Drawing Ulang Cabor Sepak Bola Asian Games 2018 di Kuala Lumpur, INASGOC : Keputusan Ada Di OCA

Undian ulang cabor sepak bola Asian Games 2018 diwacanakan usai Uni Emirat Arab dan Palestina memprotes tak masuk dalam drawing awal, yang digelar pada 5 Juli lalu, di Kantor Pusat INASGOC di Jakarta. (malaymail.com)

Jakarta- Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) memastikan undian ulang pada cabang olahraga sepak bola akan dilakukan Rabu (25/7). Namun undian hanya dilakukan terhadap dua negara, yakni Uni Emirat Arab dan Palestina, yang protes karena tak masuk dalam undian pertama. “Besok akan digelar drawingnya. Di AFC (Federasi Sepak Bola Asia) House di Kuala Lumpur, Malaysia,” ujar Deputi 2 INASGOC Bidang Games Operation, Harry Warganegara, saat dikonfirmasi pada Selasa (24/7). Undian ulang memang diwacanakan setelah Uni Emirat Arab dan Palestina memprotes tak masuk dalam drawing awal, yang digelar pada 5 Juli lalu di Kantor Pusat INASGOC di Jakarta. INASGOC sempat menolak permintaan ini, namun akhirnya drawing ulang tetap dilaksanakan. Dua opsi muncul, yakni pertama undian ulang secara keseluruhan 26 negara yang ikut. Kedua, undian hanya dilakukan terhadap dua Uni Emirat Arab dan Palestina saja, atau oleh INASGOC disebut proposed partial redraw. “Jadinya, kami proposed partial redraw. Hanya 2 NOC (national olympic comittee) itu saja yang di-drawing,” ujar Harry. Dengan masuknya UEA dan Palestina, total negara yang akan bertanding di cabang sepak bola Asian Games 2018 berjumlah 26 negara. Dari drawing terakhir, 24 negara telah dibagi ke dalam enam grup, yang masing-masing terdiri dari empat negara. Indonesia berada di Grup A bersama Hong Kong, Laos, dan Taiwan. Hal senada juga diungkap, Sekjen INASGOC, Eris Heriyanto. “Rencananya kami undi dua negara itu saja. Soal format undian sudah dibahas oleh INASGOC, PSSI dan AFC pada Senin (23/7). Tapi, sampai sekarang belum ada titik jelas, seperti apa opsi yang akan diambil,” ujar Eris, di Kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (24/7). Pria kelahiran Bogor, Jawa Barat, 63 tahun silam itu, menegaskan Komite Olimpiade Asia (OCA) sebenarnya yang menjadi penentu soal ini. “Keputusannya ada di OCA. AFC cuma bantu. Dan, OCA akan datang besok (Rabu, 25/7) membahas masalah ini,” tukas purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Udara (AU) itu. (Adt)

Renang Rajai Medali, Adinda Cetak Dua Emas ASEAN School Games (ASG) 2018 Hari Ketiga

Perenang 18 tahun, Adinda Larasati Dewi, meraih emasnya yang kedua, Pada hari ketiga ASEAN School Games (ASG) 2018, usai merajai nomor 50 meter gaya kupu-kupu mencatatkan waktu 28,28 detik. (antaranews.com)

Selangor- Pada hari ketiga ASEAN School Games (ASG) 2018, cabang olahraga renang pada Selasa (24/7), tim Indonesia mendominasi perolehan medali. Azzahra Permatahani dan kawan-kawan total mengantongi 33 medali yakni 11 emas, 14 perak, dan 8 perunggu. Tampil di Daru Ehsan Aquatic Centre, Selangor, Malaysia, pada Selasa (24/7), Indonesia menambah tiga medali emas. Ketiga medali emas disabet Farrel Armandio Tangkas di nomor 100 meter gaya punggung dengan catatan waktu 57.25 detik. Emas kedua direbut Adinda Larasati Dewi di 50 meter gaya kupu-kupu (28.28 detik). Lalu atlet 16 tahun asal Riau, Azzahra Permatahani, di nomor 200 meter gaya ganti dengan catatan waktu 2:19.81, makin mengkukuhkan dominasi tim merah putih dari kolam renang. Renang juga menambah 6 medali perak dari Dewi Novita Lestari (100 m punggung 1:05.43), Felicia Angelica (200m gaya dada, 2:40.54), Pande M I Digjaya (200m gaya dada, 2:17.91), Muhammad Fauzan (50m gaya kupu-kupu, 25.30), Adinda Larasati Dewi (800m gaya bebas, 9:07.52) serta D. Anugerah (200m gaya ganti, 2:07.39). Farel menyingkirkan Jerard Dominic S. Jacinto (Philipina) dengan catatan waktu 57,72 detik yang berhak meraih perak, dan perunggu menjadi milik Dwiki Anugrah (Indonesia) dengan catatan waktu 58,13 detik. Perenang putri 18 tahun asal Jawa Timur, Adinda Larasati Dewi yang meraih emas usai merajai nomor 50 meter gaya kupu-kupu mencatatkan waktu 28,28 detik. Perak nomor ini diraih Jamie Koo Yazhen (Singapura) dengan catatan waktu 28,41 detik, dan perunggu dikuasai Lee Rui Yan Elizabeth (Singapura) dengan catatan waktu 28,76 detik. Sebelumnya, Adinda sukses memecahkan rekor ASG di nomor 200 meter gaya bebas putri, dengan waktu tercepat 2 menit 04,68 detik, di laga final, pada Senin (23/7). Rekor Dinda ini, menjadi rekor baru ASG, menajamkan rekor lama milik Nguyen Thi Anh Vien (Vietnam) dengan catatan waktu 2.05,32 detik. Sementara tambahan medali perak Merah Putih diperoleh Dewi Novita Lestari di nomor 100 meter gaya punggung, dengan catatan waktu 1 menit 05,22 detik. Emas nomor ini diraih Elena Lee Lee Na Pedersen (Singapura) dengan catatan 1 menit 05,22 detik, sedangkan perunggu diraih Samantha Therese E. Coronel (Philipina). Begitu juga dengan Felicia Angelica. Turun di nomor 200 meter gaya dada, Felicia harus puas meraih perak dengan catatan waktu 2 menit 40,54 detik. Sedangkan emas milik Claresa Liau Jing Xuan (Singapura) yang sukses mencatat waktu 2 menit 36,53 detik. Dan, Thanya Angelync Dela Cruz (Philipina) mendapat perunggu. Di nomor 200 meter gaya dada putra, terjadi pemecahan rekor ASG. Perenang tuan rumah Ng Jing Fu meraih emas dengan catatan waktu 2 menit 17,86 detik, sekaligus menjadi rekor baru ASG. Sebelumnya, rekor ini dimiliki Ilham Ahmad Trimudzi asal Indonesia pada 2016, yakni 2 menit 19,05 detik. Perenang Indonesia Pande Made Iron Digjaya hanya mengoleksi perak dengan catatan waktu 2 menit 17,91 detik. Diikuti atlet Thailand, Thanonchai Janruks yang mendapatkan perunggu dengan catatan waktu 2 menit 24,12 detik. Di nomor 50 meter gaya kupu-kupu putra juga terjadi pemecahan rekor ASG. Mikkel Lee Jun Jie (Singapura) berhasil menyabet emas dengan catatan waktu 24,94 detik. Ia mempertajam rekor sebelumnya atas namanya sendiri yakni 25,45 detik yang dicetak pada 2017. Perenang Indonesia Muhammad Fauzan A Martzah hanya mampu meraih perak setelah mencetak waktu 25,30 detik, dan perunggu menjadi milik rekan senegaranya yakni Danandra Indra Damario dengan catatan waktu 25,38 detik.Tambahan perak Indonesia juga dihasilkan dari nomor 800 meter gaya bebas. Adinda harus mengakui ketangguhan perenang Kamonchan Kwanmuang (Thailand) yang meraih emas dengan catatan waktu 9 menit 06,30 detik, Dinda hanya mengukir waktu 9 menit 07,52 detik. Dan, perunggu milik perenang tuan rumah Goh Chia Tong dengan catatan waktu 9 menit 14,27 detik. Untuk nomor 200 meter medley putra, emas diraih Nguyen Minh Hien (Vietnam), sedangkan Mitchell Ang Li (Singapura) dan Dwiki Anugrah (Indonesia) masing-masing mendapat perak dan perunggu. Sedangkan dibagian putri, perenang tuan rumah Ong Yong Qi meraih emas. Diikuti Jinjutha Pholjamjumrus (Thailand) dan Kathlyn Laiu Yilin (Singapura) yang meraih perak dan perunggu. Dari tiga hari pelaksanaan, renang sudah menyumbangkan 11 medali emas, 14 perak dan 8 medali perunggu. Hingga hari ketiga, kontingen Malaysia masih memimpin perolehan total medali, diikuti Indonesia dan Thailand. Indonesia baru sekali menjuarai ASEAN School Games yaitu saat diselenggarakan di Bandar Seri Begawan, Brunei pada 2015. (Adt) Perolehan Medali ASG 2018 1. MALAYSIA   30 26 25 81 2. INDONESIA 24 28 25 77 3. THAILAND   15 18 26 59 4. VIETNAM    13 8 6 27 5. SINGAPURA 10 12 13 35 6. FILIPINA      7 6 14 27 7. MYANMAR    1 2 2 5 8. LAOS           0 0 3 3 9. KAMBOJA     0 0 0 0 10. BRUNEI      0 0 0 0

805 Peserta Daftar, 176 Akhirnya Lolos Tahap Seleksi Audisi Bulutangkis PB Djarum di Purwokerto

Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 dibuka dengan tahap screening yang digelar, di GOR Satria, Purwokerto, Sabtu (21/7). (bola.com)

Purwokerto- Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 dibuka dengan tahap seleksi di GOR Satria, Purwokerto, Sabtu (21/7). Pada tahap ini, 176 dari total 805 peserta yang berasal dari enam kategori putra dan putri, lolos ke tahap selanjutnya. Dalam tahap seleksi, tiap peserta bertanding dengan lawan yang sesuai kategori putra dan putri usia masing-masing (U-11, U-13, U-15) berdurasi sekitar sepuluh menit. Selama periode itu, tim pencari bakat PB Djarum menyeleksi para peserta yang berhak melaju ke tahap turnamen. Tokoh yang menyeleksi para peserta adalah legenda-legenda bulutangkis Indonesia serta pelatih PB Djarum yang termasuk dalam tim pencari bakat, antara lain Christian Hadinata, Denny Kantono, Hariyanto Arbi, Simbarsono, Antonius Budi Ariantho, Lius Pongoh, Meilana Jauhari, Engga Setiawan, Puri Setyo dan Lukman Hakim. Hariyanto Arbi mengatakan, jumlah peserta yang mencapai 805 orang menunjukkan antusiasme masyarakat, khususnya di Jawa Tengah dan sekitarnya, terhadap olahraga bulutangkis. “Dari jaman dulu, Kota Purwokerto sering melahirkan pebulutangkis-pebulutangkis yang handal. Saya berharap dari Audisi Umum tahun ini, mudah-mudahan dari Purwokerto bisa melahirkan pemain-pemain yang bisa mengharumkan nama Indonesia,” kata Hariyanto. Para peserta yang lolos tahap seleksi berhak tampil di fase turnamen yang akan digelar pada 22-23 Juli 2018. Mereka akan bersaing memperebutkan Super Tiket Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 untuk tampil di Final Audisi di Kudus pada September 2018. Pemenang fase turnamen ini akan mendapatkan Super Tiket untuk melaju ke babak final di GOR Jati, Kudus, Jawa tengah pada 7-9 September 2018. Selain dengan memenangi turnamen, Super Tiket juga bisa diberikan oleh Tim Pencari Bakat kepada peserta yang kalah di fase turnamen namun memiliki talenta yang istimewa. Di Kudus, para peserta akan bertemu dengan atlet –atlet yang sudah meraih Super Tiket di kota-kota penyelenggaraan Audisi Umum lainnya yakni, Pekanbaru, Balikpapan dan Manado. Ditambah juga, peraih Super Tiket dari Purwokerto yang menggelar Audisi Umum bersamaan dengan Surabaya serta Cirebon dan Solo, di mana Audisi Umum akan dilaksanakan pada 4-6 Agustus. Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 merupakan pintu masuk bagi atlet-atlet muda berbakat ke klub PB Djarum. Audisi Umum dapat diikuti oleh atlet putra dan putri berkewarganegaraan Indonesia dengan kategori U-11 (berusia 6-10), U-13 (untuk peserta dengan umur 11-12 tahun), dan U-15 (untuk peserta dengan umur 13-14 tahun). Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui laman www.pbdjarum.org atau dengan mendaftarkan diri secara langsung sehari sebelum pelaksanaan Audisi Umum di GOR setiap kota audisi. Peserta diwajibkan melakukan daftar ulang satu hari sebelum tahap seleksi (H-1) sesuai kota audisi pilihannya. (Ham) Audisi Purwokerto Kategori U-11 Putri 48 Peserta Kategori U-11 Putra 31 Peserta Kategori U-13 Putri 57 Peserta Kategori U-13 Putra 18 Peserta Kategori U-15 Putri 15 Peserta Kategori U-15 Putra 7 Peserta

Bocah 16 Tahun Asal Riau, Jadi Tulang Punggung Tim Renang Indonesia di ASG 2018

Azzahra Permatahani (16 tahun) menjadi atlet andalan tim renang Indonesia pada ASEAN School Games (ASG) 2018 di Selangor, Malaysia, 21-26 Juli. (twitter.com)

Selangor- Tim renang Indonesia optimistis mampu memenuhi target yang dicanangkan Kemenpora pada ASEAN School Games (ASG) 2018 di Selangor, Malaysia, 21-26 Juli yaitu 15 medali emas, dari 26 emas target secara umum. “Kami optimistis mampu melampui target, atau bahkan bisa lebih karena untuk ASG tahun ini, diperkuat atlet-atlet yang memegang rekor nasional,” kata salah satu pelatih tim renang, Deni Wardeni, saat dikonfirmasi pada Sabtu (21/7). Cabang olahraga renang menjadi tumpuan, seperti ASG 2017 di Singapura. Saat itu kontingen Indonesia mampu menyumbang 20 dari 23 emas yang diraih. Azzahra Permatahani menjadi salah satu atlet yang terbanyak meraih emas, dengan torehan tiga medali, meski usianya kala itu baru 15 tahun. Pada ASG 2018, Azzahra kembali turun gunung, karena masih berusia 16 tahun. Bahkan, atlet kelahiran Pekanbaru, Riau, 7 Januari 2002 ini, datang bersama dengan atlet nasional lainnya yang selama ini digembleng oleh pelatih asal Prancis, David Armandoni. Atlet Indonesia yang diharapkan mampu menyumbang banyak medali emas untuk kontingen Indonesia selain Azzahra adalah Adinda Larasati Dewi, Farrel Armandio Tangkas, dan Sofie Kemala Fatiha. Sesuai rencana, pemburuan medali dari cabang renang, berlangsung di Pusat Aquatic Daru Ehsan, Shah Alam, pada Minggu (22/7). Persaingan di kolam ini bakal berlangsung ketat. Selain tuan rumah, atlet dari Vietnam dan Singapura, bakal terus mengancam keberadaan Indonesia. “Tahun lalu kita hanya ada dua pemegang rekor nasional. Itu saja hasilnya sudah memuaskan. Untuk tahun ini, kami punya lebih banyak perenang dengan rekor nasional kali ini,” kata Deni menambahkan. Meski sudah siap, tim renang Indonesia mengalami sedikit kendala terutama terkait dengan tempat tinggal atlet selama di Selangor. Atlet renang harus berbagi tempat karena satu kamar digunakan untuk tiga atlet. “Itu saja yang jadi kendala. Tapi kami sebagai pelatih terus mencoba menjaga psikologi atlet agar mereka tetap bisa memberikan yang terbaik dan saya lihat seluruh atlet telah siap bertanding,” kata Deni menegaskan. Pada ASG 2018 Indonesia berkekuatan 158 atlet dan akan turun pada delapan dari sepuluh cabang olahraga yang dipertandingkan yakni atletik, renang, sepak takraw, bulu tangkis, bola voli, basket, senam (dua disiplin) dan squash. Sedangkan targetnya adalah meraih 26 medali emas. (Adt)

Palestina dan UAE Protes, Drawing Ulang Sepak Bola Putra Asian Games 2018 Dilakukan Senin

Logo Asian Games 2018

Jakarta– Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) meminta Indonesia melakukan redraw atau undian ulang, pembagian grup penyisihan sepak bola putra Asian Games 2018. Dilansir BolaSport.com dari media Thailand, Bangkok Post, proses drawing ulang ini, berlangsung di Jakarta pada Senin (23/7). AFC telah menginformasikan ke semua asosiasi anggotanya yang mengikuti sepak bola Asian Games 2018, termasuk Federasi Sepak Bola Thailand (FAT). Sebelumnya, undian untuk turnamen diadakan di Jakarta pada 5 Juli 2018. Saat itu, cabang olahraga ini diikuti 24 tim yang akan terlibat persaingan memperebutkan emas. Namun, hasil drawing itu ’tergores’ oleh protes dari Uni Emirat Arab (UAE) dan Palestina. Kedua negara itu tak dimaksukkan dalam pelaksanaan undian awal, setelah mereka tak masuk drawing. Akhirnya, keputusan melakukan pengundian ulang pun dilaksanakan dengan 26 peserta. Tim-tim tersebut diunggulkan ke dalam empat pot berdasarkan penampilan mereka pada Asian Games 2014. Tuan rumah Indonesia secara otomatis akan masuk dalam pot 1 dan menjadi tim yang ada di Grup A. Sedangkan dari delapan tim yang lolos ke perempat final Asian Games 2014, hanya Yordania yang absen tahun ini. Pada 2014, Korea Selatan meraih emas setelah pada final menumbangkan Korea Utara. Irak merebut peruggu setelah menang atas Thailand pada perebutan posisi tiga. Sepak bola putra Asian Games 2018 akan mempertandingkan Timnas U-23 dengan tambahan tiga pemain senior. Empat stadion jadi arena pertandingan untuk fase penyisihan sampai final. Arena itu antara lain: Stadion Pakansari, Cibinong di Kabupaten Bogor, dan Stadion Patriot Chandrabhaga, Kota Bekasi. Lalu, Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, dan Stadion si Jalak Harupat, Sorean, Kabupaten Bandung. Semua stadion itu berada di Provinsi Jawa Barat. (Ham)

Menang Saat Uji Coba Malam Hari, Timnas U-16 Menunjukkan Perkembangan Pesat

Gelandang Timnas U-16 Muhammad Fajar Fathur Rahman (hijau), berusaha melewati hadangan dua pemain Akademi ASIFA U-16 Malang, di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. (suryakabar.com)

Jakarta- Pelatih Timnas U-16, Fakhri Husaini, memuji perkembangan anak asuhannya selama menjalani pemusatan latihan di Sidoarjo. Menurutnya, seluruh pemainnya sudah menunjukkan peningkatan performa. Selama melakoni TC Timnas U-16 sempat melangsungkan tiga laga uji coba, usai lawatan ke Malaysia. Skuat Garuda Asia, berhasil mengalahkan lawan-lawannya. Timnas U-16 menang atas PSID Jombang (4-1), SSB Bligo U-17 (6-2), serta yang terakhir menekuk Akademi ASIFA U-16 Malang, empat gol tanpa balas. Saat melawan ASIFA, di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jumat (20/7) malam, menjadi partai pemanasan yang amat disoroti oleh Fakhri. Kemenangan merah putih remaja itu merupakan hasil yang spesial dalam catatan sang pelatih. Pertama, ini adalah kemenangan pertama yang diraih tanpa kebobolan. Sebelumnya, timnas U-16 selalu kebobolan. ”Meski tidak kebobolan, ada beberapa kali pemain belakang tidak berada di posisi yang tepat,” kata Fakhri. ”Tetapi, ini laga yang bagus karena pemain bisa dapat suasana pertandingan karena nanti juga akan bermain di sini,” ucapnya. Kedua, Fakhri melihat David Maulana dan kawan-kawan bisa bermain efektif memanfaatkan peluang mencetak gol. Salah satunya lewat eksekusi bola mati. Tiga dari empat gol yang terjadi, semua berawal dari eksekusi bola-bola mati. Situasi tersebut disebut Fakhri menjadi catatan yang positif. Sebab, selama ini mereka kesulitan untuk memanfaatkan bola mati. Padahal, Timnas U-16 memiliki beberapa pemain dengan postur tinggi yang bisa dimanfaatkan untuk bola mati. ”Satu hal yang saya apresiasi adalah ketika mereka bisa memanfaatkan dengan sangat maksimal bola-bola set piece,” ucap Fakhri. ”Kami punya beberapa pemain yang tinggi dan ada tiga gol dari set piece. Ini jadi modal yang bagus.” Laga uji coba melawan ASIFA juga spesial, karena digelar malam hari. Pada laga-laga sebelumnya, uji coba Timnas U-16 selalu digelar pagi atau sore hari. Fakhri mengaku sengaja minta secara khusus untuk uji coba malam hari. ”Saya ingin mereka bisa beradaptasi dengan situasi pertandingan sebenarnya, jadi main malam hari pada uji coba terakhir ini,” tuturnya. Hasil ini membuktikan Sutan Zico dan kolega sudah siap tampil di Piala AFF U-16 pada 29 Juli – 11 Agustus 2018. Hanya saja, Fakhri menyebutkan timnya perlu memperbaiki beberapa aspek yang lemah. Upaya tersebut dilakukan agar timnas U-16 dapat meraih hasil maksimal di Piala AFF U-16. “Kami akan latihan rutin saja. Hal ini untuk menjaga stamina dan kondisi para pemain yang sebentar lagi (kurang lebih sembilan hari) akan mengikuti ajang piala AFF U-16,” kata Fakhri dikutip dari laman resmi PSSI. “Selama pemusatan latihan dan beberapa kali uji coba, para pemain sudah berkembang pesat. Adapun beberapa catatan dan evaluasi dari hasil uji coba telah kita lakukan serta diperbaiki. Secara keseluruhan, kami siap menyongsong turnamen AFF,” tambahnya. (Dre)

Buka Turnamen Tenis Meja Pelajar Nasional Piala Univeritas Terbuka, Menpora : Potensi Atlet Usia Dini Melimpah

Menpora Imam Nahrawi membuka Turnamen Tenis Meja Pelajar Nasional Piala Univeritas Terbuka (UT), di Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (20/7). (Kemenpora)

Tangerang Selatan- Menpora Imam Nahrawi resmi membuka turnamen Tenis Meja Pelajar Nasional Piala Universitas Terbuka (UT) 2018, di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Jumat (20/7). Turnamen yang dihelat pada 20-22 Juli itu diikuti 734 peserta dari 61 klub, yang berasal dari 18 provinsi di Tanah Air, dan memperebutkan total hadiah Rp 118. Imam memberikan apresiasi kepada Universitas Terbuka, yang secara konsisten dan kontinyu menyelenggarakan turnamen tenis meja sejak 2012 hingga kini. Terlebih, sejumlah atlet nasional yang diproyeksikan ke Asian Games 2018 seperti Bima Abdi Negara, Viki Supit, Gusti Aditya, Doni Prasetyo, Luki Purkani, dan Dennis Darmawan, juga turut berpartisipasi bahkan rutin mengikuti turnamen ini. “Pertama selamat atas terselenggaranya turnamen ini hingga sudah yang ke-6. Ini bentuk konsistensi turut serta memajukan tenis meja Tanah Air dan mendapat kepercayaan masyarakat. Terbukti beberapa atlet yang saat ini konsentrasi Asian Games langganan turnamen ini,” ujar menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu. Hadir dalam kesempatan itu, Alman Hudri (Asisten Deputi Pengelolaan Olahraga Pendidikan), Ojat Darojat (Rektor Universitas Terbuka/UT), Toriq Hadad (Direktur Utama Tempo Inti Media), dan Oegroseno (Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia/PP PTMSI). Imam menyebut perlu adanya pengawalan ketat dan terus menerus dari potensi atlet yang luar biasa, terutama bagaimana membuat kualifikasi dan penjenjangan dari berbagai atlet-atlet junior agar dapat tahapan yang jelas memasuki usia atlet-atlet senior. “Saya melihat potensi usia dini dan muda punya stok yang melimpah ruah. Ini tinggal tugas PTMSI memperbanyak kompetisi dan membuat kualifikasi penjenjangan junior dan lain sebagainya,” tambah pria 44 tahun ini. Dengan hadiah total Rp 118 juta, kejuaraan ini dibagi 10 kategori pertandingan, masing-masing: pemula dan putri, kadet putra dan putri, junior putra dan putri, divisi 5, non-atlet PON, umum/undangan, dan perusahaan. (Adt)

Tekuk Unggulan Pertama Ganda Putri Asal China, Febriana/Ribka Lolos Ke Final Asia Junior Championship 2018

Kalahkan unggulan pertama asal China, Liu Xuanxuan/Yuting Xia, 25-23, 14-21 dan 21-15, Febriana Dwipuji Kusuma/Ribka Sugiarto lolos babak final Asia Junior Championship 2018. (Ham/NYSN)

Jakarta- Dobel putri, Febriana Dwipuji Kusuma/Ribka Sugiarto lolos ke babak final perseorangan Asia Junior Championship 2018 atau Kejuaraan Bulutangkis Junior Asia 2018, di Jaya Raya Sport Hall Training Center, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (21/7). Mereka mengalahkan unggulan pertama asal China, Liu Xuanxuan/Yuting Xia, 25-23, 14-21 dan 21-15. Liu/Xia dalah pasangan yang sukses meraih medali silver Asia Junior Championships tahun lalu. Set pertama berlangsung, duet Febri dan Ribka mengambil inisiatif menekan hingga poin ke 16. Sempat unggul 5 poin, namun duo atlet binaan PB Djarum ini dapat disusul. Meski demikian, gim pertama ini dimenangkan oleh Febri/Ribka dengan skor 23-25. Memasuki set kedua, Indonesia harus tertinggal cukup jauh, hingga skor 2-11. Berupaya mengejar ketertinggalan di set kedua, pasangan junior ini belum mampu mengecilkan selisih poin, dan set kedua ditutup dengan skor 21-14, untuk Liu dan Xia. Di set ketiga, laga berlangsung sengit hingga turun minum. Namun Febri/Ribka unggul dengan poin 11-8. Mendominasi permainan, Indonesia menjauh dengan skor 20-15 di ujung pertandingan. Pukulan keras dari Xia harus melebar keluar lapangan, dan memberikan kemenenangan Febri/Ribka, dengan skor akhir 21-15. “Game pertama mainnya udah nyerang duluan, jadi enak. Tapi game kedua kami ngendorin, jadi hati-hati mainnya. Game ketiga disuruh pelatih lebih yakin, nggak usah mikir menang kalah. Jadi kami main nothing to lose, alhamdulillah bisa menang,” kata Ribka, gadis kelahiran Karanganyar, Solo, 22 Januari 2000, usai laga. Di partai puncak, Febriana/Ribka akan berhadapan dengan Pearly Koong Le Tan/Ee Wei Toh, asal Malaysia, pada Minggu (2/7). Ini menjadi pertemuan pertama bagi mereka. Di atas kertas, lawan lebih diunggulkan. Febriana/Ribka merupakan unggulan empat turnamen, sementara Tan/Toh tepat berada di atasnya, sebagai unggulan tiga. “Persiapannya lebih jaga stamina, makan yang banyak, istirahat yang teratur. Besok nggak mikir menang kalah juga, pokoknya main nothing to lose,” ujar Ribka. “Harus lebih fokus lagi, nggak usah mikir menang kalah, main enjoy aja,” sambung Febri, yang lahir di Jember, Jawa Timur, 19 Februari 2001 . Sementara Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti akhirnya finis di babak semifinal Asia Junior Championships 2018. Hasil ini sama dengan pencapaian mereka di tahun lalu. Kala itu, Agatha/Fadia dikalahkan Baek Ha Na/Lee Yu Rim, Korea. Kini, pasangan Indonesia unggulan dua tersebut harus mengakui kebolehan Pearly Koong Le Tan/Ee Wei Toh, dari Malaysia. Agatha/Fadia kalah dua game langsung dengan 15-21 dan 21-23 dalam waktu 41 menit. “Hasilnya tidak sesuai target, karena kami kan inginnya juara. Tapi nggak apa-apa kami tetap bersyukur, semoga nanti di Kejuaraan Dunia Junior bisa juara,” kata Fadia. Dari awal game pertama, Agatha/Fadia mengaku terus tertekan oleh permainan lawan. Kondisi fisik yang mulai menurun juga diakui menjadi kendalanya kali ini. “Mereka mainnya nekad. Bola-bola yang bukan serang, mereka serang, jadi kami ketekan terus dari awal,” ujar Fadia mengomentari lawannya tersebut. (Ham/Dre)

Remaja Jakarta 17 Tahun Spesialis Dobel, Rontokan Petenis Unggulan Asal Jepang di Nomor Tunggal

Fitriani Sabatini yang disapa Ani (17 tahun) mengalahkan unggulan kedua asal Jepang, Michika Ozeki, yang berperingkat tunggal ke-593 dunia dengan skor akhir 6-2 6-1. (tribunnews.com)

Jakarta- Kejutan besar kembali warnai babak kedua Pelti–Widya Chandra International Tennis 2018, di lapangan tenis The Sultan Hotel Jakarta, Kamis (19/7). Dua unggulan teratas sektor tunggal, tersingkir dari persaingan gelar juara turnamen khusus putri di event berhadiah total 15.000 dollar AS atau Rp 210 juta ini. Wakil tuan rumah, Fitriani Sabatini yang disapa Ani (17 tahun) menjadi salah satu pembuat kejutan. Petenis spesialis dobel yang masuk babak utama menggunakan fasilitas wild card itu, mengalahkan unggulan kedua asal Jepang, Michika Ozeki. “Saya banyak melakukan pukulan spin untuk melayani pukulan flat keras yang dilakukan oleh lawan. Dia kehilangan konsistensi dan membuat kesalahan sendiri,” ujar Ani usai laga berdurasi satu jam 20 menit. Ani, menang straight set atas lawan berperingkat tunggal ke-593 dunia itu dengan skor akhir 6-2 6-1. Kemenangan Ani memastikan tuan rumah memiliki satu wakil pada babak empat besar turnamen seri kedua ITF Women’s Circuit di Indonesia ini. Pada fase semi final, Jumat (20/7), Ani terlibat perang saudara dengan seniornya, Aldila Sutjiadi (23), yang sukses membungkam wakil Kazakhstan, Zhibek Kulambayeva 6-2 6-4. Sayang, keberhasilan Ani gagal diikuti oleh saudara kembarnya, Fitriana ‘Ana’ Sabrina. Ana harus mengakui ketangguhan unggulan kedelapan asal India, Mahak Jain dalam pertarungan rubber set dengan kedudukan akhir 3-6 6-3 3-6. Sementara di nomor ganda, Ana dan Ani kandas di tangan seeded teratas, Mana Ayukawa (Jepang)/Zeel Desai (India). Pasangan Ana/Ani harus kalah 3-6 1-6. Pembuat kejutan lain di nomor tunggal ini adalah Arianne Hartono, wakil Belanda berdarah Indonesia. Petenis kelahiran Amsterdam 21 April 1996, yang lolos babak utama dari kualifikasi itu berhasil menumbangkan seeded teratas asal China, Yexin Ma. Lulusan suma cum laude jurusan Psikologi dari Universitas Mississippi ini, menang 7-6(6) 6-3. Di nomor ganda, berpasangan dengan Aldila Sutjiadi, Arianne yang merupakan keponakan petenis era 90’an Deddy Tedjamukti ini, lolos ke babak empat besar. Di perempat final, mereka menekuk unggulan ketiga, Jiakang Li (China)/Ayaka Okuno (Jepang) 6-1 6-0. (Ham) Hasil Kamis (19/7) Babak Kedua Tunggal Arianne Hartono (Belanda) v 1-YeXin Ma (China) 7-6(6) 6-3 7- Ho-Ching Wu (Hong Kong) v Mana Ayukawa (Jepang) 2-6 6-3 6-4 3-Zeel Desai (India) v Zhuoma Ni Ma (Tiongkok) 6-2 6-0 5-Ayako Okuno (Jepang) v Suzuho Oshino (Jepang) 6-3 6-4 8-Mahak Jain (India) v Fitriana Sabrina 6-3 3-6 6-3 4-Kanika Vaidya (India) v Sai Samhitha Chamarthi (India) 7-5 6-2 6-Aldila Sutjiadi v Zhibek Kulambayeva (Kazakhstan) 6-2 6-4 Fitriani Sabatini v 2-Michika Ozeki (Jepang) 6-2 6-1 Perempat Final Ganda 1-Mana Ayukawa (Jepang)/Zeel Desai (India) v Fitriani Sabatini/Fitriana Sabrina 6-3 6-1 4-Zhibek Kulambayeva (Kazakhstan)/YeXin Ma (Tiongkok) v Sai Samhitha Chamarthi/Rishika Sunkara (India) 6-2 6-2 Arianne Hartono (Belanda)/Aldila Sutjiadi v 3-Jiakang Li (China)/Ayaka Okuno (Jepang) 6-1 6-0 Zhuoma Ni Ma/Mi Zhuoma You (China) v 2- Rio Kitagawa (Jepang)/Ani Vangelova (Bulgaria) 6-4 6-3 Jadwal Jumat (20/7) Semi Final Tunggal Arianne Hartono (Belanda) v 7- Ho-Ching Wu (Hong Kong) 3-Zeel Desai (India) v 5-Ayako Okuno (Jepang) 8-Mahak Jain (India) v 4-Kanika Vaidya (India) 6-Aldila Sutjiadi v Fitriani Sabatini Semi Final Ganda 4-Zhibek Kulambayeva (Kazakhstan)/YeXin Ma (China) Arianne Hartono (Belanda)/Aldila Sutjiadi v Zhuoma Ni Ma/Mi Zhuoma You (China)

Kunci Tiket Perempat Final Singapore Open 2018, Ihsan Maulana Main Lebih Rileks

Ihsan Maulana Mustofa menjadi pemain Indonesia ke tujuh yang lolos ke babak perempat final kejuaraan Singapore Open 2018 HSBC BWF World Tour Super 500. (Humas PBSI)

Jakarta- Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Ihsan Maulana Mustofa, maju ke babak perempat final turnamen Singapore Open 2018 HSBC BWF World Tour Super 500, yang berlangsung di Singapore Indoor Stadium, 17-22 Juli. Tiket putaran delapan besar berhasil digenggam Ihsan usai mengandaskan perlawanan sengit dari wakil Malaysia, Daren Liew, pada pertandingan babak kedua, Kamis (19/7). Laga yang digelar di lapangan 4 Singapore Indoor Stadium tersebut, Ihsan menang dengan skor 23-21, 21-16. Ihsan menjadi pemain ketujuh dari skuat Indonesia, yang lolos ke perempat final. Sebelumnya, satu pemain tunggal putri, dua pasangan ganda putra, dan tiga pasangan ganda campuran, sudah lebih dulu melangkah ke babak delapan besar. Daren Liew berhasil meraih poin pertama pada gim kesatu, tetapi poin ini langsung disamakan oleh Ihsan. Setelah itu, Ihsan pun mampu berbalik unggul dengan skor 5-3. Liew kembali menyamakan kedudukan menjadi 5-5 sebelum akhirnya berbalik unggul dengan skor 10-7. Saling mengejar skor tak sampai di situ saja karena Ihsan yang belum menyerah mampu menyamakan kedudukan lagi menjadi 10-10. Akan tetapi, satu poin yang diraih Liew berikutnya memastikan dia menutup paruh awal gim kesatu dalam keadaan unggul 11-10. Selepas jeda, keunggulan Liew melebar hingga 18-14. Meski demikian, Ihsan tak lantas angkat tangan. Sebaliknya, dia justru meningkatkan tempo permainannya. Alhasil, Ihsan mampu memaksakan terjadinya adu setting sebelum akhirnya berhasil memenangi gim kesatu. Gim kedua berjalan tak kalah seru dengan gim kesatu, lantaran kedua pemain masih mengusung permainan menyerang dengan tempo tinggi. Ihsan yang sempat tertinggal 0-3 mampu menyamakan kedudukan menjadi 4-4. Saling mengejar skor kembali terjadi dan pertandingan menjadi semakin menegangkan. Setidaknya ada delapan kali aksi saling kejar poinm pada gim kedua. Namun, Ihsan mampu unggul kembali dengan skor 15-14. Liew masih bisa menambah dua poin lagi, tetapi laju Ihsan sudah tidak bisa dibendung. Dia pun memenangkan pertandingan dengan selisih lima poin, atas wakil Malaysia itu. “Alhamdulilah, bisa menang lagi. Kalau ditanya permainan tadi, di babak pertama kemarin lebih menegangkan karena lawan rekan sendiri. Tapi hari ini, saya mainnya lebih santai aja. Meski di game pertama sempat tertinggal terus. Justru saya lebih bisa dan tenang, malah mikir ke strategi aja sih,” terangnya. “Kalau di tanya seberapa pentingnya masuk bisa ke perempat final, ya pasti sangat penting sih. Karena di sini, saya ingin mencari poin sebanyak-banyaknya agar bisa mendongkrak kembali rangking saya,” ujar pemuda kelahiran Tasikmalaya 18 November 1995. Di babak permpat final yang akan berlangsung, Jumat (20/7), peringkat 52 ranking BWF ini menunggu pemenang wakil Vietnam Tien Minh Nguyen, melawan Parupalli Kashshyap (India). “Besok lebih tahan aja dan main bagus aja sih,” tutupnya. (Adt) Hasil 16 besar Singapura Open pada Kamis (19/7) Tunggal Putra Ihsan Maulana Mustofa vs Daren Liew (Malaysia) 23-21 dan 21-16 Tunggal Putri Yulia Yosephin Susanto vs Rituparna Das (India) 15-21, 21-13, dan 21-16 Ganda Putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (unggulan kelima) vs Peter Briggs/Tom Wolfenden (Inggris) 21-8 dan 21-9 Angga Pratama/Rian Agung Saputro vs Aaron Chia/ Wooi Yik Soh (Malaysia) 21-19, 18-21, dan 22-20 Ganda Campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (unggulan pertama) vs Danny Bawa Chrisnanta/Wong 21-9 dan 21-13 Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari vs Mark Lamfuss/Isabel Herttrich 13-21, 21-14, dan 21-15 Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow vs Marvin Emil Seidel/Linda Efler 17-21, 21-17, dan 24-22

Tolak Siswa Tinggal Kelas, Liga Basket Antarpelajar DBL 2018 Dimulai Jumat Besok

Mengusung tema Full Time Student, Full Spirit Athlete, Liga basket antarpelajar terbesar di Indonesia, Honda Developmental Basketball League (DBL) kembali bergulir mulai Jumat (20/7). (dblindonesia.com)

Jakarta- Liga basket antarpelajar terbesar di Indonesia, Developmental Basketball League (DBL), kembali bergulir. DBL 2018 akan dimulai di Surabaya, Jawa Timur, dalam rangkaian Honda DBL East Java Series North Region, yang mulai digelar pada Jumat (20/7). Memasuki musim ke-15, DBL kali ini akan lebih istimewa ketimbang gelaran sebelumnya. Honda DBL akan memberi piagam penghargaan dari Presiden Joko Widodo, untuk masing-masing juara provinsi. Sumbangsih DBL untuk perkembangan tim nasional (timnas) basket Indonesia tergolong cukup baik. Pada Asian Games 2018, banyak pemain timnas basket Indonesia yang merupakan jebolan DBL. Banyaknya pemain jebolan DBL di timnas tak terlepas dari tingginya partisipasi atlet siswa pada setiap tahunnya. Dari daftar pemain yang dirilis timnas basket putri Indonesia, sebanyak 60 persen pemain adalah alumni Honda DBL, sedangkan pada sektor putra mencapai 40 persen. Tahun ini, liga akan diselenggarakan di 30 kota di 22 provinsi. Pada 2018, DBL akan mengusung tema Full Time Student, Full Spirit Athlete. DBL tetap fokus pada komitmen supaya atlet tak saja berprestasi di bidang basket saja. Mereka wajib berprestasi di bidang akademis agar seimbang. “Awal pendaftaran, kami tekankan dengan penyaringan nilai rapor. Peserta yang tidak naik kelas, dilarang ikut liga,” ujar Donny Rahardian, Wakil Direktur DBL Indonesia. Setelah Surabaya, empat kota lain bakal menyusul pada bulan yang sama, yakni di Padang (27 Juli), Banjarmasin (27 Juli), Aceh (30 Juli), serta dan Honda DBL East Java Series 2018 – South Region (31 Juli). (Adt)

Empat Grup Berisi 16 Tim U-12, Saling Incar Tiket Juara AQUA Danone Ke Spanyol

16 tim sepak bola kategori umur dibawah 12 tahun (U-12), akan tampil di babak final nasional Festival AQUA Danone Nations Cup (AQUADNC), pada 20-21 Juli di GOR Soemantri Brojonegoro, Kuningan. (Pras/NYSN)

Jakarta- Babak final nasional Festival AQUA Danone Nations Cup (AQUADNC) dimainkan di GOR Soemantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, 20-21 Juli 2018. Sebanyak 16 tim sepak bola kategori umur dibawah 12 tahun (U-12), akan berjibaku dalam empat grup, guna mendapatkan status juara. Deretan tim yang berasal dari hasil seleksi se-Indonesia tersebut bakal mendapatkan hadiah istimewa jika berhasil menjadi jawara. Mereka akan mewakili Indonesia di pentas yang lebih tinggi lagi, yakni final Dunia Danone Cup (DNC) 2019 di Spanyol, tahun depan. Selain itu, tim terbaik mendapat kesempatan mendukung langsung perjuangan Timnas U-23, di pentas Asian Games 2018. Pihak panitia mengungkapkan, tim juara akan hadir di stadion mendukung Tim Merah Putih, meski belum tahu pertandingan mana yang akan ditonton langsung. Dua hadiah istimewa itu membuat perhelatan AQUADNC Indonesia bakal berlangsung seru. Panitia pelaksana menggelar drawing 16 tim di Ballroom Hotel Westin, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (19/7). Para peserta terdiri dari 192 anak hasil seleksi regional di 11 provinsi. Turut hadir sebagai narasumber diantaranya Vera Galuh Sugijanto selaku VP General Secretary Danone Indonesia, Indra Sjafri Pelatih Timnas U-19, Jeffri Ricardo selaku Marketing Manager AQUA, Fary Djemy Francis selaku Departemen Sport Intelligent PSSI, serta Nurhidayat Kapten Timnas U-19. Jeffri mengungkapkan, Danone akan memeringati ulang tahun ke-100 pada tahun 2019. “Walhasil, pemenang tahun ini dan juga tahun depan akan berangkat ke laga Final Dunia DNC 2019, di Spanyol,” ujarnya. Indra juga ikut memberikan nasehat dan motivasi kepada para pemain. “Selamat kepada tim-tim yang lolos. Sepak bola usia muda bukan hanya sekedar menang atau kalah, tapi mampu memperlihatkan kultur asli sebagai negara Indonesia, dengan memperlihatkan budaya, persatuan, dan respek kepada sesama,” ujar pria 52 tahun ini. Sementara, Nurhidayat, yang merupakan jebolan Festival AQUADNC edisi 2011 ini mengingatkan untuk selalu berjuang. “Dulu, tim kami dari Makassar, tak diunggulkan, tapi juara di nasional, dan mewakili Indonesia ke Santiago Barnabeu (markas Real Madrid), Spanyol. Kerja keras tak akan mengkhianati hasil,” kata bek Bhayangkara FC itu. Saat ini, AQUADNC telah menjadi turnamen sepak bola anak-anak terbesar di Indonesia. Total, setidaknya sudah ada 800 ribu anak-anak dan menjangkau 160 kota/kabupaten di 34 provinsi. Efek bagi perkembangan sepak bola nasional pun sudah terlihat. AQUADNC melahirkan talenta-talenta muda Indonesia yang berhasil mewujudkan mimpi menjadi pesepakbola profesional, serta penggawa timnas Indonesian, diantaranya Andik Vermansah, Rasyid Bakri, Evan Dimas, Paolo Sitanggang, Muchlis Hadi Ning Syaifulloh, hingga Nurhidayat Haji Haris. (Ham) Berikut Hasil Drawing AQUA Danone Nations Cup (AQUADNC) 2018 Grup A Banten : SSB Salfas Soccer Sumater Utara : SSB Naga Berkisar Aceh : SSB Camar Laut Kepulauan Riau : SSB Blue Eagle Grup B DKI Jakarta : SSB ASIOP Apacinti Jawa Barat 1 : SSB Bionsa 330 Jawa Barat 2 : SSB Football Plus Jawa Tengah : SSB Tugu Muda Grup C Bali : SSB Putra Dewata Kalimantan Timur : SSB Aisa Jawa Timur I : SSB Putra Gemilang Jawa Timur II : SSB New Star Salam Grup D Papua : SSB Batik Nusa Tenggara Timur : SSB Bintang Timur Sulawesi Barat : SSB Tasinara Sulawesi Utara : SSB Bintang Kansa

Masuki Tahun Ketiga, Combiphar Tennis Open 2018 Dihelat Tingkatkan Prestasi Petenis Indonesia

Pada 2018, Combiphar konsisten menggelar Combiphar Tennis Open yang ketiga kalinya, yang selalu diikuti para atlet tak hanya tingkat nasional, juga internasional. (Pras/NYSN)

Jakarta– Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan menggelar turnamen tenis bertaraf internasional bertajuk ‘Combiphar Tennis Open 2018′, di Lapangan Tenis Hotel Sultan, Jakarta, pada 23 Juli – 12 Agustus 2018. Michael Wanandi, Presiden Direktur Combhipar, mengatakan turnamen internasional ini menjadi momentum mendukung para atlet Indonesia yang akan berlaga di ajang Asian Games 2018. “Tahun ini merupakan tahun ketiga, kami bekerjasama dengan Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP PELTI) menggelar event ini,” ujar Michael, di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (19/7). Turnamen ini akan diikuti petenis putra berusia 16-30 tahun yang berasal lebih dari 23 negara, di Asia Tenggara maupun Eropa. Negara Asia Tenggara lain yang akan berpartisipasi adalah Singapura dan Thailand. Adapun perwakilan dari Eropa, yakni Britania Raya, Slovenia, Swiss, Cyprus, Polandia, dan Perancis. Selain itu, Michael menjelaskan pihaknya menyiapkan total hadiah sebesar 55.000 dollar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 790 juta. “Hadiah tersebut kami siapkan selain untuk mengundang partisipasi para atlet, dan bentuk apresiasi kami bagi atlet yang berkompetisi maksimal dan sportif,” tambahnya. Ini merupakan kali ketiga Combiphar bekerjasama dengan PP PELTI, menyelenggarakan turnamen bertaraf internasional. Combiphar Tennis Open pertama kali digelar pada 2016 silam. Yang membuat turnamen Combiphar Tennis Open 2018 ini menarik adalah, ajang ini masuk ke dalam kalender resmi International Tennis Federation (ITF). Tujuan Combiphar menggelar turnamen tenis ini adalah untuk membantu atlet muda tenis Indonesia kembali berprestasi di level dunia. Sebelumnya, nama Indonesia sempat melambung tinggi di dunia tenis, berkat petenis-petenis berbakat pada masanya. Salah satu contoh adalah Yayuk Basuki, yang sempat menembus rangking top 20 WTA. Sementara itu, Rildo Ananda Anwar, Ketua Umum PP PELTI, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan turnamen ‘Combiphar Tennis Open 2018’ itu. Ia menyebut bahwa ini akan menjadi momen berharga bagi para petenis nasional. “Turnamen ini sangat dibutuhkan bagi petenis Indonesia untuk mengembangkan kemampuan mereka sehingga siap bertanding di level internasional,” imbuhnya. Tim pelatnas Indonesia juga akan menurunkan kekuatan di ajang ini. Selain Cristoper Rungkat, beberapa pemain muda tampil, seperti Justin Burki, Altaf Daifullah, Anthony Susanto dan Rifky Fitriani. “Kami tidak menargetkan khusus buat pemain timnas, tapi kami berharap ajang ini dapat mengukur kemampuan mereke sebelum tampil di Asian Games,” kata Rildo. Sedangkan Susan Soebakti, Direktur Turnamen sekaligus Wakil Sekertaris Jenderal (Wasekjen) PP PELTI, mengungkapkan event ini diikuti petenis yang masuk dalam skuat Tim Davis Indonesia, sehingga meningkatkan pamor turnamen ini. “Kami berharap mereka dapat mengeluarkan kemampuan terbaiknya di turnamen ini,” tukas Susan. (Dre)

Tiba di Jakarta, PB Wushu Indonesia Janjikan Bonus untuk Juara Dunia Junior Usai Asian Games 2018

Tim wushu Indonesia telah tiba di Jakarta, usai bertanding dari kejuaraan dunia junior Brasil dan mampu meraih dua emas, 10 perak dan tujuh perunggu. (Antaranews)

Jakarta- Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) menjanjikan bonus bagi peraih emas pada event 7th World Junior Wushu Championships atau Kejuaraan Dunia Wushu Junior ke-7 di Brasil, 9 – 16 Juli, sebagai apresiasi atas prestasi yang diraih. Data yang dihimpun media dari PB WI di Jakarta, Rabu (18/7) malam, pada kejuaraan dunia itu, Indonesia yang berkekuatan 20 atlet meraih dua medali emas, sepuluh perak dan tujuh perunggu. Untuk emas berhasil diraih Jevon Lionel Koesmoyo dari nomor Taijiquan B, dan Lawrence Dean Kurnia di nomor Daou Shu C. Wakil Ketua Umum I PB WI, Andi S, mengaku sangat bangga dengan hasil para atlet wushu yang tampil di kejuaraan dunia wushu junior itu. Hal itu menunjukkan proses regenerasi atlet berjalan dengan baik.”PB merencanakan bonus, yang akan diberikan bersamaan dengan bonus, dari atlet yang sukses meraih medali Asian Games,” katanya. Menurut Andi, wushu merupakan salah satu cabang olahraga yang diandalkan oleh Indonesia. Ini dibuktikan dari berbagai kejuaraan internasional, saat tim wushu Indonesia meraih medali emas. Saat kejuaraan wushu disiplin sanda di Moskow, Rusia pada 16-20 Februari 2018, tim Merah Putih merebut tiga emas, dua perak, dan satu perunggu. Sebelumnya, pada Kejuaraan Dunia Wushu ke-14 di Kazan, Rusia 28 September-3 Oktober 2017 dengan diikuti sebanyak 60 negara, Indonesia mampu mengumpulkan satu dua emas, 10 perak, dan tujuh perunggu. Capaian itu membuat Indonesia berhasil menempati posisi sembilan di kejuaraan itu. PB WI terus memacu semangat para atlet binaannya agar tetap menjadi kebanggaan bagi seluruh bangsa Indonesia. Latihan dengan benar menjadi kunci untuk meraih prestasi tinggi. Masa depan atlet juga sudah ditetapkan. “Mereka adalah pelapis kedua untuk tim wushu Indonesia. Kami akan rutin evaluasi peformanya,” jelas Andi. Sementara, Sekretaris Deputi III Bidang Pemberdayaan Olahraga Syamsudin mengatakan pemerintah juga mengapresiasi keberhasilan para atlet wushu yang sukses mengharumkan nama Indonesia di Brasil. “Pihak Kemenpora akan berkoordinasi terlebih dengan PB WI terkiat apresiasi penghargaan atlet muda wushu Indonesia ini,” tegasnya. (Ham)

Langkah Unggulan Satu Rehan/Fadia Belum Terbendung, Kontra China Dibabak 16 Besar

Duet campuran unggulan petama sekaligus juara bertahan, Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti, belumt terbendung usai kandaskan wakil Jepang, Yuta Takei/Rumi Yoshida, dua gim langsung, dalam tempo 20 menit, 21-16 dan 21-13. (Pras/NYSN)

Jakarta- Langkah unggulan satu sekaligus juara bertahan Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti, masih belum terbendung di ajang perseorangan Asia Junior Championship 2018 atau Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia 2018, di Jaya Raya Sport Hall Training Center, Tangerang Selatan, Banten, pada Rabu (18/7). Di babak 32 besar, ganda campuran ini sukses menyingkirkan wakil Jepang, Yuta Takei/Rumi Yoshida, dua gim langsung, dalam tempo 20 menit, 21-16 dan 21-13, setelah di babak pertama (64 besar) mendapat bye. Fadia mengatakan bila bersama rekan duetnya bermain nyaman di gim pertama, bahkan sudah mengetahui araih angin. Namun, ia terkadang kerap ‘mati angin’ sendiri. “Tadi masih bisa kami atasi. Untuk lawan hari ini serangannya lumayan bagus. Poin-poin awal sempat belum ngerti juga mainnya,” ujar Fadia usai laga. Hal senada dikatakan Rehan. Ia menyebut pada pertandingan ini beberapa kali servis-nya masih kurang enak. “Mudah-mudahan besok bisa lebih baik lagi. Lebih tenang dan nggak terburu-buru,” tambah Rehan. Di babak ketiga (16 besar), Rehan/Fadia ditantang wakil China Ruohan Guo/Lin Fangling, yang menang atas dobel Srilanka Tharindu Nethmina Ambegoda/Anurangi Masakorala, straight game, 21-11 dan 21-11, dalam waktu 17 menit. Melawan wakil Negeri Tirai Bambu, Rehan menegaskan tetap fokus dan enggan menganggap remeh lawan serta tak ingin terbebani dengan status juara bertahan. “Intinya jangan menganggap remeh lawan. Tetap fokus dan jangan terbebani hanya karena tahun lalu kami juara. Kata pelatih haris main lepas saja,” tambah Rehan. Menemani Rehan/Fadia, duet Pramudya Kusumawardana Riyanto/Ribka Sugiarto juga lolos ke babak tiga. Mereka bakal berhadapan dengan Lui Chun Wai/Yeung Pui Lam, Hong Kong. “Besok, kami harus main lebih lepas lagi, dan nggak usah mikirin menang kalah. Yang peting kasih yang terbaik aja,” ujar Ribka. (Adt)

Duet Kembar 17 Tahun, Tampil Sensasional di Dua Nomor Pelti–Widya Chandra International Tennis 2018

Petenis kembar DKI Jakarta berusia 17 tahun, Fitriani Sabatini (kiri) dan Fitriana Sabrina, saat tampil dalam Turnamen Pelti–Widya Chandra International Tennis 2018. (gosumut.com)

Jakarta- Petenis andalan Indonesia, Aldila Sutjiadi (23 th) optimistis mampu melewati babak kedua turnamen berlabel Pelti–Widya Chandra International Tennis 2018 di lapangan tenis The Sultan Hotel Jakarta, Kamis (19/7). Unggulan keenam itu bakal menghadapi wakil Kazakhstan, Zhibek Kulambayeva. Anggota skuad Merah Putih yang akan berlaga di ajang Asian Games 2018 itu merasa yakin bisa lolos ke babak perempat final karena pernah mengatasi Zhibek, dalam turnamen di Hua Hin, Thailand, awal 2018 ini. “Setidaknya saya memiliki gambaran tentang permainannya dan bagaimana cara untuk menghentikannya. Saya yakin bisa kembali menang atasnya,” tutur juara tunggal seri pertama di Solo, yang ketika itu unggul straight set dengan skor 6-1 6-2. Di nomor ganda, Aldila yang berduet dengan wakil Belanda, Arianne Hartono, bakal menantang pasangan gado-gado yang menempati unggulan ketiga, pada kejuaraan berhadiah total 15.000 dollar AS atau sekitar Rp 210 juta, Jiakang Li (China)/Ayaka Okuno (Jepang). Sementara itu, petenis kembar 17 tahun asal DKI Jakarta, Fitriana ‘Ana’ Sabrina dan Fitriani ‘Ani’ Sabatini, bakal melakoni jalan terjal di turnamen ITF Women’s Circuit seri kedua di Tanah Air ini. Di nomor tunggal, Ana menantang unggulan kedelapan dari India, Mahak Jain, dan Ani musti berjibaku kontra seeded kedua asal Jepang, Michika Ozeki. Dobel Ana dan Ani di nomor ganda, bakal terlibat bentrok dengan unggulan teratas, Mana Ayukawa (Jepang)/Zeel Desai (India). “Meski tampil di dua momor, kami coba segala daya upaya memenangi pertandingan babak kedua itu,” tekad Ana dan Ani hampir berbarengan, pada Rabu (18/7). Kubu tuan rumah gagal menambah wakil di babak kedua turnamen sebagai ajang uji coba petenis putri Indonesia, jelang Asian Games 2018. Rabu (18/7), Rifanty Kahfiani kandas di tangan seeded keempat, Kanika Vaidya (India) 0-6 6-4 3-6, sedangkan Deria Nur Haliza takluk dari Sai Samhitha Chamarthi (India) 0-6 1-6. Turnamen Pelti – Widya Chandra Women’s Circuit International Tennis 2018 di Jakarta, merupakan seri kedua ITF Pro Circuit dan turnamen khusus putri di Tanah Air, setelah sebelumnya bergulir di Solo, pekan lalu. Petenis dari 11 negara ikut menyemarakkan kejuaraan yang akan berlangsung hingga Minggu (23/7). (Adt) Hasil Rabu (18/7) Babak Pertama Tunggal Mana Ayukawa (Jepang) v Jiakang Li (China) 6-4 6-2 7- Ho-Ching Wu (Hong Kong) v Rishika Sunkara (India) 6-1 6-3 Suzuho Oshino (Jepang) v Chihiro Takayama (Jepang) 6-7(5) 6-3 6-2 5-Ayako Okuno (Jepang) v Ani Vangelova (Bulgaria) 6-1 6-1 Sai Samhitha Chamarthi (India) v Deria Nur Haliza 6-0 6-1 4-Kanika Vaidya (India) v Rifanty Kahfiani 6-0 4-6 6-3 Ganda 4-Zhibek Kulambayeva (Kazakhstan)/YeXin Ma (China) v Suzuho Oshino (Jepang)/Yuqi Sheng (China) 3-6 6-3 [14-12] 2-Rio Kitagawa (Jepang)/Ani Vangelova (Bulgaria) v Qianxin Kong (China)/Ho Ching Wu (Hong Kong) 6-4 6-3 Jadwal Kamis (19/7) Babak Kedua Tunggal 1-YeXin Ma (China) v Arianne Hartono (Belanda) Mana Ayukawa (Jepang) v 7- Ho-Ching Wu (Hong Kong) 3-Zeel Desai (India) v Zhuoma Ni Ma (China) Suzuho Oshino (Jepang) v 5-Ayako Okuno (Jepang) 8-Mahak Jain (India) v Fitriana Sabrina Sai Samhitha Chamarthi (India) v 4-Kanika Vaidya (India) 6-Aldila Sutjiadi v Zhibek Kulambayeva (Kazakhstan) Fitriani Sabatini v 2-Michika Ozeki (Jepang) Perempat Final Ganda 1-Mana Ayukawa (Jepang)/Zeel Desai (India) v Fitriani Sabatini/Fitriana Sabrina 4-Zhibek Kulambayeva (Kazakhstan)/YeXin Ma (Tiongkok) v Sai Samhitha Chamarthi/Rishika Sunkara (India) Arianne Hartono (Belanda)/Aldila Sutjiadi v 3-Jiakang Li (China)/Ayaka Okuno (Jepang) Zhuoma Ni Ma/Mi Zhuoma You (China) v 2- Rio Kitagawa (Jepang)/Ani Vangelova (Bulgaria)

Jadi Tuan Rumah Piala AFF U-16, Minim Prestasi Predikat Anak Asuh Fakhri Husaini

Timnas U-16 tampil di AFF U-15 Youth Championship 2018 atau Piala AFF U-16 2018, yang berlangsung di Sidoarjo dan Gresik, pada 29 Juli hingga 11 Agustus 2018. (PSSI.org)

Sidoarjo– Timnas U-16 tampil di AFF U-15 Youth Championship 2018 atau Piala AFF U-16 2018, yang berlangsung di Sidoarjo dan Gresik, Jawa Timur, pada 29 Juli hingga 11 Agustus 2018. Peluang Garuda Asia –julukan Timnas U-16– menjadi yang terbaik di turnamen tahunan itu, terbuka lebar, asalkan mereka tidak jemawa. Sebelum tampil di ajang ini, Rendy Juliansyah dan kawan-kawan, mengikuti Kualifikasi Piala Asia U-16 2018. Masuk di Grup G bersama tuan rumah Thailand, Timor Leste, Laos dan Kepulauan Mariana Utara, Sutan Zico dan kawan-kawan, menyapu bersih seluruh pertandingan dengan kemenangan. Bahkan hanya dalam empat laga itu, tim asuhan Fakhri Husaini mengemas 25 gol dan hanya kemasukan satu gol! Selain itu pada Maret 2018, Amirudin Bagas dan kawan-kawan menjadi kampiun Jenesys Cup, di Jepang. Mereka mengalahkan Jepang 1-0 di semifinal, dan Vietnam di partai puncak, lewat skor yang sama. Sementara itu, jika menilik performa Garuda Asia di Piala AFF U-16, bagaimana raihan mereka sejauh ini? Sejak turnamen digulirkan pada 2002, Timnas U-16 belum pernah menjadi kampiun. Prestasi terbaik skuad U-16 ialah menembus partai puncak, pada edisi 2013. Saat itu, Asnawi Mangkualam dan kolega, tergabung di Grup B bersama Malaysia, Singapura, Laos dan Filipina. Usai melalui empat partai, Timnas U-16 mengoleksi delapan angka, dan finis di posisi dua, di bawah Malaysia selaku juara grup. Di semifinal, secara luar biasa Timnas U-16 mengalahkan Australia dengan skor 5-4, setelah berbagi skor 2-2 waktu normal. Euforia atas Australia justru membuat Timnas U-16 tampil kurang garang di partai puncak. Mereka takluk dari Malaysia via adu penalti, dengan skor 2-3, setelah sebelumnya skor sama kuat 1-1. Usai menyelenggarakan Piala AFF U-19, kini Indonesia kembali jadi host turnamen AFF lainnya, namun dalam kelompok umur berbeda yakni Piala AFF U-16 2018. Timnas U-16 berlaga di turnamen ini pada 29 Juli hingga 11 Agustus. Semua laga digelar di dua stadion berbeda yakni Gelora Delta, Sidoarjo dan Gelora Joko Samudro, Gresik. Pada babak penyisihan grup, tim merah putih remaja bergabung di Grup A bersama Vietnam, Myanmar, Kamboja, Timor Leste dan Filipina. Garuda Asian menghadapi Filipina di laga perdana Grup A. Pertandingan ini bakal berlangsung di Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (29/7). (Dre) Jadwal Timnas U-16 (live @indosiar) Minggu, 29 Juli 2018 Stadion : Gelora Delta, Sidoarjo 19:00 WIB: Indonesia vs Filipina Selasa, 31 Juli 2018 Stadion : Gelora Delta, Sidoarjo 19:00 WIB: Myanmar vs Indonesia Kamis, 2 Agustus 2018 Stadion : Gelora Delta, Sidoarjo 19:00 WIB: Vietnam vs Indonesia Sabtu, 4 Agustus 2018 Stadion : Gelora Delta, Sidoarjo 19:00 WIB: Indonesia vs Timor Leste Senin, 6 Agustus 2018 Stadion : Gelora Delta, Sidoarjo 19:00 WIB: Kamboja vs Indonesia 27 Pemain Timnas U-16 TC Sidoarjo Kiper 1. Ernando Ari Sutaryadi – PPLP Jateng 2. Ahludz Dzikri Fikri – ASAD 313 3. Muhammad Risky Sudirman – SSB Villa 2000 4. Sabda Yoga Buana Putra – Diklat Ragunan 5. Jhuan Rico Geraeldo – Bina Taruna Belakang 6. Mochamad Yudha Febrian – SSB Cibinong Raya 7. Muhammad Salman – Diklat Ragunan 8. Fadillah Nur Rahman – PPLP Sumatera Barat 9. Amiruddin Bagas Kaffa – Chelsea Soccer School 10. Muhammad Reza Fauzan – FC Patriot 11. Surya Nata – SSB Cibinong Raya 12. Kartika Vedhayanto – PPLP Jawa Tengah 13. Giovani Renaldi – Chelsea Soccer School Tengah 14. David Maulana – PPLP Medan 15. Komang Teguh Trisnanda – Diklat Ragunan 16. Muhammad Talaohu – ASAD 313 17. Hamsa Lestaluhu – ASAD 313 18. Andre Oktaviansyah – SSB Pelita Jaya Soccer School 19. Brylian Aldama – SSB Gelora Putra Delta 20. Rendy Juliansyah – SSB ASIOP APAC INTI Depan 21. Mochammad Supriadi – Diklat Ragunan 22. Muhammad Fajar Fathur Rahman – ASAD 313 23. Zidane Pramudya – SSB Candrabaga 24. Yadi Mulyadi – ASAD 313 25. Amanar Abdilah – PS Tira U-17 26. Amiruddin Bagus Kahfi – Chelsea Soccer School 27. Sutan Diego Armando Ondriano Zico – Chelsea Soccer School

Tetesan Air Mata Lalu Muhammad Zohri, Apresiasi dan Beban Berat Di Pundaknya

Sprinter muda Lalu Muhammad Zohri siap berlaga di Asian Games 2018 usai menjadi juara dunia di Tampere, Finlandia. (Kemenpora)

Jakarta- Kedatangan Lalu Muhammad Zohri ke Tanah Air disambut meriah. Kalungan bunga dan uang pembinaan dari pemerintah sebesar Rp 250 juta serta tabungan emas 1 kg dari salah satu BUMN (Badan Usaha Milik Negara) didapat. Belum lagi beberapa sponsor yang lainnya. Bahkan, orang nomor satu di negeri ini, Presiden Joko Widodo, memerintahkan Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) untuk membangun rumah sprinter muda itu di Dusun Karang Pangsor, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Itu semua ‘buah’ keberhasilannya sebagai juara dunia nomor 100 meter pada Kejuaraan Dunia Atletik U-20, di Tampere, Finlandia, pekan lalu. Dari catatan resmi Asosiasi Internasional Federasi Atletik (IAAF), dalam 32 tahun penyelenggaraan, prestasi terbaik Indonesia hanya mampu menembus peringkat 8 babak penyisihan, pada 1986. “Saya tak menyangka mendapat sambutan seperti ini. USoal pembangunan rumah, saya banyak kenangan dengan rumah itu, terutama ingat ibu dan bapak saya. Terima kasih kepada semuanya yang menyambut saya,” ujar Zohri lirih seraya meneteskan air mata, di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (17/7) malam. “Saya tidak pernah menyangka (juara). Namun saya percaya diri dan yakin pertolongan Tuhan. Saya bersyukur kepada Allah bisa menjadi juara,” tuturnya. Lahir di Lombok, NTB, 1 Juli 2000, remaja yang akrab disapa Badok ini, merupakan anak ketiga dari Lalu Muhammad (ayah) dan Saeriah (ibu). Pria berpostur tegap itu ditinggal ibundanya sejak bangku SD (sekolah dasar). Dan, setahun yang lalu, ayahnya meninggal dunia. Ia kini tinggal bersama saudaranya yakni Baiq Fazilah, Lalu Ma’arif, dan Baiq Fujianti, di rumah sangat sederhana, di Karang Pangsor. Zohri bergabung di pelatnas atletik pada 2017. Adalah Mohammad Hasan, atau akrab disapa Bob Hasan, orang yang berjasa besar atas prestasi fenomenal Zohri. Ia merupakan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI). Bob Hasan telah membina atletik selama empat dasawarsa. Bekerja denga hati. Menteri Perindustian dan Perdagangan era Presiden Soeharto itu melakuan pencarian talenta muda berbakat ke pelosok, serta pusat pendidikan latihan dan pelajar (PPLP), dan menggelar kejuaraan nasional (Kejurnas). Seluruh biaya dikeluarkan melalui kantong pribadi pria kelahiran 1931 ini. Soal prestasi Zohri, pria asal Semarang, Jawa Tengah itu mewanti-wanti, agar Zohri diberikan dukungan bukan pujian berlebihan. “Jangan dipuji-puji. Nanti kepalanya besar. Jadi tegang, malah kalah,” cetusnya, beberapa waktu lalu. Kini, Zohri menanggung beban berat dipundaknya. Kurang dari satu bulan, ia akan membela Merah Putih di ajang Asian Games 2018. Di pesta multievent empat tahunan itu punya tantangan besar. Sebab, berhadapan dengan pelari-pelari senior sekaligus para pesaingnya. Catatan waktu Zohri yakni 10,18 detik saat di Finlandia, masih kalah jauh dibandingkan Femi Ogunade. Sprinter asal Qatar ini adalah kampiun Asian Games 2014 pada nomor yang sama. Ogunade meraih emas dengan catatan waktu 9,93 detik. Tak hanya emas, tapi ia mencatatkan namanya dalam rekor pelari 100 meter tercepat di Asia. Di peringkat kedua, ada sprinter asal China, Su Bingtian. Rekor Su Bingtian adalah 10,10 detik. Diikuti Kei Takase dari Jepang, yang mendapat medali perunggu dengan waktu 10,15 detik. Dari statistik ini, Zohri belum memiliki catatan waktu yang lebih cepat, dari tiga besar juara nomor 100 meter Asian Games 2014 itu. (Adt) Catatan Prestasi Zohri: 1. Juara 1 Kejuaraan Nasional PPLP (Pusan Pendidikan dan Latihan Pelajar) nomor 100 meter (10,25 detik) 2. Emas Kejuaraan Atletik Asia Junior nomor 100 meter (10,27 detik) di Gifu, Jepang 3. Emas Westwood Rafer Johnson & Jackie Joyner-Kersee Invitational nomor 100 meter (10,36 detik) di Amerika Serikat 4. Perak Test Event Asian Games 2018 nomor 100 meter (10,32 detik) 5. Emas Kejuaraan Dunia Atletik U-20 nomor 100 meter (10,18 detik) di Tempere, Finlandia

Tanpa Perlawanan Berarti, Skuad Putri Udinus Libas UAD 69-5

Berjersey putih, Tim putri Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, taklukkan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta dengan skor telak 69-5, dalam LIMA Basketball: Kaskus CJYC 2018, Rabu (18/7).

Yogyakarta- Tim putri Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, membungkam Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta dalam laga hari pertama LIMA Basketball: Kaskus Central Java and Special Regional of Yogyakarta Conference (CJYC) 2018, Rabu (18/7). Dalam laga di Pul Y itu, Udinus menang telak dengan skor 69-5. Dalam tiga kuarter, UAD tak dapat keluar dari tekanan Udinus. Sejak kuarter pertama hingga ketiga, permainan didominasi oleh permainan tim berkostum putih tersebut. Alhasil, UAD kesulitan menerobos ketatnya pertahanan sang lawan. Udinus menang setelah melibas UAD dengan skor telak, yakni 27-0, 46-0, dan 54-0 hingga kuarter ketiga. Di kuarter keempat, UAD akhirnya keluar dari kebuntuannya. Lima poin berhasil masuk ke koleksi UAD, dan bertahan hingga akhir laga. Namun, perolehan skor UAD itu masih jauh untuk menandingi Udinus. Akhirnya, tim asuhan Yan Novi Indriati mantap mengakhiri laga dengan skor 69-5. “Tadi kami belum menampilkan permainan yang maksimal, karena defense tim UAD tidak terlalu kuat. Masih ada hal yang harus kami evaluasi lagi sebelum partai berikutnya yang akan lebih berat dari ini,” kata asisten pelatih Udinus, Vickry Rekardho. Menurut Vickry, tim terberat bagi Udinus di klasemen Pul Y adalah UNY dan UNS. Ia akan memastikan timnya agar siap bertanding dengan kedua tim tersebut. “Yang jelas kondisi fisik kami harus tetap terjaga agar bisa menghadapi UNY dan UNS,” pungkas Vickry. (Dre)

Banyak Peserta Asal Tangerang Raya, Serpong City FC Seleksi Skuad U-13 dan U-14

Serpong City FC melakukan seleksi terbuka untuk kategori U-13 dan U-14, pada Selasa (17/7), di lapangan Kampung Dongkal, Serpong Utara, Tangerang Selatan. (Ham/NYSN)

Tangerang Selatan- Serpong City FC melakukan seleksi terbuka di hari pertama kategori U-13 dan U-14, pada Selasa (17/7) di lapangan Kampung Dongkal, Serpong Utara, Tangerang Selatan. Hal ini dilakukan guna mengisi beberapa kekosongan posisi, jelang berputar Liga U-13 dan Liga U-14 Indonesia Junior League (IJL) Mayapada 2018, pada Agustus. “Sesuai visi kami dalam pembenahan dan pembinaan usia muda, Serpong City FC rutin melakukan proses penyeleksian tiap jenjangnya, khususnya dari usia 8-14 tahun, bagi mereka yang tinggal di Tangerang Selatan”, ujar Dhani Noor, pelatih Serpong City FC, usai penyeleksian tahap pertama Seleksi ini dilakukan selama dua tahap. Di tahap pertama, peserta yang datang jumlanya mencapai 20 orang, dan terbagi di tiap kategori usia, serta berdomisili dari kawasan Tangerang Raya. “Hari ini, untuk kategori U-13 jumlahnya 15 orang, sedangkan U-14 ada 5 orang,” imbuh Dhani lagi. “Tapi, yang U-12 juga ada beberapa. Ya kami tetap tampung, karena kami tak ingin mengubur harapan-harapan mereka”, jelas pelatih berlisensi D Nasional ini. Untuk kriteria pemain terpilih menjadi penilaian pelatih dalam menentukan peserta, untuk bergabung ke klub yang bermarkas di Serpong Utara ini. “Kriteria peserta yang akan lolos, dilihat dari segi fisik, mental, skill, visi bermain. Namun, sampai saat ini hanya beberapa yang memiliki kriteria itu,” tutupnya. Seleksi tahap kedua, akan dilaksanakan pada Jumat (20/7) pagi, di lapangan yang sama. (Dre)