Pembalap Muda Indonesia Juara Dunia Aquabike World Championship 2025

Boanerges Ratag Juara Dunia Aquabike World Championship 2025.

Indonesia kembali menorehkan sejarah di panggung olahraga internasional. Boanerges Ratag, atlet muda berusia 16 tahun asal Papua Barat, resmi menjadi Juara Dunia Aquabike Jetski World 2025 dalam ajang APB-UIM Endurance World Championship Grand Prix of Indonesia yang berlangsung di Danau Toba, Sumatera Utara, pada 15 Agustus 2025. Prestasi gemilang ini mengukuhkan Boanerges sebagai pembalap jetski Indonesia pertama sekaligus termuda di dunia yang berhasil meraih gelar bergengsi tersebut. Sejak hari pertama, Boanerges tampil dominan dengan strategi matang dan performa stabil. Dari total enam seri balapan, ia sukses mengumpulkan 136 poin. Rinciannya, 22 poin di moto kedua, 25 poin di moto ketiga, 22 poin di moto keempat, 20 poin di moto kelima, dan ditutup dengan poin sempurna 25 pada moto terakhir. Keunggulan ini membuatnya tak terkejar oleh dua rider asal Amerika Serikat, Jay Finlinson di posisi kedua dengan 113 poin dan Anthony Radetic di posisi ketiga dengan 92 poin. Selisih 23 dan 44 poin menunjukkan dominasi Boanerges di lintasan air Danau Toba. Dalam pernyataannya, Boanerges dengan rendah hati mendedikasikan kemenangan ini untuk bangsa: “Hari ini bukan hanya kemenangan saya, tapi kemenangan untuk Indonesia. Terima kasih atas doa dan dukungan, terutama masyarakat Papua Barat dan seluruh rakyat Indonesia.” ujarnya Ketua Panitia Lake Toba GP sekaligus Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, juga memberikan apresiasi tinggi: “Kemenangan Boanerges Ratag adalah bukti nyata bahwa putra bangsa mampu bersaing di level dunia. Dari Papua Barat, ia membawa Indonesia berdiri di podium tertinggi. Ini adalah kado indah menjelang HUT ke-80 RI dan menjadi inspirasi generasi muda,” pungkasnya. Momen kemenangan ini terasa semakin istimewa karena diraih hanya dua hari sebelum perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Semangat juang Boanerges seolah mencerminkan nilai pantang menyerah yang diwariskan para pahlawan. Dengan prestasi ini, Boanerges tidak hanya mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia, tetapi juga menjadi simbol inspirasi bagi generasi muda untuk berani bermimpi, berjuang, dan meraih prestasi internasional.

Garuda Muda Sapu Bersih Gelar Juara di Ghana

JE Wilson Ghana International 2025

Kabar menggembirakan datang dari para pemain masa depan Indonesia. Pada kejuaraan bulutangkis JE Wilson Ghana International 2025, skuad Indonesia berhasil menyapu gelar juara. Lima belar berhasil dibawa para pemain Indonesia. Dua gelar juara di bawa pulang usai terjadi All Indonesian Final. Sektor ganda putri menyajikan final sesama pasangan Indonesia. Muncul sebagai juara pasangan Isyana Sahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine yang mengalahkan rekannya sendiri Nabila Cahya Permata Ayu/Nahya Muhfiya pada babak final. Keperkasaan pasangan ganda putra Indonesia, Anselmus Breagit Fredy Prasetya/Pulung Ramadahan semakin nyata. Unggulan pertama dari India Abinash Mohanty/Ayush Pattnayak dikalahkan pada babak puncak. Thalita Ramadhani Wiryawan di sektor tunggal putri juga tidak kalah cemerlang. Ia turut membuat kejutan pada babak final. Thalita menumbangkan unggulan ketiga dari India, Aalisha Naik dalam dua gim langsung. Gelar sektor tunggal tunggal putra menjadi milik Indonesia. Prahdiska Bagus Shujiwo tampil menjadi yang terbaik. Unggulan pertama ini menjadi juara dengan mengalahkan pemain dari Jepang, Shun Saito. All Indonesian Final yang terjadi pada sektor campuran dimenangkan oleh pasangan Bimo Prasetyo/Arya Nabila Thesya Munggaran yang mengalahkn rekannya M Khawaf Khoriyansah/Nahya Muhfiya. Hasil babak final Ganda campuran : Bimo Prasetyo/Arya Nabila Thesya Munggaran [INA] – M Khawaf Khoriyansah/Nahya Muhfiya [INA] : 21-7, 21-18 Tunggal putri : Thalita Ramadhani Wiryawan [INA] – Aalisha Naik [IND] : 21-13, 21-11 Tunggal putra : Prahdiska Bagus Shujiwo [INA] – Shun Saito [JPN] : 21-15, 21-18 Ganda putri : Isyana Sahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine [INA] – Nabila Cahya Permata Ayu/Nahya Muhfiya [INA] : 22-20, 21-18 Ganda putra : Anselmus Breagit Fredy Prasetya/Pulung Ramadahan [INA] – Abinash Mohanty/Ayush Pattnayak [IND] – 21-11, 21-13

Piala Kemerdekaan 2025: Tumbangkan Indonesia, Mali Juara

Piala Kemerdekaan 2025

Tim Nasional Mali U17 keluar sebagai juara Piala Kemerdekaan 2025 usai mengalahkan Timnas Indonesia U17 pada laga pamungkas dengan skor tipis 1-2 di Stadion Utama Sumatra Utara, Kualanamu, Deli Serdang, Sumatra Utara, Senin 18 Agustus 2025 malam tadi. Unggul determinasi dan postur tubuh, Timnas Mali U17 keluar sebagai juara usai menang 1-2 lewat gol Zomana Ballo dan Seydou Dembele. Sementara Indonesia hanya bisa membalas satu gol lewat Fadly Alberto. Dengan menyapu bersih tiga kemenangan pada turnamen internasional memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Indonesia ini, Timnas Mali U17 yang mengatasi Timnas Uzbekistan U17 (5-1) dan Timnas Tajikistan U17 (4-2), keluar sebagai juara turnamen dengan poin 9, mencetak 11 gol dan kemasukan 4 gol. Sementara skuat Garuda Asia, julukan Timnas Indonesia U17, asuhan Nova Arianto harus puas di posisi runner-up dengan poin 4 dari tiga laga hasil sekali menang, sekali imbang dan sekali kalah. I Putu Panji dan kawan-kawan mencetak 5 gol dan kemasukan 4 gol. Hasil yang tidak terlalu buruk bagi Garuda Asia, karena kalah tipis dari Mali yang memang difavoritkan juara di turnamen pemanasan Timnas Indonesia sebelum ajang Piala Dunia U17 2025 Qatar, November 2025 mendatang. Di posisi ketiga, Timnas Tajikistan U17 keluar sebagai tim peringkat ketiga karena sukses menahan imbang Uzbekistan U17 di pertandingan terakhir dengan skor 3-3. Tajiksitan finis dengan raihan 2 poin, hasil dua kali imbang dan sekali kalah. Sementara juara Asia U17, Uzbekistan yang diwakili tim lapis kedua harus finis di posisi paling buncit dengan pon 1 hasil sekali imbang dan dua kali kalah. Masih ada waktu dua bulan bagi Nova Arianto untuk mempersiapkan skuat Garuda Asia sebelum tampil di ajang Piala Dunia U17 di Qatar November mendatang. Kabarnya skuat Garuda Asia akan melakukan dua kala laga uji coba sebelum melawan tim-tim yang tergabung d Grup H Piala Dunia U17 2025, yakni Brasil U17, Zambia U17 dan Honduras U17.

Sejarah! Claudia Jadi Pesepak Bola Putri Indonesia Pertama di Eredivisie Vrouwen

Claudia Scheunemann

Pemain timnas putri Indonesia, Claudia Scheunemann resmi bergabung dengan klub Belanda, FC Utrecht Vrouwen setelah menandatangani kontrak tiga tahun sampai 2028. “Pemain internasional Indonesia ini mendapatkan kontrak hingga 2028 FC Utrecht telah mengamankan kontrak Claudia Scheunemann,” tulis Utrecht dalam lamannya pada Selasa. Manajer teknis sepak bola Utrecht Putri, Marlou Peeters mengatakan kedatangan Claudia membuat timnya memiliki aset berharga. Pesepak bola putri berusia 16 tahun itu sudah menjadi tulang punggung lini depan timnas putri senior Indonesia. “Keahlian teknis dan wawasannya tentang sepak bola menjadikannya aset berharga bagi FC Utrecht,” kata Peeters. “Sebagai playmaker timnas Indonesia, ia menunjukkan potensi luar biasa selama masa latihannya bersama kami. Kami tak sabar melihatnya bersinar dalam balutan seragam merah putih,” kata Peeters, lagi. Claudia sendiri senang sekali menandatangani kontrak profesional pertamanya di dunia sepak bola. “Menandatangani kontrak profesional pertama saya dengan FC Utrecht dan menjadi pemain keturunan Indonesia pertama yang menandatangani kontrak di liga top Eropa sangat berarti bagi saya,” kata pesepak bola kelahiran 24 April 2009 itu. Claudia menyatakan akan bekerja keras demi mendapatkan tempat di Utrecht Women. “Saya tak bisa mengungkapkan dengan kata-kata betapa bahagia dan bersyukurnya saya. Segala kemuliaan bagi Tuhan, keluarga, dan teman-teman saya,” katanya. “Tujuan utama saya adalah bekerja keras dan belajar agar saya bisa mendapatkan tempat reguler di tim utama dan meraih prestasi hebat bersama FC Utrecht,” tambah dia. Lahir pada 24 April 2009 di Tangerang, Indonesia, Claudia memulai karier sepak bola pada 2018 bersama Young Warrior FA. Pada Agustus 2024, ia pindah ke Hamburger SV U17 dan setelah itu bermain untuk Asprov Banten. Claudia menorehkan prestasi internasional pada usia 13 ketika melakukan debut bersama timnas Indonesia U20 dan langsung mencetak gol melawan Singapura. Setahun kemudian, ia melakoni debut tim utama dalam kualifikasi Piala Dunia melawan Lebanon, yang membuatnya menjadi pemain termuda yang pernah membela Indonesia. Pada 28 Mei 2024, ia kembali mengukir sejarah dengan mencetak gol pertamanya untuk timnas dalam usia 15 tahun, kala melawan Singapura. Utrecht Putri merupakan tim papan atas kompetisi teratas sepak bola putri di Belanda, Eredivisie. Musim lalu mereka menempati posisi keempat dengan 40 poin, di bawah AFC Ajax Vrouwen, PSV Vrouwen, dan Twente.

PB Djarum Juara Umum Sirkuit Nasional A Yogyakarta 2025

PB Djarum Juara Umum Sirkuit Nasional A Yogyakarta 2025

Partai final Sirkuit Nasional A D.I. Yogyakarta 2025 telah selesai digelar di GOR Among Rogo, Yogyakarta. Rangkaian sirnas kedelapan tahun 2025 ini, diikuti sebanyak 1,148 peserta yang bertanding sejak Senin 11 Agustus lalu hingga Sabtu 16 Agustus. PB Djarum masih menyandang status juara umum dengan raihan 6 gelar juara dari 15 pertandingan. Diposisi kedua, ada Mutiara Cardinal dan Jaya Raya yang sama-sama meraih dua gelar juara. Sisa lima gelar dibagi rata untuk Canda Wijaya, Exist dan 3 gelar juara yang berasal dari pasangan ‘gado-gado’. Seri Sirnas selanjutnya dijadwalkan berlangsung pada 25–30 Agustus. Sirnas berlevel B ini akan digelar di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Daftar Juara Sirnas A D.I. Yogyakarta 2025: TDA: Krishna Adi Nugraha [Candra Wijaya] TDI: Saifi Rizka Nurhidayah [Mutiara Cardinal] GDA: Hafiz Faisal/Kenas Adi Haryanto [Jaya Raya/Berkat Abadi] TRA: Alif Akbar. M [PB Djarum] TRI: Raisya Affatunisa [PB Djarum] GRA: Arybka Okta Disabian/M. Zilazik Artando Z. [Jaya Raya] GRI: Nathania Prasetya/Wanda Subadra S. U. [Jaya Raya] TTA: Fardhan Rainanda Joe [Exist] TTI: Mayla Cahya A. Pratiwi [Mutiara Cardinal] GTA: M. Rizki Mubarrok/Raihan D. Edsel Pramono [PB Djarum] GTI: Adelia Nirul M/Salsabila Zahra Aulia [PB Djarum] GDC: Renaldi Samosir/Masita Mahmudin [Exist/Berkat Abadi] GRC: M. Lutfhi Habibi/Jane Maira Faiza [PB Djarum] GTC: Theodorus S. Kurniawan/Leonora Keyla F. [PB Djarum]

Piala Kemerdekaan 2025: Indonesia Sikat Juara Asia

Timnas U17 Indonesia

Timnas U17 Indonesia menang 2-0 atas Uzbekistan pada laga kedua Piala Kemerdekaan 2025. Mali akan jadi tantangan selanjutnya bagi Timnas U17 Indonesia. Hasil ketika melawan Uzbekistan merupakan kemenangan perdana Timnas U17 Indonesia di ajang Piala Kemerdekaan 2025. Duel Timnas U17 Indonesia vs Uzbekistan digelar di Stadion Utama Sumatera Utara, Medan, Jumat (15/8/2025). Kemenangan Timnas U17 Indonesia asuhan Nova Arianto dipastikan oleh gol Dimas Adi Prasetyo (17′) dan Muhamad Al Gazani (68′). Tim asuhan Nova Arianto memberikan reaksi terbaik setelah sebelumnya tertahan imbang 2-2 oleh Tajikistan dalam laga pertama di ajang Piala Kemerdekaan 2025, Selasa (12/8/2025). “Saya sangat senang karena dua kali uji coba yang kita jalani secara kualitas tim dan intensitas pertandingan, saya sangat puas,” ujar pelatih Timnas U17 Indonesia, Nova Arianto. “Uzbekistan juga tampil luar biasa hari ini,” kata Nova Arianto, dikutip dari Kompas.com. Salah satu sumber kepuasan Nova Arianto adalah rotasi yang dilakukannya berjalan sukses. Pemain-pemain yang diberikan kepercayaan starter, salah satunya Dimas Adi Prasetyo, mampu menjawab kepercayaan darinya. “Fokus kami adalah memberikan kesempatan kepada pemain yang di pertandingan pertama tidak tampil, hanya menyisakan empat pemain yang sama,” kata Nova Arianto. Piala Kemerdekaan 2025 memang dijadikan ajang Nova Arianto untuk meramu komposisi terbaik jelang partisipasi di Piala Dunia U17 2025 pada November 2025 nanti. Nova Arianto bisa terus menggali potensi skuadnya dengan lebih dalam, mengingat Piala Kemerdekaan 2025 masih menyisakan satu pertandingan. Ya, berikutnya, Timnas U17 Indonesia akan menghadapi Timnas Mali pada laga pamungkas Piala Kemerdekaan 2025, Senin (18/8/2025). Mali sejauh ini tampil impresif dengan selalu mereguk kemenangan dalam dua laga awal melawan Uzbekistan (5-1) dan Tajikistan (4-2). Sumber: Kompas

Indonesia Tergabung di Grup A ASEAN U16 Girls’ Championship 2025

ASEAN U16 Girl’s Championship 2025

Timnas Putri Indonesia U16 dipastikan tergabung di Grup A pada ajang ASEAN U16 Girls’ Championship 2025. Dalam fase grup, Pertiwi Muda akan bersaing dengan Malaysia dan Timor Leste. Turnamen ini akan digelar di Stadion Manahan, Solo, pada 20-29 Agustus 2025 mendatang. Sebagai tuan rumah, Indonesia siap memberikan performa terbaik untuk meraih hasil maksimal di ajang bergengsi di Asia Tenggara ini. Dengan hasil drawing ini, tim pelatih siap mematangkan persiapan tim, baik dari segi fisik, taktik, maupun mental bertanding. Keikutsertaan di ASEAN U16 Girls’ Championship 2025 menjadi momentum penting bagi skuad Pertiwi Muda untuk menimba pengalaman internasional. Indonesia akan memulai langkah di fase grup melawan Timor Leste pada 20 Agustus 2025 pukul 19.30 WIB di Stadion Manahan. Selanjutnya, pada 24 Agustus 2025, Indonesia akan menutup laga penyisihan dengan menghadapi Malaysia di stadion yang sama pada pukul 19.30 WIB. Sementara itu, penjualan tiket pertandingan ASEAN U16 Girls’ Championship 2025 akan dibuka mulai Rabu, 13 Agustus 2025 melalui kitagaruda.id/tiket, bagi para pecinta sepak bola Tanah Air yang ingin memberikan dukungan langsung di stadion. Pembagian Grup: Grup A Indonesia Malaysia Timor Leste Grup B Vietnam Myanmar Kamboja Grup C Thailand Singapura Australia Jadwal Grup A: 20 Agustus Timor Leste vs Indonesia 19.30 WIB – Manahan Stadium 22 Agustus Malaysia vs Timor Leste 19.30 WIB – Manahan Stadium 24 Agustus Indonesia vs Malaysia 19.30 WIB – Manahan Stadium Jadwal Grup B & C: 21 Agustus Australia vs Thailand 15.30 WIB – Sriwedari Stadium Kamboja vs Vietnam 19.30 WIB – Sriwedari Stadium 23 Agustus Myanmar vs Kamboja 15.30 WIB – Sriwedari Stadium Singapura vs Australia 19.30 WIB – Sriwedari Stadium 25 Agustus Vietnam vs Myanmar 19.30 WIB – Manahan Stadium Thailand vs Singapura 19.30 WIB – Sriwedari Stadium

Piala Kemerdekaan 2025: Indonesia Ditahan Imbang Tajikistan

Fadly Alberto

Timnas U17 Indonesia gagal memetik kemenangan di laga perdana Piala Kemerdekaan. Melawan Tajikistan di Stadion Utama Sumatra Utara, Selasa (12/8) malam WIB, Indonesia ditahan dengan skor 2-2. Pasukan Nova Arianto tampil menyerang sejak menit awal laga. Fadli Alberto punya kans dari dalam kotak penalti tetapi bola masih bisa ditepis kiper. Gol Indonesia tercipta pada menit ke-34. Umpan silang Fadly Alberto berhasil ditanduk Mochammad Mierza ke gawang. Keunggulan Indonesia cuma bertahan dua menit saja. Tajikistan berhasil samakan kedudukan via sepakan Zarifzoda Zarif dari luar kotak penalti. Di babak kedua, Indonesia kembali unggul. Kembali tandukan yang dilakukan Fadly Alberto gagal dihalau kiper. Tajikistan berhasil samakan kedudukan pada menit ke-90. Umpan datar dari Muhammad berhasil diteruskan Nazrullo ke gawang. Skor menjadi 2-2 dan bertahan hingga laga usai. Selanjutnya, Indonesia akan melawan Uzbekistan pada 15 Agustus. Sementara, Tajikistan akan melawan Mali.

Indonesia Tergabung di Grup C Piala Suhandinata 2025

Trofi Suhandinata Cup

Hasil drawing atau undian Piala Suhandinata 2025 sudah dirilis. Tim bulu tangkis Indonesia tergabung di Grup C. Ya, Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) telah melaksanakan undian untuk ajang Piala Suhandinata 2025. Ini merupakan ajang Kejuaraan Dunia Junior atau BWF World Junior Championships 2025 untuk kategori beregu campuran. Berdasarkan hasil undian, Indonesia akan bergabung ke dalam Grup C. Indonesia yang merupakan unggulan ketiga di Suhandinata Cup 2025 akan berada dalam satu tim bersama Turki, Rumania, dan Belanda. Hasil undian ini cukup menguntungkan, mengingat secara level, Indonesia masih jauh dari ketiga lawan-lawannya. Sementara itu, nantinya hanya ada satu tim yang berhak lolos ke perempatfinal, yakni sang juara grup. BWF World Junior Championships 2025 akan berlangsung di Guwahati, India pada 6-19 Oktober 2025. Kategori beregu campuran akan digelar pada 6-12 Oktober 2025, dilanjutkan kategori individu pada 13-19 Oktober 2025. Indonesia pun berstatus sebagai juara bertahan di Suhandinata Cup 2025. Pada tahun lalu, tim Merah Putih yang dimotori Moh Zaki Ubaidillah keluar sebagai jawara usai mengalahkan China dengan skor 110-103. Untuk tahun ini, sistem skor untuk kategori beregu campuran pun mengalami perubahan kembali. Jika tahun lalu menggunakan sistem skor 110, untuk tahun ini sistem skor yang akan digunakan di beregu campuran adalah best of three sets dengan perolehan setiap set maksimal 45 poin. Tim yang terlebih dulu mencapai 45 poin di setiap set akan memenangkan set tersebut. Satu set terdiri dari satu pertandingan yang dimainkan oleh setiap nomor (tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, ganda campuran). Berikut Hasil Drawing Piala Suhandinata 2025: Grup A: Thailand, Denmark, Slovenia, Kepulauan Cook Grup B: Taiwan, Uni Emirat Arab, Kanada, Inggris, Norwegia Grup C: Indonesia, Turki, Rumania, Belanda Grup D: Polandia, Amerika Serikat, Hungaria, Irlandia, Filipina Grup E: China, Jepang, Singapura, Brasil, Bhutan Grup F: Malaysia, Australia, Sri Lanka, Slovakia, Vietnam Grup G: Prancis, Korea Selatan, Portugal, Mesir, Uganda Grup H: India, Hong Kong, Nepal, Ghana

Tim Perahu Naga Indonesia Raih 3 Emas di The World Games 2025

Tim Perahu Naga Indonesia

Tim Dragon Boat Indonesia sukses mengharumkan nama bangsa dengan meraih tiga medali emas dan dua medali perak dalam ajang olahraga internasional The World Games 2025 yang digelar di Chengdu, China, pada 7 hingga 17 Agustus 2025. Ajang ini menjadi momen bersejarah bagi cabang olahraga Kano, khususnya nomor Dragon Boat, di mana Indonesia menunjukkan dominasinya di level dunia. Tim yang beranggotakan atlet-atlet tangguh seperti Firmansyah Yuda, Irwan, Sutrisno, Dapit, Harjito Mugi, Roby Kuswandi, Nur Meni, Dayumin, Riska Andriyani, Maryati, Hafiza Nadia, dan Wahyuni Reski berhasil menaklukkan lawan-lawan tangguh dari berbagai negara. Medali emas pertama diraih dari kategori 10 seater 500 meter mixed, mengalahkan tim kuat dari Ukraina dan Thailand yang harus puas di posisi kedua dan ketiga. Ini menjadi pembuka kemenangan gemilang Indonesia di ajang tersebut. Tak berhenti di sana, emas kedua datang dari nomor Open 8 seater 2000 meter mixed, memperlihatkan ketahanan dan koordinasi luar biasa dalam jarak panjang. Emas ketiga disempurnakan dari nomor sprint, yakni Open 8 seater 200 meter mixed, yang menunjukkan kecepatan dan ketepatan tim Indonesia di lintasan. Sementara itu, dua medali perak yang diraih datang dari nomor 10 seater 2000 meter mixed dan Open 8 seater 500 meter mixed. Meskipun tak meraih emas di dua nomor tersebut, tim Indonesia tetap menunjukkan performa terbaiknya dengan selisih waktu yang sangat tipis dari juara pertama. Capaian ini terasa semakin spesial karena bertepatan dengan momen perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Prestasi yang membanggakan ini menjadi hadiah manis menjelang peringatan kemerdekaan, sekaligus motivasi bagi atlet-atlet muda di seluruh tanah air. Dukungan dan apresiasi pun datang dari berbagai pihak, termasuk dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Melalui akun resmi Instagram @kemenpora, pemerintah menyampaikan rasa bangganya terhadap perjuangan para atlet. “Riska, Dapit, Dayumin, Irwan, Roby, Maryati, Nur, Harjito, Nadia, Reski, Sutrisno, dan Yuda membuktikan bahwa kerja sama tim, ketangguhan, dan tekad kuat bisa membawa Indonesia berjaya di panggung dunia,” tulis Kemenpora dalam unggahannya pada Minggu, 10 Agustus 2025.

Kejurnas Tenis Junior IMTC-Wamenhan Jadi Ajang Pembinaan Atlet Muda

Kejurnas Tenis Junior Piala IMTC-Wamenhan RI

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Junior Piala IMTC-Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Republik Indonesia resmi dibuka Selasa (5/8) dan akan berlangsung hingga Minggu (10/8). Ajang tersebut digelar di dua lokasi, yakni Lapangan Tenis Kementerian Pertahanan Cawang, dan Lapangan Tenis Bea Cukai Rawamangun, Jakarta Timur. Ada 300 peserta yang berasal dari 82 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Peserta tidak hanya berasal dari Pulau Jawa, dan Sumatra, juga dari Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Wamenhan RI, Donny Ermawan Taufanto secara resmi membuka kejuaraan tersebut, menyampaikan harapannya bahwa ajang ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga sebagai bagian dari pembinaan bela negara. “Melalui kegiatan olahraga seperti tenis ini, kita berharap dapat melahirkan atlet-atlet muda yang tidak hanya berprestasi di dalam negeri, tetapi juga mampu berlaga di ajang internasional,” ujar Wamenhan. Sementara itu, Direktur IMTC (Irawati Moerid Tennis Competition), Irawati Moerid, menambahkan bahwa para petenis junior yang mengikuti kejuaraan ini adalah akar rumput yang sangat penting dalam pembentukan bibit atlet nasional. “Mereka adalah calon-calon petenis yang akan membawa nama Indonesia di panggung internasional di masa mendatang,” kata Irawati yang merupakan mantan petenis nasional. Kejurnas Tenis Junior Piala IMTC-Wamenhan merupakan kejuaraan yang diakui oleh Pengurus Besar Persatuan Lawn Tennis Indonesia (PB Pelti). Para peserta di ajang ini akan memperoleh poin yang akan menentukan peringkat nasional mereka, sehingga memberikan motivasi tambahan bagi para petenis muda untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Kejuaraan yang berlangsung selama enam hari ini diharapkan menjadi ajang rutin yang dapat terus mengembangkan prestasi tenis junior Indonesia sekaligus memperkuat semangat bela negara melalui olahraga. Kejurnas dimeriahkan dengan eksibisi Wamenhan Donny Ermawan Taufanto dan Irjen Kemenhan Rui Fernando Guedes Palmeiras Duarte. Sumber: Media Indonesia

FIVB Volleyball Women’s U21 World Championship 2025 Dibuka Menpora

FIVB Volleyball Women’s U21 World Championship 2025

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo berharap FIVB Volleyball Women’s U21 World Championship 2025 jadi ajang menaikkan ranking dan prestasi olahraga voli Indonesia di pentas dunia. Hal itu disampaikan Menpora Dito usai membuka kejuaraan FIVB Volleyball Women’s U21 World Championship 2025 sekaligus menyaksikan pertandingan Timnas Indonesia melawan Vietnam bersama Ketua Umum PP PBVSI Imam Sudjarwo di Jawa Pos Arena, Surabaya, Kamis (7/8) malam. “Ajang ini untuk menaikkan prestasi timnas voli kita baik putra dan putri di ranking dunia. Jadi dengan adanya kejuaraan ini adalah langkah awal bagaimana kita bisa membangkitkan olahraga voli kita di mata dunia,” kata Menpora Dito. Menpora Dito juga menyampaikan bahwa olahraga voli adalah salah satu cabang olahraga yang banyak diminati oleh masyarakat. Dengan adanya ajang ini menurut Menpora Dito sebagai salah satu langkah untuk menaikkan animo olahraga voli di masyarakat. “Kita tahu voli sebagai salah satu cabor olahraga nomor tiga yang banyak digemari masyarakat. Jadi kejuaraan ini adalah salah satu langkah kita untuk menaikan animo olahraga voli yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia,” tambah Menpora Dito. Terkait Timnas U21 Indonesia yang bermain di ajang ini menurut Menpora Dito sebagian besar pemain-pemainya yang akan disiapkan untuk ke jenjang senior. “Timnas U21 yang bermain di ajang ini memang kita siapkan untuk ke jenjang berikutnya menjadi timnas senior yang lebih baik lagi.Insyallah ke depan pembinaan olahraga voli baik dari infrastrukturnya sampai kejuaraanya akan kita dukung,” pungkas Menpora Dito. Kejuaraan FIVB Volleyball Women’s U21 World Championship 2025 yang digelar dari tanggal 7 hingga 17 Agustus ini diikuti 24 negara, antara lain Indonesia, Tiongkok, Italia, Brazil, Argentina, Serbia, Puerto Rico, Kanada, Vietnam, Kroasia, Korea Selatan, Republik Dominika, Meksiko, Amerika Serikat, Ceko, Aljazair, Polandia, Mesir, Turki, Bulgaria, Chili, Thailand, Tunisia, dan Jepang. Pertandingan ini telah terbagi menjadi 4 kelompok untuk babak penyisihan. Timnas Indonesia berada di Pool A bersama Kanada, Argentina, Serbia, Puerto Rico, dan Vietnam.

Jadwal Piala Kemerdekaan 2025, Ajang Unjuk Gigi Timnas U17

Piala Kemerdekaan 2025

Piala Kemerdekaan 2025 dimulai dari tanggal 12 hingga 18 Juli mendatang. Turnamen internasional U-17 ini diikuti oleh empat negara yakni Indonesia, Tajikistan, Mali, dan Uzbekistan. Seluruh pertandingan Piala Kemerdekaan 2025 akan berlangsung di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang. Turnamen ini juga sebagai persiapan empat negara ini yang akan tampil di Piala Dunia U-17 tahun 2025 di Qatar pada 3-27 November 2025. Saat ini Indonesia U-17 sedang menjalani pemusatan latihan di Bali. Uzbekistan merupakan juara Piala Asia U-17 2025, sementara Mali runner up Piala Afrika U-17 2025, dan Tajikistan tim yang lolos ke babak 8 besar Piala Asia U-17 2025. Pada laga pembuka tanggal 12 Agustus 2025 akan tersaji dua pertandingan yakni Mali versus Uzbekistan pukul 15.30 WIB dan Indonesia melawan Tajikistan pukul 19.30 WIB. Setelah itu, pada tanggal 15 Agustus 2025, giliran Tajikistan lawan Mali pukul 15.30 WIB dan Uzbekistan versus Indonesia pukul 19.30 WIB. Pada pertandingan terakhir tanggal 18 Agustus yakni Uzbekistan lawan Tajikistan pukul 16.00 WIB dan Indonesia versus Mali pukul 20.30 WIB. Jadwal Pertadingan Piala Kemerdekaan 2025: Selasa, 12 Agustus 2025 Mali vs Uzbekistan pukul 15.30 WIB Indonesia vsTajikistan pukul 19.30 WIB Jumat, 15 Agustus 2025 Tajikistan vs Mali pukul 15.30 WIB Uzbekistan vs Indonesia pukul 19.30 WIB Senin, 18 Agustus 2025 Uzbekistan vs Tajikistan pukul 16.00 WIB Indonesia vs Mali pukul 20.30 WIB

3×3 Indonesia Tournament 2025 Tambah Kategori Usia Demi Jaring Bibit Muda

Konferensi Pers 3×3 Indonesia Tournament 2025

Ajang basket 3×3 Indonesia Tournament kembali hadir di tahun 2025 dengan format yang lebih segar. Turnamen yang menjadi wadah unjuk gigi talenta muda ini, kini memperluas cakupannya dengan penambahan kategori usia. Inisiatif dari PT Supersport Sensation (SSS) International, yang berkolaborasi dengan PP Perbasi dan Bank Mandiri, telah menjadi magnet bagi ribuan atlet sejak pertama kali digelar pada 2022. Tak sedikit alumni turnamen ini yang kini bersinar di level nasional, bahkan internasional. Beberapa alumninya kini memperkuat Timnas 3×3 antara lain Evelyn Fiyo, Angelica Jennifer Chandra, Christine Aldora Djundawan, Natasya Amelia Putri, dan Tasya Heru Saputra. Fiyo dan Natasya bahkan tampil di ajang prestisius FIBA 3×3 Women’s Series Jakarta 2025. Sementara di sektor putra, nama Jonathan Patrick Alex turut mewakili Indonesia di kancah internasional. Direktur SSS International Azwan Karim mengatakan sejumlah alumni turnamen ini juga berhasil menembus klub-klub profesional di ajang Indonesia Basketball League (IBL) seperti Arlan Bryan Jason (Prawira), Junior Ibrahim (Dewa United), serta Kevin dan Brian (Satya Wacana). “Sejak 2022, setiap edisi turnamen ini diikuti lebih dari 2.000 atlet 3×3 dari seluruh Indonesia,” ujar Azwan dalam konferensi pers di Sarinah, Senin (4/8/2025). Mandiri 3×3 Indonesia Tournament kini menghadirkan kategori usia KU-15 dan KU-12 Mix, melengkapi kategori yang sudah ada, yaitu KU-18 dan KU-23. Turnamen tahun ini akan dibagi menjadi tiga zona utama: Sumatera (Medan, 23-24 Agustus), NTB & Bali (Lombok & Bali, 6 & 13 September), dan Pulau Jawa (Yogyakarta, Surabaya, Jabodetabek, Bandung, 20 September – 11 Oktober). Grand final akan digelar di Jakarta. Total hadiah yang diperebutkan mencapai lebih dari Rp200 juta. Biaya pendaftaran adalah Rp1 juta per tim. Format play-in kini menggunakan sistem grup, sehingga setiap tim akan bermain minimal tiga kali. Turnamen ini tetap mengacu pada standar kompetisi resmi FIBA, termasuk penggunaan perangkat event maker untuk pemeringkatan FIBA. Pendaftaran telah dibuka sejak Juli 2025, dengan kuota maksimal 12 tim per kategori. Ketua badan 3×3 PP Perbasi, Anthony Gunawan, menekankan pentingnya turnamen ini sebagai wadah pembinaan atlet muda. “Uniknya di 3×3 ini, masing-masing pemain punya individual ranking, mirip dengan badminton. Ranking ini bisa meloloskan mereka ke level Asia, Kejuaraan Dunia, atau Olimpiade,” jelas Anthony.

Atlet Panahan Berkuda Usia 14 Tahun Ini Sabet Emas di Ajang Bergengsi Eropa

Rayyan Abdul Karim

Di usia yang baru 14 tahun, Rayyan Abdul Karim Ardianto menorehkan tinta emas untuk Indonesia di kancah olahraga ekstrem dunia. Bertanding di ajang bergengsi International Horseback Archery Championship 2025, Rayyan mencuri perhatian dunia usai menyabet medali emas, mengalahkan atlet-atlet top dari Inggris hingga Hungaria. Berlaga di Pomaz, Hungaria, pada 1–3 Agustus 2025, Rayyan yang membela Wening Academy Student, tampil di kategori Stars: HA4–HA6 Junior kelas Tower 90. Di hari pertama kompetisi, Rayyan sukses membungkam para pesaingnya dengan aksi memukau di atas kuda Hucul yang setia membawanya menuju podium tertinggi. Rayyan berhasil mengalahkan para peserta lainnya dari berbagai negara yang sebagian besar berusia lebih tua darinya. Ia berhasil memanah dengan akurat dan konsisten, menjadikannya sebagai peserta talen muda yang sangat diharapkan di masa depan. Prestasi Rayyan ini mendapat pujian dan penghargaan langsung dari ketua Federasi Panahan Indonesia, Otto Rajasa. “Kami sangat bangga dengan pencapaian Rayyan. Ini menunjukkan bahwa pelatih dan program pelatihan kami benar-benar berfungsi,” kata Rajasa. Kemenangan Rayyan ini membuat Indonesia semakin dikenal di dunia olahraga panahan berkuda. Itu juga membuktikan bahwa usia bukanlah halangan untuk meraih prestasi dan sukses, dengan usia yang masih muda, Rayyan memiliki potensi besar untuk menjadi atlet panahan berkuda yang handal dan berprestasi di masa depan. Rayyan memang dikenal sebagai pemanah muda yang berbakat sejak awal. Ia telah menunjukkan kemampuannya di berbagai kompetisi dan pertandingan baik di tingkat nasional maupun internasional. Dengan prestasi ini, Indonesia mengharapkan Rayyan dapat menginspirasi atlet muda lainnya untuk terus berlatih dan berprestasi di kancah internasional. Selamat kepada Rayyan Abdul Karim Ardianto atas prestasi nya! Semoga ini menjadi langkah awal dari banyak kemenangan dan prestasi lainnya di masa depan. Indonesia berharap kamu terus menjadi inspirasi untuk generasi muda atlet di negeri ini.

Kejurnas Angkat Besi Remaja & Junior Tuntas, 74 Rekornas Tercipta

Kejurnas Angkat Besi Remaja & Junior Tuntas, 74 Rekornas Tercipta

Selesai sudah Kejuaraan Nasional Angkat Besi dan Junior Pupuk Indonesia 2025. Ada 74 rekor nasional berhasil dipecahkan. Pada ajang yang digelar di GOR Saparua, Bandung, Senin (3/8/2025), 44 rekornas pecah di kelas remaja dan 30 rekornas pecah di kelas junior dari 20 kelas yang dipertandingkan. Total ada 150 atlet ikut dari 25 provinsi. Selain itu, pada Kejurnas kali ini, lifter-lifter pelatnas yang dipersiapkan menghadapi ajang Asian Youth Games (AYG) 2025 Di Manama, Bahrain, juga tampil sebagai bintang tamu, diantaranya, M.Rijal Abdillah di Kelas 60kg, Immanuel Leonard Aipassa (65kg), serta Juara Asia Remaja Putri, Alya Maulida di kelas 77kg. “Banyaknya pemecahan Rekornas membuktikan bahwa, daerah-daerah betul betul mempersiapkan atlet remaja dan junior cukup serius,” kata Sekjen Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) Djoko Pramono dalam rilis kepada detikSport. Meski begitu, Djoko juga menyayangkan ada beberapa lifter jagoan di kategori remaja ini tidak didaftarkan oleh daerahnya masing-masing. Padahal, mereka diharapkan bisa menjadi pembanding bagi lifter-lifter Pelatnas AYG yang tampil di Kejurnas ini. “Seharusnya, pada Kejurnas setiap Pengprov harus menerjunkan atlet yang terbaik. Buat apa mereka dibina seolah-olah disembunyikan. Ini level Kejurnas, kenapa ada daerah yang hanya menunjuk perwakilan dari Pengcab untuk mengikuti Kejurnas. Sangat disayangkan,” sambung Djoko. Mengomentari hasil yang diraih oleh para lifter Pelatnas AYG 2025, Djoko Pramono mengaku belum puas. Performa mereka harus ditingkatkan lagi. “Mereka belum tampil maksimal. Saya harapkan mereka untuk lebih baik lagi dalam mempersiapkan diri menghadapi AYG 2025. Rencananya, kami akan mengirimkan sebanyak 10 lifter yang berpotensi meraih medali,” papar Djoko. Sementara itu, di kategori Remaja, Jawa Timur menempati peringkat pertama dengan perolehan 6 emas, Sumatera Utara berada di peringkat kedua dengan 5 emas, 3 perak, serta 1 perunggu, dan peringkat ketiga diraih Jawa Barat (3-3-3). Di kategori Yunior, peringkat pertama diraih Besi Jawa Timur (9-2-1), Jambi di posisi kedua (6-2-1), serta peringkat ketiga ditempati Jawa Barat (5-3-1). Pada Kejurnas kali ini, gelar The Best Lifter Kategori Remaja jatuh kepada lifter putri asal Jawa Tengah, Lintang, yang tampil di kelas +63kg, sementara di bagian putra ada lifter asal Jawa Timur Samuel (71kg). Sedangkan di kategori Yunior, lifter putra asal Lampung, M.Husni (60kg) dinobatkan sebagai lifter terbaik. Di putri, Dewani Ramadhan (+63kg) jadi yang terbaik. Sumber: detiksport

Indonesia Bangga! Tim Wushu Junior Bawa Pulang 12 Emas dan 30 Medali

Wushu Junior Asia 2025

Tim Wushu Junior Indonesia menorehkan prestasi gemilang dengan meraih total 30 medali, terdiri atas 12 emas, 6 perak, dan 12 perunggu dalam ajang Kejuaraan Wushu Junior Asia 2025 yang digelar di Jianjian, China, pada 22–30 Juli. Hasil tersebut menempatkan Indonesia di posisi ketiga klasemen akhir, di bawah China dan Hong Kong. China keluar sebagai juara umum dengan mengumpulkan 17 medali emas dan 2 perunggu, sementara Hong Kong berada di peringkat kedua dengan 14 emas, 4 perak, dan 23 perunggu. Keberhasilan tim nasional Indonesia dinilai sebagai buah dari penerapan program pembinaan atlet muda secara berjenjang dan berkesinambungan. “Ini prestasi yang luar biasa. Semua ini bisa dicapai berkat komitmen dan dukungan dari pengurus dewan kehormatan dan pemerintah, dalam hal ini Kemenpora, untuk menjalankan program pembinaan. Kita sudah memiliki atlet-atlet muda yang diharapkan bisa menggantikan posisi seniornya kelak,” ujar Wakil Ketua Umum II Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), Kompol (Purn) Setyo Wasisto, dalam keterangan persnya. Senada dengan itu, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Khusus Taolu PB WI, Herman Wijaya, menyampaikan apresiasi kepada orang tua atlet yang telah memberikan dukungan penuh terhadap anak-anak mereka dalam berlatih. “Ini adalah kejuaraan tingkat Asia untuk kelas junior. Indonesia mendapatkan 12 emas, 6 perak dan 7 perunggu dari nomor Taolu. Sedangkan nomor sanda mendapatkan 5 perunggu,” jelas Herman, yang juga pemilik Sasana Rajawali Sakti Jakarta. Ia menambahkan bahwa kontribusi orang tua dan tim pelatih menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan atlet. “Peran orang tua, pelatih dan timnya itu sangat besar,” tegasnya. Berikut daftar peraih medali dari Indonesia: Junior A Mikhael Nugroho Wibisono (1 emas, 1 perak) Thalia Marvelina Tanzil (2 emas, 1 perak) Vini Nur Azizah (1 emas, 1 perunggu) Junior B Richard Dean Kurnia (2 perunggu) Aaron Hanjaya Tios (1 emas, 1 perunggu) Clara Abigail (1 perak) Majidah Tangguh (1 perak, 1 perunggu) Junior C Zivan Abimanyu Ravendria (2 perak, 1 perunggu) Gavriel Bryan Wijaya (2 emas) Jenny Ngaserin (2 emas) Breene Jeffelin Susanto (3 emas) Sanda Junior Elang Wijaya Panjaitan (1 perunggu – 42kg) Elvina Marwa Joanda (1 perunggu – 52kg) Sania Silma Farida (1 perunggu – 56kg) Sanda Youth Kiemas Sakti Negara (1 perunggu – 52kg) Maulana Saddam Ra’uf (1 perunggu – 65kg). Sumber: Detik

PB PABSI gelar Kejurnas Angkat Besi Remaja dan Junior 2025 di Bandung

Pembukaan Kejurnas Angkat Besi Remaja Junior 2025

Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Angkat Besi Remaja dan Junior 2025 di GOR Saparua, Bandung, Jawa Barat, pada 31 Juli–5 Agustus 2025. Kejurnas yang didukung PT Pupuk Indonesia Tbk ini diikuti 220 peserta, terdiri atas 150 atlet, 39 pelatih, dan 33 ofisial dari 25 provinsi. Ketua Panitia Penyelenggara Hadi Wihardja mengatakan Kejurnas ini menjadi ajang pemantauan atlet untuk persiapan menghadapi Asian Youth Games (AYG) 2025 yang akan digelar di Manama, Bahrain, pada 22–31 Oktober mendatang. “Selain itu, kami juga menyiapkan nominasi lifter untuk program Sentra Latihan Olahragawan Muda Potensial Nasional (SLOMPN) dan Cibubur Youth Athlete Training Centre (CYATC),” kata Hadi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat. Kejurnas melombakan 20 kelas, terdiri atas 10 kelas kategori remaja dan 10 kelas kategori junior. Untuk kelompok remaja putri terdiri atas kelas 44 kg, 48 kg, 53 kg, 58 kg, dan +58 kg, sedangkan remaja putra 56 kg, 60 kg, 65 kg, 71 kg, dan +71 kg. Sementara itu, kategori junior putri mempertandingkan kelas 48 kg, 53 kg, 58 kg, 63 kg, dan +63 kg, sedangkan junior putra 60 kg, 65 kg, 71 kg, 79 kg, dan +79 kg Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman mengapresiasi PB PABSI yang memiliki agenda pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan. “PB PABSI telah melakukan pembinaan yang sangat baik. Bendera Merah Putih selalu dikibarkan dan lagu Indonesia Raya berkumandang berkat prestasi atlet angkat besi Indonesia. Hal ini juga tak lepas dari dukungan PT Pupuk Indonesia,” ujar Marciano. Sementara itu, Sekretaris Jenderal PB PABSI Mayjen TNI (Purn) Djoko Pramono, yang mewakili Ketua Umum Rosan Roeslani, menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh PT Pupuk Indonesia dalam pembinaan olahraga angkat besi. “Tidak ada cabang olahraga lain yang menggelar Kejurnas tiga kali dalam setahun. Ini menunjukkan keseriusan PB PABSI dalam mencetak atlet berprestasi,” ujar Djoko. Ia juga mengungkapkan sejumlah prestasi atlet Indonesia dalam kejuaraan internasional beberapa bulan terakhir, di antaranya Rahmat Erwin Abdullah yang menjuarai kelas 73 kg Kejuaraan Asia 2025 dan Alyamaulida Kartika yang meraih emas di kelas 77 kg kategori remaja pada Kejuaraan Asia Angkat Besi Remaja dan Junior 2025. Pada kategori remaja, Kevin Andrian Ramadhan meraih perak clean & jerk dengan angkatan 127 kg pada kelas 56 kg, sementara Sarah menyabet tiga medali perak di kelas 63 kg masing-masing melalui snatch (93 kg), clean & jerk (120 kg), dan total angkatan (213 kg). Direktur SDM PT Pupuk Indonesia (Persero) Tina T. Kemala Intan mengatakan pihaknya siap mendukung keberlanjutan pembinaan atlet muda melalui kemitraan dengan PB PABSI. “Kami akan terus mendukung dan menciptakan ekosistem yang sehat untuk anak muda. Kami percaya atlet seperti Alya dan Rizky Juniansyah bisa menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya,” ujarnya. Tina juga berharap para atlet muda memanfaatkan Kejurnas sebagai panggung untuk menunjukkan dedikasi dan semangat pantang menyerah demi masa depan yang lebih gemilang. Sumber: ANTARA

DBL Academy Matangkan Persiapan Jelang ke Korea Selatan

DBL Academy Selection Team

DBL Academy Selection Team bakal mengikuti turnamen Seoul Youth International Basketball Series 2025 di Seoul, Korea Selatan. Agenda ini menjadi kegiatan tahunan DBL Academy. Tahun sebelumnya, DBL Academy Selection berlatih dan belajar di Tiongkok. Tahun ini Korea Selatan menjadi destinasi mereka untuk mengejar pengalaman bertanding. Skuad DBL Academy Selection adalah siswa terpilih yang berasal dari DBL Academy Surabaya dan Yogyakarta. Korea Selatan dipilih juga karena ada pertimbangan khusus. Mereka berada di ranking 53 FIBA. Di kawasan Asia, Korea Selatan berada di urutan sembilan. Seoul Youth International Basketball Series 2025 berlangsung mulai 1 sampai 6 Agustus mendatang. “Kegiatan ini memang rutin kami gelar setiap tahunnya. Kami pernah ke Australia buat berlatih dan bertanding. Tahun lalu ke Tiongkok. Tahun ini kami memilih Korea Selatan,” ungkap Hasan Fuadi, Supervisor DBL Academy. Hasan Fuadi lantas menambahkan, “Basket di Asia Timur itu bagus. Kami juga ingin mencoba sesuatu yang baru. Berkompetisi dan menimba ilmu di sana (Korea Selatan),” Bakal beradu dengan tim-tim yang berasal dari negara-negara maju, skuad DBL Academy Selection Team punya serangkaian kegiatan. Salah satunya adalah menggelar pemusatan latihan sekaligus pembekalan jelang keberangkatan. “Sebelum berangkat kami punya beberapa agenda yang sudah dan bakal terlaksana. Seperti pemusatan latihan dan menggelar beberapa uji coba. Besok (Kamis, 30 Juli) seluruh tim bakal berkumpul di Surabaya untuk melakukan pembekalan terakhir sebelum berangkat lusa (Jumat, 31 Juli 2025),” terangnya. Salah satu menu pembekalan yang bakal dilahap penggawa DBL Academy Selection Team 2025 adalah soal Character Building. Membentuk mental dan karakter juara. Pasalnya yang mereka hadapi di Seoul Youth International Basketball Series 2025 bukan tim sembarangan. Program mengikuti turnamen di luar negeri memang rutin diselenggarakan oleh DBL Academy. Tujuannya sudah pasti untuk mengejar pengalaman sekaligus merasakan bertanding di level internasional. “Pastinya jelas meningkatkan kemampuan individu pemain. Apalagi kan tim-tim yang ikut nanti tim yang berasal dari negara-negara yang level basketnya lebih bagus ketimbang Indonesia,” cetusnya.

Agenda Timnas U23 Usai Piala AFF 2025

Agenda Timnas U23 usai Piala AFF 2205 adalah mengikuti Kualifikasi Piala Asia U23 2026. Jadwal kualifikasi tersebut akan berlangsung pada 3-9 September 2025. Indonesia akan menjadi tuan rumah di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Skuad Timnas Indonesia U23 tidak boleh terlalu larut dalam kesedihan usai gagal juara di Piala AFF U23 2025. Kekalahan dari Vietnam di laga final wajib dijadikan pelajaran berharga demi target lebih tinggi yakni di pentas Asia. Apalagi Indonesia asuhan Gerald Vanenburg akan menjalani laga tidak mudah di Kualifikasi AFC U23 nanti. Skuad Garuda Muda berada di Grup J bersama Korea Selatan, Laos, dan Macau. Sesuai jadwal, Indonesia akan menghadapi Laos di pertandingan pertama pada Rabu 3 September. Laga ini wajib hukumnya dimenangkan oleh Jens Raven dan kawan-kawan. Berdasarkan sejarah, Laos tercatat belum pernah lolos ke putaran final Piala Asia U23. Tiga hari kemudian atau pada Sabtu 6 September, Indonesia giliran menghadapi Macau. Tim tersebut juga belum pernah lolos ke putaran final Piala Asia U23 dan secara peta kekuatan Indonesia seharusnya bisa mengamankan tiga poin di laga ini. Dua kemenangan atas Laos dan Macau akan menjadi modal Timnas U23 menghadapi Korea Selatan di laga terakhir. Laga tersebut akan berlangsung pada Selasa 9 September. Korea Selatan tentu menjadi favorit di Grup J. Pasalnya dari enam edisi Piala Asia U23 terdahulu, Korea Selatan selalu lolos ke putaran final. Mereka bahkan pernah juara tahun 2020, runner-up tahun 2016, dan dua kali menjadi juara keempat tahun 2013 dan 2018. Hanya saja dalam dua edisi terakhir, Korea Selatan selalu gugur di perempat final. Salah satunya saat kalah adu penalti dari Indonesia asuhan Shin Tae-yong pada tahun 2024. Lalu, bagaimana prestasi Indonesia? Tahun 2024 kemarin menjadi pertama kalinya Indonesia lolos ke Piala Asia U23. Saat itu mereka menjadi juara keempat walau kemudian gagal lolos ke Olimpiade. Bisa menahan imbang Korea Selatan seharusnya menjadi hasil bagus bagi Indonesia untuk lolos. Sebagai informasi bahwa hanya juara grup yang akan lolos ke putaran final Piala Asia U23 2026 di Arab Saudi. Sedangkan para tim yang menghuni posisi runner-up juga memiliki peluang lolos ke turnamen. Mereka nantinya akan dibuatkan klasemen mini dan empat runner-up terbaik berhak melaju ke Arab Saudi. Vanenburg memiliki waktu sekitar satu bulan untuk mempersiapkan tim jelang kualifikasi tersebut. Setelah gagal juara di Piala AFF U23 2025, pelatih asal Belanda itu tentu sudah punya gambaran soal apa yang perlu diperbaiki. Terutama lini tengah yang mati kutu ketika Toni Firmansyah dan Arkhan Fikri absen di laga penting seperti semifinal. Toni juga absen di final dan Arkhan baru main di menit akhir. Selama keduanya tidak main, tidak ada kreasi berbahaya dari lini tengah Indonesia. “Kami harus mempersiapkan diri untuk turnamen berikutnya. Saya rasa kami sudah menberikan banyak hal. Di turnamen berikutnya, kami harus siap,” kata Vanenburg dikutip dari laman Antara. Tidak seperti Shin Tae-yong yang dipecat usai gagal di Piala AFF 2024, atau Satoru Mochizuki yang dilengserkan dari posisi pelatih Timnas Putri setelah gagal lolos ke Piala Asia, posisi Vanenburg sejauh ini masih aman. Hal itu ditegaskan Ketum PSSI, Erick Thohir, setelah pertandingan final kemarin. “(Untuk pelatih di SEA Games 2025) Nanti kita diskusi sama Badan Tim Nasional. Yang pasti untuk AFC (Kualifikasi Piala Asia U23 2026) Gerald,” jelas Erick di laman Antara. Jadwal Timnas U23 Kualifikasi Piala Asia 2026 Berikut jadwal Timnas Indonesia U23 di Kualifikasi Piala Asia U23 2026: Rabu, 3 September 2025 19.30 WIB: Indonesia vs Laos Sabtu, 6 September 2025 19.30 WIB: Macau vs Indonesia Selasa, 9 September 2025 19.30 WIB: Korea Selatan vs Indonesia *Jadwal dapat berubah sewaktu-waktu.