FIBA U16 Women’s Asia Cup: Indonesia Gagal Melaju ke Final

Chelsea Aurelia Adellye

Langkah terakhir Tim Nasional (Timnas) Basket Putri Indonesia terjegal oleh India. Setelah melewati begitu banyak rintangan hingga berhasil menembus semifinal FIBA U16 Women’s Asia Cup 2025 Malaysia – Division B, perjuangan mereka harus terhenti. Pada laga perebutan tiket final, Indonesia harus mengakui keunggulan India dengan skor akhir 65-53, Kamis, 18 September 2025. Meski kalah, Indonesia sejatinya tidak selalu tertinggal. Paruh pertama laga berjalan ketat, dengan kuarter pertama berakhir imbang 11-11, dan kuarter kedua ditutup dengan skor sama kuat 24-24. Pertandingan ini benar-benar berlangsung sengit, bahkan keunggulan sempat berpindah tangan sebanyak delapan kali sepanjang laga. Hingga kuarter ketiga, margin kedua tim tak pernah lebih dari lima poin. Namun, di penghujung kuarter ketiga, India berhasil unggul tipis 44-40. Sayangnya, di kuarter keempat, Indonesia kehilangan momentum. India langsung melesat dengan 15 poin beruntun hingga pertengahan kuarter, sementara Indonesia hanya menambahkan satu poin. Di sisa waktu, Indonesia sempat memangkas jarak, namun peluang untuk membalikkan keadaan seolah sirna karena beberapa percobaan gagal dimanfaatkan dengan baik. Kekalahan ini membuat Indonesia gagal meraih kesempatan untuk dipromosikan ke Divisi A. Mereka kini harus puas ke fase perebutan posisi ketiga, menghadapi tim yang juga menelan kekalahan pada laga semifinal lainnya, yakni antara Hong Kong versus Iran. Meski gagal menembus partai puncak, kerja keras skuad asuhan Marlina Herawan patut diapresiasi. Salah satunya ditunjukkan oleh Inez Angelina Welly yang bermain selama 33 menit dengan torehan 13 poin, 6 steal, dan 4 rebound. Kontribusi lain juga datang dari Kayla Alisya Adiutomo, I Gusti Ayu Krisabella, dan Joanne Giovanni, yang masing-masing menambahkan sembilan poin. Laga perebutan tempat ketiga akan digelar pada Jumat, 19 September 2025 pukul 14.30 WIB.

SSB Bimba AIUEO Juara Piala Soeratin U15 2025

SSB Bimba AIUEO

SSB Bimba AIUEO SS (DK Jakarta) sukses menjadi juara Piala Soeratin U15 2025 Putaran Nasional setelah mengalahkan PS Freeport Indonesia (Papua Tengah) dengan skor 2-1 di laga final yang digelar di Stadion Gajayana, Malang, Senin 16 September 2025. Sementara itu, di hari yang sama, PSDS Deli Serdang (Sumatera Utara) meraih peringkat ketiga setelah menang adu penalti 5-3 atas PFA Sukoharjo (Jawa Tengah) setelah bermain imbang 2-2 di waktu normal. Seperti diketahui, turnamen kelompok usia tahunan ini telah berlangsung sejak 2 September hingga partai puncak pada 16 September 2025 di Malang dan melibatkan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Tak hanya menyajikan tim juara, ajang ini juga memberikan sejumlah penghargaan individu. Muhammad Rifqy Arifin dari SSB Bimba AIUEO SS terpilih sebagai top skor dengan koleksi 15 gol, sedangkan gelar pemain terbaik diraih Dolvinus Theofilus Bochrit Solossa dari PS Freeport Indonesia. Sedangkan tim Persipan Pandeglang (Banten) mendapatkan penghargaan Fair Play Team atas sportivitas mereka sepanjang turnamen. Pelatih PS Freeport Indonesia, Ardiles Rumbiak, tetap bangga meski timnya harus puas sebagai runner-up. Ia menilai pencapaian ini sebagai sejarah baru sepak bola usia muda Papua. “Anak-anak bisa membuat sejarah dari beberapa puluh tahun lamanya untuk Piala Soeratin di kelompok usia baru. Pencapaian tahun ini adalah sebuah rekor yang baik,” ujarnya setelah pertandingan. Ardiles juga menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan dan penyesuaian gaya bermain dengan standar tim nasional agar talenta muda bisa dipantau secara serius. Sementara itu, pelatih SSB Bimba AIUEO SS, Dedy Doreis, menyebut keberhasilan timnya berangkat dari filosofi bermain yang sehat dan membentuk karakter anak sejak dini. “Saya selalu tekankan kepada mereka jangan menjadikan tujuan hanya menang dan juara, tapi bagaimana bermain baik, benar, dan selalu bahagia. Bermain itu tujuannya mencari kebahagiaan. Kemenangan nomor sekian,” kata Dedy. Ia menegaskan pembinaan berkelanjutan dan pengalaman bertanding menjadi bekal penting untuk masa depan anak-anak asuhnya. Begitu juga dengan peraih top skor turnamen, Muhammad Rifqy Arifin. Dirinya membagikan kesan dan harapannya usai membawa timnya juara. Pemain muda asal Jakarta itu tercatat mencetak 9 gol di tingkat regional dan 14 gol di tingkat nasional. “Kunci kesuksesan tim Bimba menjadi juara adalah kerja keras. Harapannya setelah Piala Soeratin ini kita harus latihan terus, karena perjalanan masih panjang. Tetap rendah hati, jangan sombong, tetap bahagia,” ungkap Rifqy yang mendedikasikan gelar juara ini untuk orang tuanya. Awarding Piala Soeratin U15 2025 Putaran Nasional: – Winner : SSB Bimba AIUEO SS ( DK Jakarta) – Runner-up : PS Freeport Indonesia (Papua Tengah) – 3rd Place : PSDS Deli Serdang (Sumatera Utara) – Fair Play Team: Persipan Pandeglang (Banten) – Top Skor: Muhammad Rifqy Arifin (SSB Bimba AIUEO SS/DK Jakarta) 15 Gol – Best Player: Best Player : Dolvinus Theofilus Bochrit Solossa (PS Freeport Indonesia)

Cetak Sejarah, Persika Karanganyar Juara Piala Soeratin U17 2025

Persika Karanganyar

Persika Karanganyar menorehkan sejarah di sepak bola usia muda dengan menjuarai Piala Soeratin U17 2025 Putaran Nasional di Surakarta. Dalam partai final yang digelar di Stadion Sriwedari Surakarta, Rabu 17 September 2025, tim asal Jawa Tengah ini mengalahkan Persikota Tangerang (Banten) dengan skor tipis 2-1. Pada perebutan tempat ketiga, Persija Jakarta (DKI Jakarta) tampil dominan dengan mengalahkan Juang FC (Aceh) 3-0 di hari dan tempat yang sama. Selain penentuan juara, panitia juga mengumumkan sejumlah penghargaan individu terhadap turnamen yang digelar dari tanggal 3 hingga 17 September 2025 itu. Tim Fair Play diraih PSS Sleman (DI Yogyakarta). Sedangkan, Top Skor jatuh kepada Rifqi Zulianur (Persikota Tangerang) dengan 9 gol dan gelar Best Player diraih Davin Armadheni Herdiansa dari Persika Karanganyar. Pelatih Persika U17, Syaiful Bachri, mengaku bangga dan bersyukur atas pencapaian yang diraih timnya. “Pertama saya ucapkan syukur Alhamdulillah kepada Gusti Allah yang Maha Esa. Semoga ke depannya Persika terus mencetak sejarah. Tahun ini kami berhasil menjadi juara Piala Soeratin U17 2025,” ungkapnya seusai laga. “Kunci kemenangan tim sejak awal saya tekankan kepada anak-anak adalah jangan pernah mau kalah. Tetap disiplin posisi selama 90 menit permainan. Harapan saya gelar ini bisa menjadi batu loncatan agar anak-anak naik level , entah ke Elite Pro Academy (EPA), U18, atau U20, sehingga ke depannya mereka bisa lebih sukses lagi,” lanjutnya. Di sisi lain, pelatih Persikota Tangerang, Mulya Saputra, yang timnya harus puas keluar sebagai runner-up, tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. “Alhamdulillah, inilah hasilnya. Saya bersyukur anak-anak berjuang luar biasa selama 2×45 menit,” ujarnya. “Secara evaluasi, permainan anak-anak kali ini berbeda dari biasanya. Biasanya kami bermain bola-bola pendek, tapi kali ini lebih banyak bola panjang karena cuaca dan kondisi lapangan licin. Rencana setelah Piala Soeratin, kemungkinan anak-anak akan terus dilatih untuk persiapan Porprov Kota Tangerang. Harapan saya mereka terus berproses agar cita-citanya tercapai. Semoga di Porprov nanti bisa memberikan hiburan, bahkan meraih juara, Insya Allah,” tambahnya. Sementara itu Best Player turnamen, Davin Armadheni Herdiansa dari Persika Karanganyar, juga mengungkapkan rasa bahagia. “Alhamdulillah saya sangat senang sekali tim kami bisa menjuarai Piala Soeratin dan saya terpilih sebagai Best Player. Ini semua berkat bantuan teman-teman, coach, official, dan tentunya Allah SWT. Kunci kemenangan tim kami adalah fokus dan disiplin posisi sepanjang pertandingan. Harapan saya setelah Piala Soeratin, bisa menjadi pemain sepak bola profesional dan mendapat panggilan tim nasional. Kemenangan ini saya persembahkan terutama untuk orang tua saya, kemudian untuk sahabat-sahabat dan saudara-saudara saya,” ungkap pemain berposisi bek tersebut. Awarding Piala Soeratin U17 2025 Putaran Nasional, Surakarta 3-17 September 2025: – Winner : Persika Karanganyar – Runner-up : Persikota Tangerang – 3rd Place : Persija Jakarta (D.K.I. Jakarta) – Fair Play Team: PSS Sleman (D.I. Yogyakarta) – Top Skor: Rifqi Zulianur (Persikota Tangerang ) – 9 Gol – Best Player: Davin Armadheni Herdiansa (Persika Karanganyar)

Alasan Polytron Superliga Junior 2025 Buka Kategori U13 dan U15

Polytron Superliga Junior 2025

Polytron Superliga Junior 2025 menyajikan sesuatu yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Khusus edisi kali ini, mereka membuka kompetisi untuk U13 dan U15. Direktur Superliga, Achmad Budiharto, menuturkan keputusan membuka dua kategori ini didasari harapan agar atlet-atlet dengan usia yang lebih dini mulai terbiasa dalam pertandingan format beregu. “Kami membuka kategori U13 dengan tujuan agar sejak dini para atlet sudah mengenal pertandingan beregu. Jadi tidak hanya fokus pada kemenangan, tapi juga membentuk nilai-nilai kerjasama dan sportivitas antar pemain,” ujar Achmad Budiharto dalam keterangannya. Achmad mengungkapkan, khusus untuk U13, hanya klub-klub lokal saja yang boleh bertarung. Hal ini bertujuan agar para pemain yang bertanding semakin percaya diri dan termotivasi membawa pulang gelar juara. “Kalau klub-klub nasional juga ikut, peserta dari lokal pasti akan berpikir dua kali tentang peluang menjadi juara. Dengan adanya aturan hanya klub lokal yang boleh ikut di U13, tingkat persaingannya jadi lebih merata dan setara,” ujar Achmad Budiharto. Dari U13, rentetan klub lokal siap mengikuti ajang ini. Untuk kategori putra, ada 12 klub yang bertarung merebut titel juara yakni Taqi Arena (Bandung), Champion Kudus, PB Victory (Bandung), Istimewa Badminton Club (Yogyakarta), Champion Kebumen, JRBC Champion (Surabaya), Jaya Raya Solo, Champion Klaten, PB Arista (Semarang), PB Talenta (Manado), serta Champion Jepara dan Altrec (Semarang). Sementara itu, di sektor putri, terdapat 10 klub yang berpartisipasi yakni Champion Klaten, KAYP1 Champion Academy (Bogor), PB Bayu Kencana (Pasuruan), PB Arista (Semarang), Champion Kebumen, Istimewa Badminton Club (Yogyakarta), Taqi Arena (Bandung), Champion Kudus, Jaya Raya Solo dan PB Victory (Bandung). Tim-tim besar dari berbagai negara akan bergabung di sektor U17 dan U19 baik putra dan putri. Pada U17 putra, ada Chengyuan High School (Taiwan), Polandia Team, Singapore Team, dan berbagai klub besar Indonesia seperti PB Djarum, PB Victory, Gideon Badminton Academy, PB Mutiara Cardinal, PB Jaya Raya, PB Power Rajawali, PB Exist, dan PB Taqi Arena. Sedangkan di sektor U17 putri, terdapat New Taipei High School (Taiwan), Polandia Team, Granular (Thailand), Singapore Team, Filipina Team akan ditantang oleh PB Djarum, Gideon Badminton Academy, PB Jaya Raya, PB Power Rajawali, serta PB Taqi Arena. Sementara, di sektor U19 Putra, PB Djarum, PB Mutiara Cardinal, PB Victory, PB Jaya Raya, PB Power Rajawali akan bentrok dengan Chengyuan High School (Taiwan), Polandia Team, Malaysia Team, dan Banthongyord (Thailand). Di kategori U19 Putri, terdapat Global Badminton Academy (Amerika Serikat), Malaysia Team, Filipina Team, Polandia Team, Banthongyord (Thailand) akan berjumpa dengan PB Djarum, PB Mutiara Cardinal, PB Power Rajawali. Bagi fans yang ingin menyaksikan langsung laga, bisa hadir ke GOR Djarum Jati, Kudus mulai Senin (15/9/2025) hingga Minggu (21/9/2025). Polytron Superliga Junior 2025 terbuka untuk umum dan gratis.

Persib Bandung Juara Piala Soeratin U13 2025

Persib Bandung Juara Piala Soeratin U13 2025

Persib Bandung U13 menutup Piala Soeratin U13 2025 Putaran Nasional dengan pencapaian gemilang. Tim muda Maung Bandung sukses meraih gelar juara setelah mengalahkan ASIOP DKI Jakarta dengan skor 2-1 pada laga final yang berlangsung di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Senin 15 September 2025. Laga ini berlangsung ketat sejak menit awal, mempertemukan dua tim akademi yang selama turnamen tampil konsisten dan mendominasi grup masing-masing. Sementara itu, Mataram Utama FC dari D.I. Yogyakarta memastikan posisi ketiga setelah menang telak 6-0 atas Terang Bangsa Semarang. Hasil ini melengkapi catatan positif tim tuan rumah yang sepanjang turnamen juga dikenal sebagai tim dengan permainan paling bersih. Seperti diketahaui, turnamen ini digelar sejak 1 hingga 15 September 2025 dan menjadi wadah penting pembinaan pemain muda di Indonesia yang mempertemukan talenta-talenta potensial dari berbagai daerah. Tak hanya menobatkan sang juara, ajang Piala Soeratin U13 Putaran Nasional tahun ini juga menghadirkan sejumlah penghargaan individu. Predikat Fair Play Team jatuh kepada Mataram Utama FC, sedangkan Mahargia Ananta Putra dari Terang Bangsa Semarang keluar sebagai Top Skor dengan torehan 13 gol. Untuk gelar Best Player, Davin Dwi Ardian dari Persib Bandung terpilih berkat performanya yang konsisten sepanjang turnamen. Pelatih Persib U13, Jejen Zaenal Abidin, mengaku bangga sekaligus bersyukur usai timnya mengangkat trofi. “Alhamdulillah, kita panjatkan puji syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Selawat dan salam kami limpahkan kepada junjungan kita. Alhamdulillah kita diberi keberhasilan kemenangan dengan penuh emosional,” ujarnya setelah laga. Jejen menjelaskan bahwa kunci kemenangan Persib bukan hanya strategi, tetapi juga mentalitas pemain. “Yang menjadi kunci itu melawan diri sendiri, antar pemain juga saling mendukung,” tambahnya. Ia berharap para pemainnya tetap konsisten untuk level selanjutnya dan membuka jalan seleksi ke tim nasional. “Semoga sebanyak-banyaknya anak-anak ini bisa di-talent scouting timnas,” imbuhnya. Di sisi lain, pelatih ASIOP, Febrizqio, tetap memberikan apresiasi kepada anak asuhnya meski harus puas dengan posisi runner-up. Menurutnya, semangat juang timnya tetap tinggi sepanjang turnamen. “Menurut saya, pemain saya selalu semangat berlebih dan memainkan pertandingan yang bagus. Hanya memang masih ada sedikit yang harus diperbaiki. Sejauh ini tim saya bermain sangat baik. Kita kembali reset lagi, mulai dari nol lagi, dan mencoba menyiapkan plan ke depan serta target-target di kompetisi liga di daerah kami sendiri,” jelasnya. Ia juga menegaskan bahwa target berikutnya adalah meningkatkan kualitas permainan dan memperbaiki berbagai aspek teknis maupun mental pemain. “Harapan saya tim bisa bermain lebih baik lagi, berkembang, dan memperbaiki banyak aspek untuk pertandingan di kemudian hari,” pungkasnya. Awarding List Piala Soeratin U13 2025 Putaran Nasional: Winner : Persib Bandung (Jawa Barat) Runner-up : ASIOP (D.K. Jakarta) 3rd Place : Mataram Utama FC (D.I. Yogyakarta) Fair Play Team: Mataram Utama FC – D.I. Yogyakarta Top Skor: NPG 10 Mahargia Ananta Putra – Terang Bangsa Semarang (13 gol) Best Player: NPG 97 Davin Dwi Ardian – Persib Bandung

Timnas Karate Indonesia Raih 4 Medali di China

AKF Cadet, Junior & U21 Championships 2025

Timnas Karate Indonesia menorehkan prestasi membanggakan di Kejuaraan Asia Karate 2025 di Gimnasium Shaozhou, Shaoguan, China. Indonesia meraih satu emas dan 3 perunggu di ajang Asian Karatedo Federation (AKF) Cadet, Junior & U21 Championships 2025. Medali emas diraih Aura Sinta Putri Arismanda dari kelas kumite putri 66+ kg, setelah mengalahkan karateka United Emirat Arab (UEA), Shikha Alyafae yang meraih perak. Dalam laga di Shaozhou Sports Center Gymnasium yang berlangsung seru, Aura tampil dominan dan memastikan kemenangan. Hasil ini menjadi catatan impresif bagi Aura Sinta yang berusia 16 tahun dan menempati peringkat 83 dunia. Sementara medali perunggu diperoleh karateka Kirgizstan Deria Daian dan Sabrina Egamberdiyeva dari Uzbekistan. Tiga medali perunggu Indonesia dipersembahkan oleh Zaskia Putri Salurante dari nomor kadet kata putri, Regista Dwi Amanda di nomor U21 Female Kumite -50 kg, dan I Komang Astawa Setiabudi di nomor U21 Male Kumite -75 kg. Timnas Karate Indonesia mengirimkan 11 atlet yang turun di 9 kelas, termasuk kata beregu. Para atlet didampingi tiga pelatih selama turnamen di China pad 5-7 September lalu. Kejuaraan ini merupakan salah satu persiapan jelang Kejuaraan Dunia di Italia pada bulan Desember 2025.

Ini Dia Skuad Indonesia Untuk Kejuaraan Dunia Junior 2025

Piala Suhandinata 2024

PP PBSI merilis daftar atlet yang akan mengikuti Kejuaraan Dunia Junior BWF 2025. Mohammad Zaki Ubaidillah atau Ubed masuk dalam susunan. Kejuaraan Dunia Junior atau BWF World Junior Championships 2025 digelar dalam dua kategori yakni beregu campuran dan perorangan. Untuk beregu campuran akan memperebutkan Piala Suhandinata dan berlangsung di Guwahati, India, pada 6-11 Oktober mendatang. Sedangkan nomor individu akan berlangsung dua hari setelahnya atau tepatnya 13-19 Oktober. Dari daftar yang diumumkan PBSI, Indonesia menyiapkan 10 atlet untuk tim putra dan 10 atlet tim putri. “Untuk world championship bakal menjadi pertandingan terakhir saya di level junior. Saya (tentu) ingin jauh lebih baik dari Kejuaraan Asia ini dan target di Kejuaraan Dunia ini ingin menjadi juara,” kata Ubed menyoal target. Indonesia akan bergabung ke dalam Grup C. Indonesia yang merupakan unggulan ketiga di Suhandinata Cup 2025 akan berada dalam satu tim bersama Turki, Rumania, dan Belanda. Indonesia terakhir kali merebut gelar juara dunia junior di Amerika Serikat pada 2023 melalui Alwi Farhan. Sedangkan nomor beregu, Indonesia menjadi juara usai mengalahkan tim tuan rumah dengan skor 110-103 di Kejuaraan Dunia 2024 di Nanchang, Jiangxi, China. Daftar Pemain Mohammad Zaki Ubaidillah Richie Duta Richardo Fardhan Rainanda Joe Ikhsan Lintang Pramudya Raihan Daffa Edsel Pramono Muhammad Rizki Mubarrok Alexius Ongkytama Subagio Aquino Evano Kennedy Tangka Theodorus Steve Kurniawan Muhammad Mulky Ayfa Atmaja Tim Putri Thalita Ramadhani Wiryawan Salsabila Amiradana Wening Arviani Sabrina Rinjani Kwinnara Nastine Riska Anggraini Jania Novalita Situmorang Yashinta Ristyna Putri Salsabila Zahra Aulia Leonora Keyla Frandica Salma Mufida Kategori Perorangan Tunggal Putra Mohammad Zaki Ubaidillah Richie Duta Richardo Fardhan Rainanda Joe Dendi Triansyah Tunggal Putri  Thalita Ramadhani Wiryawan Salsabila Amiradana Wening Arviani Sabrina Oei Louisa Jovanka Sandi Winarto Ganda Putra M.Rizki Mubarrok/Raihan D.E Pramono Faizal Pangestu/Anju Siahaan Alexius O.Subagio/Aquino E.K. Tangka Ganda Putri Riska Anggraini/Rinjani K.Nastine Jania N. Situmorang/Salsabila Z.Aulia Yasintha Ristyna Putri/Selai Josika Ganda Campuran Ikhsan L. Pramudya/Rinjani K. Nastine Ghian R.Sofyan/Salsabila Zahra Aulia T. Steve Kurniawan/L. Keyla Frandrica M. Mulky Aufa Atmaja/Salma Mufida

Garuda Muda Takluk Atas Makedonia Utara

Timnas U17 Indonesia

Timnas U17 Indonesia dikalahkan Makedonia Utara dalam laga uji coba persiapan Piala Dunia U17 2025 di Dragalevtsi Stadium, Bulgaria, pada Sabtu (13/9). Skor akhir 0-1. Umpan satu dua di depan pertahanan Makedonia Utara masih tetap gagal membuahkan gol sampai babak pertama berakhir. Dalam laga ini, 11 pemain pertama yang diturunkan Nova Arianto adalah Dafa Al Gasemi, Putu Panji, Lucas Lee, Al Gazani Dwi Sugandi, Eizar Tanjung, Fabio Azka, Evandra Florasta, Nazriel Alfaro, Alberto Henga, Dimas Adi, dan Mierza Firjatullah. Awal-awal pertandingan, kedua tim sempat bermain dengan tempo yang tidak terlalu cepat, seperti masih meraba strategi satu sama lain. Setelah 10 menit, kedua tim mulai saling mencoba membangun build up serangan. Makedonia mencetak gol di menit 30. Putu Panji melepas backpass dengan sangat pelan, bola berhasil dicuri oleh pemain Makedonia Utara nomor 20 dan ditendang olehnya ke gawang Timnas U17. Ketinggalan satu gol, Timnas U17 coba membalas. Namun, tidak mudah melewati pertahanan Makedonia Utara, terlebih mereka memiliki keunggulan fisik. Timnas U17 mempunyai peluang di menit 42. Lucas Lee melepas sepakan dari sudut sempit samping gawang, bola masih bisa dimentahkan kiper Makedonia Utara. Skor 0-1 bertahan sampai jeda. Pada babak kedua, Timnas U17 masih terus berusaha mencari gol. Makedonia Utara pun tidak puas dengan satu gol saja. Akan tetapi, permainan kedua tim alot karena sama-sama kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Timnas U17 terus berusaha membangun serangan, tetapi kesulitan menembus sepertiga akhir pertahanan lawan. Mereka juga sesekali memanfaatkan lemparan jauh Fabio, tetapi juga tetap susah dimanfaatkan untuk menciptakan peluang. Salah satu peluang berbahaya dari Makedonia Utara hadir di menit 79. Kapten mereka, pemain nomor punggung 10, melepas sepakan akurat dari luar kotak penalti, tetapi Dafa bisa menyelamatkan gawang Timnas U17. Timnas U17 juga mencoba melepas tendangan dari luar kotak penalti pada menit ke-86. Namun, akurasi sepakan Panji masih sedikit melenceng. Timnas U17 terus mengurung Makedonia Utara jelang akhir laga. Namun pada akhirnya, skor 0-1 bertahan sampai bubar. Dengan hasil ini, usai sudah rangkaian TC Timnas U17 di Bulgaria. TC ini memberi gambaran nyata bagi pelatih Nova Arianto dalam mematangkan tim sebelum menghadapi Piala Dunia U17 yang akan digelar di Qatar pada 3–27 November mendatang.

Audisi Umum PB Djarum 2025: Inilah 50 Atlet Muda Terpilih

Audisi Umum PB Djarum 2025

Sebanyak 50 pebulutangkis muda sukses meraih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2025 pada babak akhir fase turnamen yang diadakan di GOR Djarum, Jati, Kudus, jawa Tengah, Jumat, 12 September 2025. Terdiri dari 18 peserta yang menang di babak kompetisi dan 32 atlet muda pilihan Tim Pencari Bakat, mereka selanjutnya menjalani tahap karantina selama empat minggu hingga mendapatkan Djarum Beasiswa Bulutangkis dari Bakti Olahraga Djarum Foundation dan menjadi atlet binaan PB Djarum. “Super Tiket bukanlah tanda perjuangan sudah selesai, namun justru langkah awal bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan, mentalitas dan karakter mereka yang sesungguhnya di hadapan para pelatih PB Djarum,” kata Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarumm Yoppy Rosimin dalam keterangan tertulis. “Bagi atlet yang belum memperoleh Super Tiket, jangan patah arang.” pungkasnya. Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum Sigit Budiarto mengatakan 50 peserta Audisi Umum PB Djarum 2025 yang lolos ke babak karantina adalah hasil dari pengamatan para legenda dan pelatih PB Djarum selama lima hari penyelenggaraan seleksi. “Konsistensi menjadi hal penting karena untuk bisa bergabung dengan PB Djarum, peserta harus memenuhi standar yang kami tentukan antara lain memiliki teknik dasar bermain bulutangkis yang baik, kekuatan fisik, kesehatan, postur tubuh, mentalitas hingga karakter selama berada di asrama dan mengikuti program latihan,” ujar peraih juara dunia 1997 sektor ganda putra tersebut. Salah seorang peserta peraih Super Tiket jalur Turnamen ialah Kadek Devandra Amertha yang tergabung dalam KU12. Putra asal Badung di Bali itu gembira meraih Super Tiket dan lolos ke babak karantina. “Pastinya senang sekali karena ini pertama kali saya ikut Audisi Umum PB Djarum dan dapat Super Tiket yang membuat orang tua bangga. Saya sudah siap mengikuti babak karantina. jauh dari orangtua memang agak sedih, tapi saya sudah bertekad untuk masuk PB Djarum,” kata Kadek. Daftar peraih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2025: Super Tiket Babak Turnamen U11 Putri Theodora Olivia Benga Sabon – Samarinda (PB Champion Kudus) Kesy Hanifa Ramadhani – Bekasi (PB Champion Klaten) KU11 Putri Lubna Naffisah – Bogor (Kayp1 Champion Academy) Joylynn Jusuf – Palu (PB Champion Klaten) KU12 Putri Aqila Maiza Bazla – Banyumas (PB Kartika Purwokerto) Vioarini Qurrota A’yun – Kebumen (PB Champion Kebumen) U11 Putra Tristan Geovanni Pardosi – Tangerang (PB Champion Gading Jaya) Muhammad Marus Sulaiman – Pekalongan (PB Champion Klaten) Jisrel Elfiano Lumoindong – Manado (PB Talenta) Jethro Alexander Kemas – Palembang (PB Kartika Purwokerto) KU11 Putra Muhammad Rafa Shirdi – Balikpapan (PB Champion Klaten) Fawwaz Sani Adhipramana – Ponorogo (PB PMS Solo) Muhammad Abidzar Alghifari – Balikpapan (PB Terpadu Balikpapan) La Ode Muhammad Ahsan Kamil – Sorong (PB Champion Kudus) KU12 Putra Giovani Athalla Primadansyah – Buleleng (PB Menang Kalah Sehat) Erlan Basiturrahman Mantow – Jakarta Utara (PB Champion Gading Jaya) Kevin Maitimu – Sleman (PB Mataram Raya Sleman) Kadek Devanda Amertha Putra – Badung (PB Bima Sakti) Super Tiket Pilihan Tim Pencari Bakat U11 Putri Ailsie Elaina Sembiring – Bogor (PB Champion Kudus) Adibha Fitria – Samarinda (PB Champion Kudus) Neisha Athaya Namira – Cilacap (PB Star One Cilacap) Nagita Nadila Posumah – Manado (PB Naushad) Yosia Ratu Hasian Naibaho – Cimahi (Al-fath Badminton Club) Anggi Yeputa – Klaten (PB Benggol Boyolali) Afiqa Dewi Humaira – Bogor (PB Jimmy Hantu) Lungita Gelda Krisyuani – Gunung Kidul (PB Dewaruci Gunungkidul) Vicky Lee Alison – Tegal (PB Sinar Mutiara) Najwa Khaira Wilda – Sidoarjo (PB Eka Jaya) KU11 Putri Syarifah Adshilla Nugroho – Sleman (non klub) Shalom Angelica Sari – Jepara (PB Champion Klaten) Aurell Vanessa – Bandung (Ade Badminton Club Bandung) KU12 Putri Syauqia Aisya Inara – Bantul (Istimewa Badminton Club Yogyakarta) U11 Putra Kentaro Javas Kaivan Tsaqib – Kebumen (PB Champion Kebumen) Shuttlino Thomas – Bandung (PB Champion Kudus) Muh Rifky Harimurti Ramadhan – Kolaka (SBS Kolaka) Rafardan Argani Supian – Kotawaringin Barat (PB Kumala Bhakti) Pradikha Rizki Setiawan – Pati (Simple Badminton Academy) Muhammad Gibran Romandoni – Tangerang (Anugerah Gatra Badminton Academy) Kenzou Leonardo Wijaya – Jember (PB Champion Kudus) Muhammad Lazar Abrizam Adhyasta – Blora (PB Apita Badminton Club) Azka Adhitama – Bekasi (PB Bhinneka 2) KU11 Putra Kendrick Danzell Otnayira – Sleman (Istimewa Badminton Club) Kadek Kevin Putra Adnyana – Buleleng (PB Menang Kalah Sehat Singaraja) Baron Baswara Putra – Yogyakarta (PB Griya Bugar Yogyakarta) Muhammad Ramdani Mubarok – Bandung (PB Victory Bandung) KU12 Putra Keith Ezequiel Lincoln Sumarauw – Manado (PB Talenta) Jonathan Edward Prok – Denpasar (PB Seraya Denpasar Bali) Rafa Radithya Kusuma – Samarinda (PB Jaya Raya Ragunan) Aufar Ahmad Hamidzikri – Cimahi (Jingga Badminton Academy) Raynard Foster Taygen – Medan (PB Harapan Jaya Semarang)

ASEAN BMX Racing Cup: Rafelino Rahendra Sabet Emas!

ASEAN BMX Racing Cup 2025

Atlet BMX, Rafelino Rahendra yang tampil di bawah naungan tim Happy Racing Eings Meubels X Bonero Indonesia sukses membawa pulang emas dalam ASEAN BMX Racing Cup 2025 kategori U23 Putra di Kamol Sports Pars, Thailand, Minggu (7/9). Berdasarkan laman resmi UCI, Senin, Rahendra tampil konsisten dalam tiga run yang berlangsung dengan selalu di posisi terdepan. Dia mengalahkan pembalap tuan rumah Likkasit Phimpha di posisi kedua dan rider asal Korea Selatan Juho Hong yang meraih perunggu. Selain emas, pembalap Indonesia lainnya Firman Alim Candra yang mewakili United Bike juga membawa pulang medali perak di kategori Elite Putra. Dia berada di belakang pembalap Thailand Komet Sukprasert yang meraih emas. Adapun perunggu menjadi milik pembalap tim nasional Indonesia lainnya, Rio Akbar. Khusus untuk Rio, Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) dalam keterangan resminya di media sosial mengatakan medali perunggu merupakan langkah baik untuk dijadikan pembelajaran dalam mempersiapkan event terdekat. “Yaitu Asian BMX Racing Championship 2025 di Jepang pada November mendatang,” demikian keterangan PB ISSI.

Asian Cadets & Junior Judo Championship 2025 Digelar

Asian Cadets and Junior Judo Championships 2025

Sejumlah atlet judo beradu kekuatan pada kejuaraan Asian Cadets & Junior Judo Championship 2025 di Tennis Indoor Gelora Bung Karno Jakarta, Kamis (11/9). Kejuaraan ini mempertemukan atlet-atlet usia muda dari kategori cadet (15-17 tahun) dan junior (18-20 tahun), yang diikuti oleh 394 judoka dari 22 negara. Kompetisi ini mempertandingkan 30 kelas berat mulai dari -40 kg hingga +100 kg yang berlangsung hingga 15 September 2025. Selama empat hari ke depan, kejuaraan ini akan mempertandingkan berbagai nomor dalam kategori cadets dan junior, dengan harapan melahirkan bibit-bibit judoka Asia yang tangguh, disiplin, dan berprestasi. Kejuaraan ini dibuka langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, yang juga menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Judo Seluruh Indonesia (PBJSI) dan Presiden Judo Asia. Pada laga perdana sejumlah atlet langsung menunjukan tajinya dihadapan para penonton yang hadir, mulai dari pejudo Uzbekistan, Mongolia, India, dan Indonesia. Sementara itu, Indonesia menurunkan 11 judoka yang akan bertanding di hari kedua Asian Cadets & Junior Judo Championship 2025 di Tennis Indoor Gelora Bung Karno Jakarta, Jumat, setelah baru meraih satu perunggu di penyelenggaraan hari pertama kemarin.

CFA International Futsal Tournament 2025: Indonesia Juara!

Timnas Futsal Indonesia juara CFA International Tournament 2025

Para pemain Timnas Futsal Indonesia berhasil menjuarai ajang CFA International Tournament 2025 setelah mengalahkan Denmark dengan skor 4-2, pada pertandingan final di Shijiazhuang College Sports, Shijiazhuang, Cina, Kamis, 11 September 2025. Indonesia mencoba mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan. Setelah peluang-peluang milik Dewa Rizki dan Muhammad Fajriyan gagal membuahkan gol, akhirnya tim Garuda membuka keunggulan pada menit kedua saat Dewa memanfaatkan umpan Reza Gunawan untuk diteruskan dengan sepakan keras merobek gawang Denmark. 1-0 untuk Indonesia. Keunggulan satu gol membuat tim Indonesia tampil semakin percaya diri. Hasilnya, jala gawang Denmark kembali bergetar pada menit ke-10, melalui sepakan akurat Reza Gunawan. 2-0 untuk keunggulan Indonesia. Reza kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-17. Ia mengecoh kiper Denmark, William Kristian, pada situasi satu lawan satu dan memaksa sang kiper kemasukan untuk ketiga kalinya. 3-0 untuk keunggulan Indonesia. Denmark sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 1-3 pada menit ke-19. Kali ini gawang Indonesia dibobol melalui gol yang diukir Scott Rasmussen. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan 3-1 bagi Indonesia. Tim Indonesia tetap menerapkan permainan berintensitas tinggi pada awal babak kedua. Hasilnya dipetik pada menit ke-22, saat Andres Dwi Persada sukses memaksimalkan kesalahan pemain Denamrk untuk mengemas gol keempat bagi Indonesia. 4-1 untuk keunggulan Indonesia. Denmark berhasil memangkas keunggulan Indonesia, melalui gol Mikkel Foged Hansen pada menit ke-38. Namun keunggulan 4-2 untuk Indonesia bertahan sampai laga selesai, dan memastikan tim asuhan pelatih Muhammad Amril menyelesaikan turnamen ini sebagai juara. Perjalanan Timnas Futsal Indonesia di CFA International Tournament 2025 Fase Grup Indonesia 5-1 Kamboja Myanmar 0-5 Indonesia New Zealand 1-2 Indonesia. Semifinal Indonesia 3-0 Korea Selatan. Final Indonesia 4-2 Denmark.

Kualifikasi Piala Asia U23 2026: Indonesia Kalah Tipis

Indonesia v Korea Selatan

Timnas Indonesia U-23 menutup perjalanan di Grup J Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 dengan kekalahan tipis 0-1 dari Korea Selatan. Pertandingan berlangsung di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Selasa 9 September 2025. Korea Selatan membuka skor cepat pada menit keenam lewat sepakan Hwang Doyun. Bola hasil tendangan terukur sempat mengenai mistar sebelum masuk ke gawang Cahya Supriadi. Skuat Garuda Muda merespons lewat sejumlah peluang. Hokky Caraka dua kali mengancam pertahanan Korea, pertama melalui solo run menit ke-12 yang dipatahkan bek lawan, lalu lewat tendangan ke tiang dekat di menit ke-24 yang masih mengenai jaring luar. Percobaan lain datang dari sepakan jarak jauh Dion Markx, tendangan bebas Arkhan Fikri, hingga sundulan Kadek Arel dan Rahmat Arjuna menjelang turun minum. Namun hingga babak pertama usai, skor 1-0 tetap bertahan. Di babak kedua, pelatih Gerald Vanenburg melakukan sejumlah pergantian dengan memasukkan Kakang Rudianto, Robi Darwis, dan Jens Raven. Frengky Missa juga dimainkan menggantikan Dion Markx. Tekanan Indonesia semakin meningkat memasuki menit ke-70, tetapi rapatnya lini belakang Korea membuat upaya penyama kedudukan belum berbuah hasil. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 1-0 bertahan untuk keunggulan Korea Selatan. Dengan hasil ini, Timnas Indonesia U-23 belum berhasil melangkah ke putaran final Piala Asia U-23 2026. Garuda Muda hanya mengoleksi 4 poin hasil satu menang, satu imbang dan satu kekalahan.

Daftar 25 Pemain Timnas U17 Indonesia TC di Bulgaria

Nova Arianto

Daftar 25 pemain Timnas U17 Indonesia yang menjalani TC di Bulgaria terdapat lima pemain abroad. Secara keseluruhan, pelatih Nova Arianto masih membawa para pemain yang sudah biasa ia panggil membela Timnas U17. Gelaran Piala Dunia U17 2025 semakin dekat saja. Turnamen tersebut akan digelar pada 3-27 November 2025 di Qatar. Artinya, tidak banyak lagi waktu persiapan yang dimiliki Indonesia dan negara peserta lainnya. Bagi Timnas U17 sendiri, terbang ke Bulgaria menjadi persiapan lanjutan mereka setelah bermain di Piala Kemerdekaan 2025 pada 12-18 Agustus lalu. Walau sayangnya dalam pemusatan latihan di Bulgaria ini pelatih Nova Arianto tidak bisa membawa seluruh pemain terbaiknya. Perlu dipahami bahwa skuad yang dibawa ke Bulgaria belum merupakan skuad final menuju Piala Dunia U17 2025. Dengan kata lain Nova masih akan mencari komposisi terbaik timnya untuk Piala Dunia nanti. Beberapa pemain abroad juga belum bisa dibawa ke Bulgaria termasuk Matthew Baker. Selain melakoni pemusatan latihan di Bulgaria mulai 1-14 September, Timnas U17 juga akan melakukan pertandingan uji coba di sana. Pada 7 dan 10 September akan digelar uji coba tertutup. Kemudian pada 13 September akan ada pertandingan melawan Makedonia Utara pukul 21.30 WIB. Laga tersebut juga tidak ada perubahan akan tayang live di Indosiar dan Vidio. Daftar Pemain Timnas U17 Indonesia TC Bulgaria Kiper Mike Rajasa (FC Utrecht/Belanda) Dafa Gasemi (Dewa United) Rendy Razzaqu (Madura United) Bek I Putu Panji Apriawan (Bali United) Lucas Lee (Ballistic United MLS Next U19/Amerika Serikat) Putu Ekayana Yoga (Bali United) Pandu Aryo (Asiana) Ida Bagus Putu Cahya (Bali United) Azizu Milanesta (Asiana) Fabio Azkairawan (Persija Jakarta) Daniel Alfredo (Persik Kediri) Eizar Jacob (Sydney FC/Australia) Dafa Zaidan (Borneo FC) Gelandang Ilham Romadona (Barito Putera) Evandra Florasta (Bhayangkara FC) Noha Pohan (NAC Breda/Belanda) Nazriel Alvaro (Persib Bandung) Striker Rafi Rasyiq (Semen Padang) Josh Holong (Persija Jakarta) Fandi Ahmad (Persija Jakarta) Muhammad Zahaby Gholy (Persija Jakarta) Nicholas Indra (Rosenborg BK/Norwegia) Mierza Firjatullah (Persik Kediri) Dimas Adi Prasetyo (PSM Makassar) Fadly Alberto Hengga (Bhayangkara FC)

Kualifikasi Piala Asia U23 2026: Indonesia Gilas Makau

Timnas U23 Indonesia vs Makau

Hasil Timnas U23 Indonesia vs Makau di Kualifikasi Piala Asia U23 2026 Grup J malam ini, Sabtu (6/9/2025), berakhir telak 5-0 untuk Tim Garuda Muda. Hasil positif di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, kembali membuka harapan lolos Tim Merah Putih ke AFC U23 2026. Gol pertama hadir berkat kesalahan tim lawan, Ieong Lek Hang, yang salah mengantisipasi crossing dari Rahmat Arjuna di menit ke-3. Tak mengendurkan serangan, Arkhan Fikri menambah keunggulan Garuda Muda lewat sepakan kerasnya di menit-17 sekaligus menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0. Di menit ke-47, Rayhan Hannan mencatatkan namanya di papan skor dan membuat skor menjadi 3-0. Serangan demi serangan dilancarkan oleh Garuda Muda. Zanadin Fariz, yang masuk dari bangku cadangan tambah keunggulan di menit ke-68. Skor 4-0 untuk Indonesia. Rafael Struick yang juga masuk dari bangku cadangan, mencatatkan namanya di papan skor di menit ke-74 dan membuat Indonesia unggul atas Makau 5-0. Keunggulan itu bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Sementara itu hasil pertandingan lain di Grup J antara Korea Selatan U23 vs Laos U23 pada sore tadi, juga berakhir dengan kemenangan telak 7-0 untuk skuad muda Taegeuk Warriors. Berkat hasil ini Timnas Korsel U23 masih memimpin klasemen Grup J Kualifikasi AFC U23 2026, dengan koleksi 6 poin. Kemudian diikuti Indonesia U23, mengantongi 4 poin. Jika ingin lolos langsung ke putaran final Piala Asia U23 2026, Tim Garuda Muda wajib memetik kemenangan pada pertandingan terakhir kontra Korsel U23. Jadwal Indonesia U23 vs Korsel U23 pada matchday 3 Kualifikasi AFC U23 2026, akan berlangsung Selasa, 9 September 2025. Laga masih menggunakan venue di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Starting Line-up Timnas Indonesia U23 vs Makau U23 Indonesia U23 (4-3-3): Cahya Supriyadi (GK); Kakang Rudianto, Dion Markx, Alfharezzi Buffon, Frengky Missa; Toni Firmansyah, Ananda Raehan, Arkhan Fikri; Rahmat Arjuna, Rayhan Hannan, Hokky Caraka | Pelatih: Gerald Vanenburg Cadangan: M Ardiansyah, Daffa Fasya, Kadek Arel, Ferarri, Mikael Tata, Doni Tri, Robi Darwis, Zanadin Fariz, R Pratama, Salim, Rafael Struick, Jens Raven Makau U23 (5-3-2): Lam Chak (GK); Si Hou, Huang Cho, Ieong Lek, Lam Weng, Leong Kun; Wong Kit, Leong Wai, Kou Pak; Pan Si, Lei Man | Pelatih: Kwok Kar Lok Cadangan: Alex Ao, Botelho Felicio, Lei Ho In, Wong Chon Nam, Vong Sai Hou, Wong U Hin, Sou Hin Nang, Gu Soi Hou, Li Ion Hou, Lam Nok Io, Lei Cheng Lam, Chen Si Tin

Kejurnas Akuatik Bandung Utama Diikuti Ratusan Peserta

Kejurnas Renang dan Polo Air Bandung Utama 2025

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Renang dan Polo Air Bandung Utama 2025 mencatatkan partisipasi besar dengan 588 atlet yang turun di 2.300 nomor pertandingan. Ajang bergengsi ini digelar di Kolam Renang Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), 4–7 September 2025. Ketua Pelaksana Kejurnas, M. Idham Dasuki, menjelaskan, para peserta datang dari 12 provinsi. Termasuk kontingen yang menempuh perjalanan jauh dari Bengkulu dan Bali. “Setiap tahun provinsi Bali selalu berpartisipasi. Selain itu, ada juga atlet dari Jakarta, Tangerang, dan Cilegon,” kata Idham, Sabtu (6/9/2025). Menurut Idham, kejuaraan ini sekaligus menjadi ajang pemanasan bagi akuatik Kota Bandung menuju Babak Kualifikasi (BK) Porprov XV/2026. Ia menilai, melalui kompetisi ini, peluang untuk meloloskan atlet ke Porprov semakin besar. “Sekitar 90 persen atlet Porprov binaan Kota Bandung tampil di kejuaraan ini. Untuk cabang polo air, seluruh atlet juga turun. Kami menargetkan bisa mengawinkan medali emas putra dan putri di Porprov mendatang,” tegasnya. Idham menambahkan, kejuaraan semacam ini bukan hanya menguji kesiapan atlet, tetapi juga mengasah mental bertanding sejak dini. “Lewat event ini, kami ingin memastikan akuatik Bandung tetap menjadi lumbung prestasi. Harapannya, atlet muda kita bisa terus berkembang hingga ke tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya.

Indonesia Raih 4 Medali di 1st AMMA Asian Youth Championships 2025

1st AMMA Asian Youth Championship 2025

Persatuan Tarung Campuran Indonesia (Pertacami) yang menurunkan tujuh atlet untuk berkompetisi di 1st AMMA Asian Youth Championship 2025 berhasil merebut empat medali dalam ajang yang berlangsung di Manama, Bahrain, 29 – 30 Agustus. “Perjuangan mereka tidak mudah karena lawan-lawan mereka dari negara kuat di Asia,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Pertacami Tommy Paulus Hermawan dalam keterangan tertulis yang dikutip di Jakarta, Senin. Sebanyak empat medali yang diraih terdiri dari satu emas yang diraih oleh Gibran Alfarizi yang tampil gemilang di nomor Traditional MMA 65 kg (U18), medali perak diraih atlet putri, Manayra Maritza Hersianti Siagian di nomor Modern MMA 45 kg (U18). Kemudian dua perunggu masing-masing disumbangkan oleh Lukas Oliver Lubis Sedlak di nomor Modern MMA 60 kg (U16) dan Bumi Magani Abraar Himara di nomor Modern MMA 55 kg (U18). Tommy menjelaskan bahwa ajang tersebut merupakan kualifikasi 3rd Asian Youth Games 2025 yang merupakan ajang kualifikasi di zona Asia menuju Youth Olympic Games 2026 di Dakar, Senegal. Oleh sebab itu pihaknya juga memanfaatkan ajang tersebut untuk mempelajari kekuatan lawan. Tommy menyampaikan apresiasi atas perjuangan seluruh atlet muda Indonesia di ajang bergengsi ini. “Prestasi yang diraih para atlet muda ini membuktikan bahwa MMA Indonesia memiliki potensi besar di kancah internasional,” katanya. Dia menambahkan, dalam satu tahun terakhir, Pertacami secara konsisten membina MMA Indonesia menuju panggung internasional, bekerja sama dengan Universitas Negeri Jakarta untuk latihan terpadu. “Pencapaian prestasi atlet-atlet kami membuktikan bahwa mereka mampu bersaing di dunia dan mengokohkan komitmen Pertacami untuk terus melakukan pembinaan,” katanya. Tommy menambahkan bahwa MMA bukan sekadar adu fisik, melainkan olahraga yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur yang sejalan dengan visi GAMMA: integrity, humility, community, innovation, excellence, discipline, respect, dan leadership. “Kami berkomitmen membina talenta-talenta muda agar terus berkembang. Kami yakin MMA adalah cabang olahraga yang inklusif, disiplin, penuh sportivitas, dan layak dipertandingkan di Olimpiade,” katanya. Sumber: ANTARA

Gibran Darrow Harumkan Indonesia di Kejuaraan MMA Asia

Gibran Darrow

Atlet MMA asal Kota Surakarta, Gibran Darrow, kembali mencetak prestasi membanggakan bagi Indonesia. Bertanding di ajang 1st AMMA Asian Youth Championships 2025 yang digelar di Bahrain, Gibran sukses mengalahkan atlet dari Kazakhstan, Iran, dan Uni Emirat Arab (UAE), sekaligus meraih medali emas. Berdasarkan informasi dari Han Fighting Academy, Gibran, yang dibimbing langsung oleh legenda MMA, Johan Mulia Legowo, memenangkan laga terakhir melalui kuncian Kimura dari posisi Triangle. Prestasi ini sekaligus mengukuhkan nama Gibran sebagai salah satu atlet MMA muda berbakat yang membawa harum nama bangsa di kancah internasional. Gibran merupakan didikan pelatih Han Fighting Academy, Johan Mulia Legowo. Sementara itu, pelatih pelatnas Gibran berada dibawah bimbingan pelatih Marcos. Petrus Restanto Wibowo, Kabid Wasit Juri IBCA MMA Kota Surakarta, menambahkan bahwa kemenangan Gibran merupakan hasil kerja keras dan dedikasi seluruh tim pelatih. “Kami turut bangga dan berterima kasih kepada atlet muda kita tercinta, Gibran Darrow. Tidak lupa, apresiasi juga kami sampaikan kepada Han Fighting Academy di bawah asuhan Coach Johan Mulia Legowo dan Linda Darrow, yang tak henti-hentinya meregenerasi atlet-atlet berprestasi untuk mengharumkan nama Kota Surakarta di tingkat nasional maupun internasional,” katanya. Kemenangan Gibran Darrow ini menjadi bukti bahwa talenta olahraga dari Surakarta mampu bersaing di level internasional, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk menorehkan prestasi di dunia olahraga profesional.

Tiga Pemanjat Tebing Muda Indonesia Tampil di World Cup Koper 2025

Sukma Lintang Cahyani

Tiga pemanjat tebing muda Indonesia akan berlaga pada IFSC Climbing World Cup Koper 2025 nomor lead yang berlangsung di Koper, Slovenia, 5–6 September. Skuad Merah Putih menurunkan dua wakil putra yakni, Putra Tri Ramadani dan Muhammad Rizky Syahrafli Simatupang, serta satu wakil putri, Sukma Lintang Cahyani. Berdasarkan laman resmi Federasi Panjat Tebing Internasional (IFSC), Jumat, ajang ini menjadi seri terakhir Piala Dunia 2025 untuk disiplin lead, sekaligus menjadi panggung penting bagi Indonesia dalam memperluas kiprah di luar nomor speed. Putra adalah pemanjat tebing 19 tahun. Sepanjang 2025, dia telah tampil dalam rangkaian Piala Dunia seperti di Bali dengan menempati peringkat 17, Innsbruck, Austria di posisi 16 dan di Madrid Spanyol juga menempati urutan 16. Sementara Rizky yang berusia 21 tahun juga tercatat tampil di Piala Dunia Wujiang (posisi 32), Bali (8), Innsbruck (12), Chamonix (58), dan Madrid (26). Lalu untuk Sukma yang kini berusia 20 tahun juga tampil di ajang serupa dengan hasil Wujiang (18), Bali (28), Innsbruck (35), Chamonix (28), dan Madrid (31). Sebelumnya, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) menyatakan pengiriman atlet ke berbagai kejuaraan internasional merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun kekuatan di disiplin lead dan boulder untuk menyongsong Olimpiade Los Angeles 2028. Selama ini, Indonesia dikenal mendominasi nomor speed. Namun dengan format baru Olimpiade Los Angeles 2028, panjat tebing akan mempertandingkan tiga disiplin speed, lead, dan boulder secara terpisah dengan masing-masing memperebutkan dua medali untuk sektor putra dan putri. Dengan demikian, total enam medali akan diperebutkan pada Olimpiade 2028, meningkat dari empat medali pada Olimpiade Paris 2024 yang masih menggunakan format kombinasi (lead dan boulder) serta speed.

FIBA U16 Asia Cup 2025: Perjuangan Indonesia Usai di Fase Grup

FIBA U16 Asia Cup 2025 Mongolia

Harapan Tim Nasional (Timnas) Basket Putra Indonesia untuk melangkah ke babak knockout FIBA U16 Asia Cup 2025 Mongolia harus pupus. Hasil itu dipastikan usai menelan kekalahan atas Taipei di laga terakhir fase grup dengan skor akhir 107-102, Selasa, 2 September 2025. Sejatinya, Indonesia masih punya kesempatan untuk bisa memperebutkan kursi ke babak Knockout. Dengan catatan, mereka harus menang 11 poin atau lebih atas Taipei. Sejak awal pertandingan, anak asuh Parna Abrizalt Hasiholan tampil penuh ambisi. Target menang dengan margin besar membuat mereka terus menekan. Keunggulan bahkan sempat berpindah tangan sebanyak empat kali. Meski demikian, Taipei yang digadang-gadang sebagai salah satu tim unggulan di Grup B berhasil memberi perlawanan sengit. Kuarter pertama menjadi bukti kerja keras Indonesia. Sempat tertinggal cukup jauh, mereka menutup 10 menit awal hanya dengan margin tiga angka saja (26-23). Sayangnya, momentum itu belum cukup. Di kuarter kedua, Indonesia kembali tertinggal dan harus puas menutup paruh pertama 60-55. Selepas jeda turun minum, tensi di lapangan kian meningkat. Layup Bryan Gilbert di pertengahan kuarter ketiga, semppat membuat skor imbang 62-62. Bahkan Indonesia sempat berbalik unggul, sebelum akhirnya menutup kuarter ketiga dengan skor sama kuat 74-74. Namun, di kuarter penentuan, Taipei lebih konsisten menjaga tempo permainan. Indonesia justru sempat tertinggal 11 angka saat waktu tersisa kurang dari tiga menit (93-104). Meski begitu, Indonesia pantang menyerah. Mereka terus memangkas jarak hingga tinggal tiga poin di sisa 13 detik (105-102). Sayang, alih-alih menyamakan kedudukan, Indonesia justru melakukan pelanggaran yang memberi Taipei dua tembakan gratis. Momentum pun hilang, dan laga berakhir dengan skor 107-102. Kekalahan ini melengkapi catatan pahit Indonesia di fase grup. Tiga laga yang dijalani, seluruhnya berujung kekalahan, yakni melawan Selandia Baru, Filipina, dan Taipei. Tanpa kemenangan, Indonesia harus rela menutup perjalanan di dasar klasemen Grup B. Sesuai regulasi, hanya pemuncak klasemen yang otomatis lolos, sementara peringkat dua dan tiga beradu lagi untuk tiket tersisa. Meski gagal melaju, penampilan beberapa pemain layak diapresiasi. Benjamin Piet Hernusi tampil gemilang dengan torehan 22 poin, meski sempat mengalami cedera di laga sebelumnya. Steven Sebastian mencatatkan dobel-dobel 18 poin dan 12 rebound. Sementara Gede Dio Arghya Naranatha (14 poin) dan Bryan Gilbert (11 poin) juga ikut menyumbang dua digit angka. Perjuangan Timnas U16 memang harus terhenti lebih cepat. Namun, performa mereka yang mampu mengimbangi salah satu unggulan Asia memberikan catatan positif untuk masa depan basket muda Indonesia. Sumber: DBL