Panjat Tebing: Meski Senang Dengan Olahraga Ekstrim, Gadis Belia Ini Pun Pernah Menangis Karena Takut

Selain merupakan olahraga yang menantang, panjat tebing juga di percaya dapat meningkatkan fleksibilitas dan juga melatih keseimbangan. Mengangkat beban tubuh sendiri juga terbukti manjur mengontrol berat berat badan. Salah satunya atlet yang tertarik dengan olahraga panjat tebing ini bernama Sabrina Syarifah Calidris (12), yang juga merupakan siswi kelas 1 di SMPN 4 Tangsel yang telah berlatih memanjat sejak duduk di bangku kelas 1 SD, dan saat ini dirinya tergabung dalam club Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Tangerang Selatan. Gadis belia yang akrab di sapa dengan sebutan Sabrina ini mengatakan kepada NYSN, bahwa dirinya tertarik dengan olahraga yang memiliki tantangan tersendiri.(5/7) “Awalnya saya melihat ayah saya yang dulunya adalah pemanjat. Saya juga ikut mencoba-coba sampai akhirnya tertarik dengan olahraga tersebut. Kebetulan saya juga sangat menyukai hal-hal yang berhubungan dengan tantangan.” ujar Sabrina. Sudah cukup banyak Prestasi Sabrina di dalam menekuni olahraga panjat tebing, antara lain: 1. Porprov Banten 2014 Peringkat 1 kategori Lead spider kid 2. Kejurprov Banten 2015 peringkat 3 kategori Lead spider kid dan kategori Speed 3. Kejurprov Banten 2016 Peringkat 2 kategori Lead spider kid dan peringkat 1 kategori speed 4. Porkot Kota Tangsel peringkat 2 kategori Lead Spider kid dan kategori Speed Meskipun sibuk berlatih memanjat, Sabrina tidak lupa akan pendidikannya di sekolah. Orang tuanya juga selalu mengingatkan Sabrina untuk membagi waktu sekolah dan latihan dengan baik. “Yang pasti orang tua saya tidak pernah bosan memperingatkan bahwa sekolah itu yang terpenting. Jadi saya selalu membagi waktu latihan memanjat dengan kegiatan sekolah. Allhamdulilah selama ini tidak ada masalah dengan sekolah saya.” tutur Sabrina. Sabrina juga bersyukur bisa mendapatkan teman-teman yang kompak lewat olahraga yang ia geluti. Mereka selalu saling mendukung satu sama lain. “Waktu ikut kejurnas di Yogyakarta, itu adalah pertama kalinya saya pergi tidak bersama dengan orang tua saya. Apalagi umur saya masih sangat muda ketika itu. Dan saya merasa sedih ketika naik kereta saya menangis karena takut. Tapi teman-teman selalu berusaha menghibur saya sampai akhirnya saya terbiasa.” kata Sabrina. Lebih lanjut Sabrina juga mengatakan bahwa olahraga panjat tebing sebagai wujud semangat yang di dedikasikan untuk orang tuanya dan juga untuk mengharumkan nama bangsa. “Saya ingin menjadi atlet panjat tebing profesional sampai tingkat dunia agar saya bisa membanggakan orang tua saya dan juga negara Indonesia.” tutup Sabrina.(crs/adt)

Lakukan 10 Langkah Ini Agar Mudah Menguasai Ice Skating

Bosan dengan olahraga yang anda sering lakukan selama ini yang terasa monoton dan membosankan? Atau butuh suasan ataupun tempat baru untuk berolahraga? mungkin anda bisa mencoba ice skating untuk olahraga selingan supaya bisa memvariasikan olahraga dan aktivitas anda supaya lebih menarik. Suasana yang di dapat di tempat olahraga ini juga berbeda! Di ruangan yang sejuk dengan berlantaikan kubikel-kubikel es beku yang mampu membuat tubuh merasa kedinginan. Untuk anda yang baru ingin mencoba olagraga ini di anjurkan untuk Selalu dalam bimbingan pelatih ahli untuk membantu Anda dengan dasar-dasar ice skating. Seorang pelatih yang baik membantu meminimalkan risiko yang terlibat dan memastikan Anda mempelajari cara yang benar. Penting untuk diketahui bahwa ice skating tidak mudah dikuasai secara alami oleh semua orang. Seorang pemula harus belajar dengan membiasakan diri dengan rinks ice. menyewa sepatu ice skating sebagai pengenalan awal merupakan pilihan yang tepat bagi pemula. Bagi pemula berikut 10 tips dan cara bermain Ice Skating dengan aman 1. Dapatkan Sepatu Yang Baik Berdasarkan pengalaman faktor sepatu ini sangat mempengaruhi, tidak boleh kebesaran atau kekecilan, harus pas, kalau tidak kaki akan terasa sakit karena posisi kaki di sepatu tidak pas. 2. Gunakan Kaos Kaki Yang Tebal Kaos kaki di sini diwajibkan oleh pengelola. Karena suhu arena dingin dan lembab maka otomatis kaki kita juga akan lembab dan basah, akibatnya jika tidak menggunakan kaos kaki yang tebal maka kaki kita akan lecet-lecet atau kapalan, dan itu baru akan terasa di luar arena, ketika suhu kaki kita mulai normal kembali! 3. Gunakan Sarung Tangan Sarung tangan di sini sebenarnya diutamakan bagi pemula, karena kemungkinan besar kalian akan jatuh bangun di es, jangan sampai tangan kalian membeku! 4. Ikat Tali Sepatu Dengan Benar Ikat sepatu yang terlalu ketat akan menimbulkan mati rasa pada kaki. Sedangkan, jika terlalu longgar tidak akan memberikan dukungan yang tepat bagi pergelangan kaki. 5. Pemanasan dan Peregangan Otot Kaki Sebelum memakai sepatu, cobalah untuk melakukan pemanasan seperti lari-lari kecil, dan lainnya. Hal ini cukup penting mengingat suhu arena yang dingin dapat membekukan otot kaki kita 6. Mulai Meluncur Belajarlah meluncur secara perlahan dengan sedikit menekuk lutut dan meletakan tumpuan berat badan di depan. Buka tangan lebar di samping badan untuk mendapatkan keseimbangan di atas es. Lakukan ini di pinggir arena, di mana ada pegangan agar kalian tidak mudah terjatuh. Jika telah merasa agak terbiasa barulah mulai meluncur mengikuti arah. Buat pemula seperti kita jangan coba-coba meluncur mundur, karena masih berbahaya, kita dapat terhempas ke belakang lalu kepala kita membentur es. 7. Eits..Kalo Bisa Meluncur, Harus Belajar Berhenti Untuk berhenti, tekuk lutut, putar jari ke dalam kaki, arahkan tumit kalian keluar, dan dorong keluar tumit kalian. Ini akan memperlambat kalian dan membawa Anda berhenti. 8. Jangan Melihat Ke Bawah Begitu banyak para pemula yang selalu memperhatikan kakinya saat berseluncur, padahal ini adalah salah. Lebih baik kalian melihat ke depan, setidaknya kalian tahu siapa yang akan kalian tabrak. 9. Meluncur Di Arah Yang Benar Biasanya ada aturan untuk mengikuti arah skaters lainnya. Ada yang searah jarum jam tetapi ada juga yang berlawanan arah jarum jam. Jangan coba-coba melawan arah ini karena bisa berakhir melukai diri sendiri bahkan orang lain 10. Jangan Terlalu Serius Ini yang paling penting, saat kalian jatuh maka tertawa lah.. Semua skaters hebat pasti berawal dari jatuh bangun. So don’t worry, just be happy! Itu lah tips dan teknik untuk belajar meluncur diatas es bagi para pemula olahraga Ice skating, semoga dapat bermanfaat.

Pernah Mimisan Karena Tinju, Pemuda ini Tetap Ngotot Kejar Prestasi Demi Masuk Universitas Negeri

Pernah Mimisan Karena Tinju, Pemuda ini Tetap Ngotot Kejar Prestasi Demi Masuk Universitas Negeri

Layaknya petarung sejati dengan istilah man to man, merupakan kebanggaan tersendiri bagi kesatria olahraga tinju, berdiri di atas ring beralaskan matras, juga menggunakan sarung tangan tebal di percaya mampu melindungi tubuh dari pukulan yang berakibat fatal. Rheza Nugroho Widiyanto merupakan seorang atlet tinju muda yang bersinar di belantika sasana kejuaraan tinju, Rheza sudah mengantongi banyak medali berkat prestasinya dalam olahraga tinju. Pelajar yang baru saja naik ke kelas 12 di SMAN 7 Tangsel ini mengatakan kepada NYSN bahwa berlatih tinju karena ingin punya keahlian dan juga untuk beladiri. “Waktu itu sebelum saya masuk SMP saya ikut kelas olahraga. Kebetulan ada olahraga tinju dan kebetulan juga ada teman saya yang ikut. Saya juga ingin punya keahlian dan punya kemampuan beladiri.” ungkap Rheza. “Saya memilih tinju karena tinju itu seni beladiri yang agung. Bagaimana kita bisa memukul lawan tapi lawan tidak bisa memukul kita. Otot saja tidak cukup, tapi kepintaran yang menentukan kemenangan seorang petarung.” lanjut Rheza. Menekuni olahraga tinju sejak kelas 6 SD, dan hingga saat ini Reza telah mengumpulkan berbagai prestasi, diantaranya: 1. Medali perak Kejurda tingkat provinsi 2013 2. Medali emas Popda tingkat Provinsi 2014 3. Medali perunggu Kejurnas PPLP medan 2015 4. Medali perak Popda tingkat Provinsi 2016 5. Medali emas Porkot tingkat Kota 2016 6. Medali perak Kejurnas PPLP tingkat Nasional 2016 7. Medali perak Kejurnas umum se-Indonesia 2016 8. Medali perak Kejurda tingkat Provinsi 2017 9. Medali perunggu Kejurda tingkat Provinsi 2017 10. Medali emas Rookie Fight se-Indonesia 2017 Walaupun kadang jadwal pertandingan bersamaan dengan waktu belajar di sekolah, sehingga Rheza harus meminta izin kepada pihak sekolah untuk mengikuti pertandingan, tetapi bagi Rheza itu bukan masalah dan dirasa tidak mengganggu nilai-nilainya. Rheza menambahkan bahwa dirinya pernah cidera pada saat pertama kali ikut pertandingan. “Waktu pertama kali ikut pertandingan, hidung saya bocor, pecah dan mimisan. Kejadian itu menjadi pengalaman yang tidak akan saya lupakan.” kata Rheza menceritakan pengalamannya. Remaja berusia 17 tahun tersebut juga mengatakan kepada NYSN bahwa terkadang ia kurang menyukai jika harus mengontrol berat badannya beberapa minggu sebelum menghadapi pertandingan.(5/7) “Hal yang kurang saya sukai itu biasanya sebelum pertandingan harus mulai mengontrol berat badan. Karena tinju itu olahraga yang menggunakan kategori sesuai berat badan kita dalam pertandingan, jadi setiap kita mau bertanding kita harus mempertahankan berat badan, tidak boleh overweight, karena jika sampai overweight kita harus menanggung resikonya misalnya tidak bisa ikut bertanding.” ujarnya Rheza juga mengatakan, selain harus menjaga berat badan agar tetap stabil, dirinya juga harus jaga pola makan serta latihan yang teratur. Biasanya, beberapa hari sebelum pertandingan, Rheza menghindari nasi dan lebih banyak mengkonsumsi buah-buahan. Menurut remaja yang bercita cita ingin menjadi seorang polisi atau tentara, berprestasi di bidang olahraga tinju bisa membantunya untuk masuk ke Universitas Negeri dengan menggunakan beberapa sertifikat kemenangan yang sudah dimilikinya. Rheza juga berencana akan menggunakannya ketika lulus dari SMA dan mendaftar ke Universitas yang diinginkannya melalui jalur prestasi. “Setelah lulus SMA nanti rencananya mau daftar di UNJ. Sebenarnya masih bingung jurusan apa, tapi kalaupun saya ambil bidang olahraga otomatis saya tetap akan di olahraga tinju. Nanti setelah selesai kuliah saya mau melanjutkan pendidikan wajib militer karena saya ingin menjadi polisi atau tentara.” jelas Rheza. “Jangan takut untuk ikut tinju, tinju itu olahraga seni bukan olahraga yang mematikan dan berbahaya. Semua orang bisa ikut tinju dari anak kecil sampai dewasa, pria maupun wanita semua bisa ikut tinju untuk melatih ketangkasan dan beladiri.” pesannya (crs/adt)

Upaya Orang Tua Dalam Mensupport Semua Kegiatan Baseballnya Berbuah Prestasi

Reagan saat mendapatkan medali emas dalam kejuaraan Mustang U-10 Asia Pacific Series

Memantau perkembangan anak kandung yang di sayangi merupakan tanggung jawab orang tua, dan begitupun sebaliknya, berprestasi untuk membanggakan kedua orang tua dan juga membahagiakannya merupakan keseharusan. Reagan Pangea Cherdasa, yang masih duduk di kelas 6 SD di Santa Laurensia, Alam Sutera, Kota Tangerang, sudah mengikuti baseball sejak usia 6 tahun. Jeres Rorym Cherdasa, yang tak lain adalah ayahanda Reagan mengatakan kepada NYSN bahwa ketika itu Reagan baru masuk SD dan sedang memilih ekskul yang hendak ia ikuti. Jeres sempat menawarkan untuk bergabung dalam ekskul baseball, lalu Reagan menyetujuinya.(4/7) Sejak saat itu, Reagan tergabung dalam tim baseball di sekolahnya bernama Lorenz. Latihan demi latihan Reagan jalani bersama anggota tim baseball lainnya, sampai akhirnya mereka dapat mengukir berbagai prestasi di tingkat nasional bahkan sudah sampai pada tingkat internasional. Beberapa prestasi yang telah diraih oleh Reagan dan timnya adalah: 1. Juara 1 PONY Mustang U-10 Asia-Pacific Series di Singapore 2017 2. Juara 2 IBA Nankyu Boys Tournament di Singapore 2015 3. Juara 1 PONY MUSTANG U-10 Indonesia Series 2017 4. Juara 2 KEJURNAS U-12 INDONESIA 2016 5. Juara 1 Jakarta Youth Baseball Association (JYBA) 2017 6. Juara 1 Indonesia Little League (ILL) 2016 Reagan juga beberapa kali mendapatkan penghargaan individu salah satunya adalah Best Pitcher For Accuracy Contest dalam turnamen PONY Mustang U-9 Asia-Pacific Series di Ho Chi Minh, Vietnam. Jeres mengatakan bahwa dirinya memberikan kebebasan untuk mengambil jurusan ekskul yang di sukai oleh Reagan. “Sebenarnya Reagan sangat berpotensi dalam baseball, tetapi semua itu kembali lagi ke Reagan. Saya sebagai orang tua selalu memberikan kebebasan kepada anak saya untuk memilih.” tutur Jeres. Jeres menambahkan bahwa Reagan di percaya menjadi kapten tim di tunjuk oleh coach (pelatih). “Reagan sebagai pemain Utility di dalam team nya dan dipercaya sebagai Kapten. Biasanya Reagan sebagai Lead-Off Batter atau Pemain Pembuka didalam Batting. Tetapi potensi atau bagaimana itu kembali lagi kepada coaches yang melatih dan menilainya, karena kalau pendapat saya sebagai orang tua nantinya akan menjadi subjective ya.” ujar Jeres, yang selalu mendukung dan mendampingi anaknya. Lebih lanjut Jeres mengatakan, walaupun dirinya memberikan kebebasan pada anaknya untuk memilih jalan hidupnya, peran orang tua tetaplah sangat penting. “Dalam memilih sesuatu untuk anak, contohnya olahraga, tetap orang tua mempunyai peran yang penting. Karena anak kita tidak bisa jalan sendiri dan orang tua juga harus mempunyai komitmen. Jika tidak mempunyai komitmen, tidak akan bisa membimbing anak.” kata Jeres. Menurut Jeres, Reagan selama ini tidak pernah dibujuk dengan hadiah agar bersemangat memenangkan pertandingan. Karena bagi Jeres, tidak ada orang yang suka kalah dalam suatu kompetisi, dan kemenangan yang didapatkan pasti akan membuatnya terus berjuang untuk menang lagi dan lagi. “Jika kita menyalurkan kegiatan dengan hal yang positif, insyaallah hasil kedepannya akan selalu positif. Kecewa karena kalah pasti ada, bahkan tidak hanya terjadi sekali, tapi saya selalu menanamkan jika kita gagal, bangkit lagi, latihan lagi. Hal itu juga akan berguna untuk kehidupannya di masa mendatang.” tutup Jeres mengakhiri perbincangan dengan NYSN.(crs/adt)

Remaja Ini Berhasil Membawa Piala Karate Dari Switzerland

Nandra (Kedua dari kiri) saat juara 1 di Basel Open Master di Swiss

Karate merupakan olahraga bela diri yang berasal dari Jepang. Olahraga tersebut sudah berkembang di era modern saat ini. Sudah banyak karateka-karateka bangsa Indonesia yang mengukir banyak prestasi dalam ajang kejuaraan. Salah satunya adalah Nandra Ahmad Saputra (16), siswa SMAN 1 Tangsel yang tergabung dalam club karate Gabdika Shitoryukai. Beberapa prestasi Nandra dalam karate yaitu: Juara 1 kata perorangan cadet putra dan juara 3 kumite -55 kg cadet putra di kejuaraan internasional Basel Open Master (BOM) di Basel Switzerland 2016 Juara 1 kata perorangan putra di O2SN nasional tingkat SMP 2016 Juara 1 kata beregu dan juara 1 kumite -50 kg cadet putra dikejurnas Gabdika shitoryukai di Batam Juara 1 kata dan juara 1 kumite -55 kg putra perorangan cadet putra di kejurnas gabdika di Jakarta. Sementara itu Nandra juga menambahkan kepada NYSN bahwa orang tuanya selalu mendukung kegiatannya.(4/7) “Orang tua saya selalu mendukung segala kegiatan saya asalkan tidak mengganggu kegiatan belajar, termasuk karate, mereka sangat mendukung.” ujar Nandra yang telah berlatih karate sejak kelas 3 SD. Nandra juga mengatakan kepada NYSN bahwa ia terus berjuang untuk meraih impian setinggi-tingginya dan selalu bersemangat dalam berlatih karate. “Saya selalu berusaha fokus dalam berlatih dan selalu mendengarkan masukan dari pelatih saya, Senpai R. Sukma Aji Abimanyu, SH. Pelatih pasti menggendong saya ketika saya menang dalam kejuaraan.” lanjutnya. Berbagai prestasi yang sudah diraih oleh Nandra bukan berarti dirinya tidak pernah mengalami halangan dalam menjalankannya. Nandra pernah mengalami cidera keseleo 5 hari sebelum mengikuti kejuaraan internasional di Swiss. Bahkan 2 hari menjelang kejuaraan tersebut Nandra sempat terkena penyakit campak. “Tapi saya tahu bahwa saya mempunyai tanggung jawab. Saya tetap mengikuti kejuaraan dan alhamdulillah mendapatkan Juara satu kata perorangan cadet putra dan juara tiga kumite -55 kg cadet putra.” tutur pelajar yang mempunyai cita-cita menjadi TNI ini. Nandra berpesan, bila ingin meraih prestasi kita harus mempunyai semangat yang tinggi untuk berlatih dan berjuang, jangan berhenti untuk berlatih setiap saat mau di mana pun kita berada, jangan lupa untuk selalu berdoa dan beribadah kepada yang di atas, dan jangan berhenti untuk bemimpi. Kondisi fisik bagi Nandra juga merupakan hal yang harus diperhatikan. Fisik harus sehat agar bisa berlatih dengan giat serta menjalankan pola hidup sehat. “Oh iya, jangan lupakan pelatih kita yang sudah mendidik kita dari awal berlatih karate. Kita yang tadinya tidak bisa apa-apa dan sampai menjadi seseorang yang berprestasi. Terakhir, terima kasih banyak untik pelatih saya R. Sukma Aji Abimanyu, SH yang sudah membimbing saya sampai menjadi seperti sekarang ini.” tutup Nandra.(crs/adt)

Baseball: Terinspirasi Oleh Sang Kakak, Ray Berhasil Rebut The Best Pitcher Piala Gubernur Jawa Barat 2017

Ray, murid Sekolah Pelita Harapan yang berhasil merebut The Best Pitcher Piala Gubernur Jawa Barat 2017

Sejak tahun 2008, Ray sudah mengantarkan timnya ke berbagai prestasi baseball. Beberapa prestasi terbaru di tahun 2017 yang telah diraih oleh timnya diantaranya juara 1 Piala Gubernur Jawa Barat, juara 3 Kejurnas Jr U15 Banten, dan juara 2 ILL Senior U16

Rebut Juara 1 Karate, Mahasiswi UIN ini Layak Menyandang Gelar Jawara

Siti Nur Halimah, Mahasiswi yang sudah memenangkan banyak ajang perlombaan karate tingkat nasional

Mahasiswi yang sudah berada di sabuk hitam dalam karate ini mengatakan kepada NYSN bahwa ia bercita-cita menjadi Dosen, namun Siti tetap mengejar impiannya untuk menjadi atlet pelatnas

Begini Ucapan Terimakasih Sang Atlet Taekwondo Kepada Orang Yang Telah Berjasa Dalam Hidupnya

Novrika (tengah) saat meraih juara 1 di kejuaraan 5th Banten Open

Awalnya cuma diajak teman sekelas untuk ikutan ekskul di sekolah, tapi jadi keterusan dan jadi ikut latihan di clubnya.
Alhamdulillah aku sudah meraih empat medali emas, 1 medali perak dan 1 medali perunggu.” tutur Novrika yang juga menjadi Juara 1 dalam O2SN Taekwondo sekota Tangerang Selatan dan Juara 1 Banten open u-46.

Nico : Bila Anda Melakukan Yang Terbaik, Anda Tidak Akan Pernah Merasa Kalah

Nicholas bersama Ibundanya

Pertama kali Nicolas mengenal olahraga Anggar adalah karena Pendeta dari Gereja orangtuanya merupakan seorang atlet Anggar yang pernah bermain di Sea Games.

Juara 2 Taekwondo Tingkat Nasional Ini, Bercita-cita Menjadi Detektif

Maryana Ratu Dewi, yang akrab di sapa Ratu, sedang menekuni Olahraga jenis taekwondo sejak usia 6 tahun, Ratu bersekolah di ANDERSON SCHOOL kelas 6 SD lahir di Tangerang 31 mei 2005, Putri dari Maryono dan Nuning “Sejak kecil Ratu memang ingin menjadi atlet Taekwondo, selain bisa menegakkan bentuk badan dan menjaga kesehatan, saya juga ingin dia bisa membela diri untuk berjaga jaga saat ada apa apa di kemudian hari.” Pungkas Nuning ibunda Ratu Bunda yang selalu support putrinya yang sampai saat ini tengah menekuni olah raga beladiri Taekwondo mempercayakan kepada Sabam Agus seminggu 2 kali untuk melatih putrinya. Sesekali gadis belia ini berbicara bahwa dirinya ingin menjadi Dokter hewan. “Aku mau jadi Dokter hewan, tapi aku juga bercita cita sebagai detektif.” Cetus Ratu yang baru berumur 12 tahun memaparkan cita citanya kepada NYSN. “Aku juga pernah juara 2 tingkat nasional saat masih berusia 10 tahun dan Jakarta Taekwondo Festival (JTF). Tambah Ratu. Sementara Itu Ibunda dari Ratu menambahkan bahwa dirinya selalu mensupport apapun kegiatan positif putrinya, karena menurutnya Taekwondo adalah olahraga yang sangat bagus untuk putrinya. “Sama sekali saya tidak pernah menyuruh putri saya untuk terjun di Taekwondo, tetapi bagi saya taekwondo adalah olahraga yang baik untuk anak saya, selama itu positif, saya tidak pernah membatasinya dalam berolahraga dan berekspresi, bahkan saya dan suami saya berusaha untuk memfasilitasi dengan mengundang guru taekwondo seminggu 2 kali ke rumah.” Tutup Nuning di kediamannya wilayah Bumi Serpong Damai.⁠⁠⁠⁠

Layaknya Robin Hood, Bunda Naufal Optimis Raih Juara Olahraga Panahan Tingkat Internasional

Naufal sedang menembakkan panah saat mengikuti lomba panah

Naufal Apta Vijaya yang masih duduk di kelas 4 SDN PUSPITEK selalu semangat mengikuti latihan memanah. Menurut remaja laki-laki yang akrab di sapa Apta sudah tergabung dalam club Panahan POWER ARCHERY CLUB di bawah bimbingan couch Neng Siti Sakdiah. Apta juga Beberapa kali mengikuti perlombaan baik itu di Kota Tangerang Selatan sampai ke Luar Kota seperti Bandung, Jakarta dan Bekasi. Tak hanya itu, Apta juga pernah meraih juara 1 di pertandingan tingkat SD yang diadakan pada lomba panah PURSEN ARCHERY CHAMPION SHIP Kota Tangerang Selatan dan juara 3 beregu di pertandingan lomba panah ALIX CUP di Jakarta Selatan. Untuk dapat meraih prestasi yang lebih baik Apta mengatakan dirinya harus lebih banyak berlatih. untuk menjadi Atlit olahraga panahan yang bisa berprestasi. Apta putra nomor 3 dari 3 bersaudara Putra dari Jaya Selwan dan Isnaniar ini lahir di Jakarta 07-07-2007, ingin Seperti Kakak-kakaknya yang di Power Archeri Club yang sudah dapat Prestasi hingga ke luar Negeri. Sementara itu, Isnaniar yang menjadi Ibu dari Naufal Apta Vijaya mengatakan kepada NYSN, sangat mendukung  kegiatan olahraga panahan yang ditekuni oleh Apta. “Karena olah raga memanah ini sangat baik untuk melatih ketenangan, kesabaran dan fokus. Dan yang lebih penting lagi adalah sharingnya sesama teman. Mengajarkan sportifitas, saling mendukung  sesama teman. Walaupun perlengkapan memanah ini tergolong agak mahal tapi tidak menjadi masalah asalkan tidak mengganggu kegiatan Sekolah, menurut saya ini kegiatan positif yang dapat membawa nama baik orang tua, Sekolah bahkan Kota Tangerang Selatan dan selalu optimis memenangkan sampai tingkat internasional,”ujarnya. (ryo/adt)

Taekwondo: Berbekal Rasa Penasaran Pada Kemampuan Sendiri, Remaja Ini Menjadi Juara Internasional

Rizkia Asnari Anwar, juara Taekwondon Internasional yang menang berkat rasa penasaran diri sendiri yang besar.

karena rasa penasarannya pada Taekwondo, akhirnya Rizkia mencoba untuk mengikuti latihan di sekolahnya. Latihan demi latihan ditekuninya sampai akhirnya pelatih menunjuk Rizkia untuk mengikuti kejuaraan di Korea Selatan.

Disiplin Dalam Latihan Membawa Calvin Ke PON Cabang Olahraga Sepatu Roda

Calvin yang berhasil mengukir preastasi hingga ke PON melalui sepatu roda

Olahraga sepatu roda yang satu ini sempat terkenal pada saat era 90 an, olahraga ini sempat di angkat menjadi film layar lebar dalam film Olga, karya Hilman Hariwijaya Berbeda dengan Calvin Leonardo, yang lahir di Jakarta 13 februari 1998, mulai ikut sepatu roda sejak tahun 2011 dan tergabung dalam club JRF (Jakarta Roller Flash). “Saya memang hobby dalam berolahraga, awalnya karena adik saya tergabung dalam club sepatu roda, saya coba ikutan dan akhirnya menjadi hobby sampai sekarang.” ungkap Calvin. Prestasi Calvin pertama kali yaitu dalam lomba marathon 42 KM kejuaraan V3 open 2013 yang diadakan di Jakarta dan mendapatkan medali perak. Tidak sampai di situ, setelah itu Calvin kembali mendapat 2 medali perak dan 1 medali perunggu dalam Malaysia Roller Games, 1 medali perak dalam Kejurnas Piala Ibu Negara di Malang tahun 2015, serta mendapat 1 medali perunggu di lomba 42 KM marathon pada PON XIX Jabar. Calvin sempat mengakui, jika sudah sekitar satu bulan menjelang kejuaraan, jadwal latihan akan ditingkatkan sampai bisa setiap hari. Dalam seminggu, Calvin melakukan latihan berat selama 5 hari dan latihan ringan selama 2 hari. “Kalau latihan dalam jangka panjang latihan hanya 4 kali dalam seminggu. Pemanasannya antara lain pelemasan otot, jogging dan melakukan sedikit gerakan dalam sepatu roda agar saat bermain badan kita tidak kaku.” jelas Calvin. Calvin juga menuturkan kepada NYSN, bahwa orang pertama yang paling berperan dalam perjuangannya meraih prestasi selama ini adalah ibundanya, dan juga pelatihnya terdahulu Shinta Septriana yang tidak kenal lelah untuk melatih dan mendukungnya. “Saat proses menuju PON jabar kemarin sampai saat kejuaraannya, disana saya banyak belajar berbagai macam hal, contohnya saya sekarang bisa lebih mandiri dan tidak terlalu bergantung sama orang tua lagi, pokoknya saya bisa jadi pribadi yang lebih dewasa berkat PON Jabar kemarin.” ujar Calvin. Calvin juga merupakan orang yang sangat disiplin dalam masalah waktu. Ia kurang suka jika ada yang tidak bisa disiplin waktu. Karena menurut Calvin, disiplin waktu adalah hal yang sangat penting untuk siapapun, dan berhubungan dengan komitmen seseorang. “Saya selalu bercita-cita ingin menjadi orang yang sukses. Disamping itu saya juga berimpian untuk menjadi orang Indonesia yang bisa mengikuti dan memenangkan kejuaraan sepatu roda tingkat dunia. Saya akan terus giat berlatih untuk mengikuti PON XX di Papua tahun 2020 nanti, setelah lulus kuliah saya juga akan tetap fokus berlatih sepatu roda.” tutup Calvin.(crs/adt)