Komang Siap Bidik Medali Emas PON 2024

Atlet bulutangkis asal Pulau Dewata Bali, Komang Ayu Cahya Dewi (19) kembali bergabung tim pelapis Pelatnas Utama (Pelatnas Pratama) pada hari Jumat (22/10) ini. Komang Cahya mendapat izin bertanding di PON XX 2020 Papua. Dia pun meraih medali perak tunggal perorangan putri. “Saya Jumat sudah gabung lagi dengan Tim Pelatnas Pratama,” ucap Komang Ayu Cahya Dewi, Kamis (21/10). Komang Cahya menjadi satu-satunya atlet yang bisa turun lagi pada PON XXI 2024 di Sumut dan Aceh. Dia pun diharapkan dapat meningkatkan prestasi dari medali perak. “Untuk PON selanjutnya saya ingin meraih medali emas, semoga saja terwujud,” kata atlet asal Banjar Bangkang, Desa Baktiseraga, Kecamatan/Kabupaten Buleleng. Komang Cahya bergabung dengan Pelatnas Pratama sejak 2020 dan dilatih Asep Suharno, Morico Harda, dan Minarti Timur. Berada di Pelatnas dia bertekad mematangkan pengalaman, jam terbang dan teknik bertanding. Dengan harapan semakin matang di PON selanjutnya. “Dari sisi batasan umur hanya saya yang bisa turun di PON XXI 2024 di Sumut dan Aceh, karena bulutangkis memakai batasan umur 23 tahun,” kata Komang Cahya. Sementara selama di kampung halaman, Komang Cahya memanfaatkan waktu untuk recovery. Namun, tidak ketinggalan dirinya tetap menjaga kebugaran tubuh dengan melakukan sprint di sekitar rumah. Dia balik ke Pelatnas karena saat ini Pelatnas belum libur. Jadi dia harus menjalani latihan rutin. Lebih jauh Komang Cahya balik ke Pelatnas tanpa menunggu bonus dari Pemprov Bali. Menurutnya, dirinya tidak terlalu mengetahui soal bonus kapan diberikan dan juga jumlahnya. Jika Pemprov Bali memberikan bonus, Komang Cahya akan memberikan sebagian ke panti jompo dan panti asuhan di Kabupaten Buleleng. Selebihnya akan disimpan sebagai tabungan masa depan serta keperluannya. Sebab di Pelatnas dia belum memiliki sponsor. Dia juga harus membeli peralatan pribadi seperti raket dan sepatu dari dana sendiri. Komang Cahya berharap, kelak ada pihak yang mau mensponsorinya. Dia juga berharap mendapat dukungan dari Pemprov Bali. “Mudah-mudahan Pemprov Bali mendukung saya. Jadi, saya tidak membeli peralatan sendiri. Jika nanti ada bonus, saya juga akan menggunakan untuk membeli peralatan pribadi,” ucap atlet kelahiran Denpasar, 21 Oktober 2002 ini. Meski belum meraih medali emas, pemain Klub Djarum Kudus Jawa Tengah itu menjadi pebulutangkis pertama asal Bali yang masuk final selama 73 tahun atau sejak PON I 1948 di Solo Jawa Tengah. Ketua Umum Pengprov PBSI Bali, I Wayan Winurjaya mengakui hanya Komang Cahya yang usianya paling muda yang tampil di PON XX 2020 Papua. “Untuk PON selanjutnya hanya Komang Cahya yang bisa turun lagi, pebulutangkis lainnya harus regenerasi karena faktor batasan umur. Saya harap semoga Komang Cahya dapat medali emas di PON XXI 2024 di Sumut dan Aceh,” kata Winurjaya, yang mantan Ketua Umum Pengkab PBSI Bangli itu.

Mengenal Elias Maublanc, Salah Satu Pebulutangkis Termuda Sudirman Cup 2021

Mengenal Elias Maublanc, Salah Satu Pebulutangkis Termuda Sudirman Cup 2021

Pebulu tangkis tunggal putra asal Tahiti, Elias Maublanc, menjadi salah satu pemain yang mencuri perhatian pada Sudirman Cup 2021, 26 September-3 Oktober di Vantaa, Finlandia. Bagaimana tidak, diusianya yang baru menginjak 14 tahun, ia akan menjadi andalan Tahiti mengarungi Sudirman Cup. Mengutip laman BWF, Tahiti memang diperkuat delapan pemain berusia di bawah 20 tahun dan Elias Maublanc menjadi salah satunya. Ajang ini pun tak sekadar menjadi pembuktiannya sebagai pemain muda, tapi jalan kariernya menjadi pebulutangkis terbaik di dunia. “Saya suka segala sesuatu yang berhubungan dengan bulutangkis. Seperti suara shuttlecock, suara sepatu Anda di lantai, kecepatan, strategi, pola pikir, pokoknya semuanya,” kata Maublanc menukil laman BWF. Tak heran ketika namanya diumumkan masuk dalam tim, antusiasme Maublanc pun memuncak. Sampai-sampai ia rela menghabiskan waktunya selama berminggu-minggu untuk berlatih setiap hari dan itu dilakukan baik sebelum maupun seusai jam sekolah. “Saya bangun pukul 4.30 pagi dan melakukan latihan fisik sebelum berangkat ke sekolah pukul 6 pagi. Ketika saya kembali ke rumah pada pukul 14:45, saya akan menyelesaikan pekerjaan rumah lebih dulu, kemudian kembali melakukan latihan,” kata Maublanc. Selain latihan fisik, Maublanc juga kerap menonton pertandingan di Youtube untuk mengoreksi strategi dan gerakannya. “Hampir setiap malam saya berlatih dari pukul 06.00 pagi hingga 19.30 malam. Saya biasanya terus menonton dan belajar dari pertandingan online sampai saya tertidur,” dia mengungkapkan. Tim bulutangkis Tahiti sejatinya pernah tampil di Sudirman Cup edisi 2017 di Gold Coast, Australia. Tapi saat itu, Tahiti tak termasuk dalam grup elit yang bersaing memperebutkan gelar tersebut. Kini di Vantaa, Finlandia, Tahiti akan memulai kampanyenya dengan tergabung dalam Grup B melawan Taiwan pada 26 September. Sebelum akhirnya, mereka menghadapi juara empat kali Korea Selatan dan Jerman pada akhir pekan. Selain mempersiapkan tim untuk Sudirman Cup, Tahiti akan berjuang di kejuaraan final Thomas & Uber Cup 2020 yang berlangsung di Denmark, pada 9-17 Oktober 2021. Maublanc dkk tergabung dengan grup berat. Ia dan rekan-rekannya harus menghadapi unggulan teratas China di Grup C. Meskipun begitu, Maublanc bangga karena bisa bertanding dengan tim pebulutangkis favoritnya itu. “Saya terkesan dengan ketenangannya (Lin Dan) di lapangan. Dia benar-benar berbeda dari pemain lainnya. Saya selalu menyaksikan pertandingannya ketika ingin memperbaiki gerakan kaki atau teknik saya,” ujarnya menyoal idolanya tersebut. Sementara itu, pelatih Tahiti, Leo Cucuel, melihat peluang timnya secara realistis saat bertanding di Sudirman Cup 2021. Ia hanya berharap atletnya mampu bermain maksimal dan memetik pelajaran sebagai bekal di turnamen internasional berikutnya. “Kami tahu kami akan menghadapi beberapa (negara peserta) terbaik di dunia sehingga kami tidak memiliki harapan yang tidak realistis. Namun, kami berharap para pemain mendapatkan banyak pengalaman yang akan memotivasi mereka di turnamen bulutangkis ke depan,” kata Cucuel.

Bawa Atlet Muda ke Piala Thomas dan Uber 2020, Ini Target PBSI

Bawa Atlet Muda ke Piala Thomas dan Uber 2020, Ini Target PBSI

Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menaruh harapan tinggi kepada atlet-atlet muda yang dikirim ke ajang Piala Thomas dan Piala Uber 2020. PBSI berharap agar para pemain muda berkontribusi untuk target meraih gelar dan membawa trofi turnamen beregu putra dan putri itu ke Tanah Air. Sejumlah pemain muda dibawa ke turnamen yang bakal berlangsung di Denmark tersebut. Mereka adalah kakak beradik Chico Aura Dwi Wardoyo (23 tahun) dan Ester Nurumi Tri Wardoyo (17 tahun), serta Leo Rolly Carnando (20 tahun), Daniel Marthin (20 tahun), Putri Syaikah (20 tahun), hingga Jesita Putri Miantoro (19 tahun). “Dasar pemilihan selain dari performa di turnamen terakhir, juga kami evaluasi dari latihan-latihan mereka. Secara individu, mereka yang paling siap dan mumpuni. Saya pastikan mereka siap untuk bertarung dan bukan hanya bertarung tapi mereka juga siap menyumbangkan poin untuk tim,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rionny Mainaky. Rionny beranggapan, atlet muda yang sudah dipilih itu punya tingkat motivasi berjuang yang sangat baik. Selama persiapan juga terlihat mereka menjalani setiap program latihan secara optimal. Ia juga sudah memerintahkan tim pelatih untuk lebih menyiapkan program-program yang ketat agar para atlet muda ini bisa mengambil ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya. Rionny memahami, sebagai peserta debutan, tekanan dan rasa minder akan ada di pundak atlet muda. Sebab itulah, ia meminta para pelatih berusaha untuk menguatkan mental anak-anak asuhnya tersebut. “Supaya mereka tidak minder karena pertama kali ikut di ajang beregu, saya juga sudah meminta mereka dalam beberapa minggu terakhir ini untuk sparring bersama seniornya. Saya juga sering mengingatkan mereka secara pribadi, apa saja tekanan yang ada di dalam tim dan bagaimana mengantisipasinya. Ini untuk memperkuat mental mereka,” ujar Rionny. Piala Thomas dan Piala Uber rencananya akan digelar satu minggu setelah Piala Sudirman 2021. Turnamen akan digelar di Aarhus, Denmark, pada 9-17 November 2021. Berikut daftar lengkap tim Piala Thomas & Uber Indonesia: Tim Thomas 1. Anthony Sinisuka Ginting 2. Jonatan Christie 3. Shesar Hiren Rhustavito 4. Chico Aura Dwi Wardoyo 5. Marcus Fernaldi Gideon 6. Kevin Sanjaya Sukamuljo 7. Mohammad Ahsan 8. Hendra Setiawan 9. Fajar Alfian 10. Muhammad Rian Ardianto 11. Leo Rolly Carnando 12. Daniel Marthin Tim Uber 1. Gregoria Mariska Tunjung 2. Putri Kusuma Wardani 3. Nandini Putri Arumni 4. Ester Nurumi Tri Wardoyo 5. Greysia Polii 6. Apriyani Rahayu 7. Siti Fadia Silva Ramadhanti 8. Ribka Sugiarto 9. Nita Violina Marwah 10. Putri Syaikah 11. Febby Valencia Dwijayanti Gani 12. Jesita Putri Miantoro

Diisi Pemain Muda, Tunggal Putri Ingin Berikan Yang Terbaik

Diisi Pemain Muda, Tunggal Putri Ingin Berikan Yang Terbaik

Ajang Piala Sudirman 2021 semakin dekat dengan hari penyelenggaraan. Turnamen yang menjadi lambang supremasi beregu campuran itu bergulir pada 26 September hingga 3 Oktober mendatang di Finlandia. Tim bulutangkis Indonesia terus mengejar persiapan demi usaha merebut gelar juara. Tidak terkecuali sektor tunggal putri yang menurunkan pemain-pemain muda, seperti Gregoria Mariska Tunjung (22 tahun), Putri Kusuma Wardani (19 tahun), dan Ester Nurumi Tri Wardoyo (16 tahun). Dari tiga nama tersebut, hanya Gregoria yang berpengalaman bermain di ajang beregu, sementara Putri dan Ester adalah seorang debutan. Asisten pelatih tunggal putri utama, Herli Djaenudin menyampaikan kondisi terkini anak asuhnya tersebut. “Persiapan untuk saat ini karena sudah mendekati ke hari pertandingan sudah lebih ke strategi permainan. Juga lebih mengasah senjata-senjata yang dimiliki tiga tunggal putri kita, Gregoria, Putri dan Ester,” kata Herli. “Kondisi mereka sudah 90% dan siap turun di Piala Sudirman nanti,” lanjutnya. Herli menambahkan bahwa program-program khusus terus diberikan agar tim tunggal putri bisa memberikan yang terbaik dan menyumbang angka untuk Merah-Putih. Herli juga berharap para pemain bisa bermain lepas. “Mereka dalam latihan sudah intens dan fokus. Sekarang kembali lagi mereka sudah lebih banyak ke strategi permainan, untuk fisik dan stamina sudah diberikan pada sebelum-sebelumnya. Programnya dengan satu lawan dua, juga sparring dengan tim putra sudah kita lakukan,” ungkap Herli. “Semoga tunggal putri ini terutama Putri dan Ester yang baru pertama kali ikut Piala Sudirman bisa bermain lepas dan luar biasa,” tutur Herli. Tidak hanya itu, Ester yang masih berada di tim pratama sekarang menjalani latihan bersama tim utama. “Saya dan Rionny (Mainaky) sudah sepakat untuk meminta Ester yang masih di pelatnas pratama untuk latihan dengan tim utama. Tujuannya selain untuk meningkatkan kualitas latihan seperti tenaga, pola main dan sebagainya, juga untuk membiasakan diri untuk bergabung dengan Gregoria dan Putri. Agar ia tidak canggung dan merasa ada di dalam tim,” jelas Herli. Sedangkan sang pemain yang merupakan adik kandung dari Chico Aura Dwi Wardoyo ini merasa senang sekaligus tegang usai terpilih masuk ke dalam tim Piala Sudirman. “Rasanya campur aduk. Senang sekaligus tegang. Senangnya karena saya masih muda tapi dipercaya oleh pelatih dan PBSI untuk masuk ke dalam tim. Saya ingin mengambil pengalaman untuk ke depan,” sahut Ester. “Tapi ada tegangnya juga karena saya kalau dipercaya turun ingin menyumbang poin untuk Indonesia. Ketegangan ini saya coba ubah jadi motivasi, bukan beban,” ucap pemain kelahiran Jayapura, 26 Agustus 2005 itu.

Piala Sudirman Jadi Ajang Pembuktian 4 Pebulutangkis Muda Ini

Ini Dia Empat Pebulutangkis Muda Indonesia di Piala Sudirman

Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) telah memilih 20 atlet terbaik untuk mengisi skuad tim Piala Sudirman 2021. Diantara 20 nama tersebut, ada 4 pebulutangkis muda yang siap membuktikan kapasitas mereka untuk membantu tim Indonesia membawa pulang kembali Piala Sudirman. Adalah Ester Nurumi Tri Wardoyo (17 tahun), Pitha Haningtyas Mentari (22 tahun), Putri Kusuma Wardani (19 tahun), dan Rinov Rivaldy (21 tahun) yang berhasil membuktikan kualitas mereka selama latihan hingga simulasi pertandingan yang diadakan PP PBSI dalam rangka persiapan jelang Piala Sudirman, yang akan digelar di Vantaa, Finlandia, pada 26 September-3 Oktober. Dengan bekal penilaian itu, Putri dan Ester, yang turun di nomor tunggal putri, serta ganda campuran Rinov/Pitha, mengantongi kesempatan untuk berjuang bersama para atlet senior di Piala Sudirman. Keempat pemain tersebut, menurut Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rionny Mainaky, mampu menunjukkan kualitas permainan mereka pada simulasi beregu. Mereka juga dinilai dapat mengeluarkan perlawanan yang agresif. Sekadar catatan, Putri dan Rinov/Pitha telah membuktikan diri dengan menjuarai Spain Masters di Mei 2021. Secara teknis dan kemampuan, seperti dilaporkan Antara, PBSI menilai mereka sudah bermain bagus dan siap untuk turun pada ajang beregu. Sementara, Ester diturunkan karena punya tipikal bermain menyerang, yang diharapkan dapat menjadi kejutan, lantaran permainannya belum banyak diketahui lawan. “Saya tekankan mereka yang muda ini sudah latihan dengan baik, setiap hari ada evaluasi. Penilaiannya juga dari kedisiplinan, teknik permainan, dan karakter,” jelas Rionny. “Kami pilih yang terbaik, itu jadi dasar pemilihan mereka berempat,” lanjut Rionny. Pada kesempatan yang sama, Putri mengaku sudah tidak sabar untuk berlaga di Piala Sudirman. Atlet berusia 19 tahun ini mengklaim pernah berkhayal untuk bertanding pada ajang bergengsi ini, saat masih di level junior. Putri pun sempat tidak percaya karena di tahun ini dia bisa mewakili Indonesia berlaga di Piala Sudirman, meski usianya masih remaja. “Kalau saya tidak bisa menilai kenapa bisa dipilih, pelatih yang menentukan. Tapi dengan keterlibatan ini saya siap untuk bertanding,” jelas Putri. “Saya tidak merasa terbebani, justru termotivasi dan berterima kasih kepada pelatih sudah memilih saya,” pungkasnya. Selain keempat pebulutangkis tersebut, di skuad Piala Sudirman Indonesia juga diisi oleh beberapa nama yang tergolong masih muda. Seperti Apriyani Rahayu (23 tahun), Gregoria Mariska Tunjung (22 tahun), Ribka Sugiarto (21 tahun), dan Siti Fadia Silva Ramadhanti (20 tahun). Berikut daftar lengkap skuad tim Piala Sudirman Indonesia: Putra: Anthony Sinisuka Ginting Jonatan Christie Shesar Hiren Rhustavito Marcus Fernaldi Gideon Kevin Sanjaya Sukamuljo Mohammad Ahsan Hendra Setiawan Fajar Alfian Muhammad Rian Ardianto Praveen Jordan Rinov Rivaldy Putri: Gregoria Mariska Tunjung Putri Kusuma Wardani Ester Nurumi Tri Wardoyo Greysia Polii Apriyani Rahayu Ribka Sugiarto Siti Fadia Silva Ramadhanti Melati Daeva Oktavianti Pitha Haningtyas Mentari

Sabet Gelar Juara US Open 2021, Berikut Profil Raducanu

Sabet Gelar Juara US Open 2021, Berikut Profil Raducanu

Nama Emma Raducanu sedang ramai dijagat olahraga usai menjuarai US Open 2021. Remaja 18 tahun asal Inggris itu mencatatkan sejarah menjadi petenis pertama yang merebut gelar Grand Slam dari fase kualifikasi. Raducanu memastikan gelar juara seusai mengalahkan petenis asal Kanada, Leylah Fernandez, pada partai final, Minggu (12/9/2021) pagi WIB. Bertanding di Arthur Ashe Stadium, New York, Amerika Serikat, Raducanu menumbangkan Leylah Fernandez dua gim langsung atau straight game dengan skor 6-4 dan 6-3. Kemenangan atas Leylah Fernandez menyempurnakan penampilan Raducanu yang memulai US Open 2021 dari babak kualifikasi. Raducanu harus berjuang melewati tiga pertandingan kualifikasi terlebih dahulu sebelum berhasil masuk babak utama US Open 2021. Meski berstatus non unggulan, Raducanu selalu tampil percaya diri hingga akhirnya berhasil menyapu bersih tujuh laga babak utama US Open 2021 untuk membawa pulang trofi. Simak profil singkatnya dari merintis karir hingga meraih gelar Grand Slam pertamanya berikut ini. Awal Karier Raducanu lahir pada 13 November 2002, di Toronto, Kanada. Ayahnya berasal dari Rumania sedangkan sang ibu dari Cina. Ia pindah ke London pada usia dua tahun dan mulai bermain tenis pada usia lima tahun. Raducanu memulai karir sebagai petenis profesional pada tahun 2018. Raducanu mencapai 20 besar di tingkat junior. Memenangi tiga gelar Federasi Tenis Internasional. Raducanu melakukan debut turnamen WTA-nya di lapangan rumput di Nottingham pada Juni 2021. Raducanu menjadi terkenal ketika dia membuat debut undian utama Grand Slam di Wimbledon pada Juli 2021. Memasuki turnamen sebagai wildcard berperingkat 338 dunia, dia maju hingga babak keempat. Dia mundur saat melawan petenis Australia Ajla Tomljanovic setelah menderita kesulitan bernapas. Raducanu mencapai final acara WTA 125K di Chicago pada Agustus 2021. Gelar Grand Slam Pertama Raducanu lolos ke undian utama US Open 2021 setelah membukukan kemenangan straight set di ketiga babak kualifikasi. Berperingkat 150 dunia, Raducanu menjadi petenis kualifikasi pertama yang memenangkan gelar Grand Slam. Dia menjuarai US Open tanpa kehilangan satu set pun, baik di kualifikasi atau dalam tujuh pertandingan undian utamanya. Raducanu menjadi wanita Inggris pertama yang memenangkan US Open sejak Virginia Wade menang pada 1968 dan yang pertama merebut gelar Grand Slam sejak Wade memenangkan Wimbledon pada 1977. Raducanu saat ini sudah naik ke peringkat 24 dunia setelah memenangi gelar US Open. Ia resmi mengakhiri posisi Johanna Konta, sebagai wanita Inggris berperingkat teratas dunia yang sudah berlangsung 310 minggu.

Tim Indonesia Turunkan Petenis Muda Saat Lawan Barbados Di Piala Davis

Tim Indonesia Turunkan Petenis Muda Saat Lawan Barbados Di Piala Davis

Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) memberi kesempatan kepada pemain muda untuk memperkuat tim Piala Davis Indonesia. Indonesia memutuskan untuk menyimpan pemain-pemain senior seperti Christopher Rungkat, David Agung Susanto, dan Anthony Susanto pada pertandingan yang akan berlangsung pada 17-18 September 2021. Bertandang ke markas Barbados di National Tennis Centre, Saint Michael, Tim Merah-Putih akan menurunkan Ali Fahresi (19 tahun), Gunawan Trismurwantara (18 tahun), dan Justin Barki (21 tahun). Pemain muda ini bakal didampingi oleh Febi Widhiyanto sebagai kapten tim. “Target kami pemain bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” ujar Febi melalui keterangan tertulis, Selasa, 7 September 2021. Meski masih berusia muda, semua petenis Indonesia telah memiliki pengalaman bermain di ajang yang berlabel Piala Dunia Tenis Beregu ini. Justin Barki yang bermukim di Amerika Serikat, telah menjadi skuad andalan Merah-Putih saat menjamu Filipina dan menantang tuan rumah Srilanka pada tahun 2018. Selain itu, Gunawan tampil di Playoff Grup II Davis Cup 2020 saat Indonesia versus Kenya di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Senayan. Sedangkan untuk Ali Fahresi, turun saat Indonesia menjamu Selandia Baru pada Grup II Davis Cup 2019 Zona Asia-Oseania. Ketua Umum (Ketum) PP Pelti, Rildo Ananda Anwar, mengaku pihaknya tak memancang target muluk saat melawan Barbados. Yang terpenting, menurut dia, para pemain muda ini menunjukkan kemampuan terbaik mereka sebagai bekal mengarungi turnamen di waktu mendatang. “Kami mengharapkan para pemain Indonesia tampil maksimal saat berhadapan dengan Barbados,” ucap Rildo Ananda Anwar. Adapun Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali memastikan bahwa pemerintah akan mendukung penuh terhadap upaya-upaya untuk menorehkan prestasi olahraga di tingkat internasional. “Pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap upaya-upaya dari cabang olahraga terutama yang akan ikut event-event internasional, baik single event maupun multi event sebagaimana yang kita lakukan selama ini,” kata dia. Selain itu, Amali akan memantau secara langsung latihan terakhir tim Piala Davis pada 7 September di stadion Gelora Bung Karno (GBK) sebelum keberangkatannya menuju Barbados. Pemenang antara Barbados vs Indonesia akan berlaga dalam babak playoff Grup I Piala Davis 2022.

Terjun ke Tenis Profesional, Ini Jadwal Turnamen yang Diikuti Priska Nugroho

Terjun ke Tenis Profesional, Ini Jadwal Turnamen yang Diikuti Priska Nugroho

Petenis muda Indonesia, Priska Madelyn Nugroho, saat ini tengah mengadu peruntungan sebagai petenis profesional di Eropa. Petenis berusia 18 tahun itu tengah mengikuti rangkaian turnamen di Denmark. Level pro sendiri baru dijalaninya pada pertengahan tahun ini. Sebelumnya, ia merupakan petenis junior Indonesia yang terpilih menjadi bagian dari ITF (Federasi Tenis Internasional) Touring Team to Europe. Ia bergabung dengan tim yang dibiayai Grand Slam Development Fund di Paris, Prancis, sejak Mei lalu. Bersama talenta muda dari berbagai negara, Priska melakoni sejumlah turnamen junior level atas di Benua Eropa, termasuk dua Grand Slam yakni Roland Garros dan Wimbledon. Hasil mengecewakan diraih Priska Madelyn Nugroho di ajang Prancis Terbuka Junior. Ia langsung kandas di babak pertama. Bertanding di Stade de Roland Garros, Paris, di nomor tunggal putri, Priska yang ditempatkan sebagai unggulan ke-15 takluk dari petenis Rep. Ceko, Darja Vidmanov. Pada sektor ganda putri, Priska berpasangan dengan petenis asal Rusia, Erika Andreeva juga tersingkir di babak pertama. Mereka takluk dari pasangan petenis dari Prancis, Laia Petretic yang berpasangan dengan petenis Meksiko, Julia Garcia. Prestasi lebih baik diraih Priska di ajang Wimbledon 2021. Peraih juara ganda putri Autralian Terbuka junior 2020 ini lolos hingga babak kedua baik di nomor tunggal dan nomor ganda putri. Ajang Wimbledon Junior ini sendiri mengakhiri rangkaian perjalanan Priska Madelyn Nugroho sejak dirinya terpilih sebagai anggota ITF Touring Team to Europe. Pasca tersingkir dari Wimbledon Junior, Priska pun memulai kariernya pada level profesional. Pada 16 Juli lalu, Ia menjadi semifinalis ganda putri bersama petenis Korea Selatan, Yeonwoo Ku, di turnamen ITF W15 Almada, Portugal. Dilansir dari laman resmi ITF, Priska juga sempat mengikut iurnamen ITF Amarante Ladies Open yang digelar pada tanggal 19-25 Juli 2021, di Portugal. Namun, ia baru bisa merebut gelar juara pertama di level pro pada turnamen Pada turnamen ITF World Tennis Tour W15 Frederisberg, Denmark, Priska Madelyn Nugroho sukses meraih gelar juara ganda putri. Berpasangan dengan pemain Jepang, Naho Sato, mereka berhasil menundukkan Viktoriia Dema (Ukraina)/Ani Vangelova (Bulgaria) di partai final dengan skor 6-0,6-1, Sabtu, 7 Agustus 2021. ITF World Tour W15 merupakan level terendah dalam struktur kompetisi Federasi Tenis Internasional (ITF). Ajang berhadiah total 15.000 dolar AS (sekitar Rp215 juta) merupakan loncatan awal petenis junior merintis karier di tenis profesional. ITF World Tennis Tour W15 Frederisberg merupakan turnamen kedua bagi Priska Nugroho di Denmark. Sebelumnya, petenis unggulan tanah air itu sempat mengikuti turnamen di kota Vejle. Berlaga di sektor tunggal putri, ia hanya mampu mencapai babak semifinal. Turnamen yang dijalani sang atlet merupakan bagian dari rangkaian turnya di Eropa. Setelah berlaga di Denmark, Priska direncanakan berangkat ke Jerman dan Austria untuk berlaga di turnamen lainnya. Setelah semua turnamen selesai diikuti, Priska Nugroho dijadwalkan pulang ke tanah air. Petenis muda Indonesia itu akan mengikuti Pekan Olahraga Nasional yang akan dihelat di Jayapura, Papua. Karier tenis Priska Madelyn Nugroho diwarnai pencapaian apik di level junior. Ia menjuarai Australia Terbuka Junior 2020 di nomor ganda putri, saat berpasangan dengan petenis Filipina Alexandra Eala. Sumber: Tempo

Giliran Ginting Sumbang Medali Untuk Indonesia

Giliran Ginting Sumbang Medali Untuk Indonesia

Satu medali lagi untuk Indonesia dari cabang bulu tangkis. Ialah Anthony Sinisuka Ginting yang berhasil meraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 usai mengalahkan pebulutangkis Guatemala, Kevin Cordon lewat permainan dua gim 21-11, 21-13, Senin (2/8) malam WIB. Ginting coba bermain sabar dengan mengajak Cordon bermain reli. Ginting coba menempatkan bola yang membuat Cordon tak leluasa dalam mengeluarkan smes kerasnya. Ginting sempat tertinggal tetapi bisa menyamakan kedudukan jadi 4-4. Ginting kemudian berbalik unggul 7-4 setelah Cordon melakukan tiga kesalahan beruntun. Ginting berhasil menambah satu poin lagi untuk unggul 8-4. Namun, upayanya untuk menjauhkan keunggulan terhenti setelah smes yang dilakukannya membentur net dan membuat kedudukan jadi 8-5. Kesalahan itu tidak diulangi oleh Ginting. Penempatan bola-bola sulit Ginting membuat Cordon kerap membuat kesalahan sehingga Ginting bisa unggul 11-5 di interval gim pertama. Ginting tetap bermain sabar dan tidak terpancing permainan cepat Cordon setelah interval. Kendali penuh permainan yang dipegang Ginting membuatnya bisa unggul dengan margin delapan poin, 15-7. Cordon sempat merebut empat poin tetapi pebulutangkis Guatemala itu tidak mampu membendung Ginting untuk memenangi gim pertama dengan skor 21-11. Ginting bermain lebih menekan di awal gim kedua. Ginting lebih berinisiatif melakukan tekanan dengan melakukan smes yang membuat Cordon kerepotan. Tekanan yang terus diberikan Ginting membuatnya bisa unggul 7-2 atas Cordon. Cordon berhasil memutus perolehan poin Ginting dan merebut dua poin beruntun untuk memperkecil ketinggalan jadi 4-8. Namun, Ginting kembali bisa mengendalikan situasi pertandingan. Tiga poin direbut Ginting untuk membuatnya unggul jauh 11-4 di interval gim kedua. Cordon mampu bangkit dengan merebut enam poin untuk bisa memperkecil kedudukan jadi 10-13. Dalam situasi mulai tertekan, Ginting mampu tetap tampil tenang untuk bisa menjauhkan skor jadi 15-10. Ginting bisa mendulang poin tambahan memanfaatkan kesalahan pengembalian yang dilakukan oleh Cordon hingga unggul 18-11. Ginting kemudian bisa merebut tiga poin krusial untuk menutup gim kedua dengan 21-13. Sekaligus memastikan medali ke-5 bagi Indonesia. Ada rekor unik tercipta, berkat raihan medali perunggu tersebut Anthony Sinisuka Ginting menjadi pebulutangkis pertama yang berhasil mendapatakan medali di Youth Olympic Games dan Olympic Games. Pada tahun 2014 silam, Anthony Ginting berhasil mendapatkan medali perunggu di Youth Olympic Games yang diselenggarakan di Nanjing, Tiongkok. Selain itu, Ginting berhasil mengakhiri ‘kutukan’ wakil tunggal putra di Olimpiade yang tak pernah mencapai babak semifinal dalam kurun waktu 17 tahun kebelakang. Terakhir wakil tunggal putra Indonesia berjaya yakni di Olimpiade 2004. Saat itu ada Taufik Hidayat yang meraih emas dan Sony Dwi Kuncoro yang menyumbangkan medali perunggu.

Sosok Apriyani Rahayu, Pebulutangkis Muda Peraih Medali Emas Olimpiade

Sosok Apriyani Rahayu, Pebulutangkis Muda Peraih Medali Emas Olimpiade

Apriyani Rahayu berhasil mengibarkan bendera Merah-Putih berkibar di podium teratas pada Olimpiade Tokyo 2020. Bersama Greysia Polii, Apriyani berhasil mengandaskan perlawanan Chen Qingchen/Jia Yifan, pada final ganda putri bulu tangkis Olimpiade Tokyo 2020. Sekaligus menghadirkan medali emas pertama bagi Indonesia. Bertanding di Musashino Forest Plaza, Senin (2/7/2021) siang WIB, Greysia/Apriyani berhasil menang atas Chen Qinchen/Jia Yifan, dua gim langsung dengan skor 21-19 dan 21-15. Kesuksesan Greysia/Apriyani memastikan Indonesia mendapatkan medali emas pertamanya di Olimpiade Tokyo 2020. Selain itu, mereka juga sukses mencetak sejarah sebagai pasangan ganda putri Indonesia pertama yang meraih medali emas Olimpiade. Jauh sebelum meraih medali emas Olimpiade, terdapat jalan terjal yang harus dilewati Apriyani Rahayu dalam meniti karier sebagai atlet bulu tangkis. Apriyani berjuang meraih mimpi di tengah keterbatasan ekonomi. Fakta ini diungkapkan oleh sang ayah, Amiruddin P dalam wawancara bersama TribunSultra.com. Amiruddin P mengatakan, saat kecil Apriyani sering bermain bulu tangkis menggunakan raket yang dimiliki almarhum ibunya. “Boleh dikata, Apriyani belum lancar bicara sudah bermain bulu tangkis,” beber Amiruddin saat ditemui dikediamannya di Kelurahan Lawulo, Kecamatan Anggaberi, Minggu (01/8/2021) dikutip dari TribunSultra.com. “Almarhum mamanya pemain bulu tangkis, jadi itu ada raket bekas. Mamanya kadang dia wakili Dinas dulu di Provinsi,” kata Amiruddin. Sang ayah juga menjelaskan saat bermain bulu tangkis di masa kecil, Apriyani menggunakan raket yang sudah tak layak pakai milik almarhum ibunya. “Belum bisa beli raket dulu, masih disambung-sambung (tali senar),” lanjut Amiruddin. Melihat anaknya yang mulai hobi bermain bulu tangkis, Amiruddin kemudian membuatkan lapangan di halaman rumahnya untuk tempat latihan putrinya. Berkat raket bekas itu pada akhirnya jadi gerbang pembuka bagi Apriyani untuk menata karier lebih serius di dunia bulu tangkis. Adapun, Apriyani sudah mulai mengikuti turnamen bulu tangkis saat masih usia dini. Ia sudah pernah mengikuti kejuaraan daerah hingga tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara. Dari situlah bakat Apriyani mulai tercium oleh pemandu bakat. Dilansir dari Tribun Timur, pada tahun 2011, Apryani Rahayu ke Jakarta dan dibawa ke PB Pelita milik Icuk Sugiarto di kawasan Kosambi, Jakarta Barat. Lalu sejak 2014 hingga 2016, Apriyani Rahayu mendapat kesempatan mewakili Indonesia di berbagai ajang Kejuaraan Dunia Junior. Pada 2017, Apriyani mulai berlatih di Pelatihan Nasional (Pelatnas) Cipayung, Jakarta. Sejak saat itu Apriyani mulai bermain di level senior dan diduetkan dengan Greysia Polii. Padahal, Greysia sejatinya sudah berniat pensiun pada 2017 setelah Olimpiade Rio 2016. Terlebih, pasangan dia saat itu (Nitya Krishinda Maheswari) mengalami cedera. Namun, Greysia akhirnya tak jadi gantung raket usai sang pelatih memintanya menjadi duet Apriyani Rahayu. Dia diminta untuk membuat semakin berkembang. Hingga akhirnya mereka menuai berbagai prestasi dan kini berhasil meraih medali emas di Tokyo 2020. Biodata Apriyani Rahayu Nama lengkap: Apriyani Rahayu Tempat, tanggal lahir: Konawe, Sulawesi Tenggara, Indonesia, 29 April 1998 Usia: 23 tahun Tinggi badan: 163 cm Pegangan raket: Kanan Nomor: Ganda putri Ranking saat ini: 6 (dengan Greysia Polii, 29 Juni 2021) Prestasi: – Olimpiade: Emas (Tokyo 2020) – Kejuaraan Dunia: Perunggu (2015, 2018, 2019) – Piala Sudirman: Perunggu (2019) – Asian Games: Perunggu (2018 ganda putri dan beregu) – SEA Games: Emas (2019 ganda putri), perunggu (2019 beregu) – Kejuaraan Tim Asia: Perunggu (2018)

Ternyata Ada “Wakil” Ketiga Indonesia di Nomor Tunggal Putra Olimpiade Tokyo

Ternyata Ada "Wakil" Ketiga Indonesia di Nomor Tunggal Putra Olimpiade Tokyo

Pergelaran turnamen olahraga terbesar sedunia Olimpiade Tokyo 2020 sudah semakin dekat. Hanya tinggal hitungan hari pesta olahraga empat tahunan sekali tersebut akan segera bergulir. Para negara peserta pun mulai mengirimkan kontingen mereka untuk mewakili di setiap cabang olahraga. Tim bulu tangkis Indonesia menjadi salah satu yang pertama untuk bertolak ke Negeri Sakura. Mereka tiba di Bandara Haneda Jepang, pada Jumat (9/7/2021) lalu. Saat tiba di Haneda, seluruh kontingen telah menjalani tes PCR dan hasil seluruhnya negatif. Setelah transit sekitar sembilan jam, rombongan melanjutkan penerbangan ke Prefektur Kumamoto. Tim bulu tangkis Indonesia mengirimkan total 11 atlet, terbanyak diantara wakil Indonesia di cabang olahraga lain. Dari 11 atlet tersebut, 2 diantaranya merupakan wakil di nomor tunggal putra. Keduanya ialah Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting. Namun, ternyata ada tunggal putra asal Indonesia lain yang tampil di Olimpiade. Dialah Ade Resky Dwicahyo. Pada Olimpiade kali ini, ia bakal memperkuat Azerbaijan. Nama Ade sendiri tak asing di telinga para fans bulu tangkis Indonesia. Pebulutangkis yang baru menginjak usia 23 tahun tersebut memiliki karir yang cukup unik. Ade sempat memperkuat tim Indonesia di dua turnamen beregu. Dua turnamen yang dimaksud adalah Kejuaraan Junior Asia dan Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis pada 2016 lalu. Namun dua tahun berselang, Ade mengambil keputusan besar dengan hijrah ke Azerbaijan. Tak disangka, keputusannya itu mengubah jalan karier bulu tangkisnya. Ade mulai berhasil meraih gelar di beberapa turnamen internasional. Tercatat, Ade sukses memenangi 13 titel BWF International Challenge dan enam kali keluar sebagai runner-up. Selain sebagai pemain tunggal putra, Ade ternyata juga aktif berlaga di nomor ganda putra. Berpasangan dengan Azmy Qowimuramadhoni, pemain binaan PB Exist ini sempat terjun di enam turnamen berbeda. Saat ini, pebulutangkis kelahiran 13 Mei 1998 itu menempati peringkat ke-71 dunia untuk nomor tunggal putra dan ranking ke-224 di sektor ganda putra.

Satu-satunya Wakil Tunggal Putri, Gregoria Harapkan Hasil Maksimal di Olimpiade Tokyo

Satu-satunya Wakil Tunggal Putri, Gregoria Harapkan Hasil Maksimal di Olimpiade Tokyo

Menjadi satu-satunya wakil Indonesia di nomor tunggal putri, Gregoria Mariska tak ingin terbebani dan berharap bisa melewati satu demi satu pertandingan dengan maksimal. Pebulutangkis berusia 21 tahun tersebut mengharapkan hasil maksimal di Olimpiade kali ini. Selain menjadi wakil tunggal putri satu-satunya, Gregoria juga merupakan debutan untuk Olimpiade. Hal tersebut sempat mengganggu konsentrasinya. “Pikiran saya sempat berkecamuk, tabrakan gitu. Di satu sisi saya senang bisa tampil di Olimpiade, tapi di sisi lain saya bertanya-tanya, apakah saya sudah layak main di sana?” tutur Gregoria saat diwawancara Tim Humas dan Media PP PBSI, Jumat (2/7) siang. “Tampil di ajang sebesar Olimpiade dengan lawan-lawan yang sudah punya nama dan prestasi besar, membuat saya sempat merasa belum mampu bersaing, apalagi dengan hasil turnamen terakhir saya yang kurang memuaskan. Tapi seiring waktu, saya coba melupakan pikiran itu. Sekarang saya sudah lebih lepas dan siap menghadapinya karena saya berpikir kalau saya menyia-nyiakan kesempatan tahun ini, belum tentu saya bisa punya kesempatan lagi di tahun 2024 nanti,” lanjut Gregoria. Gregoria sendiri saat ini masih dalam tahap latihan ekstra untuk mencapai titik maksimal. Selama dua minggu terakhir, juara Kejuaraan Dunia Junior 2017 ini mengaku menjalani program latihan yang berat. “Persiapan dua minggu terakhir ini, dari pelatih saya diberi latihan ekstra, seperti penambahan latihan besi dan peningkatan fisik, juga termasuk latihan di dalam lapangannya. Intens banget programnya,” ungkap Gregoria. “Selain itu, di sisi nonteknis mulai tahun ini saya mencoba untuk konsultasi ke psikolog karena masalahnya kan mindset saya sudah lumayan lama kalau bisa dibilang seperti ini. Dari tahun 2019 masih begitu-begitu saja masalahnya. Unggul jauh, terkejar lalu kalah. Jadi saya merasa perlu ada orang yang bisa pelan-pelan mengubah mindset itu dan membuat saya kembali percaya diri,” kata Gregoria lagi. Gregoria yang saat ini berperingkat 23 dunia berharap mampu tampil baik di Olimpiade Tokyo mendatang. “Untuk nanti di Olimpiade, saya mencoba untuk terus menyemangati diri sendiri tanpa memikirkan hasil. Kadang yang membuat saya tidak bisa nengontrol diri sendiri itu karena terlalu menggebu-gebu. Jadi sebisa mungkin motivasi itu dijadikan sesuatu hal yang positif, bukan menjadi merugikan,” tukas Gregoria. “Harapan di Olimpiade nanti, pastinya mau hasil terbaik. Apalagi saya sudah diberi kesempatan untuk tampil karena tidak semua atlet punya kesempatan tampil di sana. Saya beryukur mendapat kesempatan itu dan saya mau maksimalkan tanpa banyak berpikir macam-macam. Saya harus lebih tahu saja apa yang akan saya lakukan nanti,” tutupnya. Sebagai catatan, Indonesia sejauh ini sudah meloloskan 28 atlet yang akan berlaga pada Olimpiade Tokyo 2020, Juli mendatang. 11 orang diantaranya berasal dari cabang olahraga bulu tangkis sekaligus menjadi cabang yang paling banyak mengirim wakil.

Berkenalan Dengan Para Pebulutangkis Muda Debutan Olimpiade Tokyo

Pada Olimpiade Musim Panas atau Summer Olympics edisi ke-32 ini dijadwalkan berlangsung mulai 23 Juli hingga 8 Agustus 2021 di Tokyo, Jepang. Bulu tangkis menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan dan paling ditunggu. Berbagai negara berlomba untuk menjadi yang terbaik. Namun, ada juga beberapa pebulutangkis muda yang baru akan menjalani debut Olimpiade. Tentu ini menjadi sesuatu yang sangat spesial bagi mereka. Para atlet tersebut bakal berusaha mati-matian tampil di multiajang empat tahunan tersebut. Siapa saja kah mereka? 1. Nhat Nguyen (Irlandia) Lahir di Hanoi, Vietnam, 16 Juni 2000, Nhat Nguyen lebih memilih memperkuat tim nasional bulu tangkis Irlandia. Berbekal medali perunggu di Kejuaraan Bulu tangkis Junior Eropa 2018, Nhat Nguyen kini bermaksud unjuk gigi di Olimpiade Tokyo 2020. 2. An Se-young (Korea Selatan) Pada tahun 2019, An Se-young mendapat penghargaan sebagai pebulu tangkis muda paling berbakat di Korea Selatan. Pemain 19 tahun itu pernah memenangi medali emas di Kejuaraan Asia Junior di Jakarta ketika tampil di nomor ganda campuran. 3. Thom Gicquel (Prancis) Thom Gicquel dianggap sebagai salah satu pebulu tangkis paling berbakat di Prancis. Lahir di Tourse, Januari 1999, Gicquel pernah merebut medali dua medali emas di Kejuaraan Bulu tangkis Eropa Junior 2017 saat tampil di nomor ganda putra dan ganda campuran. 4. Jonatan Christie Pebulutangkis yang akrab disapa Jojo ini juga akan menjalani debut Olimpiade. Bersama Anthony Sinisuka Ginting, Jojo menjadi tumpuan sektor tunggal putra Indonesia. Pebulutangkis kelahiran Jakarta, 15 September 1997 tersebut saat ini menempati peringkat 7 dunia. 5. Anthony Sinisuka Ginting Anthony lolos ke multievent empat tahunan itu setelah menempati peringkat lima race to Tokyo BWF Olympic Qualification. Dia mengumpulkan poin 75,332. Bagi pebulutangkis kelahiran Cimahi, 20 Oktober 1996 itu, tampil di Olimpiade merupakan kesempatan baik. Untuk itu, ia tak ingin sekadar numpang lewat. Ia berambisi merebut medali di Olimpiade Tokyo. 6. Apriyani Rahayu Debutan lain kali ini berasal dari sektor ganda putri yakni Apriyani Rahayu. Bersama Greysia Polii, Apriyani akan turun mewakili Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020. Atlet berusia 23 tahun ini juga mengaku fokus kepada motivasinya untuk tampil baik dan akan berusaha mati-matian di lapangan. Gregoria Mariska Tunjung Gregoria menjadi satu-satunya wakil Indonesia di nomor tunggal putri. Pemain yang akrab disapa Jorji itu lolos sebagai pemain di urutan ke-15 Race to Tokyo dengan raihan 42.500 poin dari 18 turnamen yang diikuti. Gregoria saat ini masih berusia 21 tahun. Sementara itu, Indonesia dipastikan hanya mengirim tujuh wakil untuk berlaga pada cabang olahraga bulu tangkis di Olimpiade Tokyo. Pasalnya, Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) tidak melakukan perubahan pada jendela kualifikasi. Selain Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting dan Apriyani Rahayu, wakil tanah air lainnya adalah, Gregoria Mariska Tunjung (tunggal putri), Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (ganda putra), Greysia Polii (ganda putri bersama Apriyani Rahayu), dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti (ganda campuran). Tim Bulu Tangkis Indonesia akan bertolak ke Kumamoto, Jepang, pada 8 Juli mendatang. Tim Merah-Putih akan menjalani latihan di sana, sebelum akhirnya ke Tokyo untuk bertanding di Olimpiade. Pertandingan cabang olahraga bulu tangkis menurut jadwal akan berlangsung pada 24 Juli-2 Agustus 2021 di Mushashino Forest Sports Plaza, Tokyo.

Masih Ingin Meniti Karier di Level Junior, Ini Target Priska Pada Tahun 2021

Masih Ingin Meniti Karier di Level Junior, Ini Target Priska Priska Pada Tahun 2021

Petenis muda Indonesia, Priska Madelyn Nugroho, mengaku dirinya tak ingin terburu-buru naik kelas ke level pemain profesional. Namun, Priska sudah memiliki target pribadi yang ingin ia capai hingga akhir tahun 2021. Salah satu target dari petenis berusia 18 tahun tersebut adalah menembus top 10 junior. Selain itu, ia ingin fokus di Tur Eropa Junior 2021 sepanjang bulan Juni mendatang. Peraih medali perunggu SEA Games 2019 di Filipina tersebut mengaku tak ingin terburu-buru naik kelas ke level profesional seperti yang dilakukan rekan-rekan seangkatannya. Baginya, setiap atlet memiliki jalan karier yang berbeda dan dia sendiri memilih untuk fokus dulu di level junior. Priska juga menambahkan bahwa dirinya tidak risau jika disebut terlambat melakukan transisi ke jenjang profesional. “Setiap petenis punya jalan masing-masing. Dan saat pandemi ini, pilihan turnamen profesional yang tersedia memang lebih terbatas,” ujar Priska dalam rilis Pelti. Priska saat ini tengah fokus mengikuti Tur Eropa Junior 2021 yang akan berlangsung sepanjang bulan Juni dengan mendatangi berbagai kejuaraan elite dunia, termasuk grand slam. Saat ini Priska sedang berada di Prancis untuk melakukan persiapan menuju French Open Junior yang akan berlangsung pada 6-12 Juni. Kemudian, Priska dijadwalkan untuk mengikuti kejuaraan Wimbledon Junior 2021. Selain turnamen grand slam, petenis peringkat ke-17 dunia ini juga bakal berlaga di ajang tenis Grade 1 di Roethampton, Inggris. “Targetku masuk Top 10 ITF Junior akhir tahun ini,” kata Priska penuh keyakinan. Baginya, menembus top 10 junior akan lebih memudahkan jalan transisi menuju level profesional tahun depan. Pasalnya, sesuai aturan Women’s ITF World Tennis Tour, posisi tersebut akan memudahkan Priska mendapatkan fasilitas Junior Exempt. Yakni, fasilitas untuk menembus turnamen profesional dengan minimal total hadiah 25 ribu dolar AS atau sekitar Rp 360 juta.

Putri KW Juara, Indonesia Borong 4 Gelar

Putri KW Juara, Indonesia Borong 4 Gelar

Wakil tunggal putri Indonesia, yakni Putri Kusuma Wardani berhasil menjadi juara pada turnamen Spain Masters 2021. Ia pun mengukir sejarah dalam kariernya karena ini merupakan titel pertama bagi Putri setelah naik ke level senior. Selain itu, ia menjadi tunggal putri Indonesia pertama yang menjuarai gelar BWF World Tour dalam dua tahun terakhir. Putri mampu memastikan gelar tersebut usai mengalahkan unggulan ketiga asal Denmark, Line Christophersen, pada Minggu (23/5/2021) sore WIB. Tak tanggung, Putri mengandaskan lawannya dalam straight game, dengan skor akhir 21-15 dan 21-10. Selama berjuang di Spain Masters 2021, Putri yang berstatus non unggulan tampil gemilang dengan menumbangkan beberapa unggulan. Tercatat ada tiga unggulan yang menjadi “korban” Putri. Mereka ialah Line Christophersen (unggulan 3), Lianne Tan (unggulan 4) dan kompatriotnya, Ruselli Hartawan, yang merupakan unggulan kelima. Sayang, langkah Putri tak mampu diikuti oleh Chico Aura Dwi Wardoyo. Chico harus puas menjadi runner up tunggal putra Spain Masters 2021 usai kalah dua gim dari wakil Perancis unggulan kedua, Toma Junior Popov. Pada pertandingan lain, pasangan Yulfina Barkah/Febby Valencia Dwijayanti Gani juga berhasil naik podium juara Spain Masters 2021. Yulfina/Febby sukses merebut gelar juara ganda putri Spain Masters 2021 setelah mengalahkan unggulan pertama asal Denmark, Amalie Magelund/Freja Ravn. Selanjutnya, di nomor ganda putra, Indonesia meraih gelar lewat perjuangan keras Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan. Pada partai puncak Spain Masters 2021, mereka menumbangkan sesama wakil Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani. Duel Pramudya/Yeremia vs Sabar/Reza berlangsung sengit dan berakhir lewat drama rubber game berdurasi 51 menit. Terakhir, Indonesia berhasil merengkuh gelar di nomor ganda campuran berkat aksi Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari. Sepanjang turnamen, Rinov/Pitha yang berstatus unggulan pertama tampil menjanjikan. Mereka selalu menang dua gim langsung dari babak pertama hingga final Spain Masters 2021. Pada partai puncak, Rinov/Pitha menang dua gim langsung atas unggulan kedua, Niclas Nohr/Amalie Magelund. Rinov/Phita hanya membutuhkan 39 menit untuk mengakhiri perlawanan wakil Denmark tersebut. Dengan demikan, Indonesia berhasil menjadi juara umum dengan raihan 4 gelar juara. Berikut hasil lengkap final Spain Masters 2021: Tunggal Putra Chico Aura Dwi Wardoyo vs Toma Junio Popov [2] (Perancis): 15-21, 17-21 Tunggal Putri Putri Kusuma Wardani vs Line Christophersen [3] (Denmark): 21-15, 21-10 Ganda Putra Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan [5] vs Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani: 21-15, 18-21, 21-14 Ganda Putri Yulfira Barkah/Febby Valencia Dwijayanti Gani vs Amalie Magelund/Freja Ravn [1] (Denmark): 21-16, 21-14 Ganda Campuran Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari [1] vs Niclas Nohr/Amalie Magelund [2] (Denmark): 21-18, 21-15

Mutiara Ayu Pastikan Gelar Slovenia International 2021

Mutiara Ayu Pastikan Gelar Slovenia International 2021

Kejutan kembali dihadirkan oleh Mutiara Ayu Puspitasari. Atlet yang baru saja berusia 15 tahun tersebut mampu memastikan gelar juara Slovenia International 2021 usai menaklukkan unggulan tiga asal Hungaria, Agnes Korosi, dalam drama tiga babak dengan skor akhir 21-14, 19-21 dan 21-16. Kejutan tersebut lantaran Mutiara Ayu mengawali turnamen yang berlangsung di Sport hall Centre Dras tersebut dari babak kualifikasi. Selain itu, pemain kelahiran Ngawi, 17 Mei 2006 tersebut juga turun di nomor ganda putri bersama Ruzana. Meski perjuangan keduanya hanya sampai babak kedua saja. Sementara untuk nomor tunggal putri yang merupakan spesialis Mutiara Ayu, dirinya mampu membuktikan diri jadi yang terbaik. Total, Mutiara Ayu menjalani 7 pertandingan hingga babak final. Mutiara Ayu Puspitasari yang merupakan atlet jebolan PB Djarum ini juga pernah dinobatkan sebagai pemain terbaik karena pernah menjuarai Daihatsu ASTEC regional U-17 di Jakarta pada tahun 2019. Selain itu, Mutiara Ayu juga pernah menghadirkan kejutan pada kejuaraan bulutangkis Liga PB Djarum 2020 dengan merengkuh juara di kategori U-17 pada usianya yang masih 14 tahun. Namun, kesuksesan Mutiara Ayu belum bisa diikuti oleh wakil tunggal putra Indonesia, Panji Ahmad Maulana yang juga berlaga di partai puncak Slovenia International 2021. Tampil menghadapi pebulutangkis Prancis, Arnaud Merkle, Panji harus mengakui keunggulan sang lawan dengan skor akhir 21-8 dan 21-10.

Debut di Turnamen Level Super 300, Putri KW Ingin Jumpa Idola

Debut di Turnamen Level Super 300, Putri KW Ingin Jumpa Idola

Pebulu tangkis muda Indonesia, Putri Kusuma Wardani, berbicara mengenai persiapannya jelang mentas di Spanyol Masters 2021. Bersama Ruselli Hartawan, Putri akan jadi wakil Indonesia di nomor tunggal putri. Bagi Putri, ini akan menjadi laga debutnya di turnamen level Super 300. Tak heran pemain jebolan klub Exist Jakarta itu mengaku deg-degan sekaligus excited untuk menghadapi turnamen kali ini. Selain itu, Spain Masters 2021 juga menjadi istimewa bagi Putri. Ini karena dihelat di kampung halaman sang idola, Carolina Marin. “Saya ada rasa deg-degan mau main pertama di Super 300. Tetapi excited juga sih, apalagi kan ini bermain di negaranya Carolina Marin, pemain idola saya,” ujar Putri dilansir dari laman resmi PBSI, Minggu (16/5/2021). “Harapannya sih hasil di sini bisa bagus dan ingin banget ketemu dia. Semoga saya bisa mewujudkan itu. Tapi mau fokus satu-satu dulu saja. Syukur-syukur dia bisa nonton langsung juga pertandingan saya,” lanjut Putri. Berbicara tentang persiapan, Putri yang di babak pertama akan melawan Gadde Ruthvika Shivani dari India, merasa sudah maksimal. “Persiapan seperti turnamen-turnamen sebelumnya saja. Tetapi saya fokus ke peningkatan akurasi,” kata Putri. “Sejauh ini sudah maksimal. Nanti tinggal penyesuaian dan penerapannya di lapangannya. Lawan kan dari India dan saya belum pernah melihat permainannya. Jadi lebih ke mempersiapkan diri sendiri dulu,” sambungnya. Sementara manajer tim Indonesia, Harry Hartono, menjelaskan bahwa tim Indonesia dalam keadaan sehat, walau sedikit lelah setelah menghabiskan perjalanan panjang dari Jakarta ke Huelva di Spanyol. “Kami tiba di hotel sekitar pukul 01.00 hari Minggu (16/5) setelah menempuh perjalanan sekitar 29 jam,” kata Harry. “Kondisi tim dalam keadaan sehat, hanya sedikit kelelahan. Pagi ini kami akan langsung jalani tes PCR dan tidak boleh keluar kamar sebelum hasilnya dinyatakan negatif. Menurut panitia, hasil akan diberitahukan sore menjelang malam nanti. Jadi kami belum bisa menggelar latihan hari ini, baru Senin (17/5) esok,” jelas Harry. Harry yang juga bertugas mendampingi sektor tunggal putra ini mengungkapkan protokol kesehatan yang diterapkan di ajang ini cukup ketat. Menerapkan sistem gelembung dengan menempatkan beberapa petugas di area-area tertentu. Spain Masters 2021 akan berlangsung pada 18-23 Mei di Palacio de Deportes Carolina Marín, Huelva, Spanyol. Turnamen ini menawarkan total hadiah 140.000 dollar AS.

Atlet Muda PB Djarum Siap Cari Pengalaman di Benua Biru

Atlet Muda PB Djarum Siap Cari Pengalaman di Benua Biru

PB Djarum tengah mempersiapkan keberangkatan para atletnya untuk ke Eropa. Klub yang bermarkas di Kudus, Jawa Tengah ini akan mengirimkan sejumlah atletnya untuk mengikuti beberapa kejuaraan. Ini merupakan bagian dari komitmen untuk memfasilitasi atlet-atletnya mengikuti berbagai kejuaraan termasuk di ajang internasional. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengatakan, keikutsertaan sejumlah atlet PB Djarum di kejuaraan Eropa merupakan upaya klub dalam mengasah kemampuan atlet-atlet mudanya serta meraih prestasi yang mengharumkan nama bangsa di kancah dunia. “Partisipasi atlet PB Djarum di berbagai kejuaraan Eropa ini merupakan bagian dari upaya untuk terus mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. Khusus bagi atlet di kategori junior, ini akan menjadi medan laga untuk mengasah kemampuan dan memperkuat mentalitas mereka menghadapi kejuaraan-kejuaraan berkaliber dunia di masa mendatang,” ujar Yoppy dalam jumpa pers yang digelar secara daring, pada Kamis (6/5/2021). Total, ada 12 atlet belia yang akan dikirimkan PB Djarum. Mereka adalah Kafi Raditya Pandika, Raynaldi Oktavianur Rizky, Ruzana, Mutiara Ayu Puspitasari, Patra Harapan Rindo Rindo, Muh. Putra Erwiansyah, Daniel Edgar Marvino, Raymond Indra, Sofy Al Mushira Asharunnisa, Rudya Aulia Fatasya, Aisyah Hanadiya Taisir, dan Jessica Maya Rismawardani. 12 orang atlet tersebut akan disiapkan untuk menghadapi dua kejuaraan yakni Yonex Slovenia International 2021, dan Croatia Valamar Junior Open. Pada kesempatan yang sama, pelatih tim atlet junior PB Djarum, Dionysius Hayom Rumbaka mengatakan, kejuaraan di Eropa ini merupakan langkah tepat yang dilakukan PB Djarum dalam mengasah mental dan daya juang para atlet muda. Dengan mengikuti turnamen level dunia sejak usia dini, para atlet muda PB Djarum diharapkan memiliki kepercayaan diri ketika berlaga menghadapi lawan dengan kemampuan yang berbeda-beda. “Ini adalah kesempatan bagi para atlet muda PB Djarum untuk melatih mental dan kepercayaan diri mereka ketika menghadapi lawan dari negara Eropa, yang notabene memiliki keunggulan dari segi fisik. Untuk itu, para atlet muda PB Djarum dituntut memiliki daya juang tinggi dan siasat yang jitu agar dapat menaklukan lawan mereka di lapangan,” Hayom menjelaskan. Selain memberangkatkan para junior, PB Djarum juga turut mengirimkan 5 atlet dewasa. Mereka adalah Ihsan Maulana Mustofa, Dejan Ferdinansyah, Serena Kani, Ghana Muhammad Al Ilham, serta Ni Ketut Mahadewi Istarani. Untuk kategori dewasa, ada dua turnamen bergengsi yang akan diikuti, yakni Spain Masters 2021 (BWF World Tour Super 300) dan Austrian Open 2021 (International Series) Rencananya, tim atlet dewasa akan bertolak menuju Spanyol pada Rabu, 12 Mei 2021, lalu disusul oleh tim atlet junior yang akan berangkat menuju Slovenia pada 14 Mei 2021. Sebelum berangkat, seluruh tim dan official akan menjalani PCR Test dan juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat selama menjalani turnamen. “Kami mohon dukungan dan doa dari segenap masyarakat Indonesia, agar seluruh tim yang berangkat selalu diberikan kesehatan dan pulang membawa gelar juara yang membanggakan,” tutur Yoppy.

Pasca Orleans Masters 2021, Peringkat Pebulu Tangkis Junior Indonesia Meroket

Pasca Orleans Masters 2021, Peringkat Pebulu Tangkis Junior Indonesia Meroket

Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) baru saja merilis ranking terbaru atlet bulu tangkis untuk pekan ke-13, Selasa (30/03/21). Rangking tersebut resmi dirilis setelah gelaran Orleans Masters 2021 di Palais des Sports, Prancis, 23-28 Maret lalu selesai. Meski tak banyak perubahan di 10 besar peringkat dunia, Indonesia patut bergembira lantaran banyak atlet-atlet di level junior yang mengalami pelonjakan peringkat cukup drastis. Dalam turnamen tersebut, ada tujuh pebulu tangkis Indonesia yang turun. Meski tak menggondol juara, namun sebagian dari mereka berhasil tembus ke babak semifinal. Salah satunya adalah pasangan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi dan Zacharia Josiahno Sumati/Hediana Julimarbela. Lolos ke semifinal berhasil membawa pasangan Sabar/Reza berhasil naik 306 posisi ke peringkat 190 dunia dengan tambahan 3.850 poin. Sementara Zacharia/Hediana melesat sebanyak 68 peringkat ke posisi 110. Peningkatan yang juga cukup mengejutkan dilakukan oleh Putri Kusuma Wardani. Putri yang kini tergabung ke dalam tim senior di pelatnas 2021 naik 87 peringkat ke posisi 186 dunia dengan koleksi 7.640 poin. Pada kejuaraan bulu tangkis Orleans Masters 2021, Putri hanya lolos ke babak perempatfinal. Meski begitu, kejuaraan Orleans Masters menjadi debut pebulu tangkis 18 tahun itu di BWF Tour. Bahkan di Orleans Masters ia sempat menyingkirkan pemain unggulan.

Dua Turnamen Ini Siap Dukung Pencarian Atlet Bulu Tangkis Berbakat

Pamor olahraga bulu tangkis di Indonesia memang sangat terkenal. Antusiasme tinggi masyarakat pun tak hanya pada saat menyaksikan pertandingan saja, melainkan juga saat “berlomba” untuk menjadi atlet bulu tangkis profesional. Banyak para orang tua yang mendaftarkan anaknya ke akademi/sekolah atau bahkan turnamen bulu tangkis untuk menyalurkan minat anaknya terhadap bulu tangkis. Atas besarnya antusiasme tersebut, pada Maret dan April 2021 tercatat dua agenda turnamen pembibitan bulu tangkis usia dini hingga pemula. Dua turnamen bulu tangkis ini diselenggarakan oleh perusahaan perlengkapan olahraga, Eagle. “Kami menyelenggarakan di Cikampek dan Bogor,” kata Direktur Marketing Eagle dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (16/3/2021). Untuk turnamen di Cikampek, Jawa Barat bernama Dewi Sport Cup. Tanggal penyelenggaraan adalah pada 28-30 Maret 2021. Sementara itu, Di Bogor, turnamen serupa diberi nama Eagel MPBI Open yang berlangsung pada 4-10 April 2021. “Ini bentuk dukungan kami agar atlet bulu tangkis Indonesia meraih prestasi terbaik di tingkat nasional maupun internasional,” kata Cindy Jane. Secara rinci, turnamen pembibitan ini ada dalam lingkup pemain putra dan putri kelahiran 2007 sampai dengan 2012. Eagle RRD Cup, kata Cindy Jane lagi, merupakan turnamen bulutangkis berskala nasional pertama yang digelar di masa pandemi Covid-19. Turnamen dilaksanakan dengan protokol kesehatan secara ketat demi mencegah meluasnya pandemi Covid-19. Untuk mencegah membludaknya peserta, panitia pun membatasi nomor pertandingan yakni hanya 11 kategori. Kendati kategori pertandingan dibatasi, peserta yang hadir tetap terbilang banyak yakni 524 atlet. Mereka datang dari berbagai kota seperti Jakarta, Bogor, Sukabumi, Bandung, Tasikmalaya, Cirebon, Purwokerto, Solo, Klaten, Palembang, dan Cilacap. Cindy menambahkan, selain medali, para pemenang juga mendapat hadiah sepatu bulu tangkis Eagle. Pada edisi sebelumnya, Eagle RRD Cup 1 2021 yang digelar di GOR Arhath, kawasan Bojong Sari, Kota Depok, Jawa Barat, pada 10-14 Maret 2021, klub bulu tangkis PB Jaya Raya Metland menjadi juara umum. Pada turnamen tersebut, Jaya Raya Metland mengoleksi raihan tertinggi yakni 3 medali emas dan 1 perak.