30 Pemain Disiapkan untuk Pemusatan Latihan Tim U-19 Indonesia

30 Pemain Disiapkan untuk Pemusatan Latihan Tim U-19 Indonesia

Pelatih Shin Tae-yong memanggil 30 pemain untuk pemusatan latihan bulan Mei-Juni ini sekaligus persiapan mengikuti Turnamen Toulon 2022 di Prancis pada 29 Mei hingga 12 Juni mendatang. Pada turnamen tersebut, Indonesia berada di Grup B bersama Meksiko, Ghana, dan Venezuela. Turnamen ini untuk kategori level usia U-17 hingga U-23. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengatakan bahwa para pemain ini akan mulai berkumpul dan memulai latihan pada 15 Mei ini di Jakarta. “Tim U-19 pada pemusatan latihan di Jakarta dan turnamen Toulon di Prancis akan dilatih oleh Bima Sakti. Hal ini karena Shin Tae-yong sedang fokus bersama Tim U-23 di SEA Games dan Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Asia nanti,” kata Iriawan. Meski begitu, Shin Tae-yong menyertakan asistennya yakni Dzenan Radoncic untuk ikut bersama Tim U-19 Indonesia. “Semoga pemain Tim U-19 Indonesia dapat meningkatkan kemampuannya di ajang Turnamen Toulon. Kami berharap mereka selalu kerja keras, fokus, disiplin, dan mendapatkan pengalaman yang baik di turnamen tersebut,” tambah pria yang akrap disapa Iwan Bule tersebut. Tim U-19 Indonesia dipersiapkan PSSI untuk Piala Dunia U-20 2023 mendatang. Apalagi Indonesia menjadi tuan rumah ajang bergengsi tersebut. Daftar 30 Pemain yang mengikuti Pemusatan Latihan di Jakarta jelang Turnamen Toulon 2022: 1. Arkhan Fikri, Arema FC 2. Kadek Arel, Bali United 3. Yogi Hermawan, Barito Putera 4. Frezzy Al Hudaifi, Bhayangkara FC 5. Arsa Ramadhan, Bhayangkara FC 6. Muhamad Faiz, Bina Taruna 7. Rabbani Tasnim, Borneo FC 8. Subhan Fajri, Dewa United 9. Ronaldo Joybera, Madura United 10. Ahmad Rusadi, – 11. Dimas Juliono, – 12. Kakang Rudianto, Persib 13. Ferdiansyah, Persib 14. Cahya Supriadi, Persija 15. Barnabas Sobor, Persija 16. Syawal Ginting, Persija 17. Syukran Arabia, Persija 18. Resa Aditya, Persija 19. Afrianto Nico, Persija 20. Raka Cahyana, Persija 21. Teuku Razzaa, Persija 22. Muhamad Ferrari, Persija 23. Erlangga Setyo, Persis 24. Dimas Maulana, Persis 25. Marcell Januar, Persis 26. Edgar Amping, PSM 27. Muhamad Rafli, PSM 28. Ricky Pratama, PSM 29. Hokky Caraka, PSS 30. Mikkael Tata, Waanal Bhintuka FC

Menpora Percaya dan Optimis Akan Garuda Muda

Usai kekalahan Garuda Muda atas Vietnam 3 gol tanpa balas Menpora Zainudin Amali masih percaya dan optimis kepada pelatih dan punggawa Timnas U-23. Kepercayaan itu disampaikan Menpora Amali usai menjadi inspektur upacara pada pengukuhan atlet SEA Games Vietnam 2021 di di Hall A Basket Senayan, Jakarta, Minggu (8/5). Menurutnya, masih ada beberapa pertandingan lagi yang bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pemain Indonesia. “Saya kira pertandingan masih ada beberapa kali, kita percaya kepada pimpinan cabang olahraga, kita percaya kepada pelatih, dan kita percaya kepada atlet atau pemain,” kata Menpora Amali. Timnas Indonesia sendiri masih menyisakan tiga pertandingan yang akan dijalani Timnas U-23 pada fase grup. Yakni melawan Timor Leste (10 Mei), Filipina (13 Mei), dan Myanmar (15 Mei). “Kita beri kesempatan kepada mereka, masih ada kesempatan beberapa kali lagi,” tambah Menpora. Di pertandingan selanjutnya, Timnas U-23 diyakini bakal tampil lebih baik karena akan kedatangan Elkan Baggott dan Asnawi Mangkualam yang menyusul ke Vietnam.   Sumber: Kemenpora

Sambut Piala Dunia U-20 Tahun 2023, Menpora Nyatakan Semua Persiapan Berjalan Baik

Sambut Piala Dunia U-20 Tahun 2023, Menpora Nyatakan Semua Persiapan Berjalan Baik

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali menyampaikan bahwa Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) sangat siap untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia U-20 tahun 2023. Kesiapan ini disampaikan Menpora Amali saat di wawancara oleh Metro TV di SUGBK, Jakarta, Kamis (28/4). “Saya kira dari 6 tempat pelaksanaan Piala Dunia U-20 Tahun 2023 yang sudah ditentukan oleh FIFA, Jakarta sebagai salah satunya. Dan kita lihat, Jakarta akan menggunakan Stadion GBK yang saya kira ini stadion paling bagus dan kapasitas sangat besar, lapangannya juga sudah standar FIFA,” katanya. “Jadi kalau bicara Jakarta, bicara GBK, tidak usah diragukan lagi persiapannya. SUGBK ini sudah sesuai dengan standar FIFA termasuk juga kapasitas pencahayaan SUGBK telah memenuhi standar FIFA,” tambahnya. Menurut Menpora Amali, stadion lain yang digunakan untuk Piala Dunia U-20, adalah Stadion Si Jalak Harupat (Bandung), Stadion Jakabaring (Palembang), Stadion Manahan Solo (Solo), Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya) dan Stadion Kapten I Wayan Dipta (Gianyar Bali) juga sudah disiapkan oleh pemerintah pusat maupun daerah. “Saya meyakini bahwa daerah-daerah seperti Surabaya, Bandung, Solo, Bali, dan Palembang itu juga tidak kalah siapnya dengan Jakarta,” ucapnya. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa Indonesia sudah beberapa kali menjadi tuan penyelenggaraan multi even atau single even internasional dan berakhir dengan sukses. Dan sekarang Indonesia dipercaya lagi sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 Tahun 2023, maka Indonesia harus tunjukkan bisa melaksanakan Piala Dunia U-20 ini. “Saya kira ini satu single even bergengsi, karena ini langsung dari FIFA sebagai penyelenggara. Kita masih mendapatkan kepercayaan manjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 Tahun 2023 sehingga kita harus tunjukan bahwa kita bisa menjadi tuan rumah yang baik,” jelasnya. Ia pun berharap suatu saat nanti, kalau penyelenggaraan Piala Dunia U-20 Tahun 2023 ini sukses maka FIFA akan memberikan kepercayaan kepada Indonesia untuk menyelenggarakan yang lebih besar lagi yakni sepakbola senior (Piala Dunia). “Kita tahu bahwa di Asia yaitu Jepang dan Korea menjadi tuan rumah bersama dan kita berharap akan seperti itu sehingga kita harus tunjukkan pada negara-negara peserta maupun pada FIFA bahwa kita layak untuk menjadi tuan rumah piala dunia senior,‘ paparnya. Lebih jauh, Menpora Amali mengatakan bahwa, pemerintah pusat dan daerah berkomitmen untuk menyuguhkan yang terbaik, baik itu pelayanan, keramahan dan lain sebagainya. “Dan ini menjadi salah satu poin penting untuk FIFA mempertimbangkan kita menjadi tuan rumah piala dunia senior yang akan datang,” ucapnya.

Zohri Siap Persembahkan Medali Emas SEA Games Untuk Mendiang Bob Hasan

Zohri Siap Persembahkan Medali Emas SEA Games Untuk Mendiang Bob Hasan

Sprinter andalan Indonesia, Lalu Muhammad Zohri mengincar medali emas di SEA Games Vietnam. Ia menyatakan akan mempersembahkan medali emas untuk Indonesia dan mendiang Bob Hasan. Bob Hasan merupakan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI). Ia punya kontribusi yang besar terhadap kemajuan atletik di Indonesia. Pada Maret 2020 Bob Hasan meninggal di usia 89 tahun. Sprinter asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu mengaku termotivasi dengan pernyataan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali saat berkunjung ke Pelatnas atletik di Jakarta belum lama ini. “Pesan Menpora Amali saya jadikan motivasi. Terlebih Menpora bilang persembahkan medali untuk almarhum Bob Hasan yang mendidik, memberikan semangat, dan banyak hal lainnya. Semoga saja pada SEA Games Hanoi bisa mencapai target membawa pulang emas untuk Indonesia,” ujar Zohri. Ihwal persiapan menghadapi SEA Games 2022, Zohri mengatakan terus berlatih meski sempat mengalami cedera hamstring. Cedera itu ia dapatkan saat tampil di Kejuaraan Dunia Atletik Indoor di Stark Arena, Belgrade, Serbia pada 18-20 Maret 2022. Kini, kondisi Zohri mulai membaik bahkan sudah melakukan latihan berupa jogging, strike, dan speed. Dia berharap bisa memperbaiki catatan waktu saat tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021 pada nomor 100 meter putra yakni 10,46 detik. PB PASI menyiapkan 23 atlet untuk SEA Games 2022. Selain Zohri, pada sektor putra ada nama Sapwaturrahman, Abdul Hafiz, Halomoan B Simanjuntak, Hendro, Atjong Tio Purwanto. Lalu Agus Prayogo, Bayu Kertanegara, Eko Rimbawan, Sudirman Hadi, Wahyu Setiawan, dan Adit Rico. Sedangkan untuk putri yakni Emilia Nova, Maria Londa, Agustina Manik, Odekta Naibaho, Eki Febri Ekawati, Sri Mayasari. Lalu Tyas Murtiningsih, Erna Nuryanto, Jenny Agreta, Hasruni Rahim, dan Valentine Lonteng.

Rifda Irfanaluthfi Wakili Indonesia di SEA Games Vietnam

Rifda Irfanaluthfi Wakili Indonesia di SEA Games Vietnam

Atlet Senam Artistik, Rifda Irfanaluthfi merasa senang bisa mewakili Indonesia di SEA Games 2021. Menurutnya, dengan terpilihnya dirinya oleh tim review Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional (PPON) Kemenpora maka dirinya merasa lebih dipercaya dan menjadi pemacu semangat untuk berpretasi menuju olimpiade. “Saya merasa dipercaya dan itu menjadikan saya tanggung jawab lebih dibandingkan sebelumnya. Dan, menjadi semangat saya untuk bisa usaha lebih keras lagi untuk menuju olimpiade,” kata atlet berusia 22 tahun tersebut, Selasa (26/4) petang. Menurutnya, saat ini dirinya tengah fokus mempersiapkan diri menghadapi SEA Games 2021. Dia berharap bisa ikut mewakili Indonesia di Asian Games 2023 nanti dan lolos kulifikasi Olimpiade Paris 2024 mendatang. “Jadi sekarang fokus ke SEA Games dulu, setelah SEA Games baru fokus di Asian Games,” ujarnya. Dalam kesempatan ini, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan perubahan paradigma olahraga dimana SEA Games dan Asian Games menjadi sasaran antara menuju target utama yakni olimpiade. Menurutnya, pada multi event sebelumnya yakni SEA Games dan Asian Games Indonesia bangga mengirim atlet dengan jumlah yang banyak, sementara tidak semuanya berprestasi. Sehingga dengan adanya perubahan paradigma melalui panduan DBON dan UU Keolahragaan, maka atlet-atlet yang dikirim adalah atlet yang berpretasi dengan rekomendasi tim review berdasarkan data-data prestasi yang ditorehkan sebelumnya. “Sekarang ini perubahan paradigma besar-besaran di olahraga kita. Pengiriman atlet benar-benar didasarkan pada catatan-catatan yang objektif. Jadi gak ada karena menterinya suka dan tidak suka. Tapi berdasarkan catatan prestasi yang saya dapatkan dari tim review. Target kita sekarang Olimpiade, SEA Games itu step kita untuk ke Asian Games, dan Asian Games step kita menuju ke olimpiade,” kata Menpora Amali. Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Chandra Bhakti, Wakil Ketua Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia SEA Games 2022 Ade Lukman, dan Ketua tim review Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional (PPON) Kemenpora, Prof. Dr. Moch Asmawi. Hadir pula Wakil Ketua Pengurus Besar Persatuan Senam Indonesia (PB PersanI) Dian Arifin dan pelatih tim nasional Eva Novalina. Sementara itu, Pengurus Besar (PB) Persatuan Senam Seluruh Indonesia (Persani) menargetkan 2 medali emas pada SEA Games 2021 yang digelar di Hanoi, Vietnam, 12-23 Mei 2022. Target ini sama dengan hasil yang disumbangkan pada Kontingen Indonesia pada SEA Games 2019 Filipina. “Kalau dari kita target tidak kurang dari SEA Games 2019 Filipina. Saat di SEA Gamas 2019, kita meraih 2 emas. Berarti untuk SEA Games 2021 Vietnam target 2 emas, tapi kalau bisa lebih dari 2 emas lebih bagus,” kata pelatih senam artistik putri nasional, Eva Novalina, saat di temui di GOR Senam DKI Jakarta, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (26/4/2022). Ia menambahkan, raihan 2 emas ini bisa mengandalkan dari atlet putra dan putri. “Untuk putri kita bisa mengandalkan Rifda Irfanaluthfi untul meraih 1 emas dan untuk 1 emas lagi bisa dari Dwi Samsul Arifin,” ujarnya.

Tak Hanya dari DBON, Kemenpora juga Siapkan Generasi Muda Lewat Ini

Tak Hanya dari DBON, Kemenpora juga Siapkan Generasi Muda Lewat Ini

Pada tahun 2022 ini, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Indonesia sudah mulai menjalankan salah satu program unggulannya yakni Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Program tersebut juga telah memiliki payung hukum yang tertuang pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 2021 tentang DBON. DBON sendiri dikeluarkan sebagai arah kebijakan pembinaan dan pengembangan keolahragaan nasional jangka panjang. Tujuannya, agar Indonesia benar-benar melakukan pembibitan dan mempersiapkan atlet sedari dini agar ke depannya tak lagi by accident. Terdapat 14 cabang olahraga prestasi dan 3 cabang olahraga industri yang masuk ke daftar DBON. Beberapa di antaranya adalah bulutangkis, angkat besi, dan sepakbola. Namun, upaya Kemenpora untuk mengangkat kreativitas anak muda tak hanya melalui olahraga saja yang tertuang dalam DBON. Tapi, ada program lainnya yakni melalui Kegiatan Penumbuhan Minat Kewirausahaan Pemuda. Baru-baru ini, Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Asrorun Ni’am Sholeh melakukan kuliah terbuka di wilayah Mamuju, Sulawesi Barat, Sabtu 23 April 2022, guna membahas program tersebut. Pasalnya, kini banyak perusahaan yang gulung tikar akibat terdampak pandemi COVID-19 sehingga memperlambat penyerapan angka tenaga kerja yang berujung pada banyaknya pengangguran. Maka itu, wirausaha menjadi salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut. “Di negara-negara maju mampu recovery cepat dan sejahtera karena memiliki jumlah penduduknya berwirausaha yang tinggi dan di antaranya berkerah putih. Jika jumlah populasi penduduk Indonesia berwirusaha semakin meningkat maka banyak pengusaha merekrut karyawan sehingga akan tercipta lapangan kerja baru,” ujar Ni’am. “Jika hal ini tercapai tentulah pemulihan perekonomian menjadi lebih cepat dan kesejahteraan juga tercapai,” jelasnya. Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Eny Angtaeni Anwar, mengapresiasi langkah Kemenpora atas atensi serius pada generasi muda khususnya kepada para pengusaha muda. “Pemuda adalah salah satu modal utama kemajuan bangsa pada masa yang akan datang, dan mendidik pemuda saat ini, sama dengan mempersipkan sebarisan besar pasukan perang, yang akan membentengi bangsa ini pada masa yang akan datang,” ujar Eny. Lebih lanjut Eny menutup sambutannya dengan menyampaikan bahwa presentasi pemuda yang bergerak di bidang wirausaha masih sangat minim. “Walaupun jumlahnya terus berkembang, kita jauh tertinggal dari bangsa lain, yang generasi mudanya cenderung menjadi motor kemajuan ekonomi,” tambahnya.

Inilah Alasan Indonesia Kirim Lebih Banyak Atlet Muda di SEA Games 2022

Inilah Alasan Indonesia Kirim Lebih Banyak Atlet Muda di SEA Games 2022

Indonesia memutuskan untuk mengirim lebih banyak atlet muda ke ajang SEA Games 2022 mendatang. Rinciannya, kontingen Indonesia akan diisi sekira 60 persen oleh atlet-atlet muda Untuk SEA Games kali ini dari total 476 atlet. Rupanya ada alasan tersendiri mengapa Indonesia melakukan hal tersebut di SEA Games 2022 nanti. Indonesia ingin menjadikan ajang SEA Games 2022 menjadi salah satu tahapan untuk meraih hasil yang lebih besar. Menurut Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, Indonesia menjadikan event Olimpiade menjadi sasaran utama. Harapannya, SEA Games yang akan digelar di Vietnam nanti bisa menjadikan para atlet junior menjadi lebih baik lagi. Tak cuma masalah kemampuan atau skill saja, diharapkan para bibit-bibit muda ini juga semakin terasah mentalnya. “Saya kira ini terobosan yang baru, sasaran utama kita adalah Olimpiade,” ungkap Zainudin Amali dikutip dari laman resmi Kemenpora. “Sementara SEA Games dan Asian Games adalah sasaran antara. Oleh karenanya di SEA Games kali ini, kami lebih memprioritaskan jumlah atlet junior lebih banyak dibandingkan atlet senior,” sambungnya. Di samping itu, atlet-atlet yang terpilih untuk menjadi wakil tim Merah-Putih sudah melalui seleksi yang ketat. Zainudin Amali menegaskan peran penting tim review dalam pemilihan tersebut. “Dan semua atlet yang diberangkatkan berdasarkan hitungan Tim Review dengan alasan dan dasar yang kuat untuk mendapatkan prestasi,” ujar Menpora. Menpora juga berharap Indonesia dapat berbicara banyak di ajang olahraga dua tahunan ini. Apalagi Indonesia memang menjadi salah satu negara yang cukup kuat di level Asia Tenggara. Meski demikian, tim Merah Putih juga harus mewaspadai beberapa negara yang bisa menjadi ancaman. Ada Malaysia, Thailand hingga Vietnam yang berpotensi menjadi saingan berat Indonesia. “Saya berharap dengan perubahan drastis, perubahan sangat signifikan dan agak ekstrim di dalam pengelolaan olahraga nasional, mudah-mudahan jawabannya adalah prestasi,” ucap Zainudin Amali. “Karena semua kita terbuka, tidak ada yang kita sembunyikan, tidak ada yang ditutup-tutupi, tidak ada negosiasi, harusnya 5 (atlet) ya 5 harusnya 10 (atlet) ya 10. Tidak ada negosiasi. Semua yang kita kirim ini terukur dan hasil review,” lanjutnya.

Menpora Amali Siap Dukung Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022

Menpora Amali Siap Dukung Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menyambut baik ditunjuknya Indonesia sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia Wushu Junior Desember 2022 mendatang. Menpora Amali berupaya mendukung penuh PB WI khususnya terkait payung hukum berupa Instruksi Presiden (Inpres). “Dan untuk Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022 di Indonesia, kita sebagai tuan rumah akan didukung penuh oleh Kemenpora khususnya, dan pemerintah pada umumnya,” kata Menpora Amali usai menghadiri acara Pelantikan Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) Periode 2022-2026 di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Jakarta, Selasa (22/3). Ketum PB WI Airlangga Hartarto secara langsung meminta bantuan dan dukungan Kemenpora khususnya terkait payung hukum terkait pelaksanaan Indonesia sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia Wushu Junior Desember 2022 mendatang. “Sebagai tuan rumah tadi ketua umum menyampaikan, membutuhkan payung hukum berupa Inpres. Saya akan segera mengusulkan ke Bapak Presiden dan Mensesneg untuk kita segera membahas ini,” tambah Menpora Amali. “Biasanya akan dilakukan dulu Rapat Kabinet Terbatas tentang kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan, dan dalam waktu yang secepatnya kita berharap supaya ini bisa segera terbit Inpresnya,” urai Menpora Amali menambahkan. Ketum KONI Pusat Marciano Norman juga berharap, saat Indonesia menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Wushu Junior Desember 2022 tetap bisa mempertahankan perolehan medali emas. “Besar harapan saya dalam kepemimpinan Pak Airlangga Hartarto periode kedua ini program Wushu akan semakin meningkat,” ujar Marciano. “Kita ketahui dalam waktu dekat, Indonesia akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Junior, kita harus dukung itu dan tentunya pada perolehan medali wushu tradisi perolehan medali emas tetap bisa didapatkan,” harapnya. Sementara, Ketum PB WI Airlangga Hartarto memiliki target selain sukses menjadi tuan rumah, cabor wushu tanah air mampu memperoleh medali sebagai tradisi yang selama ini telah tercapai. “Targetnya tentunya penyelenggaraan Kejuaraan Dunia Wushu Junior ini nantinya sukses, perolehan medalinya penting, karena merupakan bagian dari pembinaan atlet-atlet junior di masa depan,” urainya. “Harapan kami untuk atlet-atlet yang saat ini sedang pelatnas meski di tengah pandemi tetap semangat dan tradisi medali emas dipertahankan,” harap Airlangga.

Kejurnas Pencak Silat Pagar Nusa Kembali Digelar, Ini Harapan Kemenpora

Kejurnas Pencak Silat Pagar Nusa, Ini Harapan Kemenpora

Pimpinan Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama akan kembali menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) dan Festival IV di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur pada 25-27 Maret 2022. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berharap kejurnas pencak silat ini bisa melahirkan atlet nasional. Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora, Asrorun Ni’am Sholeh, mengapreasi Kejurnas dan Festival IV yang diselenggarakan Pagar Nusa NU secara luring ini. “Kegiatan ini sangat positif untuk menfasilitasi talenta-talenta muda berprestasi di bidang olah raga silat. Diharapkan dapat menjadi salah satu sumber SDM untuk menyuplai atlet nasional,” ujar Asrorun saat dihubungi Republika.co.id, Senin (21/3/2022). Setidaknya ada 300 lebih medali yang akan diperebutkan dalam Kejurnas IV Pagar Nusa, yang terdiri dari kategori seni, jurus baku, dan festival. Kejurnas berdasarkan usia terbagi atas pra remaja, remaja, dan dewasa dengan empat kategori yakni perorangan putra, perorangan putri, berpasangan, dan berkelompok. Asrorun menjelaskan, selama ini Pagar Nusa NU juga telah banyak berkiprah untuk bangsa dan negara. Menurut dia, para pandekar Pagar Nusa telat ikut mengawal kemerdekaan dan menjaga para ulama. “Pagar Nusa telah berkiprah dalam khidupan berbangsa dan bernegara, dalam mengawal kemerdekaan RI, menjaga tetap tegaknya NKRI, dan mengawal para ulama,” kata Pengasuh Pondok Pesantren An-Nahdlah Depok ini. Kejurnas dan Fesival IV Pagar Nusa tahun ini mengangkat tema “Berdikari Berprestasi”. Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa NU, Muchamad Nabil Haroen atau Gus Nabil, mendorong kepada para pesilat NU untuk selalu memiliki karakter berdikari tersebut. “Sesungguhnya berdikari atau mandiri itu adalah karakter yang tertanam di dalam jiwa seorang pesilat, seorang pendekar. Pagar Nusa ingin meneguhkan itu, dan Pagar Nusa tidak ingin menjadi beban bagi siapapun. Oleh karenanya, Pagar Nusa harus mandiri,” kata Gus Nabil. Kejurnas Pagar Nusa merupakan bagian dari sarana evaluasi pembinaan yang rutin digelar di lingkungan Pagar Nusa. Kejurnas ini diharapkan bisa menghasilkan atlet terbaik, dengan penjurian yang adil dan professional, sehingga akan menghasilkan atlet yang bermutu dan berkualitas. Untuk memeriahkan Kejurnas dan Festival ini, Pagar Nusa juga menggelar Lomba Foto untuk wartawan fotografer dan masyarakat umum. Tidak hanya itu, Pagar Nusa juga menggelar Lomba Karya Tulis untuk wartawan dan penulis di Indonesia dengan total hadiah Rp 35 juta.

Menpora Resmikan Sirkuit Offroad Sang Profesor di Gorontalo.

Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora), Zainudin Amali hari Minggu (13/3) malam meresmikan pemanfaatan sirkuit Sang Profesor di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Menpora Amali berharap sirkuit ini memberikan manfaat yang baik untuk masyarakat. Pada sambutannya, Menpora Amali mengatakan, hadirnya sirkuit itu tidak hanya bisa mengakomodir hobi para pencinta otomotif, tetapi juga dapat menggerakkan ekonomi masyarakat. “Pergerakan ekonomi terjadi ketika ada event dilaksanakan,”ungkapnya. Ia pun menyampaikan apresiasi atas pembangunan sirkuit Sang Profesor yang dinilai tergolong cepat. “Waktu itu saya sudah melihat, saya berpikir tidak secepat ini pembangunannya. Karena biasa, membangun seperti ini kalau tidak ada keinginan kuat dari pemerintah daerah tidak akan terjadi.,” ujarnya. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah sangat penting terutama dalam penyaluran hobi pecinta otomotif yang dinilai banyak tetapi belum terfasilitasi oleh pemerintah daerah. “Komunitas otomotif itu sangat banyak tetapi pemerintah daerah tidak memfasilitasi, tambahnya. Sementara itu, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo dalam kesempatan itu menyampaikan rasa terima kasihnya atas kesediaan Menpora dalam meresmikan sarana publik tersebut. “Terima kasih atas perhatian Menpora Amali yang selama ini begitu banyak memberikan perhatian kepada pemerintah Kabupaten Gorontalo dalam rangka peningkatan infrastruktur olah raga di daerah ini,” pungkasnya. Sumber: www.kemenpora.go.id

Tinjau Pelatnas Tim ESports Indonesia SEA Games 2021, Menpora Amali Beri Motivasi dan Semangat pada Atlet.

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali meninjau Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Tim ESports Indonesia SEA Games 2021 Vietnam di Jeep Station Indonesia, Bogor, Jawa Barat, Senin (7/3). Menpora Amali yang didampingi Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora Chandra Bhakti disambut hangat Ketua Harian Pengurus Besar ESports Indonesia (PBESI) KomJen Pol.Drs. Bambang Sunarwibowo, SH, M. Hum, jajaran pengurus dan pelatih timnas Esports. Dalam sambutannya, Menpora Amali memberikan motivasi dan semangat kepada 128 atlet yang mengikuti Pelatnas SEA Games 2021. Dia mengingatkan bahwa 128 yang hadir di Pelatnas tersebut merupakan yang terbaik dari seluruh peserta yang ikut di seluruh Indonesia. “Bayangkan dari sekian banyak atlet ESports yang ada di Indonesia hanya ada 128 yang terundang ke tempat Pelatnas ini, berarti kalian orang-orang terpilih dan orang-orang hebat,” kata Menpora Amali. Disamping itu, Menpora Amali menyampaikan bahwa tujuan para atlet tersebut berada di Pelatnas tidak lain untuk membuat 270 juta rakyat Indonesia bangga dengan torehan prestasi di SEA Games yang digelar di Hanoi, Vietnam mendatang. “Itu utamanya, bagaimana 270 rakyat Indonesia menjadi bangga, kalian harus berprestasi, kembali ke Tanah Air membawa medali,” ucapnya. Pada kesempatan ini, Menpora Amali juga menegaskan bahwa hanya ada dua kejadian yang membuat bendera Merah Putih dan lagu kebangsaan Indonesia Raya dinyanyikan di luar negeri yakni ketika kepala negara berkunjung dan ketika atlet berprestasi. Saat ini, lanjutnya, PBESI telah memberikan fasilitas yang lengkap dan lebih baik dari Pelatnas SEA Games beberapa waktu yang lalu, mulai dari akomodasi, tempat latihan, internet bahkan nutrisi atlet diperhatikan. “PBESI sudah menyiapkan fasilitas yang lengkap, harus kalian balas dengan prestasi di training camp di tempat yang bagus, nutrisi yang bagus, ada pelatih asing, masa pulang-pulang medalinya sedkit,” tukasnya. Menpora Amali pun berpesan agar 128 atlet ini menunjukan kerja keras, disiplin dan mematuhi semua perintah dan instruksi pelatih. Sebab, meski ada yang tidak terpilih dalam SEA Games tahun ini, tapi kedepannya masih banyak kejuaraan dunia Esports yang bisa diikuti. Selanjutnya, Menpora Amali memastikan bahwa pemerintah mendukung penuh kemajuan olahraga ESports di Indonesia. “Kemenpora akan selalu memberikan dukungan kepada pengurus ESports Indonesia dan perkembangan cabang olahraga ESports di Tanah Air. Kita mensupport terus, pastikanlah prestasi demi prestasi bisa ditunjukan, maka tentu dukungannya akan makin bertambah,” jelasnya. Menpora Amali pun mengungkapkan bahwa ESports merupakan cabang olahraga Pelatnas SEA Games 2021 pertama dikunjunginya. “Jadi saya belum berkunjung ke cabang olahraga lain yang sekarang sedang Pelatnas. Kunjungan pertama saya ke Pelatnas ESports, mudah-mudahan itu akan terjawab dengan prestasi, semangat terus untuk Indonesia yang makin maju,” harap Menpora Amali. Sumber: www.kemenpora.go.id

Menpora Tetapkan Jawa Barat sebagai Sentra Pembinaan Atlet Muda

Menpora Tetapkan Jawa Barat sebagai Sentra Pembinaan Atlet Muda

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali, menetapkan Jawa Barat sebagai sentra pembinaan talenta muda dalam desain olahraga nasional. “Sebagai apresiasi dari pemerintah pusat atas prestasinya, maka kami tetapkan Jabar sebagai sentra pembinaan talenta muda di dalam desain olahraga nasional,” kata Menpora Zainudin Amali dalam siaran pers Humas Pemda Provinsi Jawa Barat, Minggu. Penetapan tersebut berdasarkan sejumlah prestasi yang diraih Jabar, khususnya dalam PON XIX dan PON XX dimana Jabar menjadi juara umum secara beruntun. Selain itu, Jabar juga banyak berkontribusi menyumbangkan atlet nasional yang berprestasi di kancah internasional. “Kami memberi perhatian khusus ke Jabar karena sudah memperlihatkan pembinaan yang baik dan dibuktikan dengan prestasi,” kata Zainudin seusai menghadiri Pelantikan Pengurus IMI Jabar Masa Bakti 2021-2025 di Aula Barat Gedung Sate Bandung. Menurutnya, kunci keberhasilan Jabar adalah konsistensi dalam pembinaan atlet dan didukung oleh infrastruktur olahraga yang memadai. Terlebih kini Jabar memiliki Laboratorium Sport Science di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). “Tidak mudah mencapai itu karena harus ada pembinaan,” katanya. Bahkan Menpora mengungkapkan pula, bahwa Jabar saat ini tengah surplus atlet. Ia menyebut, saat penyelenggaraan PON XX di Papua lalu hampir semua provinsi menggunakan atlet yang dibina oleh Jabar. “Surplus ini salah satunya saya temukan saat saya mengalungkan medali untuk provinsi lain di PON Papua. Saya tanya asal daerahnya ternyata dari Jabar, ini tak hanya di satu cabor saja. Disitu saya simpulkan Jabar ini surplus atlet,” katanya. Menpora berharap, dengan pembinaan yang baik dan banyak talenta, Jabar menjadi penyumbang utama atlet di event Olimpiade yang sudah jadi target pemerintah pusat. “Jabar harus jadi penyumbang utama di event Olimpiade yang sudah menjadi target kami,” kata dia.

Menpora Apresiasi Regenerasi dan Prestasi Percasi di Bawah Komando Utut

Menpora Apresiasi Regenerasi dan Prestasi Percasi di Bawah Komando Utut

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, secara resmi membuka musyawarah nasional Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) XXIX di Century Park Hotel, Jakarta, Jumat (25/2/2022) malam WIB. Amali mengatakan Percasi telah banyak berkontribusi besar dalam mengangkat prestasi olahraga catur Indonesia di pentas internasional. Dia berharap regenerasi atlet tetap terjaga. “Saya datang untuk membuka Munas Percasi 2022. Tentunya, saya mendapat undangan dari Ketua Umum PB Percasi Grand Master (GM) Utut Adianto,” ujar Amali dalam sambutan pembukaan Munas Percasi. Dia mengatakan catur Indonesia banyak menyumbang prestasi baik itu ajang regional maupun internasional. Namun, memang belum terekspos secara maksimal. “Semoga dengan kehadiran saya olahraga catur di sini makin terekspos dan makin banyak atlet muda yang nanti lahir,” kata Amali menambahkan. Dalam kesempatan itu Amali mengapresiasi Utut Adianto yang bersedia kembali maju sebagai ketua umum PB Percasi periode 2022-2025. Menurutnya, Utut telah banyak andil dalam meningkatkan prestasi catur Indonesia. “GM Utut Adianto ini tak pernah lelah, tak pernah mengeluh, tak pernah minta, tetapi terus berprestasi. Pemerintah mengapresiasi dan terus mendukung penuh Percasi,” kata Amali. Dalam Munas Percasi kali ini, agenda utamanya adalah pemilihan ketua umum periode 2022-2025. Setelah masa pendaftaran selesai, GM Utut menjadi satu-satunya kandidat. Selama 4 tahun kepemimpinan GM Utut sebelumnya yakni periode 2017-2021, PB Percasi telah menorehkan banyak prestasi, antara lain untuk kali pertama cabang olahraga catur menjadi juara umum pada SEA Games XXX di Filipina 2019. Pada masa kepengurusan 2017-2021 ini juga untuk pertama kalinya pecatur Indonesia mengawinkan gelar juara Zonal 3.3 Asia Timur 2019 melalui GM Susanto Megaranto di kategori umum dan IM Medina Warda Aulia di kategori putri. Pada tahun sebelumnya, IM Novendra Priasmoro menjadi juara Asia Junior 2018 dan Ummi Fisabilillah menjadi Juara Asia Timur Junior Putri 2019. Novendra pada awal 2020 juga menjadi Grandmaster baru Indonesia yang ke-8. Prestasi yang paling baru adalah keberhasilan empat pecatur Indonesia lolos ke Piala Dunia Catur Sochi 2021 yakni GM Susanto Megaranto, IM Mohamad Ervan, IM Irene Kharisma Sukandar dan IM Medina Warda Aulia. Susanto, Irene, dan Medina bahkan berhasil menyamai rekor GM Utut Adianto, yakni lolos hingga putaran kedua. “Perjalanan pembinaan catur nasional di tengah prestasi yang ditorehkan para pecatur bukan pekerjaaan mudah karena PB Percasi selalu mengalami kendala dalam pendanaan untuk meningkatkan kualitas para atlet,” kata Ketua Umum PB Percasi, Utut Adianto saat memberi kata sambutan.

Prioritaskan Pembinaan Usia Dini, Menpora Tegaskan Naturalisasi Untuk Jangka Pendek

Prioritaskan Pembinaan Usia Dini, Menpora Tegaskan Naturalisasi Untuk Jangka Pendek

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali menyampaikan, program naturalisasi pemain sepakbola untuk memperkuat tim nasional Indonesia merupakan program jangka pendek. Pembinaan atlet asli dan pembinaan atlet dari usia dini tetap menjadi prioritas jangka panjang program pemerintah bersama federasi. “Program naturalisasi ini untuk jangka pendek saja, jangka panjang kita tetap dalam rangka pembinaan asli pemain kita dan untuk pembinaan usia dini,” kata Menpora Amali saat jumpa pers di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Jl. Dukuh Kupang, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (19/2) petang. PSSI dan pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong saat ini sedang meminta bantuan kepada pemerintah Menpora Amali, agar mendapatkan bantuan melakukan program naturalisasi terhadap dua pemain bola asing yakni Jordi Amat dan Sandy Walsh. “Terkait naturalisasi, setelah kami mendengarkan alasan yang kuat baik dari PSSI maupun dari pelatih timnas STY, maka proses naturalisasi itu sekarang kami bantu untuk ke instansi yang terkait,” ujar Menpora Amali. Dalam langkah menuju naturalisasi, Menpora Amali mengaku sangat berhati-hati, ia tak ingin program ini kedepannya menimbulkan kesia-siaan belaka. “Kami sangat ketat terkait naturalisasi, kami tidak mau naturalisasi seperti yang dulu-dulu, kita naturalisasi padahal itu dia tidak berguna dari berbagai faktor untuk timnas kita,” urai Menpora Amali menjelaskan. Menpora Amali meminta program naturalisasi ini kedepan harus ada urgensinya serta harus ada yang bertanggungjawab, bukan lagi klub-klub sepakbola melainkan federasinya langsung. “Dulu klub saja meminta naturalisasi langsung bisa jalan, sekarang tidak, harus dari federasi/PSSI jadi ada yang bertanggungjawab dan kami tanyakan betul apa urgensi dari naturalisasi itu,” tambahnya. “Setelah dijelaskan ternyata durasi mainnya cukup panjang, karena yang akan dinaturalisasi ini bukan pemain yang sedang bermain disini melainkan mereka yang sedang bermain di kompetisi sepakbola Eropa, sehingga secara kualitas mereka bagus untuk timnas kita,” tutup Menpora Amali.

Menpora Pimpin Rakor Bersama PSSI dan Shin Tae-yong Soal Naturalisasi

Jakarta, 10 Februari 2022, Menpora Zainudin Amali bertemu dengan ketum PSSI dan pelatih Timnas Shin Tae-Yong mengenai permohonan naturalisasi pemain tim nasional. Menpora menegaskan untuk berhati-hati dalam melakukan naturalisasi. “Kita lakukan naturalisasi kalau benar-benar terpaksa dan itu jangka pendek. Karena yang ingin kita bangun itu adalah sepakbola nasional. Kita ada inpres nomer tiga tahun 2019 tentang percepatan pembangunan sepakbola. Kita lebih utamakan pembinaan. Tetapi karena ada kebutuhan untuk tim nasional dan sekaligus kita ingin memperbaiki peringkat timnas kita di FIFA sehingga kita mau tidak mau membutuhkan satu tim nasional yang kuat. Dan untuk sekarang ini kita membutuhkan dukungan dari para pemain naturalisasi yang terseleksi yang benar-benar berdarah Indonesia.” ujar Menpora Zainudin Amali dalam keterangan pers. Berdarah Indonesia ini berarti setidaknya kakek-neneknya berdarah Indonesia dan secara teknis pemain tersebut diperlukan oleh pelatih Shin Tae-Yong. Tugas pemerintah adalah membantu federasi mempercepat proses ini. Ada pun pemain yang akan dipanggil adalah Sandy Walsh dari Belgia dan Jordi Amat dari Spanyol. “Dari hasil yang disiapkan oleh pelatih Sin Tae Yong, dua pemain tersebut yang ingin segera dipanggil oleh yang bersangkutan untuk bisa bergabung dengan Timnas kita. Sehingga nantinya dengan proses yang dibantu oleh Pak Menpora mereka bisa segera datang ke Indonesia untuk bisa bergabung dengan timnas kita. Semua naturalisasi yang diminta Shin Tae Yong kami meneruskan kepada pemerintah untuk membantu segera proses kewarganegaraan untuk bisa bergabung dengan Timnas kita,” kata ketua umum PSSI Mochammad Iriawan. Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-Yong menambahkan sebenarnya kebutuhan akan pemain naturalisasi ini sudah ada di tahun 2021 tapi karena pandemi ini mundur sampai tahun 2023. Kedua pemain tersebut diharapkan bisa membela Indonesia di FIFA U-20 2023 dan Suzuki AFF 2022. “Saya pribadi pernah melatih U-20 dan tim nasional Korea juga bahkan pengalaman tersebut akan sangat membantu untuk tim nasional Indonesia dan U-20 juga. Sekaligus menjalankan program jangka panjang dan itu sebenarnya bagus untuk tim nasional Indonesia,” jelas Shin Tae-Yong.    

Menpora Akan Lebih Ketat Soal Naturalisasi Pemain Indonesia

Dalam wawancara dengan media pada Hari Pers Nasional (HPN) 2022 di Kendari, Sulawesi Tenggara, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali angkat bicara soal pesepak bola naturalisasi. Menpora Amali akan lebih hati-hati sebelum memutuskan untuk menyetujui hal tersebut.  “Saya sangat ketat untuk naturalisasi, jangan seperti sebelum-sebelumnya usianya sudah tidak memungkinkan lagi untuk menjadi penggawa timnas dan bahkan berbagai persyaratan yang tidak bisa dipenuhi, saya tidak mau itu,” kata Menpora Amali di Kendari, Rabu (9/2).  Menpora Amali akan mengundang PSSI dan pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong dalam waktu dekat untuk mengetahui alasan naturalisasi pemain.  “Saya akan undang PSSI dan pelatih Shin Tae-yong untuk menjelaskan tentang kebutuhan terhadap naturalisasi itu. Tetapi kalau ada kebutuhan jangka pendek dan itu punya rasionalitas serta alasan yang kuat maka tentu kita akan dengarkan langsung,” jelas Menpora Amali.  Kendati demikian, Menpora Amali berharap memaksimalkan talenta pesepak bola di Tanah Air. “Kita akan dengarkan penjelasan dari pelatih Shin Tae-yong, tetapi terus terang ini kalau toh juga dilakukan ini kebutuhan jangka pendek. Kita tetap berharap dari talenta dan bibit dari dalam negeri,” tambah Menpora Amali. Sebelumnya, ada empat nama yang diminta pelatih Shin Tae-yong untuk proses naturalisasi. Keempatnya yakni Kevin Diks, Jordi Amat, Sandy Walsh, dan Mees Hilgers. Sumber: www.kemenpora.go.id

Kabar Gembira! Bendera Indonesia Bisa Berkibar Saat Piala AFF U-23

Kabar Gembira! Bendera Indonesia Bisa Berkibar Saat Piala AFF U-23

Keinginan PSSI untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih saat mengikuti kegiataan multiajang di level internasional akhirnya terealisasi setelah Komite Eksekutif World Anti-Doping Agency (WADA) mencabut sanksi itu melalui mekanisme voting. “Kita patut bersyukur dengan pencabutan sanksi ini. Itu berarti kita bisa mengibarkan bendera Merah Putih di ajang internasional. Terima kasih kepada pemerintah dalam hal ini Kemenpora dan semua yang terlibat sehingga sanksi WADA ini akhirnya dicabut,” ujar Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan. Timnas Indonesia dalam waktu dekat akan mengikuti Piala AFF U-23 di Kamboja 14-23 Februari 2022. Itu artinya bendera Indonesia akan bisa berkibar. “Akan ada kebanggan bagi siapa pun kalau atlet bertanding kemudian menjadi juara dan Merah-Putih bisa berkibar. Alhamdulillah,” imbuh Iriawan. Dalam rilisnya WADA mengatakan Indonesia sudah resmi memenuhi standar internasional untuk kepatuhan kode oleh penandatanganan. Hal yang sama juga berlaku untuk Thailand yang sebelumnya terkena sanksi. Sebagaimana diketahui WADA menjatuhkan sanksi selama satu tahun terhadap LADI karena dinilai non-compliance terhadap WADA Code pada 7 Oktober 2021. Imbas sanksi tersebut, Merah Putih tak bisa berkibar saat atlet Indonesia naik podium. Namun, saat ini WADA sudah resmi mencabut sanksi doping itu dari Indonesia dan Thailand. Dengan begitu, dipastikan Merah-Putih bisa berkibar lagi di kancah turnamen olahraga Internasional. Mulai hari ini juga, Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) resmi berganti nama menjadi Indonesia Anti Doping Organization (IADO) setelah sanksi WADA resmi dicabut. Pengumuman nama baru lembaga antidoping tersebut dilakukan di Kemenpora, hari ini. Dengan ini IADO dinyatakan resmi sebagai lembaga antidoping independen dan profesional dari Indonesia. Menpora Zainudin Amali mengatakan, saat ini IADO sudah tidak menjadi bagian dari Kemenpora. Meski demikian IADO masih akan mendapat subsidi dana dari pemerintah untuk keperluan operasional. “Dengan kejadian ini IADO harus profesional, jadi independen. Tidak boleh lagi pengurus yang dari cabor dan juga pemerintah. Jangan sampai ada yang menitipkan ini dan itu,” kata Amali. “Sekarang IADO sudah punya kantor sendiri di Kebayoran, tetapi anggarannya tetap didukung pemerintah. Kalau kebijakan tidak boleh ada campur tangan pemerintah,” ujar Amali menambahkan.

Jelang Piala Dunia U-20, Pemerintah Dukung PSSI Pertahankan Shin Tae-yong

Jelang Piala Dunia U-20, Pemerintah Dukung PSSI Pertahankan Shin Tae-yong

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali mendukung penuh pelatih tim nasional Indonesia saat ini Shin Tae-yong (STY), yang dipertahankan PSSI untuk persiapan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2023 mendatang. Dukungan pemerintah ini bukan tanpa alasan, beberapa rekam jejak apik dari STY menjadi salah satu alasannya. “Jadi yang memilih ini adalah PSSI sehingga pilihannya kami dukung,” kata Menpora Amali saat menjadi narasumber CNNIndonesia.com secara virtual dari Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (29/12). Menurut Menpora Amali, pelatih STY ini awalnya dikontrak untuk persiapan FIFA U-20 2021 yang ditunda ke tahun 2023. “Pilihan dari federasi kami dukung. Alasannya, kita menjadi tuan rumahnya (FIFA U-20) artinya kita bukan hanya harus sukses menjadi penyelenggara tetapi sukses juga dalam prestasi,” ujar Menpora Amali. “Tentu yang berkontrak antara pelatih timnas Shin Tae-yong itu adalah federasi (PSSI) kemudian pemerintah (Kemenpora) memfasilitasi pembiayaannya,” tambahnya. Menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 menurut Menpora Amali, adalah suatu kesempatan yang luar biasa. Ia menilai kesempatan itu harus dipersiapkan dengan sebaik-sebaiknya. “Bagaimana mempersiapkan timnas ini supaya jangan sampai di babak-babak awal sudah tersingkir, nah butuh pelatih yang berkualitas internasional,” tuturnya. “STY kita tahu bahwa dia adalah pelatih timnas Korea Selatan pada saat Piala Dunia beberapa waktu lalu dan bisa mengalahkan tim Jerman. Kita tahu kekuatan Jerman luar biasa dan saat ini anak-anak kita yang dilatih STY di timnas itu ada banyak perkembangan,” ungkap Menpora Amali. Dari sisi fisik dan mentalitas anak-anak timnas Indonesia lanjut Menpora Amali mengalami banyak kemajuan. “Shin Tae-yong melatih secara komprehensif bukan hanya melatih taktik, strategi tetapi fisik dan mental, kerjasama tim dan sebagainya,” urainya. “Shin Tae-yong sudah mengerti tentang karakter pemain Indonesia dan anak-anak sudah mulai ada chemistry (rasa saling terhubung satu sama lain) dengan STY. Itulah sebabnya, kita tetap pertahankannya meski apapun hasil dari Piala AFF 2020 nanti, STY tetap menjadi pelatih timnas khususnya persiapan kita untuk menuju Piala Dunia U-20 tahun 2023,” urai Menpora Amali menambahkan.

Menpora: Skuad Piala AFF Saat Ini Merupakan Proyeksi Piala Dunia U-20 dan SEA Games

Menpora: Skuad Piala AFF Saat Ini Merupakan Proyeksi Piala Dunia U-20 dan SEA Games

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali menyebutkan skuad tim nasional yang saat ini berlaga di Piala AFF 2020 awalnya diproyeksikan untuk ikut dalam ajang FIFA World Cup U-20 tahun 2021 dimana Indonesia menjadi tuan rumah dan SEA Games 2020 di Vietnam. Namun karena pandemi COVID-19 mewabah di seluruh dunia, maka dua event olahraga ditunda. FIFA World Cup U-20 ditunda ke tahun 2023 dan Sementara SEA Games ditunda ke tahun 2022. Dengan demikian, skuad tim nasional saat ini usia rata-ratanya lebih muda dari skuad tim lain yang berlaga di ajang AFF 2020. Dengan umur yang masih muda, Menpora Amali menilai, ajang AFF 2020 ini menjadi ajang untuk persiapan mereka menuju multi event SEA Games 2022 mendatang. “Timnas ini kita persiapkan untuk SEA Games. Sehingga mereka sudah mendapatkan pengalaman terlebih dahulu bertemu dengan negara-negara di Asia Tenggara karena SEA Games ada batas maksimal usia. Tentu negara lain belum tentu semua timnya akan turun karena rata-rata pemain senior,” ujar Menpora Amali usai menjadi narasumber dalam acara Refleksi Akhir Tahun 2021 TVRI, Minggu (26/12) malam. Menpora Amali optimistis pada SEA Games 2022 di Vietnam nanti cabang Sepakbola akan meraih prestasi. Apalagi saat ini tim Indonesia sudah lolos ke babak Final dan akan menghadapi Thailand. Meskipun awalnya diremehkan oleh negara-negara lain. “Awalnya timnas ini diremehkan oleh beberpa negara, diremehkan bahwa ini anak-anak muda, Indonesia turun dengan tim yang masih muda, tentu belum punya pengalaman tapi semangat mereka luar biasa. Dan jangan lupa tangan coach Shin Tae-yong,” ucapnya. Menpora Amali pun berharap tim nasional Indonesia teyap bersemangat dan meraih kemenangan dalam laga final di Piala AFF nanti untuk membuktikan bahwa skuad muda bisa meraih juara. “Anak-anak harus semangat dan membuktikan bahwa kita akan bisa menjawab semua keraguan orang termasuk harapan dari publik dalam negeri,” harapnya. Sebagaimana diketahui, Timnas Indonesia melaju ke final Piala AFF 2020 setelah mengalahkan Singapura dengan skor 4-2 pada leg kedua. Pada leg pertama Indonesia dan Singapura hanya bermain imbang dengan skor 1-1. Indonesia akan menghadapi Thailand pada final Piala AFF 2020, usai Thailand mengalahkan Vietnam pada leg pertama dengan skor 2-0. Sementara pada leg kedua, kedua hanya bermain imbang tanpa gol. Laga final Indonesia vs Thailand akan dilangsung secara dua leg dan semuanya ditayangkan secara live di RCTI dan iNewsTV. Leg pertama berlangsung pada Rabu 29 Desember 2021 pukul 19.30 WIB dan leg kedua dihelat pada Sabtu 1 Januari 2022 pukul 19.30 WIB.

Buka Rakernas KONI 2021, Menpora: Perhatikan Lagi Pembinaan Atlet Muda

Buka Rakernas KONI 2021, Menpora: Perhatikan Lagi Pembinaan Atlet Muda

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali membuka acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI 2021 di Jakarta. Dalam kesempatan itu Menpora berpesan kepada KONI untuk lebih gencar lagi dalam membina atlet muda. “Membinalah, membina karena ini yang paling penting dalam Kepres ini pembinaan (atlet muda) yang akan kita tekankan,” kata Zainudin Amali saat pembukaan Rakernas Koni di Hotel Sutan, Jakarta, Rabu 8 Desember. Hal itu ditekankan Menpora karena ia tidak ingin bibit-bibit atlet muda tidak ditangani dengan maksimal. Sebab, jika pembinaan dilakukan dengan terstruktur dan tepat sasaran maka itu akan menjadi pencapaian yang baik bagi sebuah daerah. “Prestasi kebanggaan daerah penting tetapi yang paling lebih penting adalah pembinaan. Kasihan daerah yang sudah capek-capek membina tapi atlet yang dibina tidak muncul menjadi wakil daerahnya,” kata Menpora menambahkan. Lebih lanjut, Menpora ingin pembinaan atlet dilakukan dari tingkat daerah paling kecil, setelah itu bisa terus dikembangkan ke tingkat yang lebih besar. Bila perlu, Menpora mengatakan bahwa pemerintah akan memberi fasilitas untuk membantu memaksimalkan potensi atlet-atlet daerah. “Pemerintah pasti akan memberi perhatian, pemerintah akan memfasilitasi dan pemerintah akan bersama-sama dengan seluruh stakeholder olahraga khususnya dengan rekan-rekan di KONI pusat, kabupaten sampai kota akan urus bersama sama,” jelasnya. Menpora juga berharap ke depannya olaraga bisa menjadi perhatian banyak pihak bukan hanya organisasi atau pemerintah terkait. “Olahraga bukan cuma urusan Menpora, olahraga juga bukan cuma urusan ketua KONI atau pimpinan cabor. Tapi olahraga adalah urusan kita bersama-sama,” tandasnya. Dalam Rakernas ini juga dilakukan evaluasi penyelenggaraan PON XX Papua 2021 demi penyelengaraan yang lebih mumpuni lagi. Pasalnya, untuk gelaran PON selanjutya sedikit berbeda karena melibatkan dua kota sebagai tuan rumah yaitu Aceh dan Sumatera Utara.