Gadis Cantik Ini Telah Buktikan, Olahraga Futsal Bukan Hanya Untuk Laki-Laki

Siti-latifah-futsal

Olahraga futsal memang identik dengan olahraga yang biasa dimainkan oleh laki-laki. Namun, hal tersebut sudah dipatahkan oleh Siti Latipah Nurul Inayah atau yang akrab disapa Uyung. Uyung merasa tertantang untuk bermain olahraga futsal yang dianggap sebagai olahraga untuk laki-laki. Bahkan ia mampu buktikan dirinya menjadi pemain terbaik futsal putri pada ajang Liga Mahasiswa (LIMA) lalu. “Alhamdulilah tentunya saya sangat senang menjadi yang terbaik menurut peniliaian orang lain. Hal tersebut membuat saya lebih semangat lagi dalam bermain futsal. Saya gak nyangka karena menurut saya masih banyak pemain yang memiliki kemampuan diatas saya. Futsal itu juga olahraga untuk laki-laki, maka dari itu saya merasa tertantang jika saya sampai bisa bermain futsal.” Ujarnya kepada nysnmedia.com. View this post on Instagram A post shared by Siti Latipah Nurul Inayah (@_uyung) Mahasiswi Universitas Pendidikan Bandung ini menceritakan awal mula bisa terjun ke olahraga futsal. “Awalnya waktu SMP saya ikut ekskul basket tetapi diminta oleh guru olahraga saya untuk tanding futsal di turnamen pertama saya. Saya mendapat penghargaan pemain terbaik juga. Jadi saya melanjutkan futsal dan meninggalkan basket.” Ucap mahasiswi tingkat akhir jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi ini. Uyung juga pernah mengikuti beberapa turnamen seperti Liga Futsal Professional 2016 dan 2017, diantaranya Brawijaya National Futsal Champhionship dan Asean Football Federation (AFF) Club Championships 2015. Tak hanya itu, ia juga menceritakan bagaimana cara menyeimbangkan kuliah yang harus ia selesaikan dengan futsal. “Dulu kuliah saya agak terbengkalai tapi alhamdulilah saya bisa mengatasinya jadi gak ada masalah lagi soal kuliah dan futsal yang sekarang seimbang dan aman. Futsal juga membuat saya banyak cuti, otomatis saya meninggalkan kuliah. Tapi jika mampu jalin komunikasi baik dengan dosen, sangat bisa diatasi. Misalnya ganti kehadiran dengan tugas atau dengan sistem perkuliahan online. Namun saya juga mengerjakan tugas disela waktu istirahat.” tutupnya. (put/adt)

UPH Berhasil Pupuskan Ambisi STIE BP di Laga Perdana Regional LIMA Basketball 2017

UPH vs STIE BP LIMA Basketball 2017

Pembukaan babak regional LIMA Basketball, Red Team 2017, pertemuan Universitas Pelita Harapan (UPH) melawan STIE BP akhirnya berhasil di menangkan oleh UPH dengan skor 76-36 di GOR UPH, Karawaci, Tangerang, Senin (6/11) UPH yang bertanding sebagai tuan rumah, mendapat dukungan langsung dari ratusan penonton. Dengan begitu, peluang untuk meraih kemenangan sangat tinggi. Sejak di kuarter pertama, UPH bermain dengan tenang, namun masih mampu menguasai jalannya pertandingan. Sementara itu STIE BP, bermain dengan tempo cepat. Kedudukan di kuarter pertama pun, UPH memimpin dengan skor 10-7. Di kuarter kedua, pasukan UPH semakin tak terbendung. Anak asuh coach Stephen Lester Metcalfe ini kembali berhasil membuat pendukung UPH bersorak. Kombinasi apik Pangesthio Rivaldo (7) dan Mulyono Yefanus (24) yang keduanya menyumbang 16 poin, sembilan rebounds, dan dua assist membuat UPH kembali unggul menjadi 35-15. UPH yang sudah unggul, semakin menampilkan permainan terbaiknya. Sementara, STIE BP selalu terkendala dalam penyelesaian akhir. Akhirnya pada kuarter ketiga, ditutup dengan skor 59-30. Di kuarter empat, UPH benar-benar tak mampu dihadang. Gaya bermain tenang, dan penyelesaian akhir yang baik sejak awal kuarter membuat STIE BP kesulitan mengimbangi UPH. Laga perdana UPH pun, ditutup sempurna dengan skor 76-36. Hasil itu menjadikan awal yang baik bagi UPH untuk menghadapi tim-tim hebat lain di babak regional LIMA Basketball 2017. (pah/adt)

Share Your Story: Kisah Semangat Dari Panji, Anak Hiperaktif Yang Berhasil Mengukir Prestasi Dari Sepakbola

tim-sepak-bola

Ini adalah cerita kiriman Andhika Panji Hardian pada rubrik Share Your Story. Seiring waktu yang berjalan kedepan, tepat pada 17 tahun yang lalu, aku dilahirkan dengan nama lengkap Andhika Panji Hardian. Waktu aku belum sekolah,  aku tergolong sebagai anak yang hiperaktif dan pintar, bahkan saat itu aku sering mengerjakan PR kumon kakakku. Sewaktu aku berusia genap 4 tahun dan sudah sekolah di taman kanak-kanak, mama sempat kerepotan mendididik aku, karena aku sering menjahili orang-orang yang ada di lingkungan sekolah dan sekitar rumah aku. Selain itu, aku juga suka menulis dan mencorat-coret apa saja, dan aku juga suka bermain bola, walaupun tidak ada bola di rumah tetapi aku tetap akan menendang apa saja yang bisa aku raih. Singkat cerita akhirnya oleh mama aku diikut sertakan dalam program psikotest yang ada disekolahku. Dan hasilnya adalah aku tergolong sebagai anak yang memang hiperaktif dan mama harus memfasilitasi aku dengan kegiatan apa saja untuk menyalurkan sifat aku agar aku tidak terus-terusan menjahili orang, selain itu yang lebih penting adalah bahwa mama harus selalu menyiapkan bola dirumah, bola yang aku maksud adalah bola apa saja, selama bisa digunakan oleh aku untuk ditendang. Berawal dari kegemaran aku bermain bola, akhirnya aku tergabung dalam tim futsal saat aku di Taman Kanak-kanak, saat itu aku ditunjuk menjadi Kaptennya dan dipercayakan untuk menjadi kapten terlama di sekolahku Al Azhar Pamulang, mulai dari TK sampai aku SD selama 8 tahun, Aku sangat bersyukur bahwa mama sangat mensupport kegiatan aku, sehingga aku menjadi berprestasi dan juara dalam olahraga bola, mulai saat aku TK sampai saat ini di Sekolah Menengah Atas (SMA). Mulai dari tingkat Kota, Provinsi, bahkan sampai tingkat Nasional. Selain aktif di sepakbola sekolahku aku juga tergabung dalam club futsal dan club sepak bola. Dan hasilnya pun, sangat lumayan, minimal aku bisa membeli sepatu bolaku sendiri,  dan juga mendapat beasiswa untuk pendidikanku di SMP dan SMA. Saat ini aku mengajak teman-teman semua untuk menekuni bakat atau hobby yang kamu suka dan capailah prestasimu, Ayo teman-teman, tetap semangat dan jangan menyerah karena pasti bisa membawa kesuksesan untuk kamu dimasa yang akan datang. Jangan lupa doakan aku ya, kemarin aku menang juara 1 liga santri se-Provinsi Banten, dan nanti di bulan Oktober 2017 aku ke Bandung untuk bertanding di tingkat Nasional. Sukses ya teman-teman pembaca nysnmedia.com. Dan semoga media nysnmedia.com menjadi medianya para juara. Salam..Panji.. Amiin.(red)

Sempat Cuti Main Bola Voli Selama Dua Tahun, Mela Kejar Prestasi Yang Sempat Lepas.

Mela-atlet-Voli

Pada umumnya manfaat olahraga termasuk main bola voli tidak hanya bertujuan memperoleh jasmani yang sehat, tetapi juga memiliki jiwa dan kepribadian yang baik dan sesuai norma dalam kehidupan. Perlu kita contoh semangat dari gadis cantik bernama lengkap Mela Ropikawati atau Mela. Mela yang ternyata sempat cuti atau absen selama 2 tahun bermain voli karena faktor ekonomi, dan Ia terpaksa bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kuliahnya saat merantau di Jogja,  namun hal itu tidak membuatnya patah semangat untuk melanjutkan prestasinya dengan bermain voli. Pada bulan agustus lalu, barangkali menjadi saat terindah baginya, karena ia berhasil kembali untuk bermain voli bahkan langsung mengikuti turnamen Kejuaraan Daerah Senior Antar Club di Yogyakarta. “Mulai Agustus kemarin saya keluar dari pekerjaan saya karena gak tahan pengen main voli. Saya lihat teman-teman udah pada sukses di voli. Dapat panggilan main sana sini. Kan enak tuh hobi yang di bayar,”ujar Mela Mahasiswi Manajemen Universitas Teknologi Yogyakarta ini juga menceritakan bagaimana perjuangannya yang harus cuti voli ketika pindah ke Yogyakarta dari Ciamis. https://www.instagram.com/p/BZT5t94BwaO/?taken-by=melarpw “Saya orang Ciamis dan orang tua di Ciamis. Saya pindah ke Jogja untuk kuliah. Saya masuk kuliah karena keinginan sendiri, daftar awalnya saja saya nyari duit sendiri dari hasil bermain voli. Di Jogja dapat teman main bola voli dan di ajak masuk club. Setelah jalan 2 bulan, saya berhenti karena sulit mengatur waktu. Saya kuliah sambil kerja untuk biaya hidup di Jogja. Orang tua saya cuma sanggup membiayai kuliah saya. Tapi alhamdulillah akhirnya dapat dukungan. Bapak saya juga dulunya pemain voli meskipun cuma sampai tingkat daerah,” katanya Ia juga menambahkan perasaannya ketika harus menghadapi kenyataan bahwa ia tidak bisa melanjutkan lagi bermain bola voli. “Cuma bisa iri saja. Lihat teman-teman di Instagram dan denger cerita mereka yang udah sukses. Lama-lama malah termotivasi pengen aktif lagi,” ucapnya Tak hanya itu, dara cantik ini juga menjelaskan kepada nysnmedia.com, tentang bagaimana ia bisa mengikuti voli. “Dari kecil suka voli, cuma karena tinggal di kampung, jadi gak ada yang latih . Ekskul di sekolah juga cuma gitu aja. Sebenarnya saya mulai tau voli saat masuk SMK itu terus ikut seleksi. Dan saat SMK saya pindah ke kota, ngekost sendiri dan pengen serius di voli. Saya dapat beasiswa sekolah 3 tahun gratis. Sering mewakili ajang turnamen antar sekolah juga dan saya dapat beberapa sertifikat juga.”tutupnya (put/adt)

Ini Hasil Pertandingan Babak Reguler LIMA Basketball McDonald’s East Java Conference 2017

LIMA-Basketball-hasil-pertandingan-babak-reguler

Di hari kelima babak reguler LIMA Basketball McDonald’s East Java Conference 2017, ada beberapa tim yang meraih kemenangan telak maupun menang dengan poin yang tipis. Berlaga di Sports Center UIN Maulana Malik, Malang, Jawa Timur para tim berusaha untuk meraih kemenangan. Namun, ada pula tim yang belum berhasil meraih kemenangan di hari ke lima. Di tim putra, Universitas Surabaya (Ubaya) terus mencetak hasil yang maksimal. Sementara, Polinema (Politeknik Negeri Malang) masih di dasar klasemen. Sementara di tim putri, Unair masih masih menjadi ratu. Sedangkan, UK Petra belum mampu keluar dari juru kunci klasemen. Ini hasil skor babak reguler LIMA Basketball:McDonald’s East Java Conference 2017 di hari ke lima, Minggu (5/11). Putri: UK Petra (38) vs Ubaya (72) UM (43) vs UB (29) Putra: Ma Chung (71) vs Ubaya (92) Unair (75) vs Polinema (44) UB (54) vs ITS (74) (pah/adt)

Babak Reguler LIMA Basketball 2017, UB Unggul Tipis Atas Unhas

LIMA-Basketball-UB-vs-Unhas

Tim basket putri Universitas Brawijaya Malang (UB), akhirnya meraih hasil positif usai mengalahkan Universitas Hasanuddin Makasar (Unhas) pada laga lanjutan babak reguler LIMA Basketball McDonald’s East Java Conference 2017 di Sports Center, UIN Maliki Malang, Jawa Timur, Jumat (3/11). Pertandingan di kuarter pertama berjalan dengan sangat ketat. UB yang ingin mendulang kemenangan, bermain dengan intensitas tinggi. Anak asuh coach Putri Diana Mey ini, berhasil merepotkan pertahanan Unhas. Di kuarter pertama, UB berhasil unggul 15-6. Tertinggal 15-6 di kuarter pertama, Unhas mencoba bangkit. Coach Rahmat mulai merotasi pemain serta merubah gaya permainan. Namun, masih belum bisa menyalip poin UB. Kuarter kedua ditutup dengan skor 22-13 untuk keunggulan UB. Kuarter tiga, Unhas melalui pemainnya Siti Hardiyanti yang mendulang tujuh poin, 11 rebound dan satu assist. Kuarter ketiga ditutup dengan skor 32-25 masih keunggulan UB. Di kuarter empat, perlawanan Unhas belum usai. Kombinasi ciamik Siti Hardiayanti (11), Fadhilah Hasan (65), dan Azizah Humaeroh (24) membuat Unhas mendulang poin demi poin. Meski demikian, keunggulan penyerangan Unhas tak membuat mereka meraih kemenangan. Para pemain UB berhasil mempertahankan selisih tiga poin hingga laga usai. UB unggul atas Unhas dengan skor akhir 40-37. (pah/adt)

Demi Memberantas Isu Intoleran Dan Sara, GP Ansor Gandeng Yayasan Generasi Indonesia Internasional Lewat Sepakbola Sosial

Harry Widjaja, CEO ID Gen (Kanan) jalin kesepakatan dengan GP-Ansor yang diwakili oleh Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas (Kiri) untuk untuk pengembangan sumber daya manusia dan pembinaan karakter, sekaligus mengkampanyekan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, hingga menciptakan perdamaian kepada generasi muda Indonesia melalui sepakbola sosial.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) H. Yaqut Cholil Qoumas bersama CEO Yayasan Generasi Indonesia Internasional (ID-Gen) Harry Widjaja menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk pengembangan sumber daya manusia dan pembinaan karakter, dan juga mengkampanyekan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, hingga menciptakan perdamaian kepada generasi muda Indonesia melalui sepakbola sosial. Pada kesempatan itu, kedua belah pihak bersepakat untuk mengadakan beberapa program seperti coaching clinic yang akan diadakan bulan November. Program ini akan diikuti 12 Propinsi seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Sumatera Utara, Lampung, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Maluku, NTT dan Papua. Program Coaching Clinic ini akan mengajak para peserta untuk turut serta bermain bola dengan mempraktekkan nilai-nilai perdamaian, kemanusiaan dan juga toleransi yang akan berdampak pada kehidupan sosial mereka. Metode seperti ini diyakini cukup efektif untuk menanamkan nilai-nilai tersebut dalam diri setiap pemain. Anak-anak indonesia yang menjadi peserta coaching clinic akan memahami pentingnya toleransi dan juga perdamaian serta akan terbentuk karakter yang baik dari dalam diri masing-masing peserta. Kesepakatan ini dilakukan untuk menyadari begitu pentingnya peran anak bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebhinekaan Indonesia. Saat ini, isu-isu dan tindakan anarkisme yang membawa nama agama dan saling hujat akan membuat Indonesia terpecah. Karena itu, hal-hal posistif seperti ini harus terus dilakukan untuk menjadikan bangsa Indonesia semakin kuat. ID-Gen memiliki beberapa program unggulan, seperti komunitas sepakbola sosial Uni Papua, Club Sepakbola ID-Gen untuk tim sepakbola profesional, Papua Preneurship untuk pemberdayaan ekonomi kerakyatan, dan Produksi Media Kreatif. Untuk tahun depan, GP Ansor akan bekerja sama lagi dengan ID-Gen untuk membentuk komunitas sepakbola sosial dengan nama Ansor Football Community dengan menyelenggarakan Festival Sepakbola Perdamaian dan Liga Ansor Nusantara 2018. (put/adt)

Walau Sering Duduk Di Bangku Cadangan, Tidak Menggoyahkan Semangat Anak Ini Hingga Dinobatkan Sebagai Kiper Terbaik

Cesar, Kiper STIE BP yang berhasil mendapatkan predikat kiper terbaik pada ajang LIMA Futsal Nationals 2017

Menjadi pemain cadangan bukanlah hal yang dapat menurunkan semangat dalam bermain futsal, duduk di bangku cadangan dapat di sebut juga dengan memainkan strategy membaca stamina lawan, ataupun persiapan kekuatan untuk menyerang lawan. Meski tidak sering diturunkan ke lapangan, pemuda yang memiliki nama Cesar tidak patah arang bahkan ternyata ia berhasil dinobatkan sebagai kiper terbaik pada turnamen Liga Mahasiswa. “Saya sempat menjadi cadangan saat bermain di regional Jakarta, bahkan saya jarang di mainkan. Lalu saya mendapatkan motivasi-motivasi dari teman-teman saya. Saya juga berfikir, gak mungkin kaya gini aja, dan hidup tuh harus berkembang. Akhirnya, saya selalu latihan tambahan seperti di rumah joging pagi, skiping dan yang paling penting berdoa.” ujarnya kepada nysnmedia.com. Tak hanya menjadi kiper terbaik, Cesar dan timnya dari STIE Bhakti Pembangunan juga mendapatkan juara 1 pada Liga Mahasiswa (LIMA). “Sangat senang sekali rasanya dan akhirnya kampus saya bisa mencetak sejarah dengan menjuarai LIMA Futsal nasionals 2017. Sebelumnya belum pernah menang dan selalu gagal di semifinal jadi tidak lolos ke nasional.” ucapnya Cesar juga menuturkan pengalamannya ketika sempat tertinggal jauh saat melawan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). “Pertandingan yang paling seru tuh pada saat lawan UNY. Kami sempet tertinggal 4-1 dan alhamdulilah di kasih motivasi, jadi anak-anak bisa kembali semangat. Akhirnya score berubah menjadi 6-5 untuk kampus saya.”lanjutnya Cesar juga menceritakan tentang perasaannya disaat harus membangkitkan semangat untuk mengejar skor yang tertinggal. “Saya berfikir udah jauh-jauh ke sini masa sih mau sia-sia, dan kesempatan itu engga akan datang 2 kali. Terus anak-anak juga termotivasi oleh kapten saya. Alhamdulilah skor bisa berubah. Saat itu saya bermain sambil meneteskan air mata, karena saya bermain dengan setulus hati. Di futsal, score berapa aja bisa berubah asalkan kita yakin, semangat dan percaya diri.” tutup Cesar (put/adt)

Pencak Silat: Sempat Kelelahan Melawan Kontingen Jawa Tengah, Teriakan Sang Pelatih Timbulkan Semangat Baru

Ausri-Bayusro-saat-memenangkan-medali-emas-di-POMNas-2017

Olahraga bela diri seperti pencak silat merupakan olahraga yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Selain menjaga tubuh agar tetap sehat, pencak silat juga berguna untuk bela diri dan menolong sesama. Seperti yang sedang di tekuni oleh Ausri Bayusro atau Abay, yang menuturkan bahwa olahraga pencak silat dapat menjaga keluarganya dari bahaya. “Pencak silat itu ilmu beladiri. Niat awalnya agar punya ilmu bela diri untuk menjaga keluarga dan saudara dari bahaya,” tuturnya. Meski pada awalnya Abay hanya mencoba ikut dengan temannya untuk latihan pencak silat, namun pemuda yang mempunyai tekad kuat ini telah mengumpulkan berbagai medali dari beberapa turnamen yang ia jalani di ajang Jakarta Open 2014, Disorda 2016 (Dinas Olahraga dan Pemuda) dan (Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional POMNas2017). Pada saat menyabet medali emas pada ajang POMNas 2017 lalu di Makassar, Sulawesi Selatan, Abay berbagi cerita tentang perasaannya ketika menang. “Ya setiap orang pasti ada perasaan ragu untuk memenangi suatu kejuaraan. Tapi karena banyaknya motivasi dan dukungan serta doa, rasa ragu itu hilang dan menjadi sumber kekuatan,” ucapnya kepada nysnmedia.com. Tak hanya itu, mahasiswa STKIP Kusuma Negara ini juga menambahkan ceritanya di saat ia sempat kelelahan ketika pertandingan pencak silat melawan perwakilan Jawa Tengah di POMNas 2017 lalu. “Kemarin saat aku lawan perwakilan Jawa Tengah, aku sudah lelah banget dan susah untuk nendang, tapi di sisi luar coach aku teriak “ayo bay jangan mau nyerah”, Seketika aku langsung bangkit dan semangat lagi untuk bertanding. Itu kejadian pas semi final bertemu Jawa Tengah. Buat aku pribadi, itu lawan terberat,” tutupnya. (put/adt)

KONI Tangsel Harapkan Pengurus Organisasi Olahraga agar Aktif Mengadakan Kunjungan Ke Sekolah

Ketua-KONI-Tangsel,-Rita-Juwita

Pelantikan Ketua Pengcab (Pengurus Cabang) Persani (Persatuan Senam Indonesia) Kota Tangsel sudah mempunyai pekerjaan rumah yang harus dilaksanakan. Selain itu, program-program Persani dan organisasi olahraga lainnya pun harus dibuat dengan matang. Ketua KONI Tangsel, Rita Juwita memberikan pekerjaan rumah bagi Persani Kota Tangsel. Rita berpesan kepada Fachrudin selaku Ketua Pengcab Persani Tangsel agar mengagendakan kunjungan ke sekolah-sekolah. “Pengurus Pencab Persani berharap bisa sowan ke sekolah-sekolah tanya melakukan pemanasan atau tidak, jangan sampai malah jadi sakit setelah melakukan senam setiap hari Jumat,” ucap Rita. Selain itu, Rita juga mengingatkan kepada para pengurus organisasi olahraga untuk ikut memajukan organisasi dan lebih penting kemaslahatan masyarakat melalui olahraga. “Apapun itu tugasnya sebagai pengurus, bagaimana Persani bisa bermanfaat oleh masyarakat Tangsel secara luas. Jika olahraga sudah memasyarakat, Insya Allah masyarakatnya akan sehat. Ini semua tugas kita ada di Persani jangan sekedar dompleng nama di Persani mencari makan di sini, tapi harus bisa membantu masyarakat melalui kegiatan senam menjadi sehat,” jelas Rita.(pah/adt)

Warga Cisauk Ciptakan Kompetisi Sepakbola U-12, Sebagai Ajang Seleksi Untuk Tingkat Asprov

Anak-anak usia grassroot antusias mengikuti kompetisi sepakbola yang digelar oleh warga Cisauk, Kabulaten Tangerang.

Geliat sepakbola Indonesia kembali meningkat. Setelah hukuman Indonesia dicabut oleh FIFA, kini masyarakat Indonesia mulai disuguhkan beberapa Kompetisi Sepakbola pertandingan timnas Indonesia di level Internasional. Tak hanya itu, masyarakat Indonesia mulai berbondong-bondong menggelar turnamen untuk usia grassroot yakni usia 6 hingga 12 tahun. Masyarakat Indonesia ingin membantu mencetak bibit-bibit pemain yang dapat membela Timnas Indonesia. Seperti yang dilakukan oleh warga Cisauk, Kabupaten Tangerang yang menggelar Kompetisi Sepakbola U-12. Kompetisi ini merupakan ajang tahunan dan sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-89. Antusias tim serta anak-anak yang berlaga membuat kompetisi ini menjadi ajang pencarian bakat. Ari Eka yang juga menjabat sebagai manager Sinyal FC mengatakan, bahwa kompetisi sepakbola ini sudah rutin digelar. “Pertandingan ini merupakan kali kedua dalam agenda tahunan. Persiapan tiap tahun biasanya dimulai dari usia 10, 11 dan 12 untuk selanjutnya akan terus diseleksi kembali,” ujar Ari. Lanjutnya, ajang tahunan ini, sudah memiliki prospek kedepannya akan seperti apa. Nantinya, para pemain akan dipantau dan akan masuk ke Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Banten. “Sebenarnya dari pertandingan tahunan ini, kita memiliki rencana dari Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang untuk menyeleksi para pemain dari setiap tim yang nantinya bisa masuk ke Asprov PSSI sekitar 5 sampai 6 orang,” tutur Ari. Dari pertandingan tersebut pihak penyelenggara berharap kedepannya anak-anak didiknya dapat mengikuti seleksi Nasional dan pastinya agar lebih sabar untuk membentuk bibit baru yang akan dibentuk. (pah/adt)

Bertema ‘Fusion’ Persembahan SMAN 7 Tangsel, Di Jadikan Ajang Olahraga Se-Jabodetabek

Tim putri SMAN 7 saat melakukan free throw di ajang  olahraga dan seni dengan tema 'Fusion' yang berlangsung hingga Nopember 2017

Siswa SMA Negeri 7 Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar ajang kompetisi di ajang  olahraga dan seni dengan tema ‘Fusion’ sejak akhir Oktober hingga Nopember 2017. Hal tersebut ditujukan untuk memperkenalkan SMA Negeri 7 Tangsel kepada SMA se-Jabodetabek. Ketua Pelaksana ‘Fusion’, Adella Putri mengatakan kepada nysnmedia.com, kompetisi ini sengaja dibentuk selain untuk mengenalkan SMAN 7 Tangsel, juga untuk mempererat tali silaturahmi antar sekolah. Ia juga menambahkan, pelaksanaan ajang olahraga ini juga turut mengundang SMA se-Jabodetabek dikarenakan cakupan yang lebih luas. “Ada 70 SMA se-Jabodetabek yang jadi peserta kompetisi ‘Fusion’. Kalau kita buka kuota hanya di wilayah Tangsel saja masih terlalu sempit ruang lingkupnya,” ujar Adella kepada nysnmedia.com, Rabu (1/11/2017). Ia mengungkapkan, pada kompetisi ini pihak sekolah menyediakan 3 bidang olahraga untuk para peserta yang ikut. Antara lain voli, basket, dan futsal. Ia juga menuturkan, dari ketiga olahraga tersebut futsal menjadi favorit para peserta kompetisi. Hal tersebut terlihat dari antusias para peserta saat registrasi dibuka. “Untuk Futsal putra ada 32 sekolah, sementara futsal putri ada 16 sekolah. Kuota ini sudah berdasarkan persetujuan dengan pihak sekolah. Bahkan, sejak pendaftaran dibuka futsal sampai waiting list,” tambahnya. Ia melanjutkan, kuota kompetisi basket dan voli keduanya berjumlah sama. Untuk putra 12 sekolah dan putri 10 sekolah. Adella menambahkan, siswa SMAN 7 Tangsel lebih antusias mengikuti ajang kompetisi di bidang olahraga. Bahkan, tim futsal dari SMAN 7 Tangsel ada 3 tim putra. “Untuk futsal memang yang menjadi favorit di SMAN 7 Tangsel. Pernah juara di tingkat Jabodetabek. Sementara basket pernah ikut kompetisi DBL,” jelasnya. Sejak ajang kompetisi dimulai, voli sudah lebih dulu dilaksanakan dan sudah dikukuhkan juaranya. Sedangkan untuk kompetisi basket dan futsal menyusul di beberapa minggu terhitung mulai Rabu (1/11/2017) ini. “Voli Sabtu kemarin sudah pertandingan final. SMAN 28 Kabupaten Tangerang juara 1 untuk voli putra. Sementara tim putri, SMAN 1 Tangsel juara 1,” tuturnya. Ia berharap, dengan dilaksanakannya ajang kompetisi antar SMA ini, peserta dapat menjaga sprotivitasnya. “Agar tujuan pererat tali silaturahmi tetap terjaga dengan baik antar SMA yang satu dengan yang lainnya,” tutup Adella.(vin/adt)

Tangsel Masuk 10 Besar Kota Layak Pemuda 2017

Kepala-Dinas-Pemuda-dan-Olahraga-(Kadispora)-Kota-Tangsel,-E.-Wiwi-Martawijaya

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia, meluncurkan program Kota Layak Pemuda (KLP) 2017. Dari semua Provinsi, ada diantaranya 10 Kota dan Kabupaten yang masuk dalam kategori “Kota Layak Pemuda Utama” yang salah satunya adalah Kota Tangerang Selatan. Penghargaan kepada 10 Kota Layak Pemuda Utama 2017, diberikan langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi kepada masing-masing Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, di Padang Sumatera Barat, Sabtu (28/10). Penghargaan ini menjadi rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89 di Indonesia. Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Kadispora) Kota Tangerang Selatan, Ir. E. Wiwi Martawijaya, M.Si., yang menerima langsung penghargaan Kota Layak Pemuda berharap, dengan penghargaan ini para pemuda Tangsel ikut berperan dalam memajukan Kota Tangsel. “Semoga penghargaan ini dapat menambah semangat para pemuda Kota Tangerang Selatan untuk berkonstribusi lebih banyak dalam pembangunan daerah nya, karena penghargaan ini pada hakekatnya merupakan bentuk pengakuan dan apresiasi pemerintah atas kinerja pemerintah Kota Tangerang Selatan di bidang kepemudaan, juga atas segala konstribusi pemuda dalam geliat pembangunan Kota Tangerang Selatan,” ujar Wiwi. Lanjutnya, Kota Tangsel harus mulai berbenah dan menyusun program kepemudaan. Dan, yang paling penting membangun sarana prasarana kepemudaan. “Kedepan dengan status Kota Layak Pemuda, Kota Tangerang Selatan harus bisa berbenah diri dalam hal pilihan program dan kegiatan dengan dukungan anggaran yg memadai untuk kepemudaan. Serta segera mengeluarkan kebijakan dan peraturan-peraturan daerah yang pro kepemudaan. Dan yang tidak kalah penting adalah menata dan membangun prasarana dan sarana kepemudaan, karena dengan status Kota Layak Pemuda tidak menutup kemungkinan Kota atau Kabupaten lain di Indonesia datang ke Kota Tangerang Selatan untuk melakukan studi banding,” pungkas Wiwi. Dalam siaran pressnya, Imam mengatakan, Kota Layak Pemuda salah satu program prioritas Kemenpora untuk meningkatkan mutu standardisasi kepemudaan. “KLP merupakan salah satu program prioritas Kemenpora dalam meningkatkan mutu standardisasi kepemudaan di seluruh Indonesia, sehingga semua Kota dan Kabupaten di Indonesia mempunyai standardisasi dalam pengembangan pemuda yang berusia 16 sampai 30 tahun yang diatur dalam UU dan Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga No 11 Tahun 2017,” ujar Imam. Imam juga menambahkan bahwa yang penting lagi adalah adanya program-program dan kegiatan yang banyak melibatkan pemuda dengan dukungan anggaran yang memadai. Selain itu juga diharapkan, pemerintah daerah menyiapkan prasarana dan sarana kepemudaan yg bisa mengakomodir semua aktivitas para pemuda di daerahnya masing-masing. “Untuk itu, pemerintah pusat dan daerah harus dapat mengantisipasi bonus demografi jumlah penduduk usia produkti yang pada umumnya berumur 16-30 thn, dengan mendorong mereka untuk dapat mandiri dan menjadi calon-calon wirausaha yang cakap dan tangguh dalam rangka menghadapi persaingan global yg sekarang sudah dimulai dengan adanya MEA,” tutup Imam (pah/adt)

Fakta Menarik : Produk Bola Asal Majalengka Ini Ternyata Tembus ke Kancah Sepakbola Internasional

Jabulani-produk-bola-asal-Indonesia

Kapan Timnas Indonesia bisa berlaga di Piala Dunia? Kata-kata tersebut pasti terlontar bagi pecinta sepak bola Indonesia dan seluruh masyarakat Indonesia. Namun, masyarakat Indonesia patut berbangga karena bola “Made in Indonesia” sudah digunakan di ajang Piala Dunia. Salah satu perusahaan asal Indonesia yang mampu memasok bola untuk Piala Dunia adalah Sinjaraga Santika Sport. Dalam waktu sebulan, biasanya Sinjaraga Santika Sport mampu memproduksi 100 ribu bola. Ya, 100 ribu bola. Harga jual bola pub bervariasi, mulai dari US$ 5-15 per buah. Piala Dunia di Perancis 1998 merupakan momentum bersejarah, karena itulah ini momentum pertama kali perusahaan yang memiliki pabrik di Majalengka, Jawa Barat, telah lebih dulu memproduksi bola resmi untuk Piala Dunia. “Kami pernah memproduksi untuk Piala Dunia 1998 di Perancis. Harganya ketika itu US$ 8 per buah, segitu sudah sangat besar,” kata Irwan Suryanto, pemilik Sinjaraga Santika Sport. Kini perusahaan bola itu semakin besar dan sudah dipercayakan kepada penerusnya H. Jefri Romdonny yang tiada lain adalah anak bungsu dari tiga bersaudara dari H. Irwan. Produk bola asal Majalengka ini, sudah mengantongi lisensi FIFA. Artinya, bola ini memiliki standar baku yang ditetapkan. Sebagai informasi, FIFA menetapkan tujuh tes untuk mengetahui kelayakan bola resmi digunakan untuk sebuah pertandingan sepakbola. Tes yang pertama yaitu circumference. Circumference adalah menguji kesempurnaan lingkaran bola. Kedua adalah sphericity, untuk menguji stabilitas bola di udara. Ketiga adalah rebound, menguji pantulan bola. Keempat adalah water absorption, menguji tingkat ketahanan bola terhadap air. Kelima adalah weight, menguji berat bola. Keenam adalah loss of pressure, menguji apakah bola kehilangan udara selama permainan atau tidak. Dan ketujuh adalah, shape and size retention, untuk menguji apakah berat dan ukuran bola berubah atau tidak selama permainan berlangsung. Kualitas produk bola asal Majalengka ini, satu-satunya di Indonesia yang mempunyai standar FIFA. Di Brasil 2014, Sinjaraga Santika Sport kembali mengirimkan bola produksinya sebanyak 1 juta bola. Namun bukan untuk pertandingan resmi, melainkan acara-acara pendukung seperti sponsor, cinderamata, dan lain sebagainya. Tak hanya, ajang Piala Dunia saja. Bola buatan Sinjaraga Santika Sport ini digunakan di ajang dua tahunan sekali yakni Piala Eropa. Bahkan, Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono pun sangat bangga dengan bola buatan Indonesia yang sudah mendunia.(pah/adt)

Fakta Menarik: Sejarah Olahraga Tarung Derajat Yang Belum Anda Ketahui

Demo Tarung Derajat Di Ho Chi Minh City, Vietnam Sumber: www.tarungderajat-aaboxer.com

Pernahkah anda mendengar cabang olahraga Tarung Derajat? Untuk anda yang belum tahu, Tarung Derajat adalah olahraga yang diambil dari nama Achmad Dradjat. Siapakah dia? Yuk kita ulas lebih dalam lagi. Tarung Derajat memiliki definisi sebagai ilmu, tindakan moral dan sikap hidup yang memanfaatkan kemampuan daya gerak otot, otak dan nurani secara realistis dan rasional dengan penerapan 5 daya gerak moral, yaitu kekuatan, kecepatan, ketepatan, keberanian dan keuletan pada diri. Achmad Dradjat lahir pada 18 Juli 1951 di Bandung, Jawa Barat. Achmad Dradjat memiliki panggilan Aa Boxer yang awal mulanya mengajarkan kepada rekan-rekannya teknik bela diri ini sehingga ia juga memiliki panggilan Sang Guru. Sejak tahun 1960an, ia mengembangkan teknik bertarung dijalanan. Berangkat dari pengalamannya yang hidup dengan keras membuat ia mengalami berbagai tindak kekerasan dan perkelahian. Bahkan pada usia 13 tahun ia mengalami kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok pemuda yang hampir merenggut jiwanya. Bersamaan dengan itulah proses penciptaan gerak dan diuji dari perkelahian. Lalu proses ini disempurnakan melalui suatu penempaan diri, baik secara fisik maupun mental. Achmad Dradjat mulai merintis olahraga bela diri ini pada 18 Juli 1972 dengan terbentuknya kepengurusan Tarung Derajat yang bernama Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat (PB. KODRAT) pada tahun 1989 yang awalnya dipimpin oleh Letjen (Purn.) Arie Sudewo. Berlanjut pada tahun 1988, Perguruan Pusat Tarung Derajat untuk pertama kalinya menyelenggarakan “Kejuaraan Tarung Bebas AA BOXER Cup I” yang diikuti oleh 36 petarung dari 4 provinsi yaitu Jawa Barat, Sumatera Barat, Bali, dan NTB. Namun masih sangat sederhana dan aturan serta gaya pertandingan masih bebas. Sejak itu, Kejuaraan Tarung Bebas AA BOXER Cup diselenggarakan setiap dua tahun sekali hingga tahun 1997. Sedangkan titik terang perjuangan mulai tampak pada tahun 1998, Tarung Derajat Resmi menjadi anggota ke-53 Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan dipertandingkan sebagai kategori olahraga beladiri di arena PON (Pekan Olahraga Nasional). Hingga saat ini, cabang olahraga Tarung Derajat telah dipertandingkan 3 kali dalam PON, yang diawali dengan pertandingan ekshibisi PON Tahun 2000 di Jawa Timur. Sebagai anggota KONI, Tarung Derajat telah di transformasi dari sekedar ilmu bela diri perkelahian untuk membela kehormatan diri sendiri menjadi sebuah cabang olahraga yang memiliki aturan pertandingan yang ketat dan berdisiplin dengan mengutamakan nilai-nilai sportifitas keolahragaan yang bersifat universal. Kini, Tarung Derajat juga digunakan sebagai latihan bela diri dasar TNI Angkatan Darat dan Brigade Mobil Polri. Tak hanya itu, Tarung Derajat juga memiliki semboyan yaitu: “Aku ramah bukan berarti takut Aku tunduk bukan berarti takluk“. (put/adt)

Resmi Dilantik, PPS Betako MP Tangsel Periode 2017-2022

Para-pengurus-PPS-BETAKO-Cabang-Tangsel-berpose-bersama-dengan-Walikota-Tangerang-Selatan,-Airin-Rachmi-Diany

Pengurus Perguruan Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong MERPATI PUTIH atau PPS BETAKO MP Cabang Kota Tangsel resmi dilantik oleh H. Uus Koswara selaku Ketua Pengurus Daerah MP Propinsi Banten (Pengda Banten) di Tandon Ciater, Serpong, Kota Tangsel, Minggu (22/10). Acara tersebut juga dihadiri oleh Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany. Pada susunan pengurus yang baru ini, Adjie Ekawarman selaku Dewan Pembina yang juga tercantum pada kepengurusan KONI Tangsel serta Zaid Elhabib selaku Anggota Dewan Propinsi Banten yang secara kebetulan adalah mantan Atlet serta pengurus pencak Silat Merpati Putih sewaktu kuliah di Universitas Trisakti Jakarta. Dalam sambutannya, Airin berharap agar warga kota Tangsel dapat menyalurkan hal-hal yang positif dan bermanfaat dengan masuk kedalam kegiatan pencak silat Merpati Putih. “Saya bersyukur apabila atlet-atlet yang berlatih nantinya dapat berlaga dan dapat mencetak prestasi, sehingga dapat membanggakan Kota Tangsel,” kata Airin. Diketahui, MP Cabang Tangsel terbentuk kepengurusan untuk periode 2017-2022 yang di ketuai oleh Mas Sulistio Imam sebagai warga Pondok Aren. Kemudian, pada saat itu juga diadakan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) untuk tingkat Dasar 1 sampai tingkat Balik 1, serta peragaan atraksi pemukulan benda keras serta atraksi getaran, yakni dengan melakukan atraksi dengan mata tertutup melewati halang rintang, mengenali warna serta membaca data KTP. Ir. Zaid Elhabib menjelaskan, bahwa tempat-tempat latihan PPS Betako MP ini sudah tersebar di beberapa tempat di kota Tangsel, namun ternyata masih menginduk ke cabang lain, sehingga dari para pelatihnya yang berdomisili di Tangsel memprakarsai untuk membentuk Kolat Tangerang Selatan. Karena ada dari beberapa atletnya yang sudah berprestasi di tingkat Nasional. “Oleh sebab itu, alangkah baiknya apabila bisa mewakili dari daerah tempat tinggal sendiri yaitu Kota Tangsel,” imbuhnya. Sementara itu Dewan Pelatih MP Tangsel, Willy, sangat optimis MP Tangsel akan menjadi kiblat bagi MP di seluruh Indonesia. “Untuk mencapai itu, kita semua harus mempunyai kekompakan, sikap kekeluargaan serta gotong royong. Jika, semua berjalan dengan lancar dan matang, bukan tidak mungkin MP Tangsel akan dijadikan tolak ukur bagi MP di seluruh Indonesia,” papar Willy. (pah/adt)

Usai Ukir Sejarah, UNY Raih Peringkat Tiga LIMA Futsal Nationals 2017

UNY vs Poliban LIMA Futsal Nationals 2017

Tim putra Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berhasil meraih peringkat ketiga LIMA Futsal Nationals 2017 usai menaklukkan Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) dengan skor 2-1. UNY dan Poliban sama-sama ingin merebut predikat peringkat tiga di LIMA Futsal Nationals 2017. UNY langsung menekan pertahan Poliban sejak peluit babak pertama ditiup. Hasilnya, di menit 13 pemain UNY, Maezar berhasil membuat UNY unggul 1-0. Tak butuh waktu lama bagi Poliban untuk menyamakan kedudukan. Tendangan keras, Hafist tak bisa dihalau kiper UNY dan merubah skor menjadi 1-1. Skor 1-1pun bertahan hingga babak pertama berakhir. Di babak kedua, UNY terus menekan pertahanan Poliban. Maezar kembali mencetak gol keduanya dan membuat UNY unggul 2-1. Di sisa waktu yang ada, Poliban mencoba menyamakan kedudukan. Namun, usaha anak-anak Poliban selalu gagal. Skor 2-1 untuk UNY pun bertahan hingga usai. Dengan begitu, UNY berhasil mencetak sejarah dengan menduduki peringkat tiga LIMA Futsal Nationals 2017. Asisten Pelatih UNY, Gigih Nenaz mengatakan, ini sebagai sejarah bagi tim futsal UNY yang berhasil meraih peringkat tiga di LIMA Futsal Nationals. “Di awal pertandingan, kami memang kurang maksimal. Di waktu istirahat babak pertama, kami memberikan arahan untuk terus menekan. Alhamdulillah di satu menit sebelum pertandingan berakhir kami berhasil menekan dengan penyelesaian yang baik. Ini merupakan sejarah untuk futsal putra UNY bisa meraih peringkat ketiga LIMA Futsal Nationals,” ujar Gigih.(pah/adt)

Rory Dinobatkan Sebagai Pegolf Indonesia Terbaik Pada Laga Indonesia Open 2017

Johannes-Veerman,-Gaganjeet-Bhullar-dan-Rory-HIE-saat-konferensi-pers

Rory Hie menjadi pegolf Indonesia terbaik yang mencetak hasil terbaik di Indonesia Open 2017. Walaupun Rory hanya berhasil menempati peringkat ke-12, ties dengan Chanachok Dejpiratanamongkol dari Thailand. Mereka masing-masing mengumpulkan 277 pukulan atau 11 di bawah par. Dari pantauan berjalannya pertandingan di lapangan golf Pondok Indah Golf, Rory bermain dramatis di hari terakhir. Sempat mengawalinya dengan permainan double bogey di hole satu dan bogey di hole kedua. Lalu, mencetak dua eagle di hole 14 dan 18 , serta tiga birdie di hole 9,12, dan 15. “Amazing, Its miracle. Pukulan saya di hole 14 sangat bagus, langsung mendekati pin. Di hole terakhir saya melihat banyak orang yang menonton. Saya bilang ke diri saya sendiri saya harus main bagus dan ternyata berhasil membuat eagle lagi,” kata Rory usai pertandingan. Lebih lanjut, Rory mengakui sempat down setelah membuat bogey. “Hati saya rasanya hancur, karena posisi saya saat itu sedang bagus. Untung saya dapat memperbaiki di hole-hole berikutnya,” tambah Rory. Dia mengaku lebih bersemangat saat bertanding di negaranya sendiri. Pada tahun 2011 lalu, dan akhirnya Rory menjadi runner up di Indonesia Open dan dinyatakan sebagai pegolf Indonesia terbaik yang mencetak hasil terbaik di Indonesia Open 2017. Targetnya tahun ini adalah bisa menembus peringkat 60 di order of merit Asian Tour. Rory sekarang menempati peringkat ke-79. Semetara itu, Gaganjeet Bhullar (India), juara Indonesia Open 2016 harus puas di peringkat ke-18, ties dengan Ye Htet AUNG (Myanmar) dan K P Lin (Taiwan). Dia hanya sanggup mengumpulkan 280 pukulan atau delapan di bawah par. Ketua Umum PB PGI Murdaya Po merasa gembira dengan antusiasme para peserta yang berasal dari berbagai negara. Murdaya juga menyampaikan penghargaan kepada para sponsor yang sudah mendukung turnamen Indonesia Open 2017. Dia berharap penyelenggaraan turnamen ini bisa memberikan semangat kepada para pegolf di Indonesia untuk bisa berprestasi lebih baik lagi. Indonesia Open merupakan trade mark golf Indonesia. Sudah diselenggarakan sejak tahun 1974. Tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke-36 kali. Ada 140 pegolf yang ikut berpartisipasi. Senada dengan Murdaya Po, Budi Kosasih, selaku Direktur dari Pondok Indah Golf Course menuturkan bahwa Pondok Indah Golf Course terlaksana berkat kerjasama semua unsur. “Saya cukup bangga dengan semua unsur yang terlibat dari awal sampai akhir, walaupun sempat di guyur hujan yang cukup lebat itu proses alami, hanya bisa mempengaruhi kecepatan bola saja, itupun sangat kecil kemungkinannya,”tutup Budi (red)

Panuphol Pittayarat, Pegolf Asal Thailand Berhasil Rebut Juara Golf Indonesia Open 2017

Panuphol-Pittayarat,-juara-Indonesia-Open-2017

Perhelatan kompetisi final Indonesia Open 2017 masuk ke babak akhir pada hari ke-4 sejak turnamen di gelar pada kamis (26/10) yang berlangsung di Pondok Indah Golf Course, jakarta. Pertandingan bergengsi ini sempat di guyur hujan yang cukup lebat, dan atas kerjasama pihak penyelenggara akhirnya masih bisa di antisipasi. Moment yang di inisiasikan oleh PGI, BRI, BNI, Mandiri, BTN, Telkom Indonesia di Pondok Indah Golf Course, Jakarta, pada Minggu sore berlangsung seru. Dan di puncak kompetisi akhirnya Panuphol Pittayarat, menjadi juara di final Indonesia Open 2017 Present. Pegolf asal Thailand ini berhasil mencetak 65 pukulan atau 7 di bawah par. Total mengumpulkan 265 pukulan atau 23 di bawah par dalam pertandingan selama empat hari. Ini adalah kemenangan pertamanya sejak enam tahun terakhir. “Saya sangat bahagia dengan kemenangan ini. Walaupun harus main 24 hole sejak pagi tadi. Saya merasa sangat nyaman bermain bersama dua pemain Thailand, kata Panuphol yang bermain satu flight dengan Namchok Tantipokhakul dan Rattanon Wannasrichan,” ujar sang juara Sedangkan Namchok menempati peringkat ketiga, dengan perolehan 273 pukulan atau 15 di bawah par, ties dengan Jazz Janewattananond. Sementara itu, posisi runner up ditempati pemain Thailand lainnya, Tirawat Kaewsiribandit, dengan 270 pukulan atau 18 di bawah par. Panuphol di hari terakhir final Indonesia Open 2017, berhasil membuat delapan birdie dan satu bogey. “Saya berusaha untuk tetap bermain baik dan tidak memikirkan apa yang sudah terjadi. Pekan ini saya bermain dengan mental yang baru untuk menikmati golf. Saya tidak memikirkan apa hasilnya nanti, tetap bermain baik saja, jelas Panuphol yang mendapat hadiah sebesar US$ 54.000,- dari total hadiah US$ 300.000,-.”(red)

Pondok Indah Golf Course, Di Pilih Sebagai Tempat Ideal Turnamen Golf Internasional

Budi-Kosasih-selaku-Direktur-Pondok-Indah-Golf-Course-saat-konferensi-pers

Pondok Indah Golf Course dipilih untuk kedua kalinya sebagai tempat berlangsungnya laga turnamen golf internasional Indonesia Open 2017 yang sedang berlangsung hingga 29 Oktober 2017. Turnamen yang sudah berlangsung 36 kali sejak tahun 1974 ini memang merupakan ajang yang diikuti oleh kurang lebih 140 pegolf dari dalam dan luar negeri. Bukan tanpa alasan mengapa turnamen golf internasional Indonesia Open 2017 tersebut berlangsung di Pondok Indah, Budi Kosasih selaku Direktur dari Pondok Indah Golf Course menuturkan bahwa Pondok Indah Golf Course tidak memiliki persiapan yang berbeda dari tahun sebelumnya terutama untuk cuaca yang saat ini sedang masuk musim hujan. “Secara prinsip nggak ada yang berbeda, karena kita sudah pernah tahun lalu. Kondisi lapangan kita pun setiap hari kita usahakan selalu siap. Jadi over all no problem. Untuk masalah cuaca, kami hanya berusaha tapi yang menentukan tetap yang diatas,” ujarnya Ia juga membahas apa yang menjadikan Pondok Indah Golf Course ini sebagai lapangan yang memiliki standart internasional. “Biasanya untuk lapangan internasional dilihat dari segi panjangnya, kualitasnya dan desainnya. Tetapi kalau secara spesifik yang jelas untuk membedakan antara lapangan internasional dan tidak itu memang tidak ada pembedanya. Yang penting harus 18 holes dan jangan pendek. Setiap saat jarak bisa berkembang dari 6900 yard, terus naik ke 7200 yard lalu naik ke 7400 yard. Saat ini teknologi sudah maju, dan pemain juga semakin jauh pukulannya. Jadi ini tantangan buat kita yang harus kita ikuti,” tutup Budi kepada nysnmedia.com (put/adt)