Seleksi Timnas Putri Banyak Usia 19 Tahun, Legenda Indonesia Beri Catatan Khusus

Rahma Wulan (depan), salah satu striker dalam seleksi Timnas Putri Indonesia. (bola.com)

Jakarta- Pelatih Timnas Putri Indonesia, Satia Bagdja, secara bertahap mulai menekankan tentang latihan organisasi permainan serta penguasaan bola yang diberikan pada peserta seleksi. “Ini masih tahap seleksi. Cuma pengenalan taktik dan formasi saja serta mengutamakan penguasaan bola. Postur pemain rata-rata kecil dan ini kelebihannya. Kita punya agility dan kecepatan,” ungkap Satia pada Rabu (8/3) di di kamp pelatihan National Youth Training Centre (NYTC) Sawangan, Depok, Jawa Barat. Namun, di awal pekan tahap seleksi Timnas Putri, masih terkendala adaptasi bermain dan status di klub yang tidak permanen, sehingga jarang latihan. Hal ini disampaikan Papat Yunisal, manajer Timnas Putri Indonesia. “Proses adaptasi antara satu pemain dengan yang lain, masih jadi prolem. Belum lagi status di klub yang tidak permanen, jadi menyesuaikan dulu dengan pola latihan Timnas”, ungkap Papat yang rutin mendampingi proses seleksi ini. Papat menambahkan dengan rataan usia pemain di angka 19 tahun, maka pengamalan berlatih dan bermain dalam tensi tinggi, tentu ini menjadi catatan. Mantan pelatih sepak bola putri Timnas Indonesia, Rully Nere yang hadir di sela-sela latihan pada Selasa (6/3) sore, amat mengkritisi soal ini. “Saran saya, materi timnas kali ini untuk pemain usia muda ya ditahan dulu. Kalau latihan atau seleksi, memang bagus untuk mental. Tapi untuk masuk timnas, terutama untuk event seperti Asian Games dan Piala AFF Wanita 2018, ya nanti dulu,” tegas pria asal Sentani, Papua ini. Ia mengkhawatirkan kondisi psikis pemain muda mudah down, jika bertemu dengan negara lain yang punya jam terbang dan prestasi mapan, seperti Australia, Jepang atau Korea Selatan. “Idealnya, komposisi pemain timnas senior itu usia yang 23 tahun ke atas, supaya mental bermain juga terjaga. Di level sepakbola putri, pengalaman itu salah satu bekal yang utama membangun tim,” tegasnya. (Dre)

LIMA Badminton: Blibli.com West Java Conference 2018 Besok Berputar di Bandung

LIMA Badminton: Blibli.com West Java Conference 2018 siap berputar mulai 8 Maret. (facebook.com)

Jakarta- Rangkaian Liga Mahasiswa (LIMA) Badminton memasuki musim keenamnya pada 2018. LIMA Badminton region Jakarta Raya sukses digelar pada 25 Februari hingga Sabtu (3/6). Pekan ini, LIMA Badminton berputar di region Jawa Barat, dengan titel LIMA Badminton: Blibli.com West Java Conference (WJC) 2018. Event kompetisi badminton antarmahasiswa ini digelar mulai 8-14 Maret 2018 di GOR Lodaya, Bandung. Sembilan tim putra dan lima tim putri dari region Jawa Barat akan bertanding di LIMA Badmiton: Blibli.com WJC 2018 ini. Selain nomor beregu, LIMA Badminton: Blibli.com WJC 2018 ini juga meampilkan nomor perseorangan. Tercatat 14 wakil tunggal putra dan 10 pasang ganda campuran akan saling bersaing. Pada season 5 (2017 lalu), STKIP Pasundan memenangi LIMA Badminton untuk kategori beregu putra, sedangkan UPI menjadi jawara kategori putri pada fase conference di region Jawa Barat. Ke-9 tim putra yang tampil yakni STKIP Pasundan, Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Galuh (Unigal), STIE Ekuitas, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Widyatama (Utama), Universitas Komputer Indonesia (Unikom), Universitas Parahyangan (Unpar), UIN Sunan Gunung Djati (UIN SGD), dan Universitas Islam Bandung (Unisba). Untuk beregu putri akan disajikan oleh tim dari STKIP Pasundan, Unpad, UPI, Unikom, dan UIN SGD. (Adt)

Pecahkan Rekor Dunia, ‘Laba-laba Grobogan’ Jadi Andalan Panjat Tebing Indonesia

Atlet-panjat-tebing-Indonesia-Aries-Susanti-Rahayu.-Tempo.co_

Jakarta- Lantaran keisengan menjajal olahraga panjat tebing, kini membuatnya menjadi atlet andalan Indonesia. Nama Aries Susanti Rahayu di atas permukaan dinding tak perlu diragukan lagi. Gadis asal Grobogan, Jawa Tengah, kini jadi salah satu andalan tim putri panjat tebing Indonesia. Aries yang duduk di peringkat 13 dunia di nomor speed, awalnya merupakan seorang atlet atletik. “Waktu SD, saya atlet atletik. Dikenalin panjat tebing sama guru waktu SMP, kok ternyata ini menantang. Terus dari kecil juga ya senang manjat-manjat pohon,” kisah bungsu dari tiga bersaudara ini. Keisengan mencoba panjat tebing pun ternyata berbuah manis bagi Aries. Ia dipanggil masuk Pelatnas panjat tebing usai menjuarai Kejurnas pada November 2017, karena pelatih Timnas panjat tebing nomor speed, Hendra Basir, tertarik dengan bakatnya. “Alhamdulillah masuk pelatnas setelah selesai Kejurnas. Saya dimasukkan karena promosi, April 2017 (awal pemusatan Timnas panjat tebing) belum masuk. Dari data prestasi, manajer Pelatnas melihat saya tidak masuk, tapi dari sisi kualitas, oleh pelatih (Hendra Basir) saya dipanggil ikut seleksi dan bisa mengimbangi,” kata Aries. Lajang 23 tahun itu pun menegaskan siap membawa Indonesia berbicara banyak di Asian Games 2018 nanti. Ia tak merasa terbebani dengan target dua emas yang dipatok pemerintah kepada Timnas panjat tebing. “Target dua emas Insya Allah bisa, dan saya yakin juga tim Indonesia bisa. Saya enggak beban, karena itu buat memacu diri sendiri untuk bisa membuktikan tim Indonesia bisa,” tegas mahasiswi Universitas Muhammadiyah Semarang jurusan Manajemen itu. Keoptimisan Aries pun dibarengi dengan hasil catatan waktu yang diraihnya saat mengikuti Pelatnas panjat tebing. Ia mencetak catatan waktu tercepat dengan 6.96 detik di nomor speed. Catatan itu pun rupanya telah memecahkan rekor dunia speed putri yang dipegang atlet Rusia dengan 7.38 detik. Sayang, rekor itu diukir dalam sesi latihan di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, tempat pemusatan latihan nasional (pelatnas) panjat tebing Indonesia untuk Asian Games 2018, sehingga catatan waktu itu belum resmi menjadi rekor dunia. Ia pun berharap targetnya pada 2018 dapat terpenuhi. “Selain ingin podium di Asian Games, semoga bisa pecahkan rekor di kejuaraan dunia dan jadi juara juga. Amin,” tutur Aries. (tha) Nama: Aries Susanti Rahayu Tempat lahir: Grobogan, Jawa Tengah Tanggal Lahir: 22 Maret 1995 Nomor pertandingan: Speed climbing perorangan putri, speed climbing relay putri Orang Tua: S. Sanjaya (Ayah) dan Maryati (Ibu) Sekolah : Universtas Muhamadiyah (Semarang), Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Prestasi internasional: Medali perak di Kejuaraan Dunia Panjat Tebing di Xiamen – speed perorangan putri (2017) Medali perunggu di Kejuaraan Asia di Iran – speed perorangan putri (2017) Medali emas di Kejuaraan Asia di Iran – speed relay putri (2017)

Jadwal Piala AFF Wanita 2018 Maju, Timnas Putri Gelar Seleksi Lebih Cepat

Mitra Nur Fajriana (rompi oren) dalam seleksi Timnas Putri Indonesia di Sawangan. (bola.com)

Sawangan- Timnas Putri Sepak Bola Indonesia resmi menyeleksi pemain, yang dimulai Selasa (6/3) pagi, di kamp pelatihan National Youth Training Centre (NYTC) Sawangan, Depok, Jawa Barat. Seleksi dilakukan sebagai persiapan untuk menghadapi event Asian Games dan AFF Womens Championship (Piala AFF Wanita) 2018. Seleksi diikuti 40 pemain dan berlangsung selama satu bulan hingga 5 April mendatang. Pelatih Satia Bagdja dibantu Alex sebagai asisten pelatih, dan Beny Van Breukelen sebagai pelatih kiper. Satia Bagdja, mengaku terkejut dengan peforma pemain yang mengikuti seleksi. “Sangat surprise, karena banyak pemain yang ngerti teknik bola dibandingkan yang dulu. Tapi kita masih menunggu beberapa pemain dari Papua”, kata Satia, Selasa (6/3). Satia juga memastikan bila program saat ini fokus untuk seleksi dan pemusatan latihan. “Kami harus mengejar waktu. Karena agenda Piala AFF, jadwalnya maju dari 1 Mei sampai 10 Mei, yang awalnya akan berlangsung bulan Juni,”, tambahnya. PSSI menargetkan Timnas Putri bisa menembus 10-besar Asian Games dan semifinal di Piala AFF Wanita 2018. Sebagai tuan rumah, Indonesia tak ingin prestasi Timnas Putri terpuruk di dua ajang itu. “Ada 40 pemain yang masuk list. Mereka berasal dari turnamen Women’s Football Road To Asian Games Piala Pertiwi yang dilaksanakan PSSI di Palembang, Desember 2017. Selain itu, ada juga dari pengamatan tim pelatih,” beber manajer Timnas Putri Indonesia, Papat Yunisal, pekan lalu. “Seleksi dilakukan, sebelum memasuki program pemusatan latihan (TC). Pelatih sudah punya program untuk Piala AFF Wanita 2018 dan Asian Games. Dalam setiap TC kami agendakan uji coba,” imbuh Papat yang juga menjabat sebagai anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI. Menilik ke belakang, timnas sepak bola perempuan Indonesia sebetulnya pernah disegani di level Asia. Prestasi terbaik mereka kala menjadi semifinalis pada Piala Asia 1977 dan 1986. Sayang, perlahan prestasi sepak bola kaum hawa Indonesia meredup. Ditengarai, salah satu penyebabnya adalah pembubaran pengurus Liga Sepak Bola Wanita (Galanita) pada 1993. (Dre) 40 Pemain Seleksi Timnas Putri Indonesia Kiper 1. Riska Yulianti (Babel) 2. Norvince Boma (Papua) 3. Vera Lestari (DIY) 4. Debi Puspita (Sumsel) Belakang 6. Sherly Eka (Babel) 7. Novia Jigibalon (Papua) 8. Dopimina Kogoya (Papua) 9. Nurlaili Khomariyah (Sumsel) 10. Arynda C Rahmawatie (Sumsel) 11. Een Sumarni (Jabar) 12. Ela Wati (Kalbar) 13. Prihatini (Banten) 14. Iyya Lovista (Banten) 15. Sri Devi CB (Jakarta 69) Tengah 16. Ade Mustika (Babel) 17. Rani Mulyasari (Babel) 18. Rulin Aspalek (Papua) 19. Regina Wonda (Papua) 20. Dwi Aprilia (DIY) 21. Jesica Virginia (Sulsel) 22. Dhanielle Daphne (Jabar) 23. Susi Susanti (Kalbar) 24. Mepi Pia (Kalbar) 25. Carlo Bio Pattinasarani (Banten) 26. Mitha Nurfajriana (Sulsel) 27. Risqiyanti (Jateng) 28. I Dewa Ayu Ratnasari (Bali) Depan 29. Vivi Oktavia Riski (Babel) 30. Yudith Herlina (Papua) 31. Feibe Pekey (Papua) 32. Riski Amalia Putri (Sumsel) 33. Risna Delila Putri (Jabar) 34. Ria Ristiani (Jabar) 35. Tugiyati, (Kalbar) 36. Syenida Meryfandia (Kalbar) 37. Ayu Risky (Persab Brebes) 38. Jasmine Martina (Pro Direct Academy) 39. Zahra Musdalifah (Banten) 40. Rahma Wulan Aprilita (Jaya Kencana Angel)

Perebutan Puncak Klasemen di Pekan Ke-8 JSFL

Mentari Intercultural School Jakarta (hitam) tampil dalam ajang JSFL 2018. (net)

Jakarta- Pekan ke 8 dalam turnamen JSFL (Jakarta School Football League) kembali digelar. Seperti biasa, kejuaraan sepakbola ini digelar dari usia U-8 sampai U-19. Persaingan kelompok dibawah 8 tahun Divisi A, tim Al-Azhar Kembangan menduduki peringkat pertama dengan poin 21. Beralih ke posisi B, puncak klasemen ditempati oleh MISJ (Mentari Intercultural School Jakarta) A dengan poin 14. Sedangkan divisi C, JJC (the Jakarta Japanese Club) mengantongi poin 15 dan disusul oleh Insan Cendekia Madani dengan poin 13. Divisi D, AIS (Australian Independent School) dan GSPM (Global Sevilla Pulo Mas) bersaing ketat untuk menempati puncak klasemen. Aksi ketat juga terjadi di laga U-10. Masing-masing divisi A sampai E diduduki oleh BSJ (British School Jakarta) B, BSJ S, ACS Jakarta, NIS (Netherland Intercommunity School), dan Sekolah Victory Plus. Sedangkan di divisi F, Kinderfield dan BIntan Asia saling berebut posisi pertama dengan sama-sama mengantongi poin 15. Kategori usia dibawah 12 tahun, persaingan menarik terjadi di divisi D, karena tiga tim bersaing untuk menempati posisi puncak dengan sama-sama mengantongi poin 9. Perkembangan di U-14, puncak klasemen di divisi A dan B sama-sama mengantongi poin 15, berbeda dengan divisi C yang unggul satu poin, yakni 16 untuk JJC (the Jakarta Japanese Club). Sedangkan U-16, Madania menempati posisi pertama yang bersaing dengan Dragons. Madania memuncaki klasemen karena menang selisih gol sebanyak 9 gol. Peringkat ketiga diikuti oleh SIS (Singapore Intercultural School) United dengan poin 9 yang juga berpeluang karena hanya berselisih satu poin saja. Kelas U-19, SA Lavenue kokoh dipuncak dengan 12 poin, berbeda 3 poin atas rival dibawahnya. Partai di pekan ke-9 JSFL 2018 akan kembali digelar pada 10 Maret 2018 di Lapangan British School Jakarta. (Dre)

Coret Satu Pemain, Ini Skuat Timnas U-16 Ke Jepang

Timnas U-16 mencoret satu pemain jelang mengikuti turnamen di Jepang. (PSSI.org)

Jakarta- Timnas U-16 siap tampil dalam event Jenesys di Jepang pada 6-15 Maret 2018. Para pemain dan tim pelatih beserta ofisial dijadwalkan bertolak ke Jepang pada Senin (5/3), pukul 23.00 WIB. Pelatih Timnas U-16, Fakhri Husaini, pun sudah menetapkan 17 pemain yang dibawa ke Jepang. Penetapan dilakukan usai pelatnas tahap kedua pada akhir Februari. Selama pelatnas timnas U-16 menggelar 3 uji coba. Dua diantaranya diraih dengan kemenangan dan hanya satu kali mengalami kekalahan. Timnas U-16 kalah dari Diklat Ragunan U-17, skor 2-3, berikutnya Persija Barat U-17 dikalahkan 9-0. Terakhir Akademi Babek U-17 dihajar 8-0 “Dalam TC tahap kedua ini, saya merasa pemain sudah siap untuk mengikuti Jenesys. Dari segi pemahaman taktik, teknik, fisik dan mental para pemain sudah bagus,” kata pelatih timnas U-16, Fakhri Husaini. Dari sekian banyak pemain, salah satu yang tak dibawa adalah Amanar Abdillah. Pemain asal Aceh itu gagal berangkat karena mengalami cedera. Dokter timnas U-16, Dicky Muhammad Shofwan, memberi penjelasan terkait Amanar. “Dia mengalami sedikit masalah. Otot hamstring yang tertarik, walaupun ringan, harus dirawat segera untuk mengurangi pembengkakan dan mempercepat penyembuhan,” ujar Dicky. Atas rekomendasi dokter, Fakhri memutuskan mengistirahatkan Amanar. “Kondisi Amanar sulit untuk berangkat, karena mengalami cedera. Menurut dokter dia harus menjalani perawatan. Saya tidak mau ambil risiko,” ujarnya. “Saya katakan bagi pemain yang tak berangkat, jika perjalanan masih panjang. Bukan hanya di Jenesys. Mereka masih punya kesempatan di dua turnamen lagi, Piala AFF U-15 dan Piala Asia U-16 di tahun ini. Jadi jangan berkecil hati,” tutup Fakhri. (Dre) Skuat Timnas U-16 Kiper Ahludz Dzikri Fikri, Ernando Ari Sutaryadi Belakang Ahmad Rusadi, Fadillah Nur Rahman, Muhammad Reza Fauzan, Amiruddin Bagas Kaffa, Muhammad Salman Alfarid, Mochamad Yudha Febrian Tengah David Maulana, Komang Teguh Trisnanda, Brylian Aldama, Rendy Juliansyah, Hamsa Lestaluhu, Mochammad Supriadi, Andre Oktaviansyah, Yadi Mulyadi Depan Sutan Zico

Menang Telak, Timnas U-16 Tutup Persiapan Jelang Turnamen Jenesys

Timnas U-16 Tutup Persiapan Jelang Turnamen Jenesys di Jepang pekan ini. (pssi.org)

Jakarta- Selesainya TC tahap kedua Timnas U-16 ditutup dengan manis. Timnas U-16 meraih kemenangan telak 8-0 pada laga uji coba melawan tim Akademi Babek U-17 di Stadion Atang Sutresna, Komplek kopassus, Jakarta Timur, Minggu (4/3). Gol diciptakan melalui aksi Rendy Juliansyah, Zidane Pramudya, Muhammad Fajar, Yadi Mulyadi, Hamsa Lestaluhu, dan Brylian Aldama. Sementara dua gol lainnya diciptakan oleh Sutan Zico. Fakhri Husaini, arsitek Timnas U-16 mengaku puas dengan performa anak asuhnya pada hari ini. “Ini hasil positif. Lawan memberikan tekanan pada tiga menit awal pertandingan. Namun pemain bisa melakukan apa yang dikerjakannya selama ini di pemusatan latihan dengan langsung mencetak gol”, kata Fakhri, pada Minggu (4/3). Meskipun TC Timnas U-16 sudah berakhir yang dilaksanakan selama dua pekan, kini Brylian Aldama dan kolega fokus pada turnamen Jenesys yang berlangsung di Jepang pada tanggal 6-15 Maret. Rencananya, pada Senin (5/3) malam punggawa Timnas U-16 siap berangkat dengan pesawat garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Pelatih kelahiran Aceh tersebut juga mengatakan timnya sudah siap tampil di turnamen Jenesys pasca menjalani pemusatan latihan. Nantinya, para pemain tak hanya sekadar bertanding saja, melainkan juga diselingi oleh kegiatan pertukaran budaya di Jepang. (Dre)

Belum Ada Kompetisi, Ketum PB Perbasasi : Kejuaraan Rutin Justru Selalu Ada Tiap Pekan di Seluruh Indonesia

Ketua Umum PB Perbasasi Andika Monoarfa (bertopi) saat acara launching Jersey Timnas PB Perbasasi di Jakarta. (Art/NYSN.com)

Jakarta- Makassar Open International Softball Men’s and Women’s 2017 diikuti 12 klub partisipan. Tak hanya berasal dari dalam negeri, kejuaraan tahun lalu itu ternyata menjadi agenda rutin bagi klub Varsity dari Malaysia. Dengan skuad putera dan puteri, tim negeri Jiran itu juga diperkuat beberapa pemain asing asal Singapura dan Australia. Bagi Ketua Umum Pengurus Besar Perserikatan Baseball Softball Seluruh Indonesia (PB Perbasasi) yang baru, Andika Monoarfa, gairah kejuaraan internasional di daerah ini menjadi benefit yang menjanjikan. Maklum, sejak 2004 silam, Liga Profesional Softball tak lagi berputar dan nasibnya timbul tenggelam. “Di era kepengurusan kini, setiap Pengurus Provinsi (Pengprov), diwajibkan menyelenggarakan kejuaraan secara rutin. Jika gagal, pasti bakal kena sangsi,” ujar pria kelahiran Jakarta, 3 Desember 1979 ini. Dan ternyata, gagasan ini justru disikapi positif oleh seluruh pengprov anggtoa PB Perbasasi. Hampir tiap pekan, Andika kerap berkunjung ke seluruh Pengprov dengan agenda membuka hingga menutup Kejuaraan yang berbasis turnamen, meski berskala daerah. “Kerjaan saya tiap pekan, membuka dan menutup Kejuaraan yang berputar di seluruh Pengprov Indonesia. Bukti gairah olahraga ini memang nyata dan terhitung sehat sebagai awal menuju era kompetisi,” tegasnya dalam acara launching Jersey Timnas PB Perbasasi pada Sabtu (3/3) di Jakarta. Meski demikian, ia memilih berasabar guna mencari konsep dan formula pelaksanaan Liga atau kompetisi secara berkala. Aktifnya beberapa kejuaraan diseluruh daerah dinyakini bila dalam waktu yang tak lama, PB Perbasasi sanggup menggulirkan Liga. “Spirit kejuaraan seperti ini harus dipupuk dan dipertahankan, toh dengan sendirinya, kelak era kompetisi atau Liga segera dibutuhkan. Apalagi, infratruktur Stadion dengan standar internasional juga sudah ada,” ungkapnya lagi. Stadion Softball dan Baseball dengan standar internasional sudah cukup banyak di Indonesia. Diantaranya Samarinda (Kalimantan Timur), Palembang (Sumatra Selatan), Bandung (Jawa Barat), Surabaya (Jawa Timur), serta fasilitas Stadion di Universitas Gajah Mada (Yogjakarta). “Intinya bersyukur dulu, kami punya infrastruktur Stadion yang memadai. Di Cabor lain, jarang malah yang punya Stadion. Saat ini pesebaran Stadionnya yang masih terus diupayakan,” ujar putera dari Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Suharso Monoarfa. Sosok muda dalam tubuh olahraga tepok bola dengan tongkat ini menyadari membangun Stadion itu bukan perkara mudah. Ketersediaan lahan dan harga tanah yang yang mahal, kerap menjadi kendala. “Bikin Stadion Softball itu aslinya murah. Field of Play-nya itu murah, karena lapangannya terdiri dari tanah gravel sama rumput, murah itu. Yang mahal itu tanahnya. Apalagi, kalo mau nambah pake lampu, tribun penonton, atau locker room, ya pasti mahal jadinya,” papar Andika. Jelang Asian Games 2018, Andika juga mengambil kebijakan non mainstream dengan mewajibkan setiap atlet pelatnas sofball dan baseball menandatangani kontrak dengan gaji Rp 8 Juta per bulan. Chief de Mission Asian Martial Art Games (AIMAG) 2017 ini mengambil kebijakan nilai gaji atlet pelatnas tak memakai platform Standar Biaya Masuk Lainnya (SBML) tetapi berpatokan dengan peraturan Menteri Keuangan (PMK). “Kalau menggunakan SBML gaji atlet hanya Rp4 juta/per bulan. Jadi, saya pakai aturan PMK dengan nilai gaji Rp8 juta per bulan,” tegasnya. Konsekuensi dengan gaji dan fasilitas memadai itu, kata Andika, seluruh atlet pelatnas Asian Games 2018 wajib mengikuti aturan yang diberlakukan. Salah satu contoh, atlet dilarang makan sembarangan dan harus mengkonsumsi makanan yang disediakan sesuai rekomendasi ahli nutrisi. “Asupan nutrisi sangat penting dalam menopang prestasi. Kalau sampai ada atlet yang ketahuan mengkonsumsi mie instan maka gajinya akan dipotong sebulan,” urainya. Apalagi, pemerintah melalui Kemenpora tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan pengajuan dana pelatnas Asian Games 2018 sebesar Rp45 miliar. Dengan kekuatan 17 atlet sofball putra dan 24 atlet baseball putri di bawah asuhan 4 pelatih asing, Kemenpora hanya memasok dana Rp12 miliar. Separuh untuk Softball dan Separuh Baseball “Dana Rp12 miliar tak cukup membiayai pelatnas. Apalagi, melibatkan 15 pelatih. Termasuk 4 pelatih asing, pelatih Strength and Conditioning dan pelatih Recovery. Makanya, saya harus siap mencari kekurangan anggarannya guna mencari sponsor,” paparnya. Andika pernah bekerja sebagai manajer artis sekaligus penyanyi, Andien. Andika juga pernah menjabat Direktur Niaga PT PT Merpati Nusantara Airlines (MNA). Di PB Perbasasi, nama Andika Monoarfa sudah tidak asing lagi. Ia pernah membantu Tim Nasional Indonesia meraih gelar juara di ASEAN Championship 2016. (art)

Warna Jersey Makin Minimalis, PB Perbasasi Pede Incar Prestasi Dunia

Jersey Baru yang diluncurkan PB Perbasasi jelang Asian Games 2018 dan Kejuaraan Asia di Jakarta pada April mendatang. (Art/NYSN.com)

Jakarta- Ada yang baru dengan jersey timnas Softball Indonesia di Asian Games 2018. Saat launching perayaan hari ulang tahun Pengurus Besar Perserikatan Baseball Softball Seluruh Indonesia (PB Perbasasi) ke-51 pada Sabtu (3/3) malam, jersey yang dipakai para atlet tak lagi bercorak meriah. Kesan simpel muncul kala melihat warna merah untuk pertandingan status tim tamu, dan putih untuk status pertandingan home. Tulisan “Indonesia” yang menempel di jersey bagian depan juga tidak aneh-aneh. PB Perbasasi terinspirasi dengan font tagline “Wonderful Indonesia” milik Kementerian Pariwisata. Tujuannya simpel, jersey Timnas softball dikembalikan ke khitahnya. “Kami luncurkan jersey baru. Jersey ini kembali ke basic, selama ini gonta-ganti warna, tulisan tapi minim prestasi. Kita kembalikan ke khitahnya. Ini desain tahun 1960 dengan penyempurnaan serta font mirip Wonderfull Indonesia,” ungkap Ketum PB Perbasasi Andika Monoarfa. Jersey ini sudah dipakai atlet membawa nama Indonesia di SEA Para Games 2017 lalu. Dengan wajah baru itu, Indonesia keluar sebagai juara umum. Harapannya, spirit menjadi yang terbaik dengan jersey baru ini terus menggelora di ajang berikutnya. Tuah jersey baru ini kembali diharapkan mengangkat nama Indonesia di Asian Men’s Softball Championship (Kejuaraan Softball Beregu Putera Asia) 2018, pada 23-28 April. Di ajang yang dilaksanakan di Stadion Softball GBK Senayan, para atlet wajib mengamankan medali perunggu sebagaimana prestasi Kejuaraan Asia pada 2016 di Jepang. “Minimal harus perunggu. Di ajang ini, tiga tim terbaik mendapatkan tiket ke kejuaraan dunia. Indonesia langganan lolos kualifikasi Kejuaraan Dunia. Kami ingin menjaga tradisi itu di kejuaraan Asia nanti,” jelasnya. Di ajang ini, ada 12 negara yang siap meramaikan. Selain Indonesia, ada juara dunia Jepang, kemudian China Taipei, Filipina, Korea, Pakistan, India, Iran, Hongkong, Singapura, Thailand, dan Malaysia. Menghadapi ajang ini, para atlet akan menggelar pelatnas pada 15 Maret nanti sampai pelaksanaan Asia Cup bertempat di Surabaya. “Soal pesaing, Jepang masih yang terbaik disusul China Taipei, lalu bisa Filipina,” ungkap Andika. Turnamen ini dimaksimalkan untuk memantapkan performa timnas jelang SEA Games 2019. Sebab, softball putera dipertandingkan di sana. Di arena Asian Games 2018, softball dipertandingkan untuk kategori puteri, sementara untuk baseball, hanya kategori putera. (dre)

Baju Fitness Wanita Bukan Sekedar Kaos dan Celana

Pemilihan-tepat-pakaian-fitness-untuk-wanita-demi-kenyamanan-dan-kesehatan.-Beautynesia.com_

Saat ini sudah banyak pakaian fitness wanita yang dalam berbagai model dan bentuk, yang dapat kamu sesuaikan dengan keinginan kamu. Selain memaksimalkan gerakan kamu dalam olah raga, model baju fitness sekarang juga sudah banyak yang membuat kamu tampil stylish walau sedang berolahraga. Tapi selain modelnya, ada beberapa faktor lain yang harus kamu perhatikan dalam memilih pakaian fitness, seperti jangan menggunakan jaket, harus menggunakan bra, tidak baik kalau menggunakan t-shirt dan masih banyak lagi. Memakai pakaian fitness yang pas tidak hanya dianjurkan karena membuat kamu nyaman saat memakainya, tapi juga ada faktor yang lebih penting lainnya, yaitu menghindari cedera. Contohnya, kalau kamu menggunakan pakaian yang terlalu ketat, akan membuat kamu lebih susah bernafas, dan juga menghambat aliran darah. Cedera yang dapat ditimbulkan tidak sepele, kamu bisa kekurangan oksigen saat berolahraga dan menyebabkan pingsan atau bisa juga otot kamu tertarik karena kurang bebas dalam bergerak. Dalam memilih pakaian kamu juga harus memperhatikan bahan dari pakaian tersebut. Banyak gerakan dalam fitness yang membutuhkan bahan berkualitas baik agar tidak terjadi cedera atau robek pada pakaian saat melakukan gerakan. Usahakan pilih pakaian fitness dengan bahan katun yang pastinya menyerap keringat dan juga memilih bahan yang elastis agar memudahkan kamu dalam melakukan kegiatan di fitness. Pilihan setelan baju fitness wanita yang bisa kamu jadikan rekomendasi Selain menutupi badan bagian atas, sekarang ini atasan fitness memiliki fungsi beragam yang tentunya bertujuan untuk mempermudah atau memaksimalkan segala gerakan kamu dalam olahraga fitness. Dibawah ini ada atasan fitness wanita yang bisa dibilang recommended untuk kamu : Under Armour HeatGear Armour Racer Tank Top Under Armour HeatGear Armour Racer Tank Top adalah produk keluaran produsen olah raga terkenal bernama Under Armour yang sudah memproduksi apparel olahraga dari tahun 1996. Atasan fitness ini menggunakan bahan dasar polyester yang cukup ketat namun mengikuti bentuk dan gerakan tubuh. Dengan model tank top slim fit dan tersedia dengan berbagai pilihan warna. Atasan ini memiliki fitur Transport System yang dapat menjaga tubuh tetap kering saat melakukan berbagai kegiatan fitness. Atasan fines ini dijual dengan harga Rp 459.000 dan kamu dapat membelinya di website Zalora. Adidas Ess Logo Lo Tee Adidas Ess Logo Lo Tee hadir dengan model kaos yang kece dengan logo brand Adidas pada bagian dadanya. Brand Adidas ini memang sudah terkenal dengan berbagai produknya yang memiliki kualitas tinggi. Ada fitur menarik pada kaos ini yang bernama Climalite, yang berfungsi membuat kaos tetap kering sehingga tidak berat dalam melakukan berbagai kegiatan walaupun sudah banyak berkeringat. Kaos fitness regular fit ini dijual dengan harga Rp 329.000 dan kamu dapat membelinya di website Lazada atau langsung ke store resmi Adidas terdekat. Women’s Nike Sportswear Vintage Dress  Women’s Nike Sportswear Vintage Dress merupakan salah satu keluaran produk atasan fitness Nike yang sangat cocok untuk wanita Indonesia. Nike memang sudah dikenal dengan berbagai produk apparel olahraganya yang selalu memprioritaskan kenyamanan dan aman pemakainya. Termasuk pada produknya yang satu ini yang bisa dibilang dibuat untuk muslimah, karena hampir mirip daster sehingga tidak terlalu menonjolkan bagian tubuh. Berbahan dasar katun polyester dengan kerah bulat dan memiliki panjang hingga paha ini memiliki tipe ukuran regular fit. Atasan ini dijual dengan harga Rp 479.400 dan kamu dapat membelinya di website Zalora atau langsung di gerai resmi Nike terdekat. Mango Comfort Racerback T-Shirt Mango Comfort Racerback T-Shirt merupakan produk keluaran produsen fashion terkenal asal Spanyol yang sudah mulai produksi sejak tahun 1984. Brand ini bisa dibilang sudah sangat mendunia, dapat dilihat dari jumlah toko resminya yang sebanyak 2.415 dan sudah tersebar di seluruh dunia. Perusahaan ini sudah banyak mengeluarkan produk fashion dari baju, celana, pakaian olahraga hingga gaun pesta. Produk atasan fitness-nya ini dapat membuat wanita tetap bisa tampil stylish saat fitness. Berbentuk tank top unlined dengan warna cerah, atasan ini juga memiliki slip on style yang pastinya membuat tambah kece. Atas fitness produsen Mango ini dijual dengan harga Rp 299.000 dan kamu dapat membelinya di website Lazada atau langsung ke gerai resmi Mango di Indonesia. Adidas Basic 3s Tank Ada satu lagi produk Adidas yang bisa menjadi pilihan kamu untuk memilih atasan fitness. Kali ini ada model Adidas Basic 3s Tank dengan bentuk tank top yang tentunya menambah kenyamanan dan mempermudah kamu dalam melakukan gerakan fitness. pada produk ini juga dilengkapi dengan fitur Climate dengan bahan kayu polyester yang ringan dan nyaman. Produk Adidas yang satu ini menawarkan dua warna dasar yaitu abu-abu dan navy yang dapat jadi pilihan kamu. Untuk memilih ukurannya kamu bisa sesuaikan dengan memilih ukuran normal. Dijual dengan harga yang Rp 299.000, kamu dapat membeli produk ini di website Berrybenka atau langsung di gerai resmi Adidas terdekat. (dre)

Menunggu Wajah Baru Klub “Bayi Ajaib” Persikota Tangerang

wajah-baru-persikota

Setelah luncurnya ‘lahir kembali’ Persikota Tangerang pada Minggu (11/02), klub julukan bayi ajaib tersebut menggelar seleksi terbuka untuk persipaan liga pada 26-28 Februari 2018 di Stadion Benteng, kota Tangerang. Hingga dua hari dilaksanakan, total peserta yang terlibat dalam proses seleksi mencapai 500 peserta dan nantinya akan mengerucut hingga 35 peserta. Mayoritas peserta berdomisili di Tangerang, meskipun beberapa peserta berasal dari luar kota Tangerang, bahkan luar pulau Jawa. Nursaelan, yang dipilih sebagai kepala pelatih untuk mengatasi klub Persikota mengatakan dari 500 peserta, akan memprioritaskan terlebih dahulu bagi peserta di lingkup kota Tangerang. “Kita prioritaskan di ruang lingkup kota Tangerang. Namun, jika ada yang lebih bagus, kita akan cari yang di luar lingkup Tangerang”, ujar pria kelahiran Banyumas tersebut. Proses seleksi juga terdiri dari beberapa kriteria, antaranya mengenai fisik, teknik, taktik, dan mental. “Kriteria seleksi ini kita lihat berdasarkan fisik, teknik, taktik dan mental. Tetapi, sementara ini kita lihat mereka secara skill yang kita lihat di lapangan”, tutupnya. (Dre)

Seleksi Pemain Persikota Tangerang Diwarnai Oleh Peserta Dari Timur

Seleksi-Persikota

Tangerang terus berbenah. Salah satunya adalah melalui dunia sepak bola. Tangerang punya dua klub kebanggan, Persita Tangerang dan Persikota Tangerang. Pada 26-28 Februari, Persikota membuka seleksi untuk para pemain kelahiran 1 Januari 1996 hingga 31 Desember 1997 yang diselenggarakan di Stadion Benteng, kota Tangerang. Sejak hari Senin, peserta telah mendaftarkan dirinya dan mencapai 500 peserta. Peserta datang dari seluruh nusantara. Salah satunya Rozy, peserta yang berasal dari Fak-Fak (Papua Barat). Tekad dan harapannyannya untuk menggapai cita-cita sebagai pemain sepak bola terus dikejar. “Saya berharap bisa lolos ke Persikota Tangerang. Siapa tau ada yang mantau setiap bermain dan itu bisa main ke Timnas Indonesia”, ujar Ozy panggilan akrabnya. Ozy memang lolos ke tahap akhir seleksi, tapi pesaing bukan hanya satu atau dua orang. Tetapi ia tetap berusaha semaksimal mungkin. Baiknya nasib Ozy tidak semulus Adol dan Arsy Londong. Kedua pria asal Nusa Tenggara Timur tersebut tidak bisa mengikuti proses seleksi Persikota Tangerang. Ungkapan kekecewaan dan penyesalan datang dari suara mereka berdua. “Saya kecewa banget. Ya memang informasi telat datang ke saya, dan harusnya Selasa (27/02) saya bisa daftar, tetapi saya telat bangun pagi jadi tidak bisa ikut seleksi Persikota”, ujar Adol yang berasal dari Flores. Ungkapan yang hampir sama juga diutarakan oleh Arsy. “Informasinya baru dapet kemarin sore, niatnya ngejar daftar hari ini (27/02) tapi sampai ke stadion siang dan pendaftaran udah ditutup. Lumayan kecewa sih, tapi ya sudahlah”, ujar pria kelahiran Sumba, NTT tersebut. Meskipun kecewa, mereka berdua tidak patah asa. Mereka justru akan lebih giat lagi berlatih dan akan mengikuti proses seleksi-seleksi sepak bola bersama Persikota atau klub lainnya. (Dre)

Tahukah Kamu, Ternyata Tidak Semua Jenis Rumput Bisa Digunakan di Lapangan Sepak Bola

Ilustrasi rumput lapangan sepakbola

Seperti layaknya pelukis dengan kanvasnya, fotografer dengan kameranya, begitu juga dengan pemain sepak bola dengan lapangannya. Ya, lapangan bagi pemain sepak bola merupakan salah satu media untuk menghasilkan karya bagi pesepakbola dalam mengolah si kulit bundar. Sejatinya, sepak bola tidak hanya lapangan rumput saja, juga terdapat dua gawang, permukaan yang datar, dan juga benda yang berbentuk bundar yang bisa ditendang. Di atas lapangan rumput, pemain akan leluasa membuat karyanya bersama si kulit bundar. Selain itu, lapangan rumput hijau juga membuat pemain terrhindar dari risiko cedera misalnya. Berbicara menyoal lapangan rumput hijau, tahukah kamu kalau tidak sembarang rumput yang biasa digunakan untuk bermain sepak bola. Berikut adalah beberapa jenis rumput yang biasa digunakan pada lapangan sepak bola: Zoysia Matrella (ZM) Biasa disebut dengan rumput manila. Rumput ini memiliki warna hijau yang paling pekat. Tingkat elastisitas juga sangat baik. Tekstur rumput dengan daun yang runcing dan rigiditas yang rapat memastikan bahwa rumput aman terkena studs (pul sepatu). Cynodon Dactylon (CD) Biasa disebut dengan rumput Bermuda. Kualitasnya hamper sama dengan ZM, namun kekuatan akar rumput tidak sekuat rumput ZM. Akar rumput mudah terkelupas ketika terinjak-injak pemain, karena itulah rumput lebih banyak digunakan pada lapangan golf. Axonopus Compressus (AC) Sering juga disebut dengan rumput gajah. Rumput ini sering diketemukan di taman, alun-alun, maupun pinggir jalan. Rumput ini memiliki perakaran yang baik, namun bentuk daunnya lebih lebar jika dibandingkan dengan dua jenis rumput sebelumnya. Hal ini menyebabkan rumput menjadi lebih mudah rusak terkena pul sepatu atau studs. Tiga jenis rumput di atas merupakan rumput lapangan sepakbola seperti kerapatan, elastisitas, mampu menahan beban, dan memiliki akar yang kuat. Tetapi di zaman modern seperti saat ini, klub-klub elit di dunia khususnya Eropa, sudah memakai rumput jenis sintetis atau buatan. (Dre)

Kisah Ganefo, Ajang Olahraga Negara Berkembang Yang Dipelopori Oleh Ir. Soekarno

Presiden Soekarno saat memberikan pidato pembukaan Ganefo pada tahun 1963.

Dua tahun sebelum rezim Orde Baru, tepatnya pukul tiga sore, stadion Gelora Bung Karno sudah dipenuhi 100 ribu penonton. Pukul empat sore, Presiden Soekarno tiba menggunakan helikopter. Lalu, berbarengan dengan seorang atlet Indonesia, Harun Al-Rasjid yang berlari membawa obor untuk menyalakan tungku api. Maka, dimulailah rangkaian acara pembukaan pesta olahraga akbar, The Games of the New Emerging Forces (Ganefo) pada 10 November 1963. Soekarno naik ke podium dan lantang mengatakan, “dengan ini, Ganefo I saya buka!”. The Games of the New Emerging Forces (Ganefo) atau dalam bahasa Indonesia “Pesta Olahraga Negara-negara Berkembang”, singkatnya yakni suatu ajang olahraga yang didirikan oleh mantan Presiden Indonesia, Soekarno pada tahun 1962 sebagai tandingan dari Olimpiade. Ganefo juga menegaskan bahwa politik tidak bisa dipisahkan dengan olahraga, hal ini menentang Komite Olimpiade Internasional (KOI) yang memisahkan antara politik dan olahraga. Ganefo, sejatinya bukan hanya ajang olahraga saja melainkan sarana pertukaran budaya antar negara-negara berkembang yang ada di dunia. Sebelumnya, pada 27-29 April 1963 sesuai intruksi Soekarno, Konferensi Ganefo dilaksanakan secara kilat. Terdapat sepuluh negara hadir sebagai anggota penuh, yaitu; Kamboja, Tiongkok, Indonesia, Guinea, Irak, Pakistan, Mali, Vietnam Utara, Republik Persatuan Arab, dan Uni Soviet. Sedangkan Srilanka da Yigoslavia hadir sebagai pengamat. Maka dari konferensi tersebut, Ganefo dikenalkan dan dikemukakan ke publik untuk pertama kalinya. Dalam pidato Konferensi Ganefo di Hotel Indonesia, Presiden Soekarno menjelaskan tentang tujuan Ganefo yang memang menandingi kubu imperialism dalam sistem olimpiade modern. “Kami dengan senang hati bergabung ke dalam IOC (International Olympic Committee) karena kami sependapat dengan ide yang disampaikan oleh Baron de Coubertin. Tapi apa yang ternyata kami dapatkan dari IOC? Sikap mereka menunjukkan bahwa mereka sekarang hanyalah sebuah alat imperialism dan politik! Kami punya pengalaman pahit dengan Asian Games! Bagaimana perasaanmu, komunis Cina! Ketika kamu dikucilkan dari olahraga Internasional hanya karena kamu negara komunis? Ketika mereka tidak bersahabat dengan Republik Persatuan Arab, ketika mereka mengucilkan Korea Utara, ketika mereka mengucilkan Vietnam Utara, bukankah itu keputusan politik?”, kecam Presiden Soekarno. Ganefo I dilaksanakan pada 10 hingga 22 November 1963 di Jakarta, dengan Indonesia sebagai panitia pelaksananya. Jumlah peserta awal Ganefo mencapai sekitar 2.700 atlet dari 51 negara di Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika Latin. Pada Ganefo I, Tiongkok menduduki peringkat pertama, sedangkan tuan rumah, Indonesia sendiri menduduki peringkat ketiga. Seiring berjalannya Ganefo, IOC dan federasi internasional mengamati pergerakan ini. Hingga pada akhirnya IOC mengumumkan bahwa mereka tak mengakui adanya Ganefo dan akan mempertimbangkan para atlet yang berpartisipasi dalam Ganefo tidak bisa mengikuti Olimpiade Tokyo 1964. Namun, untuk Indonesia sendiri, mereka tetap berangkat. Setelah sampai di Tokyo, mereka mengancam IOC: megizinkan seluruh kontingen Indonesia untuk ikut Olimpiade. IOC tetap pada keputusannya dan Indonesia pun akhirnya memutuskan angkat kaki dari Olimpiade Tokyo 1964. Tiga tahun berselang, Ganefo II berlangsung pada 25 November-06 Desember 1966, yang sebelumnya dicanangkan akan berlangsung di Kairo, Republik Arab Bersatu pada 1967. Hal ini dipindahkan, kendati adanya pertimbangan politik. Ganefo II diikuti sekitar 2000 atlet dari17 negara dan Tiongkok kembali mendududki peringkat pertama. Kemudian, pada tahun 1970 harusnya Ganefo III tetap digelar. Awalnya Beijing, Tiongkok menjadi tuan rumah. Namun, Beijing menyerahkan pada Pyongyang, Korea Utara. Tetapi, kemudian Ganefo III tidak pernah berlangsung dan sampai saat ini gaung Ganefo tidak pernah lagi terdengar. (Dre)

Jenis Tendangan Dasar Pada Taekwondo

Taekwondo memiliki banyak jenis Tendangan yang sangat keren dan mematikan. Tendangan dalam Taekwondo biasa disebut dengan Chagi. Bagi pemula dalam Beladiri Taekwondo harus mengetahui Teknik atau jenis tendangan dasar yang digunakan dalam pertahanan diri. Berikut jenis-jenis Tendangan / Chagi yang wajib diketahui dan pelajari, yaitu : 1. Ap Chagi Tendangan ke arah depan, dengan menggunakan ujung depan Telapak kaki. Sasaran jenis tendangan ini adalah bagian kepala. 2. Dollyo Chagi Tendangan ke arah samping, yaitu dengan memutar telapak kaki 45 derajat sehingga pinggang ikut memutar, lalu menendang ke arah perut ataupun kepala. 3. Deol Chagi Tendangan mencangkul ke arah depan menggunakan tumit dengan mengangkat kaki setinggi tingginya dan menghempaskannya seolah olah seperti gerakan mencangkul. Sasaran jenis tendangan ini adalah bagian kepala. 4. Yeop Chagi Tendangan menyamping dengan tujuan mendorong tubuh lawan menggunakan pisau kaki. Sasaran tendangan ini adalah bagian perut hingga kepala. 5. Dwi Chagi Tendangan ke arah belakang, dengan memutar badan 90 derajat kearah belakang, lalu mengangkat lutut kemudian menyentakkan kaki ke arah lawan. Sasaran ke arah perut ataupun ke arah kepala. 6. Dwi Hurigi Tendangan memutar ke arah belakang, dengan melompat memutar dan gerakan kaki seperti mengait. Arah serangan ke arah kepala ataupun leher. 7. Narae Chagi Tendangan ganda ke arah samping, dilakukan secara beriringan. Sasaran tendangan adalah perut dan kepala lawan. 8. Dolke Chagi Tendangan yang dilakukan dengan cara memutar badan kearah belakang 360 derajat. Dolke chagi juga sering di sebut tendangan tornado. Bagi anda para pemula yang baru ingin mempelajari Jenis Tendangan Dasar diatas, disarankan untuk melakukan pemanasan otot sebelum mencontohkan tendangan-tendangan tersebut. Semoga bermanfaat. Sumber: Belajartaekwondo

Jelang Asian Games 2018, Atlet Bridge Indonesia Try Out di Hongkong Hingga Bulgaria

Cabang olahraga (cabor) bridge akan berlatih di luar negeri jelang Asian Games 2018, yang akan digelar pada 18 Agustus hingga 2 September 2018. Ada Empat negara yang akan jadi tujuan, dua diantaranya ada di benua Eropa. Negara yang akan disambangi adalah Monako, India, Bulgaria, dan Hong Kong. Di lansir dari Tempo.co, Ketua Umum Pengurus Besar Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (PB Gabsi), Ekawahyu Kasih, mengatakan, try out dimulai sejak Rabu, 14 Februari 2018 dengan mengikuti European Winter Games di Monako. “Sekaligus training camp hingga 28 Februari 2018,” kata Eka kepada Tempo. Jadwal yang telah di tetapkan, waktu untuk training camp,  para atlet berlatih mulai pukul 09.00 hingga 17.30 waktu setempat. Ada 32 atlet, empat pelatih lokal, satu pelatih asing, dan satu manajer, yaitu Ekawahyu akan ikut mendampingi atlet berlatih di luar negeri. “Total ada 38 orang,” ujar Eka. Setelah try out dan training camp di Monako, tim bridge Indonesia akan mengikuti Kejuaraan Asia Cup di India pada 4-10 Juni 2018. “Pada 8-15 Juni langsung try out untuk team men dan women di kejuaraan itu,” kata dia. Masih pada bulan Juni, tim bridge Merah Putih akan lanjut mengikuti training camp di Bulgaria pada 14 Juni- 1 Juli 2018. Di negara itu, para atlet akan mengikuti International Bridge Festival. Setelah itu, try out diteruskan ke Intercity Hong Kong, 17 – 21 Juli. Sejumlah latihan, try out, dan training campakan berhenti pada minggu tenang (rest period) pada 13- 19 Agustus 2018. Saat itu, tim bridge Indonesia bisa berkonsultasi dengan pelatih melalui surat elektronik. Jeda yang ada dari try out dan training camp dari satu negara ke negara lain akan diisi dengan dua kali pelatnas Bridge Base on Line pada 6-20 Maret 2018 dan 10-20 Mei 2018. Selain itu, pada 13-15 Juli 20118 akan berlangsung Try In International Kepri Governur Cup di Batam. Terkahir, jeda menjelang Asian Games 2018 akan diisi dengan pelatnas di Jakarta. “Pelatih Krisztov Martens yang akan mendampingi latihan di Wisma PKBI,” ujar Eka.

Naik Gunung; Bersyukur dan Merayakan Manfaatnya

naik-gunung

“Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung”, penggalan kutipan Soe Hok Gie, dalam Catatan Seorang Demonstran. Bumi ini sangat luas. Bumi ini juga banyak keajaiban dan keindahan dari ciptaan sang Maha Kuasa. Salah satunya adalah pegunungan dan gunung yang tersebar di berbagai benua dan pulau. Di Indonesia sendiri, juga banyak gunung yang sudah didaki ataupun belum sama sekali didaki. Saat ini banyak sekali orang yang jatuh cinta dengan dunia pendakian. Keindahan alam yang tersaji lewat hijaunya hutan, sepinya puncak gunung, dan misteriusnya lembah, terlalu sayang untuk dilewatkan begitu saja. Meskipun melelahkan, kedinginan, dan sekian penderitaan yang dialami oleh pendaki, tetapi kegiatan mendaki gunung atau hiking banyak manfaat bagi kesehatan. Tak Cuma kebugaran fisik, tetapi juga kegiatan ini dianggap untuk kesehatan mental. Berikut adalah beberapa dari manfaat mendaki gunung bagi kesejahteraan jiwa. 1. Mengurangi stress Tak perlu disanggah lagi hasil penelitian yang menyimpulkan bahwa tinggal ditempat metropolitan, padat penduduk, asap dimana-mana meningkatkan resiko kecemasan bahkan depresi. Menurut penelitian, bahwasanya berjalan-jalan di hutan atau alam selama 90 menit mampu membuat kita lebih tenang dan rileks. Hasil pemindaian otak pada mereka yang berjalan di hutan juga menunjukkan penurunan aliran darah ke area otak tertentu. Ini menandakan mereka lebih tenang. 2. Memori lebih kuat Aktivitas fisik bisa membawa perubahan pada otak secara positif, misalnya saja meningkatkan kemampuan mengingat dan menajamkan kemampuan berpikir. Jika Anda tak suka berolahraga, melakukan jalan santai dan juga hiking bisa jadi alternatif yang menyenangkan. 3. Mengurangi Resiko Diabetes Diabetes merupakan suatu penyakit di mana tubuh tidak bisa menghasilkan insulin (hormon pengatur gula darah) sehingga mengakibatkan gula darah meningkat. Menurut penelitian, aktivitas fisik dan makan yang teratur adalah cara terbaik untuk mengatasi diabetes. Mendaki gunung mampu menjadi pengganti aktivitas fisik sebagai pencegah diabetes. 4. Membuat Bahagia Sebuah studi terbaru yang dimuat dalam jurnal PLOS One mengungkap, berjalan dalam durasi agak panjang di luar ruang akan menimbulkan rasa bahagia dibanding menggunakan treadmill atau olahraga di gym. 5. Lebih Kreatif Dalam sebuah percobaan yang membandingkan antara sekelompok orang yang diminta berjalan-jalan di hutan sebelum mengerjakan tugas kreativitas dengan yang hanya di dalam ruangan saja, menunjukkan perbedaan signifikan. Mereka yang sudah melakukan kegiatan hiking memiliki skor lebih baik dalam hal kreativitas. Dan masih banyak lagi manfaat yang bisa didapat selain lima di atas. Namun, anda harus siap merogoh ongkos yang lumayan untuk bisa menkmati panorama alam di gunung. Tetapi, hal itu bisa di atasi jika anda berpergian bersama-sama; keluarga, kerabat, kekasih, atau bahkan mantan sekalipun. Mari rayakan segudang manfaat mendaki gunung. (Dre) Sumber: nationalgeographic.co.id dan phinemo.com

Sejarah Etnis Tionghoa dalam Sepakbola Indonesia

sutanto-tan

Beberapa bulan yang lalu, dunia politik dikejutkan dengan isu SARA. Terbaru adalah soal pernyataan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, yaitu Anies Baswedan yang kini menjabat sebagai Gubernur DKI tentang kata ‘pribumi’ menjadi polemik di tengah masyarakat. Ketika dunia politik, isu suku, ras, dan agama menjadi topik hangat, berbeda halnya dengan dunia si kulit bundar –sepak bola-. Bhinneka Tunggal Ika yang merupakan semboyan dari Negara Indonesia. Frasa yang berasal dari bahasa Jawa Kuno ini diterjemahkan dengan kalimat “Berbeda-beda tetapi tetap satu”. Kalimat ini merupakan kutipan dari sebuah kitab Sutasoma yang ditulis oleh Mpu Tantular pada abad ke-14 ketika zaman kerajaan Majapahit. Mpu Tantular menulisnya untuk mengajarkan sikap yang toleran antara umat Hindu Siwa dan Buddha. Semboyan dan makna frasa “Bhinneka Tunggal Ika” juga dapat berlaku untuk dunia sepak bola, terutama pada zaman ketika etnis Tionghoa masih aktif menjadi bagian dari timnas Indonesia. Sejarah Singkat Etnis Tionghoa dalam Sepakbola Indonesia Etnis dari keturunan Tionghoa mempunyai sejarah yang sangat panjang di Indonesia, khususnya dalam bidang sepakbola. Etnis Tionghoa mulai bermunculan dan terlibat dalam sepakbola Indonesia seiring lahirnya klub sepakbola yang bernama Union Makes Strength (UMS) pada tanggal 19 Desember 1905. Memang sejatinya sepakbola bukan hanya urusan menendang bola atau mengangkat trofi saja. Sepakbola dapat dijadikan alat pemersatu bangsa dan menunjukan identitas suatu bangsa. Pada 1938 ketika Indonesia menggunakan nama Hindia Belanda dan berhasil “mentas” pada ajang Piala Dunia yang digelar di Prancis, banyak nama-nama etnis Tionghoa yang bermunculan seperti Tan Mo Heng, Tan See Handi, dan Tan Hong Djien. Dalam ajang itu, Hindia Belanda (Indonesia) belum bisa berbicara banyak setelah dikalahkan Hungaria empat gol tanpa balas. Legenda sepakbola Indonesia keturunan Tionghoa, Tan Liong Houw pernah melontarkan kalimat seperti ini “Jangan tanyakan masalah nasionalisme orang-orang Tionghoa. Kami siap mati di lapangan demi membela Indonesia melalui sepakbola,”. Kalimat penuh semangat tersebut ternyata bukan hanya sekedar omong kosong belaka. Dalam sejarah sepakbola Indonesia sendiri, penulis buku Tionghoa Surabaya dalam Sepak Bola (2010) karya Bayu Aji, menuturkan bahwa kelompok etnis Tionghoa Surabaya sudah mendirikan sebuah klub sepak bola pada 1915. Pergerakan rintisan etnis Tionghoa pernah berperan membawa negeri ini, meski masih menenteng nama Hindia-Belanda saat itu, berlaga di Piala Dunia 1938 di Perancis. Romantisme etnis Tionghoa dengan sepak bola Indonesia mulai terkubur di awal 1960-an. Hal ini begitu memanas ketika situasi politik tahun 1965. Yang dipuncaki dengan meletusnya Gestapu dan genosida membuat etnis Tionghoa kian terpojok. Sentimen terhadap etnis Tionghoa di lapangan hijau semakin membuat mereka enggan menjadikan sepakbola sebagai pilihan utama. Setelah puluhan tahun peristiwa 1965, dalam beberapa tahun terakhir mulai muncul kembali pemain etnis Tionghoa ke lapangan hijau di Indonesia, seperti Juan Revi, Kim Jeffrey Kurniawan, dan yang terbaru adalah Sutanto Tan. Kemunculan pemain keturunan etnis Tionghoa di persepakbolaan Indonesia beberapa tahun terakhir, memperlihatkan bahwasanya mampu memberi ruang kepada etnis Tionghoa mampu berbicara di kancah sepak bola Indonesia kembali seperti terdahulu mereka. Semoga ini tetap terjaga dan berlanjut. (Dre) Sumber: panditfootball.com dan fourfourtwo.com

Reaksi Peluncuran Nike Hijab Pro

Nike Hijab Pro

Bagi para muslimah di era kekinian atau biasa disebut dengan ‘zaman now’, kini tidak perlu khawatir akan aktivitas yang serba terbatas, misalnya berolahraga. Tak sedikit perempuan yang berhijab enggan beraktivitas olahraga dikarenakan ketakutan jika kepala lembab dan basah. Jangan risau. Sebuah produsen terbesar sepatu dan pakaian, Nike, membuat produk atletik khusus muslimah pecinta maupun penikmat olahraga. Produk Nike Hijab Pro, yang terinspirasi dari atlet asal Saudia Arabia, Sarrah Attar, yang mengenakan hijab berlaga dalam pertandingan lari 800 meter di Olimpiade London. Selain Sarrah Attar, juga datang dari Amna Al Haddad, seorang atlet angkat besi dari Uni Emirat Arab yang bertanding di Olimpiade Rio 2016. Di satu sisi, memang banyaknya keluhan dari sejumlah atlet yang mengenakan hijab tradisional saat mereka berkompetisi menjadi alasannya. Saat peluncuran produk Nike Hijab Pro diluncurkan pada pertengahan tahun lalu yang memang menuai banyak reaksi pro dan kontra dari masyarakat. Media sosial, twitter misalnya, sejumlah tweet yang mengecam Niki banyak beredar sejak perusahaan mengumumkan produk hijab, beberapa di antaranya: @Ptkay: Saya tidak akan pernah lagi membeli produk Nike! Ketamakan mereka terhadap $$ sangat besar dan sekarang mereka mengakomodir Muslim? Tidak ada hukum sharia di Amerika!! #BOUCOTTNIKE @realKenney: Selamat @Nike untuk mendukung pengekangan terhadap wanita melalui Pro Hijab. Menjijikkan. @GSDDogLover: #Nike mendapatkan uang dari penindasan, dominasi, dan pengekangan terhadap wanita. Saya tidak akan membeli produk Nike lagi. Kendati seperti itu, tak sedikit juga yang mendukung peluncuruan produk Nike Hijab Pro, terutama pihak Nike, salah satunya di media sosial instagram Amna Al-Haddad, “Saya mendukung perempuan Muslim dengan atau tanpa jilbab, dan bagaimana mereka berpakaian adalah pilihan mereka. Dan dengan Nike Sports Hijab, itu pasti akan mendorong generasi baru atlet untuk mengejar olahraga profesional, dan tanpa kita atlet yang berjuang untuk hak ini dan membuat hal itu terjadi, Nike tidak akan ‘just do it’”. Selain untuk fasilitas atlet muslimah, produk Nike Hijab Pro juga bisa menjadikan trend mode hijab ‘zaman now’. Kini produk yang dibuat dari kain berteknologi tinggi seperti bahan polyester halus, fleksibel, ringan, elastis, dan tidak menyebabkan cepat gerah hijab ini sudah mulai dipasarkan di awal 2018 melalui situs market online. (Dre) Sumber: gomuslim.co.id dan republika.co.id

Singapore Intercultural School Bona Vista

SIS Bonavista Football CLub. (SIS)

Singapore Intercultural School Bona Vista ini pada awalnya dikenal dengan nama Singapore International School (SIS) dan telah berdiri sejak tahun 1996 di Jakarta. SIS BV begitu singkatan sekolah mereka, adalah bagian dari SIS Group of Schools yang mengoperasikan 7 sekolah di Indonesia, yakni SIS Bona Vista, SIS Pantai Indah Kapuk, SIS Kelapa Gading, SIS Cilegon, SIS Semarang, SIS Palembang dan SIS Medan. Mengadaptasi kurikulum pendidikan Singapura lebih dari 21 tahun, SIS Group of Schools memiliki berbagai keunggulan yang diakui sebagai lembaga pendidikan internasional. SIS telah memenuhi syarat melalui Sertifikasi Internasional untuk Pendidikan Menengah Umum (IGSCE), Cambridge, dan Baccalaureate Program (IB). SIS Bona Vista Academy SIS Bona Vista Academy pertama kali didirikan, atas gagasan Bapak Jaspal Sidhu dan Bapak Tony Kasim, yang juga merupakan anggota Dewan Gubernur dari Grup Sekolah-Sekolah di Singapura. Mereka menawarkan program beasiswa latihan sepak bola profesional, untuk anak laki-laki dan anak perempuan di tingkat SD dan SMP, di tiga sekolah SIS yang ada di Jakarta yakni di SIS Bona Vista, SIS Kelapa Gading, dan SIS Pantai Indah Kapuk. Selama 6 tahun terakhir, SIS Bona Vista Academy menawarkan beasiswa pada peserta didiknya yang berusia 10, 12, 14 dan 16 tahun. Akademi ini dipimpin seorang pelatih berpengalaman asal Inggris, Gareth Jones, yang juga berperan sebagai penanggungjawab program ini. Kriteria beasiswa untuk dapat bergabung di SIS Academy : •Absensi kehadiran minimal 85% dari total keseluruhan pelatihan dan pertandingan, selama Juli s/d Mei, •Laporan komprehensif dari Pelatih tentang keterampilan fisik, mental dan teknis, serta laporan akademis yang positif dari guru bidang akademis. Tim pembinaan, saat ini terdiri dari pelatih asing (expatriate) (pelatih dari Luar negeri) dan pelatih lokal dengan kualifikasi lisensi FA, AFC, PSSI, LMA dan Coerver, yang sudah berpengalaman lebih dari 20 tahun menangani program sepak bola remaja yang berkualitas di seluruh Indonesia, serta bekerja sama dengan beberapa LSM, klub-klub Eropa dan Perusahaan Swasta. Berikut ini adalah testimoni dari beberapa anggota kami yang sudah mengikuti latihan rutin di SIS Bona Vista Academy : Jason Bohannon JC1 “Program pelatihan ini telah mendidik saya untuk disiplin dan semangat untuk mencapai tujuan”. Joel Faus S2 “Saya bertemu dengan teman baru dari sekolah lain dan terikat atas kesamaan minat”. Sangha Lee P6 “Saya sangat senang, bahkan jika kami kalah dalam pertandingan, kami akan latihan lebih keras lagi”. Pablo Munoz P4 “Saya telah mempelajari teknik-teknik baru dan pelatihan ini membuat saya mengerti tentang arti kerjasama tim”. Jika tertarik untuk bergabung dengan kami di SIS Bona Vista Academy dan ingin merasakan suasana berlatih bersama dengan pelatih-pelatih dari Liga Inggris dan S & C (Asosiasi Pelatih-pelatih di Amerika), melakukan turnamen rutin ataupun liga, serta mendapatkan pendidikan sepak bola kelas satu, maka segera hubungi kami. Contact Person: Mr. Gareth Jones (Bahasa Inggris) Email: gareth@sisschools.org Ibu Monika (Bahasa Indonesia) Email: monika@sisschools.org