Pendidikan dan Nasib Timnas U-16 Dipantau Pemerintah, Fakhri Husaini : Harus Konkrit Pembinaan Usia Muda

Usai berlaga di Piala AFC U-16 2018, Kuala Lumpur, Malaysia, Skuat Timnas Indonesia U-16 berfoto bersama, saat disambut Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta, di gedung Kemenpora, Jakarta, Rabu (3/10). (Antaranews)

Jakarta- Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyatakan Timnas U-16 memiliki potensi besar dan masa depan yang masih panjang untuk meningkatkan performa mereka ke jenjang yang lebih tinggi, usai berlaga di Piala AFC U-16 2018, Kuala Lumpur, Malaysia. “Pemerintah terus fokus bagaimana rencana pendidikan dan latihan pemain Timnas U-16, akan dipantau terus, baik sekolah, pendidikan formal, maupun latihan sehari-hari, karena perjalanan masih panjang,” kata Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta, saat menyambut Garuda Asia di kantor Kemenpora, Rabu (2/10). Mewakili Menpora Imam Nahrawi yang berhalangan hadir, Isnanti menyampaikan apresiasi, dari pemerintah untuk tim asuhan Fakhri Husaini ini, karena mampu menorehkan hasil delapan besar di Piala Asia U-16. “Ada impian masuk Piala Dunia U-17. Impian itu belum terwujud, tapi sesungguhnya, masuk delapan besar Asia dan Asia Tenggara, ini dahsyat,” kata Isnanta. “Bukti Garuda Asia itu sudah benar-benar bisa disejajarkan dengan kekuatan Asia. Inilah progres yang memang harus diapresiasi,” kata Isnanta. Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, mengemukakan David Maulana dkk akan kembali ke klub mereka masing-masing, kembali ke sekolah dan menjadi satu elemen masyarakat yang bisa menunjukkan nilai sepak bola, yakni “respect”, disiplin dan sportifitas. “Kita tak berhenti di sini. Perjuangan kita menuju ranking 25 besar dunia pada 2045 dimulai dari kaki anak-anak kita. Ini yang harus dibantu dengan sistem sepak bola yang baik di sekitar kita,” kata Ratu Tisha. Sementara Fakhri Husaini menambahkan, di level usia muda yang jadi perhatian utama bukan banyaknya piala yang bisa diraih. “Bagi saya ini pelajaran penting. Kami bisa memetakan peluang-peluang Indonesia, dengan tim-tim yang tampil di World Cup kelompok umur 17 tahun,” ucap Fakhri. Di Piala Asia U-16, tak ada satu negara pun yang mendominasi, ungkap eks gelandang era 90’an ini. Indonesia bisa menang melawan Iran yang sebelumnya adalah runner up Piala Asia, dan meladeni India. “Artinya, peluang itu bisa kami ambil, jika bekerja keras lagi, di masa yang akan datang,” jelasnya. Setelah pertemuan dengan Kemenpora dan PSSI, Fakhri berharap nantinya ada langkah-langkah konkret terkait sistem pembinaan sepak bola usia muda yang terintegrasi dan berkelanjutan dari semua pemangku kebijakan. Hal senada ditegaskan Ratu. “Kami memang tak menerapkan sistem pelatnas jangka panjang, setelah ini para pemain kembali ke klub masing-masing, sambil menunggu program pelatnas berikutnya. Kita akan tetap memperhatikan jenjang pembinaan dan pembibitan, untuk skuad pelatnas kita,” ujar Ratu. Timnas U-16 di Piala Asia U-16 terhenti di babak perempat final, setelah kalah 2-3 dari Australia di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Senin (1/10). Dengan hasil tersebut, mereka gagal mengamankan peluang untuk mendapatkan tiket ke Piala Dunia U-17 2019, yang akan berlangsung di Peru. (Adt)

AIA Championship for Women 2018 Digelar 1 Desember, 16 Wanita Terbaik Bersaing Menuju Tottenham Hotspur

Sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan wanita dalam olahraga, terutama sepakbola, PT AIA Financial menggelar ajang AIA Championship for Women, pada 1 Desember 2018. (Pras/NYSN)

Jakarta- Dalam beberapa tahun terakhir, sepak bola wanita mengalami perkembangan yang cukup baik di dunia. Bahkan berbagai kompetisi sepak bola wanita juga digelar dan mampu menarik antusiasme penggemar sepak bola. Dan sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap pemberdayaan wanita dalam olahraga, terutama sepakbola, PT AIA Financial menggelar AIA Championship for Women, pada 1 Desember 2018. Melalui event ini, salah satu perusahaan asuransi tersebut makin mempertegas dukungannya terhadap persepak bolaan di Tanah Air dengan memperluas partisipasi bagi perempuan untuk menunjukkan bakat mereka dalam sepak bola. “AIA Championship for Women diluncurkan untuk mengakomodasi minat para wanita terhadap sepak bola dan membantu mengembangkan potensi mereka,” ujar Kathryn Monika Parapak, Head of Brand and Communication PT AIA Financial, di Kawasan Episentrum, Jakarta Selatan, Selasa (2/10). Dengan kompetisi ini, Kathryn berharap melihat lebih banyak talenta pwsepak bola putri Indonesia, berlaga di kancah nasional hingga internasional, dan menginspirasi lebih banyak wanita untuk berpartisipasi dalam olahraga, terutama sepak bola. “Terselenggaranya kompetisi ini sekaligus membuka kesempatan masyarakat dan talenta-talenta muda agar mereka mengetahui tentang AIA Championship. Semoga informasi ini bisa tersebar luas,” lanjut Kathryn. Proses pendaftaran bakal dibuka mulai 16 November, dan AIA akan mencari 16 tim terbaik untuk berlaga di kejuaraan tingkat regional Asia. Finalis kejuaraan tingkat regional akan diboyong ke kejuaraan tingkat dunia, yang bakal diselenggarakan di markas Tottenham Hotspur di London, Inggris. “Nanti sehari penuh pada 1 Desember 2018, kejuaraan dilangsungkan, dan kami akan menyiapkan dua tim mewakili Indonesia di kejuaraan tingkat regional, di Bangkok pada Maret 2019,” ujar Kathryn. “Selama Desember hingga Maret, kami berikan pendampingan pelatih profesional dala persiapan kejuaraan regional tersebut,” tegasnya. Gelaran Asian Games XIII/2018 menjadi momentum besar bagi dunia sepak bola putri Indonesia. Timnas sepak bola putri mampu menduduki peringkat 77 dalam FIFA World Cup Ranking yang dirilis Juni 2018, sedangkan timnas sepak bola putra menghuni peringkat 164 dunia. Sementara itu, Zahra Muzdalifah, gelandang serang Timnas Putri Indonesia, menyambut baik event AIA Championship for Women. Menurutnya, banyak talenta-talenta muda sepak bola putri yang potensial di Indonesia, namun belum memiliki wadah, untuk berkompetisi. “Sebenarnya banyak talenta muda, terutama yang berusia di bawah 15 tahun. Termasuk yang dewasa, namun belum ada wadah, dan mereka juga bingung untuk berlatih dimana. Event ini sangat mendukung bagi wanita-wanita di Indonesia untuk gemar sepak bola. Apalagi ini bukan sekadar kompetisi, tapi juga ajang seleksi,” cetusnya. Nantinya, AIA Championship for Women akan mempertandingkan 16 tim, guna meraih gelar juara nasional. Dari turnamen ini, akan dipilih 16 orang pemain terbaik yang akan dibentuk menjadi 2 tim, untuk bertanding di tingkat regional di Bangkok, Thailand. Jika, sukses menjadi finalis di kompetisi di Negeri Gajah Putih itu, maka tim Indonesia berlaga dalam babak final yang diselenggarakan di markas Tottenham Hotspur, di London, Inggris. “Tottengam Hotspur dan saya sangat senang dapat mendukung AIA dalam memajukan persepak bolaan wanita di Asia melalui AIA Championship for Women,” ucap Anton Blackwood, International Development Coach, dari klub Tottenham Hotspur. “Selama 2 tahun bekerjasama dengan AIA di Asia, saya telah melihat banyak bakat hebat dalam sepak bola junior. Sungguh kesempatan yang luar biasa bagi saya untuk dapat terlibat dalam pengembangan kemampuan pesepak bola usia dewasa,” tukasnya. (Adt)

Bawa 23 Orang Skuat Junior di Kejuaraan Dunia 2018, Indonesia Bidik Gelar Juara di Kanada

Berkekuatan 23 0rang dalam skuatnya, Indonesia membidik satu gelar juara di kejuaraan bulutangkis BWF World Junior Championship 2018, di Markham Pan Am Venue, Ontario, Kanada, pada 5-18 November. (Humas PBSI)

Jakarta– Indonesia membidik satu gelar juara di kejuaraan bulutangkis BWF World Junior Championship 2018, di Markham Pan Am Venue, Ontario, Kanada, pada 5-18 November. “Target kami satu gelar juara. Kami usahakan untuk bisa mempertahankan dua gelar,” terang Susy Susanti, Manajer Tim Junior Indonesia, pada Selasa (2/10). Susy, yang juga Ketua Bidang (Kabid) Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), menyebut pemilihan atlet junior yang akan berlaga di Kanada berdasarkan prestasi, ranking, serta potensi atlet, dan kebutuhan tim. Demi mewujudkan target itu, sebanyak 23 atlet junior bakal berjibaku dengan negara peserta lain guna meraih podium tertinggi, di nomor beregu dan perorangan. Terlebih, skuat muda yang diturunkan telah memiliki pengalaman di tim junior Merah Putih, pada Asia Junior Championship 2018, di Jakarta, Juli lalu. Saat kejuaraan yang sama tahun lalu, Indonesia sukses membawa pulang dua gelar juara. Gelar juara masing-masing diraih tunggal putri, Gregoria Mariska Tunjung, dan ganda campuran, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari. (Adt) Daftar Nama Pemain BWF World Junior Championship 2018: Beregu: Putra: 1. Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay 2. Karono 3. Alberto Alvin Yulianto 4. Leo Rolly Carnando 5. Daniel Marthin 6. Ghifari Anandaffa Prihrdika 7. Pramudya Kusumardana Riyanto 8. Rehan Naufal Kusharjanto 9. Christian Adinata 10. Bernadus Bagas Kusumawardana Putri: 1. Putri Kusuma Wardani 2. Stephani Widjaja 3. Yasnita Enggira Setiawan 4. Siti Fadia Silva Ramadhanti 5. Agatha Imanuela 6. Ribka Sugiarto 7. Febriana Dwipuji Kusuma 8. Lisa Ayu Kusumawati 9. Putri Syaikah 10. Nita Violina Marwah Perorangan: Tunggal Putra: 1. Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay 2. Karono 3. Alberto Alvin Yulianto 4. Christian Adinata Tunggal Putri: 1. Putri Kusuma Wardani 2. Stephani Widjaja 3. Yasnita Enggira Setiawan 4. Olivia Chelin Maria Ganda Putra: 1. Daniel Marthin 2. Leo Rolly Carnando 3. Ghifari Anandaffa Prihrdika 4. Pramudya Kusumardana Riyanto 5. Dwiki Rafian Restu 6. Bernadus Bagas Kusumawardana Ganda Putri: 1. Siti Fadia Silva Ramadhanti 2. Agatha Imanuela 3. Ribka Sugiarto 4. Febriana Dwipuji Kusuma 5. Putri Syaikah 6. Nita Violina Marwah Ganda Campuran: 1. Rehan Naufal Kusharjanto 2. Siti Fadia Silva Ramadhanti 3. Ghifari Anandaffa Prihrdika 4. Lisa Ayu Kusumawati 5. Pramudya Kusumardana Riyanto 6. Ribka Sugiarto 7. Leo Rolly Carnando 8. Indah Cahya Sari Jamil

Kejurnas KU XIII/2018 Kategori Lead Junior Putra Berakhir, Atlet 18 Tahun Skuat Timnas Masih Perkasa

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kelompok Umur (KU) XIII/2018, Kategori Lead Junior (18-19 tahun) Putra, akhirnya masih dikusai Seto, atlet junior skuat tim nasional asal asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). (FPTI)

Rengat- Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kelompok Umur (KU) XIII/2018, Kategori Lead Junior (18-19 tahun) Putra, berakhir pada Jumat (28/9), di Pematang Reba, Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau. Di laga final, atlet tim nasional (Timnas) panjat tebing masih perkasa di kategori itu. Seto, atlet Timnas panjat tebing asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), meraih medali emas usai mencapai top di partai puncak setelah membukukan poin 41+, di babak semifinal. “Di babak kualifikasi, Seto menorehkan catatan waktu 7,04 menit,” ujar Anugrah Agung, Presiden Juri Kejurnas KU XIII/2018, Jumat (28/9). Di Asian Games XVIII/2018, Seto menjadi salah satu atlet yang diturunkan di nomor combine. Namun, atlet junior kelahiran Sleman, 3 November 2000 ini, gagal mengharumkan nama Indonesia, akibat gagal menembus baak final. Sedangkan Muhammad Elfarzy Rizky asal Kalimantan Selatan berhak mendapatkan medali perak. “Elfarzy mengumpulkan 39 poin di babak final, dan 41 poin di babak semifinal. Dia menorehkan catatan waktu 7,04 menit,” lanjutnya. Sementara itu, medali perunggu direbut wakil Jawa Tengah, Kiromal Katibin, yang juga punggawa Timnas. Ia mencetak 39 poin di babak final, dan 38+ di babak semifinal. “Di babak kualifikasi, Kiromal menorehkan catatan waktu 7,04 menit,” tambahnya. Lalu, diposisi empat diduduki Septi Afriandani Zain (Jawa Timur), dan peringkat lima ditempati Achmad Tegar Prasojo (Jawa Timur). “Peringkat enam dihuni Ivan Alana asal Sulawesi Tengah, dan posisi tujuh ada Eko Putra. Dan, posisi delapan ada Jufri Naldi Darwansa dari Riau,” tukasnya. Di laga putri, juga berlangsung sengit. Sebab, kedua atlet yang berlaga di babak final mengumpulkan poin sama, yakni 39. Bahkan waktu pemanjatan di babak kualifikasi pun serupa yakni 3,24 menit. Namun, Juskerina asal Kalimantan Timur, sukses menjadi yang terbaik, setelah memundi catatan waktu lebih cepat dibandingkan rivalnya dengan 5,21 menit. Ia berhak atas medali emas setelah menyingkirkan Diah Puspaningtyas (Daerah Istimewa Yogyakarta). Diah harus puas menjadi runner up, dengan mengukir waktu 5,46 menit. “Medali perunggu diraih atlet asal Bali Ni Komang Ayu Suartini yang berhasil mengumpulkan 38 poin. Di babak kualifikasi, Ni Komang meraih catatan waktu 3,24 menit,” jelas Anugrah. (Adt)

Saling Unggul di Semifinal, Dua Debutan Tebar Ancaman di Babak Final

Center tim putri SMAN 30 Jakarta, Gabriella Abigael (15/biru), menjadi kontributor terdepan bagi timnya, saat menundukkan SMAN 7 dengan keunggulan 27-14, dalam laga semifinal Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – North Region, di GOR Cempaka Putih, pada Kamis (27/9). (Pras/NYSN)

Jakarta- Sorak sorai para pemain SMAN 30 Jakarta tak terbendung, usai buzzer akhir berbunyi, di GOR Cempaka Putih, Kamis (27/9). Tim putri SMAN 30 mengalahkan SMAN 7 dengan keunggulan 27-14, menjadi torehan luar biasa bagi Deflover (julukan SMAN 30). Berstatus sebagai tim debutan di Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – North Region, mereka berhasil melangkah ke fnal North Region. Deflover akan ditantang oleh SMAN 18 Jakarta, tim berstatus debutan lainnya, yang berhasil membuat kejutan dengan lolos ke fnal North Region. Labas (julukan SMAN 18) melaju usai mengalahkan SMAN 15 Jakarta, dengan skor 32-10. Sebagai finalis, baik Defover maupun Labas, otomatis menjadi wakil Nort Region pada babak puncak Championship Honda DBL DKI Jakarta Series 2018, di GOR Soemantri, 10-17 November. Menghadapi finalis dari tiga region lainnya (West, South, dan East). Gabriella Abigael menjadi garda terdepan bagi Defover, saat memimpin timnya dalam perebutan tiet fnal Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – North Region, pada Kamis (27/9). Pemain berposisi center itu mencetak double-double, dengan 10 poin dan 10 rebound. Dara bernomor punggung 15 itu, juga cerdik membaca permainan lawan. Abigael bisa menorehkan steal sebanyak 6 kali dalam pertandingan kontra Smanju. Laga yang berjalan ketat itu dibuka oleh torehan dua poin serta ditutup manis tiga poin dari Abigael. Usai jalannya pertandingan, Abigael mengaku siap memompa semangat rekan-rekannya, guna menjadi juara di North Region. “Aku memantau betul perkembangan tim region lain. Target terdekat kami adalah juara di North Region. Lalu, membidik Championship,” ungkap siswi kelas XI itu. Sementara pada laga sebelumnya, SMAN 18 akan menjadi pen-antang Deflover di fnal. Tim yang bermarkas di Warakas, Tanjung Priok itu menekuk perlawanan dari SMAN 15 Jakarta. Sang kapten, Alvio Saftri, tak mampu menahan rasa bahagia setelah berhasil membawa timnya lolos ke final. “Sangat bersyukur kami lolos babak final (North Region) dan akan berlaga pada Championship. Akhirnya perjuangan dan latihan yang selama ini kami lakukan tidak sia-sia,” ucapnya. Meski hasil positif ini membawa Labas jadi wakil North Region di babak Championship, tim asuhan Muhammad Fachrul tetap berusaha ingin menjadi yang terbaik di regional Utara. Menurutnya, kemenangan timnya masih terlalu dini untuk dirayakan. “Perjalanan kami masih jauh, SMAN 30 sangat bermain baik tadi. Tentu kami ingin jadi juara, bukan hanya lolos ke babak Championship,” ujar pelatih berusia 21 tahun itu. (Adt)

Tommy Sugiarto dan Jonatan Christie Bentrok di Semifinal, Indonesia Amankan Tiket Final Korea Open 2018

Unggulan 8 Korea Open 2018 BWF World Tour Super 500 asal Indonesia, Tommy Sugiarto, akan berduel dengan pemain asal PB Tangkas Specs, Jonatan Christie, pada laga semifinal, di SK Handball Stadium, Seoul, Korea Selatan, Sabtu (29/9). (tribunews.com)

Seoul- Indonesia mengamankan satu tiket final Korea Open 2018 BWF World Tour Super 500. Kepastian itu didapat, setelah wakil tunggal Tommy Sugiarto (8), dan Jonatan Christie sukses menaklukan lawan mereka masing-masing di babak perempat final, pada Jumat (28/9). Berlaga di SK Handball Stadium, Seoul, Korea Selatan (Korsel), Tommy menghentikan langkah wakil tuan rumah Heo Kwang Hee, dalam laga sepanjang 60 menit, rubber game, dengan skor 15-21, 21-19, 21-19. Ini menjadi kemenangan pertama bagi putra mantan juara dunia Icuk Sugiarto itu atas Heo. Sementara itu, laga lainnya, Jonatan Christie menjaga asa ke babak semifinal. Jojo, sapaannya, menyudahi wakil China Zhao Junpeng, straight game, 21-17, 21-16, dalam duel berdurasi 34 menit. Kemenangan pemain asal PB Tangkas Specs, di Korea Open 2018 atas pebulutangkis ranking 74 dunia itu, membuat rekor keduanya menjadi 2-1. Pada babak semifinal, Sabtu (29/9), Tommy dan Jojo saling adu kekuatan. Berdasarkan statistik, kedua tunggal utama Merah Putih itu sudah dua kali bertemu, dan mereka saling mengalahkan. Terakhir, mereka berjumpa di New Zealand Open 2018. Ketika itu, Jojo menang atas seniornya itu tanpa perlu menunggu pertandingan usai. Kendati unggul di gim pertama 21-17, namun Tommy menyerah di gim kedua akibat cedera, saat kedudukan 5-14. Jojo dinyatakan sebagai pemenang di laga ini (retired). Sebelumnya, di ajang Indonesia Masters 2015, Tommy mampu menekuk pemegang medali emas Asian Games XVIII/2018 itu, rubber game, 10-21, 21-12, 21-12. (Adt)

Drama Detik Akhir Warnai Laga Semifinal, SMAK 5 Penabur Singkirkan Favorit Juara

Forward SMAK 5 Penabur Jakarta, Stanley Hidayat (10/putih), menjadi motor kemenangan timnya, saat menundukkan tim favorit juara, SMA Kolese Kanisius, dengan skor 47-43, dalam laga semifinal Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – North Region, di GOR Cempaka Putih, pada Kamis (27/9). (Pras/NYSN)

Jakarta- Tren positif terus ditorehkan SMAK 5 Penabur. Datang sebagai debutan, tim asal Kepala Gading itu berhasil mengandaskan laju salah satu favorit juara di Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – North Region, SMA Kolese Kanisius. Kemenangan ini membawa mereka melaju ke final Honda DBL DKI Jakarta, regional Utara. Keberhasilan ini menjadi sejarah penting internal tim. Pasalnya, The Lions (julukan SMAK 5 Penabur) selalu tunduk dalam kurun lima tahun dari Kanisius. Pertarungan sudah terlihat ketat sejak awal. Namun, drama pertandingan benar-benar panas saat kuarter akhir berlangsung. Pada awal kuarter keempat musibah menimpa Kanisius. Samuel James Pinaringan, pemain center dari Kanisius harus diganti karena mengalami cedera bahu. Kerugian yang dialami oleh Kanisius dimanfaatkan dengan baik oleh The Lions untuk memperlebar skor. Kapten The Lions, Nathan mampu memanfaatkan peluang serta memperlihatkan visi bermain yang ciamik. Ditambah performa garangnya pemain nomor 10 The Lions, Stanley Hidayat, yang bisa melihat peluang di paint area lawan, makin membuat Kanisius terdesak. Tapi, Kanisius tidak diam. Tim polesan Turindro Baru Cahyono ini, membaca permainan The Lions. Pada menit kelima kuarter keempat, skuat Kanisus menempel ketat pergerakan Stanley, sehingga dia dipaksa melakukan offensive foul. Pelanggaran Stanley ini membuatnya berada dalam situasi foul trouble, sehingga pemain berposisi forward tersebut bermain lebih hati-hati, kala Kanisius menyerang. Memanfaatkan kelemahan lawan, shooting guard Kanisius, Ariel Leonardo menyamakan kedudukan melalui akurasi tembakannya, skor pun berubah imbang menjadi 38-38. Sang pelatih, Turindro Baru Cahyono mencoba kembali memasukan Samuel. Pemain yang sempat cedera itu justru menebar ancaman di dekat ring The Lions. Lima poin beruntun diceploskan pemain bernomor 14 tersebut. Kanisius terus menempel ketat perolehan poin. Sempat leading 2 poin, tidak membuat Kanisius berada di atas angin. Tim yang bermarkas di Menteng Raya itu justru dibuat repot oleh Stanley. Siswa kelas XI ini melakukan solo run untuk drive bola ke jantung pertahanan lawan. Imbasnya, enam poin beruntun mampu membawa The Lions mengembalikan keadaan. Lima detik sebelum akhir pertandingan, pelatih The Lions mengambil dua kali time out untuk menenangkan para pemain. Hasilnya, laga ketat tersebut berakhir dengan skor 47-43 untuk keunggulan The Lions. Stanley menjadi player of the match pada malam itu, dengan meraih double-double dari 21 poin dan 11 rebound. “Di luar dugaan, drama detik-detik akhir bisa kami lalui. Kanisius bukan lawan mudah. Tapi hasil ini bisa membuat saya tidur nyenyak malam ini,” ucap Wahyudi A. Nugarah usai pertandingan. Di laga lain, drama pertandingan seru juga terjadi kala SMA Permai bertemu dengan SMA IPEKA Sunter. Aldy Adrian kembali menjadi pahlawan bagi timnya saat memperebutkan tiket menuju final. Meskipun dirinya sempat menemui kebuntuan di kuarter pertama sampai ketiga. Namun, Aldy mampu menunjukkan tajinya di satu menit akhir. Mencetak produktivitas sebesar 21 poin dan 9 rebound pemain bernomor punggung 26 tersebut menjadi momok bagi Ipsun (Julukan IPEKA Sunter).Sempat tertinggal pada kuarter pertama dengan skor 13-9, Permai coba bangkit. Bermain dengan sabar, Permai mulai memangkas selisih poin menjadi satu angka pada kuarter kedua menjadi 20-21. Bak mesin diesel, para pemain Ipsun (julukan SMA IPEKA Sunter) tak mampu membendung laju Aldy. Dengan kemampuan dribble serta layup ciamik. Pemain berusia 17 tahun itu dapat mengembalikan keadaan. Akurasi tembakan dua angka Aldy di dua detik akhir membuat Permai menutup kemenangan timnya atas Ipsun skor 48-45 Permai menang. Hasil ini turut membawa The Lions dan Permai lolos ke babak Championship Honda DBL DKI Jakarta. Kedua tim juga akan bentrok di laga final Honda DBL DKI Jakarta regional Utara pada hari Sabtu (29/9) di GOR Cempaka Putih. (Adt)

Raih Emas Kategori Lead Youth B Putri Kejurnas Panjat Tebing KU 2018, Amanda Kokohkan Dominasi Jawa Timur

Amanda Narda Mutia (tengah) menyumbangkan medali emas bagi kontingen Jatim, pada Kategori Lead Youth B Putri (14-15 tahun), dalam Kejurnas Panjat Tebing Kelompok Umur (KU) XIII/2018, di Indragiri Hulu (Inhu), Riau, pada Jumat (28/9). (FPTI)

Rengat- Jawa Timur (Jatim) memperkokoh dominasinya pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur (KU) XIII/2018, di Pematang Reba, Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, pada Jumat (28/9). Yakni Amanda Narda Mutia, berhasil menyumbangkan medali emas bagi kontingen Jatim, pada Kategori Lead Youth B Putri (14-15 tahun). Di laga final, ia meraih poin 43+ dengan waktu tercepat 2,50 menit, saat kualifikasi. Amanda yang juga atlet Pelatda Panjat tebing Jatim ini, sebelumnya juga mencetak prestasi. Pada Kamis (27/9), dalam kategori Boulder Youth B Putri, Amanda berada di posisi teratas dan mencatatkan 2 top, 3 zone, 2 attempt to top, dan 3 attempt to zone. Ia menyingkirkan rekannya, Pradeva Adelia, yang hanya mencetak 2 top, 2 zone, 2 attempt to top, dan 2 attempt to zone. Sedangkan medali perak, direbut Nur Diatul Jannah, asal Kepulauan Bangka Belitung, yang meraih poin 37+, serta membukukan waktu 4,33 detik saat kualifikasi. Dan, wakil Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sukma Lintang Cahyani harus puas mengantongi medali perunggu. Ia mencetak poin 37, dan cacatan waktu pada saat kualifikasi yakni 2,50 menit. “Peringkat 4 diraih atlet Bali, Ni Luh Jelita Damwati dengan poin 36. Nomor 5 diisi atlet Jatim, Pradeva dengan poin 26. Dan nomor 6, atlet Bali, Ni Putu Eka Ariyantini, dengan 18 poin,” ujar Anugrah Agung, Presiden Juri Kejurnas KU XIII/2018, Jumat (28/9). “Kemudian posisi ketujuh ada Nur Hidayah asal Kalimantan Timur yang mencatatatkan poin 14+. Terakhir di nomor 8 ada Puja Lestari asal Riau yang menghasilkan poin 11+,” tambah Anugrah. (Adt)

Cetak Sejarah Pertama Kali Jadi Juara Grup, Timnas U-16 Realistis Tatap Tiket Piala Dunia U-17 2019

Timnas U-16 (merah) akhirnya melangkah ke babak perempat final Piala Asia U-16 2018, usai bermain imbang 0-0 melawan Timnas India U-16, pada laga pamungkas Grup C, di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Kamis (27/9). (AFC.com)

Kuala Lumpur- Timnas U-16 akhirnya lolos ke perempat final Piala AFC U-16 2018. Anak asuh Fakhri Husaini bermain 0-0 dengan Timnas India U-16. Dalam klasemen akhir Grup C, Indonesia berada di puncak klasemen dengan nilai 5. Meladeni India dalam partai terakhir penyisihan Grup C di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Kamis (27/9). Bagus Kahfi dkk lebih banyak menyerang dan membahayakan gawang India, tapi gol tak kunjung tercipta hingga berujung skor “kacamata” pada babak pertama. “Kami lega lolos ke babak berikutnya. Terima kasih pada para pemain, yang memberikan seratus persen bahkan seribu persen tenaganya untuk laga ini. Seperti yang sudah saya katakan ke pemain, meski kami tidak menang, setidaknya kami bisa mendominasi jalannya pertandingan,” ucap Fakhri, paska laga. India masih mendampingi Indonesia sebagai runner-up Grup C dengan nilai 5, namun kalah selisih gol. Pada hari dan jam yang sama, tampil di Stadion Arena UM, Kuala Lumpur, Timnas Iran U-16 mengamuk dan membantai Timnas Vietnam U-16 dengan skor 4-0, pada babak pertama. Di babak kedua, Iran menambah gol hingga akhirnya menang 5-0 atas Vietnam. Lantaran partai India kontra Indonesia berakhir imbang, maka berapa pun skor yang dicetak Iran, tetap tak bisa mengganggu kedua tim itu maju ke perempat final. Saat ini, sudah ada enam tim yang ke perempat final, yaitu Jepang, Tajikistan, Korea Utara, Oman, Indonesia, dan India. Dua tim lagi akan ditentukan dari Grup D, pada Jumat (28/9). Indonesia menanti runner-up Grup D. Dalam klasemen sementara Grup D, Australia berada di posisi kedua, disusul Irak, dan Afghanistan. Jika posisi itu bertahan hingga hasil akhir besok, maka Irak akan menjadi lawan Indonesia di perempat final. Irak adalah juara bertahan Piala Asia U-16. Selain lolos fase 8 besar, hasil ini juga menjadi sejarah pertama kalinya, menjadi juara grup pada Piala Asia U-16 atau AFC U-16. Lolos ke babak gugur merupakan prestasi terbaik Indonesia sejak 1990. Sejak Piala Asia U-16 pertama kali digelar pada 1985, inilah kali pertama Indonesia bisa berada di puncak klasemen grup, sekalipun dibandingkan 1990. Pada Piala AFC U-16 edisi 1990, sejatinya, Indonesia bisa melangkah ke semifinal. Saat itu, Eko Purjianto dan kolega mengumpulkan dua poin. Torehan itu didapat dari hasil imbang melawan Qatar dan Korea Selatan. Mereka finis di posisi kedua Grup B di bawah Qatar, di atas Korea Selatan. Piala Asia U-16 ini merupakan ajang kualifikasi Piala Dunia U-17. Namun, sejak 1992 hingga 2006, ajang ini berubah nama menjadi Piala Asia U-17. Paska berganti format menjadi Piala Asia U-17, Indonesia tak pernah lolos ke putaran final. Setelah kembali memakai format U-16 pada 2008, Indonesia lolos dalam tiga kesempatan, yakni pada 2008, 2010, dan 2018. Agar lolos ke Piala Dunia U-17 2019, Indonesia harus bisa lolos ke babak semifinal. Korea Selatan, Australia, dan Irak adalah tiga calon lawan tim merah putih remaja di perempat final. Laga pamungkas Grup D dimainkan pada Jumat (28/9). Jadwal perempat final antara wakil Grup C dan Grup D akan dimainkan pada Senin (1/10). Indonesia akan menghadapi peringkat kedua Grup D pada Senin sore, pukul 15.30 WIB. (art) Tim Yang Sudah Lolos Perempat Final Piala AFC U-16 2018 1. Jepang (Juara Grup A) 2. Tajikistan (Runner-up Grup A) 3. Korea Utara(Juara Grup B) 4. Oman (Runner-up Grup B) 5. Indonesia (Juara Grup C) 6. India (Runner-up Grup C) Kiprah Timnas U-16 Indonesia di Piala AFC U-16/U-17: 1985 – Tidak lolos 1986 – Juru kunci grup 1988 – Juru Kunci grup 1990 – Semifinalis 1992 – Tidak lolos 1994 – Tidak lolos 1996 – Tidak lolos 1998 – Tidak lolos 2000 – Tidak lolos 2002 – Tidak lolos 2004 – Tidak lolos 2006 – Tidak lolos 2008 – Juru kunci grup 2010 – Peringkat ketiga grup 2012 – Tidak lolos 2014 – Tidak lolos 2016 – Tidak lolos 2018 – Perempat final* Keterangan: *) Turnamen masih berjalan

Terbaik di Indonesia, Atlet 19 Tahun Asal Wonogiri Ini Akhirnya Tembus 20 Besar Ranking Bulutangkis Dunia

Tunggal putri Indonesia 19 tahun berperingkat 15 versi BWF, Gregoria Mariska Tunjung, ditargetkan PP PBSI tembus hingga peringkat 10 besar dunia dan meraih juara pada turnamen Super 1000 pada 2019. (Pras/NYSN)

Jakarta- Gregoria Mariska Tunjung Cahyaningsih akhirnya memecahkan rekornya sendiri dalam peringkat versi Federasi Bulutangkis Dunia (BWF), terhitung sejak Kamis (27/9). Pada pekan ke-39 musim 2018 ini, Gregoria melejit tiga setrip dan menghuni peringkat ke-18 dunia di sektor tunggal putri. Ranking ini merupakan hasil terbaik yang pernah diraih oleh juara dunia junior 2017 ini, usai menjejakkan kaki di level senior. Prestasi ini diperoleh Gregoria karena lolos ke perempat final BWF World Tour Super 1000 China Open 2018, pada pekan lalu. Sebagai satu-satunya wakil tunggal putri Indonesia di China Open 2018, Jorji, sapaannya, tampil mengesankan dan mengantongi tiket perempat final. Namun, ia akhirnya kalah 15-21, 21-19, 12-21 dari Nozomi Okuhara (Jepang) di perempat final China Open 2018, setelah melewati laga selama 55 menit lamanya. Karena terhenti di perempat final, Jorji mendapat tambahan 6.600 poin dan mengumpulkan total 45.140 poin, pada pekan ke-39 ini. Atas hasil ini, dara kelahiran Wonogiri 11 Agustus 1999, ini berhak menduduki peringkat ke-18, sekaligus menjadi tunggal putri terbaik Indonesia saat ini. Lima tunggal putri terbaik Indonesia setelah Jorji adalah Fitriani (#33), Dinar Dyah Ayustine (#45), Lyanny Alessandra Mainaky (#49), Yulia Yosephin Mainaky (#49), dan Ruselli Hartawan (#70). Usai tampil ciamik di China Open, Jori memutuskan absen di Korea Open dan fokus di Denmark Open 2018, pada 16-21 Oktober mendatang. (Adt)

Raih Kemenangan Dua Gim Langsung, Trio Tunggal Putra Tembus Perempat Final Korea Open 2018

Jonatan Christie menekuk wakil Hong Kong, Hu Yun, 21-12, 21-14 dalam laga selama 29 menit, dan menembus perempat final kejuaraan bulutangkis Korea Open 2018 BWF World Tour Super 500, di SK Handball Stadium, Seoul, Korea Selatan, Kamis (27/9). (bwfnews.com)

Seoul- Tiga atlet bulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, dan Tommy Sugiarto, menembus perempat final kejuaraan bulutangkis Korea Open 2018 BWF World Tour Super 500, usai menang pada fase putaran kedua, yang berlangsung di SK Handball Stadium, Seoul, Korea Selatan, Kamis (27/9). Ginting, menang dalam dua gim langsung 21-18, 21-18 selama 43 menit atas pemain Taiwan, Wang Tzu Wei pada laga putaran kedua. Kemenangan itu sekaligus menjadi revans bagi Ginting, setelah pertemuan terakhirnya dengan pemain peringkat 28 dunia itu, pada Jepang Terbuka 2015. Catatan pertemuan kedua pemain menjadi 2-2, setelah turnamen Korea Open 2018. Pada pertandingan perempat final, Ginting akan menghadapi pemain Taiwan, Chou Tien Chen yang menang tas pemain Jepang, Kazumasa Sakai, pada laga kedua. Sementara, Jonatan melangkah ke perempat final turnamen tingkat Super 500, paska menekuk wakil Hong Kong, Hu Yun, 21-12, 21-14 dalam laga selama 29 menit. Hasil Korea Terbuka 2018 itu menjadi dominasi mutlak Jonantan, atas pemain berperingkat 55 dunia itu, dengan kedudukan menjadi 5-0 bagi Jonatan. “Head to head kami sudah 5-0. Jadi tadi lebih percaya diri aja. Dari segi umur juga dia lebih tua, jadi lebih ke adu fisik, skill dan teknik aja tadi,” ungkap Jonatan kepada badmintonindonesia.org., pada Kamis (27/9). Pada laga perempat final Jumat (28/9), Jonatan menantang wakil China, Zhao Junpeng, yang sukses menaklukkan pemain unggulan pertama, Viktor Axelsen 27-25, 21-9. Skor pertemuan mereka sementara imbang 1-1, dengan kemenangn Jonatan di pertemuan terakhir, New Zealand Open 2018 lalu. “Dengan Zhao Junpeng terakhir ketemu di New Zealand, dia pemain bagus dan kidal. Jadi lebih disiapin aja ke pikiran, fokus sama strategi mainnya. Nanti malam, saya akan diskusi lagi dengan pelatih,” sambung Jonatan. Tunggal putra lain Merah-Putih yang juga melaju ke putaran perempat final adalah Tommy Sugiarto. Tommy menang dalam dua gim langsung 21-15, 21-16 atas pemain Malaysia Daren Liew selama 33 menit bertanding. Tommy akan menghadapi pemenang laga dua pemain Korea Selatan Son Wan Ho dan Heo Kwang Hee, pada laga putaran kedua. (Adt)

Beri Inspirasi Siswa Saint John’s Catholic School, Event Meet & Greet Freestyle Basketball Workshop Hadirkan Juara Dunia BUG dan Kirill

Saint John’s Catholic School Gelar Meet & Greet Freestyle Basketball Workshop, pada Kamis (27/9), yang menghadirkan Takumi Maekawa (World Championship 2011 dan 2014), dan Kirill Kuprenko (World Championship 2016 dan 2017). (Adt/NYSN)

Serpong- Freestyle? Apakah yang dimaksud dengan kata yang satu ini? Selain sepak bola, gaya yang paling populer dengan istilah freestyle pada masa sekarang ini adalah basket. Freestyle basketball menjadi salah satu olahraga trendsetter yang sangat digemari, dan tak boleh dipandang sebelah mata. Bahkan, saat ini tengah naik daun. Gaya yang ditampilkan saat bermain di lapangan sedikit berbeda dengan olahraga basket konvensional pada umumnya, seperti three on three (3×3), maupun kontes slam dunk. Demi memotivasi generasi muda mencintai passion mereka dalam dunia basket, Saint John’s Catholic School menggelar Meet & Greet Freestyle Basketball Workshop, pada Kamis (27/9). Event di Lantai 4 JHS Hall sekolah yang berlokasi di kawasan Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), menghadirkan dua bintang dunia freestyle basketball. Yakni bintang asal Jepang, Takumi Maekawa, atau yang lebih dikenal dengan sebutan BUG (World Championship 2011 dan 2014), dan freestyle basketball asal Rusia, Kirill Kuprenko (World Championship 2016 dan 2017). Kehadiran mereka untuk berbagi pengalaman sebagai juara dunia freestyle basketball. BUG dan Kirill juga mempertontonkan berbagai trik mereka memainkan bola basket memakai beberapa bagian tubuh. “Intinya mereka sharing freestyle. Karena freestyle juga ada manfaatnya di basket, dan trik-triknya bisa dipelajari di formal game,” ujar Agung Christyantho, Pelatih Basket Saint John’s Catholic School itu, Kamis (27/9). Agung berharap kehadiran duo juara dunia freestyle itu mampu memberikan energi positif, sekaligus memberikan inspirasi kepada generasi muda, khususnya pada siswa-siswi Saint John’s Catholic School. “Seperti BUG misalnya, dia membiayai hidupnya dan keluarganya dari freestyle basket. Ini sangat menginspirasi, dan ada nilai positif dari event ini. Antusiasme siswa juga sangat tinggi. Semoga kedepan kami bisa menggelar event lainnya yang bisa memberi semangat menjalankan hidup dengan passion mereka masing-masing,” pugkasnya. (Adt)

Torehkan Waktu 20, 54 Detik, Jericho Raih Emas Kategori Speed Klasik Youh C Putra Kejurnas Panjat Tebing KU 2018

Federasi Panjat Tebing Indonesia, FPTI, Indragiri Hulu (Inhu), Inhu, Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur (KU) XII, Riau,

Rengat- Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur (KU) XIII/2018, di Pematang Reba, Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, memasuki hari keenam, pada Kamis (26/9). Atlet asal Kalimantan Utara, Jericho Anggelo Lana Beda Atamukin, berhasil tampil dominan, pada Kategori Speed Klasik Youth C Putra. Ia meraih emas usai menyelesaikan pemanjatan di dua jalur final, dengan akumulasi waktu tercepat yakni 20,54 detik. Hasil itu didapat Jericho dari dua jalur, masing-masing 10,44 detik, dan 10,10 detik. Dan medali perak diraih atlet asal Kalimantan Timur, Muhammad Akbar Ichsan. “Total waktunya 22,73 detik yang didapat dari pemanjatan dua jalur masing-masing 12,20 detik dan 10,53 detik,” ujar Anugrah Agung, Presiden Juri Kejurnas KU 2018, Kamis (27/9). Sedangkan Maulana Akbar Haj asal Riau, berhak mengantongi medali perunggu usai mencetak total waktu 22,34 detik. Ia menyingkirkan Ramaski Aswin Kristanto asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang hanya mampu membukukan catatan waktu 26,67 detik. Di tempat yang sama, wakil Jawa Timur tampil perkasa pada Kategori Boulder Youth B Putri. Mereka masing-masing berhasil menghuni peringkat satu dan dua. Peringkat satu diraih Amanda Narda Mutia, yang berhasil mencatatkan 2 top, 3 zone, 2 attempt to top, dan 3 attempt to zone. Ia menyingkirkan rekannya, Pradeva Adelia yang hanya mencetak 2 top, 2 zone, 2 attempt to top, dan 2 attempt to zone. Kemudian Sukma Lintang Cahyani asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang mencatatkan 1 top, 3 zone, 1 attempt to top, dan 4 attempt to zone. Lalu, peringkat empat hingga enam menjadi milik Ni Putu Eka Aryantini (Bali), Nur Diatul Jannah (Kepulauan Bangka Belitung), dan Puja Lestari (Riau). (Adt)

The Lions Mengaum Dan Tundukkan Mars, Stanley Hidayat On Fire Cetak 21 Poin

Forward SMAN 27, Ahmad Abi Hamzah (putih) mencoba menghentikan gerakan kapten tim SMA IPEKA Sunter, Joash Nathanael (hitam) pada lanjutan pertandingan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - North Region, di GOR Cempaka Putih, Rabu (26/9). (DBL)

Jakarta- Aksi student athelete Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – North Region mulai unjuk kemampuan. Stanley Hidayat menjadi pahlawan kemenangan untuk timnya, saat SMAK 5 Penabur berjumpa SMAN 18 Jakarta. Berkat aksi gemilangnya, The Lions (julukan SMAK 5 Penabur) sukses menundukkan SMAN 18 dengan skor 51-14. Berposisi forward, Stanley jadi momok menakutkan untuk Labas (julukan SMAN 18). Tampil dengan minute play terbanyak diantara rekan-rekan timnya (25:52), Stanley tampil paling produktif dengan menceploskan 21 poin. Sebagai pemain yang punya mental serta jam terbang yang tinggi, tak salah jika pelatih kepala The Lions, Wahyu Adi Nugroho, mempercayai Stanley memimpin rekan-rekannya di lapangan. Cara bermain serta visi mencetak poin yang garang membuat pertahanan Labas beberapa kali mudah ditembus. Skema run and gun dari Wahyu, dapat diterapkan dengan baik oleh anak asuhnya. The Lions memang mengutamakan kecepatan serta transisi ketika menyerang dan bertahan. Hal ini dibuktikan, banyaknya poin yang tercipta dari Stanley, melalui easy lay up yang dibangun dari fast break. Pemain bernomor punggung 10 itu tak hanya eksplosif saat menyerang, namun juga agresif dalam bertahan. Ia berkontribusi 6 kali mencuri bola lawan (steal) dan melakukan 4 rebound. Menurut Stanley keberhasilan dirinya mendulang banyak poin, tak serta merta karena usaha sendiri. “Strategi bermain kami tak akan berjalan baik tanpa dukungan rekan-rekan satu tim. Saya bermain lepas karena pengertian di antara kami, sudah menyatu,” ungkap pemain berusia 17 tahun itu. Selain performa on fire dari Stanley, kemenangan The Lions juga tak lepas dari peran krusial sang kapten, Nathan. Pemain bernomor punggung 34 itu ikut menorehkan 6 poin dan 3 assist untuk timnya. Kontribusi penting juga diberikan oleh Andrew Gunawan yang membubuhkan tambahan 10 poin. Sementara itu, tim putra SMA IPEKA Sunter berhasil menorehkan catatan gemilang saat meladeni SMAN 27 Jakarta di GOR Cempaka Putih, Rabu (26/9). Tim polesan Herbert Wijaya itu melaju ke babak semifinal Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 North Region, usai unggul 30-19. Ipsun (julukan SMA IPEKA Sunter) langsung mengambil inisiatif bermain cepat. Melalui tembakan three point dari sang kapten Joash Nathanael, Ipsun membuka kran poin. Saat kuarter pertama selesai, Ipsun memimpin 11-4 atas Mars (julukan SMAN 27 Jakarta). Pelatih kepala Ipsun, Herbert Wijaya sengaja menyimpan Joash pada kuarter kedua. Namun, dominasi Ipsun masih terjaga. Mereka tetap konsisten bermain dengan tempo tinggi. Ipsun menutup kuarter kedua dengan keunggulan 19-7. Joash kembali masuk pada kuarter ketiga. Dengan kondisi kebugaran yang lebih baik, ia makin garang dan mengemas total 11 poin. “Joash pemain yang sangat kami andalkan. Dia tahu kapan harus menembak dan drive untuk menerobos pertahanan lawan ucap,” Edwin Kurniawan, kapten tim Ipsun. Hasil ini turut membawa Ipsun memantapkan diri sebagai salah satu tim yang lolos menuju semifnal. Mereka akan berhadapan dengan SMA Permai pada laga sore ini. (Adt)

Hujan Petir Dahsyat Batalkan Laga Penentuan Tuan Rumah Malaysia di Piala AFC U-16 2018, Fans Kecewa Berat

Pertandingan penentu babak penyisihan grup A Piala AFC U-16 2018 antara Timnas Malaysia U-16 vs Jepang U-16, pada Rabu (26/9), akhirnya harus ditunda karena terhalang oleh derasnya hujan disertai petir dahsyat. (goal.com)

Kuala Lumpur- Pertandingan penentu babak penyisihan grup A Piala AFC U-16 2018 antara Timnas Malaysia U-16 vs Jepang U-16, pada Rabu (26/9), akhirnya harus ditunda lantaran terhalang oleh derasnya hujan disertai petir dahsyat. Seharusnya, laga kedua tim yang digelar di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, mulai pukul 15.30 WIB atau 16.30 waktu setempat. Namun, akibat hujan yang amat deras, dan berakibat pada masalah pencahayaan, akhirnya dimundurkan satu jam menjadi 16.30 WIB. Ternyata alam sedang tak bersahabat dengan tuan rumah Malaysia, sehingga laga tak kunjung digelar hingga waktu itu tiba. Panitia akhirnya memutuskan untuk membatalkan laga, dengan alasan faktor keamanan dan keselamatan, serta menjadwal ulang menjadi Kamis (27/9) pukul 10.00 WIB, atau 11.00 waktu setempat. Namun, hal ini memicu kekecewaan para penonton, khususnya suporter timnas U-16 Malaysia. Mereka langsung menuangkannya di akun media sosial Twitter. Salah satu cuitan kekecewaan itu ditulis oleh Menteri Belia dan Sukan alias Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Syed Saddiq Abdul Rahman, dengan akun @SyedSaddiq. Menurutnya, pelaksanaan penjadwalan ulang pertandingan yang ditetapkan di pagi hari, oleh pihak panitia dinilai tidak efesien. Alasannya, banyak para suporter timnas U-16 Malaysia yang sedang melakukan aktivitas seperti sekolah, bahkan bekerja. “Match ditangguhkan ke esok 11am, entry ke stadium Bukit Jalil PERCUMA,” cetus aktivis dan politikus muda itu. “Ini kerana perlawanan di antara Tajikistan-Thailand di PJ tak dapat dijalankan serentak kerana hujan lebat dan padang tak boleh digunakan. Both matches must be played together,” cuitnya lagi. Usai cuitan Syed Syaddiq, banyak beberapa suporter tim negri Jiran turut melampiaskan kekecewaannya. “Kami faham game cancel sebab hujan guruh semua. TAPI KENAPA ESOK PAGI??? Aduh abis duit burn, kayalah depa, kalau esok malam cun. Adalah juga semangat tu nak pergi,” tulis akun @Nas41519716. Namun demikikan, pihak panitia meminta penonton yang sudah membeli tiket laga Timnas U-16 Malaysia vs timnas U-16 Jepang, datang kembali membawa tiket yang sama. Duel ini sangat menentukan nasib tuan rumah Timnas U-16 Malaysia, ke perempat final. Tim berjuluk Harimau Muda itu berstatus wajib menang atas Jepang, untuk lolos ke delapan besar. Jika imbang kontra Jepang, Malaysia hanya bisa lolos ke perempat final andai Thailand kalah dari Tajikistan. Selain itu, partai Timnas U-16 Thailand versus Timnas U-16 Tajikistan pada jam yang sama, juga dibatalkan, meski tampil di Stadion Arena UM, Kuala Lumpur. Duel ini pun ikut dijadwal ulang, menjadi Kamis (27/9) pukul 10.00 WIB, atau 11.00 waktu setempat. Malaysia sejauh ini masih berada di urutan ke-3 klasemen sementara grup A Piala Asia U-16 2018. Mereka membutuhkan kemenangan atas Jepang, guna memastikan lolos, atau meraih hasil imbang, dengan catatan Thailand kalah atas Tajikistan. (art) Klasemen lengkap Piala U-16 Asia 2018 sampai Selasa (25/9): Grup A (main, selisih gol, nilai): No.      Tim               Main    Gol      Poin 1.  Jepang U-16           2       5 : 2       4 2.  Thailand U-16         2       6 : 7       3 3.  Malaysia U-16         2       8 : 6       3 4.  Tajikistan U-16        2       2 : 6       1 Grup B No.      Tim                 Main    Gol      Poin 1.   Oman U-16              2      4 : 2       4 2.   Korea Utara U-16     2      3 : 2       4 3.   Yordania U-16          2      4 : 4       2 4.   Yaman U-16             2      0 : 3      0 Grup C No.      Tim                    Main      Gol       Poin 1.   Indonesia U-16       2          3 : 1        4 2.   India U-16                2          1 : 0         4 3.   Vietnam U-16            2          1 : 2        1 4.   Iran U-16                  2          0 : 2        1 Grup D No.              Tim               Main       Gol        Poin 1.   Korea Selatan U-16        2         10 : 0        6 2.   Australia U-16                2           2 : 4        3 3.   Irak U-16                       2           3 : 3        3 4.   Afghanistan U-16            2           1 : 9        0

Juara Bertahan Mundur Dari Srikandi Cup Musim 2018/2019, Owner Surabaya Fever Jadi Manajer Timnas SEA Games

Klub Surabaya Fever, kampiun Srikandi Cup musim 2017/2018, memilih mundur di ajang Srikandi Cup musim 2018/2019. Alasannya karena sang pemilik klub, Christoper Tanuwidjaja, ditunjuk menjadi Manajer Tim Nasional (Timnas) Basket Putri SEA Games 2019, yang akan berlangsung di Manila, Filipina. (Pras/NYSN)

Jakarta- Jelang bergulirnya kompetisi basket putri tertinggi di Tanah Air, Srikandi Cup musim 2018/2019, pada akhir Desember, klub Surabaya Fever justru menyatakan pengunduran diri. Hal itu merujuk pada surat yang dikirimkan Christoper Tanuwidjaja. Hal ini disampaikan Koordinator Srikandi Cup, Deddy Setiawan, tertanggal 25 September 2018. Pengunduran diri itu dikarenakan Christoper, sebagai pemilik klub Surabaya Fever, ditunjuk oleh Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) menjadi Manajer Tim Nasional (Timnas) Basket Putri SEA Games 2019 Danny Kosasih, Ketua Umum PP Perbasi, membenarkan jika Christoper segera bertanggung jawab sebagai Manajer Timnas Basket Putri, dalam ajang multi event yang akan berlangsung di Manila, Filipina, pada 2019. “Saudara Christoper, kami tugaskan sebagai manajer tim nasional. Surat Keputusan dan dokumen legal terkait penunjukan beliau akan dikeluarkan pada Jumat (28/9) oleh PP Perbasi, saat ini surat tersebut sudah dalam proses,” ujar Danny, dikutip dari situs resmi Srikandi Cup, Rabu (26/9). “Secara prinsip, PP sudah menentukan Saudara Christoper akan didaulat sebagai Manajer Tim Nasional untuk SEA Games 2019,” lanjutnya. Dalam surat pengunduran dirinya, Christoper menyebut ia hanya ingin memfokuskan diri dalam program pelatihan intensif dan untuk menghindari konflik kepentingan dalam menjalankan tugas. “Dengan berat hati kami menyatakan tidak mengikuti kompetisi Srikandi Cup,” tulis Christoper. Sedangkan Deddy menegaskan sebelum surat pengunduran diri Surabaya Fever disampaikan, sesungguhnya ada beberapa tim yang mengajukan proposal untuk bisa berpartisipasi pada ajang Srikandi Cup. “Pengunduran diri Surabaya Fever, secara kebetulan, membuka kesempatan bagi kontestan baru untuk dapat berpartisipasi dalam Srikandi Cup,” jelas Deddy. Kendati begitu, Deddy belum bersedia mengungkapkan nama-nama tim baru yang memiliki peluang, menjadi kontestan di ajang Srikandi Cup musim 2018/2019. “Tim-tim yang berminat bergabung merupakan tim-tim yang secara tradisi sangat aktif dalam basket nasional di Indonesia, termasuk tim dari Asia Tenggara, salah satunya Thailand yang sedang kami pertimbangkan,” urainya. Ia menegaskan mundurnya Surabaya Fever yang merupakan kampiun musim 2017/2018, tak menjadi soal. Baginya, Srikandi Cup bakal tetap berjalan sesuai kesepakatan klub-klub anggota yang telah dirumuskan sebelum musim 2017/2018 berakhir. “Musim baru Srikandi Cup akan dimulai di Denpasar (Bali), pada akhir 2018, yang sesuai dengan rencana yang telah kami sepakati bersama,” pungkas Deddy. (Adt)

Tiga Tunggal Putra Lolos ke Babak 16 Besar, Ihsan Maulana Harus Angkat Koper Dari Korea Open 2018

Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, memastikan langkah ke babak kedua (16 besar) kejuaraan bulutangkis Korea Open 2018 BWF World Tour Super 500. Ia hanya butuh waktu 36 menit memulangkan wakil Jepang, Kanta Tsuneyama, straight game, 21-18, 21-16. (kampiun.id)

Seoul- Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, menjadi yang pertama memastikan langkah ke babak kedua (16 besar) kejuaraan bulutangkis Korea Open 2018 BWF World Tour Super 500. Ia hanya butuh waktu 36 menit untuk memulangkan wakil Jepang, Kanta Tsuneyama, straight game, 21-18, 21-16. Tampil di laga babak pertama (32 besar), di SK Handball Stadium, Seoul, Korea Selatan (Korsel), pada Rabu (26/9), pemilik medali emas Asian Games XVIII/2018 itu, yang akrab disapa Jojo ini, mencetak menjadi kemenangan pertamanya atas pebulutangkis Negeri Sakura, yang kini bertengger di rangking 19 dunia itu. Di babak 16 besar, pemain binaan PB Tangkas Specs Jakarta itu akan ditantang wakil Hongkong, Hu Yun yang melaju ke babak kedua usai menyudahi Huang Yuxiang (China), straight game, 21-15, 21-19, dalam tempo 41 menit. Di atas kertas, pria kelahiran Jakarta, 15 September, 21 tahun silam itu mampu mengatasi perlawanan Hu Yun. Berdasarkan statistik, dari lima kali pertemuan, tak satupun kemenangan diraih Hu Yun atas pemain utama Merah Putih yang menghuni ranking 15 dunia itu. Terakhir, kedua pemain bertemu di ajang Denmark Open 2017. Ketika itu, Jojo menang mudah dua gim langsung, 21-8, 21-11. Hasil postif juga ditorehkan pemain senior, Tommy Sugiarto (8), di babak pertama. Tanpa kesulitan ia membekuk wakil tuan rumah Lee Hyun Il, dalam duel berdurasi 31 menit, dengan skor 21-9, 21-16. Berkat kemenangannya tersebut, putra mantan Juara Dunia Icuk Sugiarto itu, membuat rekor pertemuannya dengan Lee imbang 3-3. Di babak selanjutnya, Tommy meladeni perlawanan Daren Liew (Malaysia) yang berhasil menumbangkan Zhou Zeqi (China), rubber game, 15-21, 21-10, 21-17. Sejauh ini, kedua pemain berduel dua kali. Pebulutangkis Indonesia yang kini menghuni ranking 14 dunia itu, sementara memimpin 2-0 atas tunggal Negeri Jiran itu. Kemenangan juga berhasil diraih Anthony Sinisuka Ginting (7). Penghuni Pelatnas PBSI Cipayung sukses mengandaskan wakil Prancis Lucas Corvee, straight game, 21-18, 21-10, dalam waktu 36 menit, di babak pertama. Peraih gelar juara China Open 2018, pekan lalu itu, bakal berduel dengan Wang Tzu Wei (Taiwan). Wang unggul dari Tanongsak Saensomboonsuk, straight game, 21-18, 21-15. Melawan Wang di babak 16 besar, Ginting, sapaan akrabnya, harus waspada. Dari tiga partai yang dilewati kontra atlet Taiwan yang menempati ranking 26 dunia itu, Ginting hanya sekali meraih kemenangan. Pria kelahiran Cimahi, Jawa Barat (Jabar), 20 Oktober, 21 tahun silam itu, sukses mengungguli Wang, pada ajang Malaysia Kuching International Challenge 2013. Saat itu, pemegang medali perunggu Asian Games XVIII/2018 ini, meraih kemenangan dalam duel ketat straight game, dengan skor akhir 21-23, 20-22. Sayang, satu wakil Merah Putih lainnya yakni Ihsan Maulana Mustofa, harus angkat koper dari Negeri Ginseng. Ia tak berdaya kala menghadapi Chou Tien Chen, asal Taiwan, sekaligus unggulan empat turnamen berhadiah total 600 ribu dollar Amerika Serikat (AS) itu. Peraih gelar Indonesia Masters 2018, di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, akhir pekan lalu itu, takluk dua gim langsung, dengan skor 18-21, 14-21, dalam pertandingan berdurasi 37 menit. Akibat kekalahan ini, Ihsan memperburuk rekor pertemuannya dengan Chou, menjadi 2-0. (Adt)

Sengit di Babak Final, Putra Tri Ramdhani Sabet Emas Kategori Lead Youth C Putra Kejurnas Panjat Tebing KU 2018

Putra Tri Ramadhani (Jawa Timur/tengah) meraih emas pada Laga final, nomor lead kategori youth C putra (usia 12-13 tahun), di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur (KU) XIII/2018, di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau. Pada nomor ini, semua peserta meraih poin sama. (FPTI)

Rengat- Perebutan medali nomor lead kategori youth C putra (usia 12-13 tahun) Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur (KU) XIII/2018, di Pematang Reba, Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, berlangsung ketat. Sengitnya persaingan dibuktikan dengan skor para atlet yang lolos ke babak final hanya terpaut tipis. Namun, Putra Tri Ramadhani, asal Jawa Timur (Jatim), berhasil merebut medali emas, paska mengoleksi jumlah poin 29+, dan membukukan waktu 1,73 menit. Ketujuh atlet lainnya pun juga mencetak poin sama yakni 29, tapi dengan catatan waktu berbeda-beda. “Untuk medali perak direbut atlet asal Sumatera Barat, Ahmad Zaki, dengan catatan waktu 1,73 menit,” ujar Anugrah Agung, Presiden Juri Kejurnas Panjat Tebing KU XIII, dalam rilis yang diterima nysnmedia.com, Rabu (26/9). Sedangkan, Ryan Rangga, asal Kepulauan Bangka Belitung, berhak meraih perunggu usai mencetak waktu 3 menit. Di kategori lead youth D putri, Nafatika Astuti, atlet asal Kudus, Jawa Tengah, meraih juara. “Untuk posisi kedua, ditempati Ananda Destina Nurindah dari Kepulauan Bangka Belitung,” ujarnya. Peringkat ketiga diduduki Ni Made Rai Anggreni dari Bali. Sementara itu, posisi empat hingga delapan berturut-turut ditempati Nadira Salsabilla dari Sumatra Barat, Neyla Ayu Putri dari Jawa Barat, Indyta Nouva Azzawa dari Jawa Timur, Salsabila dari Sulawesi Selatan, dan Sabila Silmi Zukhruf dari Jawa Barat. (Adt) Hasil Pertandingan Nomor Lead Kategori Youth C Putra (usia 12-13 tahun): 1. Putra Tri Ramadhani (Medali Emas/Jawa Timur): 1,73 menit 2. Ahmad Zaki (Medali Perak/Sumatera Barat): 1,73 menit 3. Ryan Rangga (Medali Perunggu/Kepulauan Bangka Belitung): 3,00 menit 4. Irgi Fathahilla Haqiqi (Sumatera Utara): 4,24 menit 5. Muhammad Akbar Ichsan (Kalimantan Timur): 4,97 menit 6. Ramaski Aswin Kristanto (Yogyakarta): 4,97 menit 7. Muhammad Zaenal Abidin (Jawa Timur): 7,25 menit 8. Agus Ari Setiawan (Jawa Timur): 8,72 menit