Petarung Indonesia Bilal Hasan menang KO pada debut UFC

Bilal Hasan

Petarung Indonesia kelahiran Amerika Serikat, Bilal Hasan, menang knockout (KO) atas wakil Peru Nilson Rojas pada laga debutnya di UFC yang berlangsung di Shanghai, China, Sabtu. Dikutip dari UFC, Bilal mampu menjatuhkan lawannya di kelas terbang (flyweight) itu pada ronde kedua dengan pukulan tangan kanan. Hasil tersebut membuat catatan profesional bela diri campuran (MMA) Bilal berada di rekor 10-0 (10 kali menang tanpa kalah), dengan satu di antaranya berstatus no contest. Jika dirinci, dari 10 kemenangan itu, hanya sekali Bilal menang angka. Selebihnya, empat kali dia menang TKO, empat kali KO dan sisanya menyelesaikan laga dengan kuncian. Pada pertandingan kontra Rojas, Bilal tampil agresif dan dominan dalam melakukan serangan. Dari awal ronde pertama, petarung berusia 25 tahun itu menekan lawan dengan serangan variatif yang bertubi-tubi. Tendangan, pukulan dan serangan lutut Bilal menyudutkan Rojas, yang sebelum laga tersebut belum terkalahkan dari sembilan pertandingan profesionalnya di MMA. Bilal, yang membuat satu takedown berhasil pada ronde itu, menggoyahkan pertahanan Rojas yang mesti berlaga dengan muka berdarah. Namun, ronde pertama berakhir tanpa pemenang. Ronde kedua, Rojas sempat menjatuhkan Bilal dengan tendangannya pada detik ke-40. Bilal mampu bangkit seketika dan kembali memasang kuda-kuda tanda siap melanjutkan pertarungan. Bilal, yang mengurangi intensitas serangannya pada ronde tersebut terus, mencari cara untuk menumbangkan lawan. Hasilnya terlihat selepas dua menit ronde itu bergulir, di mana gerakan tipuan atlet berjuluk “The Indoninja” tersebut pada akhirnya membuat Rojas telentang di arena. Bilal mulanya menggerakkan tangan kiri seolah-olah akan melakukan jab. Rojas yang melihat hal itu spontan menunduk untuk melindungi muka dan tubuhnya. Situasi tersebut membuka sisi kiri wajahnya terbuka. Bilal pun dengan cerdik menghujamkan pukulan lurus dengan tangan kanan yang tepat berlabuh di dagu Rojas. Sang lawan terjatuh dan wasit langsung menghentikan pertandingan. Statistik UFC memperlihatkan, atlet berusia 25 tahun tersebut melepaskan total 56 serangan masuk ke tubuh Rojas sepanjang laga, dari 137 kali percobaan. Dari 56 itu, 53 di antaranya dinilai signifikan oleh UFC. Rojas, cuma menghujamkan 37 serangan (33 di antaranya signifikan) dari 70 kali percobaan. Bilal unggul pula di serangan ke kepala yang akurasinya mencapai 52 persen, sementara Rojas 51 persen.

Bilal Hasan Menuju Panggung UFC

Bilal Hasan

Penggemar Ultimate Fighting Championship (UFC) boleh bangga. Sebab, Indonesia resmi punya wakil lagi di sana. Namanya Bilal Hasan. Bilal Hasan adalah petarung bela diri campuran (MMA) kelahiran Oahu, Hawaii, dari orang tua asal Jakarta. Pria yang memiliki julukan The Indo Ninja ini memulai kiprah profesionalnya pada Desember 2022 setelah sebelumnya mencatatkan rekor ciamik dan tak terkalahkan selama berkarier di level amatir. Salah satu pencapaiannya yang paling menonjol adalah saat dirinya sukses merebut sabuk gelar juara kelas ringan di kompetisi Cage Fury Fighting Championship (CFFC) pada September 2024. Kini, Bilal Hasan bersiap melakukan penampilan perdana di panggung bergengsi UFC Shanghai pada Sabtu (29/08/2026) mendatang. Ia resmi mendapatkan kontrak bertarung setelah tampil memukau di Dana White’s Contender Series (DWCS) Season 10 di Las Vegas, Amerika Serikat, di mana ia mengalahkan petarung asal India, Mridul Saikia. Kemenangan Bilal Hasan atas Mridul Saikia juga jadi pembicaraan lantaran didapat dengan cara yang ciamik. Atlet berusia 25 tahun tersebut memastikan kemenangan TKO spektakuler hanya dalam waktu 45 detik. Dengan pukulan lurus kanan yang akurat, Mridul Saikia pun tak berkutik di hadapannya. “Indonesia, terima kasih buat semua dukungannya. Alhamdulillah menang malam ini, insya Allah kita segera bertanding secepatnya,” kata Bilal. Nantinya, Bilal Hasan akan menghadapi Nilson Rojas di UFC Shanghai. Sudah pasti, pertarungan itu tidak akan mudah karena sang lawan mengantongi rekor impresif sembilan kemenangan beruntun tanpa satu pun kekalahan sepanjang karier profesionalnya. Bilal Hasan sekaligus membuat Indonesia kembali punya wakil di UFC setelah Jeka Saragih. Sebagaimana diketahui, Jeka Saragih adalah petarung pertama dari Indonesia yang berhasil mendapatkan kontrak resmi UFC dan mencatatkan rekor satu kali menang serta tiga kali kalah. Menariknya lagi, Bilal Hasan tidak hanya dipuji oleh publik Indonesia saja atas keberhasilannya melenggang ke panggung UFC. Dari luar negeri, pujian untuknya juga berdatangan. Adalah Presiden UFC, Dana White, yang memuji Bilal Hasan dengan mengaku bahwa ia sangat terkesan dengan talenta serta kepercayaan diri tinggi dari sang petarung. White menilai Bilal yang datang membawa ekspektasi besar telah berhasil membuktikan kemampuan terbaiknya di atas oktagon. “Dia datang dengan hype yang luar biasa, benar-benar membuktikan itu,” ucap White. Ia kini dijadwalkan untuk langsung menghadapi atlet tangguh asal Peru, Nilson Rojas, dalam pertarungan debutnya. Selain White, pujian juga datang dari legenda UFC, Henry Cejudo. Pujian itu diberikan karena Cejudo menilai Bilal Hasan tampil sangat baik di DWCS. “Kalian akan mengingat nama ini karena dia hanya butuh 45 detik untuk mengalahkan lawannya. Saya berbicara tentang Bilal Hasan,” ucap Cejudo melalui profil Instagram miliknya.

Road To UFC: Jeka Saragih Habisi Petarung Korsel, Selangkah Lagi Dapat Kontrak UFC

Road To UFC: Jeka Saragih Habisi Petarung Korsel, Selangkah Lagi Dapat Kontrak UFC

Jeka Saragih selangkah lagi membuat sejarah. Petarung berusia 27 tahun itu mengalahkan Won Bin Ki dari Korea Selatan, dan akan menjadi orang Indonesia pertama yang mendapat kontrak UFC. Bertanding dalam semifinal Road To UFC di Etihad Arena, Abu Dhabi, Minggu (23/10/2022), Jeka menghadapi Won Bin Ki hanya butuh satu ronde. Memulai duel dengan baik sejak awal, pukulan Jeka memaksa Ki terkapar. Lalu pukulan bertubi-tubi Jeka memaksa wasit menyudahi duel. Jeka dinyatakan menang KO. Namun ternyata, kontrak yang akan diperoleh Jeka masih abu-abu. Menurut sang manajer, Fransino Tirta, ia mengklaim bahwa kontrak UFC sudah didapat Jeka. “Kontraknya belum tahu. Jadi gini, finalis akan mendapat kontrak. Kalau dia juara, kontraknya lebih bagus, kalau kalah, sedikit di bawah,” katanya. “Kalau finalis, artinya ada dua, juara satu akan mendapat kontrak dengan bayaran sekian-sekian, juara dua juga sekian-sekian. Artinya dua-duanya dapat kontrak,” jelas Tirta. Tak lama kemudian, awak media Indonesia lainnya berusaha mencari tahu kepastian kontrak tersebut. Sampai akhirnya, Kevin Chang, UFC Senior Vice President and Head of Asia, angkat suara. “Jeka Saragih sudah punya dua penampilan luar biasa di pembukaan dan semifinal Road to UFC turnamen. Dengan kemenangan malam ini, dia berkesempatan ke final di divisi kelas ringan, di mana di akan bersaing menjadi orang Indonesia pertama yang memenangkan kontrak UFC,” jelas Kevin Chang, UFC Senior Vice President and Head of Asia, dikutip dari detikSport. Artinya, Jeka masih harus bertarung sekali lagi di final. Petarung asal Simalungun itu akan melawan Anshul Jubli dari India, dengan waktu dan tempat yang masih belum ditentukan.

Mola Fasilitasi Jeka Saragih Mengikuti Pelatihan Intensif di Amerika Serikat Jelang UFC 280

Dari kiri ke kanan: Mirwan Suwarso (Perwakilan Mola), Jeka Saragih, Ardi Bakrie (Ketua Umum KOBI) dan Fransino Tirta (CEO One Pride MMA) Foto2: Bekerja sama dengan One Pride MMA, Mola fasilitasi Jeka Saragih mengikuti pelatihan secara intensif di San Diego, Amerika Serikat.

Jakarta, 19 Agustus 2022 – MOLA memfasilitasi Jeka Saragih untuk mengikuti pelatihan secara intensif di San Diego, Amerika Serikat dalam rangka mempersiapkan secara maksimal petarung berjuluk “Si Tendangan Maut” ke ajang UFC  280 Abu Dhabi pada Oktober 2022 mendatang. Jeka Saragih merupakan atlet MMA Indonesia pertama yang berhasil masuk ke babak semi final Road to UFC dan akan berhadapan dengan petarung Korea Selatan, Ki Won Bin. Sebelumnya, Jeka berhasil menang KO atas petarung India Pawaan Maan di babak pembukaan Road to UFC pada Juni silam. Perwakilan MOLA, Mirwan Suwarso mengatakan, “MOLA terus memegang komitmen dan konsisten dalam mendorong potensi lokal ke kancah dunia. Pelatihan intensif di Amerika Serikat ini bukan hanya dirancang untuk mempersiapkan Jeka menghadapi pertarungan selanjutnya, namun juga membentuknya menjadi atlet Mixed Martial Arts kelas dunia. Bekerja sama dengan One Pride MMA, kami mempersiapkan tim pelatih terbaik untuk Jeka. Semoga bisa semakin mengasah kemampuan yang dimiliki dan melesatkan prestasi internasional Jeka.” Di negara Paman Sam nanti, Jeka akan dilatih langsung oleh Marc Fiore dari Team Wrestling USA yang berpengalaman dalam menciptakan petarung tangguh dan pemenang UFC, dan pemegang sabuk hitam Jiu Jitsu, Jacob Buracker yang juga akan mengatur keseluruhan program pelatihannya. CEO One Pride MMA, Fransino Tirta menambahkan, “Tim pelatih ini dipilih dengan mempertimbangkan banyak faktor, terutama soal keahlian dan waktu. Kerja sama antara Mola dan One Pride MMA untuk persiapan Jeka Saragih ini, menjadi sinyal baik bagi olah raga Mixed Martial Arts Indonesia dan merupakan langkah awal kedua pihak untuk mengembangkan olahraga MMA di tanah air.” Sementara itu, ditemui di Jakarta, Jeka Saragih mengucapkan terima kasih atas kesempatan berharga bisa berlatih intensif di negara yang memiliki ekosistem Mixed Martial Arts terbaik di dunia. “Saya bersyukur sekali bisa mendapat kesempatan berlatih di Amerika dan bertekad memanfaatkan sebaik-baiknya. Saya fokus ingin membuktikan diri kalau mampu merebut kontrak UFC dan membuat Indonesia bangga,” ucap Jeka. Ketua Umum Komite Olahraga Beladiri Indonesia (KOBI), Ardi Bakrie menyatakan kegembiraannya atas kegiatan positif yang dilakukan oleh Mola bekerja sama dengan One Pride MMA. “Kemenangan Jeka telah membakar gairah dan meningkatkan minat masyarakat Indonesia terhadap olah raga beladiri, khususnya Mixed Martial Arts secara signifikan. Semoga kerja keras Jeka berlatih secara intensif di Amerika Serikat berhasil menuliskan sejarah baru MMA Indonesia,” jelas Ardi.