Resmi, Nita Violina Marwah Jadi Kapten Tim Indonesia di Piala Uber 2022

Resmi, Nita Violina Marwah Jadi Kapten Tim Indonesia di Piala Uber 2022

Pebulu tangkis ganda putri, Nita Violina Marwah terpilih menjadi kapten Tim Indonesia di Piala Uber 2022. Nita pun tampak siap mengemban tugas berat itu dan bakal berjuang sebaik mungkin untuk Tim Putri Indonesia. Prosesnya sama seperti tim Thomas, Nita ditunjuk sebagai kapten tim setelah rekan-rekannya di tim Uber memilih atlet berusia 20 tahun itu. Setelah itu, pelatih ganda putri, Prasetyo Restu Basuki secara resmi langsung memberikan mandat kepada Nita memegang ban kapten. Dengan tanggung jawab barunya, Nita mau tak mau harus siap menerima amanah yang cukup berat itu. Meskipun, ini menjadi beban moral bagi dirinya dengan kekuatan tim yang diisi pemain muda. “Saya tentu harus siap menerima tugas ini,” papar Nita, dilansir dari rilis resmi PBSI, Kamis (5/5/2022). Meski begitu, Nita berharap dengan kepemimpinannya, dia mampu membawa tim Uber menjadi semakin solid. Terlebih, dapat mendulang prestasi yang membanggakan di kompetisi bergengsi itu. “Semoga saja saya mampu dan membawa tim Uber bisa kompak dan berprestasi semaksimal mungkin,” cetus Nita. Terpilihnya Nita karena dia dinilai memiliki jiwa kepemimpinan di lapangan. Selain itu, dia juga punya pengalaman baik setelah sukses merebut juara BATC beregu di Selangor, Februari 2022 silam. Pemilihan kapten tersebut berlangsung saat menjalani latihan sesi sore di lantai 4 Gedung Serbaguna Kantor Sekretaris Tetap Departemen Pertahanan Sri Saman, Bangkok, Kamis (5/5/2022). Sebelumnya, tim Thomas Indonesia pun telah menunjuk Hendra Setiawan sebagai kapten di tempat yang sama. Menariknya, Hendra dan Nita dipilih jadi kapten tim terjadi di hari istimewa. Yaitu bertepatan dengan hari ulang tahun (HUT) ke-71 PBSI pada Kamis, 5 Mei 2022. Piala Thomas dan Uber 2022 sendiri akan digelar di Impact Arena, Bangkok, 8-15 Mei 2022 mendatang. Biodata: Nama lengkap: Nita Violina Marwah Tempat, tanggal lahir: Majalengka, 25 Maret 2001 Umur: 20 tahun Spesialisasi: Ganda putri  Pegangan raket: Kanan Tinggi Badan: 170 cm Prestasi: Runner-Up Akita Masters Super 100 tahun 2019 Winner Turkey International 2018 Winner Iran Fajr International 2019 Winner Vietnam International 2019 Winner Dutch Junior 2019 Runner-Up Indonesia Junior 2019 Winner Badminton Asia Team Championship 2022

Indonesia Juara Umum Kejuaraan Bulu Tangkis di Stockholm

Indonesia Juara Umum Kejuaraan Bulu Tangkis di Stockholm

Indonesia menjadi juara umum dalam kejuaraan bulu tangkis FZ Forza Junior Stockholm 2022 di Täby, Stockholm, Swedia. Dalam perhelatan yang digelar 29 April hingga 1 Mei ini, para pemain junior Indonesia telah merebut 14 medali. “Sungguh luar biasa prestasi dan raihan atlet atlet junior Indonesia dalam turnamen internasional di Stockholm, Swedia ini,” kata Duta Besar RI untuk Kerajaan Stockholm, Kamapradipta Isnomo, dalam keterangan tertulis kepada Diplomasi Republika, Senin (2/5/2022). “Ini membuat warga dan diaspora Indonesia di Swedia bahagia dan bangga,” katanya menambahkan. Perhelatan olahraga ini diikuti 15 atlet bulu tangkis junior Indonesia dari Klub Djarum dan Klub Jaya Raya. Mereka bertanding bersama puluhan atlet junior mancanegara lainnya. Pertandingan berlangsung di lapangan indoor Täby Racket Centre, Täby, Stockholm. Selama tiga hari dan tiga malam, atlet bulu tangkis Indonesia telah memberikan dan bermain yang terbaik untuk mengharumkan nama bangsa Indonesia dengan hasil yang sangat memuaskan. Cabang bulu tangkis yang di sapu bersih oleh altlet junior Indonesia adalah tunggal putra, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran. Berikut hasil Kejuaraan FZ Forza Junior Stockholm International 2022: Men’s Single Mohamad Halim Sidiq (INA) vs Jason Alexander (INA): 21-16 & 21 18 Women’s Single Anwesha Gowda [IND] vs Lucia Rodriguez [ESP]: 21-17 & 21-12 Men’s Double Patra Rindorindo dan Putra Erwiansyah [INA] vs Jonathan Gosal dan Adrian Pratama [INA]: 21-19 & 21-11 Women’s Double Jessica Rismawardani dan Puspa Damayanti [INA] vs Titis Rahma dan Bernadine Wardana [INA]: 21-15 & 21-13 Mix Doubles Patra Rindorindo dan Titis Rahma [INA] vs Verrell Mulia dan Bernadine Wardana [INA]: 12-21, 21-14 & 21-9

Pramudya/Yeremia Taklukkan Asia

Pramudya/Yeremia Taklukkan Asia

Pasangan ganda putra Indonesia, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan menuntaskan Kejuaraan Asia 2022 dengan kalungan medali emas. Hal ini mereka dapat usai di laga final menaklukkan peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020, Aaron Chia/Soh Wooi Yik asal Malaysia dua gim langsung, 23-21, 21-10. Bertanding di Muntinlupa Sports Complex, Manila, Minggu (1/5), Pramudya/Yeremia memulai laga dengan terus tertinggal, 7-11, 10-14 hingga 13-17. Beruntung mereka mampu bangkit dan membalikkan keadaan di akhir-akhir laga. Bermula dari skor 18-18, 19-19 lalu setting dan akhirnya berakhir dengan 23-21. “Di gim pertama kami memang masih kurang tenang, terlalu terburu-buru,” ucap Yeremia. “Tadi di gim pertama kami banyak melakukan kesalahan sendiri. Tetapi pelan-pelan kami bisa mengejar mereka. Menang di gim pertama menjadi kunci kami bisa mengalahkan mereka. Di gim kedua kami coba menekan terus karena sudah enak mainnya dan mereka sepertinya jadi tidak percaya diri dan goyah,” tambah Pramudya. Gelar ini membuat Merah-Putih melepas dahaga juara Asia selama tujuh tahun. Terakhir, Indonesia meraih gelar di ajang ini adalah pada tahun 2015 melalui ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Sedangkan di ganda putra, Pramudya/Yeremia meneruskan takhta Markis Kido/Hendra Setiawan yang menjadi juara di tahun 2009. “Kami sangat senang bisa juara di sini. Kami datang dengan status underdog, bukan unggulan tapi bisa sampai juara. Kemarin setelah final saja kami sudah bersyukur,” kata Pramudya. “Terima kasih untuk semua tim PBSI dan pelatih karena kami bisa juara berkat mereka juga. Dan yang paling penting gelar ini untuk Indonesia,” sahut Yeremia. Pramudya/Yeremia memang pantas menjadi juara. Setelah mendapat bye di babak 32 besar, mereka secara beruntun mengalahkan unggulan-unggulan. Dimulai dari Ong Yew Sin/Teo Ee Yi (6/Malaysia) di babak 16 besar, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (2/Jepang) di perempat final, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (4/Indonesia) di semi final hingga Aaron Chia/Soh Wooi Yik (5/Malaysia) di final. “Kami melihat Bagas/Fikri luar biasa mampu juara All England. Kami termotivasi dari sana dan ingin menunjukkan bahwa kami juga bisa,” ungkap Pramudya. “Semoga gelar ini menjadi pacuan kami untuk lebih baik di turnamen-turnamen selanjutnya dan bisa konsisten,” timpal Yeremia.

Susunan Pemain Indonesia di Luxembourg Open International Series 2022

Susunan Pemain Indonesia di Luxembourg Open International Series 2022

Setelah selesai berbagai turnamen Asia, kini PB Djarum kembali mengirimkan 11 atlet muda terbaiknya untuk maju kedalam turnamen Yonex Luxembourg Open International Series 2022 di Eropa. Pada turnamen musim ini, PB Djarum mengirimkan pemain-pemain muda denga niat untuk menjaga regenerasi bulutangkis Indonesia. PB Djarum menegaskan sudah mempersiapkan pemain-pemain muda terbaik dari jauh-jauh hari untuk bisa maju ke tournament Yonex Luxembourg Open International Series 2022 yang akan diselenggarakan pada 05-08 Mei 2022 mendatang. Selain mengirimkan pemain terbaiknya ke Yonex Luxembourg Open International Series 2022, PB Djarum juga mengirim atlet muda terbaiknya untuk mengikuti 3 turnament yang akan berlangsung di benua Eropa. Salah satunya adalah FZ FORZA Stockholm Junior 2022, di Tabi-Swedia. Berikut nama susunan pemain Indonesia yang akan tampil di Yonex Luxembourg Open International Series 2022 pada 05-08 Mei 2022 mendatang. Tunggal Putra: Jason Chris Alexander Tunggal Putri: Chiara Marvella Handoyo, dan Aura Ihza Aulia Ganda Putra: Muh. Putra Erwiansyah-Patra Harapan Rindorindo, Marwan Faza-Verrell Yustin Mulia, Adrian Pratama-Jonathan Farrell Gosal. Ganda Putri: Jessica Maya Rismawardani-Puspa Rosalia Damayanti, Bernadine Anindiya Wardana-titis Maulida Rahma, Aura Ihza Aulia-Chiara Marvella Handoyo. Ganda Campuran: Rafli Ramanda-Azzahra Putri Dania, Muh Putra Erwiansyah-Puspa Rosalia Damayanti, Marwa Faza-Jessica Maya Rismawardani, Patra Harapan Rindorindo-Titis Maulida Rahma, Verrell Yustin Mulia-bernadine Anindya Wardana. Itu dia nama-nama pemain Yonex Luxembourg Open International Series 2022. Dengan adanya pemain-pemain junior diajang Eropa, PB Djarum berkomitment untuk melangkah menaiki anak tangga dari level junior saat ini hingga level dunia nantinya. PB Djarum menargetkan pemain-pemain junior Indonesia nantinya bermain pada tournament-turnament junior besar lainnya sehingga para junior harus memiliki jam terbang yang tinggi untuk menghadapi turnamen-turnamen lainnya. Selain itu, PB Djarum tidak semerta-merta mengutus pemain junior untuk terjun kelapangan. Hal ini sudah sesuai dengan pertimbangan, kemampuan, dan prestasi masing-masing atlet sehingga berhasil diberangkatkan ke Eropa. Yonex Luxembourg Open International Series 2022 nanti akan dilaksanakan 05-08 Mei 2022 yang akan berlangsung di d’Coque Centre National Sportif and Culture, Rue Leon Hengen, Luxembourg. Semoga para pebulutangkis Junior bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia, dan pulang dengan segudang prestasi.

PBSI Akan Gelar Piala Presiden 2022, Buat Cari Bibit Muda

PBSI Akan Gelar Piala Presiden 2022, Buat Cari Bibit Muda

PBSI akan menggelar Piala Presiden Bulutangkis Bulan Agustus 2022. Tujuannya PBSI ingin mencari bibit-bibit pemain muda yang ke depannya akan dibina. Jika terlaksana, Piala Presiden ini akan menjadi yang pertama buat bulutangkis. Sebelumnya, turnamen dengan tajuk ini sudah lebih dulu digelar cabor lain seperti sepakbola hingga basket. Dijelaskan Ketua Umum PP PBSI, Agung Firman Sampurna menjelaskan bahwa Piala Presiden digelar secara nasional. Jadi turnamen ini bisa dibilang punya cakupan yang lebih luas ketimbang Sirkuit Nasional (Sirnas) yang sudah lebih lama eksis. “Yang paling penting ini (Piala Presiden) bagian pengayaan rekrutmen, merekrut bibit potensial sejak dini. Dari U-13, U-15, dan U-17. Kalau di pelatnas kan U-17 ke atas, jadi bisa merekrut bibit dan pembinaan,” kata Agung di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Senin (25/4/2022). “Kami memberi kesempatan ke seluruh provinsi yang nantinya akan mengawalinya terlebih dahulu dengan Piala Gubernur. Ini dalam rangka mendorong gairah bulutangkis setelah absen cukup lama akibat pandemi COVID-19. Selama ini kan sirnas, nah ini inovasinya,” ujarnya menambahkan. Menariknya, PP PBSI menggelar sayembara untuk trofi Piala Presiden. Untuk saat ini pemenang sayembara sudah didapat, tinggal menyusul teknis penyelenggaraan turnamennya saja. Meski begitu, Agung belum bisa memastikan bahwa nantinya seluruh provinsi akan mengirim wakilnya. Saat ini PP PBSI tengah berupaya keras untuk meluaskan gaung Piala Presiden ke seantero Indonesia. “Kami akan memberikan kesempatan kepada 34 provinsi, yang sudah pasti Jawa dan Sumatra. Tapi akan kami dorong untuk diikuti semua provinsi. Dengan terlebih dahulu seleksi Piala Gubernur yang diikuti klub,” tutur lulusan Universitas Indonesia itu. “Jumlah atlet dari provinsi akan menentukan berapa kontingen yang akan dikirim. Semakin banyak atlet, bisa semakin banyak yang bisa dikirim. Dan lebih penting lagi ini akan digelar Bulan Agustus, bagian penting HUT Kemerdekaan RI,” ucapnya.  

Tembus Skuat Piala Uber, Inilah Sosok Lanny Tria Mayasari

Tembus Skuat Piala Uber, Inilah Sosok Lanny Tria Mayasari

Nama Lanny Tria Mayasari baru-baru ini menjadi pusat perhatian publik, setelah dirinya resmi masuk dalam daftar pemain yang akan tampil di Piala Uber 2022. Karena memang Lanny Tria Mayasari merupakan salah satu pebulutangkis putri Indonesia yang masih muda, maka profil dan biodata pribadinya hanya sedikit orang yang tahu. Namun setelah Lanny Tria Mayasari masuk daftar pemain yang akan tampil di Piala Uber 2022, maka saat ini banyak orang yang mencari tahu tentang profil dan biodata lengkapnya. Bagi siapa saja yang penasaran dengan sosok Lanny, simak profil dan biodata lengkap beserta deretan prestasi yang pernah diraihnya dalam pembahasan artikel ini. Lanny sendiri merupakan seorang wanita muda cantik yang berkarir di dunia bulutangkis Indonesia. Dirinya lahir di Sleman, Yogyakarta pada tanggal 8 Mei 2002. Mengawali karirnya sebagai atlet bulutangkis di klub Jaya Raya Satria, Yogyakarta, Lanny pun kerap bermain di sektor ganda putri maupun ganda campuran. Kemudian pada awal tahun 2022 ini, Lanny telah resmi bergabung dengan atlet bulutangkis Indonesia lainnya, di Pelatihan Nasional atau Pelatnas PBSI Cipayung. Nama Lanny kian mencuat saat menjadi penentu kemenangan tim Indonesia pada laga final BATC 2022, saat berhadapan dengan Tim Putri Korea. Pada laga ke-empat dengan skor 2-1 untuk Indonesia, tim Indonesia menurunkan ganda putri kedua, Lanny Tria Mayasari dan Nita Violina Marwah. Indonesia membutuhkan satu kemenangan untuk mengunci gelar juara. Di laga ke-empat, Lanny Tria Mayasari dan Nita Violina Marwah berhasil menundukkan ganda putri Korea, Kim Min Ji dan Lee Seo Jin dengan skor 23-21 dan 21-11 sekaligus membuat Indonesia keluar sebagai juara. Piala Thomas & Uber 2022 sendiri akan digelar di Bangkok, Thailand, pada 8-15 Mei 2022 mendatang. Piala Thomas dan Piala Uber 2022 juga bakal jadi ajang pemantapan menuju Asian Games 2022 yang digelar pada 10-25 September di Hangzhou, Tiongkok. Biodata: Nama Lengkap: Lanny Tria Mayasari Nama Panggilan: Lanny Tempat, Tanggal Lahir: Sleman, Yogyakarta, 8 Mei 2002 Klub: Jaya Raya Satria, Yogyakarta Sektor Bermain: Ganda Putri, Ganda Campuran Prestasi: – Juara Sirnas WD 2018 – Juara WD Astec Bandung 2018 – Juara WD Sirnas Jakarta 2019 – Juara XD ASG 2019 – Juara XD Kejurnas 2019 – Juara WD Yonex Dutch 2020 – Juara Badminton Asia Team Championship 2022 bersama Tim Putri Indonesia

Boyong 3 Gelar, Indonesia Juara Umum Alpes International U-19

Boyong 3 Gelar, Indonesia Juara Umum Alpes International U-19

Pebulu tangkis muda mengharumkan nama Indonesia di ajang Alpes International U-19 2022. Alpes International U-19 2022 digelar di Salle Everest Voiron, Prancis pada 7-10 April 2022. Sesuai tajuknya, turnamen Alpes International U-19 2022 diikuti oleh pebulu tangkis junior. Indonesia pun menyumbangkan wakilnya. Indonesia mengirim 11 atlet bulu tangkis muda yang tampil di nomor tunggal dan ganda putra-putri. Pada kategori tunggal putra, Indonesia mengirimkan Alwi Farhan, Bodi Ratana Teja Gotama, dan Muhammad Reza Alfajri. Indonesia hanya mengirimkan Daniel Edgar Marvino/Raymond Indra di ganda putra dan Rafli Ramanda/Az-Azahra Putri Dania di ganda campuran. Pada sektor tunggal putri, ada empat yang terdaftar, yaitu Ester Nurumi Tri Wardoyo, Tasya Farahnailah, Mutiara Ayu Puspitasari, dan Ruzana. Adapun di nomor ganda putri, Indonesia mengirimkan Anisanaya Kamila/Az Zahra Ditya Ramadhani, dan Rachel Allessya Rose/Meilysa Trias Puspita Sari. Dari 11 wakil Indonesia, tiga di antaranya berhasil mempersembahkan gelar juara. Gelar pertama diraih oleh pemain tunggal putri, Ester Nurumi Tri Wardoyo. yang mengalahkan rekan senegaranya, Tasya Farahnailah, melalui rubber game. Dalam waktu 47 menit, Ester membukukan kemenangan 21-11, 10-21, 21-13 atas Tasya. Selanjutnya, giliran dua pemain tunggal putra Indonesia yang unjuk gigi di All Indonesian Final, Alwi Farhan vs Bodhi Ratana Teja Gotama. Pertandingan dimenangi oleh Alwi dalam 35 menit dengan skor 21-12, 21-17. Gelar ketiga dipersembahkan oleh Meilysa Trias Puspita Sari/Rachel Allessya Rose dari nomor ganda putri. Pasangan unggulan kedua itu mengalahkan rekan Anisanaya Kamila/Az Zahra Ditya Ramadhani dalam dua game langsung: 21-17, 21-12.

Eng Hian Tarik Tim Ganda Putri, Pemain Muda Lain Siap Berlaga di Orleans Masters 2022

Eng Hian Tarik Tim Ganda Putri, Pemain Muda Lain Siap Berlaga di Orleans Masters 2022

Sebanyak delapan pasangan ganda putri Pelatnas PBSI, ditarik keikutsertaannya dalam ajang bulutangkis Orleans Masters 2022 yang bergulir mulai Selasa (29/3) hingga Minggu (3/4) mendatang. Mereka adalah Siti Fadia Silva Ramadhanti/Apriyani Rahayu, Nita Violina Marwah/Putri Syaikah, Ribka Sugiarto/Febby Valencia Dwijayanti Gani, Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi, Melani Mamahit/Tryola Nadia, Lanny Tria Mayasari/Jesita Putri Miantoro, Rachel Allessya Rose/Meilysa Trias Puspitasari, dan Kelly Larissa/Savira Nurul Husnia. Eng Hian sebagai pelatih kepala ganda putri membeberkan alasannya. “Untuk Apriyani, Ribka, dan Putri Syaikah masih dalam proses penyembuhan cedera. Jadi saya memutuskan untuk menarik keikiutsertaan mereka di Orleans,” kata Eng Hian yang akrab disapa Didi itu. “Sedangkan yang lain, sebenarnya dalam program turnamen saya ada turnamen back to back-nya yaitu Polish International Challenge. Karena situasi tidak aman maka PBSI tidak jadi mengikuti turnamen tersebut. Menurut saya tidak worth it kalau hanya satu turnamen ke Eropa dengan melihat waktu perjalanan dan evaluasi target performance,” lanjut Didi. Didi menjelaskan bahwa pemain-pemain muda ini peringkatnya masih di atas top 100. Jadi perlu turnamen yang sifatnya back to back. Oleh karenanya Didi sudah membuat program turnamen untuk mereka di bulan Juni nanti. “Pemain yang diprogramkan untuk mengikuti Orleans Masters ini kan yang rankingnya masih di atas top 100 dan perlu turnamen back to back lebih banyak dengan level yang sesuai dengan kapasitas mereka sekarang,” ujar Didi. “Program turnamen akan saya pindah ke turnamen di bulan Juni nanti,” pungkasnya. Pasangan ganda putra Teges Satriaji Cahyo Hutomo/Christopher David Wijaya juga mundur dengan alasan yang kurang lebih sama. Sementara, Gregoria Mariska Tunjung ditarik karena masih harus pemulihan pasca terpapar virus Covid-19. Berikut daftar pemain Pelatnas PBSI di ajang Orleans Masters 2022: Tunggal Putra: 1. Chico Aura Dwi Wardoyo 2. Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay 3. Christian Adinata Tunggal Putri: 1. Putri Kusuma Wardani Ganda Campuran: 1. Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati 2. Zachariah Josiahno Sumanti/Hediana Julimarbela 3. Amri Syahnawi/Winny Oktavina Kandow

PBSI Panggil 17 Atlet Junior untuk Latihan Bersama di Pelatnas

PBSI Panggil 17 Atlet Junior untuk Latihan Bersama di Pelatnas Cipayung

Ada 17 atlet junior dipanggil untuk mengikuti latihan bersama dan pemantauan di pelatnas Cipayung oleh Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Hal itu sebagaimana dilansir melalui instagram resmi @badminton.ina pada Rabu (23/02/22). 17 Atlet yang terpanggil akan memulai latihan di pelatnas Cipayung pada 28 Februari-12 Maret 2022 mendatang. Dari 17 atlet yang terdaftar, mereka adalah atlet junior di sektor ganda putra dan ganda campuran. Tidak hanya berasal dari satu klub saja, namun berbagai klub yang tersebar merata. Contohnya pasangan ganda putra asal PB Jaya Raya, Adrian Pratama/Johan Farell Gosal, menjadi bagian dari 17 atlet yang dipanggil oleh PBSI. Selain itu ada M. Fadel Ilyasa (PB Jaya Raya), Yahya Raska, (PB Jaya Raya), M. Putra Erwiansyah (PB Djarum), Patra Harapan (PB Djarum), Alif Attalah Juan (PB Jaya Raya) dan Muh. Nendi (PB Jaya Raya). Sedangkan pada sektor ganda campuran, ada 9 pemain yang dipanggil oleh PBSI. Mereka adalah Zaidan Arrafi (PB Exist), Felisha Alberta (PB Exist), Marwan Faza (PB Djarum), M. Faris (PB Djarum). Selain itu ada Jessica Maya Rismawardani (PB Djarum), Ahmad Sastrariansyah (PB Exist), Farica Abela (PB Exist), Ghana Muhammad (PB Djarum), dan Jafar Hidayatullah (PB Rajawali). Menurut keterangan yang tertera, para atlet junior Indonesia itu dipanggil ke pelatnas PBSI hanya untuk latihan bersama. Namun belum diketahui secara pasti untuk apa pemanggilan latihan itu dilakukan. Setidaknya, melalui program ini, bisa saja menjadi kesempatan bagus bagi para pebulutangkis muda untuk kembali menunjukkan kualitas mereka kepada jajaran pengurus PBSI. Karena PBSI juga baru mengumumkan daftar atlet promosi dan degradasi melalui hasil seleksi nasional (Seleknas) pada 10-15 Januari 2022 lalu. Hasil seleknas mengumumkan bahwa ada 16 pebulutangkis diberikan kesempatan untuk menjadi penghuni baru pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur. Meski belum diketahui secara pasti maksud dari pemanggilan 17 pebulutangkis junior Indonesia ke pelatnas PBSI, namun agenda latihan bulutangkis bersama dan pemantauan itu langsung disambut positif oleh para warganet. Banyak yang berharap PBSI mampu mengorbitkan calon bintang baru sekaligus melanjutkan regenerasi bulu tangkis Indonesia.

PBSI Turunkan Pemain Muda di Kejuaraan Asia Beregu 2022

PBSI Turunkan Pemain Muda di Kejuaraan Asia Beregu 2022

PBSI menurunkan atlet muda di Kejuaraan Asia Beregu 2022. Tim bulutangkis Indonesia memastikan diri ikut ambil bagian di Kejuaraan Asia Beregu 2022 yang akan berlangsung pada tanggal 15-20 Februari di Malaysia. Dalam ajang yang biasa juga disebut kualifikasi Piala Thomas dan Uber ini, Indonesia menurunkan pemain-pemain muda. Chico Aura Dwi Wardoyo (23 tahun) menjadi pemain tertua di sektor putra, sementara Gregoria Mariska Tunjung (22 tahun) pada sektor tim putri. Kepala Bidang dan Prestasi PP PBSI, Rionny Mainaky, mengatakan alasan di balik pengiriman atlet-atlet muda untuk memberikan kesempatan bertanding di kejuaraan beregu. “Ini merupakan kebijakan PBSI yang ingin mengorbitkan pemain-pemain muda. Salah satunya dengan menguji mereka di turnamen ini, selain sebagai ajang penilaian dan evaluasi untuk persiapan menuju putaran final Piala Thomas dan Uber nanti,” kata Rionny dalam rilis PBSI, Sabtu (29/1/2022). “Pemain yang dipilih adalah pemain-pemain yang kami nilai siap dan sedang dalam performa yang bagus. Terutama di tim putra, kemampuan mereka saya yakini sudah mendekati kakak-kakaknya. Mereka hanya kalah pengalaman dan jam terbang saja. Ini menjadi kesempatan mereka untuk lebih berkembang lagi,” kata Rionny. Berikut skuad Indonesia di Kejuaraan Beregu Asia 2022: Tim Putra: 1. Chico Aura Dwi Wardoyo 2. Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay 3. Christian Adinata 4. Yonathan Ramlie 5. Leo Rolly Carnando 6. Daniel Marthin 7. Pramudya Kusumawardana 8. Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan 9. Bagas Maulana 10. Muhammad Shohibul Fikri Tim Putri: 1. Gregoria Mariska Tunjung 2. Putri Kusuma Wardani 3. Saifi Rizka Nurhidayah 4. Bilqis Prasista 5. Stephanie Widjaja 6. Nita Violina Marwah 7. Febriana Dwipuji Kusuma 8. Amallia Cahaya Pratiwi 9. Lanny Tria Mayasari 10. Jesita Putri Miantoro

Dapat “Golden Ticket”, Pebulutangkis Ini Masuk Pelatnas Tanpa Seleknas

Dapat "Golden Ticket", Pebulutangkis Ini Masuk Pelatnas Tanpa Seleknas

PBSI telah resmi mengeluarkan susunan pebulutangkis yang telah masuk dalam daftar atlet yang berada di naungan Pelatnas PBSI 2022. Susunan tersebut adalah hasil dari Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI 2022 di awal bulan Januari lalu, tercatat ada tujuh atlet asal PB Djarum yang sukses meraih gelar juara dan mendapat tiket masuk Pelatnas Cipayung tahun ini. Akan tetapi ada seorang pebulutangkis asal PB Djarum yang mendapatkan panggilan spesial untuk masuk Pelatnas tanpa melalui Seleknas, dia adalah Ruzana. Dengan masuknya Ruzana ke Pelatnas, menjadikan dirinya seorang pebulutangkis tunggal putri pertama asal Lubuk Linggau yang mampu menginjakkan sampai pada atlet Pelatnas. Pada bulan November 2021, di saat usianya masih 16 tahun, Ruzana mencetak prestasi sebagai juara, pada kejuaraan Yuzu Isotonic Akmil Open 2021. Ruzana menorehkan prestasi sebagai juara tunggal taruna putri. Di babak final, ia bisa mengalahkan unggulan kedua, Kyla Legiana Agatha. Tak hanya itu, Ruzana juga berani main rangkap di kelas dewasa putri. Hasilnya pun tidak mengecewakan. Ia berhasil menembus babak semifinal. Dan pada kejuaraan khusus junior, tepatnya pada ajang Bangladesh Junior International Series 2021 bulan Desember lalu, Ruzana sukses memboyong gelar runner up. Di babak final, Ruzana hanya kalah dari pemain asal PB Djarum lainnya, Bilqis Prasista. Prestasinya yang cukup gemilang di usia muda mengingatkan kita kepada seorang legenda bulutangkis tunggal putri Indonesia Susi Susanti yang juga mampu membawa skuad Indonesia meraih gelar juara Piala Sudirman di ueianya yang terbilang belia. Secara spesial wanita kelahiran 22 Januari 2005 ini hadir dalam undangan Pelatnas PBSI pada 18-19 Januari lalu untuk melakukan serangkaian test bersama para juara Seleknas lainnya. “Iya, betul. Saya sudah memenuhi panggilan pelatnas untuk ikut test kesehatan,” kata Ruzana dikutip dari PB Djarum pada 28 Januari 2022. Ruzana bahkan tak menyangka dirinya akan dipanggil oleh PBSI guna mengisi Line Up Skuad di Pelatnas PBSI Cipayung. “Jujur nggak nyangka sih saya bisa masuk pelatnas tanpa harus ikut Seleknas. Padahal sebelumnya saya sudah melakukan persiapan yang cukup matang untuk Seleknas,” kata Ruzana. Meski pun begitu, nyatanya masuk dalam daftar atlet Pelatnas PBSI bukanlah target yang pokok yang ingin ia capai. Satu target utama yang ia miliki di tahun ini adalah bisa ikut turun dalam ajang World Junior Championships 2022. “Sebenarnya gak ada target mau masuk pelatnas atau gak tahun ini, gimana dikasihnya saja sama Allah, baiknya di mana. Karena target utama saya tahun ini tuh, ikut WJC di mana pun tempat saya berlatih,” ungkap Ruzana Yang lebih spesialnya Ruzana yang juga merupakan lulusan Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2015 menjadi atlet asal Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, pertama kali yang menjadi atlet Pelatnas PBSI Cipayung. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan, Ruzana bertekad ingin membuat bangga kampung halamannya lewat bulutangkis. “Alhamdulillah, saya menjadi orang pertama yang masuk Pelatnas PBSI Cipayung dari Lubuk Linggau. Semoga selama saya bermukim di sini bisa membuat bangga kampung halaman lewat prestasi-prestasi yang saya torehkan di kancah internasional,” tutup Ruzana. Daftar Penghuni Pelatnas PBSI 2022 Tunggal Putra UTAMA Anthony Sinisuka Ginting Jonatan Christie Shesar Hiren Rhustavito Chico Aura Dwi Wardoyo Ihksan Leonardo Imanuel Rumbay Christian Adinata Yonathan Ramlie Syabda Perkasa Belawa Bobby Setiabudi PRATAMA Alvi Wijaya Chairullah Tegar Sulistio Yohanes Saut Marcellyno Alwi Farhan Alfito Pringgo Yudanto Bodhi Ratana Teja Gotama Muhammad Reza Al Fadjri Tunggal Putri UTAMA Gregoria Mariska Tunjung Putri Kusuma Wardani Stephanie Widjaja Saifi Rizka Nur Hidayah Asty Dwi Widyaningrum Nandini Putri Arumni Bilqis Prasista Siti Sarah Azzahra Komang Ayu Cahya Dewi Asiyah Sativa Fatetani PRATAMA Kyla Legiana Agatha Ester Nurumi Tri Wardoyo Tasya Farahnailah Ruzana Mutiara Ayu Puspitasari Ganda Putra UTAMA Marcus Fernaldi Gideon Kevin Sanjaya Sukomulyo Fajar Alfian Muhammad Rian Ardianto Bagas Maulana Muhammad Shohibul Fikri Pramudya Kusumawardana Yeremia Erich Yoche Yakob Rambitan Leo Rollycarnado Daniel Marthin Hendra Setiawan (Sparring) Mohammad Ahsan (Sparring) PRATAMA Teges Satriaji Cahyo Hutomo Christopher David Wijaya Rahmat Hidayat Muhammad Rayhan Nur Fadillah Gerardo Rizgullah Hafidz M.Gibran Arfiansyah Raymond Indra Daniel Edgar Marvino Ganda Putri UTAMA Greysia Polii Apriyani Rahayu Siti Fadia Silva Ramadhanti Ribka Sugiarto Nita Violina Marwah Putri Syaikah Ulima Hidayat Febriana Dwipuji Kusuma Amalia Cahaya Pratiwi Febby Valencia Dwijayanti Gani Lanny Tria Mayasari Melani Mamahit Tryola Nadia Jesita Putri Miantoro PRATAMA Kelly Larissa Savira Nurul Husnia Rachel Allesya Rose Meilysa Trias Puspitasari Nethania Irawan Febi Setianingrum Anisanaya Kamila Az Zahra Ditya Ramadhani Sofy Al Mushira Asharunnisa Ridya Aulia Fatasyah Ganda Campuran UTAMA Rinov Rivaldi Pitha Haningtyas Mentari Adnan Maulana Mychelle Crhystine Bandaso Zacharia Josiahno Sumanti Hediana Julimarbela Rehan Naufal Kusharjanto Lisa Ayu Kusumawati Amri Syahnawi Winny Oktavina Kandow Indah Cahya Sari Jamil PRATAMA Rafli Ramanda Aisyah Salsabila Putri Pranata Az Zahra Putri Dania Daftar Pelatih Atlet Utama Irwansyah (Tunggal Putra) Rionny Mainaky (Tunggal Putri) Herli Djaenudin (Tunggal Putri) Herry I.P (Ganda Putra) Aryono (Ganda Putra) Eng Hian (Ganda Putri) Prasetyo R.B (Ganda Putri) Nova Widianto (Ganda Campuran) Amon Sunaryo (Ganda Campuran)

Calon Rising Star Bulu Tangkis Indonesia di 2022

Calon Rising Star Bulu Tangkis Indonesia di 2022

Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) telah memanggil 71 atlet untuk mengikuti tes kesehatan yang akan dilaksanakan pada Rabu (19/1) dan Kamis (20/1). Dari nama-nama yang tertera, terdapat sejumlah pemain muda yang konsisten memberikan hasil ciamik pada turnamen yang diikuti. Beberapa nama mulai familiar di telinga badminton lovers menyusul penampilannya yang mencuri perhatian. Akan tetapi, beberapa wajah tampak masih baru, meski bakat mereka diyakini bakal mencuat. Lantas, siapa saja pebulu tangkis Indonesia yang berpotensi menjadi rising star pada tahun ini? Simak daftarnya berikut ini. Putri Kusuma Wardani Nama tunggal putri, Putri Kusuma Wardani, memang sudah ramai diperbincangkan sejak 2019 ketika menjadi bagian dari skuad peraih Piala Suhandinata. Putri KW juga berhasil memberikan poin di partai final usai taklukan wakil China, Zhou Meng. Penampilan Putri KW pun semakin meningkat, terlebih pada 2020 manakala pemain 19 tahun ini ditunjuk untuk masuk ke skuad Badminton Asian Team Championship. Di situ, ia memberikan satu kemenangan usai taklukkan wakil Filipina, Sarah Joy Barredo. Penampilan gemilang Putri KW terus berlanjut. Pada 2021, ia berhasil meraih tiga gelar juara yaitu Spain Masters, Czech Open, dan Bangladesh IC. Selain meraih gelar Individu, Putri KW juga dipercaya untuk menjadi tunggal putri kedua untuk membela Tim Indonesia di ajang Piala Uber 2020 serta menjadi bagian dari skuad Piala Sudirman 2020. Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Tahun 2021 menjadi penampilan yang luar biasa dalam sejarah karier pasangan ganda putra muda Indonesia, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob. Mengawali kesuksesan usai jalani debut di ajang super 1000, mereka harus terhenti di babak awal pada dua pertandingan seri Thailand oleh seniornya Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Selanjutnya, di ajang Swiss Open, Pram/Yere kembali dihentikan unggulan di babak 16 besar. Akan tetapi, kejutan terjadi di Spain Masters manakala mereka berhasil menjadi juara dan diikuti gelar selanjutnya di Belgian International dan menjadi semifinalis German Open. Sementara, di ajang Indonesia Badminton Festival, secara mengejutkan Pram/Yere berhasil tampil apik, bahkan mengalahkan pemain unggulan di antaranya mantan juara All England 2016, Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov. Meskipun tidak berhasil melangkah jauh, hasil yang di peroleh Pram/Yere tersebut berhasil membuatnya lolos ke ajang World Tour Final. Di turnamen itu, Pram/Yere mampu memberikan perlawanan ketat melawan ganda Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, dan ganda putra Malaysia, Ong Yeo Sin/Teo Ee Yi, meski akhirnya kalah. Sementara, satu kemenangan diraih saat melawan Toma Junior Popov/Christo Popov asal Prancis sehingga membuat Pram/Yere finis di posisi ketiga grup. Rachel Allessya Rose/Meilysa Trias Puspitasari Pemain yang diperkirakan akan bersinar di 2022 lainnya ialah pasangan ganda putri kelahiran 2004, Rachel Allessya Rose/Meilysa Trias Puspitasari. Mengawali debut sebagai partner sejak masih di klub PB Exist Jakarta, performa Rachel/Meilysa memang sudah terlihat gemilang sejak turun di Home Tournament PBSI 2020. Ketika itu, mereka berhasil memberikan perlawanan yang membuat para seniornya kewalahan. Pada 2021, Rachel/Meilysa berhasil meraih dua gelar junior secara beruntun di Denmark Junior dan Finnish Junior. Komang Ayu Cahya Dewi Nama Komang Ayu Dewi semakin mencuat usai mengalahkan pemain andalan Indonesia, Fitriani, di PBSI Home Tournament 2020. Sebelumnya, pada 2018, Komang dipercaya memperkuat klubnya PB Djarum di Kejuaraan Nasional Beregu saat usianya masih 16 tahun. Ia ikut andil membawa PB Djarum menembus semifinal. Pada 2021, Komang berhasil memberikan sejarah baru untuk dunia tepok bulu Bali ketika berhasil menjadi tunggal putri Bali pertama yang melangkah ke partai final Pekan Olahraga Nasional (PON). Meskipun di laga puncak Komang harus menerima kekalahan dari wakil Jawa Barat, penampilannya mendapatkan apresiasi. Usai PON, Komang mengikuti Bahrain International Challenge dengan melangkah ke babak semifinal. Sementara, di Bahrain International Series, ia menjadi runner-up.

Komang Siap Bidik Medali Emas PON 2024

Atlet bulutangkis asal Pulau Dewata Bali, Komang Ayu Cahya Dewi (19) kembali bergabung tim pelapis Pelatnas Utama (Pelatnas Pratama) pada hari Jumat (22/10) ini. Komang Cahya mendapat izin bertanding di PON XX 2020 Papua. Dia pun meraih medali perak tunggal perorangan putri. “Saya Jumat sudah gabung lagi dengan Tim Pelatnas Pratama,” ucap Komang Ayu Cahya Dewi, Kamis (21/10). Komang Cahya menjadi satu-satunya atlet yang bisa turun lagi pada PON XXI 2024 di Sumut dan Aceh. Dia pun diharapkan dapat meningkatkan prestasi dari medali perak. “Untuk PON selanjutnya saya ingin meraih medali emas, semoga saja terwujud,” kata atlet asal Banjar Bangkang, Desa Baktiseraga, Kecamatan/Kabupaten Buleleng. Komang Cahya bergabung dengan Pelatnas Pratama sejak 2020 dan dilatih Asep Suharno, Morico Harda, dan Minarti Timur. Berada di Pelatnas dia bertekad mematangkan pengalaman, jam terbang dan teknik bertanding. Dengan harapan semakin matang di PON selanjutnya. “Dari sisi batasan umur hanya saya yang bisa turun di PON XXI 2024 di Sumut dan Aceh, karena bulutangkis memakai batasan umur 23 tahun,” kata Komang Cahya. Sementara selama di kampung halaman, Komang Cahya memanfaatkan waktu untuk recovery. Namun, tidak ketinggalan dirinya tetap menjaga kebugaran tubuh dengan melakukan sprint di sekitar rumah. Dia balik ke Pelatnas karena saat ini Pelatnas belum libur. Jadi dia harus menjalani latihan rutin. Lebih jauh Komang Cahya balik ke Pelatnas tanpa menunggu bonus dari Pemprov Bali. Menurutnya, dirinya tidak terlalu mengetahui soal bonus kapan diberikan dan juga jumlahnya. Jika Pemprov Bali memberikan bonus, Komang Cahya akan memberikan sebagian ke panti jompo dan panti asuhan di Kabupaten Buleleng. Selebihnya akan disimpan sebagai tabungan masa depan serta keperluannya. Sebab di Pelatnas dia belum memiliki sponsor. Dia juga harus membeli peralatan pribadi seperti raket dan sepatu dari dana sendiri. Komang Cahya berharap, kelak ada pihak yang mau mensponsorinya. Dia juga berharap mendapat dukungan dari Pemprov Bali. “Mudah-mudahan Pemprov Bali mendukung saya. Jadi, saya tidak membeli peralatan sendiri. Jika nanti ada bonus, saya juga akan menggunakan untuk membeli peralatan pribadi,” ucap atlet kelahiran Denpasar, 21 Oktober 2002 ini. Meski belum meraih medali emas, pemain Klub Djarum Kudus Jawa Tengah itu menjadi pebulutangkis pertama asal Bali yang masuk final selama 73 tahun atau sejak PON I 1948 di Solo Jawa Tengah. Ketua Umum Pengprov PBSI Bali, I Wayan Winurjaya mengakui hanya Komang Cahya yang usianya paling muda yang tampil di PON XX 2020 Papua. “Untuk PON selanjutnya hanya Komang Cahya yang bisa turun lagi, pebulutangkis lainnya harus regenerasi karena faktor batasan umur. Saya harap semoga Komang Cahya dapat medali emas di PON XXI 2024 di Sumut dan Aceh,” kata Winurjaya, yang mantan Ketua Umum Pengkab PBSI Bangli itu.

Bawa Atlet Muda ke Piala Thomas dan Uber 2020, Ini Target PBSI

Bawa Atlet Muda ke Piala Thomas dan Uber 2020, Ini Target PBSI

Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menaruh harapan tinggi kepada atlet-atlet muda yang dikirim ke ajang Piala Thomas dan Piala Uber 2020. PBSI berharap agar para pemain muda berkontribusi untuk target meraih gelar dan membawa trofi turnamen beregu putra dan putri itu ke Tanah Air. Sejumlah pemain muda dibawa ke turnamen yang bakal berlangsung di Denmark tersebut. Mereka adalah kakak beradik Chico Aura Dwi Wardoyo (23 tahun) dan Ester Nurumi Tri Wardoyo (17 tahun), serta Leo Rolly Carnando (20 tahun), Daniel Marthin (20 tahun), Putri Syaikah (20 tahun), hingga Jesita Putri Miantoro (19 tahun). “Dasar pemilihan selain dari performa di turnamen terakhir, juga kami evaluasi dari latihan-latihan mereka. Secara individu, mereka yang paling siap dan mumpuni. Saya pastikan mereka siap untuk bertarung dan bukan hanya bertarung tapi mereka juga siap menyumbangkan poin untuk tim,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rionny Mainaky. Rionny beranggapan, atlet muda yang sudah dipilih itu punya tingkat motivasi berjuang yang sangat baik. Selama persiapan juga terlihat mereka menjalani setiap program latihan secara optimal. Ia juga sudah memerintahkan tim pelatih untuk lebih menyiapkan program-program yang ketat agar para atlet muda ini bisa mengambil ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya. Rionny memahami, sebagai peserta debutan, tekanan dan rasa minder akan ada di pundak atlet muda. Sebab itulah, ia meminta para pelatih berusaha untuk menguatkan mental anak-anak asuhnya tersebut. “Supaya mereka tidak minder karena pertama kali ikut di ajang beregu, saya juga sudah meminta mereka dalam beberapa minggu terakhir ini untuk sparring bersama seniornya. Saya juga sering mengingatkan mereka secara pribadi, apa saja tekanan yang ada di dalam tim dan bagaimana mengantisipasinya. Ini untuk memperkuat mental mereka,” ujar Rionny. Piala Thomas dan Piala Uber rencananya akan digelar satu minggu setelah Piala Sudirman 2021. Turnamen akan digelar di Aarhus, Denmark, pada 9-17 November 2021. Berikut daftar lengkap tim Piala Thomas & Uber Indonesia: Tim Thomas 1. Anthony Sinisuka Ginting 2. Jonatan Christie 3. Shesar Hiren Rhustavito 4. Chico Aura Dwi Wardoyo 5. Marcus Fernaldi Gideon 6. Kevin Sanjaya Sukamuljo 7. Mohammad Ahsan 8. Hendra Setiawan 9. Fajar Alfian 10. Muhammad Rian Ardianto 11. Leo Rolly Carnando 12. Daniel Marthin Tim Uber 1. Gregoria Mariska Tunjung 2. Putri Kusuma Wardani 3. Nandini Putri Arumni 4. Ester Nurumi Tri Wardoyo 5. Greysia Polii 6. Apriyani Rahayu 7. Siti Fadia Silva Ramadhanti 8. Ribka Sugiarto 9. Nita Violina Marwah 10. Putri Syaikah 11. Febby Valencia Dwijayanti Gani 12. Jesita Putri Miantoro

Giliran Ginting Sumbang Medali Untuk Indonesia

Giliran Ginting Sumbang Medali Untuk Indonesia

Satu medali lagi untuk Indonesia dari cabang bulu tangkis. Ialah Anthony Sinisuka Ginting yang berhasil meraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 usai mengalahkan pebulutangkis Guatemala, Kevin Cordon lewat permainan dua gim 21-11, 21-13, Senin (2/8) malam WIB. Ginting coba bermain sabar dengan mengajak Cordon bermain reli. Ginting coba menempatkan bola yang membuat Cordon tak leluasa dalam mengeluarkan smes kerasnya. Ginting sempat tertinggal tetapi bisa menyamakan kedudukan jadi 4-4. Ginting kemudian berbalik unggul 7-4 setelah Cordon melakukan tiga kesalahan beruntun. Ginting berhasil menambah satu poin lagi untuk unggul 8-4. Namun, upayanya untuk menjauhkan keunggulan terhenti setelah smes yang dilakukannya membentur net dan membuat kedudukan jadi 8-5. Kesalahan itu tidak diulangi oleh Ginting. Penempatan bola-bola sulit Ginting membuat Cordon kerap membuat kesalahan sehingga Ginting bisa unggul 11-5 di interval gim pertama. Ginting tetap bermain sabar dan tidak terpancing permainan cepat Cordon setelah interval. Kendali penuh permainan yang dipegang Ginting membuatnya bisa unggul dengan margin delapan poin, 15-7. Cordon sempat merebut empat poin tetapi pebulutangkis Guatemala itu tidak mampu membendung Ginting untuk memenangi gim pertama dengan skor 21-11. Ginting bermain lebih menekan di awal gim kedua. Ginting lebih berinisiatif melakukan tekanan dengan melakukan smes yang membuat Cordon kerepotan. Tekanan yang terus diberikan Ginting membuatnya bisa unggul 7-2 atas Cordon. Cordon berhasil memutus perolehan poin Ginting dan merebut dua poin beruntun untuk memperkecil ketinggalan jadi 4-8. Namun, Ginting kembali bisa mengendalikan situasi pertandingan. Tiga poin direbut Ginting untuk membuatnya unggul jauh 11-4 di interval gim kedua. Cordon mampu bangkit dengan merebut enam poin untuk bisa memperkecil kedudukan jadi 10-13. Dalam situasi mulai tertekan, Ginting mampu tetap tampil tenang untuk bisa menjauhkan skor jadi 15-10. Ginting bisa mendulang poin tambahan memanfaatkan kesalahan pengembalian yang dilakukan oleh Cordon hingga unggul 18-11. Ginting kemudian bisa merebut tiga poin krusial untuk menutup gim kedua dengan 21-13. Sekaligus memastikan medali ke-5 bagi Indonesia. Ada rekor unik tercipta, berkat raihan medali perunggu tersebut Anthony Sinisuka Ginting menjadi pebulutangkis pertama yang berhasil mendapatakan medali di Youth Olympic Games dan Olympic Games. Pada tahun 2014 silam, Anthony Ginting berhasil mendapatkan medali perunggu di Youth Olympic Games yang diselenggarakan di Nanjing, Tiongkok. Selain itu, Ginting berhasil mengakhiri ‘kutukan’ wakil tunggal putra di Olimpiade yang tak pernah mencapai babak semifinal dalam kurun waktu 17 tahun kebelakang. Terakhir wakil tunggal putra Indonesia berjaya yakni di Olimpiade 2004. Saat itu ada Taufik Hidayat yang meraih emas dan Sony Dwi Kuncoro yang menyumbangkan medali perunggu.

Sosok Apriyani Rahayu, Pebulutangkis Muda Peraih Medali Emas Olimpiade

Sosok Apriyani Rahayu, Pebulutangkis Muda Peraih Medali Emas Olimpiade

Apriyani Rahayu berhasil mengibarkan bendera Merah-Putih berkibar di podium teratas pada Olimpiade Tokyo 2020. Bersama Greysia Polii, Apriyani berhasil mengandaskan perlawanan Chen Qingchen/Jia Yifan, pada final ganda putri bulu tangkis Olimpiade Tokyo 2020. Sekaligus menghadirkan medali emas pertama bagi Indonesia. Bertanding di Musashino Forest Plaza, Senin (2/7/2021) siang WIB, Greysia/Apriyani berhasil menang atas Chen Qinchen/Jia Yifan, dua gim langsung dengan skor 21-19 dan 21-15. Kesuksesan Greysia/Apriyani memastikan Indonesia mendapatkan medali emas pertamanya di Olimpiade Tokyo 2020. Selain itu, mereka juga sukses mencetak sejarah sebagai pasangan ganda putri Indonesia pertama yang meraih medali emas Olimpiade. Jauh sebelum meraih medali emas Olimpiade, terdapat jalan terjal yang harus dilewati Apriyani Rahayu dalam meniti karier sebagai atlet bulu tangkis. Apriyani berjuang meraih mimpi di tengah keterbatasan ekonomi. Fakta ini diungkapkan oleh sang ayah, Amiruddin P dalam wawancara bersama TribunSultra.com. Amiruddin P mengatakan, saat kecil Apriyani sering bermain bulu tangkis menggunakan raket yang dimiliki almarhum ibunya. “Boleh dikata, Apriyani belum lancar bicara sudah bermain bulu tangkis,” beber Amiruddin saat ditemui dikediamannya di Kelurahan Lawulo, Kecamatan Anggaberi, Minggu (01/8/2021) dikutip dari TribunSultra.com. “Almarhum mamanya pemain bulu tangkis, jadi itu ada raket bekas. Mamanya kadang dia wakili Dinas dulu di Provinsi,” kata Amiruddin. Sang ayah juga menjelaskan saat bermain bulu tangkis di masa kecil, Apriyani menggunakan raket yang sudah tak layak pakai milik almarhum ibunya. “Belum bisa beli raket dulu, masih disambung-sambung (tali senar),” lanjut Amiruddin. Melihat anaknya yang mulai hobi bermain bulu tangkis, Amiruddin kemudian membuatkan lapangan di halaman rumahnya untuk tempat latihan putrinya. Berkat raket bekas itu pada akhirnya jadi gerbang pembuka bagi Apriyani untuk menata karier lebih serius di dunia bulu tangkis. Adapun, Apriyani sudah mulai mengikuti turnamen bulu tangkis saat masih usia dini. Ia sudah pernah mengikuti kejuaraan daerah hingga tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara. Dari situlah bakat Apriyani mulai tercium oleh pemandu bakat. Dilansir dari Tribun Timur, pada tahun 2011, Apryani Rahayu ke Jakarta dan dibawa ke PB Pelita milik Icuk Sugiarto di kawasan Kosambi, Jakarta Barat. Lalu sejak 2014 hingga 2016, Apriyani Rahayu mendapat kesempatan mewakili Indonesia di berbagai ajang Kejuaraan Dunia Junior. Pada 2017, Apriyani mulai berlatih di Pelatihan Nasional (Pelatnas) Cipayung, Jakarta. Sejak saat itu Apriyani mulai bermain di level senior dan diduetkan dengan Greysia Polii. Padahal, Greysia sejatinya sudah berniat pensiun pada 2017 setelah Olimpiade Rio 2016. Terlebih, pasangan dia saat itu (Nitya Krishinda Maheswari) mengalami cedera. Namun, Greysia akhirnya tak jadi gantung raket usai sang pelatih memintanya menjadi duet Apriyani Rahayu. Dia diminta untuk membuat semakin berkembang. Hingga akhirnya mereka menuai berbagai prestasi dan kini berhasil meraih medali emas di Tokyo 2020. Biodata Apriyani Rahayu Nama lengkap: Apriyani Rahayu Tempat, tanggal lahir: Konawe, Sulawesi Tenggara, Indonesia, 29 April 1998 Usia: 23 tahun Tinggi badan: 163 cm Pegangan raket: Kanan Nomor: Ganda putri Ranking saat ini: 6 (dengan Greysia Polii, 29 Juni 2021) Prestasi: – Olimpiade: Emas (Tokyo 2020) – Kejuaraan Dunia: Perunggu (2015, 2018, 2019) – Piala Sudirman: Perunggu (2019) – Asian Games: Perunggu (2018 ganda putri dan beregu) – SEA Games: Emas (2019 ganda putri), perunggu (2019 beregu) – Kejuaraan Tim Asia: Perunggu (2018)

Pasca Orleans Masters 2021, Peringkat Pebulu Tangkis Junior Indonesia Meroket

Pasca Orleans Masters 2021, Peringkat Pebulu Tangkis Junior Indonesia Meroket

Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) baru saja merilis ranking terbaru atlet bulu tangkis untuk pekan ke-13, Selasa (30/03/21). Rangking tersebut resmi dirilis setelah gelaran Orleans Masters 2021 di Palais des Sports, Prancis, 23-28 Maret lalu selesai. Meski tak banyak perubahan di 10 besar peringkat dunia, Indonesia patut bergembira lantaran banyak atlet-atlet di level junior yang mengalami pelonjakan peringkat cukup drastis. Dalam turnamen tersebut, ada tujuh pebulu tangkis Indonesia yang turun. Meski tak menggondol juara, namun sebagian dari mereka berhasil tembus ke babak semifinal. Salah satunya adalah pasangan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi dan Zacharia Josiahno Sumati/Hediana Julimarbela. Lolos ke semifinal berhasil membawa pasangan Sabar/Reza berhasil naik 306 posisi ke peringkat 190 dunia dengan tambahan 3.850 poin. Sementara Zacharia/Hediana melesat sebanyak 68 peringkat ke posisi 110. Peningkatan yang juga cukup mengejutkan dilakukan oleh Putri Kusuma Wardani. Putri yang kini tergabung ke dalam tim senior di pelatnas 2021 naik 87 peringkat ke posisi 186 dunia dengan koleksi 7.640 poin. Pada kejuaraan bulu tangkis Orleans Masters 2021, Putri hanya lolos ke babak perempatfinal. Meski begitu, kejuaraan Orleans Masters menjadi debut pebulu tangkis 18 tahun itu di BWF Tour. Bahkan di Orleans Masters ia sempat menyingkirkan pemain unggulan.

Pengda PBSI Bangka Berencana Gelar Kejuaraan Bulu Tangkis Junior

PBSI Bangka Berencana Gelar Kejuaraan Bulu Tangkis Junior

Evaluasi Pengurus Daerah Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (Pengda PBSI) Kabupaten Bangka melihat potensi atlet bulu tangkis yang dimiliki Bangka masih belum maksimal. Atas dasar tersebut, Pengda PBSI berencana menggelar kejuaraan bulu tangkis untuk level junior yang diberi judul Kejuaran Bulu Tangkis Junior Bupati Cup 2020. Rencana kejuaraan ini telah masuk dalam tahap berikutnya setelah Pengda PBSI Bangka menggelar rapat rencana kegiatan pada Senin (14/9/2020) lalu. Kejuaran ini dijadwalkan akan berlangsung mulai 15-23 Oktober 2020 di Gedung Bulu Tangkis Orom Sungailiat Kabupaten Bangka. Selain menggelar kejuaraan bulu tangkis junior, pada rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Pengda PBSI, Bangka Deny Hasbi tersebut turut mengonfirmasi bahwa akan ada ajang khusus bagi para veteran. “Memang sejumlah even terpaksa tertunda akibat Covid-19 namun kebutuhan atlet bulu tangkis terutama tingkat junior maka akan kita gelar Kejuaraan Bulu Tangkis Bupati Cup 2020 di Orom Sungailiat,” kata Deny seperti dilansir dari Bangkapos.com. Denny menjelaskan jika turnamen ini merupakan hasil dari evaluasi para pengurus terhadap prestasi bulu tangkis Kabupaten Bangka. Sebab pada even Porprov 2018 Bangka Tengah tak satupun medali yang diraih. Selain itu, ia membuat target jangka panjang temasuk untuk even Porprov 2022 di Bangka Barat nanti, atlet bulu tangkis Kabupaten Bangka bisa meraih 1 medali emas. “Kabupaten Bangka adalah daerah yang selalu melahirkan atlet-atlet terbaik diberbagai cabang. Jangan ada lagi di even tingkat provinsi tanpa medali temasuk bulu tangkis. Makanya saya targetkan di Porprov 2022 di Bangka Barat meraih 1 medali emas,” kata Deny. Sementara itu, Julian selaku Ketua Panitia Penyelenggara Kejuaraan Bulu Tangkis Bupati Cup 2020 mengatakan, jika atlet yang ingin mendaftarkan diri adalah atlet bulu tangkis khusus berdomisili di Kabupaten Bangka. Selanjutnya, usia atlet maksimal adalah 16 tahun atau kelahiran 2004 dan minimal 10 tahun atau kelahiran 2010. Sementara untuk veteran wanita minimal berusia 40 tahun dan putra minimal 45 tahun. Senada dengan Denny, Julian pun berharapa agar even ini mampu menghasilkan bibit-bibit atlet bulu tangkis yang potensial dapat mengharumkan Kabupaten Bangka baik tingkat provinsi maupun nasional. Hal tersebut juga berkaitan dengan situasi saat ini yang mana PBSI Bangka kekurangan atlet muda untuk persiapan Porprov 2020 di Bangka Barat. “Sejumlah atlit bulu tangkis potensial dipantau PBSI Bangka untuk ajang Porprov 2020 termasuk saat kejuaran Bulu Tangkis Bupati Cup 2020,” kata Julian.

Sejarah PB Djarum, Klub Yang Rutin Melahirkan Atlet Bulu Tangkis Berprestasi

Perkumpulan Bulu Tangkis Djarum (disingkat PB Djarum) merupakan salah satu klub bulu tangkis terbesar di Indonesia. Klub yang bermarkas di Kota Kudus ini rutin menyumbang atlet yang mengharumkan nama bangsa. Mulai dari Liem Swie King hingga Kevin Sanjaya. Lantas bagaimana kah sejarah terbentuknya PB Djarum? Semua berawalnya pada tahun 1969. Saat itu, setiap sore selepas jam kerja, sejumlah karyawan pabrik bermain bulu tangkis di dalam bangunan yang biasa dipakai untuk melinting rokok, atau yang biasa disebut brak di Bitingan Lama. Mereka kemudian membentuk Komunitas Kudus. Seiring berjalannya waktu, yang ikut berlatih di perkumpulan itu bukan hanya karyawan, melainkan juga orang-orang termasuk atlet bulu tangkis dari luar pabrik. Siapa sangka, salah satu atlet yang ikut berlatih disitu ternyata kelak menjadi legenda bulutangkis Indonesia. Ialah Liem Swie King. Liem muda kala itu cukup menonjol saat latihan. Tak heran, pada tahun Pada 1972, Liem meraih gelar juara Tunggal Putra Junior di Piala Munadi ketika usianya masih 15 tahun. Tak hanya itu, ia juga berhasil menjuarai cabang bulu tangkis dalam Pekan Olahraga Pelajar Indonesia (POPSI) tingkat provinsi. Kejutan terus berlanjut. Setahun kemudian tepatnya pada tahun 1973, Liem kembali merengkuh Piala Munadi Cup untuk kedua kalinya. Kali ini ia mampu menjuarai dua sektor sekaligus, yakni tunggal putra serta ganda putra, berpasangan dengan Kartono Hariamanto yang juga berasal dari komunitas yang sama. Ditahun yang sama, Liem berhasil membawa pulang medali perak di Pekan Olahraga Nasional (PON )1973 untuk cabang bulu tangkis putra. Berkat torehan prestasi-prestasi Liem yang membanggakan tersebut, Pihak PT Djarum pun lantas berkomitmen untuk mendukung perkumpulan atau komunitas bulu tangkis di pabriknya itu. Berkat antusiasme dari karyawan pabrik maupun warga sekitar terhadap bulu tangkis, akhirnya pada tahun 1974, perkumpulan latihan badminton itu diresmikan dengan nama PB Djarum yang kala itu diketuai oleh Setyo Margono. Dua tahun berselang, PB Djarum Semarang pun diresmikan. Di tahun yang sama pula, Liem Swie King menjadi atlet asal PB Djarum pertama yang mampu mencapai partai puncak All England. Meskipun ia harus mengakui keunggulan legenda bulu tangkis Indonesia lainnya yakni Rudy Hartono. Pada 1978, Liem Swie King akhirnya menjadi pemain PB Djarum pertama yang menjuarai Tunggal Putra All England. Liem Swie King tercatat menjadi Juara Tunggal Putra asal Indonesia ketiga yang berhasil menjuarai turnamen bergengsi tersebut. Capaian paling membanggakan terjadi pada 1992 dan 2016. Alan Budikusuma mempersembahkan medali emas Olimpiade nomor tunggal putra. Pada partai final dia mengalahkan kompatriotnya, Ardy B Wiranata. Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mengulang capaian tersebut 14 tahun berselang. Sama-sama besar di PB Djarum, mereka menyumbang medali emas ketujuh Indonesia di Olimpiade Selain Olimpiade, atlet asal PB Djarum juga berprestasi ajang paling bergengsi yakni Kejuaraan Dunia. Beberapa nama yang sukses merengkuh titel juara dunia yaitu Liliyana Natsir (4 kali), Tontowi Ahmad (2), Haryanto Arbi (2), dan Sigit Budiarto. Tak hanya Liem Swie King (3) yang mampu meraih juara All England lebih dari satu kali, beberapa nama atlet asal PB Djarum sukses mengikuti capaian luar biasa tersebut yakni Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (3), Haryanto Arbi (2), Rudy Gunawan (2), hingga Kevin Sanjaya (2). Atlet PB Djarum turut bersinar pada secara kolektif. Catatan paling mentereng terjadi kala Indonesia memenangkan Piala Thomas 1984. Ketika itu tujuh dari delapan anggota tim merupakan anggota PB Djarum. Rentetan prestasi tersebut tak lepas dari dukungan dari sang pemilik PT Djarum. Sejumlah agenda rutin sudah dilakukan demi menjaring bakat-bakat bulu tangkis di Indonesia. Sebut saja Audisi umum PB Djarum yang sudah bergulir sejak 2006 dan dilaksanakan setiap tahun. Audisi umum PB Djarum biasanya digelar di sejumlah kota sebelum nantinya peserta terpilih akan maju ke final audisi yang digelar di markas PB Djarum di Kudus. Berbondong-bondong para orang tua dan anaknya mengikuti screening dan tahap demi tahap untuk mewujudkan cita-cita menjadi atlet bulu tangkis kebanggaan Indonesia. Meski sempat tersandung kasus tahun lalu dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). KPAI menuduh PB Djarum telah mengeksploitasi anak lewat audisi. Setelah melalui proses mediasi, akhirnya KPAI dan PB Djarum menemukan kata sepakat untuk tetap melanjutkan program Audisi Umum PB Djarum meski dengan beberapa syarat yang sudah disepakati bersama Semoga dengan terus bergulirnya audisi ini, akan lahir juara-juara bulu tangkis asal Indonesia yang mampu berbicara banyak di kancah internasional. Beberapa nama atlet jebolan PB Djarum Kudus: Liem Swie King Kartono Heryanto Christian Hadinata Ardy B Wiranata Alan Budi Kusuma Edi Hartono Haryanto Arbi Denny Kantono Antonius Ariantho Sigit Budiarto Chandra Wijaya Tri Kusharyanto Minarti Timur Maria Kristin Yulianti Maria Febe Tontowi Ahmad Liliyana Natsir Praveen Jordan Debby Susanto Mohammad Ahsan Melati Daeva Oktavianti Kevin Sanjaya Sukamuljo

Daftar Pebulu Tangkis Indonesia Yang Masuk 10 Besar Rangking BWF Junior

Daftar Pebulu tangkis Indonesia Yang Masuk 10 Besar Peringkat BWF Junior

Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) memang telah membekukan peringkat dunia untuk level senior dan junior terhitung sejak Selasa, 31 Maret 2020 lalu. Keputusan ini diambil karena tidak adanya turnamen seusai gelaran All England Open 2020. Dalam keterangan resminya, BWF membekukan peringkat dunia hingga waktu yang belum ditentukan. Namun, siapa saja kah para pebulu tangkis muda Indonesia yang mampu masuk deretan 10 besar Rangking BWF Junior? Dari nomor tunggal putri, Putri Kusuma Wardani dan Stephany Widjaja mampu masuk ke dalam daftar 10 besar dalam Rangking BWF Junior per 17 Maret 2020. Putri Kusuma Wardani berada di peringkat ke-5 dengan raihan 14,610 poin dari 8 turnamen musim ini. Sementara Stephany Widjaja berada satu strip dibawahnya dengan raihan 13,670 poin dari 11 turnamen. Beralih ke nomor ganda putri, Melani Mamahit dan Tryola Nadia mampu meraih posisi runner-up dengan raihan total poin sebanyak 15,800 dari 11 turnamen. Posisi Melani berada di bawah Zhou Xin Ru dari China yang menempati posisi ranking 1 dunia dengan raihan poin 17,210 dari 5 turnamen. Sementara itu, Indah Cahya Sari Jamil mampu memuncaki Rangking BWF Junior dengan total 25,430 poin dari 10 turnamen. Disusul oleh Teges Satriaji Cahya Hutomo dengan raihan 12,965 poin dari 7 turnamen. Yang menjadi catatan dalam Rangking BWF Junior adalah di tunggal putra dan ganda putra. Di dua nomor bergengsi tunggal itu, pemain Indonesia tertinggal dari negara lain. Ini harus menjadi perhatian bagi PB PBSI untuk mendongkrak kualitas tunggal putra dan ganda putra junior Indonesia. Dengan keadaan yang serba terbatas saat ini, tentu menjadi tantangan tersendiri yang mau tidak mau harus dihadapi dan dipersiapkan dengan matang. Karena setelah semua ini berlalu, setiap negara maupun individu akan saling berlari kencang untuk menjadi yang terbaik dan mengejar semua ketertinggalan.