Indra Sjafri Panggil 32 Pemain untuk TC Timnas SEA Games 2025

Pelatih Timnas U-23, Indra Sjafri memanggil sebanyak 32 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) untuk persiapan SEA Games 2025. TC ini berlangsung di Jakarta pada 2 hingga 14 Oktober 2025. Garuda Muda juga dijadwalkan menjalani dua laga uji coba internasional melawan India pada 10 dan 13 Oktober 2025 di Stadion Madya, Jakarta. Ada empat kiper yang dipanggil yakni Cahya Supriadi dari PSIM Yogyakarta, Daffa Fasya Sumawijaya dari Borneo FC, Erlangga Setyo Dwi S. dari PSPS Pekanbaru, dan Muhammad Ardiansyah dari PSM Makassar. Untuk pemain belakang ada Kadek Arel Priyatna, Muhammad Ferrari, Muhammad Dzaky Asraf, dan Muhammad Alfarezzi Buffon. Selain itu, ada Dony Tri Pamungkas, Dion Marxx dan Tim Geypens, Kakang Rudianto, Frengky Deaner Missa, Ahmad Rusadi dan Raka Cahyana Riski. Pada sektor gelandang terdapat nama, Rivaldo Enero Pakpahan, Robi Darwis, Toni Firmansyah, dan M. Rayhan Hannan. Selain itu, Ananda Raehan Alief, Ivar Jenner, Arkhan Fikri, dan Zanadin Fariz. Posisi penyerang diisi oleh Victor Dethan, Rafael Struick, Hokky Caraka, Jens Raven, Arlyansyah Abdulmanan, Rahmat Arjuna, Adrian Wibowo, Ricky Pratama dan Wigi Pratama. SEA Games 2025 akan berlangsung di Thailand yang rencananya digelar pada tanggal 9 hingga 20 Desember 2025 mendatang. Daftar 32 Pemain untuk TC Timnas U-23 bulan Oktober: Kiper Cahya Supriadi (PSIM Yogyakarta) Daffa Fasya Sumawijaya (Borneo FC) Erlangga Setyo Dwi S. (PSPS Pekanbaru) Muhammad Ardiansyah (PSM Makassar) Belakang Kadek Arel Priyatna (Bali United) Muhammad Ferrari (Bhayangkara Presisi FC) Muhammad Dzaky Asraf (PSM Makassar) Muhammad Alfarezzi Buffon (Borneo FC) Dony Tri Pamungkas (Persija Jakarta) Dion Marxx (TOP Oss – Belanda) Kakang Rudianto (Persib Bandung) Frengky Deaner Missa (Bhayangkara Presisi FC) Tim Geypens (FC Emmen – Belanda) Ahmad Rusadi (Madura United) Raka Cahyana Riski (PSIM Yogyakarta) Gelandang Rivaldo Enero Pakpahan (Borneo FC) Robi Darwis (Persib Bandung) Toni Firmansyah (Persebaya Surabaya) M. Rayhan Hannan (Persija Jakarta) Ananda Raehan Alief (PSM Makassar) Ivar Jenner (FC Utrecht – Belanda) Arkhan Fikri (Arema FC) Zanadin Fariz (Persis Solo) Penyerang Victor Dethan (PSM Makassar) Rafael Struick (Dewa United) Hokky Caraka (Persita Tangerang) Jens Raven (Bali United) Arlyansyah Abdulmanan (Persija Jakarta) Rahmat Arjuna (Bali United) Adrian Wibowo (Los Angeles FC – Amerika Serikat) Ricky Pratama (PSM Makassar) Wigi Pratama (Persik Kediri)

Indonesia Posisi Tiga 3rd Junior Asian Pencak Silat Championship 2025

Tim Indonesia Untuk 3rd Junior Asian Pencak Silat Championship 2025

Kontingen Indonesia menempati peringkat ketiga pada Kejuaraan Junior Asia yang berlangsung di Kashmir, India, Kamis – Selasa (25-30/9/2025). Kejuaraan yang igagas Persilat (Persekutuan Pencak Silat Antar-Bangsa) ini diikuti sekitar 300 peserta dari 11 negara, antara lain India, Indonesia, Filipina, Vietnam, Uzbekistan, Kyrgyzstan, Thailand, Sri Lanka, Bangladesh, Nepal, dan Kazakhstan. Indonesia mampu meraih total 8 emas, 1 perak, dan 3 perunggu. Juara umum diraih Vietnam (8-3-6), disusul Filipina (8-1-6). Pelatih asal Jateng, Sapto Purnomo yang mendampingi Timnas menilai, kunci sukses para pesilatnya adalah semangat juang tinggi. Dia mencontohkan, Krisnanto sudah kena sanksi pengurangan angka 15 poin pada babak pertama melawan pesilat Vietnam di final. Meski demikian, Krisnanto tak menyerah, dan hingga akhir pertandingan unggul poin. “Kami berharap performa mereka tetap stabil, dan menjadi pesilat masa depan Jateng di panggung nasional dan internasional,” kata Sapto saat dihubungi, Rabu(1/10/2025). Mantan pendekar juara dunia 2010 itu menambahkan, hasil kejuaraan ini juga menempatkan Qiken di kelas D untuk mewakili Tim Indonesia pada Asian Youth Games Oktober 2025 di Bahrain. Untuk pertama kalinya, cabang pencak silat akan dipertandingkan pada ajang multievent junior tingkat Asia itu. Sementara, Ketua Umum Pengprov Ikatan Pencak Silat Indonesia(IPSI) Jateng, Harry Nuryanto melalui Wakil Ketua Umum II Indro Catur Haryono menyampaikan apresiasinya terhadap pencapaian tersebut. “Pokoknya keren, kontingen Indonesia datang dengan kekuatan minimal, namun hasilnya maksimal,” katanya. PEROLEHAN MEDALI Vietnam: 8 Emas, 3 Perak, 6 Perunggu (Trophy Juara Umum) Filipina: 8 Emas, 1 Perak, 6 Perunggu Indonesia: 8 Emas, 1 Perak, 3 Perunggu India: 7 Emas, 18 Perak, 26 Perunggu Kazakhstan: 4 Emas, 5 Perak, 12 Perunggu Uzbekistan: 1 Emas, 4 Perak, 4 Perunggu Thailand: 4 Perak, 2 Perunggu Nepal: 5 Perunggu

ITF Widjojo Soejono ke-42 Digelar, Hadirkan 20 Negara dan 550 Atlet

ITF Widjojo Soejono ke-42

Turnamen tenis internasional bergengsi, ITF Widjojo Soejono International Junior Championships edisi ke-42, pada tahun ini resmi dimulai pada Senin (29/9/2025). Ajang warisan dari penggagas turnamen tenis berkelas internasional ini, almarhum Widjojo Soejono, kembali menjadi panggung bagi atlet muda berbakat dari dalam dan luar negeri. Putra Widjojo Soejono, Roy Pandu Widjojo menegaskan bahwa pelaksanaan turnamen ini adalah bentuk amanah keluarga untuk terus melanjutkan perjuangan Widjojo Soejono dalam memajukan tenis Indonesia. “Meskipun beliau sudah tiada, semangatnya tetap hidup. ITF Widjojo Soejono ini bukan hanya turnamen, tetapi juga kesempatan emas bagi atlet-atlet muda Indonesia untuk bertanding di level internasional tanpa harus keluar negeri,” ujar Roy. Turnamen yang masuk kalender resmi International Tennis Federation (ITF) dan Pengurus Pusat PELTI ini tercatat diikuti oleh 20 negara dengan total 550 atlet dari berbagai kelompok usia. Khusus kategori internasional junior, jumlah peserta mencapai 120 atlet yang siap bersaing memperebutkan poin ranking dunia. Ketua Pengprov PELTI Jatim, Ismed Jauhar, menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan baik dari jumlah peserta maupun kualitas pertandingan. “Turnamen ini menjadi ajang berjenjang. Atlet usia 8 hingga 16 tahun di level nasional, kemudian bisa melanjutkan ke level internasional di usia 18. Banyak jebolan turnamen ini yang kemudian berprestasi di ajang dunia, seperti Aldila Sutjiadi dan Janice Chen,” katanya.

Indonesia Siapkan 123 Atlet Muda ke Asian Youth Games 2025

3rd Asian Youth Games Bahrain 2025

Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) menyiapkan sebanyak 123 atlet muda untuk memperkuat kontingen Merah Putih pada Asian Youth Games (AYG) 2025 di Manama, Bahrain, 22–31 Oktober. Kontingen Indonesia juga akan didampingi 51 ofisial dalam ajang yang mempertandingkan 24 cabang olahraga tersebut. Sejumlah cabang potensial medali yang diikuti antara lain akuatik (renang), atletik, bulu tangkis, basket 3×3, balap sepeda, equestrian (show jumping), dan e-sports. Selain itu, Indonesia juga turun di golf, judo, jiu-jitsu, muaythai, angkat besi, serta mixed martial arts (MMA). Cabang bela diri unggulan lain seperti taekwondo, akan menjadi andalan tambahan, disertai kiprah atlet muda di tenis meja, teqball, triatlon, serta voli indoor dan voli pantai. Chef de Mission (CdM) AYG 2025, Akbar Nasution mengatakan keikutsertaan Indonesia menjadi momentum penting untuk menyiapkan generasi penerus atlet nasional dengan target medali dari cabang unggulan. “AYG adalah momentum penting untuk menyiapkan generasi penerus atlet Indonesia. NOC Indonesia memastikan seluruh aspek keberangkatan agar atlet muda bisa tampil optimal. Dari bulu tangkis, angkat besi, atletik, hingga renang, kita melihat peluang besar meraih medali,” kata Akbar seperti dilansir laman resmi KOI, Senin. Akbar menambahkan, pencapaian di AYG 2025 tidak hanya dilihat dari perolehan medali, melainkan juga dari pengalaman internasional yang menjadi bekal menuju Olimpiade Los Angeles 2028 dan Brisbane 2032. Asian Youth Games terakhir kali digelar pada 2013 di Nanjing, China. Ketika itu Indonesia meraih satu emas, dua perak, dan dua perunggu sehingga menempati peringkat 15 klasemen akhir. AYG Bahrain 2025 akan mempertemukan lebih dari 40 negara Asia dengan mempertandingkan 24 cabang olahraga.

Audisi Umum PB Djarum 2025: 28 Peserta Melaju ke Tahap Terakhir Karantina

Peserta Audisi Umum PB Djarum 2025

Setelah menjalani proses karantina sejak Sabtu (13/9), sebanyak 50 peserta Audisi Umum PB Djarum 2025 diseleksi secara ketat untuk menentukan siapa yang berhak melaju ke tahap karantina kedua. Hingga Sabtu (27/9), PB Djarum akhirnya mengumumkan hasil seleksi. Sebanyak 28 peserta dinyatakan lolos, sementara 22 peserta lainnya harus kembali ke klub asal masing-masing. Pelatih PB Djarum, Sigit Budiarto, menjelaskan bahwa penilaian selama tahap karantina pertama tidak hanya berdasarkan kemampuan teknis, tetapi juga mencakup aspek non-teknis. “Hampir sama seperti tahun-tahun sebelumnya, ada tes fisik, latihan rutin, dan pengamatan keseharian di asrama. Kami menilai karakter, disiplin, serta kemampuan individu. Secara keseluruhan, para peserta menunjukkan performa yang cukup baik, meskipun ada sedikit gejolak. Tapi itu wajar, namanya juga anak-anak,” ujar Sigit. Ia juga menyebutkan bahwa selama masa karantina, para peserta tidak langsung digabungkan dengan atlet PB Djarum. Namun, ada sesi latihan bersama yang dilakukan secara terbatas. “Selama karantina, latihan dilakukan terpisah dari atlet PB Djarum. Tapi ada beberapa kesempatan di mana mereka berlatih bersama,” tambahnya. Proses seleksi menuju karantina kedua diakui cukup menantang karena kemampuan para peserta dinilai relatif seimbang, terutama dari segi teknik pukulan. “Keputusan siapa yang lanjut dan siapa yang harus pulang itu sangat sulit. Kemampuan mereka, terutama dari sisi teknik, cukup merata. Jadi, proses seleksi ini benar-benar menguras energi tim pelatih,” jelas Sigit. Memasuki tahap karantina kedua, seleksi akan semakin ketat dengan penambahan tes kesehatan serta evaluasi yang lebih mendalam. “Di tahap kedua nanti akan ada tambahan tes kesehatan. Jumlah peserta akan semakin mengerucut, persaingan makin ketat, dan penilaiannya pun jadi lebih kompleks,” ujarnya. Sigit berharap para peserta yang lolos ke tahap karantina kedua mampu memaksimalkan kesempatan ini dan menunjukkan potensi terbaik mereka. “Harapan kami, baik dari tim pelatih maupun PB Djarum, peserta yang masuk tahap karantina kedua bisa memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin. Dengan begitu, kami bisa menilai mereka dengan lebih objektif dan menyeluruh,” tutup Sigit. Berikut 28 Peserta yang melaju ke tahap kedua Karantina: U11 Putra 647 Jisrel Elfiano Lumoindong, Kota Manado (PB Talenta) 663 Muh Rifky Harimurti Ramadhan, Kabupaten Kolaka (SBS Kolaka) 805 Tristan Geovanni Pardosi, Kabupaten Tangerang (PB Champion Gading Jaya) 853 Muhammad Lazar Abrizam Adhyasta, Kabupaten Blora (PB Apita Badminton Club) 888 Azka Adhitama, Kabupaten Bekasi (PB Bhinneka 2) 1725 Muhammad Marus Sulaiman, Kabupaten Pekalongan (Champion Klaten) KU 11 Putra 155 La Ode Muhammad Ahsan Kamil, Kota Sorong (PB Champion Kudus) 1322 Kendrick Danzell Otnayira, Kabupaten Sleman (Istimewa Badminton Club) 1412 Kadek Kevin Putra Adnyana, Kabupaten Buleleng (PB Menang Kalah Sehat Singaraja) 1459 Baron Baswara Putra Kota Yogyakarta (PB Griya Bugar Yogyakarta) 1502 Muhammad Ramdani Mubarok, Kabupaten Bandung (PB Victory Bandung) 1545 Fawwaz Sani Adhipramana, Kabupaten Ponorogo (PB Pms Solo) 1617 Muhammad Abidzar Alghifari, Kota Balikpapan (PB Terpadu Balikpapan) 1730 Muhammad Rafa Shirdi, Kota Balikpapan (Champion Klaten) KU 12 Putra 471 Aufar Ahmad Hamidzikri, Kota Cimahi (Jingga Badminton Academy) 607 Keith Ezequiel Lincoln Sumarauw, Kota Manado (PB Talenta) 1539 Kevin Maitimu, Kabupaten Sleman (PB Mataram Raya Sleman) 1551 Rafa Radithya Kusuma, Kota Samarinda (Jaya Raya Ragunan) U11 Putri 547 Anggi Yeputa. Kabupaten Klaten (PB Benggol Boyolali) 587 Afiqa Dewi Humaira, Kabupaten Bogor (PB Jimmy Hantu) 1472 Lungita Gelda Krisyuani, Kabupaten Gunung Kidul (PB Dewaruci Gunungkidul) 1586 Kesy Hanifa Ramadhani, Kota Bekasi (Champion Klaten) KU 11 Putri 494 Shallom Angelica Sari, Kabupaten Jepara (Champion Klaten) 825 Lubna Naffisah, Kabupaten Bogor (Kayp1 Champion Academy) 1374 Joylynn Jusuf, Kota Palu (PB Champion Klaten) 1563 Syarifah Adshila Nugroho, Kabupaten Sleman (Non Klub) KU 12 Putri 1333 Syauqia Aisya Inara, Kabupaten Bantul (Istimewa Badminton Club) 1340 Aqila Maiza Bazla, Kabupaten Banyumas (Kartika Purwokerto)

Indra Sjafri Pelatih Timnas U23 untuk SEA Games 2025

PSSI & Indra Sjafri

PSSI menunjuk Indra Sjafri sebagai pelatih Timnas U23 untuk SEA Games 2025 pada Desember mendatang yang digelar di Thailand. Hal ini diumumkan Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali yang didampingi Sekjen PSSI, Yunus Nusi di Jakarta pada Senin (29/9). “PSSI sudah siap menjadi bagian dari kontingen Indonesia cabor sepak bola yang akan berlaga di SEA Games 2025. Akhirnya diputuskan yang akan memimpin timnas Indonesia di SEA Games 2025 adalah pelatih kepala, Indra Sjafri,” kata Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali. Amali menambahkan bahwa salah satu dasar penunjukan Indra Sjafri sebagai pelatih untuk SEA Games 2025 adalah keberhasilan Indra Sjafri membawa Indonesia meraih medali emas pada SEA Games 2023 yang berlangsung di Kamboja. “Kami berharap adanya dukungan dari segala pihak, terutama suporter, dalam perjuangan timnas di bawah arahan pelatih Indra Sjafri. SEA Games ini sangat berbeda, nuansa dan atmosfernya. Dan publik sangat berharap betul, tentang kembalinya medali emas SEA Games,” tambahnya. Sementara itu, Indra Sjafri menyambut dengan semangat soal penunjukkan ini. Dia mengakusiap menjawab penunjukkan ini dengan sebuah prestasi untuk Timnas U23. “Kalau namanya tugas negara, tentu harus dilaksanakan dengan rasa tanggung jawab dan perjuangan yang maksimal. Dengan pengumumannya hari ini, tentu kami membangun rangka pertama,” kata Indra Sjafri. “Kemarin siang saya membaca semua regulasi tentang SEA Games, handbook SEA Games. Bahwasanya nanti mulai dari jumlah pemain seperti yang sampaikan tadi, dan sistem kompetisinya dan juga kapan kami harus datang ke sana,” ujarnya. “Terus respons kami setelah diumumkan ini adalah berdiskusi dengan kesekjenan PSSI nanti untuk menutup team behind the team para asisten pelatih dan ofisial yang nanti akan membantu kami dan Insya Allah nanti dalam waktu dekat kami akan umumkan siapa-siapa saja yang akan kami rekrut untuk membantu kami,” pungkasnya. Rencananya pada pekan ini juga, timnas U23 sudah menjalani pemusatan latihan di Jakarta.

Gwen Borong 3 Emas di The 1st ASEAN-China Women’s Wushu Championship 2025:

Christina Maria Gweneth Samudi

Atlet wushu putri Indonesia, Christina Maria Gweneth Samudi sukses meraih 3 medali emas pada The1st ASEAN-China Women’s Wushu Championship 2025 yang berlangsung di Royale Chulan Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia, 21-26 September 2025. Gwen yang merupakan atlet asal Sumatera Utara (Sumut) ini meraih medali emas dari nomor Nangun, Nandao, dan Nanquan kategori junior. Dengan hasil ini, Gwen juga meraih gelar atlet terbaik di kategori junior sedangkan Tan Cheong Min dari Malaysia yang mengoleksi 2 emas dan 1 perak menjadi atlet terbaik di kategori senior. “Saya senang bisa meraih 3 medali emas dan menjadi atlet terbaik,” kata Gwen, panggilan karibnya saat dihubungi melalui WhatsApp, Kamis (25/6/2025). Pelatih Heriyanto memberikan apresiasi kepad Gwen mengingat lawan-lawan yang dihadapi merupakan atlet-atlet terbaik dari negara-negara Asia Tenggara. “Persaingan di kejuaraan ini cukup ketat. Terutama di nomor senior, dimana atlet dari Malaysia dan Singapura yang baru saja tampil di Kejuaraan Dunia Wushu di Brasil bulan Agustus-September lalu,” katanya. Kesuksesan ini, kata Heriyanto, menjadi modal Gwen buat tampil pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) yang akan berlangsung di Jakarta, November mendatang. “Gwen memang perlu pengalaman bertanding internasional. Jadi, kita bisa melakukan evaluasi terhadap penampilannya agar bisa menyumbangkan medali emas bagi Sumut pada POPNAS nanti,” jelas Heriyanto

Kejuaraan Dunia Sambo Remaja dan Junior 2025 Dipastikan Diikuti 31 Negara

Atlet Indonesia yang akan berlomba di Kejuaraan Dunia Sambo Remaja dan Junior 2025

Sebanyak 31 negara dipastikan akan mengikuti Kejuaraan Dunia Sambo Remaja dan Yunior 2025 (World Sambo Youth & Junior Championships 2025) di Indonesia. Pengurus Pusat Persatuan Beladiri Sambo Indonesia (PP Persambi) memastikan negara-negara itu sudah mengonfirmasi hadir dalam ajang yang dihelat di JSI Resort, Megamendung, Bogor, Jawa Barat, pada 3-5 Oktober 2025. Wakil Sekretaris PP Persambi, Deddy Afriadi, dalam keterangan resmi yang diterima memastikan bahwa total single event ini akan diikuti oleh 328 atlet. Selain itu, akan hadir juga 120 ofisial. “Jumlah ini lebih banyak dari kejuaraan tahun sebelumnya meskipun kategori yang dipertandingkan berkurang, dari sebelumnya tiga kategori kini tinggal dua kategori,” ujar Deddy. Negara-negara yang dipastikan hadir, yakni Yunani, Italia, Jepang, Jordania, Armenia, Australia, Ajerbaijan, Bulgaria, Kroasia, Rusia, FIAS II, Perancis, Kirgistan, Lithuania, Mongolia, Maroko, Belanda, Selandia Baru, Filipina, Korea Selatan, Moldova, Rumania, Serbia, Singapura, Spanyol, Tajikistan, Turki, Turkmenistan, Ukraina, Uzbekistan, dan Indonesia. Deddy mengatakan bahwa saat ini kesiapan venue dan kepanitiaan sudah 98 persen saat ajang itu tinggal menghitung hari. Selanjutnya tanggal 30 September 2025 persiapan sudah memasuki tehnical delegate. “Ini menyangkut nama baik bangsa dan menjaga kepercayaan Federasi Sambo Internasional (FIAS) yang menunjuk Indonesia untuk pertama kalinya sebagai tuan rumah,” pungkasnya. “Jadi, kami PP Persambi sekuat tenaga mengerahkan kekuatan yang ada untuk menjadi tuan rumah terbaik yang kita bisa,” kata Deddy. Dia juga memastikan bahwa seluruh aspek mulai dari venue, akomodasi, transportasi, keamanan, sistem pertandingan, hingga konsumsi sudah dipersiapkan sesuai standar internasional. “Kami akan memberikan pengalaman baru bagi para atlet dan tamu undangan. Ini sekaligus menunjukkan Indonesia layak menjadi tuan rumah ajang olahraga bergengsi yang melibatkan banyak negara,” tuturnya. Indonesia akan menurunkan 33 atlet terbaiknya. Mereka akan mengikuti seluruh kelas, kecuali combat 98 kg, junior women 72 kg, dan women +80 kg karena memang tidak ada atletnya. Sumber: VOI

13 Pesilat Bertarung pada Kejuaraan Junior Asia 2025 di India

Tim pencak silat Indonesia

Tiga belas pesilat muda Indonesia bertarung pada Kejuaraan Junior Asia di Kashmir, India, Kamis-Selasa (25-30/9/2025). Mereka didampingi tiga pelatih, yakni Sapto Purnomo, Johanes Edisson Buru dan Yulinar Tikasari Wardah pada ajang bertajuk Junior Asian Pencak Silat Championship 2025 itu. Rombongan itu juga dikawal komandan delegasi Iwan Hermawan, Manajer Irul Trishima Atias, serta seorang masseure sebagai pendukung, Eko Wahyono. “Tujuh dari 13 pesilat yang berangkat itu berasal dari Jawa Tengah. Rinciannya, empat orang merupakan juara pada kejurnas yunior beberapa waktu lalu, dan tiga lainnya yang selama ini penghuni Cibubur Youth Athlete Training Center atau CYATC,” kata Sapto Purnomo, dikutip Solo Suara Merdeka, Kamis (25/9). Tujuh pesilat junior Jateng itu adalah Abdul Fauzan Nur Adhima yang akan turun di kelas B putra (Klaten), Krisnanto Suryo Koco (F putra/Solo), Qiken Dwi Tata Olifia (D putri/Pati), Ghina Salsabila (H putri/Purbalingga), Nurisa Mutiara Azka (G putri/Boyolali, CYATC), Navizi Kurnia Al Dika (C putra/Banjarnegara, CYATC) dan Raja Edgina Phalosa Yongsheng (G putra/Pemalang, CYATC). Atlet-atlet lainnya yakni Furgon Habbil Winata (D putra/Sumatera Barat), Muhamad Ridho Rofi (E putra/CYATC), Muhammad Iqbal (H putra/Kaltim), Az Zahra Arlesta Palestin (B putri/DKI Jakarta), Balqis Duratul Hikmah (E putri/CYATC) dan Farahdina Hamdi (F putri/Jawa Timur). Disinggung tentang target tim, Sapto Purnomo menyebut tidak ada target khusus pada ajang yang merupakan rangkaian program Pencak Silat Road to Olympic tersebut. “Kami minta para atlet bisa tampil maksimal. Mereka kan juga butuh jam terbang dan pengalaman bertanding di arena internasional,” tutur pelatih asal Solo itu.

Rohmalia Jadi Atlet Cricket Indonesia Pertama yang Raih Guinness World Records

Rohmalia

Guinness World Records (GWR), yang tahun ini berulang tahun ke-70 sejak berdiri pada 1955, secara resmi mengakui rekor yang dicetak oleh atlet cricket Indonesia, Rohmalia pada 24 April 2024 di pertandingan Twenty20 (T20) International putri. Gelar yang dianugerahkan kepada atlet berusia 19 tahun itu pada kesempatan ini adalah “Angka bowling terbaik dalam ajang cricket T20 International (putri)” (Best bowling figures in a T20 International (female). Ia berhasil mendapatkan tujuh wicket tanpa kehilangan run, kemudian menjadikannya sebagai atlet cricket asal Indonesia pertama yang berhasil menorehkan gelar GWR. Demi merayakan pencapaian Rohmalia, GWR mengirimkan sertifikat resmi yang disimbolisasikan dalam upacara pengumuman Persatuan Cricket Indonesia (PCI) pada Kamis (18/9) di Kantor Pusat PCI, Jakarta Selatan. “Saya sangat senang sekali dan pencapaian ini adalah kebanggaan bagi saya serta anggota tim pada saat itu. Saya sangat berterima kasih kepada semua yang sudah mendukung saya hingga saat ini,” kata Rohmalia. “Berikutnya, saya berharap untuk bisa dapat bermain di piala dunia untuk Indonesia serta mencetak rekor dunia untuk batting sebagai all-rounder,” tambahnya. Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat PCI, Abhiram Singh Yadav mengatakan, Persatuan Cricket Indonesia merasa sangat bangga atas pencapaian luar biasa yang diraih oleh Rohmalia. Ia telah mencatatkan diri dalam sejarah Guinness World Records. “Prestasi ini bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi bagi Rohmalia, tetapi juga merupakan tonggak bersejarah bagi cricket Indonesia di panggung internasional,” kata Yadav. Yadav pun berharap, pencapaian Rohmalia bisa menjadi awal dari perjalanan panjang karier gemilangnya. Lalu, mendorongnya untuk terus berkontribusi bagi kejayaan cricket Indonesia. “Saya berharap penggemar cricket Indonesia akan terus mendukung tim kami di ajang pertandingan internasional. Bagi semua talenta muda di Indonesia, terus semangat, disiplin, kerja keras, dan raih mimpi-mimpimu,” jelas Rohmalia. GWR kini sedang memulai upaya untuk memantau talenta-talenta berpotensi di Asia Tenggara. Fokus utamanya adalah Indonesia sebagai titik awal perluasan aktivitasnya. “Tahun ini merupakan tahun yang luar biasa bagi GWR dan peringatan ulang tahun ke-70 kami seiring dengan perayaan sejumlah pemegang rekor dari Indonesia. Hal ini menjadi bukti potensi yang kami lihat pada talenta-talenta asal negara ini, dan untuk ke depannya, kami ingin terus mendorong lebih banyak orang di Indonesia untuk menjadi bagian dari upaya pemecahan rekor,” tutur Wakil Presiden GWR untuk Jepang dan Asia Tenggara, Kaoru Ishikawa.

Indonesia Siap Tunjukkan Prestasi pada Youth & Junior World Sambo Championship 2025

Kontingen Tim Nasional Bela Diri Sambo Indonesia

Wakil Ketua Umum I Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Mayjen TNI Purn Dr. Suwarno, S.IP., M.Sc., secara resmi melepas Kontingen Tim Nasional Bela Diri Sambo Indonesia yang akan berlaga dalam ajang Youth & Junior World Sambo Championship 2025, pada Rabu, 24 September 2025, di Ruang Rapat Lukman Niode, Kantor KONI Pusat, Senayan, Jakarta. Tahun ini, Indonesia mendapat kehormatan sebagai tuan rumah kejuaraan dunia Sambo tingkat usia muda dan junior tersebut. Kejuaraan akan digelar pada 3 hingga 5 Oktober 2025 di JSI Resort, Megamendung, Bogor. Tentu, KONI Pusat mengapresiasi upaya yang telah dilakukan Pengurus Pusat Persatuan Sambo Indonesia (PP.Persambi) meyakinkan komunitas internasional dan menyelenggarakan kejuaraan dunia. Kejuaraan Dunia Sambo ‘Youth & Junior World Sambo Championship 2025’ mempertandingkan sebanyak 37 nomor pertandingan, dengan diikuti sebanyak 32 negara termasuk Indonesia. Tim Nasional Sambo Indonesia terdiri; 33 atlet yang berasal dari 9 provinsi diantaranya Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Barat, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, dan Papua Barat Daya. Para atlet akan didampingi oleh 6 pelatih yang semuanya telah mengantongi lisensi internasional, sesuai dengan regulasi resmi turnamen. “Kita akan bertemu dengan banyak negara. Ini akan menjadi pengalaman yang sangat berharga. Saya berharap kalian tampil lebih baik dibanding sebelumnya,” ujar Waketum I KONI Pusat. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kepercayaan diri dan karakter saat bertanding. “Olahraga itu juga merupakan bagian dari pembentukan karakter. Kita sudah sama-sama dilatih, dibina, dan dipersiapkan dengan baik. Saat kalian berada di arena, semuanya ada di tangan kalian sendiri. Jangan ragu, jangan bertanding setengah hati. Yakinlah bahwa kalian memiliki kemampuan dan mental yang kuat. Tunjukkan yang terbaik!” tambahnya memotivasi. Suwarno juga mengingatkan makna simbolis dari perjuangan atlet Indonesia di kancah dunia “Berhasil mengibarkan bendera Merah Putih pada kejuaraan internasional adalah bentuk kehormatan bangsa. Itu hanya bisa kita lihat dalam kunjungan Presiden RI di luar negeri, atau ketika atlet Indonesia meraih medali emas di panggung internasional,” jelasnya. Sementara itu, Ketua Umum Pengurus PP.Persambi, Krisna Bayu, Oly., menyampaikan bahwa keikutsertaan atlet dalam kejuaraan dunia kali ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga membawa misi besar untuk mengangkat nama Bangsa Indonesia. “Terima kasih atas sambutan dan motivasi dari KONI Pusat. Kami merasa terhormat dan bangga. Doa restu dari KONI sebagai orang tua dalam pembinaan olahraga nasional sangat penting bagi kami,” ungkap Krisna Bayu. “Keikutsertaan atlet Sambo kali ini membawa misi kehormatan bangsa. Apalagi Indonesia menjadi tuan rumah. Kami berharap mereka bisa tampil maksimal. Moto kami tetap kehormatan bangsa adalah segalanya. Maka dari itu, para atlet kami tidak hanya bertanding untuk medali, tetapi juga untuk menjaga nama baik Merah Putih di mata dunia,” lanjutnya. Krisna Bayu juga menambahkan bahwa demi menjaga kualitas pertandingan, seluruh pelatih yang mendampingi wajib memiliki lisensi internasional, sebagai syarat utama dari Federasi Internasional Sambo. Dengan pelepasan resmi ini, KONI Pusat berharap kontingen Indonesia mampu menampilkan performa maksimal sehingga mampu meraih prestasi terbaik, menjunjung tinggi sportivitas, serta membawa nama baik bangsa di mata dunia. Kepercayaan sebagai tuan rumah menjadi momentum penting untuk menunjukkan kesiapan Indonesia dalam penyelenggaraan event olahraga internasional, sekaligus mencetak generasi atlet berkarakter dan berprestasi.

Binaragawan Oscar Tamio Berjaya di Singapura

Oscar Tamio

Satu lagi atlet Indonesia mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Binaragawan Oscar Tamio membawa pulang medali emas dari Singapura. Oscar tampil di ajang WFF International Grand Prix Singapore 2025 yang digelar akhir pekan kemarin. Oscar mewakili Indonesia melalui Perbafi (Persatuan Binaraga dan Olahraga Fisik) DKI yang berada di bawah naungan KORMI serta Kemenpora. Keberangkatan ini juga didampingi oleh jajaran pengurus, termasuk Ketua Perbafi DKI Akira Yenandhira serta Ketua Umum Perbafi Jawa Timur yang juga Sekjen WFF Indonesia dan KORMI, Debi Sisilia Samoa. Dukungan dari tim dan organisasi inilah jadi modal berharga Oscar dalam menaklukkan lawan-lawannya. Dia pun berhasil meraih medali emas di kategori Men’s Physique (Bermuda Model) Junior U24 dan medali perak sebagai Overall Runner Up Men’s Physique (Bermuda Model). “Ini bukan hanya kemenangan pribadi, tapi kemenangan untuk Indonesia. Saya sangat bersyukur bisa berdiri di podium dunia dan membawa pulang dua medali,” ujar Oscar yang bernaung di bawah Team Idachi Fitness Jakarta serta mendapat dukungan penuh dari Up Nutrition tersebut. Oscar juga mempersembahkan prestasinya sebagai penghormatan terakhir bagi sahabatnya, Timotius Alberto, yang baru saja berpulang. Timotius adalah sosok penting yang mengenalkan Oscar pada dunia Perbafi dan WFF. “Kalau bukan karena dia, saya mungkin tidak akan ada di sini. Semua ini saya persembahkan untuk Timotius Alberto. Dia yang membuka jalan saya ke dunia kompetisi. Semoga dia bangga melihat perjuangan saya dari atas sana,” sambung Oscar, dikutip dari detikSport. Tak hanya Oscar, beberapa atlet Indonesia juga meraih medali di ajang bergengsi ini. Havier Navarro tampil luar biasa dengan meraih emas di kategori Jeans Model Tall, serta koleksi tiga medali perak masing-masing di Sports Model Tall, Overall Jeans Model Grand Prix, dan Overall Sports Model Grand Prix. Lalu ada Aho Lim menyabet emas di Men’s Physique Tall (Bermuda Model), serta menembus lima besar Overall Men’s Physique (Bermuda Model). Ajang WFF International Grand Prix Singapore dikenal sebagai salah satu kompetisi internasional prestisius yang mempertemukan para atlet fitness dan physique terbaik dunia. Raihan medali dari Oscar Tamio dan rekan-rekan membuktikan bahwa Indonesia mampu bersaing di level tertinggi. “Prestasi ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk terus berjuang, berdisiplin, dan berani mengharumkan nama bangsa,” demikian Oscar.

Festival SenengMinton 2025 Sambangi Solo, Ratusan Siswa Antusias

Festival SenengMinton 2025

Setelah sukses terselenggara di Kudus, Festival SenengMinton 2025 meluas ke empat kota di Jawa Tengah, yakni Solo, Magelang, Semarang, dan Purwokerto. Khusus di Solo, terdapat 451 siswa kelas 1 hingga kelas 3 dari 16 Sekolah Dasar (SD) yang berpartisipasi. Ajang yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation dan Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Jawa Tengah ini bergulir di GOR FKOR UNS, Selasa 23 September 2025. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, mengatakan Festival SenengMinton digelar sebagai upaya menyebarkan virus positif kepada siswa untuk mencintai olahraga bulu tangkis sejak dini dengan cara yang menyenangkan. Ia berharap, kompetisi berbalut fun games ini menjadi langkah awal yang terstruktur dan sistematis dalam proses pembibitan hingga bermuara pada regenerasi atlet bulu tangkis Indonesia di masa mendatang. “Kami berkomitmen untuk mendukung keberlangsungan ekosistem bulu tangkis yang menjadi cabang olahraga andalan Indonesia di mata dunia. Festival SenengMinton merupakan salah satu upaya kami dalam memasyarakatkan bulu tangkis dari level grassroot yang dikemas dengan cara menyenangkan. Melalui perlombaan ini, kami berharap para peserta secara gembira berkenalan dengan olahraga bulu tangkis dan termotivasi untuk menekuninya lebih serius,” kata Yoppy dalam keterangan resmi penyelenggara event. Wakil Ketua Umum Pengprov PBSI Jawa Tengah, Yuni Kartika, menyambut gembira antusiasme para peserta Festival SenengMinton di Kota Bengawan. Menurutnya, Solo dipilih karena dinilai sebagai salah satu kota aktif dalam melakukan pembibitan maupun penyelenggara kejuaraan bulu tangkis. Kemudian, Yuni pun optimistis kecintaan pada olahraga tepok bulu dapat segera menular dan mengakar dalam benak para peserta. “Kami memandang pentingnya mengenalkan olahraga bulu tangkis sejak usia dini untuk dibina lebih lanjut. Kami ingin agar para peserta Festival SenengMinton bisa enjoy belajar hal tentang bulu tangkis. Melihat tingginya antusiasme peserta pada seri ini, diharapkan minat bulu tangkis semakin bergema sejak usia dini, sehingga nantinya di sekolah-sekolah dapat tercipta ekstrakulikuler bulu tangkis dan mereka yang punya bakat bisa bergabung dengan klub,” tutur Yuni. Usai Solo, Festival SenengMinton juga akan terselenggara di Magelang, Semarang, dan Purwokerto. Tujuannya, imbuh Yuni, agar pembibitan maupun pembinaan bulu tangkis dapat berjalan secara merata dan menjadi supply calon atlet untuk bergabung ke klub, khususnya di Jawa Tengah. “Festival SenengMinton adalah salah satu cara menjaring kesenangan dan minat anak untuk bermain bulu tangkis. Kalau kami lihat secara garis besar, Jawa Tengah pembibitan klubnya berjalan, tapi secara pembibitan awal perkenalan bulu tangkisnya yang belum ada. Dan kita mencari kota besar karena minatnya bagus, klub sudah banyak. Kami akan terus aktif mengadakan berbagai kegiatan dan turnamen dari level pengenalan, pembinaan dan prestasi,” papar Yuni. Berbeda dengan penyelenggaraan Festival SenengMinton di Kudus yang mengadopsi sistem beregu, Festival SenengMinton Solo 2025 menerapkan sistem perorangan dengan penilaian pemenang berdasarkan catatan waktu tercepat. Untuk peserta kelas 3, terdapat lima jenis rintangan, yakni Service to Target, Shuttle Run, Pyramid Shuttlecock, Throwing The Shuttlecock dan Zig Zag Run. Sementara untuk peserta kelas 1 dan 2, hanya ditiadakan perlombaan Service to Target. Service to Target merupakan lomba servis lurus dengan memasukkan shuttlecock ke dalam bidang target warna yang ditentukan. Shuttle Run, berlari dari titik tengah mengambil kok, kemudian memindahkan ke sisi seberangnya. Pyramid Shuttlecock, menyusun kok berbentuk piramid sesuai dengan jumlah yang telah ditentukan. Throwing The Shuttlecock, melempar kok ke dalam lubang target. Sedangkan Zig Zag Run, berlari melalui halang rintang secara zig zag. Usai menyelesaikan seluruh perlombaan, peserta harus menekan tombol timer selesai. Masing-masing gim dirancang untuk melatih motorik, koordinasi, serta mengenalkan dasar-dasar teknik bulu tangkis dalam bentuk permainan yang menyenangkan. Kehadiran Festival SenengMinton di Solo mendapat sambutan positif dari sejumlah sekolah, terutama SD Negeri Joglo Surakarta yang mengirimkan total 30 siswa-siswi untuk mengikuti semua kategori. Mereka antusias menyelesaikan tantangan demi tantangan untuk menjadi yang tercepat di arena perlombaan. Daya juang itu tak lepas dari peran tim guru yang selalu memberikan motivasi dari pinggir lapangan. “Yang terpenting, kami selalu menanamkan bahwa bermain bulu tangkis itu menyenangkan dan kami melihat para siswa sangat antusias untuk mengenal cabang olahraga ini. Dengan perlombaan ini, kami ingin menggencarkan ekstrakurikuler di sekolah dan berharap ajang Festival SenengMinton dapat berkelanjutan,” kata Guru Olahraga SD Negeri Joglo Surakarta, Sugeng. Juara kategori kelas 3 putra, Nidan Ahmad dengan catatan waktu 00:59.92 detik mengaku senang ikut serta dalam Festival SenengMinton Solo 2025. Siswa SD Negeri Mangkubumen Wetan 63 Surakarta itu rupanya telah jatuh hati pada olahraga bulu tangkis dan tekun berlatih di salah satu klub di kota Solo bernama PB Tangkis Jaya. “Aku suka bulu tangkis dari umur 5 tahun, soalnya selain karena olahraganya seru, juga bisa menambah teman. Semua tantangan di Festival SenengMinton seru banget dan aku berhasil jadi yang tercepat. Aku ingin terus latihan bulu tangkis supaya nantinya bisa masuk Pelatnas,” kata Nidan yang mengidolakan pebulu tangkis Indonesia, Mohammad Ahsan. Kemenangan juga diperoleh Raffasya Naura Ainayya siswi kelas 2 SD Negeri Panularan yang berhasil mencatatkan waktu terbaik 00:44.69 detik untuk menyelesaikan tantangan di ajang Festival SenengMinton Solo 2025. Dukungan dari guru dan orangtua serta kecintaannya pada bulu tangkis menjadi modal untuk percaya diri dalam mengikuti berbagai jenis perlombaan yang disuguhkan. “Aku senang bisa menang karena ini pertama kali aku ikut lomba bulu tangkis. Awalnya deg-degan takut tidak juara tapi karena memang suka bermain bulu tangkis sejak kelas 1 SD, aku mencoba untuk secepat mungkin menyelesaikan rintangannya,” bilang Raffasya. Para pemenang Festival SenengMinton di tiap lomba mendapat piala, uang pembinaan, dan hadiah dari sponsor yaitu MilkLife, Kenko, Aice, dan Hundred. Selain itu, seluruh peserta juga mendapatkan goodie bag dari MilkLife, Kenko, Dua Kelinci dan Aice. Berikut daftar pemenang Festival SenengMinton Solo 2025 (nama peserta – nama sekolah – catatan waktu): Kelas 1 Putra Juara: Dimas Putra Febriandi – SD Negeri Kemasan 1 Surakarta (00:39.54) Runner-up: Muhammad Athallah Akbar Ramadhan – SD Djama’atul Ichwan (00:40.36) Semifinalis: Aditama Raka Hananto – SD Al Azhar Syifa Budi Solo (00:41.03) Kelas 1 Putri Juara: Miqaila Azahra Bilqis Ayunda – SD Negeri Mojosongo 5 Surakarta (00:42.79) Runner-up: Fatimah Aulia Safitri – SD Negeri Mojosongo 5 Surakarta (00:44.07) Semifinalis: Naura Salsabila Sutisna – SD Negeri Slembaran (00:44.21) Kelas 2 Putra Juara: Arsyaka Kalandra Kurniawan – SD Negeri Mojosongo 5 Surakarta (00:39.49) Runner-up: Azlan Fajar Al Ayubi – SD Negeri Joglo (00:41.52) Semifinalis: Kilua D Gabriel Setiawan – SD … Read more

Ratusan Pesepakbola Muda Ikut Grassroots Football Festival di Gorontalo

Grassroots Football Festival Gorontalo

PSSI bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyelenggarakan Grassroots Football Festival di Lapangan Sumpah Pemuda, Dengilo, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Minggu 21 September 2025. Kegiatan bertema “Satu Langkah di Lapangan untuk Membangun Masa Depan” ini menghadirkan 140 anak laki-laki dan perempuan yang berasal dari lebih dari 30 Sekolah Sepak Bola (SSB) di Kabupaten Pohuwato. Festival ini juga diisi dengan Workshop Coach Educator & Safeguarding serta dipandu langsung oleh para pelatih berpengalaman seperti Bima Sakti, Indra Sjafri, dan Marwal Iskandar. Coach Marwal Iskandar, salah satu instruktur pelatih yang hadir, mengatakan kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman latihan komprehensif bagi pemain usia dini. “Materi yang kami ajarkan di sini terdiri dari 10 pos latihan, seperti passing, exercise, game workshop, hingga analitical game. Para pemain berlatih secara bergiliran di setiap pos selama sekitar 7 menit per pos, sehingga total waktu mereka bermain dan berlatih bisa mencapai 70-80 menit,” jelasnya. Eks pelatih Timnas U16, U19, U20 dan U23, Indra Sjafri menilai Gorontalo memiliki potensi besar dalam pengembangan sepak bola usia dini. “Alhamdulillah hari ini kita berada di Provinsi Gorontalo untuk melaksanakan Grassroot Football Festival. Ini adalah kesempatan berharga bagi Provinsi Gorontalo karena kegiatan ini akan kami laksanakan di setiap provinsi, dan Gorontalo menjadi provinsi pertama yang kami pilih,” ungkap Indra. “Banyak potensi luar biasa yang kita temukan, termasuk di Gorontalo. Saya pribadi terkejut melihat pemain-pemain usia 12 tahun ke bawah yang potensinya luar biasa. Tentu PSSI berkomitmen agar potensi ini terbina dengan baik, melalui infrastruktur yang memadai, pelatih yang kompeten, dan kurikulum pembelajaran yang tepat,” tambahnya. Sementara itu, Sekjen PSSI, Yunus Nusi menegaskan komitmen PSSI untuk membawa sepak bola hingga ke pelosok Indonesia. “Alhamdulillah hari ini PSSI menyelenggarakan Grassroot Football Festival di Provinsi Gorontalo. Antusiasme anak-anak sangat tinggi dan semoga ini menjadi titik awal untuk sepak bola mendunia dan benar-benar hadir di seluruh pelosok tanah air,” ujarnya. “Kegiatan kali ini berada di sudut geografis Provinsi Gorontalo, tepatnya Kabupaten Pohuwato, PSSI tetap memegang prinsip bahwa sepak bola harus hadir di seluruh Indonesia. Kami berharap dukungan ini mampu melahirkan anak-anak bangsa dari seluruh pelosok tanah air, termasuk dari Gorontalo, yang kelak menjadi bagian dari tim nasional di masa depan,” pungkasnya.

Superliga Junior 2025: PB Djarum dan Banthongyord Juara Kategori U19

Tim U19 Putri Banthongyord

Tim U19 putra PB Djarum dan tim U19 putri Banthongyord keluar sebagai Polytron Superliga Junior 2025. Dalam partai puncak kejuaraan beregu yang di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (21/9) tersebut, tim tuan rumah menang 3-2 atas Jaya Raya Jakarta dan berhak memboyong Piala Liem Swie King, sementara Banthongyord, klub bulu tangkis asal Thailand, mengalahkan PB Djarum setelah melalui laga sengit yang berakhir dengan skor 3-2 dan berhak atas Piala Susy Susanti. Laga ketat antara PB Djarum dan Jaya Raya tersaji sejak partai pertama yang mempertemukan Radithya Bayu Wardhana dengan Denis Azzarya, yang berakhir dengan kemenangan bagi Radithya. Namun, Jaya Raya Jakarta bangkit dan merebut dua kemenangan beruntun melalui Akmal Nurrahman/Revand Harianto dan Maharishiel Timotius Gain. Pertarungan kian memanas di partai keempat antara Muhmmad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono dan Muhammad Vito Annafsa/Yugo Alvaro Gunawan. Laga yang juga diwarnai pemberian kartu merah kepada Yugo ini, berujung kemenangan bgi Mubarrok/Raihan dengan skor 17-21, 21-10, 21-18. Pada partai penentuan, Yarits Al Kaaf Rengganingtyas berhasil mengalahkan Yusack Christian melalui dua gim 18-21 20-22, sekaligus memastikan podium teratas bagi PB Djarum. “Secara keseluruhan, target kita adalah menjadi juara. Dengan hasil ini kita sangat bersyukur, sementara dari sisi kami sebagai pelatih, kita sangat mengapresiasi perjuarangan atlet-atlet yang bertarung sampai partai kelima hingga akhirnya menang 3-2,” kata pelatih tunggal putra PB Djarum, Dionysius Hayom Rumbaka. “Kalau dari tunggal, saya menilai peluangnya 50-50. Sementara di final tadi di ganda kita kecolongan satu dan itu di luar prediksi kami. Tapi untungnya di tunggal terakhir, kita mmendapatkan jalan yang terbaik,” Hayom, menambahkan. Sementara, Banthongyord berhasil mengulangi prestasi gemilang yang diraih pada Polytron Superliga Junior 2023, ketika skuad putri U-17 asal Negeri “Gajah Putih” itu tampil sebagai juara di Magelang. Kali ini, Banthongyord kembali diperkuat Anyapat Phichitpreechasak memenangi tiga dari lima partai final melawan PB Djarum. Anyapat menyumbang poin pertama berkat kemenangan atas Christabel Calista Purwanto lewat dua gim 21-6, 21-17 dalam 34 menit. Setelah partai pembuka, kedua tim saling berbalas kemenangan hingga laga final ini harus ditentukan melalui partai kelima yang mempertemukan Peeraya Wechawong dengan Shaafiya Yasmin Maitsaa. Dalam pertarungan yang menguras tenaga selama 76 menit ini, Peeraya akhirnya memastikan kemenangan lewat duel tiga gim dengan skor 21-18, 16-21, 21-16.

Superliga Junior 2025: Exist dan Granular Juara Kategori U17

Tim U17 putra Exist Badminton Club

Tim U17 putra Exist Badminton Club dan tim U17 putri Granular menjuarai Polytron Superliga Junior 2025. Dalam pertandingan final kejuaraan beregu itu di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (21/9), Exist Badminton Club meraih kemenangan 3-2 atas PB Djarum dan berhak atas Piala Hariyanto Arbi. Sementara Granular, klub bulu tangkis asal Thailand, menang 3-0 atas PB Djarum dan membawa pulang Piala Yuni Kartika. Pertarungan ketat antara Exist Badminton Club dan PB Djarum tersaji di Lapangan 3 di gedung olahraga yang terletak di kawasan Jati tersebut. Tunggal pertama Exist Badminton Club, Ghaisan Haidar Tsaqib, meraih poin pertama berkat kemenangan ats Alif Akbar M melalui rubber game 21-15, 17-21, 21-10 dalam tempo 58 menit. Namun, PB Djarum dapat membuat skor imbang lalu memimpin melalui ganda Faza Iwadh Kurnia Ramdhan/Muhammad Lutfhi Habibi dan pemain tunggal Farel Fadhilah Ukasyah. Exist Badminton Club memaksa laga menuju partai kelima setelah Allong Ardian menundukkan Afiq Amali Bintang Pratama melalui tiga gim 19-21, 21-17, 21-15. Titel juara kategori U17 putra bagi Exist Badminton Club dipastikan oleh Ghaisan Haidar Tsaqib/Raynanda Laksamana setelah menang dua gim langsung 21-10, 21-17 atas Alfindo/Hazel Rizqi Prasetyo dalam tempo 34 menit. Dengan hasil ini, Exist Badminton Club memboyong dua gelar juara dari Kudus. Di kategori U15 putri, para pemain klub bulu tangkis yang bermarkas di kawasan Cibinong, Jawa Barat ini, menang atas PB Djarum dengan skor 3-1. Sementara, Granular memastikan podium teratas kejuaraan beregu ini melalui tiga pemain tunggal pertama mereka, Kungkaew Kakanik, Nathida Buramart, dan Lalita Sattayathadakoon. Mereka meraih tiga kemenangan tanpa balas dari PB Djarum, yang menurunkan Raisya Affatunisa, Frisca Adelia Arifah, serta Hani Miftasari. “Pertandingan final ini sangat menarik, tetapi juga tekanannya cukup tinggi buat para pemain, termasuk para pelatih,” ujar manajer tim Granular Pornsak Glanrit. “Kejuaraan ini adalah salah satu kesempatan yang baik dalam meningkatkan performa para pemain kami, di masa junior mereka menuju tim nasional. Begitu pun sebaliknya, di Thailand, ada beberapa turnamen level junior yang juga diikuti oleh berbagai negara, termasuk Indonesia. Jadi menurut saya kedua negara memiliki komitmen yang baik dalam mempersiapkan pemain-pemain mereka menuju jenjang yang lebih tinggi,” Pornsak, menjelaskan. Pornsak juga menyebutkan kejuaraan beregu ini tidak hanya menjadi ajang persaingan di lapangan, tetapi juga kesempatan reuni dan bertukar pikiran antara pelatih-pelatih mancanegara dan para pelatih Indonesia, khususnya PB Djarum, yang telah menjalin hubungan baik dengan mereka selama kurang lebih 30 tahun terakhir. “Terima kasih kepada PB Djarum, kepada semua pemain dan pelatih. Terima kasih kepada semua, termasuk juga pengemudi yang mengantarkan kami ke berbagai tempat di Indonesia, yang telah membuat kami nyaman selama di Kudus,” pungkasnya.

Djarum Foundation Siapkan Turnamen Campus League

Victor Hartono

Djarum Foundation mengumumkan rencana besar untuk menggulirkan kompetisi bulu tangkis antarkampus yang diberi nama Djarum Campus League. Ajang bergengsi ini dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2026 mendatang. Konsepnya terinspirasi dari kesuksesan turnamen basket universitas di Amerika Serikat. Presiden Direktur Djarum Foundation, Victor Hartono, menjelaskan bahwa kejuaraan ini akan diselenggarakan di empat pusat perguruan tinggi utama. Wilayah tersebut meliputi Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada potensi besar untuk melahirkan atlet muda berbakat. Tujuan utama Djarum Campus League adalah memberikan jaminan pendidikan sekaligus jalur karier bagi para atlet. Ini menjadi solusi bagi mereka yang tidak berhasil menembus level profesional bulu tangkis. Atlet dapat mengembangkan kemampuan olahraga sambil mengejar gelar sarjana melalui beasiswa universitas. Victor Hartono menyoroti tantangan yang dihadapi atlet muda bulu tangkis yang tidak selalu berhasil masuk ke pemusatan latihan nasional (Pelatnas). Ia menyatakan bahwa Djarum Campus League hadir sebagai solusi alternatif bagi para pemain tersebut. Kompetisi ini diharapkan dapat menjadi wadah pengembangan bakat yang berkelanjutan. Melalui ajang Djarum Campus League, para atlet bulu tangkis berkesempatan untuk mewakili universitas mereka. Victor berharap universitas-universitas tersebut dapat menyediakan beasiswa pendidikan. Dengan demikian, atlet bisa tetap berprestasi di bidang olahraga tanpa mengabaikan jenjang akademik. Konsep ini memungkinkan atlet untuk memiliki “jalan tengah” jika gagal menembus level profesional tertinggi. “Kalau jadi pemainnya kayak Jojo, Ginting, Fajar, Fikri, Bagas, Leo, Daniel gitu ya, alhamdulillah. Tapi kalau nggak, dapat S1. Oke juga kan?” ujar Victor. Ini menunjukkan komitmen Djarum Foundation terhadap masa depan atlet secara holistik. Victor Hartono menjelaskan bahwa Djarum Campus League tidak hanya akan terbatas pada cabang bulu tangkis saja. Rencananya, kompetisi ini juga akan merangkul berbagai olahraga lain yang populer di kalangan mahasiswa. Cabang-cabang seperti futsal, voli, sepak bola, bahkan panjat tebing dan panahan akan turut dipertimbangkan. Dengan konsistensi dalam penyelenggaraan, Djarum Foundation berharap ajang ini dapat berkembang pesat. Victor memimpikan Djarum Campus League bisa mencapai level seperti liga basket kampus NCAA di Amerika Serikat. Model NCAA telah terbukti berhasil melahirkan banyak atlet profesional sekaligus menjamin pendidikan mereka. “Kalau itu makin banyak beasiswanya, makin banyak jenisnya juga, nggak hanya badminton tapi juga sepak bola dan panjat tebing dan lain-lain, itu Indonesia ada kemungkinan untuk maju di banyak olahraga sekaligus,” tutur Victor. Pernyataan ini menegaskan visi jangka panjang untuk kemajuan olahraga nasional. Selain fokus pada pengembangan kompetisi, Djarum Foundation juga membuka peluang untuk menghadirkan infrastruktur penunjang. Victor mengakui animo penonton yang hadir di sejumlah turnamen junior sangat tinggi. Hal ini mendorong pertimbangan pembangunan fasilitas olahraga yang lebih memadai. Ke depan, pihaknya mempertimbangkan pembangunan gedung olahraga baru di Jakarta. Gedung tersebut diharapkan memiliki kapasitas 15 lapangan dengan tribun yang lebih luas. “Kita kalau ada kesempatan bikin gedung lagi di Jakarta. Yang 15 lapangan, dengan tribun yang lebih luas. Dan daya beli penonton baik ya,” ujarnya. Meskipun demikian, Victor Hartono menegaskan bahwa rencana pembangunan gedung olahraga baru ini belum menjadi prioritas utama dalam waktu dekat. Fokus utama saat ini adalah mematangkan konsep dan pelaksanaan Djarum Campus League. Pembangunan infrastruktur akan menjadi agenda setelah kompetisi berjalan stabil.

Superliga Junior 2025: Jaya Raya Solo dan Champion Klaten Sabet Gelar Juara U13

Tim U13 putra Jaya Raya Solo

Tim putra U13 Jaya Raya Solo dan tim putri U13 Champion Klaten berhasil menempati podium teratas kejuaraan beregu Polytron Superliga Junior 2025. Dalam partai puncak yang berlangsung di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (21/9). Jaya Raya Solo mengalahkan Taqi Arena dengan skor 3-0 untuk menyabet Piala Tontowi Ahmad, sementara Champion Klaten merebut kemenangan 3-2 atas Taqi Arena untuk mengamankan Piala Liliyana Natsir. Shiddiq Alfarizi Fahrin, Alvian Ditya Ainurrochman, dan Yafi’ Akhtartsany Sedayu, menjadi tiga pemain tunggal yang memastikan kemenangan tanpa balas Jaya Raya Solo atas akademi bulu tangkis asal Bandung, Jawa Barat tersebut. “Target awal kami mengambil (kemenangan) dari dua pemain tunggal dan satu sektor ganda, tapi Alhamdulillah kita bisa mengambil tiga-tiganya dari sektor tunggal,” pelatih Jaya Raya Solo, Rizki Amelia Pradipta dikutip Djarum Badminton. Semula, lanjutnya, tim Jaya Raya Solo memasang target menembus babak empat besar kejuaran yang berlangsung pada 15-21 September ini. Namun, melihat performa para pemain binaannya, perempuan yang biasa disapa Kiki ini yakin, mereka dapat melampaui target awal. “Semakin ke sini, kita justru semakin yakin,” katanya. Ia pun berharap, para pemain belia Jaya Raya Solo dapat memetik pengalaman berharga dari Polytron Superliga Junior 2025. Mengingat, bermain beregu menekankan pentingnya kekompakan dan kerja sama di antara para pemain. “Dari kejuaraan ini mereka mengalami langsung hawa yang berbeda yang ada dalam bermain beregu. Saya berharap juga performa mereka terus membaik,” ujarnya menyatakan. Sementara, laga final U13 putri antara Champion Klaten dan Taqi Arena berlangsung ketat sejak partai pertama. Poin pertama bagi Champion Klaten diraih oleh Griselda Galafreya Naashir, yang menang dua gim 21-16, 21-18 atas Gracela Candrepha Utami. Namun, Taqi Arena dapat menyamakan kedudukan menjadi 1-1 berkat kemenangan Berliana Rahma, lalu unggul 2-1 setelah Rayya Aqila Qaireen menang di partai ketiga. Griselda, yang turun di partai keempat di sektor ganda bersama Neisya Syaza Vardian, mampu memaksakan laga beregu ini menuju partai kelima, setelah menang dengan skor identik 21-14, 21-14 dalam tempo 27 menit atas Gracela Candrepha Utami/Rayya Aqila Qaireen. Dalam laga penentuan ini, Ayunda Zalfa Irmanto/Vanezya Artha Nafasta memastikan titel juara U13 putri Polytron Superliga Junior 2025, setelah menang dua gim 21-15, 21-12 atas Berliana Rahma/Vania Dwi Yanti.

Superliga Junior 2025: PB Djarum & Exist Berbagi Gelar Juara U15

Tim U15 Putra PB Djarum

Tim U15 putra PB Djarum dan tim U15 putri Exist Badminton Club keluar sebagai juara Polytron Superliga Junior 2025. Dalam pertandingan final yang digelar di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (21/9). Tim Putra PB Djarum meraih Piala Sigit Budiarto berkat kemenangan 3-0 tanpa balas atas Taqi Arena, sementara Exist Badminton Club meraih Piala Maria Kristin usai menang atas PB Djarum dengan skor 3-1. Dalam final kejuaraan beregu yang berlangsung pada 15-21 September ini, tiga poin yang memastikan PB Djarum keluar sebagai juara, diraih oleh menempatkan dua pemain tunggal, Revan Adrilleo Saputra dan Rafi Qabilah Fathurrahman, serta ganda Darmawan Setiawan/Muhammad Waldan Habibi. Revan mampu memenangi laga tiga gim berdurasi 62 menit atas Rafi Qabilah Fathurrahman, yang berakhir dengan skor 21-13, 20-22, 21-16. Sementara, Rafi dan Darmawan/Waldan masing-masing memenangi laga melalui straight games. Manajer tim PB Djarum, Leonard Holvy De Pauw mengungkapkan, sejak hari pertama Polytron Superliga Junior 2025, para pemainnya cukup terkejut dengan tekanan dalam bermain beregu. Beberapa kali sudah berada di ambang kekalahan di sejumlah pertandingan fase penyisihan grup, tetapi mereka mampu membalikkan keadaan hingga akhirnya menembus partai puncak. “Mereka masih under perform karena baru pertama kali main beregu,” tuturnya kepada wartawan. “Bagusnya, dari hari pertama kita langsung belajar dari pengalaman berharga ini. Dan pada hari-hari berikutnya, anak-anak tampil bagus. Sebenarnya peak mereka adalah sewaktu melawan Mutiara Cardinal di semifinal, lalu ketika bertemu Taqi Arena di final mereka sudah mendapatkan feel-nya. Hawanya sudah enak untuk bertarung,” Leonard, menjelaskan. Sementara itu di nomor putri, Exist Badminton Club berhasil meraih gelar juara usai tertinggal terlebih dahulu di gim pertama usai Chintya Cahyaningtyas Ayu Widayat kalah dua gim langsung 9-21, 14-21 dalam tempo 33 menit dari Kalia Rahmadani. Namun, klub bulu tangkis yang bermarkas di kawasan Cibinong, Jawa Barat tersebut meraih tiga poin beruntun melalui dua pemain tunggal, Zaira Octavia Armi dan Berlian Indah Pinastika, serta ganda Berlian Indah Pinastika/Malika Nur Aqilah. Hasil pertandingan final Putra U15 Superliga U15: Revan Adrilleo Saputra VS Rafi Qabilah Fathurrahman 21-13, 20-22, 21-16 Darmawan Setiawan/Muhammad Waldan Habibi VS Ahmad Gustav Azmi/Benediktus Bryan Ardhitama 21-17 21-11 Adhy Hasmoro VS Radinka Regaz Pratama 22-20, 21-17 Deva Devandra Santosa/Muhammad Ashil VS Kausar/Prabu Arsya Pratama (Tidak dimainkan) Ghathfaan Rizqie Ramadhan VS HaryantoRafka Tratama Sanjaya (Tidak dimainkan) Hasil pertandingan final Putri U15 Superliga U15: Kalia Rahmadani VS Chintya Cahyaningtyas Ayu Widayat 21-9, 21-14 Tiyas Anggraeni VS Zaira Octavia Armi 21-17, 18-21, 12-21 Almaira Dzakira Wulanda Lestari VS Berlian Indah Pinastika 21-18, 16-21, 12-21 Gabrielle Bernice Nugroho Supriyadi/Syaikha Gendis Putri Setiawan VS Berlian Indah Pinastika/Malika Nur Aqilah 17-21, 17-21 Almaira Dzakira Wulanda Lestari/Kalia Rahmadani VS Chintya Cahyaningtyas Ayu Widayat/Yemima Febryanti Wijaya (tidak dimainkan)

FIBA U16 Women’s Asia Cup 2025: Indonesia Amankan Medali Perunggu

Joanne Giovanni

Kekalahan di laga semifinal FIBA U16 Women’s Asia Cup 2025 Malaysia – Division B kontra India menuntun Tim Nasional (Timnas) Basket Putri Indonesia menuju laga perebutan posisi ketiga pada Kamis, 19 September 2025. Pada laga tersebut, Indonesia kembali dipertemukan dengan Hong Kong, tim yang juga menelan kekalahan di fase semifinal, sekaligus tim yang sempat menumbangkan Indonesia di fase grup. Di mana kala itu Indonesia terkena comeback dan kalah tipis 74-71. Namun, hasil berbeda justru hadir. Indonesia sukses melakukan revans dan mengunci kemenangan meyakinkan 51-30. Kemenangan tersebut memastikan medali perunggu menjadi milik Indonesia. Meski gagal menembus final, setidaknya Timnas Putri U16 tidak pulang dengan tangan kosong. Perjalanan menuju kemenangan tidak mudah. Indonesia sempat terseok di awal laga dengan skor imbang 7-7 pada kuarter pertama. Namun, mereka berhasil bangkit di kuarter kedua. Meski Hong Kong lebih dulu membuka keran poin, Indonesia berhasil membalikkan keadaan dan menutup paruh pertama dengan keunggulan 23-13. Sejak saat itu, Indonesia tidak pernah lagi tertinggal. Anak asuh Marlina Herawan terus memperlebar jarak hingga akhirnya menutup pertandingan dengan selisih 21 angka. Berbeda dari pertemuan sebelumnya, Indonesia tampil jauh lebih rapi dan agresif. Mereka unggul di hampir semua aspek, mencatat 21 steal dan mengonversinya menjadi 22 poin dari turnover lawan. Meski tak ada pemain yang menonjol secara individu, kontribusi kolektif menjadi kunci kemenangan. Hanya ada satu pemain yang menorehkan dua digit, yakni Hannah Harshita dengan 12 rebound. Sementara untuk urusan poin, Hannah Harshita, I Gusti Ayu Krisabella, dan Racquell Fulgencia Hendyawan sama-sama menjadi yang terbanyak dengan sembilan angka. Indonesia telah berjuang keras sepanjang sepekan terakhir. Medali perunggu ini menjadi bukti nyata bahwa mereka mampu bangkit setelah kegagalan di semifinal, sekaligus menegaskan potensi besar yang dimiliki generasi muda basket putri Tanah Air untuk bersinar di masa depan.