Pelatnas Asian Games Sepak Takraw Gelar Eksibisi, Mulyana : Atlet Harus Fokus Berlatih Ukir Prestasi

Mulyana (Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga) mewakili Menpora meninjau Eksibishi Tim Sepak Takraw Asian Games, di GOR Markas Korps (Mako) Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis (26/4). (Kemenpora)

Jakarta- Sebagai pemanasan sekaligus pematangan latihan menuju Asian Games 2018, pada Agustus-September. Tim sepak takraw Asian Games melakukan eksibisi di Gelanggang Olahraga (GOR) Markas Korps (Mako) Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis (26/4). Mereka akan melaksanakan Training Camp di Thailand, pada 29 April – 11 Mei 2018. “Asian Games 2018 adalah 56 tahun kesempatan yang muncul, setelah 1962. Ini momentum ukiran sejarah seluruh atlet termasuk sepak takraw. Berikan yang terbaik pada AG 2018 nanti demi Merah Putih,” ujar Mulyana, Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mewakili Imam Nahrawi (Menpora). Ia menambahkan pemerintah sangat konsen dan mendukung penuh apa yang diperlukan untuk mencapai prestasi terbaik, termasuk dalam memberikan dukungan Pelatnas TC ke luar negeri. “Manfaatkan dengan baik dukungan pemerintah dan berbagai pihak, termasuk training camp ke luar negeri. Jangan pernah takut kepada lawan. Lawan kita bukan Thailand, bukan Myanmar, akan tetapi lawan kita yang sesungguhnya adalah ketakutan itu sendiri. Darah kita merah pikiran kita putih, terus berlatih dan berprestasi,” cetusnya. Sementara, Brigjen Abdul Rakhman Baso, Wakil Komandan Korps (Wadankor) Brimob menyebut eksebisi di GOR Mako Brimob adalah sebagai wujud nyata dukungan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), terhadap suksesnya hajat besar bangsa Indonesia yakni Asian Games 2018. “Apa yang kami lakukan ini tak lain adalah wujud nyata semboyan TNI-Polri siap menyukseskan Asian Games 2018. Dan, pada sepak takraw juga ada atlet yang merupakan anggota Brimob. Para atlet adalah pahlawan bagi 250 juta penduduk Indonesia. Selamat berlatih, dan saatnya mempersembahkan prestasi terbaik,” tuturnya. Sedangkan Tri Gunawan Hadi, Manajer Pelatnas Sepak Takraw Indonesia, mengungkapkan sejak Januari lalu telah dilaksanakan Pelatnas di Sekolah Pelatihan Icuk Sugiarto (ISTC) Cisaat, Sukabumi, Jawa Barat. “Dari 42 atlet berbagai daerah telah terseleksi 24 atlet dengan komposisi 12 atlet putra dan 12 atlet putri yang selanjutnya terus diasah kemampuannya dengan berbagai pertandingan dan training camp ke luar negeri,” terang Tri. (Adt)

Turunkan Skuad Lapis Dua, SMAN 6 Tampil Nothing To Lose Ungguli SMAN 3

Turunkan beberapa pemain lapis dua, Tim basket putra SMAN 6 Depok (puith) terlalu tangguh bagi SMAN 3 Kota Tangerang, dan unggul 41-23. (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Tim basket putra SMAN 6 Depok meraih kemenangan atas SMAN 3 Kota Tangerang, pada hari kelima pelaksanaan turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’, di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Rabu (25/4). SMAN 6 unggul cepat hingga 5-0 di awal kuarter. Meski SMAN 3 berusaha mengejar, namun tim berjuluk Hexa Kingdom’s itu menutup kuarter pertama dengan keunggulan 9-4. Memasuki kuarter kedua, pertandingan tetap berlangsung dalam tensi tinggi. Percobaan tembakan tiga angka dari pemain bernomor 11, Hardianto dari SMAN 6 gagal, namun bola rebound berhasil dimaksimalkan Ibnu Fajar Setiawan meraih tambahan dua angka, 11-4. Mereka menutup kuarter 16-6. “Dari awal persiapan kami sudah matang untuk menghadapi SMAN 6. Ternyata dilapangan situasinya berbeda. Meskipun kami berusaha untuk mengimbangi, tapi memang belum berhasil. Apalagi, tim kami juga banyak melakukan turn over,” ujar Thomy Hendrawan, juru ramu SMAN 3 usai laga. Dikuarter ketiga, SMAN 6 kembali memperlihatkan kolektivitas yang lebih baik dari lawan. Terbukti, Daffa dkk mendapatkan tambahan 17 angka, berbanding 10 dari SMAN 3. Kuarter ini ditutup dengan skor 23-16. “Kami kurang fokus. Padahal, kami sudah melakukan evaluasi hasil pertandingan terakhir melawan SMA Kharisma Bangsa. Para pemain juga kurang tenang sehingga banyak melakukan foul. Evalusianya, kedepan kami akan memperbaiki kemampuan tim, terutama finishing touch,” tutur Dzulfiqar Farrel, Kapten Tim SMAN 3. Pada kuarter akhir, kesalahan demi kesalahan dilakukan skuat SMAN 3. Meski defisit 9 angka dari lawan, tim yang berlokasi di Kota Tangerang itu tak mau menyerah. Sayang, aksi individu ‘ciamik’ dari pemain bernomor punggung 8, Alif Semrani Timur, makin memperlebar jarak angka SMAN 6 atas lawan, 33-21. Dan, disisa 55 detik pertandingan, Ibnu Fajar Setiawan berhasil memanen dua angka, untuk mengunci kuarter ini dengan skor 41-23. “Gameplan efektif. Tim juga tidak mau kalah dari lawan, meskipun kami menurunkan bench player. Mereka main enjoy dan nothing to lose,” tukas Kevin Nuardy Erdiham, arsitek SMAN 6. “Dengan menurunkan pemain cadangan, intinya kami ingin memberikan kesempatan kepada mereka untuk menambah pengalaman serta jam terbang. Terlebih di turnamen seperti ini,” tutup pelatih kelahiran Jakarta, 19 Januari 1996 itu. (Adt)

Kevin-Reffvin, Si Kembar Juru Racik SMAN 6 Depok

Duo pelatih kembar yakni Kevin Nuardy Erdiham dan Reffvin Nuardy Erdiham, menangani tim basket SMAN 6 Depok, Jawa BArat. (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Ada pemandangan berbeda di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, tempat berlangsungnya turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’, 21 April – 6 Mei. Adalah tim basket SMAN 6 Depok, Jawa Barat. Mereka memiliki pelatih kembar yakni Kevin Nuardy Erdiham dan Reffvin Nuardy Erdiham. Sekilas sulit membedakan. Namun, satu-satunya cara adalah ketika pertandingan. Bila tim putra yang bertanding, maka Kevin menjadi arsitek tim, sedangkan Reffvin menjadi asisten. Begitu pula sebaliknya, bila tim putri yang berlaga. Sejauh ini, keduanya memberikan performa yang cukup baik bagi timnya di turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’. Buktinya, dibagian putra, dari tiga laga yang dilakoni, tim berjuluk Hexa Kingdom’s itu berhasil meraih dua kemenangan, masing-masing atas SMAN 3 Kota Tangerang serta SMA Saint John’s Serpong, dan hanya kalah dari SMAN 13 Depok. Sedangkan dibagian putri, Hexa Queen’s sukses melibas lawan yakni SMA Saint John’s Serpong dan SMA Kharisma Bangsa. Di lapangan, duet kembar inipun sangat kompak. Kegemarannya pada olahraga negara Presiden Donald Trump itu bermula saat keduanya menempuh pendidikan di SMPN 13 Depok. Kevin terkenal memiliki speed serta dribel bola yang bagus. Dan, seiring berjalannya waktu, hingga kemudian mereka dipercaya menjadi juru racik di SMAN 6 Depok. “Kebetulan saya alumni SMPN 13 Depok. Nah, anak-anak dari SMPN 13 itu banyak yang masuk ke SMAN 6 Depok. Jadi kami berlatih bersama,” tutur pria kelahiran Jakarta, 19 Januari 1996 itu. Diketahui, ekstrakurikuler basket SMAN 6 Depok sudah berdiri sejak 2005 yang dibina oleh salah satu guru. Berusaha membentuk tim dari nol, tak mengherankan bila mereka menemukan banyak kendala. “Kalau tim putra untuk kendala bisa diminimalisir. Mungkin di putri yang justru banyak kendalanya. Kami sadar bila tim kami bukan yang terhebat. Karena kami memulai semua dari nol hingga sampai seperti ini butuh keseriusan untuk membentuk tim yang kuat,” bebernya. (Adt)

Redam Saint John’s, Keperkasaan Tim Putra SMAN 6 Belum Terbendung

Tim putra SMA Saint John’s, Serpong, takluk dengan skor 56-25, dari SMAN 6 Depok, pada lanjutan ‘NYSN High School Basketball Cup 2018', Selasa (24/4). (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Keperkasaan tim basket putra SMAN 6 Depok, masih belum terbendung di turnamen ‘NYSN High School Basketball Cup 2018′. Tampil di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (24/4), tim asuhan Kevin Nuardy Erdiham sukses meredam SMA Saint John’s Serpong, dengan skor 56-25. Tak mengherankan Saint John’s memiliki hasrat lebih untuk memenangi laga ini. Sebab, dipertandingan pertama pada Senin (23/4), mereka juga menelan kekalahan atas SMA Kharisma Bangsa. Memulai kuarter pertama, marjin angka kedua tim hanya beda tipis setelah Saint John’s menutup kuarter ini dengan skor 9-7. Di kuarter kedua, Saint John’s berusaha melakukan tekanan ke daerah pertahanan lawan. Alih-alih mampu mengejar ketertinggalan, justru harus membagi 21 angka ke lawan, sementara mereka hanya meraup 4 angka. SMAN 6 membungkus kuarter kedua 28-13. Tak nyaman dengan perbedaan angka, berapa kali punggawa Saint John’s melakukan percobaan tembakan tiga angka di kuarter ketiga, tapi usaha mereka tak berbuah manis. Di kubu lawan, SMAN 6 malah tampil makin impresif. Dafa Nayudhistira dkk mengakhiri kuarter ini dengan 49-20 usai memanen 21 angka tambahan. SMAN 6 tetap menjaga momentum di kuarter akhir. Meski hanya menghasilkan 7 angka, berbanding 5 angka yang dicetak Saint John’s, namun cukup menutup pertandingan ini dengan skor 56-25. Kevin mengatakan timnya belum pernah sekalipun bertemu dengan lawan. Sehingga, di kuarter pertama, menurutnya, anak didiknya masih mencari pola permainan yang pas untuk mengimbangi permainan Saint John’s. “Ini pertemuan kami pertama. Malah sebelumnya kami dengar mereka merupakan salah satu tim basket yang bagus. Ya, kami hanya berusaha bermain sebaik mungkin. Dan mampu memimpin terutama di kuarter kedua dan selanjutnya,” ujar Kevin. “Tim kami juga sudah melakukan persiapan sejak lama, begitu juga dengan gameplan yang berjalan mulus. Sebenarnya dipertandingan tadi kami memberikan kepercayaan penuh kepada Ibnu Fajar Setiawan, namun penampilannya tak maksimal, sehingga penampilannya tetap harus dibantu oleh senior yakni M. Dzaky Darmawan,” tuturnya. Sementara, di kubu lawan, Gavriel Gulo, Kapten Tim Basket Saint John’s, menyebut beberapa pemain di timnya yang mengalami cedera menjadi salah satu penyebab mengapa timnya harus menelan kekalahan untuk kedua kalinya. “Jujur saja Saint John’s kurang siap menghadapi laga ini. Kami telat datang sehingga pemanasan kurang. Selain itu, beberapa pemain kami ada yang cedera. Kami berusaha memberi perlawanan, tapi sepertinya lawan sudah lebih siap,” tukasnya. “Evaluasi dari pertandingan ini mungkin harus lebih siap untuk segi mental. Saya percaya tim kami bisa berbuat yang lebih baik dari pertandingan hari ini,” tutup Gavriel. (Adt)

Persiapan Tak Maksimal, SMA Kharisma Bangsa Telan Kekalahan Atas SMAN 6 Depok

Meski berstatus tuan rumah, tim putri SMA Kharisma Bangsa (hitam), kalah telak 8-52 dari SMAN 6 Depok, pada Selasa (24/4). (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Tim putri SMA Kharisma Bangsa menelan kekalahan dari SMAN 6 Depok pada hari keempat turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’. Minimnya persiapan dinilai jadi faktornya. Melakoni duel dipertandingan kedua di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (24/4), SMAN 6 langsung menggebrak di kuarter pertama. Mereka tak memberi peluang kepada SMA Kharisma Bangsa untuk mengejar ketertinggalan. Aksi ‘lay-up’ pemain bernomor punggung 5, Reihani Zaida, memastikan mereka menutup kuarter pertama 13-2. Memasuki kuarter kedua, SMA Kharisma Bangsa mencoba memperkecil ketertinggalan. Tiga kali percobaan tembakan tiga angka dari pemain bernomor punggung 18, Audira Syafana Khadijah gagal. Dari SMAN 6, Dinda Tri Nurbayeti menjadi pemain yang paling banyak mencetak angka di kuarter kedua, 7 angka, dan menutup paruh pertama dengan 23-2. SMAN 6 berhasil mengamankan keunggulan di kuarter ketiga. Tim berjuluk ‘Hexa Queen’ itu menambah 21 angka, sedangkan angka lawan tak berubah. Kuarter ini ditutup SMAN 6 dengan skor 44-2. Duel seru terjadi di kuarter keempat. SMA Kharisma Bangsa yang berusaha semangat mendapatkan tambahan dua angka lewat Biyani Nurkhalisah, 44-4. Namun, sekolah yang berlokasi di wilayah Depok, Jawa Barat itu mengunci kemenangan dengan skor terpaut jauh 52-8. “Hari ini laga kedua, dan Alhamdulliah kami menang dan main lebih enjoy. Meski lawan kemampuannya berada jauh dari kami, tapi tim tetap bermain dengan semangat tinggi,” terang Reffvin Nuardy Erdiham, Pelatih SMAN 6 usai laga. Sementara, Ludovika Ajeng, juru racik SMA Kharisma Bangsa, mengaku timnya untuk pertama kalinya mengikuti event ini. Sehingga, menurutnya, performa mereka dibandingkan dengan lawan sangat jauh, ditambah persiapan timnya yang minim dalam menghadapi event ini. “Jujur saja penampilan tim kami masih jauh dari harapan. Apalagi ini pertama kali main di kandang terlebih untuk turnamen seperti ini. Kami mengapresiasi semangat mereka terutama di kuarter terakhir saat bermain penuh semangat,” cetusnya. “Karena tidak ada target, maka event ini akan kami jadikan pengalaman serta menambah jam terbang untuk tim. Semoga kedepannya permainan mereka makin baik,” tambahnya. Sedangkan Alisiah Rezky, Kapten Tim SMA Kharisma Bangsa, mengungkapkan bila persiapan timnya masih belum matang dalam menghadapi event basket ini. “Kami baru pertama kali ikut event seperti ini. Jadi masih nervous, tapi yang penting, kami bermain semaksimal mungkin. Dan soal hasil itu belakangan. InsyaAllah selanjutnya ada perubahan di tim,” tutur dara manis yang akrab disapa Aiko itu. (Adt)

Dua Kali Curi Kemenangan, Tim Putra SMA Kharisma Bangsa Pede Libas SMAN 13 Depok

Tim basket putra SMA Kharisma Bangsa (putih) makin percaya diri dan berhasil meraih kemenangan kedua, usai melibas SMAN 13 Depok, dengan skor 57-14. (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Hari keempat turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’, pada Selasa (24/4), tim basket putra SMA Kharisma Bangsa makin percaya diri. Mereka meraih kemenangan kedua, usai melibas SMAN 13 Depok, 57-14. Memainkan laga di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, dua menit kuarter pertama berjalan, SMA Kharisma Bangsa berhasil mengubah angka 3-0 lewat tembakan tiga angka pemain bernomor punggung 5, Satria. Disusul pemain bernomor pungung 16, Bagja, hingga menambah angka SMA Kharisma Bangsa, 5-0. Lagi, Satria sukses melesakkan tembakan tiga angka, 8-0. SMAN 13 hanya mampu memundi satu angka melalaui Bagas, skor 8-1. Dan, aksi ‘lay up’ Aofar menjaga marjin angka SMA Kharisma Bangsa Atas SMAN 13, menjadi 13-1, serta menutup kuarter ini dengan 15-1. Memasuki kuarter kedua, SMA Kharisma Bangsa tetap tampil ‘ngotot’, tambahan tiga angka didapat lewat aksi Saddam, ketika pertandingan baru berjalan tiga menit. Aofar dkk terus memanen angka hingga kedudukan 24-1. SMAN 13 mencoba mengembangkan permainan disisa lima menit kuarter, namun usaha mereka masih sia-sia, justru SMA Kharisma Bangsa mampu menambah angka 26-1. Tambahan dua angka dihasilkan SMAN 13. Kuarter kedua berakhir 30-3. Lepas half kuarter, Ilham menambah tiga angka bagi timnya SMAN 13 setelah melesakkan tembakan tanpa mendapatkan pengawalan ketat, skor berubah 34-6. Dikuarter ini, tim berjuluk Satelit itu hanya mampu menambah tiga angka, sementara SMA Kharisma Bangsa menambah 10 angka sekaligus mengakhiri dengan skor 40-6. Dua poin disumbang Reno hingga membuat angka SMA Kharisma bangsa makin tak terkejar, 48-8. Bagas dkk mencoba menambah angka. Hasilnya, dua angka tambahan diperoleh SMAN 13, skor 48-10. Kerjasama ‘apik’ antara Saddam dan Juzar menambah angka 52-12 untuk SMA Kharisma Bangsa. Sebelas detik tersisa, Saddam kembali mengubah angka, 56-14. SMA Kharisma Bangsa menutup kuarter akhir dengan skor 57-14. “Kami percaya diri pada laga ini, dan bisa menang dari SMAN 13. Gameplan dan teamwork berjalan dengan baik,” ujar Muhammad Soleh Bagja, Kapten Tim SMA Kharisma Bangsa usai laga. Sedangkan Dava Prayoga, Kapten Tim SMAN 13, mengaku timnya terlambat start sehingga angka sudah tertinggal jauh dan sulit untuk mengejar. “Kami kurang puas dengan pertandingan hari ini. Karena kemampuan tim tidak sepenuhnya bisa keluar, dan kurang maksimal dalam melakukan transisi dari defensif ke ofensif,” cetus Dava. (Adt)

Raih Kemenangan Pertama, Tim Basket Putri SMAN 6 Tetap Waspada

Tim basket putri SMA Saint John’s Serpong (putih) harus mengakui perlawananan SMAN 6 Depok (oren), dengan skor akhir 39-44, dalam 'NYSN High School Basketball Cup 2018'. (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Hari ketiga pelaksanaan turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2108’, pada Senin (23/4), mempertemukan tim basket putri SMAN 6 Depok, melawan SMA Saint John’n Serpong. Bermain di Hall Basket Sekolah Menengah Atas Kharisma Bangsa, SMAN 6 Depok yang berjuluk Hexa Queen itu mengalahkan Saint John’s dengan skor 44-39. Memulai kuarter pertama, kedua tim berusaha keras mencuri angka terlebih dahulu. Sumbangan dua angka dari pemain Saint John’s bernomor punggung 8, Elisabeth, disisa satu menit sebelum pertandingan mampu menutup kuarter ini dengan skor 11-9. Saint John’s berusaha mempertahankan keunggulan. Namun, para pemain SMAN 6 berhasil menemukan momentum hingga memanen angka demi angka. Dua angka dicetak Reihan Zaida, begitu juga dengan Adinda Wihelmina yang menyumbang dua angka hingga mengubah skor 15-11, keunggulan SMAN 6. Mereka mengunci kuarter kedua dengan skor 26-19. Kuarter ketiga Saint John’s tetap berusaha mengejar, namun SMAN 6 berhasil menjaga marjin 39-25. Meski Saint John’s mendapatkan tambahan 14 angka, tapi di kuarter terakhir sekolah yang berada di wilayah Depok itu makin nyaman bermain dan menutup gim dengan skor 44-39. “Diawal kuarter kami tertinggal, tapi kami akhirnya menang. Mungkin karena fast break kami lebih unggul dari lawan. Sebenarnya lawan juga bagus, terutama memiliki akurasi tembakan yang bagus,” ujar Reffvin Nuardy Erdiham, arsitek tim basket putri SMAN 6 usai laga. Senada, Anayda Fitrianing Tasya, Kapten Tim Putri SMAN 6, mengakui dikuarter awal timnya terlambat ‘panas’, namun disisa kuarter mampu membalikan keadaan dan meraih keunggulan atas lawan. “Memang kuarter awal itu kami masih nervous. Tapi, bersyukur di kuarter selanjutnya kami bisa membalikkan keadaan. Untuk berikutnya, kami harap semua pemain tidak patah semangat,” cetusnya. Sementara, Devyna Avelyne, Kapten Tim Saint John’s, menyebut timnya kurang greget di pertandingan pertama melawan SMAN 6. Namun, ia optimis laga berikutnya timnya meraih kemenangan. “Mungkin setelah ini kami akan latihan lagi, terutama kami membenahi fisik. Dan, chemistry diantara pemain harus makin baik,” terang Devyna. (Adt)

Bermain Lepas, Tim Putra SMABA Unggul Jauh Dari Saint John’s

Tim basket putra Sekolah Menengah Atas Kharisma Bangsa (SMABA) sukses menggulung perlawanan SMA Saint John’s Serpong (putih), dengan skor 64-16, dalam 'NYSN High School Basketball Cup 2018'. (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Tim basket putra Sekolah Menengah Atas Kharisma Bangsa (SMABA) sukses mencuri kemenangan dari SMA Saint John’s Serpong, pada lanjutan turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’, di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, Pondok Cabe Pamulang, Tangerang Selatan, Senin (23/4). Hingga tiga menit kuarter pertama, kedua tim belum berhasil memanen angka. SMABA memecah pundi angka, setelah Saddam, pemain bernomor punggung 9, berhasil melesakkan bola, skor berubah 2-0. Angka kembali tercipta untuk SMABA berkat aksi Timothy menjadi 4-0. Saint John’s berusaha mengejar, namun hanyamencetak dua angka dari akselerasi salah satu pemainnya, skor 4-2. Berkat aksi ‘lay-up’ Saddam dan Juzar makin memperlebar margin angka SMABA atas Saint John’s 11-4. Penampilan impresif pemain SMABA makin tak terbendung, hingga skor 15-4 dan menutup kuarter pertama. Kembali aksi ‘lay up’ Aofar berbuah manis, SMABA unggul 17-4. Pemain Saint John’s bernomor punggung tiga Calvin berhasil mencuri bola dari pemain SMABA untuk merubah skor 17-6. Fast break diselesaikan dengan manis oleh Samad, pemain bernomor punggung 7 itu membuat SMABA makin meninggalkan perolehan angka Saint John’s 21-6. Tembakan dua angka dari Brian asal Saint John’s mencoba memangkas jarak angka dengan SMABA, skor 24-7. Dan, half kuarter ditutup SMABA dengan skor meyakinkan 28-7. Meski sempat menambah dua angka lewat pemain bernomor punggung 8, Kevin, dimana skor menjadi 28-9, namun Saint John’s belum mampu keluar dari tekanan di kuarter ketiga. Sebaliknya, SMABA justru makin memperlihatkan ketangguhannya. Tim yang berlokasi di Kawasan Pamulang itu kembali menambah angka melalui tembakan tiga angka Saddam dan Aofar, skor 49-23. Saint John’s mencoba menetralisir permainan dengan meminta time out di sisa waktu 1 menit 15 detik. Namun, angka dari anak didik Ari Adiska terus melesat di kuarter ketiga dengan selisih 37 angka, dan mengunci kuarter ini dengan 49-12. Memasuki kuarter akhir, skuat SMABA tetap tampil ‘beringas’. Percobaan tembakan tiga angka tetap dilancarkan Satria dkk, hingga bola yang dilesakkan Aofar berbuah dua angka, skor 56-14. Alih-alih mengejar ketertinggalan, Saint John’s malah kecolongan. Lagi-lagi, fast break SMABA efektif, dua angka kembali tercipta melalui Samad, 58-14. Lalu, dua menit tersisa, Saint John’s hanya mampu menambah dua angka. SMABA akhirnya menutup kuarter ini dengan skor 64-16. “Hari ini mereka bermain lepas. 100 persen kemampuan mereka keluar semua. Bahkan, mereka bisa memaksimalkan peluang. Permainan mereka merata, teamwork sangat baik,” cetus Ari. “Lawan bermain bagus. Mungkin karena yang main itu anak kelas 10 dan 11, sedangkan kelas 12 tidak main, sehingga kemampuan mereka sedikit di bawah. Secara tim kami juga kompak, sehingga bisa menang di gim ini,” timpal Muhammed Aofar Hedyan, punggawa SMABA. Sementara, Calvin Christian Gunawan, Kapten Tim Saint John’s, mengaku timnya kalah secara fisik. Meski begitu, ia akan terus berjuang guna menghadapi gim-gim berikutnya. “Dari dulu kami selalu susah menang kalau bertemu Kharisma Bangsa. Secara fisik kami juga kalah. Di gim selanjutnya kami akan berusaha memberikan yang terbaik buat Saint John’s,” urai Calvin. (Adt)

Diikuti 24 Peserta, Saddam Juarai ‘Three Point Competition’ NYSN Cup 2018

Sadam saat memenangkan ajang Three Point Competition, yang dihelat disela-sela turnamen basket “NYSN High School Basketball Cup 2018. (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Animo peserta ternyata sanga tinggi untuk mengikuti ‘Three Point Competition’ yang dihelat disela-sela turnamen basket “NYSN High School Basketball Cup 2018, di Hall Basket Sekolah Menengah Atas Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, pada Minggu (22/4). Terbukti, sebanyak 24 peserta bersaing untuk meraih hadiah yang telah disediakan pihak panitia. Dari 24 peserta yang terbagi dalam tiga gelombang itu, akhirnya menjaring tiga peserta. Yakni Aofar (Sekolah Kharisma Bangsa), Saddam (Sekolah Kharisma Bangsa), dan Arga (peserta umum), untuk menjadi yang terbaik di event itu. Dan, Saddam berhasil menjadi juara setelah mampu melesakkan 10 bola, diikuti Aofar dengan memasukkan 7 bola, dan Arga yang hanya berhasil menjaringkan 4 bola. “Bisa ikut serta di ajang ‘Three Poin Competition’ dan menang itu bahagia. Sebenarnya agak susah, apalagi bersaing dengan Aofar. Karena Aofar sebenarnya bagus kalau untuk tembakan tiga angka. Pokoknya saya puas bisa ngalahin Aofar dan menang di kompetisi ini,” ujar Saddam, Siswa Kelas 11 Sekolah Kharisma Bangsa itu. (Adt)

SMABA Taklukkan SMAN 3 Tangerang, Jam Terbang Jadi Kunci Kemenangan

Pemain Tim basket putra Sekolah Menengah Atas Kharisma Bangsa (SMABA) bersiap melakukan poin ke jala SMAN 3 Kota Tangerang, dalam pertandingan Minggu (22/4). (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Tim basket putra Sekolah Menengah Atas Kharisma Bangsa (SMABA) sukses meraih kemenangan atas tim basket SMAN 3 Kota Tangerang, pada pertandingan di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Minggu (22/4). Dalam laga yang dipimpin wasit Leonaldy, kedua tim menurunkan para pemain terbaiknya sejak awal. SMABA memimpin perolehan angka atas SMAN 3 dengan skor 5-1, hingga lima menit kuarter pertama. Aksi individu pemain bernomor punggung 4, Aofar menambah angka bagi SMABA menjadi 7-1. Lalu, tembakan tiga angka pemain bernomor punggung 2, Gibrani, menutup kuarter pertama dengan skor 12-1 untuk SMABA. Di awal-awal kuarter kedua, SMAN 3 mencoba menekan. Namun gagal mengubah angka. Justru SMABA berhasil menambah angka lewat aksi ‘lay-up’ Gibrani, skor berubah menjadi 14-1. Tambahan dua angka kembali diraih SMABA melalui pemain bernomor punggung 10, Haidar. Angka SMABA makin menjauh 16-1. Satria dkk akhirnya menututp kuarter kedua dengan skor 21-6. Memasuki kuarter ketiga, SMAN 3 coba mengejar lewat tembakan dua angka pemain bernomor punggung 18, Prawira Setya, skor berubah 21-8. Namun, permainan SMABA makin tak terbendung. Anak didik Ari Adiska itu sukses memanen 14 angka. Skor kuarter ketiga berakhir 35-10. Pertandingan berlanjut, tembaka dua angka dari pemain SMAN 3 membuka kuarter keempat, skor berubah 35-12. Namun pundi-pundi angka dari tim asal Kota Tangerang Selatan itu justru terus bertambah. Aksi pemain bernomor punggung 9, Saddam makin memperlebar jarak dengan SMAN 3 menjadi 43-14. SMAN 3 kembali mencoba memangkas jarak angka setelah salah satu pemainnya sukses melesakkan bola, hingga merubah skor 43-16. Disisa waktu satu menit terakhir dimanfaatkan para pemain SMABA untuk terus mengoleksi angka. Hasilnya, kuarter keempat berakhir dengan skor telak 48-17. “Kami bersyukur meraih kemenangan di pertandingan ini. Selanjutnya, para pemain harus bisa bermain lebih bagus dari pertandingan hari ini. Karena lawan pastinya juga telah mempersiapkan diri dengan baik, terutama SMAN 13 Depok dan Saint John’s,” ujar Ari, arsitek tim basket SMABA, usai laga. Fajar Satria, Kapten Tim SMABA, mengatakan jam terbang menjadi salah satu keberhasilan timnya dalam memenangi laga ini. Kedepan, lanjutnya, timnya akan mengintensifkan latihan. “Kuarter pertama dan kedua kami belum dapat momentumnya, tapi setelah half kami baru mendapatkan momentum, sehingga kami bisa unggul jauh dari lawan. Salah satu kami bisa menang itu mungkin karena unggul di jam terbang, dan kami juga sudah terbiasa dengan suasana pertandingan seperti ini,” timpal Fajar. Sementara, Muhammad Ishak, Pelatih Basket SMAN 3, mengakui bila tim lawan lebih baik, dikarenakan lebih memiliki jam terbang yang banyak. Ia berharap dipertandingan selanjutnya timnya bisa tampil secara maksimal dan memenangi setiap laga. “Jam terbang mereka lebih banyak dari kami. Meski diawal-awal tim kami mampu mengimbangi, tapi hingga akhir pertandingan kami kewalahan meladeni mereka. Ini menjadi pengalaman berharga bagi tim kami untuk menatap laga berikutnya,” cetus Ishak. “Mungkin kami kurang fokus dipertandingan tadi. Selain itu, komunikasi antar pemain juga tidak jalan. Ini jadi catatan laga selanjutnya, agar kami bisa memaksimalkan teamwork,” tambah Dzulfikar Farrel, Kapten Tim SMAN 3. (Adt)

Meski Tak Bekeringat dan Menang WO, Tim Putri SMAN 13 Depok Kecewa

Tim basket putri SMAN 13 Depok menang walk over (WO) atas tim SMA Yadika 2 Jakarta, pada lanjutan “NYSN High School Basketball Cup 2018". (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Tim basket putri SMAN 13 Depok menang walk over (WO) atas tim SMA Yadika 2 Jakarta, pada lanjutan turnamen basket “NYSN High School Basketball Cup 2018, di Hall Basket Sekolah Menengah Atas Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (22/4). Ari Adiska, Pelatih Tim Basket SMAN 13 Depok, mengaku kecewa tanpa kehadiran lawan, mengingat tim-nya sudah siap untuk menghadapi pertandingan perdana ini. “Kami tentu saja senang, tapi kalau harus menang WO itu kurang seru. Sayang saja kalau mereka tidak datang karena ini event bagus,” ujar Ari. “Tim kami juga belum pernah bertemu dengan SMA 2 Yadika Jakarta di berbagai turnamen basket. Sebab, kami beda wilayah. Berikutnya kami harus siap melawan SMAN 6 Depok, St John’s, dan SMA Kharisma Bangsa. Menang atau kalah itu urusan nanti, yang penting kami berusaha semaksimal mungkin,” tambahnya. Senada, Putri Amie Rachmadita, Kapten SMAN 13 Depok, mengaku dirinya bersama rekan-rekannya belum pernah berjumpa dengan lawan. Padahal, lanjut Putri, timnya sudah antusias menghadapi pertandingan perdana melawan SMA Yadika 2, yang berasal dari kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat. “Kecewa pasti. Karena kami sudah antusias datang untuk bertandingan. Selanjutnya, kami akan mempersiapkan diri dengan baik dengan berlatih secara intensif,” cetus Putri. (Adt)

Misi Balas Dendam, Tim Basket SMAN 13 Bungkam SMAN 6 Depok Dengan Skor Ketat

Tim Basket Putra SMAN 6 Depok (hitam) harus takluk dari SMAN 13 dengan skor ketat 28-29, dalam laga perdana ‘NYSN High School Basketball Cup 2018. (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Tim basket putra SMAN 13 Depok berhasil menaklukkan SMAN 6 Depok dengan skor 29-28 di laga perdana ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’, di Hall Basket Sekolah Menengah Atas Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Sabtu (21/4). Ini menjadi misi balas dendam. Sebelumnya, tim basket SMAN 13 harus mengakui ketangguhan SMAN 6 di ajang semifinal Hexa Cup 2018. Saat it, SMAN 6 menang dengan skor 53-33. “Senang bisa memenangkan pertandingan ini. Apalagi kami mampu memimpin sejak awal-awal kuarter. Beberapa pemain juga mampu menjalankan tugasnya dengan baik,” ujar Ari Adiska, Pelatih Tim Basket SMAN 13, Sabtu (21/4). Sejak wasit melakukan jump ball tanda permainan dimulai. SMAN 6 mengambil inisitif serangan, namun beberapa kali tembakan dari para pemain belum membuahkan angka. Hingga tembakan bebas dari small forward Ibnu Fajar Setiawan, membuat SMAN 6 mampu memimpin 1-0. Tak menyerah, SMAN 13 melalui pemain bernomor punggung 99, Bagas Nugraha Putra, mampu menghasilkan dua angka. Kedudukan menjadi 3-2. Angka SMAN 13 bertambah usai tembakan tiga angka dari pemain bernomor punggung 24, Bagus Kumala Aji, yang sukses bersarang dijaring lawan. Skor menjadi 6-3. Kedua tim masih terus berusaha menekan. Bagus kembali melakukan tembakan tiga angka hingga mengubah kedudukan menjadi 12-5 untuk SMAN 13 yang menuntaskan kuarter pertama dengan skor 15-5. Kuarter kedua, SMAN 6 berusaha mengejar ketertigalan. Namun, aksi ciamik dari pemain bernomor punggung 11, Ilham Ramadhan makin memperlebar angka SMAN 13 atas SMAN 6 menjadi 17-7, dan akhirnya mengunci kemenangan di kuarter ini dengan skor 17-8. Hingga berjalan lima menit, skor kedua tim di kuarter ketiga belum berubah. SMAN 6 mampu menambah 1 angka memalui Ibnu, skor menjadi 9-17. Namun, SMAN 13 kembali memanen angka usai Bagus menambah angka menjadi 20-13. Kuarter ini berakhir dengan skor 20-14 untuk SMAN 13. Memasuki kuarter keempat, pertandingan kedua tim makin panas. Percobaan tembakan tiga angka yang dilancarkan SMAN 13 melalui Bagas gagal. Angka bertambah usai pemain dengan nomor 13 dari SMAN 6, Dafanayudhistira menipiskan jarak menjadi 18-24. Begitu juga tembakan tiga angka dari Ibnu yang menipiskan kedudukan 25-26. Namun, SMAN 13 mampu membungkus kemenangan atas SMAN 6 dengan skor tipis 28-29. “Kemampuan pemain lawan bagus. Kami kurang percaya diri saat awal main. Tapi, kami berusaha menekan lawan. Untuk pertandingan selanjutnya masih banyak yang harus dibenahi,” ungkap Ilham, kapten tim SMAN 13. Sementara, Kevin Nuardy Erdiham, Pelatih SMAN 6 mengaku kekalahan anak asuhnya lantaran diengaruhi beberapa faktor. “Stamina pemain kami berkurang, karena paginya kami juga bertemu dengan SMAN 13 disemifinal ajang HEXA Cup 2018. Tapi, kami puas dengan penampilan mereka, meski stamina sudah terkuras,” tutur Kevin. “Kami terlalu over confidence. Jadi dipertandingan tadi tidak maksimal bermain secara teamwork. Apalgi diawal kami sudah ketinggalan jauh. Tapi, kami berusaha terus dan hasilnya di kuarter terakhir angkanya juga beda tipis,” timpal Ibnu, small forward SMAN 6. (Adt)

Resmi Dibuka, Laga Perdana ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’ Berlangsung Sengit

Event NYSN High School Basketball Cup 2018 dibuka antara tim putra SMAN 13 Depok dengan SMAN 6 Depok (Hitam), di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa (SMABA), Pamulang, pada Sabtu (21/4). (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Laga perdana turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018′ diawali pertandingan antara tim putra SMAN 13 Depok dengan SMAN 6 Depok, di Hall Basket Sekolah Menengah Atas Kharisma Bangsa (SMABA), Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (21/4). Sebelum pertandingan, turnamen ini dibuka oleh Ignatius Eric (Direktur PT Nasional Yunior Sportindo Media) dan Nurhadi Hafman (Kepala Sekolah SMA Kharisma Bangsa). Eric mengaku bersyukur dengan terlaksananya turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’ yang digelar untuk pertama kalinya itu. Terlebih, lanjutnya, tim yang bertanding dilaga perdana ini menunjukkan semangat kompetisi yang tinggi. “Kami bersyukur turnamen ini bisa terselenggara dengan baik. Para peserta juga hadir di turnamen ini dengan semangat yang tinggi,” ujarnya. Mengomentari laga perdana, ia menyebut meski diawal-awal pertandingan kedua tim masih belum memperlihatkan kemampuannya terbaiknya, namun saat akhir laga, pertandingan kedua tim berlangsung seru. Bahkan angka kedua tim hingga akhir pertandingan hanya beda tipis,” tambahnya. Kedepan, ia berharap akan lebih banyak menggelar kompetisi serupa guna memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi talenta-talenta muda dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya. “Kami akan sering menggelar kompetisi seperti ini. Karena semakin banyak kompetisi yang digelar akan semakin bagus. Supaya bisa menambah pengalaman bertanding untuk mereka semua,” tegas Eric. (Adt)

NYSN High School Basketball Cup 2018 Siap Dihelat, 11 Tim Bersaing Jadi Kampiun

NYSN High School Basketball Cup 2018

Jakarta- Gelaran turnamen basket bertajuk ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’, siap dihelat pada Sabtu (21/4), di Hall Basket Sekolah Menengah Atas Kharisma Bangsa (SMABA), Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. Turnamen yang untuk pertama kalinya dihelat itu akan diikuti 11 tim, terdiri dari 6 tim putra dan 5 tim putri dari berbagai SMA di wilayah Jakarta, Depok, dan Tangerang. Mereka berkompetisi untuk menjadi yang terbaik di ajang tersebut. Selain turnamen basket putra dan putri. Event ini juga diisi kegiatan menarik lainnya, seperti 3 point competition, photo contest, serta Awarding untuk MVP Putra, MVP Putri dan Most Favourite Team. Chandra Wiedyananta, Ketua Pelaksana ‘NYSN High School Basketball Cup 2018′, berharap dari turnamen ini akan lahir bibit muda potensial dicabang bola basket dengan mengedepankan jiwa sportifitas dan semangat kompetisi yang tinggi. “Dengan event ini tujuan kami ingin menyapa kaum muda yang talenta utamanya di basket. Sebagai media yang menjadi sumber inspirasi serta terpercaya bagi kalangan muda pecinta olahraga di Indonesia, kami memiliki tanggung jawab besar mengawal bibit muda berbakat dengan mewadahi mereka melalui event ini,” ujar Chandra, Jumat (20/4). “Event ini kami gelar setelah mereka ujian dan sebelum pelaksanaan Ramadhan. Harapannya lain ayakni event ini bisa menjadi salah satu modal mereka untuk menuju ke jenjang selanjutnya bila mereka ingin berkarir di dunia olahraga sebagai atlet nantinya,” tutupnya. (Adt)

Seleksi Pemain Hingga Akhir Bulan, Timnas Voli Putri Masuk Pelatnas Asian Games

Nandita Ayu Salsabila (Jakarta Pertamina Energi), peman terbaik Proliga 2018 yang terpilh masuk dalam skuat seleksi timnas voli putri Asian Games 2018. (bolapsort.com)

Jakarta- Paska selesainya event Proliga 2018, pelatnas timnas voli putri akan bergulir pada pekan depan. Para atlet diberi kesempatan untuk melakukan recovery. Hal ini disampaikan oleh pelatih timnas voli putri, Muhammad Ansori. Menurut Ansori, rencananya atlet akan dikumpulkan di Sentul, Bogor, pada Senin (23/4). “Ada 18 atlet yang dipanggil Badan Tim Nasional (BTN) Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI). Paling banyak dari Jakarta Pertamina Energi, sekitar lima sampai enam atlet,” kata Ansori pada Senin (16/4). Dari 18 atlet itu, Ansori mengatakan, akan diseleksi lagi menjadi 14 atlet untuk menjadi tim inti di Asian Games 2018. Proses seleksi berlangsung dari pekan depan, sampai akhir April. “Kami harus segera memangkas pemain, karena status entry by name harus ada meski penutupannya baru akhir Juni nanti,” katanya. “Setelah itu, kami akan melakoni uji coba di dua lokasi. Tapi, saya belum tahu kelanjutannya seperti apa, yang jelas salah satunya kejuaraan Asia. Sementara untuk try in, kami berencana melakukan uji tanding dengan tim atau klub putra,” tambah Ansori. Soal target di Asian Games, Ansori tak ingin muluk-muluk. Dia patok lolos grup lebih dulu, lalu ke target yang lebih tinggi. “Kalau bisa melewati fase grup dulu, karena ada China, Jepang, Korea, dan Taiwan, itu berat-berat ya. Kami harus mencuri kesempatan dan mendapat peringkat yang terbaik,” ujar dia. (art) Pelatih/ofisial Tim Putri 1. M. Ansori 2. Walfidrus Wahyu Telagasari 3. Labib 4. Niko Dwi Purwanto Tim Putri 1. Amalia Fajrina Nabila 2. Aprilia Santini Manganang 3. Megawati Hangestri Pertiwi 4. Novia Andriyanti 5. Amasya Manganang 6. Wilda Siti Nur Fadilah Sugandi 7. Arsela Nuari Purnama 8. Asih Titi Pangestuti 9. Putri Andya Agustina 10. Rika Dwi Latri 11. Yola Yuliana 12. Nandita Ayu Salsabila 13. Hanny Budiarti 14. Yulis Indahyani 15. Berlian Marsheilla 16. Tri Retno Mutiara 17. Yolana Betha Pangestika 18. Khalisa Azila Rahma

Dua pekan di Melbourne, Pebalap Pelatnas Down Hill Lakukan TC di Australia

Pebalap DH Indonesia, Popo Ario Sejati, akan menjalani TC di Melbourne, Australia, jelang turun di Kejuaaan Asia di Cebu, Filipina, sebelum tampil di Asian Games 2018. (trito.id)

Jakarta- Pebalap sepeda disiplin Down Hill (DH) yang selama ini menghuni pelatnas Asian Games 2018 Jakarta-Palembang bakal digembleng selama dua pekan di Melbourne, Australia, demi meningkatkan performa dan menambah jam terbang. Manajer Timnas Indonesia, Budi Saputra saat dikonfimasi pada Selasa (18/4) mengaku pengiriman pebalap ke luar negeri merupakan salah satu tahapan persiapan untuk menghadapi kejuaraan empat tahunan itu, meski sebelumnya sempat tertahan. Pebalap DH Indonesia yang dikirim ke Negeri Kanguru itu sebanyak empat atlet yang terdiri tiga putra yaitu Popo Ario Sejati, Hildan Afosma Katana dan Khoiful Mukhib serta satu pebalap putri yaitu Nining Purwoningsih. “Sejak Senin (17/4) sudah berangkat ke Melbourne. Dan menjalani program yang ditetapkan pelatih,” katanya. Sebenarnya ada satu pebalap putri yang menghuni pelatnas yaitu Tiara Andini Prastika. Namun, pebalap asal Semarang ini harus menjalani penyembuhan cedera telunjuk tangan tangan–cedera yang menimpanya saat latihan di pelatnas. Menurut Budi, pemusatan latihan di Australia merupakan bagian program yang dirancang jauh-jauh hari. Dipilihnya Melborne bukan tanpa alasan, karena di tempat itu banyak melahirkan atlet potensial, dan kerap menjadi tuan rumah kejuaraan bergengsi. “Setelah pemusatan latihan di sana, pebalap akan langsung diuji di Kejuaraan Asia di Filipina, awal Mei nanti,” katanya menambahkan. Pria asal Purwokerto itu menjelaskan jika Kejuaraan Asia di Danao, Cebu, Filipina, 2-7 Mei ini banyak negara yang akan turun di Asian Games 2018 Jakara-Palembang, 18 Agustus-2 September. Level kejuaraan temasuk tinggi dan akan diikuti pebalap top dari kawasan Asia. “Peta kekuatan akan kelihatan di sana (Filipina). Semoga setelah menjalani TC di Melbourne mereka bisa menunjukkan peningkatan dan hasil terbaik di kejuaraan Asia,” kata Budi menegaskan. Sementara itu salah satu pebalap DH Indonesia, Popo Ario Sejati mengaku langsung menjalani program yang ditetapkan Selasa (18/4), meski cuaca dinilai cukup dingin yaitu 12 derajat celcius. Di Melbourne juga terjadi perbedaan waktu tiga jam lebih cepat dari Malang, tempat lokasi awal pelatnas. (art)

Kontes Modif Mobil Turut Dukung Atlet Indonesia di Asian Games dan Asian Para Games 2018

Industri otomotif beri dukungan untuk atlet indonesia yang tampil di Asian Games 2018, dengan menggelar evet Kontes modifikasi mobil MB Tech Auto Live Battle 2018. (kemenpora)

Jakarta- Kontes modifikasi mobil MB Tech Auto Live Battle 2018 turut menjadi rangkaian road show Sukses Atlet Indonesia di 6 Kota (Bandung, Bali, Yogyakarta, Surabaya, Palembang dan Jakarta) sebagai ajang untuk mendukung atlet Indonesia di Asian Games dan Asian Para Games 2018. Kontes modifikasi dilaunching pada 14 April di Halaman Kantor Kemenpora, Jakarta dengan 3 kelas pembeda yakni kelas Jenderal (pro), Kolonel (rookie) dan Kelas MB Tech Award dengan 45 kategori penilaian. Launching itu sekaligus berbarengan dengan pra event Asian Games yakni penggelindingan bola berdiameter 3,5 meter dan pengumpulan tanda tangan dukungan rakyat untuk doa dan sukses atlet Indonesia. Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Mulyana menyampaikan, even modifikasi mobil MB Tech Auto Live Battle 2018 adalah non APBN tetapi yang terpenting adalah dukungan dan doa untuk atlet Indonesia. “Even ini adalah murni non APBN dan dikerjakan oleh orang yang sangat kreatif dan inovatif tujuan mulianya adalah doa, dukungan dan kepedulian untuk atlet Asian Games dan Asian Para Games 2018 agar meraih prestasi untuk bangsa,” ujarnya saat jumpa pers di Media Center Kemenpora, Jumat (13/4). Selain kontes modikasi mobil lanjutnya, juga ada penggelindingan bola raksasa berukuran 3,5 meter yang juga akan digelindingkan di 34 provinsi. “Bola raksasa pertama jadwalnya akan digelindingkan pada 22 April, dilanjutkan di semua provinsi sebelum pembukaan Asian Games,” tambah Plt. Asdep Industri dan Promosi Sandi Hasan. Nantinya, pada kulit bola itu akan terdapat tanda tangan masyarakat, dengan target 1 juta tanda tangan dalam bentangan kain sepanjang 300 meter, lalu target tanda 4 juta tanda tangan, dan 50 juta tanda tangan di media sosial. Sebelumnya, bola raksasa secara simbolis, akan ditanda tangani oleh Presiden Joko Widodo, di Istana Negara, pada Senin (16/4). Setelah itu bola akan digelindingkan pertama kali di Jakarta dan Bandung, pada Minggu (22/4). Sementara, Ketua Panitia Penyelenggara Hartono Sufi selaku perwakilan dari Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (PP IMI), turut menyampaikan bila pihaknya memiliki niat membantu pemerintah mensukseskan Asian Games dan Asian Para Games 2018. “Kami memiliki niat untuk membantu negara mempromosikan atlet Asian Games dan Asian Para Games memalui even otomotif ini. Yang terpenting disini tak ada APBN murni sponsor terutama MB Tech dan saat launching dihadiri 120 ketua komunitas otomotif juga akan ada penempelan stiker di ribuan mobil,” ujarnya. (Art) Jadwal Kontes MBtech Auto Live Battle 2018 : 21-22 April, Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat 5-6 Mei, Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Bali 12-13 Mei, Lapangan Gading, Yogjakarta 30 Juni – 1 Juli, Sirkuit Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur 21-22 Juli, Stadion Gelora Jakabaring, Palembang, Sumsel TBA (to be announced): Jakarta

Kejuaraan Dunia di Abu Dhabi Jadi Seleksi Atlet Jujitsu ke Asian Games 2018

Para atlet jujitsu dipastikan harus mengikuti program seleksi dari Pengurus Besar Jujitsu Indonesia (PBJI), untuk bisa tampil di Asian Games 2018. (Pras/NYSN)

Jakarta- Para atlet jujitsu dipastikan harus mengikuti program seleksi dari Pengurus Besar Jujitsu Indonesia (PBJI) untuk tampil di Asian Games 2018. Saat ini, mereka yang sedang mengikuti pemusatan latihan nasional (pelatnas) berjumlah delapan atlet dan terdiri atas dua putri dan enam putra. “Program promosi dan degradasi selalu ada. Kalau tidak, ya mereka tidak termotivasi. Untuk Asian Games 2018, jumlah atletnya bisa berubah sesuai perkembangan latihan selama ini. Kami kan harus objektif,” kata pelatih fisik jujitsu Indonesia, Andri, pada Sabtu (14/4). Seleksi dilakukan ketika atlet mengikuti berbagai rangkaian uji coba. Salah satunya, ialah try out di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, yang akan berlangsung selama enam hari mulai 23 April. “Atlet sudah mulai berangkat ke Abu Dhabi, mulai 15 April, karena ada training camp selama sebulan,” jelas Andri. Andri mengatakan, timnya akan mengikuti Kejuaraan Dunia Jujitsu yang bergulir pada 23-28 April 2018, di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. “Seleksi atlet ada beberapa fase. Saat mereka uji coba, saat bertanding, saat latihan, saat istirahat, dan hubungan sosial antaratlet. Aspek-aspek itu yang dilihat untuk seleksi,” sebutnya lagi. Usai melakukan try out di Abu Dhabi, tim lalu bergser ke Korea Selatan pada Juni, lalu ditutup saat menuju Jepang pada Juli. Di dua negara itu, para atlet selain melakukan latihan, akan juga berkompetisi. “Para atlet harus siap dengan lawan tangguh seperti dari Asia Timur dan negara pecahan Uni Soviet,” pungkas Andri. Setelah pulang dari luar negeri, latihan di Jakarta dilakukan di beberapa tempat agar para atlet tak jenuh seperti di kawasan Ancol, Jakarta. Latihan tak melulu soal teknik, juga peningkatan ketahanan fisik seperti melakukan kardio dan berenang. (Art)

Gelar TC di Malaysia, Timnas Hoki AG 2018 Asah Peforma Fisik dan Pengalaman Tanding

Timnas hoki putri Indonesia saat menjalani latih tanding di Lapangan Hoki, Senayan, Jakarta. (Adt/NYSN)

Jakarta- Skuat Timnas hoki yang akan tampil di Asian Games 2018, Agustus-September, bakal menggelar Training Center (TC) di Malaysia. Hal itu dilakukan guna mengasah pengalaman bertanding dengan mengikuti beberapa turnamen penting yang digelar di Negeri Jiran itu. “Kami akan Training Camp (TC) di Malaysia, selama sebulan. Dimulai akhir April hingga akhir Mei,” kata Yus Adi Kamarullah, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Federasi Hoki Indonesia (FHI), saat dihubungi, Sabtu (14/4). Dikatakan pria yang menjabat sebagai Staf Khusus Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) itu, bahwa Malaysia punya kualitas turnamen hoki yang sangat baik, diantaranya Turnamen Hoki Sultan Azlan Shah Cup, dan Kejohanan Jemputan Pra Sukma. “Pengalaman bertanding sangat diperlukan bagi atlet. Hal itu guna membiasakan mereka untuk mengetahui perkembangan hoki modern di Indonesia,” tutur Yus Adi. Meski harus berjibaku dengan peserta dari negara-negara kuat di Asia, seperti Malaysia, Pakistan, Korea Selatan, India, Jepang dan China, namun ia optimis tim Hoki Indonesia mampu mencetak hasil terbaik di Asian Games edisi ke-18, yang pelaksanaannya hanya menyisakan waktu sekitar empat bulan itu. “Kami sangat optimis cabang hoki bisa mempersembahkan hasil yang terbaik. Yang penting bagi kami adalah berjuang dahulu semaksimal mungkin,” paparnya. Sebelumnya, pada awal Maret 2018, tim hoki putri Indonesia sempat diikut sertakan pada Kejuaraan Hoki Kejohanan Jemputan Pra Sukma di Ipoh, Malaysia. Para Srikandi Indonesia inipun sukses merengkuh gelar juara. “Tim yang akan turun di ajang Asian Games ini terus mengasah kemampuan termasuk peforma fisik. Karena salah satunya dibutuhkan daya tahan tubuh yang kuat, bersaing dengan negara peserta lainnya,” tutup mantan Kepala Pusat Keuangan (Kapusku) TNI itu. (Adt)

Status Venue Beberapa Cabor Tak Jelas, INAPGOC Tunggu Jawaban Pemerintah

Raja Sapta Oktohari (Ketua Umum INAPGOC 2018) akan membawa kendala soal kesiapan venue Asian Para Games 2018 ke otoritas yang lebih tinggi. (Pras/NYSN)

Jakarta- Tersisa 175 hari persiapan, Panitia Pelaksana Asian Para Games 2018 (INAPGOC) dihadapkan kendala soal kesiapan venue beberapa cabang olahraga penyandang disabilitas seperti menembak, atletik, dan balap sepeda. Masalah venue ini memang menjadi salah satu catatan pada Seminar Chef de Mission (CdM), sebelum berlangsungnya 5th Coordination Commission Meeting (Corcom), di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, pekan ini. Untuk venue menembak, INAPGOC mengaku berkomunikasi dengan pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera). Sebelumnya, Kemenpupera menyarankan untuk menggunakan venue menembak di Kawasan Jakabaring Sport Center, Palembang, Sumatera Selatan. Namun, INAPGOC beralasan dengan memindahkan venue membuat biaya yang dikeluarkan akan membengkak. Selain itu, terbentur Intruksi Presiden (Inpres) yang menyatakan penyelenggaraan Asian Para Games (APG) 2018 tidak ada yang digelar di luar Jakarta. Bahkan, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemeko PMK) yang seharusnya memastikan teknis koordinasi antar kelembagaan tetap mengatakan jika hasil Rapat Koordinator tingkat Menteri pada 6 April 2018, memutuskan venue menembak yang akan digunakan dalam APG 2018 bukan di Senayan. Melainkan menggunakan fasilitas menembak milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) atau Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Kemenpupera mengaku tidak bisa merenovasi Lapangan Tembak Senayan, dengan alasan mepetnya waktu renovasi. “Soal pengambilan keputusan, akan kembali pada pemegang keputusan tertinggi. Jadi pada saat rapat koordinasi (Rakor) level Menteri berikutnya, semua hal seperti soal venue, dan lain-lain sudah diselesaikan,” ujar Nyoman Shuida, Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan PMK disela-sela Corcom. Soal venue atletik, INAPGOC masih belum menentukan lokasi pertandingan karena terkendala oleh pemilihan beberapa arena pertandingan, meski telah berkoordinasi dengan para Ketua Kontingen (Chef de Mission/CdM) masing-masing negara peserta. “Untuk venue atletik, kami sebenarnya menyediakan dua venue. Bisa di main stadium (Stadion Utama) Gelora Bung Karno (GBK) atau di Stadion Madya. Namun, hasil seminar CdM, mereka meminta tidak ada pemisahan perlombaan, sehingga seluruh pertandingan digelar di main stadium GBK,” terang Raja Sapta Oktohari, Ketua Umum INAPGOC. Sementara, untuk venue balap sepeda khususnya nomor balapan jalan raya, INAPGOC melirik Sirkuit Sentul di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Namun, lagi-lagi terbentur Inpres. Jika gagal digelar di Sirkuit Sentul, maka opsi yang dipilih adalah meniadakan nomor balapan itu. Sebab, tidak ada venue lain yang lebih representatif. “Andai sulit mencari venuenya, nomor road race sepertinya akan didrop (dihilangkan), karena tak ada tempatnya. Nanti, balap sepeda mungkin hanya akan tanding nomor trek, di velodrome,” jelas pria yang akrab disapa Okto itu. Terkait kendala yang dihadapi, serta waktu yang semakin dekat pada pelaksanaan APG 2018, Okto mengatakan akan membawa persoalan ini ke otoritas yang lebih tinggi. “Kami menyampaikan wacana ini saat Corcom untuk meminta pendapat perwakilan Dewan Paralimpik Asia (APC) dan juga menyampaikannya pada Wakil Presiden (Wapres) RI Jusuf Kalla, agar keputusannya bisa lebih intensif. Karena waktunya sudah sangat mepet,” tegas putra dari Oesman Sapta Odang itu. (Adt)