Dominasi Kejuaraan International Junior Open 2018, Indonesia Sabet Tiga Gelar Di Malaysia

Unggulan pertama ganda campuran event Malaysia International Junior Open 2018 asal Indonesia, Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti, takluk dari seeded 8, Ghifari Anandaffa Prihardika/Lisa Ayu Kusumawati, di babak final. (Pras/NYSN)

Jakarta- Para pebulutangkis junior Indonesia sukses membawa pulang tiga gelar di ajang Malaysia International Junior Open 2018. Tiga gelar disumbang wakil Merah Putih melalui sektor ganda campuran, tunggal putra, dan ganda campuran. Melakoni laga final pada Sabtu (18/8), di Dewan Wawasan 2020, Kangar, Perlis, Malaysia, gelar pertama Indonesia sudah diraih duet Ghifari Anandaffa Prihardika/Lisa Ayu Kusumawati. Unggulan delapan itu secara mengejutkan menekuk Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Rehan/Fadia yang tampil di event ini diplot sebagai unggulan satu, menyerah usai memainkan drama pertarungan melelahkan tiga game berdurasi 49 menit, dengan skor 21-19, 14-21, dan 21-16. Hasil positif juga ditorehkan Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay di sektor tunggal putra. Unggulan satu asal PB Djarum itu mengandaskan perlawanan kompatriotnya Muhammad Aldo Apriyandi. Ikhsan butuh waktu 38 menit untuk memastikan kemenangan straight game, 21-14 dan 21-10. Penampilan cemerlang juga diperlihatkan dobel Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin (7). Mereka berhasil menghadirkan kejutan, setelah melumpuhkan rekannya yang menempati unggulan dua, Rehan Naufal Kusharjanto/Pramudya Kusumawardana Riyanto. Duo Leo/Daniel menyudahi lawannya dengan straight game, 21-17 dan 21-12, dalam tempo 33 menit. Sayang, Indonesia harus merelakan gelar sektor tunggal putri dan ganda putri, yang harus jatuh ke tangan China, dan tuan rumah, Malaysia. Stephanie Widjaja yang sempat mebuat kejutan lantaran menempati unggulan 15, dipaksa menelan pil pahit usai kandas dari pemain non unggulan asal China, Han Qianxi. Wakil Negeri Tirai Bambu itu menuntaskan perlawanan Stephanie dalam tempo 27 menit, dengan skor meyakinkan 21-12 dan 21-11. Serupa, pasangan binaan PB Djarum, Febriana Dwipuji Kusuma/Ribka Sugiarto juga harus menelan kekecewaan. Unggulan dua masa depan Indonesia itu, justru tak berdaya menghadapi ketangguhan Pearly Tan Koong Le/Toh Ee Wei. Duet Negeri Jiran itu menang straight game, 21-13 dan 21-18, pada laga berdurasi 35 menit. (Adt)

Superior, Universitas Pelita Harapan (UPH) Empat Kali Juara LIMA Basketball Nationals

Tim Putra Universitas Pelita Harapan (UPH/Merah) Banten, kembali menjadi kampiun LIMA Basketball Nationals 2018. Selama empat tahun berturut, gelar juara itu mampu digenggam The Eagles. (LIMA)

Surabaya- LIMA Basketball Nationals 2018 telah rampung. Sebelumnya, fase conference telah digelar dengan keikutsertaan lima regional, yakni Greater Jakarta Conference (GJC), West Java Conference (WJC), Sumatra Conference (SMC), Central Java and Special Region of Yogyakarta Conference (CJYC) dan East Java Conference (EJC). Perhelatan akbar yang digelar di GOR Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur, bergulir 9-16 Agustus 2018. Sebanyak 12 tim putra dan 8 tim putri saling beradu dalam ajang bola basket nasional antarmahasiswa ini. Universitas Pelita Harapan (UPH) Banten masih menjadi yang terkuat di sektor putra LIMA Basketball Nationals. Seperti laga ulangan final GJC tahun ini, UPH sukses menaklukkan Universitas Esa Unggul (UEU) di final nasional ini. Selama empat tahun berturut-turut, gelar juara itu mampu digenggam The Eagles. Di sektor putri, gantian Universitas Esa Unggul (UEU) yamg superior dan kembali mempertahankan status kampiun. UEU finis di puncak LIMA Basketball Nationals usai menekuk UPH di final. Selama tiga musim, The Swans, julukan UEU, mempertahankan takhta juaranya. Kejutan disajikan peringkat ketiga sektor putra, Institut Perbanas. Absen selama tiga tahun di fase nasional, Perbanas comeback dengan finis di posisi ketiga. Peringkat ketiga GJC itu sukses menundukkan juara EJC, Universitas Surabaya (Ubaya), pada laga perebutan peringkat ketiga. Selain itu, LIMA juga memberi gelar top block, top steal, top rebound, top assist, top scorer, best management, dan juga MVP. LIMA pun turut mengapresiasi para student athlete, yang memiliki prestasi cemerlang. Status gelar all academic player, khusus disematkan untuk student athlete yang juga mengukir Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi. (Adt) Hasil LIMA Basketball Nationals 2018 Putri Juara Putri Universitas Esa Unggul Jakarta Peringkat 2 Universitas Pelita Harapan Banten Peringkat 3 Universitas Surabaya Putra Juara Putra Universitas Pelita Harapan Banten Peringkat 2 Universitas Esa Unggul Jakarta Peringkat 3 Institut Perbanas Jakarta Gelar individual LIMA Basketball Nationals 2018 Top Assist Tiara Aulia Denaya (Univ. Esa Unggul Jakarta) Christian Pascal (Univ. Padjadjaran Bandung) Top Rebound Lea Elvensia W Kahol (Univ. Surabaya) Agus Salim (Univ. Esa Unggul Jakarta) Top Block Ni Komang Sitha Dewi Marino (Univ. Pelita Harapan, Banteng) Agung Eko Prabowo (Univ. Surabaya) Top Steal Tiara Aulia Denaya (Univ. Esa Unggul Jakarta) Muhammad Basith (Institut Perbanas Jakarta) Top Scorer Lea Elvensia W. Kahol (Univ. Surabaya) Dandung O’Neal Pamungkas (Univ. Atmajaya Yogyakarta) Best Management Institut Teknologi Harapan Bangsa, Bandung Institut Perbanas, Jakarta All Academic Player Zulfa Nur Umniyah – Univ. Pendidikan Indonesia, Bandung – 3,91 Alfi – Univ. Ahmad Dahlan, Yogyakarta – 3,90 MVP Jane Charissa Adelaide Purwandoyo – Univ. Esa Unggul Jakarta Yesaya Alesandro Saudale – Univ. Pelita Harapan, Banten

Gelar TC Hingga Akhir Agustus, Skuat Timnas U-19 Komplet Usai Asian Games 2018

Timnas U-19 kembali melaksanakan program pemusatan latihan (TC), jelang even Piala Asia U-19, di Lapangan UNY, Yogyakarta, sejak Minggu (12/8) hingga akhir Agustus. (radarjogja.co.id)

Yogyakarta- Timnas U-19 kembali memulai pemusatan latihan (TC) even Piala Asia U-19, di Lapangan UNY, Yogyakarta, sejak Minggu (12/8) hingga akhir Agustus. Tiga pemain dari Liga 1 2018 yakni Rachmat Irianto (Persebaya), Asnawi Mangkualam (PSM Makassar), dan Nurhidayat (Bhayangkara FC), tampak sudah bergabung, pada Kamis (16/8). Dalam sesi latihan itu, total ada 28 pemain hadir, dari 33 nama yang dipanggil. Pada TC ini masih kurang lima pemain yang mash absen, termasuk dua pemain Persipura Jayapura, Todd Rivaldo dan David Rumakiek. Sedang Saddil Ramdani dan Rafli Mursalim, masih bergabung dalam skuat Timnas U-23 mengikuti Asian Games 2018. Kemudian satu nama lagi, Egy Maulana Vikri, yang masih menjalani kompetisi bersama klub asal Polandia, Lechia Gdansk. Assisten pelatih Timnas U-19, Miftahudin Mukson mengatakan latihan awal ini bertujuan mengevaluasi kelemahan di ajang Piala AFF 2018 lalu. “Ini adalah bagian dari program kami, hasil evaluasi AFF U-19 kemarin. Kami adopsi lagi untuk level lebih tinggi di Piala Asia U-19,” ujarnya, dilansir BolaSport.com dari Tribun Jogja. Sisi pertahanan dinilai Miftahudin masih lemah dan terus dilakukan perbaikan. “Kami coba untuk terus memperbaiki lagi pertahanannya, dan ini mulai agak baik,” ucap Miftahudin. Dalam rangkaian TC ini, skuat besutan Indra Sjafri berencana untuk menggelar sejumlah agenda uji coba. Sebanyak enam laga uji coba disiapkan oleh Indra. “Untuk laga internasional, rencananya ada dua atau tiga kali. Soal lawannya, PSSI masih melakukan penjajakan,” tambah Indra. Sempat terbesit kabar, Arab Saudi menjadi kandidat sparring partner Nurhidayat dan kolega, meski statusnya belum dipastikan kapan. Satu laga uji coba yang pasti digelar ialah melawan klub Liga 2, Semen Padang pada Sabtu (25/8). Di Piala Asia U-19 2018, Timnas U-19 tergabung di Grup A bersama Uni Emirat Arab, Qatar dan Taiwan. Laga pertama Garuda Nusantara bakal meladeni Taiwan, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, pada Kamis (18/10). (Dre) Daftar 33 Pemain Timnas U-19 yang dipanggil TC Yogyakarta Kiper 1. M. Aqil Savik (Persib Bandung) 2. Gianluca Pagliuca Rossy (Persija Jakarta) 3. Rakasurya Handika (Bali United) 4. M. Riyandi (Barito Putera) 5. Muhammad Adisatryo (SKO Ragunan) Belakang 6. Nurhidayat Haji Haris (Bhayangkara FC) 7. Juliyano Pratama (PS Tira) 8. Kadek Raditya (Persiba Balikpapan) 9. Habel Boaz Inzaghi Isir (Perseru Serui) 10. Firza Andika (PSMS Medan) 11. Indra Mustofa (Persib Bandung) 12. M Firly (Bogor FC) 13. Asnawi Mangku Alam Bahar (PSM Makassar) 14. Rachmat Irianto (Persebaya Surabaya) 15. Anan Mirgaf Lestaluhu (Persija Jakarta) 16. David Kevin Wato Rumakiek (Persipura Jayapura) 17. Samuel Christianson Simanjuntak (Sriwijaya FC) 18. Rifad Marasabessy (Madura United) Tengah 19. M Luthfi Kamal (Mitra Kukar) 20. Syahrian Abimanyu (Sriwijaya FC) 21. Witan Sulaeman (SKO Ragunan) 22. Resky Fandi Witriawan (Martapura FC) 23. Teuku Nur Fadil (Borneo FC) 24. Todd Rivaldo Ferre (Persipura Jayapura) 25. M. Raffi Syarahil (Barito Putera) 26. Saddil Ramdani (Persela Lamongan) 27. Feby Eka Putra (Bali United) 28. Egy Maulana Vikri (Lechia Gdansk) Depan 29. Hanis Saghara Putra (Bali United) 30. Aji Kusuma (Persika Karawang) 31. Rafli Mursalim (Mitra Kukar) 32. Kahar Muzakar (Persikota Tangerang) 33. Aulia Hidayat (Borneo FC)

Lakukan Debut di Asian Games 2018, Beban Mental Pebasket 16 Tahun Adelaide Callista Wongsohardjo

Pebasket 16 Tahun asal Malang, Adelaide Callista Wongsohardjo (12), mengaku grogi turun membela Merah Putih di laga perdana sekalgus ajang debutnya di event Asian Games XVIII/2018. (mainbasket.com)

Jakarta- Adelaide Callista Wongsohardjo patut bangga diberi kesempatan masuk dalam skuat tim nasional (Timnas) basket putri Indonesia Asian Games XVIII/2018. Bahkan, gadis kelahiran Malang 12 Oktober 2001, diberi kepercayaan sang juru racik tim Arif Gunarto memulai debut perdananya saat berjumpa Korea Bersatu. Gabungan Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut) itu, ia hadapi di Hall Basket Komplek Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, pada Rabu (15/8). Sayang, Adelaide dan kolega harus mengakui ketangguhan tim Korea, dengan skor 40-108. Pengalaman bermain di Asian Games 2018 tentu bakal menjadi pelajaran yang berharga baginya. Tak setiap edisi, timnas basket putri Indonesia bisa tampil pada ajang empat tahunan itu. Usai laga, MVP atau pemain terbaik kompetisi DBL 2017 ini mengaku grogi turun membela Merah Putih di laga perdana. “Agak grogi gitu, tapi senang dikasih kesempatan bertanding lawan Korea,” ujar Laide–sapaan akrabnya, ditemui di Mixed Zone. Sebagai pemain termuda, apakah memiliki beban mental? “Iya, sih, harus mengimbangi pemain-pemain senior. Misalnya defense harus baik, tidak banyak salah,” jawab pemain binaan klub Bimasakti Malang itu. Diakui, dirinya mendapatkan pelajaran berharga kala berjumpa punggawa Negeri Ginseng itu. Apalagi, pada laga itu, Laide masih belum menyumbang poin bagi Indonesia. “Ya finishing-nya harus banyak lagi. Karena kami masih kurang di finishing, terus fundamental juga kurang. Ke depannya lebih berani lagi, dan kurangi kesalahan-kesalahan serta lebih semangat,” ungkap siswi SMAK St Albertus, Malang, Jawa Timur. Untuk selanjutnya, dara dengan tinggi 173 cm juga belum tahu bermain di klub profesional pada Srikandi Cup, atau tidak. Namun, ia membidik target untuk bermain di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020. “Setelah Asian Games 2018, masih ingin fokus sekolah, dan belajar. Mungkin target yang ingin dikejar itu PON,” pungkasnya. Sementara itu, Wahyu Gunarto, Manajer Timnas Basket Putri Indonesia menyebut pihaknya ingin Asian Games 2018 meninggalkan warisan kepada generasi muda. “Apalagi tidak setiap kesempatan Indonesia bisa tampil, sehingga ini merupakan waktu yang tepat memberikan pengalaman kepada pemain junior,” cetus Wahyu. (Adt)

Atlet 21 Tahun Asal Aceh Sandang Juara Dunia, Menpora : Hapkido Segera Masuk Anggota KONI

Imam Nahrawi (Menpora) memberikan apresiasi kepada Hurairah (kanan) atas prestasinya menjadi juara dunia Hapkido, di Jung Gu Community Center, Seoul, Korea Selatan, pada 29 Juli 2018. (Kemenpora)

Jakarta- Apresiasi tak sebanding dengan prestasi. Begitulah ungkapan yang menggambarkan perasaan Hurairah (21), atlet hapkido asal Aceh. Namanya memang tak setenar Lalu Muhammad Zohri sang juara dunia lari, tapi prestasi yang diraih juga turut mengharumkan Indonesia di kancah dunia. Sayed Ali Rafsanjani, Pelatih Hapkido, mengatakan pada 2018 ini, Hurairah meraih empat medali emas, saat mewakili Indonesia di ajang Kejuaraan Hapkido. Dua emas diperoleh dari Kejuaraan Hapkido se-Asia Tenggara, dan dua emas lainnya pada Kejuaraan Dunia Hapkido (World Hapkido Martial Arts Federation/WHMAF), di Seoul, Korsel. “Masing-masing prestasi itu dipersembahkan Hurairah dari dua kategori yaitu Nak Bop High Jump (lompat tinggi), dan Nak Bop Long Jump (lompat jauh). Tak hanya sebagai juara dunia, Hurairah juga dinobatkan sebagai atlet Hapkido terbaik pria se-Asia Tenggara,” ujar Sayed, di Widya Chandra yang merupakan kediaman Menpora, Rabu (15/8). Masing-masing prestasi itu dipersembahkan Hurairah dari dua kategori yaitu Nak Bop High Jump (lompat tinggi) dan Nak Bop Long Jump (lompat jauh). Tak hanya sebagai juara dunia, ia juga dinobatkan sebagai atlet hapkido terbaik pria se-Asia Tenggara. Hapkido adalah salah satu olahraga beladiri yang berasal dari Korea. Beladiri ini memakai prinsip memanfaatkan kekuatan lawan. Hapkido menggunakan perpaduan serangan seperti pukulan, tendangan, kuncian, bantingan, jurus, dan penggunaan senjata. Dalam kesempatan itu, Imam mengapresiasi prestasi yang ditorehkan Hurairah yang mengharumkan nama bangsa di pentas internasional. “Kami dari Kemenpora akan memberikan bantuan yang Insya Allah nanti bisa membantu untuk mengembangkan usaha keluarga Hurairah yang ada di rumah,” urai menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu. Diketahui, Hurairah lahir dari keluarga kurang mampu. Ayahnya M Harun (50) bekerja sebagai kuli panggul di Pasar Lambaro, Aceh Besar, sedangkan ibunya seorang penjual makanan gorengan. Bahkan, rumahnya yang berukuran 6×6 meter dengan 2 kamar di Desa Lamtanjong, Kecamatan Sibreh, Aceh Besar, merupakan bantuan dari Baitul Mal. Dikutip dari laman kumparan, Hurairah yang telah lulus dari MAN pada tahun 2015 lalu sempat memilki keinginan untuk melanjutkan pendidikannya di tingkat universitas, namun keterbatasan biaya membuat dirinya harus mengubur mimpi tersebut. “Saya ingin sekali kuliah di jurusan olahraga. Tapi ayah tidak punya biaya,” ujarnya. Kini atlet nasional tersebut lebih banyak menghabiskan waktu dengan membantu orang tuanya bekerja. Meski sibuk bekerja ia tetap melatih olahraga yang melambungkan namanya di pentas dunia, akido pada sore hari. “Tidak ada kegiatan apa-apa, hanya bantu orang tua bekerja. Kuliah ingin sekali di jurusan olahraga, tapi lantaran tidak ada biaya niat itu saya abaikan. Ya, karena memang tidak mampu,” kata Hurairah. Kembali, Imam berharap nantinya Hapkido bisa masuk ke dalam olahraga yang berada di bawah pembinaan KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia). “Beberapa olahraga baru memang belum masuk struktur organisasi KONI. Karena mereka juga melahirkan prestasi dan mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia,” ujar pungkasnya. (Adt)

Unggul Statistik, Timnas U-16 Dominasi Laga Final Piala AFF U-16 2018 Kontra Thailand

Selain mengawinkan titel juara Piala AFF U-16 2018, dengan gelar top skorer lewat Amiruddin Bagus Kahfi Al-Fikri, Timnas U-16 secara statistik tampil superior melawan Thailand U-16 di babak final. (istimewa)

Sidoarjo- Indonesia meraih gelar perdana di Piala AFF U-16 paska mengatasi Thailand pada edisi 2018, lewat drama adu penalti di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Sabtu (11/8). Drama adu penalti dilakukan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 di waktu normal. Timnas U-16 besutan Fakhri Husaini unggul lebih dulu setelah pemain pengganti, Fajar Fathur Rachman, memaksimalkan assist Andre Oktaviansyah menjadi gol menit ke-33. Namun, Thailand bisa menyamakan skor pada menit ke-72 lewat Apidet Janggam. Skor 1-1 pada 80 menit waktu normal membuat laga berlanjut di fase adu penalti. Empat eksekutor Garuda Asia, yakni Diego Sutan Zico, Bagus Kahfi, Rendy Juliansyah, serta kapten David Maulana berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Adapun kiper Ernando Ari Sutaryadi akhirnya menjadi pahlawan setelah mementahkan eksekutor kedua dan kelima Thailand. Kendati berbau bantuan ‘dewi fortuna’, sebenarnya Timnas U-16 membuat Thailand kerepotan di pertandingan ini. Pada babak pertama misalnya, keempat bek Thailand dipaksa melakukan 13 sapuan. Bek kanan Thailand, Pongsakorn Innet, menjadi yang terbanyak melakukan clearance (5) pada babak pertama. Sementara kedua bek tengah Thailand, membuat 6 halauan. Adapun keempat bek merah putih ‘cuma’ melakukan delapan clearance pada babak pertama. Tekanan yang dilancarkan timnas U-16 Indonesia tak berkurang di babak kedua. Keempat bek Thailand melakukan 11 clearance selepas turun minum. Artinya, kuartet bek timnas U-16 Thailand total mencatat 24 sapuan sepanjang laga. Sementara itu, keempat bek Garuda Asia tercatat ‘hanya’ menorehkan 19 clearance. Bek tengah Komang Teguh Trisnanda menjadi yang paling aktif dengan total 8 sapuan sepanjang pertandingan. Tak hanya itu saja, di lini depan, Timnas U-16 pun aktif melepas tembakan ke arah gawang. Tepatnya 12 shots, dan 7 sepakan itu di antaranya tepat sasaran. Sementara Thailand cuma melepas 8 tembakan, dan hanya 1 yang tepat mengarah ke gawang. Pelatih Thailand U-16, Thongchai Rungreangleas mengakui skuatnya tertekan pada babak pertama saat di partai final Piala AFF U-16, Sabtu (11/8). “Indonesia bermain cukup bagus. Kami akui pemain sempat tertekan dengan atmosfer pertandingan,” ungkap Rungreangleas usai laga, saat konferensi pers, Sabtu (11/8). Rungreangleas menambahkan, kehadiran puluhan ribu suporter membuat mental pemain gugup. “Atmosfer dan suporter yang bagus. Itu yang membuat pemain kami semakin dalan terlibat tekanan pada babak pertama,” tutup Rungreangleas. Namun ia terkagum-kagum dengan antusiasme pendukung Timnas U-16 . Menurutnya, suporter Indonesia sangat atraktif, walau baginya sangat ramah dan bersahabat. Lantaran tertekan di awal-awal babak pertama, ia berinisiatif melakukan sejumlah pergantian pemain dan perubahan strategi di babak kedua, sehingga membuat tim negeri Gajah Putih ini mampu mengimbangi tim merah putih. “Babak pertama kami kurang efektif. Kami coba lakukan pergantian pemain dan taktik di bahak kedua. Baru permainan berjalan baik dan mampu mengimbangi di babak kedua,” ujar Thongchai. Dengan hasil ini timnya akan melakukan evaluasi dan mempersiapkan turnamen selanjutnya yakni Piala AFC U-16 2018, yang diselenggarakan di Malaysia pada 20 September hingga 7 Oktober nanti. (Ham)

Hadiah HUT RI ke-73, Timnas Kawinkan Titel Juara Piala AFF U-16 2018 Dengan Gelar Sepatu Emas Bagus Kahfi

Timnas U-16 mengawinkan gelar juara Piala AFF U-16 2018, dengan gelar pencetak gol terbanyak (top skorer) melalui Amiruddin Bagus Kahfi Al-Fikri, dengan torehan 12 gol. (istimewa)

Sidoarjo- Timnas U-16 akhirnya berhasil meraih gelar juara pertamanya di Piala AFF U-16 2018. Indonesia menang adu penalti 4-3 atas Thailand, pada laga final di Stadion Gelora Delta, Sabtu (11/8). Adu penalti dilakukan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 sepanjang 80 menit pertandingan. Tim Merah Putih unggul terlebih dahulu lewat Fajar Faturachman pada menit ke-32. Ini merupakan gol kedua striker berusia 16 tahun jebolan ASAD 313 Jaya Perkasa. di Piala AFF U-16 2018. Namun, Thailand menyamakan kedudukan lewat Apidet Janngam pada menit ke-71. Dalam drama tos-tosan, tendangan dua algojo Thailand berhasil dimentahkan kiper Timnas U-16, Ernando Ari Sutaryadi. Sedangkan empat eksekutor Garuda Asia menjalankan tugasnya dengan sempurna. Bagi Indonesia, inilah prestasi terbaik sepanjang keikutsertaan di Piala AFF U-16. Sebelumnya, catatan prestasi terbaik Timnas U-16 di ajang Piala AFF U-16 adalah runner up yang diraih pada 2013. Saat itu Indonesia kalah adu penalti dari Malaysia. Thailand dan Vietnam adalah dua negara tersering yang menjadi juara Piala AFF U-16. Mereka memenanginya sebanyak tiga kali. Sejak pertama kali digelar pada 2002, sudah tujuh negara menjadi juara Piala AFF U-16. Salah satunya adalah Jepang yang menjadi tamu pada 2012. Berkat keberhasilan pada 2018, David Maulana dan kolega, juga mengukir rekor langka, yang belum bisa diwujudkan tim-tim lain di Asia Tenggara. Rekor itu adalah juara sekaligus top skorer Piala AFF U-16 2018, melalui Amiruddin Bagus Kahfi Al-Fikri dengan 12 gol. Hanya dua tim tamu, Australia dan Jepang, yang pernah melakukan itu. Belum pernah ada tim Asia Tenggara, termasuk Thailand dan Vietnam selaku juara Piala AFF U-16 tiga kali, yang mampu mengukir prestasi ini. Pada Piala AFF U-16 2008, Australia juara sekaligus merebut top skorer, lewat Kamal Ibrahim dan Kerem Bulut. Masing-masing mencetak 4 gol. Lalu, pada AFF U-16 2012, Jepang meraih juara sekaligus merebut gelar top skorer, lewat Ryoma Watanabe dengan mencetak 3 gol. Australia kembali merebut juara dan gelar top skorer pada Piala AFF U-16 2016 lewat John Roberts dengan 8 gol. Timnas U-16 akan berjuang di Piala AFC U-16 2018. Turnamen akan digelar di Malaysia, pada 20 September hingga 7 Oktober 2018. Indonesia lolos sebagai salah satu dari 16 peserta. Di Piala AFC U-16, Timnas U-16 pernah menduduki posisi keempat pada 1990. Pada empat kesempatan lainnya, Tim Garuda Muda selalu kandas di babak grup. (Dre) Daftar Juara dan Top Skorer Piala AFF U-16 Thailand 2007 Top Skorer : Kraikitti In-utane (Thailand) 5 gol 2011 Top Skorer : Adam Swandi (Singapura) 5 gol 2015 Top Skorer : Marc Moric (Australia) 8 gol Vietnam 2006 Top Skorer : – 2010 Top Skorer : Liang Yu (China) dan Rogerio Seran (Timor Leste) 2 gol 2017 Top Skorer : Sieng Chanthea (Myanmar) 5 Gol Myanmar 2002 Top Skorer : – 2005 Top Skorer : – Australia 2008 Top Skorer : Kamal Ibrahim dan Karem Bulut (Australia) 4 gol 2016 Top Skorer : John Roberts (Australia) 8 gol Jepang 2012 Top Skorer : Ryoma Watanabe (Jepang) 3 gol Malaysia 2013 Top Skorer : Cameron Joice (Australia) 6 gol Indonesia 2018 Top Skorer : Amiruddin Bagus Kahfi (Indonesia) 12 Gol Rekam Jejak Sejarah Indonesia di Piala AFF U-16 2002: posisi ketiga 2005: babak grup 2006: tak ikut 2007: posisi keempat 2008: babak grup 2009: tak ada turnamen 2010: posisi keempat 2011: babak grup 2012: tak ikut 2013: runner-up 2014: tak digelar 2015: hukuman sanksi FIFA 2016: hukuman sanksi FIFA 2017: babak grup 2018: JUARA

Rekor Bagus Lewati Raja Gol Singapura di Piala AFF Senior, Kaki Kirinya Ganas Meski Tak Kidal

Seluruh gol yang dicetak Amiruddin Bagus Kahfi dilakukan dari dalam kotak penalti. Bagus pun rata-rata mencetak 2,2 gol per pertandingan fase grup Piala AFF U-16 2018. (Goal.com)

Sidoarjo- Striker Timnas U-16, Amiruddin Bagus Kahfi tampil luar biasa di Piala AFF U-16 2018. Pemain asal Magelang, Jawa Tengah itu mengemas 11 gol dalam 280 menit bermain di lima pertandingan grup Piala AFF U-16.Bagus mencetak dua gol ke gawang Filipina, Myanmar, Vietnam dan Timor Leste. Sedangkan tiga gol lainnya dicetak ke gawang Kamboja saat menang 4-0 di laga akhir Grup A. Menariknya, torehan 11 gol menjadi yang terbanyak bagi pemain di ajang Piala AFF, di level U-16, U-19, dan senior. Sebelum Bagus, pemain Australia Marc Robic dan John Roberts, mengemas delapan gol pada edisi 2015 dan 2016. Sedangkan pada level U-19, gol terbanyak dicetak oleh Nguyen Xuan Nam dari Vietnam, di Piala AFF U-19 2011 dengan delapan gol. Lalu Egy Maulana Vikri dari Indonesia dengan torehan gol yang sama pada 2017. Luar biasanya, Bagus pun ternyata menyalip perolehan gol dari legenda Singapura, Noh Alam Shah. Along (sapaan akrab Noh Alam Shah) sukses mengukir namanya sebagai pencetak gol terbanyak Piala AFF senior, pada 2007 dengan koleksi 10 gol. Kini, semua catatan tersebut dilampaui oleh Bagus. Pencapaian luar biasanya patut diapresiasi. Pemain binaan Chelsea Soccer School itu berpeluang besar menjadi Top Skorer Piala Asia U-16 tahun ini. Dalam statistik yang ada, kaki kiri pemuda berambut kriting itu lebih mematikan dibanding kaki andalannya, kaki kanan. Selama lima laga di Grup A, sebanyak enam gol diciptakan pemain kelahiran Magelang itu dengan kaki kiri. Sisanya lima gol dikemas Bagus dengan menggunakan kaki kanan, termasuk dua gol dari titik penalti. Belum ada gol yang dicetak Bagus dengan menggunakan kepalanya. Dalam posisi mencetak gol, seluruh gol yang dibuat Bagus juga terjadi di kotak penalti lawan. Sebanyak empat gol dengan sontekan, dua penalti, dan selebihnya melalui akselerasi, yang dilanjutkan dengan tembakan ke gawang lawan. Bagus yang merupakan saudara kembar Amiruddin Bagas Kaffa, full bek Timnas U-16 itu, awalnya merupakan pemain cadangan saat Indonesia menang telak 8-0 atas Filipina di pertandingan pertama. Bagus masuk pada menit ke-61, usai Garuda Asia unggul 5-0. Meski hanya bermain selama 29 menit, Bagus yang kini berusia 16 tahun itu sukses mencetak dua gol pada menit ke67 dan 73′. Gol Bagus bertambah ketika dimainkan sejak awal oleh pelatih Fakhri Husaini saat melawan Myanmar di laga kedua. Di partai ini, Bagus kembali mengemas dua gol pada menit kedelapan dan 26′. Di duel ketiga melawan Vietnam, Bagus kembali menjadi cadangan dan bermain di babak kedua. Masuk dari bangku cadangan tak membuat ketajaman Bagus berkurang. Dua gol kembali dibuat pemain bernomor punggung 20 itu pada menit ke-45 dan 61′. Konsistensi Bagus tetap terjaga hingga pertandingan keempat melawan Timor Leste. Kesulitan mencetak gol di babak pertama, Bagus akhirnya bisa mencetak dua gol di babak kedua, menit ke-49 dan 82′. Pada laga terakhir melawan Kamboja penampilan Bagus makin mengilap. Meski hanya bermain selama 51 menit, Bagus justru sukses mencetak hattrick (21′, 34′, dan 43′). (Dre)

20 Tim Terbaik Lolos, LIMA Basketball Nationals 2018 Bergulir di Surabaya

LIMA Basketball Nationals 2018 akan berlangsung 9-16 Agustus 2018 di Universitas Airlangga, Surabaya, sekaligus menjadi event puncak kompetisi bola basket tahunan antarmahasiswa. (LIMA)

Surabaya- LIMA Basketball Nationals 2018 siap digelar. Perhelatan akbar ini akan menutup rangkaian kompetisi bola basket tahunan antarmahasiswa di musim keenam LIMA Basketball. GOR Universitas Airlangga Kampus C, Surabaya, Jawa Timur, menjadi tuan rumah pergelaran yang akan dihelat 9-16 Agustus 2018 ini. Sebanyak 20 tim terbaik dari Greater Jakarta Conference (GJC), West Java Conference (WJC), Sumatra Conference (SMC), Central Java and Special Region of Yogyakarta Conference (CJYC) dan East Java Conference (EJC) siap beradu di fase selanjutnya, yaitu nasional. Liga Mahasiswa (LIMA) Basketball Season 6 sebelumnya melewati fase conference. Lima region sukses menggelar kompetisi bola basket tahunan antarmahasiswa ini sejak Juni hingga Agustus 2018. Jakarta Raya menjadi region pembuka dalam pergelaran yang bertajuk LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC). Region Sumatra dan Jawa Barat secara bersamaan turut menghelat ajang ini. LIMA Basketball: Go-Jek Sumatra Conference (SMC) di Medan dan LIMA Basketball: Blibli.com West Java Conference (WJC) di Bandung menjadi persinggahan setelah GJC. Region keempat yang disinggahi yaitu Jawa Tengah dan DIY dalam perhelatan LIMA Basketball: Kaskus Central Java and Special Region of Yogyakarta Conference (CJYC) yang digelar di Yogyakarta. Terakhir, LIMA menyambangi Surabaya dalam ajang LIMA Basketball: McDonald’s East Java Conference (EJC). Dari lima wilayah tersebut, LIMA Basketball season 6 ini terdapat 51 perguruan tinggi aktif berpartisipasi. Tercatat 61 tim putra dan 40 tim putri ambil bagian dalam perhelatan ini. Stidaknya, 1.070 student athlete ikut serta dalam pergelaran bola basket antarmahasiswa terbesar di Indonesia ini. Technical meeting (TM) untuk membahas administrasi, sistem kompetisi dan pertandingan, serta hal-hal yang berkaitan soal LIMA Basketball Nationals 2018 ini digelar di Ruang Aula Kahuripan Lantai 3 Gedung Rektorat Universitas Airlangga Kampus C, Surabaya, pada Rabu (8/8). Pertemuan ini dipimpin oleh Azwar Muhlis, selaku manager Kompetisi dan Pertandingan LIMA, Achmad Nuryadi dan Lukmannul Hakim selaku tim technical delegates. Pengundian pul LIMA Basketball Nationals 2018 hanya dilakukan untuk sektor putra. Keputusan tersebut dilakukan atas hasil pemungutan suara seluruh perwakilan tim dalam memilih sistem pembagian pul. Sebelumnya, LIMA menyusun pembagian Pul berdasarkan nilai koefisien conference, yakni nilai keikutsertaan tiap region sejak musim ketiga LIMA. Namun, LIMA tidak menutup segala masukan dari para peserta. LIMA Basketball Nationals 2018 ini akan menampilkan komposisi 12 tim putra dan delapan tim putri, hasil pemilahan dari tiap wilayah. Berbeda dengan sektor putra, untuk putri, yang hanya terdiri dari dua pul, proses pengundian tak dilakukan. Pembagian pul telah dilakukan oleh LIMA berdasarkan nilai koefisien setiap conference. “Tahun ini, untuk pertama kalinya LIMA Basketball Nationals memakai nilai koefisien conference untuk pembagian pul. Tujuannya agar semua tim memiliki jam terbang yang lebih. Namun, kami menerima masukan untuk pengundian pul. Akhirnya, voting kami lakukan. Di nasional ini semua tim sama kuat,” ungkap Azwar usai proses TM. (Adt) Hasil Undian pul sektor putra LIMA Basketball Nationals 2018 Pul A Universitas Pelita Harapan Banten Universitas Esa Unggul Jakarta Universitas Negeri Jakarta Pul B Institut Teknologi Harapan Bangsa Bandung Universitas Airlangga Surabaya Universitas Padjadjaran Bandung Pul C Universitas Surabaya Institut Perbanas Jakarta Universitas Parahyangan Bandung Pul D Universitas Atma Jaya Yogyakarta Universitas Prima Indonesia Medan Universitas Dian Nuswantoro Semarang Hasil Undian pul sektor putri LIMA Basketball Nationals 2018 Pul X Universitas Pelita Harapan Banten Universitas Surabaya Universitas Airlangga Surabaya Universitas Negeri Malang Pul Y Universitas Esa Unggul Jakarta Universitas Tarumanegara Jakarta Universitas Katolik Parahyangan Bandung Universitas Dian Nuswantoro Semarang

Yesaya Alessandro Michael Gagal Bawa Indonesia Lolos Perempat Final, Takluk Dari China 102-45

Yesaya Alessandro Michael akhirnya gagal membawa Indonesia ke perempat final FIBA U-18 Asian Championship 2018, usai takluk dari Cina 45-102. (fiba.basketball)

Jakarta- Timnas basket U-18 putra Indonesia akhirnya harus mengakui ketangguhan China di babak 12 besar FIBA U-18 Asian Championship 2018, di Bangkok, Thailand, Rabu (8/8). Yesaya Alessandro Michael dan kolega takluk dengan skor mencolok, 45-102. Pada pertandingan itu, Indonesia dibuat tak berkutik bahkan tak diberi kesempatan mengembangkan permainan. Terlebih, para bigman skuat Garuda pun tak mampu berbuat banyak. Tercatat Indonesia melakukan 12 turn over, dan lawan 9 turn over. Memainkan kuarter pertama, para pemain China langsung menekan pertahanan Indonesia. Hasilnya, China memimpin perolehan angka dan menutup kuarter dengan skor 33-10. Situasi belum berubah di kuarter kedua. Alih-alih memangkas jarak angka, justru China mampu memundi 24 poin, sedangkan Indonesia hanya menambah 9 poin. Kuarter kedua berakhir 19-57 untuk China. Usai jeda, dominasi China masih berlanjut. Di kuarter ketiga poin yang didapat China makin tak terkejar oleh anak asuh Andika Supriadi Saputra. Indonesia tertinggal 30-87 dari China sekaligus mengunci kuarter ini. Meski sama-sama menambah 15 poin, namun, Indonesia yang sudah tertinggal dipaksa menyerah. China akhirnya resmi membungkus kuarter ini 102 atas Merah Putih sekaligus memastikan langkah ke perempat final FIBA U-18 Asia Championship 2018. Pencetak poin terbanyak di laga ini adalah Haonan Chen dengan 18 poin, sedangkan Yesaya mengukir 13 poin. Usai mengandaskan Indonesia, China melaju ke perempat final. Di fase tersebut, Negeri Tirai Bambu itu akan berhadapan dengan Korea Selatan, sebagai juara grup D. (Adt)

Digembleng Ala Semi Militer, Tim Hansaplast Topskor Indonesia U-14 Optimistis Juara di Gothia Cup China

Tim Hansaplast TopSkor Indonesia (TSI) U-14 digembleng ala semi militer sebelum tampil dalam Turnamen Gothia Cup China 2018 level B14 (Boys 14), yang berlangsung 12-18 Agustus 2018, Qingdao, China. (Ham/NYSN)

Jakarta- Tim Hansaplast TopSkor Indonesia (TSI) U-14 akan segera bertolak menuju Qingdao, China, untuk tampil dalam Turnamen Gothia Cup China 2018 level B14 (Boys 14), yang berlangsung 12-18 Agustus 2018. Ketua Delegasi Topskor Indonesia, Mohamad Yusuf Kurniawan mengatakan, berbekal persiapan matang dan pengalaman yang dimiliki, tim TSI U-14 diharapakan berbicara banyak dalam ajang Gothia Cup China 2018. Tim TSI U-14 rencananya akan berangkat pada Jumat (10/8). “Runner-up Gothia China Cup 2016, dan posisi 3 pada 2017, serta terkini meraih runner-up JSSL Cup Singapura 2018 pada April lalu, kini kami bertekad juara di Gothia China Cup 2018. Pengalaman bertanding dan pelatihan intensif, adalah bekal agar target juara bisa terpenuhi,” ujar Yusuf dalam acara pelepasan Tim TSI U-14, pada Rabu (8/8). Hal senada juga diungkap Deris Herdiansyah, selaku pelatih TSI U-14. Ia menyampaikan persiapan para pemain dilakukan dengan sangat serius, mengingat tak semua pemain, memiliki pengalaman di ajang internasional. “Persiapan kami sudah cukup lama dan matang, sejak 5 bulan yang lalu. Terutama selain fisik dan taktik, kami membangun kondisi mental pemain. Beberapa anak ada yang belum pernah main di turnamen level internasional,” kata Deris. Dalam pembentukan karakter dan mental pemain, ia menggunakan metode disiplin semi militer, agar para pemain mampu menerima tekanan dari lawan, maupun dari para pendukung yang hadir di lokasi. Konsep ini ditempuh, karena sebagai besar staf pelatih TSI U-14 berlatar belakang anggota TNI. Ia pun tak ragu memilih berlatih intensi di komplek lapangan Rindam Jaya, di kawasan Condet, Jakarta Timur. Berbicara potensi peluang juara, Deris yakin, jika anak asuhnya bisa menyajikan peforma yang meyakinkan. Melihat prestasi tahun lalu, tim dengan materi pemain kelahiran 2003, sanggup meraih peringkat 3, serta runner Up pada 2016. “Kriteria pemain yang dipilih terutama mereka yang punya kemampuan baik terkait dasar-dasar bermain sepak bola. Kemudian skill penting guna menyempurnakan gaya permainan yang akan diterapkan nanti,” tambah pria berbadan subur tersebut. Tomas Schwarz, pun turut optimistis. “Tampil di tingkat internasional semoga bisa mengasah kemampuan dan pengalaman mereka. Selamat berjuang Tim Sepakbola Hansaplast TopSkor Indonesia U-14,” ucap Direktur Pemasaran PT. Beiersdorf Indonesia ini, yang membawahi unit bisnis Hansaplast, produk plester penutup luka. (Dre/Ham) Daftar Pemain Tim Hansaplast Topskor Indonesia U-14 1. Muhammad Wisnu (SSB Bina Taruna) 2. Syarif Slamet (SSB Saint Prima) 3. Andhika Dwi (SSB Salfas Soccer) 4. Abdul Jaffar (SSB Buperta) 5. Vito Ramadyzky (SSB Remaja Masa Depan) 6. Richko Ridho (SSB Remaja Masa Depan) 7. Saptian Dwi W. (SSB ISA ICK Trisakti) 8. Jodi Chandra Geraldi (SSB Remaja Masa Depan) 9. Raychan Adji (SSB Remaja Masa Depan) 10. M. Akiel Marjik (SSB Tajimalela FA) 11. Resa Aditya (SSB ISA ICK Trisakti) 12. Arya Rafael (SSB Benteng Muda) 13. Tafrizal Aditya (SSB Garuda Putra) 14. Dicky Daniel (SSB Ragunan SS) 15. Azmiar Al Qadri (SSB ISA ICK Trisakti) 16. M. Ridho Imran (SSB ISA ICK Trisakti) 17. Aron Byron (SSB Matador Mekarsari) 18. Diandra Diaz Dewari (SSB SASWCO) 19. Bevan Rulif (SSB ISA ICK Trisakti) 20. Rayhan Everhard Bollemeyer (SSB ASIOP Apacinti)

Timnas U-16 Dihantui Bayang-bayang Inferior Malaysia Jelang Tampil di Semifinal Piala AFF U-16 2018

Gelandang Timnas U-16, Andre Oktaviansyah (kanan) mencoba menghadang laju pemain Malaysia U-16 pada laga uji coba di Stadion Petaling Jaya, Selangor, 6 Juli 2018. (facebook.com/FAM official)

Sidoarjo- Partai seru bakal tersaji pada semifinal Piala AFF U-16 2018 antara Timnas U-16 kontra Malaysia, di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Kamis (9/8). Meski timnas U-16 lolos dari Grup A dengan sempurna, tetapi David Maulana dan kolega tak boleh menganggap remeh Malaysia. Dalam laga uji coba jelang Piala AFF U-16 2018, gawang Timnas U-16 dibobol empat kali oleh Malaysia. Laga di Petaling Jaya, Kuala Lumpur, pada Jumat (6/7) ini, sukses dimenangi negri Jiran dengan skor 4-3. Gol Malaysia dicetak oleh Harith Haiqal, Muhammad Alif, Muhammad Amirul Azzim, dan Muhammad Najmudin Akmal. Sedangkan gol Indonesia diciptakan Yadi Mulyadi, David Maulana, dan Muhammad Firdaus. Oleh sebab itu, laga semifinal tersebut harus dimanfaatkan oleh tim berjulukan Garuda Asia untuk membalas kekalahan saat laga uji coba di Malaysia. Namun, Malaysia juga tak akan tinggal diam mengingat kakak mereka, Tim U-19 pun turut mempermalukan Indonesia, pada semifinal Piala AFF U-19 2018. Saat itu, Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan takluk dengan drama adu penalti juga di Stadion Gelora Delta. Jika dicermati, maka dua partai semifinal Piala AFF U-16 2018, serupa dengan ‘adegan’ semifinal Piala AFF U-19 2018, pada Juli lalu. Saat itu, Indonesia berjumpa Malaysia, sedangkan pada partai lainnya, Thailand menghadapi Myanmar. Malaysia U-16 lolos sebagai peringkat kedua Grup B Piala AFF U-16, usai menang 1-0 atas Laos U-16. Malaysia U-16 akhirnya berjumpa dengan Timnas U-16 di semifinal. Pada laga lainnya, Thailand yang berada di puncak klasemen, akan menghadapi Myanmar, yang lolos sebagai peringkat kedua Grup A. Dua pertandingan itu, ternyata identik dengan semifinal Piala AFF U-19 2018. Skuad Timnas U-19 yang dinahkodai Indra Sjafri, juga berjumpa dengan Malaysia, di partai semifinal. Semifinal Piala AFF U-19 lainnya pun, menghadirkan pertemuan Thailand kontra Myanmar. Memang, laga Indonesia versus Malaysia selalu menyajikan duel yang menarik, entah karena intrik nuansa politik antar negara, atau faktor kualitas tim nasional keduanya yang tak jauh berbeda. Dari beberapa pertemuan terakhir, khususnya di level Timnas U-16, Indonesia dan Malaysia memang terbukti sama kuat. Pada penyisihan grup Piala AFF U-16 2013 di Mynamar, keduanya bermain imbang tanpa gol. Di turnamen yang sama, Indonesia kembali bertemu Malaysia di laga final. Saat itu, Garuda Asia harus kembali tertahan imbang 1-1 dalam 90 menit waktu normal, dan harus kalah lewat babak adu penalti yang membuat Malaysia meraih titel kampiun. Sejatinya, hingga lolos fase grup, Timnas U-16 mencatat hasil yang meyakinkan di ajang Piala AFF U-16 2018. Skuad asuhan Fakhri Husaini selalu menang dalam lima laga yang dihadapinya. Indonesia bahkan mengunci tiket lolos ke semifinal, sejak Sabtu (4/8). Mereka melaju ke babak empat besar dengan status juara Grup A. Indonesia mengoleksi 15 poin dari lima partai di fase grup. Tim merah putih juga paling produktif dalam turnamen ini. Garuda Muda telah mencetak 21 gol dari lima laga. Artinya, mereka menceploskan rata-rata 4,2 gol. Di Grup B, untuk sementara Thailand paling produktif dengan 12 gol atau rata-rata 3 gol per laga, disusul Malaysia 12 gol. Selain tajam di depan, Indonesia juga kuat di sektor pertahanan. Sebagai bukti, gawang Indonesia baru kebobolan tiga gol. di babak penyisihan grup. Garuda Asia jadi kesebelasan dengan pertahanan terbaik kedua setelah Thailand. Di Grup B, Thailand merajai persaingan dan sejauh ini mereka baru kecolongan dua gol saja. Tak hanya itu, Indonesia melambungkan striker Amiruddin Bagus Kahfi sebagai top skorer sementara di turnamen ini. Striker asal Magelang, Jawa Tengah yang akrab disapa Bagus itu, kini telah mencetak 11 gol dari lima penampilannya. Bagus unggul tiga gol dari striker Vietnam, Dinh Thanh Trung. Namun kran gol Thanh Trung tak akan bertambah karena Vietnam gagal lolos ke semifinal Piala AFF U-16 2018. (Dre)

Bernomor Punggung Sama, Bepe Minta Striker U-16 Bagus Kahfi Diberi Ruang Berkembang

Legenda Timnas Indonesia, Bambang Pamungkas (kanan), menanggapi peforma striker Timnas U-16, Amiruddin Bagus Kahfi, yang memecahkan rekor top skorer Piala AFF U-16 sepanjang masa dengan torehan sementara 11 gol. (Ham/NYSN)

Jakarta- Legenda tim nasional Indonesia, Bambang Pamungkas, meminta masyarakat Indonesia untuk memberikan kesempatan striker Timnas U-16, Amiruddin Bagus Kahfi, untuk berkembang tanpa dibebankan tekanan berlebih. Hal itu dikatakan pria yang akrab disapa Bepe terkait peforma cemerlang Bagus, di penyisihan Grup A Piala AFF U-16 2018 di Sidoarjo, Jawa Timur. “Bagi saya, pressure kadang bikin talenta jadi seperti yang tidak diinginkan. Saran saya, biarkan mereka berkembang,” kata Bepe, di acara Nivea Men di Jakarta, Selasa (7/8). Bagus tengah disorot penampilannya di Piala AFF U-16, usai memuncaki daftar pencetak gol sementara ajang kelompok umur di bawah usia 16 tahun itu. Di laga pamungkas penyisihan Grup A, Bagus mengemas trigol ke gawang Laos dalam kemenangan 4-0 skuat merah putih. Tambahan tiga gol ini membuat pemuda Magelang, Jawa Tengah itu memimpin list pencetak gol Piala AFF U-16 dengan 11 gol, dan melampaui rekor gol terbanyak sepanjang turnamen yang sebelumnya dipegang dua pemain Australia, Marc Moris dan John Roberts, yang masing-masing mencetak delapan gol, pada edisi 2015 dan 2016. Menariknya, Bagus juga mengenakan nomor punggung 20 di skuat Timnas U-16, nomor punggung khas Bepe yang selalu dikenakan saat membela Timnas Indonesia, maupun di level klub. Bambang menilai capaian Bagus, memperlihatkan Indonesia memiliki banyak potensi di cabang olahraga terpopuler itu. Namun, selain dukungan harus ada pengawalan agar prestasi itu bisa diterjemahkan di level senior. “Banyak talenta junior Indonesia yang nggak kalah dengan negara lain, tapi akhirnya tak konsisten penampilannya saat di level senior. Perlu perjuangan, pengorbanan sampai mereka menikmati jadi level yang kita inginkan,” katanya. “Ada potensi di sana, kita dukung. Suatu saat nanti mereka bisa membuat kita bangga,” ujarnya menambahkan. Bagus, berpeluang mempertajam rekor catatan golnya di Piala AFF U-16, mengingat Indonesia melaju ke babak semi final dan melawan Malaysia, yang menjadi runner up Grup B. Malaysia menantang Indonesia pada semifinal Piala AFF U-16, setelah mengalahkan Laos 1-0 di laga terakhir grup B yang berlangsung di Stadion Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur, Selasa (7/8). Malaysia menempati peringkat kedua dan lolos bersama Thailand yang menjadi juara Grup B. Thailand akan menghadapi Myanmar. Malaysia lolos dengan koleksi poin 9 dari empat pertandingan, sedangkan peringkat pertama Thailand lolos dengan torehan poin 10. Partai semi final  berlangsung di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Kamis (9/8). Andai Indonesia bisa melaju ke final, pertandingan partai pucak akan terselenggara pada Sabtu (11/8). (Ham)

Berbekal Medali Kejuaraan Asia, Atlet Panjat Tebing 19 Tahun Rajiah Sallsabillah Yakin Sumbang Emas Asian Games 2018

Atlet panjat tebing 19 tahun nomor kecepatan (speed) kelahiran Banten 30 April, Rajiah Salsabillah yakin sumbang medali emas Asian Games XVIII/2018. (FPTI)

Jakarta- Kurang dari sepuluh hari pelaksanaan Asia Games XVIII/2018, persiapan atlet makin matang. Mereka terus mempertajam skill dan mental tanding. Salah satunya yang dilakukan atlet putri panjat tebing pemusatan latihan nasional (Pelatnas), Rajiah Sallsabillah. Dara kelahiran Banten 30 April 1999 ini makin giat berlatih demi tekad menyumbangkan medali emas bagi Merah Putih. Bukan tanpa alasan ia membentang asa di pesta multievent empat tahunan itu. Segudang prestasi ia torehkan. Memulai debutnya di kejuaraan nasional (Kejurnas) Surabaya Cup 2015, ia menempati peringkat 11. Di tahun yang sama, ia tampil di Kejurnas Yogyakarta. Sayang, peringkatnya melorot ke urutan 16. Tak patah arang, Rajiah kembali menempa kemampuannya pada kejuaraan di wilayah Jakarta Utara. Kali ini ia membuktikan kualitasnya sebagai atlet panjat tebing nomor kecepatan (speed) yang mumpuni. Hasilnya, dua medali emas dari nomor speed klasik umum putri dan speed klasik youth A putri, sukses disabet. Setahun kemudian, mahasiswa Universitas Budi Luhur Jakarta itu kembali mengukir prestasi. Tepatnya di kejuaraan Sawah Lunto Wall Climbing, Sumatra Barat (Sumbar), ia menjadi kampiun di nomor speed klasik perorangan putri. Prestasinya berlanjut di Cianjur, Jawa Barat (Jabar) dengan mengunci medali emas di nomor speed klasik perorangan putri, masih di tahun yang sama. Berjaya di tingkat nasional, Rajiah mencoba peruntungan di level internasional. Remaja lulusan SMKN 9 Tangerang, Banten itu berlaga di ajang Asian Championship 2017 di Iran. Turun gelanggang di nomor speed world record relay tim putri, Rajiah berhasil mengantongi medali perak. Ia juga mengikuti kejuaraan di Xiamen dan Wujiang, China serta di Moskow, Rusia. Di Rusia, Rajiah berada di peringkat keenam. Lalu, dari kejuaraan dunia di Moskow, ia mengikuti kejuaraan dunia di Chongqing dan Tai’an, China. “Di Chongqing peringkat 10 dan Tai’an peringkat delapan,” ujar atlet asal Banten itu, dikutip situs resmi FPTI, Selasa (7/8). Rajiah mengaku dari semua event yang diikuti terutama di pentas internasional, event di Iran memiliki kesan tersendiri baginya. “Karena dapat medali pertama (di event iternasional),” cetusnya. Perkenalan Rajiah dengan panjat tebing dimulai saat usinya masih 14 tahun. Adalah sang kakak yang juga seorang atlet memperkenalkan dirinya pada olahraga ekstrem itu pada 2013. Dan, sang kakak yang kerap membawa piala usai kejuaraan makin membuat Rajiah jatuh hati pada panjat tebing. “Awal suka panjat tebing karena senang lihat kakak. Tiap lomba pasti bawa piala. Terus pingin coba kayak kakak dan pulang bawa piala,” pungkas atlet yang tengah mengambil studi Sistem informasi ini. (Adt)

Menangi Laga ‘Hidup-Mati’ Kontra Kazakhstan, Timnas Basket Putra U-18 Lolos Ke Babak 12 Besar

Yesaya Alessandro Michael (7) tampil impresif saat mencetak 26 poin, 10 rebounds, 4 steal, dan 2 assist melawan Kazakhstan U-18 di penyisihan grup A, FIBA U-18 Asian Championship 2018, di Bangkok, Thailand, Selasa (7/8). (fiba.basketball)

Jakarta- Timnas basket U-18 putra Indonesia berhasil meraih kemenangan pada laga ‘hidup-mati’ kontra Kazakhstan dengan skor akhir 79-64, pada babak penyisihan grup A, FIBA U-18 Asian Championship 2018, di Bangkok, Thailand, Selasa (7/8). Sebelumnya, di pertandingan pertama, Minggu (5/8), Indonesia takluk dari Iran dengan skor 50-80. Hasil kurang memuaskan Merah Putih berlanjut saat berjumpa dengan Jepang, Senin (6/8). Indonesia tumbang 53-86. Hasil positif atas Kazakhstan membawa Yesaya Alessandro Michael dan kolega melaju ke babak 12 besar. Berposisi sebagai peringkat ketiga grup A, Indonesia akan berhadapan dengan tim peringkat dua dari grup B. Dan, laga babak 12 besar berlangsung pada Rabu (8/8). Di pertandingan itu, Kazakhstan mengunci kuarter pertama dengan skor 20-18. Dominasi negara Asia Tengah berlanjut di kuarter kedua. Kazakhstan mampu memundi 21 poin, sedangkan Indonesia hanya 19 poin. Pertandingan kuarter kedua berakhir dengan skor 41-37 untuk Kazakhstan. Namun di kuarter ketiga, menerapkan disiplin tinggi dengan menutup rapat pertahanan membuat Indonesia balik unggul 53-52 paska memanen 16 poin, sementara Kazkhstan hanya mengoleksi 11 poin. Agresifitas Yesaya dan kawan-kawan makin tak terbendung di kuarter keempat. Indonesia mengantongi 26 poin, berbeda dengan lawan yang hanya memundi 12 poin. Indonesia menutup laga dengan skor meyakinkan 79-64. Pada pertandingan ini, Yesaya tampil impresif dengan mencetak 26 poin, 10 rebounds, 4 steal, dan 2 assist. Sementara di kubu lawan, Merey Uapov menjadi andalan tim dengan torehan 21 poin. Meski unggul dalam produktifitas poin, namun catatan penting pada laga itu, tim asuhan Andika Supriadi Saputra ini masih melakukan 23 turn over, dan lawan melakukan 20 turn over. (Adt)

Indonesia Junior League U-9 & U-11 Berakhir, Fokus Berikutnya Putar Kategori U-13

SSB Asiop Apac Inti menjadi juara Indonesia Junior League (IJL) Mayapada 2018 untuk kategori U-9. (Dre/NYSN)

Tangerang Selatan- Indonesia Junior League (IJL) Mayapada 2018 mencapai babak final di kategori U-9 dan U-11. Acara penutupan berlangsung di Lapangan Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan, pada Minggu (5/8), dengan menghadirkan dua laga final, di masing-masing kategori. Pada kategori U-9, mempertemukan SSB Asiop Apac Inti melawan SSB CISS (Camp Indonesia Soccer Skill), sementara SSB Akademi Sepak Bola Tangsel Muda (ASTAM) kontra Putra Sejati menapaki partai final untuk kategori U-11. SSB Asiop Apac Inti akhirnya menjadi juara, paska mengandaskan perlawaan alot SSB CISS, dengan skor tipis 1-0. Sementara di kategori U-11, kampiunnya diraih SSB Putra Sejati setelah unggul 2-1 dari SSB ASTAM. Dengan selesainya kompetisi IJL Mayapada 2018 kategori U-9 dan U-11, maka level kategori U-13 akan segera bergulir. Rezza Mahaputra Lubis, selaku CEO Indonesia Junior League, mengaku cukup bangga atas pencapaian turnamen kelompok usia dini, yang berputar sejak Februari-Agustus 2018 ini. “Saya cukup bahagia atas pencapaian ini, karena seluruh laga berjalan lancar dan bagus. Yang terutama adalah IJL memiliki hal yang mulia, yakni membina potensi anak-anak sejak dini,” jelas Rezza kepada nysnmedia.com, pada Minggu (5/8). IJL kini fokus memutar kompetisi U-13 yang berada di usia remaja. “Kami segera memutar kompetisi kategori U-13, yang levelnya ada di kasta lebih tinggi, dibanding U-9 dan U-11 ini. Kami harus jaga konsistensi kualitas kompetisi ini, karena harus sejalan dengan program kompetisi Internasional yang kami miliki”, pungkasnya. (Dre) Penghargaan Ajang Indonesia Junior League (IJL) 2018 Kategori U-9 Juara 1 SSB Asiop Apac Inti Juara 2 SSB Camp Indonesia Soccer Skill (CISS) Juara 3 SSB Maesa Cijantung Juara Harapan 1 SSB Akademi Sepak Bola Tangsel Muda (ASTAM) Juara Harapan 2 SSB Pro Direct Academy Klub Ter-fair play : SSB Pelita Jaya Kiper Terbaik : Ali Putra (SSB Asiop Apac Inti) Topskor : Rizky Eka Saputra (SSB Pelita Jaya) Pemain Terbaik : Eval (SSB CISS) Kategori U-11 Juara 1 SSB Putra Sejati Juara 2 SSB Akademi Sepak Bola Tangsel Muda (ASTAM) Juara 3 SSB Gagak Rimang Juara Harapan 1 SSB Sparta Juara Harapan 2 SSB Villa 2000 FC Klub Ter-fair play : SSB Serpong Jaya Kiper Terbaik : M. Farrel (SSB Putra Sejati) Topskor : Rival (SSB Sparta) Pemain Terbaik : Fernanda (SSB Astam)

Bidik Podium Juara, Jadi Misi Pecah Telur Garuda Asia Usai 16 tahun Tampil di Piala AFF U-16

Striker Timnas U-16, Amiruddin Bagus Kahfi (20) yang tampil produktif dengan torehan delapan gol selama penyisihan Grup A Piala AFF U-16 2018 diharapkan mampu membawa prestasi terbaik bagi merah putih. (inews.id)

Sidoarjo- Timnas U-16 belum pernah sekalipun mengecap gelar juara, semenjak Piala AFF U-16 dimulai pada 2002. Di event tahunan ini, satu-satunya catatan terbaik Timnas U-16 di podium hanyalah meraih gelar runner up, pada event Piala AFF U-16 2013, di Myanmar. Saat itu, Indonesia takluk dari Malaysia, yang akhirnya keluar menjadi juara. Garuda Asia kalah lewat drama adu penalti dengan skor ketat 2-3, setelah di babak normal pertandingan berakhir dengan skor 1-1. Ajang turnamen remaja di Asean yang sudah bergulir 12 kali (2002, 2005, 2006, 2007, 2008, 2010, 2011, 2012, 2013, 2015, 2016, 2017), Timnas U-16 baru tiga kali melaju ke Semi Final dan 1 kali ke Final. Semifinal pertama diukir pada 2002, kala menjadi tuan rumah bersama Malaysia. Berjibaku dan lolos penyisihan, Indonesia melaju ke semifinal menantang Myanmar. Di laga ini, Indonesia justru keok dan digebuk setengah lusin gol, 6-0.  Akhirnya Indonesia mengecap peringkat ke 3, usai mengalahkan Malaysia. Dua kesempatan lainnya, Indonesia dapatkan ketika menembus semifinal pada 2007 dan 2013. Pada 2007, saat dilaksanakan di Kamboja, Timnas U-16 sanggup menjejak ke semifinal. Sayang, Laos akhirnya mengagalkan langkah Timnas U-16 ke final, usai takluk 0-3. Saat perebutan posisi 3, Indonesia kembali rontok, kali ini dari Vietnam, dalam drama adu penalti, dan harus puas finish di posisi ke-4. Hasil terbaik Indonesia akhirnya ditorehkan di Piala AFF U-16 2013, di Myanmar. Indonesia sukses melwati fase peyisihaan lalu menyegel tiket semifinal. Lalu menantang tim unggulan, Australia. Di partai ini, Timnas U-16 menahan imbang Socceros 2-2 di waktu normal. Bahkan, Asnawi Mangkualam dkk sukses melewati drama adu penalti, yang berkesudahan dengan skor 5-4 untuk kemenangan Garuda Asia. Mencapai asa di fase puncak melayani Malaysia, Indonesia sempat berpeluang meraih titel juara. Sayang, Indonesia akhrinya kalah, lagi-lagi lewat babak adu penalti dari Malaysia, dengan skor tipis 2-3, setelah di babak normal, pertandingan berakhir imbang 1-1. Di 2018, laga Timnas U-16 Malaysia versus Singapura, di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, pada Minggu (5/8), berkesudahan dengan skor 4-0. Ini artinya, Malaysia memperpanjang nafas mereka di turnamen Piala AFF U-16 2018 dan membuka peluang lolos ke semifinal. Parade gol Malaysua dipersembahkan oleh Alief Abdul Aziz, Harith Jaineh, Fahmi Zaaim, dan gol bunuh diri Ryaan Sanizal. Dengan tambahan tiga poin, Malaysia memiliki 6 poin, dan masih berpeluang lolos ke semifinal Piala AFF U-16 2018. Timnas U-16 Malaysia dapat memaksimalkan laga terakhirnya di babak penyisihan Grup B. Negri Jiran perlu memenangkan laga kontra Laos, untuk lolos ke semifinal Piala AFF U-16 2018. Jika Malaysia lolos ke semifinal sebagai runner-up, maka berpeluang bertemu Indonesia. Dengan catatan, Indonesia menjadi juara Grup A dengan memenangi laga terakhir melawan Kamboja, pada Senin (6/8). Thailand sudah resmi mengamankan tiket ke babak semi-final Piala AFF U-16 2018, setelah hanya menyelesaikan laga, imbang tanpa gol oleh Laos, di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur, Minggu (5/8). Kendati meraih predikat sebagai tim pertama yang mewakili Grup B ke semfinal, namun hasil 0-0 melawan Laos cukup mengejutkan. Laos pun tetap mengintip peluang mecuri tiket empat besar. Keberhasilan Thailand didapat karena mereka mengemas sepuluh poin hasil dari tiga kemenangan dan satu kali imbang. Torehan itu memuluskan peforma mereka sebagai juara Grup B. Penentuan tempat kedua, diperebutkan oleh Malaysia dan Laos. Kedua tim akan saling sikut pada laga penutup pada Selasa (7/8). Laos saat ini di posisi dua dengan tujuh poin, sementara Malaysia di posisi tiga, dengan enam poin. Tim yang menjadi runner-up dari Grup B, berpotensi besar menghadapi Timnas U-16 pada empat besar. Garuda Asia saat ini, tak tersentuh sebagai raja Grup A, lewat empat kemenangan beruntun yang mereka raih dari Timor Leste, Myanmar, Vietnam dan Filipina. (Ham)

Incar Posisi Empat Besar, Villa 2000 U-12 Siap Merumput di Gothia Cup China 2018

CEO Villa 2000 Asher Imaret Siregar (ketiga dari kiri), saat melepas tim Villa 2000 U-12 yang akan tampil di Turnamen Gothia Cup U-12, pada 12-18 Desember 2018, di Qingdao, China. (Dre/NYSN)

Tangerang Selatan- Jelang tampil mengikuti kejuaraan usia dini dan usia muda turnamen Gothia Cup China 2018 di Qingdao, China, pada 12-18 Agustus 2018, Villa 2000 U-12 menggelar konferensi pers di Aula Villa 2000 FC Academy, Villa Pamulang, Tangerang Selatan, pada Minggu (5/8). Selain para pemain, acara ini turut dihadiri Asher Imaret Siregar (CEO Villa 2000 FC), Arta Wijaya (Pelatih Senior), Feraldo Axel Paulus (Manager Villa 2000 FC Gothia Cup), serta Ayadi (Pelatih Villa 2000 U-12). Asher mengatakan, ini untuk pertama kalinya Villa 2000 mengikuti turnamen U-12 di Gothia Cup China 2018. Terakhir, Villa 2000 mengikuti turnamen serupa, di Manchester, Inggris, pada 2008. Ia juga mengucapkan rasa terima kasih kepada orang tua siswa SSB Villa 2000 yang sudah bersinergi untuk membawa anaknya berlaga di event tersebut. “Gothia Cup 2018 merupakan turnamen cukup besar yang berlangsung di China. Turnamen itu ada di usia 8 tahun sampai 18, dan tim kami ikut di level 12 tahun. Di sana lawannya mayoritas SSB China yang juga tangguh-tangguh,” kata Asher. “Saya berharap rombongan yang akan berangkat bisa saling membantu karena akan berlaga di negara orang,” tambahnya. Asher menunjuk Ayadl sebagai pelatih menukangi Villa 2000 U-12. Ia juga meminta Feraldo ‘Aldo’ Axel Paulus, seorang mahasiswa di Liverpool, Inggris, untuk menjadi manajer tim tersebut. Ayadi sebagai pelatih kepala mengatakan sangat bersyukur timnya bisa bermain di level lebih tinggi. Terkait persiapan, Hariyadi mengatakan timnya sudah siap. “Secara keseluruhan, tim ini sangat siap. Target kami adalah empat besar,” ucapnya. Sebelum berlaga di Gothia Cup 2018, Ayadi menambah intensistas waktu sesi latihan, dari seminggu dua kali menjadi empat kali. Beberapa turnamen dan lawan uji coba juga digelar Ayadi, agar pemainnya bisa langsung mengerti permainan tim. “Ini kami lakukan untuk melihat persiapan anak-anak sudah sampai mana agar mereka bisa mengaplikasikan apa yang saya mau di sana,” bilangnya. “Saya harap pemain bisa bersemangat untuk menerapkan apa yang sudah dilakukan selama ini. Anak-anak juga harus mandiri karena ini turnamen yang bergengsi,” ucap Ayadi. Adapun Arta Wijaya, selaku pelatih senior di Villa 2000, menekankan agar pemain bersikap displin. “Disiplin waktu. Saat istirahat dan makan, harus dipatuhi, karena seluruh pemain yang tampil, tidak didampingi orangtua. Juga jangan minder, jangan takut. Siapapun harus dihadapi,” jelas Taul panggilan akrabnya. Gothia Cup China adalah cabang dari Gothia Cup Swedia. Sebab, kejuaraan ini merupakan pelebaran sayap dari penyelenggaraan di Swedia. Hal itu karena disadari besarnya potensi tim dari Asia, tetapi terkendala besarnya pengeluaraan untuk pergi ke Swedia mengikuti Gothia Cup. Oleh karena itu penyelenggara Gothia Cup melebarkan sayap penyelenggaraan ke Asia. Dan, Cina yang merupakan negara dengan penduduk terbanyak di dunia menjadi tempat penyelenggara. Gothia Cup China 2018 mempertandingkan tim putra (Boys) jenjang usia 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, dan 25. Lalu putri (Girls) kelompok umur 12 dan 14. Tahun ini di Gothia Cup China, 5 tim dari Indonesia tersebar di tiga penyelenggaraan kelompok umur. Villa 2000 U-12 dan IJL U-12 akan mengikuti ajang Boys 12. Kemudian TopSkor Indonesia mengirimkan 2 tim, untuk kelas Boys 14 dan Boys 15. Terakhir adalah Tim Pelajar Kemenpora (U-16) yang mengikuti Boys 16. Nantinya, 13 pemain Villa 2000 akan bersaing dengan pemain dari 31 klub lainnya. Villa 2000 U-12 tergabung dalam grup 4, bersama tiga klub asal China, yakni Left Wing FC, Wenlai MS, dan Zhengzhou Quenjia FC. Di penyisihan grup, setiap tim bermain empat kali mulai Senin sampai Jumat, dengan ada satu hari libur bertanding. Selebihnya adalah fase knock-out. Villa 2000 U-12 bertolak menuju kota Qingdao pada Sabtu (11/8) pukul 16.00 WIB. (Dre) Skuat Villa 2000 U-12 Gothia Cup China 2018 1. Rahmatito Hijrah Harjana 2. Masyraffa Nabatan Setiyono (C) 3. Muhammad Haikal Riansyah 4. Dzikri Ahmadi Akbar 5. Muhammad Hannan Hadzami 6. Irsyad Maulana 7. Malvin Evander Lopulalan Kurniawan 8. Fachry Ghulam Aradana 9. Muhammad Zulfan Djiaulhaq Mukti 10. Maha Rhaziqa Putra Ediwan 11. Galang Rai Nugraha Wedya Sukma Direja 12. Jatsia Rabbani 13. Erlangga Maula Syahputra Tim Indonesia Gothia Cup China 2018 Boys 12 Villa 2000 U-12 (Grup 4) IJSL U-12 (Grup 8) Boys 14 TopSkor Indonesia (Grup 5) Boys 15 TopSkor Indonesia (Grup 1) Boys 16 Tim Pelajar Kemenpora (Grup 2)

Delapan Gol Bagus Kahfi Bantu Timnas U-16 Kunci Tiket Semifinal Piala AFF U-16

Amiruddin Bagus Kahfi (20), kembali memimpin daftar top skor atau pencetak gol terbanyak sementara Piala AFF U-16 2018, dengan total raihan delapan gol. (tribunnews.com)

Sidoarjo- Timnas U-16 mengunci tiket semifinal Piala AFF U-16 2018 usai menang 3-0 atas Timor Leste di laga keempat Grup A di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Sabtu (4/8). Meski menyisakan satu partai terakhir versus Kamboja, pada Senin (6/8), Garuda Asia mengemas 12 poin dari empat pertandingan dan tak terkejar pesaingnya. Gol-gol kemenangan Timnas U-16 atas Timor Leste dicetak oleh Amiruddin Bagus Kahfi (49’dan 82′) serta Sultan Zico (72′). Dengan koleksi 12 poin dari empat laga, David Maulana dkk dipastikan takkan tergeser oleh Myanmar, maupun Vietnam, yang sama-sama mengoleksi 9 poin. Sementara itu, Thailand lebih dulu memastikan diri melaju ke semifinal dari Grup B. Mereka adalah tim pertama yang lolos usai menang 3-1 atas Singapura, Jumat (3/8). Thailand mengoleksi 9 poin dari tiga laga. Posisi mereka aman karena para pesaingnya akan saling berhadapan pada dua laga sisa, yaitu Laos vs Malaysia, pada Rabu (7/8). Saat ini, empat tim yang sudah dipastikan tersisih dan tak mungkin lolos ke semifinal Piala AFF U-16 2018 adalah: Kamboja, Timor Leste, Filipina (Grup A) dan Brunei (Grup B). Timnas U-16 juga kini mengukir calon kandidat pencetak gol terbayak. Bagus yang memborong dua gol pada laga ini, resmi melewati catatan top skor tahun lalu. Pada 2017, top skorer Piala AFF level U-16 adalah penyerang Kamboja, Sieng Chanthea. Dia membukukan sebanyak lima gol. Gol-gol Chanthea itu tak mampu mengantarkan Kamboja lolos grup. Pencetak gol terbanyak dalam satu edisi Piala AFF U-16 adalah John Robert dan Marc Moric. Mereka membukukan delapan gol. John Robert mencatatkannya dua kali, yakni pada event Piala AFF U-16 edisi 2016 dan 2017. Sementara Moric sekali mencatatkannya pada 2016, bersama Roberts. Bagus pun kini juga sudah mengoleksi delapan gol. Menyisakan satu partai di fase grup tahun ini, Bagus berpotensi kembali menambah pundi-pundi golnya lagi. Di laga pertama melawan Filipina, Bagus baru masuk di babak kedua, namun ia langsung mencetak dua gol. Sedangkan melawan Myanmar, dua gol kembali ia cetak saat tampil sebagai starter. Saat melawan Vietnam, striker asal Magelang ini juga bermain dari bangku cadangan di babak kedua menggantikan Sutan Zico. Lagi-lagi Bagus bisa mencetak dua gol, satu melalui titik putih. Nalurinya dalam mencetak gol akan dibutuhkan lagi oleh Timnas U-16 di laga terakhir fase grup, melawan Kamboja. Uniknya, Bagus selalu mencetak dua gol setiap turun tampil bermain. (Dre) Hasil lengkap Grup A Kamboja 0-1 Vietnam Indonesia 8-0 Filipina Myanmar 3-2 Timor Leste Vietnam 4-0 Timor Leste Indonesia 2-1 Myanmar Kamboja 5-1 Filipina Timor Leste 2-1 Kamboja Vietnam 2-4 Indonesia Myanmar 4-1 Kamboja Vietnam 6-1 Filipina Indonesia 3-0 Timor Leste Klasemen Grup A Piala AFF U-16 No     Tim     Main  Gol   Poin 1 Indonesia    3    +14    12 2 Myanmar     3    +10     9 3 Vietnam      3     +8      9 4 Kamboja     3     −1      3 5 Timor Leste 3    −7       3 6 Filipina        3    −24     0 Jadwal Grup A Senin, 6 Agustus 2018 15.30 WIB Timor Leste vs Filipina (Stadion Joko Samudro, Gresik) 15.30 WIB Vietnam vs Myanmar (Stadion Gelora Delta, Sidoaro) 19.00 WIB Kamboja vs Timnas U-16 (Stadion Gelora Delta, Sidoaro) Daftar Top Skorer Sepanjang Masa Piala AFF U-16 Piala AFF U-16 2017 Sieng Chanthea Mynmar 5 Gol Piala AFF U-16 2016 John Roberts Australia 8 Gol Piala AFF U-16 2015 Marc Moric Australia 8 Gol John Roberts Australia 8 Gol Piala AFF U-16 2014 Dibatalkan karena kurang peserta. Hanya tiga yang mendaftar, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Piala AFF U-16 2013 Cameron Joice Australia 6 Gol Bạch Hồng Hân Vietnam 6 Gol Piala AFF U-16 2012 Ryoma Watanabe Jepang 3 Gol Piala AFF U-16 2011 Adam Swandi Singapura 5 Gol Piala AFF U-16 2010 Liang Yu China 2 Gol Rogerio Seran Timor Leste 2 Gol Piala AFF U-16 2009 Dibatalkan karena virus H1N1 menyebar di Thailand. Piala AFF U-16 2008 Kamal Ibrahim Australia 4 Gol Kerem Bulut Australia 4 Gol

Tambah Motivasi, Juara Asia Junior Championship 2018 Duet Febriana/Ribka Diganjar Bonus Rp 60 Juta

Djarum Foundation memberikan apresiasi berupa bonus Rp 60 juta kepada Febriana Dwipuji Kusuma/Ribka Sugiarto setelah menjadi kampiun di Kejuaraan Asia Junior 2018. (PB Djarum)

Karanganyar- Meraih titel juara di Badminton Asia Junior Championship 2018 memberi berkah bagi duet Pelatnas Pratama asal PB Djarum Kudus Febriana Dwipuji Kusuma/Ribka Sugiarto. Mereka diganjar bonus Rp 60 juta dari Djarum Foundation, di Gelanggang Olahraga (GOR) RM Said Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (4/8). Pada Juli lalu, Febriana/Ribka menjadi kampiun di ajang Badminton Asia Junior Championship 2018 usai di final menaklukan wakil Malaysia, Pearly Koong Le Tan/Ee Wei Toh, straight game, 21-12 dan 21-16, di Jaya Raya Sport Hall Training Center, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Yoppy Rosimin, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, mengatakan pemberian bonus menjadi tambahan motivasi bagi Febriana/Ribka, sehingga mampu berprestasi di level yang lebih tinggi. “Ini bukan anak tangga terakhir yang harus mereka capai. Karena ada anak tangga berikutnya yang harus mereka hadapi. Yang terdekat adalah juara di Kejuaraan Dunia di Kanada,” ujar Yoppy dikutip situs resmi PB Djarum, Sabtu (4/8). Kejuaraan Dunia Junior akan dihelat di Markham Pan Am Venue, Kanada, November 2018. Bahkan, lanjut pria berkacamata itu, jika mereka mampu tampil maksimal di kejuaraan dunia itu masih ada kompetisi yang harus dilewati yang tak kalah penting. “Yaitu juara mulai dari level Challenge hingga Olimpiade,” lanjutnya. Yoppy menambahkan pemberian bonus ini sekaligus bentuk motivasi bagi peserta Audisi Umum yang dihelat di Karanganyar, Jateng. “Minimal mereka bisa makin giat berlatih, dan ingin mengikuti jejak seniornya. Tujuan lain adalah ingin menunjukkan jika kami sangat peduli dengan bulutangkis dan Indonesia,” tegas Yoppy. Sementara itu, Ribka mengaku senang dengan apresiasi ini. “Semoga di kejuaraan dunia junior kami bisa juara,” tutur Ribka. Senada dengan Ribka. Febriana membentang harapan pada kejuaraan dunia junior nanti. “Target kami semoga di kejuaraan dunia junior menjadi yang terbaik,” tukas Febriana. (Adt)