Indonesia Akan Andalkan Atlet Junior di SEA Games 2025

SEA Games Thailand 2025

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memastikan sejumlah cabang olahraga akan menurunkan skuad muda pada SEA Games 2025 di Thailand. Langkah itu diambil sebagai bagian dari strategi pembinaan jangka panjang menuju Asian Games dan Olimpiade. Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Surono, menyebut panjat tebing menjadi salah satu cabang yang akan mengandalkan atlet junior. “Khusus untuk panjat tebing kita itu layer (skuad) utamanya adalah persiapan Asian Games dan olimpik khususnya nomor speed,” ujar Surono. Ia menjelaskan, sektor junior panjat tebing Indonesia memiliki potensi besar untuk tetap bersaing di kawasan Asia Tenggara. “Junior kita itu juga bagus semua bahkan yang usia 16, 17, 18 itu setiap kejuaraan Asia pun kita sering menjadi juara,” ucapnya. Surono optimistis tim panjat tebing Indonesia tetap mampu mempertahankan dominasi di level ASEAN meski turun dengan skuad muda. “Kami bisa meyakini kalau panjat tebing kemungkinan masih bisa juara umum di cabor itu, karena gap-nya di ASEAN ini terlalu jauh,” katanya. Adapun untuk cabang bulutangkis, Kemenpora memastikan PBSI tetap menurunkan pemain terbaik meski ada proses regenerasi. “Bulu tangkis sendiri kemarin saat review juga ada perkembangan yang sangat signifikan, yaitu mereka akan menurunkan juga atlet-atlet terbaik,” ujar Surono. Ia menambahkan, PBSI tengah mengajukan perubahan susunan pemain untuk memastikan kekuatan maksimal di SEA Games nanti. “Malaysia dan Thailand itu ternyata skuadnya terbaik. Makanya disepakati akan ada beberapa pergantian pemain, yang terbaik masuk di situ,” tutur Surono. Dari 51 cabang olahraga yang dipertandingkan pada SEA Games ke-33 di Thailand, Tim Indonesia akan mengikuti 48 cabang olahraga. Indonesia ditargetkan bisa meraih sekitar 80 medali emas dan berada di posisi 3 besar klasemen akhir.

Indonesia Akhiri Laga di Islamic Solidarity Games Riyadh 2025

Kontingen Indonesia Pada Islamic Solidarity Games Riyadh 2025

Islamic Solidarity Games Riyadh 2025 resmi ditutup di Princess Noura University, menandai berakhirnya persaingan olahraga antarnegara Islam yang berlangsung sengit. Tim Indonesia menutup keikutsertaannya dengan membanggakan, menempati posisi ke-13 dari total 57 negara peserta. Dalam parade penutupan yang meriah, 28 orang kontingen Indonesia tampil, terdiri dari atlet dan official cabang anggar dan gulat, tim headquarter, serta Chef de Mission (CdM), Endri Erawan. Atlet anggar nomor epee putra, Arval Raziel Ridwan Sundara dan Yusma Deswita mewakili atlet gulat kelas freestyle 53kg putri berada di barisan paling depan defile dengan membawa bendera Merah Putih untuk mengibarkan semangat Indonesia di panggung olahraga dunia. Meski jumlah kontingen relatif minimalis, 39 atlet Indonesia dari tujuh cabang olahraga mampu menunjukkan semangat juang yang tinggi. Hasilnya, Tim Indonesia meraih empat medali emas, 12 perak, dan sembilan perunggu, membawa Merah Putih bersinar di tengah 57 negara peserta. Berikut 13 besar klasemen perolehan medali Islamic Solidarity Games Riyadh 2025: Peringkat Negara Emas Perak Perunggu Total Medali 1 Turki 72 44 39 155 2 Uzbekistan 29 35 32 96 3 Iran 29 19 33 81 4 Saudi Arabia 18 12 27 57 5 Mesir 17 11 17 45 6 Bahrain 16 11 7 34 7 Kazakhstan 15 20 21 56 8 Nigeria 11 12 7 30 9 Maroko 10 7 9 26 10 Azerbaijan 9 19 31 59 11 UAE 6 7 14 27 12 Algeria 5 8 21 34 13 Indonesia 4 12 9 25

Asian Youth Games 2025: Indonesia Kembali Tambah Emas!

Sashenka Fatimah di Podium Judo Asian Youth Games 2025

Kontingen Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang Asian Youth Games 2025. Kali ini, giliran cabang olahraga judo yang menyumbangkan medali emas keempat bagi Tanah Air berkat penampilan gemilang Sashenka Fatimah di nomor -63kg putri. Pertandingan pamungkas berlangsung di Exhibition World Bahrain, pada Kamis (30/10/2025) malam WIB. Di partai final, Sashenka tampil sangat percaya diri menghadapi wakil India, Monika Khuyenthem, yang dikenal tangguh di kelasnya. Dengan teknik ciamik dan strategi matang, Sashenka Fatimah sukses menang by Ippon dan memastikan medali emas untuk Indonesia. Kemenangan ini memperkuat dominasi Sashenka di kelas -63kg sekaligus memperlihatkan kualitas judo muda Indonesia yang kian disegani di level Asia. Raihan dari cabang judo ini membuat Indonesia kini mengoleksi total empat medali emas di Asian Youth Games 2025 yang digelar di Bahrain. Capaian ini membuktikan bahwa semangat juang dan konsistensi atlet muda Indonesia terus membara demi mengibarkan Merah Putih di panggung olahraga internasional.

Asian Youth Games 2025: Bulu Tangkis Sumbang Emas Ketiga Indonesia

Raihan Daffa Edsel Pramono/Atresia Naufa Candani

Ganda campuran bulu tangkis Indonesia, Pramono Raihan/Candani Athresia, sukses menyumbang medali emas ketiga bagi kontingen Indonesia di Asian Youth Games 2025. Mereka mengalahkan pasangan Hong Kong, Cheung Sai Shing/Chu Wing Chi, di final dengan skor 21-11 dan 21-17. Kemenangan ini tidak hanya menambah koleksi emas, tetapi juga mendongkrak posisi Indonesia ke peringkat 14 klasemen medali dengan total 26 medali. Tiga cabor yang mendapat medali tertinggi adalah Pencak Silat, Angkat Besi, dan Bulutangkis. Medali emas pertama untuk Indonesia di AYG 2025 diraih oleh Furgon Habbil Winata di cabor pencak silat nomor 51-55 kilogram putra. Sedangkan emas kedua dipersembahkan oleh Muhammad Rijal Abdilla di cabor angkat besi kelas 60 kilogram putra. Indonesia adalah negara Asia Tenggara ketiga dengan perolehan medali terbanyak sejauh ini. Di atas mereka, ada Thailand yang bertengger di posisi kelima klasemen sementara. Kemudian ada Filipina di posisi ke-11. Thailand mengemas 13 emas, 14 perak, dan 13 perunggu. Sementara Filipina mengantongi enam emas, tujuh perak, dan sembilan perunggu.

Asian Youth Games 2025: Kavka Tambah Medali Indonesia

Kavka Zhafif Putrawitama

Atlet taekwondo, Kavka Zhafif Putrawitama menambah pundi-pundi medali bagi Indonesia. Berkat medali perunggu yang dipersembahkannya, Indonesia saat ini berada di posisi 13 klasemen Asian Youth Games 2025. Kavka Zhafif Putrawitama tampil apik di cabang olahraga taekwondo kategori nomor Boys -63 kg. Kavka menunjukkan performa impresif sejak tampil perdana di Hall 2 Exhibition World Bahrain, Minggu (26/10/2025). Perjalanan Kavka menuju podium dimulai dari babak 32 besar, ketika ia menaklukkan atlet asal Sri Lanka Pasanjaya Ranasinghe dengan skor 2-0. Kepercayaan diri itu berlanjut di babak 16 besar, saat ia kembali menang dua set langsung atas wakil Kirgistan Amir Davlesovich Chynybaev. Pertarungan ketat terjadi di perempat final melawan Chuck Aeron Alario dari Filipina. Setelah berbagi kemenangan di dua set awal, Kavka berhasil menguasai ritme pertandingan dan menutup laga dengan skor 16-10. Sayangnya, langkahnya harus terhenti di semifinal usai kalah dari Omadbed Otabekov (Uzbekistan). Meski sempat unggul di set pertama, Kavka belum mampu mempertahankan momentum di dua set berikutnya. Kavka tetap bersyukur atas pencapaiannya tersebut. Apalagi, ini adalah hasil latihan berbulan-bulan demi mewakili Merah Putih. “Puji syukur atas hasil ini. Latihan sembilan bulan terakhir membuahkan hasil, meski saya belum sepenuhnya puas karena target pribadi belum tercapai,” ujar Kavka. “Ke depan saya ingin memperkuat fisik, fokus pada teknik, dan terutama memperkuat mental, karena itu yang paling menentukan di lapangan,” imbuhnya. Capaian Kavka menambah daftar prestasi Tim Taekwondo Indonesia, yang hingga hari ini telah mengantongi dua medali perunggu di Asian Youth Games Bahrain 2025. Sebelumnya Queenita Keisha Azzahra juga meraih perunggu di kelas girl’s 49kg. Total, Tim Indonesia di Asian Youth Games 2025 menempati peringkat 13 klasemen perolehan medali dengan catatan dua medali emas, tiga perak dan 12 perunggu.

Asian Youth Games 2025: Emas Kedua Indonesia dari Angkat Besi

Muhammad Rijal Abdillah

Indonesia sukses meraih medali emas kedua pada Asian Youth Games 2025 di Manama, Bahrain, pada Minggu (26/10/2025). Emas kedua disumbang oleh atlet muda angkat besi Indonesia, Muhammad Rijal Abdillah. Rijal turun di kelas boys 60kg, dan berhasil di angkatan clean and jerk dengan jumlah 143 kg sekaligus yang terbaik di kelasnya. Pertandingan di kategori clean and jerk berlangsung ketat, namun pada percobaan pertama dan kedua, Rijal sukses mengangkat 136 kg dan 139 kg. Persaingan semakin panas saat atlet asal China, Xunfa Chen, berhasil mengangkat beban 141 kg, disusul atlet India Maharajan Arumugapandian yang mencatat 142 kg. Chen sempat menambah beban 3kg atau menjadi 144kg, namun percobaan atlet asal China itu gagal. Sementara itu, Rijal dengan tenang menaikkan beban ke 143 kg, dan angkatannya dinyatakan sah oleh juri. Rijal, atlet asal Bandung tersebut mengaku bangga dengan prestasinya di Asian Youth Games 2025. Perjuangannya dalam berlatih keras terbayar lunas dengan sumbangan medali untuk Indonesia. “Alhamdulillah, saya sangat bangga. Kerja keras dan latihan selama satu tahun di pemusatan latihan nasional akhirnya terbayar. Meninggalkan keluarga di rumah tidak sia-sia,” ungkap Rijal penuh rasa syukur. Rijal mengaku angkatan tersebut melebihi latihannya selama ini. Ia sukses mengangkat beban 143 kg dari yang maksimal 141 kg. “Angkatan ini di atas angkatan saat latihan. Di pelatnas angkatan cleand and jerk terbaik saya 141 kg, tapi di sini bisa mencapai 143 kg,” tambahnya.

Asian Youth Games 2025: MMA Tambah Empat Medali

Bumi Magani Abraar Himara

Tim Indonesia kembali menorehkan prestasi di ajang Asian Youth Games 2025. Kali ini, empat atlet muda Tanah Air dari cabang olahraga Mixed Martial Art (MMA) sukses menyumbangkan empat medali perunggu setelah tampil di babak semifinal yang digelar di Exhibition World Bahrain, Sabtu (25/10/2025). Cabor MMA menjadi salah satu yang paling kompetitif dalam pesta olahraga muda se-Asia tersebut. Pertandingan yang berlangsung sengit sejak babak penyisihan menempatkan empat wakil Indonesia di semifinal dari berbagai nomor, baik putra maupun putri. Meski gagal menembus final, perjuangan mereka tetap membuahkan hasil manis dengan empat medali perunggu untuk Merah Putih. Medali perunggu pertama dipersembahkan oleh Bumi Magani Abraar Himara yang turun di nomor modern MMA 55kg putra. Dalam duel semifinal, Bumi harus mengakui keunggulan wakil Tajikistan, Faiziddin Khalilov, usai pertarungan ketat tiga ronde. Sementara itu, Satria Eka Suryo Basroni menambah koleksi medali Indonesia di nomor tradisional MMA 60kg putra. Satria tampil berani dan agresif, namun kalah tipis dari petarung asal Iran, Amirmohammad Hatamianafshari, yang lebih unggul dalam teknik grappling. Medali perunggu ketiga datang dari sektor putri melalui Manayra Maritza Hersianti Siagian, yang bertanding di nomor modern MMA 45kg. Meski tampil dominan di awal ronde, Manayra harus mengakui keunggulan lawannya, Nakanantaphon Khaihong dari Thailand, yang berhasil membalikkan keadaan di akhir pertandingan. Adapun medali perunggu keempat diraih oleh Gibran Alfarizi di nomor tradisional MMA 65kg putra. Gibran tampil gigih melawan petarung tuan rumah, Sultanakhmed Sultanakhmedov dari Bahrain, sebelum akhirnya kalah dalam pertarungan jarak dekat yang berlangsung ketat. Dengan tambahan empat medali tersebut, Indonesia kini mengoleksi total 1 medali emas, 1 medali perak, dan 6 medali perunggu di klasemen sementara Asian Youth Games 2025. Hasil ini menjadi bukti nyata bahwa atlet-atlet muda Indonesia mampu bersaing di level Asia meski menghadapi lawan tangguh dari berbagai negara. Capaian di cabang MMA ini juga menambah kepercayaan diri kontingen Indonesia yang terus berupaya mengejar target prestasi di Bahrain. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta Komite Olimpiade Indonesia (KOI) sebelumnya menegaskan pentingnya Asian Youth Games 2025 sebagai ajang pembinaan menuju kompetisi multievent tingkat Asia dan dunia. Performa konsisten atlet muda Tanah Air di cabor bela diri seperti MMA menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang di ajang-ajang internasional berikutnya. Meski belum meraih emas, perjuangan empat petarung muda ini menjadi bukti bahwa semangat juang mereka tak pernah padam. Sumber: iNews

Asian Youth Games 2025: Syifa Persembahkan Perunggu

Zahrotus Syifa

Indonesia kembali menambah perolehan medali di Asian Youth Games Bahrain 2025. Kali ini, atlet teqball Indonesia, Zahrotus Syifa, meraih medali perunggu setelah berhasil mengalahkan Narjis Al Dulaimi dengan skor 2-0 dalam pertandingan yang digelar di Exhibition World Bahrain. Sejak peluit pertama berbunyi, Syifa seperti menulis ulang nasibnya. Bola demi bola ia pantulkan dengan presisi, menyerang dengan cepat, mengatur ritme permainan hingga lawannya kehilangan arah. Set pertama berakhir 12–4 untuk Syifa, angka yang mencerminkan dominasi, tapi juga ketenangan. Di set kedua, iramanya tak berubah. Setiap sentuhan bola seperti menjadi penegasan: ia datang bukan hanya untuk bermain, tapi untuk menang. Permainan ofensifnya tetap rapi, percaya dirinya tak goyah. Skor 12–4 kembali tercatat, menutup pertandingan dengan kemenangan dua set langsung. Ketika bola terakhir jatuh di sisi lapangan Irak, Zahrotus Syifa menengadah, seolah menyadari bahwa ia baru saja menuliskan satu babak penting dalam perjalanan kariernya. Medali perunggu itu bukan sekadar logam. Bagi Syifa, itu adalah simbol awal perjalanan panjang. “Tadi saya cukup unggul dibanding atlet Irak. Saya bisa menguasai permainan dan menang dua set langsung. Target saya berikutnya adalah bisa meraih medali di Youth Olympic Games,” katanya. Satu medali perunggu lainnya dipersembahkan oleh Aira Martha Ardistri dari cabang olahraga triathlon. Aira mencatatkan waktu 30:54, terpaut 36 detik dari peraih medali emas asal China, Enge Xu. Hingga kemarin (23/10), Indonesia telah berhasil mengumpulkan total 1 medali emas, 1 medali perak, dan 2 medali perunggu.

Indonesia Siapkan 123 Atlet Muda ke Asian Youth Games 2025

3rd Asian Youth Games Bahrain 2025

Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) menyiapkan sebanyak 123 atlet muda untuk memperkuat kontingen Merah Putih pada Asian Youth Games (AYG) 2025 di Manama, Bahrain, 22–31 Oktober. Kontingen Indonesia juga akan didampingi 51 ofisial dalam ajang yang mempertandingkan 24 cabang olahraga tersebut. Sejumlah cabang potensial medali yang diikuti antara lain akuatik (renang), atletik, bulu tangkis, basket 3×3, balap sepeda, equestrian (show jumping), dan e-sports. Selain itu, Indonesia juga turun di golf, judo, jiu-jitsu, muaythai, angkat besi, serta mixed martial arts (MMA). Cabang bela diri unggulan lain seperti taekwondo, akan menjadi andalan tambahan, disertai kiprah atlet muda di tenis meja, teqball, triatlon, serta voli indoor dan voli pantai. Chef de Mission (CdM) AYG 2025, Akbar Nasution mengatakan keikutsertaan Indonesia menjadi momentum penting untuk menyiapkan generasi penerus atlet nasional dengan target medali dari cabang unggulan. “AYG adalah momentum penting untuk menyiapkan generasi penerus atlet Indonesia. NOC Indonesia memastikan seluruh aspek keberangkatan agar atlet muda bisa tampil optimal. Dari bulu tangkis, angkat besi, atletik, hingga renang, kita melihat peluang besar meraih medali,” kata Akbar seperti dilansir laman resmi KOI, Senin. Akbar menambahkan, pencapaian di AYG 2025 tidak hanya dilihat dari perolehan medali, melainkan juga dari pengalaman internasional yang menjadi bekal menuju Olimpiade Los Angeles 2028 dan Brisbane 2032. Asian Youth Games terakhir kali digelar pada 2013 di Nanjing, China. Ketika itu Indonesia meraih satu emas, dua perak, dan dua perunggu sehingga menempati peringkat 15 klasemen akhir. AYG Bahrain 2025 akan mempertemukan lebih dari 40 negara Asia dengan mempertandingkan 24 cabang olahraga.

Indonesia Bidik Tuan Rumah Youth Olympic Games 2030

Youth Olympic Games

Komite Olimpiade Indonesia (KOI) atau NOC Indonesia sudah mengikuti bidding pertama untuk menjadi tuan rumah multievent atlet usia muda, Youth Olympic Games 2030. Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, mengatakan bahwa bidding tersebut dilakukan pada Selasa, 11 Maret 2025, sore WIB, tepat sebelum puncak acara perayaan ulang tahun NOC Indonesia ke-73. “Kami sampaikan tadi langsung kepada IOC (International Olympic Committee), mudah-mudahan nanti akan diteruskan dengan rapat-rapat berikutnya. Semoga Indonesia bisa dipercaya menjadi tuan rumah Youth Olympic Games,” ujar dia. Youth Olympic Games merupakan langkah awal Indonesia untuk mengejar target yang jauh lebih besar, yakni menjadi tuan rumah Olimpiade musim panas. Perihal itu, Indonesia juga sudah melakukan bidding. Okto, sapaan Raja Sapta Oktohari, menegaskan bahwa Indonesia punya infrastruktur yang sangat siap untuk menggelar ajang-ajang besar setelah sebelumnya pernah menjadi tuan rumah Asian Games dan Asian Para Games 2018 di Jakarta dan Palembang. “Bahkan setelah itu (Asian Games dan Asian Para Games) ada venue-venue baru seperti Jakarta Internasional Stadium (JIS) dan Indonesia Arena yang juga menjadi kebanggaan Indonesia,” ujar Okto. NOC Indonesia selanjutnya akan terus berkomunikasi dan melakukan beberapa pertemuan dengan IOC. Hal ini harus bisa dimaksimalkan sehingga dapat meyakinkan IOC bahwa Indonesia bisa bisa tuan rumah yang sangat siap. Okto mengaku bahwa dirinya sangat percaya diri Indonesia memiliki peluang besar mendapat kepercayaan untuk menggelar Youth Olympic Games karena pengalaman yang dimiliki dalam menyelenggarakan ajang penting. “Kami cukup yakin dengan didukung oleh masyarakat Indonesia, dengan didukung oleh pemerintah terutama. Insyaallah Indonesia bisa mendapatkan kepercayaan,” kata dia. Youth Olympic Games adalah multievent internasional untuk atlet berusia 15 hingga 18 tahun yang diselenggarakan oleh IOC. Ajang ini diselenggarakan empat tahun sekali. Edisi musim panas berikutnya dari ajang ini akan berlangsung 2026 di Dakar, Senegal. Adapun tuan rumah untuk edisi 2030 saat ini masih dalam status to be announced (TBA) alias masih dalam proses bidding dan akan diumumkan. Sumber: VOI

KOI Gelar Bincang Bersama Olimpian Untuk Pacu Semangat Atlet Muda

Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) menggelar acara bincang-bincang inspiratif bersama dua atlet Indonesia yang akan berkompetisi dalam Olimpiade Paris 2024, yaitu pesenam Rifda Irfanaluthfi dan atlet judo Maryam March Maharani untuk memacu semangat atlet muda. Digelar di @america, Jakarta, Kamis, acara yang bertajuk “The Olympian Journey” tersebut bertujuan untuk memberikan wawasan langsung mengenai perjalanan karier atlet Olimpiade dan menanamkan nilai-nilai Olimpiade kepada generasi muda Indonesia. Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari atau yang akrab disapa Okto menyampaikan pentingnya acara tersebut untuk menumbuhkan pemahaman lebih dalam tentang nilai-nilai Olimpiade. Menurut dia, olahraga tidak hanya soal prestasi, tetapi juga mencakup semangat yang dapat menyatukan bangsa. “Kita harus bisa mensosialisasikan kepada semua pihak, supaya pemahaman dan juga jiwa Olimpiade itu bisa tertanam di setiap insan bangsa Indonesia, apalagi anak-anak muda. Tadi yang datang kita lihat banyak anak-anak muda. Saya yakin itu pasti akan berdampak positif terhadap mereka, apalagi yang suka olahraga,” ujar Okto. Okto juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada berbagai pihak yang telah mendukung acara ini, termasuk @america, Garuda Academy, National Olympic Academy (NOA), serta media yang turut hadir. Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki peran penting dalam menghasilkan lebih banyak atlet dan profesional di dunia olahraga. “Kerja sama ini masuk ke dalam ranah NOA. NOA bukan hanya untuk komunitas olahraga, tetapi harus merangkul komunitas-komunitas lain, terutama generasi muda. Sehingga, kita bisa menanamkan nilai-nilai Olimpiade sejak dini di sekolah-sekolah, SMA, dan Universitas,” kata Okto. “Orang bisa jadi atlet, pelatih, wasit, atau bahkan EO (event organizer) olahraga. Banyak peluang yang bisa dimanfaatkan oleh olahraga untuk melibatkan lebih banyak orang, dan akhirnya menjadikan olahraga bagian dari kehidupan kita,” ujarnya. Lebih lanjut, Okto menyoroti pentingnya kerja sama dengan Amerika Serikat, khususnya menjelang Olimpiade 2028 yang akan digelar di Los Angeles. Indonesia telah memulai beberapa langkah dalam mempererat hubungan dengan pihak Amerika, seperti mengirimkan perwakilan NOC Indonesia untuk berinteraksi langsung dengan mereka. “Kerja sama dengan Amerika akan kita perkuat, karena Olimpiade 2028 di Los Angeles adalah salah satu tujuan besar kita. Kami telah melakukan sport visit, mengirimkan perwakilan untuk berinteraksi langsung, dan sekarang kami akan memperdalam kerja sama ini,” ujar Okto. “Ini juga sebagai persiapan untuk kemungkinan Indonesia menjadi tuan rumah, baik untuk Youth Olympic Games maupun Summer Olympic,” pungkasnya. Dengan adanya acara ini, KOI berharap lebih banyak generasi muda yang terinspirasi untuk mengejar karier di dunia olahraga, serta memahami lebih dalam tentang semangat Olimpiade yang mengedepankan sportivitas, persatuan, dan perdamaian. Ke depan, Okto optimis Indonesia akan semakin berkembang dalam bidang olahraga, menghasilkan prestasi yang membanggakan di kancah internasional. Sumber: ANTARA

Olimpiade 2024: Meski Cedera, Atlet Muda Ini Torehkan Sejarah

Cedera lutut membuat kangkah atlet senam Indonesia, Rifda Irfanaluthfi, harus terhenti di Olimpiade 2024 Paris. Namun demikian, Rifda telah mencatatkan sejarah sebagai pesenam Indonesia pertama yang tampil di ajang Olimpiade. Ia mengalami cedera di bagian tulang rawan pada lutut dan robekan ligamen lutut. Rifda yang turun di nomor All Around putri tidak maksimal saat berlaga di Bercy Arena Perancis, Minggu, 28 Juli 2024. Cedera lututnya memaksa Rifda menyelesaikan lomba lebih cepat dari seharusnya. “Rifda ingin membuat orang-orang yang mendukung Rifda bisa bangga Rifda bisa tampil di olimpiade,” ujar Rifda kepada media di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten, Kamis, 1 Agustus 2024. Saat tiba ia nampak menggunakan kursi roda bersama pelatihnya. Keluarga dan perwakilan Kemenpora, perwakilan Pengurus Besar Persatuan Senam Indonesia (PB Persani), dan perwakilan dari NOC Indonesia, menyambutnya. “Sampai saat ini masih merasakan kebasnya rasa sakit. Motivasi Rifda itu ya bisa tembus di olimpiade, karena itu cita-cita Rifda. Rifda sudah berangkat sudah dapat kepercayaan dan dukungan banyak orang,” jelas atlet kelahiran 16 Oktober 1999 ini. Saat ini ia mengaku campuraduk, meski demikian usai perjuangannya di Olimpiade 2024 Paris, ia akan fokus pada recovery penyembuhan cederanya baik di dalam dan luar negeri.

HUT Ke-70 PRSI, Mulai Penghargaan Sampai Olimpiade 2032 

Rayakan HUT Ke-70, PRSI Bertekad Cetak Sejarah

Jakarta, Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia atau PB PRSI merayakan ulang tahun ke-70 secara sederhana dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Acara dimulai dengan memberikan piagam penghargaan kepada dua staf PB PRSI yakni kepada Rojali yang sudah mengabdi selama 30 tahun dan Nanik Purwaningsih yang mengabdi selama 20 tahun. “Saya memberikan penghargaan kepada dua staff PRSI atas dedikasi dan pengabdian selama 30 tahun,” ujar Ketua Umum PB PRSI 2021-2025, Anindya Novyan Bakrie dalam acara syukuran HUT ke-70 di Oval Plaza Atrium, Epiwalk Rasuna, Kuningan Jakarta, Minggu 21 Maret 2021. PB PRSI didirikan pada 21 Maret 1951 dengan Ketua Umum Pertama Prof. dr. Poerwo Soedarmo. PB PRSI menaungi beberapa disiplin olahraga yakni renang, renang artistik, renang perairan terbuka, polo air dan loncat indah serta satu lagi renang master. “Kita berterima kasih kepada pahlwan PRSI waktu itu Profesor Poerwo yang telah membuat sejarah. Ke depan tantangannya adalah PRSI sejarahnya apalagi,” papar Anin. “Pada 2018 Indonesia sukses menjadi tuan rumah Asian Games. Selanjutnya bagaimana kita mendukung pemerintah supaya Indonesia menang biding tuan rumah Olimpiade 2032. Tidak hanya sukses penyelenggaraan, tapi juga sukses prestasi,” jelas Anindya. Saat ini, lanjut Anin, PRSI fokus menyiapkan atlet menuju Olimpiade 2032. “Kita juga harus kerja keras pembibitan untuk Olimpiade 2032. Atlet dengan usia 11-12 tahun kita siapkan menuju Olimpiade. Sport science menjadi basis pendataan yang sangat penting untuk sukses pembinaan,” ucapnya. Perenang I Gede Siman Sudartawa yang hadir berharap pada HUT ke-70, PRSI bisa terus berjaya. “Harapannya PRSI ke depan lebih baik lagi, atlet juga terus mendapat perhatian supaya bisa mencetak prestasi yang baik,” jelas Siman yang didampingi Glen Victor Susanto dan Pelatih Albert Sutanto. Dalam acara ini juga hadir atlet loncat indah Andrian dan Adityo Restu serta pelatih Harli Ramayani dan Pranarta. Juga perwakilan polo air Ridjkie Mulia dan Rezza Audtya yang didampingi Pelatih Dean Baldwin. Perwakilan dari KONI Pusat adalah Wakil Sekjen Otniel Mamahit dan juga perwakilan Komite Eksekutif NOC Indonesia yakni Indra Gamulya dan Arlan Lukman.