Skipping Bisa Membuat Badan Menjadi Lebih Tinggi, Mitos Atau Fakta?

Skipping (lompat tali), siapa yang tidak mengenal latihan gerakan olahraga ini. Latihan skipping dilakukan dengan melakukan lompatan lalu sambil sembari mengayunkan tali skipping secara memutar melewati ujung kepala dan kaki. Yang terpenting dari skipping, lompatan dilakukan secara stabil sehingga kaki tidak mengenai tali. Biasanya jumlah lompatan yang dilakukan itu tergantung dengan kemampuan yang kita bisa. Semakin lama, maka semakin tercapai manfaat yang kita inginkan. Manfaat skipping agar tinggi? Benarkah hal tersebut   Manfaat dari olahraga ini banyak sekali. Salah satunya dikatakan infomanfaat.com adalah untuk meninggikan badan. Terbukti  dengan skipping bisa tinggi karena latihan ini gerakan-gerakan yang dihasilkan stabil serta punya ritme yang tetap. Seluruh bagian tubuh saat melakukan lompat tali akan bergerak secara simultan, terus-menerus, dan hal ini tentu akan memberikan efek positif terhadap pertumbuhan tulang di tubuh kita. Cara Melakukan Skipping Yang Benar Untuk Meninggikan Badan Panduan melakukan cara yang benar dalam skipping amat diperlukan. Walaupun terlihat seperti olahraga yang ringan dan mudah, jangan salah, cara yang salah bisa menghambat tujuan kamu yaitu salah satunya untuk mempunyai badan tinggi semampai. Agar latihan skipping ini bisa berdampak positif secara optimal, sederhananya sebelum melakukan latihan disarankan harus pemanasan untuk menghindari cedera otot.  Kemudian, bagi kamu yang belum terbiasa, seperti pada artikel sebelumnya “menghilangkan rasa malas olahraga”, agar memulai porsi latihan yang ringan saja dulu. Terakhir, setelah melakukan skipping jangan lupa gerakan pendinginan ya. Nah itu tadi tips simple buat kamu. Mau Yang Lebih Detail Mengenai Gerakan Skipping, Apa Dan Berapa Kali Dilakukan? Tenang, lanjut baca ya. Ini dia 5 cara yang benar skipping untuk meninggikan badan buat kamu. Iya, kamu., Latihan skipping diawali dengan pemanasan sebelum ke latihan utama atau skipping yang sesungguhnya. Usahakan 5-15 menit setiap sesi pemanasan. Setelah itu kamu bisa melanjutkan dengan latihan utama. Sesuaikan skipping kamu dengan tinggi badan dengan  cara berdiri sambil menginjak bagian tengah tali dan tarik ujung-ujungnya di samping badan. Setelah itu Pegang erat rope (gagang skipping) dengan posisi lengan atas rapat dengan tubuh dan siku sejajar pinggang. Atau membentuk sudut kurang lebih 450 derajat. Semakin kecil sudut yang kamu buat akan semakin baik. Gerakkan pergelangan tangan untuk memutar rope dan mulailah melompat. Pandangan pun tetap konsentrasi ke depan. Kamu bisa variasikan gerakan skipping, misal lompat dengan kedua kaki maupun  mengangkat satu kaki. Perlu diingat saat melakukan lompatan, tapak kaki menghadap ke bawah dan tidak boleh ke belakang tubuh atau bahkan mencapai pantat. Satu lagi, tips yang perlu diingat, Tidak perlu melompat tinggi saat tali menyentuh lantai. Terpenting setiap lompatan tali itu menyentuh lantai dan berhasil melewati kaki kamu. Usahakan posisi agak jinjit saat mendarat, jangan sampai tumit menyentuh lantai agar  tidak mudah capek dan tidak menimbulkan suara dari sepatu. Fungsinya agar melatih kaki dengan seimbang dan mendapat manfaat dalam meningkatkan koordinasi tubuh serta keseimbangan kamu.  Lakukan skipping di tempat yang nyaman seperti diatas matras atau bila kamu di lapangan, pakailah sepatu olahraga yang bersol tebal sehingga mengurangi tekanan pada tungkai. Cara meningkatkan intensitas latihan skipping, kamu bisa gunakan tali skipping yang lebih pendek dan berat. Tali skipping pendek (namun juga jangan terlalu pendek) akan membuat putaran lebih cepat yang akan membuatmu melompat lebih sering. Untuk kamu masih mencoba, cukup gunakan tali yang ringan saja ya. Happy Skipping … semoga bisa tinggi semampai, ya!

Ini Dia 8 Atlet Cewek Indonesia yang Prestasinya Bisa Menginspirasi Kita Semua

Setiap manusia bisa meraih prestasi setinggi mungkin, jika ia ingin berusaha dengan maksimal. 8 atlet cewek Indonesia ini, bisa jadi inspirasi untuk kamu karna prestasi yang telah mereka raih. Ini Dia 8 atlet cewek Indonesia yang jadi inspirasi untuk kamu, menurut yang dilansir dari cewekbanget.id: Susi Susanti Siapa yang tidak kenal pemain bulutangkis yang sudah melegenda di Indonesia ini. Puncak kejayaannya saat Ia dapat gelar juara tunggal putri bulutangkis olimpiade Barcelona Spanyol, 1992. Tak hanya itu, emas pertama Indonesia di Olimpiade juga diraihnya, serta juara All England juga loh sebanyak empat kali.  Liliyana Natsir Atlet satu ini juga tak kalah prestasinya dari sang legenda Susi Susanti. Ia telah meraih medali perak olimpiade beijing 2008, tim ganda campuran bersama Nova Widianto. Selain itu, ia juga pernah dapat medali emas di Sea Games 2011 dan di olimpiade Rio De Janeiro 2016 bersama Tontowi Ahmad.  Alexandra Asmasoebrata Sejak usia 12 tahun, pembalap cantik satu ini sudah terjun ke arena balap gokart. Bahkan Andra sampai mendapat rekor Muri sebagai pembalap perempuan pertama Indonesia. Prestasinya saat Oktober 2005, ia berhasil loh dapat pole position kejuaraan seri terakhir 7 dan 8 Formula Campus di Goldenport Motorpark Circuit, Beijing, Tiongkok.  Irene kharisma Sukandar Irene merupakan pecatur kebanggan Indonesia. Dia berlaga di kejuaraan catur tingkat dunia. Hebatnya, ia telah empat kali berturut-turut meraih gelar di Indonesian women’s chess Championship 2006-2010. Dan juga menjadi yang pertama lohh woman grand chess master Indonesia. Dedeh Erawati Atlet lari satu ini prestasinya sudah sangat banyak. Medali kejuaraan ia sabet semua di semua seri. Ia satu-satunya atlet yang 5 kali berturut-turut di undang pada kejuaraan atletik Grand Prix Asia. Elsa Manora Nasution Elsa manora disebut sebagai Ratu renang se Asia Tenggara. Prestasinya antara lain dapat 3 perunggu di Sea Games 1991, 1 emas dan 1 perunggu di Sea Games 1999, serta 1 perak dan perunggu di Sea Games 2003. Lindswell kwok Atlet cantik satu ini adalah atlet Wushu. Dia berhasil menyumbang medali emas pertama di Sea Games 27 di Myanmar. Prestasi lainnya ia telah menyumbang puluhan medali emas dan perak lain. Trio Srikandi Ini adalah julukan bagi tiga pemanah perempuan Indonesia. Mereka itu lilies Handayani, Nurfitriyana Saiman, dan Kusuma Wardhani. Ketiga cewek ini telah mengharumkan nama Indonesia di Olimpiade Seoul 1998. Kini, mereka berhasil meraih medali perak nomor beregu. Berikut adalah 8 atlet cewek Indonesia yang memiliki segudang prestasi yang sudah mengharumkan nama bangsa. Saatnya bagi kamu untuk mengikuti jalur mereka dengan terus berprestasi demi mengharumkan Indonesia di kancah Internasional! Kalau mereka bisa, kenapa kamu gak bisa?

Audisi Umum PB Djarum 2017: 112 Peserta ke Final Tahap kedua

Euforia peserta PB Djarum (Foto: bulutangkis.com)

Pada tahap kedua final Audisi Umum PB Djarum 2017 dipastikan 112 pemain telah lolos dari tahap tersebut. Selanjutnya, mereka akan kembali diuji di dua pertandingan terakhir. Menurut yang dilansir dari cnnindonesia.com (9/9/2017), Manajer Tim PB Djarum Fung Permadi menjelaskan, hasil tersebut dari perdebatan yang cukup panjang para tim pelatih. Hingga akhirnya, mengeliminasi 27 dari 139 atlet yang lolos ke final. Ada juga pertimbangan tambahan dalam tahap kedua ini. “Selain teknik dasar, semangat juang hari ini kalah-menang di tiga pertandingan jadi tambahan pertimbangan. Kalau menang terus tapi kami gugurkan rasanya kurang adil,” kata Fung seperti yang dilansir dari cnnindonesia.com Dua pertandingan selanjutnya dalam tahapan kedua final audisi, tim pelatih akan lebih selektif dalam memberikan penilaian  Penentuan atlet yang berhak masuk ke karantina. Fung juga menjelaskan materi peserta putra U-11 dan U-13 di audisi kali ini begitu berkualitas daripada materi peserta putri. Dalam perdebatan akan lebih banyak menentukan peserta putra yang lolos karena kualitas putra kali ini cukup merata. Fung menambahkan, apapun hasil nanti, tetap semangat dalam membina dengan bahan animo bulutangkis di Indonesia yang sudah cukup berkembang ini.

Stadion Benteng Saat Ini Yang Hanya Menjadi Kenangan Akan Kebesarannya

Stadion Benteng siapa yang tidak kenal stadion satu ini, apalagi bagi kamu warga Tangerang. Salah satu stadion legendaris sepak bola Indonesia yang telah banyak mencetak pesepakbola hebat; Seperti Mukti Ali Raja, Firman Utina, Ilham Jaya Kesuma, Zaenal Arief, dan Nova Zainal. Sejumlah nama pesepakbola pernah menjadi bagian penting dalam sejarah Stadion Benteng. Menurut lansiran cnnindonesia.com, Stadion Benteng dahulu tempat klub sepakbola Tangerang, yaitu milik Persita. Namun, kini keadaan stadion begitu mengenaskan, bahkan benar-benar terlihat tak layak. Lebih dari setengah tribune penontonnya telah tertutupi alang-alang, banyak coretan di tembok, serta bau pesing tercium di seluruh sudut stadion. Bangunan di antara tribune selatan dan timur yang tak jua selesai dibangun. Pintu-pintu masuk stadion juga sudah tak terlihat lagi karena tertutup alang-alang yang tingginya melebihi tinggi pintu-pintu. Tak hanya itu, menelisik ke ruang ganti tak manusiawi, Besi-besi loket pembelian tiket penuh karat dan coretan. Serta bangunan kumuh di sekitar stadion dan pagar pembatas di tribune Timur sekarang identik jadi jemuran pakaian. Hanya tersisa lapangan stadion, fasilitas di Stadion Benteng yang masih terawat dan digunakan rutin setiap harinya sebagai tempat latihan penggawa Persita. Semua itu karena urunan dana dari para mantan pemain dan sedikit bantuan dari Pemerintah Kabupaten Tangerang yang membuat lapangan di Stadion Benteng masih layak dijadikan tempat latihan. Seperti yang dilansir dari cnnindonesia.com, Ilham Jaya Kesuma, seorang pemain nasional mencoba mengingat kembali masa jaya bersama Persita di Stadion Benteng. Ilham datang ke Persita pada 1996. Dulu stadion Benteng dianggap simbol kejayaan Persita. Karier Ilham sebagai pemain nasional dimulai dari stadion Benteng tersebut. “Saya itu banyak pengalaman manis dan pahit sama Stadion Benteng. Pertama kali saya datang itu ke Tangerang ya ke Stadion Benteng, saya tinggal di sini. Saya tidur di samping, di bawah (tribune) ada kamar seperti mess gitu. Semua kegiatan fokus di lapangan. Jangankan AC, hanya ada kipas angin dan banyak nyamuknya,” ucap Ilham seperti yang dilansir CNN Indonesia. Pada tahun 2015, masalah pahit Stadion Benteng pun ada saat Tangerang dibagi menjadi dua yaitu Tangerang Kota dan Kabupaten. Stadion Benteng ada di dalam kota, tapi dimiliki oleh pihak kabupaten. Tak hanya sampai itu, keributan antar suporter Persita dan Persikota memperkeruh suasana stadion, hal tersebut terus menelan korban jiwa. Sampai akhirnya 2010, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang mengeluarkan fatwa haram untuk semua kegiatan Persita di Stadion Benteng. Sejak saat itu, Ilham berkata fasilitas di Stadion Benteng terbengkalai. Hanya lapangan sepakbola saja yang masih sedikit lebih terurus sampai sekarang.

Final Party DBL North Sumatera Series: Methodist 2 dan Sutomo 1 Berpesta

Final party Honda Developmental Basketball League (DBL) North Sumatera Series, diakhiri dengan perolehan gelar juara dari tim basket putra SMA Methodist 2 Medan dan tim putri SMA Sutomo 1 Medan. Pertandingan tersebut memberikan kesan dramatis di tim putra maupun putri. Menurut lansiran dblindonesia.com (27/08/2017), Diawali laga final putri Sutomo 1 lawan Wahidin, ribuan penonton memadati GOR tersebut. Aksi mereka merupakan final terketat sepanjang sejarah putri di Medan. Sutomo 1 akhirnya meraih gelar juara dengan kemenangan hanya satu bola lewat skor 51-49 dari sang juara bertahan. Sutomo 1 pun meraih gelar ketiganya  setelah 2011 dan 2015. Kuarter pertama, guard Wahidin, Pebriyanti tak mendapat ruang gerak dan  beberapa kali bolanya mampu dicuri pemain lawan. Sedangkan center, Laeticia akhirnya memecah kebuntuan lewat lay  upnya. Setelah enam menit, Yanti baru berhasil mencetak  skor pertamanya dan menyamakan skor 7-7. Tapi Cindy, Wydeline, dan Andrea dkk membuat Sutomo 1 kembali menjauh 17-8 di kuarter pertama. Di kuarter kedua Wahidin merajut ketertinggalan sembilan poin. Perlahan mereka mulai mengejar. Lemparan tiga angka tak ada guna mengejar ketertinggalan. Sutomo 1 masih unggul 25-18. Kuarter ketiga menjadi show Pebriyanti. Aksinya  memangkas jarak menjadi lima poin (20-25). Wahidin percaya bisa melampaui Sutomo 1. Lay up Yanti dan Laeticia membuat  skor imbang 33-33 di akhir kuarter ketiga. Terakhir, di kuarter penentu pun semakin mendebarkan. Kedua tim  saling kejar angka. saat sedang membara, sayang Wahidin harus  kehilangan tiga pemain terhebat, Selvie, Laeticia dan Fenny karena foul out. Kondisi ini pun dimanfaatkan Sutomo 1. unggul 49-48 lewat Wydeline. Dibalas kembali, satu lemparan bebas Dhevy yang masuk menyamakan skor Wahidin menjadi 49-49. Namun di sisa 15 detik, Andrea melakukan lay up penentu dan akhirnya sang juara bertahan harus kalah. Air mata mengakhiri pertandingan dramatis itu. Tangis haru langsung pecah, para pemain Sutomo 1 saling berpelukan. Di kubu Wahidin, air mata juga mengakhiri perjuangan menegangkan mereka sore itu dalam mempertahankan gelar. Sukses Sutomo 1 kian lengkap karena Wydeline, sang kapten meraih gelar Most Valuable Player (MVP) putri. Sementara itu tim basket putra Methodist 2 Medan akhirnya mendapat gelar juara Honda DBL pertama kali. Methodist 2 memenangkan pertarungan ketat kontra Wahidin dengan kemenangan tipis 60-59. “Akhirnya lega. Kutukan itu berakhir juga. Lima kali jadi runner up,  akhirnya kami juara,” kata Coach Methodist 2, Jenny Irawan menurut yang lansiran dblindonesia.com.

DBL Final LOOP 3×3 Competition: WR Supratman dan Wahidin A Sabet Gelar Juara

LOOP 3×3 Competition akhirnya tuntaskan partai finalnya di GOR Samudera Sport Club, Sabtu (26/8) kemarin. Gelar juara disabet oleh tim putra SMA WR Supratman 1 dan tim putri Wahidin A. Menurut lansiran dblindonesia.com (27/08/2017), Final LOOP 3×3 tersebut cukup dramatis di kategori putra. SMA WR Supratman 1 harus menumbangkan Wahidin lewat overtime, dengan kemenangan 9-8. Sukses WR Supratman kian lengkap karena pemainnya Kelvin juga terpilih sebagai Most Valuable Player (MVP) LOOP 3×3 Competition. Kelvin pun berhak mengikuti LOOP 3×3 National Champion. Sementara di final putri, Wahidin A masih terlalu hebat bagi SMAN 15 (B). Tri Rahmayani dkk dari tim Wahidin A akhirnya menang dengan skor 7-3. Sama halnya dengan Kelvin, Tri Rahmayani juga berhasil menjadi MVP putri dan juga lolos ke LOOP 3×3 National Camp.

Ini Dia Most Valuable Player (MVP) DBL East Java Series 2017

Untuk menjadi sebuah tim basket ternyata bukan hanya membutuhkan kekompakan tim tapi tiap pemain juga dituntut memberikan performa terbaik. Seperti dua pemain ini nih, yang selalu jadi pemain andalan most valuable player (MVP) Honda DBL East Java Series 2017 karena bisa memberikan performa terbaiknya dalam tiap pertandingan. Yuk, simak siapa dia dan apa rahasianya sih bisa jadi most valuable player yang dilansir dari dblindonesia.com (28/08/2017). Fabian Ariel (SMA Gloria 1 Surabaya) Sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD), Fabian sudah menyukai basket. Pemain satu ini punya kekuatan fisik yang baik dan stabil hingga dipercaya menjadi andalan penyerang Gloria 1. Fabian begitu lihai dalam menggiring bola untuk mengawali serangan offense ke daerah lawan. Dulu Ia pernah jadi guard dan berhasil membawa timnya menjadi juara di Junior-Junior Basketball League (JRBL) tahun 2013. Tak hanya sampai disitu, lanjut hingga Ia ikut liga Honda DBL East Java Series 2016 dan 2017. Saat itu, Fabian menjadi salah satu pemain andalan coach Desandrew Pudyo, pelatih Gloria 1. Sampai ahirnya, ia sukses menjadi most valuable player Honda DBL East Java 2017. Prestasinya tersebut, diakui Fabian berkat latihan yang telah dilakukan. Selain berlatih bersama tim, Ia selalu meningkatkan skill dribble dan shootingnya sendiri. Sepanjang laganya, ia termasuk salah seorang player dengan basic shooting dan akurasi free-throw yang mencapai 75 persen. “Salah satu goals-ku adalah jadi pemain terbaik. Sementara ini beruntung sudah bisa masuk first team DBL,” lanjutnya. Adelaide Callista (SMA St Albertus Malang) Laide, sapaan akrab dari Adelaide Callista sudah memulai karirnya di dunia basket sejak kelas 3 SD, loh. Prestasi yang didapat tidak tanggung-tanggung. Tahun 2015 lalu, Laide berhasil mendapat juara 2 Popnas, dilanjutkan dengan juara 1 level 1 Fiba U18 di Bangkok, dan juara 2 Asean School Games. Selain itu, 4 tahun berturut-turut Laide juga ikut andil dalam kemenangan kejuaraan nasional (kejurnas) sejak tahun 2014. Prestasi di tahun ini, Ia terpilih seleksi Sea Games walau hanya samapi 15 besar saja. Hingga akhirnya Laide menjadi most valuable player Honda DBL East Java Series 2017 berkat akurasinya yang mencapai 50 persen untuk 3pt. Pengalaman terbaik yang ia rasakan saat bermain bersama orang luar negeri. Di sana, ia belajar bagaimana menghadapi musuh, mengontrol teman-teman saat main, dan tahu juga tekhnik main basket yang lebih luas.

Keterbatasan Tidak Menghalangi Eman Sulaeman Membuat Dunia Berdecak Kagum di Ajang Homeless World Cup

Keterbatasan bukan halangan. Eman Sulaeman, Lahir sebagai difabel tapi tidak menyurutkan langkahnya sebagai kiper Indonesia pada Homeless World Cup 2016 di Glasgow, Skotlandia. Seperti yang dilansir detikSport, Eman sulaeman terlahir sebagai disabilitas. kaki kanannya hanya ada sampai pergelangan, sedangkan kaki kirinya sampai lutut. Semua keterbatasan itu, tidak memberhentikan langkah Eman di atas lapangan. Saat bermain sebagai kiper ia bertumpu dengan kaki kanannya, sementara tangan kiri ikut menahan badan ketika sedang menguasai bola. Eman dan rekan-rekannya membawa nama Indonesia di Homeless World Cup. Mereka  semua, memperjuangkan diri sebagai kalangan yang termajinalkan. Sedikitpun Eman tidak terlihat malu-malu. Beberapa kali ia berhasil menyelamatkan gawangnya dari tembakan bola lawan, lalu kembali melemparkan bola jauh-jauh keluar dari area timnya. Tak hanya itu, Eman juga bergerak sangat lincah, meski dengan dua kaki yang tak sempurna. “Kang Eman kayak peluru. Melesat ke sana-ke mari,” ujar Tiffani Imron, mahasiwa University of Strathclyde asal Surabaya menurut lansiran DetikSport. Sepakbola memang bukan hal baru bagi Eman. sejak kecil ia sudah bermain bola, bahkan bermain sebagai striker, sebelum akhirnya ia beralih menjadi kiper. Ia merasa senang menikmati atmosfer pertandingan kali itu dan bangga sekali bisa mewakili tim Indonesia sampai ke Skotlandia. Kegigihan Eman tersebut mengundang decak kagum masyarakat. Menurut lansiran dari detikSport, Beberapa media Inggris, seperti The Mirror, memuji ketangguhannya kendati memiliki keterbatasan fisik. Video dirinya melakukan penyelamatan beredar di situs jejaring sosial Facebook. Penonton yang menyaksikan aksi hebatnya langsung  ikut menyemangati. Eman, dan juga rekan-rekannya, ingin membuktikan bahwa dengan mereka bermain di Homeless World Cup bisa mengaburkan keterbatasan dan pandangan miring. Hingga akhirnya semua itu bisa dihadapi.  

Bulutangkis Tunggal Putra, Jonatan Christie Berhasil Raih Emas

Jonatan Christie berhasil meraih medali emas bulutangkis dengan 21-19, 21-10. Tim tunggal putra SEA Games 2017 telah mengalahkan pemain Thailand Khosit Phetpradab di Axiata Hall, Kuala Lumpur, Selasa (29/8/2017). Menurut lansiran dari detikSport (29/08/2017), Jonatan sempat dapat perlawanan dari lawannya di gim pertama. Tapi setelah berimbang dalam kedudukan 9 sama, Jonatan mampu terus melampaui perolehan angka yang di dapat Khosit. Kemenangan Jonatan akhirnya dipastikan saat pengembalian dari Khosit dan shuttlecock hanya menghantam net. Jonatan pun menang dua gim langsung dalam durasi 37 menit. Hasil tersebut akhirnya membuat Jonatan mempersembahkan satu-satunya medali emas nomor perorangan cabang bulutangkis di SEA Games kali ini. Tentu, hal ini berarti ia menjadi wakil tunggal Indonesia di final.

Pemain Timnas Voli Putri Ini Rela Jualan Pisang Goreng Demi Menafkahi Hidupnya

Salah satu anggota tim nasional voli putri Indonesia di SEA Games 2017, Aprilia Manganang,  menceritakan masa kecilnya yang jauh dari kehidupan mewah. Menurut lansiran bolasport.com (10/08/2017), Spiker timnas voli putri Indonesia ini menceritakan kehidupan masa kecil yang sederhana. Ia mengaku pernah membantu orangtuanya berjualan pisang goreng. Dengan berjalan keliling di sekitar rumah, ia membantu sang Mama menjual pisang goreng. “Saya harus berjalan cukup jauh. Supaya dagangan cepat habis saya menjual dengan harga semurah mungkin, misalnya 5 pisang goreng harganya Rp 1000,” kata Aprilia Manganang. Ayah Aprilia Manganang, Akib Zabrud Manganang berprofesi sebagai penjual minyak tanah. Sedangkan Suryati Borilana, ibu Aprilia Manganang merupakan seorang pembantu rumah tangga di Sangihe. Dengan kondisi tersebut, maka tak heran Aprilia harus ikut membantu ekonomi keluarga. Aprilia Manganang memulai debut sebagai atlet voli sendiri pada saat di Livoli 2011 dan Proliga 2012. Sedangkan kini pemain timnas voli putri ini telah menjadi bagian dari Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad).

Kupas Tuntas Dilema Karir Para Pelatih Bulutangkis Indonesia, Mengabdi Di Indonesia Atau Berkarir Di Luar Negeri?

Perhelatan Indonesia Open beberapa waktu lalu ternyata dijadikan ajang unjuk kemampuan  para pelatih bulutangkis asal Indonesia untuk melihat seberapa tangguh atlet binaan mereka di luar negeri. Menurut lansiran dari metrotvnews.com (10/08/2017), Para pelatih bulutangkis seperti sebut saja Hendrawan, Rexy Mainaky, Mulyo Handoyo, Agus Dwi Santoso, dan beberapa mantan atlet bulutangkis Indonesia lainnya. Mereka kini ‘mengabdi’ ke negara lain. Contohnya seperti Mulyo Handoyo, ia memilih ikut membantu India dalam merevolusi olahraga bulutangkis di negeri Bollywood tersebut. Tak hanya itu, Agus Dwi Santoso juga ikut mencoba mengadu nasib ke Korea Selatan. Kemampuan Agus telah dirasakan oleh para pebulutangkis Negeri Gingseng tersebut. Gaji dan Prestasi Agus meninggalkan PB Djarum pada Mei 2016 karena sebuah alasan prinsip. Ia mencoba pertama datang ke negeri Vietnam, tapi lantaran tak ada gaji untuk pelatih, ia pun pergi dari negeri itu. Pada waktu yang nyaris berdekatan, Agus mendapatkan kabar Korea Selatan (korsel) sedang mencari pelatih. Setelah itu, kepala bidang PBSI, Basri Yusuf dan Rexy Mainaky meminta surat lamarannya untuk dikirimkan ke Pelatnas bulutangkis Korsel. Beruntung lamaran itu langsung direspons oleh pihak Korsel. Agus sendiri sempat dilanda rasa khawatir karena tiga bulan pertama gaji belum juga turun. Namun akhirnya ketika pada bulan keempat gajinya sudah dilunasi oleh pihak bulutangkis Korsel. “Selama hampir empat bulan saya sempat enggak menerima gaji. Saya baru mendapatkannya setelah empat bulan. Ternyata malah enggak sesuai dengan kontrak. Maksudnya, pihak Korea bukan hanya melunasi gaji saya selama empat bulan, tapi memberikan bonus Rp53 juta. Itu karena saya dinilai mampu mengangkat performa bulutangkis putri Korsel. Intinya mereka menghargai saya,” akui Agus seperti yang dilansir metrotvnews.com. Tak hanya bonus, belum genap enam bulan Agus diangkat sebagai pelatih kepala dengan membawahi sektor tunggal putra dan putri. Performa yang diangkat Agus bukan sembarang. Ia mampu membantu Korsel menang 3-2, mematahkan dominasi Tiongkok dalam enam gelaran terakhir Piala Sudirman. Lewat final dramatis di Gold Coast, Australia. Akhirnya saat ini Agus yang menjabat sebagai pelatih kepala, dan dibantu oleh dua pelatih lokal. Targetnya kali ini membawa Korsel bersinar dalam Kejuaraan Dunia BuluTangkis yang digelar Agustus tahun ini. Bagaimana PBSI Bersikap Akan Hal Ini? Kepala Bidang Pengembangan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti menanggapi peran Agus dan beberapa mantan atlet bulutangkis. Bagi Susy, itu adalah hak pribadi masing-masing untuk memilih jalan menjadi pelatih di luar negeri. “Enggak apa-apa lah, mereka juga kan mencari pekerjaan. Mungkin mereka punya tawaran lebih tinggi di sana, artinya mereka kan bebas untuk bisa memilih. Negara mana yang mau dengan mereka. Jadi buat saya sih sah-sah aja,” terang Susy seperti dilansir metrotvnews.com Secara global kondisi tersebut justru bagus untuk persaingan bulutangkis di dunia. Karena saat ini ada beberapa pelatih asal Indonesia yang kini membela banyak negara. Dan juga para pelatih tersebut juga dianggap Susy memiliki potensi yang baik karena menjadikan bulutangkis sebagai mata penghasilan mereka. Sebagai bentuk dukungan, pihak PBSI ternyata telah menyiapkan sebuah program kepada pelatih-pelatih Tanah Air yang ingin melatih para atlet luar. Salah satunya dengan mengadakan coaching clinic kepada mereka, agar mendapatkan sertifikat. Di sana mempelajari di level mana berlatih atau mungkin dengan standar gaji berapa, serta bagaimana mereka nantinya di luar negeri akan membuat program dalam pelatihan. Pilih Mana Pengabdian Atau Harga? Seperti yang dilansir metrotvnews.com, Ia bukan tidak ingin membantu atlet Indonesia namun karena ia mengakui kalau jodohnya saat ini berada di Korsel. Agus pernah berjodoh dengan Indonesia dan ia telah melatih atlet tunggal putra Tanah Air. Termasuk mengantarkan Hendrawan merebut medali perak di Olimpiade Sydney 2000 dan juara dunia di Sevilla pada 2001. Selain itu ada tim Merah-Putih saat menjuarai Beregu Putra Asian Games 1998, serta Piala Thomas 2000 dan 2002. “Kalau negara memerlukan saya lagi, saya harus lihat dulu siapa yang memanggil saya. Pokoknya, harus dengan pihak resmi dari PBSI, bukan kata orang atau rumor dari pihak yang tak jelas,” terangnya. Menurut Agus yang dilansir metrotvnews.com, ada perbedaan yang mencolok dalam urusan ‘uang’ saat melatih di Indonesia dengan di luar negeri. Untuk Indonesia, Agus menyatakan itu bersifat pengabdian jadi tidak ada tawar menawar. Sedangkan untuk luar, Dia tak mengelak kalau akan mematok harga kepada klub atau negara lain jika ada yang berminat dilatih olehnya. ‘Terlewatkan dan Tidak Dimanfaatkan’ Legenda bulutangkis Indonesia, Christian Hadinata juga ikut andil memberikan pandangannya terkait fenomena ini. Menurut lansiran dari metrotvnews.com, Koh Chris ini melihat kalau para mantan atlet bulutangkis yang sukses melatih di luar negeri, bisa dibilang ‘terlewatkan dan tidak dimanfaatkan’ oleh PBSI. Hal ini menurutnya bisa dilihat dari dua sisi yaitu orang lain membutuhkan mereka atau mereka pintar cari peluang. Christian juga menyatakan fenomena itu sudah lama sekali terjadi. Fenomena mantan atlet bulutangkis Indonesia rantau ke negeri orang untuk menyebarkan ilmu bukanlah hal baru.  Tepatnya ada tahun 1969, saat Tan Joe Hok salah satu legenda bulutangkis Indonesia merantau ke meksiko. Dengan kata lain, fenomena tersebut menurut Chris memiliki dua efek positif. Pertama, ini bisa menjadi pacuan buat pelatih-pelatih di dalam negeri agar terus semangat melatih dan jangan mau kalah. Kedua, tentu bisa membuat cabang bulutangkis pamor di dunia karena adanya persaingan yang sengit. Sebab kalau hanya negara Tiongkok atau Denmark yang hanya mendominasi bulutangkis, maka, pasti nanti cabang olah raga bulutangkis takkan bisa dimainkan di Olimpiade. Sumber : metrotvnews.com

Inspiratif, Kamu Wajib Belajar Dari Kisah Atlet Bulutangkis Kevin Sanjaya Yang Memulai Prestasinya Dari Nol

Saat ini Atlet Kevin Sanjaya Sukamuljo ramai diperbincangkan. Salah satu pemain bulu tangkis Ganda Putra dan Campuran Indonesia ini telah berhasil menorehkan prestasi hebat di kancah internasional. Di usia yang relatif muda, ia berhasil membuktikan bahwa bisa berprestasi. Satu hal yang bisa kita pelajari dari keberhasilan Kevin yaitu memulai semua dari nol. Kamu penasaran bagaimana bisa dari nol? Simak ini, yuk menurut lansiran dari life.idntimes.com!   Sejak kecil sudah mulai dikenalkan dengan bulu tangkis Sejak kecil, ia sudah diperkenalkan dengan permainan bulu tangkis dengan diajak melihat permainan tersebut. Sang ayahlah, Sugiarto, yang memperkenalkan Kevin dengan olahraga tersebut. Tak hanya itu, di usia 3,5 tahun Kevin sudah mulai bermain-main dengan raket dan shuttlecock. Jadikan sebagai Hobi. Demi berlatih, Tempuh Banyuwangi – Jember setiap hari. Sejak saat itu, Kevin anak asal sudut kota banyuwangi ini menjadikan bulu tangkis sebagai hobi yang melekat dengan dirinya. Bersama sang kakak, tiap hari seusai sekolah langsung menempuh perjalanan jauh menuju Jember demi bisa berlatih dengan para pelatih terbaik di kotanya. Kevin menjalani latihan secara reguler di PB Putra 46, Jember. Punya impian: bergabung dengan PB Djarum Ternyata, sejak kecil Kevin telah memiliki impian terpendam yaitu bergabung dengan PB Djarum. Ia ingin menjadi salah satu atlet PB Djarum berkelas dunia. Mengetahui hal tersebut, sang ibu pun akhirnya mencari informasi tentang Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis dan segera mendaftarkan sang anak. Ketiga cerita diatas adalah awal permulaan kevin sebagai atlet. Semua dimulai dari nol. Kini ia bisa sampai mencetak prestasi di kanca internasional.  

Lifter Indonesia Pertanyakan Dimana Perhatian Pemerintah Untuk SEA Games

Lifter Indonesia yang juga merupakan andalan Indonesia, Eko Yuli Irawan mempertanyakan perhatian pemerintah atas kegagalan dirinya dalam meraih medali emas di ajang SEA Games 2017. Menurut lansiran netralnews.com (29/08/2017), Pasalnya, Eko menganggap pemerintah  kurang memperhatikan persiapan cabang olahraga angkat besi. Padahal cabang olahraga ini di SEA Games tidak pernah putus menyumbang medali sejak tahun 2000. Sebagai Lifter Indonesia Eko Yuli telah tiga kali meraih medali di pentas Olimpiade, namun sekarang ia gagal dan hanya mampu meraih medali perak. Ia hanya mampu mengangkat beban seberat 306 kg, turun di kelas 62 kilogram. Medali emas sekarang menjadi milik atlet Vietnam, Trinh Van Vinh yang mencatat total angkatan 307 kg. Sementara atlet Myanmar, Myint Kyi, merebut medali perunggu dengan total angkatan 284 kg. Menanggapi kekalahannya tersebut, peraih perak Olimpiade 2016 itu mengakui persiapan sebelum SEA Games tidak optimal. Persiapan tim vietnam maupun myanmar lebih bagus, sedangkan persiapan tim Indonesia masih sekitar 90 persen. Dari persiapan tersebutlah, Eko amat menyayangkan pemerintah yang kurang memperhatikan persiapan latihan cabang angkat besi. “Selama persiapan, memang kami pernah ditengok di Bandung? Tidak tahu kan pemain kita bagaimana, makanan kami bagaimana. Kami semua pakai biaya sendiri dari PB yang menalangi. Jadi ya mau tidak mau, inilah hasilnya,” terang mantan juara dunia junior itu yang dilansir netralnews.com. “Dan hasil ini sudah melewati rekor-rekor di latihan. Kalau dibandingkan tahun lalu, ya memang ini lebih rendah tapi kalau untuk tahun ini, ini yang terbaik,” lanjutnya. Kegagalan tahun ini sekaligus memutus dominasi Eko dalam empat SEA Games yang telah ia ikuti.

Bulutangkis Gagal Mengejar Target 3 Emas Pada SEA Games, Susi Minta Evaluasi

Hasil para pemain Indonesia pada putaran semifinal SEA Games 2017 tidak berhasil memenuhi target tiga emas di cabang Bulutangkis pada Senin (28/8). Pasalnya, harapan satu-satunya dari tunggal putra harus sirna. Susi Susanti, manajer tim bulu tangkis Indonesia di SEA Games 2017 meminta raihan tim bulu tangkis Indonesia harus dievaluasi. Seperti yang dilansir wartaekonomi.co.id (28/08/2017), Susi menilai tiga partai semifinal Indonesia tidak seharusnya menelan kekalahan. Tiap pemain sudah punya peluang besar untuk menang namun justru lawan dapat membalikkan keadaan dan menang. Ia menyatakan semua itu patut dievaluasi. “Target tiga medali emas memang tidak tercapai. Ini patut dievaluasi, seharusnya di saat pertandingan penting seperti ini pemain tidak boleh hilang fokus dalam tekanan seperti apapun, harusnya diatas angin, bukan sebaliknya,” kata Susi dalam keterangannya yang dilansir dari wartaekonomi.co.id Susi mengatakan tim ganda putra kalah juga karena missed target, keberanian yang kurang sehingga saat ada tekanan dari lawan, tidak berkembang. Dan juga saat leading, tim dengan mudahnya buang poin. “Intinya atletnya harus mengubah mindset mereka sendiri apapun kondisi lapangan saat pertandingan,” tutur Susi. Dalam partai semifinal SEA Games 2017 , sedangkan empat wakil lainnya memperoleh perunggu melalui Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (ganda putra), Gregoria Mariska (tunggal putri) dan Ihsan Maulana Mustofa (tunggal putra). Dalam SEA Games 2017 sendiri, Indonesia menargetkan tiga emas, satu emas sudah didapat dari nomor beregu putra, dan di kategori perorangan hanya  Jonatan Christie yang masih memiliki peluang dengan melangkah ke partai final. Susi berharap Jonatan akan tampil baik dan merebut medali emas. “Mudah-mudahan Jonatan mainnya normal, tenang dan lebih berani. Saya berharap Jonatan bisa mengatasi faktor non teknis ini,” kata Susi. Perolehan medali sampai kemarin raihan Indonesia dalam cabang olahraga bulu tangkis adalah satu emas dari beregu putra, dan empat perunggu yang masing -masing disumbangkan tim beregu putri, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (ganda putra), Gregoria Mariska (tunggal putri) dan Ihsan Maulana Mustofa (tunggal putra).

Honda DBL DKI Jakarta Series 2017: Tim Tangguh Memasuki Babak Fantastic Four

Pertandingan Honda DBL DKI Jakarta Series 2017 telah memasuki babak fantastic four. Tim putri SMAN 34 sukses merebut tiket ke babak itu, kemarin (23/08). Bahkan, ada juga dua tim putri lain yang sudah pasti ke fantastic four adalah SMAN 3 dan SMK Yadika 2. Seperti yang dilansir dblindonesia.com (24/08/2017), Laga SMAN 34 dengan SMAN 63 berlangsung cukup sengit. SMAN 34 siap untuk bisa terus melaju. Wajar bila hal itu terjadi, karena tim asuhan Fadil Wahyudi merupakan finalis tahun lalu. Sementara, SMAN 63 bertekad membuat sejarah baru menembus fantastic four untuk pertama kali. Awal pertandingan, Vanya Ayu menciptakan dua poin bagi SMAN 34 melalui aksi under ring. Dua menit setelah itu SMAN 63 memangkas selisih poin, Andriani Amelia mencetak satu poin melalui free throw. SMAN 34 tetap bersemangat untuk tunjukkan taringnya. Vanya Ayu untuk kedua kali kembali mencetak skor  di dua menit menjelang akhir kuarter pertama. Benteng pertahanan SMAN 63  menjadi terancam dan SMAN 34 tetap memimpin dengan skor 6-2. Permainan SMAN 63 pun menurun di kuarter kedua. SMAN 34 semakin jauh dengan skor 8-2. Meski para pemain nampak grogi, SMAN 63 tidak menyerah. Para pemain terus berusaha mengejar ketertinggalan. Namun, sayang sekali, Nadine Rana terus mendulang poin bagi SMAN 34 dan menghantam poin SMAN 63.  Aksi solo run yang diakhiri layup membawa SMAN 34 memperlebar keunggulan. Skor berubah drastis menjadi 15-2. Satu menit menjelang akhir pertandingan, Alya mengubah skor menjadi 25-4. Hingga akhir kuarter ketiga, skor itu tak berubah. Pada kuarter keempat, SMAN 63 semakin sulit mencetak poin. Nadine berulang-ulang mengoyak ring SMAN 63. Hingga dua menit menjelang akhir pertandingan, pasukan asuhan Fadil Wahyudi leading dengan skor 35-4. Di 30 detik terakhir, Octaviani berhasil memangkas tipis selisih skor. Pertandingan akhirnya berakhir dengan skor 35-5. Atas kemenangan SMAN 34, mereka akan berhadapan dengan semifinalis tahun lalu, SMAN 8 Jakarta di fantastic four. ’’Kami pantau setiap tim. SMAN 8 memiliki pemain yang cepat. Kami sudah pelajari itu,’’ ujar Fadil Wahyudi selaku pelatih SMAN 34.

Final Honda DBL East Java Series 2017: Lions Mengoyak habis Gloria 1

Perhelatan kedua skuat tangguh putra, yakni SMA Gloria 1 Surabaya berhadapan dengan  SMA IPH East Surabaya (julukan: Lions) di Final Honda DBL East Java Series 2017 berlangsung ketat sejak peluit dibunyikan. Lions berhasil menorehkan sejarah baru karena menggulingkan Gloria 1 dengan skor akhir 55-52, kemarin (23/8). Seperti yang dilansir dblindonesia.com (24/08/2017), kedua tim tersebut merupakan tim yang sama-sama tangguh dan pernah mendapat predikat sebagai finalis dalam laga final. Gloria 1 dua tahun berturut-turut lolos di babak final pada 2014 dan 2015 sedangkan Lions mencicipi panas final dengan SMA St Louis 1 Surabaya tahun lalu. Lions pada pertandingan kemarin mendominasi dua kuarter awal dan memperlebar jarak dengan Gloria 1 hingga 20 poin. Hingga akhirnya, Lions mampu menunjukkan skill dan mengoyak habis Gloria 1, dengan menjadikan center Kenny Robert sebagai serangan tim. Pelatih Lions, David A. mengatakan pada awalnya tim memang yakin bisa menang di pertandingan. Kemudian, sempat di kuarter keempat permainan berlangsung kendor, tapi beruntung karena kapten terus memotivasi anak-anak tim asuhan Dia tersebut.

4 Jenis Olahraga Ini Dapat Menjadi Penurun Berat Badan Dalam 7 Hari

Berat badan ideal sangat diidamkan oleh semua orang, selain membuat kita lebih enak dipandang,  juga dapat mengurangi banyak resiko penyakit bagi tubuh kita. Ada banyak jenis latihan yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan berat badan ideal, akan tetapi semua jenis latihan itu pastinya harus dijalankan secara rutin dan bertahap. Bagaimanakah jenis latihan yang tepat, terutama apabila anda ingin mendapatkan hasil yang singkat? Berikut adalah 4 jenis olahraga yang bisa kamu jalankan untuk mengurangi berat badan kamu apabila dijalankan secara rutin selama 7 hari, Iya hanya 7 hari! Keempat cara ini bisa jadi cara pilihan kamu untuk memiliki badan sempurna.. Pilih salah satu Olahraga kardio kesukaanmu, baik itu berlari, berenang, bersepeda, atau treadmill Untuk dapat membakar kalori lebih cepat, kamu harus meningkatkan intensitas olahraga. Jika kamu berolahraga dengan  treadmill, naikkan tanjakan dan level mu. Kemudian,  agar teratur berolahraga. Pasang alarm untuk pergi ke tempat gym atau mulai berolahraga di luar. Hal ini akan mengingatkan kamu bahwa olahraga masuk ke dalam jadwal kegiatan. Jika kamu bertekad kuat untuk kurus dalam 7 hari, maka Olahraga kardio yang kamu pilih harus dilakukan selama 40-60 menit. Ya..mau tidak mau agar efektif sisihkan waktu kira-kira satu jam untuk berolahraga setiap hari ya. Interval Training, yuk Untuk kamu yang belum mengerti interval training, ini infonya: “Interval training adalah serangkaian latihan fisik yang diulang-ulang dan juga diselingi dengan waktu pemulihan (istirahat).” Cara yang perlu kamu lakukan, gampang kok! Selipkan interval training ke olahraga yang telah kamu lakukan selama ini. Misal kamu suka jogging ringan, selipkan setelah jogging tersebut, lari sprint sebentar ke dalam latihan. Bagi  kamu penyuka treadmill, atur agar tiap 5-10 menit, level kecepatan olahraga kamu meningkat terus. Dengan menyelipkan Interval training membantu meningkatkan kebugaran kardiovaskuler dan dijamin membakar lemak lebih banyak loh. Yuk, Push Up dan Lunge dua hari sekali di masa Pengurusan Badan Kamu Bagi yang belum tau, Lunge. Lunge yaitu gerakan untuk mengencangkan paha atau otot hamstring. Melakukan beberapa set push up dan lunge dua hari sekali akan membantu membentuk otot  dan membuat kamu tampak lebih kurus pada akhir minggu. Bila kamu ingin kurus karena untuk mengenakan sesuatu yang memperlihatkan bagian atas tubuh kamu (misal memakai gaun atau bagi kaum laki-laki memakai baju pas badan), lakukanlah dengan push up lebih banyak. Push up mengincar bagian atas tubuh kamu dan membuat lengan dan bahu kelihatan lebih berotot. Kalau kurus untuk bisa mengenakan sesuatu yang memperlihatkan bagian bawah tubuh kamu (misal celana pendek atau rok), melakukan lunge adalah pilihan yang tepat. Gerakan ini dapat  mengencangkan pantat, pinggul, dan paha kamu. Yang terpenting, Push-up atau lunge, keduanya bisa menjadi pilihan yang tepat untuk bisa kurus dalam 7 hari. Selipkan latihan-latihan olahraga ke dalam kegiatan sehari-hari kamu Cobalah menyelipkan olahraga sebanyak mungkin dalam kehidupan sehari-hari di hidup kamu sehingga bisa membakar lemak dan membentuk otot-otot kamu. Singkirkan jalan pintas yang membuat kamu merasa malas. Misalnya, jika biasanya kamu ke warung terdekat dengan menaiki motor, cobalah dengan jalan kaki atau bersepeda. Kemudian, bila biasanya memakai elevator, mulailah memakai anak tangga.  Jika lampu di dapur menyala, bangun dan matikan sendiri, bukannya meminta orang lain untuk melakukannya. Sebisa mungkin kamu banyak bergerak ya dalam kehidupan sehari-hari.

Hebat! Smantic kawinkan juara di Loop 3×3 DBL Indonesia Competition 2017

SMAN 3 Cibinong (Smantic) untuk pertama kalinya tim putra dan putri berhasil membawa gelar Champion loop 3X3 Competition 2017.  Mereka bisa mengawinkan gelar juara usai mengalahkan SMAN 6 Depok dan SMAN 8 Bekasi, kemarin (22/8). Seperti yang dilansir dblindonesia.com (23/08/2017), pada pertandingan tersebut, tim putri menang atas SMAN 6 Depok dengan skor 8-3. Sementara, di tim putra lawan SMAN 8 Bekasi dengan skor 8-6. Febiyanti Marselina, kapten tim putri Smantic mengatakan merasa pertandingan kali ini sangat seru, bagus, dan Ia bersyukur kali ini bisa kawinkan juara di kategori Loop 3×3 Competition 2017. “Semoga target juara nasional tercapai,” ujarnya. Sementara di tim putra SMAN 3 Cibinong, Mochammad Dandy selaku ketua tim putra mengatakan, timnya bermain sangat solid meskipun permainan lawan cukup cepat dan bisa menekan di awal babak. Tapi bersyukur tim putra Smantic bisa membalikkan posisi dan menjadi juara.

DBL Indonesia 2017: Smarihasta Berhasil Kalahkan Sinlui Sang Juara Bertahan

Final party Honda DBL East Java Series 2017 berlangsung sengit antara tim putri SMA St Louis 1 Surabaya (Sinlui), perwakilan wilayah North dengan SMAN 8 Malang (Smarihasta), dari wilayah south. Menurut lansiran dblindonesia.com (23/08/2017), awal pertandingan, semua nampak tenang dalam menghadapi lawan. Dengan mudah, Sinlui berhasil menguasai kuarter pertama. Smarihasta belum cukup kuat membendung perlawanan tim Fransisca Inge dkk. Tak heran itu terjadi karna ia sang juara tiga musim berturut-turut dan merupakan tim terkuat wilayah North. Namun, siapa sangka, kuarter kedua berjalan cukup sengit. Smarihasta mulai memainkan strategi pattern dari arahan coach Catur Agung. Strategi tersebut mampu membuat skor Smarihasta hanya selisih satu bola degan Sinlui, yakni 25-23. Memasuki kuarter ketiga, Faizzatus Shoimah, forward dari Smarihasta mulai mengambil alih pertandingan. Faizzatus memanfaatkan postur yang tinggi untuk melakukan rebound dengan apik. Selain itu, akurasi shootingnya patut dipuji. Ia menjadi top scorer dengan mengoleksi 18 poin. Lawan terhebat yaitu Sinlui mulai berantakan membalas serangan, hingga sampai di kuarter tiga yang ditutup shooting dari Lidya Maulida, guard Smarihasta. Skor menjadi sama yaitu 43-43. Di Kuarter empat, Smarihasta semakin kuat dan pertandingan pun semakin ketat. Satu pemain andalan Sinlui terpaksa foul out dan satu diantaranya mengalami foul trouble. Akhirnya, Smarihasta menutup final kuarter empat dengan skor 55-50. Puluhan flashlight dinyalakan oleh Bhaskara (supporter Smarihasta) untuk menyambut kemenangan tim dukungannya.

Final LOOP 3×3 Competition DBL 2017: Lions Tidak Terkalahkan

Laga SMA IPH East Surabaya (Lions) tak tertandingi di final LOOP 3×3 Competition 2017. Tim putra dan putri Lions berhasil menang dan mempertahankan gelar sebagai champion LOOP 3×3 Competition. Seperti yang dilansir dblindonesia.com (24/08/2017), Tim putri SMA IPH East Surabaya kemarin bertemu dengan SMAN 4 Sidoarjo (Sekawan). Hingga akhirnya, Lions berhasil menumbangkan Sekawan dengan skor akhir 6-4 dan mempertahankan gelar juara LOOP 3×3 Competition musim lalu. Joseline Ivana, pemain Lions, berhasil menyumbang poin pertama untuk timnya. Tidak  lama, Intan rahmawati, pemain Sekawan, membalas ketertinggalan timnya dan berhasil menyumbang poin pertama. Namun, hingga buzzer dibunyikan, Sekawan belum mampu kembali mengejar ketertinggalan poin yang lain. Anggun Tri, salah satu pemain Lions yang pernah mengikuti LOOP 3×3 Competition musim lalu, merasa bangga bisa kembali mempertahankan gelar champion. ’’Kami bersyukur bisa menang lagi karena kompetisi ini lebih susah menurutku. Kami harus pandai mengatur waktu dan harus bisa mengambil keputusan sendiri,’’ ujarnya menurut lansiran dblindonesia.com. Tim putra Lions juga berhasil merebut gelar LOOP 3×3 Champion. Jason Kurniawan, salah satu player Lions, berhasil mengawali poin untuk timnya. Keunggulan itu mampu dipertahankan  hingga akhir pertandingan. Akhirnya mereka berhasil mengalahkan tim putra SMA Kemala Bhayangkari 1 Surabaya dengan skor akhir 12-6.