Indra Sjafri Blusukan Survey Stadion, Askot PSSI Tangerang : Belum Pasti Latih Persikota

Indra Sjafri, saat mengunjungi Markas Persikota berlatih pada Senin kemarin. (net)a

Tangerang– Mantan pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri, pada Senin (22/1) melakukan kunjungan ke dua Stadion di kawasan Tangerang. Agenda itu adalah untuk memberi rekomendasi venue latihan untuk Persikota Tangerang. Menurut Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Tangerang, H. Kosasih mengatakan dirinya menemani pelatih berumur 54 tahun itu berkeliling dan mengecek persiapan dua Stadion. Dari tinjauannya Indra lebih tertarik pada Stadion Yonif 203 Jatiuwung, daripada Stadion Benteng. “Kekurangan Stadion benteng, karena suasana lapangan kurang pas untuk latihan, dan belum ada sarana serta fasilitas yang mendukung. Di Yonif 203, ada mes dan pelatihan fisik,” ujarnya pada Senin (22/1). Terkait Status Indra yang disebeut-sebut akan menukangi Persikota, dirinya tak berbicara banyak. Dia hanya mengungkapkan hal itu baru wacana saja dan Indra pun belum memberi sinyal positif pada Manajemen tim. “Dia (Indra) mengaku belum pasti, baru wacana dan diserahkan ke manajemen Persikota. Tinjauan lapangan itu memantau sarana latihan anak-anak Persikota,” katanya. Kosasih sebenarnya senang, andai arsitek yang membawa Indonesia juara di piala AFF 2013 itu jadi mengasuh Persikota. “Sepertinya itu, cuma belum ada kepastian, Indra juga bilang itu tergantung manajemen. Secara pribadi, andai Indra ke Tangerang unutk melatih Persikota, ya sangat bangga buat saya,” tandasnya.

Kisah Inspiratif: Mary Kom, Petinju Wanita India Pertama Yang Masuk Dalam Olimpiade Musim Panas

Mangte Chungneijang Mary Kom (Mary Kom) adalah atlet tinju dunia yang berasal dari India. Lahir pada 1 Maret 1983, Mary Kom menjadi satu-satunya petinju wanita asal India yang terkualifikasi untuk Olimpiade Musim Panas di London pada 2012 dan berhasil membawa pulang medali perunggu. Bicara prestasi, wanita 34 tahun ini sarat dengan gelar kampiun. Saat tampil di ajang multievent Asian Games 2010, Mary hanya membawa pulang medali perunggu. Namun, empat tahun berikutnya di perhelatan yang sama, ia menebusnya dengan torehan emas. Sebelumnya, Mary adalah pemegang titel juara AIBA Women’s World Boxing Championship selama 5 kali berturut-turut, sejak 2002. Wanita kelahiran Kangathei, Manipur ini juga penguasa Asian Women’s Boxing Championships. Total ia meraih 11 medali, dan lima diantaranya adalah medali emas. Dalam tubuhnya, mengalir darah suku Kom-Kuki (Kuki), salah satu suku dari Kelompok Kuki di Manipur India. Suku Kuki, juga dikenal sebagai Chin, di Negara Bagian Chin, Myanmar dan sebagai Mizo di negara bagian India, Mizoram. Suku ini merupakan sejumlah rumpun suku bangsa yang berkaitan dengan bangsa Tibet-Burma. Tak heran secara fisik, mereka nyaris berbeda dari orang India pada umumnya. Namun, tak banyak yang tahu tentang bagaimana kisah dibalik kesuksesan Mary Kom. Dengan menggunakan nama panggung “Magnificent Mary”, Mary melewati berbagai halangan untuk mengejar cita-citanya sebagai seorang atlet. Yuk kita simak perjalanan Mary Kom. Dilarang Sang Ayah Mengikuti Tinju Mary lahir disebuah desa kecil bernama Kangathel. Kehidupan keluarga Mary dapat dikatakan kurang beruntung. Bersama adik-adiknya, ia membantu orang tua dengan bekerja di sawah sebagai buruh tani, dan juga sekolah jika waktu senggang. Mary memang tidak pandai dalam sekolah, namun ia bisa berlari, melempar lembing panjang dan juga melakukan pukulan yang keras. Mary sudah tertarik dengan olahraga sejak kecil. Ia sudah bermimpi suatu saat akan menjadi atlet yang baik dan menjadi pribadi yang disiplin. Saat ia telah menyelesaikan studinya, Mary pun mencari tahu tentang tinju untuk wanita setelah ia melihat Dingko Singh, petinju yang memenangkan medali emas di Asian Games. Sejak saat itu, ia bertekad untuk bisa masuk kedalam ring tinju. Mary melihat Sport Authority of India (SAI) dan bertemu dengan seorang mantan petinju pria, Ibomcha Singh. Mary pun melewati berbagai serangkaian ujian hingga akhirnya dia berhasil untuk bergabung. Mary memulai karirnya pada 2001. Mary tidak pernah memberitahukan latihannya kepada orang tua hingga ia memenangkan medali  pertama dalam sebuah turnamen di tingkat negara bagian. Saat itu, karir Mary mulai meroket. Tetapi sang Ayah yang keras terhadap dirinya sangat menentang apa yang sudah diraih oleh Mary. Toh, Mary tetap berlatih dengan segala kepedihan yang ia alami. Kecintaan Mary terhadap tinju tetap tertanam hingga ia beranjak dewasa. Vakum Bertanding Tinju Setelah memenangkan juara dunia untuk ketiga kalinya, Mary Kom memutuskan untuk menikah  dengan pria yang juga pernah mengikuti tinju jalanan beranama Onler Kom. Pernikahan Mary yang dilaksanakan dalam puncak karirnya, memiliki imbas terhadap jenjang karir yang ia raih. Mary hamil anak kembar dan secara otomatis menghentikan karirnya. Mary menyibukkan diri sebagai seorang ibu dan mulai melupakan tinju. Namun, berkat dukungan sang Suami, Mary bertekad kembali ke ring setelah vakum selama 2 tahun. Tak mudah bagi Mary untuk memulai karir setelah vakum bahkan ia sempat berselisih dengan Ketua Komite Tinju India untuk tetap bisa mengharumkan nama India meski telah dikaruniai anak. Film Mary Kom Mary mendapatkan perlakuan diskriminasi gender, saat wanita dianggap sebagai makhluk yang lemah dan rawan akan kekerasan. Namun, kemunculan sosok Mary seakan mematahkan statement tersebut. Kisah inspirasi Mary Kom dijadikan film dengan nama “Mary Kom” yang rilis pada 5 September 2014. Ide film ini adalah menjadikan Mary Kom sebagai sosok panutan tokoh perempuan yang tak lebih rendah dari laki-laki. Mary juga dianggap sebagai tokoh yang bisa membantu perempuan untuk mendapatkan hak dan mempertahankan diri jika diperlakukan dengan tidak pantas. Mary merupakan salah satu contoh bahwa kita tak boleh patah semangat untuk mengejar mimpi meski banyak hal yang menghalangi. (put)

Jadi Host Porprov V Banten 2018, Pemkab Tangerang Gelontorkan Rp 20 Miliar Bangun 20 Venue

Stadion-Persita

Tangsel- Kabupaten Tangerang menjadi tuan rumah event Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten ke-V 2018. Segala persiapan mulai dari venue dan lainnya, terus di kebut oleh Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) bersama KONI. Nantinya, 20 venue akan digunakan untuk 39 cabang olahraga (cabor) di Porprov Banten ke-V. Kepala Disporabudpar Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik mengatakan, pembuatan venue merupakan kerjasama Pemkab Tangerang dengan pihak swasta. Hingga saat ini, anggaran yang sudah keluar yakni Rp 20 miliar. “Pembuatan 20 Venue, sekitar 60 persen dari kita dan sisanya dari pihak swasta. Dana yang sudah keluar sudah 20 miliar rupiah, untuk pembangunan Venue, gaji atlit, gaji pelatih dan lain-lain,” jelas Taufik, pada Kamis (18/1). Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, menargetkan proyek pembangunan stadion utama, di Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, selesai April 2018 sesuai rencana semula. “Agar dapat digunakan untuk acara pembukaan dan pertandingan pada Porda V Banten,” kata Kepala Dinas Tata Ruang dan Bangunan Pemerintah Kabupaten Tangerang, Taufik Emil, di Tangerang, pekan lalu, dilansir antaranews.com. Dia mengatakan, saat ini dalam tahap pekerjaan penyelasaian akhir dan pada bagian dalam telah ditanami rumput untuk lapangan sepakbola. Dia mengatakan proyek stadion yang juga sebagai pusat olahraga Kabupaten Tangerang itu mengunakan dana yang bersumber dari APBD tahun jamak sebesar Rp120 miliar. (pah)

Dibantu Sponsor Jakarta, Tim JK Angels Tangsel Optimis Juarai WPFL 2018

Futsal-putri-JK-Angels

Tangsel- Women Pro Futsal League (WPFL) 2018 segera digelar pada 20-21 Januari di Yogyakarta. Segala persiapan tim, mulai intensif dilakukan menyambut WPFL 2018 ini. Namun, tak semua persiapan tim berjalan lancar. Seperti runner-up WPFL 2017, Jaya Kencana (JK) Angels yang bermarkas di Tangsel. Mereka masih terkendala dalam persiapan WPFL 2018. Manajer JK Angels, Budianto mengatakan, JK Angels berangkat ke WPFL 2018 dengan segala keterbatasan yang ada. Dua pemain kuncinya yakni Citra Adisiti dan Maulina Novryliani hengkang ke Kebumen Angels. Namun, JK Angels tetap optimis merebut titel juara WPFL 2018. “Selain pindahnya pemain kunci, kendala kami soal mepetnya finansial, sehingga kami mulai persiapan Desember hingga Januari,” ujar Budi, sapaan Budianto, pada Kamis (18/1). “Alhamdulillah ada sponsor yang mau bekerjasama dengan kami. Dari sponsor yang ada, semuanya dari Jakarta dapat mbantu persiapan kami,” tambah Budi. Ia berharap Pemkot Tangsel maupun perusahaan di Tangsel bisa bekerjasama dengan JK Angels. “Semoga ada pengusaha atau perusahaan dari Tangsel yang juga mau bekerjasama dengan JK Angels,” tutupnya. (pah)

Mahasiswa UMN Tangerang Gabung Dalam Broadcast Legacy Asian Games 2018

INASGOC-UMN

Tangerang– Tujuh bulan lagi event olahraga terbesar kedua di dunia yakni Asian Games 2018 akan berlangsung di Indonesia. Ini merupakan kali kedua Indonesia menjadi tuan rumah, setelah sebelumnya pada 1962. Segala persiapan sudah jauh-jauh hari untuk mensukseskan pagelaran olahraga bergengsi di tingkat Asia inu. Seperti, halnya menggandeng Universitas untuk ikut ambil bagian dalam mensukseskan Asian Games 2018 dalam program broadcast legacy. Program broadcast legacy merupakan progam yang diinisiasi oleh INASGOC. Dan, melibatkan sepuluh Universitas terdiri dari enam Universitas Jakarta, Palembang dan Bandung seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Moestopo, London School of Public Relations (LSPR), Binus University, STIKOM InterStudi, Universitas Sriwijaya, Universitas Bina Darma, Universitas Padjajaran (UnPad) dan Universitas Komputer Indonesia (Unikom). INASGOC sendiri akan menjaring 530 mahasiswa dari sepuluh universitas sebagai kru penyiaran selama Asian Games 2018 berlangsung Universitas Multimedia Nusantara (UMN) yang berada di Kabupaten Tangerang, patut berbangga terpilih menjadi partner university program Broadcast Legacy Asian Games 2018. UMN merupakan satu dari sepuluh universitas di Indonesia yang beruntung bisa ikut ambil pagian pada Asian Games 2018. Dalam keterangan persnya, penandatangan nota kesepahaman dilakukan oleh Ketua INASGOC (Indonesia Asian Games Organize Committee) Erick Thohir dengan Rektor UMN, Ninok Leksono dan Project Director IGBS (International Games Broadcast Services) Mike Wilmot, di INASGOC Headquarter, Wisma Serba Guna, Jakarta, pada Rabu (17/1). Ketua INASGOC Erick Thohir menjelaskan, broadcast legacy bertujuan untuk mengembangkan keterampilan di bidang penyiaran, terutama di bidang siaran olahraga. “Setelah 56 tahun, inilah kesempatan besar bagi generasi muda, termasuk mahasiswa menjadi bagian dari sejarah dengan memanfaatkan Asian Games 2018 untuk mengembangkan potensi mereka di bidang penyiaran,” jelas Erick. Sementara itu, Rektor UMN, Ninok Leksono tak menutupi rasa bangganya atas diberikannya kesempatan mahasiswa UMN oleh INASGOC serta IGBS untuk ikut andil dalam Asian Games 2018. “Kami sangat bangga atas kerjasama ini. Mahasiswa kami dapat memetik pengalaman dan menyumbangkan keahlian, dalam bidang teknis maupun non teknis untuk kesuksesan Asian Games 2018,” ungkap Ninok. Ninok pun, menambahkan bahwa mahasiswa yang mengikuti program broadcast legacy akan dinilai dengan kerja magang, dan menjad salah satu syarat kelulusan. Adapun posisi yang tersedia di bidang teknis, diantaranya camera assistant, audio assistant, engineering assistant, loggers, dan IBC/engineering. Sedangkan di bidang non-teknis, diantaranya venue assistant, IBC information assistant, logistics assistant, legacy assistant, dan liaison/information. (pah)

Setahun Berpasangan, Greysia Polli Dan Apriyani Rahayu Bidik Emas Asian Games 2018

Greysia-Polii-Apriyani-Rahayu

Jakarta- Duet ganda putri kebanggaan Indonesia, Greysia Polli dan Apriyani Rahayu menjadi salah satu pasangan yang ditargetkan membawa pulang emas untuk Indonesia di Asian Games 2018. Mereka belum setahun dipasangkan, namun berbagai prestasi sudah mereka raih. Salah satunya menjadi juara di Perancis Terbuka Super Series 2017, yang merupakan gelar pertama bagi ganda putri Indonesia sejak 20 tahun tidak berhasil menjadi juara. Mereka juga pernah menjadi juara di ajang GrandPrix Gold di Thailand Terbuka dan menjadi pasangan ganda putri peringkat ke-11. Dengan modal ini, tak heran mereka percaya diri dan santai menghadapi Asian Games yang dilaksanakan Agustus mendatang. “Beban sih nggak. Saya enjoy saja, karena kak Greysia juga tak harus menuntut ini itu. Jalani saja dan tunjukkan yang terbaik,” ungkap Apriyani pada Kamis (18/1) dalam lansiran detik.com Apriyani merasa ia sudah sangat klop dengan Greysia meski belum genap setahun dipasangkan. Tinggal mematangkan kekurangan masing-masing bersama Greysia. “Kami sudah sama-sama tahu pola main dilapangan sudah klop tinggal mematangkan kekurangan masing-masing saja,” tambahnya Bagi Apriyani, negara-negara lain juga sudah menyiapkan strategi untuk bisa menang terutama untuk China dan Jepang yang sangat kuat bermain dilapangan. (put)

Dua Tahun Berlatih, Tim Rowing Indonesia Try Out Ke Australia dan Belanda

Olahraga Rowing

Bandung- Rowing merupakan salah satu cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Asian Games 2018. Indonesia akan mengirimkan 28 atlet Rowing yang terdiri dari 10 atlet putra dan 18 atlet putri. Tim Rowing Indonesia tengah membutuhkan perahu baru. Saat ini, mereka berlatih memakai perahu keluaran tahun 2013. Untuk meningkatkan performa, dibutuhkan perahu dengan spesifikasi khusus tahun 2016 atau 2017. Perahu ini sangat berbeda, bahkan bobotnya lebih ringan dari sebelumnya. Agenda program latihan lainnya adalah nelakukan try out ke Australia dan Belanda. Di Australia, meraka akan mengikuti Australia Open pada bulan Maret. sedangkan di Belanda, mereka akan mengikuti uji coba. Dua agenda ini menjadi latihan terakhir sebelum tampil di Asian Games pada bulan Agustus nanti. Menurut Syafril, pelatih cabang olahraga Rowing, beberapa target sudah disiapkan diraih oleh Indonesia. “Targetnya medali emas. Terutama dari nomor LM 8+ dan Women 4-. Saat kejuaraan Asia September lalu di Thailand, kami memperoleh 2 medali emas,” tuturnya pada lansiran detiksport.com Venue latihan yang berada di Situ Cileunca Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mendapatkan kunjungan dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi pada Selasa(16/1). Imam menuturkan pihaknya akan terus mendukung seluruh cabang olahraga yang akan diikuti Indonesia pada Asian Games mendatang. “Saya datang dan melihat langsung mereka berlatih habis-habisan. Keringet mereka ini akan membuahkan hasil di Asian Games nanti,” ungkapnya pada lansiran merdeka.com. Program latihan Rowing memakan waktu lama hingga 2 tahun. Tim segera merencanakan pemusatan latihan pada bulan Juni dan Juli mendatang. Dengan latihan yang panjang, para atlet Rowing ini berharap bisa menyabet medali emas dari 15 nomor yang akan dipertandingkan. (put)

Kurang Dua Unit Jelang Porprov Banten 2018, IMI Tangsel Siap “Patungan” Untuk Pembelian Unit Motor

IMI-Tangsel-2

Tangsel- Pengurus cabang (Pengcab) Ikatan Motor Indonesia (IMI) Tangerang Selatan (Tangsel) mengajukan penawaran ke KONI Tangsel untuk pengadaan empat unit motor untuk kesiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Banten 2018 ini. Namun, KONI Tangsel hanya memberi dua unit motor, yakni Honda Sonic 150cc dan Honda Supra X 125cc. “Kami mengajukan empat unit, karena ada kelas beregu. Tapi, hanya diberikan dua unit. Padahal empat motor itu, untuk ikut Kejurda dan Kejurnas, sebelum turun di Porprov 2018,” terang Ketua Pengcab IMI Tangsel, H Bahrudin di Sekre IMI Tangsel, Pamulang, pada Rabu (17/1). Meski hanya diberikan dua unit, IMI Tangsel menargetkan juara di Porprov V Banten 2018. Dengan segala kekurangan yang ada, para pengurus IMI Tangsel terus mempersiapkan dan menutupi kendala yang ada. “Andai tak mendapatkan dua motor lagi, Pengurus IMI siap untuk patungan membeli dua unit motor lainnya,” ucap Bahrudin. Dua motor yang diterima oleh IMI Tangsel, sampai saat ini pun belum bisa dirombak untuk dijadikan motor balap. Beruntung, IMI Tangsel mendapat dukungan dari para sponsor. “Motor yang diterima masih standar, belum kami rombak. Alhamdulillah, beberapa sponsor membantu untuk merombak motor sampai siap balapan. Ini memperkecil anggaran perombakan,” tutupnya. (pah)

Biaya Sewa di Sentul Mahal, IMI Tangsel ‘Latihan’ Lewat Kejurda

IMI-Tangsel

Tangsel- Kota Tangerang Selatan (Tangsel) punya segudang atlet berbakat di cabang olahraga (cabor) balap motor. Beberapa pekan lalu, atlet Tangsel dengan segala kekurangan fasilitas yang ada, sukses naik podium ke-5 di Kejuaraan Daerah (Kejurda) di Cianjur, Jawa Barat. Ketua Pengurus cabang (Pengcab) IMI Tangsel, H Bahrudin mengatakan, saat ini mereka punya problem utama terkait sirkuit. IMI Tangsel selalu mengeluarkan biaya ekstra saat latihan di Sentul. “Minimnya ketersediaan fasilitas sirkuit latihan di Tangsel, memaksa kami menempuh jarak cukup jauh, dan biaya mahal ke Sentul,” ucapnya pada Rabu (17/1). Guna meminimalisir besarnya bujet latihan, para atlet balap Tangsel rutin tampil di even Kejurda dan Kejurnas guna menambah jam terbang. “Kami rutin mengirim atlet ikut Kejurda maupun Kejurnas, itung-itung mereka latihan juga,” lanjutnya. Para pengurus pengcab IMI Tangsel, berharap Pemkot Tangsel segera membangun sirkuit balap. (pah)

Perahu Baru Bertambah, PODSI Tangsel Pede Raih Emas Porprov Banten

Dayung-PODSI

Tangsel- Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Tangsel, beberapa waktu lalu mendapatkan suntikan positif dari KONI Tangsel berupa dua buah perahu baru jenis dragon boat. Tambahan dua perahu ini, diharapkan bisa menambah semangat atlet Tangsel untuk berprestasi. Total, kini Podsi Tangsel memiliki empat buah perahu latihan. “Total ada empat perahu masing-masing Perahu Kayak Singel 2 dan Perahu Naga 2. Semoga bermanfaat dan ada hasil makaimal di PORPROV (Pekan Olahraga Provinisi) Banten 2018,” jelas Prima Bara Abdurahman, Ketua Podsi Tangsel, pekan lalu. Mendulang emas di ajang PORPROV jadi target atlet Tangsel mendulang emas. Pada ajang Kejurda lalu tim dayung Tangsel mampu meraih tiga emas, empat perak dan empat perunggu. “Dua perahu baru latihan ini, membuat semangat atlet meraih emas, mudah-mudahan tercapai,” harap Prima. (pah)

Satlantas Tangsel Drag Bike Kejar 500 ‘Pembalap Jalanan’

satlantas-tangsel-drag-bike-2

Tangsel-Kota hasil pemekeran Kabupaten Tangerang yakni Kota Tangsel akan menggelar event yang dapat merangkul pembalap muda. Event merupakan gagasan Kasat Lantas Polres Tangsel, AKP Lalu Hedwin H, dengan tajuk Satlantas Tangsel Drag Bike Competition. Gelaran yang akan berlangsung pada 27-28 Januar, bertempat di Lapangan Sunburst, BSD City, Serpong, Tangsel. H-11 jelang lomba, animo pembalap muda mulai muncul. Hal ini disampkan oleh, Ketua Panitia Satlantas Tangsel Drag Bike, Ipul Syaepullah. Ķimonya sangat antusias. Update tanggal 15 Januari sudah ada 100 orang yang mendaftar. Semoga hari-H, target 500 starter bisa tercapai,” ujar Ipul, pada Selasa (16/1). Drag bike ini menempuh jarak 201 meter dan memperlombakan 19 kelas yang dikelompokkan dalam empat kelas. Yakni kelas utama, supporting, braket dan eksebisi. Dari empat kelas yang diperlombakan, kelas braket masih menjadi daya tarik pembalap. “Kelas braket ini peminatnya paling banyak. Ada 30 pembalap yang terdaftar,” terang Ipul. Sementara itu lewat pesan whatsapp, Kasat Lantas Polres Tangsel, AKP Lalu Hedwin H berharap ajang ini bisa merangkul para pembalap muda untuk menunjukan bakat yang dimilikinya. “Saya berharap, ini bisa menyalurkan bakat mereka, dari pada ikut balapan liar yang membahayakan pengguna jalan dan diri mereka sendiri,” jelas Lalu. (pah)

Balapan di Satlantas Tangsel Drag Bike, Peserta Daftar via Aplikasi Online

satlantas-tangsel-drag-bike

Tangsel- Para pembalap drag yang ingin mendaftar di Satlantas Tangsel Drag Bike Competition 2018, tak perlu jauh-jauh mendatangi lokasi panitia di kawasan BSD, Serpong. Even perdana Kasat Lantas Polres Tangsel pada 2018 ini, mengenalkan terobosan baru kali ini. Peserta yang mendaftar, cukup mendownload applikasi Rekor di Play Store dan melakukan login, selanjutnya sudah bisa mendaftar di event Satlantas Tangsel Drag Bike rencananya kan digelar 27-28 Januari, di Lapangan Sunburst BSD City, Serpong, Tangsel. “Ini terobosan baru dan untuk memudahkan pendftaran peserta dari luar daerah. Saat ini pendaftar via aplikasi ini sudah 20 pembalap dari Jawa Tengah dan Jawa Barat,” terang Ketua Panitia Satlantas Tangsel Drag Bike, Ipul Syaepullah, Selasa (15/1). Terobosan baru Satlantas Tangsel Drag Bike merupakan bentuk kerjasama dengan PT Rekor Sinergi Perkasa untuk mensukseskan event ini. “Aplikasi online ini, mempermudah proses registrasi pembalap di luar kawasan Tangsel, tanpa repot datang ke Sekre Rekor,” tuturnya lagi. Pendaftaran akan ditutup pada 26 Januari mendatang. (pah)

PORKOT Siapkan Atlet Tangsel Dari Tingkat Kelurahan

Atlet-Berprestasi-di-Tangsel

Tangsel- Dispora Tangerang Selatan (Tangsel) menggandeng KONI Tangsel menyelenggarakan Perlombaan Olahraga Tingkat Kota Tangsel (Porkot) beberapa waktu lalu. Kabid Peningkatan Prestasi dan Olahraga Dispora Tangsel, Ucok A.H Siagian mengatakan, penjaringan atlet berprestasi dimulai dari tingkat dasar, lewat Porkot misalnya. “Penjaringan atlet prestasi dimulai dari ajang Porkot ini. Selama ini, kita hanya mengacu pada komponen yang sudah ada, dari KONI. Ini mandat Wali Kota Tangsel, untuk memasyarakatkan olahraga,” terang Ucok, pada Minggu (14/1). Dari hasil Porkot yang sudah berlangsung, Dispora dan KONI bersinergi untuk membina potensi atlet berprestasi, yang mayoritas berstatus pelajar SMP dan SMA. “Dari perlombaan tingkat RT, kelurahan dan kecamatan, akan kita bina, dan atlet yang berpotensi, siap dipetakan guna tampil ketingkat yang lebih tinggi,” ujarnya. Ia pun, akan mengarahkan atlet Tangsel tampil di tingkat Nasional hingga Internasional. “Kita arahkan mereka ke level yang lebih baik, dari tingkat Nasional hingga Internasional,” pungkasnya. (pah)

Persitangsel Menang di Uji Coba Pertama Menjelang Suratin Cup

Uji-coba-Persitangsel

Tangsel- Persitangsel U-17 terus mematangkan diri jelang tampil di even Suratin Cup. Mereka mengalahkan SSB Atep dari Cianjur dengan skor 3-1. Bermain 2×45 menit, Persitangsel muda unggul melalui gol Gea di menit 15 dan dua gol dari Riko ( ’70 dan ’85). Sedangkan, satu gol dari SSB Atep di cetak Angga di menit 35. Uji coba pertama di Lapangan Paku Jaya, Serpong Utara, Rabu (10/1), bertujuan untuk meningkatkan stamina para pemain. Asisten Pelatih Persitangsel U-17, Iwan Rukmana mengatakan, akan fokus membenahi stamina para pemain hingga akhir Januari ini. “Saya kurang puas, stamina anak-anak masih kendor. Tapi, saya maklum. Ini uji coba pertama,” jelas Iwan, akhir pekan lalu. Saat ini, Persitangsel dihuni 30 pemain dan akan memilih 20 pemain terbaik untuk mengikuti Suratin Cup. Ia sudah mengantongi nama-nama pemain dalam skemanya dan akan mencoret beberapa pemain yang tak maksimal. “Sistem degradasi pemain masih ada sampai akhir Januari. Ada enam pemain yang berpotensi ikut, atau dicoret,” tambahnya. Dengan target juara di Suratin Cup, Manajer tim, Edi Mamat siap memberi pola makanan yang sehat dan vitamin. “Ketika anak-anak latihan, mereka punya problem dengan pola makan. Artinya mereka butuh pola makan yang sehat, dan tambahan vitamin. Semoga target juara bisa tercapai,” tutup Edi, yang juga legislator Kota Tangsel. (pah)

IJSL 2018 Bidik 16 Pemain Merumput di Gothia Cup China

pagelaran-Indonesia-Junior-Soccer-League-(IJSL)

Tangsel- Indonesia Junior Soccer League (IJSL) Pre Gothia Cup China 2018 U-12 kembali bergulir di Jakarta Japanese Club (JJC), Sentul City, Bogor, pada Minggu (7/1). IJSL 2018 diikuti 48 tim terbaik yang berasal dari Jabodetabek. Pihak panitia membagi tim peserta ke dalam tiga grup yaitu U-12 Merah, U-12 Putih dan U-12 Biru. Tiap grup masing-masing dihuni 16 tim. Empat tim terbaik dari tiap grup berhak melaju ke babak 12 besar. Pada akhir liga, 16 pemain terbaik akan berangkat menuju kejuaraan Gothia Cup di China yang akan berlangsung 11-19 Agustus 2018. Hal ini disampaikan Direktur Kompetisi IJSL 2018, Dede Supriyadi. “Pemain terbaik akan kami kirim ke Gothia Cup di China. Kami punya talent scouting sendiri untuk memilih pemain terbaik di IJSL 2018,” ujar Dede melalui pesan whatsapp, Senin (15/1). Klasemen Grup merah dipuncaki SSB Citeureup Raya dengan koleksi 9 poin. Di grup putih, SSB Erlangga memimpin dengan nilai sama. Pemimpin Grup biru, SSB Putra Pakuan unggul dengan torehan nilai 9 dari tiga kali kemenangan. IJSL 2018 berakhir pada Mei dan akan ditentukan siapa pemain terbaik yang akan berangkat ke Gothia Cup China. “Putaran pertama mulai dari Januari hingga April. Selanjutnya di putaran kedua yakni babak final akan bermain di bulan Mei,” tambahnya. (pah) Berikut jadwal IJSL 2018 putaran 1 hingga putaran 2 (final): Putaran ke-1: Pekan I : 7 januari 2018 Pekan ke 2 : 18 Februari 2018 Pekan ke 3 : 25 Maret 2018 Pekan ke 4 : 8 April 2018 Pekan ke 5 : 15 April 2018 Putaran ke-2 ( final ): 1 Mei 2018.

Cetak Rekor Nasional Tolak Peluru, Eki Febri Raih Emas di Kejuaran Nasional Atletik 2017

Final Kejuaran Nasional Atletik 2017 yang berlangsung Desember 2017 lalu membawa Atlet tolak peluru, Eki Febri Ekawati, menyumbangkan satu medali emas untuk kontingen Jawa Barat. Di lansir dari detiksport, Dalam kejuaraan yang di selenggarakan di Stadion Atletik Rawamangun, Jakarta, Eki sekaligus memecahkan rekor nasional. Ia menjadi yang terbaik setelah melakukan tolakan hingga 15,60 meter. Pada urutan kedua di tempati oleh atlet Nusa Tenggara Barat (NTB), I Dewa Ayu Ita, dengan tolakan hingga 15,25 meter. Adapun peraih perunggu didapat oleh wakil Jawa Tengah, Peryani, setelah membukukan tolakan 11,94 meter. Istimewanya, Eki Febri berhasil memecahkan rekor nasional atas namanya sendiri, 15,54 meter. Dia melakukannya di Asian Grand Prix 2017, di Jinjiang, China. Eki yang juga peraih medali emas di SEA Games 2017 kemarin, tidak menyangka bakal memecah rekor. Tapi, memang pada kejuaraan ini ia bermain secara lepas saja. Teknik yang dilakukan juga jauh lebih enak, padahal sebelumnya, saat latihan, ia merasa kurang nyaman dan sulit. “Setelah SEA Games 2017 Malaysia sebenarnya latihannya hanya conditioning. Karena dari program Harry Marra (pelatih asal AS yang menjadi konsultan PB PASI) memang masih ringan, jadi berkaitan dengan kondisi fisik sekaligus perbaiki teknik. Kebetulan, tidak disangka, ternyata hampir melebihi,” kata Eki usai perlombaan. Eki mengatakan setelah ini teknik yang sudah dijalankan ke depan akan lebih diperbaiki untuk menyempurnakan lemparan. Ia berharap semoga kedepannya lemparannya bisa tembus angka 16 meter. Menurut rencana dia akan turun di test event atletik pada Februari mendatang di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Perebutan Sabuk Emas Kelas Amatir & Professional Di Piala Panglima Kostrad

Piala-panglima-kostrad

Divisi infanteri 1 kostrad gelar pertandingan tinju kelas amatir profesional dan juga amatir. Tinju yang memperebutkan sabuk emas dan piala panglima kostrad divisi infanteri 1 kostrad berlangsung di area parkir mall living world Jln. Alam Sutera boulevard kav 21, Pakulonan, Serpong Utara, Tangerang Selatan. Sabtu (13/1/2018) Ketua panitia penyelenggara Kolonel Infantri Agus Bhakti mengatakan kepada nysnmedia.com, bahwa olahraga tinju di Indonesia masih kurang populer di kalangan masyarakat karena faktor minimnya ajang yang di adakan “Di Indonesia, olahraga tinju sudah kurang populer di kalangan masyarakat, hal ini dikarenakan akibat kurangnya ajang yang di ciptakan. Oleh sebab itu divif 1 kostrad dan AMPRO mengadakan pertandingan yang memperebutkan sabuk juara nasional versi ATI dan juga sabuk emas PANGDIVIF 1 Kostrad. Karena memang, kami di militer memiliki altet tinju yang sangat banyak dengan segudang talenta. Oleh sebab itu, bakat yang di asah akan menjadi sesuatu yang berguna,”tandas Agus Pertandingan tinju 3 ronde yang di mulai dari pukul 15.30 wib ini, cukup menyita perhatian pengunjung mall ataupun decak kagum dari para prajurit yang menyaksikan kompetisi fair play. Dari 16 peserta yang tampil unjuk kebolehan terbagi menjadi 2 kategori, yaitu amatir dan profesional. “Kami hanya mencoba membangkitkan gairah pecinta tinju agar kembali menjadi olahraga yang di cintai masyarakar indonesia. Kali ini, Kejuaraan tinju amatir kelas Bantam 54 Kg, kelas Welter ringan 64 Kg, kelas ringan 60 Kg dan kelas layang 49 Kg. Sedangkan untuk kelas profesional yaitu Mandatory Fight 2018 versi ATI kelas Bantam 53,5 Kg,”tambah Agus Untuk kategori yang memperebutkan sabuk emas Pangdivif 1 kostrad kelas welter yunior dengan klasifikasi berat 63.5 Kg, sedangkan untuk profesional non title versi (Asosiasi Tinju Indonesia) ATI pusat adalah kelas bulu 57.1 Kg, dan juga kelas Bantam junior 52.2 Kg. Di lokasi acara turut hadir Promotor tinju Nasional, Pertina Banten, Pertina Tangsel, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Tangsel, Dirut Living world, petinggi jajaran TNI AD dan juga ratusan prajurit yang larut dalam suasana semangat dari atas ring bersama iringan lantunan musik rock dari candil band .(adt)

Terkait Larangan Pemain Berkarir Di Luar Negeri, AFC Akan Selidiki PSSI

Evan-Dimas-yang-sudah-dikontrak-Selangor-FC

Sepertinya, PSSI tidak ada kapok-kapoknya mencari masalah. Kasus di banned oleh FIFA, tak membuat PSSI banyak belajar. Kali ini, terkait komentar Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi yang melarang Evan Dimas dan Ilham Udin bermain di Selangor FC, Malaysia. Terkait komentar tersebut, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) akan menyelidiki PSSI. Melalui Sekjen AFC, Datuk Windsor Paul John, AFC akan terus mengkaji dan menyelidiki kebijakan yang terlontar dari Ketum PSSI. “Berdasarkan kabar yang beredar, aksi (pelarangan) tersebut lebih kepada pemain Indonesia untuk memperkuat tim nasional mereka. Saya pikir itu tergantung kepada sang pemain untuk memutuskan. Namun, tidak ada tindakan yang bisa dilakukan saat ini karena baru diajukan,” ujar Datuk Windsor Paul John seperti dilansir Berita Harian. Kalaupun, ada regulasi tentang larangan pemain AFC akan melihat dan mempelajarinya. Karena, pemain bebas untuk menentukan pilihan klub dan bebas untuk bermain di Liga manapun. “Jika regulasi tersebut sedang diatur (oleh PSSI), AFC harus terlebih dulu melihat apa arti dari regulasi tersebut dan jika terbukti melanggar peraturan FIFA dan AFC, kami dapat memulai penyelidikan karena pemain bebas untuk bermain di klub mana pun dan di negara mana pun,” lanjutnya. Apalagi Evan dan Ilham yang sudah diikat kontak, tak menunjukan batang hidungnya di tim yang pernah juga dibela Bambang Pamungkas dan Eli Eboy yakni Selangor. Selangor FA akan mengambil tindakan dalam kasus ini. Ditambah, Selangor ingin langsung bertemu dengan PSSI terkait kasus ini. (pah)

Inilah Enam Klub Sepakbola Tertua Yang Ada Di Indonesia

Enam-Klub-Sepakbola-TertuaDi-Indonesia-1

Sepakbola merupakan salah satu olahraga favorit di Indonesia. Permainannya yang terbilang cukup mudah dipelajari, membuat sepakbola banyak diidamkan. Sejumlah klub sepakbola di Indonesia saat ini sudah banyak yang mencetak prestasi yang membanggakan. Tak hanya itu, berbagai keahlian pemain juga patut diacungi jempol. Namun, apakah kamu tahu bahwa beberapa klub sudah berdiri sejak sebelum masa kemerdekaan Indonesia? Apa saja klub-klub tersebut? Berikut tim Nysnmedia.com merangkum 6 klub sepakbola tertua di Indonesia. PSM Makassar Persatuan Sepakbola Makassar (PSM) merupakan tim sepakbola tertua yang didirikan di Indonesia. Klub yang pada awalnya bernama Makassar Voetbal Bond (MVB) berdiri pada tanggal 2 November tahun 1915. PSM Makassar pertama kali menjuarai perserikatan pada tahun 1957 saat melawan PSMS Medan.  PSM Makassar pernah menjuarai perserikatan serta mendapatkan peringkat runner-up di era sepak bola professional. Tim ini pernah mencatat prestasi yang mengesankan ketika mengumpulkan sejumlah pemain tim nasional yang bahkan disebut sebagai “The Dream Team” seperti Hendro Kartiko, Bima Sakti, Aji Santoso, Miro Baldo Bento, Kurniawan Dwi Julianto, yang dikombinasikan dengan pemain asli Makassar seperti Ronny Ririn, Syamsudin Batola, Yusrifar Djafar, dan Rachman Usman, ditambah Carlos de Mello, dan Yosep Lewono. Salah satu klub elit di Indonesia ini dikenal memiliki beberapa kelompok suporter fanatik yang jumlahnya cukup banyak. Terdiri dari sekitar 16 kelompok supporter. Namun, yang terkenal sangat fanatik adalah The Macz Man. PPSM Magelang Perserikatan Paguyuban Sepak Bola Magelang berdiri pada 15 Maret 1919. Pada awalnya, tim yang berbasis di Magelang, Jawa Tengah ini memiliki nama Indonesische Voetbal Bond Magelang (IVBM). IVBM adalah salah satu tim yang ikut mendirikan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada tanggal 19 April 1930. Prestasi terbaik yang pernah diraih PPSM Magelang adalah pada era sebelum kemerdekaan yaitu menjadi juara ke-3 pada tahun 1935. Dalam perjalanannya di Liga, PPSM Magelang juga mempunyai kelompok supporter yang sangat fanatik. Mereka adalah Simolodro Magelang dan Squarda Macan Tidar. Keduanya selalu setia mengawal PPSM Magelang baik di laga Kandang maupun Tandang. Persis Solo Persatuan Sepak bola Indonesia Solo (Persis Solo) bermarkas di Stadion Manahan Solo yang memiliki kapasitas 35.000 orang. Persis Solo berdiri pada 8 November 1923 yang dinaungi oleh Sastrosaksono dan Sutarman dengan nama Vorstenlandsche Voetbal Bond (VVB). Berselang 5 tahun, VVB berganti nama menjadi Persis pada tahun 1928. Persis pernah meraih juara kompetisi perserikatan PSSI sebanyak 7 kali. Pendukung Persis dijuluki sebagai Laskar Samber Nyawa. Persebaya Surabaya Persebaya berdiri dengan nama Soerabhaiasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB). Ditahun 1943 SIVB berganti nama menjadi Persibaja (Persatuan Sepak Bola Indonesia Soerabaja). Pada era tersebut, Persibaja diketuai oleh Dr. Soewandi dan berhasil meraih gelar juara pada tahun 1950, 1951 dan 1952. Tahun 1960, nama Persibaja diubah menjadi Persebaya (Persatuan Sepak Bola Surabaya).Pada era perserikatan ini, prestasi Persebaya juga mencetak pretasi membanggakan. Dua kali Persebaya menjadi juara pada tahun 1978 dan 1988, dan tujuh kali menduduki peringkat kedua pada tahun 1965, 1967, 1971, 1973, 1977, 1987, dan 1990. Persebaya juga Sempat di bekukan oleh PSSI dan disahkan kembali oleh PSSI sebagai anggota di kongres tahunan PSSI di Bandung pada 8 Januari 2017 lalu. Persija Jakarta Tim dengan julukan Macan Kemayoran ini berdiri sejak 28 November 1928. Pada zaman Hindia Belanda, Persija berdiri dengan nama Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ). Pasca masa kemerdekaan Republik Indonesia, VIJ berganti nama menjadi Persija (Persatuan sepak bola Indonesia Jakarta). Klub ini mendapatkan perhatian yang besar dari Mantan Gubernur Jakarta, Sutiyoso yang merupakan Pembina Persija. Supportenya diberi nama The Jakmania. PSIM Yogyakarta PSIM kependekan dari Perserikatan Sepak Bola Indonesia Mataram. Nama Mataram diambil dari nama Kerajaan Mataram (Ngayogyakarta Hadiningrat) yang dahulu berpusat di Yogyakarta. Tim ini didirikan pada 5 September 1929 dengan nama awal Persatuan Sepakraga Mataram (PSM). Pada tanggal 27 Juli 1930 nama PSM diubah menjadi PSIM seperti yang dikenal sekarang. PSIM memiliki satu kelompok suporter yang bernama Brajamusti (Brayat Jogja Mataram Utama Sejati). Sebenarnya PSIM Sendiri sudah mempunyai nama supporter tersendiri pada tahun 1989 yaitu PTLM (Paguyuban Tresno Laskar Mataram). Namun, saat itu Indonesia masih minim perkumpulan nama suporter untuk tim-tim di Indonesia. Dalam kompetisi perserikatan, PSIM pernah menjadi juara pada tahun 1932 setelah mengalahkan Persija Jakarta. Selanjutnya PSIM berkali-kali hanya dapat menduduki peringkat kedua setelah kalah dalam pertandingan final kompetisi perserikatan pada tahun 1939, 1940, 1941, 1943, dan 1948. Itu dia tadi nama-nama klub sepakbola Indonesia yang sudah berlaga sebelum kemerdekaan Indonesia. Apa tim sepakbola Indonesia kebanggaan kamu?(put)

Olahraga Sambil Berlibur? Kenapa Tidak

Yuk-Lakukan-Olahraga-Ini-Saat-Kamu-Liburan-1

Saat menghadapi liburan panjang, pasti kamu sudah merencanakan acara liburan bersama keluarga atau sahabat. Namun, saat liburan waktu untuk berolahraga bisa berkurang atau bahkan kamu menjadi malas karena ingin santai menikmati waktu liburan. Olahraga sambil liburan juga menambah suasana baru dimana kamu bisa menikmati keindahan alam sekitar. Menurut penelitian dari Glasglow University melakukan olahraga di luar ruangan atau di alam terbuka lebih baik daripada di dalam ruangan. Suasana alam bisa menurunkan tingkat depresi dan meningkatkan kesehatan mental bahkan bisa mengurangi insomnia. Nah ada beberapa olahraga yang bisa kamu lakukan saat liburan dan juga rekreasi, yuk kita simak. Skipping Skipping merupakan olahraga bisa kamu lakukan dimana saja. Kamu bisa memilih spot yang tepat untuk melakukan skipping. Dengan melakukan skipping, bisa membantu kamu membakar kurang lebih 1000 kalori. Tali skipping yang mudah dibawa kemana saja memudahkan kamu untuk bisa melakukan skipping disela-sela waktu liburan. Jogging Menikmati suasana alam sekitar saat liburan memang saat menyenangkan. Jogging sangat mudah dilakukan, kamu hanya butuh sepatu olahraga kamu dan berlari disekitar lingkungan tempat kamu liburan. Suasana baru akan kamu dapatkan ketika jogging, jadi badan tetap sehat dan segar. Walking Tour Untuk kamu yang senang berjalan-jalan melihat tempat-tempat bersejarah, walking tour bisa juga menjadi alternatif untuk berolahraga. Biasanya, walking tour dilakukan dengan berjalan kaki bersama wisatawan lain yang ditemani pemandu wisata atau masyarakat lokal. Mereka akan menemani dan memandu kamu untuk melihat-melihat tempat-tempat bersejarah seperti museum, tempat ibadah, candi dan wisata lainnya. Nah sambil melihat tempat bersejarah, kamu akan berjalan-jalan mengelilingi tempat tersebut. Seru kan bisa berolahraga sambil menambah wawasan. Berenang Berenang memang olahraga yang sangat menyenangkan untuk dilakukan disaat kamu liburan. Berenang bisa dilakukan di water park dan kolam renang hotel kamu menginap. Untuk kamu yang liburan ke pantai atau laut, kamu juga bisa berenang bahkan menikmati keindahan bawah laut dengan menyelam. Yoga Olahraga yoga identik dengan ketenangan diri. Jika kamu liburan ke daerah pegunungan, yoga sangat cocok untuk kamu. Segarnya udara pegunungan dan keindahan pepohonan bisa menambah kedamaian dan ketenangan pikiran. Kamu hanya perlu matras yoga dan memilih tempat yang tepat untuk yoga. Yuk lakukan beberapa olahraga tersebut di saat waktu liburan. Semoga bermanfaat dan selamat berlibur.(put)