Amanda La Loupatty Tak Sangka Debut di SEA Games Raih Emas

Amanda La Loupatty Tak Sangka Debut di SEA Games Raih Emas

Amanda La Loupatty sukses meraih medali emas untuk Indonesia di SEA Games 2021 lewat cabang olahraga kickboxing. Dia sukses menjadi juara nomor low kick 52kg. Kemenangan direbut Amanda usai menaklukkan wakil Filipina, Claudine Veloso Decena Berlangsung di Bac Ninh Gymnasium, Jumat (13/5/2022) malam WIB, Amanda tampil dominan. Amanda membuat Claudina tak kuasa menahan serangannya, dan memenangkan pertandingan dengan skor 3-0. Dia pun tak menyangka debutnya di SEA Games bisa berakhir dengan amat manis. Prestasinya ini terbilang mengagumkan, mengingat ini adalah kali pertama Amanda berkecimpung di kickboxing. Sebelumnya, dia menjadi atlet di cabor wushu, sehingga hanya bisa berterima kasih kepada pelatihnya. “Puji syukur kepada Tuhan. Jujur saya tak menyangka bisa mendapatkan emas. Terima kasih kepada pelatih yang sudah bekerja keras untuk saya,” kata Amanda pada rilis resmi NOC Indonesia. Cabang olahraga yang baru dua kali berpartisipasi di SEA Games ini berhasil meraih prestasi dengan meraih 2 medali emas: Diandra Ariesta Pieter yang turun pada nomor Women’s Full Contact -56 kg dan Amanda La Loupatty yang berlaga pada nomor Women’s Low Kick -52 kg. Selain 2 medali emas, Kickboxing juga membawakan 1 medali perak dari Salmri Stendra Pattisamallo yang turun pada nomor Men’s Full Contact -51 kg, serta medali perunggu yang dipersembahkan oleh Nadya Nakhoir dari nomor Women’s Full Contact -48 kg. Raihan dua medali emas merupakan sebuah pencapaian mengingat kickboxing hanya menargetkan 1 medali emas. Hingga berita ini diturunkan pada pukul 16:00 WIB, tim Merah-Putih masih bertengger di posisi ketiga klasemen perolehan medali sementara dengan raihan 21 emas, 32 perak, dan 25 perunggu. Posisi pertama masih ditempati tuan rumah, Vietnam, disusul Thailand pada posisi kedua. Biodata: Nama lengkap: Amanda La Loupatty Tanggal lahir: 13 Agustus 2000 Berat badan: 52 kilogram Tinggi badan: 161 cm Prestasi: 1. Amanda Loupatty berhasil mendapatkan medali perak dari cabang olahraga Wushu Sanda – Kelas 52 Kg Putri Oktober 2021. 2. Dan saat ini mendapatkan medali emas pada SEA Games 2021, untuk cabang olahraga kickboxing.

AFC Grassroots Football Day 2022 Berlangsung Meriah di Yogyakarta

AFC Grassroots Football Day 2022 Berlangsung Meriah di Yogyakarta

PSSI menggelar acara AFC Grassroots Football Day 2022, Yogyakarta ditunjuk sebagai tuan rumah kegiatan tersebut yang berlangsung hari Minggu (15/5) di Lapangan Kenari Kota Yogyakarta. Acara seperti ini, terakhir dilaksanakan tahun 2017 di Bekasi. PSSI bekerja sama dengan Asprov PSSI DIY dan berkolaborasi bersama Mataram Football Academy menyelenggarakan coaching clinic bersama 100 anak usia 11-12 tahun dan 20 pelatih dari sekolah sepak bola (SSB) yang ada di Kota Yogyakarta. 100 anak pemain usia dini dari berbagai SSB di Yogyakarta dan sekitarnya mengikuti jalannya coaching clinic AFC Grassroots Football Day 2022. Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi mendapat laporan bahwa acara berlangsung sangat meriah dan anak-anak pun terlihat sangat gembira mengikuti jalannya kegiatan ini. “Sudah sepatutnya mereka gembira, karena Grassroots merupakan kegiatan sepak bola untuk pembinaan anak-anak sejak usia dini. Kita ingin semua anak-anak yang mengikuti acara ini atau juga diluar acara lebih cinta kepada sepak bola,” ungkap Yunus. “Jadi buat anak-anak, mereka diwajibkan bisa lebih bahagia dan senang. Tidak ada tekanan disini. Ini juga bertujuan sebagai promosi dan pencarian bakat demi bertambahnya jumlah pemain sepak bola di Indonesia,” sambungnya. “Anak laki-laki dan perempuan. Mereka punya kesempatan yang sama. Pokoknya dalam acara ini anak-anak harus happy semua,” jelas Yunus. Dari PSSI diwakili oleh Direktur Sepak Bola, Dessy Arfianto beserta dua instruktur PSSI, yakni Aldi Iqbal Tawakal, PSSI Grassroots Manager dan Bery Sidiq, Instruktur Grassroots PSSI hadir langsung dalam coaching clinic di Lapangan Kenari. “PSSI melakukan kegiatan ini sebagai dukungan atas program dari AFC terkait grassroots. Ada banyak kegiatan yang dilakukan berkat kerjasama dari berbagai stakeholders, dan pihak-pihak lainnya,” tutur Dessy Arfianto. Aldi Iqbal mengatakan dalam kegiatan ini membuat 16 tim. “Terdapat delapan lapangan, empat lapangan workshop, empat lapangan small sided game. Anak-anak ini latihan shielding atau melindungi bola, shooting, passing dan dribling. Saya berharap semua anak-anak ini bergembira pada acara ini, setelah selama dua tahun tidak bisa melakukan acara seperti ini, sepak bola telah kembali,” jelasnya. Sebelumnya, Sabtu (14/5) malam, keduanya melakukan workshop bersama 20 pelatih yang turut berlatih bersama dengan para peserta di Hotel Prime Plaza Yogyakarta. Ketua Asprov PSSI DIY, Ahmad Syauqi Soeratno mengatakan, kegiatan tersebut merupakan yang pertama kali diadakan di DIY selama ini. AFC melalui PSSI meminta Asprov PSSI DIY untuk menyelenggarakan kegiatan ini dan akhirnya dapat digelar pada 15 Mei 2022 pagi di Lapangan Kenari dengan Mataram Football Academy sebagai tuan rumahnya. “Tema yang dibawa kali ini adalah Sepak Bola Telah Kembali (Football is Back). Ini kehormatan untuk Asprov PSSI DIY sebagai penyelenggara satu-satunya di Indonesia,” ungkap Syauqi. Dia menambahkan, penyelenggaraan AFC Grassroot Football Day diikuti 100 peserta dari SSB di Kota Yogyakarta, sesuai arahan dari PSSI Pusat.

SEA Games 2022. Emas Pertama Renang Dari Masniari Wolf

PRSI: Pemanggilan atlet pelatnas renang berdasar pada DBON

Tim renang Indonesia berhasil mendapatkan medali emas pertama dari nomor 50 M gaya punggung putri, yakni Masniari Wolf, pada ajang SEA Games ke 31 Vietnam. Selain satu emas, di hari kedua tim renang juga mengoleksi empat medali perunggu. Total Tim Renang Indonesia telah mengoleksi satu emas dan tujuh perunggu. Dalam final yang berlangsung di My Dinh Water Sport Stadium, Minggu 15 Mei 2022, Masniari turun di lintasan 3 melakukan start yang cukup bagus. Masniari akhirnya finish pertama dengan catatan 29,21 detik. Ini juga jadi rekor nasional baru, sebelumnya milik Sofie Kemala dengan catatan 29,47 detik. Masniari yang menjadi idola, dan baru berusia  16 tahun, merupakan perenang berdarah Batak-Jerman. Ibunya berasal dari Batak dengan marga Siahaan, dan ayahnya dari Jerman. “Senang sekali bisa dapat medali emas di ajang SEA Games. Tadi berenangnya cukup bagus sejak start. Emas ini untuk semua orang yang support aku, masyarakat Indonesia, pelatih, tim Indonesia. Juga Pak Anindya Bakrie yang menyempatkan diri video call,” ucap Masniari. Pada nomor ini, medali perunggu diraih A.A. Istri Kania Ratih, dengan catatan 29,59 detik. Medali perunggu lainnya disumbang Tim estafet 4×100 meter gaya bebas putri yakni Patricia Yosita, Angel Gabriel, Nurul Fajar Fitriati dan Ressa Kania Dewi dengan catatan 03:51,57 detik. Perenang putra Aflah Fadlan Prawira, juga mempersembahkan medali perunggu pada nomor estafet 4×100 meter gaya ganti putra. Fadlan mencatat waktu 04:23,43 detik. Di nomor 50 meter gaya kupu-kupu putra, Glenn Victor Susanto meraih medali perunggu dengan catatan 24,30 detik. Sumber: PRSI

Gilas Myanmar 3-1, Indonesia U-23 Tembus Semifinal

Gilas Myanmar 3-1, Indonesia U-23 Tembus Semifinal

Tim U-23 Indonesia berhasil lolos ke semifinal SEA Games 2021. Tim Merah-Putih memenuhui misi dengan mengalahkan Myanmar U-23 dengan skor 3-1 pada laga penutup Grup A. Indonesia tampil cukup agresif pada babak pertama di Viet Tri Stadium, Phu Tho, Minggu (15/5/2022). Hasilnya, skuad Garud Muda bisa memborong tiga gol Egy Maulana Vikri (4), Witan Sulaeman (10) dan Marselino Ferdinan (45). Pada babak kedua, armada Shin Tae-yong tidak mampu memperlebar keunggulan. Justru Myanmar U-23 yang memperkecil defisit gol. Tapi, itu tidak sampai merusak pesta Asnawi Mangkualam dkk. Pada babak kedua, armada Shin Tae-yong tidak mampu memperlebar keunggulan. Justru Myanmar U-23 yang memperkecil defisit gol. Tapi, itu tidak sampai merusak pesta Asnawi Mangkualam dkk. Indonesia U-23 langsung mengambil inisiatif menyerang lebih dulu. Sektor kiri pertahanan Myanmar U-23 menjadi favorit untuk dieksploitasi Asnawi Mangkualam dkk. Egy mendapat peluang perdana pada menit keempat. Namun sayang, tendangan kerasnya di dalam kotak penalti lawan masih melambung jauh dari mistar gawang. Egy berhasil menyelesaikan kemelut di depan gawang Myanmar! ✊🇮🇩#KitaGaruda #TimnasDay pic.twitter.com/FkQTvAyMT0 — PSSI (@PSSI) May 15, 2022 Dua menit berselang, kebuntuan pun akhirnya terpecahkan lewat kombinasi Egy dan Irfan Jauhari. Egy membuka skor 1-0 usai memanfaatkan bola rebound yang dibuat Irfan di dalam kotak penalti. Tak butuh waktu lama, skor segera berubah 2-0 di menit ke-10. Kali ini Witan yang menggandakan keunggulan. Diawali umpan cantik dari Ricky Kambuaya, tendangannya meluncur mulus ke pojok kiri gawang yang dijaga Pyae Phyo. Unggul 2-0 membuat permainan armada Shin Tae-yong lebih lepas. Gempuran yang diberikan secara masif membuat barisan pertahanan Myanmar U-23 kerap kali kalang kabut. High pressing yang tak begitu terlihat membuat Myanmar U-23 menemukan permainannya pada menit 20-an. Karena itu, Myanmar U-23 sempat merobek gawang Ernando Ari menit ke-26. Beruntung, gol tersebut dianggap offside. Myanmar U-23 mencoba membongkar pertahanan Indonesia U-23. Gempuran terus diberikan untuk mencetak gol balasan jelang babak pertama usai. Namun, upaya tersebut selalu dipatahkan Ernando Ari tampil gemilang di bawah mistar. Alih-alih mencetak gol, Myanmar U-23 malah kecolongan jelang turun minum. Adalah Marselino yang membuat Indonesia memimpin 3-0 di akhir babak pertama. Tertinggal tiga gol membuat Myanmar U-23 meningkatkan serangan di babak kedua. Kali ini mereka cukup mendominasi permainan. Sedangkan Indonesia U-23 terlihat sedikit kehilangan fokus. Sejumlah kesalahan kerap kali terlihat, seperti salah passing. Myanmar U-23 yang melihat celah langsung memberikan high pressing. Gempuran secara masif terus diberikan. Beruntung, Ernando masih tampil gemilang untuk menjaga gawangnya bersih dari upaya yang dilakukan lawan hingga menit ke-60. Setelah bertahan cukup lama, akhirnya gawang Ernando bobol juga. Myanmar U-23 mampu memperkecil kedudukan menjadi 1-3 berkat aksi Win Naing Tun di sektor kanan. Alfeandra Dewangga yang terjatuh membuat lawan leluasa melesatkan tembakan. Setelah kebobolan, Shin merotasi sejumlah pemainnya. Hal ini dilakukan guna memberikan penyegaran di atas lapangan, agar fokus Indonesia U-23 kembali terbentuk. Intensitas serangan Indonesia U-23 masih mengendur hingga menit ke-80. Tidak ada serangan yang begitu mengancam untuk menciptakan gol keempat. Namun, Indonesia mampu mempertahankan keunggulan 3-1 dan lolos ke semifinal SEA Games 2021 dengan torehan sembilan poin dari empat laga. Susunan Pemain Tim Indonesia U-23 (4-3-3): Ernando Ari (GK); Asnawi Mangkualam, Fachruddin Aryanto, Rizky Ridho, Alfeandra Dewangga; Marselino Ferdinan, Marc Klok, Ricky Kambuaya; Egy Maulana Vikri, Irfan Jauhari, Witan Sulaeman. Pelatih: Shin Tae-yong [KOR] Myanmar U-23 (4-3-3): Pyae Phyo; Ye Lin Htet, Thet Hein Soie, Soe Moe Kyaw, Hein Zeyar; Myat Kaung, Zaw Win, Win Naing; Lwin Moe Aung, Htet Phyoe, Aung Wunna Soe. Pelatih: Velizar Popov [BUL]

30 Pemain Disiapkan untuk Pemusatan Latihan Tim U-19 Indonesia

30 Pemain Disiapkan untuk Pemusatan Latihan Tim U-19 Indonesia

Pelatih Shin Tae-yong memanggil 30 pemain untuk pemusatan latihan bulan Mei-Juni ini sekaligus persiapan mengikuti Turnamen Toulon 2022 di Prancis pada 29 Mei hingga 12 Juni mendatang. Pada turnamen tersebut, Indonesia berada di Grup B bersama Meksiko, Ghana, dan Venezuela. Turnamen ini untuk kategori level usia U-17 hingga U-23. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengatakan bahwa para pemain ini akan mulai berkumpul dan memulai latihan pada 15 Mei ini di Jakarta. “Tim U-19 pada pemusatan latihan di Jakarta dan turnamen Toulon di Prancis akan dilatih oleh Bima Sakti. Hal ini karena Shin Tae-yong sedang fokus bersama Tim U-23 di SEA Games dan Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Asia nanti,” kata Iriawan. Meski begitu, Shin Tae-yong menyertakan asistennya yakni Dzenan Radoncic untuk ikut bersama Tim U-19 Indonesia. “Semoga pemain Tim U-19 Indonesia dapat meningkatkan kemampuannya di ajang Turnamen Toulon. Kami berharap mereka selalu kerja keras, fokus, disiplin, dan mendapatkan pengalaman yang baik di turnamen tersebut,” tambah pria yang akrap disapa Iwan Bule tersebut. Tim U-19 Indonesia dipersiapkan PSSI untuk Piala Dunia U-20 2023 mendatang. Apalagi Indonesia menjadi tuan rumah ajang bergengsi tersebut. Daftar 30 Pemain yang mengikuti Pemusatan Latihan di Jakarta jelang Turnamen Toulon 2022: 1. Arkhan Fikri, Arema FC 2. Kadek Arel, Bali United 3. Yogi Hermawan, Barito Putera 4. Frezzy Al Hudaifi, Bhayangkara FC 5. Arsa Ramadhan, Bhayangkara FC 6. Muhamad Faiz, Bina Taruna 7. Rabbani Tasnim, Borneo FC 8. Subhan Fajri, Dewa United 9. Ronaldo Joybera, Madura United 10. Ahmad Rusadi, – 11. Dimas Juliono, – 12. Kakang Rudianto, Persib 13. Ferdiansyah, Persib 14. Cahya Supriadi, Persija 15. Barnabas Sobor, Persija 16. Syawal Ginting, Persija 17. Syukran Arabia, Persija 18. Resa Aditya, Persija 19. Afrianto Nico, Persija 20. Raka Cahyana, Persija 21. Teuku Razzaa, Persija 22. Muhamad Ferrari, Persija 23. Erlangga Setyo, Persis 24. Dimas Maulana, Persis 25. Marcell Januar, Persis 26. Edgar Amping, PSM 27. Muhamad Rafli, PSM 28. Ricky Pratama, PSM 29. Hokky Caraka, PSS 30. Mikkael Tata, Waanal Bhintuka FC

Nadiem Makarim Ingin Buat Regulasi Untuk Munculkan Atlet Muda

Nadiem Makarim Ingin Buat Regulasi Untuk Munculkan Atlet Muda

Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim ingin buat regulasi yang dapat memunculkan atlet-atlet muda. “Satu hal yang kami ingin mencoba membantu dari Kemendikbudristek adalah nomor satu bagaimana menyediakan regulasi sehingga para bakat-bakat atlet-atlet muda kita itu bisa fokus kepada olahraga dan bakat mereka,” kata Nadiem di Istana Wakil Presiden Jakarta, Kamis. Nadiem menyampaikan hal tersebut setelah menghadiri Rapat Pelaksanaan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang dipimpin Wakil Presiden, Ma’ruf Amin. “Jadi olahraga ini agak spesial dimana benar-benar pembibitan itu harus dilakukan sangat muda untuk kita mencapai prestasi tingkat dunia,” ungkap Nadiem. Hal kedua yang akan dilakukan kementeriannya adalah bagaimana meningkatkan frekuensi dan kualitas kompetisi olahraga. “Karena tanpa ada kompetisi kita tidak akan bisa memfilter siapa yang punya jiwa perjuangan dalam kompetisi. Mungkin banyak orang punya bakat tapi giliran berkompetisi akhirnya kalah mental. Jadi kita harus kompetisi sebagai bagian ‘filtering talent’,” tambah Nadiem. Hal ketiga terkait penyiapan sarana prasarana untuk membudayakan jiwa olahraga di sekolah-sekolah. “Dan yang keempat tentunya sangat penting adalah bagaimana SDM di bidang olahraga. Guru-guru olahraga kita di sekolah-sekolah apakah mengerti ‘sport science’, mengerti nutrisi, mengerti latihan atletik dan lain-lain, jadi itu merupakan satu aspek SDM yang sangat penting,” jelas Nadiem. Nadiem menyebut Kemendikbudristek berkomitmen untuk menjadikan sekolah dapat membangun budaya olahraga dan berkompetisi yang sehat. “Tentunya dengan kurikulum baru, Kurikulum Merdeka akan jauh lebih fleksibel sehingga bisa mengakomodasi berbagai macam aktivitas, seperti olahraga,” ungkap Nadiem. Apalagi menurut Nadiem olahraga juga sangat baik untuk menghasilkan profil pelajar Pancasila yang juga menjadi tujuan Program Merdeka Belajar. “Dari olahraga kita belajar berkompetisi, kita belajar jadi tangguh, kita belajar gotong royong, kita belajar saling membantu, dan punya kekuatan mental yang sangat tinggi,” kata Nadiem. Berdasarkan Perpres No. 86 Tahun 2021 tentang DBON, Wapres Ma’ruf Amin menjadi Ketua Tim Koordinasi Pusat Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). DBON menjadi rencana induk yang berisikan arah kebijakan pembinaan dan pengembangan keolahragaan nasional yang dilakukan secara efektif, efisien, unggul, terukur, sistematis, akuntabel, dan berkelanjutan dalam lingkup olahraga pendidikan, olahraga rekreasi, olahraga prestasi dan industri olahraga. DBON sendiri meliputi olahraga rekreasi, olahraga pendidikan, olahraga prestasi; dan industri olahraga.

Jelang SEA Games 2021, Apriyani Siap Debut Bersama Fadia

Apriyani Rahayu & Siti Fadia Silva Ramadhanti

Setelah tertunda sejak Jerman Terbuka 2022 bulan Maret lalu karena Apri mengalami cedera betis, akhirnya pasangan ganda putri Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti benar-benar akan menjalani debutnya. Tidak tanggung-tanggung, pasangan ini akan debut di Pesta Olahraga Terbesar di Asia Tenggara, SEA Games Vietnam 2021 yang bergulir 16-22 Mei mendatang. Selain Apri/Fadia, Ribka Sugiarto juga menjalani debut bersama Febby Valencia Dwijayanti Gani di ajang ini. Apri, sang peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 bersama Greysia Polii mengaku tidak sabar untuk berpasangan dengan juniornya itu. “Saya merasa excited akan bermain bersama pasangan baru yaitu dengan Fadia. Kami mau menunjukkan yang terbaik untuk diri sendiri dan untuk Indonesia jadi fokusnya tidak mau ke banyak hal, fokus ke situ saja,” ucap Apri. “Fadia adalah sosok yang semangat dan saya berharap kiranya dia bisa mempertahankan semangat itu untuk menjadi seorang juara,” tambah Apri. Disinggung mengenai cedera betisnya, Apri menegaskan bahwa ia sudah sembuh total. “Alhamdulillah cedera betis saya sudah sembuh total, sehingga persiapan kami sudah maksimal dan kami sudah siap bertanding,” tutur Apri. “Kalau ditanya fokusnya apa di pertandingan nanti, yang terpenting adalah komunikasi sebagai partner. Di dalam lapangan, di luar lapangan, dan saat evaluasi,” jelas Apri. Sementara, pelatih ganda putri Eng Hian atau yang akrab disapa Didi meyakini tidak ada turnamen pemanasan untuk pasangan racikan barunya, tidak akan mempengaruhi performa mereka. “Persiapan berjalan baik, tidak ada cedera apapun. Menurut saya, semua turnamen sama saja, sama pentingnya,” kata Didi. “Saya fokus memberikan latihan pembentukan pola permainan. Untuk hal-hal lain seperti kemistri atau non teknis yg lain nanti akan terlihat di pertandingan,” jelas Didi. “Ini turnamen pertama Apri/Fadia dan Ribka/Febby, saya akan lebih melihat ke pola permainan dan komunikasi mereka di lapangan,” tutup Didi. SEA Games Vietnam 2021 sedianya digelar tahun 2021 lalu, tapi ditunda ke tahun 2022 ini karena pandemi virus Covid-19.

Garuda Muda Tetap Incar Kemenangan Lawan Myanmar

Garuda Muda Tetap Incar Kemenangan Lawan Myanmar

Tim U-23 Indonesia akan melakoni laga terakhir grup A melawan Myanmar di Stadion Viet Tri, Vietnam, Minggu (15/5). Bagi Garuda Muda, hasil imbang saja membuat mereka lolos ke babak semifinal SEA Games 2021 ini. Pelatih Shin Tae-yong menyatakan bahwa dirinya tetap mengincar kemenangan pada laga tersebut. Apalagi saat ini, kondisi Fachruddin Aryanto dan kawan-kawan terus mengalami peningkatan. Pada Sabtu (14/5), Tim U-23 Indonesia menjalani latihan pemulihan sekaligus taktikal jelang melawan Myanmar. “Kami tidak boleh berpikir mau imbang, jadi saya akan tetap menegaskan ke pemain supaya mereka lebih kuat dan hati-hati. Jadi pemain harus tetap mau menang, sehingga hasilnya bisa baik,” kata Shin Tae-yong. Menurut Shin Tae-yong, Myanmar merupakan tim yang solid dengan pemain-pemain yang juga berkualitas. “Saya melihat tim Myanmar mempunyai organisasi pemainan yang baik. Kemampuan pemain-pemain mereka juga baik,” jelasnya. Sementara itu, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan berharap Tim U-23 Indonesia meraih kemenangan. Karena saat ini posisi Indonesia belum aman. “Saya berharap pemain tampil spartan, fokus, dan disiplin melawan Myanmar. Kemenangan dua kali lawan Timor Leste dan Filipina harus diulang,” kata pria yang akrap disapa Iwan Bule tersebut. Saat ini, klasemen Grup A, Vietnam untuk sementara memimpin klasemen dengan 7 poin dari tiga pertadingan. Indonesia menguntit di peringkat dua dengan 6 poin. Myanmar yang menempati posisi ketiga mengumpulkan poin yang sama dengan Indonesia yaitu 6 poin, tetapi kalah selisih gol.

SEA Games 2021. Timnas U-23 Siap Tempur Lawan Filipina

Pelatih Shin Tae-yong mengatakan bahwa Tim U-23 Indonesia siap tempur melawan Filipina pada laga lanjutan grup A SEA Games 2021 di Stadion Viet Tri, Vietnam, Jumat (13/5). “Kami dalam kondisi bagus, semakin meningkat dan sudah siap melawan Filipina. Saya yakin para pemain dapat menampilkan penampilan terbaik mereka di pertandingan tersebut,” kata Shin Tae-yong. Garuda Muda saat ini masih berada di peringkat keempat dengan 3 poin dari dua kali bertanding. Fachruddin dan kawan-kawan tertinggal tiga poin dari Myanmar di peringkat pertama dan 1 poin dengan Vietnam serta Filipina di posisi kedua dan ketiga. Shin Tae-yong menyatakan agar mewaspadai postur tinggi tim lawan serta memanfaatkan situasi tim Filipina yang sudah memainkan tiga laga. “Kami harus lebih kuat main bodi dan intensitas main bodi harus lebih dari yang biasa. Kalau begitu, pasti akan bisa memberikan yang terbaik. Kami juga harus bisa memanfaatkan situasi terkini tim Filipina yang sudah memainkan tiga laga,” tambah Shin Tae-yong. Jalan lolos ke babak semifinal akan semakin terbuka bila Indonesia menang lawan Filipina. Untuk itu dibutuhkan kerja keras, kekompakan, berjuang maksimal dan fokus selama pertandingan berlangsung.   Sumber: PSSI

SEA Games 2021. Timnas U-23 Fokus Hadapi Filipina

SEA Games 2021. Timnas U-23 Fokus Hadapi Filipina   Gelandang sayap Tim U-23 Indonesia, Egy Maulana mengatakan bahwa saat ini kondisi tim dalam kondisi bagus jelang melawan Filipina, Jumat (13/5) besok.   Duel Indonesia versus Filipina akan dihelat di Stadion Viet Tri, Vietnam. Kemenangan menjadi harga mati bagi Garuda Muda bila ingin lolos ke babak semifinal SEA Games 2021.   “Kami fokus ke tim sendiri bagaimana agar kita dapat bermain sebaik mungkin dan mengalahkan Filipina. Kami harus bermain lebih fokus, jangan mengulangi kesalahan dan konsentrasi,” kata Egy.   Pada pertandingan melawan Timor Leste, Egy berhasil mencetak gol pada menit ke-16 untuk membawa Indonesia U-23 unggul 1-0 atas Timor Leste pada babak pertama.   “Bagi saya, itu adalah satu di antara taktik pelatih. Saya juga harus mengikutinya karena saya juga harus menjaga diri saya,” ujar Egy terkait pergantian dirinya di paruh babak kedua oleh pelatih Shin Tae-yong.   Shin Tae-yong mengganti Egy semata karena ingin menjaga tenaga sang pemain untuk melawan Filipina.   “Masih banyak pertandingan ke depan. Apalagi dalam dua partai terakhir di babak penyisihan, kami harus menang. Jadi, saya harus selalu bugar dan beberapa teman juga sudah mulai bugar karena mendapatkan istirahat karena ada yang bermain full dan tidak full,” tukas pemain asal FK Senica tersebut.   Sumber: PSSI

Bilqis Prasista, Anak Mantan Peringkat 1 Dunia yang Jadi Sorotan Pada Piala Uber

Bilqis Prasista, Anak Mantan Peringkat 1 Dunia yang Jadi Sorotan Pada Piala Uber

Nama Bilqis Prasista mendadak jadi buah bibir Badminton Lovers. Situasi tersebut terjadi setelah dirinya mengalahkan jagoan Jepang Akane Yamaguchi di penyisihan Grup A Piala Uber 2022, Rabu (11/5/2022) pagi WIB. Bilqis dipercaya jadi wakil Indonesia pertama saat melawan Jepang. Dia berhadapan dengan tunggal putri ranking satu dunia, Akane Yamaguchi. Bilqis yang tampil pada partai pembuka, tampil meyakinkan untuk menang dua gim langsung 21-19 dan 21-19 atas ratu bulutangkis dunia itu hanya dalam waktu 35 menit. Lantas siapa sosok Bilqis? Mengutip dari berbagai sumber, ia lahir di Magelang, Jawa Tengah 24 Mei 2003. Bilqis merupakan anak dari pasangan legenda bulu tangkis Indonesia, Joko Suprianto dan Zelin Resiana. Tak bisa dipungkiri, darah bulutangkis sudah mengalir dalam dirinya. Pemilik rangking 333 dunia itu mendapat bakat dan keinginan menjadi atlet olahraga tersebut dari kedua orang tuanya. Supriyanto diketahui mantan pemain pelatnas di era 90an. Salah satu prestasi tertingginya, yakni menjadi juara dunia 1993 pada cabang tunggal putra. Sementara sang ibu, Zelin Resiana juga aktif di awal 90an dan bergabung ke dalam tim putri Indonesia yang menjuarai Uber Cup 1994 dan 1996. Selain itu, Bilqis merupakan keponakan dari mantan peringkat satu dunia ganda putra, Bambang Supriyanto. Bilqis juga ternyata mempunyai saudara kembar dengan nama yang hampir mirip, yaitu Bilqis Pratista. Keduanya sama-sama bermain bulutangkis dan bergabung dengan klub PB Djarum pada 2018. Meski demikian, baru Bilqis yang berhasil menembus pelatnas PBSI. Bilqis bergabung dengan PBSI pada 2020. Ia mampu menyita perhatian tim pelatih PBSI usai menjuarai beberapa kompetisi bergengsi. Kejuaraan itu meliputi, Juara Jakarta Junior International Series 2019 (U-17), Juara Tunggal Remaja Putri Djarum Sirnas Sumatera Selatan Open 2019, Juara di Bangladesh Junior International Series 2021, hingga runner-up Denmark Junior. Selain itu, terbaru yang membuatnya semakin dikenal publik khususnya para pecinta bulutangkis yakni menjadi bagian tim Indonesia yang memenangkan ajang BATC di Malaysia pada 15-20 Februari 2022. Bilqis menjadi bagian dari tim Indonesia yang berjuang di Piala Uber 2022 di Thailand. Dalam tiga laga yang dilakoni, ia selalu berhasil menyumbang angka untuk Indonesia.

Riska Hermawan Bangga Bisa Lanjutkan Tradisi Emas Keluarga Pada Ajang SEA Games

Riska Hermawan Bangga Bisa Lanjutkan Tradisi Emas Keluarga di Ajang SEA Games

Raut wajah gembira tampak terlihat di wajah Riska Hermawan. Asanya melanjutkan emas yang menjadi tradisi keluarga terpenuhi setelah dirinya bersama Ririn Rinasih mempersembahkan medali emas pertama SEA Games 2021 dari cabang olahraga (cabor) pencak silat nomor seni ganda putri. Tampil pada partai final ganda putri nomor seni di Bac Tu Liem Gymnasium, Rabu (11/5), Riska/Ririn sukses meraih 9,955 poin. Jumlah tersebut lebih baik dari wakil Vietnam, Nguyen Thi Thu Ha/Nguyen Thi Huyen yang hanya meraih 9,925. Ini merupakan emas perdana Ririn/Riska dalam sejarah berpartisipasi di ajang SEA Games. Sebelumnya, mereka hanya mendapat perunggu pada edisi 2017. Ririn/Riska memang sudah cukup lama berpasangan tepatnya sejak tahun 2016. Namun keduanya baru kembali masuk pelatnas untuk SEA Games 2021 sejak Januari lalu. Bagi Riska, torehan ini juga membuatnya melanjutkan tradisi keluarga. Ia memang berstatus putri dari peraih medali emas SEA Games 1997, Cece Hermawan. “Perasaan aku seneng banget dan terima kasih buat seluruh rakyat Indonesia. Medali emas ini aku persembahkan khusus untuk ayah aku yang kebetulan juara SEA Games 1997 juga serta paman dan perguruan aku, hingga kabupaten Majalengka, Jawa Barat,” ujarnya Langkah pasangan Riska/Ririn untuk meraih medali emas memang cukup mulus. Mereka tampak tak terpengaruh dengan sejumlah hasil buruk yang diraih wakil Indonesia ini. Terkait hal ini, Riska mengungkaplan sebuah rahasia. Ia mengaku mendapat motivasi tambahan dari Puspa Arum Sari yang harus puas dengan raihan medali perak. “Alhamdulillah saya lebih rileks dibanding sebelumnya karena kan SEA Games sebelumnya sempat down juga pas lawan Singapura. Jadi sekarang lawan tuan rumah justru lebih rileks,” kata Riska usai bertanding. “Aku tidak down (dengan hasil teman-teman lain), tapi hanya sedikit gugup. Namun Puspa yakinin aku untuk tampil maksimal. Dia bilang kita sudah latihan setiap hari jadi harus tunjukkan hasilnya,” pungkasnya. Pada Rabu (12/05) Pukul 14.00, Tim Indonesia meraih 3 medali emas, 4 perak, dan 1 perunggu. Dengan hasil ini, Indonesia menempati ranking tiga di klasemen sementara perolehan medali di bawah Vietnam dan Malaysia yang menempati ranking satu dan dua.

Sengit! Syabda Bawa Skuad Garuda Jawara Grup

Sengit! Syabda Bawa Skuad Garuda Jawara Grup

Pemain debutan Syabda Perkasa Belawa jadi penentu kemenangan tim Piala Thomas Indonesia tampil sebagai jawara grup. Kemenangan di partai terakhir, mengantarkan tim Garuda menang 3-2 atas Korea Selatan. Syabda tampil luar biasa. Mentalitasnya juga prima. Kelebihan itu dia tunjukkan saat menghadapi Yun Gyu Lee di partai kelima pertandingan antara Indonesia dan Korea Selatan di penyisihan grup. Siapa yang menang bakal menjadi juara Grup A. Sebagai pendatang baru, Syabda seperti namanya begitu perkasa. Ketika kedudukan sama kuat, 2-2, saat tampil di partai kelima, dia dituntut menang untuk menyelamatkan Skuad Garuda dari kekalahan. Nyatanya, Syabda tampil mengilap. Bertanding di Impact Arena, Bangkok, Rabu (11/5), saat ketinggalan 6-11 di gim ketiga, tak membuat dirinya pasrah. Sebaliknya, bangkit dan akhirnya menang lewat laga tiga gim, 21-14, 11-21, 21-16. “Saat tertinggal 6-11 pada gim ketiga, saya hanya berpikir, seandainya kalah ya sudah kalah. Tetapi saya bertekad saya tidak mau menyerah begitu saja di tengah lapangan. Saya terus berusaha saja,” tutur Syabda. Hasilnya, luar biasa. Dia bisa menyusul dan akhirnya menang. Berkat sumbangan angka dari Syabda, Indonesia pun menang 3-2 dan jadi juara grup. “Senang dan bersyukur saya bisa menang dan bisa menyumbangkan angka penentu kemenangan Indonesia atas Korea 3-2. Pertandingan tadi ada tegang dan ada pressure, karena saya tampil pertama kali di ajang besar seperti Piala Thomas dan tampil di partai penentuan lagi,” sebutnya. “Senior-senior sekaligus idola-idola saya, terus mendukung saya dari pinggir lapangan. Supportnya luar biasa. Mereka mendukung penuh saya. Saya pun jadi tidak mau menyerah. Saya lihat Koh Hendra, Mas Kevin, Babah Ahsan dan lain-lain, berteriak dari pinggir lapangan mendukung saya, saya pun terus fight. Saya tidak mikir apa-apa, pokoknya berjuang terus dan tidak ragu-ragu seperti gim kedua yang membuat saya kalah,” tambah Syabda. Sebelumnya, Shesar Hiren Rhustavito yang turun di partai ketiga, mampu memperpanjang napas tim Indonesia. Kedudukan Indonesia dan Korea Selatan pun menjadi 1-2. Vito, sapaan akrab pemain tunggal ini sukses mengalahkan Jeon Hyeok Jin, 19-21, 21-8, 21-10. “Tadi kunci kemenangan saya, adalah bermain sabar dan tidak buru-buru menyerang. Saya harus bermain seefisien mungkin. Tidak terpancing bermain menyerang terus yang bisa menguras tenaga saya,” ujar Vito. Indonesia pun sukses menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lewat sumbangan angka dari pasangan ganda kedua, Fajar Alfian/Muh. Rian Ardianto yang mengatasi perlawanan Yong Jin/Na Sung Seong, 23-21, 21-16. “Alhamdulillah bersyukur bisa menyumbang poin bagi Indonesia. Setelah ketinggalan 1-2, jadi 2-2. Di awal gim, kita memang kalah siap. Kita dari awal tertekan terus. Belum bisa mengatasi serangan lawan. Namun setelah itu, kita bermain lebih tenang dan bisa menang,” ucap Rian. Di dua laga awal tm Merah-Putih sempat tertinggal 0-2. Anthony Sinisuka Ginting kalah di tangan Heo Kwang Hee, 16-21, 21-15, 14-21 dan pasangan baru Kevin Sanjaya/Moh. Ahsan takkuk kepada Seo Sung Jae/Kang Min Hyuk, 18-21, 21-13, 12-21. “Kecewa dan sedih juga saya tidak berhasil ambil poin. Sejak dari pertandingan awal, saya juga belum berhasil menyumbangkan poin untuk tim. Saya sebenarnya sudah mencoba yang terbaik untuk bisa dapat poin, namun belum berhasil. Belum rejeki saya,” sebut Ginting. “Kita akui, pasangan Korea itu juga bagus. Mereka layak diwaspadai. Ini menjadi perhatian dan pekerjaan rumah kita. Ke depan, akan kita coba dengan ganda-ganda muda kita yang belum masuk tim ini,” sebut pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi. Piala Thomas Indonesia vs Korea Selatan (3-2) Anthony Sinisuka Ginting vs Heo Kwang Hee, 16-21, 21-15, 14-21. Kevin Sanjaya/Moh. Ahsan vs Seo Sung Jae/Kang Min Hyuk, 18-21, 21-13, 12-21 Shesar Hiren Rhustavito vs Jeon Hyeok Jin, 19-21, 21-8, 21-10. Fajar Alfian/Muh. Rian Ardianto vs Yong Jin/Na Sung Seong, 23-21, 21-16. Syabda Perkasa Belawa vs Yun Gyu Lee, 21-14, 11-21, 21-16.

SEA Games 2021. Dayung Sumbang Empat Medali

Indonesia berhasil mendulang empat medali dari empat nomor cabang olahraga dayung pada Rabu (11/5) yang diadakan di Thuy Nguyen Hai Phong Aquatics Center. Pada race pertama kuartet Maslin Efrilia, Dewi Purwanti, Annisa Meilani Yahya, dan Putri Agni Anugrah memenangkan medali perak nomor wWomen’s Quadruple Sculls dengan catatan waktu 7 menit 23 detik. “Meski bukan emas kami sangat bangga, kami sudah melakukan yang terbaik, kami tetap bangga dengan prestasi ini,” kata Maslin Efrilia setelah lomba. Race kedua sangat kompetitif. Duet Kakan Rusmana dan Ardi Isadi finish pertama atas atlet, Thailand dan Vietnam. Catatan waktu yang dibukukan adalah 7 menit dan 1 detik. Berkomentar soal kemenangannya Kakan Rusmana merasa terkejut dan bersyukur dengan hasil ini. “Alhamdulillah, ini adalah medali emas pertama untuk tim dayung. Karena tim quadruple hampir saja menang. Terimakasih atas semua doa dan dukungannya. Kami ingin berterimakasih pada masyarakat Indonesia, NOC, Kemenpora, dan PODSI, terimakasih pada semua pelatih dan kru atas dukungannya pada SEA Games kali ini,” kata Kakan. Pada race ketiga game berjalan sengit. Memo dan Sulfianto memimpin tapi dibayangi oleh atlet dayung Thailand. Mereka berhasil jadi yang tercepat dengan catatan waktu 7 menit 22 detik. “Saya sangat senang. Saya harap rekan tim yang lain juga bisa menang dan mendapatkan medali emas,” kata Memo yang juga pernah berlaga di Olimpiade. Pada race keempat Indonesia kembali mendapatkan medali perak setelah kuartet Chelsea Corputty, Syiva Lisdiana, Aisah Nabila, dan Julianti menjadi yang tercepat kedua dengan catatan waktu 7 menit 16 detik. Meski tidak mendapat medali emas Syiva Lisdiana mengatakan timnya telah memberikan yang terbaik. “Kita telah memberikan yang terbaik, tapi inilah hasilnya. Mudah-mudahan pada race berikutnya kita bisa lebih baik,” kata Syiva. Meski terlihat kecewa Syiva memuji rekan satu tim dan mendorong untuk tampil lebih baik lagi. “Tentunya saya berharap semuanya bisa memberikan yang terbaik. Mudah-mudahan kita bisa memimpin perolehan medali,” tutup Syiva.   Sumber: NOC

Piala Uber 2022. Skuad Merah Putih Gilas Jerman 5-0

Para pemain muda Piala Uber Indonesia yang belum banyak memiliki pengalaman ternyata mampu memetik kemenangan 5-0 atas Jerman. Performa para pemain hari ini memang lebih baik dan terasa lebih nyaman. Tidak ada ketegangan lagi seperti ketika lawan Prancis “Senang bisa dipercaya turun dan menyumbangkan angka pembuka bagi Indonesia. Secara permainan, saya juga lebih nyaman dan tidak tegang lagi,” aku Komang Ayu Cahya Dewi, usai menekuk Yvonne Li, 21-15, 21-13. “Cuma sayang pertandingan tadi terganggu lampu yang berkali-kali mati. Lebih dari lima-enam kali lampu mati. Hal ini cukup mengganggu konsenstrasi saya. Untung saya sudah unggul jauh,” tambahnya. Hal serupa dialami Amalia Cahaya Pratiwi yang main bersama Febriana Dwipuji Kusuma. Ganda pertama ini menang atas Linda Efler/Emma Moszczynski, 21-11, 21-2 “Alhamdulillah bisa menang dan sumbang poin yang membuat Indonesia unggul 2-0. Hari ini kami bisa bermain maksimal dan all out, bisa mengeluarkan seluruh kemampuan. Hari ini rasanya bisa lebih baik dibanding penampilan kemarin,” tutur Tiwi, sapaan akrab Amalia Cahaya Pratiwi.   Hasil positif juga ditampilkan Aisyah Sativa Fatetani. Pemain tunggal kedua ini sukses menggusur Ann-Kathrin Spoeri lewat laga rubber game 21-7, 14-21, 21-14 untuk memastikan Indonesia lolos ke perempatfinal. “Kemenangan ini bisa jadi modal saya lawan Jepang besok. Saya juga makin baik beradaptasi dengan lapangan dan tidak tegang lagi seperti kemarin. Kalau diturunkan lagi, saya akan siap dan fight,” ujar Tiva. Pasangan ganda kedua, Nita Violina Marwah/Lanny Tria Mayasari membawa Indonesia unggul 4-0 dengan mengalahkan Annabella Jaeger/Leona Michalski, 21-10, 21-10. “Alhamdulillah bisa menang dan membawa Indonesia jadi unggul 4-0. Senang dan lega rasanya bisa main baik dan menang. Tadi kami main sangat nyaman. Bisa enjoy karena posisi Indonesia sudah unggul 3-0 dan memastikan lolos ke perempatfinal. Kami bisa tampil maksimal dan bisa menang,” kata Lanny. “Kalau diturunkan lawan Jepang besok, saya tentu siap. Kemenangan ini makin membuat kami lebih semangat untuk lawan Jepang,” tambah Lanny. “Setelah memastikan lolos ke perempatfinal, target berikutnya adalah bisa lolos ke semifinal. Semoga target ini bisa terwujud. Kami siap kerja keras dan penuh semangat menghadapi laga-laga selanjutnya yang tidak enteng. Lawan Jepang, saya juga siap dan main tanpa beban saja,” ujar Nita Violina Marwah. Di partai penutup. Bilqis Prasista menyempurnakan skuad Merah-Putih menang 5-0 atas Jerman setelah menekuk Florentine Schoffski, 21-12, 12-21, 21-7. “Wah lega rasanya bisa menang, meski lewat rubber game. Saya sebenarnya bisa enjoy saat gim pertama. Gim kedua malah tegang sendiri dan membuat permainan kurang fokus hingga akhirnya kalah. Bersyukur di gim ketiga bisa kembali main seperti gim pertama dan menang,” tukas Bilqis. “Untuk lawan Jepang, kalau dipercaya diturunkan saya siap. Saya akan fight dan main tanpa beban saja,” tambahnya.   Piala Uber Indonesia vs Jerman (5-0) Komang Ayu Cahya Dewi vs Yvonne Li, 21-15, 21-13. Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi vs Linda Efler/Emma Moszczynski, 21-11, 21-2. Aisyah Sativa Fatetani vs Ann-Kathrin Spoeri, 21-7, 14-21, 21-14. Nita Violina Marwah/Lanny Tria Mayasari vs Annabella Jaeger/Leona Michalski, 21-10, 21-10. Bilqis Prasista vs Florentine Schoffski, 21-12, 12-21, 21-7.   Sumber: PBSI

Piala Thomas 2022. Duet Bagas Maulana/Kevin Sanjaya Hempaskan Thailand

Pada pertandingan yang berlangsung di Impact Arena, Bangkok, Senin (9/5) malam hingga Selasa (10/5) dini hari tim putra bulutangkis Indonesia sukses menekuk tuan rumah Thailand dengan 4-1. Sebelumnya di pertandingan pembuka penyisihan Grup A, Indonesia juga menang 4-1 atas Singapura. Keberhasilan Tim Merah-Putih dengan mengatasi tuan rumah, juga ditentukan oleh dua pasangan baru yang diturunkan pelatih kepala Herry Iman Pierngadi terbuktibpasanhan Bagas Maulana/Kevin Sanjaya Sukamuljo sukses menyumbangkan angka kemenangan. Hendra/Ahsan lewat drama seru di gim kedua, berhasil menekuk Chaloempon Charoenkitamorn/Nanthakarn Yordphaisong dengan skor 21-12, 26-28, 21-11. “Alhamdulillah bisa menang dan menyamakan kedudukan 1-1. Lawan kita akui juga tidak mudah dikalahkan dan bermain baik. Mereka memberikan perlawanan ketat, terutama di gim kedua,” kata Ahsan. “Gim pertama kita menang angin dan bisa memegang kendali permainan. Kita langsung start dan memimpin poinnya bisa jauh,” ujar Hendra. “Gim kedua, kita keserang terus karena kalah angin. Sudah berusaha keras, tetapi kalah juga. Di gim ketiga, saat berada di posisi menang angin kita kembali ke permainan kita dengan menyerang dan mengumpulkan angka banyak. Setelah pindah tempat di interval ketiga, biar tidak terserang, kita main panjang-panjang dan itu berhasil hingga akhirnya menang,” tambahnya. Sementara Bagas/Kevin juga sukses memetik kemenangan atas Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul, 24-22, 21-11. “Bersyukur bisa menang. Memang meski sering main bareng Bagas, tentu ada beda dengan pertandingan resmi. Cuma dari sisi bagaimana pola permainan sih saya sudah tahu,” komentar Kevin. Dari sektor tunggal, hanya Ginting yang belum berhasil menyumbangkan angka setelah dikalahkan Kunlavut Vitidsarn, 12-21, 21-15, 9-21. “Rasanya sedih juga tidak bisa menang dan sumbang poin. Tadi pertandingannya juga ketat sejak awal. Kita tahu posisinya saling menang dan kalah angin yang berpengaruh besar terhadap permainan. Cuma di gim ketiga saat pindah lapangan, saya sudah tertinggal jauh. Saat mau mengejar, lawan sudah percaya diri,” kata Ginting. Indonesia kemudian unggul 2-1 setelah Jonatan Christie di partai ketiga mengatasi Kantaphon Wangcharoen, 22-20, 21-16. “Puji Tuhan bisa membuat Indonesia unggul 2-1. Tetapi, secara jujur dari sisi permainan saya hari ini masih jauh dari permainan terbaik saya. Meskipun menang pun, terus terang saya tidak puas. Bisa dibilang kalau memakai angka 100, penampilan saya hari ini hanya 50 saja. Tidak memuaskan saya,” ucap Jojo. Shesar Hiren Rhustavito menggenapkan Indonesia menang 4-1 usai menggusur Sitthikom Thammasin, 21-19, 21-14. “Dari awal saya percaya diri bisa mengatasi dia. Sebelumnya, saya juga selalu menang di empat pertemuan,” tutur Vito. Piala Thomas Indonesia vs Thailand (4-1)   1. Anthony Sinisuka Ginting vs Kunlavut Vitidsarn, 12-21, 21-15, 9-21.   2. Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan vs Chaloempon Charoenkitamorn/Nanthakarn Yordphaisong, 21-12, 26-28, 21-11.   3. Jonatan Christie vs Kantaphon Wangcharoen, 22-20, 21-16.   4. Bagas Maulana/Kevin Sanjaya Sukamuljo vs Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul, 24-22, 21-11.   5. Shesar Hiren Rhustavito vs Sitthikom Thammasin, 21-19, 21-14.   Sumber: PBSI

Usai Boyong 6 Emas Kejuaraan Dunia Junior, Atlet Angkat Besi Langsung Bersiap Ke Vietnam

Usai Boyong 6 Emas Kejuaraan Dunia Junior, Atlet Angkat Besi Langsung Bersiap Ke Vietnam

Rombongan atlet angkat besi Indonesia tiba di Tanah Air setelah berjuang di kejuaraan dunia kejuaraan angkat besi junior yang berlangsung di Yunani pada Minggu, 8 Mei 2022. Mereka langsung bersiap untuk berkompetisi dalam SEA Games di Vietnam. Windi Cantika dan kawan-kawan dijadwalkan mengikuti SEA Games 2021 Vietnam setelah membawa pulang enam medali emas dari kejuaraan di Yunani. Tiga medali dipersembahkan oleh Rizki Juniansyah dan tiga lainnya diraih lifter perempuan Windy Cantika Aisah. Windy menyumbangkan medali pada kejuaraan angkat besi putri kelas 49 kilogram, sedangkan Rizki tampil pada kelas 73 kilogram dan berhasil memecahkan rekor dunia Snatch dengan 156 kilogram. Kedatangan para lifter di Bandara Soekarno-Hatta disambut langsung oleh Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI Purn Marciano Norman dan jajaranya. “Mereka ini adalah atlet masa depan dan semoga ke depannya mereka akan terus membuat Indonesia bangga,” ujar Marciano dalam program Metro Siang di Metro TV, Senin 9 Mei 2022. Menurut Marciano mereka ada atlet masa depan Indonesia dan berharap dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah olahraga dunia. Tak lupa, Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI) yang dipimpin oleh Mayor Jenderal TNI Mar. (Purn.) Djoko Pramono beserta jajarannya juga hadir menyambut kedatangan mereka. Melihat kesuksesan atlet angkat besi di kancah internasional, Marciano sangat mengapresiasi kerja keras yang telah dilakukan para juniornya. “Tentunya prestasi ini menjadi kebanggaan bersama untuk Bangsa Indonesia, rasa hormat dan terima kasih saya sampaikan untuk mereka,” ucapnya. Sementara itu, pertandingan angkat besi pada SEA Games kali ini akan berlangsung pada tanggal 19-22 Mei mendatang. Lawan terberat Windy cs kali ini adalah tuan rumah Vietnam dan juga Thailand. Pada ajang yang SEA Games edisi sebelumnya di Filipina, Vietnam menjadi juara umum dengan mengoleksi empat emas, lima perak, dan satu perunggu. Indonesia menempati peringkat kedua dalam perolehan medali dengan empat emas, satu perak, dan 5 perunggu. Tim Angkat Besi Indonesia Pada SEA Games Vietnam: Pria: Satrio Adi Inugroho (55 kg) Eko Yuli Irawan (61 kg) Mohammad Yasin (67 kg) Rizky Juniansyah (73 kg) Muhammad Zul Ilmi (89 kg) Rahmat Erwin Abdullah (73 kg) Wanita: Najla Khoi (45 kg) Siti Nafisatul Hariroh (45 kg) Windy Cantika Aisah (49 kg) Natasya Beteyob (55 kg) Sarah (59 kg) Tsabitha Alfiah (64 kg) Nurul Akmal (87+ kg)

Piala Uber 2022. Jangan Lengah Hadapi Jerman

Setelah menang 5-0 atas Prancis di laga pembuka perebutan Piala Uber 2022 tim Indonesia akan bertemu Jerman dipertandingan kedua. Pertandingan ini sangat penting bagi tim Uber Indonesia untuk maju ke babak berikutnya. Laga kedua babak penyisihan Grup A Piala Uber lawan Jerman ini akan berlangsung pada Selasa (10/5) mulai pukul 09.00 waktu setempat. “Kemenangan atas Prancis pantas disyukuri. Tetapi jangan sampai membuat pemain jadi lengah. Sebaliknya harus lebih waspada dan siap bekerja keras lagi saat lawan Jerman yang kekuatannya di atas kertas saya kira lebih baik dibanding Prancis,” kata manajer tim Hendro Santoso “Karena itu saya meminta kepada para pemain untuk lebih siap dan mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik. Lawan Jerman itu bisa dibilang partai penentuan bagi tim Uber Indonesia untuk lolos ke babak selanjutnya. Maka, saya meminta pemain tampil habis-habisan,” tambah Hendro. Menurut pelatih tunggal putri, Morico Harda, ketiga pemainnya tampil bagus saat menghadapi Prancis. Komang Ayu Cahya Dewi, Aisyah Sativa Fatetani, dan Bilqis Prasista, meski sempat dicekam ketegangan dan nervous, akhirnya bisa keluar sebagai pemenang. “Secara umum ketiga pemain ini bermain baik saat lawan Prancis. Saya berharap mereka bisa mempertahankan performanya di laga-laga selanjutnya, termasuk saat lawan Jerman,” tutur Morico. Hanya, apakah Komang, Tiva, dan Bilqis akan kembali diturunkan ketika melawan Jerman, Morico belum mau membuka kartu. “Untuk menentukan siapa yang akan diturunkan melawan Jerman, semuanya harus dilihat dari bagaimana hasil latihan Senin sore ini,” ujarnya. “Kalau saya diturunkan lagi melawan Jerman, saya siap menyumbangkan angka lagi,” ucap Aisyah Sativa Fatetani, pemain tunggal putri. Sementara menurut pelatih ganda Prasetyo Restu Basuki, kondisi anak buahnya juga baik. Tidak ada yang sakit atau cedera. “Anak-anak kondisinya oke. Siap tempur lawan Jerman. Kemarin waktu melawan Prancis mereka juga bisa bermain lepas. Untuk menghadapi Jerman besok, harus lebih yakin saja,” kata Prasetyo. Sumber: PBSI

Piala Thomas 2022. Kerja Keras Demi Memenangkan Laga

Meski menang 4-1 atas Singapura di babak penyisihan Grup A perebutan Piala Thomas 2022, Skuad Merah-Putih harus bekerja keras untuk memenangi laga. Bertarung di Impact Arena, Bangkok, Minggu (8/5) sore, Indonesia harus kehilangan angka lebih dulu ketika tunggal pertama, Anthony Sinisuka Ginting takluk kepada Loh Kean Yew, andalan Singapura. Lewat laga selama 37 menit, Ginting menyerah kalah, 13-21, 14-21 dari sang juara dunia 2021 tersebut. Dalam pertandingan ini, tempo dan kontrol permainan semua dikuasi Loh. “Loh Kean Yew dari pertama memang bermain lebih nge-push, serta mengontrol tempo permainan. Dia juga cepat bisa membaca strategi saya. Dia terus menekan,” kata Ginting. “Sebenarnya di gim kedua, saya sudah berusaha keluar untuk meredam kecepatannya, tetapi lawan memang sudah menemukan pola permainan terbaiknya. Saya sendiri juga masih kurang konsisten,” tambah Ginting. Begitu pula di ganda pertama. Pasangan Fajar Alfian/Muh. Rian Ardianto harus berjuang tiga gim sebelum mengatasi Hee Yong Kai Terry/Loh Kean Hean, 21-14, 19-21, 21-12. Indonesia pun bisa menyamakan kedudukan 1-1 lawan Singapura. “Ahamdulillah bisa main bagus dan memenangkan pertandingan. Tadi di gim pertama kami nyaman dan bisa menerapkan strategi dengan baik karena berada di posisi menang angin,” kata Fajar. “Di gim kedua, saat kalah angin, tekanan kami tidak seperti gim pertama. Di gim ketiga, kami tidak mau kalah dan langsung mengambil start lebih dulu dan terus memimpin. Kami terus memegang kendali permainan hingga memenangkan pertandingan,” tambah Fajar. “Saya sendiri tidak terpengaruh dengan kekalahan Ginting di partai pertama. Kami fokus ke penampilan diri sendiri untuk bisa memenangkan pertandingan. Apalagi dari awal, saya selalu ingin berusaha menyumbangkan poin untuk Indonesia,” tutur Rian. Indonesia lalu memimpin 2-1 setelah Jonatan Christie yang tampil di partai ketiga berhasil menang atas Jia Heng Jason Teh, 21-19, 21-13. “Saya senang dengan kemenangan ini karena Indonesia berbalik jadi unggul 2-1. Bagas/Fikri yang akan main di partai keempat, bisa lebih rileks dan tidak tegang-tegang banget,” kata Jojo. Tim Garuda memimpin 3-1 setelah Bagas Maulana/Muh. Shohibul Fikri berhasil mengemas kemenangan. Juara All England 2022 itu menang 24-22, 21-14 atas Danny Bawa Chrisnanta/Jun Liang Andy Kwek di partai keempat. “Tadi di gim pertama, kami harus mengantisipasi hembusan angin lebih dulu. Setelah bisa menguasai keadaan, di gim kedua kami lebih nyaman untuk menerapkan strategi permainan dan menang lebih mudah dibanding gim pertama,” ujar Bagas. “Alhamdulillah bisa menang dan menyumbangkan angka kemenangan,” tutur Fikri. Di partai kelima, Shesar Hiren Rhustavito menggenapkan kemenangan 4-1 Indonesia atas Singapura. Vito, sapaan akrab tunggal ketiga ini berhasil mengatasi perlawanan Jia Wei Joel Koh dengan skor 21-16, 21-7. “Di gim pertama tadi saya memang harus beradaptasi dengan angin. Bagi pemain tunggal, menang angin itu justru menyulitkan. Setelah itu, semua berjalan sesuai rencana,” aku Vito. Skor Piala Thomas Indonesia vs Singapura (4-1) : Anthony Sinisuka Ginting vs Low Kean Yew, 13-21, 14-21.   Fajar Alfian/Muh. Rian Ardianto vs Hee Yong Kai Terry/Loh Kean Hean, 21-14, 19-21, 21-12.   Jonatan Christie vs Jia Heng Jason Teh, 21-19, 21-13.   Bagas Maulana/Muh. Shohibul Fikri vs Danny Bawa Chrisnanta/Jun Liang Andy Kwek, 24-22, 21-14.   Shesar Hiren Rhustavito vs Jia Wei Joel Koh, 21-16, 21-7.   Sumber: PBSI

Sukses Juarai Luxembourg Open 2022, Berikut Profil Chiara

Sukses Juarai Luxembourg Open 2022, Berikut Profil Chiara

Kancah bulutangkis Indonesia kini tengah dibuat bangga, pasalnya salah satu atletnya Chiara Marvella Handoyo berhasil membawa gelar juara dari gelaran turnamen Luxembourg Open 2022 pada Minggu, 8 Mei 2022. Di partai final Luxembourg Open 2022, Chiara Marvella Handoyo harus menghadapi rekan kompatriotnya, Aura Ihza Aulia. Melawan Aura Ihza Aulia di partai final Luxembourg Open 2022, Chiara Marvella Handoyo berhasil menang mudah dua set langsung 21-9 dan 21-9. Atas hasil tersebut secara otomatis, pemain yang kerap disapa Chiara itu keluar sebagai juara pada gelaran turnamen tahun ini. Melihat prestasi yang berhasil diraihnya itu, menarik sekiranya untuk menilik siapa sebenarnya Chiara Marvella Handoyo, sang jawara Luxembourg Open tahun ini. Berikut adalah profil singkat dari pemain binaan PB Djarum, Chiara Marvella Handoyo atau biasa disapa Chiara. Chiara Marvella Handoyo merupakan pemain tunggal putri Indonesia kelahiran Klaten, 14 Juni 2005. Chiara merupakan atlet binaan dari klub asal kota Kudus, PB Djarum tempat para atlet kelas dunia lahir, seperti Praveen Jordan dan Melati Daeva, Kevin Sanjaya, serta peraih gelar juara All England Muhammad Shohibul Fikri dan Bagus Maulana. Chiara yang juga merupakan pemain peringkat ke 111 dunia itu mulai bergabung dengan klub PB Djarum sejak 2016. Diketahui bahwa pemain yang juga merupakan semi finalis Stockholm Junior International Series 2022 itu rupanya hobi dengan makanan Chinese dan Pizza. Selain itu ia pun juga ternyata memiliki bakat lain yang luar biasa, yakni menggambar. Raihan gelar juara Luxembourg Open tahun ini, semakin melengkapi jajaran prestasi yang berhasil ia raih sepanjang perjalanan karirnya di dunia bulutangkis secara profesional. Sebelumnya, selain berhasil menjadi semifinalis Stockholm Junior, Chiara juga pernah berhasil keluar sebagai juara pada ajang turnamen Yuzu Isotonic Akmil Open 2021. Selain bermain di nomor tunggal putri, Chiara pun juga rupanya kerap turun sebagai pemain di nomor ganda putri Indonesia. Terbukti dari 15 gelar yang berhasil dirinya raih, tiga di antaranya adalah di sektor ganda putri. Seperti pada kejuaraan Daihatsu Astec U 13, U 15, U 17 2019 yang mana mereka keluar sebagai semifinalis turnamen tesrebut. Kini dengan di bawah arahan pelatih di akademi PB Djarum, Chiara tengah dipersiapkan sebagai pemain penerus Susi Susanti, tunggal putri terbaik Indonesia yang pernah berhasil merengkuh berbagai gelar juara di ajang kejuaraan bergengsi dunia.