Ratusan Pesepakbola Muda Ikut Grassroots Football Festival di Gorontalo

Grassroots Football Festival Gorontalo

PSSI bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyelenggarakan Grassroots Football Festival di Lapangan Sumpah Pemuda, Dengilo, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Minggu 21 September 2025. Kegiatan bertema “Satu Langkah di Lapangan untuk Membangun Masa Depan” ini menghadirkan 140 anak laki-laki dan perempuan yang berasal dari lebih dari 30 Sekolah Sepak Bola (SSB) di Kabupaten Pohuwato. Festival ini juga diisi dengan Workshop Coach Educator & Safeguarding serta dipandu langsung oleh para pelatih berpengalaman seperti Bima Sakti, Indra Sjafri, dan Marwal Iskandar. Coach Marwal Iskandar, salah satu instruktur pelatih yang hadir, mengatakan kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman latihan komprehensif bagi pemain usia dini. “Materi yang kami ajarkan di sini terdiri dari 10 pos latihan, seperti passing, exercise, game workshop, hingga analitical game. Para pemain berlatih secara bergiliran di setiap pos selama sekitar 7 menit per pos, sehingga total waktu mereka bermain dan berlatih bisa mencapai 70-80 menit,” jelasnya. Eks pelatih Timnas U16, U19, U20 dan U23, Indra Sjafri menilai Gorontalo memiliki potensi besar dalam pengembangan sepak bola usia dini. “Alhamdulillah hari ini kita berada di Provinsi Gorontalo untuk melaksanakan Grassroot Football Festival. Ini adalah kesempatan berharga bagi Provinsi Gorontalo karena kegiatan ini akan kami laksanakan di setiap provinsi, dan Gorontalo menjadi provinsi pertama yang kami pilih,” ungkap Indra. “Banyak potensi luar biasa yang kita temukan, termasuk di Gorontalo. Saya pribadi terkejut melihat pemain-pemain usia 12 tahun ke bawah yang potensinya luar biasa. Tentu PSSI berkomitmen agar potensi ini terbina dengan baik, melalui infrastruktur yang memadai, pelatih yang kompeten, dan kurikulum pembelajaran yang tepat,” tambahnya. Sementara itu, Sekjen PSSI, Yunus Nusi menegaskan komitmen PSSI untuk membawa sepak bola hingga ke pelosok Indonesia. “Alhamdulillah hari ini PSSI menyelenggarakan Grassroot Football Festival di Provinsi Gorontalo. Antusiasme anak-anak sangat tinggi dan semoga ini menjadi titik awal untuk sepak bola mendunia dan benar-benar hadir di seluruh pelosok tanah air,” ujarnya. “Kegiatan kali ini berada di sudut geografis Provinsi Gorontalo, tepatnya Kabupaten Pohuwato, PSSI tetap memegang prinsip bahwa sepak bola harus hadir di seluruh Indonesia. Kami berharap dukungan ini mampu melahirkan anak-anak bangsa dari seluruh pelosok tanah air, termasuk dari Gorontalo, yang kelak menjadi bagian dari tim nasional di masa depan,” pungkasnya.

Superliga Junior 2025: PB Djarum dan Banthongyord Juara Kategori U19

Tim U19 Putri Banthongyord

Tim U19 putra PB Djarum dan tim U19 putri Banthongyord keluar sebagai Polytron Superliga Junior 2025. Dalam partai puncak kejuaraan beregu yang di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (21/9) tersebut, tim tuan rumah menang 3-2 atas Jaya Raya Jakarta dan berhak memboyong Piala Liem Swie King, sementara Banthongyord, klub bulu tangkis asal Thailand, mengalahkan PB Djarum setelah melalui laga sengit yang berakhir dengan skor 3-2 dan berhak atas Piala Susy Susanti. Laga ketat antara PB Djarum dan Jaya Raya tersaji sejak partai pertama yang mempertemukan Radithya Bayu Wardhana dengan Denis Azzarya, yang berakhir dengan kemenangan bagi Radithya. Namun, Jaya Raya Jakarta bangkit dan merebut dua kemenangan beruntun melalui Akmal Nurrahman/Revand Harianto dan Maharishiel Timotius Gain. Pertarungan kian memanas di partai keempat antara Muhmmad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono dan Muhammad Vito Annafsa/Yugo Alvaro Gunawan. Laga yang juga diwarnai pemberian kartu merah kepada Yugo ini, berujung kemenangan bgi Mubarrok/Raihan dengan skor 17-21, 21-10, 21-18. Pada partai penentuan, Yarits Al Kaaf Rengganingtyas berhasil mengalahkan Yusack Christian melalui dua gim 18-21 20-22, sekaligus memastikan podium teratas bagi PB Djarum. “Secara keseluruhan, target kita adalah menjadi juara. Dengan hasil ini kita sangat bersyukur, sementara dari sisi kami sebagai pelatih, kita sangat mengapresiasi perjuarangan atlet-atlet yang bertarung sampai partai kelima hingga akhirnya menang 3-2,” kata pelatih tunggal putra PB Djarum, Dionysius Hayom Rumbaka. “Kalau dari tunggal, saya menilai peluangnya 50-50. Sementara di final tadi di ganda kita kecolongan satu dan itu di luar prediksi kami. Tapi untungnya di tunggal terakhir, kita mmendapatkan jalan yang terbaik,” Hayom, menambahkan. Sementara, Banthongyord berhasil mengulangi prestasi gemilang yang diraih pada Polytron Superliga Junior 2023, ketika skuad putri U-17 asal Negeri “Gajah Putih” itu tampil sebagai juara di Magelang. Kali ini, Banthongyord kembali diperkuat Anyapat Phichitpreechasak memenangi tiga dari lima partai final melawan PB Djarum. Anyapat menyumbang poin pertama berkat kemenangan atas Christabel Calista Purwanto lewat dua gim 21-6, 21-17 dalam 34 menit. Setelah partai pembuka, kedua tim saling berbalas kemenangan hingga laga final ini harus ditentukan melalui partai kelima yang mempertemukan Peeraya Wechawong dengan Shaafiya Yasmin Maitsaa. Dalam pertarungan yang menguras tenaga selama 76 menit ini, Peeraya akhirnya memastikan kemenangan lewat duel tiga gim dengan skor 21-18, 16-21, 21-16.

Superliga Junior 2025: Exist dan Granular Juara Kategori U17

Tim U17 putra Exist Badminton Club

Tim U17 putra Exist Badminton Club dan tim U17 putri Granular menjuarai Polytron Superliga Junior 2025. Dalam pertandingan final kejuaraan beregu itu di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (21/9), Exist Badminton Club meraih kemenangan 3-2 atas PB Djarum dan berhak atas Piala Hariyanto Arbi. Sementara Granular, klub bulu tangkis asal Thailand, menang 3-0 atas PB Djarum dan membawa pulang Piala Yuni Kartika. Pertarungan ketat antara Exist Badminton Club dan PB Djarum tersaji di Lapangan 3 di gedung olahraga yang terletak di kawasan Jati tersebut. Tunggal pertama Exist Badminton Club, Ghaisan Haidar Tsaqib, meraih poin pertama berkat kemenangan ats Alif Akbar M melalui rubber game 21-15, 17-21, 21-10 dalam tempo 58 menit. Namun, PB Djarum dapat membuat skor imbang lalu memimpin melalui ganda Faza Iwadh Kurnia Ramdhan/Muhammad Lutfhi Habibi dan pemain tunggal Farel Fadhilah Ukasyah. Exist Badminton Club memaksa laga menuju partai kelima setelah Allong Ardian menundukkan Afiq Amali Bintang Pratama melalui tiga gim 19-21, 21-17, 21-15. Titel juara kategori U17 putra bagi Exist Badminton Club dipastikan oleh Ghaisan Haidar Tsaqib/Raynanda Laksamana setelah menang dua gim langsung 21-10, 21-17 atas Alfindo/Hazel Rizqi Prasetyo dalam tempo 34 menit. Dengan hasil ini, Exist Badminton Club memboyong dua gelar juara dari Kudus. Di kategori U15 putri, para pemain klub bulu tangkis yang bermarkas di kawasan Cibinong, Jawa Barat ini, menang atas PB Djarum dengan skor 3-1. Sementara, Granular memastikan podium teratas kejuaraan beregu ini melalui tiga pemain tunggal pertama mereka, Kungkaew Kakanik, Nathida Buramart, dan Lalita Sattayathadakoon. Mereka meraih tiga kemenangan tanpa balas dari PB Djarum, yang menurunkan Raisya Affatunisa, Frisca Adelia Arifah, serta Hani Miftasari. “Pertandingan final ini sangat menarik, tetapi juga tekanannya cukup tinggi buat para pemain, termasuk para pelatih,” ujar manajer tim Granular Pornsak Glanrit. “Kejuaraan ini adalah salah satu kesempatan yang baik dalam meningkatkan performa para pemain kami, di masa junior mereka menuju tim nasional. Begitu pun sebaliknya, di Thailand, ada beberapa turnamen level junior yang juga diikuti oleh berbagai negara, termasuk Indonesia. Jadi menurut saya kedua negara memiliki komitmen yang baik dalam mempersiapkan pemain-pemain mereka menuju jenjang yang lebih tinggi,” Pornsak, menjelaskan. Pornsak juga menyebutkan kejuaraan beregu ini tidak hanya menjadi ajang persaingan di lapangan, tetapi juga kesempatan reuni dan bertukar pikiran antara pelatih-pelatih mancanegara dan para pelatih Indonesia, khususnya PB Djarum, yang telah menjalin hubungan baik dengan mereka selama kurang lebih 30 tahun terakhir. “Terima kasih kepada PB Djarum, kepada semua pemain dan pelatih. Terima kasih kepada semua, termasuk juga pengemudi yang mengantarkan kami ke berbagai tempat di Indonesia, yang telah membuat kami nyaman selama di Kudus,” pungkasnya.

Djarum Foundation Siapkan Turnamen Campus League

Victor Hartono

Djarum Foundation mengumumkan rencana besar untuk menggulirkan kompetisi bulu tangkis antarkampus yang diberi nama Djarum Campus League. Ajang bergengsi ini dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2026 mendatang. Konsepnya terinspirasi dari kesuksesan turnamen basket universitas di Amerika Serikat. Presiden Direktur Djarum Foundation, Victor Hartono, menjelaskan bahwa kejuaraan ini akan diselenggarakan di empat pusat perguruan tinggi utama. Wilayah tersebut meliputi Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada potensi besar untuk melahirkan atlet muda berbakat. Tujuan utama Djarum Campus League adalah memberikan jaminan pendidikan sekaligus jalur karier bagi para atlet. Ini menjadi solusi bagi mereka yang tidak berhasil menembus level profesional bulu tangkis. Atlet dapat mengembangkan kemampuan olahraga sambil mengejar gelar sarjana melalui beasiswa universitas. Victor Hartono menyoroti tantangan yang dihadapi atlet muda bulu tangkis yang tidak selalu berhasil masuk ke pemusatan latihan nasional (Pelatnas). Ia menyatakan bahwa Djarum Campus League hadir sebagai solusi alternatif bagi para pemain tersebut. Kompetisi ini diharapkan dapat menjadi wadah pengembangan bakat yang berkelanjutan. Melalui ajang Djarum Campus League, para atlet bulu tangkis berkesempatan untuk mewakili universitas mereka. Victor berharap universitas-universitas tersebut dapat menyediakan beasiswa pendidikan. Dengan demikian, atlet bisa tetap berprestasi di bidang olahraga tanpa mengabaikan jenjang akademik. Konsep ini memungkinkan atlet untuk memiliki “jalan tengah” jika gagal menembus level profesional tertinggi. “Kalau jadi pemainnya kayak Jojo, Ginting, Fajar, Fikri, Bagas, Leo, Daniel gitu ya, alhamdulillah. Tapi kalau nggak, dapat S1. Oke juga kan?” ujar Victor. Ini menunjukkan komitmen Djarum Foundation terhadap masa depan atlet secara holistik. Victor Hartono menjelaskan bahwa Djarum Campus League tidak hanya akan terbatas pada cabang bulu tangkis saja. Rencananya, kompetisi ini juga akan merangkul berbagai olahraga lain yang populer di kalangan mahasiswa. Cabang-cabang seperti futsal, voli, sepak bola, bahkan panjat tebing dan panahan akan turut dipertimbangkan. Dengan konsistensi dalam penyelenggaraan, Djarum Foundation berharap ajang ini dapat berkembang pesat. Victor memimpikan Djarum Campus League bisa mencapai level seperti liga basket kampus NCAA di Amerika Serikat. Model NCAA telah terbukti berhasil melahirkan banyak atlet profesional sekaligus menjamin pendidikan mereka. “Kalau itu makin banyak beasiswanya, makin banyak jenisnya juga, nggak hanya badminton tapi juga sepak bola dan panjat tebing dan lain-lain, itu Indonesia ada kemungkinan untuk maju di banyak olahraga sekaligus,” tutur Victor. Pernyataan ini menegaskan visi jangka panjang untuk kemajuan olahraga nasional. Selain fokus pada pengembangan kompetisi, Djarum Foundation juga membuka peluang untuk menghadirkan infrastruktur penunjang. Victor mengakui animo penonton yang hadir di sejumlah turnamen junior sangat tinggi. Hal ini mendorong pertimbangan pembangunan fasilitas olahraga yang lebih memadai. Ke depan, pihaknya mempertimbangkan pembangunan gedung olahraga baru di Jakarta. Gedung tersebut diharapkan memiliki kapasitas 15 lapangan dengan tribun yang lebih luas. “Kita kalau ada kesempatan bikin gedung lagi di Jakarta. Yang 15 lapangan, dengan tribun yang lebih luas. Dan daya beli penonton baik ya,” ujarnya. Meskipun demikian, Victor Hartono menegaskan bahwa rencana pembangunan gedung olahraga baru ini belum menjadi prioritas utama dalam waktu dekat. Fokus utama saat ini adalah mematangkan konsep dan pelaksanaan Djarum Campus League. Pembangunan infrastruktur akan menjadi agenda setelah kompetisi berjalan stabil.

Superliga Junior 2025: Jaya Raya Solo dan Champion Klaten Sabet Gelar Juara U13

Tim U13 putra Jaya Raya Solo

Tim putra U13 Jaya Raya Solo dan tim putri U13 Champion Klaten berhasil menempati podium teratas kejuaraan beregu Polytron Superliga Junior 2025. Dalam partai puncak yang berlangsung di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (21/9). Jaya Raya Solo mengalahkan Taqi Arena dengan skor 3-0 untuk menyabet Piala Tontowi Ahmad, sementara Champion Klaten merebut kemenangan 3-2 atas Taqi Arena untuk mengamankan Piala Liliyana Natsir. Shiddiq Alfarizi Fahrin, Alvian Ditya Ainurrochman, dan Yafi’ Akhtartsany Sedayu, menjadi tiga pemain tunggal yang memastikan kemenangan tanpa balas Jaya Raya Solo atas akademi bulu tangkis asal Bandung, Jawa Barat tersebut. “Target awal kami mengambil (kemenangan) dari dua pemain tunggal dan satu sektor ganda, tapi Alhamdulillah kita bisa mengambil tiga-tiganya dari sektor tunggal,” pelatih Jaya Raya Solo, Rizki Amelia Pradipta dikutip Djarum Badminton. Semula, lanjutnya, tim Jaya Raya Solo memasang target menembus babak empat besar kejuaran yang berlangsung pada 15-21 September ini. Namun, melihat performa para pemain binaannya, perempuan yang biasa disapa Kiki ini yakin, mereka dapat melampaui target awal. “Semakin ke sini, kita justru semakin yakin,” katanya. Ia pun berharap, para pemain belia Jaya Raya Solo dapat memetik pengalaman berharga dari Polytron Superliga Junior 2025. Mengingat, bermain beregu menekankan pentingnya kekompakan dan kerja sama di antara para pemain. “Dari kejuaraan ini mereka mengalami langsung hawa yang berbeda yang ada dalam bermain beregu. Saya berharap juga performa mereka terus membaik,” ujarnya menyatakan. Sementara, laga final U13 putri antara Champion Klaten dan Taqi Arena berlangsung ketat sejak partai pertama. Poin pertama bagi Champion Klaten diraih oleh Griselda Galafreya Naashir, yang menang dua gim 21-16, 21-18 atas Gracela Candrepha Utami. Namun, Taqi Arena dapat menyamakan kedudukan menjadi 1-1 berkat kemenangan Berliana Rahma, lalu unggul 2-1 setelah Rayya Aqila Qaireen menang di partai ketiga. Griselda, yang turun di partai keempat di sektor ganda bersama Neisya Syaza Vardian, mampu memaksakan laga beregu ini menuju partai kelima, setelah menang dengan skor identik 21-14, 21-14 dalam tempo 27 menit atas Gracela Candrepha Utami/Rayya Aqila Qaireen. Dalam laga penentuan ini, Ayunda Zalfa Irmanto/Vanezya Artha Nafasta memastikan titel juara U13 putri Polytron Superliga Junior 2025, setelah menang dua gim 21-15, 21-12 atas Berliana Rahma/Vania Dwi Yanti.

Superliga Junior 2025: PB Djarum & Exist Berbagi Gelar Juara U15

Tim U15 Putra PB Djarum

Tim U15 putra PB Djarum dan tim U15 putri Exist Badminton Club keluar sebagai juara Polytron Superliga Junior 2025. Dalam pertandingan final yang digelar di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (21/9). Tim Putra PB Djarum meraih Piala Sigit Budiarto berkat kemenangan 3-0 tanpa balas atas Taqi Arena, sementara Exist Badminton Club meraih Piala Maria Kristin usai menang atas PB Djarum dengan skor 3-1. Dalam final kejuaraan beregu yang berlangsung pada 15-21 September ini, tiga poin yang memastikan PB Djarum keluar sebagai juara, diraih oleh menempatkan dua pemain tunggal, Revan Adrilleo Saputra dan Rafi Qabilah Fathurrahman, serta ganda Darmawan Setiawan/Muhammad Waldan Habibi. Revan mampu memenangi laga tiga gim berdurasi 62 menit atas Rafi Qabilah Fathurrahman, yang berakhir dengan skor 21-13, 20-22, 21-16. Sementara, Rafi dan Darmawan/Waldan masing-masing memenangi laga melalui straight games. Manajer tim PB Djarum, Leonard Holvy De Pauw mengungkapkan, sejak hari pertama Polytron Superliga Junior 2025, para pemainnya cukup terkejut dengan tekanan dalam bermain beregu. Beberapa kali sudah berada di ambang kekalahan di sejumlah pertandingan fase penyisihan grup, tetapi mereka mampu membalikkan keadaan hingga akhirnya menembus partai puncak. “Mereka masih under perform karena baru pertama kali main beregu,” tuturnya kepada wartawan. “Bagusnya, dari hari pertama kita langsung belajar dari pengalaman berharga ini. Dan pada hari-hari berikutnya, anak-anak tampil bagus. Sebenarnya peak mereka adalah sewaktu melawan Mutiara Cardinal di semifinal, lalu ketika bertemu Taqi Arena di final mereka sudah mendapatkan feel-nya. Hawanya sudah enak untuk bertarung,” Leonard, menjelaskan. Sementara itu di nomor putri, Exist Badminton Club berhasil meraih gelar juara usai tertinggal terlebih dahulu di gim pertama usai Chintya Cahyaningtyas Ayu Widayat kalah dua gim langsung 9-21, 14-21 dalam tempo 33 menit dari Kalia Rahmadani. Namun, klub bulu tangkis yang bermarkas di kawasan Cibinong, Jawa Barat tersebut meraih tiga poin beruntun melalui dua pemain tunggal, Zaira Octavia Armi dan Berlian Indah Pinastika, serta ganda Berlian Indah Pinastika/Malika Nur Aqilah. Hasil pertandingan final Putra U15 Superliga U15: Revan Adrilleo Saputra VS Rafi Qabilah Fathurrahman 21-13, 20-22, 21-16 Darmawan Setiawan/Muhammad Waldan Habibi VS Ahmad Gustav Azmi/Benediktus Bryan Ardhitama 21-17 21-11 Adhy Hasmoro VS Radinka Regaz Pratama 22-20, 21-17 Deva Devandra Santosa/Muhammad Ashil VS Kausar/Prabu Arsya Pratama (Tidak dimainkan) Ghathfaan Rizqie Ramadhan VS HaryantoRafka Tratama Sanjaya (Tidak dimainkan) Hasil pertandingan final Putri U15 Superliga U15: Kalia Rahmadani VS Chintya Cahyaningtyas Ayu Widayat 21-9, 21-14 Tiyas Anggraeni VS Zaira Octavia Armi 21-17, 18-21, 12-21 Almaira Dzakira Wulanda Lestari VS Berlian Indah Pinastika 21-18, 16-21, 12-21 Gabrielle Bernice Nugroho Supriyadi/Syaikha Gendis Putri Setiawan VS Berlian Indah Pinastika/Malika Nur Aqilah 17-21, 17-21 Almaira Dzakira Wulanda Lestari/Kalia Rahmadani VS Chintya Cahyaningtyas Ayu Widayat/Yemima Febryanti Wijaya (tidak dimainkan)

FIBA U16 Women’s Asia Cup 2025: Indonesia Amankan Medali Perunggu

Joanne Giovanni

Kekalahan di laga semifinal FIBA U16 Women’s Asia Cup 2025 Malaysia – Division B kontra India menuntun Tim Nasional (Timnas) Basket Putri Indonesia menuju laga perebutan posisi ketiga pada Kamis, 19 September 2025. Pada laga tersebut, Indonesia kembali dipertemukan dengan Hong Kong, tim yang juga menelan kekalahan di fase semifinal, sekaligus tim yang sempat menumbangkan Indonesia di fase grup. Di mana kala itu Indonesia terkena comeback dan kalah tipis 74-71. Namun, hasil berbeda justru hadir. Indonesia sukses melakukan revans dan mengunci kemenangan meyakinkan 51-30. Kemenangan tersebut memastikan medali perunggu menjadi milik Indonesia. Meski gagal menembus final, setidaknya Timnas Putri U16 tidak pulang dengan tangan kosong. Perjalanan menuju kemenangan tidak mudah. Indonesia sempat terseok di awal laga dengan skor imbang 7-7 pada kuarter pertama. Namun, mereka berhasil bangkit di kuarter kedua. Meski Hong Kong lebih dulu membuka keran poin, Indonesia berhasil membalikkan keadaan dan menutup paruh pertama dengan keunggulan 23-13. Sejak saat itu, Indonesia tidak pernah lagi tertinggal. Anak asuh Marlina Herawan terus memperlebar jarak hingga akhirnya menutup pertandingan dengan selisih 21 angka. Berbeda dari pertemuan sebelumnya, Indonesia tampil jauh lebih rapi dan agresif. Mereka unggul di hampir semua aspek, mencatat 21 steal dan mengonversinya menjadi 22 poin dari turnover lawan. Meski tak ada pemain yang menonjol secara individu, kontribusi kolektif menjadi kunci kemenangan. Hanya ada satu pemain yang menorehkan dua digit, yakni Hannah Harshita dengan 12 rebound. Sementara untuk urusan poin, Hannah Harshita, I Gusti Ayu Krisabella, dan Racquell Fulgencia Hendyawan sama-sama menjadi yang terbanyak dengan sembilan angka. Indonesia telah berjuang keras sepanjang sepekan terakhir. Medali perunggu ini menjadi bukti nyata bahwa mereka mampu bangkit setelah kegagalan di semifinal, sekaligus menegaskan potensi besar yang dimiliki generasi muda basket putri Tanah Air untuk bersinar di masa depan.

FIBA U16 Women’s Asia Cup: Indonesia Gagal Melaju ke Final

Chelsea Aurelia Adellye

Langkah terakhir Tim Nasional (Timnas) Basket Putri Indonesia terjegal oleh India. Setelah melewati begitu banyak rintangan hingga berhasil menembus semifinal FIBA U16 Women’s Asia Cup 2025 Malaysia – Division B, perjuangan mereka harus terhenti. Pada laga perebutan tiket final, Indonesia harus mengakui keunggulan India dengan skor akhir 65-53, Kamis, 18 September 2025. Meski kalah, Indonesia sejatinya tidak selalu tertinggal. Paruh pertama laga berjalan ketat, dengan kuarter pertama berakhir imbang 11-11, dan kuarter kedua ditutup dengan skor sama kuat 24-24. Pertandingan ini benar-benar berlangsung sengit, bahkan keunggulan sempat berpindah tangan sebanyak delapan kali sepanjang laga. Hingga kuarter ketiga, margin kedua tim tak pernah lebih dari lima poin. Namun, di penghujung kuarter ketiga, India berhasil unggul tipis 44-40. Sayangnya, di kuarter keempat, Indonesia kehilangan momentum. India langsung melesat dengan 15 poin beruntun hingga pertengahan kuarter, sementara Indonesia hanya menambahkan satu poin. Di sisa waktu, Indonesia sempat memangkas jarak, namun peluang untuk membalikkan keadaan seolah sirna karena beberapa percobaan gagal dimanfaatkan dengan baik. Kekalahan ini membuat Indonesia gagal meraih kesempatan untuk dipromosikan ke Divisi A. Mereka kini harus puas ke fase perebutan posisi ketiga, menghadapi tim yang juga menelan kekalahan pada laga semifinal lainnya, yakni antara Hong Kong versus Iran. Meski gagal menembus partai puncak, kerja keras skuad asuhan Marlina Herawan patut diapresiasi. Salah satunya ditunjukkan oleh Inez Angelina Welly yang bermain selama 33 menit dengan torehan 13 poin, 6 steal, dan 4 rebound. Kontribusi lain juga datang dari Kayla Alisya Adiutomo, I Gusti Ayu Krisabella, dan Joanne Giovanni, yang masing-masing menambahkan sembilan poin. Laga perebutan tempat ketiga akan digelar pada Jumat, 19 September 2025 pukul 14.30 WIB.

SSB Bimba AIUEO Juara Piala Soeratin U15 2025

SSB Bimba AIUEO

SSB Bimba AIUEO SS (DK Jakarta) sukses menjadi juara Piala Soeratin U15 2025 Putaran Nasional setelah mengalahkan PS Freeport Indonesia (Papua Tengah) dengan skor 2-1 di laga final yang digelar di Stadion Gajayana, Malang, Senin 16 September 2025. Sementara itu, di hari yang sama, PSDS Deli Serdang (Sumatera Utara) meraih peringkat ketiga setelah menang adu penalti 5-3 atas PFA Sukoharjo (Jawa Tengah) setelah bermain imbang 2-2 di waktu normal. Seperti diketahui, turnamen kelompok usia tahunan ini telah berlangsung sejak 2 September hingga partai puncak pada 16 September 2025 di Malang dan melibatkan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Tak hanya menyajikan tim juara, ajang ini juga memberikan sejumlah penghargaan individu. Muhammad Rifqy Arifin dari SSB Bimba AIUEO SS terpilih sebagai top skor dengan koleksi 15 gol, sedangkan gelar pemain terbaik diraih Dolvinus Theofilus Bochrit Solossa dari PS Freeport Indonesia. Sedangkan tim Persipan Pandeglang (Banten) mendapatkan penghargaan Fair Play Team atas sportivitas mereka sepanjang turnamen. Pelatih PS Freeport Indonesia, Ardiles Rumbiak, tetap bangga meski timnya harus puas sebagai runner-up. Ia menilai pencapaian ini sebagai sejarah baru sepak bola usia muda Papua. “Anak-anak bisa membuat sejarah dari beberapa puluh tahun lamanya untuk Piala Soeratin di kelompok usia baru. Pencapaian tahun ini adalah sebuah rekor yang baik,” ujarnya setelah pertandingan. Ardiles juga menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan dan penyesuaian gaya bermain dengan standar tim nasional agar talenta muda bisa dipantau secara serius. Sementara itu, pelatih SSB Bimba AIUEO SS, Dedy Doreis, menyebut keberhasilan timnya berangkat dari filosofi bermain yang sehat dan membentuk karakter anak sejak dini. “Saya selalu tekankan kepada mereka jangan menjadikan tujuan hanya menang dan juara, tapi bagaimana bermain baik, benar, dan selalu bahagia. Bermain itu tujuannya mencari kebahagiaan. Kemenangan nomor sekian,” kata Dedy. Ia menegaskan pembinaan berkelanjutan dan pengalaman bertanding menjadi bekal penting untuk masa depan anak-anak asuhnya. Begitu juga dengan peraih top skor turnamen, Muhammad Rifqy Arifin. Dirinya membagikan kesan dan harapannya usai membawa timnya juara. Pemain muda asal Jakarta itu tercatat mencetak 9 gol di tingkat regional dan 14 gol di tingkat nasional. “Kunci kesuksesan tim Bimba menjadi juara adalah kerja keras. Harapannya setelah Piala Soeratin ini kita harus latihan terus, karena perjalanan masih panjang. Tetap rendah hati, jangan sombong, tetap bahagia,” ungkap Rifqy yang mendedikasikan gelar juara ini untuk orang tuanya. Awarding Piala Soeratin U15 2025 Putaran Nasional: – Winner : SSB Bimba AIUEO SS ( DK Jakarta) – Runner-up : PS Freeport Indonesia (Papua Tengah) – 3rd Place : PSDS Deli Serdang (Sumatera Utara) – Fair Play Team: Persipan Pandeglang (Banten) – Top Skor: Muhammad Rifqy Arifin (SSB Bimba AIUEO SS/DK Jakarta) 15 Gol – Best Player: Best Player : Dolvinus Theofilus Bochrit Solossa (PS Freeport Indonesia)

Cetak Sejarah, Persika Karanganyar Juara Piala Soeratin U17 2025

Persika Karanganyar

Persika Karanganyar menorehkan sejarah di sepak bola usia muda dengan menjuarai Piala Soeratin U17 2025 Putaran Nasional di Surakarta. Dalam partai final yang digelar di Stadion Sriwedari Surakarta, Rabu 17 September 2025, tim asal Jawa Tengah ini mengalahkan Persikota Tangerang (Banten) dengan skor tipis 2-1. Pada perebutan tempat ketiga, Persija Jakarta (DKI Jakarta) tampil dominan dengan mengalahkan Juang FC (Aceh) 3-0 di hari dan tempat yang sama. Selain penentuan juara, panitia juga mengumumkan sejumlah penghargaan individu terhadap turnamen yang digelar dari tanggal 3 hingga 17 September 2025 itu. Tim Fair Play diraih PSS Sleman (DI Yogyakarta). Sedangkan, Top Skor jatuh kepada Rifqi Zulianur (Persikota Tangerang) dengan 9 gol dan gelar Best Player diraih Davin Armadheni Herdiansa dari Persika Karanganyar. Pelatih Persika U17, Syaiful Bachri, mengaku bangga dan bersyukur atas pencapaian yang diraih timnya. “Pertama saya ucapkan syukur Alhamdulillah kepada Gusti Allah yang Maha Esa. Semoga ke depannya Persika terus mencetak sejarah. Tahun ini kami berhasil menjadi juara Piala Soeratin U17 2025,” ungkapnya seusai laga. “Kunci kemenangan tim sejak awal saya tekankan kepada anak-anak adalah jangan pernah mau kalah. Tetap disiplin posisi selama 90 menit permainan. Harapan saya gelar ini bisa menjadi batu loncatan agar anak-anak naik level , entah ke Elite Pro Academy (EPA), U18, atau U20, sehingga ke depannya mereka bisa lebih sukses lagi,” lanjutnya. Di sisi lain, pelatih Persikota Tangerang, Mulya Saputra, yang timnya harus puas keluar sebagai runner-up, tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. “Alhamdulillah, inilah hasilnya. Saya bersyukur anak-anak berjuang luar biasa selama 2×45 menit,” ujarnya. “Secara evaluasi, permainan anak-anak kali ini berbeda dari biasanya. Biasanya kami bermain bola-bola pendek, tapi kali ini lebih banyak bola panjang karena cuaca dan kondisi lapangan licin. Rencana setelah Piala Soeratin, kemungkinan anak-anak akan terus dilatih untuk persiapan Porprov Kota Tangerang. Harapan saya mereka terus berproses agar cita-citanya tercapai. Semoga di Porprov nanti bisa memberikan hiburan, bahkan meraih juara, Insya Allah,” tambahnya. Sementara itu Best Player turnamen, Davin Armadheni Herdiansa dari Persika Karanganyar, juga mengungkapkan rasa bahagia. “Alhamdulillah saya sangat senang sekali tim kami bisa menjuarai Piala Soeratin dan saya terpilih sebagai Best Player. Ini semua berkat bantuan teman-teman, coach, official, dan tentunya Allah SWT. Kunci kemenangan tim kami adalah fokus dan disiplin posisi sepanjang pertandingan. Harapan saya setelah Piala Soeratin, bisa menjadi pemain sepak bola profesional dan mendapat panggilan tim nasional. Kemenangan ini saya persembahkan terutama untuk orang tua saya, kemudian untuk sahabat-sahabat dan saudara-saudara saya,” ungkap pemain berposisi bek tersebut. Awarding Piala Soeratin U17 2025 Putaran Nasional, Surakarta 3-17 September 2025: – Winner : Persika Karanganyar – Runner-up : Persikota Tangerang – 3rd Place : Persija Jakarta (D.K.I. Jakarta) – Fair Play Team: PSS Sleman (D.I. Yogyakarta) – Top Skor: Rifqi Zulianur (Persikota Tangerang ) – 9 Gol – Best Player: Davin Armadheni Herdiansa (Persika Karanganyar)

Alasan Polytron Superliga Junior 2025 Buka Kategori U13 dan U15

Polytron Superliga Junior 2025

Polytron Superliga Junior 2025 menyajikan sesuatu yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Khusus edisi kali ini, mereka membuka kompetisi untuk U13 dan U15. Direktur Superliga, Achmad Budiharto, menuturkan keputusan membuka dua kategori ini didasari harapan agar atlet-atlet dengan usia yang lebih dini mulai terbiasa dalam pertandingan format beregu. “Kami membuka kategori U13 dengan tujuan agar sejak dini para atlet sudah mengenal pertandingan beregu. Jadi tidak hanya fokus pada kemenangan, tapi juga membentuk nilai-nilai kerjasama dan sportivitas antar pemain,” ujar Achmad Budiharto dalam keterangannya. Achmad mengungkapkan, khusus untuk U13, hanya klub-klub lokal saja yang boleh bertarung. Hal ini bertujuan agar para pemain yang bertanding semakin percaya diri dan termotivasi membawa pulang gelar juara. “Kalau klub-klub nasional juga ikut, peserta dari lokal pasti akan berpikir dua kali tentang peluang menjadi juara. Dengan adanya aturan hanya klub lokal yang boleh ikut di U13, tingkat persaingannya jadi lebih merata dan setara,” ujar Achmad Budiharto. Dari U13, rentetan klub lokal siap mengikuti ajang ini. Untuk kategori putra, ada 12 klub yang bertarung merebut titel juara yakni Taqi Arena (Bandung), Champion Kudus, PB Victory (Bandung), Istimewa Badminton Club (Yogyakarta), Champion Kebumen, JRBC Champion (Surabaya), Jaya Raya Solo, Champion Klaten, PB Arista (Semarang), PB Talenta (Manado), serta Champion Jepara dan Altrec (Semarang). Sementara itu, di sektor putri, terdapat 10 klub yang berpartisipasi yakni Champion Klaten, KAYP1 Champion Academy (Bogor), PB Bayu Kencana (Pasuruan), PB Arista (Semarang), Champion Kebumen, Istimewa Badminton Club (Yogyakarta), Taqi Arena (Bandung), Champion Kudus, Jaya Raya Solo dan PB Victory (Bandung). Tim-tim besar dari berbagai negara akan bergabung di sektor U17 dan U19 baik putra dan putri. Pada U17 putra, ada Chengyuan High School (Taiwan), Polandia Team, Singapore Team, dan berbagai klub besar Indonesia seperti PB Djarum, PB Victory, Gideon Badminton Academy, PB Mutiara Cardinal, PB Jaya Raya, PB Power Rajawali, PB Exist, dan PB Taqi Arena. Sedangkan di sektor U17 putri, terdapat New Taipei High School (Taiwan), Polandia Team, Granular (Thailand), Singapore Team, Filipina Team akan ditantang oleh PB Djarum, Gideon Badminton Academy, PB Jaya Raya, PB Power Rajawali, serta PB Taqi Arena. Sementara, di sektor U19 Putra, PB Djarum, PB Mutiara Cardinal, PB Victory, PB Jaya Raya, PB Power Rajawali akan bentrok dengan Chengyuan High School (Taiwan), Polandia Team, Malaysia Team, dan Banthongyord (Thailand). Di kategori U19 Putri, terdapat Global Badminton Academy (Amerika Serikat), Malaysia Team, Filipina Team, Polandia Team, Banthongyord (Thailand) akan berjumpa dengan PB Djarum, PB Mutiara Cardinal, PB Power Rajawali. Bagi fans yang ingin menyaksikan langsung laga, bisa hadir ke GOR Djarum Jati, Kudus mulai Senin (15/9/2025) hingga Minggu (21/9/2025). Polytron Superliga Junior 2025 terbuka untuk umum dan gratis.

Persib Bandung Juara Piala Soeratin U13 2025

Persib Bandung Juara Piala Soeratin U13 2025

Persib Bandung U13 menutup Piala Soeratin U13 2025 Putaran Nasional dengan pencapaian gemilang. Tim muda Maung Bandung sukses meraih gelar juara setelah mengalahkan ASIOP DKI Jakarta dengan skor 2-1 pada laga final yang berlangsung di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Senin 15 September 2025. Laga ini berlangsung ketat sejak menit awal, mempertemukan dua tim akademi yang selama turnamen tampil konsisten dan mendominasi grup masing-masing. Sementara itu, Mataram Utama FC dari D.I. Yogyakarta memastikan posisi ketiga setelah menang telak 6-0 atas Terang Bangsa Semarang. Hasil ini melengkapi catatan positif tim tuan rumah yang sepanjang turnamen juga dikenal sebagai tim dengan permainan paling bersih. Seperti diketahaui, turnamen ini digelar sejak 1 hingga 15 September 2025 dan menjadi wadah penting pembinaan pemain muda di Indonesia yang mempertemukan talenta-talenta potensial dari berbagai daerah. Tak hanya menobatkan sang juara, ajang Piala Soeratin U13 Putaran Nasional tahun ini juga menghadirkan sejumlah penghargaan individu. Predikat Fair Play Team jatuh kepada Mataram Utama FC, sedangkan Mahargia Ananta Putra dari Terang Bangsa Semarang keluar sebagai Top Skor dengan torehan 13 gol. Untuk gelar Best Player, Davin Dwi Ardian dari Persib Bandung terpilih berkat performanya yang konsisten sepanjang turnamen. Pelatih Persib U13, Jejen Zaenal Abidin, mengaku bangga sekaligus bersyukur usai timnya mengangkat trofi. “Alhamdulillah, kita panjatkan puji syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Selawat dan salam kami limpahkan kepada junjungan kita. Alhamdulillah kita diberi keberhasilan kemenangan dengan penuh emosional,” ujarnya setelah laga. Jejen menjelaskan bahwa kunci kemenangan Persib bukan hanya strategi, tetapi juga mentalitas pemain. “Yang menjadi kunci itu melawan diri sendiri, antar pemain juga saling mendukung,” tambahnya. Ia berharap para pemainnya tetap konsisten untuk level selanjutnya dan membuka jalan seleksi ke tim nasional. “Semoga sebanyak-banyaknya anak-anak ini bisa di-talent scouting timnas,” imbuhnya. Di sisi lain, pelatih ASIOP, Febrizqio, tetap memberikan apresiasi kepada anak asuhnya meski harus puas dengan posisi runner-up. Menurutnya, semangat juang timnya tetap tinggi sepanjang turnamen. “Menurut saya, pemain saya selalu semangat berlebih dan memainkan pertandingan yang bagus. Hanya memang masih ada sedikit yang harus diperbaiki. Sejauh ini tim saya bermain sangat baik. Kita kembali reset lagi, mulai dari nol lagi, dan mencoba menyiapkan plan ke depan serta target-target di kompetisi liga di daerah kami sendiri,” jelasnya. Ia juga menegaskan bahwa target berikutnya adalah meningkatkan kualitas permainan dan memperbaiki berbagai aspek teknis maupun mental pemain. “Harapan saya tim bisa bermain lebih baik lagi, berkembang, dan memperbaiki banyak aspek untuk pertandingan di kemudian hari,” pungkasnya. Awarding List Piala Soeratin U13 2025 Putaran Nasional: Winner : Persib Bandung (Jawa Barat) Runner-up : ASIOP (D.K. Jakarta) 3rd Place : Mataram Utama FC (D.I. Yogyakarta) Fair Play Team: Mataram Utama FC – D.I. Yogyakarta Top Skor: NPG 10 Mahargia Ananta Putra – Terang Bangsa Semarang (13 gol) Best Player: NPG 97 Davin Dwi Ardian – Persib Bandung

Timnas Karate Indonesia Raih 4 Medali di China

AKF Cadet, Junior & U21 Championships 2025

Timnas Karate Indonesia menorehkan prestasi membanggakan di Kejuaraan Asia Karate 2025 di Gimnasium Shaozhou, Shaoguan, China. Indonesia meraih satu emas dan 3 perunggu di ajang Asian Karatedo Federation (AKF) Cadet, Junior & U21 Championships 2025. Medali emas diraih Aura Sinta Putri Arismanda dari kelas kumite putri 66+ kg, setelah mengalahkan karateka United Emirat Arab (UEA), Shikha Alyafae yang meraih perak. Dalam laga di Shaozhou Sports Center Gymnasium yang berlangsung seru, Aura tampil dominan dan memastikan kemenangan. Hasil ini menjadi catatan impresif bagi Aura Sinta yang berusia 16 tahun dan menempati peringkat 83 dunia. Sementara medali perunggu diperoleh karateka Kirgizstan Deria Daian dan Sabrina Egamberdiyeva dari Uzbekistan. Tiga medali perunggu Indonesia dipersembahkan oleh Zaskia Putri Salurante dari nomor kadet kata putri, Regista Dwi Amanda di nomor U21 Female Kumite -50 kg, dan I Komang Astawa Setiabudi di nomor U21 Male Kumite -75 kg. Timnas Karate Indonesia mengirimkan 11 atlet yang turun di 9 kelas, termasuk kata beregu. Para atlet didampingi tiga pelatih selama turnamen di China pad 5-7 September lalu. Kejuaraan ini merupakan salah satu persiapan jelang Kejuaraan Dunia di Italia pada bulan Desember 2025.

Ini Dia Skuad Indonesia Untuk Kejuaraan Dunia Junior 2025

Piala Suhandinata 2024

PP PBSI merilis daftar atlet yang akan mengikuti Kejuaraan Dunia Junior BWF 2025. Mohammad Zaki Ubaidillah atau Ubed masuk dalam susunan. Kejuaraan Dunia Junior atau BWF World Junior Championships 2025 digelar dalam dua kategori yakni beregu campuran dan perorangan. Untuk beregu campuran akan memperebutkan Piala Suhandinata dan berlangsung di Guwahati, India, pada 6-11 Oktober mendatang. Sedangkan nomor individu akan berlangsung dua hari setelahnya atau tepatnya 13-19 Oktober. Dari daftar yang diumumkan PBSI, Indonesia menyiapkan 10 atlet untuk tim putra dan 10 atlet tim putri. “Untuk world championship bakal menjadi pertandingan terakhir saya di level junior. Saya (tentu) ingin jauh lebih baik dari Kejuaraan Asia ini dan target di Kejuaraan Dunia ini ingin menjadi juara,” kata Ubed menyoal target. Indonesia akan bergabung ke dalam Grup C. Indonesia yang merupakan unggulan ketiga di Suhandinata Cup 2025 akan berada dalam satu tim bersama Turki, Rumania, dan Belanda. Indonesia terakhir kali merebut gelar juara dunia junior di Amerika Serikat pada 2023 melalui Alwi Farhan. Sedangkan nomor beregu, Indonesia menjadi juara usai mengalahkan tim tuan rumah dengan skor 110-103 di Kejuaraan Dunia 2024 di Nanchang, Jiangxi, China. Daftar Pemain Mohammad Zaki Ubaidillah Richie Duta Richardo Fardhan Rainanda Joe Ikhsan Lintang Pramudya Raihan Daffa Edsel Pramono Muhammad Rizki Mubarrok Alexius Ongkytama Subagio Aquino Evano Kennedy Tangka Theodorus Steve Kurniawan Muhammad Mulky Ayfa Atmaja Tim Putri Thalita Ramadhani Wiryawan Salsabila Amiradana Wening Arviani Sabrina Rinjani Kwinnara Nastine Riska Anggraini Jania Novalita Situmorang Yashinta Ristyna Putri Salsabila Zahra Aulia Leonora Keyla Frandica Salma Mufida Kategori Perorangan Tunggal Putra Mohammad Zaki Ubaidillah Richie Duta Richardo Fardhan Rainanda Joe Dendi Triansyah Tunggal Putri  Thalita Ramadhani Wiryawan Salsabila Amiradana Wening Arviani Sabrina Oei Louisa Jovanka Sandi Winarto Ganda Putra M.Rizki Mubarrok/Raihan D.E Pramono Faizal Pangestu/Anju Siahaan Alexius O.Subagio/Aquino E.K. Tangka Ganda Putri Riska Anggraini/Rinjani K.Nastine Jania N. Situmorang/Salsabila Z.Aulia Yasintha Ristyna Putri/Selai Josika Ganda Campuran Ikhsan L. Pramudya/Rinjani K. Nastine Ghian R.Sofyan/Salsabila Zahra Aulia T. Steve Kurniawan/L. Keyla Frandrica M. Mulky Aufa Atmaja/Salma Mufida

Garuda Muda Takluk Atas Makedonia Utara

Timnas U17 Indonesia

Timnas U17 Indonesia dikalahkan Makedonia Utara dalam laga uji coba persiapan Piala Dunia U17 2025 di Dragalevtsi Stadium, Bulgaria, pada Sabtu (13/9). Skor akhir 0-1. Umpan satu dua di depan pertahanan Makedonia Utara masih tetap gagal membuahkan gol sampai babak pertama berakhir. Dalam laga ini, 11 pemain pertama yang diturunkan Nova Arianto adalah Dafa Al Gasemi, Putu Panji, Lucas Lee, Al Gazani Dwi Sugandi, Eizar Tanjung, Fabio Azka, Evandra Florasta, Nazriel Alfaro, Alberto Henga, Dimas Adi, dan Mierza Firjatullah. Awal-awal pertandingan, kedua tim sempat bermain dengan tempo yang tidak terlalu cepat, seperti masih meraba strategi satu sama lain. Setelah 10 menit, kedua tim mulai saling mencoba membangun build up serangan. Makedonia mencetak gol di menit 30. Putu Panji melepas backpass dengan sangat pelan, bola berhasil dicuri oleh pemain Makedonia Utara nomor 20 dan ditendang olehnya ke gawang Timnas U17. Ketinggalan satu gol, Timnas U17 coba membalas. Namun, tidak mudah melewati pertahanan Makedonia Utara, terlebih mereka memiliki keunggulan fisik. Timnas U17 mempunyai peluang di menit 42. Lucas Lee melepas sepakan dari sudut sempit samping gawang, bola masih bisa dimentahkan kiper Makedonia Utara. Skor 0-1 bertahan sampai jeda. Pada babak kedua, Timnas U17 masih terus berusaha mencari gol. Makedonia Utara pun tidak puas dengan satu gol saja. Akan tetapi, permainan kedua tim alot karena sama-sama kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Timnas U17 terus berusaha membangun serangan, tetapi kesulitan menembus sepertiga akhir pertahanan lawan. Mereka juga sesekali memanfaatkan lemparan jauh Fabio, tetapi juga tetap susah dimanfaatkan untuk menciptakan peluang. Salah satu peluang berbahaya dari Makedonia Utara hadir di menit 79. Kapten mereka, pemain nomor punggung 10, melepas sepakan akurat dari luar kotak penalti, tetapi Dafa bisa menyelamatkan gawang Timnas U17. Timnas U17 juga mencoba melepas tendangan dari luar kotak penalti pada menit ke-86. Namun, akurasi sepakan Panji masih sedikit melenceng. Timnas U17 terus mengurung Makedonia Utara jelang akhir laga. Namun pada akhirnya, skor 0-1 bertahan sampai bubar. Dengan hasil ini, usai sudah rangkaian TC Timnas U17 di Bulgaria. TC ini memberi gambaran nyata bagi pelatih Nova Arianto dalam mematangkan tim sebelum menghadapi Piala Dunia U17 yang akan digelar di Qatar pada 3–27 November mendatang.

Audisi Umum PB Djarum 2025: Inilah 50 Atlet Muda Terpilih

Audisi Umum PB Djarum 2025

Sebanyak 50 pebulutangkis muda sukses meraih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2025 pada babak akhir fase turnamen yang diadakan di GOR Djarum, Jati, Kudus, jawa Tengah, Jumat, 12 September 2025. Terdiri dari 18 peserta yang menang di babak kompetisi dan 32 atlet muda pilihan Tim Pencari Bakat, mereka selanjutnya menjalani tahap karantina selama empat minggu hingga mendapatkan Djarum Beasiswa Bulutangkis dari Bakti Olahraga Djarum Foundation dan menjadi atlet binaan PB Djarum. “Super Tiket bukanlah tanda perjuangan sudah selesai, namun justru langkah awal bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan, mentalitas dan karakter mereka yang sesungguhnya di hadapan para pelatih PB Djarum,” kata Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarumm Yoppy Rosimin dalam keterangan tertulis. “Bagi atlet yang belum memperoleh Super Tiket, jangan patah arang.” pungkasnya. Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum Sigit Budiarto mengatakan 50 peserta Audisi Umum PB Djarum 2025 yang lolos ke babak karantina adalah hasil dari pengamatan para legenda dan pelatih PB Djarum selama lima hari penyelenggaraan seleksi. “Konsistensi menjadi hal penting karena untuk bisa bergabung dengan PB Djarum, peserta harus memenuhi standar yang kami tentukan antara lain memiliki teknik dasar bermain bulutangkis yang baik, kekuatan fisik, kesehatan, postur tubuh, mentalitas hingga karakter selama berada di asrama dan mengikuti program latihan,” ujar peraih juara dunia 1997 sektor ganda putra tersebut. Salah seorang peserta peraih Super Tiket jalur Turnamen ialah Kadek Devandra Amertha yang tergabung dalam KU12. Putra asal Badung di Bali itu gembira meraih Super Tiket dan lolos ke babak karantina. “Pastinya senang sekali karena ini pertama kali saya ikut Audisi Umum PB Djarum dan dapat Super Tiket yang membuat orang tua bangga. Saya sudah siap mengikuti babak karantina. jauh dari orangtua memang agak sedih, tapi saya sudah bertekad untuk masuk PB Djarum,” kata Kadek. Daftar peraih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2025: Super Tiket Babak Turnamen U11 Putri Theodora Olivia Benga Sabon – Samarinda (PB Champion Kudus) Kesy Hanifa Ramadhani – Bekasi (PB Champion Klaten) KU11 Putri Lubna Naffisah – Bogor (Kayp1 Champion Academy) Joylynn Jusuf – Palu (PB Champion Klaten) KU12 Putri Aqila Maiza Bazla – Banyumas (PB Kartika Purwokerto) Vioarini Qurrota A’yun – Kebumen (PB Champion Kebumen) U11 Putra Tristan Geovanni Pardosi – Tangerang (PB Champion Gading Jaya) Muhammad Marus Sulaiman – Pekalongan (PB Champion Klaten) Jisrel Elfiano Lumoindong – Manado (PB Talenta) Jethro Alexander Kemas – Palembang (PB Kartika Purwokerto) KU11 Putra Muhammad Rafa Shirdi – Balikpapan (PB Champion Klaten) Fawwaz Sani Adhipramana – Ponorogo (PB PMS Solo) Muhammad Abidzar Alghifari – Balikpapan (PB Terpadu Balikpapan) La Ode Muhammad Ahsan Kamil – Sorong (PB Champion Kudus) KU12 Putra Giovani Athalla Primadansyah – Buleleng (PB Menang Kalah Sehat) Erlan Basiturrahman Mantow – Jakarta Utara (PB Champion Gading Jaya) Kevin Maitimu – Sleman (PB Mataram Raya Sleman) Kadek Devanda Amertha Putra – Badung (PB Bima Sakti) Super Tiket Pilihan Tim Pencari Bakat U11 Putri Ailsie Elaina Sembiring – Bogor (PB Champion Kudus) Adibha Fitria – Samarinda (PB Champion Kudus) Neisha Athaya Namira – Cilacap (PB Star One Cilacap) Nagita Nadila Posumah – Manado (PB Naushad) Yosia Ratu Hasian Naibaho – Cimahi (Al-fath Badminton Club) Anggi Yeputa – Klaten (PB Benggol Boyolali) Afiqa Dewi Humaira – Bogor (PB Jimmy Hantu) Lungita Gelda Krisyuani – Gunung Kidul (PB Dewaruci Gunungkidul) Vicky Lee Alison – Tegal (PB Sinar Mutiara) Najwa Khaira Wilda – Sidoarjo (PB Eka Jaya) KU11 Putri Syarifah Adshilla Nugroho – Sleman (non klub) Shalom Angelica Sari – Jepara (PB Champion Klaten) Aurell Vanessa – Bandung (Ade Badminton Club Bandung) KU12 Putri Syauqia Aisya Inara – Bantul (Istimewa Badminton Club Yogyakarta) U11 Putra Kentaro Javas Kaivan Tsaqib – Kebumen (PB Champion Kebumen) Shuttlino Thomas – Bandung (PB Champion Kudus) Muh Rifky Harimurti Ramadhan – Kolaka (SBS Kolaka) Rafardan Argani Supian – Kotawaringin Barat (PB Kumala Bhakti) Pradikha Rizki Setiawan – Pati (Simple Badminton Academy) Muhammad Gibran Romandoni – Tangerang (Anugerah Gatra Badminton Academy) Kenzou Leonardo Wijaya – Jember (PB Champion Kudus) Muhammad Lazar Abrizam Adhyasta – Blora (PB Apita Badminton Club) Azka Adhitama – Bekasi (PB Bhinneka 2) KU11 Putra Kendrick Danzell Otnayira – Sleman (Istimewa Badminton Club) Kadek Kevin Putra Adnyana – Buleleng (PB Menang Kalah Sehat Singaraja) Baron Baswara Putra – Yogyakarta (PB Griya Bugar Yogyakarta) Muhammad Ramdani Mubarok – Bandung (PB Victory Bandung) KU12 Putra Keith Ezequiel Lincoln Sumarauw – Manado (PB Talenta) Jonathan Edward Prok – Denpasar (PB Seraya Denpasar Bali) Rafa Radithya Kusuma – Samarinda (PB Jaya Raya Ragunan) Aufar Ahmad Hamidzikri – Cimahi (Jingga Badminton Academy) Raynard Foster Taygen – Medan (PB Harapan Jaya Semarang)

ASEAN BMX Racing Cup: Rafelino Rahendra Sabet Emas!

ASEAN BMX Racing Cup 2025

Atlet BMX, Rafelino Rahendra yang tampil di bawah naungan tim Happy Racing Eings Meubels X Bonero Indonesia sukses membawa pulang emas dalam ASEAN BMX Racing Cup 2025 kategori U23 Putra di Kamol Sports Pars, Thailand, Minggu (7/9). Berdasarkan laman resmi UCI, Senin, Rahendra tampil konsisten dalam tiga run yang berlangsung dengan selalu di posisi terdepan. Dia mengalahkan pembalap tuan rumah Likkasit Phimpha di posisi kedua dan rider asal Korea Selatan Juho Hong yang meraih perunggu. Selain emas, pembalap Indonesia lainnya Firman Alim Candra yang mewakili United Bike juga membawa pulang medali perak di kategori Elite Putra. Dia berada di belakang pembalap Thailand Komet Sukprasert yang meraih emas. Adapun perunggu menjadi milik pembalap tim nasional Indonesia lainnya, Rio Akbar. Khusus untuk Rio, Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) dalam keterangan resminya di media sosial mengatakan medali perunggu merupakan langkah baik untuk dijadikan pembelajaran dalam mempersiapkan event terdekat. “Yaitu Asian BMX Racing Championship 2025 di Jepang pada November mendatang,” demikian keterangan PB ISSI.

Asian Cadets & Junior Judo Championship 2025 Digelar

Asian Cadets and Junior Judo Championships 2025

Sejumlah atlet judo beradu kekuatan pada kejuaraan Asian Cadets & Junior Judo Championship 2025 di Tennis Indoor Gelora Bung Karno Jakarta, Kamis (11/9). Kejuaraan ini mempertemukan atlet-atlet usia muda dari kategori cadet (15-17 tahun) dan junior (18-20 tahun), yang diikuti oleh 394 judoka dari 22 negara. Kompetisi ini mempertandingkan 30 kelas berat mulai dari -40 kg hingga +100 kg yang berlangsung hingga 15 September 2025. Selama empat hari ke depan, kejuaraan ini akan mempertandingkan berbagai nomor dalam kategori cadets dan junior, dengan harapan melahirkan bibit-bibit judoka Asia yang tangguh, disiplin, dan berprestasi. Kejuaraan ini dibuka langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, yang juga menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Judo Seluruh Indonesia (PBJSI) dan Presiden Judo Asia. Pada laga perdana sejumlah atlet langsung menunjukan tajinya dihadapan para penonton yang hadir, mulai dari pejudo Uzbekistan, Mongolia, India, dan Indonesia. Sementara itu, Indonesia menurunkan 11 judoka yang akan bertanding di hari kedua Asian Cadets & Junior Judo Championship 2025 di Tennis Indoor Gelora Bung Karno Jakarta, Jumat, setelah baru meraih satu perunggu di penyelenggaraan hari pertama kemarin.

CFA International Futsal Tournament 2025: Indonesia Juara!

Timnas Futsal Indonesia juara CFA International Tournament 2025

Para pemain Timnas Futsal Indonesia berhasil menjuarai ajang CFA International Tournament 2025 setelah mengalahkan Denmark dengan skor 4-2, pada pertandingan final di Shijiazhuang College Sports, Shijiazhuang, Cina, Kamis, 11 September 2025. Indonesia mencoba mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan. Setelah peluang-peluang milik Dewa Rizki dan Muhammad Fajriyan gagal membuahkan gol, akhirnya tim Garuda membuka keunggulan pada menit kedua saat Dewa memanfaatkan umpan Reza Gunawan untuk diteruskan dengan sepakan keras merobek gawang Denmark. 1-0 untuk Indonesia. Keunggulan satu gol membuat tim Indonesia tampil semakin percaya diri. Hasilnya, jala gawang Denmark kembali bergetar pada menit ke-10, melalui sepakan akurat Reza Gunawan. 2-0 untuk keunggulan Indonesia. Reza kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-17. Ia mengecoh kiper Denmark, William Kristian, pada situasi satu lawan satu dan memaksa sang kiper kemasukan untuk ketiga kalinya. 3-0 untuk keunggulan Indonesia. Denmark sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 1-3 pada menit ke-19. Kali ini gawang Indonesia dibobol melalui gol yang diukir Scott Rasmussen. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan 3-1 bagi Indonesia. Tim Indonesia tetap menerapkan permainan berintensitas tinggi pada awal babak kedua. Hasilnya dipetik pada menit ke-22, saat Andres Dwi Persada sukses memaksimalkan kesalahan pemain Denamrk untuk mengemas gol keempat bagi Indonesia. 4-1 untuk keunggulan Indonesia. Denmark berhasil memangkas keunggulan Indonesia, melalui gol Mikkel Foged Hansen pada menit ke-38. Namun keunggulan 4-2 untuk Indonesia bertahan sampai laga selesai, dan memastikan tim asuhan pelatih Muhammad Amril menyelesaikan turnamen ini sebagai juara. Perjalanan Timnas Futsal Indonesia di CFA International Tournament 2025 Fase Grup Indonesia 5-1 Kamboja Myanmar 0-5 Indonesia New Zealand 1-2 Indonesia. Semifinal Indonesia 3-0 Korea Selatan. Final Indonesia 4-2 Denmark.

Kualifikasi Piala Asia U23 2026: Indonesia Kalah Tipis

Indonesia v Korea Selatan

Timnas Indonesia U-23 menutup perjalanan di Grup J Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 dengan kekalahan tipis 0-1 dari Korea Selatan. Pertandingan berlangsung di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Selasa 9 September 2025. Korea Selatan membuka skor cepat pada menit keenam lewat sepakan Hwang Doyun. Bola hasil tendangan terukur sempat mengenai mistar sebelum masuk ke gawang Cahya Supriadi. Skuat Garuda Muda merespons lewat sejumlah peluang. Hokky Caraka dua kali mengancam pertahanan Korea, pertama melalui solo run menit ke-12 yang dipatahkan bek lawan, lalu lewat tendangan ke tiang dekat di menit ke-24 yang masih mengenai jaring luar. Percobaan lain datang dari sepakan jarak jauh Dion Markx, tendangan bebas Arkhan Fikri, hingga sundulan Kadek Arel dan Rahmat Arjuna menjelang turun minum. Namun hingga babak pertama usai, skor 1-0 tetap bertahan. Di babak kedua, pelatih Gerald Vanenburg melakukan sejumlah pergantian dengan memasukkan Kakang Rudianto, Robi Darwis, dan Jens Raven. Frengky Missa juga dimainkan menggantikan Dion Markx. Tekanan Indonesia semakin meningkat memasuki menit ke-70, tetapi rapatnya lini belakang Korea membuat upaya penyama kedudukan belum berbuah hasil. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 1-0 bertahan untuk keunggulan Korea Selatan. Dengan hasil ini, Timnas Indonesia U-23 belum berhasil melangkah ke putaran final Piala Asia U-23 2026. Garuda Muda hanya mengoleksi 4 poin hasil satu menang, satu imbang dan satu kekalahan.