Empat Emas dari Filipina, Karate Jabar Tunjukkan Kelas di Ajang Internasional

7th Manuel Veguillas Philippine Open Karate 2026 7th Manuel Veguillas Philippine Open Karate 2026

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet karate Jawa Barat di kancah internasional. Turun dengan kekuatan empat atlet pada ajang 7th Manuel Veguillas Philippine Open Karate 2026, kontingen Jabar sukses memborong empat medali emas. Kejuaraan yang berlangsung di Tagaytay, Filipina, 20-22 Agustus 2026 tersebut menjadi panggung pembuktian para karateka Jabar. Keempat atlet yang dikirim seluruhnya berhasil menjadi juara di nomor masing-masing. Medali emas pertama dipersembahkan Nazwa Septakirani dari nomor kumite -47 kilogram kadet putri. Disusul Arumy Emeraldiannisa yang tampil sebagai juara pada nomor kumite -66 kilogram junior putri. Dua emas lainnya diraih Mirza Sukma melalui nomor kumite -52 kilogram kadet putra dan Alif Afifan Arana Kusuma dari nomor kumite -63 kilogram kadet putra. Pelatih tim karate Jabar, Tanri Rizky Djabar, mengapresiasi penampilan para atlet yang dinilainya mampu tampil optimal sekaligus menjunjung tinggi sportivitas sepanjang kejuaraan. Menurut Tanri, capaian tersebut tidak terlepas dari proses persiapan yang telah dilakukan sebelumnya dengan dukungan FORKI Jabar dan KONI Jabar. “Pelaksanaan training camp yang dilakukan di GOR Sazakawa serta sebelum bertanding dengan timnas junior dan senior Filipina sangat berpengaruh. Para atlet bisa dengan cepat menyesuaikan dengan tantangan yang dihadapi selama di Filipina, terutama dengan karakter bertarung atlet-atlet di sini,” ujar Tanri saat dihubungi melalui telepon selular. Tanri menjelaskan, Philippine Open tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian seleksi tim nasional Filipina untuk kelompok kadet dan junior. Kondisi itu membuat persaingan berlangsung ketat karena para peserta tampil dengan motivasi tinggi untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Meski menghadapi lawan dengan karakter bertanding yang berbeda, para karateka Jabar mampu beradaptasi dan tetap fokus hingga berhasil membawa pulang empat medali emas. Namun, Tanri mengingatkan para atlet agar tidak terlena dengan hasil tersebut. Baginya, pengalaman bertanding di level internasional harus menjadi modal untuk meningkatkan kemampuan menghadapi persaingan yang lebih berat ke depan. “Semoga dari kejuaraan ini, yang terpenting adalah pembelajaran bagi setiap atlet. Mereka diharapkan tidak cepat puas dengan hasil yang diraih karena tantangan ke depan dipastikan lebih berat,” tegasnya. Sementara itu, peraih emas kumite -63 kilogram kadet putra, Alif Afifan Arana Kusuma, mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama tampil di Filipina. Selain menambah jam terbang di luar negeri, kejuaraan tersebut juga menjadi kesempatan bagi Alif untuk mengasah mental dan merasakan atmosfer pertandingan yang berbeda dibandingkan kompetisi di Indonesia. “Semoga hasil ini menjadi kado indah bagi FORKI Jabar. Kami pun mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak, terutama kepada jajaran pengurus FORKI Jabar, khususnya Pak Ketua Umum Gianto Hartono,” kata Alif. Empat emas tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan karate di Jawa Barat terus menghasilkan atlet yang mampu bersaing di level internasional. Keberhasilan di Filipina diharapkan menjadi pijakan untuk menghadapi kejuaraan-kejuaraan berikutnya dengan target prestasi yang lebih tinggi.

Pertina Tangerang gelar kejuaraan tinju amatir usia 14-18 tahun

Kejuaraan Tinju Amatir Kota Tangerang IV

Pengurus Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Tangerang, Provinsi Banten, menggelar kejuaraan tinju amatir Kota Tangerang IV pada 1-4 September 2026 yang terbagi dalam kategori dari usia 14-18 tahun. Ketua Pengurus Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Tangerang Kaonang di Tangerang, Minggu, mengatakan kategori junior putera usia 14 tahun hingga 16 tahun untuk kelas 40-45 kilogram, 45-50 kilogram, 50-55 kilogram dan 55-60 kilogram. Sedangkan untuk kategori junior puteri untuk kelas 40-45 kilogram, 45-50 kilogram dan 50-55 kilogram. Selanjutnya, kategori youth putera usia 17-18 tahun untuk kelas 40-45 kilogram, 45-50 kilogram, 50-55 kilogram, 55-60 kilogram dan 65-70 kilogram. Sedangkan untuk kategori youth puteri hanya ada tiga kelas meliputi 45-50 kilogram, 50-55 kilogram dan 55-60 kilogram. Kejuaraan tinju amatir Kota Tangerang digelar di Gedung Olahraga (GOR) Nambo Sport Center, Karawaci. Peserta adalah para atlet muda yang telah ditempa di masing-masing sasana yang ada di bawah program pembinaan Pertina Kota Tangerang. “Kejuaraan Tinju Amatir Kota Tangerang IV diselenggarakan sebagai ajang mengukur kemampuan para atlet muda dan masuk dalam agenda rutin untuk mempertemukan para atlet berbakat dari semua sasana untuk unjuk gigi sekaligus mengasah pengalamannya,” katanya. Dia juga memastikan semua atlet yang bertanding mempunyai Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), dan merupakan anggota yang sudah diverifikasi melalui surat izin dan pernyataan bagian dari anggota sasana yang ada di Kota Tangerang “Pemerintah Kota Tangerang akan memberikan dukungan penuh terhadap kejuaraan tahunan tersebut untuk melahirkan para atlet berbakat dan berprestasi,” kata Kaonang yang juga Kepala Dispora Kota Tangerang.

KONI Pusat Apresiasi 25th Asian Junior Tenpin Bowling Championships 2026

25th Asian Junior Tenpin Bowling Championships 2026

Wakil Ketua Umum (Waketum) I Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Mayjen TNI Purn Dr. Suwarno, S.IP., M.Sc., menghadiri kejuaraan 25th Asian Junior Tenpin Bowling Championships 2026, pada Minggu 23 Agustus 2026, di Jaya Ancol Bowling Center, Jakarta. Kejuaraan junior tingkat Asia tersebut menjadi momentum penting dalam pembinaan atlet Boling usia dini sekaligus bagian dari proses menuju prestasi di tingkat internasional. Ajang ini juga memberikan pengalaman kompetitif yang sangat berharga bagi para atlet untuk mengasah kemampuan, mental bertanding, serta membangun karakter. Lebih dari sekadar kompetisi, kejuaraan yang mempertemukan atlet-atlet muda dari berbagai negara Asia ini turut menunjukkan bahwa olahraga memiliki kekuatan besar sebagai alat pemersatu bangsa. Para atlet tidak hanya datang untuk berkompetisi, tetapi juga saling mengenal, membangun persahabatan, serta memperkuat semangat persaudaraan melalui olahraga. Dalam kesempatan tersebut, Waketum I KONI Pusat menegaskan bahwa perkembangan cabang olahraga Boling di Indonesia menunjukkan tren yang sangat positif. Menurutnya, Boling tidak hanya memiliki potensi dalam mencetak prestasi olahraga, tetapi juga dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan sport tourism dan sport industry di Indonesia. “Saya mengapresiasi Pengurus Besar Persatuan Boling Indonesia (PB.PBI) yang telah bekerja keras sehingga Indonesia dapat menjadi tuan rumah kejuaraan internasional, ini tidak mudah karena menyelenggarakan sebuah acara internasional membutuhkan persiapan dan kerja keras dari seluruh pihak,” ujar Suwarno. Suwarno juga menekankan bahwa prestasi olahraga tidak dapat diraih secara instan. Menurutnya, pembinaan sejak usia dini merupakan salah satu fondasi utama dalam menciptakan atlet berprestasi yang mampu bersaing di level internasional. “Pembinaan prestasi pada usia dini menjadi kunci penting dalam peningkatan prestasi. Prestasi tidak lahir secara instan, melainkan harus didukung oleh proses latihan yang berjenjang dan berkelanjutan, kejuaraan ini sangay bagus untuk regenerasi dan melatih mental para atlet,” tutur Suwarno. Lebih lanjut, Suwarno menyampaikan apresiasinya kepada seluruh delegasi yang hadir dan memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya pembinaan atlet sejak usia dini. “Selamat datang bagi para peserta dari 15 negara, saya berharap seluruh peserta dapat menikmati waktunya selama berada di Indonesia. Kalian adalah atlet-atlet muda yang kelak akan menjadi atlet nasional dan mewakili negara masing-masing di masa depan. Enjoy the competition,” katanya. Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) PBI, Marsda TNI Purn Agus Muhammad Bahron menilai perkembangan Boling di Indonesia berlangsung sangat pesat. Hal tersebut, tidak terlepas dari berbagai bentuk kolaborasi dengan komunitas, serta upaya membangun ekosistem olahraga Boling yang semakin luas. Ia menegaskan bahwa pembinaan atlet tidak hanya diarahkan untuk mengejar prestasi, tetapi juga membentuk atlet yang memiliki karakter kuat, disiplin, dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. “Boling di Indonesia berkembang sangat cepat, hal tersebut dimulai dari kolaborasi dengan komunitas, kita tidak hanya ingin meraih prestasi, tetapi juga menjadikan atlet-atlet kita memiliki karakter dan disiplin,” ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa kompetisi merupakan kesempatan bagi para atlet untuk saling menguji kemampuan, sekaligus belajar menghargai lawan. “Kompetisi ini adalah tantangan untuk saling bertanding dengan semangat, kepada para atlet Indonesia, bertandinglah dengan semangat, junjung tinggi sportivitas, toleransi dan saling menghormati karena kalian mewakili negara ini, tunjukkan bahwa masa depan Boling Indonesia berada di tangan yang tepat,” katanya. Pada kesempatan yang sama, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kejuaraan tersebut. Ia berharap seluruh rangkaian pertandingan dapat berjalan dengan baik dan memberikan pengalaman positif bagi seluruh peserta. Dari pihak Asian Bowling Federation, Vivien Law menyampaikan bahwa penyelenggaraan kejuaraan internasional Boling di Indonesia memiliki sejarah yang cukup panjang. “Ini telah menjadi tahun terpanjang setelah delapan tahun Indonesia kembali menjadi tuan rumah kompetisi internasional Boling. Saya berharap seluruh atlet menikmati turnamen ini dan membawa pulang kenangan yang baik dari Jakarta,” ujar Vivien. Vivien juga mengingatkan para atlet bahwa kemenangan dan kekalahan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah kompetisi. Karena itu, setiap hasil pertandingan hendaknya dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan prestasi pada kompetisi berikutnya. “Menang dan kalah adalah hal yang biasa bagi seorang atlet. Saya berharap apabila pada kompetisi ini ada yang mengalami kekalahan, jadikan itu sebagai evaluasi untuk meraih prestasi yang lebih baik ke depannya. Enjoy the tournament and bring good memories from Jakarta,” tuturnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) DKI Jakarta, Andri Yansyah yang hadir mewakili Gubernur DKI Jakarta menyampaikan dukungan terhadap penyelenggaraan kejuaraan tersebut. “Semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar dan sukses serta melahirkan atlet-atlet yang membanggakan. Selamat bertanding, berikan performa terbaik dan junjung tinggi sportivitas,” ujar Adriansyah. Pesan serupa disampaikan Ketum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari yang mengajak seluruh peserta untuk menikmati suasana kompetisi sekaligus pengalaman selama berada di Jakarta. “Saya berharap semua dapat menikmati turnamen ini. Enjoy Jakarta, berikan performa terbaik dan tetap menjunjung tinggi fair play,” katanya. Kejuaraan 25th Asian Junior Tenpin Bowling Championships 2026 diikuti oleh 163 atlet dari 15 negara, yakni Hong Kong, China, India, Bahrain, Makau, Kuwait, Malaysia, Pakistan, Filipina, Qatar, Singapura, Thailand, Chinese Taipei, Vietnam, dan Indonesia sebagai tuan rumah. Para atlet berkompetisi dalam sejumlah nomor pertandingan, di antaranya single dan double, dengan semangat untuk menjadi yang terbaik sekaligus memperoleh pengalaman berharga di panggung kompetisi internasional. Rangkaian kejuaraan dibuka secara resmi oleh Dewan Pembina PB.PBI, Jendral TNI Purn Agum Gumelar. Penyelenggaraan kejuaraan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi para atlet junior Boling Indonesia, tetapi juga menjadi bagian dari proses panjang pembinaan generasi penerus Boling yang mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Selain mengejar prestasi, kejuaraan tersebut menjadi ruang bagi para atlet muda untuk membangun karakter, sportivitas, disiplin, persahabatan lintas negara, serta menumbuhkan semangat untuk terus berkembang menuju level prestasi yang lebih tinggi.

Bayan Open 2026 Jadi Panggung Atlet Muda Kaltim

Bayan Open 2026

Rangkaian turnamen bulu tangkis berlevel nasioanl, Sirkuit Nasional 2026, akan kembali berlanjut. Kali ini, Sirkuit Nasional C Bayan Open 2026 kembali digelar di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 24-29 Agustus 2026. Kompetisi ini menjadi bagian dari komitmen pembinaan olahraga sekaligus membuka peluang lebih besar bagi atlet muda di luar Pulau Jawa untuk berkembang. Senior Manager PT Bayan Resources, Suhud Wahyudi, mengatakan dukungan terhadap pembinaan olahraga menjadi salah satu bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR). Bulu tangkis menjadi salah satu cabang olahraga yang mendapat perhatian karena memiliki basis penggemar besar di Indonesia dan telah menorehkan berbagai prestasi di tingkat dunia. “Bulu tangkis adalah salah satu olahraga favorit di Indonesia yang prestasinya mendunia, sehingga kita layak ikut berpartisipasi mengembangkan ini di level-level yang bawah,” ujar Suhud. Menurut dia, penyelenggaraan kompetisi bulu tangkis secara berkesinambungan penting untuk mendukung proses pembinaan atlet. Selama ini, turnamen berskala nasional dinilai masih lebih banyak digelar di Pulau Jawa. Kondisi tersebut membuat atlet dari luar Jawa harus mengeluarkan biaya dan waktu lebih besar untuk mengikuti pertandingan nasional. Karena itu, Bayan Open 2026 di Balikpapan diharapkan dapat menjadi salah satu wadah bagi atlet muda Kalimantan untuk mendapatkan pengalaman bertanding tanpa harus selalu bepergian ke Pulau Jawa. “Kami merasa perlu adanya kompetisi yang berkesinambungan, terutama di luar Jawa. Khususnya karena kami kebetulan di Balikpapan, kami adakan di Balikpapan,” katanya. Suhud mengatakan pembinaan atlet usia muda menjadi salah satu fokus utama dalam penyelenggaraan Bayan Open 2026. Kategori pertandingan mencakup kelompok usia dini hingga taruna. Pembinaan sejak usia muda dinilai penting untuk menjaga regenerasi atlet bulu tangkis di Kalimantan Timur. “Kami terutama adalah pembinaan untuk atlet-atlet muda,” ujarnya. Menurut Suhud, kompetisi yang berkualitas dan digelar secara rutin dapat memberikan pengalaman bertanding yang sangat dibutuhkan atlet untuk meningkatkan kemampuan. Semakin banyak pertandingan yang diikuti, semakin besar pula kesempatan atlet memperoleh poin sekaligus menghadapi lawan dengan karakter permainan yang berbeda. Kita harapkan prestasi atlet itu akan terus berkembang. Kita harapkan terus berkembang mencapai nasional,” katanya. Kehadiran Bayan Open 2026 juga diharapkan memberikan manfaat bagi atlet dari berbagai daerah di Kalimantan Timur dan sekitarnya. Atlet dari Tenggarong, Samarinda, hingga Bontang kini memiliki kesempatan mengikuti kompetisi berskala nasional di Balikpapan. Mereka tidak hanya mendapatkan pengalaman bertanding, tetapi juga memiliki peluang mengumpulkan poin dan meningkatkan peringkat melalui kompetisi tersebut. Selain itu, pertemuan dengan atlet dari berbagai daerah menjadi bagian penting dalam proses pengembangan kemampuan. “Ada kompetisi yang bagus tentunya ada kesempatan untuk sparing partner dengan pemain-pemain lain yang berkualitas,” tutur Suhud. Melalui penyelenggaraan Bayan Open yang dilakukan secara berkesinambungan, pihak penyelenggara berharap semakin banyak atlet muda dari Kalimantan Timur mampu berkembang dan bersaing di tingkat nasional. “Harapan kami, atlet-atlet muda, atlet-atlet muda usia dini, terus berkembang, bisa bersaing dengan daerah-daerah lain,” pungkasnya. Bayan Open 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi ajang pertandingan, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pembinaan bulu tangkis di Kalimantan Timur. Konsistensi penyelenggaraan kompetisi menjadi salah satu modal untuk mencetak regenerasi atlet yang mampu membawa nama Kaltim ke level nasional hingga internasional.

Putri Don Bosco Padang Akhiri Puasa Gelar

Tim putri SMA Don Bosco Padang

Tim putri SMA Don Bosco Padang berhasil menjegal skenario three-peat SMA Adabiah 2 Padang di ajang Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Sumatra. Yup, putri Don Bosco mengalahkan Adabiah 2 Padang di partai final dengan skor akhir 49-41, Sabtu, 22 Agustus 2026. Don Bosco Padang datang ke partai final dengan dua misi. Mengakhiri kutukan selalu menjadi nomor dua. Plus membalaskan dendam kekalahan di partai final pada edisi sebelumnya. Putri Don Bosco Padang langsung tancap gas ketika melantai di GOR Prayoga Padang. Mereka berhasil menutup kuarter pertama dengan keunggulan dua angka (11-9). Putri Don Bosco Padang tidak mengurangi intensitas menyerang mereka di kuarter kedua. Ini menjadi siasat mereka untuk mengantisipasi Adabiah 2 Padang menemukan momen untuk comeback. Ya, tahun lalu, putri Adabiah 2 Padang tertinggal di kuarter kedua. Pada babak kedua, mereka berhasil menangkap Don Bosco dan membalikkan keadaan. Nah, tak inign kejadian tahun lalu terulang, Don Bosco Padang terus menjaga margin keunggulan. Meski Adabiah 2 Padang bisa mencetak angka untuk mengejar ketertinggalan, Don Bosco Padang juga menemukan cara untuk terus menjauh. Di awal kuarter keempat, ada empat pemain Don Bosco yang sudah mengantungi empat pelanggaran (personal foul). Ini jelas menjadi ujian terberat mereka dalam menyegel piala tahun ini. Pada sudut lain, Adabiah 2 Padang terus mengejar. Ketika waktu tersisa satu menit, jarak ketertinggalan Adabiah hanya terpaut delapan poin. Mereka punya momen untuk terus mengejar lewat tembakan gratis. Sayang, tembakan tersebut gagal dimanfaatkan. Kemenangan Don Bosco Padang atas Adabiah 2 jadi bukti bahwa tak ada yang tak mungkin di DBL West Sumatra. Don Bosco Padang menanti selama tiga musim untuk bisa mengangkat piala. “Tahun ini tekad kita memang ingin membuktikan ke semua orang kalau Don Bosco putri itu juga bisa champion. Karena biasanya tim putri kita itu selalu diremehkan karena runner-up terus,” ungkap Tamara Patricia, salah satu pemain Don Bosco. Rahma Aura Putri, garda Don Bosco, menjadi pengumpul angka terbanyak dengan 19 poin dan 6 steal. Tamara Patricia membantu dengan catatan dobel-dobel dengan 16 poin dan 13 rebound. Vivianne Ellen membantu dalam urusan duel rebound. Pada laga final, Vivianne mengemas 6 poin dan 10 rebound. Humaira Chairunnisa menjadi pengumpul angka terbanyak di skuad Adabiah 2 Padang dengan catatan 17 poin dan 14 rebound. Terakhir kali tim putri Don Bosco juara ada pada musim 2019. Setelah lima musim lamanya mereka kembali lagi mengangkat piala. Ini juga membuka peluang bagi SMA Don Bosco Padang untuk mengawinkan gelar juara. Tim putra mereka juga berlaga di partai final DBL West Sumatra 2026. Laga final sektor putra berlangsung 18.30 WIB.

Sejarah Tercipta! Smanda Bukittinggi Juara Baru DBL West Sumatra 2026

Punggawa tim putra SMAN 2 Bukittinggi

Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Sumatra melahirkan juara baru. Adalah tim putra SMAN 2 Bukittinggi yang berhasil menahbiskan diri menjadi kampiun musim ini. Tim putra Smanda Bukittinggi berhasil mengalahkan SMA Don Bosco Padang di babak final dengan skor akhir 57-50, Sabtu, 22 Agustus 2026. SMA Don Bosco Padang merupakan finalis sekaligus juara DBL Sumatra musim lalu. Lengkap sudah perjalan Cinderella Smanda Bukittinggi di DBL West Sumatra musim ini. Yup, mereka bukan hanya mengalahkan sang juara bertahan di partai final. Pada babak Fantastic Four, putra Smanda juga sudah mengalahkan runner up musim lalu. Keganasan Smanda Bukittinggi di partai final begitu terasa. Ambisi mereka untuk bisa juara sangat besar. Terbukti di lapangan, putra Smanda Bukittinggi berhasil memberi kejutan di awal kuarter. Mereka sukses menutup babak pertama dengan keunggulan empat poin (31-27). Di kuarter ketiga, Don Bosco mengejar. Mereka sempat melaju enam poin tanpa balas untuk menyamakan kedudukan. Tapi, di akhir kuarter ketiga, anak-anak Smanda Bukittinggi mengejar dan membuat skor imbang 41 sama. Di kuarter terakhir, Smanda Bukittinggi langsung membuka dengan aksi layup Teuku Rhayza ketika waktu baru berjalan satu menit. Momentum kemenangan Smanda Bukittinggi ada di tangan Araf Hanif Yusri. Memenangkan duel udara, Araf langsung melakukan tembakan. Skor berubah menjadi 50 sama ketika waktu tersisa tiga menit. Setelah itu, putra Smanda Bukittinggi melesat tujuh poin tanpa balas. Sebanyak 5 dari 7 poin disumbangkan oleh Habeil Ghani. Pada laga kali ini, Habeil sejatinya bisa dihentikan oleh anak-anak Don Bosco Padang. Habeil mengoleksi 12 poin dan 16 rebound. Ia membuat 10 kali kesalahan. Sayang, sepuluh kesalahan yang diciptakan oleh Habeil tidak bisa dimanfaatkan dengan baik oleh anak-anak Don Bosco Padang. Anak-anak Don Bosco memang bermain sedikit lebih tenang ketimbang lawannya. Tapi, ketenangan itu yang menjadi bumerang bagi Don Bosco. Kesempatan-kesempatan serangan balik cepat yang bisa berbuah poin gagal mereka manfaatkan. Selain Habeil, Teuku Rhayza mengumpulkan dua digit angka dengan 10 poin dan 1 rebound. Arfha Adam membantu Habeil di urusan duel udara. Arfha mengantungi 8 poin dan 18 rebound. Sebanyak 14 rebound diamankan Arfha saat posisi bertahan. Di skuad Don Bosco, Almuarifi Shodaqta menjadi satu-satunya pencetak dua digit angka. Almuarifi mengantungi 10 poin. Salah satu pemain kunci Don Bosco, Abiyyu Desani, hanya bermain empat menit di laga final. Ia sempat mendapat perawatan setelah terdapat insiden. Ini membuatnya menepi pada kuarter awal dan tidak melanjutkan pertandingan. Kemenangan ini membuat Smanda bukan hanya menjadi juara baru dan mengukir cerita indah. Anak-anak Smanda juga berhasil mematahkan dominasi SMA Don Bosco di DBL West Sumatra. Merusak skenario kawin gelar Don Bosco. Plus membuktikan bahwa setiap tim punya kesempatan yang sama untuk mengangkat piala.

Jaring Bibit Atlet Muda PSHT Kobaret Gelar Kejuaraan Boxing

Kejuaraan olahraga boxing bertajuk Call Fight Days yang digelar PSHT KOBARET (Komando Barisan Terate) Solo Raya

PSHT KOBARET (Komando Barisan Terate) Solo Raya berkolaborasi dengan jajaran BRIGIF 6 / TRI SHAKTI BALAJAYA / 2 KOSTRAD merayakan semangat Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia melalui gelaran kejuaraan olahraga boxing bertajuk Call Fight Days.‎ ‎Ajang yang berlangsung meriah di Lapangan Brigif 6 Palur, Minggu 23 Agustus 2026 ini, digagas tidak hanya untuk mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat, tetapi juga sebagai wadah pembinaan dan penjaringan bibit-bibit atlet potensial di kawasan Solo Raya.‎ ‎Kejuaraan boxing ini diikuti oleh 50 peserta dari berbagai sasana dan camp yang terbagi ke dalam 25 partai pertandingan. Kategori yang dipertandingkan sangat beragam, mulai dari kelas youth, pra-remaja, remaja, elit, hingga pertarungan sengit di partai utama yang menghadirkan petinju berpengalaman kelas Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dari Jawa Timur serta dua partai khusus petinju putri. Ketua Panitia Call Fight Days, Bayu Saputro Tebas, menjelaskan panitia memilih aturan perlombaan ke boxing lantaran melihat tingginya animo pendaftaran dibandingkan tinju konvensional. Ajang yang memperebutkan Piala Danbrigif 6 dan Piala Ketua Umum Tebas ini diproyeksikan menjadi agenda rutin pembinaan. ‎”Karena kemarin pendaftaran itu kebanyakan boxing. Tinjunya kurang diminati, jadi untuk atlet semuanya kebanyakan boxing. Makanya kita alihkan ke rule-nya boxing aja,” kata Ketua Panitia Call Fight Days, Bayu Saputro Tebas. ‎Menurut Bayu, tingginya animo ini juga dipengaruhi dari pembibitan atlet boxing di Solo Raya yang cukup bagus. Ia optimis bahwa olahraga boxing memiliki masa depan cukup cerah di Solo Raya. ‎”Untuk di Solo, alhamdulillah pembinaan boxing bagus banget, banyak peminatnya. Jadi Brigif sama Kobaret ini saling sinergi, Mungkin kedepan role boxing seperti ini nanti akan kita kembangkan lagi. Termasuk melakukan pembinaan,” ucap Bayu. ‎Sementara itu, Dewan Penasihat Kobaret Solo Raya, Sriyanto, mengungkapkan, kegiatan ini digagas atas kerja sama erat dengan Brigif 6 guna membangun persatuan dan kedekatan antara prajurit TNI dengan elemen masyarakat sipil lewat kegiatan yang positif. ‎”Kegiatan ini kolaborasi Kobaret dengan Brigif 6 dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI agar tercipta sinergitas. TNI dan masyarakat bisa bersatu, karena TNI adalah pengayom masyarakat. Lewat pertandingan antar-sasana dari anak-anak sampai dewasa ini, kita harap dapat melatih mental sekaligus melahirkan atlet-atlet baru dari Solo Raya,” ujar Sriyanto. ‎Adapun, suasana di Lapangan Brigif 6 Palur tampak semarak dengan hadirnya puluhan tenda UMKM dan warga yang antusias menyaksikan setiap partai pertandingan, sekaligus berpartisipasi dalam aksi donor darah.

Kejurnas Hockey Indoor 2026 Resmi Digelar

Kejuaraan Nasional Hockey Indoor 2026

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Hockey Indoor 2026 resmi digelar di GOR Nambo Jaya Sport Centre, Kota Tangerang, Banten, Minggu (23/8). Ajang tersebut diikuti 24 tim dari 12 provinsi di Indonesia dan berlangsung hingga 30 Agustus. Gubernur Banten, Andra Soni membuka langsung kejuaraan tersebut. Turut hadir Ketua Umum PP FHI, Mayjen TNI (Purn) Budi Sulistijono, Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari, Sekjen FHI Yasser Arafat Suaidy, Ketua Pengprov FHI Banten HM Ali Hanafiah, serta Wali Kota Tangerang Sachrudin. Andra Soni menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung pembinaan hockey secara berkelanjutan. Ia menargetkan pembangunan lapangan hockey yang representatif di Kota Tangerang pada 2027 sebagai bagian dari persiapan Banten menjadi tuan rumah PON 2032 bersama Lampung. “Kami berharap prestasi olahraga hockey di Indonesia, khususnya di Banten, terus berkembang. Hockey merupakan olahraga olimpiade yang populer di dunia, dan tugas kita bersama untuk makin mempopulerkannya di Tanah Air,” ujar Andra Soni. Pemprov Banten juga berencana melengkapi Banten Sport Center dengan Stadion Hockey Field berstandar internasional. Fasilitas tersebut akan berdampingan dengan sarana akuatik, atletik, beladiri, dan futsal yang telah direncanakan dalam RPJMD. Sementara itu, Budi Sulistijono mengapresiasi pelaksanaan Kejurnas Hockey Indoor 2026. Menurut dia, kejuaraan tersebut menjadi tolok ukur pembinaan prestasi hockey di berbagai daerah. “Kejurnas ini sangat strategis sebagai tolak ukur pembinaan prestasi di daerah-daerah. Kami berharap seluruh atlet tampil maksimal mengeluarkan performa terbaik dari hasil latihan selama ini,” kata Budi. Budi juga menilai Banten memiliki potensi besar dalam melahirkan atlet muda hockey indoor yang dapat dibina untuk level nasional. Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari menilai Kejurnas Hockey Indoor memiliki arti penting dalam perhitungan poin prestasi atlet. Menurut dia, ajang National Championship memiliki bobot poin tinggi sebagai bagian dari perjalanan menuju kualifikasi Olimpiade. “Hockey Indonesia bukan kaleng-kaleng. Kita sudah punya delapan atlet yang bermain di liga profesional luar negeri. Kejurnas ini adalah fondasi penting, dan kami siap melihat lahirnya atlet-atlet kelas dunia dari ajang ini,” ujar Okto. Ia menyebut saat ini terdapat delapan atlet hockey Indonesia yang telah bermain di liga internasional. Kejurnas tersebut diharapkan menjadi wadah lahirnya atlet yang mampu bersaing di level dunia. Wali Kota Tangerang Sachrudin menyambut positif kepercayaan yang diberikan kepada daerahnya untuk menjadi tuan rumah Kejurnas Hockey Indoor 2026. “Ini merupakan kebanggaan bagi Kota Tangerang dipercaya menyelenggarakan kejuaraan tingkat nasional. Olahraga membina semangat disiplin dan sportifitas, sekaligus mengukur kemampuan para atlet,” ujar Sachrudin. Menurut dia, penyelenggaraan Kejurnas juga memberikan dampak terhadap sport tourism dan perekonomian masyarakat. “Kejuaraan ini tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga memutar roda ekonomi masyarakat serta meningkatkan omzet UMKM di Kota Tangerang,” pungkasnya.

Hydroplus Sirnas B Bengkulu 2026: Giliran Jaya Raya Jakarta Juara Umum

Sirkuit Nasional B Bengkulu 2026

Rangkaian pertandingan HYDROPLUS Sirkuit Nasional (Sirnas) B Bengkulu 2026 berakhir pada Sabtu (22/8) petang. Sebanyak 11 partai final yang mempertandingkan 11 kategori rampung digelar di GOR Sportatorium, Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Sabtu (22/8) sore. Seperti tiga seri sebelumnya, HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026 yang berlangsung pada 17-22 Agustus mempertandingkan 11 kategori yang terbagi dalam tiga kelompok usia, yakni Usia Dini, Anak, dan Pemula. Keenam kategori pada kelompok Usia Dini dan Anak meliputi Usia Dini Tunggal Putra (UDPA), Usia Dini Tunggal Putri (UDPI), Tunggal Anak Putra (TAPA), Tunggal Anak Putri (TAPI), Ganda Anak Putra (GAPA), dan Ganda Anak Putri (GAPI). Sementara itu, kelompok Pemula mempertandingkan Tunggal Pemula Putra (TPA), Tunggal Pemula Putri (TPI), Ganda Pemula Putra (GPA), Ganda Pemula Putri (GPI), serta Ganda Pemula Campuran (GPC). Jaya Raya Jakarta akhirnya mampu memutus rentetan juara umum milik PB Djarum usai tampil sebagai klub dengan raihan gelar terbanyak dengan 6 gelar juara. DIsusul, Mutiara Cardinal Bandung dengan dua gelar. Tiga gelar juara lain, dibagi rata menjadi milij PB Djarum, Perkasa Ardana Badminton Club dan Jaya Raya Solo. Seri Sirnas berikutnya akan berlangsung di Kota Balikpapan dengan tajuk Bayan Open pada tanggal 24 – 29 Agustus 2026. Selain itu, Seri sirnas lain akan dilanjut ke Kota Yogyakarta. Seri sirnas berlabel Sirkuit Nasional A tersebut akan berlangsung pada 8 – 13 September 2026. Berikut hasil lengkap rangkaian partai final HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026: Lapangan 1 GPC Satria Pinandita Yudistira/Khanza Zulfanihayah (PB Djarum) vs. Ahmad Hudzaifah/Alika Naila Putri (Mutiara Cardinal Bandung) 21-19, 21-17 TAPI Maura Wahyu Keisha Maharani (Jaya Raya Jakarta) vs. Shallom Angelica Sari (PB Djarum) 21-12, 21-16 UDPA Azka Luthfi Mahardika (Mutiara Cardinal Bandung) vs. Muhammad Dafi Alfathan (Iskandar Alamla Palembang) 22-20, 21-7 TPA Ghalib Ahnaf Dira (Jaya Raya Jakarta) vs. Muhammad Farid Habibulloh (Alamsyah Yunus Badminton Club) 16-21, 21-14, 21-16 GAPA Raihan Farid ‘Atha Mufida/Zhafran Almer Haq (Perkasa Ardana Badminton Club) vs. Andra Julio Ghaizan/Delvino Eugene Lantu (Jaya Raya Satria) 21-18, 14-21, 22-20 TAPA Athalla Rizlya Putra (Jaya Raya Jakarta) vs. Mochamad Rizqi Abdullah (Jaya Raya Solo) 21-11, 21-18 GPI Khanza Zulfanihayah/Queeny Opsi Palamarta (PB Djarum) vs. Grenville Evy Nanda/Nufaisah Aliyah Rohmah (Jaya Raya Jakarta) 21-23, 12-21 GPA Brian Aqila Daniswara/Raysel Emerald Gracylon (PB Djarum) vs. Ahmad Hudzaifah/Muhammad Rizky Fadhillah (Mutiara Cardinal Bandung) 14-21, 21-13, 15-21 Lapangan 2 TPI Metta Handayani Hartono (Jaya Raya Jakarta) vs. Khanza Janeeta Nugraha (Jaya Raya Jakarta) UDPI Azhalea Khaliqa Dzahin Salsabila (Jaya Raya Solo) vs. Anindita Nuur Varisha (Jaya Raya Satria) 21-10, 21-13 GAPI Amira Ghassani Ahlam/Naura Khaira Raya Kharisma (Alamsyah Yunus Badminton Club/Global Pratama) vs. Angelice Luigi Nathaniela/Aqila Sybil Aufa Ilham (Jaya Raya Jakarta) 18-21, 16-21

Cikal Sabet Emas World Climbing Asia Youth Championship

Ardana Cikal Damarwulan

Atlet panjat tebing Indonesia Ardana Cikal Damarwulan mempersembahkan medali emas pertama bagi Indonesia pada ajang World Climbing Asia Youth Championship Guiyang 2026 di Guiyang, China. Cikal, sapaan Ardana Cikal Damarwulan, menjadi yang terbaik pada nomor boulder putra kelompok usia U-17 setelah mencatatkan skor 69,7 pada babak final yang berlangsung di Guiyang, Sabtu. Dalam klasemen final, Cikal mengungguli atlet Jepang Takumi Nakayama yang menempati posisi kedua dengan skor 69,2, serta Jungyoon Choi dari Korea Selatan yang juga membukukan skor 69,2. Sementara itu, atlet China Zerun Mu berada di posisi keempat dengan skor 59,7, diikuti Taketo Saiki dari Jepang (54,7), Heming Huang dari China (44,2), dan Boxuan Chen dari China (39,4). Hasil tersebut menjadi prestasi penting bagi Indonesia dalam kejuaraan yang berlangsung pada 21-25 Agustus 2026 dan mempertandingkan disiplin speed, lead, boulder, serta speed relay. Sebelumnya, Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) mengirimkan 13 atlet muda untuk tampil pada kejuaraan tersebut. Kontingen Indonesia diperkuat enam atlet putra dan tujuh atlet putri yang bersaing pada kelompok usia U-17 dan U-19. Indonesia ambil bagian dalam 14 nomor dari total 16 nomor yang dipertandingkan. Kejuaraan tahun ini juga menghadirkan nomor speed relay atau estafet yang untuk pertama kalinya menjadi bagian dari rangkaian Asia Youth Championship. Cikal sebelumnya juga dipercaya memperkuat Indonesia pada nomor lead putra U-17. Kehadirannya di dua disiplin tersebut menjadi bagian dari upaya FPTI memberikan pengalaman bertanding internasional kepada atlet-atlet muda sekaligus mengukur perkembangan mereka menghadapi persaingan di level Asia.