Melalui Jirex’s Football Academy, Kementerian Perdagangan Bina Talenta Muda Sepak Bola

Melalui Jirex's Football Academy, Kementerian Perdagangan Bina Talenta Muda Sepak Bola

Jirex’s Football Academy Indonesia yang merupakaan binaan dari Kementerian Perdagangan hadir sebagai wadah pembinaan dan mengembangkan potensi anak-anak daerah yang berprestasi di sepak bola, guna mewujudkan mimpinya menjadi pemain profesional. Akademi sepak bola yang dibentuk pada 6 Januari 2019 lalu ini mengakomodir anak-anak daerah yang potensial, yang kurang terakomodir untuk bersaing di nasional. Mereka akan dibina secara profesional dan masuk program reguler. Tentu dengan fasilitas yang tergolong bagus dan lengkap. Usia yang dibina mulai dari anak kelahiran tahun 2006, 2007 dan 2008. Bagi anak-anak yang lolos ke akademi ini akan tinggal di dalam mes. Selain latihan (termasuk gym), sekolah anak-anak pun diperhatikan. Selain itu, anak-anak tidak hanya diasah bakat sepak bola, mereka juga akan diperhatikan dari sisi karakter. Harapannya, para anak-anak ini tidak hanya berbakat di lapangan saja melainkan di luar lapangan juga memiliki karakter yang baik. “Senin mereka latihan sore, Selasa latihannya pagi dan sore, hari Rabu mereka renang, hari Kamis latihan pagi dan sore, di Jumat, mereka akan Gym, Sabtu ada latihan pagi dan sore, sedangkan Minggu ada game, baik itu ikut turnamen, trofeo dll,” ujar Yendra Gandi selaku ketua Jirex’s Football Academy Indonesia, yang juga ASN di Kementerian Perdagangan, dilansir dari Tribun News. Ingin memberikan sumbangsih bagi negara di bidang sepak bola, akademi ini pun ketat dalam mengontrol anak khususnya berkaitan dengan sosial media. Di dalam mes tim, aturan belajar, berlatih pun telah tertata. Anak-anak hanya memegang handphone saat jam belajar baik pagi dan malam. “Di mes, kala pagi anak-anak latihan, kemudian belajar. Disini kami mengizinkan mereka menggunakan Handphone karena belajar saat ini kan sistem online. Setelah belajar usai, handphone kami kumpulkan. Sore kami salat berjamaah. Malam kami makan bersama dan baca Alquran bagi agama muslim, setelahnya kami memberikan handphone guna mereka belajar online, lalu akan kami kumpulkan jam 21.00 WIB,” ucapnya. Etika seorang atlet pun diajarkan kepada anak-anak. Karakter seorang atlet, baik disiplin dan sikap menjadi program utama di akademi ini sebelum masuk ke tahap teknik dan taktikal. Saat ini, dalam tim reguler berisikan 18 pemain yang berasal dari daerah Surabaya, Sidoarjo, Yogyakarta, Bengkulu, Sumatera Barat dan Riau.

Sukses Digelar, Program Kemenpora RI ‘Main Bola Yuk’ Dibanjiri Peserta

Sukses Digelar, Program Kemenpora RI 'Main Bola Yuk' Dibanjiri Peserta

Sebanyak 310 anak-anak mengikuti kegiatan “Main Bola Yuk” yang merupakan program Kemenpora RI dan Youth Fun Juggling Competition di Ballroom Grand Artos Hotel Magelang, Jawa Tengah, Minggu (29/11). “Main Bola Yuk” menurut Menpora RI, Zainudin Amali, program ini merupakan bagian dari program untuk memberikan semangat kepada pemain usia dini. Program ini menjadi perhatian dan fokus pemerintah bersama PSSI dan seluruh stakeholder sepakbola Indonesia dalam rangka meningkatkan prestasi sepak bola Indonesia menuju pentas dunia. Selain itu, “Main Bola Yuk” juga merupakan salah satu bentuk respon dari Instruksi Presiden (Inpres) No.3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Sepak Bola Nasional. “Tak cukup hanya slogan saja. Melalui program tersebut para pemain usia dini pun akan berkompetisi melalui Youth Fun Junggling Competition untuk menarik minat dan mencari bakat anak-anak muda Indonesia di sepak bola,” ujarnya dari laman resmi kemenpora.go.id, Senin (30/11). Menpora RI berharap, persepakbolaan nasional akan mendapatkan dukung secara penuh dari masyarakat. “Itulah tujuan Kemenpora RI melaksanakan Youth Fun Juggling Competition. Penyelengaraan ini kami gelar di 36 Kota dan Kabupaten. Khususnya daerah yang sepakbolanya sedang bergairah. Tidak menutup kemungkinan, ke depan di tempat lain juga akan kita gelar program semacam ini,” tambah Menpora RI. Sementara itu, kegiatan ini bagi Kabupaten Magelang dianggap sebagai sarana mencari bibit unggul pemain sepakbola usia dini. Lebih lanjut, Kadisparpora Magelang, Iwan Sutiarso, berharap jika nantinya akan bermunculan pesepakbola berprestasi asal Magelang seperti Bagus Kahfi dan Bagas Kaffa. “Terima kasih kepada Kemenpora RI. Kesempatan ini luar biasa, dari sekian banyak kabupaten/kota, Magelang terpilih menjadi salah satunya. Kegiatan ini merupakan bagian untuk mencari bibit unggul pemain sepak bola usia dini,” ujar Iwan Sutiarso saat membuka acara ‘Main Bola Yuk’. “Semoga adik-adik peserta semua juga bisa menjadi seperti Bagus, Bagas bahkan bisa lebih hingga ke tingkat internasional, semua butuh proses panjang dari usia dini, kami apresiasi kegiatan seperti ini. Ini juga sebagai adaptasi baru cara berlatih di tengah pandemi,” tutur Iwan menambahkan. Mantan pemain PSIS Semarang, M. Irfan, yang turut hadir juga mengapresiasi upaya Kemenpora menggelar acara ‘Main Bola Yuk’ dan Youth Fun Juggling Competition ini. “Kemenpora luar biasa menggelar kegiatan ini sebagai dasar pembinaan atlet usia dini. Dan merupakan sejarah membangun enam stadion untuk mendongkrak prestasi sepak bola nasional menuju pentas dunia,” ujar pria yang saat ini juga menjadi pelatih PON Jateng ini. “Fase grassroad seperti ini (pengenalan bakat, penemuan bakat, pembentukan bakat dan penetrasian bakat) bagus sekali dan harus ditaati dengan sesuai kurikulum yang baik. Makanya lisensi pelatih itu penting untuk melakukan pengembangan agar tidak sembarangan. Persepsinya untuk anak-anak usia 16 tahun kebawah ini adalah pengembangan, jangan ada tekanan, karena mereka akan berkreasi dengan sendirinya. Tetapi, harus tetap ditetapkan mental pemenang, kejujuran, patuh dan hormat kepada pelatih, guru dan orang tua,” terangnya. Sedangkan Ketua Askab PSSI Magelang, Rohman Rokhim, merasa bangga dan apresiasi kepada Kemenpora atas acara ‘Main Bola Yuk’ dan Youth Fun Juggling Competition yang digelar di Magelang. “Kegiatan ini menambah semangat dan motivasi kepada kami dan memberikan semangat kepada anak-anak bermain sepak bola. Semoga Kemenpora akan lebih banyak menggelar acara seperti ini, terlebih ada kompetisi yang sebenarnya maka anak-anak akan lebih semangat menggelorakan sepak bola ini,” jelasnya. Kegiatan ini diikuti peserta dengan usia 12-16 tahun dari 14 Sekolah Sepak Bola (SSB) di Kabupaten Magelang. Karena adanya dampak Pandemi Covid-19, maka hanya ada 30 peserta yang mengikuti secara langsung dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, sementara 280 peserta lainnya mengikuti secara virtual. Anugrah Rizky dari SSB Indonesia Muda berhasil menjadi pemenang usai melakukan jugling selama 2 menit 13 detik. Pemenang akan mendapat hadiah berupa jersey resmi Tim Nasional Sepak Bola Indonesia.

Sempat “Tarik-Ulur”, Barito Putera Izinkan Bagus ke FC Utrecht

Usai "Tarik-Ulur", Barito Putera Izinkan Bagus ke FC Utrecht

Polemik antara Barito Putera dengan Bagus Kahfi terkait kepindahan sang pemain ke klub Belanda, FC Utrecht, akhirnya menemukan “titik terang”. Pihak Barito menyatakan pihaknya sudah melepas Bagus ke FC Utrecht. Hal ini diutarakan langsung oleh pemilik Barito Putera, Hasnuryadi Sulaeman, saat melakukan pertemuan dengan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan dan Bagus Kahfi di kawasan Kebayoran, Jakarta, pada Selasa (1/2/2020) malam. Hasnur menegaskan Barito sudah mengirimkan surat resmi ke FC Utrecht. “Kami sudah bersurat ke Utrecht semoga secepatnya karena ini juga untuk menangani cederanya bukan untuk bermain tapi buat tangani itu,” ucap Hasnur. Hasnur menegaskan, Barito akan menepati janji awalnya, yakni selalu mendukung pemainnya yang hendak bermain di luar negeri. Terlebih dengan bermain di Eropa bisa membawa perubahan untuk Bagus dan juga untuk Timnas Indonesia nantinya. “Bagus sebelumnya sudah silahtuhrami ke Banjarmasin terus kami minta waktu, kemarin trial dia merasa sudah cocok,” beber Hasnur. “Barito putera mendukung dan InsyAllah memberikan yang terbaik untuk karier Bagus bergabung dengan Utrecht semoga berkah dan membawa kebaikan untuk timnas indonesia,” pungkas Hasnur. Sementara itu, PSSI yang diwakili oleh Mochamad Iriawan mengaku mengapresiasi keputusan yang diambil oleh Barito Putera. Tentu PSSI selaku Federasi Sepak bola Tertinggi di Indonesia sangat mendukung keputusan Barito Putera. “Terima kasih dari PSSI kepada Barito Putera yang sudah membesarkan Bagus selama ini dan membikin klub Eropa tertarik untuk mengambilnya. Kami mendukung Bagus Kahfi berkarier di Eropa,” kata Iriawan. “Keikhlasan beliau (Hasnuryadi Sulaiman) luar biasa dan saya angkat topi. Ini tentu menjadi tauladan bagi tim yang lain. Untuk Bagus, kami berharap ia terus bersemangat, kerja keras dan selalu bermain maksimal. Dan saat panggilan ke timnas Indonesia ia harus kembali,” tambah Iriawan. Sebelumnya, FC Utrecht telah memberikan tawaran hingga Jumat (27/11/2020) kepada Barito Putera untuk melepas Bagus Kahfi. Namun, tim asal Banjarmasin itu belum bisa melepas Bagus. Rencana proses perpindahan ini dibantu oleh Mola TV. Seperti diketahui, Mola TV bekerja sama dengan PSSI membuat program Garuda Select untuk memberikan pelatihan terbaik kepada pemain Indonesia di Inggris selama enam bulan. Biodata: Nama: Amiruddin Bagus Kahfi Alfikri Tanggal Lahir: 16 Januari 2002 Tempat Lahir: Magelang Posisi: Pemain Depan Prestasi: Top Skor Piala Soeratin U-15 (2017) Top Skor Piala AFF U16 (2018) Fun Fact: Bagus Kahfi memiliki saudara kembar yang juga merupakan seorang pesepakbola bernama Amiruddin Bagas Kaffa Arrizqi. Keduanya lahir pada tanggal dan tempat yang sama. Bagus merupakan kakak dari Bagas. Bagas dan Bagus secara fisik punya kemiripan yang identik. Namun, bila diamati lebih seksama, postur tubuh Bagas lebih tinggi daripada Bagus. Bagas juga memiliki codet bekas luka jahitan di bawah mata.

Tolak Panggilan Timnas Indonesia, Pemain Ini Ingin Fokus ke Timnas Belanda

Tolak Panggilan Timnas Indonesia, Pemain Ini Ingin Fokus ke Timnas Belanda

PSSI sebagai induk sepak bola tertinggi di Indonesia memang tengah gencar mencari pemain keturunan Indonesia yang tengah berkarier di luar negeri. Nama-nama seperti Elkan Baggot dan Jack Brown yang sudah masuk dalam daftar pemain timnas U-19 Indonesia merupakan contoh sukses proses naturalisasi yang dilakukan PSSI. Namun, tak semua pemain “mau” menerima panggilan dari PSSI. Salah satu pemain keturunan Indonesia menolak panggilan PSSI untuk memperkuat Timnas U-19 adalah Jayden Oosterwolde dari klub FC Twente. Kabarnya ia akan dipanggil Timnas Belanda sehingga menolak panggilan Indonesia. Jayden yang berposisi sebagai bek kiri tersebut, merupakan salah satu incaran utama dari Shin Tae-yong untuk memperkuat skuatnya. “Sementara kan masih ada sembilan pemain (keturunan), satu sudah dipastikan tidak bisa. Satu yang tidak bisa itu dipakai Timnas Belanda, Jayden bek kiri Twente. Dia lebih pilih ke Belanda, padahal Shin mau banget sama dia,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen PSSI Yunus Nusi, dilansir dari Detik Sport. Dengan begitu, kini tersisa enam dari sembilan pemain keturunan yang tersedia untuk dicoba kemampuannya bersama Timnas Indonesia U-19. Dua di antaranya, yakni Mahessa bersaudara, sudah dicoba pada penghujung Pemusatan Latihan Timnas U-19 di Kroasia pada akhir Oktober lalu. Dari tujuh pemain keturunan tersisa, Jayden Oosterwolde termasuk salah satunya. Selain Jayden, mayoritas pemain keturunan tersisa yang akan dicoba berasal dari Belanda juga. Mereka akan dicoba dalam Pemusatan Latihan (TC) lanjutan yang kemungkinan besar akan digelar di Spanyol. “Mudah-mudahan (pemain keturunan) yang dari Belanda bisa masuk ke Spanyol, Shin (Tae-yong – pelatih timnas) kan inginnya bisa lihat langsung, tatap muka,” lanjut Yunus Nusi. Jayden juga punya darah Suriname sehingga pemain 19 tahun itu bisa memperkuat tiga negara. Laporan menyebut ia sudah mantap memilih Timnas Belanda. Pemain kelahiran Zwolle, Belanda, itu baru mencuat di tim senior Twente mulai musim 2020/2021. Total ia kini telah memperkuat Twente sebanyak sembilan kali di Eredivisie.

Setelah EPA dan Akademi, PSS Sleman Berencana Kembangkan SSB

Setelah EPA dan Akademi, PSS Sleman Berencana Kembangkan SSB

PSS Sleman semakin menaruh perhatian khusus terhadap pembinaan talenta-talenta pesepak bola muda Indonesia melalui Development Center-nya. Sebelumnya, Development Center PSS telah merintis Elite Pro Academy (EPA) yang sudah tampil di Liga 1 berbagai level usia pada 2019. Setelah itu, PSS juga sudah gencar melakukan pembinaan usia muda melalui akademi klub. Ke depannya, klub yang bermarkas di Stadion Maguwaharjo ini juga berencana mengembangkan soccer school atau sekolah sepak bola (SSB). Hal tersebut diutarakan oleh Guntur Cahyo Utomo selaku Kepala Development Center PT Putra Sleman Sembada (PT PSS), Jum’at (27/11/2020). “Di Development Center PSS ini ada tiga program yang kaitannya langsung dengan pengembangan pemain,” ujarnya, dilansir dari Detik Sport. Kemudian apa perbedaan dari EPA, akademi klub, dan SSB di PSS Sleman? Menurut Guntur, soccer school atau SSB diperuntukkan bagi anak-anak yang ingin mengenal sepak bola. Terutama bagi anak-anak yang ingin merasakan latihan ala PSS. “Tujuan pertama tetap memfasilitasi lebih banyak anak untuk merasakan metodologi PSS Sleman. Merasakan bagaimana berlatih lalu berproses dengan pengelolaan yang jauh lebih intensif,” jelasnya. Sementara EPA merupakan atlet-atlet yang memang dinilai memiliki potensi cukup besar untuk bisa dikembangkan ke level permainan yang lebih tinggi. “Jadi ini memang hasil seleksi, hasil rekomendasi, serta banyak hal yang kami lakukan. Kami berharap ke depan bisa mendapatkan talenta-talenta top yang memang bagus di sepak bola. Mereka bisa kami tingkatkan dengan cepat agar dapat bergerak lebih cepat ke level top,” kata Guntur. Berbeda dengan EPA, akademi klub lebih fokus mematangkan potensi talenta muda untuk memulai karier profesional. “Di layer kedua ada akademi. Di pembinaan sepak bola itu ada yang namanya late developer, jadi perkembangan anak-anak yang relatif lambat. Di masa mudanya mereka tidak begitu terlihat, cenderung diragukan apakah bisa mencapai level top atau tidak,” kata Guntur. “Tujuan akademi ini salah satunya adalah memfasilitasi talent-talent yang seperti itu. Sudah tampak potensinya, tetapi belum maksimal. Masih harus menunggu satu dua tahun untuk mencapai titik optimal mereka dalam berkembang. Mereka ini yang juga harus dipelihara karena seringkali bakatnya sangat bagus tetapi belum begitu tampak,” lanjutnya. Namun, Guntur menjelaskan jika SSB ini masih embrio. Pihaknya baru mematangkan semua persiapannya karena direncanakan untuk jangka panjang. “Jadi soccer school ini masih embrio, mungkin belum akan berjalan tahun ini atau tahun depan, tetapi untuk jangka panjang,” ucapnya. Mekanismenya, yaitu pihaknya akan mengelola SSB secara sistematis. Sehingga SSB bisa tertata dan profesional. “Saya tidak mengatakan bahwa teman-teman di SSB tidak sistematis, bukan. Tetapi, kami memperkenalkan metodologi, memperkenalkan cara berlatih, memperkenalkan cara bermain sesuai dengan apa yang kami yakini benar,” tegasnya.

Selangkah Lagi Brylian Aldama Gabung Klub Eropa

Selangkah Lagi Brylian Aldama Gabung Klub Eropa

Pemain Timnas Indonesia U-19, Brylian Aldama, selangkah lagi akan mewujudkan mimpinya untuk bermain di Eropa. Pemain berusia 18 tahun itu bakal bergabung dengan klub Kroasia, HNK Rijeka. Ketertarikan HNK Rijeka kepada Brylian Aldama bermula dari rekomendasi Garuda Select. Direktur teknik Dennis Wise mempromosikan potensi sang gelandang kepada klub asal Kroasia tersebut. Bak gayung bersambut, tawaran itu disambut oleh Rijeka yang tertarik dengan kemampuan Brylian. Pemain kelahiran Surabaya itu punya kesempatan dikontrak selama 18 bulan. “Brylian Aldama sudah mendapatkan undangan dari klub Kroasia. Kami sudah mendapatkan klub untuk dia yaitu HNK Rijeka,” kata perwakilan Mola TV sekaligus penggagas Garuda Select, Mirwan Suwarso, dilansir dari Detik Sport. “Brylian tinggal menunggu dokumen resminya saja, seperti visa dan paspor pemain dari PSSI. Lalu dia berangkat ke Kroasia. Dia akan bergabung dengan tim U-23 HNK Rijeka,” ujarnya menjelaskan. Datangnya tawaran dari Rijeka bukan hal yang tiba-tiba datang. Pihak Mola TV gencar mempromosikan pemain-pemain Indonesia hasil didikan Garuda Select ke klub-klub Eropa. Brylian Aldama salah satunya. Dennis Wise yang menjabat Direktur Sepakbola Garuda Select kerap turun langsung bernegosiasi dengan klub. Maklum, statusnya sebagai legenda Chelsea bisa membuat klub-klub Eropa percaya dengan pemain yang dipasarkan Mola TV. “Kami carikan satu klub yang berjanji mengembangkan pemainnya. Artinya, kalau mereka berjanji mengembangkan, berarti mereka rela melepaskan satu slot pemain non-Uni Eropa,” tutur Mirwan. “Kebetulan pelatih mereka juga sudah berbicara dengan Dennis Wise untuk memberikan kesempatan buat Brylian Aldama. Harusnya begitu dokumennya beres, dia langsung berangkat. Secepatnya dia akan ke sana. Dia sudah ditunggu. Tinggal menunggu visa dan paspor pemain dari PSSI,” ucapnya. Jika terealisasi, Brylian Aldama akan menyusul Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman yang sudah lebih dulu bergabung ke klub Eropa. Egy tercatat sebagai pemain Lechia Gdansk di Polandia sementara Witan direkrut Radnik Surdulica di Serbia. Saat ini, Brylian Aldama masih mengikuti pemusatan latihan bersama Timnas Indonesia U-19. Dia berstatus tanpa klub setelah memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya dengan Persebaya U-20. Biodata: Nama Lengkap: Brylian Negietha Dwiki Aldama Tanggal Lahir: 23 Februari 2002 Tempat Lahir: Surabaya Tinggi/Berat: 171 cm/54 kg Posisi: Pemain Tengah Debut Timnas Indonesia: 21 Mei 2017 Bersama Indonesia U-17 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, 21 Mei 2017 dalam Laga Persahabatan melawan Filipina U-17.

Indisipliner, Shin Tae-yong Kembali Coret Dua Pemain Timnas U-19 Indonesia

Indisipliner, Shin Tae-yong Kembali Coret Dua Pemain Timnas U-19 Indonesia

Pelatih Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19, Shin Tae-yong kembali memperlihatkan sikap tegasnya dengan memulangkan dua pemain dari pemusatan latihan (TC) timnas U-19 Indonesia. Kedua pemain ini disebut melakukan tindakan indisipliner yang berat. Dua pemain tim nasional Indonesia U-19 yakni Serdy Ephy Fano dan Mochamad Yudha Febrian resmi dipulangkan dari pemusatan latihan (TC) timnas U-19 di Jakarta mulai Senin (23/11/2020). “Dua pemain yakni Serdy dan Yudha telah melakukan tindakan indisipliner yang berat. Untuk itu, kami langsung memulangkan mereka,” kata pelatih timnas U-19, Shin Tae-yong, dilansir dari laman resmi PSSI. Khusus untuk Serdy, ini adalah pemulangan yang kedua yang menimpa dirinya. Sebelumnya pemain kelahiran 29 Desember 2002 tersebut pernah dipulangkan saat TC timnas U-19 bulan Agustus lalu. Ia dipulangkan tepat beberapa jam sebelum berangkat ke Kroasia. Sementara itu, tindakan tegas dari pelatih asal Korea Selatan tersebut didukung penuh oleh Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. Mochamad Iriawan menegaskan bahwa tak ada tempat untuk para pemain yang suka melanggar aturan ataupun indisipliner di timnas U-19 Indonesia. Bahkan dengan sikap yang ditunjukan Shin Tae-yong tersebut diharapkan para pemain bisa lebih serius. “Tidak ada tempat di timnas U-19 Indonesia bagi pemain yang melakukan Indisipliner,” ujar Iriawan. Mantan Kapolda Metro Jaya tersebut juga menegaskan bahwa sebagai pemain harus serius menjalani kegiatan di timnas U-19 Indonesia. Hal itu karena kegiatan skuad Garuda Nusantara dibiayai melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Tentu saja hal itu tanggung jawab besar untuk para pemain. “Uang yang digunakan ini dari rakyat. Jadi seluruh pemain harus serius. Jangan main-main. Kalau main-main pasti dicoret, contohnya yang menimpa dua pemain tersebut,” tuturnya. Senada, Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri, juga setuju apabila pemain memang harus disiplin. Menurutnya dengan disiplin akan menjadi kunci sukses untuk bisa membangun sebuat tim. “Dengan disiplin yang kuat, untuk menuju prestasi akan lebih mudah ketimbang pemain yang suka indisipliner,” ucap Indra Sjafri. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi pelanggaran apa yang dilakukan oleh Serdy dan Yudha. Shin Tae-yong memang dikenal sebagai pelatih paling disiplin yang pernah melatih timnas Indonesia. Di awal kedatangannya, Shin Tae-yong langsung menerapkan banyak peraturan yang sebelumnya jarang dilakukan di tim Garuda. Tim Nasional Sepak Bola Indnonesia U-19 sendiri saat ini tengah digembleng untuk  menghadapi Piala AFC U-19 2020 yang rencananya akan digelar awal 2021 mendatang. Selain itu Garuda Muda juga akan berlaga di ajang bergengsi yakni Piala Dunia U-20 yang notabene Indonesia menjadi tuan rumah.

Jelang Porprov, Kabupaten Beltim Gelar Seleksi Atlet Futsal

Jelang Porprov, Kabupaten Beltim Gelar Seleksi Atlet Futsal

Kabupaten Belitung Timur (Beltim) telah melakukan seleksi untuk calon atlet futsal yang akan mengikuti Pekan Olahraga Provinsi VI di Bangka Barat 2022 mendatang. Dari seleksi tersebut, terpilih 18 orang yang merupakan hasil seleksi saat turnamen futsal divisi II, divisi I dan utama beberapa waktu lalu. Lebih lanjut, 18 atlet terpilih tersebut merupakan hasil pemilihan dari dua Pelatih Tim Nasional Futsal U-20 Indonesia, Ade Lesmana dan Wahyu Kocoy. Bahkan selama dua hari, para pelatih ini memberikan pelatihan teknis baik teori maupun praktek. Ketua Pengurus Asosiasi Futsal Kabupaten (AFK) Beltim Heri Susanto mengatakan mayoritas materi pemain futsal Porprov berusia muda. Atlet futsal yang terpilih merupakan pemain kelahiran tahun 2001 hingga 2005. “Awalnya kita pilih dan pelatih lokal 50 orang pemain, kemudian diambil hanya 27. Yang sisa 18 ini merupakan hasil pilihan dari coach Ade dan Coach Wahyu, kita tidak turut campur,” ungkap Heri, dilansir dari Kumparan. Seluruh pemain terpilih akan mulai diikutan dalam latihan insentif untuk persiapan Porprov. Latihan fisik dan teknik akan berlangsung hingga jelang Porprov 2022 mendatang. “Dibandingkan 3 tahun lalu saat persiapan Porprov 2018, kita agak susah cari pemain. Namun saat ini dengan liga futsal yang terus bergulir kita punya banyak pemain berbakat,” kata Heri. Saat Porprov V tahun 2018 di Bangka Tengah, tim futsal Kabupaten Beltim hanya mampu berada di peringkat ke 4. Namun untuk Porpov 2022 mendatang, Heri optimis tim futsal Kabupaten Beltim mampu minimal masuk babak final. “Saya rasa tim kita akan ikut Porprov nanti dengan lebih meyakinkan. Target kita final, dan Insyallah emas,” ujar Heri.

Ini Calon Lawan Timnas U-19 di Korea Selatan

Ini Calon Lawan Timnas U-19 di Korea Selatan

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 saat ini tengah mempersiapkan diri jelang pemusatan latihan (TC) kembali. Belum diketahui secara pasti di mana Bagas Kaffa dan kawan-kawan akan menjalani TC. Namun, beredar kabar jika Timnas Indonesia bakal menjalani TC di Negara Gingseng. Kabar tersebut disampaikan oleh salah satu media Korea Selatan, Yeongnam. Rencanannya, Garuda Muda bakal menggelar TC di Kota Daegu, yang dikenal sebagai kota industri di Korea Selatan. Dari pihak Kota Daegu menjelaskan bahwa salah satu staf Timnas Indonesia telah mencari akomodasi hingga yang lainnya dari Kamis, 12 November lalu. Rencananya sebanyak 50 orang dari 30 pemain dan 20 staf pendamping itu akan datang ke Korea Selatan pada 25 November mendatang. Setelah itu rombongan Timnas Indonesia akan menjalani karantina selama 15 hari dan memulai latihan perdana pada 10 Desember 2020. TC yang dijadwalkan bakal berakhir Januari 2021 itu juga memiliki agenda uji coba yang telah disiapkan oleh Shin Tae-yong. Dalam kabar tersebut, disebutkan bahwa Timnas Indonesia akan melakoni pertandingan persahabatan dengan tim Divisi 2 Daegu FC selama masa latihan yang berlangsung hingga akhir Januari 2021. “Selain itu, mereka merencanakan pertandingan persahabatan dengan tim sepak bola Universitas Yeungnam, Universitas Daegu, dan Universitas Gyeongil,” tulis media Yeongnam. Selain sederet jadwal uji coba yang berlangsung hingga akhir Januari 2021 nanti, Shin Tae-yong juga telah menyiapkan program latihan juga untuk para anak asuhnya. Penguatan fisik hingga semangat kompetitif dalam setiap pertandingan ditekankan pada TC lanjutan di Korea Selatan nantinya. Sementara itu, Garuda Muda sudah berkumpul di Jakarta sejak Jumat (13/11/2020) lalu di Hotel Fairmont. Kemudian pada hari Senin (17/11/2020) mereka telah menjalani latihan perdana di Stadion Madya, Jakarta. Pada latihan perdana ini, pelatih Shin Tae-yong memantau anak asuhnya secara virtual. TC di Jakarta ini berlangsung hingga 23 November 2020 mendatang. Timnas Indonesia memiliki agenda cukup padat di tahun 2021. Mereka tengah dipersiapkan untuk menghadapi Piala AFC U-19 2020 yang rencananya akan digelar bulan Maret 2021 mendatang di Uzbekistan. Selain itu, Garuda Muda akan berlaga di ajang bergengsi yakni Piala Dunia U-20 yang notabene Indonesia menjadi tuan rumah.

Shin Tae-yong Panggil 38 Pemain Ikuti TC Timnas U-19 di Jakarta

Shin Tae-yong Panggil 38 Pemain Ikuti TC Timnas U-19 di Jakarta

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 kembali menggelar pemusatan latihan (TC) di Jakarta pada 13-23 November 2020. Pelatih Shin Tae-yong memanggil 38 nama untuk mengikuti pemusatan latihan tersebut. Skuat Garuda Nusantara akan menjalani latihan di Stadion Madya, Jakarta. David Maulana dan kawan-kawan mulai berkumpul pada Jumat (13/11/2020). Sebelum TC di Jakarta, timnas U-19 menjalani virtual home training sejak 5 November lalu. “Kami memanggil sebanyak 38 pemain untuk TC di Jakarta. Para pemain merupakan pemain yang ikut serta pada virtual home training yang sudah berjalan hampir dua pekan ini,” kata Shin Tae-yong seperti dikutip situs resmi PSSI, Jumat (13/11/2020). “Mereka akan memulai latihan di lapangan pada hari Senin (16/11/2020). Saya memantau latihan secara virtual karena masih berada di Korea Selatan. Di lapangan nanti dibantu tim pelatih dari Indonesia,” tambahnya. TC di Jakarta ini sebagai persiapan menghadapi Piala AFC U-19 2020 yang rencananya akan digelar bulan Maret 2021 mendatang di Uzbekistan. Selain itu, Garuda Muda akan berlaga di ajang bergengsi yakni Piala Dunia U-20 yang notabene Indonesia menjadi tuan rumah. Sementara itu, salah satu pemain yakni Syukran Arabia Samual sangat senang dipanggil pelatih Shin Tae-yong pada TC kali ini. “Ini menjadi pemanggilan pertama saya untuk timnas. Saya bertekad untuk bekerja keras dan tentu memberikan hal yang terbaik. Kesempatan ini sangat penting bagi karier saya,” kata Syukran. 38 Nama Pemain Timnas U-19 di TC Jakarta, 13 – 23 November 2020 Rizky Ridho (Persebaya Surabaya) Erlangga Setyo (Persib Bandung) Bagas Kaffa (Barito Putra) Beckham Putra (Persib Bandung) Mohammad Kanu (Babel United) M. Adi Satrio (PSMS Medan) Mochammad Supriadi (Persebaya Surabaya) Irfan Jauhari (Bali United) Pratama Arhan (PSIS Semarang) Braif Fatari (Persija Jakarta) Bayu M Fiqri (Persib Bandung) Khairul Imam Zakiri Yudha Febrian (Barito Putra) Saddam Gaffar (PSS Sleman) Muhammad Fadhil (Semen Padang) Irfan (Tiga Naga) Sandi Samosir (Persija Jakarta) Komang Tri (Bali United) Andre Oktaviansyah Komang Teguh (Borneo FC) Brylian Aldama David Maulana (Barito Putra) Jack Brown Yofandani Damai (PSIS Semarang) Moh. Bahril Fajar PSIS Semarang) Salman Alfarid (Persija Jakarta) Rendy Juliansyah Titan Agung Bagus (Arema FC) Kakang Rudianto (Persib Bandung) Alfrianto Nico (Persija Jakarta) Genta Alparedo (Semen Padang) Fajar fathur Rahman (Borneo FC) Risky Sudirman (Persija Jakarta) Hamsa Lestaluhu (Bhayangkara FC) Serdy Fano (Bhayangkara FC) Pualam Bahari (Borneo FC) Arya Gerryan (Borneo FC) Syukran Arabia

Inilah 21 Pemain yang Terpilih Masuk Tim Garuda Select Jilid Ketiga

Inilah 21 Pemain yang Terpilih Masuk Tim Garuda Select Jilid Ketiga

PSSI akhirnya resmi mengumumkan 21 nama pemain yang terpilih masuk ke tim Garuda Select jilid ketiga. Mereka terpilih usai melewati proses pencarian bakat dan rangkaian seleksi yang dimulai 29 Oktober 2020 dan selesai pada Selasa 3 November 2020 lalu. Para pemain ini nantinya akan mengikuti pemusatan latihan secara intensif yang rencananya akan berlangsung di Inggris hingga Mei 2021. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengatakan bahwa PSSI bersyukur kembali melaksanakan program Garuda Select di tengah situasi pandemi Covid-19. “Alhamdulillah program seleksi Garuda Select jilid ketiga yang dilakukan PSSI bersama Mola TV berjalan lancar. PSSI terus berkomitmen untuk pengembangan sepak bola usia muda di Tanah Air. Selamat kepada 21 pemain yang terpilih berangkat ke Inggris. Yang belum terpilih kami harap tetap bersemangat, jangan menyerah, terus berlatih dan kerja keras,” ujar Iriawan, dilansir dari laman resmi PSSI. “Selama proses seleksi, para pemain berjuang keras dan memperlihatkan kemampuan terbaik di hadapan pelatih. Tentu hal ini bagus untuk perkembangan sepak bola Indonesia. PSSI berharap pemain yang terpilih untuk berangkat ke Inggris nantinya bisa menimba ilmu sebanyak mungkin serta menjadi pemain masa depan timnas Indonesia nantinya,” lanjut pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut. Para pemain yang mengikuti seleksi Garuda Select berasal dari kompetisi yang dilakukan PSSI sebelum pandemi Covid-19. Kompetisi tersebut seperti Piala Soeratin U-15 dan rekomendasi klub-klub anggota Elite Pro Academy U-16. Selain itu ada dari hasil pantauan dari Dennis Wise serta tim pelatihnya. Sementara itu, Dennis Wise selaku Direktur Sepakbola Garuda Select telah melihat kemampuan semua peserta. Menurutnya, banyak yang harus dipertimbangkan untuk menentukan pemain yang akan masuk skuad di musim ketiga ini. “Tim pemandu bakat Garuda Select telah berkeliling ke berbagai daerah Indonesia untuk mencari bakat-bakat terbaik yang ada pada kompetisi Piala Soeratin dan kompetisi lain seperti Liga Topskor. Kami juga sudah melihat pemain-pemain yang dikirimkan oleh klub Elite Pro Academy Liga 1 U16. Indonesia memiliki banyak pemain potensial yang masih bisa dikembangkan. Tinggal bagaimana menuntun mereka ke arah yang tepat,” kata Wise dalam rilis Mola TV. “Kami sudah melakukan seleksi dan akhirnya terpilih 21 pemain terbaik yang akan diberangkatkan ke Eropa. Inilah pemain terbaik hasil seleksi yang sudah kami pilih berdasarkan pengamatan kami selama di Indonesia. Mereka adalah pemain-pemain terbaik yang akan melakukan serangkaian pelatihan intensif dan akan melawan tim-tim usia muda terbaik di Inggris dan Eropa,” sambungnya. Garuda Select merupakan program akselerasi pengembangan bakat-bakat muda terbaik Indonesia. Tujuan utama program Garuda Select bukan untuk membentuk sebuah tim, tapi untuk menanamkan profesionalisme sehingga mereka bisa berkembang dalam dunia sepak bola profesional baik di dalam maupun di luar negeri. Di setiap musim, Garuda Select memilih bakat-bakat terbaik Indonesia untuk ditempa secara intensif di Eropa. Mengejar segala ketinggalan mereka baik dari sisi mental, fisik, teknik, atau pun taktik. Kriteria pemilihan bakat dilakukan berdasarkan penilaian atas potensi mereka untuk berkembang di masa depan, bukan berdasarkan kemampuan yang mereka tunjukkan sekarang. Selamat kepada Garuda Muda yang terpilih! Berikut nama-nama pemain Garuda Select Jilid Ketiga: Wahyu Agung Drajat Mulyono – ex Persebaya U16 Hokky Caraka – PSS U16 Frezy Al-Hudaifi – Astam I Gusti Made Rendi Sanjaya Putra – Persebaya U16 Muhammad Faqih Maulana – Tajimalela Noval Junior Iskandar – FASS Junior Krisna Sulistia Budianto – SSB Djarum Kudus Adre Arido Geovani – Bina Taruna Ridwan Ansori – Persib U16 Dustin Pratama Bramantio – Persela U16 I Putu Dipa Yogi Arta- Bali United Ridho Syuhada Putra – PSIS U16 Daniel Naa – Bhayangkara U16 Kakang Rudianto – Garuda Select II Rafli Asrul – Garuda Select II Fernando Pamungkas – Garuda Select II Edgar Amping – Garuda Select II Ibnu Murarak – Kalimantan Timur I Gede Aditya Juli Antara – Persebaya U16 Muhammad Faiz Maulana – Bina Taruna Roki – Gabsis Sambas

Dukung Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional, PSSI-Kemenpora Rancang Database Statistik Pemain Muda

Dukung Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional, PSSI-Kemenpora Rancang Database Statistik Pemain Muda

PSSI selaku induk sepak bola tanah air dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sepakat akan segera menyusun database yang berisi statistik para pemain muda sejak berada di tingkatan sekolah sepak bola (SSB) hingga nasional. Database itu nantinya akan digunakan untuk memantau pemain yang berpotensi sehingga bisa dilibatkan dalam berbagai program pengembangan bakat. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, dalam webinar yang berlangsung Rabu, 4 November 2020. “Database yang sedang kami benahi, dulu sudah ada tapi mungkin kelengkapan dan tempat penyimpanannya. Sekarang ada di deputi teknik (PSSI) sedang melakukan itu, sehingga kita bisa tahu sesuai data mulai dari Asprov pemain mana yang berpotensi,” ujar Iriawan. Iriawan mengatakan pencarian bakat melalui teknologi olahraga atau sport science harus mulai dilakukan demi memonitoring bakat-bakat yang ada di seluruh penjuru negeri. Nantinya dalam database tersebut segala statistik seperti jumlah menit bermain, gol, stamina, hingga statistik pemain lainnya bisa dilihat secara terbuka. Dengan begitu, tak sulit bagi PSSI untuk memberi kesempatan bergabung di program yang dimiliki. “Itu menjadi sorotan kita sehingga kita tinggal buka saja seperti di AFC atau FIFA. Kita bisa tahu pemain ini bermain berapa menit menggolkan berapa-berapa. Ini menjadi bahan kami untuk mencari pemain yang kita butuhkan,” pungkas Iriawan. Senada dengan Iriawan, Menpora Zainudin Amali menyebut database itu sesuai dengan Inpres Nomor 3 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan persepakbolaan nasional. Dalam Inpres itu pemerintah melalui Kemenpora mendesain pembinaan sepak bola secara terstruktur, sistematis, dan berkesinambungan. Namun kata dia, program ini harus terus berjalan meski terjadi perubahan rezim agar upaya yang dilakukan tak menjadi sia-sia. “Saya berharap nanti saatnya berganti pemerintahan, Menko ganti, Menpora ganti, pemerintahan berganti, program ini akan tetap berjalan,” kata dia. “Jangan lagi kita mengulangi apa yang terjadi pada masa lalu. Kalau itu terus terjadi, kita tidak akan mungkin dapat sistem pembinaan yang sistematis, berkesinambungan, berkelanjutan, dan berjangka panjang,” ujarnya menambahkan.

PSSI Kembali Gelar Program Garuda Select

PSSI Kembali Gelar Garuda Select

Program pengembangan pemain muda Garuda Select akhirnya kembali dilakukan oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Saat ini proses seleksi untuk Garuda Select sudah berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, sejak Selasa (27/10/2020) dan rencananya diakhiri pada Rabu (4/11/2020). Garuda Select merupakan program pengembangan pemain usia muda kerja sama PSSI dengan Mola TV. Ini merupakan edisi ketiga Garuda Select yang sebelumnya sudah dilakukan sejak awal tahun 2019. Proses seleksi ini dihadiri Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri dan ditangani langsung oleh Dennis Wise selaku Direktur Sepak bola Garuda Select beserta tim pelatihnya dari Inggris. Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri mengatakan bahwa PSSI bersyukur dapat melaksanakan program Garuda Select di tengah situasi pandemi Covid-19. Pada seleksi kali ini, PSSI menyeleksi sebanyak 130 pemain untuk program ini. “Para pemain ini berasal dari kompetisi yang dilakukan PSSI sebelum pandemi Covid-19. Kompetisi tersebut seperti Piala Soeratin U-15 dan rekomendasi klub-klub anggota Elite Pro Academy U-16. Selain itu ada hasil pantauan (scouting) dari Dennis Wise dan tim pelatihnya,” kata Indra Sjafri, dilansir dari laman resmi PSSI. “Proses seleksi, setiap hari ada pengurangan pemain. Pemain yang hari ini dinyatakan lulus seleksi, akan terus ikut program seleksi di hari berikutnya, sementara yang tidak lolos akan dipulangkan. Pada hari terakhir akan didapatkan para pemain yang memenuhi standar untuk melanjutkan program utama Garuda Select yang rencananya akan diberangkatkan ke Inggris,” tambahnya. PSSI berharap program Garuda Select akan memberikan banyak manfaat bagi pemain muda untuk belajar dan mendapatkan pelatihan intensif secara profesional. Program ini juga merupakan solusi dan sebagai muara dari kompetisi Elite Pro Academy Liga 1 U-16 serta Piala Soeratin. Sementara itu, Direktur Sepak bola Garuda Select, Dennis Wise mengatakan di tengah situasi pandemi Covid-19, ia optimistis bersama PSSI dapat menggelar seleksi dan program Garuda Select edisi ketiga ini dengan baik. “Kami mencari pemain-pemain muda dari seluruh Indonesia yang sumbernya dari kompetisi usia muda PSSI dan pantauan kami. Mereka kami seleksi untuk kami bawa ke Inggris mereka harus menampilkan kemampuan terbaiknya di sini,” kata Dennis. “Kami mencari pemain-pemain dengan standar kemampuan tinggi seperti David Maulana, Brylian Aldama, Braif Fatari dan alumni Garuda Select lainnya. Semakin banyak pemain-pemain Indonesia yang bisa merasakan atmosfer berlatih dan bertanding di Eropa, tentu akan semakin baik. Kami berharap sepak bola di sini semakin meningkat dan tumbuh pemain-pemain muda berbakat untuk tim nasional Indonesia,” ujarnya.

Jaring Talenta Bulu Tangkis, Bupati Bangka Cup Digelar

Patuhi Protokol Kesehatan, Bupati Bangka Cup Digelar Tanpa Penonton

Kejuaraan bulu tangkis Bupati Bangka Cup 2020 akan dimulai besok, Selasa (27/10/2020) di Stadion Orom Sungailiat. Sebanyak 115 atlet dari berbagai wilayah Kabupaten Bangka memastikan ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Meski digelar ditengah pandemi, Bupati Bangka Cup akan digelar tanpa penonton demi mematuhi protokol kesehatan. Hal ini disampaikan oleh Ketua Panitia, Julian Saputra, Senin (26/10/2020) petang. “Kita gelar tanpa penonton di Lapangan Bulutangkis Orom yang mendaftar hingga penutupan sebanyak 115 atlet,” kata Julian Saputra, dilansir dari Bangkapos.com. 115 Pebulutangkis yang ambil bagian terbagi dalam 5 nomor. Untuk nomor tunggal putra kelahiran 2010 diikuti sebanyak 21 atlet, sementara untuk tunggal putri kelahiran tahun 2010 diikuti 11 atlet. Selanjutnya tunggal putra kelahiran 2008 diikuti 21 atlet, tunggal putri kelahiran 2004 diikuti 15 atlet, tunggal putra kelahiran 2004 diikuti 21 atlet. Kemudian ganda putra veteran diikuti 18 atlet dan ganda putra umum 8 atlet. Menurut Julian Saputra pihaknya telah berkeliling kecamatan kecamatan di Kabupaten Bangka mempromosikan kejuaraan termasuk memasang spanduk ditempat tempat strategis dan membagikan brosur. “Sudah kita informasikan sejak satu bulan ini intensif,” kata Julian Saputra. Diharapkan dari kejuaraan yang digelar setiap tahun ini akan muncul atlet atlet bulutangkis potensial. Dimana akan ditindaklanjuti dengan pembinaan oleh PBSI Bangka bekerjasama dengan klub bulutangkis tempat atlet bernaung. “Terus terang pebulutangkis usia muda di Kabupaten Bangka angkanya terus menurun tentunya lewat ajang ini kita bisa menjaring atlet potensial untuk dapat mengharumkan nama Kabupaten Bangka,” kata Julian.

Timnas U-16 Kembali Raih Hasil Kurang Maksimal

Timnas U-16 Kembali Raih Hasil Kurang Maksimal

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-16 kembali harus mengakui keunggulan Uni Emirat Arab (UEA) pada laga uji coba di Dubai, Sabtu (24/10/2020) waktu setempat. Kali ini, pasukan Bima Sakti itu babak belur dihajar UEA dengan skor 0-4. Hasil itu tentu saja lebih buruk dibandingkan pada pertemuan pertama melawan UAE, Rabu (21/10/2020) lalu. Kala itu, Timnas Indonesia U-16 kalah tipis 2-3. Pada laga kali ini, pelatih Timnas U-16, Bima Sakti, melakukan tiga perubahan susunan pemain dibandingkan pertandingan sebelumnya. Posisi penjaga gawang beralih ke Raka Okta. Kemudian Vito Ramadziky dan Ferre Murari dipercaya tampil sebagai starter. Perubahan susunan pemain justru membuat Timnas Indonesia U-16 tak mampu berbuat banyak pada babak pertama. Timnas U-16 kebobolan di menit ke-16 dan 26 di babak pertama melalui aksi Ahmed Moammed dan Abdulaziz Ali sehingga membuat UEA unggul 2-0 di paruh laga. Memasuki babak kedua, pelatih Bima Sakti melakukan rotasi pemain. Namun masih belum bisa membendung permainan menyerang yang diterapkan oleh lawan sehingga babak kedua timnas U-16 kembali kebobolan. Dua gol tuan rumah dicetak oleh Sultan Adel pada menit-75′ dan Ali Mohammed pada menit 79′. Timnas U-16 pun takluk 4-0. Meski kalah di pertandingan kedua, Bima Sakti melihat adanya progres performa bagi para pemain, terlebih ini menjadi laga internasional perdana timnas pada tahun 2020. “Secara performa anak-anak lumayan, dalam arti mereka bermain dengan cara yang kami inginkan.  Namun tim banyak melakukan kesalahan di pertandingan, ditambah kecerdikan tim lawan pada laga tadi dengan memanfaatkan free kick sehingga menyulitkan tim kami. Hal ini menjadi poin evaluasi yang harus diperbaiki,” ujar Bima Sakti seperti dilansir laman resmi PSSI. “Ini menjadi laga pertama bagi tim bertanding dengan tim luar. Bukan berarti mencari alasan dengan hasil hari ini. Uji coba internasional ini pada kesimpulannya bagus untuk kami, artinya kami punya kesempatan untuk bertanding melawan tim Arab, bagaimana kami menjadi tahu bahwa mereka suka memancing emosi pemain” tutup Bima. Setelah melakoni dua uji coba di UEA, timnas U-16 akan kembali ke Indonesia pada Minggu (25/10) pagi waktu setempat. Rencananya para pemain dan ofisial akan diliburkan terlebih dahulu sebelum melakukan persiapan lain jelang turnamen Piala Asia U-16 2020 yang akan digelar pada tahun depan. Susunan Pemain Indonesia U-16 (4-3-3): Raka Okta; Vito Ramadziky, Ferre Murari, Marcell Januar Putra, Alexandro Felix Kamuru; Muhammad Rafly, Resa Aditya, Marselino Ferdinan; Diandra Diaz, Raka Cahyana, Athallah Araihan | Pelatih: Bima Sakti Tukiman (IDN)

Diwarnai 2 Kartu Merah, Timnas U-19 Menang Telak Atas Hajduk Split

Diwarnai 2 Kartu Merah, Timnas U-19 Menang Telak Atas Hajduk Split

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 mendapatkan kemenangan besar saat menghadapi Hajduk Split U-19 di Stadion Mravincem Split, Selasa (20/10/2020). Garuda Muda mampu mengandaskan perlawanan lawan dengan skor akhir 4-0. Tidak hanya diwarnai dua penalti, laga kali ini juga diwarnai dua kartu merah yang didapat oleh pemain Hajduk Split. Shin Tae-yong turut membawa dua amunisi baru Timnas U-19 yang baru saja bergabung pada Minggu (18/10/2020) dan ikut latihan Senin (19/10/2020). Keduanya adalah Kelana dan Luah Mahesa yang juga merupakan kakak adik keturunan Jerman. Kelana bahkan langsung menjadi starter pada pertandingan kali ini. Tampil dengan formasi andalan 4-4-2, timnas U-19 tampil menyerang sejak awal pertandingan. Beberapa kali timnas U-19 mampu melancarkan serangan berbahaya ke barisan pertahanan Hajduk. Peluang pertama Indonesia hadir melalui Supriadi. Winger lincah asal Persebaya Surabaya tersebut nyaris membuka skor pada menit ke 12′. Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya tercipta di menit ke 19′. Berawal dari pergerakan lincah Witan Sulaeman yang mengelabui pemain lawan, ia kemudian memberikan umpan pendek ke Bagas Kaffa yang langsung melepaskan tendangan ke pojok gawang Hajduk Split sekaligus membuat skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Indonesia. Hingga babak pertama berakhir, tidak ada tambahan gol yang terjadi. Memasuki babak kedua, Indonesia kembali memainkan tempo cepat. Mengandalkan Witan dan Supriadi di sisi sayap, keduanya kembali menjadi momok menakutkan bagi barisan pertahanan lawan. Terus menyerang, Indonesia mendapatkan penalti pada menit ke 48′. Penalti tersebut didapatkan setelah Saddam Emiruddin dilanggar keras oleh kiper Hajduk Split, Ivan Brdar. Pratama Arhan yang maju sebagai algojo, sukses menceploskan bola ke gawang lawan dan membuat skor menjadi 2-0. Lima menit berselang, Indonesia kembali mendapatkan penalti. Kali ini pemain belakang Hajduk Split, Domagoj Goreta, dengan sengaja menghalau bola tendangan Supriadi dengan tangannya. Ia pun harus keluar pertandingan karena mendapatkan kartu merah. Tak menyiakan kesempatan, Beckham Putra yang menjadi eksekutor dan sukses mencatatkan namanya di papan skor untuk menambah keunggulan Indonesia menjadi 3-0. Unggul 3-0 tidak membuat timnas U-19 mengendurkan serangan. Jack Brown yang masuk pada babak kedua sukses mencetak gol keempat bagi Indonesia. Ini merupakan gol ketiga Jack Brown bersama Timnas Indonesia. Sebelumnya, ia mencetak dua gol ke gawang Makedonia Utara. Pada menit ke 89′, Hajduk Split kembali mendapat kartu merah, kali ini Simun Solic yang harus meninggalkan lapangan. Praktis, Hajduk Split kini harus bermain dengan 9 orang di sisa pertandingan. Namun, skor 4-0 bagi Indonesia tetap bertahan hingga peluit panjang berbunyi. Menanggapi kemenangan ini Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengapresiasi dan bangga dengan perjuangan skuat Garuda Muda. Ia menyatakan bahwa timnas U-19 makin menunjukkan perkembangan yang positif. “Luar biasa kemenangan timnas U-19 atas Hajduk Split. Lawan merupakan tim papan atas di Liga Kroasia. Meski begitu, para pemain jangan cepat puas, harus tetap fokus, kerja keras dan pertahankan konsistensi bermainnya,” kata Iriawan seperti dilansir dari laman resmi PSSI. Sementara itu, pelatih Shin Tae-yong menyatakan bahwa kunci kemenangan hari ini yakni pemain bekerja keras sepanjang pertandingan. Pergerakan tanpa bola pemain juga makin baik. “Pemain menunjukkan performa ciamik pada pertandingan hari ini. Untuk dua pemain baru yakni Kelana Mahessa dan Luah Mahessa saya rasa mereka bermain cukup baik terutama Kelana,” kata Shin Tae-yong. Selanjutnya Garuda Muda akan menjalani uji coba lagi pada Jumat (23/10/2020) mendatang. Seharusnya, pada pertandingan kali ini dan Jumat mendatang, Indonesia dijadwalkan untuk melawan Bosnia & Herzegovina namun karena pemain mereka ada yang terpapar virus corona, maka PSSI bergerak cepat mencari lawan pengganti bagi timnas U-19. Susunan Pemain Indonesia U-19 (4-4-2): Muhammad Adisatryo (Erlangga Setyo 81′); Bagas Kaffa (Bayu Fiqri 81′), Rizky Ridho (Komang Teguh ’77), Elkan Baggott, Pratama Arhan, Witan Sulaeman, Kelana Mahesa (Jack Brown 64′), Beckham Putra (David Maulana 64′), Mochammad Supriadi (Khairul Zakiri 64′), Irfan Jauhari (Luah Mahesa 64′), Saddam Emiruddin Gaffar (Mohammad Bahril 64′) | Pelatih: Shin Tae-Yong (KOR)

Negara Ini Jadi Tujuan Berikutnya Timnas U-19 Untuk Gelar TC

Prancis Jadi Tujuan Berikutnya Timnas U-19 Untuk Gelar TC

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 yang telah menggelar pemusatan latihan/training camp (tc) di Kroasia sejak 30 Agustus 2020 lalu, mendapat agenda baru untuk bulan Desember mendatang. Bagas Kaffa dan kawan-kawan akan mengikuti sebuah turnamen di Eropa. Garuda Muda dijadwalkan untuk mengikuti Toulon Tournament di Prancis. Sebelum mengikuti turnamen tersebut, mereka akan kembali ke Tanah Air pada hari Rabu 28 Oktober 2020. Kemudian, para pemain akan dikembalikan ke klub masing-masing untuk bersiap mengarungi kompetisi Liga 1 dan Liga 2. Meskipun, hingga saat ini pihak Kepolisian belum memberikan izin untuk lanjutan Liga 1 dan Liga 2. Dikarenakan kompetisi belum juga menemukan titik terang, maka PSSI telah menyiapkan rencana agar timnas U-19 setidaknya tetap bisa bertanding di suatu kompetisi. Mengingat mereka tengah digenjot untuk mengikuti dua ajang besar yakni Piala AFC U-19 di Uzbekistan dan Piala Dunia U-20 di Indonesia pada awal tahun 2021. Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan saat live streaming di kanal Youtube Sekretariat Presiden dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo dan diikuti Wapres Ma’ruf Amin, para menteri, Kapolri, dan Panglima TNI, pada hari Senin (19/10/2020) kemarin. “Kami informasikan bahwa Timnas kan pulang ke tanah Air mungkin hari Rabu tanggal 28 Oktober 2020, Kkemudian akan kita kembalikan ke klub masing-masing, tentu untuk berkompetisi Liga 1 maupun Liga 2, itu rencana awalnya. Namun karena perizinan belum diberikan pihak kepolisian, jadi kompetisi kembali ditunda,” kata Iriawan. “Timnas akan kembali melakukan training camp ke Eropa pada 8 Desember 2020 hingga 22 Januari 2021. Kali ini timnas akan melakukan TC di Prancis sekaligus mengikuti Turnamen Toulon yang dimulai 21 Desember hingga- 1 Januari 2021,” lanjutnya. “Kita kemudian mencoba opsi cadangan dengan menerbangkan Timnas U-19 untuk TC kembali di Prancis. Kita akan berangkatkan pada 21 Desember 2020 disana sampai Januari 2021. Dan Garuda Muda akan mengikuti Toulon turnamen,” jelas Iriawan. Toulon Tournament sejatinya berlangsung pada 1-14 Juni 2020, namun urung terlaksana karena pandemi Covid-19. Alhasil, turnamen tersebut digeser waktu pelaksanaannya ke bulan Desember. Toulon Turnamen rencananya akan digelar di Bouches du Rhone, Prancis. Sejauh ini sudah ada 11 negara yang akan berpartisipasi pada ajang tersebut. Selain Indonesia, ada Vietnam negara asal Asia Tenggara yang ikut dalam turnamen tersebut. Lalu ada Jepang, Australia, Pantai Gading, Kongo, Maroko, Meksiko, Inggris, Rumania, dan tuan rumah Prancis.

Sempat Unggul 2 Kali, Timnas U-16 Akui Keunggulan UAE

Sempat Unggul 2 Kali, Timnas U-16 Akui Keunggulan UEA

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-16 harus mengakui keunggulan Uni Emirat Arab pada laga uji coba internasional di Lapangan UEA FA Stadium, Dubai, Uni Emirat Arab, Rabu (21/10/2020), pukul 20.00 WIB. Marcell Januar dan kawan-kawan terpaksa menyerah dengan skor akhir 2-3. Pada laga ini, pelatih Bima Sakti menurunkan komposisi pemain inti yang menjadi langganan sebagai starter. Beberapa nama tersebut diantaranya Putra Kaice, Marcell Januar Putra, Alexandro Felix Kamuru, Marselino Ferdinan Philipus, dan Athallah. Timnas Indonesia U-16 berhasil membuka gol pertama melalui Raka Cahyana Rizky. Raka berhasil mencetak gol pada menit keempat sekaligus membuat skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Indonesia. Usai tertinggal, tim tuan rumah langsung memberikan perlawanan sengit. Hasilnya, UEA berhasil menyamakan kedudukan melalui striker andalan mereka, Sultan Adel Muhammad, pada menit ke 25′. Indonesia tak tinggal diam, beberapa menit jelang turun minum Attalah Raihan mampu menceploskan bola ke gawang lawan dan membuat Indonesia kembali unggul. Kedudukan 2-1 bagi Indonesia bertahan hingga peluit tanda berakhirnya babak pertama dibunyikan. Memasuki babak kedua, UEA tampil lebih agresif. Sultan Adel kembali menujukkan ketajamannya setelah mencetak gol keduanya pada menit ke 52′. Skor kembali menjadi imbang 1-1. Petaka pun hadir pada menit ke 74′. Lagi-lagi Sultan Adel menjadi pelaku utama. Ia berhasil mencetak hat-trick ke gawang Indonesia yang dikawal I Made Putra. UEA balik unggul 2-3 dan skor tersebut bertahan hingga akhir laga. Meski mendapat hasil kurang maksimal pada laga ini, Timnas Indonesia U-16 berkesempatan untuk melakukan revans akhir pekan nanti. Mereka dijadwalkan untuk kembali menghadapi UEA pada Sabtu (24/10/2020). Rangkaian uji coba internasional kontra Timnas UEA U-16 ini menjadi rangkaian persiapan menuju putaran final Piala AFC U-16. Gelaran ini rencananya akan berlangsung di Bahrain pada awal tahun 2021 mendatang. Indonesia masuk Grup D bersama Jepang, Arab Saudi, dan Tiongkok. Sementara UEA berada di Grup B bersama Yaman, Oman, dan Tajikistan. Susunan Pemain Indonesia U-16 (4-3-3): I Made Putra; M. Aditya Rangga Saputra, Marcell Januar, Alexandro Felix Kamuru, M. Rafly Ikram; Resa Aditya Nugraha, Marselino Ferdinan Philipus, Diandra Dia Dewari; Dimas Juliono, Raka Cahyana Rizky, Ahmad Athallah Araihan | Pelatih: Bima Sakti (IDN)

Inilah Jadwal Uji Coba Timnas U-16 Indonesia di UEA  

Inilah Jadwal Uji Coba Timnas U-16 Indonesia di UEA

Tim Nasional Sepak Bola U-16 Indonesia akan bertolak ke Uni Emirat Arab (UEA) untuk agenda uji coba internasional. Skuat arahan Bima Sakti tersebut telah dilepas secara resmi oleh Ketua Umum PSSI, Mochammad Iriawan di Oakwood Residence, Cikarang, pada Senin (19/10) pagi. Marcell Januar Putra dan kawan-kawan saat ini sudah berangkat dan dijadwalkan untuk tiba di Dubai, UEA pada pukul 22.55 waktu setempat. Ketua Umum PSSI pun berharap para pemain dapat memberikan hasil maksimal dengan terus menjaga mental dan sikap selama di lapangan. “Lambang Garuda di dada jauh lebih berarti dibanding nama kalian di punggung. Kakak-kakak senior U-19 tengah dalam pemusatan latihan di luar negeri dan kali ini kalian juga mendapat kesempatan yang sama. Jaga mental kalian, fokus dan jangan sia-siakan kesempatan untuk belajar dari laga uji coba ini,” ungkap Iriawan dilansir dari laman resmi PSSI. Sementara itu, Bima Sakti mengucapkan terima kasih kepada PSSI yang telah memfasilitasi anak asuhnya untuk bisa mengadakan uji coba di luar negeri. “Saya mewakili Timnas U-16 mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ketua Umum PSSI, Plt. Sekjen dan jajaran PSSI yang sudah memberikan kesempatan dan senantiasa memonitor perkembangan timnas U-16. Kami menambah pengalaman dalam uji coba melawan Timnas UEA U-16 nanti, dan kami saling menjaga agar semua sehat sebelum dan setelah pertandingan nanti,” jelas Bima Sakti. Sebelum ini, timnas U-16 sudah melakukan rangkaian pemusatan latihan di Cikarangan selama dua pekan, pada September hingga awal Oktober. Termasuk latihan secara virtual dalam persiapan sebelum bertolak ke UEA. “Ini menjadi kesempatan yang harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin bagi pemain karena tim akan beruji coba di luar negeri, apalagi, Timnas UEA U-16 juga salah satu kontestan putaran final Piala Asia U-16. Kami membawa nama negara, sehingga semua harus disiplin, bukan hanya menjaga kondisi fisik tetapi juga menerapkan protokol kesehatan, sehingga semua sehat sebelum dan sesudah sampai di Indonesia,” ungkap Bima. Rencananya, Timnas Indonesia akan melakoni dua laga uji coba, semuanya melawan UEA di Dubai di Stadion UEA FA, Dubai, Uni Emirat Arab. Adapun skuad Timnas U-16 Indonesia ini dipersiapkan untuk menghadapi Piala Asia U-16 2020 yang akan digelar pada awal 2021. Jadwal Laga Uji Coba Timnas Indonesia U-16: 21 Oktober 2020 | UEA U-16 vs Indonesia U-16 24 Oktober 2020 | UEA U-16 vs Indonesia U-16 Skuad Timnas Indonesia U-16 di UEA: I Made Putra Kaicen – Bali United Raka Octa Bernanda – PSS Sleman Mochamad Aditya Rangga Saputra – Persebaya Surabaya Marcell Januar Putra -Bali United Mikael Alfredo Tata – Waanal Bintuka FC Alexandro Felix Kamuru – Barito Putera Ferre Murari Albahar -Bhayangkara FC Aditiya Daffa Al Haqi – Barito Putera Dimas Juliono Pamungkas -Persib Bandung Resa Aditya Nugraha – Persija Jakarta Mochamad Faizal Shaifullah -Persela Lamongan Raka Cahyana Rizky -Persija Jakarta Marselino Ferdinan Philipus – Persebaya Surabaya Diandra Diaz Dewari – Persib Bandung Ahmad Athallah Araihan – SKO Ragunan Vito Ramadyzky Chairil – Persikabo Valeroen Irwan Yamin – Persib Bandung Fahmi Alvin Setyawan – PSS Sleman Muhammad Rafly Ikram Selang – SSB Insan Cendikia Wibi Alprahmudi Mulyono – SSB Gemars Muhammad Tezar Briantama – SSB Asiop Jakarta Muhammad Raufa Aghastya – SSB Por Uni Bandung

Timnas U-19 Ditahan Imbang Makedonia Utara

Timnas U-19 Ditahan Imbang Makedonia Utara

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 gagal meneruskan tren kemenangan yang didapat pada dua laga sebelumnya. Garuda Muda ditahan tanpa gol Timnas Makedonia Utara U-19 di Stadion NK Uskok Klis, Split, Rabu (14/10) malam WIB. Laga ini merupakan pertandingan kedua antara Timnas Indonesia melawan Makedonia Utara. Pada pertandingan sebelumnya yang berlangsung, Minggu (10/10/2020), Indonesia menang dengan skor telak 4-1. Meski tampil dengan formasi andalan 4-4-2, pelatih Timnas Indonesia U-19, Shin Tae-yong, melakukan rotasi anak asuhnya. Beberapa nama seperti Bayu Fiqri, Beckham Putra, dan M Bahril mendapat kesempatan untuk bermain sejak menit pertama. Namun, keputusan Shin Tae-yong, untuk mengubah komposisi pemain di laga tersebut tidak berjalan lancar. Para punggawa Timnas Indonesia U-19 terlihat kurang mampu mengimbangi permainan Makedonia Utara yang tampil menyerang sejak menit awal pertandingan. Pertahanan Timnas Indonesia U-19 yang dikawal Elkan Baggott dan Komang Teguh, dipaksa untuk bekerja keras. Indonesia mendapatkan dua peluang emas yang hampir membuat mereka unggul. Peluang pertama hadir pada menit ke 10′. Menerima umpan lambung dari Saddam, Bahril yang berdiri bebas di depan gawang Makedonia Utara hampir mencetak gol. Tetapi, kipper lawan, Ivan Nikoloski, dengan sigap mampu menghalau bola yang datang. Peluang emas selanjutnya hadir pada menit 36′ yang lagi-lagi melalui Bahril. Kali ini, Bahril berhasil melepaskan sebuah tendangan keras ke arah gawang lawan, namun sayang, tendangannya masih mengenai mistar gawang Makedonia Utara. Skor 0-0 pun bertahan hingga babak pertama berakhir. Memasuki babak kedua, Shin Tae-yong melakukan sejumlah pergantian pemain. ia memasukkan Rizky Ridho dan Bagas Kaffa untuk menggantikan Komang Teguh dan Bayu Fiqri. Pelatih asal Korea Selatan tersebut juga turut memainkan David Maulana untuk menggantikan Mohammad Kanu. Pergantian yang dilakukan tersebut membuat permainan Timnas Indonesia U-19 menjadi sedikit berkembang. Beberapa peluang tercipta antara dua kesebelasan. Indonesia nyaris membuka skor melalui Saddam Emiruddin pada menit ke 53′ usai terjadi kemelut di depan gawang lawan. Namun, sontekannya masih belum menemui sasaran. Makedonia Utara balik mengancam pada menit ke 60′. Berawal dari Todorovski yang berhasil melakukan tusukan, ia kemudian sukses mengirim umpan ke arah Behar Peta yang kemudian melepaskan tendangan. Beruntung, Elkan Baggott bisa melakukan blok terhadap tendangan Peta. Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga, tidak ada gol yang tercipta. Duel uji coba kedua Timnas Indonesia vs Makedonia Utara pun berakhir dengan skor 0-0. “Pemain sudah bekerja keras, namun belum menunjukkan performa terbaik. Hari ini lapangan kurang bagus, jadi pemain tidak bisa optimal,” kata pelatih timnas U-19, Shin Tae-yong, dilansir dari laman resmi PSSI. Shin Tae-yong menambahkan jika anak asuhnya masih banyak kekurangan terutama masalah tenaga, passing yang lebih detail, dan cepat mencari ruang kosong di pertahanan lawan. “Untuk mental, fisik, stamina saya kira pemain sudah lebih baik. Kedepan kami harus perbaiki kekurangan yang ada,” ujarnya. Pada pertandingan uji coba berikutnya, Garuda Muda kembali akan melawan Bosnia-Herzegovina. Pada kesempatan kali ini, kedua negara akan bertemu sebanyak dua kali yaitu pada Selasa (20/10/2020) dan Jum’at (23/10/2020) mendatang. Pada pertandingan sebelumnya, Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Bosnia-Herzegovina dengan skor tipis 0-1. Susunan Pemain Indonesia U-19 (4-4-2): Muhammad Adisatryo; Bayu Fiqri (Bagas Kaffa 46′), Komang Teguh (Rizky Ridho 46′), Elkan Baggott, Pratama Arhan; Witan Sulaeman, Beckham Putra, Mohammad Kanu (David Maulana 46′), Irfan Jauhari; Saddam Emiruddin, M. Bahril Faresa (Jack Brown 43′) | Pelatih: Shin Tae-yong (KOR)