Drama Detik Akhir Warnai Laga Semifinal, SMAK 5 Penabur Singkirkan Favorit Juara

Forward SMAK 5 Penabur Jakarta, Stanley Hidayat (10/putih), menjadi motor kemenangan timnya, saat menundukkan tim favorit juara, SMA Kolese Kanisius, dengan skor 47-43, dalam laga semifinal Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – North Region, di GOR Cempaka Putih, pada Kamis (27/9). (Pras/NYSN)

Jakarta- Tren positif terus ditorehkan SMAK 5 Penabur. Datang sebagai debutan, tim asal Kepala Gading itu berhasil mengandaskan laju salah satu favorit juara di Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – North Region, SMA Kolese Kanisius. Kemenangan ini membawa mereka melaju ke final Honda DBL DKI Jakarta, regional Utara. Keberhasilan ini menjadi sejarah penting internal tim. Pasalnya, The Lions (julukan SMAK 5 Penabur) selalu tunduk dalam kurun lima tahun dari Kanisius. Pertarungan sudah terlihat ketat sejak awal. Namun, drama pertandingan benar-benar panas saat kuarter akhir berlangsung. Pada awal kuarter keempat musibah menimpa Kanisius. Samuel James Pinaringan, pemain center dari Kanisius harus diganti karena mengalami cedera bahu. Kerugian yang dialami oleh Kanisius dimanfaatkan dengan baik oleh The Lions untuk memperlebar skor. Kapten The Lions, Nathan mampu memanfaatkan peluang serta memperlihatkan visi bermain yang ciamik. Ditambah performa garangnya pemain nomor 10 The Lions, Stanley Hidayat, yang bisa melihat peluang di paint area lawan, makin membuat Kanisius terdesak. Tapi, Kanisius tidak diam. Tim polesan Turindro Baru Cahyono ini, membaca permainan The Lions. Pada menit kelima kuarter keempat, skuat Kanisus menempel ketat pergerakan Stanley, sehingga dia dipaksa melakukan offensive foul. Pelanggaran Stanley ini membuatnya berada dalam situasi foul trouble, sehingga pemain berposisi forward tersebut bermain lebih hati-hati, kala Kanisius menyerang. Memanfaatkan kelemahan lawan, shooting guard Kanisius, Ariel Leonardo menyamakan kedudukan melalui akurasi tembakannya, skor pun berubah imbang menjadi 38-38. Sang pelatih, Turindro Baru Cahyono mencoba kembali memasukan Samuel. Pemain yang sempat cedera itu justru menebar ancaman di dekat ring The Lions. Lima poin beruntun diceploskan pemain bernomor 14 tersebut. Kanisius terus menempel ketat perolehan poin. Sempat leading 2 poin, tidak membuat Kanisius berada di atas angin. Tim yang bermarkas di Menteng Raya itu justru dibuat repot oleh Stanley. Siswa kelas XI ini melakukan solo run untuk drive bola ke jantung pertahanan lawan. Imbasnya, enam poin beruntun mampu membawa The Lions mengembalikan keadaan. Lima detik sebelum akhir pertandingan, pelatih The Lions mengambil dua kali time out untuk menenangkan para pemain. Hasilnya, laga ketat tersebut berakhir dengan skor 47-43 untuk keunggulan The Lions. Stanley menjadi player of the match pada malam itu, dengan meraih double-double dari 21 poin dan 11 rebound. “Di luar dugaan, drama detik-detik akhir bisa kami lalui. Kanisius bukan lawan mudah. Tapi hasil ini bisa membuat saya tidur nyenyak malam ini,” ucap Wahyudi A. Nugarah usai pertandingan. Di laga lain, drama pertandingan seru juga terjadi kala SMA Permai bertemu dengan SMA IPEKA Sunter. Aldy Adrian kembali menjadi pahlawan bagi timnya saat memperebutkan tiket menuju final. Meskipun dirinya sempat menemui kebuntuan di kuarter pertama sampai ketiga. Namun, Aldy mampu menunjukkan tajinya di satu menit akhir. Mencetak produktivitas sebesar 21 poin dan 9 rebound pemain bernomor punggung 26 tersebut menjadi momok bagi Ipsun (Julukan IPEKA Sunter).Sempat tertinggal pada kuarter pertama dengan skor 13-9, Permai coba bangkit. Bermain dengan sabar, Permai mulai memangkas selisih poin menjadi satu angka pada kuarter kedua menjadi 20-21. Bak mesin diesel, para pemain Ipsun (julukan SMA IPEKA Sunter) tak mampu membendung laju Aldy. Dengan kemampuan dribble serta layup ciamik. Pemain berusia 17 tahun itu dapat mengembalikan keadaan. Akurasi tembakan dua angka Aldy di dua detik akhir membuat Permai menutup kemenangan timnya atas Ipsun skor 48-45 Permai menang. Hasil ini turut membawa The Lions dan Permai lolos ke babak Championship Honda DBL DKI Jakarta. Kedua tim juga akan bentrok di laga final Honda DBL DKI Jakarta regional Utara pada hari Sabtu (29/9) di GOR Cempaka Putih. (Adt)

Raih Emas Kategori Lead Youth B Putri Kejurnas Panjat Tebing KU 2018, Amanda Kokohkan Dominasi Jawa Timur

Amanda Narda Mutia (tengah) menyumbangkan medali emas bagi kontingen Jatim, pada Kategori Lead Youth B Putri (14-15 tahun), dalam Kejurnas Panjat Tebing Kelompok Umur (KU) XIII/2018, di Indragiri Hulu (Inhu), Riau, pada Jumat (28/9). (FPTI)

Rengat- Jawa Timur (Jatim) memperkokoh dominasinya pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur (KU) XIII/2018, di Pematang Reba, Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, pada Jumat (28/9). Yakni Amanda Narda Mutia, berhasil menyumbangkan medali emas bagi kontingen Jatim, pada Kategori Lead Youth B Putri (14-15 tahun). Di laga final, ia meraih poin 43+ dengan waktu tercepat 2,50 menit, saat kualifikasi. Amanda yang juga atlet Pelatda Panjat tebing Jatim ini, sebelumnya juga mencetak prestasi. Pada Kamis (27/9), dalam kategori Boulder Youth B Putri, Amanda berada di posisi teratas dan mencatatkan 2 top, 3 zone, 2 attempt to top, dan 3 attempt to zone. Ia menyingkirkan rekannya, Pradeva Adelia, yang hanya mencetak 2 top, 2 zone, 2 attempt to top, dan 2 attempt to zone. Sedangkan medali perak, direbut Nur Diatul Jannah, asal Kepulauan Bangka Belitung, yang meraih poin 37+, serta membukukan waktu 4,33 detik saat kualifikasi. Dan, wakil Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sukma Lintang Cahyani harus puas mengantongi medali perunggu. Ia mencetak poin 37, dan cacatan waktu pada saat kualifikasi yakni 2,50 menit. “Peringkat 4 diraih atlet Bali, Ni Luh Jelita Damwati dengan poin 36. Nomor 5 diisi atlet Jatim, Pradeva dengan poin 26. Dan nomor 6, atlet Bali, Ni Putu Eka Ariyantini, dengan 18 poin,” ujar Anugrah Agung, Presiden Juri Kejurnas KU XIII/2018, Jumat (28/9). “Kemudian posisi ketujuh ada Nur Hidayah asal Kalimantan Timur yang mencatatatkan poin 14+. Terakhir di nomor 8 ada Puja Lestari asal Riau yang menghasilkan poin 11+,” tambah Anugrah. (Adt)

Cetak Sejarah Pertama Kali Jadi Juara Grup, Timnas U-16 Realistis Tatap Tiket Piala Dunia U-17 2019

Timnas U-16 (merah) akhirnya melangkah ke babak perempat final Piala Asia U-16 2018, usai bermain imbang 0-0 melawan Timnas India U-16, pada laga pamungkas Grup C, di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Kamis (27/9). (AFC.com)

Kuala Lumpur- Timnas U-16 akhirnya lolos ke perempat final Piala AFC U-16 2018. Anak asuh Fakhri Husaini bermain 0-0 dengan Timnas India U-16. Dalam klasemen akhir Grup C, Indonesia berada di puncak klasemen dengan nilai 5. Meladeni India dalam partai terakhir penyisihan Grup C di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Kamis (27/9). Bagus Kahfi dkk lebih banyak menyerang dan membahayakan gawang India, tapi gol tak kunjung tercipta hingga berujung skor “kacamata” pada babak pertama. “Kami lega lolos ke babak berikutnya. Terima kasih pada para pemain, yang memberikan seratus persen bahkan seribu persen tenaganya untuk laga ini. Seperti yang sudah saya katakan ke pemain, meski kami tidak menang, setidaknya kami bisa mendominasi jalannya pertandingan,” ucap Fakhri, paska laga. India masih mendampingi Indonesia sebagai runner-up Grup C dengan nilai 5, namun kalah selisih gol. Pada hari dan jam yang sama, tampil di Stadion Arena UM, Kuala Lumpur, Timnas Iran U-16 mengamuk dan membantai Timnas Vietnam U-16 dengan skor 4-0, pada babak pertama. Di babak kedua, Iran menambah gol hingga akhirnya menang 5-0 atas Vietnam. Lantaran partai India kontra Indonesia berakhir imbang, maka berapa pun skor yang dicetak Iran, tetap tak bisa mengganggu kedua tim itu maju ke perempat final. Saat ini, sudah ada enam tim yang ke perempat final, yaitu Jepang, Tajikistan, Korea Utara, Oman, Indonesia, dan India. Dua tim lagi akan ditentukan dari Grup D, pada Jumat (28/9). Indonesia menanti runner-up Grup D. Dalam klasemen sementara Grup D, Australia berada di posisi kedua, disusul Irak, dan Afghanistan. Jika posisi itu bertahan hingga hasil akhir besok, maka Irak akan menjadi lawan Indonesia di perempat final. Irak adalah juara bertahan Piala Asia U-16. Selain lolos fase 8 besar, hasil ini juga menjadi sejarah pertama kalinya, menjadi juara grup pada Piala Asia U-16 atau AFC U-16. Lolos ke babak gugur merupakan prestasi terbaik Indonesia sejak 1990. Sejak Piala Asia U-16 pertama kali digelar pada 1985, inilah kali pertama Indonesia bisa berada di puncak klasemen grup, sekalipun dibandingkan 1990. Pada Piala AFC U-16 edisi 1990, sejatinya, Indonesia bisa melangkah ke semifinal. Saat itu, Eko Purjianto dan kolega mengumpulkan dua poin. Torehan itu didapat dari hasil imbang melawan Qatar dan Korea Selatan. Mereka finis di posisi kedua Grup B di bawah Qatar, di atas Korea Selatan. Piala Asia U-16 ini merupakan ajang kualifikasi Piala Dunia U-17. Namun, sejak 1992 hingga 2006, ajang ini berubah nama menjadi Piala Asia U-17. Paska berganti format menjadi Piala Asia U-17, Indonesia tak pernah lolos ke putaran final. Setelah kembali memakai format U-16 pada 2008, Indonesia lolos dalam tiga kesempatan, yakni pada 2008, 2010, dan 2018. Agar lolos ke Piala Dunia U-17 2019, Indonesia harus bisa lolos ke babak semifinal. Korea Selatan, Australia, dan Irak adalah tiga calon lawan tim merah putih remaja di perempat final. Laga pamungkas Grup D dimainkan pada Jumat (28/9). Jadwal perempat final antara wakil Grup C dan Grup D akan dimainkan pada Senin (1/10). Indonesia akan menghadapi peringkat kedua Grup D pada Senin sore, pukul 15.30 WIB. (art) Tim Yang Sudah Lolos Perempat Final Piala AFC U-16 2018 1. Jepang (Juara Grup A) 2. Tajikistan (Runner-up Grup A) 3. Korea Utara(Juara Grup B) 4. Oman (Runner-up Grup B) 5. Indonesia (Juara Grup C) 6. India (Runner-up Grup C) Kiprah Timnas U-16 Indonesia di Piala AFC U-16/U-17: 1985 – Tidak lolos 1986 – Juru kunci grup 1988 – Juru Kunci grup 1990 – Semifinalis 1992 – Tidak lolos 1994 – Tidak lolos 1996 – Tidak lolos 1998 – Tidak lolos 2000 – Tidak lolos 2002 – Tidak lolos 2004 – Tidak lolos 2006 – Tidak lolos 2008 – Juru kunci grup 2010 – Peringkat ketiga grup 2012 – Tidak lolos 2014 – Tidak lolos 2016 – Tidak lolos 2018 – Perempat final* Keterangan: *) Turnamen masih berjalan

Terbaik di Indonesia, Atlet 19 Tahun Asal Wonogiri Ini Akhirnya Tembus 20 Besar Ranking Bulutangkis Dunia

Tunggal putri Indonesia 19 tahun berperingkat 15 versi BWF, Gregoria Mariska Tunjung, ditargetkan PP PBSI tembus hingga peringkat 10 besar dunia dan meraih juara pada turnamen Super 1000 pada 2019. (Pras/NYSN)

Jakarta- Gregoria Mariska Tunjung Cahyaningsih akhirnya memecahkan rekornya sendiri dalam peringkat versi Federasi Bulutangkis Dunia (BWF), terhitung sejak Kamis (27/9). Pada pekan ke-39 musim 2018 ini, Gregoria melejit tiga setrip dan menghuni peringkat ke-18 dunia di sektor tunggal putri. Ranking ini merupakan hasil terbaik yang pernah diraih oleh juara dunia junior 2017 ini, usai menjejakkan kaki di level senior. Prestasi ini diperoleh Gregoria karena lolos ke perempat final BWF World Tour Super 1000 China Open 2018, pada pekan lalu. Sebagai satu-satunya wakil tunggal putri Indonesia di China Open 2018, Jorji, sapaannya, tampil mengesankan dan mengantongi tiket perempat final. Namun, ia akhirnya kalah 15-21, 21-19, 12-21 dari Nozomi Okuhara (Jepang) di perempat final China Open 2018, setelah melewati laga selama 55 menit lamanya. Karena terhenti di perempat final, Jorji mendapat tambahan 6.600 poin dan mengumpulkan total 45.140 poin, pada pekan ke-39 ini. Atas hasil ini, dara kelahiran Wonogiri 11 Agustus 1999, ini berhak menduduki peringkat ke-18, sekaligus menjadi tunggal putri terbaik Indonesia saat ini. Lima tunggal putri terbaik Indonesia setelah Jorji adalah Fitriani (#33), Dinar Dyah Ayustine (#45), Lyanny Alessandra Mainaky (#49), Yulia Yosephin Mainaky (#49), dan Ruselli Hartawan (#70). Usai tampil ciamik di China Open, Jori memutuskan absen di Korea Open dan fokus di Denmark Open 2018, pada 16-21 Oktober mendatang. (Adt)

Raih Kemenangan Dua Gim Langsung, Trio Tunggal Putra Tembus Perempat Final Korea Open 2018

Jonatan Christie menekuk wakil Hong Kong, Hu Yun, 21-12, 21-14 dalam laga selama 29 menit, dan menembus perempat final kejuaraan bulutangkis Korea Open 2018 BWF World Tour Super 500, di SK Handball Stadium, Seoul, Korea Selatan, Kamis (27/9). (bwfnews.com)

Seoul- Tiga atlet bulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, dan Tommy Sugiarto, menembus perempat final kejuaraan bulutangkis Korea Open 2018 BWF World Tour Super 500, usai menang pada fase putaran kedua, yang berlangsung di SK Handball Stadium, Seoul, Korea Selatan, Kamis (27/9). Ginting, menang dalam dua gim langsung 21-18, 21-18 selama 43 menit atas pemain Taiwan, Wang Tzu Wei pada laga putaran kedua. Kemenangan itu sekaligus menjadi revans bagi Ginting, setelah pertemuan terakhirnya dengan pemain peringkat 28 dunia itu, pada Jepang Terbuka 2015. Catatan pertemuan kedua pemain menjadi 2-2, setelah turnamen Korea Open 2018. Pada pertandingan perempat final, Ginting akan menghadapi pemain Taiwan, Chou Tien Chen yang menang tas pemain Jepang, Kazumasa Sakai, pada laga kedua. Sementara, Jonatan melangkah ke perempat final turnamen tingkat Super 500, paska menekuk wakil Hong Kong, Hu Yun, 21-12, 21-14 dalam laga selama 29 menit. Hasil Korea Terbuka 2018 itu menjadi dominasi mutlak Jonantan, atas pemain berperingkat 55 dunia itu, dengan kedudukan menjadi 5-0 bagi Jonatan. “Head to head kami sudah 5-0. Jadi tadi lebih percaya diri aja. Dari segi umur juga dia lebih tua, jadi lebih ke adu fisik, skill dan teknik aja tadi,” ungkap Jonatan kepada badmintonindonesia.org., pada Kamis (27/9). Pada laga perempat final Jumat (28/9), Jonatan menantang wakil China, Zhao Junpeng, yang sukses menaklukkan pemain unggulan pertama, Viktor Axelsen 27-25, 21-9. Skor pertemuan mereka sementara imbang 1-1, dengan kemenangn Jonatan di pertemuan terakhir, New Zealand Open 2018 lalu. “Dengan Zhao Junpeng terakhir ketemu di New Zealand, dia pemain bagus dan kidal. Jadi lebih disiapin aja ke pikiran, fokus sama strategi mainnya. Nanti malam, saya akan diskusi lagi dengan pelatih,” sambung Jonatan. Tunggal putra lain Merah-Putih yang juga melaju ke putaran perempat final adalah Tommy Sugiarto. Tommy menang dalam dua gim langsung 21-15, 21-16 atas pemain Malaysia Daren Liew selama 33 menit bertanding. Tommy akan menghadapi pemenang laga dua pemain Korea Selatan Son Wan Ho dan Heo Kwang Hee, pada laga putaran kedua. (Adt)

Beri Inspirasi Siswa Saint John’s Catholic School, Event Meet & Greet Freestyle Basketball Workshop Hadirkan Juara Dunia BUG dan Kirill

Saint John’s Catholic School Gelar Meet & Greet Freestyle Basketball Workshop, pada Kamis (27/9), yang menghadirkan Takumi Maekawa (World Championship 2011 dan 2014), dan Kirill Kuprenko (World Championship 2016 dan 2017). (Adt/NYSN)

Serpong- Freestyle? Apakah yang dimaksud dengan kata yang satu ini? Selain sepak bola, gaya yang paling populer dengan istilah freestyle pada masa sekarang ini adalah basket. Freestyle basketball menjadi salah satu olahraga trendsetter yang sangat digemari, dan tak boleh dipandang sebelah mata. Bahkan, saat ini tengah naik daun. Gaya yang ditampilkan saat bermain di lapangan sedikit berbeda dengan olahraga basket konvensional pada umumnya, seperti three on three (3×3), maupun kontes slam dunk. Demi memotivasi generasi muda mencintai passion mereka dalam dunia basket, Saint John’s Catholic School menggelar Meet & Greet Freestyle Basketball Workshop, pada Kamis (27/9). Event di Lantai 4 JHS Hall sekolah yang berlokasi di kawasan Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), menghadirkan dua bintang dunia freestyle basketball. Yakni bintang asal Jepang, Takumi Maekawa, atau yang lebih dikenal dengan sebutan BUG (World Championship 2011 dan 2014), dan freestyle basketball asal Rusia, Kirill Kuprenko (World Championship 2016 dan 2017). Kehadiran mereka untuk berbagi pengalaman sebagai juara dunia freestyle basketball. BUG dan Kirill juga mempertontonkan berbagai trik mereka memainkan bola basket memakai beberapa bagian tubuh. “Intinya mereka sharing freestyle. Karena freestyle juga ada manfaatnya di basket, dan trik-triknya bisa dipelajari di formal game,” ujar Agung Christyantho, Pelatih Basket Saint John’s Catholic School itu, Kamis (27/9). Agung berharap kehadiran duo juara dunia freestyle itu mampu memberikan energi positif, sekaligus memberikan inspirasi kepada generasi muda, khususnya pada siswa-siswi Saint John’s Catholic School. “Seperti BUG misalnya, dia membiayai hidupnya dan keluarganya dari freestyle basket. Ini sangat menginspirasi, dan ada nilai positif dari event ini. Antusiasme siswa juga sangat tinggi. Semoga kedepan kami bisa menggelar event lainnya yang bisa memberi semangat menjalankan hidup dengan passion mereka masing-masing,” pugkasnya. (Adt)

Torehkan Waktu 20, 54 Detik, Jericho Raih Emas Kategori Speed Klasik Youh C Putra Kejurnas Panjat Tebing KU 2018

Federasi Panjat Tebing Indonesia, FPTI, Indragiri Hulu (Inhu), Inhu, Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur (KU) XII, Riau,

Rengat- Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur (KU) XIII/2018, di Pematang Reba, Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, memasuki hari keenam, pada Kamis (26/9). Atlet asal Kalimantan Utara, Jericho Anggelo Lana Beda Atamukin, berhasil tampil dominan, pada Kategori Speed Klasik Youth C Putra. Ia meraih emas usai menyelesaikan pemanjatan di dua jalur final, dengan akumulasi waktu tercepat yakni 20,54 detik. Hasil itu didapat Jericho dari dua jalur, masing-masing 10,44 detik, dan 10,10 detik. Dan medali perak diraih atlet asal Kalimantan Timur, Muhammad Akbar Ichsan. “Total waktunya 22,73 detik yang didapat dari pemanjatan dua jalur masing-masing 12,20 detik dan 10,53 detik,” ujar Anugrah Agung, Presiden Juri Kejurnas KU 2018, Kamis (27/9). Sedangkan Maulana Akbar Haj asal Riau, berhak mengantongi medali perunggu usai mencetak total waktu 22,34 detik. Ia menyingkirkan Ramaski Aswin Kristanto asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang hanya mampu membukukan catatan waktu 26,67 detik. Di tempat yang sama, wakil Jawa Timur tampil perkasa pada Kategori Boulder Youth B Putri. Mereka masing-masing berhasil menghuni peringkat satu dan dua. Peringkat satu diraih Amanda Narda Mutia, yang berhasil mencatatkan 2 top, 3 zone, 2 attempt to top, dan 3 attempt to zone. Ia menyingkirkan rekannya, Pradeva Adelia yang hanya mencetak 2 top, 2 zone, 2 attempt to top, dan 2 attempt to zone. Kemudian Sukma Lintang Cahyani asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang mencatatkan 1 top, 3 zone, 1 attempt to top, dan 4 attempt to zone. Lalu, peringkat empat hingga enam menjadi milik Ni Putu Eka Aryantini (Bali), Nur Diatul Jannah (Kepulauan Bangka Belitung), dan Puja Lestari (Riau). (Adt)

The Lions Mengaum Dan Tundukkan Mars, Stanley Hidayat On Fire Cetak 21 Poin

Forward SMAN 27, Ahmad Abi Hamzah (putih) mencoba menghentikan gerakan kapten tim SMA IPEKA Sunter, Joash Nathanael (hitam) pada lanjutan pertandingan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - North Region, di GOR Cempaka Putih, Rabu (26/9). (DBL)

Jakarta- Aksi student athelete Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – North Region mulai unjuk kemampuan. Stanley Hidayat menjadi pahlawan kemenangan untuk timnya, saat SMAK 5 Penabur berjumpa SMAN 18 Jakarta. Berkat aksi gemilangnya, The Lions (julukan SMAK 5 Penabur) sukses menundukkan SMAN 18 dengan skor 51-14. Berposisi forward, Stanley jadi momok menakutkan untuk Labas (julukan SMAN 18). Tampil dengan minute play terbanyak diantara rekan-rekan timnya (25:52), Stanley tampil paling produktif dengan menceploskan 21 poin. Sebagai pemain yang punya mental serta jam terbang yang tinggi, tak salah jika pelatih kepala The Lions, Wahyu Adi Nugroho, mempercayai Stanley memimpin rekan-rekannya di lapangan. Cara bermain serta visi mencetak poin yang garang membuat pertahanan Labas beberapa kali mudah ditembus. Skema run and gun dari Wahyu, dapat diterapkan dengan baik oleh anak asuhnya. The Lions memang mengutamakan kecepatan serta transisi ketika menyerang dan bertahan. Hal ini dibuktikan, banyaknya poin yang tercipta dari Stanley, melalui easy lay up yang dibangun dari fast break. Pemain bernomor punggung 10 itu tak hanya eksplosif saat menyerang, namun juga agresif dalam bertahan. Ia berkontribusi 6 kali mencuri bola lawan (steal) dan melakukan 4 rebound. Menurut Stanley keberhasilan dirinya mendulang banyak poin, tak serta merta karena usaha sendiri. “Strategi bermain kami tak akan berjalan baik tanpa dukungan rekan-rekan satu tim. Saya bermain lepas karena pengertian di antara kami, sudah menyatu,” ungkap pemain berusia 17 tahun itu. Selain performa on fire dari Stanley, kemenangan The Lions juga tak lepas dari peran krusial sang kapten, Nathan. Pemain bernomor punggung 34 itu ikut menorehkan 6 poin dan 3 assist untuk timnya. Kontribusi penting juga diberikan oleh Andrew Gunawan yang membubuhkan tambahan 10 poin. Sementara itu, tim putra SMA IPEKA Sunter berhasil menorehkan catatan gemilang saat meladeni SMAN 27 Jakarta di GOR Cempaka Putih, Rabu (26/9). Tim polesan Herbert Wijaya itu melaju ke babak semifinal Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 North Region, usai unggul 30-19. Ipsun (julukan SMA IPEKA Sunter) langsung mengambil inisiatif bermain cepat. Melalui tembakan three point dari sang kapten Joash Nathanael, Ipsun membuka kran poin. Saat kuarter pertama selesai, Ipsun memimpin 11-4 atas Mars (julukan SMAN 27 Jakarta). Pelatih kepala Ipsun, Herbert Wijaya sengaja menyimpan Joash pada kuarter kedua. Namun, dominasi Ipsun masih terjaga. Mereka tetap konsisten bermain dengan tempo tinggi. Ipsun menutup kuarter kedua dengan keunggulan 19-7. Joash kembali masuk pada kuarter ketiga. Dengan kondisi kebugaran yang lebih baik, ia makin garang dan mengemas total 11 poin. “Joash pemain yang sangat kami andalkan. Dia tahu kapan harus menembak dan drive untuk menerobos pertahanan lawan ucap,” Edwin Kurniawan, kapten tim Ipsun. Hasil ini turut membawa Ipsun memantapkan diri sebagai salah satu tim yang lolos menuju semifnal. Mereka akan berhadapan dengan SMA Permai pada laga sore ini. (Adt)

Hujan Petir Dahsyat Batalkan Laga Penentuan Tuan Rumah Malaysia di Piala AFC U-16 2018, Fans Kecewa Berat

Pertandingan penentu babak penyisihan grup A Piala AFC U-16 2018 antara Timnas Malaysia U-16 vs Jepang U-16, pada Rabu (26/9), akhirnya harus ditunda karena terhalang oleh derasnya hujan disertai petir dahsyat. (goal.com)

Kuala Lumpur- Pertandingan penentu babak penyisihan grup A Piala AFC U-16 2018 antara Timnas Malaysia U-16 vs Jepang U-16, pada Rabu (26/9), akhirnya harus ditunda lantaran terhalang oleh derasnya hujan disertai petir dahsyat. Seharusnya, laga kedua tim yang digelar di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, mulai pukul 15.30 WIB atau 16.30 waktu setempat. Namun, akibat hujan yang amat deras, dan berakibat pada masalah pencahayaan, akhirnya dimundurkan satu jam menjadi 16.30 WIB. Ternyata alam sedang tak bersahabat dengan tuan rumah Malaysia, sehingga laga tak kunjung digelar hingga waktu itu tiba. Panitia akhirnya memutuskan untuk membatalkan laga, dengan alasan faktor keamanan dan keselamatan, serta menjadwal ulang menjadi Kamis (27/9) pukul 10.00 WIB, atau 11.00 waktu setempat. Namun, hal ini memicu kekecewaan para penonton, khususnya suporter timnas U-16 Malaysia. Mereka langsung menuangkannya di akun media sosial Twitter. Salah satu cuitan kekecewaan itu ditulis oleh Menteri Belia dan Sukan alias Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Syed Saddiq Abdul Rahman, dengan akun @SyedSaddiq. Menurutnya, pelaksanaan penjadwalan ulang pertandingan yang ditetapkan di pagi hari, oleh pihak panitia dinilai tidak efesien. Alasannya, banyak para suporter timnas U-16 Malaysia yang sedang melakukan aktivitas seperti sekolah, bahkan bekerja. “Match ditangguhkan ke esok 11am, entry ke stadium Bukit Jalil PERCUMA,” cetus aktivis dan politikus muda itu. “Ini kerana perlawanan di antara Tajikistan-Thailand di PJ tak dapat dijalankan serentak kerana hujan lebat dan padang tak boleh digunakan. Both matches must be played together,” cuitnya lagi. Usai cuitan Syed Syaddiq, banyak beberapa suporter tim negri Jiran turut melampiaskan kekecewaannya. “Kami faham game cancel sebab hujan guruh semua. TAPI KENAPA ESOK PAGI??? Aduh abis duit burn, kayalah depa, kalau esok malam cun. Adalah juga semangat tu nak pergi,” tulis akun @Nas41519716. Namun demikikan, pihak panitia meminta penonton yang sudah membeli tiket laga Timnas U-16 Malaysia vs timnas U-16 Jepang, datang kembali membawa tiket yang sama. Duel ini sangat menentukan nasib tuan rumah Timnas U-16 Malaysia, ke perempat final. Tim berjuluk Harimau Muda itu berstatus wajib menang atas Jepang, untuk lolos ke delapan besar. Jika imbang kontra Jepang, Malaysia hanya bisa lolos ke perempat final andai Thailand kalah dari Tajikistan. Selain itu, partai Timnas U-16 Thailand versus Timnas U-16 Tajikistan pada jam yang sama, juga dibatalkan, meski tampil di Stadion Arena UM, Kuala Lumpur. Duel ini pun ikut dijadwal ulang, menjadi Kamis (27/9) pukul 10.00 WIB, atau 11.00 waktu setempat. Malaysia sejauh ini masih berada di urutan ke-3 klasemen sementara grup A Piala Asia U-16 2018. Mereka membutuhkan kemenangan atas Jepang, guna memastikan lolos, atau meraih hasil imbang, dengan catatan Thailand kalah atas Tajikistan. (art) Klasemen lengkap Piala U-16 Asia 2018 sampai Selasa (25/9): Grup A (main, selisih gol, nilai): No.      Tim               Main    Gol      Poin 1.  Jepang U-16           2       5 : 2       4 2.  Thailand U-16         2       6 : 7       3 3.  Malaysia U-16         2       8 : 6       3 4.  Tajikistan U-16        2       2 : 6       1 Grup B No.      Tim                 Main    Gol      Poin 1.   Oman U-16              2      4 : 2       4 2.   Korea Utara U-16     2      3 : 2       4 3.   Yordania U-16          2      4 : 4       2 4.   Yaman U-16             2      0 : 3      0 Grup C No.      Tim                    Main      Gol       Poin 1.   Indonesia U-16       2          3 : 1        4 2.   India U-16                2          1 : 0         4 3.   Vietnam U-16            2          1 : 2        1 4.   Iran U-16                  2          0 : 2        1 Grup D No.              Tim               Main       Gol        Poin 1.   Korea Selatan U-16        2         10 : 0        6 2.   Australia U-16                2           2 : 4        3 3.   Irak U-16                       2           3 : 3        3 4.   Afghanistan U-16            2           1 : 9        0

Tiga Tunggal Putra Lolos ke Babak 16 Besar, Ihsan Maulana Harus Angkat Koper Dari Korea Open 2018

Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, memastikan langkah ke babak kedua (16 besar) kejuaraan bulutangkis Korea Open 2018 BWF World Tour Super 500. Ia hanya butuh waktu 36 menit memulangkan wakil Jepang, Kanta Tsuneyama, straight game, 21-18, 21-16. (kampiun.id)

Seoul- Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, menjadi yang pertama memastikan langkah ke babak kedua (16 besar) kejuaraan bulutangkis Korea Open 2018 BWF World Tour Super 500. Ia hanya butuh waktu 36 menit untuk memulangkan wakil Jepang, Kanta Tsuneyama, straight game, 21-18, 21-16. Tampil di laga babak pertama (32 besar), di SK Handball Stadium, Seoul, Korea Selatan (Korsel), pada Rabu (26/9), pemilik medali emas Asian Games XVIII/2018 itu, yang akrab disapa Jojo ini, mencetak menjadi kemenangan pertamanya atas pebulutangkis Negeri Sakura, yang kini bertengger di rangking 19 dunia itu. Di babak 16 besar, pemain binaan PB Tangkas Specs Jakarta itu akan ditantang wakil Hongkong, Hu Yun yang melaju ke babak kedua usai menyudahi Huang Yuxiang (China), straight game, 21-15, 21-19, dalam tempo 41 menit. Di atas kertas, pria kelahiran Jakarta, 15 September, 21 tahun silam itu mampu mengatasi perlawanan Hu Yun. Berdasarkan statistik, dari lima kali pertemuan, tak satupun kemenangan diraih Hu Yun atas pemain utama Merah Putih yang menghuni ranking 15 dunia itu. Terakhir, kedua pemain bertemu di ajang Denmark Open 2017. Ketika itu, Jojo menang mudah dua gim langsung, 21-8, 21-11. Hasil postif juga ditorehkan pemain senior, Tommy Sugiarto (8), di babak pertama. Tanpa kesulitan ia membekuk wakil tuan rumah Lee Hyun Il, dalam duel berdurasi 31 menit, dengan skor 21-9, 21-16. Berkat kemenangannya tersebut, putra mantan Juara Dunia Icuk Sugiarto itu, membuat rekor pertemuannya dengan Lee imbang 3-3. Di babak selanjutnya, Tommy meladeni perlawanan Daren Liew (Malaysia) yang berhasil menumbangkan Zhou Zeqi (China), rubber game, 15-21, 21-10, 21-17. Sejauh ini, kedua pemain berduel dua kali. Pebulutangkis Indonesia yang kini menghuni ranking 14 dunia itu, sementara memimpin 2-0 atas tunggal Negeri Jiran itu. Kemenangan juga berhasil diraih Anthony Sinisuka Ginting (7). Penghuni Pelatnas PBSI Cipayung sukses mengandaskan wakil Prancis Lucas Corvee, straight game, 21-18, 21-10, dalam waktu 36 menit, di babak pertama. Peraih gelar juara China Open 2018, pekan lalu itu, bakal berduel dengan Wang Tzu Wei (Taiwan). Wang unggul dari Tanongsak Saensomboonsuk, straight game, 21-18, 21-15. Melawan Wang di babak 16 besar, Ginting, sapaan akrabnya, harus waspada. Dari tiga partai yang dilewati kontra atlet Taiwan yang menempati ranking 26 dunia itu, Ginting hanya sekali meraih kemenangan. Pria kelahiran Cimahi, Jawa Barat (Jabar), 20 Oktober, 21 tahun silam itu, sukses mengungguli Wang, pada ajang Malaysia Kuching International Challenge 2013. Saat itu, pemegang medali perunggu Asian Games XVIII/2018 ini, meraih kemenangan dalam duel ketat straight game, dengan skor akhir 21-23, 20-22. Sayang, satu wakil Merah Putih lainnya yakni Ihsan Maulana Mustofa, harus angkat koper dari Negeri Ginseng. Ia tak berdaya kala menghadapi Chou Tien Chen, asal Taiwan, sekaligus unggulan empat turnamen berhadiah total 600 ribu dollar Amerika Serikat (AS) itu. Peraih gelar Indonesia Masters 2018, di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, akhir pekan lalu itu, takluk dua gim langsung, dengan skor 18-21, 14-21, dalam pertandingan berdurasi 37 menit. Akibat kekalahan ini, Ihsan memperburuk rekor pertemuannya dengan Chou, menjadi 2-0. (Adt)

Sengit di Babak Final, Putra Tri Ramdhani Sabet Emas Kategori Lead Youth C Putra Kejurnas Panjat Tebing KU 2018

Putra Tri Ramadhani (Jawa Timur/tengah) meraih emas pada Laga final, nomor lead kategori youth C putra (usia 12-13 tahun), di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur (KU) XIII/2018, di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau. Pada nomor ini, semua peserta meraih poin sama. (FPTI)

Rengat- Perebutan medali nomor lead kategori youth C putra (usia 12-13 tahun) Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur (KU) XIII/2018, di Pematang Reba, Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, berlangsung ketat. Sengitnya persaingan dibuktikan dengan skor para atlet yang lolos ke babak final hanya terpaut tipis. Namun, Putra Tri Ramadhani, asal Jawa Timur (Jatim), berhasil merebut medali emas, paska mengoleksi jumlah poin 29+, dan membukukan waktu 1,73 menit. Ketujuh atlet lainnya pun juga mencetak poin sama yakni 29, tapi dengan catatan waktu berbeda-beda. “Untuk medali perak direbut atlet asal Sumatera Barat, Ahmad Zaki, dengan catatan waktu 1,73 menit,” ujar Anugrah Agung, Presiden Juri Kejurnas Panjat Tebing KU XIII, dalam rilis yang diterima nysnmedia.com, Rabu (26/9). Sedangkan, Ryan Rangga, asal Kepulauan Bangka Belitung, berhak meraih perunggu usai mencetak waktu 3 menit. Di kategori lead youth D putri, Nafatika Astuti, atlet asal Kudus, Jawa Tengah, meraih juara. “Untuk posisi kedua, ditempati Ananda Destina Nurindah dari Kepulauan Bangka Belitung,” ujarnya. Peringkat ketiga diduduki Ni Made Rai Anggreni dari Bali. Sementara itu, posisi empat hingga delapan berturut-turut ditempati Nadira Salsabilla dari Sumatra Barat, Neyla Ayu Putri dari Jawa Barat, Indyta Nouva Azzawa dari Jawa Timur, Salsabila dari Sulawesi Selatan, dan Sabila Silmi Zukhruf dari Jawa Barat. (Adt) Hasil Pertandingan Nomor Lead Kategori Youth C Putra (usia 12-13 tahun): 1. Putra Tri Ramadhani (Medali Emas/Jawa Timur): 1,73 menit 2. Ahmad Zaki (Medali Perak/Sumatera Barat): 1,73 menit 3. Ryan Rangga (Medali Perunggu/Kepulauan Bangka Belitung): 3,00 menit 4. Irgi Fathahilla Haqiqi (Sumatera Utara): 4,24 menit 5. Muhammad Akbar Ichsan (Kalimantan Timur): 4,97 menit 6. Ramaski Aswin Kristanto (Yogyakarta): 4,97 menit 7. Muhammad Zaenal Abidin (Jawa Timur): 7,25 menit 8. Agus Ari Setiawan (Jawa Timur): 8,72 menit

Punya Sandhita Bersaudara, SMA Bunda Mulya Menangi Duel Ketat Kontra SMKN 4 Jakarta

Shooting guard SMA Bunda Mulya, Dyllon Barlie (7/putih), turut membantu timnya menundukkan SMKN 4 dengan skor tipis 38-34, dalam laga Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – North Region, di GOR Cempaka Putih, pada Selasa (25/9). (DBL)

Jakarta- Menginjak hari keempat, Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 — North Region, laga makin kompetitif. Pertandingan dengan skor ketat tak terhindarkan. Seperti yang tersaji saat tim putra SMA Bunda Mulya, harus berhadapan dengan SMKN 4 Jakarta, di GOR Cempaka Putih, Jakarta Timur, pada Selasa (25/9). Lewat perjuangan esktra, Jaguars (julukan SMA Bunda Mulya) sanggup menyudahi perlawanan SMKN 4 Jakarta dengan skor tipis, 38-34. Beruntung, Jaguars memiliki Sandhita bersaudara yang mengemas kombinasi total 24 poin. Sang kakak, Dhani Sandhita yang bermain sebagai forward, mencetak 10 poin dan 8 rebound. Sedangkan sang adik, Dhven Sandhita berposisi sebagai center, mengemas 14 poin dan 7 rebound. Berkat kontribusi Sandhita bersaudara itu, Jaguars berhasil menjinakkan Four (julukan SMKN 4) dan memastikan langkah ke babak selanjutnya. Jaguars mengawali laga dengan mulus. Dheven Sandhita yang didaulat sebagai pengatur serangan mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Selain itu, sang kakak Dhani Sandhita pun tampil prima untuk membantu timnya memperlebar selisih poin. Duet kakak-adik tersebut dapat membawa timnya unggul dengan skor 16-6 di kuarter pertama. Pelatih Four (julukan SMKN 4), Steve Elfianus langsung memberikan arahan untuk bermain lebih rapi dalam transisi antar pemain. Alhasil, usai jeda kuarter pertama Four dapat memangkas ketertinggalan menjadi enam poin pada menit ketiga pertandingan. Kuarter kedua berakhir, Jaguars masih unggul 24-16. Memasuki dua kuarter akhir, pertandingan semakin memanas. Momen krusial banyak tercipta. Bak mesin diesel pemain Four bernomor punggung 11, Ishak, terus mendulang poin untuk timnya. Beberapa kali Ishak dilanggar oleh pemain Jaguars. Personal foul yang didapat Ishak tidak disia-siakan. Dengan tenang, melalui tembakan bebas, Ishak memangkas jarak ketertinggalan. Hal ini membuka asa bagi Four untuk menang dalam laga itu. Namun, mental kuat para pemain Jaguars terus membuat mereka menjaga keunggulan. Total torehan 17 poin dari Ishak pun belum mampu membawa Four terhindar dari kekalahan. Satu menit jelang perandingan usai, pemain bernomor punggung 0, Dheven Sandhita menutup kemenangan Jaguars, melalui aksi rebound yang diakhiri under basket. Hingga buzzer, skor akhir pertandingan menjadi 38-34, Jaguars unggul atas Four. “Pertandingan yang luar biasa ketat. Semangat yang luar biasa juga ditunjukkan pemain saya. Walau kalah, saya bangga dengan usaha dan perjuangan mereka,” ucap pelatih kepala Four, Steve Elfianus. Menyusul keberhasilan mengalahkan SMKN 4, SMA Bunda Mulya mengamankan langkah mereka untuk tetap berada pada persaingan, menjadi wakil North Region untuk berlaga pada babak puncak Championship Honda DBL DKI Jakarta Series 2018. Sementara itu, langkah mulus juga ditunjukkan oleh salah satu tim favorit juara, SMA Kolese Kanisius. Didukung ratusan Alaska (sebutan untuk suporter fanatik Kanisius) yang selalu hadir saat timnya tampil, Kanisius berhasil menumbangkan SMAN 30 dengan skor telak 43-4. (Adt)

Final Sesama Univ Muhammadiyah, UMJ Tekuk UMM 1-0, Dan Segel Titel Juara LIMA Football Nationals 2018

LIMA Football Nationals 2018 telah selesai. Di partai final, Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) unggul 1-0 atas Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan menyegel Titel Juara LIMA Football Nationals 2018, pada Selasa (25/9), di Stadion Gelora Brantas, Batu, Malang, Jawa Timur. (LIMA)

Malang- LIMA Football Nationals 2018 telah selesai. Perhelatan akbar yang digelar di Stadion Gelora Brantas, Batu, Malang, Jawa Timur, telah bergulir 18-25 September 2018. Sebelumnya, fase conference telah digelar dengan keikutsertaan dua regional, yakni Greater Jakarta Conference (GJC) dan East Java Conference (EJC). Sebanyak delapan tim putra saling beradu kemahiran dalam ajang sepak bola nasional antarmahasiswa ini. Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) mengakhiri kompetisi LIMA Football musim kedua ini sebagai yang terbaik. Hadir di LIMA Football Nationals 2018 sebagai runner-up GJC, UMJ bisa menyingkirkan juara GJC, Univ. Negeri Jakarta (UNJ) di semifinal dan menyingkrikan juara EJC di tempat yang sama dua pekan sebelumnya, Univ. Muhammadiyah Malang (UMM). Duel sesama Universitas Muhammadiyah itu menjadi sajian pamungkas Liga Mahasiswa (LIMA) Football Nationals 2018, pada Selasa (25/9). Walau merupakan dua saudara, kedua tim menampilkan permainan terbaik mereka kali ini, bahkan dengan kengototan. Pada menit ke-67, tendangan bebas bek UMJ, Didit Tri Gustoro (17), mengenai pemain UMM, sebelum menerpa mistar dan bola keluar lapangan. Usai dilakukan sepak pojok, terjadi kemelut di depan gawang UMM, yang dimanfaatkan penyerang UMJ, Tio Darmawan (9), menjadi gol. UNJ, juara LIMA Football GJC yang sekaligus Nusantara Conference (NC) di musim perdana tahun lalu, kali ini terpaksa finis di peringkat ketiga LIMA Football Nationals 2018. Univ. Pelita Harapan (UPH) Banten, juru kunci GJC-NC tahun lalu, merupakan semifinalis keempat. Skor 1-0 untuk UMJ, bertahan hingga akhir laga. “Alhamdulillah. Kami bersyukur meraih juara LIMA Football Nationals tahun ini. Anak-anak bermain baik dan berjuang habis-habisan,” ujar Lebry Hidayatullah, pelatih UMJ. “Kami akan berusaha dan berlatih untuk musim depan agar bisa mempertahankan gelar ini,” pungkasnya. Selain memberikan penghargaan untuk tim terbaik, LIMA juga mengapresiasi student athlete yang berprestasi cemerlang. Gelar all academic player disematkan untuk student athlete peraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi. LIMA juga memberi gelar bagi top scorer, kiper terbaik, pemain terbaik, dan manajemen terbaik. (Adt) Hasil LIMA Basketball Nationals 2018. Putra Juara – Universitas Muhammadiyah Jakarta Peringkat 2 – Universitas Muhammadiyah Malang Peringkat 3 – Universitas Negeri Jakarta Peraih gelar individual LIMA Basketball Nationals 2018. Best Management Univ. Muhammadiyah Jakarta All Academic Player Ravi Prananda Rinaldy (Universitas Pertamina, Teknik Logistik, IPK 3.93) Top Scorer Bima Fachri (Univ. Negeri Jakarta) Best Goalkeeper Reynold Septian Multhy Yuana (Univ. Muhammadiyah Malang) Best Player Tio Darmawan (Univ. Muhammadiyah Jakarta)

Laga DBL 2018 Jakarta Series Berlangsung Seru, Eben Jadi Inspirator Kemenangan Mars Atas SMAN 7

Small forward SMAN 27 Ebenezer Sahala Ryan Hutabalian (2/biru) menjadi motor kemenangan timnya dalam laga Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – North Region di GOR Cempaka Putih, pada Minggu (23/9). (DBL)

Jakarta- Keseruan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – North Region berlanjut di GOR Cempaka Putih, pada Minggu (23/9). Empat laga tersaji dalam lanjutan kompetisi basket pelajar terbesar tanah air seri ibu kota, untuk regional Jakarta Pusat dan Utara ini. Salah satu laga sengit, mempertemukan tim putra SMAN 7 Jakarta kontra SMAN 27 Jakarta. Sengitnya pertarungan dua tim basket dari sekolah negeri di Jakarta Utara ini memicu para suporter mengerahkan energinya, agar sekolahnya tetap berada pada performa yang prima. Sejak tip off kuarter pertama dimulai, Smanju (julukan SMAN 7) langsung mengambil alih penguasaan bola. Namun, upaya tim polesan Hendra Wijaya ini untuk melakukan penetrasi terbentur solidnya defense lawan. Kedisipilinan para pemain Mars (julukan SMAN 27) dalam melakukan man to man, justru membuat mereka unggul atas Smanju. Mars beruntung memiliki Ebenezer Sahala Ryan Hutabalian. Small forward yang akrab disapa Eben ini, menjadi motor kemenangan Mars dalam laga ini. Eben membuka sekaligus menutup poin, bagi keunggulan Mars. Tampil dengan minute play 26:34 (26 menit 34 detik), pemain dengan jersey nomor dua ini mengemas total 10 poin. Ditambah 8 rebound, 2 steal dan 1 assist. Eben membuka keunggulan Mars lewat dua kali tembakan free throw saat baru berjalan 2 menit. Berkat tambahan 2 poin darinya melalui lay up, Mars menutup kuarter pembuka, dengan skor 4-1 atas Smanju. Pada kuarter kedua Eben menjadi perhatian lawan, dan mendapat penjagaan ketat. Pada kuarter ini Eben scoreless, alias tak mencetak angka sama sekali. Namun, Mars tetap menjaga keunggulan dengan menutup kuarter kedua 15-6. Eben menambah 2 poin pada kuarter ketiga. Dan, tambahan 4 poin lagi pada kuarter penutup. Akhirnya Mars mengunci skor dengan kemenangan 29-11. Selain Eben, empat pemain lain ikut andil menyumbang poin atas kemenangan Mars. Yakni Numero Kenichi yang mencetak 8 poin. Dimas Lopam, pelatih Mars, tak mau jumawa atas hasil positif yang dipetik tim asuhannya, pada laga perdana. Menurutnya, masih banyak kekurangan yang harus dibenahi timnya menghadapi laga selanjutnya. “Koirdinasi pertahanan masih berantakan. Kurang komunikasi antar pemain membuat strategi man to man belum benar-benar optimal,” ucapnya. Sementara itu,tim putri SMAN 7 menjaga harapan sekolahnya berlaga di Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – North Region, paska menekuk perlawanan SMAN 20, dengan skor mencolok 17-5. Kemenangan putri Smanju masih menjaga harapan besar untuk 7 Famiglia (nama suporter SMAN 7). Usai tim putra takluk dari SMAN 27, semangat putri Smanju tak kendur, mereka justru makin terbakar. Carmelia Andreana jadi bintang pertandingan sore itu. Pemain bernomor punggung 17 itu berhasil menorehkan 7 poin untuk timnya. Meski atmosfer mencekam, Carmelia tetap tenang dalam memainkan tempo permainan. Point guard andalan Smanju itu pun turut dalam duel udara. Dirinya mampu menenangkan rebound sebanyak 8 kali. Di sisi lain, Point Guard dari SMAN 20, Amelia Dhamayanty, juga menonjol. Baru melakoni debutnya di Honda DBL, siswi kelas X itu mampu menorehkan 5 poin untuk timnya. “Sebenarnya, tim lawan memiliki kelemahan di sisi kiri. Hanya saja, kami kurang optimal dalam mencetak poin,” pungkasnya. Usaha keras Zwanzig (julukan SMAN 20) mengejar angka, harus pupus hingga kuarter keempat berakhir. Skor akhir 17-5 untuk kemenangan Smanju membawa mereka melaju ke babak selanjutnya. Torehan positif ini tidak membuat pelatih kepala Smanju, Hendra Wizaya menjadi tenang. Hendra mengatakan timnya masih perlu berbenah diri. “Kemampuan individu dari tim kami masih perlu diasah. Saya akan berikan porsi lebih mereka, agar tim kami makin kuat di Honda DBL dan melaju ke babak berikutnya,” ujarnya setelah pertandingan usai. (Adt)

Kharisma Bangsa dan PSKD 1 Jakarta Kampiun ‘Satelite Cup 2018 Volume 2’, Panitia: Kualitas Peserta Meningkat

Tim Basket Putra SMA Kharisma Bangsa menjadi kampiun Satelite Cup 2018 Volume 2, yang dihelat di Satelite Basketball Court, Depok, sejak awal September, usai di partai final menaklukan SMAN 2 Depok, dengan skor 78-42. (Riz/NYSN)

Depok- Satelite Cup 2018 Volume 2 berakhir pada Minggu (23/9). Kompetisi yang dihelat di Satelite Basketball Court, Depok, Jawa Barat (Jabar) sejak awal September, akhirnya menasbihkan Tim Basket Putra Kharisma Bangsa, dan Tim Basket Putri SMA PSKD 1 Jakarta Pusat (Jakpus) menjadi kampiun. Kharisma Bangsa meraih gelar juara setelah di partai final menaklukan SMAN 2 Depok, dengan skor 78-42. “Anak-anak sangat bagus. Kerjasama tim juga berjalan dengan baik. Tapi, mereka tetap harus berlatih lebih keras menghadapi ajang kompetisi lainnya,” ujar Sali Hairulla, Manajer Tim Basket Putra Kharisma Bangsa, Minggu (23/9). Serupa, Fajar Satria, Kapten Tim Basket Putra Kharisma Bangsa, mengatakan rekan-rekannya tampil baik pada pertandingan ini. “Sejak awal rekan-rekan bermain dengan baik. Mungkin karena stamina kami lebih unggul dari lawan, maka kami bisa meraih kemenangan. Yang pasti kami harus tetap latihan lebih keras lagi,” tutur Satria. Sementara, Dhendy Saputra, Pelatih SMAN 2 Depok, menegaskan secara keseluruhan dirinya puas dengan performa anak didiknya tersebut. “Jujur tidak kecewa dengan hasil hari ini, meskipun skornya jauh. Mereka tahu kalah level dengan Kharisma Bangsa, tapi mereka tidak gentar dan tampil fight,” tegas Dhendy. Di pertandingan lain, Tim Putri SMA PSKD 1 Jakpus berhasil merebut gelar juara usai menekuk SMAN 6 Depok, Jawa Barat (Jabar), dengan skor terpaut jauh 106-27. Sani Wulandari, Arsitek Tim Putri SMA PSKD 1 Jakpus, mengaku performa anak didiknya di partai final sangat menjanjikan. “Kemampuan anak-anak merata, karena kami tidak ingin bergantung dengan salah satu pemain,” ungkapnya. “Lawan harusnya bisa tampil lebih baik dari hari ini. Karena terakhir bertemu dengan SMAN 6 Depok, penampilan mereka sangat baik. Harusnya kemampuan mereka bisa lebih dari pertandingan tadi,” tambah Sani. Di kubu SMAN 6 Depok, Kevin Nuardy Erdiham, mengakui tim nya tidak tampil dalam kekuatan penuh. “Sebenarnya hari ini kami ada 2 laga penting. Tadi pagi kami harus tampil di ajang DBL West Java Series 2018-West Region di Bogor, dan 5 pemain juga tampil di Satelite Cup 2018 ini. Mungkin mereka terlalu capai,” terangnya. “Lawan juga kami akui memiliki kualitas, baik dari segi postur maupun otot. Karena memang mereka merupakan student athlete dari jalur beasiswa, sehingga mengutamakan pembinaan. Tapi, kami bersyukur sudah bisa tampil hingga ke final,” cetus Kevin. Sedangkan Daffa Amasya, Ketua Panitia Satelite Cup 2018 Volume 2, menjelaskan ajang ini berjalan lancar sejak dimulai pada awal September lalu hingga puncaknya pada Minggu (23/9). Terlebih, menurutnya, kualitas peserta menunjukkan peningkatan dibandingkan pelaksanaan yang sama pada 2017. “Satelite Cup 2018 Volume 2 berjalan lancar. Peserta juga memperlihatkan kualitas yang baik selama event. Beberapa peserta saat event tahun lalu tidak ikut, tapi kali ini bisa ikut, bahkan bisa menjadi juara seperti SMA Kharisma Bangsa. Semoga event ini menjadi barometer basket, khususnya di wilayah Depok,” tukas Daffa. (Adt) Hasil Pertandingan Final Satelite Cup 2018 Volume 2: Putra 1. SMA Kharisma Bangsa vs SMAN 2 Depok: 78-42 2. SMAN 8 Depok vs SMKN 2 Depok: 43-34 Putri  1. SMA PSKD 1 Jakarta vs SMAN 6 Depok: 106-27 2. SMAN 3 Depok vs SMAN 8 Depok: 23-5

Sabet Juara di Turnamen 1 Juta Dolar, Pemuda 21 Tahun Asal Cimahi Raih Kampiun di China Open 2018

Anthony Sinisuka Ginting menjuarai China Open 2018 BWF World Tour Super 1000, pada Minggu (23/9), paska menaklukan wakil Jepang, Kento Momota, sekaligus unggulan tiga, straight game, 23-21, 21-19, dalam laga sengit, di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changzhou. (Humas PBSI)

Changzhou- Pemain tunggal Merah Putih, Anthony Sinisuka Ginting menjuarai China Open 2018 BWF World Tour Super 1000, pada Minggu (23/9). Ginting, sapaannya, menaklukan wakil Jepang Kento Momota sekaligus unggulan tiga, setelah melewati laga sengit di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changzhou, straight game, 23-21, 21-19. Menghabiskan laga sepanjang 63 menit di partai final seakan menjadi klimaks bagi penampilan pemain asal PB SGS PLN Bandung, Jawa Barat (Jabar) itu. Datang ke Negeri Tirai Bambu dengan status pemain non unggulan, namun, pria kelahiran Cimahi, Jabar, 20 Oktober, 21 tahun silam itu, menunjukkan kapasitasnya jadi pemain elite dunia. Menghadapi Momota, bukanlah perkara mudah. Dari enam kali perjumpaannya dengan tunggal utama Negeri Sakura itu, Ginting hanya memetik dua kali kemenangan. Pada laga kali ini, Momota unggul 11-10 lebih dahulu di jeda interval gim pertama. Usai jeda interval, duel kedua pemain tetap berlangsung sengit dan ketat. Ginting kembali tertinggal ketika kedudukan 14-15. Bahkan disaat poin-poin mendekati akhir, kesalahan demi kesalahan yang dilakukan pemain penghuni Pelatnas PBSI Cipayung itu memberikan ‘angin’ bagi Momota hingga sempat unggul 19-16. Tertinggal tiga poin dari Momota, tak membuat Anthony kendur. Ia bangkit, bahkan mengubah kedudukan imbang 19-19. Publik yang menyaksikan laga itu dibuat berdebar. Ginting yang tak mampu mengembalikan bola di depan net dengan sempurna, membuat Momota memundi dan merubah kedudukan 20-20. Kemenangan pemain Jepang ranking dua dunia di gim pertama itu berada di depan mata saat unggul 21-20. Namun, ia belum menyerah. Dewi Fortuna berpihak padanya hingga kembali membuat kedudukan imbang 21-21. Ginting akhirnya mampu memanen dua angka di poin-poin kritis sekaligus mengunci gim ini dengan skor 23-21. Hasil positif yang diraih Ginting menjadi bekal melakoni gim kedua. Namun, lagi-lagi pemain Indonesia pemegang gelar Indonesia Masters 2018 itu harus tertinggal 8-11 di jeda interval gim. Momota juga terus memberikan ancaman ke daerah pertahanan lawan serta mampu memperlebar jarak poin dengan Ginting saat kedudukan 15-10. Ginting tak ingin kehilangan momentum. Perlahan dan pasti, ia berusaha memangkas jarak poin dengan Momota. Alhasil, poin kedua pemain hanya terpaut tipis 15-16, dan berlanjut imbang 16-16. Satu-satunya wakil Indonesia itu bahkan mampu membalikan keadaan setelah unggul 18-17. Mendekati akhir gim, duel keduanya makin menarik. Terlebih, kedudukan imbang tercipta di poin 19-19. Smash menyilang Ginting tak mampu diantisipasi dengan sempurna oleh Momota, hingga mengubah kedudukan 20-19 untuk keunggulan peraih medali perunggu Asian Games XVIII/2018 itu. Ketenangan serta semangat juang Ginting akhirnya menemui klimaks setelah mampu mencetak game point saat kedudukan 20-19. Dan, pengamatan tak sempurna dari Momota akhirnya memastikan Ginting menyegel gim ini dengan skor 21-19. Keberhasilan Ginting membawa pulang gelar di turnamen berhadiah total 1 juta dollar Amerika Serikat (AS) itu sekaligus menggenapi gelar sebelumnya di ajang Indonesia Masters 2018, akhir Januari lalu. Usai laga, Ginting mengucap syukur atas pencapaian tertingginya di level Super 1000 itu. “Puji Tuhan hari ini saya bisa menang. Pertandingan juga ketat, dan skornya tipis. Saat tertinggal, saya hanya berusaha menjalankan apa yang saya terapkan di partai sebelumnya, saat poin tertinggal juga,” ujar Ginting, dikutip situs resmi PBSI, Minggu (23/9). Sukses menjadi juara membuat Ginting mendapatkan hadiah uang 70.000 dolar AS (Rp 1,037 miliar). Namun, Ia mengaku tak memikirkan poin saat tertinggal dari lawan. Ginting hanya fokus dengan cara bermain. “Saya mukul bola untuk dapat poin, itu saja. Tapi, di gim kedua saya coba kuasai kondisi angin yang membuat saya melakukan kesalahan sendiri,” lanjut pemain ranking 13 dunia itu. Ginting mengungkapkan soal pukulan halus di depan net merupakan usahanya untuk membuat lawan terpancing mengangkat bola ke atas. “Pukulan halus di depan net, memang itu salah satu usaha saya untuk mendapatkan kesempatan menyerang,” pungkas anak didik Hendri Saputra itu. (Adt)

Duel North Region Dimulai, Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – North Region Dibuka Tiga Laga Seru

Tim SMA Kolese Kanisius (hijau) menjajal tim berstatus debutan, SMAN 110 Jakarta, dalam laga perdana Honda DBL DKI Jakarta Series 2018, regional Jakarta Utara dan Pusat (North Region), di GOR Cempaka Putih, pada 22-29 September. (Pras/NYSN)

Jakarta- Perjalanan panjang mencari champion putra dan putri Honda DBL DKI Jakarta Series 2018, berlanjut ke Jakarta Utara. Setelah merampungkan pelaksanaan regional Jakarta Barat (West Region), kompetisi basket pelajar terbesar di tanah air ini, digelar di GOR Cempaka Putih, pada 22 hingga 29 September. Klik disini untuk melihat galeri foto pembukaan Honda DBL North Region DKI Jakarta 2018 Venue itu terpilih sebagai tempat berlangsungnya Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – North Region. Sebanyak 28 tim dari sekolah di kawasan Jakarta Utara dan Pusat akan saling bersaing. Diawali oleh tiga laga seru, tersaji pada opening party Sabtu (22/9) sore, sekaligus menandai dimulainya persaingan North Region. Dari persaingan putra, tim SMA Kolese Kanisius menjajal tim berstatus debutan, SMAN 110 Jakarta. Dilanjutkan laga SMA Gandhi Ancol versus SMA IPEKA Sunter. Serta tak ketinggalan laga perdana tim putri antara SMAK 5 Penabur yang akan jumpa SMAN 30 Jakarta. Datang sebagai predikat tim berpengalaman, Kanisius tidak besar kepala. Kenneth Nicholas Kusno dkk justru mawas diri demi menjaga asa di Honda DBL DKI Jakarta Series 2018. Perubahan format pada tahun ini, membuat mereka lebih waspada terhadap lawan-lawan baru. “Setiap tim pasti memiliki tujuan untuk menjadi juara. Namun, saya yakin, tim kami lebih siap dari segi mental dan pengalaman,” ujar Kenneth, kapten tim SMA Kolese Kanisius. Selain dari segi pengalaman, Kanisius juga dikenal memiliki supporter setia dan militan dalam mendukung timnya berlaga. Alaska (sebutan untuk suporter Kanisius) selalu hadir ketika timnya bertanding di Honda DBL DKI Jakarta. Suporter yang suka bikin ‘gaduh’ itu akan membuat mental tim lawan jatuh. Tahun lalu, Alaska mampu membuat lawan menjadi ciut. Kala itu, Kanisius mampu menumpaskan perlawanan SMAN 60 dengan skor telak 41-8. “Dukungan dari Alaska selalu membuat kami membara. Kehadrian mereka (re: Alaska) membuat kami merasa bermain dengan enam orang di lapangan,” ujar siswa kelas XI tersebut. Kendati melawan salah satu tim tangguh, sang penantang SMAN 110 tak patah arang. Menanggapi hal itu kapten dari Spuls (julukan SMAN 110) Fazjri Abdillah menganggap bahwa mereka harus tetap tenang saat melawan Kanisius nanti. “Harus diakui, mereka (re: Kanisius) memiliki nama besar di Honda DBL, apalagi dengan dukungan Alaska. Tapi, kami tetap tenang dalam menghadapi mereka. Saling dukung antar pemain serta kepercayaan diri akan jadi kunci utama untuk raih kemenangan,” cetusnya. Tak kalah ketat, pertandingan tim putra lainnya. Dua debutan saling berjumpa antara SMA Gandhi Ancol kontra SMA IPEKA Sunter. Keberhasilan SMA IPEKA Puri maju ke babak semifinal wilayah Jakarta Barat lalu, membuat tim polesan Herbert Wijaya ini optimis mampu menorehkan hasil memuaskan. “Saya termotivasi keberhasilan IPEKA Puri tembus ke semifinal. Hal itu membuat kami makin berani berhadapan semua lawan,” cetus shootingguard SMA IPEKA Puri, Edwin Kurniawan Agung. Dari sektor putri, laga sengit siap disaksikan. SMAK 5 Penabur bakal berduel kontra SMAN 30 Jakarta di babak awal Honda DBL DKI Jakarta wilayah Utara. Kedua tim yang akan bersua ini memiliki sejarah pertandingan sendiri. Mereka sering head to head baik pada suatu kompetisi ataupun sekedar scrimmage. Kapten tim putri SMAN 30, Gabriella Abigael membeberkan materi pemain dari SMAK 5 Penabur. “Kami sering berjumpa dengan mereka (re: SMAK 5). Pemain mereka memang tak besar, tapi kecepatan serta keberanian mereka mendrive bola patut diwaspadai,” pungkasnya. Tim lawan pun juga sangat memantau permainan dari para punggawa Deflover (julukan SMAN 30). Belajar dari pengalaman sebelumnya, SMAK 5 tidak mau kecolongan dari sang lawan. Tim yang digawangi Jihan Na’amin sebagai kapten tim, telah melihat tempo permainan dari Deflover. “Mereka memiliki postur tubuh tinggi dan besar. Chemistry tim mereka juga telah terbentuk. Permainan pass to pass mereka jadi pekerjaan rumah untuk kami,” ungkap dara berusia 17 tahun itu. Memenangi setiap laga adalah keharusan bagi para kontestan. Dengan sistem gugur, tiap peserta menjalani partai do or die tiap laga, hingga tembus final North Region. Hanya tim putra dan putri yang lolos ke final North Region menuju Championship Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 di GOR Soemantri, 10-17 November mendatang. Pada babak puncak nanti, para finalis dari empat region, Jakarta Barat (West Region), Jakarta Utara dan Pusat (North Region), Jakarta Selatan (South Region), dan Jakarta Timur (East Region) akan dibagi menjadi dua grup dengan format setengah kompetisi untuk mencari the real champion seri Ibu Kota. Sementara ini, Jakarta Barat yang telah meloloskan wakilnya. Dari kategori putra ada SMA Bukit Sion yang berstatus juara West Region, serta SMAN 2 Jakarta (runner-up). Sementara untuk putri diwakili oleh SMK Yadika 2 Jakarta (champion) dan SMAN 16 Jakarta (runner-up). Bintang Asian Games Meriahkan Charity untuk Korban Gempa Lombok Bersamaan dengan opening party North Region sore ini, akan digelar juga acara penggalangan dana untuk korban gempa Lombok, NTB. Salah seorang bintang timnas basket Indonesia pada Asian Games 2018, Andakara Prastawa Dhyaksa, akan ikut hadir dan memeriahkan charity ini. Shooting guard Pelita Jaya Jakarta itu akan mengikuti Honda DBL 2 Ball Challenge bersama penonton. Setiap poin yang dihasilkan pada tantangan ini, akan dikonversi menjadi sejumlah rupiah. Nantinya, dana yang terkumpul akan disalurkan bertepatan dengan pelaksanaan development camp di Mataram, pada bulan November mendatang. (Adt)

Mulai Sabtu Malam, 300 Atlet Junior Tampil di Kejurnas KU Panjat Tebing 2018 Riau

Sebanyak 300 atlet mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur (KU) XII 2018, siap dihelat di Pematang Reba, Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau pada 22-29 September 2018. (FPTI)

Rengat- Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur (KU) XII 2018, siap dihelat di Pematang Reba, Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, pada 22-29 September 2018. Ketua umum Pengurus Kabupaten Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Indragiri Hulu, Eldja Septarima menyebut, ada 300 peserta yang mendaftar. Mereka berasal dari 28 provinsi se-Indonesia. Rencananya, Kejurnas yang akan dibuka Bupati Indragiri Hulu Yopi Arianto ini, akan dihadiri oleh Ketua FPTI Pusat Faisol Riza. “Kita sudah undang, bupati/walikota, Kapolda, Kajati, dan lainnya untuk hadir dalam acara pembukaan pada Sabtu (22/9) malam di Inhu,” ucap Rima. Selain itu, pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga RI juga dijadwalkan hadir. Jika tidak hadir, sebut dia, maka akan dilakukan telecom friend dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi. “Ada 30 spesifikasi nomor yang dipertandingkan. Speed, lead, boulder, combine untuk junior, youth, dan kids,” ujarnya. Lebih lanjut ia menjelaskan, usia untuk kategori junior adalah 18-19 tahun, youth A: 16-17 tahun, youth B: 14-15 tahun. Kemudian untuk kategori kids, yakni youth C: 12-13 tahun dan youth D: 10-11 tahun. Khusus untuk nomor combine, hanya akan dipertandingkan di kategori junior dan youth A. Sedangkan youth C dan youth D, hanya akan bertanding di nomor speed classic dan lead. Total ada 90 medali yang diperebutkan. Para peserta wajib mengikuti technical meeting yang digelar pada Sabtu (22/9), sejak pukul 16.00 WIB. Saat ini, lokasi lomba sudah siap digunakan. Para pembuat jalur juga sudah bekerja di lokasi dan segera menyiapkan jalur pemanjatan. Pria yang menjabat Kepala Bidang Olahraga Disporapar Inhu ini mengharapkan, agar masyarakat turut meramaikan pesta olahraga tersebut. Sebab selain pertandingan juga akan ada festival kuliner di lokasi. “Bagi seluruh masyarakat khususnya yang berada di Riau, mari datang dan saksikan Kejurnas Kelompok Umur. Karena selain bisa nonton perlombaan, masyarakat juga bisa menikmati pesta kuliner,” katanya. (Adt)

Jadi Tuan Rumah, Tim Sofbol U-18 Kendari Bidik Juara Umum Kejurnas Softball Junior U-18

Tim sofbol junior U-18 Sulawesi Tenggara (Sultra) optimis menjadi kampiun, dalam Kejuaraan Nasional (kejurnas) Softball Junior U-18 yang akan digelar di Kota Kendari, mulai 23 - 30 September 2018. (tribunnews.com)

Kendari– Tim sofbol junior U-18 Sulawesi Tenggara (Sultra) optimis menjadi kampiun, dalam Kejuaraan Nasional (kejurnas) Softball Junior U-18 yang akan digelar di Kota Kendari, mulai 23 – 30 September 2018. “Kita optimis bakal meraih juara sebab tim kita sudah siap. Apalagi, sebagai tuan rumah, otomatis lebih diungulkan,” ujar Ketua Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi) Sultra, Pahri Yamsul, di kawasan Eks MTQ Kendari, Selasa (18/9) lalu. Atlet softbol junior U-18 Sultra bejumlah 56 orang, yang terbagi atas tim putra dan putri. Jumlah itu sudah termasuk pemain cadangan dari masing-masing tim. “Jadi, Insyaallah, tim putra kita target juara. Semantara, tim putri target masuk lima besar,” kata Pahri. Sebagai bukti keseriusan mengembangkan Softball di Sultra, Pemprov Sultra menggelontorkan anggaran sebesar Rp2 miliar demi pembangunan dua venue pertandingan. “Kita bangun lapangannya dengan ukuran 125 x125 meter yang sesuai standar intenasional,” jelasnya, Menurut Pahri, lapangan yang dibangun itu, lebih luas dari lapangan di Karebosi, Makassar, yang selama ini kerap dipakai berbagai event pertandingan softball. “Untuk dua lapangan putra dan putri, habis Rp2 miliar. Kualitas tanahnya ini terbaik. Rumputnya diganti, dan lengkap dengan tempat penontonnya,” ujarnya Lapangan tersebut akan dibangun di kompleks kantor KONI Sultra. Setelah pelaksanaan Kejurnas, kelak, lapangan ini menjadi markas latihan Tim Softball Sultra. Pahri menambahkan, sebagai tuan rumah dalam ajang ini, Sultra telah menyiapkan infrastruktur, penginapan, serta fasilitas lainnya. Tercatat 8 tim putra-putri yang mendaftar. Di antaranya, DKI Jakarta, Jawa Barat (Jabar), Papua, Papua Barat, Lampung, Kalimntan Timur dan Jawa Timur. “Satu provinsi satu tim. Tapi ada beberapa provinsi yang megirim tim putra dan putri,” pungkas pria yang menjabat Kadis Cipta Karya, Bina Kontruksi dan Tata Ruang Sultra ini. (Adt)

IDGEN-Uni Papua Gelar Festival Sepak Bola untuk Perdamaian 2018, Semai Benih Perdamaian Dalam Diri Generasi Muda Indonesia

Yayasan Generasi Indonesia Internasional (IDGEN) dan Komunitas Sepak Bola Uni Papua, resmi menggelar Festival Sepak Bola untuk Perdamaian (Football for Peace Festival) 2018, di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan (Jaksel), pada Sabtu (22/9). (Riz/NYSN)

Jakarta- Yayasan Generasi Indonesia Internasional (IDGEN) dan Komunitas Sepak Bola Uni Papua, resmi menggelar Festival Sepak Bola untuk Perdamaian (Football for Peace Festival) 2018, di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan (Jaksel), pada Sabtu (22/9). Event ini bertujuan menyemai benih perdamaian dalam diri generasi muda Indonesia, sekaligus agen diplomasi budaya. “Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga) atau Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta wajib mendukung, termasuk memberi fasilitas lapangan sepak bola milik Jakarta,” ujar Ratiyono, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) DKI Jakarta, Sabtu (22/9). Menurutnya, event ini mampu membangkitkan semangat guna mempererat persatuan dan kesatuan, serta kebhinekaan, dalam sepak bola. “Sepak bola mampu memberikan edukasi nilai sportifitas. Satu sisi menjadi lawan bertanding di lapangan, tapi disisi lain sesungguhnya kawan dalam bermain. Ini filosofi dari sepak bola,” lanjutnya. “Kedepan semua pihak yang terlibat seperti Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), serta kementerian lain bisa bersinergi, sehingga kedepannya event Football for Peace Festival makin kuat dalam menyemai persatuan dan persahabatan,” terang Ratiyono. Sementara itu, Harry Widjaja, CEO Uni Papua, mengatakan tahun ini adalah penyelenggaraan yang kedua kalinya, dan Football for Peace Festival 2018 digelar satu hari penuh yakni pada Sabtu (22/9). “Kami bersama dengan Kemenlu dan Kemenkopolhukam menyelenggarakan event Football for Peace Festival ini dengan melibatkan 19 tim yang terdiri dari Kedubes negara sahabat, komunitas sepak bola lokal, komunitas ekspatriat, dan sekolah berbasis agama yakni pesantren dan sekolah Katolik,” cetus Harry. Ia menambahkan event sepak bola untuk perdamaian ini adalah pertama kali dihelat di 4 kota, yakni Banda Aceh dan Manokwari (24-28 September), Jakarta (1-5 Oktober), dan Tabanan (18-21 Oktober). Selain itu, pihaknya melibatkan unsur TNI (Tentara Nasional Indonesia), Polri (Kepolisian Republik Indonesia), BNN (Badan Narkotika Nasional), Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga), serta LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), sebagai narasumber workshop kebangsaan. “Dan untuk peserta, kami mengundang para praktisi sepak bola, guru-guru olahraga, organisasi dan komunitas kepemudaan, perguruan tinggi, dan sekolah sepak bola, sebagai peserta training of trainers dan festival sepak bola untuk perdamaian di 4 regional itu. Total yang terlibat dalam kegiatan ini sekitar 1000 orang,” jelasnya. Harry menyebut event ini nantinya akan memilih 2 anak dari masing-masing regional ditambah 1 orang pendamping dari setiap regional untuk diberangkatkan ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), dalam rangka coaching clinic dan trauma healing bagi anak-anak korban gempa, dan pihaknya juga akan menyerahkan 1000 bola. “Anak-anak yang terpilih sekaligus dinobatkan sebagai duta sepak bola untuk perdamaian dan akan bertugas mengkampanyekan nilai-nilai perdamaian dan toleransi melalui sepak bola kepada rekan-rekan mereka,” tukas Harry. (Adt)