Day: June 2, 2026
FIBA U18 SEABA Qualifiers: 15 Pemain Putra Siap Jalani TC Lanjutan
Pelatih Timnas Basket U18 Putra Indonesia, Ismael melakukan pengerucutan nama pemain yang akan dibawa untuk berjuang di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026. Usai menjalani seleksi tahap kedua pada 18-20 Mei 2026 dengan diikuti 33 pemain, kini jumlahnya menyusut menjadi 15 nama. Dari 15 nama ini ada satu pemain diaspora. Nama pemain diaspora itu adalah Jaya Bayuntara. Dia akan bahu membahu berjuang untuk Merah Putih dengan pemain lainnya di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026 yang akan berlangsung di Krabi, Thailand, pada 10-14 Juni 2026. Nama-nama yang lolos seleksi bersama Jaya di antaranya adalah Miracle Christiano, Irman Farras, Chimaobi Nzekwue, Steven Sebastian, Efrael Yerusyalom, dan Gede Dio Arghya Naranatha. Kini 15 nama ini melanjutkan persiapan dibawah asuhan tim pelatih yang dipimpin Coach Ismael. Latihan berlangsung di GBK Arena Senayan, Jakarta Pusat. Mereka juga sempat menjalani uji coba melawan Tim Pelatda DKI Jakarta. Uji coba berlangsung di GOR Grogol pada Jumat (22/5) dengan hasil 80-67 untuk kemenangan Timnas Basket U18 Putra. Kata Coach Ismael, para pemain ini lanjut ke tahap selanjutnya karena kemampuannya yang saling melengkapi. “Karakter skil mereka yang dibutuhkan untuk saling melengkapi. Mereka juga memiliki energi yang luar bisa, respons, komunikasi, dan leadership yang baik,” ungkap Ismael. “Sebenarnya ada satu lagi pemain diaspora, Jayden Christopher Newell. Hanya yang bersangkutan harus menunda berjuang bersama Indonesia karena ada persyaratan administratif yang harus dilengkapi. Dengan kemampuan yang dimiliki, kesempatan selalu terbuka untuk Jayden,” lanjutnya. Ismael menjelaskan, selama latihan para pemain mengalami progres baik. Mereka mulai saling mengerti satu sama lain. Ini menjadi sinyal baik dalam persiapan menuju FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026. Selanjutnya, para pemain akan diberikan materi pematangan teknis sekaligus mencari komposisi 12 pemain inti, sehingga akan lebih siap hadapi persaingan di Krabi bulan depan. “Kami akan memaksimalkan waktu yang ada untuk mematangkan persiapan. Kami akan memberikan materi-materi teknis dan persiapan mental yang dibutuhkan untuk hadapi SEABA nanti,” terang Ismael. “Mohon doa restu dari masyarakat Indonesia agar persiapan berjalan lancar dan kami lolos ke FIBA Asia Cup,” jelas Ismael. Komposisi 15 Pemain Timnas U18 Putra Indonesia: Miracle Christiano Chimaobi Nzekwue Steven Sebastian Fathy Muhammad Zhafif Efrael Yerusyalom Enrichia Ryansean Bastian Gunawan Sean Jason Nathan Kilapong Made Gandhi Wibisana Menara Gede Dio Arghya Naranatha Irman Farras Bryan Jonathan Kovith Jaya James Anak Agung Bayuntara Muhammad Fakhrizal Firdaus Hansel Orleans Hermawan Orlando Timothy
ITF J30 Sukoharjo: Petenis Indonesia Kawinkan Gelar Juara
Petenis junior Indonesia, Rafa Jeconia Verdasco Mangunsong dan Gwen Emily Kurniawan mengawinkan gelar tunggal putra dan tunggal putri pada ajang tenis internasional ITF J30 di Stadion Tenis Gelora Merdeka, Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu. Dalam turnamen bertajuk DETEC International Junior Championship itu Rafa, yang berusia 17 tahun, menumbangkan unggulan kedua asal Amerika Serikat Brandon Duan dengan 6-4, 4-6, 6-3. “Saya sangat bersyukur bisa juara di Sukoharjo. Akhirnya setelah lima kali terhenti di semifinal, bisa juara di final pertama,” kata Rafa dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta. Kemenangan itu turut menyukseskan misi revansnya dari petenis kidal, yang mengalahkannya pada final Asian Tennis Federation (ATF) Jakarta 16U, dua tahun lalu. Rafa mengaku cukup kewalahan pada final yang berlangsung selama dua setengah jam. Setelah mengambil set pertama, Rafa kecolongan di pertengahan set kedua. Meskipun unggul tiga gim, 4-1, ia mesti merelakan set kedua setelah kalah dalam lima gim beruntun. “Gim keenam, set kedua sebenarnya saya sudah leading, 40-0. Tapi, saya merasa kesulitan buat menutup gim-nya. Saya tidak tahu juga berapa kali dapat game point. Berkali-kali kena deuce sebelum diambil. Saya mikirin gim itu terus. Jadi, kalah set kedua, 4-6,” ujar Rafa. Rafa bangkit pada set penentu, dengan bermain lepas dan mengembalikan fokus. Keuletannya menuai hasil positif yang berbuah kemenangan. Senada, Gwen juga menang rubber set dalam final tunggal putri. Namun, petenis berusia 15 tahun itu tertinggal satu set lebih dahulu dari unggulan kedua asal China Xinran Yan dengan 2-6, 6-2, 6-1. “Yan sangat gesit, sangat lincah. Sangat berani mukulnya. Bolanya mepet-mepet ke pojok dan cepat. Sekalinya, aku kasih bola pendek, dia langsung nyerobot, ngambil. Sulit banget di awal-awal karena belum terbiasa,” kata Gwen. Gwen cepat belajar dari kekalahan di set pertama. Setelah bermain pasif untuk membaca kekuatan lawan, peringkat 869 dunia itu mulai keluar menyerang sejak permulaan set kedua. Alhasil, poin-poin krusial dapat ia menangi untuk memaksa digelarnya set ketiga. Kemenangan tersebut menjaga tren positif Gwen. Sepanjang 2026, ia memenangi 86 persen pertandingan level J30. Tambahan 30 poin diprediksi mengerek peringkatnya ke 720-an. “Aku sangat happy bisa meraih juara. Rasanya benar-benar memuaskan. Kerja kerasku terbayarkan,” ujar Gwen. Sementara itu, Xinran Yan dapat mengobati kekalahan dengan gelar ganda turnamen besutan DETEC (Deddy Prasetyo Tennis Club). Yan, yang menggandeng petenis Hong Kong Lena Lin, mengatasi perlawanan sengit duet tuan rumah, Quirina Trea dan Kaylee Tandjung, 7-6(1), 4-6, 10-8. Sementara itu, ganda putra yang menghadirkan final antar ganda Indonesia dimenangi Komang Bagus Wahyu Purustama/Rangga Wisnu Kresna Rafansyah. Petenis binaan Kentoeng Tennis Academy itu mengatasi unggulan ketiga, Joseph Owen Lauw/Alfaradu Sumirat, 7-6(0), 7-6(0). Setelah menyelesaikan kejuaraan pekan pertama, turnamen tersebut berlanjut ke gelaran pekan kedua. Lebih dari lima puluh petenis mancanegara akan memulai langkah pada babak kualifikasi ajang bagi petenis sampai dengan usia 18 tahun tersebut pada Minggu (31/5).
Veda Ega finis di urutan delapan Moto3 GP Italia
Pembalap Veda Ega Pratama finis di urutan kedelapan pada Moto3 Grand Prix Italia yang berlangsung di Sirkuit Moteggi, Minggu (31/05/2026). Memulai balapan dari urutan ke-13, Veda mencoba langsung tancap gas untuk memburu posisi terdepan. Perlahan namun pasti, manuver Veda mampu membuatnya berada di persaingan perebutan posisi keenam. Veda terus bersaing menghadapi David Munoz yang mencoba untuk mempertahankan posisinya. Namun, pembalap Honda Team Asia tersebut gagal mempertahankan performa impresifnya dan tercecer di urutan ke-16 pada pertengahan balapan. Terus mencoba untuk melaju di barisan depan, Veda akhirnya harus puas finis di urutan kedelapan pada balapan. Hasil ini juga membuat Veda Ega sementara tertahan di peringkat kelima klasemen sementara dengan torehan 66 poin.
Piala AFF U19: Indonesia Bantai Myanmar Di Laga Pertama
Timnas U-19 Indonesia meraih hasil positif pada laga perdana Grup A ASEAN U-19 Boys’ Bank Sumut Championship 2026 setelah mengalahkan Myanmar dengan skor 3-0 di Stadion Utama Sumatera Utara, Senin 1 Juni 2026. Tiga poin ini membawa Garuda Muda menempati posisi kedua klasemen sementara Grup A dengan koleksi tiga poin, berada di bawah Vietnam yang juga meraih kemenangan pada pertandingan sebelumnya atas Timor Leste dengan skor 3-0. Sejak peluit awal dibunyikan, Indonesia berupaya mengambil inisiatif serangan. Meski demikian, Myanmar mampu memberikan perlawanan yang membuat pertandingan berlangsung cukup ketat, terutama sepanjang babak pertama. Peluang pertama Indonesia hadir melalui sepakan jarak jauh Zinadein Zidan Ardiansyah. Namun, upayanya masih belum menemui sasaran. Pada menit ke-34, Garuda Muda kembali mengancam lewat sundulan Arkhan Kaka yang memanfaatkan umpan lambung Reno Salampessy. Bola masih membentur tiang gawang sehingga skor belum berubah. Usaha Indonesia akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-38. Arkhan Kaka berhasil memaksimalkan umpan yang mengarah ke kotak penalti dan menuntaskannya menjadi gol. Keunggulan 1-0 untuk Indonesia bertahan hingga turun minum. Menjelang akhir babak pertama, Myanmar sempat memperoleh kesempatan melalui tendangan bebas Thura Min Thant. Namun, bola masih melayang tipis di atas mistar gawang Indonesia. Memasuki babak kedua, Myanmar tampil lebih agresif dan beberapa kali mencoba menekan pertahanan Indonesia. Salah satu peluang terbaik mereka tercipta pada menit ke-66 ketika Sai Bo Bo Kyaw melakukan penetrasi dari lini tengah sebelum melepaskan tembakan dari jarak dekat. Kiper Dafa Al-Gasemi tampil sigap untuk mengamankan gawang Indonesia dari kebobolan. Di tengah meningkatnya intensitas serangan Myanmar, Indonesia berhasil menambah keunggulan pada menit ke-79 melalui Dimas. Gol tersebut berawal dari tekanan yang dilakukan terhadap kiper Myanmar, Sai Khant Min Nyo. Bola yang gagal diamankan dengan sempurna kemudian dimanfaatkan Dimas untuk mencetak gol kedua Indonesia. Dimas kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-87. Menerima bola di dalam kotak penalti, ia mampu menyelesaikan peluang dengan baik untuk membawa Indonesia unggul 3-0. Hingga pertandingan berakhir, tidak ada tambahan gol yang tercipta. Skuad asuhan Nova Arianto pun menutup laga pembuka dengan kemenangan meyakinkan dan mengamankan tiga poin penting dalam persaingan Grup A.