Piala BJK Grup I: Indonesia Tekuk Korea Selatan

Priska Madelyn Nugroho

Timnas tenis putri Indonesia bangkit dari ketinggalan untuk mengalahkan Korea Selatan dengan skor 2-1, pada pertandingan Piala Billie Jean King (BJK) Grup I Asia Oceania di New Delhi, India, Jumat. Indonesia menurunkan petenis tunggal, Priska Madelyn Nugroho, pada pertandingan pertama yang berhadapan dengan Dayeon Back. Pada laga yang berlangsung selama 2 jam 47 menit itu, Priska takluk 5-7, 6-3, 2-6. Petenis peringkat 41 dunia putri, Janice Tjen, membuka asa Indonesia untuk bangkit pada pertandingan tunggal kedua. Janice berhasil menang dua set langsung atas Eunhye Lee dengan skor 6-2, 6-2 pada laga yang berlangsung selama 1 jam 27 menit. Pada pertandingan ketiga yang menampilkan laga ganda putri, Indonesia menurunkan pasangan Aldila Sutjiadi/Janice untuk menghadapi BoYoung Jeong/Eunhye Lee. Pasangan Indonesia Aldila/Janice tidak mengalami kesulitan berarti untuk mengatasi perlawanan BoYoung/Eunhye, dengan kemenangan dua set langsung, 6-4, 6-3 pada pertandingan yang berlangsung selama 1 jam 4 menit tersebut. Dengan hasil pertandingan melawan Korsel tersebut, Indonesia memuncaki klasemen sementara Grup I Asia Oceania, dengan empat kemenangan dari empat pertemuan menghadapi lawan-lawan sebelumnya. Indonesia memiliki catatan sepuluh kemenangan dan dua kekalahan. Lawan Indonesia pada Jumat, Korsel, berada di posisi kedua klasemen sementara dengan tiga kemenangan dan satu kekalahan dari empat pertemuan menghadapi lawan-lawan sebelumnya. Korsel memiliki catatan menang-kalah yang sama dengan Indonesia yakni sepuluh kemenangan dan dua kekalahan. Dua tim teratas akan promosi ke babak playoff qualifier pada November, sementara dua tim terbawah akan terdegradasi ke Grup II Asia/Oceania 2027. Indonesia masih akan meladeni tim Thailand pada Sabtu (11/4).

48 Klub Ramaikan Kejurprov Voli Jateng U-18 di GOR Satria Purwokerto

Kejurprov Bola Voli Jawa Tengah Grup U-18

Sebanyak 48 klub bola voli putra dan putri dipastikan ambil bagian dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Bola Voli Jawa Tengah Grup U-18 yang akan digelar di GOR Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, pada 9–12 April 2026. Turnamen berdurasi empat hari tersebut memperebutkan Piala PBVSI Banyumas dan diselenggarakan oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) PBVSI Jawa Tengah bersama PBVSI Banyumas. Pembukaan kejuaraan dijadwalkan berlangsung Kamis (9/4/2026), bertepatan dengan pertandingan perdana. Panitia menyatakan seluruh persiapan teknis telah dirampungkan guna memastikan pelaksanaan turnamen berjalan lancar dan kompetitif. Selain menjadi ajang pembinaan atlet muda, Kejurprov ini juga terbuka untuk publik. Panitia menetapkan harga tiket masuk bagi pelajar dan mahasiswa sebesar Rp5.000, sedangkan untuk penonton umum Rp10.000. Pada kategori putri, kompetisi akan diikuti 23 klub dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah. Klub-klub tersebut terdiri dari Tunas Magelang (Kota Magelang), Vita Solo, Tamtama Kroya (Cilacap), Avoba Banyumas, Patriot Purworejo, Kazana Banyumas, Prayoga Wonogiri, Revolusi Karanganyar, Bhayangkara Muda Grobogan, Bekade Taman Sanggra Banyumas, Bintang Selatan Sukoharjo, Izaura Kebumen, Gavo Salatiga, M2B Sido Gumelar BNA, Mitra Kencana Semarang, Porvit Kudus, Perdana Wonosobo, Pervores (Kabupaten Magelang), Kabupaten Semarang, Boemi Perwira Purbalingga, Kyai Mojo Sragen, Mafaza Brebes, serta Kabupaten Pati. Sementara itu, kategori putra diikuti 25 klub. Daftar peserta meliputi Avotax Karanganyar, Vita Solo, Mandubest Brebes, Patriot Purworejo, Kabisturon Banyumas, Lavici Banyumas, Bhayangkara Muda Grobogan, Bintang Selatan Sukoharjo, Viar Sragen, Baruna Banjarnegara, Abimanyu Boyolali, Atlas Semarang, BVB Purwokerto Banyumas, Bhayangkara MJB Kebumen, Porvit Kudus, Bina Taruna Klaten, Pijar Salatiga, Pervores (Kabupaten Magelang), Kabupaten Semarang, Boemi Perwira Purbalingga, CSA Kota Pekalongan, Pradikta Wonogiri, Tunas Bintang Jepara, Kabupaten Pati, serta Padepokan Rembang. Ketua Harian PBVSI Banyumas, Agus Supriyanto, menegaskan Kejurprov U-18 ini bukan sekadar ajang pertandingan, tetapi juga menjadi wadah penting untuk seleksi atlet muda. “Kejuaraan ini menjadi momentum untuk mengukur kemampuan atlet usia muda sekaligus memperkuat pembinaan berjenjang di daerah,” kata Agus. Panitia menargetkan turnamen ini dapat melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat nasional sekaligus membawa nama Jawa Tengah lebih diperhitungkan dalam peta bola voli Indonesia. Adapun batas akhir pendaftaran klub ditetapkan pada 2 April 2026. Informasi lebih lanjut terkait teknis pertandingan dan pelaksanaan turnamen dapat diperoleh melalui Sekretariat PBVSI Banyumas.

Charleston Open 2026: Langkah Janice Tjen Terhenti

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen, ditaklukkan tuan rumah pada babak 32 besar Charleston Open 2026. Janice Tjen tampil untuk pertama kalinya pada ajang Charleston Open 2026. Turnamen dalam agenda Clay-court Swing ini digelar pada 30 Maret hingga 5 April 2026 di Althea Gibson Club Court, Amerika Serikat. Janice Tjen menantang petenis Amerika Serikat, McCartney Kessler. Petenis berusia 23 tahun ini tak berdaya melawan wakil tuan rumah pada turnamen WTA 500 itu. Meski berstatus unggula ke-12, Janice takluk di tangan Kessler dengan skor akhir 2-6, 1-6. Namun, petenis peringkat 41 dunia itu sempat unggul terlebih dahulu pada gim pertama. Tetapi, sang rival memberikan perlawanan ketat hingga ada tiga gim berikutnya. Kessler tampil dominan hingga set pertama berhasil diamankan dengan skor 2-6. Berangkat dengan modal positif untuk set kedua, Kessler tampil apik hingga memimpin dengan skor 5-0. Janice lagi-lagi mencoba mengejar ketertinggalan pada gim keenam. Pemenang dari Chennai Open 2025 ini berhasil mencuri satu poin dari gim itu. Waktu menjadi halangan Janice untuk kembali bangkit. Sehingga, laga harus berakhir dengan kekalahan Tjen. Dengan hasil ini, perjalanan dari petenis asal Jakarta itu pada Charleston Open 2026 sudah resmi berakhir pada dua nomor yang diikutinya.

Charleston Open 2026: Perjuangan Aldila/Janice Terhenti

Aldila Sutjiadi/Janice Tjen v Aleksandra Krunic/Zhang Shuai

Bertanding pada babak pertama ajang WTA 500 di Charleston, AS, Rabu WIB, Janice/Aldila tak mampu menghadang pasangan unggulan teratas Aleksandra Krunic/Zhang Shuai dengan 6-7(3), 5-7, demikian catatan WTA. Pertandingan berlangsung ketat pada set pertama, dengan duet Kroasia/China itu berusaha mendominasi permainan lewat servis kuat mereka. Krunic/Shuai unggul satu ace, dan berhasil memasukkan 71,8 persen servis pertama mereka. Sementara Janice/Aldila melakukan dua kesalahan ganda, Krunic/Shuai mengkonversi satu-satunya peluang break point. Mereka kemudian melaju memenangi tujuh dari 10 poin tie-break untuk mencuri keunggulan. Janice/Aldila mencoba bangkit di set kedua dengan unggul dua ace, dan 66,7 persen persentase poin pengembalian bola kedua. Namun, Krunic/Shuai tetap kokoh dengan servis mereka untuk menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan setelah satu jam 33 menit.

Janice Tjen Juga Kandas di Ganda Ajang Miami Open 2026

Janice Tjen & Chan Hao-ching

Petenis muda Indonesia, Janice Tjen harus kembali menelan pil pahit di Miami Open 2026. Janice harus mengakhiri perjuangannya di Miami Open 2026 setelah menelan kekalahan di sektor ganda. Menggandeng Chan Hao-ching dari Chinese Taipei, petenis kelahiran Jakarta itu menelan kekalahan saat menghadapi unggulan empat turnamen, Elise Mertens/Zhang Shuai. Duet Janice/Hao-ching harus mengakui ketangguhan pasangan asal Belgia dan China tersebut dengan dua set langsung, 3-6, 4-6 di Hard Rock Stadium, Miami Garden, Miami, Amerika Serikat, pada Senin (23/3) dini hari WIB. Kekalahan ini membuat Janice Tjen dan Chan Hao-ching dipastikan gugur dalam turnamen level WTA 1000 tersebut. Mereka belum mampu berbicara banyak karena langsung kandas di babak pertama alias 32 besar. Bagi Janice Tjen, ini bukan kekalahan pertama yang ia rasakan di Miami Open 2026. Sebelumnya petenis berusia 23 tahun itu juga mendapatkan hasil serupa pada sektor tunggal beberapa hari sebelumnya. Janice Tjen yang memiliki ranking WTA nomor 40 dunia, langsung gugur pada babak pertama Miami Open 2026 usai kalah dari Yulia Putintseva. Anak didik Chris Bint itu menyerah di tangan petenis Uzbekistan lewat pertarungan sengit tiga set, 6-3, 3-6, 4-6 pada Jumat (20/3). Dengan demikian, Janice Tjen mencatatkan debut tak menyenangkan di Miami Open 2026. Sebab dirinya gagal meraih satupun kemenangan dalam salah satu turnamen elite WTA Tour tersebut meski turun di dua nomor berbeda.

Aldila Sutjiadi/Ingrid Neel lolos ke putaran kedua Miami Open

Aldila Sutjiadi & Ingrid Neel

Pasangan Aldila Sutjiadi/Ingrid Neel lolos ke putaran kedua Miami Open 2026 setelah mengatasi perlawanan pasangan tuan rumah Hailey Baptista/Peyton Stearns di Court 3, Hard Rock Stadium, Florida, Minggu dini hari WIB. Dikutip dari laman penyelenggara, duet Aldila/Ingrid menang atas Baptista/Stearns setelah bertarung selama tiga set dengan skor 6-2, 6-7, 10-6. Pada pertandingan berikutnya di ajang WTA 1000 itu, Aldila/Ingrid akan bertemu pemenang pertandingan antara unggulan ketujuh Cristina Bucsa/Nicole Melichar melawan Sofia Kenin/Ludmila Samsonova. Aldila/Ingrid tampil dominan pada set pertama pertandingan yang berlangsung selama 1 jam 43 menit tersebut. Mereka sukses mencatatkan satu ace, mengonversi tiga dari tiga peluang break point untuk mengunci set pertama dengan keunggulan cukup meyakinkan. Namun Baptiste/Stearns mampu bangkit pada set kedua. Pasangan AS itu memberi perlawanan dengan sengit melalui keberhasilan mencatatkan satu ace, 50 persen break point, dan 73 persen kesuksesan mendapatkan poin dari serve pertama. Set kedua berlangsung sampai skor imbang 6-6, sebelum Baptiste/Stearns menutupnya dengan keunggulan 7-4. Pada set penentuan yang menggunakan model super tie break, Aldila/Ingrid berhasil kembali membalikkan keadaan. Aldila/Ingrid berhasil memaksimalkan 100 persen pukulan serve pertama mereka untuk menghasilkan poin, dan 50 persen pukulan serve kedua mereka untuk menghasilkan poin dan mengunci kemenangan 10-6. Selain Aldila, petenis putri Indonesia lainnya, Janice Tjen, juga masih terlibat pada Miami Open. Janice yang berpasangan dengan Chan Hao-ching di ganda putri akan bermain melawan pasangan Elise Mertens/Zhang Shuai pada Senin (23/3) dini hari WIB.

Hasil Drawing Piala Thomas dan Uber 2026

Drawing Piala Thomas dan Uber 2026

Berikut hasil drawing Piala Thomas dan Uber 2026, di mana tim bulu tangkis Indonesia tergabung bersama tim-tim kuat dari berbagai penjuru dunia. BWF resmi telah mengumumkan hasil drawing Piala Thomas dan Uber 2026, yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia pada Rabu (18/3/2026) siang WIB. Ajang Piala Thomas dan Uber 2026 sendiri akan berlangsung di Horsens, Denmark pada 24 April hingga 3 Mei 2026 mendatang. Tim bulu tangkis Indonesia sendiri bisa dibilang memiliki hasil undian yang berbeda. Tim putra bisa disebut tergabung dengan grup neraka. Tim bulu tangkis putra Indonesia yang berstatus sebagai unggulan kedua tergabung di Grup D, bersama Prancis, Thailand dan Aljazair. Aljazair boleh dibilang tak diperhitungkan dalam persaingan di fase grup. Namun berbeda dengan Prancis dan Thailand yang merupakan tim kuat di dunia bulu tangkis. Thailand sejak lama memiliki persaingan sengit dengan Indonesia khususnya di kawasan Asia Tenggara. Untuk sektor putra, mereka memiliki Kunlavut Vitidsarn yang saat ini menjadi tunggal putra nomor satu dunia di ranking BWF. Sementara Prancis kini menjadi salah satu negara dengan bulu tangkis terbaik di Eropa. Apalagi mereka memiliki Alex Lanier hingga atlet bersaudara yakni Toma Junior Popov dan Christo Popov. Di sisi lain, tim bulu tangkis putri Indonesia tergolong memiliki persaingan yang cukup mudah di Grup C, yang dihuni oleh Chinese Taipei, Kanada dan Australia. Meniliki dari beberapa turnamen ke belakang, Chinese Taipei yang tengah menunjukkan eksistensinya di dunia bulu tangkis menjadi lawan terkuat untuk Indonesia di Grup C. Sehingga kedua negara berpeluang besar lolos ke babak knockout. Berikut hasil drawing Piala Thomas dan Uber 2026: Piala Thomas 2026: Grup A: China, India, Kanada, Australia Grup B: Jepang, Malaysia, Inggris, Finlandia Grup C: Chinese Taipei, Denmark, Korea Selatan, Swedia Grup D: Indonesia, Prancis, Thailand, Aljazair Piala Uber 2026: Grup A: China, India, Denmark, Ukraina Grup B: Jepang, Malaysia, Inggris, Afrika Selatan Grup C: Chinese Taipei, Indonesia, Kanada, Australia Grup D: Korea Selatan, Thailand, Bulgaria, Spanyol

Ruichang China Masters: Bagas perlu tambah power usai jadi runner-up

Ruichang China Masters 2026

Tunggal putra Indonesia, Prahdiska Bagas Shujiwo mengatakan perlu menambah kekuatan pukulan atau power sebagai bagian dari evaluasi utama setelah menjadi runner-up Ruichang China Masters 2026. Bagas harus mengakui keunggulan tuan rumah Sun Chao pada partai final di Ruichang, China, Minggu, setelah kalah dua gim langsung 14-21, 11-21. “Alhamdulillah tetap bersyukur dengan hasil ini. Di gim pertama saya tidak bisa keluar dari tekanan lawan. Lawan hari ini bermain sangat bagus dan berani,” ujar Bagas dalam keterangan PP PBSI setelah laga. Ia menjelaskan, upayanya untuk mengikuti tempo permainan lawan pada gim kedua belum membuahkan hasil karena masih kesulitan keluar dari tekanan, sehingga beberapa pukulannya kurang maksimal dan mampu dimanfaatkan lawan untuk meraih poin. “Gim kedua saya sudah mencoba mengikuti tempo lawan, tetapi tetap belum bisa keluar dari tekanan. Banyak bola buangan saya yang tanggung dan itu bisa dimanfaatkan lawan,” katanya. Bagas mengungkapkan tidak ada kendala berarti secara teknis maupun kondisi fisik pada pertandingan tersebut. Namun, ia mengakui lawannya tampil lebih percaya diri, rapi, serta berani mengambil inisiatif serangan dengan tempo cepat. Menurut Bagas, faktor tekanan pertandingan juga memengaruhi penampilannya sehingga ia tidak bisa menunjukkan permainan terbaik seperti biasanya. “Tekanan pasti ada dan hari ini saya tidak bisa bermain seperti biasa. Lawan juga lebih berani menyerang dan sangat rapi permainannya,” ujarnya. Sebagai bahan perbaikan, Bagas menegaskan perlunya peningkatan di berbagai aspek, terutama kekuatan pukulan agar mampu bersaing lebih baik saat menghadapi pemain dengan permainan agresif. “Ke depannya mungkin saya harus menambah power saya dan masih banyak lagi yang harus saya evaluasi,” kata Bagas.

Putri KW jadikan Swiss Open sebagai bahan evaluasi tingkatkan performa

Putri Kusuma Wardani

Tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani menjadikan pencapaiannya menjadi runner-up Swiss Open 2026 sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan performa, terutama dalam menghadapi tekanan saat laga penting. Putri harus mengakui keunggulan wakil Thailand, Supanida Katethong dengan skor 11-21, 15-21 pada final yang berlangsung di St. Jakobshalle, Basel, Minggu. “Sebenarnya saya ingin bisa mengeluarkan permainan terbaik dari awal, tapi di lapangan merasa cukup tertekan. Supanida juga menerapkan strategi yang tepat dengan membatasi bola atas saya dan mempercepat tempo permainan,” kata Putri dalam keterangan resmi PP PBSI setelah laga final. Unggulan pertama tersebut tetap bersyukur mampu menembus partai final, meski mengaku belum puas karena merasa permainannya tidak berkembang optimal pada laga penentuan gelar. “Tapi memang kurang puas karena permainan saya tidak keluar hari ini,” ujarnya. Putri menambahkan, rangkaian turnamen yang diikutinya dalam beberapa pekan terakhir memberinya banyak pengalaman berharga, terutama saat menghadapi pemain-pemain dengan karakter permainan berbeda. Menurut dia, pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk meningkatkan kemampuannya dalam menghadapi pemain dengan pertahanan solid maupun serangan agresif. “Dari dua minggu ini saya dapat banyak pengalaman dari pemain top. Saya bisa belajar bagaimana menghadapi tipe permainan yang berbeda-beda,” katanya. Ke depan, Putri mengatakan masih perlu meningkatkan berbagai aspek, mulai dari fisik, teknik, hingga faktor nonteknis seperti fokus dan kemampuan mengatasi tekanan dalam pertandingan. “Secara keseluruhan saya harus lebih kuat lagi, baik dari fisik, teknik, maupun nonteknis seperti fokus dan kemampuan keluar dari tekanan,” ujar Putri.

Swiss Open 2026: Alwi akui tampil antiklimaks

Alwi Farhan

Tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan mengakui penampilannya antiklimaks setelah keluar sebagai runner-up Swiss Open 2026 lantaran kalah dari wakil Jepang Yushi Tanaka pada partai final. Pada pertandingan yang berlangsung di St Jakobshalle, Basel, Minggu, unggulan keenam itu takluk dua gim langsung dengan skor 18-21, 12-21. “Pasti bersyukur, ini minggu yang luar biasa dan tidak gampang juga karena banyak tantangan yang harus saya lewati. Sayang sekali di partai final saya merasa antiklimaks, tapi saya mengakui Yushi bermain lebih baik,” ujar Alwi setelah laga, dikutip dari keterangan resmi PP PBSI. Alwi mengatakan kondisi fisik menjadi salah satu faktor yang memengaruhi performanya pada laga final, terutama karena waktu pemulihan yang terbatas setelah menjalani pertandingan semifinal sehari sebelumnya. Dia mengaku belum mampu melakukan pemulihan secara optimal sehingga berdampak pada penampilan di laga puncak, meski tetap berusaha memberikan perlawanan maksimal. “Saya merasa kurang bisa recovery lebih bagus saja setelah laga semifinal tadi malam. Saya akan kembali lebih kuat dan mencoba di lain kesempatan,” kata Alwi. Meski gagal meraih gelar, Alwi mengungkapkan dua pekan terakhir menjadi periode penting untuk menambah pengalaman bertanding, terutama saat menghadapi turnamen dengan tingkat persaingan tinggi. Menurut dia, meski Swiss Open berlevel Super 300, tantangan yang dihadapi tidak jauh berbeda dengan turnamen level Super 1000 yang diikutinya pada pekan sebelumnya di All England 2026. “Dengan kondisi yang sudah tidak 100 persen saya tetap mencoba berusaha. Pengalaman untuk pertandingan berikutnya,” tutur Alwi.

PBSI Tetapkan Mekanisme Magang, Promosi, dan Degradasi Atlet Pelatnas

Penutupan Seleknas PBSI 2026

Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) terus berkomitmen membangun sistem pembinaan prestasi yang objektif, terukur, transparan, dan akuntabel. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penetapan Peraturan Organisasi PBSI Nomor 012 tentang Mekanisme Rekrutmen, Promosi, dan Degradasi Atlet serta Pelatih Pelatnas. Melalui peraturan tersebut, PBSI menetapkan ketentuan teknis dan operasional yang mengatur proses pembinaan atlet secara lebih terstruktur. Sistem ini mencakup tiga mekanisme utama dalam pembinaan atlet menuju dan di dalam Pelatnas PBSI, yaitu program magang (internship) atlet daerah, mekanisme promosi atlet Pelatnas, dan mekanisme degradasi atlet Pelatnas. Program magang atlet daerah menjadi salah satu jalur pembinaan yang memberikan kesempatan bagi atlet-atlet potensial dari berbagai daerah untuk merasakan atmosfer latihan di Pelatnas PBSI. Atlet yang mengikuti program ini direkomendasikan oleh pelatih Pelatnas berdasarkan data dan catatan prestasi yang dimiliki. Selama masa magang yang berlangsung selama tiga bulan, atlet akan mengikuti program latihan bersama pelatih sektor terkait sekaligus melalui proses evaluasi performa. Dalam pelaksanaannya, pembiayaan transportasi kedatangan dan kepulangan atlet menjadi tanggung jawab klub asal atlet. Sementara itu, biaya latihan dan akomodasi selama mengikuti program magang ditanggung oleh PP PBSI, sedangkan keikutsertaan atlet dalam kejuaraan tetap menjadi tanggung jawab klub asal masing-masing atlet. Selain program magang, PBSI juga menetapkan mekanisme promosi atlet ke Pelatnas sebagai jalur bagi atlet berprestasi untuk bergabung ke dalam sistem pembinaan nasional. Promosi atlet didasarkan pada sejumlah kriteria, di antaranya pencapaian minimal 50% dan satu gelar juara pada turnamen nasional dalam satu tahun yang sama, seperti Sirnas A/Premier, Kejuaraan Nasional, maupun Grand Prix Pembangunan Jaya atau turnamen setara. Kriteria lainnya meliputi juara Seleksi Nasional (Seleknas), juara turnamen Super 100 kategori U-19, rekomendasi pelatih Pelatnas dan Tim Pemandu Bakat, serta prestasi di ajang internasional kelompok usia seperti Asia Junior Championships dan World Junior Championships nomor perorangan. Atlet yang dipromosikan ke Pelatnas PBSI juga diwajibkan mengikuti rangkaian tes yang meliputi tes fisik, tes medis, dan tes psikologis. Penetapan promosi atlet dilakukan berdasarkan persetujuan Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Pelatnas dan disahkan oleh Wakil Ketua Umum PBSI. Di sisi lain, mekanisme degradasi atlet Pelatnas diterapkan sebagai bagian dari evaluasi pembinaan secara berkala untuk menjaga standar dan performa atlet sesuai indikator capaian prestasi. Mekanisme ini juga bertujuan memberikan ruang regenerasi bagi atlet-atlet potensial lainnya, sekaligus memastikan proses pembinaan berjalan berdasarkan prinsip meritokrasi dan kompetisi yang sehat. Penilaian degradasi atlet dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah parameter, antara lain usia atlet, lama masa pembinaan di Pelatnas, capaian prestasi, Key Performance Index (KPI) atlet, serta data perkembangan yang mencakup aspek medis, fisik, psikologis, dan presensi atlet. Proses penetapan degradasi diawali dengan usulan dari pelatih sektor yang disertai data pendukung, kemudian dibahas dalam rapat koordinasi Bidang Pembinaan Prestasi Pelatnas. Hasil rapat tersebut selanjutnya diajukan untuk mendapatkan persetujuan Wakil Ketua Umum I sebelum ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Degradasi Atlet Pelatnas PBSI. Melalui penerapan mekanisme magang, promosi, dan degradasi ini, PBSI berharap seluruh Pengurus Provinsi PBSI dan Perkumpulan Bulutangkis di Indonesia memiliki pemahaman yang seragam mengenai sistem pembinaan atlet. Dengan demikian, diharapkan tercipta kesinambungan proses pembinaan prestasi yang berkelanjutan, mulai dari tingkat daerah hingga menuju Pelatnas PBSI. Sistem pembinaan yang semakin terstruktur ini juga diharapkan dapat memperkuat upaya PBSI dalam melahirkan atlet-atlet bulutangkis Indonesia yang mampu bersaing dan berprestasi di tingkat dunia.

All England 2026: Raymond/Nikolaus Terhenti

Raymond Indra/Nikolaus Joaquin

Ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin mengambil banyak pelajaran berharga setelah menghadapi pasangan peringkat satu dunia Kim Won Ho/Seo Seung Jae pada semifinal All England 2026 di Utillita Arena Birmingham, Birmingham, Minggu pagi WIB. Raymond/Nikolaus harus mengakui keunggulan wakil Korea Selatan tersebut setelah kalah dua gim langsung 19-21, 13-21. Meski gagal melangkah ke final, pasangan muda Indonesia itu justru melihat pertandingan tersebut sebagai kesempatan belajar dari salah satu pasangan terbaik dunia. “Kami akan mencoba meniru seperti mereka supaya kami bisa lebih baik ke depannya,” kata Nikolaus dalam keterangan resmi PP PBSI, Minggu. Raymond mengatakan mereka sebenarnya sempat berada dalam posisi yang cukup baik pada gim pertama. Namun kurangnya konsentrasi di poin-poin krusial membuat lawan mampu membalikkan keadaan. “Puji Tuhan pertandingan berjalan lancar walaupun tadi tidak menang. Di gim pertama kami sudah unggul tapi konsentrasinya kurang jadi lawan bisa membalikkan keadaan. Mereka punya kekuatan yaitu bisa tampil konsisten terutama di poin-poin akhir,” ujar Raymond. Menurut Raymond, perjalanan di turnamen level Super 1000 tersebut memberikan pengalaman yang sangat penting bagi perkembangan permainan mereka. “Pengalaman yang sangat berharga kami dapat di All England ini. Dari babak pertama kami tidak menemukan lawan yang mudah, semuanya setara di level Super 1000. Makin tinggi levelnya makin susah juga,” katanya. Sementara itu, Nikolaus mengungkapkan sejak awal mereka menyadari peluang di lapangan selalu terbuka bagi kedua pasangan. Namun pada pertandingan tersebut, pasangan Korea Selatan tampil lebih siap. “Pada awalnya kami berpikir sama-sama di lapangan, sama-sama punya kesempatan untuk menang. Tapi hari ini kami mengakui mereka lebih siap,” ujar Nikolaus. Ia bahkan merasakan perbedaan kualitas tersebut sejak sebelum pertandingan dimulai. “Melawan peringkat satu dunia kami banyak mendapat pelajaran. Dari pemanasan saja auranya sudah berbeda. Kim/Seo benar-benar stabil terus dari awal sampai akhir,” katanya. Bagi Raymond/Nikolaus, kesempatan menghadapi pasangan nomor satu dunia secara langsung menjadi pengalaman penting untuk memahami standar permainan di level tertinggi. Konsistensi dan stabilitas permainan yang ditunjukkan Kim/Seo menjadi hal yang ingin mereka pelajari untuk meningkatkan kualitas permainan ke depan. Keberhasilan menembus semifinal All England juga menjadi modal kepercayaan diri bagi Raymond/Nikolaus untuk melanjutkan perjalanan mereka di turnamen-turnamen besar berikutnya. “Tentu hal ini membuat kami lebih percaya diri dengan hasil semifinal ini. Ke depan tidak boleh dijadikan beban, kami mau menjalani dengan enjoy saja,” kata Nikolaus.

All England 2026: Raymond/Joaquin Tembus Semifinal

Raymond Indra/Nikolaus Joaquin

Raymond Indra/Nikolaus Joaquin melanjutkan kejutan di All England 2026 dengan mengalahkan Liang Wei Keng/Wang Chang 21-12, 21-18. Raymond/Joaquin ke semifinal jadi wakil Indonesia yang tersisa. Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menghadapi unggulan ketiga Liang Wei Keng/Wang Chang (China) pada perempatfinal All England 2026. Laga ini berlangsung di Utilitia Arena, Birmingham, Inggris, Sabtu (7/3/2026) dini hari WIB. Raymond/Joaquin tampil apik sejak awal gim pertama. Mereka mampu unggul 4-2. Liang/Wang sempat mengejar dengan hanya tertinggal satu angka saat 5-6. Indra/Joaquin bisa kembali menjauh dengan mendapat tiga poin beruntun untuk unggul 9-5. Raymond/Joaquin unggul 11-6 saat interval. Selepas interval, Liang/Wang perlahan memangkas jarak angka hingga 15-17. Raymond/Joaquin bermain apik mengimbangi agresivitas Liang/Wang. Ganda putra ranking 17 ini mendapatkan game point saat kedudukan 20-16. Mereka bisa memenangi gim pertama 21-16. Duel sengit di awal gim kedua. Pukulan terukur Indra ke area belakang Liang/Wang mengakhiri rally bikin skor imbang 3-3. Raymond/Joaquin kemudian sempat tertinggal 3-5. Secara luar bisa mereka bangkit untuk berbalik unggul 7-5. Liang/Wang setelahnya banyak membuat kesalahan. Hal ini diamanfaatkan Indra/Joaquin untuk menjauh hingga unggul 11-7 saat interval gim kedua. Raymond/Joaquin langsung bermain agresif usai interval. Hasilnya mereka bisa mendulang dua angka. Raymond/Joaquin terus konsisten. Mereka unggul sembilan angka saat skor 18-9. Smash Raymond yang gagal dikembalikkan Wang bikin pasangan Indonesia mendapatkan match point 20-10. Pengembalian Liang yang melebar bikin Raymond/Joaquin memenangi laga usai mengamankan gim kedua 21-18. Raymond/Joaquin melaju ke semifinal. Mereka jadi satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di All England 2026.

Janice Tjen segel tiket 16 besar Indian Wells 2026

Chan Hao-ching dan Janice Tjen

Petenis Indonesia, Janice Tjen yang berpasangan dengan petenis Chan Hao-Ching menyegel tiket babak 16 besar sektor ganda putri Indian Wells 2026. Dalam laga 32 besar yang berlangsung di Indian Wells, California, Amerika Serikat, Jumat, Janice/Chan menghajar Katarzyna Piter/Andreja Klepac lewat skor 6-4 dan 6-2. Di gim pertama, Janice/Chan tampil mendominasi dengan unggul dalam persentase serve pertama dengan mencatatkan 88 persen berbanding Katarzyna/Andreja yang mengukir 56 persen seperti statistik yang dicatatkan dalam WTA. Janice/Chan juga tampil dominan dalam persentase serve kedua dengan mengamankan probabilitas kemenangan 67 persen dibanding Katarzyna/Andreja yang mengunci 62 persen. Di set pertama, Janice/Chan meladeni permainan terbuka Kararztna/Andreja dan berhasil unggul 5-4 sebelum menutup kemenangan menjadi 6-4. Memasuki set kedua, Janice/Chan bahkan memenangkan poin sebanyak lima kali beruntun pada pertandingan kali ini dan unggul 5-1 sebelum berhasil menutup pertandingan lewat kemenangan 6-2. Di babak 16 besar, Janice/Chan akan menunggu calon lawan antara Christina Busca/Nicole Melichar atau Darija Jurak Schreib/Giuliana Olmos.

Janice Tjen takluk di babak pertama Indian Wells

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia Janice Tjen harus menelan kekalahan pahit pada babak pertama WTA 1000 BNP Paribas Open 2026 di Indian Wells, California, AS, setelah berjuang selama dua jam 46 menit, Kamis WIB. Janice, yang merebut set pertama, dipaksa memainkan rubber set dan tie-break pada set penentu. Petenis kelahiran Jakarta berusia 23 tahun itu tak mampu menghalau Jaqueline Cristian dengan skor akhir 6-4, 4-6, 6-7(8). Pada set pertama Janice unggul dari segi persentase memenangi poin servis pertama 73,3 persen dan poin servis kedua 63,6 persen, menurut statistik WTA. Ia juga unggul dari segi pengembalian bola untuk memimpin pertandingan. Cristian, yang saat ini berada di peringkat 35 dunia empat strip di atas Janice, mendominasi set kedua dengan servis kuat, mencatatkan dua ace dan 70,4 persen servis pertama. Ia juga mengkonversi keseluruhan dua peluang break point untuk menyamakan kedudukan di set kedua. Janice bangkit pada set penentu dengan memenangi tiga gim langsung, namun Cristian menahan petenis Merah Putih itu 3-3. Kedua petenis saling berkejar-kejaran poin hingga angka di papan skor menunjukkan 6-6. Skenario serupa juga terjadi di tie-break. Kedua petenis tak ingin menyerahkan kemenangan hingga kedudukan 6/6. Cristian yang mencatatkan tiga ace berhasil memenangi dua poin setelah itu untuk menyelesaikan pertandingan babak pembukanya dengan kemenangan. Sementara Cristian melaju ke babak kedua untuk bertemu petenis No.1 Australia unggulan ke-29 Maya Joint yang mendapat bye, Janice untuk pertama kalinya kandas pada babak pertama ajang WTA 1000-nya. Sebelumnya pada WTA 1000 Doha, Janice terhenti di tangan unggulan teratas Iga Swiatek pada babak kedua Qatar Total Energies Open 2026 setelah mengalahkan petenis Brasil Beatrice Haddad Maia. Di WTA 1000 Dubai, Janice berhasil mencapai babak 16 besar. Ia sukses menumbangkan Dayana Yastremska dan Leylah Fernandez dengan straight set, sebelum terhenti di tangan unggulan kedua Amanda Anisimova.

Janice Tjen melesat ke peringkat 36 dunia

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia Janice Tjen mencatatkan tonggak pencapaian baru dengan melesat ke peringkat 36 dunia, Senin, setelah “Middle East swing” berakhir pekan lalu dengan dengan Dubai Duty Free Tennis Championships, turnamen WTA 1000 kedua musim 2026. Bertanding sebagai wild card, Janice mencatatkan kemenangan Top 30 keempat dalam kariernya dalam perjalanannya menuju babak 16 besar WTA 1000 untuk pertama kalinya dengan mengalahkan Leylah Fernandez untuk kedua kalinya setelah pada babak pertama Australian Open 2026. Petenis berusia 23 tahun itu memasuki Top 40 untuk pertama kalinya, naik 10 peringkat dari No.46 ke No.36, demikian dikutip dari WTA. Sebelumnya di WTA 1000 Doha, Janice terhenti di tangan unggulan teratas Iga Swiatek pada babak kedua Qatar Total Energies Open 2026 setelah mengalahkan petenis Brasil Beatrice Haddad Maia dengan 6-0, 6-1. Janice memulai “Middle East swing” di Mubadala Abu Dhabi Open 2026. Ia mengalahkan petenis No.1 Australia yang sedang naik daun Maya Joint pada babak pertama ajang WTA 500 tersebut. Namun, Janice kandas pada babak kedua setelah dihentikan unggulan kelima Liudmila Samsonova. Meski begitu, Janice berhasil mencapai semifinal di sektor ganda bersama petenis Filipina Alexandra Eala. Eala juga mencatatkan tonggak capaian baru dengan melompat 16 peringkat dari No.47 ke No.31 setelah berhasil mencapai perempat final WTA 1000 Dubai. Setelah “Middle East swing” Janice bertolak ke Meksiko untuk “Sunshine Swing” dengan mengikuti Merida Open 2026. Pada ajang WTA 500 tersebut Janice menjadi unggulan keenam dengan akan menghadapi petenis Kolombia Camila Osorio pada babak pertama yang dijadwalkan Rabu (25/2). Janice juga akan tampil bermain ganda bersama Katarzyna Piter. Janice/Piter akan menghadapi Madeleine Brooks/Shuo Feng pada laga pembuka mereka, Rabu (25/2).

Janice Tjen jadi unggulan keenam Merida Open

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen menjadi unggulan keenam Merida Open di Meksiko, yang akan berlangsung pada 23 Februari – 1 Maret 2026. Janice Tjen sendiri akan melawan Camila Osorio dalam babak pertama turnamen WTA 500 Merida Open 2026. Duel Janice Tjen vs Ososiro akan berlangsung di Yucatan Country Club pada Rabu (25/2) pukul 23:00 waktu Indonesia. Janice juga akan tampil bermain ganda bersama Katarzyna Piter. Janice/Piter akan menghadapi Madeleine Brooks/Shuo Feng pada laga pembuka mereka, Rabu (25/2). Osorio mencatat pencapaian terbaik pada 2025 dengan menjuarai turnamen WTA 250 Bogota, untuk tahun kedua berturut-turut, dan ketiga kali dalam kariernya. Ia juga mencapai semifinal WTA 250 Rabat dan perempat final WTA 250 Singapura. Petenis berusia 24 tahun itu kini berada di peringkat 62 dunia, berada di bawah Janice yang menempati posisi 46 per Minggu malam ini. Bagi Janice, musim 2025 merupakan tahun terobosan setelah mencapai final WTA 250 di Sao Paulo. Ia kemudian menjuarai tur pertamanya di Chennai sehingga menjadi petenis Indonesia pertama yang menjuarai tunggal WTA Tour sejak Angelique Widjaja di Pattaya City 2002. Peringkat Janice meroket dari No. 411 ke peringkat tertinggi dalam kariernya, No.53. Pada 2025, Janice juga memenangi dua gelar ganda pertamanya di Guangzhou bersama Katarzyna Piter, dan Chennai bersama Aldila Sutjiadi. Ia juga menjuarai WTA 125 Jinan dan meraih enam gelar tunggal ITF pada paruh pertama tahun itu. Sebelum terbang ke Meksiko, Janice menyelesaikan Middle East Swing dengan catatan positif dengan mencapai 16 besar WTA 1000 Dubai setelah kandas pada babak 32 besar Qatar Open. Di Dha, Janice terhenti di tangan unggulan teratas Iga Swiatek. Sebelumnya di Abu Dhabi, Janice yang mendapatkan wild card kandas di babak kedua setelah dihentikan unggulan kelima Liudmila Samsonova. Janice juga akan tampil bermain ganda bersama Piter. Janice/Piter akan menghadapi Madeleine Brooks/Shuo Feng pada laga pembuka.

Peraih Gelar Individu Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2026

Klub Mitra PB Djarum 2026

Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2026 sukses digelar di GOR Djarum, Jati, Kudus, 9–14 Februari 2026. Dari kategori beregu campuran U-15, Champion Gading Jaya memastikan gelar juara usai menundukkan Champion Magelang dalam pertarungan sengit. Ajang yang diinisiasi PB Djarum bersama Djarum Foundation melalui program Bakti Olahraga ini juga mempertandingkan nomor perorangan U-9 dan U-11 serta beregu U-13 dan U-15. Sebanyak 25 klub mitra dan tiga klub undangan ambil bagian, di antaranya PB Talenta Manado, PB Champion Makassar, PB Victory Bandung, dan Hevindo Balikpapan. Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2026 tak hanya melahirkan para juara, tetapi juga mempertegas komitmen pembinaan berjenjang yang berorientasi pada kualitas dan mental bertanding demi masa depan bulutangkis Indonesia. Daftar pemenang Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2026 Kategori Perorangan U-9 Putra Juara I : Ray Kalandra Al Kahfi (Champion Kudus) Juara II : Yusuf Al Ghifari Prasetia (Champion Madiun) Juara III : Azka Aldric Arrasyid (Victory Bandung) & Alfarizy Shagufta Mekka Heryanto (PMS Solo) U-9 Putri Juara I : Almeera Nafisha Shareen (Champion Madiun) Juara II : Asha Adiba Zada (Champions Jepara) Juara III : Inara Kania Aulia Mufida (Arista Semarang) & Gendhis Maheswari (Panorama Solo) U-11 Putra Juara I : Zayn Abdullah Rajendra (Champion Klaten) Juara II : Kentaro Javas Kaivan Tsaqib (PB Champion Kebumen) Juara III : Ibrahim Yuki Suwandi Yamamoto (Champion Klaten) & Kenzou Leonardo Wijaya (Champion Kudus) U-11 Putri Juara I : Ailsie Elaina Sembiring (Champion Kudus) Juara II : Aqila Zyan Noufalin (Arista Semarang) Juara III : Satmika Cinta (Champion Klaten) & Biancha Ramadhani Zhafira Wardoyo (Champion Madiun) Kategori Beregu U-13 Putra Juara I : Champion Klaten A Juara II : Champion Jepara Juara III : PMS Solo & Champion Kudus A Kategori Beregu U-13 Putri Juara I : Champion Klaten Juara II : Arista Semarang Juara III : Champion Kebumen & Kayp1 Champion Academy Kategori Beregu Campuran U-15 Juara I : Champion Gading Jaya Juara II : Champion Magelang Juara III : Champion Klaten & Champion Jepara

Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2026: Gading Jaya juara Beregu Campuran

kategori beregu campuran U15 pada Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2026

Klub bulu tangkis asal Jakarta Timur, Champion Gading Jaya, berhasil meraih gelar juara pada kategori beregu campuran U15 dalam ajang Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2026 yang digelar di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu. Pelatih PB Champion Gading Jaya Daniel Bagas Irawan di Kudus, Sabtu, mengaku bersyukur atas capaian tersebut. Keberhasilan ini terasa istimewa karena menjadi kompetisi perdana yang diikuti tim di bawah kepelatihannya. “Tidak gampang, persaingannya sangat ketat. Hampir semua pebulu tangkis dari klub mitra PB Djarum kualitasnya bagus. Perjuangan anak-anak luar biasa, bahkan ada atlet yang sempat sakit sebelum berangkat ke Kudus,” ujarnya usai laga final di GOR Djarum Jati, Kudus. Pada ajang yang diikuti 18 atlet usia 13 dan 15 tahun itu, kata dia, kejuaraan ini bukan hanya soal hasil akhir, tetapi juga momentum menambah pengalaman bertanding dan menempa mental. Terlebih, di partai final mereka harus berhadapan dengan tim kuat Champions Magelang. Menurut dia secara fisik kemampuan para pemain relatif seimbang. Namun faktor mental dan daya juang menjadi pembeda hingga akhirnya Champion Gading Jaya mampu memastikan kemenangan. Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2026 kembali menjadi panggung pembinaan atlet muda dengan format pertandingan yang semakin berkembang. Sebanyak 518 atlet dari 28 klub, terdiri atas 25 klub mitra PB Djarum dan tiga klub undangan, ambil bagian dalam ajang yang berlangsung pada 9–14 Februari 2026 di Kudus. Sedangkan kategorinya mulai perorangan U9 dan U11 serta nomor beregu U13 dan U15. Khusus sektor beregu, tahun ini format pertandingan mengadopsi sistem kejuaraan beregu dunia, yakni format Piala Thomas dan Piala Uber untuk U13, serta format Piala Sudirman untuk U15. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin mengatakan kejuaraan yang digagas sejak empat tahun lalu tersebut menjadi wadah peningkatan kualitas atlet muda dari berbagai daerah di Indonesia. Beberapa klub mitra dan undangan yang turut ambil bagian antara lain PB Talenta Manado (Sulawesi Utara), PB Champion Makassar (Sulawesi Selatan), PB Victory Bandung (Jawa Barat), dan Hevindo Balikpapan (Kalimantan Timur). “Kejuaraan ini merupakan salah satu upaya untuk menjaga nyala semangat bulutangkis di Indonesia. Dengan ajang ini, klub dapat mengukur kemampuan atletnya dan bersama-sama meningkatkan kualitas pembinaan,” ujarnya. Ia menambahkan sejumlah atlet binaan klub mitra bahkan telah menembus Pelatnas PBSI, seperti Selsi Jovika, Moh Zaki Ubaidillah, dan Richie Duta Richardo. Selain kompetisi, kejuaraan ini juga dirangkai dengan “coaching clinic” dan “sharing session” bagi para pelatih. Tahun ini, materi peningkatan endurance dipaparkan oleh pelatih fisik PB Djarum, Ari Subarkah. Ketua Panitia Pelaksana Sigit Budiarto menjelaskan penerapan tiga sistem pertandingan berbeda dirancang sebagai proses pembelajaran kompetitif bagi atlet muda agar terbiasa menghadapi tekanan sejak dini. “Tahun ini ada tiga kategori sistem pertandingan, mulai dari perorangan hingga beregu campuran. Harapannya, format yang berbeda-beda ini menjadi pelajaran baru bagi pelatih maupun atlet untuk terus mengasah mental dan semangat bertanding,” ujar Sigit. Meningkatnya jumlah peserta dibanding tahun lalu yang diikuti 439 atlet menjadi bukti antusiasme klub mitra terhadap kejuaraan ini. Penyelenggara berharap seluruh atlet tidak hanya menambah jam terbang, tetapi juga menjadikan ajang tersebut sebagai sarana pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas permainan.

WTA 1000 Dubai: Janice Tjen Melaju ke 16 Besar

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen berhasil mengalahkan petenis Kanada Leylah Fernandez, Senin, untuk mencapai babak ketiga Dubai Duty Free Tennis Championships. Bertanding pada babak kedua WTA 1000 Dubai, Janice meraih kemenangan straight set atas Fernandez setelah melalui awal yang sulit dengan skor akhir 7-6(5), 6-4, demikian catatan WTA. Set pertama berlangsung ketat. Servis kuat menjadi kunci serangan Fernandez, namun Janice bermain dengan lebih sabar dan berhati-hati. Ia memenangi 68,4 persen pengembalian bola dan mencatat empat double fault — lebih sedikit dari Fernandez. Memasuki tie-break, Janice memimpin dengan kedudukan 3-1. Meski runner-up US Open 2021 itu mengejar, petenis kelahiran Jakarta berusia 23 tahun itu menjaga selisih poin hingga sukses merebut set pertama dengan ace. Tak ingin bermain panjang, Janice bermain agresif di set kedua. Berbekal servis kuat, ia berhasil mencatatkan 93,8 persen poin servis pertama, dan mengkonversi satu-satunya peluang break point. Janice akhirnya berhasil mengemas kemenangan setelah satu jam 43 menit untuk mencapai babak ketiga WTA 1000 Dubai. Kemenangan itu meningkatkan catatan head to head Janice atas Fernandez 2-0 setelah mengalahkan petenis berusia 23 tahun itu pada babak pertama Australian Open 2026. Selanjutnya, pada babak 16 besar Janice akan menanti pemenang babak kedua antara petenis Ceko Barbora Krejcikova atau unggulan kedua asal AS Amanda Anisimova, yang akan berlangsung malam hari ini. Sebelumnya pada laga pembukanya di Dubai, Janice berhasil mengalahkan petenis Ukraina Dayana Yastremka dengan skor dominan 6-4, 6-1. Janice juga akan tampil di sektor ganda dengan menggandeng petenis Ceko Marie Bouzkova. Mereka akan berhadapan dengan Jiang Xinyu/Ulrikke Eikeri pada babak pertama yang dijadwalkan pukul 21.30 WIB. Turnamen Dubai merupakan ajang WTA 1000 ketiga bagi Janice. Ia debut di level tersebut dengan memanfaatkan wild card pada Abu Dhabi Open awal bulan ini. Namun, ia kandas di babak kedua setelah dihadang unggulan kelima Liudmila Samsonova. Pekan selanjutnya, Janice mengikuti ajang WTA 1000 keduanya di Doha, namun ia juga terhenti di babak kedua saat berhadapan dengan unggulan teratas petenis No.2 dunia Iga Swiatek.