Tim U-23 Raih Medali Perunggu

Tim U-23 Raih Medali Perunggu

Tim U-23 Indonesia memastikan merebut medali perunggu SEA Games 2021 cabang olahraga sepakbola setelah pada perebutan posisi ketiga mengalahkan Malaysia 4-3 (1-1) lewat adu penalti di Stadion My Dinh, Hanoi, Vietnam, Minggu (22/5). Sebelum laga berjalan, pelatih Shin Tae-yong waswas karena Garuda Muda hanya menyisakan 3 pemain, yakni kiper Muhammad Adisatryo, striker Muhammad Ridwan, dan bek kanan Ilham Rio Fahmi. Nama Egy Maulana Vikri dan Syahrian Abimanyu memang dimasukkan dalam daftar pemain cadangan. Namun, sebetulnya Egy dan Abimanyu sejatinya mengalami cedera dan tidak bisa dimainkan. Dalam laga itu, striker Ronaldo Kwateh membuka kemenangan pada menit ke-69. Malaysia kemudian menyamakan kedudukan lewat Muhammad Hadi pada menit ke-80. Skor 1-1 langsung dilanjutkan ke babak adu penalti tanpa adanya babak perpanjangan waktu. Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan dan Sandy Walsh yang nonton bareng di kantor PSSI tampang tegang saat adu penalti itu. “Jujur saya tegang. Itu makanya saya tidak banyak reaksi ketika adu penalti. Tetapi, ketika kita memastikan mendapat medali perunggu, akhirnya saya lega. Ini hasil terbaik yang bisa kita dapat,’’ ujar Iriawan. Iriawan mengakui materi pemain di SEA Games 2021 memang tidak komplit. Pratama Arhan, Elkan Baggott, dan Ramai Rumakiek tidak bisa bergabung. Bahkan saat melawan Malaysia, Indonesia harus kehilangan Ricky Kambuaya, Rahmad Irianto, dan Firza Andhika yang mendapat kartu merah. “Materi melawan Malaysia sebenarnya pas-pasan. Tetapi, Anda lihat semangat juang pemain luar biasa. Fisik mereka sangat terkuras. Bahkan Dewangga harus ditarik keluar karena cedera, tetapi tidak mengendurkan pemain untuk terus bermain spartan,’’ imbuh Iriawan. Setelah ini, tim U-23 akan kembali ke Tanah Air. Sebagian besar pemain akan dulu ke keluarga masing-masing sebelum kembali berkumpul untuk menghadapi Bangladesh dalam FIFA match day pada Rabu (1/6) di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, dan sisa pemain lagi akan diambil dari pemain senior.

SEA Games 2021. Leo/Daniel Menangkan Laga All Indonesian Final

Pasangan ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin memenangkan laga all Indonesian final pada ajang bulutangkis SEA Games Vietnam 2021. Laga digelar di Bac Giang Gymnasium hari Minggu (22/5) sore. Mereka mengalahkan ganda putra Indonesia lainnya Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan dengan skor 21-17, 21-19. Leo/Daniel mengucap syukur atas pencapaian ini. Mereka pun mempersembahkan medali emas untuk orang tuanya. “Puji Tuhan kita bisa juara di sini. Emas ini saya persembahkan untuk Mama saya yang dari kemarin menanti saya juara,” ucap Daniel. “Alhamdulillah sudah dikasih podium tertinggi di SEA Games. Ini untuk seluruh pendukung dan seluruh masyarakat Indonesia. Terus ini juga buat Mama saya yang tahun kemarin sudah tidak ada,” sambung Leo. “Sebenarnya kita tidak terlalu memikirkan teman-teman yang kita yang sudah juara, karena kita tahu pasti akan ada waktunya. Kita tidak mau terlalu terburu-buru, kita nikmati saja prosesnya,” ungkap Daniel. “Belum puas dengan pencapaian ini karena buat saya kalau sudah turun dari podium, semua dari nol lagi. Terus berusaha, terus kerja keras,” kata Leo. Dengan hasil ini bulutangkis Indonesia total meraih sembilan medali dengan rincian dua emas, dua perak dan lima perunggu.   Sumber: PBSI

SEA Games 2021. Apriyani/Fadia Naik Podium Tertinggi

Pasangan ganda putri Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti berhasil naik ke podium tertinggi pada ajang bulutangkis SEA Games Vietnam 2021. Mereka menyabet medali emas di nomor perorangan usai mengalahkan pasangan Thailand, Benyapa Aimsaard/Nuntakarn Aimsaard dengan skor  21-17, 21-14. “Mengucap syukur kepada Allah SWT, kita diberikan kemenangan, diberikan juara tanpa ada cedera. Terima kasih untuk semua doa rakyat Indonesia untuk kita,” kata Apri setelah pertandingan yang berlangsunh di Bac Giang Gymnasium hari Minggu (22/5). “Kita di sini mau menyatukan hati, mau menyatukan pola permainan. Tanpa target apapun. Kita sama-sama belajar, bagaimana berkomunikasi, bagaimana bermain di lapangan. Kita sama-sama mau menaikkan level kita,” lanjutnya. Diungkapkan Apri/Fadia bahwa salah satu kunci sukses mereka menjadi juara di turnamen pertama ini adalah selalu mengeluarkan aura positif. “Saya selalu bilang ke Fadia, kita harus terus mengeluarkan aura positif di luar lapangan sehingga bisa masuk ke dalam lapangan. Itu juga yang saya lakukan di Olimpiade lalu. Semangat itu yang saya bawa ke Fadia,” tutur Apri. Sementara, Fadia merasa Apri selalu membrikan dukungan penuh baginya. Ia menganggap Apri sangat mempercayainya. “Pertama-tama grogi pasti ada pasangan sama kak Apri, tapi balik ke diri sendiri bahwa saya bisa, percaya diri. Kak Apri juga selalu yakinkan saya, itu yang buat saya yakin,” kata Fadia.

Akibat Perang Tim Rusia Tidak Bisa Ikut Kompetisi FIBA

Akibat konflik dengan Ukraina pada akhirnya Komite eksekutif FIBA memutuskan untuk tidak mengijinkan tim atau pun pemain dari Rusia dan Belarusia mengikuti kompetisi yang diadakan oleh FIBA. Keputusan komite eksekutif FIBA diantaranya adalah: 1. Tidak mengadakan kompetisi resmi FIBA diadakan di Rusia mau pun Belarusia 2. Tim Rusia dan Belarusia dikeluarkan dari kompetisi kualifikasi Piala Dunia Bola Basket 2023 tanpa adanya tim pengganti. Hasil dari pertandingan yang sudah dimainkan dibatalkan. 3. Tim putri U17 Rusia dikeluarkan dari Piala Dunia Basket U17 FIBA 2022 yang diadakan di Hungaria 9-17 Juli. Digantikan oleh tim Serbia. 4. Tim putri Rusia dikeluarkan dari Piala Dunia Basket FIBA 2022 yang sedianya akan diselenggarakan di Australia pada tanggal 22 September sampai dengan 1 Oktober. Digantikan oleh tim Puerto Rico. 5. Tim dari Rusia dan Belarusia dikeluarkan dari semua kompetisi 3X3 FIBA. 6. Tim yang mewakili Rusia, Belarusia, serta pemain yang berasal dari sana tidak diperbolehkan mendaftar dan babak kualifikasi 3X3 FIBA Pro Circuit tidak jadi diadakan disana.   Sumber: FIBA

Rafli Asrul, Pemain Muda Indonesia yang Selangkah Lagi Main di Liga Yunani

Rafli Asrul, Pemain Muda Indonesia yang Selangkah Lagi Main di Liga Yunani

Sebuah kabar gembira hadir dari pemain muda milik PSM Makassar, yakni Rafli Asrul yang tengah mencoba peruntungan bermain di kompetisi sepak bola Eropa. Kabar mengenai lolos Rafli dari masa trial bersama Atromitos Athens FC sendiri diungkapkan pihak klub PSM. Melalui akun resmi PSM, mereka membenarkan bahwa pemain berusia 19 tahun tersebut sedikit lagi melanjutkan karir di kompetisi sepak bola Eropa. “PSM Makassar sudah mendapatkan surat resmi dari salah satu klub di Yunani, Eropa terkait ketertarikannya dengan salah satu pemain kami, Rafli Asrul,” tulis pernyataan resmi PSM, Selasa (17/5/2022). Nama Rafli sendiri memang sedikit asing bagi para pecinta sepak bola Indonesia. Maka dari itu, kami pun coba meringkas perjalanan karir Rafli sebagai pesepakbola muda Indonesia kepada Anda. Rafli memulai perjalanan karir sepak bolanya dengan bergabung bersama SSB Enrekang di Makassar kala berusia 12 tahun. Talenta Rafli akhirnya tercium oleh manajemen PSM dan direkrut untuk membela kategori U-18 kala masih berusia 15 tahun. Berkat penampilan apik yang diperlihatkan Rafli di sejumlah kompetisi kategori umur, ia pun masuk dalam program Garu da Select jilid 3 yang dididik langsung mantan pemain Chelsea, yakni Dennis Wise. Sejak bergabung bersama Garuda Select, penampilan Rafli tetap menawan. Bahkan pemain berposisi gelandang itu sempat beberapa kali mendapatkan pujian langsung dari Wise berkat performa apik bersama Garuda Select. Ada fakta menarik seputar Rafli, siapa sangka bahwa dirinya merupakan kiper ketika awal tertarik bermain sepakbola. Rafli menceritakan wejangan unik dari sang ayah, mengapa akhirnya bertransformasi menjadi pemain tengah. “Dulu saya seorang kiper, waktu itu bapak saya yang bilang buat apa jadi kiper. Nanti kiper itu tangkap kotoran kalau ada di bola, jadi bapak saya minta saya ubah posisi,” ungkap pemain kelahiran Februari 2003 ini, dalam wawancara. Setelah usai berpetualang bersama Garuda Select, Rafli pun mendapatkan kesempatan membela tim senior PSM di kompetisi Liga 1 2021-22. Ia mencatatkan tiga penampilan bersama PSM di Liga 1 musim lalu. Akan tetapi jumlah laga Rafli bersama PSM di Liga 1 2021-2022 harus terhenti, lantaran sang pemain mendapatkan kesempatan untuk trial bersama Atromitos Athens FC. Siapa sangka, keputusan Rafli menjalani trial di Atromitos Athens FC tepat. Pasalnya, Rafli dikabarkan sudah lolos dari trial bersama klub Liga Yunani tersebut. Kini Rafli pun kabarnya sedang menunggu untuk mendapatkan kontrak profesionalnya bersama Atromitos Athens FC.

Debut SEA Games, Rezza Octavia Sambar Dua Emas

Debut SEA Games, Rezza Octavia Sambar Dua Emas

Penampilan gemilang tim panahan Indonesia di SEA Games 2021 kian cemerlang berkat kehadiran pendatang baru, pepanah putri, Rezza Octavia. Baru pertama kali tampil di kejuaraan multievent Asia Tenggara, Rezza langsung mempersembahkan medali emas dan bukan hanya satu. Berpartisipasi pada kejuaraan internasional multievent pertama di tingkat Asia Tenggara, Rezza Octavia mampu memukau penonton di SEA Games 2021 Vietnam. Dalam debutnya, Rezza langsung sukses mempersembahkan dua medali emas cabang olahraga panahan dari dua nomor recurve. Emas pertama Rezza Octavia bagi Kontingen Indonesia berasal dari nomor recurve beregu campuran. Mendampingi seniornya, Riau Ega Agata, Rezza ikut merasakan sukacita menjadi juara setelah sukses menekuk pasangan Malaysia dengan skor meyakinkan, 6-2, di Hanoi, Vietnam. Hadirin di Hanoi Sports Training and Competition Center kemudian menyaksikan Rezza Octavia memanah medali emas keduanya saat turun sebagai atlet individu. Ia memenangi nomor perseorangan putri dengan kemenangan telak 6-0 atas wakil Thailand. Rezza sangat senang dan bersyukur bisa mendapatkan dua medali emas sekaligus dalam kesempatan perdananya tampil di SEA Games. “Seneng banget. Ya, jangan cepat puas walaupun hasil sudah bagus. Fokus sama percaya diri aja. Karena keluarga dan seluruh tim sudah mendukung,” kata Rezza. Hingga Rabu (18/5), panahan Indonesia sudah menyumbang empat emas dan satu perak SEA Games 2021 dan berpeluang untuk menambah pundi-pundi medali mereka.

Regenerasi Mulai Berjalan, Atlet Muda Panahan Kian Menjanjikan

Regenerasi Mulai Berjalan, Atlet Muda Panahan Kian Menjanjikan

Hingga Rabu (18/5), panahan Indonesia sudah menyumbang empat emas dan satu perak SEA Games 2021. Bukan soal prestasi saja yang membuat pelatih panahan Nurfitriyana semringah, dia bangga karena regenerasi di tubuh panahan Indonesia mulai terlihat. Panahan sendiri masuk dalam program desain besar olahraga nasional (DBON) yang menargetkan prestasi di Olimpiade. Untuk itu, atlet-atlet muda sudah harus disiapkan. SEA Games 2021 yang menjadi sasaran antara, kini menjadi panggung tiga atlet muda panahan Indonesia. Kemunculan pemanah junior potensial dan berprestasi di ajang dua tahunan ini menunjukkan pembinaan di panahan mulai membuahkan hasil. “Kami punya pemanah junior, yakni Rezza Octavia, Pande Putu Gina Putri Arista, dan Bagas Aprianto yang muncul potensinya di SEA Games 2021 ini,” kata Nurfitriyana, Rabu (18/5). Nama Rezza Octavia performanya memang menjanjikan. Dia berhasil menyumbangkan medali emas nomor recurve peseorangan putri dan campuran berpasangan bersama Riau Ega Agatha. “Ini menunjukkan regenerasi terus berjalan di Panahan. Mereka nantinya yang akan menjadi penerus senior-seniornya kini,” tuturnya.

Tim U-23 Indonesia Siap Hadapi Thailand

Tim U-23 Indonesia Siap Hadapi Thailand

Pelatih Tim Indonesia U-23, Shin Tae-yong menyatakan bahwa anak asuhnya sudah siap melawan Thailand. Laga semifinal SEA Games 2021 tersebut akan bermain di Stadion Thien Truong, Nam Dinh, Vietnam, Kamis (19/5). Bagi Shin Tae-yong, ajang SEA Games ini berbeda dengan Piala AFF, terutama karena di ajang multi event tersebut setiap tim turun dengan skuad di bawah usia 23 tahun dengan tambahan tiga pemain senior. “Saya sudah punya pengalaman di Piala AFF dan ini pertama kali di SEA Games. Thailand, Vietnam, dan Indonesia selalu jadi saingan,” kata Shin Tae-yong. “Kami memang kalah oleh Thailand di Final Piala AFF 2020, tetapi situasi kali ini berbeda. Ini turnamen untuk tim U-23 dan kami sudah melakukan persiapan yang cukup baik untuk melawan Thailand,” tambahnya. Indonesia U-23 lolos ke babak semifinal SEA Games 2021 sebagai runner up Grup A. Garuda Muda mendampingi Vietnam yang menjadi juara grup A. Shin juga menyatakan bahwa Saddil Ramdani sudah bergabung lagi bersam Indonesia mulai hari ini. Meski begitu, Asnawi Mangkualam absen di laga ini karena akumulasi kartu kuning. “Ilham Rio saat itu menjadi starter saat laga perdana melawan Vietnam meski belum maksimal. Tetapi setelah itu performa dirinya makin naik dengan sebagai pemain pengganti di babak kedua setiap laga, untuk besok apakah Ilham Rio main atau tidak dilihat saja nanti,” jelas pelatih asal Korea Selatan tersebut. Sementara itu, babak semifinal lainnya mempertemukan Vietnam dengan Malaysia yang dihelat di Stadion Viet Tri, Phu Tho pada tanggal yang sama.

Amanda La Loupatty Tak Sangka Debut di SEA Games Raih Emas

Amanda La Loupatty Tak Sangka Debut di SEA Games Raih Emas

Amanda La Loupatty sukses meraih medali emas untuk Indonesia di SEA Games 2021 lewat cabang olahraga kickboxing. Dia sukses menjadi juara nomor low kick 52kg. Kemenangan direbut Amanda usai menaklukkan wakil Filipina, Claudine Veloso Decena Berlangsung di Bac Ninh Gymnasium, Jumat (13/5/2022) malam WIB, Amanda tampil dominan. Amanda membuat Claudina tak kuasa menahan serangannya, dan memenangkan pertandingan dengan skor 3-0. Dia pun tak menyangka debutnya di SEA Games bisa berakhir dengan amat manis. Prestasinya ini terbilang mengagumkan, mengingat ini adalah kali pertama Amanda berkecimpung di kickboxing. Sebelumnya, dia menjadi atlet di cabor wushu, sehingga hanya bisa berterima kasih kepada pelatihnya. “Puji syukur kepada Tuhan. Jujur saya tak menyangka bisa mendapatkan emas. Terima kasih kepada pelatih yang sudah bekerja keras untuk saya,” kata Amanda pada rilis resmi NOC Indonesia. Cabang olahraga yang baru dua kali berpartisipasi di SEA Games ini berhasil meraih prestasi dengan meraih 2 medali emas: Diandra Ariesta Pieter yang turun pada nomor Women’s Full Contact -56 kg dan Amanda La Loupatty yang berlaga pada nomor Women’s Low Kick -52 kg. Selain 2 medali emas, Kickboxing juga membawakan 1 medali perak dari Salmri Stendra Pattisamallo yang turun pada nomor Men’s Full Contact -51 kg, serta medali perunggu yang dipersembahkan oleh Nadya Nakhoir dari nomor Women’s Full Contact -48 kg. Raihan dua medali emas merupakan sebuah pencapaian mengingat kickboxing hanya menargetkan 1 medali emas. Hingga berita ini diturunkan pada pukul 16:00 WIB, tim Merah-Putih masih bertengger di posisi ketiga klasemen perolehan medali sementara dengan raihan 21 emas, 32 perak, dan 25 perunggu. Posisi pertama masih ditempati tuan rumah, Vietnam, disusul Thailand pada posisi kedua. Biodata: Nama lengkap: Amanda La Loupatty Tanggal lahir: 13 Agustus 2000 Berat badan: 52 kilogram Tinggi badan: 161 cm Prestasi: 1. Amanda Loupatty berhasil mendapatkan medali perak dari cabang olahraga Wushu Sanda – Kelas 52 Kg Putri Oktober 2021. 2. Dan saat ini mendapatkan medali emas pada SEA Games 2021, untuk cabang olahraga kickboxing.

AFC Grassroots Football Day 2022 Berlangsung Meriah di Yogyakarta

AFC Grassroots Football Day 2022 Berlangsung Meriah di Yogyakarta

PSSI menggelar acara AFC Grassroots Football Day 2022, Yogyakarta ditunjuk sebagai tuan rumah kegiatan tersebut yang berlangsung hari Minggu (15/5) di Lapangan Kenari Kota Yogyakarta. Acara seperti ini, terakhir dilaksanakan tahun 2017 di Bekasi. PSSI bekerja sama dengan Asprov PSSI DIY dan berkolaborasi bersama Mataram Football Academy menyelenggarakan coaching clinic bersama 100 anak usia 11-12 tahun dan 20 pelatih dari sekolah sepak bola (SSB) yang ada di Kota Yogyakarta. 100 anak pemain usia dini dari berbagai SSB di Yogyakarta dan sekitarnya mengikuti jalannya coaching clinic AFC Grassroots Football Day 2022. Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi mendapat laporan bahwa acara berlangsung sangat meriah dan anak-anak pun terlihat sangat gembira mengikuti jalannya kegiatan ini. “Sudah sepatutnya mereka gembira, karena Grassroots merupakan kegiatan sepak bola untuk pembinaan anak-anak sejak usia dini. Kita ingin semua anak-anak yang mengikuti acara ini atau juga diluar acara lebih cinta kepada sepak bola,” ungkap Yunus. “Jadi buat anak-anak, mereka diwajibkan bisa lebih bahagia dan senang. Tidak ada tekanan disini. Ini juga bertujuan sebagai promosi dan pencarian bakat demi bertambahnya jumlah pemain sepak bola di Indonesia,” sambungnya. “Anak laki-laki dan perempuan. Mereka punya kesempatan yang sama. Pokoknya dalam acara ini anak-anak harus happy semua,” jelas Yunus. Dari PSSI diwakili oleh Direktur Sepak Bola, Dessy Arfianto beserta dua instruktur PSSI, yakni Aldi Iqbal Tawakal, PSSI Grassroots Manager dan Bery Sidiq, Instruktur Grassroots PSSI hadir langsung dalam coaching clinic di Lapangan Kenari. “PSSI melakukan kegiatan ini sebagai dukungan atas program dari AFC terkait grassroots. Ada banyak kegiatan yang dilakukan berkat kerjasama dari berbagai stakeholders, dan pihak-pihak lainnya,” tutur Dessy Arfianto. Aldi Iqbal mengatakan dalam kegiatan ini membuat 16 tim. “Terdapat delapan lapangan, empat lapangan workshop, empat lapangan small sided game. Anak-anak ini latihan shielding atau melindungi bola, shooting, passing dan dribling. Saya berharap semua anak-anak ini bergembira pada acara ini, setelah selama dua tahun tidak bisa melakukan acara seperti ini, sepak bola telah kembali,” jelasnya. Sebelumnya, Sabtu (14/5) malam, keduanya melakukan workshop bersama 20 pelatih yang turut berlatih bersama dengan para peserta di Hotel Prime Plaza Yogyakarta. Ketua Asprov PSSI DIY, Ahmad Syauqi Soeratno mengatakan, kegiatan tersebut merupakan yang pertama kali diadakan di DIY selama ini. AFC melalui PSSI meminta Asprov PSSI DIY untuk menyelenggarakan kegiatan ini dan akhirnya dapat digelar pada 15 Mei 2022 pagi di Lapangan Kenari dengan Mataram Football Academy sebagai tuan rumahnya. “Tema yang dibawa kali ini adalah Sepak Bola Telah Kembali (Football is Back). Ini kehormatan untuk Asprov PSSI DIY sebagai penyelenggara satu-satunya di Indonesia,” ungkap Syauqi. Dia menambahkan, penyelenggaraan AFC Grassroot Football Day diikuti 100 peserta dari SSB di Kota Yogyakarta, sesuai arahan dari PSSI Pusat.

SEA Games 2022. Emas Pertama Renang Dari Masniari Wolf

PRSI: Pemanggilan atlet pelatnas renang berdasar pada DBON

Tim renang Indonesia berhasil mendapatkan medali emas pertama dari nomor 50 M gaya punggung putri, yakni Masniari Wolf, pada ajang SEA Games ke 31 Vietnam. Selain satu emas, di hari kedua tim renang juga mengoleksi empat medali perunggu. Total Tim Renang Indonesia telah mengoleksi satu emas dan tujuh perunggu. Dalam final yang berlangsung di My Dinh Water Sport Stadium, Minggu 15 Mei 2022, Masniari turun di lintasan 3 melakukan start yang cukup bagus. Masniari akhirnya finish pertama dengan catatan 29,21 detik. Ini juga jadi rekor nasional baru, sebelumnya milik Sofie Kemala dengan catatan 29,47 detik. Masniari yang menjadi idola, dan baru berusia  16 tahun, merupakan perenang berdarah Batak-Jerman. Ibunya berasal dari Batak dengan marga Siahaan, dan ayahnya dari Jerman. “Senang sekali bisa dapat medali emas di ajang SEA Games. Tadi berenangnya cukup bagus sejak start. Emas ini untuk semua orang yang support aku, masyarakat Indonesia, pelatih, tim Indonesia. Juga Pak Anindya Bakrie yang menyempatkan diri video call,” ucap Masniari. Pada nomor ini, medali perunggu diraih A.A. Istri Kania Ratih, dengan catatan 29,59 detik. Medali perunggu lainnya disumbang Tim estafet 4×100 meter gaya bebas putri yakni Patricia Yosita, Angel Gabriel, Nurul Fajar Fitriati dan Ressa Kania Dewi dengan catatan 03:51,57 detik. Perenang putra Aflah Fadlan Prawira, juga mempersembahkan medali perunggu pada nomor estafet 4×100 meter gaya ganti putra. Fadlan mencatat waktu 04:23,43 detik. Di nomor 50 meter gaya kupu-kupu putra, Glenn Victor Susanto meraih medali perunggu dengan catatan 24,30 detik. Sumber: PRSI

Gilas Myanmar 3-1, Indonesia U-23 Tembus Semifinal

Gilas Myanmar 3-1, Indonesia U-23 Tembus Semifinal

Tim U-23 Indonesia berhasil lolos ke semifinal SEA Games 2021. Tim Merah-Putih memenuhui misi dengan mengalahkan Myanmar U-23 dengan skor 3-1 pada laga penutup Grup A. Indonesia tampil cukup agresif pada babak pertama di Viet Tri Stadium, Phu Tho, Minggu (15/5/2022). Hasilnya, skuad Garud Muda bisa memborong tiga gol Egy Maulana Vikri (4), Witan Sulaeman (10) dan Marselino Ferdinan (45). Pada babak kedua, armada Shin Tae-yong tidak mampu memperlebar keunggulan. Justru Myanmar U-23 yang memperkecil defisit gol. Tapi, itu tidak sampai merusak pesta Asnawi Mangkualam dkk. Pada babak kedua, armada Shin Tae-yong tidak mampu memperlebar keunggulan. Justru Myanmar U-23 yang memperkecil defisit gol. Tapi, itu tidak sampai merusak pesta Asnawi Mangkualam dkk. Indonesia U-23 langsung mengambil inisiatif menyerang lebih dulu. Sektor kiri pertahanan Myanmar U-23 menjadi favorit untuk dieksploitasi Asnawi Mangkualam dkk. Egy mendapat peluang perdana pada menit keempat. Namun sayang, tendangan kerasnya di dalam kotak penalti lawan masih melambung jauh dari mistar gawang. Egy berhasil menyelesaikan kemelut di depan gawang Myanmar! ✊🇮🇩#KitaGaruda #TimnasDay pic.twitter.com/FkQTvAyMT0 — PSSI (@PSSI) May 15, 2022 Dua menit berselang, kebuntuan pun akhirnya terpecahkan lewat kombinasi Egy dan Irfan Jauhari. Egy membuka skor 1-0 usai memanfaatkan bola rebound yang dibuat Irfan di dalam kotak penalti. Tak butuh waktu lama, skor segera berubah 2-0 di menit ke-10. Kali ini Witan yang menggandakan keunggulan. Diawali umpan cantik dari Ricky Kambuaya, tendangannya meluncur mulus ke pojok kiri gawang yang dijaga Pyae Phyo. Unggul 2-0 membuat permainan armada Shin Tae-yong lebih lepas. Gempuran yang diberikan secara masif membuat barisan pertahanan Myanmar U-23 kerap kali kalang kabut. High pressing yang tak begitu terlihat membuat Myanmar U-23 menemukan permainannya pada menit 20-an. Karena itu, Myanmar U-23 sempat merobek gawang Ernando Ari menit ke-26. Beruntung, gol tersebut dianggap offside. Myanmar U-23 mencoba membongkar pertahanan Indonesia U-23. Gempuran terus diberikan untuk mencetak gol balasan jelang babak pertama usai. Namun, upaya tersebut selalu dipatahkan Ernando Ari tampil gemilang di bawah mistar. Alih-alih mencetak gol, Myanmar U-23 malah kecolongan jelang turun minum. Adalah Marselino yang membuat Indonesia memimpin 3-0 di akhir babak pertama. Tertinggal tiga gol membuat Myanmar U-23 meningkatkan serangan di babak kedua. Kali ini mereka cukup mendominasi permainan. Sedangkan Indonesia U-23 terlihat sedikit kehilangan fokus. Sejumlah kesalahan kerap kali terlihat, seperti salah passing. Myanmar U-23 yang melihat celah langsung memberikan high pressing. Gempuran secara masif terus diberikan. Beruntung, Ernando masih tampil gemilang untuk menjaga gawangnya bersih dari upaya yang dilakukan lawan hingga menit ke-60. Setelah bertahan cukup lama, akhirnya gawang Ernando bobol juga. Myanmar U-23 mampu memperkecil kedudukan menjadi 1-3 berkat aksi Win Naing Tun di sektor kanan. Alfeandra Dewangga yang terjatuh membuat lawan leluasa melesatkan tembakan. Setelah kebobolan, Shin merotasi sejumlah pemainnya. Hal ini dilakukan guna memberikan penyegaran di atas lapangan, agar fokus Indonesia U-23 kembali terbentuk. Intensitas serangan Indonesia U-23 masih mengendur hingga menit ke-80. Tidak ada serangan yang begitu mengancam untuk menciptakan gol keempat. Namun, Indonesia mampu mempertahankan keunggulan 3-1 dan lolos ke semifinal SEA Games 2021 dengan torehan sembilan poin dari empat laga. Susunan Pemain Tim Indonesia U-23 (4-3-3): Ernando Ari (GK); Asnawi Mangkualam, Fachruddin Aryanto, Rizky Ridho, Alfeandra Dewangga; Marselino Ferdinan, Marc Klok, Ricky Kambuaya; Egy Maulana Vikri, Irfan Jauhari, Witan Sulaeman. Pelatih: Shin Tae-yong [KOR] Myanmar U-23 (4-3-3): Pyae Phyo; Ye Lin Htet, Thet Hein Soie, Soe Moe Kyaw, Hein Zeyar; Myat Kaung, Zaw Win, Win Naing; Lwin Moe Aung, Htet Phyoe, Aung Wunna Soe. Pelatih: Velizar Popov [BUL]

30 Pemain Disiapkan untuk Pemusatan Latihan Tim U-19 Indonesia

30 Pemain Disiapkan untuk Pemusatan Latihan Tim U-19 Indonesia

Pelatih Shin Tae-yong memanggil 30 pemain untuk pemusatan latihan bulan Mei-Juni ini sekaligus persiapan mengikuti Turnamen Toulon 2022 di Prancis pada 29 Mei hingga 12 Juni mendatang. Pada turnamen tersebut, Indonesia berada di Grup B bersama Meksiko, Ghana, dan Venezuela. Turnamen ini untuk kategori level usia U-17 hingga U-23. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengatakan bahwa para pemain ini akan mulai berkumpul dan memulai latihan pada 15 Mei ini di Jakarta. “Tim U-19 pada pemusatan latihan di Jakarta dan turnamen Toulon di Prancis akan dilatih oleh Bima Sakti. Hal ini karena Shin Tae-yong sedang fokus bersama Tim U-23 di SEA Games dan Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Asia nanti,” kata Iriawan. Meski begitu, Shin Tae-yong menyertakan asistennya yakni Dzenan Radoncic untuk ikut bersama Tim U-19 Indonesia. “Semoga pemain Tim U-19 Indonesia dapat meningkatkan kemampuannya di ajang Turnamen Toulon. Kami berharap mereka selalu kerja keras, fokus, disiplin, dan mendapatkan pengalaman yang baik di turnamen tersebut,” tambah pria yang akrap disapa Iwan Bule tersebut. Tim U-19 Indonesia dipersiapkan PSSI untuk Piala Dunia U-20 2023 mendatang. Apalagi Indonesia menjadi tuan rumah ajang bergengsi tersebut. Daftar 30 Pemain yang mengikuti Pemusatan Latihan di Jakarta jelang Turnamen Toulon 2022: 1. Arkhan Fikri, Arema FC 2. Kadek Arel, Bali United 3. Yogi Hermawan, Barito Putera 4. Frezzy Al Hudaifi, Bhayangkara FC 5. Arsa Ramadhan, Bhayangkara FC 6. Muhamad Faiz, Bina Taruna 7. Rabbani Tasnim, Borneo FC 8. Subhan Fajri, Dewa United 9. Ronaldo Joybera, Madura United 10. Ahmad Rusadi, – 11. Dimas Juliono, – 12. Kakang Rudianto, Persib 13. Ferdiansyah, Persib 14. Cahya Supriadi, Persija 15. Barnabas Sobor, Persija 16. Syawal Ginting, Persija 17. Syukran Arabia, Persija 18. Resa Aditya, Persija 19. Afrianto Nico, Persija 20. Raka Cahyana, Persija 21. Teuku Razzaa, Persija 22. Muhamad Ferrari, Persija 23. Erlangga Setyo, Persis 24. Dimas Maulana, Persis 25. Marcell Januar, Persis 26. Edgar Amping, PSM 27. Muhamad Rafli, PSM 28. Ricky Pratama, PSM 29. Hokky Caraka, PSS 30. Mikkael Tata, Waanal Bhintuka FC

Nadiem Makarim Ingin Buat Regulasi Untuk Munculkan Atlet Muda

Nadiem Makarim Ingin Buat Regulasi Untuk Munculkan Atlet Muda

Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim ingin buat regulasi yang dapat memunculkan atlet-atlet muda. “Satu hal yang kami ingin mencoba membantu dari Kemendikbudristek adalah nomor satu bagaimana menyediakan regulasi sehingga para bakat-bakat atlet-atlet muda kita itu bisa fokus kepada olahraga dan bakat mereka,” kata Nadiem di Istana Wakil Presiden Jakarta, Kamis. Nadiem menyampaikan hal tersebut setelah menghadiri Rapat Pelaksanaan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang dipimpin Wakil Presiden, Ma’ruf Amin. “Jadi olahraga ini agak spesial dimana benar-benar pembibitan itu harus dilakukan sangat muda untuk kita mencapai prestasi tingkat dunia,” ungkap Nadiem. Hal kedua yang akan dilakukan kementeriannya adalah bagaimana meningkatkan frekuensi dan kualitas kompetisi olahraga. “Karena tanpa ada kompetisi kita tidak akan bisa memfilter siapa yang punya jiwa perjuangan dalam kompetisi. Mungkin banyak orang punya bakat tapi giliran berkompetisi akhirnya kalah mental. Jadi kita harus kompetisi sebagai bagian ‘filtering talent’,” tambah Nadiem. Hal ketiga terkait penyiapan sarana prasarana untuk membudayakan jiwa olahraga di sekolah-sekolah. “Dan yang keempat tentunya sangat penting adalah bagaimana SDM di bidang olahraga. Guru-guru olahraga kita di sekolah-sekolah apakah mengerti ‘sport science’, mengerti nutrisi, mengerti latihan atletik dan lain-lain, jadi itu merupakan satu aspek SDM yang sangat penting,” jelas Nadiem. Nadiem menyebut Kemendikbudristek berkomitmen untuk menjadikan sekolah dapat membangun budaya olahraga dan berkompetisi yang sehat. “Tentunya dengan kurikulum baru, Kurikulum Merdeka akan jauh lebih fleksibel sehingga bisa mengakomodasi berbagai macam aktivitas, seperti olahraga,” ungkap Nadiem. Apalagi menurut Nadiem olahraga juga sangat baik untuk menghasilkan profil pelajar Pancasila yang juga menjadi tujuan Program Merdeka Belajar. “Dari olahraga kita belajar berkompetisi, kita belajar jadi tangguh, kita belajar gotong royong, kita belajar saling membantu, dan punya kekuatan mental yang sangat tinggi,” kata Nadiem. Berdasarkan Perpres No. 86 Tahun 2021 tentang DBON, Wapres Ma’ruf Amin menjadi Ketua Tim Koordinasi Pusat Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). DBON menjadi rencana induk yang berisikan arah kebijakan pembinaan dan pengembangan keolahragaan nasional yang dilakukan secara efektif, efisien, unggul, terukur, sistematis, akuntabel, dan berkelanjutan dalam lingkup olahraga pendidikan, olahraga rekreasi, olahraga prestasi dan industri olahraga. DBON sendiri meliputi olahraga rekreasi, olahraga pendidikan, olahraga prestasi; dan industri olahraga.

Jelang SEA Games 2021, Apriyani Siap Debut Bersama Fadia

Apriyani Rahayu & Siti Fadia Silva Ramadhanti

Setelah tertunda sejak Jerman Terbuka 2022 bulan Maret lalu karena Apri mengalami cedera betis, akhirnya pasangan ganda putri Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti benar-benar akan menjalani debutnya. Tidak tanggung-tanggung, pasangan ini akan debut di Pesta Olahraga Terbesar di Asia Tenggara, SEA Games Vietnam 2021 yang bergulir 16-22 Mei mendatang. Selain Apri/Fadia, Ribka Sugiarto juga menjalani debut bersama Febby Valencia Dwijayanti Gani di ajang ini. Apri, sang peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 bersama Greysia Polii mengaku tidak sabar untuk berpasangan dengan juniornya itu. “Saya merasa excited akan bermain bersama pasangan baru yaitu dengan Fadia. Kami mau menunjukkan yang terbaik untuk diri sendiri dan untuk Indonesia jadi fokusnya tidak mau ke banyak hal, fokus ke situ saja,” ucap Apri. “Fadia adalah sosok yang semangat dan saya berharap kiranya dia bisa mempertahankan semangat itu untuk menjadi seorang juara,” tambah Apri. Disinggung mengenai cedera betisnya, Apri menegaskan bahwa ia sudah sembuh total. “Alhamdulillah cedera betis saya sudah sembuh total, sehingga persiapan kami sudah maksimal dan kami sudah siap bertanding,” tutur Apri. “Kalau ditanya fokusnya apa di pertandingan nanti, yang terpenting adalah komunikasi sebagai partner. Di dalam lapangan, di luar lapangan, dan saat evaluasi,” jelas Apri. Sementara, pelatih ganda putri Eng Hian atau yang akrab disapa Didi meyakini tidak ada turnamen pemanasan untuk pasangan racikan barunya, tidak akan mempengaruhi performa mereka. “Persiapan berjalan baik, tidak ada cedera apapun. Menurut saya, semua turnamen sama saja, sama pentingnya,” kata Didi. “Saya fokus memberikan latihan pembentukan pola permainan. Untuk hal-hal lain seperti kemistri atau non teknis yg lain nanti akan terlihat di pertandingan,” jelas Didi. “Ini turnamen pertama Apri/Fadia dan Ribka/Febby, saya akan lebih melihat ke pola permainan dan komunikasi mereka di lapangan,” tutup Didi. SEA Games Vietnam 2021 sedianya digelar tahun 2021 lalu, tapi ditunda ke tahun 2022 ini karena pandemi virus Covid-19.

Garuda Muda Tetap Incar Kemenangan Lawan Myanmar

Garuda Muda Tetap Incar Kemenangan Lawan Myanmar

Tim U-23 Indonesia akan melakoni laga terakhir grup A melawan Myanmar di Stadion Viet Tri, Vietnam, Minggu (15/5). Bagi Garuda Muda, hasil imbang saja membuat mereka lolos ke babak semifinal SEA Games 2021 ini. Pelatih Shin Tae-yong menyatakan bahwa dirinya tetap mengincar kemenangan pada laga tersebut. Apalagi saat ini, kondisi Fachruddin Aryanto dan kawan-kawan terus mengalami peningkatan. Pada Sabtu (14/5), Tim U-23 Indonesia menjalani latihan pemulihan sekaligus taktikal jelang melawan Myanmar. “Kami tidak boleh berpikir mau imbang, jadi saya akan tetap menegaskan ke pemain supaya mereka lebih kuat dan hati-hati. Jadi pemain harus tetap mau menang, sehingga hasilnya bisa baik,” kata Shin Tae-yong. Menurut Shin Tae-yong, Myanmar merupakan tim yang solid dengan pemain-pemain yang juga berkualitas. “Saya melihat tim Myanmar mempunyai organisasi pemainan yang baik. Kemampuan pemain-pemain mereka juga baik,” jelasnya. Sementara itu, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan berharap Tim U-23 Indonesia meraih kemenangan. Karena saat ini posisi Indonesia belum aman. “Saya berharap pemain tampil spartan, fokus, dan disiplin melawan Myanmar. Kemenangan dua kali lawan Timor Leste dan Filipina harus diulang,” kata pria yang akrap disapa Iwan Bule tersebut. Saat ini, klasemen Grup A, Vietnam untuk sementara memimpin klasemen dengan 7 poin dari tiga pertadingan. Indonesia menguntit di peringkat dua dengan 6 poin. Myanmar yang menempati posisi ketiga mengumpulkan poin yang sama dengan Indonesia yaitu 6 poin, tetapi kalah selisih gol.

SEA Games 2021. Timnas U-23 Siap Tempur Lawan Filipina

Pelatih Shin Tae-yong mengatakan bahwa Tim U-23 Indonesia siap tempur melawan Filipina pada laga lanjutan grup A SEA Games 2021 di Stadion Viet Tri, Vietnam, Jumat (13/5). “Kami dalam kondisi bagus, semakin meningkat dan sudah siap melawan Filipina. Saya yakin para pemain dapat menampilkan penampilan terbaik mereka di pertandingan tersebut,” kata Shin Tae-yong. Garuda Muda saat ini masih berada di peringkat keempat dengan 3 poin dari dua kali bertanding. Fachruddin dan kawan-kawan tertinggal tiga poin dari Myanmar di peringkat pertama dan 1 poin dengan Vietnam serta Filipina di posisi kedua dan ketiga. Shin Tae-yong menyatakan agar mewaspadai postur tinggi tim lawan serta memanfaatkan situasi tim Filipina yang sudah memainkan tiga laga. “Kami harus lebih kuat main bodi dan intensitas main bodi harus lebih dari yang biasa. Kalau begitu, pasti akan bisa memberikan yang terbaik. Kami juga harus bisa memanfaatkan situasi terkini tim Filipina yang sudah memainkan tiga laga,” tambah Shin Tae-yong. Jalan lolos ke babak semifinal akan semakin terbuka bila Indonesia menang lawan Filipina. Untuk itu dibutuhkan kerja keras, kekompakan, berjuang maksimal dan fokus selama pertandingan berlangsung.   Sumber: PSSI

SEA Games 2021. Timnas U-23 Fokus Hadapi Filipina

SEA Games 2021. Timnas U-23 Fokus Hadapi Filipina   Gelandang sayap Tim U-23 Indonesia, Egy Maulana mengatakan bahwa saat ini kondisi tim dalam kondisi bagus jelang melawan Filipina, Jumat (13/5) besok.   Duel Indonesia versus Filipina akan dihelat di Stadion Viet Tri, Vietnam. Kemenangan menjadi harga mati bagi Garuda Muda bila ingin lolos ke babak semifinal SEA Games 2021.   “Kami fokus ke tim sendiri bagaimana agar kita dapat bermain sebaik mungkin dan mengalahkan Filipina. Kami harus bermain lebih fokus, jangan mengulangi kesalahan dan konsentrasi,” kata Egy.   Pada pertandingan melawan Timor Leste, Egy berhasil mencetak gol pada menit ke-16 untuk membawa Indonesia U-23 unggul 1-0 atas Timor Leste pada babak pertama.   “Bagi saya, itu adalah satu di antara taktik pelatih. Saya juga harus mengikutinya karena saya juga harus menjaga diri saya,” ujar Egy terkait pergantian dirinya di paruh babak kedua oleh pelatih Shin Tae-yong.   Shin Tae-yong mengganti Egy semata karena ingin menjaga tenaga sang pemain untuk melawan Filipina.   “Masih banyak pertandingan ke depan. Apalagi dalam dua partai terakhir di babak penyisihan, kami harus menang. Jadi, saya harus selalu bugar dan beberapa teman juga sudah mulai bugar karena mendapatkan istirahat karena ada yang bermain full dan tidak full,” tukas pemain asal FK Senica tersebut.   Sumber: PSSI

Bilqis Prasista, Anak Mantan Peringkat 1 Dunia yang Jadi Sorotan Pada Piala Uber

Bilqis Prasista, Anak Mantan Peringkat 1 Dunia yang Jadi Sorotan Pada Piala Uber

Nama Bilqis Prasista mendadak jadi buah bibir Badminton Lovers. Situasi tersebut terjadi setelah dirinya mengalahkan jagoan Jepang Akane Yamaguchi di penyisihan Grup A Piala Uber 2022, Rabu (11/5/2022) pagi WIB. Bilqis dipercaya jadi wakil Indonesia pertama saat melawan Jepang. Dia berhadapan dengan tunggal putri ranking satu dunia, Akane Yamaguchi. Bilqis yang tampil pada partai pembuka, tampil meyakinkan untuk menang dua gim langsung 21-19 dan 21-19 atas ratu bulutangkis dunia itu hanya dalam waktu 35 menit. Lantas siapa sosok Bilqis? Mengutip dari berbagai sumber, ia lahir di Magelang, Jawa Tengah 24 Mei 2003. Bilqis merupakan anak dari pasangan legenda bulu tangkis Indonesia, Joko Suprianto dan Zelin Resiana. Tak bisa dipungkiri, darah bulutangkis sudah mengalir dalam dirinya. Pemilik rangking 333 dunia itu mendapat bakat dan keinginan menjadi atlet olahraga tersebut dari kedua orang tuanya. Supriyanto diketahui mantan pemain pelatnas di era 90an. Salah satu prestasi tertingginya, yakni menjadi juara dunia 1993 pada cabang tunggal putra. Sementara sang ibu, Zelin Resiana juga aktif di awal 90an dan bergabung ke dalam tim putri Indonesia yang menjuarai Uber Cup 1994 dan 1996. Selain itu, Bilqis merupakan keponakan dari mantan peringkat satu dunia ganda putra, Bambang Supriyanto. Bilqis juga ternyata mempunyai saudara kembar dengan nama yang hampir mirip, yaitu Bilqis Pratista. Keduanya sama-sama bermain bulutangkis dan bergabung dengan klub PB Djarum pada 2018. Meski demikian, baru Bilqis yang berhasil menembus pelatnas PBSI. Bilqis bergabung dengan PBSI pada 2020. Ia mampu menyita perhatian tim pelatih PBSI usai menjuarai beberapa kompetisi bergengsi. Kejuaraan itu meliputi, Juara Jakarta Junior International Series 2019 (U-17), Juara Tunggal Remaja Putri Djarum Sirnas Sumatera Selatan Open 2019, Juara di Bangladesh Junior International Series 2021, hingga runner-up Denmark Junior. Selain itu, terbaru yang membuatnya semakin dikenal publik khususnya para pecinta bulutangkis yakni menjadi bagian tim Indonesia yang memenangkan ajang BATC di Malaysia pada 15-20 Februari 2022. Bilqis menjadi bagian dari tim Indonesia yang berjuang di Piala Uber 2022 di Thailand. Dalam tiga laga yang dilakoni, ia selalu berhasil menyumbang angka untuk Indonesia.

Riska Hermawan Bangga Bisa Lanjutkan Tradisi Emas Keluarga Pada Ajang SEA Games

Riska Hermawan Bangga Bisa Lanjutkan Tradisi Emas Keluarga di Ajang SEA Games

Raut wajah gembira tampak terlihat di wajah Riska Hermawan. Asanya melanjutkan emas yang menjadi tradisi keluarga terpenuhi setelah dirinya bersama Ririn Rinasih mempersembahkan medali emas pertama SEA Games 2021 dari cabang olahraga (cabor) pencak silat nomor seni ganda putri. Tampil pada partai final ganda putri nomor seni di Bac Tu Liem Gymnasium, Rabu (11/5), Riska/Ririn sukses meraih 9,955 poin. Jumlah tersebut lebih baik dari wakil Vietnam, Nguyen Thi Thu Ha/Nguyen Thi Huyen yang hanya meraih 9,925. Ini merupakan emas perdana Ririn/Riska dalam sejarah berpartisipasi di ajang SEA Games. Sebelumnya, mereka hanya mendapat perunggu pada edisi 2017. Ririn/Riska memang sudah cukup lama berpasangan tepatnya sejak tahun 2016. Namun keduanya baru kembali masuk pelatnas untuk SEA Games 2021 sejak Januari lalu. Bagi Riska, torehan ini juga membuatnya melanjutkan tradisi keluarga. Ia memang berstatus putri dari peraih medali emas SEA Games 1997, Cece Hermawan. “Perasaan aku seneng banget dan terima kasih buat seluruh rakyat Indonesia. Medali emas ini aku persembahkan khusus untuk ayah aku yang kebetulan juara SEA Games 1997 juga serta paman dan perguruan aku, hingga kabupaten Majalengka, Jawa Barat,” ujarnya Langkah pasangan Riska/Ririn untuk meraih medali emas memang cukup mulus. Mereka tampak tak terpengaruh dengan sejumlah hasil buruk yang diraih wakil Indonesia ini. Terkait hal ini, Riska mengungkaplan sebuah rahasia. Ia mengaku mendapat motivasi tambahan dari Puspa Arum Sari yang harus puas dengan raihan medali perak. “Alhamdulillah saya lebih rileks dibanding sebelumnya karena kan SEA Games sebelumnya sempat down juga pas lawan Singapura. Jadi sekarang lawan tuan rumah justru lebih rileks,” kata Riska usai bertanding. “Aku tidak down (dengan hasil teman-teman lain), tapi hanya sedikit gugup. Namun Puspa yakinin aku untuk tampil maksimal. Dia bilang kita sudah latihan setiap hari jadi harus tunjukkan hasilnya,” pungkasnya. Pada Rabu (12/05) Pukul 14.00, Tim Indonesia meraih 3 medali emas, 4 perak, dan 1 perunggu. Dengan hasil ini, Indonesia menempati ranking tiga di klasemen sementara perolehan medali di bawah Vietnam dan Malaysia yang menempati ranking satu dan dua.