Egy Maulana Vikri, “Malaikat” yang Di Temukan Indra Sjafri

Egy Maulana Vikri (Dok. PSSI)

Egy Maulana Vikri,Pemain asal Medan yang menjadi Malaikat penolong atas kemenangan Timnas Indonesia U-19 berkat dua golnya ke gawang Myanmar, Selasa (7/9/2017). Egy yang lahir pada 7 Juli 2000 merupakan atlet hasil bidikan mata elang pelatih Indra Sjafri. Egy sudah menjadi incaran Indra Sjafri sejak lima tahun lalu dan saat ini ia menjadi bintang muda baru timnas U-19. Di kutip dari Bolalop, Egy pernah menimba ilmu di SSB ASIOP Apacinti Jakarta. Ia mengikuti Gothia Cup di Gothenburg, Swedia, pada 2016. Ia membawa timnya juara di turnamen usia muda kelas internasional itu. Egy juga menimba ilmu di Diklat Ragunan. Sempat juga ia menjadi bagian Persab Brebes yang menjuarai Piala Soeratin 2016. Bahkan Egy menjadi top scorer turnamen tersebut dengan total perolehan gol sebanyak 22 gol. Pemain yang mempunyai keajaiban pada kekuatan kaki kiri itu mengikuti seleksi timnas U-19 sejak Februari lalu. Dirinya begitu menonjol saat mengikuti seleksi tersebut. Itulah yang membuat Indra Sjafri tak ragu memilih Egy masuk ke skuat Garuda Nusantara. Ditemukan Indra Sjafri dengan Blusukan Indra Sjafri ternyata sudah terpikat dengan Egy Maulana Vikri sejak tahun 2012. Saat itu Egy yang masuk berusia 12 tahun sudah memikat hati Indra Sjafri. Indra bertemu Egy pada Festival Grassroot 2012 di Medan. Ia sudah mencium bakat Egy sejak dini. Hasilnya, Egy pun dipanggil bergabung dengan Timnas Indonesia U-16 pada 2015. Pelatih timnas U-16 saat itu, Fachri Husaini, menjadikan Egy sebagai kapten tim. Ia mengikuti pemusatan latihan selama satu tahun penuh. Sayangnya ia gagal membela timnas di Piala AFF U-16 karena FIFA menjatuhkan sanksi untuk sepak bola Indonesia. Gagal membela timnas, Egy pun fokus sekolah di Diklat Ragunan, Jakarta. Ia pun terus belajar dan bekerja keras berlatih bersama tim sepak bola Diklat Ragunan. Setelah Indonesia terbebas dari sanksi FIFA, Egy pun kembali dipanggil timnas. Keberhasilan Indra Sjafri membidik bakat Egy kini berbuah manis. Pelatih asal Sumatera Barat itu pun berkesempatan untuk melakukan pembenahan pada Egy hingga ia saat ini menjadi bagian penting dari timnas U-19 di ajang Piala AFF U-18.

Setiap Hari Berlatih SepakBola, Sang Ayah Dorong Bakat Anaknya Sekolah Khusus Sepakbola

herjun-sepakbola

Sepakbola di mata masyarakat Indonesia, sudah menjadi pilihan olahraga utama. Mulai dari kalangan anak-anak, remaja, dewasa dan orangtua demam dengan olahraga 11 lawan 11 ini. Seperti yang sedang di tekuni oleh pemuda yang bernama lengkap Herjun Harianja merupakan siswa kelas 8 SMP Negri 1 Tangsel. Herjun, mengenal sepakbola dari sang kakak yang juga merupakan pemain sepakbola di level amatir. Melihat talenta sang putra, ayah Herjun langsung menyekolahkannya ke Sekolah Sepak Bola (SSB) Serpong Jaya. Berbanding terbalik dari sang ayah, ibunda Herjun justru tak setuju putra ke empatnya bermain bola. “Mamah justru nyuruh aku berhenti untuk bermain sepakbola. Tapi, bapak sama kakak terus dukung aku untuk bermain bola,” ujar Herjun. Demi menunjukan kepada ibunda, Herjun berlatih sepakbola setiap hari selepas pulang sekolah. Ya, setiap hari Herjun berteman dengan si kulit bundar untuk meraih prestasi yang membanggakan. “Puji Tuhan, kemarin aku berangkat ke Magelang untuk membela tim pelajar Banten yang berkompetisi di ajang Liga Pelajar U-14 Menpora. Walau hasilnya kurang bagus, tapi aku bisa buktikan ke mamah bahwa aku bisa berprestasi,” terangnya. Pengidola Vladimir Vujovic (Persib Bandung) dan Kante (Chelsea) ini, terus berlatih untuk meraih hasil maksimal di Liga Top Skor U-14 dan Liga Kompas U-14. Remaja kelahiran 22 Juni 2004 yang berposisi sebagi defender atau pemain belakang ini terus menuai segudang prestasi. Harjun bersama timnya sempat merebut beberapa turnamen formal kewilayahan maupun event sepakbola terbuka. – Membela Piala pelajar provinsi Banten 2017 – Juara 3 di SPH – Juara 1 Kacong Cup di Karawang – Juara 1 di Jagat Arsy – Juara 3 di Indramayu – Juara 1 Filur Cup di Bandung Dengan deretan prestasi yang diraihnya, Herjun sering kali di bujuk untuk membela klub-klub sepakbola ternama untuk menjalani latihan. (pah/adt)

Kalahkan Tuan Rumah 7-1, Indonesia Sabet Peringkat Ketiga Piala AFF U-18

Timnas U-19 Indonesia (Dok. PSSI)

Timnas U-19 Indonesia sukses taklukkan tuan rumah Myanmar dengan skor 7-1 pada pertandingan perebutan peringkat ketiga Piala AFF U-18 di Stadion Thuwunna, Yangon, Myanmar, Minggu (17/9/2017). di kutip dari Kompas.com, Gol-gol Indonesia dicetak oleh Muhammad Rafli Mursalim pada menit ke-13 dan (59′), Witan Sulaeman pada menit ke-27, Egy Maulana Vikri (34′, 85′), dan Hanis Saghara (73′, 92′). satu gol yang di cetak tuan rumah memalui tendangan Kaung Khant pada menit ke-91 menjadi penyejuk bagi Myanmar. Atas kemenangan ini, Garuda Nusantara, julukan Timnas U-19 Indonesia, meraih peringkat ketiga pada ajang Piala AFF U-18. Babak Pertama Egy Maulana Vikri, yang pada laga ini menjadi kapten tim, memberi umpan-umpan datar ke tengah yang berhasil disambut dengan baik oleh Rafli. Tendangan Rafli berhasil menembus gawang Myanmar. Garuda Nusantara pun unggul 1-0. Tertinggal, Myanmar coba terus menekan pertahanan Indonesia. Kiper Indonesia, Aqil, beberapa kali berhasil mengantisipasi gerak bola yang mengarah ke gawangnya. Penyerang tuan rumah, Win Naing Tun, yang melakukan akselerasi berhasil di blok oleh Nurhidayat. Tendangan bebas Khant terlepas dari tangkapan Aqil. Beruntung, bola masih berhasil di blok pemain lain. Pada menit ke-27, Indonesia berhasil menekan myanmar dengan hasil menggandakan keunggulan. Tendangan datar kaki kanan Witan mengecoh kiper lawan dan beehasil membobol gawang lawan. Skor pun berubah 2-0 untuk Indonesia. Garuda Nusantara kembali menambah keunggulan pada menit ke-34. Kerja sama yang apik antara Rafli, Witan, dan dituntaskan oleh Egy menambah perolehan gol yang di cetak Indonesia. Menguasai bola, Rafli melakukan akselerasi ke dalam kotak penalti lawan. Dia kemudian memberi umpan kepada Witan yang mengirim umpan lambung ke tengah kotak penalti lawan. Tanpa penjagaan, Egy berhasil menyundul bola dan masuk ke gawang lawan. Indonesia pun unggul 3-0! Pada menit ke-39, Asnawi Mangkualam dilanggar dengan keras oleh Soe Moe Kyaw. Atas pelanggarannya itu, dia diganjar kartu kuning. Pada menit ke-41, Nurhidayat mengalami cedera. Dia pun digantikan oleh Kadek. Setelah itu, babak pertama pun berakhir untuk keunggulan 3-0 Indonesia atas Myanmar. Babak kedua Pada awal babak kedua, Indonesia beberapa kali mendapat tekanan. Tendangan sudut lawan merepotkan lini pertahanan Garuda Nusantara. Tandukan pemain Myanmar, Soe Moe Kyaw, masih tipis dari gawang Aqil. Pada menit ke-49, Aung Soe melakukan pelanggaran keras terhadap Egy Maulana Vikri. Atas pelanggarannya itu, Soe pun mendapat kartu kuning. Kembali serangan Indonesia efektif menembus lawan. Bermula dari umpan Egy, Rafli berhasil menguasai bola dan tendangannya berhasil menembus gawang lawan. Indonesia pun unggul 4-0. Namun, setelah itu, Rafli harus ditarik keluar karena mendapat pelanggaran keras dari pemain Myanmar. Dia diganti oleh Hanis Saghara. Pemain Myanmar kembali menampilkan aksi pelanggaran kerasnya. Mengecoh lawan, Witan dilanggar dengan keras oleh kaung Khant. Dia pun mendapat kartu kuning. Setelah itu, lagi-lagi pemain lawan mendapat kartu kuning. Kali ini, Phyoe Wai dalam tayangan ulang terlihat menginjak dada Samuel. Para pemain Indonesia menunjukkan kedewasaan dalam bermain. Egy Maulana Vikri dkk terlihat tidak begitu terpancing dengan permainan keras lawan. Pada menit ke-73, Hanis Saghara berhasil menambah keunggulan Indonesia setelah Mendapat umpan dari Iqbal, Hanis langsung menembus gawang Myanmar. Garuda Nusantara pun unggul 5-0. Tak terpancing provokasi lawan, Indonesia kembali menambah keunggulan menjadi enam gol. Kali ini Egy Maulana Vikri menambah perolehan gol pada laga ini dengan mencetak gol keduanya. Akselerasi Egy di dalam kotak penalti lawan merepotkan barisan pertahanan lawan. Dia berhasil melepaskan tendangan datar yang menembus gawang lawan. Indonesia unggul 6-0! Pada perpanjangan waktu, Myanmar mencetak gol hiburan lewat Kaung Khant yang menghasilkan satu poin. Namun, tekanan gol Garuda Nusantara pun belum berhenti. Hanis Saghara berhasil mencetak gol keduanya sekaligus menutup kemenangan Indonesia dengan skor 7-1. Indonesia menang meyakinkan atas tuan rumah, Myanmar, dan menjadi juara III pada ajang AFF U18 Championship 2017. pic.twitter.com/KRhakFX1D4 — PSSI – FAI (@pssi__fai) September 17, 2017 Atas hasil ini, Anak asuh Indra Sjafri itu pun berhak atas peringkat ketiga Piala AFF U-18. Selamat Timnas U-19 Indonesia!

Menakjubkan, Timnas Indonesia U-16 Bekukan Kepulauan Mariana Utara dengan Skor 18-0

Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-16 (Dok. PSSI)

Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-16 berhasil menang dengan skor mengejutkan saat melawan tim dari Kepulauan Mariana Utara dengan total perolehan skor 18-0. Ya, Anda tidak salah baca. Anak asuh Fakhri Husaeni ini berhasil mengalahkan Kepulauan Mariana Utara dalam ajang Kualifikasi Piala Asia U-16 yang berlangsung di Stadion Rajamangala, Bangkok, Thailand, Sabtu (16/9). For your information, Kepulauan Mariana Utara dalam letak geografis memang bukan termasuk di bagian Negara Asia, Namun sejak tahun 2009, mereka diakui oleh AFC lalu masuk dalam grup Asia. kualitasnya di Asia pun belum bisa dibilang bagus. Dua tahun lalu di ajang yang sama, Kepulauan Mariana Utara pun menjadi bulan-bulanan. saat 58 gol masuk ke gawang mereka dari enam pertandingan yang dijalani. Lebih parahnya lagi, negara persemakmuran Amerika ini hanya mencetak dua gol. Pada Sabtu kemarin mereka kembali jadi bulan-bulanan. kali ini tim nasional Indonesia yang menghabisi mereka. Dalam laga kali ini Indonesia tampil degan formasi 4-3-3. Inilah daftar susunan pemain Timnas Indonesia U-16 yang akan menghadapi Kepulauan Mariana Utara. Kemenangan meyakinkan diraih skuat Garuda Asia pada pertandingan pertama kualifiikasi Piala AFC U-16 Grup G.#GarudaAsia pic.twitter.com/xtBLp8kWbH — PSSI – FAI (@pssi__fai) September 16, 2017 Amirudin Bagus, Mochammad Supriadi, dan Amanar Abdillah menjadi trisula di lini depan. Sedangkan kapten David Maulana menjadi tulang punggung di lini tengah. Babak pertama “Garuda Asia” sudah unggul setengah lusin. Mochammad Supriadi menjadi penyumbang skor pertama pada menit kedelapan,kedua hattrick diciptakan oleh Amiruddin Bagus di menit ke-12, 24, 41 serta sepasang gol Rendy Juliansyah menit ke-13 dan 21 menutup jalannya 45 menit babak pertama. Babak kedua Indonesia tidak berhenti mencetak gol. Supriyadi mencetak dua gol lanjutan di menit ke-46 dan 89. Sutan Zico menyumbang gol terbanyak, terbukti dengan terciptanya lima gol pada pertandingan sabtu kemarin. Sisanya Hamsa Lestaluhu mencetak hattrick dan Amanar Abdillah serta Andre Oktaviansyah masing-masing mengemas satu gol. Kemenangan meyakinkan diraih skuat Garuda Asia pada pertandingan pertama kualifiikasi Piala AFC U-16 Grup G. Ada baiknya David Maulana dan kolega tidak besar kepala dengan kemenangan pada pertandingan pertama kemarin. Pasalnya tiga lawan berat menanti mereka pada fase grup G ini. Pada Senin (18/9) pukul 16.00 WIB Timor Leste akan menjadi lawan berikutnya Timnas U-16. Dua hari berselang tepatnya Rabu (20/9) pukul 19.30 WIB, giliran tuan rumah Thailand yang harus dihadapi oleh anak asuh Fakhri Husaeni. Pada laga pamungkas, Jumat (22/9) pukul 16.00 WIB, Laos yang menjadi lawan bagi Indonesia. Juara grup akan maju berlaga pada Piala Asia U-16 yang akan digelar di Malaysia 2018 mendatang. Sedangkan Kesebelasan yang menjadi runner-up akan memperebutkan posisi yang terbaik untuk bisa masuk ke babak selanjutnya.

Selisih Satu Angka di Adu Penalti, Indonesia Gagal maju ke Final AFF U-18

Timnas Indonesia U-19 (Dok: PSSI)

Indonesia gagal melaju ke final Piala AFF U-18 2017. Pada semifinal yang berlangsung di Stadion Thuwunna, Yangon, Myanmar, Jumat (15/9), tim Garuda Nusantara kalah dari Thailand dengan skor seimbang 3-2. dilansir dari CNN Indonesia, Pada babak pertama permainan Indonesia berlaga cukup meyakinkan. Berbagai peluang tercipta, namun itu belum menjadi penentu Indonesia dapat melaju kebabak selanjutnya. Pada babak pertama, peristiwa yang melibatkan Saddil Ramdani dan Wudtichai Kumkeam harus dibayar mahal dengan dijatuhkan kartu merah kepada Saddil yang baru masuk ke lapangan kurang dari satu menit. Timnas Indonesia U-19 gagal melangkah ke partai puncak Piala AFF U-18 2017. (Dok. PSSI)   Indonesia pun  harus berjuang dengan bermain dengan jumlah 10 orang di babak kedua. Kalah jumlah pemain, anak asuh Indra Sjafri tak patah arah, mereka tampil mengejutkan dengan mendominasi serangan dan beberapa kali mengancam gawang Thailand yang dikawal Kantaphat Manpati. Skor pun imbang tanpa gol hingga akhir dua babak pertandingan. Laga berlanjut ke babak adu penalti.   Timnas Indonesia U-19 akan kembali bertanding pada Minggu (17/9) memperebutkan peringkat ketiga di Piala AFF U-18 2017. (Dok. PSSI) Egy Maulana Vikri menjadi eksekutor pertama Indonesia sekaligus membuka keunggulan Merah Putih. Eksekusi penaltinya membuat Indonesia unggul 1-0. Thailand. Egy membuka asa Merah Putih maju ke final. Kapten Thailand, Kritsada Kaman gagal mengeksekusi tendangan penalti sehingga membuat Indonesia tetap unggul 1-0. Sayang tendangan pinalti kedua Indonesia yang dilakukan M Iqbal tidak mampu menambah angka bagi Indonesia. Sehingga kesempatan untuk mengungguli Thailand lebih jauh tidak terwujud. Justru skuat Gajah Perang yang menyamakan kedudukan setelah Nattawut Chootiwat menyamakan kedudukan. M Luthfi Kamal Baharsyah kembali mengantarkan Indonesia unggul 2-1. Tetapi keunggulan langsung dibalas oleh Chokanan Saima-In yang mampu membobol gawang Indonesia. Skor 2-2. Nurhidayat Haji Haris di posisi bek tengah yang tampil cukup apik di laga ini tidak dapat menyelesaikan penampilannya dengan sempurna. Tendangannya ditepis kiper Thailand Kanthapat Manpati. Teerapat Laohabut membuat Thailand berbalik unggul 3-2. Rifad Marasabessy yang menanggung beban sebagai penendang terakhir, tidak bisa menyelamatkan Indonesia. Indonesia kalah 2-3 di babak adu penalti dan gagal mengulang cerita berlaga di partai puncak seperti empat tahun lalu di Sidoarjo, Jawa Timur, ketika Evan Dimas dan kawan-kawan berjaya di hadapan suporter yang memadati Stadion Gelora Delta. Rachmat Irianto dan tim akan segera menjalani laga perebutan peringkat ketiga, Minggu (17/9), menghadapi kesebelasan yang kalah di laga semifinal antara Myanmar dan Malaysia.

Berikut Schedule Coaching Clinic Sepakbola Sosial, Ritual Tahunan Ini Pimpin Langsung Oleh Pelatih Amerika

jadwal-uni-papua

Coaching clinic yang rutin di adakan oleh Uni papua FC mendapatkan respon positive dari pelatih luar negeri. Unipapua yang tak lain di gagas oleh Harry Widjaja, CEO Uni Papua Indonesia FC/IDGEN, masih konsisten menebarkan rasa kepedulian terhadap sesama anak bangsa dengan sepakbola. Agenda rutin Unipapua kali ini di bantu oleh pelatih dari CAC Emily Kruger yang datang dari Amerika Serikat dan juga Tejas dari India, serta Frans Paraibabo yang tak lain merupakan pelatih berlisensi di PSSI yang memimpin langsung program ini melalui kerjasama dalam bidang sosial. Rencananya selama di Bali, materi yang diajarkan di antaranya adalah: 1. Circle of Friends 2. Mingle-Mingle 3. Marta for Conflict Resolution 4. Messi For Healthy and Awareness 5. Gaza Support System 6. Stamford Bridge, dan 7. Games For Children Dan setelah dari Bali, program Coaching Clinic CAC Uni Papua FC ini akan berlanjut di Kupang dan Belu, Nusa Tenggara Timur. Sedangkan untuk kegiatan di NTT telah bekerjasama dengan SSB Bintang Timur, yang didirikan oleh Ketua Komisi V DPR sekaligus Tokoh Masyarakat NTT dan Pengurus PSSI yang sangat cinta akan olahraga sepakbola, yaitu Fary Francis. Perkiraan, moment Coaching Clinic di NTT akan diselengarakan pada tanggal 18 – 22 September 2017. Menurut rilis yang di terima nysnmedia.com, kegiatan ini sekaligus menjadi penjajakan program sepakbola perbatasan IDGEN dengan BNPP yang telah mengadakan MOU pada 12 Juli 2017 lalu, antara Ketua BNPP Tjahjo Kumolo dengan CEO dan Pendiri Uni Papua FC, Harry Widjaja. Coaching Clinic CAC juga akan berlanjut di pulau Cenderawasih, tepatnya di Kepala Burung akan melibatkan para praktisi sepakbola sosial Uni Papua FC Sorong. Para guru-guru olahraga, pelatih Uni Papua dari Sorong dan Sorong Selatan serta Maybrat akan bergabung selama 5 hari untuk mengikuti program CAC ini. Coaching Clinic di Sorong, Papua Barat akan diadakan pada tanggal 25 – 29 September 2017 mendatang.     Sementara itu kegiatan Coaching Clinic Uni Papua Indonesia FC dengan CAC akan ditutup di Aceh, oleh Uni Papua FC Kuta Gle Aceh yang dikomandani oleh Fauzany. Dalam agendanya di Aceh, penyelenggaraan Coaching Clinic ini akan didukung oleh Pemerintah Kota Aceh, dan melibatkan Walikota Aceh H. Aminullah Usman SE membuka kegiatan ini, serta didukung oleh Asprov PSSI Aceh, Dispora Aceh, dan mitra-mitra kerja Uni Papua Aceh. Coaching Clinic akan berlangsung di Stadion Harapan Bangsa Aceh, pada tanggal 2-5 Oktober 2017, akan dihadiri juga oleh Pelatih PPLP dari Jawa Tengah Andreas Kristianto dan peninjau program sepakbola sosial dari Perancis.(red)

Uni Papua FC Jalin Kerjasama dengan Coaches Across Continents

uni-papua

Dalam menjaga konsistensi dan program berkelanjutan komunitas sepakbola sosial Indonesia Uni Papua Indonesia, yang berada dibawah payung organisasi IDGEN mengadakan ritual tahunan yang ke-5 kalinya sejak tahun 2012. Secara rutin moment ini menjadi agenda tahunan yang bernama Coaching Clinic untuk Para Pelatih Sepakbola Sosial bersama Organisasi Dunia, Coaches Across Continents (CAC). CAC adalah NGO dari Amerika Serikat untuk pelatihan pelatih sepakbola sosial, organisasi ini didirikan oleh Nick Gates, yang tak lain merupakan mantan Pemain Liga Inggris, CAC saat ini adalah Organisasi yang terbesar di dunia dan menjalankan programnya lebih dari 50 Negara. Tujuan Uni Papua dan CAC pada pelatihan ini diantaranya untuk memperlengkap para insan pelatih sepakbola secara sosial, dan juga untuk memperdalam materi-materi baru yang berhubungan dengan kehidupan sosial anak-anak untuk dapat memahami tentang masalah-masalah sosial yang berkembang dan diajarkan melalui permainan sepakbola. Rabu,13 September 2017. Menurut rilis yang di terima oleh nysnmedia.com, pada opening ceremoni pertama diadakan pada hari senin kemarin 11 September 2017, hingga sampai dengan 15 September 2017 mendatang di Denpasar Bali. Coaching Clinic itu diikuti oleh para pelatih Uni Papua FC Bali yang berasal dari penjuru Denpasar dan sekitarnya, ada juga pelatih Uni Papua cabang Surabaya, Probolinggo, Blitar, hingga pelatih asal Afrika Selatan, Perancis yang bergabung, serta dari organisasi mitra Uni Papua FC yang tersebar di Bali.(red)

Stadion Benteng Saat Ini Yang Hanya Menjadi Kenangan Akan Kebesarannya

Stadion Benteng siapa yang tidak kenal stadion satu ini, apalagi bagi kamu warga Tangerang. Salah satu stadion legendaris sepak bola Indonesia yang telah banyak mencetak pesepakbola hebat; Seperti Mukti Ali Raja, Firman Utina, Ilham Jaya Kesuma, Zaenal Arief, dan Nova Zainal. Sejumlah nama pesepakbola pernah menjadi bagian penting dalam sejarah Stadion Benteng. Menurut lansiran cnnindonesia.com, Stadion Benteng dahulu tempat klub sepakbola Tangerang, yaitu milik Persita. Namun, kini keadaan stadion begitu mengenaskan, bahkan benar-benar terlihat tak layak. Lebih dari setengah tribune penontonnya telah tertutupi alang-alang, banyak coretan di tembok, serta bau pesing tercium di seluruh sudut stadion. Bangunan di antara tribune selatan dan timur yang tak jua selesai dibangun. Pintu-pintu masuk stadion juga sudah tak terlihat lagi karena tertutup alang-alang yang tingginya melebihi tinggi pintu-pintu. Tak hanya itu, menelisik ke ruang ganti tak manusiawi, Besi-besi loket pembelian tiket penuh karat dan coretan. Serta bangunan kumuh di sekitar stadion dan pagar pembatas di tribune Timur sekarang identik jadi jemuran pakaian. Hanya tersisa lapangan stadion, fasilitas di Stadion Benteng yang masih terawat dan digunakan rutin setiap harinya sebagai tempat latihan penggawa Persita. Semua itu karena urunan dana dari para mantan pemain dan sedikit bantuan dari Pemerintah Kabupaten Tangerang yang membuat lapangan di Stadion Benteng masih layak dijadikan tempat latihan. Seperti yang dilansir dari cnnindonesia.com, Ilham Jaya Kesuma, seorang pemain nasional mencoba mengingat kembali masa jaya bersama Persita di Stadion Benteng. Ilham datang ke Persita pada 1996. Dulu stadion Benteng dianggap simbol kejayaan Persita. Karier Ilham sebagai pemain nasional dimulai dari stadion Benteng tersebut. “Saya itu banyak pengalaman manis dan pahit sama Stadion Benteng. Pertama kali saya datang itu ke Tangerang ya ke Stadion Benteng, saya tinggal di sini. Saya tidur di samping, di bawah (tribune) ada kamar seperti mess gitu. Semua kegiatan fokus di lapangan. Jangankan AC, hanya ada kipas angin dan banyak nyamuknya,” ucap Ilham seperti yang dilansir CNN Indonesia. Pada tahun 2015, masalah pahit Stadion Benteng pun ada saat Tangerang dibagi menjadi dua yaitu Tangerang Kota dan Kabupaten. Stadion Benteng ada di dalam kota, tapi dimiliki oleh pihak kabupaten. Tak hanya sampai itu, keributan antar suporter Persita dan Persikota memperkeruh suasana stadion, hal tersebut terus menelan korban jiwa. Sampai akhirnya 2010, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang mengeluarkan fatwa haram untuk semua kegiatan Persita di Stadion Benteng. Sejak saat itu, Ilham berkata fasilitas di Stadion Benteng terbengkalai. Hanya lapangan sepakbola saja yang masih sedikit lebih terurus sampai sekarang.

Keterbatasan Tidak Menghalangi Eman Sulaeman Membuat Dunia Berdecak Kagum di Ajang Homeless World Cup

Keterbatasan bukan halangan. Eman Sulaeman, Lahir sebagai difabel tapi tidak menyurutkan langkahnya sebagai kiper Indonesia pada Homeless World Cup 2016 di Glasgow, Skotlandia. Seperti yang dilansir detikSport, Eman sulaeman terlahir sebagai disabilitas. kaki kanannya hanya ada sampai pergelangan, sedangkan kaki kirinya sampai lutut. Semua keterbatasan itu, tidak memberhentikan langkah Eman di atas lapangan. Saat bermain sebagai kiper ia bertumpu dengan kaki kanannya, sementara tangan kiri ikut menahan badan ketika sedang menguasai bola. Eman dan rekan-rekannya membawa nama Indonesia di Homeless World Cup. Mereka  semua, memperjuangkan diri sebagai kalangan yang termajinalkan. Sedikitpun Eman tidak terlihat malu-malu. Beberapa kali ia berhasil menyelamatkan gawangnya dari tembakan bola lawan, lalu kembali melemparkan bola jauh-jauh keluar dari area timnya. Tak hanya itu, Eman juga bergerak sangat lincah, meski dengan dua kaki yang tak sempurna. “Kang Eman kayak peluru. Melesat ke sana-ke mari,” ujar Tiffani Imron, mahasiwa University of Strathclyde asal Surabaya menurut lansiran DetikSport. Sepakbola memang bukan hal baru bagi Eman. sejak kecil ia sudah bermain bola, bahkan bermain sebagai striker, sebelum akhirnya ia beralih menjadi kiper. Ia merasa senang menikmati atmosfer pertandingan kali itu dan bangga sekali bisa mewakili tim Indonesia sampai ke Skotlandia. Kegigihan Eman tersebut mengundang decak kagum masyarakat. Menurut lansiran dari detikSport, Beberapa media Inggris, seperti The Mirror, memuji ketangguhannya kendati memiliki keterbatasan fisik. Video dirinya melakukan penyelamatan beredar di situs jejaring sosial Facebook. Penonton yang menyaksikan aksi hebatnya langsung  ikut menyemangati. Eman, dan juga rekan-rekannya, ingin membuktikan bahwa dengan mereka bermain di Homeless World Cup bisa mengaburkan keterbatasan dan pandangan miring. Hingga akhirnya semua itu bisa dihadapi.  

Timnas Futsal Putra Berhasil Taklukkan Thailand

Foto: Bola.com. Tim Futsal Putra Indonesia di SEA Games 2017

Timnas Futsal putra Indonesia berhasil taklukkan Thailand pada laga perdana di SEA Games 2017.  Tim Indonesia sikat habis tim kuat Thailand 4-2 di Shah Alam Panasonic Sports Complex, Minggu (20/8/2017). Seperti yang dilansir Liputan6.com (20/08/2017), Indonesia telah memakai taktik yang tepat saat penyerangan di awal laga. Tim merah putih pun unggul lebih dulu di menit ketiga melalui aksi tendangan Subhan Faidasa. Tertinggal di awal laga membuat Thailand berusaha sangat keras. Jetsada Chudech membawa Thailand mengejar ketertinggalan di menit 23. Namun semenit kemudian, Indonesia kembali  mencetak gol keduanya. Di menit 18, Indonesia unggul kembali berkat gol Sauqy Saud Lubis. Harus mengejar ketertinggalan dua gol, Thailand mengandalkan strategi power play. Strategi ini sukses membuat Thailand memperkecil ketertinggalan melalui second penalty di menit 39 yang dieksekusi Suphawut. Namun, di akhir laga, Alexander mencuri bola dari pemain Thailand sebelum dengan mudah menceploskan si kulit bundar ke gawang kosong. Menurut Lansiran, Tim Indonesia memang punya peluang bagus meraih medali emas. Dengan begitu, Indonesia bisa taklukkan Thailand yang selama ini merupakan raja di futsal putra Asia Tenggara.

Laga Perdana SEA Games 2017: Timnas Futsal Putri Kalahkan Malaysia

Barisan Timnas Putri di ajang Sea Games 2017. Foto: Okezone

Timnas futsal putri Indonesia berhasil mengalahkan tuan rumah Malaysia 2-1. Tim asuhan Andre Picesa ini mampu meraih prestasi gemilang di laga perdana SEA Games 2017, Minggu (20/8/2017). Menurut lansiran Liputan6.com (20/08/2017), Indonesia unggul lebih dulu pada menit 11 dan 19 berkat gol dari Novita Murni Piranti serta Susi Susanti di Shah Alam Panasonic Sports Complex. Pada babak kedua, Malaysia pun coba menekan Indonesia. Hasilnya Norhawa mampu membawa Malaysia unggul dari Indonesia di menit 32. Walaupun begitu, Tim garuda muda putri tetap mendapatkan keunggulan 2-1 dari malaysia. Tak hanya putri, timnas futsal putra Indonesia juga ikut memetik kemenangan pada laga beberapa jam sebelumnya dengan tim kuat Thailand 2-1 di laga pertama SEA Games 2017.  

Malaysia Turunkan Posisi Indonesia di Klasemen Medali SEA Games 2017

Posisi Indonesia turun ke urutan kedua di klasemen sementara perolehan medali SEA Games 2017, Kamis (17/8/2017). Malaysia kini menggeser Indonesia dan menempati puncak klasemen dengan 4 medali emas, 3 perak dan 3 perunggu. Seperti yang dilansir dari Liputan6.com (17/08/2017), Indonesia hanya menambah satu perunggu dari tim panahan beregu wanita yang mengalahkan Thailand. Indonesia gagal menyumbang medali. Padahal tim Indonesia sebenarnya berharap menambah medali di cabor renang indah nomor free routine solo.

Indonesia Siap Susul Vietnam Di Klasemen SEA Games 2017

Foto: Antara Foto (kompas.com). Pesepakbola Timnas

Indonesia meraih kemenangan 3-0 dalam pertandingan yang digelar di Stadion Shah Alam, Selangor, Kamis (17/8/2017). Hal ini membuktikan Indonesia telah berada di peringkat kedua klasemen sementara Grup B cabang sepak bola SEA Games 2017. Menurut Lansiran Kompas.com (18/08/2017), Indonesia unggul 3-0 berkat gol-gol yang dicetak Septian David Maulana dan M Hargianto di babak pertama. Serta aksi individu tendangan keras di menit ke-58 Saddil Ramdani. Indonesia begitu mudahnya mendapat 3 Gol, lain hal dengan Thailand. Ia baru bisa mencetak gol di babak kedua pada menit ke-59 lewat Kanitsribumphen Worachit. Itu adalah satu-satunya gol yang tercipta. Partai kedua Grup B yang digelar lebih awal , mempertemukan Vietnam dengan Kamboja. Vietnam menang 4-1 melalui dua gol yang dicetak Nguyen Cong Phuong ditambah dua gol Nguyen Quang Hai, dan Ho Tuan Tai. Dengan hasil tersebut, Vietnam memuncaki klasemen karena berhasil meraih dua kali kemenangan dan meraup enam poin. Sedangkan Indonesia  sendiri tempati peringkat dua yang diikuti Thailand dengan torehan poin sama.Berdasarkan yang dilansir dari kompas.com, jadwal pertandingan ketiga Grup B akan digelar Minggu (20/8/2017). Tim Garuda Muda akan siap menghadapi Timor leste.

Dukung Kesertaraan Gender, Football For Peace 2017 Tampilkan Tim Campuran

Tokoh putri yang tergabung dalam tim JKT69, (Dari Kiri, Erica, Thalia & Adinda), 21/05/17. (NYSN Media)

Berlaga dalam sepak bola adalah sebuah tantangan bagi kaum hawa, terlebih harus menyiapkan fisik yang baik serta istirahat yang cukup. Dari pantauan NYSN di lapangan ternyata ada dari satu Tim yang berisikan wanita yang bercampur dengan laki-laki dalam kompetisi. Tidak hanya 1 orang, tetapi 4 orang yang tergabung dalam komunitas JKT 69. Diantara tim JKT 69 yang di koordinatori oleh Oka, 4 gadis belia diantaranya Thalia, adinda, erika dan musdalifah. Keikut sertaan sosok perempuan bisa di indikasikan bahwa Football For Peace 2017 bukan sebuah tournamen biasa, yang sekedar mencari pemenang, tetapi lebih mengedepankan syarat dengan perdamaian. Di belakang sucsesi acara Football For peace 2017 juga menyimpan sosok kuat seorang ibu sederhana bernama Hirma Amilia Sjarif (43) yang selalu sigap dalam semua tugas kepanitiaan. Hirma yang mengabdikan dirinya menjadi bagian dari keluarga besar Unipapua terus terpanggil melakukan aksi sosial tanpa henti, perempuan dengan tenaga ektra ini terlihat tak pernah memiliki rasa lelah, lemah apalagi mengeluh. Hingga akhir acara kita dapat bercermin bahwa takkan ada acara yang lebih sucses tanpa campur tangan wanita. (adt)

Berkat Perjuangan Orang Tua, Remaja Ini Dinobatkan Menjadi Kiper Terbaik Dalam Barcelona Cup

Adi-Sepak-Bola

Sepak bola merupakan olahraga yang sangat disukai oleh Muhammad Adi Satryo. Pelajar yang biasa dipanggil Adi ini sudah menjadi atlet sepak bola sejak kelas 3 SD. Berawal hanya mengikuti sepak bola mini atau biasa disebut dengan futsal, akhirnya Adi merasa bahwa ia memiliki potensi dalam olahraga tersebut. Prestasi Adi bersama timnya dan juga prestasi individunya antara lain adalah sebagai berikut: 1. Juara 1 dalam Liga Menpora tingkat Nasional 2. Juara 2 dalam Liga Suratin 3. Keeper terbaik dalam Liga Danon 4. Keeper terbaik dalam Liga Suratin 5. Keeper terbaik dalam Barcelona Cup Diakui Adi, sang mama sangat berjasa selama ini dalam memperhatikan Adi agar tidak salah jalan dan terjatuh dalam pergaulan negatif yang sedang marak di kalangan anak muda sekarang ini. “Dari kecil, sebelum fokus dengan sepak bola, mama selalu melibatkan saya dalam berbagai jenis olahraga.” tutur Adi, yang juga mengatakan kepada NYSN bahwa untuk mengisi waktu senggang dan menghindari kegiatan yang tidak jelas, sekarang ini ia memiliki pelatih sendiri untuk mengajar sepak bola secara privat. (3/8) Pengalaman sedih juga pernah dirasakan oleh Adi di saat turut liga suratin dimana ada dua pilihan yang harus di pilih salah satunya. “Saat Liga Suratin, semi final dan finalnya bentrok dengan kegiatan UKK dari sekolah. Sempat ada masalah sama eyang dan mama, disuruh pilih pelajaran atau olahraga. Akhirnya saya nurut sama eyang, saya lebih pilih sekolah dan ikut UKK, karena biar bagaimanapun sekolah tetap yang utama. Saat itu, club saya yang di Bandung, yang akan mengikuti Liga Suratin bersama, langsung kecewa dan sampai sekarang masih agak canggung.” kata Adi. Di masa depan, Adi mengatakan bahwa ia ingin menjadi ABRI, karena tertarik ketika melihat film perang-perangan semasa kecil. “Raihlah cita-citamu setinggi mungkin, dan jangan lupa diiringi dengan doa.” tutup Adi.(crs/adt)

Para Wasit Perempuan Ini Siap Memimpin Jalannya Pertandingan Sepakbola di Inggris

Deliana-Wasit

Emansipasi perempuan saat ini sudah masuk ke dalam hampir seluruh segmen para laki laki, balap motor, balap mobil, basket, bahkan dalam olahraga tinju sekalipun wanita sudah mendominasi. Tak terkecuali dalam sepak bola, sudah banyak dalam suatu pertandingan menggunakan wasit perempuan. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa British Council dan Premier league sedang bekerjasama dengan wasit sepakbola Indonesia pada tahapan kursus pengembangan wasit premier skills yang pertama kali di adakan di Jakarta. Dalam kursus tersebut terdapat tiga level atau tiga tahapan dalam program pengembangan wasit, untuk tahun ini sebagai permulaan program level 2 dan 3 di lapangan ISCI Ciputat, Tangsel. Pada pengembangan level 1 adalah tentang pemahaman tentang pengantar peraturan standart law of the game (peraturan permainan) dan juga mengembangkan keterampilan praktis agar dapat memenuhi kualifikasi sebagai wasit. Sedangkan pada level 2 kursus tersebut lebih di tekankan pada jam terbang atau berpengalaman selama1-3 tahun di tiap pertandingan, dalam artian mereka terjun langsung memimpin pertandingan secara rutin. Rutinitas level 2 para wasit ini secara langsung mendemonstrasikan serangkaian kompetisi dan potensi sampai mereka lolos ke tingkat yang lebih tinggi. Dan pada level 3,selain terlibat secara rutin, mereka juga di tuntut untuk terlibat pembelajaran progresif dengan fase masa 4 tahun pengalaman. Serangkaian level tersebut sedang di jalani oleh calon wasit di program premier skills, dari banyaknya yang terlibat dalam program tersebut ada diantaranya 4 orang wasit perempuan. Dia bernama Mimin Mintarsih, Sumarni, Deliana Iman Dewi Gita, Gita Dewi Mulyani. Keempat wasit wanita ini akan di gadang menjadi wasit yang berskala international melalui program premier skills.(adt)

LIMA Futsal WJC 2017: UNINUS Si Juara Baru

Kompetisi tahunan LIMA Futsal Blibli.com West Java Conference (WJC) 2017 punya juara baru yaitu Universitas Islam Nusantara (UNINUS). Menurut ligamahasiswa.co.id (06/08/2017), perjalanan tim tersebut tidaklah mudah. Di fase grup mereka bertemu dengan lawan-lawan yang berat, seperti Universitas Islam Bandung (UNISBA) dan juara LIMA Futsal WJC 2016, STKIP Pasundan. Pertandingan pertama (2/8), UNINUS mampu seimbang dengan STKIP perolehan skor 3-3. Di pertandingan terakhir grup (3/8), tim berhasil menang telak 6-0 atas UNISBA. Hasil tersebut membuat UNINUS melaju ke babak empat besar. Pada babak selanjutnya, di empat besar, yang menggunakan sistem grup, UNINUS mampu meraih 2 kemenangan dan 1 kali hasil imbang. Kemenangan diraih UNINUS atas STKIP Pasundan (dengan skor 6-0) dan juara Pul C, Institut Teknologi Nasional (ITENAS), 6-1. Sementara seri didapat saat melawan Universitas Telkom, 3-3. Akhirnya, dengan UNINUS memperoleh 7 poin, berarti tim pun berhak atas gelar juara Blibli.com Lima Futsal West Java Conference 2017. Pelatih UNINUS, Riana mengatakan hasil yang didapat karena kerja sama tim, kepercayaan, dan doa dari semua pihak yang terlibat. Pada LIMA National, pelatih akan menambahkan motivasi agar usaha yang telah dijalani selanjutnya tidak terbuang sia-sia di tingkat nasional tersebut. LIMA Futsal Nationals 2017 akan dilaksanakan di Malang, Jawa Timur sekitar Oktober mendatang, UNINUS akan bersama Universitas Telkom sebagai wakil dari West Java Conference (WJC). Ini Dia Tim yang Lolos Ke LIMA National 2017: Tim Putra : Univeristas Islam Nusantara (UNINUS) Telkom University Tim Putri : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Universitas Padjadjaran (UNPAD) Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR)

LIMA Futsal WJC 2017: Tim Futsal Putri UPI Menang Atas Unpad

Tim futsal putri Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berhasil mempertahankan gelar juara dengan skor 3-1 di LIMA Futsal Blibli.com West Java Conference 2017. Tim putri berhasil mengalahkan pesaing terdekat yaitu Universitas Padjadjaran (UNPAD), Minggu (6/8). Menurut lansiran dari ligamahasiswa.co.id (06/08/17), pada pertandingan pertama UPI mampu meraih kemenangan. para pemain Unpad dibuat sulit dalam mengembangkan permainan. kapten UPI, Siti Latipah (9), di menit ke 6 meraih keunggulan untuk timnya melalui sepakan kaki kanannya. Setelah gol pertama tersebut, UPI semakin melebarkan sayap untuk kemenangan. Namun, menit ke-14, Unpad berhasil menyamakan kedudukan dengan serangan balik cepat oleh Leni Yuliani (10). Kemudian, UPI kembali mengejar dan unggul atas Unpad. Milda (14) berhasil memanfaatkan kelengahan tim Unpad di awal babak kedua. Hingga akhirnya Unpad semakin jauh tertinggal setelah pemain UPI, Theresia (21), lolos dengan mudah menendang bola ke gawang Unpad di menit ke-33. Hasil permainan pun berakhir dengan skor 3-1. Seperti yang dilansir ligamahasiswa.co.id, Pelatih Tim Putri UPI, Asep Supmena mengatakan di pertandingan pertama, tim UPI sudah bisa membaca pertandingan. sehingga strategi yang Asep siapkan bisa berjalan dengan baik. Tim UPI pun kembali meraih kemenangan. Pelatih juga menambahkan untuk menghadapi LIMA Nationals nanti,akan mempersiapkan tim sebaik mungkin. Dalam waktu 2 bulan ini, Pelatih akan meningkatkan skill individu para pemain agar siap menghadapi kompetisi nationals. Atas kemenangan yang telah diraih, berarti UPI berhak atas gelar juara LIMA Futsal Blibli.com West Java Conference 2017. Tim telah mengunci puncak klasemen putri setelah sikat 4 pertandingan dengan kemenangan.

British Council Memberikan Kesempatan Kepada Kaum Muda Untuk Membangun Budaya Olahraga.

opening-british-council

Sepertinya masyarakat Indonesia perlu bernafas lega, pasalnya premier skill ini tidak hanya mengakomodir atlet berbakat, tetapi juga akan memfasilitasi para wasit di seluruh indonesia melalui British Council. Perlu di ketahui bahwa Premier Skill kemitraan antara liga premier inggris (premier league) dan British council yang menggunakan sepak bola sebagai alat untuk mengembangkan masa depan potensi kaum muda hingga seluruh dunia. Program ini berawal dari ketertarikan dan keahlian global liga premier inggris yang telah berhasil menyajikan ajang sepakbola bergensi di dunia, premier skills mampu mempengaruhi pendekatan kelembagaan terhadap tindakan sosial melalui sepakbola serta memberikan pelatihan langsung kepada pelatih dan wasit. Terhitung sudah memasuki usia 10 tahun program premier skills ini berjalan, dari jumlah 17.715 pelatih dan wasit yang telah mengikuti pelatihannya di 29 negara. Artinya telah berhasil menjangkau 1,5 juta kaum muda, lalu 6000 guru yang telah mendapatkan pelatihan penggunaan materi bahasa inggris, juga 6,5 juta yang sudah melihat materi online. Semua program itu di berikan secara gratis. British council merupakan wadah atau organisasi intenasional inggris dalam bidang hubungan budaya dan beasiswa pendidikan. Bekerja sama dengan 100 negara di dunia melalui seni budaya telah berhasil menyedot perhatian lebih dari 20 juta orang secara langsung dan 500 juta orang secara online. Di Indonesia sendiri para pengurus British council mengaku telah siap memfasilitasi dan membuka sebanyak banyaknya peluang kepada masyarakat. (adt)

Closing Seremoni Pelatihan Wasit Premier Skills Berlangsung Lancar Di Lapangan ISCI Tangsel.

closing-british-council

Pembinaan dan pelatihan wasit yang di lakukan oleh sebuah organisasi internasional British Council berlangsung lancar, seleksi calon wasit turut di saksikan oleh kementerian terkait dan organisasi nasional seperti PSSI. Pada kesempatan itu, kementerian pemuda dan olahraga melalui Deputi III bidang pembudayaan olahraga, DR Raden Isnanta, MPD mengatakan bahwa wasit itu adalah pemimpin. “Wasit adalah pemimpin, sebagai dirijen di lapangan. Potensi olahraga nasional dan internasional tentang sepak bola sangat besar, kami kementerian pemuda dan olahraga mengakui kekurangan wasit yang berkualitas di dalam negeri.”ujar Isnanta Selain berikan ucapan selamat kepada peserta yang sudah mengikuti pelatihan wasit, dan dirinya berharap wasit indonesia berjiwa berbagi, salah satunya berbagi ilmu. “Salah satu budaya Indonesia adalah berbagi, saya sangat mengapresiasi program Premier Skill ini sebagai wadah peningkatan mental para wasit, dan saya berharap kepada pemuda yang berhasil mendapatkan kesempatan disini semoga bisa berbagi di lingkungan masing masing.”tegas Isnanta. Sementara itu hal senada juga di ungkapkan oleh sekertaris jendral Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Ratu Tisha Destria, di tempat yang sama dia mengatakan moment ini perlu di dukung dan di kembangkan sebagai icon kebangkitan olahraga sepak bola. “Iya, secara filosofi kami di PSSI memakai cara sederhana secara gotong royong, ibarat membangun rumah alangkah lebih baik jika bersama-sama, gotong royong membangun istana nan megah sebagai cita-cita bersama.” Kata Ratu. Ratu juga menambahkan bahwa wasit itu bertugas dan memiliki kewenangan untuk menjaga keindahan dalam sebuah pertandingan. “Wasit itu selain memimpin berjalannya sebuah pertandingan, mereka juga wajib menjaga keindahan olahraga tersebut, jika di ibaratkan sebuah candi, wasit ini memiliki tujuan membangun kerajaan sepakbola, dan para wasit disini juga menjadi gawangnya.” tambah Ratu Program premier skill rutin di selenggaran sebagai bentuk konsistensi demi menjaga hubungan baik kedua negara, antara inggris dan indonesia. Lalu akhirnya tersaji pertandingan bergengsi liga premier inggris di televisi swasta di Indonesia. Acara di tutup dengan pemberian sertifikat secara klasifikasi kelas atau level kemampuan wasit secara individu, di saksikan oleh wasit senior liga Inggris Graham Laws dan juga Clive Oliver. (adt)