Masih Ingin Meniti Karier di Level Junior, Ini Target Priska Pada Tahun 2021

Masih Ingin Meniti Karier di Level Junior, Ini Target Priska Priska Pada Tahun 2021

Petenis muda Indonesia, Priska Madelyn Nugroho, mengaku dirinya tak ingin terburu-buru naik kelas ke level pemain profesional. Namun, Priska sudah memiliki target pribadi yang ingin ia capai hingga akhir tahun 2021. Salah satu target dari petenis berusia 18 tahun tersebut adalah menembus top 10 junior. Selain itu, ia ingin fokus di Tur Eropa Junior 2021 sepanjang bulan Juni mendatang. Peraih medali perunggu SEA Games 2019 di Filipina tersebut mengaku tak ingin terburu-buru naik kelas ke level profesional seperti yang dilakukan rekan-rekan seangkatannya. Baginya, setiap atlet memiliki jalan karier yang berbeda dan dia sendiri memilih untuk fokus dulu di level junior. Priska juga menambahkan bahwa dirinya tidak risau jika disebut terlambat melakukan transisi ke jenjang profesional. “Setiap petenis punya jalan masing-masing. Dan saat pandemi ini, pilihan turnamen profesional yang tersedia memang lebih terbatas,” ujar Priska dalam rilis Pelti. Priska saat ini tengah fokus mengikuti Tur Eropa Junior 2021 yang akan berlangsung sepanjang bulan Juni dengan mendatangi berbagai kejuaraan elite dunia, termasuk grand slam. Saat ini Priska sedang berada di Prancis untuk melakukan persiapan menuju French Open Junior yang akan berlangsung pada 6-12 Juni. Kemudian, Priska dijadwalkan untuk mengikuti kejuaraan Wimbledon Junior 2021. Selain turnamen grand slam, petenis peringkat ke-17 dunia ini juga bakal berlaga di ajang tenis Grade 1 di Roethampton, Inggris. “Targetku masuk Top 10 ITF Junior akhir tahun ini,” kata Priska penuh keyakinan. Baginya, menembus top 10 junior akan lebih memudahkan jalan transisi menuju level profesional tahun depan. Pasalnya, sesuai aturan Women’s ITF World Tennis Tour, posisi tersebut akan memudahkan Priska mendapatkan fasilitas Junior Exempt. Yakni, fasilitas untuk menembus turnamen profesional dengan minimal total hadiah 25 ribu dolar AS atau sekitar Rp 360 juta.

Putri KW Juara, Indonesia Borong 4 Gelar

Putri KW Juara, Indonesia Borong 4 Gelar

Wakil tunggal putri Indonesia, yakni Putri Kusuma Wardani berhasil menjadi juara pada turnamen Spain Masters 2021. Ia pun mengukir sejarah dalam kariernya karena ini merupakan titel pertama bagi Putri setelah naik ke level senior. Selain itu, ia menjadi tunggal putri Indonesia pertama yang menjuarai gelar BWF World Tour dalam dua tahun terakhir. Putri mampu memastikan gelar tersebut usai mengalahkan unggulan ketiga asal Denmark, Line Christophersen, pada Minggu (23/5/2021) sore WIB. Tak tanggung, Putri mengandaskan lawannya dalam straight game, dengan skor akhir 21-15 dan 21-10. Selama berjuang di Spain Masters 2021, Putri yang berstatus non unggulan tampil gemilang dengan menumbangkan beberapa unggulan. Tercatat ada tiga unggulan yang menjadi “korban” Putri. Mereka ialah Line Christophersen (unggulan 3), Lianne Tan (unggulan 4) dan kompatriotnya, Ruselli Hartawan, yang merupakan unggulan kelima. Sayang, langkah Putri tak mampu diikuti oleh Chico Aura Dwi Wardoyo. Chico harus puas menjadi runner up tunggal putra Spain Masters 2021 usai kalah dua gim dari wakil Perancis unggulan kedua, Toma Junior Popov. Pada pertandingan lain, pasangan Yulfina Barkah/Febby Valencia Dwijayanti Gani juga berhasil naik podium juara Spain Masters 2021. Yulfina/Febby sukses merebut gelar juara ganda putri Spain Masters 2021 setelah mengalahkan unggulan pertama asal Denmark, Amalie Magelund/Freja Ravn. Selanjutnya, di nomor ganda putra, Indonesia meraih gelar lewat perjuangan keras Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan. Pada partai puncak Spain Masters 2021, mereka menumbangkan sesama wakil Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani. Duel Pramudya/Yeremia vs Sabar/Reza berlangsung sengit dan berakhir lewat drama rubber game berdurasi 51 menit. Terakhir, Indonesia berhasil merengkuh gelar di nomor ganda campuran berkat aksi Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari. Sepanjang turnamen, Rinov/Pitha yang berstatus unggulan pertama tampil menjanjikan. Mereka selalu menang dua gim langsung dari babak pertama hingga final Spain Masters 2021. Pada partai puncak, Rinov/Pitha menang dua gim langsung atas unggulan kedua, Niclas Nohr/Amalie Magelund. Rinov/Phita hanya membutuhkan 39 menit untuk mengakhiri perlawanan wakil Denmark tersebut. Dengan demikan, Indonesia berhasil menjadi juara umum dengan raihan 4 gelar juara. Berikut hasil lengkap final Spain Masters 2021: Tunggal Putra Chico Aura Dwi Wardoyo vs Toma Junio Popov [2] (Perancis): 15-21, 17-21 Tunggal Putri Putri Kusuma Wardani vs Line Christophersen [3] (Denmark): 21-15, 21-10 Ganda Putra Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan [5] vs Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani: 21-15, 18-21, 21-14 Ganda Putri Yulfira Barkah/Febby Valencia Dwijayanti Gani vs Amalie Magelund/Freja Ravn [1] (Denmark): 21-16, 21-14 Ganda Campuran Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari [1] vs Niclas Nohr/Amalie Magelund [2] (Denmark): 21-18, 21-15

Mutiara Ayu Pastikan Gelar Slovenia International 2021

Mutiara Ayu Pastikan Gelar Slovenia International 2021

Kejutan kembali dihadirkan oleh Mutiara Ayu Puspitasari. Atlet yang baru saja berusia 15 tahun tersebut mampu memastikan gelar juara Slovenia International 2021 usai menaklukkan unggulan tiga asal Hungaria, Agnes Korosi, dalam drama tiga babak dengan skor akhir 21-14, 19-21 dan 21-16. Kejutan tersebut lantaran Mutiara Ayu mengawali turnamen yang berlangsung di Sport hall Centre Dras tersebut dari babak kualifikasi. Selain itu, pemain kelahiran Ngawi, 17 Mei 2006 tersebut juga turun di nomor ganda putri bersama Ruzana. Meski perjuangan keduanya hanya sampai babak kedua saja. Sementara untuk nomor tunggal putri yang merupakan spesialis Mutiara Ayu, dirinya mampu membuktikan diri jadi yang terbaik. Total, Mutiara Ayu menjalani 7 pertandingan hingga babak final. Mutiara Ayu Puspitasari yang merupakan atlet jebolan PB Djarum ini juga pernah dinobatkan sebagai pemain terbaik karena pernah menjuarai Daihatsu ASTEC regional U-17 di Jakarta pada tahun 2019. Selain itu, Mutiara Ayu juga pernah menghadirkan kejutan pada kejuaraan bulutangkis Liga PB Djarum 2020 dengan merengkuh juara di kategori U-17 pada usianya yang masih 14 tahun. Namun, kesuksesan Mutiara Ayu belum bisa diikuti oleh wakil tunggal putra Indonesia, Panji Ahmad Maulana yang juga berlaga di partai puncak Slovenia International 2021. Tampil menghadapi pebulutangkis Prancis, Arnaud Merkle, Panji harus mengakui keunggulan sang lawan dengan skor akhir 21-8 dan 21-10.

Debut di Turnamen Level Super 300, Putri KW Ingin Jumpa Idola

Debut di Turnamen Level Super 300, Putri KW Ingin Jumpa Idola

Pebulu tangkis muda Indonesia, Putri Kusuma Wardani, berbicara mengenai persiapannya jelang mentas di Spanyol Masters 2021. Bersama Ruselli Hartawan, Putri akan jadi wakil Indonesia di nomor tunggal putri. Bagi Putri, ini akan menjadi laga debutnya di turnamen level Super 300. Tak heran pemain jebolan klub Exist Jakarta itu mengaku deg-degan sekaligus excited untuk menghadapi turnamen kali ini. Selain itu, Spain Masters 2021 juga menjadi istimewa bagi Putri. Ini karena dihelat di kampung halaman sang idola, Carolina Marin. “Saya ada rasa deg-degan mau main pertama di Super 300. Tetapi excited juga sih, apalagi kan ini bermain di negaranya Carolina Marin, pemain idola saya,” ujar Putri dilansir dari laman resmi PBSI, Minggu (16/5/2021). “Harapannya sih hasil di sini bisa bagus dan ingin banget ketemu dia. Semoga saya bisa mewujudkan itu. Tapi mau fokus satu-satu dulu saja. Syukur-syukur dia bisa nonton langsung juga pertandingan saya,” lanjut Putri. Berbicara tentang persiapan, Putri yang di babak pertama akan melawan Gadde Ruthvika Shivani dari India, merasa sudah maksimal. “Persiapan seperti turnamen-turnamen sebelumnya saja. Tetapi saya fokus ke peningkatan akurasi,” kata Putri. “Sejauh ini sudah maksimal. Nanti tinggal penyesuaian dan penerapannya di lapangannya. Lawan kan dari India dan saya belum pernah melihat permainannya. Jadi lebih ke mempersiapkan diri sendiri dulu,” sambungnya. Sementara manajer tim Indonesia, Harry Hartono, menjelaskan bahwa tim Indonesia dalam keadaan sehat, walau sedikit lelah setelah menghabiskan perjalanan panjang dari Jakarta ke Huelva di Spanyol. “Kami tiba di hotel sekitar pukul 01.00 hari Minggu (16/5) setelah menempuh perjalanan sekitar 29 jam,” kata Harry. “Kondisi tim dalam keadaan sehat, hanya sedikit kelelahan. Pagi ini kami akan langsung jalani tes PCR dan tidak boleh keluar kamar sebelum hasilnya dinyatakan negatif. Menurut panitia, hasil akan diberitahukan sore menjelang malam nanti. Jadi kami belum bisa menggelar latihan hari ini, baru Senin (17/5) esok,” jelas Harry. Harry yang juga bertugas mendampingi sektor tunggal putra ini mengungkapkan protokol kesehatan yang diterapkan di ajang ini cukup ketat. Menerapkan sistem gelembung dengan menempatkan beberapa petugas di area-area tertentu. Spain Masters 2021 akan berlangsung pada 18-23 Mei di Palacio de Deportes Carolina Marín, Huelva, Spanyol. Turnamen ini menawarkan total hadiah 140.000 dollar AS.

Atlet Muda PB Djarum Siap Cari Pengalaman di Benua Biru

Atlet Muda PB Djarum Siap Cari Pengalaman di Benua Biru

PB Djarum tengah mempersiapkan keberangkatan para atletnya untuk ke Eropa. Klub yang bermarkas di Kudus, Jawa Tengah ini akan mengirimkan sejumlah atletnya untuk mengikuti beberapa kejuaraan. Ini merupakan bagian dari komitmen untuk memfasilitasi atlet-atletnya mengikuti berbagai kejuaraan termasuk di ajang internasional. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengatakan, keikutsertaan sejumlah atlet PB Djarum di kejuaraan Eropa merupakan upaya klub dalam mengasah kemampuan atlet-atlet mudanya serta meraih prestasi yang mengharumkan nama bangsa di kancah dunia. “Partisipasi atlet PB Djarum di berbagai kejuaraan Eropa ini merupakan bagian dari upaya untuk terus mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. Khusus bagi atlet di kategori junior, ini akan menjadi medan laga untuk mengasah kemampuan dan memperkuat mentalitas mereka menghadapi kejuaraan-kejuaraan berkaliber dunia di masa mendatang,” ujar Yoppy dalam jumpa pers yang digelar secara daring, pada Kamis (6/5/2021). Total, ada 12 atlet belia yang akan dikirimkan PB Djarum. Mereka adalah Kafi Raditya Pandika, Raynaldi Oktavianur Rizky, Ruzana, Mutiara Ayu Puspitasari, Patra Harapan Rindo Rindo, Muh. Putra Erwiansyah, Daniel Edgar Marvino, Raymond Indra, Sofy Al Mushira Asharunnisa, Rudya Aulia Fatasya, Aisyah Hanadiya Taisir, dan Jessica Maya Rismawardani. 12 orang atlet tersebut akan disiapkan untuk menghadapi dua kejuaraan yakni Yonex Slovenia International 2021, dan Croatia Valamar Junior Open. Pada kesempatan yang sama, pelatih tim atlet junior PB Djarum, Dionysius Hayom Rumbaka mengatakan, kejuaraan di Eropa ini merupakan langkah tepat yang dilakukan PB Djarum dalam mengasah mental dan daya juang para atlet muda. Dengan mengikuti turnamen level dunia sejak usia dini, para atlet muda PB Djarum diharapkan memiliki kepercayaan diri ketika berlaga menghadapi lawan dengan kemampuan yang berbeda-beda. “Ini adalah kesempatan bagi para atlet muda PB Djarum untuk melatih mental dan kepercayaan diri mereka ketika menghadapi lawan dari negara Eropa, yang notabene memiliki keunggulan dari segi fisik. Untuk itu, para atlet muda PB Djarum dituntut memiliki daya juang tinggi dan siasat yang jitu agar dapat menaklukan lawan mereka di lapangan,” Hayom menjelaskan. Selain memberangkatkan para junior, PB Djarum juga turut mengirimkan 5 atlet dewasa. Mereka adalah Ihsan Maulana Mustofa, Dejan Ferdinansyah, Serena Kani, Ghana Muhammad Al Ilham, serta Ni Ketut Mahadewi Istarani. Untuk kategori dewasa, ada dua turnamen bergengsi yang akan diikuti, yakni Spain Masters 2021 (BWF World Tour Super 300) dan Austrian Open 2021 (International Series) Rencananya, tim atlet dewasa akan bertolak menuju Spanyol pada Rabu, 12 Mei 2021, lalu disusul oleh tim atlet junior yang akan berangkat menuju Slovenia pada 14 Mei 2021. Sebelum berangkat, seluruh tim dan official akan menjalani PCR Test dan juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat selama menjalani turnamen. “Kami mohon dukungan dan doa dari segenap masyarakat Indonesia, agar seluruh tim yang berangkat selalu diberikan kesehatan dan pulang membawa gelar juara yang membanggakan,” tutur Yoppy.

Pasca Orleans Masters 2021, Peringkat Pebulu Tangkis Junior Indonesia Meroket

Pasca Orleans Masters 2021, Peringkat Pebulu Tangkis Junior Indonesia Meroket

Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) baru saja merilis ranking terbaru atlet bulu tangkis untuk pekan ke-13, Selasa (30/03/21). Rangking tersebut resmi dirilis setelah gelaran Orleans Masters 2021 di Palais des Sports, Prancis, 23-28 Maret lalu selesai. Meski tak banyak perubahan di 10 besar peringkat dunia, Indonesia patut bergembira lantaran banyak atlet-atlet di level junior yang mengalami pelonjakan peringkat cukup drastis. Dalam turnamen tersebut, ada tujuh pebulu tangkis Indonesia yang turun. Meski tak menggondol juara, namun sebagian dari mereka berhasil tembus ke babak semifinal. Salah satunya adalah pasangan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi dan Zacharia Josiahno Sumati/Hediana Julimarbela. Lolos ke semifinal berhasil membawa pasangan Sabar/Reza berhasil naik 306 posisi ke peringkat 190 dunia dengan tambahan 3.850 poin. Sementara Zacharia/Hediana melesat sebanyak 68 peringkat ke posisi 110. Peningkatan yang juga cukup mengejutkan dilakukan oleh Putri Kusuma Wardani. Putri yang kini tergabung ke dalam tim senior di pelatnas 2021 naik 87 peringkat ke posisi 186 dunia dengan koleksi 7.640 poin. Pada kejuaraan bulu tangkis Orleans Masters 2021, Putri hanya lolos ke babak perempatfinal. Meski begitu, kejuaraan Orleans Masters menjadi debut pebulu tangkis 18 tahun itu di BWF Tour. Bahkan di Orleans Masters ia sempat menyingkirkan pemain unggulan.

Dua Turnamen Ini Siap Dukung Pencarian Atlet Bulu Tangkis Berbakat

Pamor olahraga bulu tangkis di Indonesia memang sangat terkenal. Antusiasme tinggi masyarakat pun tak hanya pada saat menyaksikan pertandingan saja, melainkan juga saat “berlomba” untuk menjadi atlet bulu tangkis profesional. Banyak para orang tua yang mendaftarkan anaknya ke akademi/sekolah atau bahkan turnamen bulu tangkis untuk menyalurkan minat anaknya terhadap bulu tangkis. Atas besarnya antusiasme tersebut, pada Maret dan April 2021 tercatat dua agenda turnamen pembibitan bulu tangkis usia dini hingga pemula. Dua turnamen bulu tangkis ini diselenggarakan oleh perusahaan perlengkapan olahraga, Eagle. “Kami menyelenggarakan di Cikampek dan Bogor,” kata Direktur Marketing Eagle dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (16/3/2021). Untuk turnamen di Cikampek, Jawa Barat bernama Dewi Sport Cup. Tanggal penyelenggaraan adalah pada 28-30 Maret 2021. Sementara itu, Di Bogor, turnamen serupa diberi nama Eagel MPBI Open yang berlangsung pada 4-10 April 2021. “Ini bentuk dukungan kami agar atlet bulu tangkis Indonesia meraih prestasi terbaik di tingkat nasional maupun internasional,” kata Cindy Jane. Secara rinci, turnamen pembibitan ini ada dalam lingkup pemain putra dan putri kelahiran 2007 sampai dengan 2012. Eagle RRD Cup, kata Cindy Jane lagi, merupakan turnamen bulutangkis berskala nasional pertama yang digelar di masa pandemi Covid-19. Turnamen dilaksanakan dengan protokol kesehatan secara ketat demi mencegah meluasnya pandemi Covid-19. Untuk mencegah membludaknya peserta, panitia pun membatasi nomor pertandingan yakni hanya 11 kategori. Kendati kategori pertandingan dibatasi, peserta yang hadir tetap terbilang banyak yakni 524 atlet. Mereka datang dari berbagai kota seperti Jakarta, Bogor, Sukabumi, Bandung, Tasikmalaya, Cirebon, Purwokerto, Solo, Klaten, Palembang, dan Cilacap. Cindy menambahkan, selain medali, para pemenang juga mendapat hadiah sepatu bulu tangkis Eagle. Pada edisi sebelumnya, Eagle RRD Cup 1 2021 yang digelar di GOR Arhath, kawasan Bojong Sari, Kota Depok, Jawa Barat, pada 10-14 Maret 2021, klub bulu tangkis PB Jaya Raya Metland menjadi juara umum. Pada turnamen tersebut, Jaya Raya Metland mengoleksi raihan tertinggi yakni 3 medali emas dan 1 perak.

Resmi Bergulir, Gorontalo Tenis Cup 2021 Diharapkan Cetak Atlet Muda

Resmi Bergulir, Gorontalo Tenis Cup 2021 Diharapkan Cetak Atlet Muda

Turnamen tenis lapangan untuk usia muda bertajuk Gorontalo Tenis Cup 2021 telah resmi bergulir pada Kamis (11/03/2021) di lapangan indoor Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Turnamen ini dibuka langsung oleh Ketua Pengprov Pelti yang juga Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba. Gorontalo Tenis Cup 2021 diikuti oleh 32 peserta yang terbagi dalam 3 kategori, masing-masing tunggal, ganda dan junior. Turnamen yang diselenggarakan oleh Underground Tenis Club (UTC) Gorontalo ini akan berlangsung selama 4 hari mulai 11-14 Maret 2021. “Sebagai pengurus Pelti saya memberikan apresiasi yang besar atas inisiatif klub yang melaksanakan pertandingan. Inilah yang diharapkan oleh Pelti bahwa semua orang berkeinginan besar dalam memajukan tenis, mulai dari pengurus maupun club. Ini artinya bahwa kepedulian insan tenis di Gorontalo sudah luar biasa,” sambut Darda. Darda juga menilai antusiasme dari berbagai kalangan mulai dari anak-anak hingga dewasa dalam mengikuti turnamen tersebut membuktikan bahwa cabang olahraga tenis di Gorontalo sudah menunjukkan hal yang positif. Dia berharap dengan adanya turnamen tenis di Gorontalo bisa melahirkan atlet-atlet muda yang mampu bersaing di tingkat Nasional dan internasional. “Untuk seluruh insan tenis di Gorontalo mari kita memajukan tenis bersama sama, dan semoga semangat ini tetap berlanjut,” katanya.

Pesan Iga Swiatek Bagi Para Petenis Muda

Pesan Iga Swiatek Bagi Para Petenis Muda

Petenis muda asal Polandia, Iga Swiatek, mampu tampil memukau dengan menjuarai Grand Slam pertama dalam kariernya di Prancis Terbuka 2020 usai menumbangkan unggulan asal Amerika Serikat, Sofia Kenin. Iga Swiatek diyakini akan semakin berkembang sebagai seorang atlet dan menjadi panutan bagi para atlet yang lebih muda. Ia pun ingin memberikan saran bagi para atlet muda lainnya. “Bersabar dan memiliki orang-orang yang baik di sekeliling anda. Karena bahkan jika tenis adalah olahraga individual, sulit untuk melakukannya seorang diri. Saya memiliki dukungan luar biasa di sekeliling saya dan tanpa tim saya, saya pikir saya tidak akan berada di posisi saya saat ini,” jelas Swiatek dalam sesi tanya jawab bersama Laureus Sports Awards. Selain itu, petenis yang baru berusia 19 tahun itu memahami kecenderungan para atlet yang ingin melakukannya seorang diri. Tetapi ia menekankan bahwa perjalanan itu akan berjalan lebih lancar hanya dengan keberadaan tim yang suportif. “Berpikir bahwa anda tidak bisa melakukannya seorang diri, karena itu bukan hal yang buruk. Itu kenyataan dan semuanya akan jauh lebih mudah jika anda memiliki orang-orang baik di sekeliling anda,” tambah Swiatek. Pemberhentian selanjutnya bagi petenis peringkat 15 dunia adalah Dubai. Ia akan memasuki turnamen tersebut sebagai petenis unggulan kedelapan dan selain gelar, ia juga akan berkompetisi demi 1000 poin. Iga Swiatek juga menjadi petenis yang diantisipasi di setiap turnamen yang ia lakoni. Selain itu, memenangkan gelar Grand Slam kedua dalam kariernya akan menjadi tantangan besar. Untuk saat ini, Swiatek akan mendapatkan semua pengalaman yang ia butuhkan demi menjadi salah satu petenis terbaik. Profil Swiatek: Nama Lengkap: Iga Swiatek Tempat, Tanggal Lahir: Warsaw, Polandia, 31 Mei 2001 (19 Tahun) Tinggi Badan: 175 cm Mulai Karir: 2016 Peringkat WTA Saat Ini: 17 (12 Oktober 2020) Peringkat WTA Tertinggi: 17 (12 Oktober 2020)

Coach Naga Api Beberkan Rahasia Gembleng Para Junior

Coach Naga Api merupakan julukan Herry Iman Pierngadi, pelatih bulu tangkis ganda putra Indonesia, membeberkan cara untuk mengembangkan permainan atlet-atlet muda. Menurutnya, cara terbaik ialah dengan melibatkan atlet senior untuk menggembleng selama fase latihan. Menurut pelatih berusia 58 tahun ini, teknik dan mental atlet muda akan lebih cepat terbentuk jika turut disisipi latihan bersama ganda putra senior yang sudah punya banyak pengalaman. “Senior sekarang juga harus ikut menggembleng yang pelapis muda. Mereka bisa tahu rasanya bertanding dengan pebulu tangkis kelas atas karena gaya main senior kan berbeda, selain itu biar junior ini ada rasa diperhatikan dari yang senior,” tutur Herry melalui diskusi virtual. Pola latihan seperti tersebut berbeda dari sebelumnya, katanya melanjutkan, karena cara ini dinilai lebih efektif membentuk karakter permainan atlet junior dibandingkan jika hanya mengandalkan arahan dari tim pelatih. Terlebih karakter permainan atlet muda biasanya belum solid dan masih mencari gaya permainan yang pas, sehingga akan lebih pas jika dihadapkan langsung dengan gaya permainan pebulu tangkis senior. “Pemain muda masih banyak PR-nya, masih banyak yang perlu diperbaiki. Beda dengan yang senior, mereka sudah matang dan mainnya solid,” pungkas Herry. Selain mengajari teknik, atlet muda juga akan dilatih berkomunikasi atau berkoordinasi di lapangan, baik antar atlet maupun dengan pelatih. Komunikasi yang tidak baik kerap menimbulkan kesalahan persepsi di lapangan, yang berdampak pada pengaturan strategi permainan. Hampir 30 tahun mengasuh atlet Pelatnas PBSI Cipayung, Herry kerap menemukan kendala dalam komunikasi dengan atletnya di lapangan. “Dukanya sebagai pelatih kadang kalau komunikasi tidak nyambung, itu masalah. Pelatih maunya seperti ini tapi atlet malah bertindak lain, seperti ini kita yang rugi,” ungkapnya. Oleh sebab itu ia berharap aspek komunikasi yang baik bisa dikuasai atlet pelapis muda sehingga tidak ada lagi kesalahan persepsi saat menjalani laga turnamen. Berkat sentuhan Herry IP, para ganda putra Indonesia mampu berbicara banyak di kancah internasional. Nama-nama seperti Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, hingga M. Rian Ardianto/Fajar Alfian kerap kali menyumbangkan medali demi medali untuk Indonesia. Bahkan saat ini dua pebulutangkis ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon berada di peringkat pertama ranking dunia dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan ada di peringkat kedua. Selain terkenal dengan sentuhan emasnya, Herry IP juga terkenal memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi. Terbukti baru-baru ini ia mengaku jika ia mendapat tawaran untuk melatih negara lain. Namun, dengan tegas ia tolak. “Saya salah satu orang yang nasionalismenya tinggi. Saya kerja bukan hanya cari materi, itu suatu kebanggaan,” kata Herry IP dalam bincang-bincang bersama awak media melalui zoom, Rabu (3/3/2021). “Saya bisa berikan ilmu yang saya punya, kebetulan saya di bulutangkis. Jadi suatu kebanggaan. Kalau di luar negeri kan tetap kita asing, menurut saya di hati itu kerja, perasaan tak tentram, pasti kita diawasi dll. Di Indonesia ya gitu juga, tapi kan tidak asing, lebih enjoy,” jelasnya.

Regenerasi Atlet Tenis Diarahkan Prestasi

Regenerasi Atlet Tenis Diarahkan Prestasi

Usai resmi dilantik, pengurus Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (Pelti) Kabupaten Malang langsung tancap gas. Pelti Kabupaten Malang memiliki target prestasi-prestasi yang dapat bersumber dari para atletnya. Guna merealisasikan target tersebut, para pengurus langsung tancap gas dengan melakukan pembinaan pada atlet-atlet junior. Ketua Pelti Kabupaten Malang, Nazaruddin Hasan menyatakan, pembinaan atlet junior dirasa penting guna melakukan pembibitan atlet usia muda. Apalagi pria yang menggantikan almarhum Hari Sasongko sebagai Ketua Pelti ini menyebut pentingnya akan regenerasi. “Konsentrasi pada pembinaan usia dini, sehingga proses regenerasi bisa berjalan,” kata Nazaruddin, dilansir dari suarajatimpost.com, Senin (1/3/2021). Ditambahkan olehnya, guna merealisasikan target tinggi ini, pengurus Pelti Jawa Timur telah memberikan stimulus dan langkah untuk mencetak bibit-bibit atlet yang maksimal. “Kami akan mensuport dalam mencetak atlet, hal ini kami lakukan juga untuk menyongsong even tahunan internasional federasi yang akan dihadiri 35 negara yang akan dilaksanakan di bulan Oktober,” jelas Nazaruddin. Prioritas agendanya dalam rakor (rapat organisasi) bersama pengurus Pelti yang akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat, akan meninjau kembali kelayakan fasilitas tenis di Kabupaten Malang. “Fasilitas tenis yang memadai adalah fasilitas tenis yang terpelihara, untuk bisa terpelihara maka dibutuhkan biaya, sehingga perlu untuk kita pikirkan bersama, kemudian diupayakan juga agar bisa terlaksana,” tegas sosok yang saat ini juga menjabat sebagai Kasatpol PP Kabupaten Malang. Selain menyoroti fasilitas, sosok yang juga akrab disapa Bung Nazar juga bertekad akan menjadikan tenis sebagai olahraga yang lebih familiar di masyarakat. “Mencetak atlet tenis bisa maksimal jika di dahului dengan penjaringan, untuk itu tenis harus digemari dulu oleh masyarakat, untuk bisa di gemari maka cabang olah raga tenis ini harus selalu dikenalkan kepada masyarakat terutama generasi muda,” terangnya. “Kami akan promosikan cabang olah raga tenis ini di kalangan muda seperti kegiatan ekstrakulikuler di sekolah-sekolah, sehingga peminatnya banyak dan yang mengikuti penjaringan juga banyak maka suasana kompitisi bisa diwujudkan dalam proses penjaringan,” tutup Nazaruddin.

12 Pebulutangkis Junior Sukabumi Dilepas ke Seleksi PelatProv

12 Pebulutangkis Junior Sukabumi Dilepas ke Seleksi PelatProv

Sebanyak 12 orang atlet bulu tangkis muda asal Kota Sukabumi secara resmi telah dilepas oleh Pengurus Kota (Pengkot) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Sukabumi guna mengikuti seleksi pelatihan Provinsi Jawa Barat (PelatProv). Acara pelepasan berlangsung di kediaman Wakil Ketua Pengkot PBSI Kota Sukabumi, di Jalan Ciaul Pasir, Kota Sukabumi, Minggu (21/2). Dua belas atlet tersebut terdiri dari delapan putra dan empat putri dengan usia dibawah 15 tahun. Mereka akan mengikuti seleksi PelatProv di Kota Bogor, yang akan dimulai 22-23 Februari akan berjuang dengan para atlet lainnya dari 6 Kota dan Kabupaten lainnya. “Alhamdulillah setelah pembentukan PBSI Kota Sukabumi tahun lalu, memang ini pelepasan yang pertama untuk para atlet Bulutangkis junior Kota Sukabumi yang akan berjuang di Kota Bogor,” beber Wakil Ketua PBSI Kota Sukabumi, Ivan Rusvansyah usai melepas para atletnya, Minggu (21/2). Menurutnya, optimis akan prestasi bulutangkis di Kota Sukabumi bisa melahirkan atlet-atlet yang berprestasi, pasalnya ada dukungan dari tokoh-tokoh masyarakat yang duduk sebagai Pembina PBSI Kota Sukabumi, termasuk mantan atlet nasional, Taufik Hidayat yang masuk dalam kepengurusan PBSI Kota Sukabumi. “Target kita pembinaan atlet bulutangkis usia dini, untuk dibina secara khusus. Untuk para atlet yang berangkat ke Bogor, mereka yang berprestasi pasti ada reward dari kami,” ujarnya. Lanjutnya, saat ini PBSI Kota Sukabumi sedang fokus pada persiapan babak kualifikasi Porda (Pekan Olahraga daerah) yang akan digelar pada tahun ini di Kota Cirebon. “Untuk potensi prestasi atlet Kota Sukabumi, memang miris banyak atlet-atlet-atlet kita yang diambil oleh Kota Bogor, Insya Allah dengan bibit-bibit yang kita punya, harapannya medali emas untuk Kota Sukabumi. Semoga dengan kepengurusan baru PBSI Kota Sukabumi saat ini, bisa membangkitkan kembali semangat para atlet bulutangkis di Kota Sukabumi. Karena sebenarnya, Kota Sukabumi banyak memiliki atlet yang potensial untuk menjadi atlet nasional bahkan internasional,” tandasnya. Disamping itu, Seketaris Umum PBSI Kota Sukabumi, Raden Johan Maulana yang ikut mendampingi para atlet menuju Kota Bogor menambahkan, para atlet yang ikut PelatProv merupakan atlet-atlet terpilih melalui seleksi yang dilakukan PBSI. Seleksi di Kota Bogor akan berlangsung selama 2 hari, Senin (22/2) untuk para atlet kategori pemula dan Selasa (23/2) kategori remaja. “Jika para atlet kami lolos seleksi, selanjutnya akan diadakan pemusatan latihan di tingkat wilayah I dan semuanya akan dikarantina dilatih yang akan diberangkatkan ke Provinsi Jawa Barat,” pungkasnya. Sementara itu, salah seorang atlet junior yang saat ini duduk di bangku sekolah kelas X di SMAN 1 Kota Sukabumi, Dalfa Alya Azzahra, sebelum mengikuti seleksi atlet tingkat Provinsi Jabar, dia sudah secara rutin mengikuti latihan secara matang. Dalfa akan menunjukkan kemampuannya untuk membanggakan Kota Sukabumi. “Mungkin ini pertandingan yang ke beberapa kali, karena saya pernah ikut beberapa pertandingan dari klub. Pernah juara O2SN Kota Sukabumi yang mewakili Provinsi,” kata Dalfa.

Tarik Pemain Unggulan, PBSI Kirim Pemain Muda Untuk Tambah Jam Terbang

Tarik Pemain Unggulan, PBSI Kirim Pemain Muda Untuk Tambah Jam Terbang

Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) kembali menarik keikutsertaan atlet Indonesia. Kali ini giliran Anthony Sinisuka Ginting, Gresyia Polii/Apriyani Rahayu dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang ditarik dari ajang Swiss Terbuka Super 300. PBSI menyampaikan alasan ditariknya tiga pemain unggulan dikejuaraan level super 300 itu. “Pertama, ketiga wakil ini lebih dipersiapkan untuk meraih prestasi maksimal pada kejuaraan All England yang akan digelar pada 17-21 Maret di Birmingham, Inggris,” jelas PBSI. Kedua, melihat performa pada tiga turnamen Leg Asia di Thailand sebelumnya, mengikuti tiga kejuaraan secara beruntun hasilnya tidak maksimal. Terbukti, Indonesia hanya mendapat gelar satu juara pada Yonex Thailand Terbuka, yang didapat oleh Greysia/Apriyani. “Ketiga, meskipun turnamen Swiss Terbuka merupakan kejuaraan untuk kualifikasi Olimpiade, absennya 3 wakil ini tidak mempengaruhi mereka untuk merebut tiket mengikuti Olimpiade Tokyo, Juli mendatang,” jelas PBSI. “Bisa disebut, tiket ke pesta olahraga paling akbar sejagat tersebut, telah diamankan oleh ketiga wakil Skuad Merah-Putih,” pungkas PBSI. Ditariknya tiga perwakilan Indonesia tersebut, maka PBSI membawa pemain-pemain muda untuk menambah jam terbang mereka di kejuaraan internasional. Serta, mempersiapkan para pemain unggulan untuk meraih prestasi di ajang yang levelnya lebih tinggi. Jika sesuai jadwal, Yonex Swiss Open 2021 sendiri akan berlangsung di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, pada 2-7 Maret 2021 mendatang. Dua wakil Indonesia menjadi unggulan turnamen. Mereka adalah Shesar Hiren Rhustavito yang menjadi unggulan 7 dan pasangan ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang menjadi unggulan 2. Vito yang merupakan wakil tunggal putra satu-satunya akan menghadapi pebulutangkis asal Korea Selatan, Son Wan Ho. Sementara Hafiz/Gloria akan berjumpa Satwiksairaj Rankireddy/Ashwini Ponnappa (India). Untuk sisanya, skuad Merah-Putih akan diisi oleh pemain muda, mereka adalah: Tunggal Putri Gregoria Mariska Tunjung vs Line Højmark Kjaersfeldt (Denmark) Ruselli Hartawan vs Iris Wang (Amerika Serikat) Ganda Putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin vs Eloi Adam/Julien Maio (Perancis) Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan vs Jason Anthony Ho-Shue/Nyl Yakura (Canada) Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri vs Jeppe Bay/Lasse Mølhede (Denmark) Ganda Putri Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto vs Selena Piek/Cheryl Seinen (8/Belanda) Nita Violina Marwah/Putri Syaikah vs Benyapa Aimsaard/Nuntakarn Aimsaard (Thailand) Ganda Campuran Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso vs Tan Kian Meng/Lai Pei Jing (5/Malaysia) Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari vs Lee Jhe-Huei/Hsu Ya Ching (China Taipei)

Petenis Muda Indonesia Boyong Dua Gelar Juara di Singapura

Petenis Muda Indonesia Boyong Dua Gelar Juara di Singapura

Nathan Anthony Barki berhasil meraih gelar juara tunggal ITF Junior Championships II, Jumat (5/2/21). Bermain di Kallang Tennis Center, Nathan menang atas andalan tuan rumah, Matthew Johnstone, dengan skor akhir 6-2 dan 6-0. Ini menjadi gelar juara kedua dalam dua pekan, setelah sebelumnya, Nathan juga menjadi juara pada kompetisi resmi Federasi Tenis Internasional (ITF), pekan lalu di arena yang sama. https://www.instagram.com/p/CK5s8PLA-7S/ Keberhasilannya dalam meraih dua gelar juara ini membuat petenis berusia 16 tahun tersebut memperpanjang rekor tak terkalahkan dalam sepuluh pertandingan nomor tunggal tanpa kehilangan satu set pun pada awal tahun ini “Setelah kemenangan minggu lalu, saya memiliki banyak momentum untuk menjuarai kembali turnamen pekan ini,” ujar Nathan, dilansir dari Medcom. “Namun tidak mudah karena kondisi cukup menantang pusaran angin yang kencang sepanjang pertandingan. Tetapi saya bisa memanfaatkan pengalaman bertanding di Australia dalam kondisi serupa ini untuk memenangi gelar juara tunggal ITFJ5 yang keempat,” lanjutnya. Sayangnya, Nathan harus puas hanya berada di posisi runner-up untuk nomor ganda putera. Nathan yang berpasangan dengan Brendan Nicholas Hendrata harus mengakui keunggulan ganda gado-gado Amerika Serikat dan Singapura Cameron Austin Chang/Matthew Johnstone 4-6 6-2 (8-10) Hasil pekan ini memberi tambahan 30 poin tunggal dan 13 poin ganda dan bakal melambungkan posisi Nathan Anthony Barki pada kisaran 190 dunia dengan total 148 poin dalam daftar peringkat ITF Junior, Senin 8 Februari “Terima kasih atas dukungan terus menerus dari keluarga dan pelatih, Michael Baroch, Terima kasih pula kepada Singapore Tennis Associations (STA), yang telah memberikan kesempatan berkompetisi di level ITF selama pandemi,” ujarnya “Dan yang terpernting, terima kasih kepada PP Pelti yang selama ini terus mendukung partisipasi saya pada ajang internasional,” pungkasnya.

Pandemi Belum Usai, Osaka International Challenge 2021 Dibatalkan

Pandemi Belum Usai, Osaka International Challenge 2021 Dibatalkan

Turnamen bulu tangkis untuk atlet junior bertajuk The Yonex Osaka International Challenge 2021, resmi dibatalkan. Asosiasi Bulu Tangkis Jepang atau dikenal Nippon Badminton Association (NBA) mengeluarkan pengumuman tersebut dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (30/1) waktu setempat. Pandemi Covid-19 yang belum juga mereda menjadi faktor utama turnamen yang awalnya direncanakan digelar pada 31 Maret hingga 4 April tersebut dibatalkan. “Osaka International Challenge untuk pemain muda dibatalkan, karena sulit untuk menjamu pemain asing di bawah peraturan imigrasi saat ini,” kata Asosiasi Bulu Tangkis Jepang, seperti dikutip dari AFP. Pembatalan tersebut terjadi hanya enam bulan jelang gelaran Olimpiade Tokyo, yang jika terlaksana akan dimulai pada 23 Juli 2021, yang semula dijadwalkan pada 2020 namun batal karena terkendala pandemi. Seorang juru bicara asosiasi mengatakan bahwa dia prihatin dengan nasib kompetisi bulutangkis lainnya yang digunakan sebagai kualifikasi untuk Olimpiade. “Kami khawatir apakah pertandingan yang dijadwalkan pada Maret dan seterusnya – yang akan digunakan sebagai bagian dari proses seleksi atlet Olimpiade – akan diadakan sesuai jadwal,” jelasnya. Sebagian besar wilayah Jepang, termasuk Tokyo dan kota barat Osaka, saat ini tengah berada dalam keadaan darurat akibat lonjakan kasus virus corona. Hal itu berimbas pada penutupan perbatasan untuk hampir semua orang asing, tidak terkecuali atlet. Keadaan darurat, yang saat ini diterapkan di daerah yang terkena dampak akan tetap berlaku hingga setidaknya 7 Februari. Secara keseluruhan, Jepang telah mencatat lebih dari 5.400 kematian sejak pandemi dimulai awal tahun lalu, dikutip dari Kantor Berita RMOL.

Menanti Kiprah Selanjutnya Leo/Daniel

Menanti Kiprah Selanjutnya Leo/Daniel

Langkah ganda putra muda Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, pada ajang Yonex Thailand Open 2021 terpaksa harus terhenti pada babak empat besar. Leo/Daniel dihentikan oleh ganda Malaysia Goh V. Shem/Tan Wee Kiong. Mereka kalah dalam laga straight game dengan skor 19-21, 10-21 pada Sabtu (16/1/2021). Leo/Daniel mengawali turnamen yang berlangsung sejak 12 Januari lalu tersebut dengan menumbangkan kompatriotnya, Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana, dengan pertandingan sengit rubber game, 15-21, 29-27, dan 21-13. Pada babak kedua, Leo/Daniel kembali harus “perang saudara”. Kali ini, mereka harus melawan unggulan 5 sekaligus senior mereka, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Namun, secara luar biasa keduanya mampu menumbangkan Fajar/Rian dengan skor akhir 16-21, 21-17, dan 22-20. Leo/Daniel pun berhak melaju ke perempat final. Pada babak perempat final, Leo/Daniel sudah ditunggu oleh peraih medali perunggu Olimpiade Rio 2016 asal Inggris, Marcus Ellis/Chris Langridge. Namun, kejutan kembali hadir, Leo/Daniel mampu memenangkan pertandingan dengan skor akhir 12-21, 21-14, 21-15 dan melaju ke babak selanjutnya. Sayang, mimpi mereka untuk tampil pada babak final harus pupus. Meski demikian, keduanya mengaku bersyukur dengan hasil ini. “Kami bersyukur bisa mencapai semifinal meskipun kalah,” kata Daniel, seperti dilansir BWF. “Pada saat yang sama, mencapainya saja tidak cukup. Saya pikir saya tidak bermain bagus dan membuat banyak kesalahan sendiri karena driftnya kuat. Itu membuatnya canggung. Strategi kami tidak berhasil dan kami tidak dapat mengikuti rencana kami,” lanjutnya. Keduanya pun berharap hasil ini bisa menjadi bekal dan pengalaman untuk turnamen-turnamen selanjutnya. “Ini menjadi pengalaman bagus bagi kami. Kami bisa bermain melawan pemenang medali perunggu Olimpiade, (Marcus) Ellis dan (Chris) Langridge, dan sekarang peraih medali perak. Ini merupakan pengalaman yang bagus untuk ke depannya,” tutur Leo. “Saya bersyukur bisa mencapai babak semifinal. Ini akan menambah pengalaman kami saat akan menghadapi lawan yang lebih senior. Mudah-mudahan kami akan memainkan lebih banyak potensi kami,” Daniel menambahkan. Hal tersebut bukan tidak mungkin, mengingat usia keduanya masih sangat muda. Leo Rolly Carnano dan Daniel Marthin merupakan pebulutangkis berusia 19 tahun. Leo berusia 2 hari lebih tua dari Daniel. Leo lahir pada tanggal 29 Juli 2001 di Klaten, Jawa Tengah. Sementara Daniel 31 Juli 2001 di Jakarta.

5 Petenis Muda Yang Bersinar Sepanjang 2020

Iga Swiatek

Petenis-petenis muda potensial yang muncul sepanjang 2020 memberi sinyal bahaya pada dominasi bintang-bintang senior. Mereka datang sambil mengantarkan kejutan demi kejutan. Rekor demi rekor. Seiring waktu berjalan, pengalaman serta kematangan mereka terasah. Berikut 5 petenis muda paling bersinar sepanjang 2020. Iga Swiatek (Polandia) Iga Swiatek menjadi wajah baru yang paling menonjol di musim tenis tahun ini setelah menjuarai Prancis Terbuka. Petenis Polandia pertama yang menang Grand Slam itu kini menempati peringkat 17 WTA, remaja dengan ranking tertinggi di sektor tunggal putri. Dengan gelar Prancis Terbukanya itu, pemain berusia 19 tahun ini menjadi juara turnamen tunggal termuda sejak Rafael Nadal (2005) dan di sektor tunggal putri sejak Monica Seles (1992).  Menarik melihat kiprahnya di musim tenis tahun depan. Biodata Nama Lengkap: Iga Świątek Tempat/Tanggal Lahir: Warsaw, Polandia/31 Mei 2001 Tinggi Badan: 176 cm Ranking Saat Ini: 17 (singles) Amanda Anisimova (Amerika Serikat) Petenis Amerika Serikat ini menjadi petenis ketiga termuda yang berada di peringkat 100 besar dunia WTA. Amanda Anisimova memulai tahun ini di Auckland Terbuka di mana ia mengalahkan Kateryna Kozlova, Daria Kasatkina, dan Eugenie Bouchard meski harus menyerah di tangan Serena Williams di semifinal. Ia tampil menjanjikan di turnamen Doha, tetapi harus mundur karena cedera. Semenjak Maria Sharapova mengumumkan pensiun di awal tahun 2020, Amanda Anisimova disebut-sebut sebagai calon pengganti petenis asal Rusia tersebut. Biodata Nama Lengkap: Amanda Anisimova Tempat/Tanggal Lahir: Freehold, New Jersey, AS/31 Agustus 2001 Tinggi Badan: 180 cm Ranking Saat Ini: 30 (singles) Carlos Alcaraz (Spanyol) Petenis berusia 17 tahun ini cukup fenomenal di sepanjang 2020. Ia menutup musim sebagai pemain termuda di 600 besar peringkat ATP dengan bercokol di posisi 141 dunia. Petenis Spanyol ini memulai 2020 dengan memenangkan 14 dari 15 pertandingan pertamanya di sirkuit ITF Future. Carlos Alcaraz kemudian memenangkan 20 dari 24 pertandingan terakhirnya di level ATP Challenger. Dari situ, ia membawa pulang tiga gelar, yakni di Triester, Barcelona, dan Alicante. Dalam debut turnya di Rio de Janeiro, ia menjadi petenis kelahiran 2003 pertama yang memenangkan pertandingan ATP. Biodata Nama Lengkap: Carlos Alcaraz Tempat/Tanggal Lahir: El Palmar, Murcia, Spanyol/5 Mei 2003 Tinggi Badan: 185 cm Ranking Saat Ini: 141 (singles) Jannik Sinner (Italia) Jannik Sinner mencapai peringkat ATP terbaiknya yakni ranking 37 pada November 2020 lalu. Di 2019, ia memanjat naik dari peringkat 553 dunia hingga peringkat 78 di akhir musim. Tahun ini pun ia meloncati lebih dari 40 peringkat. Pemain berusia 19 tahun ini memenangkan pertandingan pertamanya di babak utama Grand Slam ketika berlaga di Australia Terbuka. Biodata Nama Lengkap: Jannik Sinner Tempat/Tanggal Lahir: San Candido, Italia/16 Agustus 2001 Tinggi Badan: 188 cm Ranking Saat Ini: 137 (singles) Felix Auger-Aliassime (Kanada) Meski bukan tahun terbaik Felix Auger-Aliassime, di penghujung 2020 petenis berusia 20 tahun ini sanggup mempertahankan posisinya di ranking 20 besar dunia. Ia mencapai final secara back-to-back di Rotterdam dan Marseille sebelum hiatus karena pandemi. Di AS Terbuka, untuk pertama kalinya ia mencapai babak keempat di turnamen Grand Slam. Ia juga mengusir pulang eks petenis nomor satu dunia, Andy Murray saat mencapai babak 16 besar. Patut dinanti apakah di musim 2021 Felix Auger-Aliassime mampu mengakhiri puasa gelarnya. Biodata Nama Lengkap: Felix Auger-Aliassime Tempat/Tanggal Lahir: Montreal, Kanada/8 Agustus 2000 Tinggi Badan: 193 cm Ranking Saat Ini: 21 (singles) (sumber: IndoSport)

Jaring Atlet Muda Berbakat, Sarawijaya Dana Mandiri Cup I Sukses Digelar

Para Peserta Sarawijaya Dana Mandiri Cup I

Sebanyak 549 pebulu tangkis putra-putri dari berbagai kategori usia mengikuti Kejuaraan Bulutangkis ‘Sarawijaya Dana Mandiri Cup I/2020’ di GOR Praja, Badung, Rabu (16/12) malam, hingga Minggu (20/12) malam. Peserta tidak hanya berasal dari Bali, melainkan juga dari Mataram, Nusa Tenggara Barat. Total ada 33 klub bulu tangkis yang mengikuti kejuaraan ini. Kategori yang diperlombakan yakni mulai dari pra usia dini (U-9), usia dini (U-11), anak (U-13), pemula (U-15), remaja (U-17) dan taruna (U-19). Ketua Panpel, Ni Putu Desiana Ratna Dewi, mengaku tidak menyangka dengan antusiasme yang diberikan oleh masyarakat. Meski digelar ditengah pandemi, jumlah peserta yang ikut membludak. Kendati demikian, panitia pelaksana tetap mematuhi protokol kesehatan. “Jadi, penonton di GOR sangat terbatas, sehingga tidak terjadi kerumunan massa,” ujar Putu Desiana. “Bagi peserta dari luar Bali seperti Mataram, wajib menjalani rapid test,” lanjutnya. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kejuaraan ini bertujuan untuk menjaring atlet berbakat dan bertalenta di usia dini. Khusus bagi juara tunggal putra dan putri, kelompok pemula dan remaja, akan dibiayai guna berlanjut ke ajang nasional. Di sisi lain, Ketua umum Pengkab PBSI Buleleng, Gede Darmawan, mengatakan, jika ia dan pihaknya salut atas terselenggaranya kejuaraan ini meski ditengah keterbatasan karena pandemi. Menurut Darmawan, pihaknya menjaring 19 atlet yang akan dibina oleh PBSI Buleleng. 19 atlet tersebut terdiri atas 12 atlet putra dan 7 atlet putri.

Tim Krapyak dan Kaliyetno Juara Kategori Beregu Liga PB Djarum 2020

Liga PB Djarum 2020

Liga PB Djarum 2020 telah menyelesaikan kejuaraan kategori beregu, Rabu (9/12) sore, di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah. Sejumlah laga seru, baik pada nomor tunggal maupun ganda, tersaji pada partai final. Hingga akhirnya Tim Krapyak tampil sebagai juara beregu putra dan Kaliyetno di kategori putri dalam kejuaraan yang mengusung tema “Semangat Muda, Semangat Juara”. Tim Krapyak tampil sebagai juara usai memetik kemenangan dramatis 3-2 atas Tim Ploso pada laga final. Tiga poin tim Krapyak di dapat dari ganda pertama, tunggal ke dua dan tunggal ke tiga. “Sebenarnya dua tim di final ini bagus ya, mungkin kami yang lebih sedikit beruntung. Anak-anak juga bisa mengeluarkan permainan dengan susah payah dan ekstra tenaga lebih,” ungkap pelatih Tim Krapyak, Ferry, dikutip dari Pbdjarum.org. “Tidak menyangka juga juara, kami hanya mengikuti prosesnya dan menghadapi masalah-masalah di lapangan hingga tembus juara. Saya juga cukup kagum sama mereka,” lanjutnya. Beralih ke final beregu putri, Tim Kaliyetno sukses memastikan gelar juara Liga PB Djarum 2020 usai memetik kemenangan dengan skor tipis juga dengan skor 3-2 saat menghadapi Tim Karangbener. Selain mampu menjadi juara, Tim Kaliyetno sukses mencatatkan rekor tak terkalahkan sepanjang pertandingan Liga PB Djarum 2020 berlangsung. Tim Kaliyetno berhasil mengantongi lima kali kemenangan. Roy Djojo Effendy selaku PIC tim Kaliyetno mengaku tak menyangka jika timnya bisa meraih gelar juara. Padahal timnya tidak memiliki target khusus. Bahkan diakui oleh Roy jika timnya datang sebagai tim kambing hitam di kejuaraan beregu Liga PB Djarum 2020 ini. “Tim yang lain itu bagus-bagus, justru kita yang jadi kambing hitamnya. Ya, nggak menyangka juga bisa jadi juara. Kita beberapa kali menang tipis dari tim lain. Di beregu ini memang tidak bisa diprediksi,” ujarnya Roy Djojo. “Ya, karena kita memang tidak ada target khusus tidak bisa dibilang sesuai harapan juga sih. Justru harapan kita itu ingin bermain sebaik mungkin dan keluarkan segala kemampuan semaksimal mungkin. Menang atau kalah tak usah dipikirkan,” lanjutnya Roy Djojo. Sementara itu, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menyatakan kategori beregu Liga PB Djarum 2020 merupakan terobosan anyar PB Djarum demi mengasah sisi kompetitif atlet muda. Pasalnya, partai beregu di kejuaraan ini melibatkan berbagai kelompok umur yakni U-15, U-17 dan dewasa. “Ini adalah kejuaraan langka, karena dalam satu regu diisi atlet-atlet U15 hingga dewasa yang saling mendukung untuk memperjuangkan tim mereka agar bisa menjadi juara. Format lintas usia ini sangat jarang dijumpai di kejuaraan beregu lainnya,” jelas Yoppy. Pria yang juga Ketua PB Djarum ini menguraikan, penggabungan lintas usia di kejuaraan beregu Liga PB Djarum 2020 agar para atlet muda bisa merasakan dan mengatasi ketatnya tekanan saat bertanding. “Tekanan yang dihadapi seorang atlet saat bertanding beregu, jauh berbeda ketika bertanding perorangan. Melalui kategori beregu ini, kami berharap setiap atlet dapat memetik pelajaran penting, yakni memupuk kerja sama tim dan menanggalkan rasa individualis,” tutur Yoppy. Setelah nomor beregu, Liga PB Djarum 2020 akan dilanjutkan dengan nomor perorangan yang akan dimulai pada Kamis (10/12) hingga Minggu (13/12) mendatang, Liga PB Djarum 2020 akan memainkan nomor perorangan, mulai dari kelompok usia U-11, U-13, U-15, U-17, U-19 dan Dewasa baik di sektor tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri serta ganda campuran.

Banyak Turnamen Dibatalkan, PB Djarum Gelar Liga PB Djarum 2020

Banyak Turnamen Dibatalkan, PB Djarum Gelar Liga PB Djarum 2020

Ditengah situasi pandemi yang hingga saat ini belum juga mereda, banyak turnamen-turnamen bulu tangkis yang terpaksa harus dibatalkan, termasuk Kejuaraan Dunia Junior 2020. Hal tersebut membuat PB Djarum harus pandai-pandai melakukan hal-hal untuk menjaga jiwa kompetitif para atlet binaan mereka. Klub yang bermarkas di Kota Kudus, Jawa Tengah, ini akhirnya berinisiatif untuk menggelar Liga PB Djarum 2020 dengan mengusung jargon “Semangat Muda, Semangat Juara”. Rencananya, turnamen internal ini akan digelar pada 7-13 Desember 2020 di GOR Djarum Jati. Tidak seperti edisi sebelumnya, Liga PB Djarum 2020 kali ini tidak hanya akan menampilkan nomor perorangan, melainkan juga nomor beregu. Dilansir dari akun resmi PB Djarum di Twitter, turnamen ini menyediakan format turnamen beregu dari beragam usia. Untuk nomor beregu, akan dibagi ke dalam 8 tim putra dan 6 tim putri. Setiap tim nantinya akan diperkuat mulai dari atlet U-15 hingga atlet dewasa. Beregu putra akan dibagi menjadi dua grup, juara dan runner-up tiap grup akan lolos ke babak semifinal. Kemudian pada nomor beregu putri, hanya ada satu grup, di mana mereka akan bermain setengah kompetisi. Selain itu ada beberapa kelompok usia di turnamen perorangan. Tunggal putra terdiri dari U-11 dan 13, U-15, U-17, U-19, dan dewasa. Tunggal putri terdiri dari U-11 dan 13, U-15, U-17, U-19 dan dewasa. Ganda putra terdiri dari U-13, U-15, U-17, U-19 dan dewasa. Ganda putri terdiri dari U-13, U-15, U-17, U-19 dan dewasa. Sedangkan ganda campuran terdiri dari U-17, U-19, dan dewasa. Menariknya, para atlet boleh bermain rangkap baik di tunggal dan ganda atau rangkat naik satu tingkat usia. Semua pertandingan Liga PB Djarum ini akan disiarkan langsung secara Live melalui akun media sosial PB Djarum di YouTube, Facebook, dan Kaskus TV.