leite (Brasil) Brasil menjadi negara yang paling sering berpartisipasi di Piala Dunia, sejak tahun 1930, tim Samba belum pernah absen satu kali pun. Piala Dunia 2018 sendiri akan menjadi partisipasi mereka yang ke-21. Di Piala Dunia 1930 Uruguay, meski tim Samba hanya lolos hingga fase grup, Piala Dunia edisi perdana tersebut sepertinya menjadi hal yang istimewa bagi salah satu pemain mereka, Carvalho Leite. Ia menjadi pemain termuda, kala itu usianya baru menginjak 18 tahun 25 hari. Selain menjadi negara yang paling sering lolos ke putaran final, Brasil pun menjadi tim yang sukses meraih trofi Piala Dunia terbanyak, yakni lima kali. Mereka sukses menjadi juara di tahun 1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002. 4. Bartholomew Ogbeche (Nigeria) Nigeria menjadi salah satu tim yang kerap memberikan kejutan di setiap edisi Piala Dunia, prestasi tertinggi yang ditorehkan Victor Moses dkk adalah lolos ke babak 16 besar. Di Piala Dunia 2002 Jepang-Korea, meski Kamerun gagal lolos dari abbak fase grup, turnamen empat tahunan tersebut tetap terasa lebih istimewa bagi salah satu pemain mereka, Bartholomew Ogbeche. Ogbeche ia menjadi pemain termuda dan usianya baru menginjak 17 tahun delapan bulan dan satu hari. Sayang Ogbeche tak bertahan lama di timnas, ia memutuskan pensiun setelah mengoleksi 11 caps. 3. Pele (Brasil) Pele dikenal sebagai salah satu pemain terbaik dunia sepanjang masa, namun ternyata awal dikenalnya sang pemain dimulai pada 1958, kala ia membela tim nasional Brasil dan menjadi pemain termuda, saat itu usianya baru menginjak 17 tahun, tujuh bulan dan 23 hari. Dalam Piala Dunia di Swedia ini, Pele juga mampu mencetak enam gol dan terpilih sebagai pemain muda terbaik serta juga memenangkan Silver Ball dan Silver Boot. Tak berhenti sampai di sana, pria yang sempat memperkuat Santos ini pun sukses terpilih sebagai pemain termuda yang mampu mencatatkan hattrick di partai final. 2. Samuel Eto’o (Kamerun) Kualitas yang dimiliki Samuel Eto’o jelas sudah tak perlu diragukan lagi, ia sempat membela sejumlah klub top Eropa, sebut saja Barcelona, Chelsea dan Everton. Tak hanya diandalkan di lini depan klub yang ia bela, pemain yang kini tengah berkarier bersama klub asal Turki, Konyaspor itu juga menjadi sosok tak tergantikan di lini depan tim nasional Kamerun. Di Piala Dunia 1998 Prancis, Eto’o pun menjadi pemain termuda, kala itu usianya baru berusia 17 tahun, tiga bulan dan tujuh hari. Sebagai tambahan informasi, debutnya bersama timnas Kamerun berlangsung kala sang pemain baru berusia 16 tahun. 1. Norman Whiteside (Irlandia Utara) Pele memang menjadi sosok fenomenal di Piala Dunia 1958, ia menjadi pemain termuda dan juga mampu mencetak gol di laga final, bahkan pemain asal Brasil itu juga mampu mencetak tiga gol yang sekaligus mengantarkan negaranya menjadi juara. Namun rekor Pele sebagai pemain termuda sepanjang gelaran Piala Dunia akhirnya terpatahkan dengan kehadiran Norman Whiteside di Piala Dunia 1982 Spanyol, kala membela Irlandia Utara. Gelandang Manchester United itu baru berusia 17 tahun dan 41 hari saat itu. (art)