Tim Garuda Tangguh Juarai Liga Garuda Softball Putri U-19 Seri Kedua

Tim Garuda Tangguh Juarai Liga Garuda Softball Putri U-19 Seri Kedua

Tim Garuda Tangguh berhasil keluar sebagai juara pertama pada Liga Garuda Softball Putri U-19 seri Kedua. Pada laga pamungkas, Garuda Tangguh berhasil mengalahkan tim dari Garuda Kuat dengan skor 14-7 melalui pertandingan All Garuda Final. Amoreno, Ketua Umum Garuda mengatakan bahwa pada Liga Garuda Softball Putri U-19 seri Kedua ini, Garuda menurunkan tiga tim yakni Garuda Tangguh, Garuda Kuat dan Garuda Hebat, dan dua diantaranya bertanding pada laga final. “Sebagai ketua perkumpulan, saya merasa bangga atas hasil yang diraih oleh atlet Garuda pada kejuaraan ini, dan berharap mereka dapat terus konsisten berlatih agar skill dan mentalnya berkembang. Jangan berpuas diri karena kedepannya masih banyak kejuaraan yang akan dihadapi,” kata Amoreno. Pada pertandingan final yang berlangsung sekitar tiga jam (19/6), kedua tim menurunkan tim terbaiknya dan langsung melakukan penyerangan dengan agresif. Tim Garuda Tangguh pada inning pertama berhasil membukukan skor sembilan angka sedangkan Garuda Kuat baru berhasil mendapatkan skor pada inning kedua. Menariknya, kedua tim menurunkan Pitcher yang masih sangat muda, Sunshine Aqila Kamini (Garuda Kuat) dan Sheila Widya (Garuda Tangguh). Meski masih muda, kedua Pitcher tersebut menunjukan performa yang baik dan dinilai berpotensi menjadi pemain andalan di masa depan. Dikdik Fauzi Dermawan, Pelatih Kepala dari Direktorat Softball Garuda menjelaskan bahwa saat ini Garuda tengah fokus dalam membina atlet softball dari usia 12 tahun. “Pembinaan olahraga semenjak usia dini sangat penting bagi perolehan prestasi olahraga ke depannya. Garuda sangat menyadari hal tersebut, oleh karenanya Garuda sangat fokus dalam membina anak-anak bermain softball. Ditambah lagi, Softball Putri adalah salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan pada beberapa multievent,” ujar Dikdik. Liga Garuda Softball Putri U-19 seri kedua yang berlangsung 16-19 Juni 2022 diikuti oleh lima tim dari Jakarta dan Tangerang yakni Rebels Jakarta dan Gemilang Tangerang serta tiga tim dari Garuda. Garuda Kuat berhasil menjadi peringkat kedua, Gemilang berada di peringkat tiga, Garuda Hebat berada di peringkat keempat dan Rebels berada di peringkat lima. Selain itu, untuk penghargaan individual diraih oleh Franchis dari Gemilang sebagai Best Hitter, Sunshine Aqila dari Garuda Kuat sebagai Best Pitcher dan Sheila Widya Rachmallia dari Garuda Tangguh didaulat sebagai Most Valuable Player. Sebagai tambahan informasi, Liga Garuda Softball Putri U-19 rencananya akan kembali diselenggarakan enam bulan kemudian. “Semoga pada seri ketiga, tim peserta dapat bertambah, karena ajang ini sangat baik untuk pembinaan atlet,” pungkas Amoreno.

Alinskha Hanamaira Sukses Meraih Emas Wushu All Games 2021, Jadi Pertandingan Paling Berkesan

Alinskha Hanamaira Sukses Meraih Emas Wushu All Games 2021, Jadi Pertandingan Paling Berkesan

Alinskha Hanamaira atlet muda wushu Indonesia mampu melampaui prestasi kakaknya, Achmad Hulaefi yang berhasil meraih perunggu di nomor Daoshu-Gunsu putra pada Asian Games 2018. Melalui akun Instagram pribadi miliknya @alinskha, dia membagikan momen kemenangannya pada pertandingan Indonesia Wushu All Games 2021. Saat itu, adik ipar dari atlet wushu, Lindswells Kwok ini menjadi juara pertama dan mampu membawa pulang emas pada pagelaran nasional yang digelar di GBK, Senayan. Wanita yang biasa disapa Chika ini mengatakan, pertandingan itu merupakan pertandingan yang paling berkesan dalam hidupnya. “Itu adalah kejuaraan pertama kali aku mendapatkan gold medal selama ikut pertandingan. Dari kecil aku belum pernah dapat gold medal,” katanya ketika ditemui di gedung iNews, belum lama ini. Tak hanya itu, dia juga mengaku kerap mendapat medali perunggu dan perak dalam setiap pertandingan. “Aku selalu dapat perak dan perunggu. Tapi baru tahun 2021 kemarin, aku akhirnya dapat gold medal pertama untuk kejuaraan nasional,” ujarnya. Atlet muda ini juga punya target-target yang ingin dicapai untuk kedepannya. Chika akan mengikuti seleksi PON (Pekan Olahraga Nasional) nantinya. “Kalau masuk seleksi PON, ikut pertandingan PON dulu, abis itu mungkin kalau menang, InsyaAllah lanjut ke Sea Games biasanya gitu,” ucapnya. Dia juga memiliki wishlist target yang membuatnya makin semangat dengan seni bela diri ini. “Pasti target-targetnya menang di ajang-ajang internasional, itu wishlist-ku. Dan kalau itu sudah tercapai, aku udah bersyukur banget dan mungkin akan memutuskan pensiun,” ujar Chika. Biodata Nama: Alinskha Hanamaira Panggilan: Chika Lahir: Jakarta, 5 November 2001 Pendidikan: Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Sasana: Yayasan Inti Bayangan Pelatih: Achmad Hulaefi, Rizki, dan Ahmad Rifai Idola: Zhao Hua (Tiongkok) dan Achmad Hualefi Prestasi: – 2 Perak Kejurnas Wushu Bangka Belitung 2019 – 1 Perak, 1 Perunggu Kejurnas Wushu Yogyakarta 2018

Pegolf Muda Indonesia Juara LLD International Amateur Championship 2022

Pegolf Muda Indonesia Juara LLD International Amateur Championship 2022

Kabar baik datang dari pegolf muda Indonesia, Elaine Widjaja, yang baru saja menyabet trofi juara di ajang LLD International Amateur Championship 2022. Pegolf belia asal Jawa Tengah tersebut memastikan diri sebagai pemenang Girl Division di Golf Resort Singapura pada Rabu (1/6/2022). Elaine mengalahkan para pesaing kuat dari berbagai negara di Asia seperti Thailand, Malaysia, Myanmar, Filipina, Australia, Hong Kong, Jepang, India, dan tuan rumah Singapura. Kemenangan tersebut disambut kegembiraan yang luar biasa oleh Elaine yang saat ini baru berusia 16 tahun tersebut. “Saya sangat bersyukur dapat mengakhiri bulan yang ketat ini dengan kemenangan,” tulis Elaine di Instagram @elaine.wgolf sehari setelah kemenangannya. “Terima kasih kepada para panitia dan sukarelawan yang telah menggelar kejuaraan luar biasa ini. Saya bisa berjumpa dengan banyak orang luar biasa dan berjumpa teman (baru).” Setelah kemenangan di Singapura, Elaine bertekad meningkatkan kemampuan bermainnya. “Saya sangat antusias untuk terus meningkatkan kemampuan dan menjadi pribadi yang lebih baik secara fisik maupun mental,” ujarnya. Sebelum juara LLD International Amateur Championship 2022, Elaine tampil sebagai satu dari tiga pegolf putri muda Indonesia di ajang Queen Sirikit Cup 2022 di Singapura. Sayangnya, Elaine dan kolega hanya mampu peringkat dua terbawah dari 14 negara yang tampil.

Debut SEA Games, Rezza Octavia Sambar Dua Emas

Debut SEA Games, Rezza Octavia Sambar Dua Emas

Penampilan gemilang tim panahan Indonesia di SEA Games 2021 kian cemerlang berkat kehadiran pendatang baru, pepanah putri, Rezza Octavia. Baru pertama kali tampil di kejuaraan multievent Asia Tenggara, Rezza langsung mempersembahkan medali emas dan bukan hanya satu. Berpartisipasi pada kejuaraan internasional multievent pertama di tingkat Asia Tenggara, Rezza Octavia mampu memukau penonton di SEA Games 2021 Vietnam. Dalam debutnya, Rezza langsung sukses mempersembahkan dua medali emas cabang olahraga panahan dari dua nomor recurve. Emas pertama Rezza Octavia bagi Kontingen Indonesia berasal dari nomor recurve beregu campuran. Mendampingi seniornya, Riau Ega Agata, Rezza ikut merasakan sukacita menjadi juara setelah sukses menekuk pasangan Malaysia dengan skor meyakinkan, 6-2, di Hanoi, Vietnam. Hadirin di Hanoi Sports Training and Competition Center kemudian menyaksikan Rezza Octavia memanah medali emas keduanya saat turun sebagai atlet individu. Ia memenangi nomor perseorangan putri dengan kemenangan telak 6-0 atas wakil Thailand. Rezza sangat senang dan bersyukur bisa mendapatkan dua medali emas sekaligus dalam kesempatan perdananya tampil di SEA Games. “Seneng banget. Ya, jangan cepat puas walaupun hasil sudah bagus. Fokus sama percaya diri aja. Karena keluarga dan seluruh tim sudah mendukung,” kata Rezza. Hingga Rabu (18/5), panahan Indonesia sudah menyumbang empat emas dan satu perak SEA Games 2021 dan berpeluang untuk menambah pundi-pundi medali mereka.

Regenerasi Mulai Berjalan, Atlet Muda Panahan Kian Menjanjikan

Regenerasi Mulai Berjalan, Atlet Muda Panahan Kian Menjanjikan

Hingga Rabu (18/5), panahan Indonesia sudah menyumbang empat emas dan satu perak SEA Games 2021. Bukan soal prestasi saja yang membuat pelatih panahan Nurfitriyana semringah, dia bangga karena regenerasi di tubuh panahan Indonesia mulai terlihat. Panahan sendiri masuk dalam program desain besar olahraga nasional (DBON) yang menargetkan prestasi di Olimpiade. Untuk itu, atlet-atlet muda sudah harus disiapkan. SEA Games 2021 yang menjadi sasaran antara, kini menjadi panggung tiga atlet muda panahan Indonesia. Kemunculan pemanah junior potensial dan berprestasi di ajang dua tahunan ini menunjukkan pembinaan di panahan mulai membuahkan hasil. “Kami punya pemanah junior, yakni Rezza Octavia, Pande Putu Gina Putri Arista, dan Bagas Aprianto yang muncul potensinya di SEA Games 2021 ini,” kata Nurfitriyana, Rabu (18/5). Nama Rezza Octavia performanya memang menjanjikan. Dia berhasil menyumbangkan medali emas nomor recurve peseorangan putri dan campuran berpasangan bersama Riau Ega Agatha. “Ini menunjukkan regenerasi terus berjalan di Panahan. Mereka nantinya yang akan menjadi penerus senior-seniornya kini,” tuturnya.

Sabet Emas, Celine Everly Siap Tampil di Kejuaraan Dunia

Sabet Emas, Celine Everly Siap Tampil di Kejuaraan Dunia

Sirkuit Nasional Taolu 2022 Stage 1 yang digelar secara virtual oleh Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) pimpinan Airlangga Hartarto cukup menarik. Ternyata atlet wushu asal Sasana Xiao Yao Surabaya, Celine Everly yang merebut medali emas pada nomor Chang Quan C Putri punya dua saudara kembar lelaki yang kini sudah tercatat sebagai atlet pelatnas junior. Dengan hasil tersebut, Celine Everly membuka kesempatannya untuk tampil dalam final stage bersama Ayrton Jones dan Bradley Jason pada final Stage yang digelar September 2022 dalam rangka memperebutkan tiket menuju Kejuaraan Dunia Junior di ICE BSD City Tangerang, Banten, Desember 2022 mendatang. “Ya, Celine Everly memang punya dua saudara kembar lelaki, Ayrton Jones dan Bradley Jason yang sudah lebih dulu masuk dalam pelatnas junior saat juara pada Sirkuit Nasional Taolu 2021. Celine Everly memang memimpikan bisa tampil bersama dua saudara kembarnya di Kejuaraan Dunia Junior 2022. Karena, mereka mulai latihan wushu bersama-sama sejak berusia 4 tahun,” kata ibunya, Vera Widjaya di Jakarta, Sabtu (23/4/2022). Ketiganya yang saat ini berusia 9 tahun memang bisa tampil bersamaan memperkuat Tim Nasional Wushu Junior Indonesia pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022. Pasalnya, mereka masing-masing mahir dalam nomor berbeda. Ayrton Jones di nomor Chang Quan dan Jian Shu (pedang), Bradley Jason – Chang Quan dan Gun Shu (toya utara), dan Celine Everly – Chang Quan dan Jian Shu (pedang). “Ketiganya memang bisa saja tampil memperkuat Tim Wushu Indonesia karena mereka masing-masing berbeda spesialisasinya. Dan, saya juga berharap mereka bisa membawa harum nama bangsa dan negara jika memang terpilih nanti,” kata Probo Muljono, pelatih kepala Sasana Xiao Yao Surabaya. Lebih jauh Vera Widjaya menceritakan ketiga anak kembarnya hobi menonton film silat mandarin sejak kecil. Saat melihat anak-anak berlatih wushu di vihara, ungkapnya, mereka minta mempelajari wushu. “Saya itu memang hobi nonton film silat mandarin. Dan, setiap saya nonton mereka bertiga selalu ikut nonton eh taunya mereka minta belajar wushu. Jadi, saya terpaksa bawa mereka ke sasana Xiao Yao untuk belajar wushu,” kenang Vera Widjaya. Sementara itu, Sasana Rajawali Sakti Pluit Jakarta kembali menambah 1 medali emas melalui Agni Agustine Dimonim di nomor Nan Gun Grup B Putri. Dengan hasil ini, Rajawali Sakti Pluit terus memimpin dengan mengoleksi 8 emas, 7 perak, dan 3 perunggu. “Saya sangat senang dan bangga bisa menyumbangkan 1 emas bagi sasana Wushu Rajawali Sakti Pluit karena ini tahun pertama saya di kategori B dan saya akan berlatih lebih keras untuk mempertahankan hasil ini pada sirkuit nasional wushu taolu berikutnya,” kata Agni Agustine, pelajar kelas 6 SD Katolik Santo Paulus Sunter, Jakarta Utara. Sedangkan Sasana Garuda Jember sukses merebut 2 medali emas melalui Ghisna Maulana Magfuri (Dao Shu Grup C Putra) dan Kai Rafael Wijaya (Chang Quan Grup C Putra). Hasil Lengkap Sirkuit Nasional Wushu Taolu 2022 Stage 1: Chang Quan Grup C Putri: 1. Celine Everly (Xiao Yao Surabaya – 8.95 poin) 2. Billie Karina The (Wushu Rajawali Sakti Pluit Jakarta – 8.94 poin) 3. Evangeline Sofie Cia (Harmony Wushu Indonesia Kota Bogor – 8,92 poin) Dao Shu Grup C Putra: 1. Ghisna Maulana Magfuri (Wushu Garuda Jember – 8,73 poin) 2. Jah Bregas Jethro Sipayung (Wushu Rajawali Sakti Kelapa Gading Jakarta Utara – 8,69 poin) 3. Elliot Zachary Sridjaja (Wushu Rajawali Sakti Kelapa Gading Jakarta Utara – 8,66 poin) Dao Shu Grup C Putri: 1. Aluna Syakira Hasahatan (Rahmat Wushu Jakarta – 8,95 poin) 2. Billie Karina The (Wushu Rajawali Sakti Pluit Jakarta Utara – 8,94 poin) 3. Kezia Nathania Setiawan (Pengkot Kediri – 8,92 poin) Nan Gun Grup B Putra: 1. Mikael Nugroho Wibisono (Garuda Emas Semarang – 9,05 poin) 2. Claudio Iaquinta Wahyudi (Wushu Garuda Jember – 9,00 poin) 3. I Made Erlangga Wiryasaputra (Yayasan Inti Bayangan Jakarta – 8,98 poin) Nan Gun Grup B Putri: 1. Agni Agustine Dimonim (Wushu Rajawali Sakti Pluit Jakarta Utara – 9,04 poin) 2. Utiqo Romadlona Ummi’ Auna (Yasanis Surabaya – 9,03 poin) 3. Vania Meiliana (Yayasan Wushu Indonesia Sinduadi, DIY – 9,00 poin) Chang Quan Grup C Putra: 1. Kai Rafael Wijaya (Wushu Garuda Jember – 8,86 poin) 2. Ecclesio Ryuu Erdest (Laba Laba Sakti Jakarta Utara – 8,81 poin) 3. Leonard Kimi Anggoman (Garuda Emas Semarang – 8,78 poin) Chang Quan Grup C Putri: 1. Celine Everly (Xiao Yao Surabaya – 8.95 poin) 2. Billie Karina The (Wushu Rajawali Sakti Pluit Jakarta – 8.94 poin) 3. Evangeline Sofie Cia (Harmony Wushu Indonesia Kota Bogor – 8,92 poin)

Mengenal Alisya Mellynar. Pemegang Dua Medali Emas Dunia Wushu Taichi Bulgaria 2018

Alisya Mellynar adalah atlet wushu nomor taiji quan (tangan kosong) dan taiji jian (pedang) yang baru pertama kali mengikuti SEA Games 2021. Meski baru pertama kali mengikuti SEA Games Alis, sapaan akrab Alisya, tidak berkecil hati. Mengikuti pelatnas wushu sejak 2020 cukup untuk memberinya kepercayaan diri memberikan performa terbaiknya. “Untuk persiapan pribadi, saya lebih ke persiapan mental. Karena ini baru pertama kali saya turun ke SEA Games,” kata Alis panggilannya saat ditemui usai melakukan simulasi pertandingan wushu di lantai 8 Gedung GBK Arena, Senayan, Jakarta, Jumat (22/4) pagi. “Saya berharap bisa mempersembahkan yang terbaik untuk bangsa Indonesia,” tambah dara asal Surabaya, Jawa Timur ini. Awalnya Alis hanya ikut-ikutan berlatih wushu. Ia tak menyangka di wushu ia memiliki keluarga baru dan belajar banyak hal. “Awalnya ikut-ikutan diajak kakak sepupu dan coba-coba saja, tetapi malah kelanjutan dan keterusan,” kata putri 161 cm ini.  Peraih dua emas pada Kejuaraan Dunia Wushu Taichi Bulgaria tahun 2018 ini (junior) mengaku sejak Kelas IV Sekolah Dasar (SD) sudah mengenal dan turut berlatih wushu.  “Saya awal ikut wushu di umur 11 tahun di tahun 2012 lalu waktu kelas 4 atau 5 SD. Syukur orang tua dan keluarga mendukung meski mereka bukan dari atlet,” tambah Alis yang sekarang kuliah semester VI di Unair. Alis merasa senang di lingkungan tempatnya berlatih yang mendukung dirinya untuk berkembang. Hal itu juga yang membuat anak pertama dari dua bersaudara ini jatuh hati pada cabang olahraga wushu.  “Yang membuat saya suka sama wushu itu lebih karena lingkungan dan orang-orang sekitar. Teman sepelatihan, pelatih, ofisial yang mendukung saya berkembang di olahraga ini dan akhirnya nyaman,” urai dara kelahiran Surabaya, 25 Oktober 2001 ini. “Saya mengalami banyak kemajuan khususnya di jurus, saya tetap mempersiapkan mental saya,” pungkas peraih medali emas PON Papua 2021 ini. Biodata: Nama         : Alisya Mellynar Panggilan    : Alis Tempat lahir : Surabaya, Jawa Timur Tanggal lahir: 25 Oktober 2001 Umur         : 20 Tahun Status       : Mahasiswa Unair, Semester VI Tinggi Badan : 161 cm Berat Badan  : 55 kg Prestasi: 1. Dua Medali Emas (Kejuaraan Dunia Wushu Taichi Bulgaria (2018) 2. Medali Emas PON Papua (2021)

SEA Games 2021. Tim Catur Putri Incar Tiga Emas

Tim catur putri mengincar tiga emas di SEA Games 2021. Foto: ANTARA

Jelang SEA Games 2021, Hanoi, Vietnam tim catur putri telah melakukan persiapan. Saat ini mereka sedang dalam tahap mempelajari permainan lawan. Dikutip dari ANTARA pelatih tim catur putri Lisa Lumongdong “Kami sudah memasuki fase latihan yang lebih spesifik, mendetail terutama mengenai calon-calon lawan,” kata Lisa. Sisa waktu yang sekitar satu bulan persiapan atlet catur Indonesia memasuki masa krusial dalam menghadapi pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara ke-31 ini. Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) menurunkan 12 atlet terbaik yang ditempa di Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA), Bekasi, Jawa Barat. Lisa mengatakan persiapan tim catur Indonesia sudah dilakukan sejak tahun 2020. ” Kami sudah lakukan sebelum tahun lalu, karena SEA Games Hanoi ini mundur. Dari grafik, performa atlet meningkat, karena memang harapannya ketika di SEA Games, mereka berada dalam peak performance,” ujar Lisa seraya menyebut Vietnam dan Filipina menjadi negara pesaing terkuat. Selain berlatih pecatur Indonesia juga akan melakukan fase try-in yang akan dilangsungkan di Bali. “Kami akan menjalani try-in kemungkinan pada 18 April dan rencananya di Bali. Ini adalah fase warming-up atlet, tetapi sekaligus untuk relaksasi. Kami akan upayakan menambah kekompakan sebagai tim, mereka harus saling mendukung satu dengan yang lain, walau anak muda kadang ada benturan, tetapi harapannya dengan adanya kebersamaan akan menjadi lebih erat ikatan mereka,” jelas Lisa. Terkait target, tim Catur mengupayakan untuk meraih tiga medali emas. Sebagai catatan, pada SEA Games 2019 di Filipina, skuad Merah Putih meraih dua emas, tiga perak, dan satu perunggu. Indonesia berada di atas Malaysia, Singapura, dan Thailand yang berbagi tempat di posisi kedua dengan sama-sama mengantongi satu emas. “Kami menargetkan tiga medali emas, untuk putri dan juga putra. Pada SEA Games sebelumnya kami mendapatkan dua medali emas, dari catur kilat (blitz) melalui Susanto Megaranto untuk putra dan Medina Warda Aulia pada sektor putri,” ujar Lisa.   Sumber: ANTARA

Menpora Amali Siap Dukung Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022

Menpora Amali Siap Dukung Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menyambut baik ditunjuknya Indonesia sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia Wushu Junior Desember 2022 mendatang. Menpora Amali berupaya mendukung penuh PB WI khususnya terkait payung hukum berupa Instruksi Presiden (Inpres). “Dan untuk Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022 di Indonesia, kita sebagai tuan rumah akan didukung penuh oleh Kemenpora khususnya, dan pemerintah pada umumnya,” kata Menpora Amali usai menghadiri acara Pelantikan Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) Periode 2022-2026 di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Jakarta, Selasa (22/3). Ketum PB WI Airlangga Hartarto secara langsung meminta bantuan dan dukungan Kemenpora khususnya terkait payung hukum terkait pelaksanaan Indonesia sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia Wushu Junior Desember 2022 mendatang. “Sebagai tuan rumah tadi ketua umum menyampaikan, membutuhkan payung hukum berupa Inpres. Saya akan segera mengusulkan ke Bapak Presiden dan Mensesneg untuk kita segera membahas ini,” tambah Menpora Amali. “Biasanya akan dilakukan dulu Rapat Kabinet Terbatas tentang kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan, dan dalam waktu yang secepatnya kita berharap supaya ini bisa segera terbit Inpresnya,” urai Menpora Amali menambahkan. Ketum KONI Pusat Marciano Norman juga berharap, saat Indonesia menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Wushu Junior Desember 2022 tetap bisa mempertahankan perolehan medali emas. “Besar harapan saya dalam kepemimpinan Pak Airlangga Hartarto periode kedua ini program Wushu akan semakin meningkat,” ujar Marciano. “Kita ketahui dalam waktu dekat, Indonesia akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Junior, kita harus dukung itu dan tentunya pada perolehan medali wushu tradisi perolehan medali emas tetap bisa didapatkan,” harapnya. Sementara, Ketum PB WI Airlangga Hartarto memiliki target selain sukses menjadi tuan rumah, cabor wushu tanah air mampu memperoleh medali sebagai tradisi yang selama ini telah tercapai. “Targetnya tentunya penyelenggaraan Kejuaraan Dunia Wushu Junior ini nantinya sukses, perolehan medalinya penting, karena merupakan bagian dari pembinaan atlet-atlet junior di masa depan,” urainya. “Harapan kami untuk atlet-atlet yang saat ini sedang pelatnas meski di tengah pandemi tetap semangat dan tradisi medali emas dipertahankan,” harap Airlangga.

Danpaspampres Gelar Lomba Menembak Guna Cari Atlet Muda Potensial

Danpaspampres Gelar Lomba Menembak Guna Cari Atlet Muda Potensial

Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres), Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Tri Budi Utomo, mengatakan Kejuaraan Tembak Piala Danpaspampres 2022 yang diadakan mulai 10 hingga 13 Maret 2022 untuk mencari atlet-atlet muda potensial. “Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menjadi ajang untuk mencari bibit-bibit baru sehingga bisa mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional,” kata Danpaspampres di Jakarta, Rabu. Danpaspampres mengatakan para petembak atau atlet tembak Tanah Air sejati-nya sudah menantikan kejuaraan-kejuaraan atau pertandingan menembak. Hal tersebut juga dilatarbelakangi selama pandemi COVID-19 hampir tidak ada perlombaan menembak di Tanah Air. Sehingga, kejuaraan Tembak Piala Danpaspampres 2022 diharapkan bisa melahirkan atlet baru. “Sudah lama sekali petembak-petembak Indonesia ini haus akan pertandingan,” kata lulusan Akademi Militer Tahun 1994 tersebut. Tidak hanya terkendala pandemi COVID-19, kejuaraan menembak tersebut juga sempat ditiadakan beberapa tahun karena banyaknya benturan agenda kenegaraan, sehingga sempat ditiadakan atau ditunda. Khusus penyelenggaraan Tahun 2022, panitia menambah satu kelas pertandingan baru yakni kelas Paspampres Style. Pada kesempatan itu, ia menyampaikan dan menekankan aspek keselamatan para peserta merupakan hal yang paling utama. Termasuk juga penerapan protokol kesehatan secara ketat selama kegiatan. Secara pribadi, Mayjen TNI Tri Budi mengaku sebelumnya sudah pernah mengikuti lomba menembak yang diadakan oleh Paspampres. Pada tahun ini ia kembali ikut ambil bagian dan turun di kelas tembak eksekutif. Kejuaraan Tembak Piala Danpaspampres 2022 dilaksanakan dalam rangkaian Hari Bakti Ke-76 Paspampres. Untuk jenis perlombaan dibagi menjadi tujuh kelas, yakni tembak eksekutif, tembak presisi 25 meter, tembak reaksi IPSC level II, kelas tembak reaksi non-IPSC (pistol nonoptik), tembak air riffle dan air pistol, tembak Paspampres style, dan tembak ekshibisi yang akan diikuti beberapa publik figur atau artis di Tanah Air.

Bikin Bangga! Pembalap Muda Indonesia Naik Podium di Sirkuit Losail

Bikin Bangga! Pembalap Muda Indonesia Naik Podium di Sirkuit Losail

Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, sukses merebut podium tiga di Race 2 balap junior Idemitsu Asia Talent Cup di Sirkuit Internasional Losail, Qatar, Minggu, 6 Maret 2022. Memulai balapan dari posisi ketujuh, Veda tampil agresif. Meski sempat sedikit mengalami hambatan, dia dapat terus menjaga jarak dan menempel barisan terdepan. Memasuki putaran kedua, Veda kemudian sudah merangsek ke posisi lima besar. Tidak hanya itu, dia juga sempat berada di depan memimpin balapan pada putaran kelima. Setelah itu, dia harus bersaing ketat dengan para rivalnya. Sayang, Veda kemudian sempat melorot ke peringkat ketujuh. Tetapi, dia dapat menjaga momentum, sehingga tak terlalu tertinggal. Usai bersaing ketat dengan seluruh rivalnya, akhirnya pembalap kelahiran 23 November 2008 itu mampu mengakhiri balapan di peringkat ketiga. Hal ini pun menjadi modal positif, sebelum balapan di selanjutnya di Sirkuit Mandalika. Sementara pemenang dari balapan kali ini adalah rider asal Jepang, Amon Odaki. Dia mengungguli pembalap tuan rumah, Hamad Al-Sahouti yang berada tak jauh di belakangnya. Bagi Odaki, ini merupakan keduanya selama akhir pekan ini. Sebelumnya, dia juga berhasil menduduki posisi ketiga pada balapan pertama. Hasil ini membuatnya berada di puncak klasemen. Usai race tersebut, Veda mengumpulkan total 16 poin dan berada di peringkat keenam klasmen sementara. Pada 18-20 Maret 2022, Vega Pratama dkk akan tampil di Sirkuit Mandalika, Lombok, untuk mengikuti seri kedua Asia Talent Cup.

Menpora Apresiasi Regenerasi dan Prestasi Percasi di Bawah Komando Utut

Menpora Apresiasi Regenerasi dan Prestasi Percasi di Bawah Komando Utut

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, secara resmi membuka musyawarah nasional Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) XXIX di Century Park Hotel, Jakarta, Jumat (25/2/2022) malam WIB. Amali mengatakan Percasi telah banyak berkontribusi besar dalam mengangkat prestasi olahraga catur Indonesia di pentas internasional. Dia berharap regenerasi atlet tetap terjaga. “Saya datang untuk membuka Munas Percasi 2022. Tentunya, saya mendapat undangan dari Ketua Umum PB Percasi Grand Master (GM) Utut Adianto,” ujar Amali dalam sambutan pembukaan Munas Percasi. Dia mengatakan catur Indonesia banyak menyumbang prestasi baik itu ajang regional maupun internasional. Namun, memang belum terekspos secara maksimal. “Semoga dengan kehadiran saya olahraga catur di sini makin terekspos dan makin banyak atlet muda yang nanti lahir,” kata Amali menambahkan. Dalam kesempatan itu Amali mengapresiasi Utut Adianto yang bersedia kembali maju sebagai ketua umum PB Percasi periode 2022-2025. Menurutnya, Utut telah banyak andil dalam meningkatkan prestasi catur Indonesia. “GM Utut Adianto ini tak pernah lelah, tak pernah mengeluh, tak pernah minta, tetapi terus berprestasi. Pemerintah mengapresiasi dan terus mendukung penuh Percasi,” kata Amali. Dalam Munas Percasi kali ini, agenda utamanya adalah pemilihan ketua umum periode 2022-2025. Setelah masa pendaftaran selesai, GM Utut menjadi satu-satunya kandidat. Selama 4 tahun kepemimpinan GM Utut sebelumnya yakni periode 2017-2021, PB Percasi telah menorehkan banyak prestasi, antara lain untuk kali pertama cabang olahraga catur menjadi juara umum pada SEA Games XXX di Filipina 2019. Pada masa kepengurusan 2017-2021 ini juga untuk pertama kalinya pecatur Indonesia mengawinkan gelar juara Zonal 3.3 Asia Timur 2019 melalui GM Susanto Megaranto di kategori umum dan IM Medina Warda Aulia di kategori putri. Pada tahun sebelumnya, IM Novendra Priasmoro menjadi juara Asia Junior 2018 dan Ummi Fisabilillah menjadi Juara Asia Timur Junior Putri 2019. Novendra pada awal 2020 juga menjadi Grandmaster baru Indonesia yang ke-8. Prestasi yang paling baru adalah keberhasilan empat pecatur Indonesia lolos ke Piala Dunia Catur Sochi 2021 yakni GM Susanto Megaranto, IM Mohamad Ervan, IM Irene Kharisma Sukandar dan IM Medina Warda Aulia. Susanto, Irene, dan Medina bahkan berhasil menyamai rekor GM Utut Adianto, yakni lolos hingga putaran kedua. “Perjalanan pembinaan catur nasional di tengah prestasi yang ditorehkan para pecatur bukan pekerjaaan mudah karena PB Percasi selalu mengalami kendala dalam pendanaan untuk meningkatkan kualitas para atlet,” kata Ketua Umum PB Percasi, Utut Adianto saat memberi kata sambutan.

PJSI Solo Tancap Gas Pembibitan Atlet Dengan Menggelar Kejuaraan

PJSI Solo Tancap Gas Pembibitan Atlet Dengan Menggelar Kejuaraan

Pesatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Kota Solo menggelar Kejuaraan Judo Junior dan Senior se-Jawa Tengah Solo Open 2022. Kejuraan judo tersebut resmi dibuka dan dimulai pada Sabtu 26 Februari 2022 lalu, oleh Wakil Walikota Solo, Teguh Prakosa. Ketua PSJI Solo, Hendro Pramono mengatakan kejuaraan judo itu sekaligus menjadi ajang seleksi untuk Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Jakarta, Maret 2022 mendatang. “Pagi hari ini (Sabtu 26 Februari) diikuti 18 kabupaten dan kota di Jawa Tengah,” kata Hendro usai pembukaan. Diikuti 280 atlet, Solo Open 2022 mempertandingkan 60 nomor untuk kategori belia (usia di bawah 13 tahun), kadet (13-15 tahun), junior (usia 15-20 tahun), hingga senior (usia 20 tahun ke atas). “Sekaligus juga ada kata yang mempertandingkan jurus,” kata pria yang menjabat eselon tiga di Pemerintah Kota (Pemkot) Solo itu. Kejuaraan Solo Open 2022 digelar di hari yang sama dengan pelantikan Pengurus Kota (Pengkot) PJSI Solo. Hendro mengaku ingin tancap gas agar untuk mempercepat pembibitan atlet judo di Kota Solo. “Mudah-mudahan judo di Solo berkembang dan akan menelurkan atlet-atlet yang bisa berbicra di ajang provinsi, nasional maupun internasional,” katanya. Terpisah, Teguh mengapresiasi semangat gotong royong PJSI Pengkot Solo dalam menyelenggarakan kejuaraan. Ia mengatakan dengan kepengurusan baru PJSI diharapkan cabang olaharaga judo di Solo bisa kembali mendulang prestasi. “Kita pernah punya atlet nasional bahkan internasional. Maka dengan kepengurusan yang baru ini mari kita bangung generasi baru,” katanya. Tak hanya itu, Teguh mengingatkan agar Dinas Pemuda dan Olaharaga (Dispora) maupun KONI Kota Solo mendukung penuh cabang olahraga judo. Ia memuji salah satu judoka asal Solo, Endang Sri Lestari yang telah merelakan rumahnya untuk arena latihan judo. “Sekarang, pemerintah lewat KONI kan ada sarana prasarana untuk cabor. Ini bisa untuk memfasilitasi,” katanya. Ia menambahkan, Kejuaraan Solo Open 2022 bukan event olaharaga pertama yang digelar di Solo selama pandemi. Bahkan dalam dua bulan pertama 2022 saja, sudah ada beberapa kejuaraan olahraga yang dihelat di Kota Bengawan. “Kemarin badminton setelah pengurusnya dilantik langsung ada pertandingan,” katanya. “Sekarang judo juga sama. Begitu Pak Hendro dilantik, langsung ada kejuaraan,” katanya. Menurut Teguh, hal itu menunjukkan dukungan insan olahraga di Solo untuk menjadikan kota Solo sebagai destinasi Sport Tourism atau wisata olahraga. Satu-satunya kendala, menurut Teguh, adalah Pandemi Covid 19 yang kini masih menimpa tanah air. Saat ini wilayah aglomerasi Kota Surakarta (Solo dan kabupaten sekitarnya) berstatus PPKM Level 3. “Kendalanya sebenarnya tidak ada. Kendalanya adalah covid,” katanya. Meski demikian, Teguh optimistis Covid 19 di Kota Solo akan segera terkendali. Ia meyakini saat ini Kota Solo sudah mendekati puncak gelombang ketiga yang dipicu oleh varian omicron. “Saya yakin Maret ini. Kita kan sudah stabil di angka 300 (kasus baru). Tapi penurunannya terus meningkat dari 100, 150, bahkan pernah sampai 200,” katanya.

Jelang Porprovsu 2022, Luthfia Bidik Emas

Jelang Porprovsu 2022, Luthfia Bidik Emas

Arena tinju Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) yang akan digelar November mendatang telah dinanti petinju Medan, Luthfia Lisandri. Mahasiswi USU ini ingin tampil terbaik untuk menuju podium satu tentunya dengan lirikan emas dalam genggaman. Dirinya ingin mengulangi kesuksesan pada ajang Kejurnas tinju youth-junior Piala Kajatisu 2019 yang digelar di Medan. Tidak hanya itu, alumni MAN 1 Medan ini juga ingin mempertahankan prestasi yang diraih Pekan Olahraga Propinsi Sumatera Utara (Porprovsu) 2019, tentunya dengan mempertahankan raihan emas pada Porprovsu tahun ini. Pada tahun yang sama Luthfia juga mempersembahkan emas pada ajang Pekan Olahraga Kota (Porkot) XI/2019. Atlet binaan KONI Sumut ini, sedang fokus latihan untuk mematangkan persiapan di Pusdiklat Pertina Medan. Apalagi arena Porprovsu merupakan seleksi bagi atlet untuk mengambil tiket PON XXI/2024 Sumut-Aceh. Berkat kemauan yang keras dan disiplin dalam berlatih, Lutfi telah menorehkan prestasi di berbagai kejuaran tinju, diantaranya Perak Popkot Medan 2017, Emas Porkot Medan IX/2017, Perak kategori elite Piala Gubsu 2017, Perunggu Kejurnas Junior Bogor 2018, Emas Kejurda Medan 2018, Emas Porwilsu 2018, Perunggu Piala Padang Pariman 2019, Emas Porprovsu 2019, Emas Kejurnas Piala Kajatisu 2019 dan Emas Porkot Medan XI/2019. Petinju dari sasana FOX Boxing Camp Medan ini, sudah menjalani vaksinasi secara lengkap. Untuk terhindar dari virus covid-19 yang saat ini masih melanda Indonesia, Dirinya tetap menjalankan protokol kesehatan saat berlatih maupun dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Atlet yang dilahirkan 13 Januari 2003 ini, Setelah menerima vaksin, Lutfi mengaku lebih percaya diri dan bisa lebih fokus untuk menjalani latihan. “Saya lebih tenang setelah vaksinasi. Tapi, meskipun sudah divaksin, sebagai atlet tidak boleh lengah. Protokol kesehatan harus tetap dipatuhi, karena vaksinasi bukan jaminan terhindari dari virus omicron yang setiap saat mengancam jiwa manusia,” sebut petinju di bawah binaan pelatih Irianto Bakti ini di Medan, Kamis (24/2/2022). Tinju merupakan merupakan olahraga prestasi dan membuktikan Medan memiliki petarung dalam ring. Mulanya, Lutfi berlatih tinju hanya sekedar untuk menyegarkan tubuh dan sebagai ilmu bela diri bila berhadapan dengan orang berniat jahat. Setelah sukses di even pertama terus mendapat genjotan dari pelatih untuk terus melatih diri dengan tehnik pukulan, melindungi serangan lawan, fisik dan teratur menjaga berat tubuh. Fisik merupakan faktor utama yang harus dijaga para petinju. Pasalnya, setiap kali melakukan pukulan kearah lawan, berarti seorang petinju telah mengalami kekurangan daya tahan tubuh. Hal ini tentu kondisi tubuh tetap harus terjaga. Kehadiran petinju berdomisili di Jalan Taduan Medan ini, pada arena Porprovsu untuk memberikan jawaban pada PON XXI/2024 Sumut-Aceh, petinju putri Medan harus berkiprah lagi. Pasalnya, pada PON XX/2021 Papua, petinju putri Medan tak berhasil lolos. Petinju yang berlaga di kelas 51 kg putri ini, sangat berambisi untuk dapat menaklukkan lawan-lawanya pada laga Porprovsu. “Insyaallah Porprovsu 2022 kembali meraih emas. Semoga terwujud, karena cita-cita saya bukan saja jadi petinju cewek di Kota Medan saja, tapi bisa jadi petinju cewek nasional bahkan dunia,” pungkas putri dari pasangan Andri Irawan dan Erna Wati Lubis.

Muda dan Berprestasi, Ini Profil Voryn Thalya Kiriwenno

Muda dan Berprestasi, Ini Profil Voryn Thalya Kiriwenno

Voryn Thalya Kiriwenno dikenal sebagai atlet anggar putri muda prestasi di tanah air. Voryn Thalya Kiriwenno merupakan atlet anggar yang kerap bertanding di nomor Floret Individual Putri. Seperti apa profil Voryn Thalya Kiriwenno di cabang olahraga tersebut? Berikut ulasannya! Voryn Thalya Kiriwenno dikenal sebagai atlet anggar muda perempuan kelahiran Ambon, 16 Juni 1997. Dilansir dari laman Kompasiana, Voryn Thalya Kiriwenno telah lebih dari 10 tahun menggeluti cabang olahraga anggar. Bahkan, ia disebut-sebut sudah memegang pedang semenjak masih berusia empat tahun. Atlet perempuan keren ini bergabung dengan tim anggar DKI Jakarta pada 2008, tepatnya saat umur Voryn baru 11 tahun. Voryn turut memperkuat di tim anggar DKI selama kurang lebih 10 tahun sampai tahun 2018. Pada 2019, ia tak lagi bersama DKI dan diketahui sudah bergabung dengan tim anggar Papua. Ia bahkan sudah pernah memenangkan medali untuk Papua saat bertanding di ajang PON XX Papua yang berlangsung 2021 kemarin. Voryn tercatat tak hanya mencetak prestasi di ajang-ajang olahraga nasional, tetapi juga internasional. Berbagai prestasi pernah diperolehnya, mulai dari kejuaraan di Pekan Olahraga Nasional (PON) hingga Asian Games. Tahun 2012, Voryn berhasil menyumbangkan medali perunggu untuk tim DKI Jakarta di pertandingan berskala nasional pertamanya. Kala itu, ia bertanding mewakili ibukota di ajang PON XVIII yang berlangsung di Pekanbaru, Riau. Di tahun 2014, Voryn pernah pula menjuarai kejuaraan di Kalimantan Timur dan mengantongi dua medali emas. Pada 2016, putri dari Valencia Kiriwenno yang juga seorang atlet anggar itu memenangkan medali perak di PON XIX Jawa Barat. Selanjutnya pada 2018, Voryn kembali mencuri perhatian lantaran terlibat di ajang Asian Games dan menjadi atlet anggar peringkat 1 nasional. Tak cukup sampai di situ, sosoknya pernah pula meraih predikat peringkat 1 junior nasional di Kejuaraan Asia yang berlangsung di Dubai. Kemudian yang terbaru pada PON XX Papua 2021, atlet perempuan Indonesia berbakat ini menyumbangkan medali perunggu. Prestasi yang cukup membanggakan di usianya yang masih relatif muda.

Rangkul Generasi Muda, TNI AL Bangun Sirkuit Motocross

Rangkul Generasi Muda, TNI AL Bangun Sirkuit Motocross

TNI AL terus bergiat dalam upayanya berbuat sebanyak-banyaknya manfaat untuk masyarakat. Kali ini, dalam rangka merangkul para pemuda agar dapat menyalurkan hobinya ke hal positif, TNI AL membangun sirkuit motocross yang diberi nama ‘Sirkuit Gajah Mada Lantamal V’ di Mojokerto Jawa Timur. Berdirinya Sirkuit Gajah Mada Lantamal V yang dijadikan sarana bagi penggiat olahraga otomotif Motocross di Indonesia khususnya di wilayah Jawa Timur ini merupakan kerjasama antara TNI AL Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) V Surabaya, Executive Jatim Motocross, serta Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Sirkuit tersebut tepatnya berada di Desa Bendung, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Sarana olahraga ini memiliki luas lahan 7 hektar, dengan panjang lintasan 1,4 Km, lebar 8 meter, dilengkapi dengan area Paddock/peserta seluas 2,3 Hektar. Demikian informasi Dispenal. Sirkuit Gajah Mada Lantamal V diresmikan oleh Danlantamal V Laksamana Pertama TNI Yoos Suryono Hadi pada Sabtu (12/02) lalu. Bersamaan dengan itu, juga digelar Kejuaraan Terbuka Danlantamal V Cup tahun 2022. Kejuaran tersebut digelar selama 2 hari, pada 12 s.d 13 Februari 2022, yang diikuti sebanyak 335 pembalap tanah air dengan 27 kelas yang diperlombakan yaitu Kelas Motocross (MX) 14 Kelas, Kelas Grasstrack (Gtx) 12 Kelas, dan Kelas Legend Motocross 1 Kelas. Seusai meresmikan, Danlantamal V menyampaikan bahwa pembangunan sirkuit motocross ini merupakan bentuk kepedulian TNI Angkatan Laut terhadap dunia olahraga otomotif untuk mengembangkan kemampuan dan eksistensi para atlet dan penghobby MX – GTX di Indonesia. “Diharapkan dengan adanya sirkuit ini, para pembalap MX – GTX dapat terus termotivasi untuk meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya. Menurut Laksma Yoos, diharapkan dengan sirkuit tersebut dapat memberikan kegiatan positif bagi generasi muda dan peluang usaha bagi pengembangan ekonomi. “Dengan adanya sirkuit ini dapat memberikan kegiatan positif bagi generasi muda dan menjauhkan dari prilaku negatif. Selain itu juga memberikan peluang usaha dan pengembangan ekonomi bagi masyarakat sekitar,” katanya. Sementara itu, Bupati Mojokerto dr. Ikfina Fahmawati, M.Si, yang hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih dan bahagia dengan diresmikannya sirkuit tersebut di wilayahnya. “Selaku Bupati Mojokerto saya mengucapkan terima kasih kepada TNI AL, kami sangat berbahagia dengan diresmikannya sirkuit ini, kita semua berharap meskipun Pandemi Covid-19 belum berakhir, akan tetapi kita dapat terus produktif dengan tetap menegakkan protokol kesehatan yang ketat,” ungkapnya. Sirkuit Gajah Mada Lantamal V menjadi indikator Perintah Harian Kasal Laksamana TNI Yudo Margono tentang ‘Jaga kepercayaan negara dan rakyat kepada TNI Angkatan Laut melalui kerja nyata yang bermanfaat bagi institusi, masyarakat, bangsa dan negara’, telah dilaksanakan dengan baik oleh seluruh Jajaran TNI AL.

Persiapan SEA Games Vietnam, Vidya Rafika Tampil di Kejuaraan ISSF Grand Prix

Persiapan SEA Games Vietnam, Vidya Rafika Tampil di Kejuaraan ISSF Grand Prix

Petembak muda andalan Indonesia, Vidya Rafika terus mempersiapkan diri jelang SEA Games Vietnam. Vidya bersama puluhan atlet senior dan junior di Pelatnas Perbakin tampil di kejuaraan ISSF Grand Prix Rifle/Pistol Jakarta pada 8-18 Februari ini. Ajang yang diikuti juga oleh atlet Malaysia, Thailand, Singapura, Bangladesh dan Rumania ini menjadi ajang persiapan Indonesia sebelum SEA Games Vietnam. “Jadi ajang ini sekaligus sebagai tes event ke SEA Games tapi masih ada beberapa kejuaraan di luar (negeri) untuk menuju SEA Games,” jelas Ketua Perbakin, Letjen Joni Supriyanto, di Lapangan Tembak Senayan, Selasa (8/2/2022). Sebagai salah satu atlet andalan cabang menembak, Vidya akan turun di tiga nomor sektor putri. Langkah ini dilakukan sebagai strategi menghadapi para negara Asia Tenggara yang turut mengirim wakil di kejuaraan ini. Sebagai atlet muda cabang menembak, Vidya sudah menorehkan banyak prestasi gemilang untuk Indonesia. Pada SEA Games 2019, Vidya sukses meraih dua medali emas. Selain itu ia jadi atlet menembak pertama Indonesia yang tampil di Olimpiade tanpa wildcard. Bio Data Nama: Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba Panggilan: Vika Lahir: Depok, Jawa Barat, 27 Mei 2001 Tinggi Badan: 161 cm Pegangan Tangan: Kanan Debut Kompetisi: 2010 Nomor Lomba: AR60W, R3X40 Prestasi – SEA Games 2019 Filipina (Satu emas Air Rifle Women, satu emas Air Rifle Mix) – Asian Shooting Championships Qatar 2019 (Lolos Olimpiade Tokyo 2020) – SEASA 2019, Indonesia (Dua emas) – SEASA 2017, Malaysia (Satu perak, 1 perunggu) – ISSF World Cup 2021 (Satu medali perunggu) – ISSF Grand Prix 2021 (Satu medali emas)

Perbakin Kaltim Punya Dua Sekolah Menembak Gratis, Cetak 60 Atlet Baru

Perbakin Kaltim Punya Dua Sekolah Menembak Gratis, Cetak 60 Atlet Baru

Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memiliki dua sekolah menembak di Kota Balikpapan dan di Kota Samarinda. Dari dua sekolah itu mampu mencetak puuhan atlet menembak. “Alhamdulilah dari dua sekolah ini sekarang kita punya 60 atlet yang kira-kira kelasnya itu itu ada mungkin 10 orang yang nilainya sudah mendekati ke atlet nasional,” ujar Ketua Pengprov Perbakin Kaltim, Roy Norwan, pada pelantikkan Pengurus Kota Perbakin Balikpapan, Sabtu (12/02/2022). Dia mengatakan, sudah ada yang dipanggil dan bergabung dengan pelatnas Sehingga dia merasa bangga. Bahkan usia atlet tersebut masih sangat muda dan dari Kota Balikpapan. “Itu kita buktikan dengan salah satu atlet kita sudah masuk pelatnas, umurnya baru 14 tahun anak Balikpapan. Kemarin saya ke Jakarta, anak itu sudah bagus. Membanggakan Kaltim,” ujarnya Roy menjelaskan, awalnya berdiri dua sekolah menembak. Karena keresahannya sejak 2008 Kaltim selalu menggunakan atlet luar dalam setiap lomba dan tak pernah mencetak atlet sendiri. “Tujuan kita adakan sekolah menembak ini karena selama ini Kaltim sangat mengandalkan atlet-atlet yang dari luar daerah,” ujarnya “Dari periode 2008 kita ikut di PON sampai dengan PON sebelum Papua kita sangat mengandalkan atlet-atlet dari luar daerah. Sehingga tidak ada pembinaan atlet-atlet lokal,” “Setiap ada dana yang kita terima untuk keikutsertaan dalam event nasional, umumnya dana itu terpakai untuk atlet-atlet yang kiota beli dari luar. Padahal itu menjadi hak atlet-atlet di Kaltim,” tegasnya. Namun, setelah dirinya terpilih menjadi Ketua Perbakin Provinsi Kaltim kebijakan tersebut dirubahnya. Tidak boleh lagi bergantung dengan atlet luar dan harus mencetak atlet sendiiri. “Tetapi di dalam kepengurusan saya, saya rubah itu kita sekarang tidak boleh bergantung dari atlet-atlet luar, kita harus mencetak atlet kita sendiri,” ujarnya. Kata dia, sekolah menembak tersebut gratis. Termasuk juga sarana dan prasarana yang disediakan. “Untuk itu sekolah kita gratiskan, senjata kita siapkan, peluru kita kasih, pelatih kita kasih gratis,” ujarnya. Harapannya, akan banyak anak-anak di Kaltim yang bergabung dengan sekolah menembak. Sehingga Kaltim bukan hanya mencetak atlet nasional, namun juga atlet internasional yang membanggakan.

Erick Thohir: Ajang MotoGP Mandalika Picu Motivasi Generasi Muda Indonesia Jadi Pebalap Profesional

Erick Thohir: Ajang MotoGP Mandalika Picu Motivasi Generasi Muda Indonesia Jadi Pebalap Profesional

Menteri BUMN Erick Thohir berharap ajang internasional MotoGP yang akan digelar di Mandalika, Pertamina Grand Prix of Indonesia, dapat memotivasi generasi muda Indonesia untuk menjadi pebalap profesional. “Bagaimana event ini juga bagus buat generasi muda Indonesia yang tadinya pada bermimpi menjadi pebalap jalanan, sekarang bisa jadi pebalap sirkuit beneran,” ujar Erick ditemui usai peluncuran Grand Prix of Indonesia, kerja sama Pertamina dengan Dorna, di Jakarta, Rabu. Terlebih, Erick melanjutkan, sirkuit Mandalika nantinya tidak hanya menjadi tuan rumah MotoGP, tetapi juga akan menjadi tempat digelarnya sejumlah kejuaraan, termasuk Asia Talent Cup, yang diharapkan dapat diikuti oleh pebalap muda Indonesia. Hal itu, menurut Erick, juga diharapkan dapat mengurangi jumlah kecelakaan yang tinggi karena balapan liar. “Nanti kita juga alokasikan bagaimana tadi pebalap-pebalap itu bisa ditampung juga di event-event yang baik di Mandalika supaya mereka juga bisa menjadi bagian pembangunan olahraga dari motor balap di Indonesia,” kata Erick. Terkait atlet yang bergelut di dunia balap, Erick melihat saat ini sudah banyak atlet muda yang bertanding di kelas di bawah MotoGP, seperti Moto2 dan Moto3. Meski begitu, hal tersebut dianggap Erick tidak cukup. Pria yang telah lama berkecimpung di industri olahraga itu berpendapat Indonesia harus memiliki lebih banyak atlet yang punya komitmen fokus di dunia balap mengingat persaingan begitu ketat. Ekosistem pembinaan berkelanjutan, menurut pria yang pernah dipercaya sebagai Direktur Keuangan Persija Jakarta itu, menjadi PR selanjutnya, termasuk kompetisi untuk mengasah potensi sehingga para talenta muda dapat menaikkan level mereka.

Jelang Turnamen Internasional, PAGI Development Series Sukses Diselenggarakan

Jelang Turnamen Internasional, PAGI Development Series Sukses Selenggarakan

Jelang beragam turnamen internasional, Perkumpulan Akademi Golf Indonesia (PAGI) sukses menyelenggarakan “PAGI Development Series”. Turnamen ini diikuti oleh 70 peserta dari kelas junior dan amateur. Sekretaris Jendral PAGI, Diana mengatakan, pihaknya pertama kali menggelar series pertama sebagai permulaan 2022 pada Februari kali ini. Rencananya series tersebut akan diadakan dua bulan sekali dan turnamen pertama kali ini diselenggarakan di Senayan Golf Club, Jakarta “Kami mengundang seluruh akademi, seluruh PGI-PGI daerah, atlet-atlet yang junior untuk bergabung bersama dan berkompetisi dengan anak-anak PAGI,” ujar Diana. Adapun tujuan dari turnamen ini adalah mengukur prestasi internal dari anak-anak yang bernaung dalam PAGI. Nantinya turnamen akan bermuara pada Ajang Menpora PAGI Junior Championship yang rencananya akan diselenggarakan pada Mei 2022 mendatang. Selain itu juga akan ada ajang Menpora PAGI Junior International Championship dan Menpora Emeralda Amateur International. “Kami juga berterima kasih kepada panitia parents-parents PAGI yang mau bersusah payah mendukung acara ini. Diantaranya Pak Abdullah-Papa dari Albidzar, Pak Irwan-Papa Fadhlan, Pak Arnel, Bu Wirna-Mama Aleyna dan Bu Ira-Mama Bima,” tutup Diana. Pada kesempatan berbeda, turut hadir pula Persatuan Golf Indonesia (PGI) dari Provinsi Aceh, Teuku Muda. Dia sengaja datang ke Jakarta secara khusus untuk menghadiri turnamen yang diselenggarakan oleh PAGI. Teuku Muda turut membawa seorang atlet bernama Cut Mutiara Puloie untuk menambah jam terbang pemain dan jadi semangat untuk maju di turnamen kejuaraan nasional lainnya. Tidak hanya Cut Mutiara, harapannya bisa bertambah lagi bibit-bibit atlet Aceh di masa yang akan datang. “Atlet Aceh kami baru kirimkan Cut Mutiara Puloie yang main di kelas junior. Ke depan, akan saya bina lagi atlet muda dari Aceh dan akan kami titipkan di PAGI,” ujar Teuku Muda. Teuku Muda berterima kasih karena merasa bangga diundang oleh PAGI. Harapan besarnya, ke depan golf di Aceh bisa semakin maju dan dibukalah PAGI di Aceh. Tidak hanya dari PGI Aceh, turut hadir pula Ketua PGI Pemkab Bekasi, Erwin. Erwin sangat mengapresiasi penyelenggaraan turnamen yang diselenggarakan PAGI. “Terutama yang menyangkut super junior, bukan junior lagi. Selama ini atlet binaan kami aktif di junior maupun amateur,” ujar Erwin. Erwin mengaku, pihaknya juga sedang membuka kelas next generation. Artinya kelas untuk anak-anak di bawah usia 12 tahun. Di ajang kali ini, pihaknya sendiri menurunkan pegolf bernama Elevania Nurfasya dan rencanany dalam turnamen yang lain, akan menurunkan atlet lebih banyak lagi. “Acara PAGI ini sangat baik karena mewakili daripada super junior itu sendiri. Saya setuju bahwa pembinaan harus dimulai sedini mungkin,” ujar Erwin. Erwin berharap, penyelenggaraan PAGI Development Series dilakukan sesering mungkin agar anak-anak tidak hanya berlatih tetapi juga bisa menjadi ajang evaluasi. Selain itu, anak-anak juga bisa beetemu dengan teman-teman sesama golfer dari club lain. Sumber: Netralnews.com