Tinjau Lebih Dalam Penamaan Kategori Turnamen Golf South East Asian Amateur Golf Team Championship 2017

piala-kartini-dari-Indonesia

Acara kompetisi golf south east asian amateur golf team championship 2017 yang berlangsung di kawasan pemukiman gading raya padang golf di ikuti oleh 12 negara secara tim, masing-masing perwakilan negaranya membawa para atletnya per-tim. Dalam kejuaraan yang di gelar dibagi menjadi 4 kategori diantaranya menyimpan history atau sejarah dari perwakilan untuk menghormati beberapa negara. Diantaranya Putra, Santi, lalu Lions dan terakhir Kartini untuk putra-puteri yang berumur 16 tahun ke bawah (U -16). Asal usul nama piala kejuaraan, nama Putra diberikan dari Malaysia, Lions dari Singapura, lalu Santi dari Thailand, dan Kartini dari Indonesia. (adt)

Thailand Berhasil Juarai Semua Kategori Turnamen golf South East Asian Amateur Golf Team Championship 2017

Thailand-banyak-menjuarai-turnamen-golf

Dalam olahraga Golf, point yang terendah malah menjadi pemenang. Skor terendah itu punya alasan karena lebih sedikit melakukan pukulan dari start awal terdiri dari beberapa hole ke hole yang lain mengarah ke lobang (hole) dialah yang menjadi juara. Dan Thailand berhasil menjuarai semua kategori turnamen golf South East Asian Amateur Golf Team Championship 2017. Dari perhelatan ajang rutin golf south east asian amateur team championship 2017 yang berlangsung di gading raya padang golf kabupaten Tangerang, Thailand berhasil menang dari semua kategori yaitu Putra Cup Thailand yang berhasil mengumpulkan skor 803, Singapura 812, dan Indonesia dengan 832. Sedangkan dalam kategori Santi Cup Thailand memperoleh skor 546, lalu di susul oleh Indonesia dengan nilai 555, dan juga Malaysia 594. Begitu juga dari Lion City Cup Thailand masih memimpin dengan skor 552, dan Malaysia 566, lalu di susul oleh Indonesia dengan angka 573. Di kategori Kartini Cup Thailand juga memimpin di angka 552 lalu Malaysia 568 dan Indonesia dengan 572. Maka dengan hasil demikian, Thailand berhasil mengambil gelar juara dari tuan rumah Indonesia.(adt)

Begini Komentar David Milne Pelatih Nasional Golf Indonesia Di Ajang Turnamen golf South East Asian Amateur Golf Team Championship 2017

David Milne Pelatih Nasional Indonesia dari Pro Tour Golf College, Connolly Western Australia

Turnamen golf South East Asian Amateur Golf Team Championship 2017 yang di gelar di lapangan gading padang raya golf, kabupaten Tangerang, Banten pada 3 hari berturut turut sejak tanggal 5 September lalu menyimpan catatan penting bagi pelatih nasional golf Indonesia. David Milne Pelatih Nasional Indonesia dari Pro Tour Golf College, Connolly Western Australia mengatakan kepada nysnmedia.com bahwa pada turnamen golf ini atlet Indonesia menjadi pemain termuda, dan ajang seperti ini digunakan untuk pengembangan potensi diri. “Tentu saja, jika kamu lihat kedua tim tersebut, khususnya Singapura. Rata-rata usia mereka adalah 24 tahun. Dan untuk atlet Indonesia usianya sekitar 17,4 tahun. Tim kami lebih muda. Ini adalah kali pertama mereka ( tim indonesia) mengikuti event internasional. Tapi mereka memperlihatkan kalau mereka bisa berkompetisi, khususnya para pemain wanitanya. Kevin (19) , Joey (16), dan Gie (17) Mereka mendapatkan medali perak dan perunggu.”terang David David menambahkan permainan yang tenang dapat mendukung kontrol (emosi) untuk tetap stabil dan berhasil mendapatkan 32 par. “Yang terpenting dalam mendapatkan nilai diturnamen ini, mereka sangat tenang dan luar biasa penampilannya. Dilihat dari nilai utamanya adalah 32 par.  2 tahun yang lalu saat mendapatkan medali perunggu di Sea Games, total nilai lebih dari 19. Kamu tau itu apa? Itu adalah 32,15 shoot berbeda.”Tambah David Pada kesempatan itu David mengakui bahwa tim Thailand memang sangat kuat, tetapi Indonesia siap membuntuti dan akan merebut gelar juara. “Ya, memang kami tidak menang melawan Thailand. Sekarang memang kita mendapat 1 medali perak dan 1 medali perunggu. Tapi mereka (tim Indonesia) tidak tau tentang penilaian. Mereka (tim Indonesia) sangat mampu bersaing. Tapi mereka masih sangat muda, butuh pembuktian. Kami di belakang mereka, harus mendorong mereka, bukan hanya mendorong ke para pemain, tapi juga harus membangun pool nya. Yang terpenting sekarang, kami punya Michaella, di shoot 66, dia mendapat nilai terbaik melawan Thailand hari ini. Patty 67 melawan Thailand urutan kedua terbaik. Kami tidak menang melawan Thailand sebagai tim, tapi lain waktu pasti kami bisa mengalahkan Thailand.”tutup David.(adt)

Audisi Umum PB Djarum 2017: 112 Peserta ke Final Tahap kedua

Euforia peserta PB Djarum (Foto: bulutangkis.com)

Pada tahap kedua final Audisi Umum PB Djarum 2017 dipastikan 112 pemain telah lolos dari tahap tersebut. Selanjutnya, mereka akan kembali diuji di dua pertandingan terakhir. Menurut yang dilansir dari cnnindonesia.com (9/9/2017), Manajer Tim PB Djarum Fung Permadi menjelaskan, hasil tersebut dari perdebatan yang cukup panjang para tim pelatih. Hingga akhirnya, mengeliminasi 27 dari 139 atlet yang lolos ke final. Ada juga pertimbangan tambahan dalam tahap kedua ini. “Selain teknik dasar, semangat juang hari ini kalah-menang di tiga pertandingan jadi tambahan pertimbangan. Kalau menang terus tapi kami gugurkan rasanya kurang adil,” kata Fung seperti yang dilansir dari cnnindonesia.com Dua pertandingan selanjutnya dalam tahapan kedua final audisi, tim pelatih akan lebih selektif dalam memberikan penilaian  Penentuan atlet yang berhak masuk ke karantina. Fung juga menjelaskan materi peserta putra U-11 dan U-13 di audisi kali ini begitu berkualitas daripada materi peserta putri. Dalam perdebatan akan lebih banyak menentukan peserta putra yang lolos karena kualitas putra kali ini cukup merata. Fung menambahkan, apapun hasil nanti, tetap semangat dalam membina dengan bahan animo bulutangkis di Indonesia yang sudah cukup berkembang ini.

Kecamatan Kosambi Menjadi Start Awal Iring-Iringan Kirab Porkab Di Kabupaten Tangerang Di Buka

pembukaan-porkab

Kirab merupakan ritual khusus pembukaan Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) Tangerang ke 4, berjalan bersama atau beriring-iringan secara teratur, masuk dalam serangkaian upacara yang mendukung terselengaranya Pekan Olahraga Kabupaten Tangerang. Kirab yang juga menandakan bahwa acara porkab Tangerang ini dimulai. Biasanya moment ini cukup menyedot perhatian warga sekitar, pawai dengan berjalan kaki dari satu kecamatan ke kecamatan lainnya dari seluruh 29 kecamatan di kabupaten Tangerang, untuk diketahui oleh masyarakat secara umum. Diawali dengan kirab porkab yang ke 4 ini, untuk start pertama kali dimulai dari kecamatan Kosambi, Teluknaga, Pakuhaji, Sepatan, Sepatan timur dan berakhir di kecamatan Sukadiri, maka dimulailah sudah Pekan olahraga kabupaten Tangerang ke 4. Dalam hal ini Ketua panitia kirab porkab Tangerang ke 4, Ahmad Bayuni mengatakan kepada nysnmedia.com bahwa kirab porkab Tangerang ini dilaksanakan sebagai penanda di mulainya kompetisi Porkab Tangerang, dan nantinya sebagai ajang sosialisasi porkab Tangerang ke 4 kepada seluruh komponen masyarakat dan pengiat olahraga di kabupaten Tangerang. “Kirab porkab Tangerang merupakan bentuk publikasi atau sosialisasi terhadap masyarakat di 29 kecamatan yang ada di wilayah kabupaten Tangerang yang nantinya kirab akan selesai pada tanggal 2 Oktober 2017 mendatang di Pagedangan yang merupakan sebagai tuan rumah terselenggaranya ajang porkab Tangerang ke 4,” ujar Bayuni. Sementara itu hal senada juga dilontarkan oleh ketua panitia Pekan Olahraga Kabupaten Tangerang, Teguh Wisnu bahwa adapun persiapan para atlet sudah dari jauh hari dari tiap kecamatan sudah mempersiapkan acara Porkab. “Ya, untuk tehnis porkab Tangerang itu sendiri sudah dimulai dari 2016 Akhir dengan diawali tahapan launching, penyerahan formulir dan scrheaming penyeleksian peserta dalam hal ini atlet- atlet porkab Tangerang, sedangkan penjadwalan pertandingan sudah ditetapkan dalam technical meeting pada tanggal 5 september kemarin”,pungkas Teguh.(rom/adt)

Stadion Benteng Saat Ini Yang Hanya Menjadi Kenangan Akan Kebesarannya

Stadion Benteng siapa yang tidak kenal stadion satu ini, apalagi bagi kamu warga Tangerang. Salah satu stadion legendaris sepak bola Indonesia yang telah banyak mencetak pesepakbola hebat; Seperti Mukti Ali Raja, Firman Utina, Ilham Jaya Kesuma, Zaenal Arief, dan Nova Zainal. Sejumlah nama pesepakbola pernah menjadi bagian penting dalam sejarah Stadion Benteng. Menurut lansiran cnnindonesia.com, Stadion Benteng dahulu tempat klub sepakbola Tangerang, yaitu milik Persita. Namun, kini keadaan stadion begitu mengenaskan, bahkan benar-benar terlihat tak layak. Lebih dari setengah tribune penontonnya telah tertutupi alang-alang, banyak coretan di tembok, serta bau pesing tercium di seluruh sudut stadion. Bangunan di antara tribune selatan dan timur yang tak jua selesai dibangun. Pintu-pintu masuk stadion juga sudah tak terlihat lagi karena tertutup alang-alang yang tingginya melebihi tinggi pintu-pintu. Tak hanya itu, menelisik ke ruang ganti tak manusiawi, Besi-besi loket pembelian tiket penuh karat dan coretan. Serta bangunan kumuh di sekitar stadion dan pagar pembatas di tribune Timur sekarang identik jadi jemuran pakaian. Hanya tersisa lapangan stadion, fasilitas di Stadion Benteng yang masih terawat dan digunakan rutin setiap harinya sebagai tempat latihan penggawa Persita. Semua itu karena urunan dana dari para mantan pemain dan sedikit bantuan dari Pemerintah Kabupaten Tangerang yang membuat lapangan di Stadion Benteng masih layak dijadikan tempat latihan. Seperti yang dilansir dari cnnindonesia.com, Ilham Jaya Kesuma, seorang pemain nasional mencoba mengingat kembali masa jaya bersama Persita di Stadion Benteng. Ilham datang ke Persita pada 1996. Dulu stadion Benteng dianggap simbol kejayaan Persita. Karier Ilham sebagai pemain nasional dimulai dari stadion Benteng tersebut. “Saya itu banyak pengalaman manis dan pahit sama Stadion Benteng. Pertama kali saya datang itu ke Tangerang ya ke Stadion Benteng, saya tinggal di sini. Saya tidur di samping, di bawah (tribune) ada kamar seperti mess gitu. Semua kegiatan fokus di lapangan. Jangankan AC, hanya ada kipas angin dan banyak nyamuknya,” ucap Ilham seperti yang dilansir CNN Indonesia. Pada tahun 2015, masalah pahit Stadion Benteng pun ada saat Tangerang dibagi menjadi dua yaitu Tangerang Kota dan Kabupaten. Stadion Benteng ada di dalam kota, tapi dimiliki oleh pihak kabupaten. Tak hanya sampai itu, keributan antar suporter Persita dan Persikota memperkeruh suasana stadion, hal tersebut terus menelan korban jiwa. Sampai akhirnya 2010, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang mengeluarkan fatwa haram untuk semua kegiatan Persita di Stadion Benteng. Sejak saat itu, Ilham berkata fasilitas di Stadion Benteng terbengkalai. Hanya lapangan sepakbola saja yang masih sedikit lebih terurus sampai sekarang.

Final Party DBL North Sumatera Series: Methodist 2 dan Sutomo 1 Berpesta

Final party Honda Developmental Basketball League (DBL) North Sumatera Series, diakhiri dengan perolehan gelar juara dari tim basket putra SMA Methodist 2 Medan dan tim putri SMA Sutomo 1 Medan. Pertandingan tersebut memberikan kesan dramatis di tim putra maupun putri. Menurut lansiran dblindonesia.com (27/08/2017), Diawali laga final putri Sutomo 1 lawan Wahidin, ribuan penonton memadati GOR tersebut. Aksi mereka merupakan final terketat sepanjang sejarah putri di Medan. Sutomo 1 akhirnya meraih gelar juara dengan kemenangan hanya satu bola lewat skor 51-49 dari sang juara bertahan. Sutomo 1 pun meraih gelar ketiganya  setelah 2011 dan 2015. Kuarter pertama, guard Wahidin, Pebriyanti tak mendapat ruang gerak dan  beberapa kali bolanya mampu dicuri pemain lawan. Sedangkan center, Laeticia akhirnya memecah kebuntuan lewat lay  upnya. Setelah enam menit, Yanti baru berhasil mencetak  skor pertamanya dan menyamakan skor 7-7. Tapi Cindy, Wydeline, dan Andrea dkk membuat Sutomo 1 kembali menjauh 17-8 di kuarter pertama. Di kuarter kedua Wahidin merajut ketertinggalan sembilan poin. Perlahan mereka mulai mengejar. Lemparan tiga angka tak ada guna mengejar ketertinggalan. Sutomo 1 masih unggul 25-18. Kuarter ketiga menjadi show Pebriyanti. Aksinya  memangkas jarak menjadi lima poin (20-25). Wahidin percaya bisa melampaui Sutomo 1. Lay up Yanti dan Laeticia membuat  skor imbang 33-33 di akhir kuarter ketiga. Terakhir, di kuarter penentu pun semakin mendebarkan. Kedua tim  saling kejar angka. saat sedang membara, sayang Wahidin harus  kehilangan tiga pemain terhebat, Selvie, Laeticia dan Fenny karena foul out. Kondisi ini pun dimanfaatkan Sutomo 1. unggul 49-48 lewat Wydeline. Dibalas kembali, satu lemparan bebas Dhevy yang masuk menyamakan skor Wahidin menjadi 49-49. Namun di sisa 15 detik, Andrea melakukan lay up penentu dan akhirnya sang juara bertahan harus kalah. Air mata mengakhiri pertandingan dramatis itu. Tangis haru langsung pecah, para pemain Sutomo 1 saling berpelukan. Di kubu Wahidin, air mata juga mengakhiri perjuangan menegangkan mereka sore itu dalam mempertahankan gelar. Sukses Sutomo 1 kian lengkap karena Wydeline, sang kapten meraih gelar Most Valuable Player (MVP) putri. Sementara itu tim basket putra Methodist 2 Medan akhirnya mendapat gelar juara Honda DBL pertama kali. Methodist 2 memenangkan pertarungan ketat kontra Wahidin dengan kemenangan tipis 60-59. “Akhirnya lega. Kutukan itu berakhir juga. Lima kali jadi runner up,  akhirnya kami juara,” kata Coach Methodist 2, Jenny Irawan menurut yang lansiran dblindonesia.com.

DBL Final LOOP 3×3 Competition: WR Supratman dan Wahidin A Sabet Gelar Juara

LOOP 3×3 Competition akhirnya tuntaskan partai finalnya di GOR Samudera Sport Club, Sabtu (26/8) kemarin. Gelar juara disabet oleh tim putra SMA WR Supratman 1 dan tim putri Wahidin A. Menurut lansiran dblindonesia.com (27/08/2017), Final LOOP 3×3 tersebut cukup dramatis di kategori putra. SMA WR Supratman 1 harus menumbangkan Wahidin lewat overtime, dengan kemenangan 9-8. Sukses WR Supratman kian lengkap karena pemainnya Kelvin juga terpilih sebagai Most Valuable Player (MVP) LOOP 3×3 Competition. Kelvin pun berhak mengikuti LOOP 3×3 National Champion. Sementara di final putri, Wahidin A masih terlalu hebat bagi SMAN 15 (B). Tri Rahmayani dkk dari tim Wahidin A akhirnya menang dengan skor 7-3. Sama halnya dengan Kelvin, Tri Rahmayani juga berhasil menjadi MVP putri dan juga lolos ke LOOP 3×3 National Camp.

Ini Dia Most Valuable Player (MVP) DBL East Java Series 2017

Untuk menjadi sebuah tim basket ternyata bukan hanya membutuhkan kekompakan tim tapi tiap pemain juga dituntut memberikan performa terbaik. Seperti dua pemain ini nih, yang selalu jadi pemain andalan most valuable player (MVP) Honda DBL East Java Series 2017 karena bisa memberikan performa terbaiknya dalam tiap pertandingan. Yuk, simak siapa dia dan apa rahasianya sih bisa jadi most valuable player yang dilansir dari dblindonesia.com (28/08/2017). Fabian Ariel (SMA Gloria 1 Surabaya) Sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD), Fabian sudah menyukai basket. Pemain satu ini punya kekuatan fisik yang baik dan stabil hingga dipercaya menjadi andalan penyerang Gloria 1. Fabian begitu lihai dalam menggiring bola untuk mengawali serangan offense ke daerah lawan. Dulu Ia pernah jadi guard dan berhasil membawa timnya menjadi juara di Junior-Junior Basketball League (JRBL) tahun 2013. Tak hanya sampai disitu, lanjut hingga Ia ikut liga Honda DBL East Java Series 2016 dan 2017. Saat itu, Fabian menjadi salah satu pemain andalan coach Desandrew Pudyo, pelatih Gloria 1. Sampai ahirnya, ia sukses menjadi most valuable player Honda DBL East Java 2017. Prestasinya tersebut, diakui Fabian berkat latihan yang telah dilakukan. Selain berlatih bersama tim, Ia selalu meningkatkan skill dribble dan shootingnya sendiri. Sepanjang laganya, ia termasuk salah seorang player dengan basic shooting dan akurasi free-throw yang mencapai 75 persen. “Salah satu goals-ku adalah jadi pemain terbaik. Sementara ini beruntung sudah bisa masuk first team DBL,” lanjutnya. Adelaide Callista (SMA St Albertus Malang) Laide, sapaan akrab dari Adelaide Callista sudah memulai karirnya di dunia basket sejak kelas 3 SD, loh. Prestasi yang didapat tidak tanggung-tanggung. Tahun 2015 lalu, Laide berhasil mendapat juara 2 Popnas, dilanjutkan dengan juara 1 level 1 Fiba U18 di Bangkok, dan juara 2 Asean School Games. Selain itu, 4 tahun berturut-turut Laide juga ikut andil dalam kemenangan kejuaraan nasional (kejurnas) sejak tahun 2014. Prestasi di tahun ini, Ia terpilih seleksi Sea Games walau hanya samapi 15 besar saja. Hingga akhirnya Laide menjadi most valuable player Honda DBL East Java Series 2017 berkat akurasinya yang mencapai 50 persen untuk 3pt. Pengalaman terbaik yang ia rasakan saat bermain bersama orang luar negeri. Di sana, ia belajar bagaimana menghadapi musuh, mengontrol teman-teman saat main, dan tahu juga tekhnik main basket yang lebih luas.

Federasi Beladiri Wing Chun Indonesia Akan Gelar Tunamen Wing Chun Indonesia 2017 Di Bali Pada November mendatang

logo wing chun

Prestasi Indonesia dalam beladiri Wing Chun memang sudah tidak diragukan lagi. Indonesia sudah 2 kali meraih kemenangan dalam Kejuaraan Wing Chun Dunia, ‘Ip Man Ving Tsun Match’ yang diselenggarakan oleh Ving Tsun Athletic Association, Hong Kong. Pada tahun 2014. Dan pada tahun selanjutnya Indonesia berhasil memperoleh 2 medali emas dan 1 medali perak. Lalu Pada tahun 2016, Indonesia berhasil mengukir prestasi besar dengan meraih gelar Juara Umum, dengan perolehan medali emas terbanyak yaitu 9 medali emas, 8 medali perak dan 6 medali perunggu. Menurut rilis yang di terima oleh nysnmedia.com tanggal 22 Agustus 2017, tujuannya turnamen diantaranya untuk meneruskan prestasi penerus bangsa dalam beladiri Wing Chun, maka dibentuklah Federasi Wing Chun Indonesia yang resmi dengan akta notaris dan terdaftar di DEPKUMHAM, serta berdasarkan pada asas Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Selain untuk menaungi seluruh komunitas/perguruan/organisasi Wing Chun di Indonesia, Federasi Wing Chun Indonesia juga dibentuk untuk meningkatkan prestasi wing chun, di Indonesia pada khususnya dan di dunia pada umumnya. Pada bulan Oktober 2016 lalu, Federasi Wing Chun Indonesia telah berkoordinasi dengan Perguruan Tradisional Ip Man (TIM) Wing Chun untuk menyelenggarakan Turnamen Wing Chun Indonesia 2016 di Solo, Jawa Tengah dengan Provinsi Kalimantan Barat sebagai gelar Juara Umum Nasional. Tahun 2017 kali ini, kembali Federasi Wing Chun Indonesia akan menyelenggarakan Tunamen Wing Chun Indonesia 2017 yang akan diselenggarakan di Bali, pada 18 November 2017 mendatang. Turnamen Wing Chun Indonesia (TWCI) merupakan kegiatan tahunan Federasi Wing Chun Indonesia yang bertujuan sebagai ajang peningkatan prestasi atlet wing chun Indonesia serta membangun semangat nasionalisme dibidang seni beladiri, khususnya Wing Chun. Selain itu, Turnamen Wing Chun Indonesia 2017 juga sebagai sarana untuk menentukan atlit nasional yang akan berpartisipasi dalam Kejuaraan Internasional 2018 yang diselenggarakan oleh organisasi wing chun dunia.(red)

Ini Hasil Akhir Basketball Competition Di Ajang Tahunan Saint john’s School BSD

saint-jhon-juara

Final basket competition high school yang di adakan di Sekolah Saint john’s school BSD Kota Tangerang Selatan telah melahirkan juara baru untuk setiap tingkatan sekolah menengah pertama (SMP) dan menengah atas (SMA). Final tersebut memakan waktu selama dua hari,dari tanggal 30-31 agustus 2017. Selain banyak juara per kategori yang di perebutkan juga waktu yang terbatas karena aktifitas sekolah saint jhon’s school tutup sampai jam 5. Berikut data tim sekolah tingkat SMP dan SMA di Tangerang yang menjadi juara di basketball competition yang di adakan di sekolah Saint john’s school. Kategori tim SMP putra adalah: Juara 1 : Kharisma Bangsa Juara 2 : SPH Lippo Village Juara 3 : SMP Kanaan Dan di kategori tim SMP putri Juara 1 : SPH Lippo Village Juara 2 : Santa Ursula BSD Juara 3 : SMPN 4 Tangerang Selatan Sedangkan kategori tim SMA putri di rebut oleh : Juara 1 : St. John’s Catholic School BSD Juara 2 : SMAN 7 Tangerang Selatan Dan di kategori tim SMA putra adalah : Juara 1 : Kharisma Bangsa Juara 2 : St. John’s Catholic School Juara 3 : SMAN 7 Tangerang Selatan (mrd/adt)

Dispora Dan KONI Siap Sukseskan Porkab Ke- 4 Kabupaten Tangerang

porkab-4

Porkab Tangerang merupakan ajang seleksi atlet-atlet muda yang ada disetiap kecamatan se-Kabupaten Tangerang, 18 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan pada Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB), dalam hal ini persiapan Dispora dan KONI saling bahu-membahu demi mensukseskan program tahunan ini. Kepala dinas pemuda dan olahraga kabupaten Tangerang, Ahmad Taufiq mengatakan kepada nysnmedia.com bahwa selain stakeholder yang terkait, dirinya juga menghimbau agar seluruh komponen masyarakat untuk turut mensukseskan Porkab yang ke-4. “Ya, kami mengharapkan kepada seluruh komponen masyarakat, mari kita dukung PORKAB IV Tahun 2017 Kabupaten Tangerang ini, agar terciptanya atlet atlet yang berprestasi dan berdedikasi tinggi, dalam rangka mempersiapkan atlet di ajang yang lebih tinggi yaitu mengikuti PORPROV yang ke-5 Banten 2018 mendatang yang rencananya diadakan di Kabupaten Tangerang,” ujar Taufiq Rencananya 18 cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan tersebut diantaranya adalah atletik, volleyball, bulutangkis, catur, karate, pencak silat, panahan, renang, bola sundul, sepakbola/futsal, taekwondo, tenis meja, sepak takraw, bridge, golf, balap motor, basketball, tenis lapangan. Setelah dilakukan technical meeting di kantor KONI Kabupaten Tangerang di Tiga Raksa (4/9) maka ajang PORKAB ini akan dilakukan di 3 kecamatan wilayah kabupaten Tangerang diantaranya kecamatan Kelapa Dua, Curug dan Pagedangan.(rom/adt)

Bulutangkis Tunggal Putra, Jonatan Christie Berhasil Raih Emas

Jonatan Christie berhasil meraih medali emas bulutangkis dengan 21-19, 21-10. Tim tunggal putra SEA Games 2017 telah mengalahkan pemain Thailand Khosit Phetpradab di Axiata Hall, Kuala Lumpur, Selasa (29/8/2017). Menurut lansiran dari detikSport (29/08/2017), Jonatan sempat dapat perlawanan dari lawannya di gim pertama. Tapi setelah berimbang dalam kedudukan 9 sama, Jonatan mampu terus melampaui perolehan angka yang di dapat Khosit. Kemenangan Jonatan akhirnya dipastikan saat pengembalian dari Khosit dan shuttlecock hanya menghantam net. Jonatan pun menang dua gim langsung dalam durasi 37 menit. Hasil tersebut akhirnya membuat Jonatan mempersembahkan satu-satunya medali emas nomor perorangan cabang bulutangkis di SEA Games kali ini. Tentu, hal ini berarti ia menjadi wakil tunggal Indonesia di final.

Kupas Tuntas Dilema Karir Para Pelatih Bulutangkis Indonesia, Mengabdi Di Indonesia Atau Berkarir Di Luar Negeri?

Perhelatan Indonesia Open beberapa waktu lalu ternyata dijadikan ajang unjuk kemampuan  para pelatih bulutangkis asal Indonesia untuk melihat seberapa tangguh atlet binaan mereka di luar negeri. Menurut lansiran dari metrotvnews.com (10/08/2017), Para pelatih bulutangkis seperti sebut saja Hendrawan, Rexy Mainaky, Mulyo Handoyo, Agus Dwi Santoso, dan beberapa mantan atlet bulutangkis Indonesia lainnya. Mereka kini ‘mengabdi’ ke negara lain. Contohnya seperti Mulyo Handoyo, ia memilih ikut membantu India dalam merevolusi olahraga bulutangkis di negeri Bollywood tersebut. Tak hanya itu, Agus Dwi Santoso juga ikut mencoba mengadu nasib ke Korea Selatan. Kemampuan Agus telah dirasakan oleh para pebulutangkis Negeri Gingseng tersebut. Gaji dan Prestasi Agus meninggalkan PB Djarum pada Mei 2016 karena sebuah alasan prinsip. Ia mencoba pertama datang ke negeri Vietnam, tapi lantaran tak ada gaji untuk pelatih, ia pun pergi dari negeri itu. Pada waktu yang nyaris berdekatan, Agus mendapatkan kabar Korea Selatan (korsel) sedang mencari pelatih. Setelah itu, kepala bidang PBSI, Basri Yusuf dan Rexy Mainaky meminta surat lamarannya untuk dikirimkan ke Pelatnas bulutangkis Korsel. Beruntung lamaran itu langsung direspons oleh pihak Korsel. Agus sendiri sempat dilanda rasa khawatir karena tiga bulan pertama gaji belum juga turun. Namun akhirnya ketika pada bulan keempat gajinya sudah dilunasi oleh pihak bulutangkis Korsel. “Selama hampir empat bulan saya sempat enggak menerima gaji. Saya baru mendapatkannya setelah empat bulan. Ternyata malah enggak sesuai dengan kontrak. Maksudnya, pihak Korea bukan hanya melunasi gaji saya selama empat bulan, tapi memberikan bonus Rp53 juta. Itu karena saya dinilai mampu mengangkat performa bulutangkis putri Korsel. Intinya mereka menghargai saya,” akui Agus seperti yang dilansir metrotvnews.com. Tak hanya bonus, belum genap enam bulan Agus diangkat sebagai pelatih kepala dengan membawahi sektor tunggal putra dan putri. Performa yang diangkat Agus bukan sembarang. Ia mampu membantu Korsel menang 3-2, mematahkan dominasi Tiongkok dalam enam gelaran terakhir Piala Sudirman. Lewat final dramatis di Gold Coast, Australia. Akhirnya saat ini Agus yang menjabat sebagai pelatih kepala, dan dibantu oleh dua pelatih lokal. Targetnya kali ini membawa Korsel bersinar dalam Kejuaraan Dunia BuluTangkis yang digelar Agustus tahun ini. Bagaimana PBSI Bersikap Akan Hal Ini? Kepala Bidang Pengembangan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti menanggapi peran Agus dan beberapa mantan atlet bulutangkis. Bagi Susy, itu adalah hak pribadi masing-masing untuk memilih jalan menjadi pelatih di luar negeri. “Enggak apa-apa lah, mereka juga kan mencari pekerjaan. Mungkin mereka punya tawaran lebih tinggi di sana, artinya mereka kan bebas untuk bisa memilih. Negara mana yang mau dengan mereka. Jadi buat saya sih sah-sah aja,” terang Susy seperti dilansir metrotvnews.com Secara global kondisi tersebut justru bagus untuk persaingan bulutangkis di dunia. Karena saat ini ada beberapa pelatih asal Indonesia yang kini membela banyak negara. Dan juga para pelatih tersebut juga dianggap Susy memiliki potensi yang baik karena menjadikan bulutangkis sebagai mata penghasilan mereka. Sebagai bentuk dukungan, pihak PBSI ternyata telah menyiapkan sebuah program kepada pelatih-pelatih Tanah Air yang ingin melatih para atlet luar. Salah satunya dengan mengadakan coaching clinic kepada mereka, agar mendapatkan sertifikat. Di sana mempelajari di level mana berlatih atau mungkin dengan standar gaji berapa, serta bagaimana mereka nantinya di luar negeri akan membuat program dalam pelatihan. Pilih Mana Pengabdian Atau Harga? Seperti yang dilansir metrotvnews.com, Ia bukan tidak ingin membantu atlet Indonesia namun karena ia mengakui kalau jodohnya saat ini berada di Korsel. Agus pernah berjodoh dengan Indonesia dan ia telah melatih atlet tunggal putra Tanah Air. Termasuk mengantarkan Hendrawan merebut medali perak di Olimpiade Sydney 2000 dan juara dunia di Sevilla pada 2001. Selain itu ada tim Merah-Putih saat menjuarai Beregu Putra Asian Games 1998, serta Piala Thomas 2000 dan 2002. “Kalau negara memerlukan saya lagi, saya harus lihat dulu siapa yang memanggil saya. Pokoknya, harus dengan pihak resmi dari PBSI, bukan kata orang atau rumor dari pihak yang tak jelas,” terangnya. Menurut Agus yang dilansir metrotvnews.com, ada perbedaan yang mencolok dalam urusan ‘uang’ saat melatih di Indonesia dengan di luar negeri. Untuk Indonesia, Agus menyatakan itu bersifat pengabdian jadi tidak ada tawar menawar. Sedangkan untuk luar, Dia tak mengelak kalau akan mematok harga kepada klub atau negara lain jika ada yang berminat dilatih olehnya. ‘Terlewatkan dan Tidak Dimanfaatkan’ Legenda bulutangkis Indonesia, Christian Hadinata juga ikut andil memberikan pandangannya terkait fenomena ini. Menurut lansiran dari metrotvnews.com, Koh Chris ini melihat kalau para mantan atlet bulutangkis yang sukses melatih di luar negeri, bisa dibilang ‘terlewatkan dan tidak dimanfaatkan’ oleh PBSI. Hal ini menurutnya bisa dilihat dari dua sisi yaitu orang lain membutuhkan mereka atau mereka pintar cari peluang. Christian juga menyatakan fenomena itu sudah lama sekali terjadi. Fenomena mantan atlet bulutangkis Indonesia rantau ke negeri orang untuk menyebarkan ilmu bukanlah hal baru.  Tepatnya ada tahun 1969, saat Tan Joe Hok salah satu legenda bulutangkis Indonesia merantau ke meksiko. Dengan kata lain, fenomena tersebut menurut Chris memiliki dua efek positif. Pertama, ini bisa menjadi pacuan buat pelatih-pelatih di dalam negeri agar terus semangat melatih dan jangan mau kalah. Kedua, tentu bisa membuat cabang bulutangkis pamor di dunia karena adanya persaingan yang sengit. Sebab kalau hanya negara Tiongkok atau Denmark yang hanya mendominasi bulutangkis, maka, pasti nanti cabang olah raga bulutangkis takkan bisa dimainkan di Olimpiade. Sumber : metrotvnews.com

Lifter Indonesia Pertanyakan Dimana Perhatian Pemerintah Untuk SEA Games

Lifter Indonesia yang juga merupakan andalan Indonesia, Eko Yuli Irawan mempertanyakan perhatian pemerintah atas kegagalan dirinya dalam meraih medali emas di ajang SEA Games 2017. Menurut lansiran netralnews.com (29/08/2017), Pasalnya, Eko menganggap pemerintah  kurang memperhatikan persiapan cabang olahraga angkat besi. Padahal cabang olahraga ini di SEA Games tidak pernah putus menyumbang medali sejak tahun 2000. Sebagai Lifter Indonesia Eko Yuli telah tiga kali meraih medali di pentas Olimpiade, namun sekarang ia gagal dan hanya mampu meraih medali perak. Ia hanya mampu mengangkat beban seberat 306 kg, turun di kelas 62 kilogram. Medali emas sekarang menjadi milik atlet Vietnam, Trinh Van Vinh yang mencatat total angkatan 307 kg. Sementara atlet Myanmar, Myint Kyi, merebut medali perunggu dengan total angkatan 284 kg. Menanggapi kekalahannya tersebut, peraih perak Olimpiade 2016 itu mengakui persiapan sebelum SEA Games tidak optimal. Persiapan tim vietnam maupun myanmar lebih bagus, sedangkan persiapan tim Indonesia masih sekitar 90 persen. Dari persiapan tersebutlah, Eko amat menyayangkan pemerintah yang kurang memperhatikan persiapan latihan cabang angkat besi. “Selama persiapan, memang kami pernah ditengok di Bandung? Tidak tahu kan pemain kita bagaimana, makanan kami bagaimana. Kami semua pakai biaya sendiri dari PB yang menalangi. Jadi ya mau tidak mau, inilah hasilnya,” terang mantan juara dunia junior itu yang dilansir netralnews.com. “Dan hasil ini sudah melewati rekor-rekor di latihan. Kalau dibandingkan tahun lalu, ya memang ini lebih rendah tapi kalau untuk tahun ini, ini yang terbaik,” lanjutnya. Kegagalan tahun ini sekaligus memutus dominasi Eko dalam empat SEA Games yang telah ia ikuti.

Bulutangkis Gagal Mengejar Target 3 Emas Pada SEA Games, Susi Minta Evaluasi

Hasil para pemain Indonesia pada putaran semifinal SEA Games 2017 tidak berhasil memenuhi target tiga emas di cabang Bulutangkis pada Senin (28/8). Pasalnya, harapan satu-satunya dari tunggal putra harus sirna. Susi Susanti, manajer tim bulu tangkis Indonesia di SEA Games 2017 meminta raihan tim bulu tangkis Indonesia harus dievaluasi. Seperti yang dilansir wartaekonomi.co.id (28/08/2017), Susi menilai tiga partai semifinal Indonesia tidak seharusnya menelan kekalahan. Tiap pemain sudah punya peluang besar untuk menang namun justru lawan dapat membalikkan keadaan dan menang. Ia menyatakan semua itu patut dievaluasi. “Target tiga medali emas memang tidak tercapai. Ini patut dievaluasi, seharusnya di saat pertandingan penting seperti ini pemain tidak boleh hilang fokus dalam tekanan seperti apapun, harusnya diatas angin, bukan sebaliknya,” kata Susi dalam keterangannya yang dilansir dari wartaekonomi.co.id Susi mengatakan tim ganda putra kalah juga karena missed target, keberanian yang kurang sehingga saat ada tekanan dari lawan, tidak berkembang. Dan juga saat leading, tim dengan mudahnya buang poin. “Intinya atletnya harus mengubah mindset mereka sendiri apapun kondisi lapangan saat pertandingan,” tutur Susi. Dalam partai semifinal SEA Games 2017 , sedangkan empat wakil lainnya memperoleh perunggu melalui Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (ganda putra), Gregoria Mariska (tunggal putri) dan Ihsan Maulana Mustofa (tunggal putra). Dalam SEA Games 2017 sendiri, Indonesia menargetkan tiga emas, satu emas sudah didapat dari nomor beregu putra, dan di kategori perorangan hanya  Jonatan Christie yang masih memiliki peluang dengan melangkah ke partai final. Susi berharap Jonatan akan tampil baik dan merebut medali emas. “Mudah-mudahan Jonatan mainnya normal, tenang dan lebih berani. Saya berharap Jonatan bisa mengatasi faktor non teknis ini,” kata Susi. Perolehan medali sampai kemarin raihan Indonesia dalam cabang olahraga bulu tangkis adalah satu emas dari beregu putra, dan empat perunggu yang masing -masing disumbangkan tim beregu putri, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (ganda putra), Gregoria Mariska (tunggal putri) dan Ihsan Maulana Mustofa (tunggal putra).

Inilah Juara Baru Honda DBL Jakarta Series 2017

pemenang-honda-dbl-2

Final basketball Honda DBL Jakarta Series 2017, di GOR Soemantri, kemarin (26/8). Di kategori tim putra mempertemukan SMAN 22 Jakarta melawan SMAN 71 Jakarta, sedangkan untuk tim putri mempertemukan SMAN 8 Jakarta melawan SMAN 3 Jakarta di GOR Soemantri, kemarin (26/8). Menurut pantauan tim nysnmedia.com di lapangan, Kuatnya pertahanan SMAN 8 membuat Valerie dan tim sulit beradu duel di udara. Beberapa kali bola muntahan didekap di tangan pemain SMAN 8. Jual beli serangan terjadi menjelang akhir kuarter pertama, hingga kuarter pertama usai, teladan tertinggal dengan skor 4-9. Pada Kuarter kedua tim kembali melancarkan serangan sengit, kejar – kejaran poin terus terjadi, Valerie sempat memangkas skor jadi 21-17, SMAN 8 unggul Memasuki kuarter ketiga, ketegangan makin menjadi. Teladan masih tertinggal 28-36, maka kemenangan SMAN 8 sangat terasa di depan mata. Dan benar saja hingga akhirnya peluit panjang dibunyikan, SMAN 8 unggul 47-40. Di sektor putra, dua tim dari Jakarta Timur bertemu. SMAN 71 kali pertama melawan SMAN 22 di ajang Honda DBL DKI Jakarta Series. Meski begitu, keduanya langsung bermain dengan agresif dan sportif. Arahan pelatih Tezara dapat diserap para pemain, SMAN 22 yang belum mencetak poin mengambil time out. Riverside menunjukkan kemampuannya. SMAN 22 memimpin dengan skor 17-15. Kuarter kedua dan ketiga menjadi ajang jual beli serangan kedua tim yang sama-sama mengandalkan sang kapten. Anthony sukses melakukan tembakan. Tak mau poinnya dikejar, Putra melakukan percobaan three point shoot dan berhasil. Hingga kuarter ke empat, Buzzer berbunyi, skor 58-55 membuat gelar juara untuk kali pertama diraih SMAN 22 Jakarta. (mrd/adt)

Berhasil Kalahkan Sang Juara Bertahan Kompetisi DBL, Addy Mulyadi Optimis Raih Kemenangan

pelatih-SMAN-71

Lanjutan final honda DBL west Java Series 2017 di GOR Soemantri, Kuningan, Jakarta(26/8), Anak asuh Addy Mulyadi kembali terkena kutukan untuk yang ketiga kalinya. Setelah tim putri mereka SMAN 71 jakarta yang pada kompetisi DBL tahun 2015 berhasil menjadi runner up, kini harus kandas saat laga pertama mereka melawan sman 34 jakarta pada babak penyisihan grup dengan skor 27 – 18. “Di kompetisi tahun 2015 lalu tim putri kita menjadi runner up, tahun kemarin giliran tim putra yang masuk runner up, tahun ini kita pasti bisa pasti bisa juara,”ujar coach Addy. Berbeda dengan tim putrinya yang harus tersingkir di babak penyisihan grup, Tim putra yang di gawanginya berhasil melaju ke babak final dengan mudah. Terbukti mereka bisa menyingkirkan lawan dengan skor telak. Selain itu, Pelatih SMAN 71 Jakarta addy Mulyadi mengaku sangat bangga timnya melaju ke babak final setelah mengalahkan sang juara bertahan kompetisi DBL yaitu SMAN 3 Jakarta. Pada babak perempat final melawan SMAN 3 Jakarta merupakan ajang balas dendam DBL tahun 2016 kemarin. Pasalnya mereka harus memupuskan harapan menjadi juara ke tangan SMAN 3 Jakarta. “Kita sudah mendapat pelajaran di tahun 2016 kemarin, dan kita sudah mengalahkan sang juara bertahan,” lanjut Addy. Berikut hasil sementara laga yang di lakoni SMAN 71 jakarta. SMAN 6 JAKARTA VS SMAN 71 JAKARTA ( 15 – 29 ) SMA BUKIT SION JAKARTA VS SMAN 71 JAKARTA ( 28 – 32 ) SMAN 71 JAKARTA VS SMAN 3 JAKARTA ( 26 – 20 ) SMAN 71 Jakarta VS SMA VIANNEY ( 47 – 29 ) SMAN 22 Jakarta VS SMAN 71 Jakarta ( 47 – 40 ). (mrd/adt)

Kemenangan Tim Bulutangkis Regu Putra di SEA Games 2017 Jadi Modal Untuk Pertandingan Perseorangan

Kemenangan Tim bulutangkis putra Indonesia pada nomor pertandingan beregu menjadi kunci mental keberhasilan dalam pertandingan perorangan SEA Games 2017 yang akan berlangsung di Axiata Arena Kuala Lumpur, Malaysia, pada Sabtu 26 Agustus 2017. “Kemenangan ini sesuai dengan harapan dan target kami karena tim putra memang menjadi salah satu tumpuan penyumbang emas dari bulutangkis,” Ujar Manajer Tim Bulutangkis Indonesia dalam SEA Games 2017 Susy Susanti dilansir dari Okezone Sport, Jumat (25/08). Tim bulutangkis putra Indonesia meraih medali emas pertama dari cabang olahraga bulutangkis SEA Games 2017 setelah mengalahkan tim tuan rumah Malaysia 3-0 dalam laga final.

Honda DBL DKI Jakarta Series 2017: Tim Tangguh Memasuki Babak Fantastic Four

Pertandingan Honda DBL DKI Jakarta Series 2017 telah memasuki babak fantastic four. Tim putri SMAN 34 sukses merebut tiket ke babak itu, kemarin (23/08). Bahkan, ada juga dua tim putri lain yang sudah pasti ke fantastic four adalah SMAN 3 dan SMK Yadika 2. Seperti yang dilansir dblindonesia.com (24/08/2017), Laga SMAN 34 dengan SMAN 63 berlangsung cukup sengit. SMAN 34 siap untuk bisa terus melaju. Wajar bila hal itu terjadi, karena tim asuhan Fadil Wahyudi merupakan finalis tahun lalu. Sementara, SMAN 63 bertekad membuat sejarah baru menembus fantastic four untuk pertama kali. Awal pertandingan, Vanya Ayu menciptakan dua poin bagi SMAN 34 melalui aksi under ring. Dua menit setelah itu SMAN 63 memangkas selisih poin, Andriani Amelia mencetak satu poin melalui free throw. SMAN 34 tetap bersemangat untuk tunjukkan taringnya. Vanya Ayu untuk kedua kali kembali mencetak skor  di dua menit menjelang akhir kuarter pertama. Benteng pertahanan SMAN 63  menjadi terancam dan SMAN 34 tetap memimpin dengan skor 6-2. Permainan SMAN 63 pun menurun di kuarter kedua. SMAN 34 semakin jauh dengan skor 8-2. Meski para pemain nampak grogi, SMAN 63 tidak menyerah. Para pemain terus berusaha mengejar ketertinggalan. Namun, sayang sekali, Nadine Rana terus mendulang poin bagi SMAN 34 dan menghantam poin SMAN 63.  Aksi solo run yang diakhiri layup membawa SMAN 34 memperlebar keunggulan. Skor berubah drastis menjadi 15-2. Satu menit menjelang akhir pertandingan, Alya mengubah skor menjadi 25-4. Hingga akhir kuarter ketiga, skor itu tak berubah. Pada kuarter keempat, SMAN 63 semakin sulit mencetak poin. Nadine berulang-ulang mengoyak ring SMAN 63. Hingga dua menit menjelang akhir pertandingan, pasukan asuhan Fadil Wahyudi leading dengan skor 35-4. Di 30 detik terakhir, Octaviani berhasil memangkas tipis selisih skor. Pertandingan akhirnya berakhir dengan skor 35-5. Atas kemenangan SMAN 34, mereka akan berhadapan dengan semifinalis tahun lalu, SMAN 8 Jakarta di fantastic four. ’’Kami pantau setiap tim. SMAN 8 memiliki pemain yang cepat. Kami sudah pelajari itu,’’ ujar Fadil Wahyudi selaku pelatih SMAN 34.