Honda DBL 2017: Tim Putri SMA Negeri 8 Pekanbaru Pegang Kunci 4 besar

Pemain SMAN 8 Pekanbaru - A (putih) berusaha melepaskan diri dari pemain SMKN 1 Pangkalan-kerinci pada laga Loop 3x3 Competition, Senin (9/10/2017).(Foto: Defizal/Riau Post)

Kompetisi Basket tahunan antar Sekolah yang di selenggarakan oleh Honda selalu menarik perhatian. Riau menjadi salah satu provinsi tempat Honda DBL mencari calon pemenang untuk maju ke tingkat Nasional melawan tim Provinsi lain. Di kutip dari dblindonesia.com, Competition Honda DBL Riau Series 2017 yang berlangsung di Gelanggang Remaja Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru. Tim basket 3×3 putri SMA Negeri 8 Pekan baru berhasil merebut satu tiket terakhir semifinal kompetisi Loop 3×3 Competition Honda DBL Riau Series 2017. Di perempatfinal yang berlangsung, Senin (9/10), SMAN 8 Pekanbaru berhasil menumbangkan tim putri SMK Negeri 1 Pangkalankerinci dengan skor 4-2. Tim putri SMA Negeri 8 Pekanbaru yang diperkuat Aurelia Putri Anggini, Amalia Salina, Athaya Mutiara D, dan Wendelina Alexia tersebut harus melakoni laga sengit di babak delapan besar kemarin. Kesulitan menghadapi tim lawan disebabkan Kurangnya jadwal latihan dan jam terbang yang mereka miliki. Apalagi tim putri SMK Negeri 1 Pangkalankerinci yang diperkuat oleh Elisa Veronika H, Wahyuni, Tantri Sabrina dan Lastri tidak mau mengalah begitu saja. Mereka sudah menargetkan kemenangan di laga kemarin meskipun tak dapat di elak hasil akhir bertuan kepada SMAN 8 Pekanbaru. Usai laga, kapten tim SMA Negeri 8 Pekanbaru Aurelia Putri Anggini mengaku kesulitan mencari poin diawal laga. Faktor komunikasi dinilai masih buruk sehingga kerjasama mereka diawal laga juga kurang bagus. “Dari laga ini kami menyadari kami masih kurang komunikasi. Mungkin karena jadwal latihan kurang maksimal yang membuat kami juga tampil kurang bagus. Untuk laga berikutnya kami akan melakukan evaluasi dan memperbaiki kekurangan hari ini,” ujarnya. Sementara itu di babak semifinal kompetisi Loop 3×3 Competition, Honda DBL Riau Series 2017, tim putri SMA Negeri 8 Pekanbaru akan menghadapi tim putri SMA Negeri 9 Pekanbaru untuk merebutkan satu tempat di final Loop 3×3 Competition Honda DBL Riau Series 2017.

SMAN Binsus Lolos Semifinal Honda DBL Riau Series 2017

SMAN Binaan Khusus (Binsus) Dumai lolos ke babak semifinal Honda DBL Riau Series 2017. Binsus menjadi tim kedua yang lolos pada semifinal setelah berhasil mengalahkan SMA Negeri 5 Pekanbaru dengan skor 16-14 di Gelanggang Remaja, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Minggu(8/10). Seperti yang dilansir dblindonesia.com (09/10/2017), Mereka sempat tertinggal di kuarter pertama dan kedua karena dengan skor 3-7 dan 5-8. Beratnya laga membuat kedua tim hanya menambah dua poin di kuarter keempat dengan skor 12-12. Hingga tiga menit berlalu, belum satupun skor tercipta. Perjuangan tim asuhan pelatih Friandra tersebut begitu dramatis. Hingga akhirnya shooting terukur dilakukan pemain nomor punggung 13, Tiara Ersa Utari berhasil membawa Binsus meraih kemenangan dengan skor akhir 16-14. Kemenangan pun disambut haru para pemain, termasuk Tiara. Ia mengaku sangat senang bisa membantu timnya lolos ke semifinal. Penampilan Binsus ini kali pertama di Honda DBL Riau Series, setelah mereka datang dari kota Dumai. “Saya sangat senang bisa masuk ke babak empat besar. Kami tidak ingin mengecewakan semua yang telah mendukung kami,” tuturnya menurut lansiran dari dblindonesia.com Pelatih SMAN Binsus Dumai, Friandra didampingi Manajer Tim Nur Azmi, mengaku sangat bersyukur atas kemenangan tersebut. Faktor mental yang kuat membuat pemain berupaya hingga detik terakhir dengan kemenangan. Friandra menambahkan walau menang, masalah ketenangan dalam bermain harus dibenahi. Begitu juga dengan shooting dan deffence harus disempurnakan lagi.

Honda DBL 2017: Perjuangan SMA Darma Yudha B Pekanbaru Berbuah Manis

Tim basket 3×3 putra SMA Darma Yudha B Pekanbaru menang atas SMAN 1 Tandun dan sukses kantongi tiket terakhir babak semifinal Loop 3×3 Competition Honda DBL Riau Series 2017. Tim yang diperkuat Gary Leonard Isak Putra, Richkho Efendi, Eric Kurniawan dan Elvando Tanely tersebut berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 6-4. Di kutip dari dblindonesia.com, Pada pertandingan ini SMA Darma Yudha B harus bekerja ekstra untuk mengimbangi permainan dari tim lawan, SMAN 1 Tandun. Pasalnya SMAN 1 Tandun yang diperkuat Zacky Arabbi Akbar, Muhammad Alamsyah Sidik, Rio Agency dan Rizki Agustri juga bermain bagus di laga kemarin. Pada pertandingan yang digelar di Gelanggang Remaja Pekanbaru, Ahad (8/10), kedua tim berlaga sengit. Bahkan saling kejar poin juga mewarnai laga ini. SMAN 1 Tandun sempat unggul atas SMA Darma Yudha B dengan skor 3-4. Namun Gary Leonard dan kawan-kawan mampu menyamakan kedudukan menjadi 4-4. Sisa 14 detik, tim SMA Darma Yudha B melakukan percobaan dari garis three point, namun gagal. Gary Leonard menjadi penyelamat timnya dengan tambahan dua poin di detik-detik terakhir pertandingan. Usai laga, Leonard bersyukur timnya bisa menyudahi laga dengan hasil yang memuaskan. “Namun kami harus membenahi beberapa sisi agar nanti di semifinal bisa tampil sebaik mungkin untuk meraih kemenangan. Mudah-mudahan kami lolos ke final,” harapnya. Pertandingan selanjutnya, tim putra Dharma Yudha B Pekanbaru akan berhadapan dengan SMA Dharma Loka yang sudah terlebih dahulu merebut satu tiket semifinal Loop 3×3 Competition Honda DBL Riau Series 2017.

Dua Atlet Indonesia Bersaing di ISU Junior Grand Prix Ice Skating Di Croatia

2-atlet-ice-skating

Ajang International Skating Union (ISU) Junior Grand Prix 2017 adalah event terbesar untuk skaters (athlete ice skating) Junior Figure Skating. Dan, hadir skaters dari seluruh penjuru dunia yang berlangsung di Croatia, (27-30/9). Indonesia sendiri mengirimkan dua atletnya dapat di andalkan yakni, M Dwi Rizqy Apolianto dan Savika Refa Zahira. ISU Junior Grand Prix Ice Skating memang rutin di adakan pada bulan Agustus – Oktober. ISU Junior Grand Prix Ice Skating terdapat 7 series dan yang ke-8 adalah JGP Final hanya di ambil 6 terbaik untuk di pertandingkan lagi perkatagori. Istilah nama dalam katagori tersebut diantaranya ada Men (single), Ladies (single), Ice dancing (couple/ berpasangan) dan Pair (couple/ berpasangan) dengan usia 13 – 18 tahun. Pelatih Ice Skating tim Indonesia, Bong Agus Nugroho mengatakan kepada nysnmedia.com, bahwa para atlet akan memainkan dua pertandingan yang nantinya akan di akumulasikan untuk bisa naik di atas podium. “Masing-masing melakukan dua kali pertandingan, Short Program & Free Skating. Total dari nilai short dan free adalah point akhir buat para athlete dan yang menentukan untuk naik podium atau tidaknya. Indonesia mendapatkan 2 quota untuk bertanding, first league Brisbane Australia dan 5th league di Zagreb Croatia. Dan, nantinya final di Nagoya, Japan bulan Desember mendatang,” terang Agus. Agus sendiri, menargetkan anak didiknya untuk bisa melampaui nilai terbaiknya yang disebut personal best. “Karena ini baru tahun ke-4 kita di akui oleh ISU (International Skating Union) targetnya saya sebagai pelatih, hanya ingin mereka melewati nilai terbaik nya mereka yang di sebut Personal Best. Ini adalah target saya untuk pertandingan International World Wide,” ujarnya. Adapun nilai personal best Rizqy di 84.46 points dan Savika di 93.32 points in total. Agus juga, menargetkan masuk jajaran top 3 atau top 5 di kawasan Asia Tenggara. “Untuk se-Asia Tenggara target saya untuk berada di top 3-5,” ucapnya. (pah/adt)

Persiapan Sudah Matang, Timnas Futsal Berharap Ada Uji Coba Internasional

Timnas futsal indonesia

Para pemain Timnas Futsal Indonesia yang sedang menjalani pemusatan latihan (TC) di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah bisa menangkap apa yang dimaui oleh Vic Hermans. Seperti yang dikutip dari portal bolalob.com, pelatih Futsal Indonesia, Vic terus menggeber para pemainnya sejak Agustus lalu sebagai persiapan berlaga di AFF Futsal Championship 2017. Randy Satria, salah satu pemain Timnas Futsal menyatakan jika para pemain sudah paham dengan taktik yang diinginkan oleh Vic. “Materi yang diberikan Vic sudah bisa dijalani sama teman-teman. Cuma mungkin tinggal pematangannya aja,” ungkapnya kepada bolalob.com. “Mungkin tinggal aplikasinya dipertandingan atau minimal di ujicoba. Kalo kita ama kita udah pada tau semua,” pungkasnya. Pemusatan latihan (TC) Timnas Futsal Indonesia sebagai persiapan berlaga di AFF Futsal Championship 2017 sejauh ini berjalan lancar. Saat ini TC diikuti oleh 19 pemain dan salah satunya adalah Bambang Bayu Saptaji. “Sejauh ini baik. Alhamdulillah, gak ada kendala. Lancar,” ungkap Bayu. Timnas Futsal sendiri tergabung di Grup A AFF Futsal Championship 2017 bersama Brunei Darussalam, Myanmar, Filipina, dan tuan rumah Vietnam. Turnamen akan berlangsung pada akhir Oktober nanti. Meski persiapan sudah matang, Tim Futsal Indonesia terancam tanpa laga uji coba sebagai persiapan mereka berlaga di AFF Futsal Championship 2017. Randy Satria, sangat berharap jika Tim Futsal Indonesia bisa menjalani laga uji coba. Menurutnya, laga uji coba sangat penting untuk melihat sejauh mana persiapan Timnas Futsal. “Saya berharap ada uji coba internasional,” ungkap pemain senior ini. “Karena ilmu yang kita dapat itu bakal ketahuan di uji coba yang intensitasnya tinggi. Disitu pelatih bakal tau apa yang harus dibenahi sampai dipanggung sebenarnya,” pungkasnya. Namun, Tim Futsal Indonesia tampaknya terancam tidak akan menjalani laga uji coba sebelum berlaga di AFF Futsal Championship 2017. Hal tersebut diungkapkan oleh Vic Hermans selaku pelatih Timnas Futsal disitus pribadinya, Ia menyatakan jika Timnas Futsal tampaknya tidak akan menjalani laga uji coba. “Kabar buruk tampaknya kita tidak akan menjalani laga uji coba lagi, tapi saya sudah terbiasa degan hal itu,” tulis Vic di situs pribadinya vichermans.com. Tentunya sangat disayangkan jika Timnas Futsal yang telah menjalani pemusatan latihan sejak Agustus lalu tidak ada laga uji coba dengan lawan yang sepadan. Semoga saja, performa Timnas Futsal tetap apik di AFF Futsal 2017 nanti meski tanpa laga uji coba.(pah/adt)

Ingin Masuk UPH, Dara Cantik Ini Fokus Dengan Olahraga Basket Sebagai Tiket Masuk Jalur Prestasi

vania-pembasket-cantik

Siapa yang tidak jatuh hati kepada wanita cantik yang mempunyai bakat olahraga dan prestasi di olahraga. Apalagi di olahraga basket, mempunyai postur tubuh yang tinggi pasti akan menjadi pusat perhatian para kaum adam ditambah paras cantiknya. Seperti pebasket cantik yang bernama lengkap Vania Valencia. Vanval sapaan akrabnya. Yang saat ini masih tercatat sebagai murid di sekolah menengah atas Stella Duce, Yogyakarta mengatakan kepada nysnmedia.com, bahwa mulai menyukai olahraga terpopuler di Amerika Serikat ini sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). “Aku sendiri terjun ke olahraga basket sejak SMP kelas 1. Tapi, awalnya cuma ikut ekskul aja, terus karena di SMP ada event JRBL (Junior Basket League), akhirnya pengen bisa jadi pemain JRBL dan mulai seriusin basket,” terang Vania. Setelah itu, Vanval terus berlatih keras. Hasilnya, pada tahapan seleksi JRBL, dirinya dapat lolos menjadi JRBL di sekolahnya. “Sampai akhirnya ada seleksi basket JRBL dan akhirnya kepilih untuk game JRBL pertama terus dapet Champion. Setelah itu, lanjut ikut seleksi Kejurnas, Popda, Porda,” ucapnya. A post shared by Vania Valencia (@vaniavalencia8) on Sep 4, 2017 at 1:59am PDT Setelah SMP, Vanval mulai bisa masuk ke tim DBL dan berhasil menjadi juara. Sekarang, Vanval mulai fokus untuk menyasar beasiswa basket di Universitas ternama yakni UPH. “Saat ini, aku ingin kembangkan diri dan terus berlatih karena aku pengen masuk UPH. Aku, lagi nyasar beasiswa dalam olahraga basket, karena aku punya passion di basket. Rencana bulan November, aku ikut beasiswa di UPH semoga moga dapet jalan di UPH,” terang pebasket cantik ini. (pah/adt)

Setelah Popnas, Pertina Tangsel Siapkan Atlet Tinju Terbaik Untuk Kejurda

atlet-tinju-pertina-tangsel

Pada pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) ke XIV yang telah berlangsung di Semarang, Jawa Tengah pada 10-21 September lalu, Kota Tangsel patut bangga di cabang olahraga (Cabor) Tinju. Dua atlet tinju Tangsel atas nama Faris dan Nurma tembus hingga babak 8 besar. Bisa dikatakan prestasi ini cukup baik untuk atlet Tangsel yang masih muda. Pengurus Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Tangsel, Sunarto mengatakan, dari hasil POPNAS XIV, Pertina Tangsel akan terus melakukan evaluasi untuk mempersiapkan atlet-atletnya mengikuti ajang selanjutnya. “Ya, pastinya akan selalu kami evaluasi. Atlet-atlet ini akan kami terus berikan training center untuk POPNAS selanjutnya,” ucap Sunarto. Sunarto juga menambahkan, atlet-atlet yang masih muda ini mempunyai prospek yang cukup panjang. Pertina juga telah membuat program untuk seluruh atlet tinju yakni 20 atlet tinju. “Atlet-atlet ini sudah masuk program saya. Masih ada lagi atlet muda Tangsel yang akan mempunyai prospek panjang,” terangnya. Atlet-atlet tinju Tangsel ini, nantinya akan di persiapkan untuk mengikuti Kejurda di Makobrimob Serang. “Oktober nanti, akan kami persiapkan atlet terbaik Tangsel untuk mengikuti Kejurda 6-8 Oktober mendatang,” ungkapnya. (pah/adt)

Tim Jabar Mendominasi Kemenangan Renang Popnas 2017

Kemenangan didominasi Tim Jawa Barat (Jabar) pada hari kedua dalam cabang olahraga renang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XIV / 2017 di Kolam Renang Jatidiri Semarang. Menurut lansiran dari Kompas.com (17/09/2017), Jabar meraih 4 medali emas yang disumbang oleh nama-nama berikut: Pertama, Athalarik Maulidio di nomor 1500 meter gaya bebas putra dengan catatan 16 menit 32,31 detik. Kedua, Azel Zelmi juga meraih emas di nomor  50 meter gaya kupu-kupu putra dengan waktu 25,93 detik. Ketiga, pada nomor 200 meter gaya ganti perorangan putra, emas diraih Erick Ahmad Fathoni (Jabar) dengan catatan 2 menit 08,63 detik. Keempat,  Farel Armandio Tangkas di nomor 200 meter gaya punggung putra dengan waktu 2 menit 07,81 detik. Sedangkan untuk Perak oleh Joe Aditya (DKI) 16 menit 40,26. Kemudian, Medali perak dari Daniel Setyawan (DKI) 2 menit 09,86 detik dan Di renang nomor 50 meter Perak diperoleh Angel Gabriel Yus (DKI) 29,07 detik. Perolehan perunggu pertama, Rashief Amila Yaqin (Jabar) 16 menit 44,94 detik. Kedua, Dwiki Anugrah (DKI) 2 menit 11,23 detik. Ketiga, Perunggu Danandra Indra (DKI) 26,55 detik dan Keempat, di nomor 800 meter gaya bebas putri perunggu Prada Hanan Farmadini (Jabar) 9 menit 43,21 detik. Dengan demikian, di klasemen umum Jabar memperoleh dengan raihan 5 emas, 3 perak, 4 perunggu.

Kevin/Marcus Sukses Singkirkan Lawan Kuatnya dan Melaju ke Final Japan Open Super Series 2017

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon Lolos ke Final Japan Open Super Series 2017 (Dok. PBSI)

SemiFinal Japan Open Super Series 2017 yang berlangsung di Tokyo Metropolitan Gymnasium pada Sabtu (23/9) kemarin menjadi kesuksesan besar yang di raih pasangan ganda putra, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Pasalnya pada Pertandingan ini Kevin/Marcus akhirnya bisa mengalahkan lawan kuat mereka asal Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen, dua game langsung dengan perolehan skor 21-15 dan 21-14. Dengan begitu Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon sukses melaju ke babak final Japan Open Super Series 2017. Rekor pertemuan mereka mencatat, Kevin/Marcus tertinggal 1-4 dari Boe/Mogensen. Keduanya bahkan kalah di tiga pertemuan terakhirnya. Kekalahan terakhir terjadi pada final ajang Korea Open Super Series 2017 pekan lalu. Setelah merebut kemenangan, Herry Iman Pierngadi yang merupakan pelatih ganda putra mengatakan bahwa hal ini tidak terlepas dari penerapan strategi baru oleh Kevin/Marcus. Herry mengaku banyak mempelajari permainan Boe/Mogensen dari laga terakhir mereka di Korea. Beruntung rupanya, strategi tersebut bisa berjalan dengan sukses dan membuahkan kemenangan. “Belajar dari kekalahan Kevin/Marcus kemarin di Korea, saya amati dan pelajari, ada beberapa strategi baru yang harus kami terapkan hari ini. Ternyata Kevin/Marcus juga bisa menjalankan dengan bagus. Kemudian dari lawan juga dari segi kekuatan otot sudah lebih menurun. Sementara Kevin/Marcus sudah lebih segar dibanding di Korea kemarin,” ujar Herry yang dilansir dari badmintonindonesia.org. Selanjutnya di babak final, Kevin/Marcus akan berhadapan dengan pasangan Jepang, Takuto Inoue/Yuki Kaneko. Herry pun sudah mempersiapkan strategi lain, agar Kevin/Marcus bisa mengungguli pertandingan dan merebut gelar juara. “Namanya final, segala kemungkinan bisa terjadi. Peluangnya fifty-fifty. Tapi ada nilai plusnya mungkin buat Kevin/Marcus, karena ini kan levelnya super series, Jepang tampil sebagai tuan rumah, pasti tekanannya lebih tinggi buat lawan,” kata Herry. “Ada beberapa pukulan-pukulan mereka memang yang perlu diantisipasi. Terutama mungkin pemainnya yang kidal, karena depannya dia cukup bagus,” pungkasnya.

Indonesia Sabet Empat Gelar di Singapura International Series 2017

Ganda Campuran: Andika Ramadiansyah/Mychelle Chrystine Bandaso (Dok: PBSI)

Tim bulu tangkis Indonesia berhasil menyabet empat gelar di Singapura International Series 2017 yang berlangsung di Singapore Badminton Hall, Sabtu 23 September 2017. Empat gelar berhasil dikoleksi Tim Merah Putih pada turnamen tersebut. Di kutip dari badmintonindonesia.org, Empat gelar itu didapat dari nomor ganda campuran, tunggal putri, ganda putri dan ganda putra. Satu gelar yang lepas dari genggaman Indonesia ialah dari sektor tunggal putra, yang dikuasai oleh tuan rumah lewat pertandingan All-Singapore Final. Pada pertandingan ganda campuran, gelar Indonesia menjadi milik pasangan pelatnas Andika Ramadiansyah/Mychelle Chrystine Bandaso. Tak di sangka pasangan non unggulan itu berhasil menjadi juara usai mengalahkan ganda Campuran asal Hong Kong, Chang Tak Ching/Ng Wing Yung dengan perolehan skor 21-16 dan 21-18. Pada pertandingan tunggal putri menjadi milik Ruselli Hartawan setelah melalui partai pertandingan panjang dan menciptakan kejutan. Unggulan tujuh tersebut menaklukkan peraih emas SEA Games 2017, Goh Jin Wei asal Malaysia dengan rubber set 21-13, 10-21, 21-19. Sementara Dua gelar lainnya diperoleh melalui “perang saudara” pada sektor ganda putri dan ganda putra. Gelar ganda putri yang memainkan All-Indonesian Final berhasil dimiliki Nisak Puji Lestari/Rahmadhani Hastiyanti Putri. Pasangan baru dari pelatnas itu keluar sebagai juara usai menaklukkan Tania Oktaviani Kusumah/Vania Arianti Sukoco dengan skor 21-19 dan 26-24. Sedang ganda putra yang juga mempertandingkan All-Indonesian Final dimenangkan oleh Kenas Adi Haryanto/Moh Reza Pahlevin Isfahani yang mengalahkan Akbar Bintang Cahyono/Giovani Dicky Oktavan. Unggulan satu itu menang dua set langsung dengan skor 21-18 dan 21-18. Sementara satu gelar yang direbutkan tuan rumah lewat “Perang saudara” pada pertandingan tunggal putra. Pada Akhirnya gelar juara menjadi milik Kean Yew Loh setelah mengalahkan Ng Zin Rei Ryan dengan skor 21-15 dan 21-15.

Indonesia Keluar Menjadi Juara Umum ASEAN di ajang Para Games 2017

Indonesia berhasil keluar menjadi juara umum,  pada penutup pertandingan indonesia menambah 9 medali emas dan kokoh di puncak klasemen dengan raihan 126 medali emas, atau selisih 36 medali dengan tuan rumah Malaysia pada posisi kedua. Di kutip dari tribunnews, Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi sangat bersyukur atas raihan atlet-atlet Indonesia dengan mengekspresikan rasa sukacitanya atas raihan ini, di sela-sela kegiatannya saat mengunjungi Rumah Sakit Olahraga Nasional (RSON), Sabtu (23/09) Kemarin. “Alhamdulillah, Indonesia Juara umum Asean Para Games 2017, inilah pencapaian terbaik Indonesia,” seru Menpora bangga. Dari 11 cabang yang diikuti, ada 36 rekor baru ditorehkan oleh para atlet, yakni, 28 rekor dari cabang renang, 4 rekor dari atletik dan 4 rekor dari angkat berat. “Sebuah perjuangan dan dedikasi luar biasa, untuk tidak sekedar jadi juara tapi juga hadirkan kebanggaan bagi kita,” ucap Imam. Ke depannya, Ia memastikan komitmen pemerintah untuk terus mendukung dan memberi perhatian penuh pada perjuangan atlet Indonesia, termasuk dukungan kepada atlet dengan  kebutuhan khusus atau disabilitas. “Dukungan tidak hanya terkait proses latihan dan pemenuhan kebutuhan atlet untuk menghadapi pertandingan, tetapi termasuk kesetaraan dalam memenuhi apa yang menjadi hak-hak atlet termasuk pemberian bonus, “tegasnya. Menurutnya bonus bukan tujuan awal, tetapi bonus akan menjadi tambahan semangat untuk terus meningkatkan kemampuan diri dalam berbagai event dan kejuaraan yang diikuti hingga level tertinggi olimpiade. Minggu sore (24/9), seluruh atlet Indonesia di ASEAN Para Games, akan kembali ke Solo, Jawa Tengah dengan pesawat dan akan langsung disambut oleh Menpora. Seluruh Atlet juga direncanakan akan melanjutkan pemusatan latihan di Solo dan bersiap menghadapi multievent yang akan datang yakni Asian Para Games 2018. “Raihan positif dalam ASEAN Para Games akan menjadi modal yang baik untuk menghadapi Asian Para Games 2018 dimana kita menjadi tuan rumah,” tutup Menpora.

Berkat Kiper Jadi Striker, Tim Jateng Maju ke Semifinal Popnas 2017

Tim sepak bola Jawa Tengah (Jateng) melaju ke semifinal Popnas 2017 setelah gol tunggal dari Sang Kiper Rakasurya Handika diciptakan. Jateng Menang dengan skor 1-0 di Stadion Citarum, Sabtu (16/9/2017). Menurut lansiran dari tribunjateng.com (17/09/2017), Raka, penjaga gawang tim tersebut, diturunkan pelatih Jateng di menit 64 untuk menggantikan striker, Ardigo Prasetyo. Hal tersebut dilakukan, karena skuat Jateng kekurangan pemain pengganti. Akhirnya, hanya ada satu pemain pengganti. Asisten Pelatih Tim Jateng, Andreas Tri Widagdo menjelaskan Raka sudah pernah coba dimainkan sebagai striker saat laga penyisihan grup melawan Maluku Utara. Menurut dia, Raka cukup bisa diandalkan sebagai striker pengganti.

Gulat Popnas 2017 Ternyata Menyimpan Cerita Unik Mengenai Sepasang Atlet Yang Merupakan Kakak-Adik

Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2017 digelar di Jawa Tengah. Pada gelaran nasional itu terdapat 21 cabang olahraga (cabor) dan empat cabor eksebisi yang akan digelar. Diantara 21 cabor, ada sepenggal kisah unik dari cabor gulat, yaitu atlet gulat yang siap bertanding rupanya ada yang sepersaudaraan (kakak-adik). Menurut lansiran Tribunjateng.com, dalam cabor gulat, ada kakak-adik bersaudara yang mengikuti Popnas 2017. Mereka bersama satu orang atlet gulat lain asal brebes akan siap bertanding. Ketiga atlet tersebut yakni Tegar Arya Wibisono, Justra Aditya dan Bagas Widianto. Aditya dan Bagas inilah si kakak- adik bersaudara dalam Popnas. Pendamping ketiga atlet gulat asal Brebes, Soewarko mengatakan Bagas dan Adit merupakan kakak adik di SMK NU 3 Larangan, Brebes. Bagas pernah meraih juara 1 Kejurda Remaja 2017, juara 2 Kejurda Yunior 2017, juara 1 Kejurda Remaja 2016, dan juara 1 Kejurda Yunior 2016. Sedangkan Aditya, pernah meraih juara 2 Kejurda Remaja 2017, dan juara 2 Indonesia Open 2016.

Sediakan Kelas Olahraga Bagi Atlet Prestasi, SMPN 1 Tangsel Siap Cetak Bibit Jawara

SMPN-1-Tangsel

Mungkin, banyak yang mendengar jika ingin masuk atau mendaftar ke sekolah maupun universitas ada yang menempuh jalur prestasi bagi atlet-atlet olahraga. Ini yang di terapkan juga oleh SMP Negeri 1 Tangsel sudah lama secara rutin. Setidaknya, ratusan pendaftar ingin menempuh melalui jalur prestasi. Namun biasanya, mereka terlebih dahulu dan harus melalui tahapan tes yang telah disiapkan oleh pihak sekolah. Wakil Kepala Bagian Kesiswaan SMPN 1 Tangsel, Heliana mengatakan, setiap tahun menjaring sedikitnya 32 siswa prestasi di bidang olahraga. “Sekarang ada sekitar 126 siswa prestasi. Tiap kelas ada 32 siswa dari kelas 7, 8 dan 9,” ucap Heliana atau yang biasa disapa Eli. Lebih lanjut, para siswa berprestasi ini memiliki jam khusus untuk berolahraga ketika pulang sekolah. Mereka akan di tentukan jadwalnya sesuai dengan intruksi pelatih, lantaran terdapat atlet prestasi dari cabang olahraga tinju, futsal, taekwondo, karate, voli, bulutangkis, atletik dan pencak silat. “Yang paling menonjol itu ada atlet tinju, karate dan taekwondo karena sudah sampai level yang atas. Saya harap, atlet yang lain bisa terus berlatih dengan giat dan meraih prestasi yang gemilang. Tak lupa, kami terus melakukan pembibitan,” tambahnya. Beberapa alumni SMPN 1 Tangsel pun, saat ini tengah mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XIV di Semarang, Jawa Tengah. Untuk fasilitas sekolahnya, Eli masih memiliki harapan, menginginkan lapangan futsal yang lebih baik dan juga luas. Menurutnya, dengan begitu para atlet bisa maksimal dalam berlatih. “Sebenarnya sudah ada dua lapangan yang tersedia. Namun, lapangan yang satu belum bisa dipakai meski mempunyai lahan yang luas. Untuk sarana dan prasarana, kami banyak terbantu oleh pengertian orangtua. Kami memang menyediakan perlatan latihan, karena jumlah atlet banyak. Para atlet prestasi membawa perlengkapan sendiri dan orangtua disini sangat mengerti,” papar Eli. (pah/adt)

Terganggu Kesiapan, DKI Jakarta Targetkan 8 Emas Cabor Renang di POPNAS XIV

Suasana_time_trial_renang_di_GOR_Soemantri_Brodjonegoro,_Kuningan,_Jakarta

Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) adalah kegiatan olahraga multi event yang merupakan titik kulminasi pembinaan olahraga pelajar di Indonesia. Sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 1989 di DKI Jakarta, kemudian secara rutin dilaksanakan setiap dua tahun sekali, pada tahun 1997 Jawa Tengah pernah menjadi Tuan Rumah Penyelenggaran POPNAS IV dan di tahun 2017 Provinsi Jawa Tengah ditunjuk kembali sebagai Tuan Rumah POPNAS XIV tepatnya di Semarang, Jawa Tengah. Sebanyak 5567 atlet dari 34 Provinsi, sudah unjuk gigi dalam ajang dua tahunan ini sejak (11/9) lalu dan akan berkahir pada (21/9). Provinsi DKI Jakarta sendiri terlihat mendominasi dalam perolehan medali dengan mengumpulkan 53 emas, 40 perak dan 42 perunggu. Diikuti, Jawa Barat dengan perolehan 46 emas, 41 perak dan 50 perunggu. Untuk di Cabang Olahraga (Cabor) renang, dalam perhelatan POPNAS XIV 2017 kontingen DKI Jakarta pun, mengalami kendala dalam hal persiapan. Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) DKI Jakarta, Felix Sutanto mengatakan, bahwa persiapan untuk POPNAS XIV tidak maksimal. “Atlet kami banyak yang di pelatnas juga dan sempat juga ikut di Sea Games kemarin di Malaysia, jadi persiapannya bisa dibilang persiapan kita kecolongan,” ucap Felix ketika di konfirmasi nysnmedia.com melalui telfon selulernya. DKI Jakarta mengirimkan 20 atlet untuk cabor renang dan menurunkan atlet lapis satu dan dua. Felix sendiri mengaku, bahwa peta kekuatan POPNAS XIV di cabor renang kali ini cukup merata. “Kalau kekuatan cukup merata. Terlihat Jabar sangat mempersiapkan diri dengan baik. Lapis satu kami yang kelahiran tahun 2000 sangat baik dan yang paling menonjol lapis dua kami atlet kelahiran 2003. Meski, belum bisa mendapat medali, tetapi nantinya akan kami persiapkan untuk POPNAS dua tahun mendatang,” terangnya. Jika tahun lalu, DKI Jakarta sanggup meraih 21 emas. Di POPNAS XIV ini, kontingen DKI Jakarta harus kehilangan 10 emas dan menargetkan setidaknya 8 emas. “Banyak kecolongan, 10 emas hilang. Jadi target kami saat ini, hanya 8 emas. Dan, saat ini sudah mendapatkan 5 emas,” pungkas Felix. (pah/adt)

Perolehan Medali di Klasemen Akhir Popnas XIV 2017

Kontingen pelajar Provinsi Jawa Barat (Jabar) mendapat gelar juara umum Popnas XIV 2017. Jabar berhasil memenangi klasemen akhir dengan perolehan 58 medali emas, 45 medali perak, dan 54 medali perunggu. Menurut lansiran dari solopos.com (21/09/2017), Jabar baru naik menduduki urutan pertama pada hari terakhir pelaksanaan Popnas, Rabu, (20/9). Selama pelaksanaan pesta olahraga multievent bagi pelajar Indonesia tersebut posisi pertama klasemen sementara selalu dikuasai kontingen DKI Jakarta. Namun, pada klasemen akhir DKI Jakarta menempati posisi runner up dengan perolehan medali menutup catatan akhir dengan 56 medali emas, 44 medali perak dan 43 medali perunggu. Sedangkan, tuan rumah, Jawa Tengah tetap bertahan di peringkat ketiga dengan 40 emas, 39 perak, dan 55 perunggu. Sedangkan di posisi keempat klasemen akhir perolehan medali Popnas XIV 2017 ditempati kontingen Jawa Timur dengan 33 emas, 29 perak dan 48 perunggu, sedangkan Riau berada pada posisi kelima dengan 14 emas, 15 perak dan 15 perunggu. Popnas XIV resmi ditutup oleh Sekretaris Kementrian Pemuda dan Olahraga Gatot S.Dewabroto . Gatot pun menyampaikan terima kasih kepada Jawa Tengah sebagai tuan rumah telah menyukseskan pergelaran ini. “Dengan alokasi yang tidak seberapa, Jateng sanggup menjadi tuan rumah yang sukses,” kata Gatot menurut lansiran dari solopos.com (sebagaimana dikutip Kantor Berita Antara). Ia juga mengapresiasi sportivitas Jawa Tengah yang tidak memaksa juara umum meski sebagai tuan rumah. Serta mengaku akan mengusulkan Jateng sebagai tuan rumah Asean School Games. Hingga akhirnya, Gatot pun menyampaikan sampai jumpa pada Popnas 2019 di Papua. Ini Dia Perolehan Medali pada Klasemen Akhir Popnas XIV 2017: No. Kontingen Emas Perak Perunggu 1 Jawa Barat 58 45 54 2 DKI Jakarta 56 44 43 3 Jawa Tengah 40 39 55 4 Jawa Timur 33 29 48 5 Riau 14 15 15 6 Lampung 11 9 8 7 Banten 10 15 14 8 Sumatra Barat 8 6 21 9 DI Yogyakarta 7 6 18 10 Kalimantan Timur 7 3 18 11 Sumatra Utara 4 10 16 12 Sulawesi Selatan 4 10 15 13 Nusa Tenggara Barat 4 5 6 14 Maluku 4 3 1 15 Kalimantan Barat 4 2 5 16 Bali 3 10 14 17 Nusa Tenggara Timur 3 5 7 18 Kalimantan Tengah 3 2 0 19 Sulawesi Barat 3 0 1 20 Kalimantan Selatan 2 5 9 21 Bangka Belitung 2 3 3 22 Sumatra Selatan 2 1 9 23 Bengkulu 2 1 5 24 Jambi 1 5 7 25 Maluku Utara 1 3 1 26 Kepulauan Riau 1 0 2 27 Sulawesi Tengah 0 5 4 28 Aceh 0 2 5 29 Papua 0 1 7 30 Sulawesi Utara 0 1 4 31 Sulawesi Tenggara 0 1 3 32 Gorontalo 0 1 3 33 Kalimantan Utara 0 0 1 34 Papua Barat 0 0 0

Popnas 2017: Tim Renang Jabar Unggul

Tim renang pelajar provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi juara umum cabang renang Popnas XIV/2017 di Semarang, Rabu (20/09). Menurut lansiran dari kompas.com (20/09/2017), Tim renang Jabar tahun ini membalas keterpurukan dari Popnas 2015 di Bandung. Di hari terakhir lomba renang Popnas, Jabar menambah 3 medali emas melalui Athalarik Maulidio di nomor 200 meter gaya dada putra, Erick Achamd Fatoni di 50 meter gaya bebas putra serta Azel Zelmi di nomor 100 meter gaya kupu-kupu putra Sedangkan Tim DKI hanya kebagian dua medali emas di hari terakhir lewat atlet SEA Gamesnya, Felicia Angelica di 200 meter gaya dada puteri serta estafet 4×100 meter serta gaya ganti puteri oleh  Sofie Kemala, Felicia Angelica, Angel Gabriella Yus dan Laila Siti Aminah. Tim kontingen Jawa Timur sendiri juga meraih dua emas melalui atlet SEA Games, Adinda Larasati Dewi nomor 50 meter gaya bebas puteri serta 100 meter gaya kupu-kupu puteri.

Indonesia Berhasil sabet Dua Mendali Emas pada Korea Open Super Series 2017

Babak Final Kejuaraan Korea Open Super Series 2017 yang berlangsung  di SK Handball Stadium, Seoul, Minggu (17/09) menjadi ladang keberuntungan bagi Indonesia, pasalanya Indonesia bermain apik dan mendominasi Perolehan mendali. Berkat kerja keras, Indonesia berhasil meraih Dua mendali Emas yang di sumbangkan dari pasangan ganda campuran, Praveen Jordan/Debby Susanto dan tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting yang mengalahkan rekannya sendiri, Jonatan Christie. Di kutip dari badmintonindonesia.org, Kemenangan pasangan ganda campuran, Praveen Jordan/Debby Susanto mengalahkan pasangan Tiongkok, Wang Yilyu/Huang Dongping dalam dua game langsung dengan total skor 21-17 dan 21-18. ini sekaligus membalas pertemuan pertama mereka yang terjadi di Badminton Asia Championships 2017. Saat itu Jordan/Debby kalah 22-24 dan 19-21 dari Wang/Huang. Tak hanya itu, hasil dari  “perang saudara” yang terjadi di sektor tunggal putra, antara Jonatan Christie yang berhadapan dengan Anthony Sinisuka Ginting. pertandingan ini di menangkan oleh Anthony yang berhasil menyabet mendali Emas melalui pertarungan tiga babak dengan hasil skor akhir 21-13, 19-21 dan 22-20. Atas kemenangan Anthony dengan begitu Jonatan Christie menjadi Runner Up pada pertandingan ini. ia menuturkan kepada badmintonindonesia.org, Korean Open Super Series mungkin belum rejekinya, namun ia bersyukur dapat melaju jauh hingga ke Final. Pertandingan Akhir yang mendebarkan dan menjadi penentu satu perolehan mendali Emas melalui sektor Ganda Putra antara Indonesia vs Denmark. pada pertandingan Ini, Kevin Sanjaya Sukamujo/Marcus Fernaldi Gideon di buat kualahan menghadapi pasangan unggulan Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen. setelah melalui pertandingan panjang tiga babak, Kevin/Marcus kalah dengan prolehan skor 19-21, 21-19 dan 15-21 dalam 68 menit. walaupun tak berhasil menyabet gelar Juara, Kevin/Marcus menjadi Runner Up atas Pertandingan ini. Dengan begitu Indonesia pada ajang Korean Open Super Series berhasil membawa dua gelar Juara dengan perolehan dua mendali Emas dan dua gelar Runner Up dengan Perolehan dua mendali Perak.  

Ini Perenang Yang Pantang Menyerah, Berhasil Raih Emas Perdana Popnas 2017

Perenang asal Bandung, Athalarik Maulidio F mampu meraih emas pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XIV 2017. Athalarik sempat gagal meraih emas di Popnas dua tahun lalu. Baginya, kegagalan menjadi sebuah pengalaman berharga agar berlatih lebih keras lagi. Selama dua tahun terakhir, Dia terus mengembangkan kemampuannya. Usaha memang tidak ada yang sia-sia, tahun ini Ia akhirnya bisa meraih target tertinggi pada final cabang renang Popnas Jateng di kompleks Stadion Jatidiri Semarang. “Jadi, kesan Popnas kali ini, saya bangga bisa raih medali untuk Jabar. Ini bisa jadi pemicu saya lebih baik lagi,” ujar Athalarik yang dilansiran dari viva.co.id (17/09/2017). Remaja 17 tahun tersebut bertanding di nomor 400 meter gaya bebas putra, dan mampu mengalahkan lawan terberatnya, sang atlet DKI yaitu Joe Aditya, dengan catatan waktu 4 menit 06.06 detik. Meski begitu, ia tidak ingin berpuas diri karena catatan waktu yang diperolehnya belum sesuai target pribadi. “Best time nasionalnya untuk nomor ini kan 4 menit 04 detik. Targetku 4 menit 02 detik, tetapi baru dapat 4 menit 06 detik,” ujar Athalarik. Target ia ke depan adalah ingin masuk ke olympic. Hal ini karena menurut Athalarik baru sedikit atlet Indonesia yang tembus ke olympic.

Kalahkan Tuan Rumah 7-1, Indonesia Sabet Peringkat Ketiga Piala AFF U-18

Timnas U-19 Indonesia (Dok. PSSI)

Timnas U-19 Indonesia sukses taklukkan tuan rumah Myanmar dengan skor 7-1 pada pertandingan perebutan peringkat ketiga Piala AFF U-18 di Stadion Thuwunna, Yangon, Myanmar, Minggu (17/9/2017). di kutip dari Kompas.com, Gol-gol Indonesia dicetak oleh Muhammad Rafli Mursalim pada menit ke-13 dan (59′), Witan Sulaeman pada menit ke-27, Egy Maulana Vikri (34′, 85′), dan Hanis Saghara (73′, 92′). satu gol yang di cetak tuan rumah memalui tendangan Kaung Khant pada menit ke-91 menjadi penyejuk bagi Myanmar. Atas kemenangan ini, Garuda Nusantara, julukan Timnas U-19 Indonesia, meraih peringkat ketiga pada ajang Piala AFF U-18. Babak Pertama Egy Maulana Vikri, yang pada laga ini menjadi kapten tim, memberi umpan-umpan datar ke tengah yang berhasil disambut dengan baik oleh Rafli. Tendangan Rafli berhasil menembus gawang Myanmar. Garuda Nusantara pun unggul 1-0. Tertinggal, Myanmar coba terus menekan pertahanan Indonesia. Kiper Indonesia, Aqil, beberapa kali berhasil mengantisipasi gerak bola yang mengarah ke gawangnya. Penyerang tuan rumah, Win Naing Tun, yang melakukan akselerasi berhasil di blok oleh Nurhidayat. Tendangan bebas Khant terlepas dari tangkapan Aqil. Beruntung, bola masih berhasil di blok pemain lain. Pada menit ke-27, Indonesia berhasil menekan myanmar dengan hasil menggandakan keunggulan. Tendangan datar kaki kanan Witan mengecoh kiper lawan dan beehasil membobol gawang lawan. Skor pun berubah 2-0 untuk Indonesia. Garuda Nusantara kembali menambah keunggulan pada menit ke-34. Kerja sama yang apik antara Rafli, Witan, dan dituntaskan oleh Egy menambah perolehan gol yang di cetak Indonesia. Menguasai bola, Rafli melakukan akselerasi ke dalam kotak penalti lawan. Dia kemudian memberi umpan kepada Witan yang mengirim umpan lambung ke tengah kotak penalti lawan. Tanpa penjagaan, Egy berhasil menyundul bola dan masuk ke gawang lawan. Indonesia pun unggul 3-0! Pada menit ke-39, Asnawi Mangkualam dilanggar dengan keras oleh Soe Moe Kyaw. Atas pelanggarannya itu, dia diganjar kartu kuning. Pada menit ke-41, Nurhidayat mengalami cedera. Dia pun digantikan oleh Kadek. Setelah itu, babak pertama pun berakhir untuk keunggulan 3-0 Indonesia atas Myanmar. Babak kedua Pada awal babak kedua, Indonesia beberapa kali mendapat tekanan. Tendangan sudut lawan merepotkan lini pertahanan Garuda Nusantara. Tandukan pemain Myanmar, Soe Moe Kyaw, masih tipis dari gawang Aqil. Pada menit ke-49, Aung Soe melakukan pelanggaran keras terhadap Egy Maulana Vikri. Atas pelanggarannya itu, Soe pun mendapat kartu kuning. Kembali serangan Indonesia efektif menembus lawan. Bermula dari umpan Egy, Rafli berhasil menguasai bola dan tendangannya berhasil menembus gawang lawan. Indonesia pun unggul 4-0. Namun, setelah itu, Rafli harus ditarik keluar karena mendapat pelanggaran keras dari pemain Myanmar. Dia diganti oleh Hanis Saghara. Pemain Myanmar kembali menampilkan aksi pelanggaran kerasnya. Mengecoh lawan, Witan dilanggar dengan keras oleh kaung Khant. Dia pun mendapat kartu kuning. Setelah itu, lagi-lagi pemain lawan mendapat kartu kuning. Kali ini, Phyoe Wai dalam tayangan ulang terlihat menginjak dada Samuel. Para pemain Indonesia menunjukkan kedewasaan dalam bermain. Egy Maulana Vikri dkk terlihat tidak begitu terpancing dengan permainan keras lawan. Pada menit ke-73, Hanis Saghara berhasil menambah keunggulan Indonesia setelah Mendapat umpan dari Iqbal, Hanis langsung menembus gawang Myanmar. Garuda Nusantara pun unggul 5-0. Tak terpancing provokasi lawan, Indonesia kembali menambah keunggulan menjadi enam gol. Kali ini Egy Maulana Vikri menambah perolehan gol pada laga ini dengan mencetak gol keduanya. Akselerasi Egy di dalam kotak penalti lawan merepotkan barisan pertahanan lawan. Dia berhasil melepaskan tendangan datar yang menembus gawang lawan. Indonesia unggul 6-0! Pada perpanjangan waktu, Myanmar mencetak gol hiburan lewat Kaung Khant yang menghasilkan satu poin. Namun, tekanan gol Garuda Nusantara pun belum berhenti. Hanis Saghara berhasil mencetak gol keduanya sekaligus menutup kemenangan Indonesia dengan skor 7-1. Indonesia menang meyakinkan atas tuan rumah, Myanmar, dan menjadi juara III pada ajang AFF U18 Championship 2017. pic.twitter.com/KRhakFX1D4 — PSSI – FAI (@pssi__fai) September 17, 2017 Atas hasil ini, Anak asuh Indra Sjafri itu pun berhak atas peringkat ketiga Piala AFF U-18. Selamat Timnas U-19 Indonesia!