Siapkan Event Pemanasan Piala Asia U-19, PSSI Gelar Turnamen Mini Timnas U-19 di Pakansari

Jelang berlangsungnya Piala Asia U-19 2018, PSSI mengajak dua negara yakni China dan Thailand, dalam sebuah event turnamen mini, di Stadion Pakansari, Cibinong, pada 21-26 September. (goal.com)

Jakarta- Jelang event Piala Asia U-19 2018, PSSI berencana menggelar turnamen mini untuk Timnas U-19, bersama tiga negara lainnya. Indonesia akan menjadi tuan rumah ajang Piala Asia U-19 yang digelar pada 18 Oktober – 4 November, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Garuda Jaya diharapkan meraih target empat besar, demi lolos ke Piala Dunia U-20 setahun kemudian. Untuk mencapai target itu, anak asuh Indra Sjafri telah menjalani serangkaian laga uji coba dengan tim lokal. Teranyar, Timnas U-19 menghadapi klub Liga 2, Semen Padang. Pada pertandingan yang digelar di Stadion H. Agus Salim, Padang, Sumatra Barat, pada Sabtu (25/8), Nurhidayat dan kawan-kawan, akhirnya harus kalah adu penalti 3-4, setelah dalam waktu normal, kedua tim bermain imbang 3-3. Usai uji coba di Padang, PSSI mengajak dua negara Asia dalam event turnamen mini, di Stadion Pakansari, Cibinong, pada 21-26 September. “Kami sudah menghubungi Sekjen PSSI untuk melaporkan agenda ini. Dua negara sudah past ikuti, yakni Thailand dan China. Satu negara lainnya antara Korea Selatan dan Suriah,” ujar Manajer Timnas U-19, Daconi Chotob, pada Rabu (5/9). Turnamen ini akan menjadi persiapan terakhir bagi Timnas U-19, sebelum tampil di Piala Asia U-19. Tim merah putih, berada di Grup A bersama Taiwan, Uni Emirat Arab, serta Qatar. Daconi menyebut, jika Tim Garuda Jaya ingin meraih hasil yang lebih baik dibanding edisi 2014. “Semuanya merupakan lawan tangguh. Meski demikian, kami akan berupaya keras untuk bisa lolos dari babak penyisihan grup. Ini momen yang pas, apalagi bermain di hadapan publik sepakbola Indonesia,” kata Daconi. (art)

Efek Domino Piala AFF U-22 2019, Kunci Tongkat Estafet Skuat Junior Timnas Indonesia

Salah satu event yang jadi terobosan baru AFF adalah event Piala AFF U-22, yang akan diselenggarakan di Kamboja, sekaligus menjadi negara yang ditunjuk sebagai tuan rumah perdana. Nama Egy Maulana Vikri yang memperekuat klub Polandia, Lechia Gdansk, menjadi kandidat skuat Timnas Indonesia di ajang itu. (goal.com)

Jakarta- Dewan AFF menggelar sidang ke-16 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Sabtu (25/8). Dalam sidang itu diputuskan beberapa negara yang menjadi tuan rumah kejuaraan, mulai Piala AFF U-15, Piala AFF U-18, sampai Piala AFF U-22, untuk penyelenggaraan 2019. Hasil sidang memutuskan Piala AFF U-15 2019 akan berlangsung di Thailand, Piala AFF U-18 2019 di Vietnam. Dan, Piala AFF U-22 digelar di Kamboja. Dari sekian banyak agenda kejuaraan AFF pada 2018, Indonesia tak kebagian satupun sebagai penyelenggara. Sebab, pada 2018, Indonesia sudah banyak menjadi tuan rumah agenda AFF. Salah satu event yang menjadi terobosan baru AFF adalah pelaksanaan perdana ajang Piala AFF U-22. Rencananya kejuaraan itu bakal diselenggarakan di Kamboja, sekaligus menjadi negara yang ditunjuk sebagai tuan rumah pertama. Namun, untuk kepastian bulan atau tanggal pasti penyelenggaraannya, AFF belum bisa memutuskan. Meski demikian ada opsi yang disiapkan, yakni sebelum, atau sesudah SEA Games 2019 yang berlangsung di Filipina. Khusus bagi Indonesia, mengikuti Piala AFF U-22 bakal dibutuhkan perombakan besar di skuat tim nasional. Maklum, sebagian besar penggawa Asian Games 2018 sudah melewati batas usia 22 tahun, pada 2019. Sebagai contoh di lini belakang, hanya ada nama Andy Setyo (20 tahun) dan Bagas Adi Nugroho (21 tahun) yang pada 2019, belum melewati umur 22 tahun. Lalu di posisi kiper, tinggal menyisakan Awan Setho (21 tahun), dan Satria Tama, jika ia masih dipanggil Timnas. Sementara itu di lini tengah, Indonesia kehilangan generasi yang menjuarai Piala AFF U-19 2013. Trio Evan Dimas, Hargianto, dan Zulfiandi, tahun depan akan menginjak usia 23-24 tahun, yang tentunya tak bisa diturunkan di Piala AFF U-22. Dua pemain yang berpotensi tampil adalah Hanif Sjahbandi dan Septian David Maulana. Keduanya sekarang berumur 21 tahun. Justru, yang paling mengkhawatirkan adalah komposisi lini depan. Indonesia sampai detik ini belum memiliki penyerang kategori U-22 dengan kualitas mumpuni. Bahkan, di gelaran Asian Games 2018, pun merah putih sampai harus menggunakan jasa Beto Goncalves, sebagai pemain senior naturalisasi. Opsi terbaik sementara ini adalah Saddil Ramdani, yang belum genap berkepala dua, itupun sebagai penyerang sayap. Untuk penyerang tengah, ada dua nama populer yakni Ezra Walian (20 tahun), dan Egy Maulana Vikri (18 tahun), meski sebaiknya tidak terlalu berharap, karena belum tentu mereka dilepas klubnya. Lalu bagaimana jika memanggil nama Amiruddin Bagus Kahfi, yang tampil gemilang di Piala AFF U-16? Tidak menutup kemungkinan ia mendapat panggilan ke timnas U-22, tapi juga tidak bisa dibebani ekspektasi yang tinggi, lantaran usianya yang masih sangat belia. Pada 2019, Indonesia akan ditinggal sejumlah besar pemain U-23 yang tampil di SEA Games 2017 dan Asian Games 2018. Artinya, Garuda Muda akan memasuki era baru dengan para pemain baru. Sayangnya, saat ini belum terlihat pemain yang berpotensi menjadi andalan di Timnas U-22 tahun depan. Persoalan ini sebelumnya juga pernah dihadapi Indonesia, jelang SEA Games 2017. Minimnya jumlah pemain U-22 yang cukup menit bermain di klubnya, ‘memaksa’ PSSI dan PT. Liga Indonesia Baru (LIB) meneken regulasi anyar, yang mewajibkan seluruh tim Liga 1, harus memainkan pemain U-23 sebagai starter. Regulasi itu memang berhasil. Ada banyak pemain muda yang meroket seperti Rezaldi Hehanussa, Hanif Sjahbandi, Febri Hariyadi, Osvaldo Haay, hingga Marinus Wanewar. Itu menunjukkan, andai klub lebih berani memberikan porsi bermain pada pemain muda, akan ada banyak bakat besar yang terus berkembang. Langkah serupa seharusnya diterapkan jelang Piala AFF U-22. Tentu menimbulkan pro dan kontra, meski tak dipungkiri muncul efek negatifnya, bagi beberapa klub. Tapi, jika kesadaran untuk memainkan pemain muda, masih belum dimiliki klub, maka kelak akan muncul kembali, aturan yang “memaksa” untuk melakukannya. Timnas junior Indonesia terus menyabet prestasi dan hasil membanggakan. Sebagian besar skuat juara, kemudian menjadi tulang punggung di kategori usia selanjutnya. Jika trofi juara bisa disabet di Piala AFF U-22 2019, bukan tak mungkin, Timnas Indonesia akan memiliki calon generasi juara di Piala AFF senior. (Art)

Gelar TC Hingga Akhir Agustus, Skuat Timnas U-19 Komplet Usai Asian Games 2018

Timnas U-19 kembali melaksanakan program pemusatan latihan (TC), jelang even Piala Asia U-19, di Lapangan UNY, Yogyakarta, sejak Minggu (12/8) hingga akhir Agustus. (radarjogja.co.id)

Yogyakarta- Timnas U-19 kembali memulai pemusatan latihan (TC) even Piala Asia U-19, di Lapangan UNY, Yogyakarta, sejak Minggu (12/8) hingga akhir Agustus. Tiga pemain dari Liga 1 2018 yakni Rachmat Irianto (Persebaya), Asnawi Mangkualam (PSM Makassar), dan Nurhidayat (Bhayangkara FC), tampak sudah bergabung, pada Kamis (16/8). Dalam sesi latihan itu, total ada 28 pemain hadir, dari 33 nama yang dipanggil. Pada TC ini masih kurang lima pemain yang mash absen, termasuk dua pemain Persipura Jayapura, Todd Rivaldo dan David Rumakiek. Sedang Saddil Ramdani dan Rafli Mursalim, masih bergabung dalam skuat Timnas U-23 mengikuti Asian Games 2018. Kemudian satu nama lagi, Egy Maulana Vikri, yang masih menjalani kompetisi bersama klub asal Polandia, Lechia Gdansk. Assisten pelatih Timnas U-19, Miftahudin Mukson mengatakan latihan awal ini bertujuan mengevaluasi kelemahan di ajang Piala AFF 2018 lalu. “Ini adalah bagian dari program kami, hasil evaluasi AFF U-19 kemarin. Kami adopsi lagi untuk level lebih tinggi di Piala Asia U-19,” ujarnya, dilansir BolaSport.com dari Tribun Jogja. Sisi pertahanan dinilai Miftahudin masih lemah dan terus dilakukan perbaikan. “Kami coba untuk terus memperbaiki lagi pertahanannya, dan ini mulai agak baik,” ucap Miftahudin. Dalam rangkaian TC ini, skuat besutan Indra Sjafri berencana untuk menggelar sejumlah agenda uji coba. Sebanyak enam laga uji coba disiapkan oleh Indra. “Untuk laga internasional, rencananya ada dua atau tiga kali. Soal lawannya, PSSI masih melakukan penjajakan,” tambah Indra. Sempat terbesit kabar, Arab Saudi menjadi kandidat sparring partner Nurhidayat dan kolega, meski statusnya belum dipastikan kapan. Satu laga uji coba yang pasti digelar ialah melawan klub Liga 2, Semen Padang pada Sabtu (25/8). Di Piala Asia U-19 2018, Timnas U-19 tergabung di Grup A bersama Uni Emirat Arab, Qatar dan Taiwan. Laga pertama Garuda Nusantara bakal meladeni Taiwan, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, pada Kamis (18/10). (Dre) Daftar 33 Pemain Timnas U-19 yang dipanggil TC Yogyakarta Kiper 1. M. Aqil Savik (Persib Bandung) 2. Gianluca Pagliuca Rossy (Persija Jakarta) 3. Rakasurya Handika (Bali United) 4. M. Riyandi (Barito Putera) 5. Muhammad Adisatryo (SKO Ragunan) Belakang 6. Nurhidayat Haji Haris (Bhayangkara FC) 7. Juliyano Pratama (PS Tira) 8. Kadek Raditya (Persiba Balikpapan) 9. Habel Boaz Inzaghi Isir (Perseru Serui) 10. Firza Andika (PSMS Medan) 11. Indra Mustofa (Persib Bandung) 12. M Firly (Bogor FC) 13. Asnawi Mangku Alam Bahar (PSM Makassar) 14. Rachmat Irianto (Persebaya Surabaya) 15. Anan Mirgaf Lestaluhu (Persija Jakarta) 16. David Kevin Wato Rumakiek (Persipura Jayapura) 17. Samuel Christianson Simanjuntak (Sriwijaya FC) 18. Rifad Marasabessy (Madura United) Tengah 19. M Luthfi Kamal (Mitra Kukar) 20. Syahrian Abimanyu (Sriwijaya FC) 21. Witan Sulaeman (SKO Ragunan) 22. Resky Fandi Witriawan (Martapura FC) 23. Teuku Nur Fadil (Borneo FC) 24. Todd Rivaldo Ferre (Persipura Jayapura) 25. M. Raffi Syarahil (Barito Putera) 26. Saddil Ramdani (Persela Lamongan) 27. Feby Eka Putra (Bali United) 28. Egy Maulana Vikri (Lechia Gdansk) Depan 29. Hanis Saghara Putra (Bali United) 30. Aji Kusuma (Persika Karawang) 31. Rafli Mursalim (Mitra Kukar) 32. Kahar Muzakar (Persikota Tangerang) 33. Aulia Hidayat (Borneo FC)

Raih Tempat Ketiga Piala AFF U-18, Ini Statistik Indra Sjafri Besut Egy Maulana Vikri dkk

Striker Timnas U-19 Feby Eka Putra (14), merayakan kemenangan usai membobol gawang Thailand di perebutan tempat ketiga Piala AF U-18. (bolatimes.com)

Jakarta- Timnas U-19 berhasil meraih peringkat ketiga Piala AFF U-18 2018. Keberhasilan ini diraih usai Garuda Muda suskes mengalahkan Thailand 2-1 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Sabtu (14/7) sore. Dengan kemenangan itu, Indonesia sukses membayar lunas kekalahan pada laga babak penyisihan Grup A. Dua gol timnas U-19 dibukukan oleh Feby Eka Putra menit ke-35 dan Syahrian Abimanyu menit ke-82. Thailand U-19 hanya bisa memperkecil ketertinggalan lewat Matee Sarakum pada menit ke-85. Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri meminta maaf pada suporter usai laga. Indra meminta maaf karena gagal memenuhi ekspektasi suporter yang begitu tinggi, pada Egy Maulana Vikri dan kolega. Sekaligus gagal mengulang sukses turnamen yang sama lima tahun silam. “Dengan berakhirnya laga tadi, berakhir kerja kami untuk AFF 2018, yang ditutup di peringkat ketiga di turnamen ini. Berarti sama persis dengan AFF tahun lalu,” ungkapnya usai laga. “Kami sampaikan mohon maaf kepada suporter dan masyarakat Indonesia yang sudah begitu antusias dan punya ekspektasi tinggi terhadap Timnas U-19,” imbuh mantan juru taktik Bali United ini. Indra berharap kegagalan di turnamen tingkat Asia Tenggara ini tak membuat suporter patah semangat. Apalagi sampai berhenti mendukung perjuangan Nurhidayat Haris dan kawan-kawan. “Doakan selalu kami karena ada tugas yang lebih berat yaitu harus berupaya bisa lolos ke Piala Dunia U-20, di kualifikasi Piala Asia U-19, di Gelora Bung Karno nanti,” harap Indra. Tak tercapainya gelar berarti gagal merealisasikan target yang dibebankan oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Semula, federasi sepak bola Tanah Air itu mematok hasil tim merah putih remaja mengulang kesuksesan yang sama, kala terakhir kali meraih gelar pada 2013. PSSI melalui Sekretaris Jenderal, Ratu Tisha Destria, yang hadir di Stadion Delta Sidoarjo, Kamis (12/7) malam, mengaku sudah bertemu dengan staf kepelatihan. Artinya, akan ada pembicaraan setelah event ini rampung digelar. “Evaluasi pasti akan kami lakukan, match per match pun sudah kami lakukan. Dan ada Danurwindo (Direktur Teknik PSSI) hadir menemani tim pelatih. Tak hanya pertandingan sekarang, tetapi dari laga-laga sebelumnya,” kata Tisha. “Untuk laga menghadapi Malaysia ini, kita kalah. Nggak ada istilah hampir menang, kita kalah. Saat ini, mari menyongsong hari esok di pertandingan terdekat dan gaung yang lebih besar. Itu target utamanya di tahun ini,” tutur wanita kelahiran Jakarta 30 Desember 1985 ini. Sesuai penuturan Tisha, Timmas U-19 akan kembali bersiap dengan sejumlah agenda penting selepas Piala AFF. Mulai dari pemusatan latihan, uji tanding, dan pada Oktober mendatang, Nurhidayat Haris dan kolega akan mengahadapi Piala Asia U-19. “Agustus akan ada program lagi untuk Timnas U-19, seperti uji tanding dengan negara-negara di Asia, yang saat ini masih kami finalisasikan siapa lawan-lawannya. Jadi, ditunggu saja,” pungkasnya. (Dre) Catatan Hasil Timnas U-19 Di Bawah Indra Sjafri : Turnamen Toulon 2017 Indonesia 0-1 Brasil Indonesia 0-2 Rep.Ceko Indonesia 1-2 Skotlandia Piala AFF U-18 2017 Indonesia 2-1 Myanmar Indonesia 9-0 Filipina Indonesia 0-3 Vietnam Indonesia 8-0 Brunei Indonesia 2-3 (0-0) Thailand Kualifikasi Piala Asia U-19 2018 Indonesia 5-0 Brunei Indonesia 5-0 Timor Leste Indonesia 0-4 Korea Selatan Indonesia 1-4 Malaysia Piala AFF U-18 2018 Indonesia 1-0 Laos Indonesia 4-0 Singapura Indonesia 1-0 Vietnam Indonesia 1-2 Thailand Indonesia 1-1 (1-3) Malaysia (SF) Indonesia 2-1 Thailand (3rd place)

Lampu Stadion Mati Saat Adu Penalti, Timnas U-19 Ditekuk Malaysia Dan Terhenti Dari Piala AFF U-18

Striker Timnas U-19 Egy Maulana Vikri (10), gagal membawa timnya ke babak final Piala AFF U-18, usai takluk adu penalti 1-3 dari Malaysia U-19, di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Kamis (12/7) malam. (detik.com)

Jakarta- Timnas U-19 tersingkir dari semifinal AFF U-18 Championship, usai kalah dari Malaysia U-19, melalui drama adu tendangan penalti 1-3, di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Kamis (12/1) malam. Indonesia kalah adu penalti setelah tiga eksekutor yakni Witan Sulaeman, Firza Andika, dan Hanis Saghara Putra gagal melesakkan bola ke gawang Malaysia. Pada babak pertama, Indonesia sempat unggul 1-0 berkat gol penalti Egy Maulana Vikri saat laga baru berusia dua menit. Malaysia lalu menyamakan skor menjadi 1-1 melalui gol tandukan kapten Malaysia Muhammad Syaiful memanfaatkan sepak pojok rekannya. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, Timnas Indonesia terus menekan pertahanan Malaysia. Skuat arahan Bojan Hodak juga mulai kesulitan mengembangkan permainan menghadapi serangan demi serangan para pemain Garuda Muda. Tampilnya Rivaldo Todd Ferre pada awal babak kedua menggantikan Rafli Mursalim mulai memberikan daya gedor Garuda Muda di lini depan. Meski terus menekan di pertahanan Malaysia, Indonesia masih juga kesulitan mengarahkan tendangan yang tepat mengarah ke gawang Malaysia. Anak asuh Indra Sjafri juga tampak kebingungan dalam membuat alur serangan di dalam kotak penalti lawan. Indonesia baru bisa membuka peluang tendangan ke gawang Malaysia yang dilepaskan Witan Sulaeman pada menit ke-51. Bola tendangannya mudah ditangkap kiper Malaysia Muhammad Azri. Berjarak dua menit kemudian, giliran Malaysia membahayakan gawang Indonesia melalui servis tendangan bola mati. Eksekusi tendangan bebas Nik Akif meluncur langsung ke gawang Indonesia. Kiper Garuda Nusantara, M Riyandi memilih meninju bola dan aman pula gawang timnya. Indonesia kembali membuka peluang pada menit ke-65 melalui aksi Egy merangsek ke kotak penalti. Namun, tendangan penyerang Lechia Gdansk itu masih melenceng. Egy sempat mengalami cedera karena kaki kanan yang salah bertumpu usai menendang bola ke gawang Malaysia. Ia kembali bisa bermain setelah mendapat perawatan dari tim medis. Amat disayangkan, Egy mengalami cedera pergelangan kaki sehingga ia harus ditarik keluar digantikan Hanis Saghara pada menit ke-88. Memasuki pengujung babak kedua, Indonesia mendapat peluang untuk mencetak gol, namun tendangan Hanis Saghara masih bisa ditangkap Muhammad Azri. Laga pun terpaksa dilanjutkan melalui adu penalti setelah skor 1-1 bertahan hingga usai waktu normal. Sempat terjadi kejadian memalukan mati lampu di Stadion Gelora Delta Sidoarjo saat penendang pertama, Luthfi Kamal Baharsyah, ingin melepas tendangan penalti. Indonesia akhirnya kalah adu penalti setelah tiga eksekutor yakni Witan Sulaeman, Firza Andika, dan Hanis Saghara Putra, gagal melesakkan bola ke gawang Malaysia dan gagal ke final Piala AFF U-18 2018. (Dre)

Kalah dari Thailand, Timnas U-19 Malah Menang Telak dalam Empat Hal

Striker Timnas U-19, Hanis Saghara Putra (19), saat berduel dengan gelandang Thailand U-19, Kittitach Praniti (6), pada Senin (9/7). Tim Gajah Putih akhirnya unggul 2-1 atas Garuda Muda. (bolasport.com)

Sidoarjo- Timnas U-19 harus menelan kekalahan di laga terakhir Grup A AFF U-18 Championship 2018 atas Thailand U-19 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo pada Senin (9/7). Skuat Garuda Muda harus kalah dari Thailand dengan skor tipis 1-2. Namun, Timnas U-19 tetap unggul dalam empat aspek. Dilansir dari labbola, ada sejumalah catatan statistik keunggulan Garuda Muda. Sempat tak mampu membuat peluang di babak pertama, anak asuh Indra Sjafri tampil lebih menekan di interval babak kedua. Alhasil, Saddil Ramdani dkk secara pertandingan penuh unggul dalam penguasaan bola, yakni sebesar 52 persen. Sedangkan Thailand hanya 48 persen. Selain itu, penampilan menekan mereka di penghujung laga juga membuat mereka unggul dari segi tembakan. Total 12 tembakan dilakukan oleh Timnas U-19 di laga tersebut. Sementara, Thailand hanya mampu menorehkan 11 tendangan. Meski harus kemasukan dua gol, Indonesia secara jelas lebih efektif dalam hal memutus serangan. 26 tekel sukses dari total 47 tekel dilakukan oleh Nurhidayat Haji Haris Cs di laga kemarin. Dan Thailand hanya melakukan 24 tekel sukses dari total 56 tekel. Selain itu, Timnas U-19 mendapatkan enam kali sepakan penjuru. Sedangkan Thailand hanya satu kali sepanjang laga. Namun sayang, akurasi crossing, skuat Garuda Nusantara masih kalah dari Thailand. Sebanyak 11 crossing hanya satu yang sukses. Sedangkan Thailand mampu melakukan dua crossing sukses dari total enam crossing. Mengomentari pertandingan kali ini, Indra mengakui di babak pertama para pemainnya tak fokus. Hal ini membuat lini pertahanan Indonesia jadi “bulan-bulanan” Thailand. “Pada babak pertama, tim membuat kesalahan-kesalahan individu, mulai salah umpan hingga kontrol yang lepas,” ujar Indra paska laga. Ia meminta masyarakat Indonesia untuk tak perlu khawatir dengan kondisi timnya. Menurutnya, Timnas U-19 masih berada di jalur yang benar. “Namanya anak-anak muda, sudah lolos akhirnya muncul rasa nyaman. Saat kebobolan baru tersentak, dan main seperti semula,” tukas pelatih asal Sumatara Barat ini. Sebelum pertandingan Piala AFF U-18 dimulai, tim merah putih remaja telah mengantungi tiket semifinal. Dari empat partai awal, Garuda Muda selalu menang dan duduk di pucuk klasemen. Kekalahan ini hanya membuat posisi mereka turun menjadi runner-up. “Kami memang perlu drama berbeda di setiap pertandingan. Ini menjadi pengalaman yang berbeda bagi kita,” tegas Indra, dinukil dari laman resmi PSSI. Di sisi lain, hasil pada pertandingan ini disyukuri oleh Thailand U-19. Menurut asisten pelatih mereka, Jetnipat Ratchatatoemphon, ini adalah hasil yang fantastis bagi timnya. “Sebab mereka menunjukkan karakter dan kemauan untuk memainkan sepak bola yang bagus,” ucap Jetnipat. “Sekarang kami menjadi juara grup. Kami pikir pemain kami sangat kuat,” pungkasnya. Kini, Indonesia maupun Thailand tengah menunggu juara dan runner-up Grup B. Untuk sementara, Myanmar menjadi pemuncak grup dan Malaysia di posisi kedua. Ta seperti Grup A yang telah menyelesaikan semua pertandingan, kini Grup B masih menyisakan satu laga. (Dre)

Lolos Semifinal Piala AFF U-18, Timnas U-19 Tundukkan Vietnam U-19 Lewat Gol Semata Wayang

Striker Timnas U-19 asal klub Mitra Kukar, Muhammad Rafli Mursalim (9), mecentak gol tunggal kemenangan Timnas U-19 atas Vietnam U-19, dan meloloskan Indonesia ke semifinal Piala AFF U-18. (okezone.com)

Sidoarjo- Timnas U-19 memastikan diri lolos ke babak semifinal setelah mengalahkan Vietnam 1-0 pada babak penyisihan Grup A Piala AFF U-18 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Sabtu (7/7). Striker klub Mitra Kukar, Muhammad Rafli Mursalim, yang masuk menggantikan Feby Eka putra di babak kedua, menjadi pahlawan dengan mencetak gol semata wayang timnas ke gawang Vietnam pada menit ke-80. Gol tersebut berawal dari aksi individual talenta muda Papua, Todd Rivaldo Alberth Ferre. Melakukan aksi solo run dari tengah, Todd berhasil melesahkan bola ke gawang Vietnam yang dijaga Yulinie. Selanjutnya sepakan keras Todd membentur tiang sisi kiri atas gawang Vietnam. Rafli yang berdiri bebas di dalam area kotak penalti, langsung menyambar bola rebound tersebut. Dengan hasil ini, Garuda Muda duduk di peringkat puncak sementara, dan mengumpulkan 12 poin dari 4 pertandingan. Timnas U-19 dengan 12 poin dari empat laga sudah sulit dikejar Vietnam U-19 yang mengoleksi tujuh poin. Sementara itu di peringkat kedua, menguntit Thailand U-19. The War Elephants menang melawan Filipina U-19 dengan skor telak 5-0. Hasil ini membawa Thailand U-19 mengoleksi 10 poin, dari empat pertandingan. Sementara dalam pertandingan lainnya, Laos U-19 menang 5-0 atas Singapura U-19. Laga terakhir Timnas U-19 kontra Thailand U-19 pada Senin (9/7), akan menentukan siapa yang menjadi juara grup. Nurhidayat Haji Haris dan kolega hanya butuh hasil imbang untuk mengunci status juara Grup A. (Dre) Hasil Piala AFF U-19 2018 Sabtu (7/7): Singapura 0-5 Laos Filipina 0-5 Thailand Indonesia 1-0 Vietnam Klasemen Timnas U-19 di Grup A Piala AFF U-18 No            Tim         Main    W     D    L    Gol    Poin 1. Indonesia U-19       4         4     0    0    10:1   12 2. Thailand U-19        4          3     1    0    14:0   10 3. Vietnam U-19        4          2     1    1    9:2      7 4. Laos U-19             4          1     0    3    6:8      3 5. Filipina U-19         4          1      0    3    3:15    3 6. Singapura U-19     4          0     0    4    1:17     0

Bersusah Payah di Laga Ketiga Piala AFF U-18, Kaki Kiri Dominasi Gol Indonesia Atasi Filipina

Saddil Ramdani (15) mencetak dua dari empat gol kemenangan Timnas U-19 atas Filipina U-19 dalam lanjutan AFF U-18 Championship, di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (5/7). (liputan6.com)

Sidoarjo- Setelah melibas Laos dan Singapura, dalam lanjutan AFF U-18 Championship, laga ketiga tetap berpihak kepada Timnas U-19. Menghadapi Filipina U-19 yang dihelat di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (5/7), Saddil Ramdani dan kolega menang dengan skor telak 4-1, meski diraih dengan susah payah. Mengambi inisiatif serangan selepas peluit awal dibunyikan, Timnas U-19 mendominasi pertandingan hingga 15 menit awal. Namun, rapatnya pertahanan Filipina, seolah memaksa pemain Indonesia harus mencari ruang sempit demi menciptakan gol. Justru Filipina yang bertubi-tubi ditekan Indonesia, mampu memanfaatkan peluang dari tendangan bebas. Sepakan kaki kiri Chester Cio di menit 27, sanggup menembus jala gawang Merah Putih Muda, yang dijaga Muhammad Riyandi. Melakukan rotasi pemain pada laga ini, membuat juru taktik Garuda Muda, Indra Sjafri seolah kebingungan. Pada menit ke-35, Saddil Ramdani yang sempat duduk di bangku cadangan, akhirnya masuk menggantikan Samuel Christianson Simanjuntak. Namun, masuknya Saddil dalam upaya mengejar ketertinggalan, masih belum berhasil, hingga 45 menit pertama selesai. Usai turun minum, Indra mulai mencoba beberapa pilar seperti Rivaldo Todd Ferre dan Syahrian Abimanyu, agar skema permainan lebih agresif dan dominan. Tebalnya pertahanan Filipina membuat emosi pemain Indonesia terpancing. Winger Witan Sulaiman mendapatkan kartu kuning pertamanya di menit ke-68, lantaran menjatuhkan pemain Filipina dengan keras. Usaha demi usaha Timnas U-19 yang tak kunjung lelah, akhirnya menciptakan gol. Pada menit ke-81, tembakan spekulasi kaki kiri Saddil dari luar kotak pinalti buah kerjasama antara Todd Ferre dan Witan, merobek sisi kiri gawang Filipina. Selang satu menit kemudian, pada menit ke-82, Indonesia menggandakan skor dari sundulan bek asal klub PSMS Medan, Firza Handik. Tak berhenti disitu, Saddil kembali mencetak gol di menit ke-85, yang juga berasal dari sepakan keras kaki kirinya di luar kotak pinalti. Gol tambahan Garuda Nusantara sekaligus penutup kemenangan, diperoleh pada menit ke-90. Berawal umpan datar dari Rifad Marasabessy kepada gelandang Papua, Todd Ferre, yang berani melakukan penetrasi ke kotak penalti, hingga mengecoh kiper dan bek Filipina. Indra pun mengapresiasi permainan anak asuhnya meski sempat tertinggal. “Sebenarnya kami sudah unggul permainan dari awal, namun lebih dulu kecolongan. Tapi, saya sangat berterima kasih pada anak-anak, mereka mampu bangkit dan mengatasinya dengan baik”, ujarnya. Kemenangan 4-1 atas Filipina membuat Indonesia makin kokoh di puncak klasemen Grup A Piala AFF U-18, dengan torehan 9 poin. Garuda Muda kini unggul dua poin dari Thailand dan Vietnam yang sama-sama berhasil meraih kemenangan atas lawan-lawannya. Selain itu, membuka peluang besar lolos ke fase berikutnya. Dua hari berselang, Timnas U-19 akan ditantang oleh Vietnam, di stadion yang sama pada Sabtu (7/7) pukul 18.30 WIB. (Dre) Hasil Piala AFF U-18, Kamis (5/7) Laos 1-4 Vietnam Thailand 6-0 Singapura Filipina 1-4 Indonesia. Grup A Klasemen No    Tim           Main  W   D    L    Gol   Poin 1. Indonesia U-19   3     3    0     0   9:1     9 2. Thailand U-19     3     2    1     0   9:0     7 3. Vietnam U-19     3     2    1     0   9:1     7 4. Filipina U-19       3    1     0     2   3:10    3 5. Laos U-19          3     0     0    3   1:8     0 6. Singapura U-19  3     0     0    3   1:12    0 Jadwal Timnas U-19 berikutnya Sabtu, 7 Juli 2018 19.00 WIB: Indonesia vs Vietnam Senin, 9 Juli 2018 19.00 WIB: Thailand vs Indonesia

Minim Ciptakan Operan Sukses, Timnas U-19 Gulung Singapura Empat Gol Tanpa Balas

Striker Timnas U-19, Muhammad Rafli Mursalim melakukan selebrasi di laga Piala AFF U-18, saat menghadapi Singapura U-19, pada Selasa (3/7).(bolasport.com)

Sidoarjo- Timnas U-19 kembali mendapat hasil positif di laga kedua Grup A Piala AFF U-18 2018, pada Selasa (3/7). Nurhidayat cs menang dengan skor telak 4-0 dari Singapura U-19. Bermain di Stadion Delta Sidoarjo, Timnas U-19 sempat kesulitan membobol gawang Singapura. Gol pembuka baru tercipta di menit ke-21 melalui Rafli Mursalim setelah menerima umpan lambung. Singapura merespons, di menit ke-29 mereka menciptakan peluang melalui bola mati. Asnawi Mangkualam memberi umpan terukur ke kotak penalti Singapura, namun tidak mampu dimaksimalkan oleh rekannya. Babak pertama di tutup dengan skor 1-0 untuk keunggulan Timnas U-19. Di babak kedua, Garuda Muda tampil lebih trengginas. Tiga gol tambahan tercipta masing-masing melalui Rafli (62′), Saddil Ramdani (70′), dan Todd Rivaldo Ferre (81′). Tak ada gol tambahan tercipta, skor 3-0 untuk keunggulan Timnas U-19 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Meski sukses menggulung anak asuh Rob Servais dengan hasil 4-0, akan tetapi muncul satu catatan lemah, dibanding laga pertama. Hal itu menyoal catatan operan sukses yang dibuat Saddil Ramdani dan kolega. Dilansir dari Labbola, pada laga kontra Singapura, Garuda Muda hanya membuat 567 operan sukses. Catatan itu masih kalah dibanding laga pertama meladeni Laos, yang sanggup menghasilkan 744 passing. Padahal, pada partai perdana, skuat asuhan Indra Sjafri hanya unggul dengan skor 1-0. Selain itu, salah seorang pilar Garuda Muda, Asnawi Mangkualam sukses keluar sebagai raja passing pada laga tersebut. Dari data milik Labbola, bek kanan timnas U-19 membuat 93 operan. Catatan itu masih lebih banyak dari stopper timnas U-19, Muhammad Firly yang mencatatkan 83 passing. Hebatnya, Asnawi berhasil menjadi raja umpan ketika dirinya tak bermain di pos asli. Asnawi sejatinya adalah gelandang bertahan yang diberi tugas lain oleh Indra Sjafri untuk menghuni pos bek sayap kanan. Namun sejauh laga, Asnawi tak kesulitan sama sekali. Ia sukses mengawal sisi kanan dengan sempurna. Kemenangan besar ini membuat Indonesia berada di puncak klasemen sementara Grup A Piala AFF U-19 2018 dengan enam poin dari dua laga. Dengan poin enam, NurHidayat dkk mengungguli Vietnam dan Thailand, yang sama-sama mengantongi poin empat. Vietnam dan Thailand yang bermain imbang tanpa gol di laga pertama, akhirnya berhasil meraih kemenangan besar pada matchday kedua. Thailand menang 3-0 atas Laos, dan Vietnam mencukur Filipina 5-0. (Ham) Susunan pemain Timnas U-19 (4-3-3) M. Riyandi (kiper); Asnawi Mangkualam Bahar, Nurhidayat Haji Haris, M Firli, David Kevin (belakang); M Rafi Syarahil, Witan Sulaeman, Rezky Fandi (tengah); Saddil Ramdani, M Rafli Mursalim, Samuel Christianson (depan) Pelatih: Indra Sjafri Timnas Singapura U-19 (4-2-3-1) Nurshafiq Zaini (kiper); Nazhiim Harman, Akmal Azman, Asraf Zahid, Danish Irfan Azman (belakang); Muhammad Nur Adam Abdullah, Muhammad Hamizan Hisham, Joel Chew Joon, Rezza Rezky Ramadhani, Timothy David Yeo Yi An (tengah), Syahadat Masnawi (depan) Pelatih: Rob Johannes Maria Servais

Taklukkan Persiba Bantul 1-3 Dalam Uji Coba Pamungkas, Timnas U-19 Segera Berkemas ke Sidoarjo

Persiba Bantul takluk 1-3 dari Timnas U-19 (putih), dalam laga uji coba di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Rabu (27/6). (Bola.com)

Yogyakarta- Timnas U-19 akan tampil di ajang Piala AFF U-18, pada 1-14 Juli 2018, yang akan digelar di dua stadion di Jawa Timur, yakni Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, dan Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Pada Piala AFF U-18, tim Garuda Muda tergabung dalam grup A dan melawan Thailand sebagai juara bertahan, Vietnam, Singapura, Filiphina dan Laos. Anak asuh Indra Sjafri rencananya akan melakoni laga perdana pada Minggu (1/7), di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Seluruh partai laga timnas akan digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Event ini nantinya sekaligus pembuktian Timnas U-19, guna melakoni Piala AFC U-19 pada 18 Oktober hingga 4 November, dan Indonesia menjadi Tuan Rumah ajang tersebut. Timnas U-19 tengah menjalani Pemusatan Latihan (TC) di ‘Kota Pelajar’ Yogyakarta sejak 20 Juni lalu dan akan bertolak ke Sidoarjo pada Kamis (28/6). Striker Timnas U-19, Hanis Sagara Putra, sempat membeberkan komentarnya perihal kompetisi Piala AFF U-18. Saghara dkk bertekat akan berusaha semaksimal mungkin untuk membawa Indonesia meraih gelar juara. “Saya berjanji akan mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik, seluruh rekan tim juga mempunyai keinginan yang sama demi hasil terbaik untuk Indonesia,” ungkap striker Bali United ini dilansir dari laman resmi PSSI. Dirinya menambahkan bahwa persiapan yang dijalani sampai saat ini masih berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala khusus. Ia juga mengakui bahwa persaingan grup A sangat kompetitif. “Semua negara di grup A tim yang bagus dan kuat. Kami juga satu grup dengan tim yang mengalahkan kami tahun lalu, yakni Thailand dan Vietnam. Kalau cetak gol banyak itu nanti dulu, yang terpenting tim harus menang agar bisa juara” tambah pemuda kelahiran Bojonegoro, 8 September 1999. Pada Piala AFF U-18 2017 di Yangon, Myanmar, Indonesia berada di peringkat ketiga. Thailand menjadi juara dan Malaysia runner-up. Namun, bintang Indonesia Egy Maulana Vikri, menyabet dua penghargaan sekaligus, yakni Pencetak Gol Terbanyak dengan delapan gol dan Pemain Terbaik. Dalam laga uji coba terakhir, Timnas U-19 mencatat kemenangan 3-1 atas Persiba Bantul, di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Rabu (27/6) malam. Tiga gol timnas U-19 dalam laga itu dicetak Tod Rivaldo pada menit keempat, Witan Sulaiman menit ke-15, dan Hanis Saghara menit ke-60. Sedangkan satu gol Persiba dihasilkan Arif Satyayudha Alkanza pada menit ke-86. Bagi Timnas U-19, kemenangan ini menjadi yang pertama dalam tiga uji coba lokal yang digelar. Dalam dua laga uji coba lokal sebelumnya, Timnas U-19 kalah dari Persis Solo (0-3) dan PSS Sleman (0-2). (Ham) Jadwal Grup A dan Timnas U-19 di Piala AFF U-18 2018 Penyisihan Grup A 1 Juli 2018 Jam 15.30 WIB Vietnam vs Thailand (Stadion Joko Samudro) Jam 19.00 WIB Singapura vs Filipina (Stadion Joko Samudro) Jam 19.00 WIB Indonesia vs Laos (Stadion Gelora Delta) 3 Juli 2018 Jam 15.30 WIB Thailand vs Laos (Stadion Joko Samudro) Jam 19.00 WIB Indonesia vs Singapura (Stadion Gelora Delta) Jam 19.00 WIB Vietnam vs Filipina (Stadion Gelora Delta) 5 Juli 2018 Jam 15.30 WIB Laos vs Vietnam (Stadion Joko Samudro) Jam 19.00 WIB Filipina vs Indonesia (Stadion Gelora Delta) Jam 19.00 WIB Thailand vs Singapura (Stadion Gelora Delta) 7 Juli 2018 Jam 15.30 WIB Singapura vs Laos (Stadion Joko Samudro) Jam 19.00 WIB Filipina vs Thailand (Stadion Gelora Delta) Jam 19.00 WIB Indonesia vs Vietnam (Stadion Gelora Delta) 9 Juli 2018 Jam 15.30 WIB Laos vs Filipina (Stadion Joko Samudro) Jam 19.00 WIB Vietnam vs Singapura (Stadion Gelora Delta) Jam 19.00 WIB Thailand vs Indonesia (Stadion Gelora Delta) 12 Juli 2018 Semifinal 1 (Stadion Gelora Delta) 13 Juli 2018 Semifinal 2 (Stadion Gelora Delta) 14 Juli 2018 Perebutan peringkat ketiga (Stadion Gelora Delta) 15 Juli 2018 Final (Stadion Gelora Delta)

Baru 21 Pemain Timnas U-19 Ikuti TC Tahap Dua di Stadion UNY Usai Libur Lebaran

Timnas U-19 mulai kembali berlatih di bawah terik matahari pagi, di Stadion Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), pada Rabu (20/6). (bolasport.com)

Yogyakarta- Timnas U-19 kembali menjalani pemusatan latihan (TC) tahap kedua, di Stadion Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), pasca libur lebaran, Rabu (20/6). Masih di bawah pelatih Indra Sjafri, TC tahap kedua bagi Timnas U-19 ini menjadi fase lanjut persiapan menyongsong dua event besar. Yakni Piala AFF U-18 yang digelar pada 2- 14 Juli, dan Piala Asia U-19 pada 18 Oktober-4 November 2018. “Latihan Timnas U-19 pada hari ini, belum lengkap semua, ada beberapa pemain yang masih ikut (latihan) Timnas U-23,” ujar Indra, di Stadion UNY, Yogyakarta, pada Rabu (20/6). Timnas U-19 sedianya mulai kembali menjalani latihan kembali di Stadion UNY, sejak Selasa (19/6), namun hanya diikuti 11 pemain. Sedangkan memasuki hari kedua ini, jumlah pemain yang ikut latihan sudah bertambah menjadi 21 pemain. Indra memanggil 29 nama pada sesi TC UNY kali ini. Sejumlah pemain Timnas U-19 yang masih absen latihan karena dipanggil Timnas U-23 antara lain Feby Eka Putra (klub Bali United), Saddil Ramdani (Persela Lamongan), dan Hanis Saghara (Bali United). Ketiga pemain itu ditarik Timnas U-23 untuk melakoni uji coba melawan Korea Selatan di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (23/6) dan diperkirakan baru bergabung latihan bersama Timnas U-19, pada Minggu (24/6). Selain itu, Egy Maulana Vikri juga masih belum bisa bergabung di Yogya karena masih memperkuat klubnya, Lechia Gdanks, menjalani pramusim kompetisi Liga Polandia. “Egy kemungkinan baru bisa gabung latihan pada Senin (25/6),” ujar pelatih asal Sumatara Barat. Indra menambahkan dalam latihan tahap kedua ini ada sejumlah nama baru yang juga segera bergabung untuk dimonitor apakah cukup layak untuk memperkuat skuat Garuda Muda. Misalnya David Kevin Rumakiek asal Persipura Jayapura. Sebelumnya, pemain asal Persipura yang lebih dulu ikut berlatih dengan Timnas U-19 adalah Gunansar Mandowen dan Todd Rivaldo Ferre. “Hari ini (20/6) David datang ikut latihan, jadi dari Persipura sekarang ada tiga pemain yang ikut latihan,” ujar Indra. Indra menambahkan dari hasil evaluasi training camp tahap pertama, ada lima sampai enam pemain dipulangkan atau dicoret. Sebelum timnas U-19 bertolak ke Sidoarjo guna menyongsong gelaran Piala AFF U-18, skuad Timnas U-19 dijadwalkan akan melakoni satu laga uji coba lagi. “Untuk uji coba berikutnya ini, rencananya akan melawan tim lokal tanggal 27 Juni nanti. Tapi, belum kami tentukan tim lawannya, ” ujar Indra. Sebelumnya, Timnas U-19 kalah dengan skor 0-3 saat beruji coba melawan Persis Solo, Senin (28/5). Sedangkan saat berjumpa dengan PSS Sleman, takluk 0-2, pada Sabtu (2/6). (Ham) Daftar 29 Pemain Timnas U-19 TC Yogyakarta: Kiper 1. M. Aqil Savik (Persib Bandung) 2. Gianluca Rossy (Persija Jakarta) 3. Rakasurya Handika (Bali United) 4. M. Riyandi (Barito Putera) Belakang 5. Nurhidayat Haris (Bhayangkara FC) 6. Julyano Pratama (Diklat Ragunan) 7. Kadek Raditya (Persiba Balikpapan) 8. Dedi T Maulana (Persis Solo) 9. Firza Andika (PSMS Medan) 10. Irsan Lestaluhu (Madura United) 11. M. Firly (Bogor FC) 12. Asnawi Mangku Alam (PSM Makassar) 13. Samuel Christianson (Sriwijaya FC) 14. M. Rifad Marasabessy (Madura United) 15. David Kevin Rumakiek (Persipura Jayapura) Tengah 16. M. Luthfi Kamal (Mitra Kukar) 17. Syahrian Abimanyu (Sriwijaya FC) 18. Witan Sulaeman (Diklat Ragunan) 19. Resky Fandi (Martapura FC) 20. Muhammad Iqbal (Persika Karawang) 21. Todd Rivaldo (Persipura Jayapura) 22. M. Rafi Syaharil (Barito Putera) 23. Saddil Ramdani (Persela Lamongan) 24. Feby Eka (Bali United) 25. Gunansar Mandowen (Persipura Jayapura) 26. Egy Maulana Vikri (Lechia Gdansk) Depan 27. Hanis Saghara (Bali United) 28. Aji Kusuma (Persika Karawang) 29. M Rafli Mursalim (Mitra Kukar)

Agenda TC Timnas U-19 ‘Molor’, Indra Sjafri Minta Tambah Satu Uji Coba Lagi

TC Timnas U-19 yang berlangsung hingga 27 Mei 2018, di Stadion Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), diperpanjang hingga 2 Juni. (bola.com)

Yogyakarta- Dalam pemusatan latihan di Stadion Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Timnas U-19 menggelar uji coba kontra Persis Solo pada Senin (28/5). Namun sepertinya uji coba tersebut dirasa kurang oleh pelatih timnas U-19 Indonesia, Indra Sjafri untuk melihat kemajuan para pemain selama pemusatan latihan. Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri berencana akan menggelar laga uji coba kembali pada 2 Juni 2018. “Kami memang lagi butuh uji coba lagi mungkin tanggal 2 Juni,” kata Indra. Terbersit kabar PSS Sleman akan menjadi lawan selanjutnya setelah kontra Persis Solo. Namun juru taktik ini masih belum bisa memastikan siapa yang ajan menjadi lawan, meski pihak PSS sudah berkomunikasi dengannya. “Yang jelas baru Persis Solo, dengan Sleman memang sudah ada komunikasi tetapi untuk resminya belum,” ujar pelatih asal Sumbar ini. Artinya, agenda pemusatan latihan (TC) Timnas U-19 mengalami perubahan. Awalnya, TC yang berlangsung sejak 18 Mei di Stadion UNY, hingga 27 Mei 2018. Namun pemusatan latihan tahap pertama diperpanjang hingga 2 Juni 2018. Indra menyebut perubahan itu agar pelaksanaan pemusatan latihan lebih efektif. Sehingga atas berbagai pertimbangan TC diperpanjang hingga awal Juni. “Setelah dapat masukkan dari PSSI, kami memperpanjang TC. Sebenarnya tahap pertama selesai 27 Mei dan 7 Juni dilanjutkan lagi, namun kini diteruskan sampai 2 Juni,” jelasnya usai memimpin latihan pada Kamis (24/5). Indra memaparkan, nantinya pemusatan latihan tahap kedua kembali dilanjutkan setelah lebaran. Beberapa program dirancang termasuk soal penilaian performa pemain. Mantan pelatih Bali United itu menambahkan, dengan diperpanjangnya agenda TC tahap pertama, ada beberapa tambahan program yang diberikan kepada Syahrian Abimanyu dkk. Salah satunya uji coba yang berlangsung 2 Juni atau hari terakhir pemusatan latihan. (Ham)

Tak Dapat Izin Polisi, Jadwal Uji Coba Timnas U-19 Mundur Senin Depan

Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri memantau anak asuhnya saat melakukan latihan pada Selasa (22/5) di Stadion UNY, Yogyakarta. (tribunnews.com)

Yogyakarta- Laga uji coba Timnas U-19 melawan Persis Solo yang sedianya digelar pada Minggu (27/5), dipastikan diundur sehari menjadi Senin (28/5). Hal ini disampaikan oleh pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri yang membenarkan laga kontra Laskar Samber Nyawa mengalami perubahan jadwal. “Iya jadinya hari Senin (28/5), karena izin dari Polres hari Sabtu-Minggu ada pengamanan, saya kurang tahu,” ungkap Indra Sjafri usai memimpin latihan dalam pemusatan latihan (TC) hari keempat di Stadion Universitas Negri Yogyakarta (UNY), Selasa (22/5). Laga yang rencananya digelar di Stadion Manahan, Solo, itu sebelumnya memang diagendakan sebagai ujian terakhir bagi Egy Maulana Vikri dkk pada TC tahap pertama ini, sebelum dipulangkan ke klubnya masing-masing. Sebelumnya, Indra menyampaikan dalam TC kali ini hanya melakukan satu kali uji coba saja. Ia pun percaya partai tersebut sudah cukup untuk melihat kemampuan pasukannya yang sudah menjalani TC sejak 19 Mei 2018, di Yogyakarta. “Kami akan uji coba dengan Persis Solo. Uji coba ini sekaligus perpisahan dengan Stadion Manahan. Sekali uji coba saya rasa cukup, karena ini baru TC tahap awal. Masih ada pemusatan latihan lanjutan,” ungkap Indra. Perubahan ini dibenarkan manajemen Laskar Sambernyawa. Manajer Persis, BM Anjasmara, mengaku menjalin komunikasi dengan Indra. Anjas memastikan tak ada masalah dengan perubahan jadwal pertandingan dan Tim Garuda Nusantara memaklumi perubahan tersebut. “Setelah mendapat kepastian pertandingan mundur sehari, kami langsung berkoordinasi dengan coach Indra Sjafri. Mereka tak mempermasalahkan dan tetap bermain di Solo,” ujarnya. Pemusatan latihan ini digelar menyongsong Piala AFF U-18 dan Piala AFC U-19 yang digelar tahun ini. Timnas U-19 berstatus tuan rumah lantaran dua turnamen besar itu digelar di Indonesia. Dalam materi pemain yang dipanggil, terdapat beberapa muka baru seperti M Iqbal B (Ragunan), Al Risqy Dwi (Bogor FC), M Firli (Bogor FC), M Rafi Syarahil (Barito Putera), dan Gunansar Mandowen (Persipura). Sama seperti program Indra sebelumnya, ia menerapkan sistem promosi dan degradasi saat pemusatan latihan. “Intinya setiap pemain harus menunjukkan permainan terbaik selama pemusatan latihan,” jelas Indra. Dari 28 pemain yang dipanggil, nama-nama beken pemain Timnas U-19 seperti Egy Maulana, Nurhidayat, Firza Andika, M Iqbal, Saddil Ramdani, Asnawi Mangkualam, Hanis Saghara masih ada. (Ham) Daftar 28 Nama Timnas U-19 Kiper 1. M Aqil Savik, Persib Bandung 2. Gianluca Pagliuca Rossy, Persija Jakarta 3. Rakasurya Handika, Bali United 4. M Riyandi, Barito Putera Belakang 5. Nurhidayat, Bhayangkara FC 6. Julyano Pratama, Ragunan 7. Kadek Raditya, Persiba Balikpapan 8. Dedi Tri Maulana, Persis Solo 9. Firza Andika, PSMS Medan 10. Irsan Lestaluhu, Madura United 11. M Iqbal B, Ragunan 12. Al Risqy Dwi Pradana, Bogor FC 13. M Firli, Bogor FC Tengah 14. M Luthfi Kamal, Mitra Kukar 15. Syahrian Abimanyu, Sriwijaya FC 16. Witan Sulaeman, Ragunan 17. Resky Fandi, Martapura FC 18. Muhammad Iqbal, Persika Karawang 19. Asnawi Mangkualam, PSM Makassar 20. Todd Rivaldo, Persipura Jayapura 21. M Rafi Syarahil, Barito Putera Depan 22. Saddil Ramdani, Persela Lamongan 23. Feby Eka Putra, Bali United 24. Gunansar Mandowen, Persipura 25. Egy Maulana Vikri, Lechia Gdansk 26. Hanis Saghara, Bali United 27. Aji Kusuma, Persika Karawang 28. M Rafli Mursalim, Mitra Kukar

Bangkit Dari Cedera Panjang, Pemuda 22 Tahun Ini Jadi Gelandang Modern Timnas Indonesia

Sosok anyar yang menjadi kepercaan Luis Milla di Timnas U-23 yakni gelandang Sriwijaya FC kelahiran Bireun, Zulfiandi (16). (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-23 kini punya pemain baru yang menjadi kepercayaannya di sektor tengah permainan. Sosok anyar yang menjadi kepercaan Luis Milla yakni gelandang Sriwijaya FC, Zulfiandi. Pemuda kelahiran Bireuen, Aceh, 17 Juli 1995, menjadi pemain kepercayaan Luis Milla di jajaran skuat Garuda Muda. Pada empat laga terakhir yang dilakoni Garuda Muda, Cole, sapaannya, selalu jadi pilihan utama pelatih asal Spanyol itu untuk menjaga keseimbangan permainan. Bertugas di lini tengah, gelandang jebolan Timnas U-19 asuhan Indra Sjafri ini tak tergantikan semenjak kembali berseragam timnas. Usai kembali terpanggil bergabung ke pemusatan latihan pada Februari lalu, Cole telah empat kali terpilih menjadi starter pada empat laga terakhir yang dilakoni timnas U-23. Sebelumnya, Cole, harus mundur dari sepak bola lantaran cedera lutut yang membekapnya. Tiga tahun lalu, pada Senin (15/6/2015), menjadi laga terakhir baginya bersama Timnas U-23, yang saat itu ditaklukkan Vietnam dalam perebutan medali perunggu, di ajang SEA Games 2015. Sejak saat itu, pemain berusia 22 tahun ini absen dari Timnas, hingga di level klub. Namun, setelah sembuh dari cedera, Cole bangkit dan menunjukkan pada publik bahwa talenta dan kemampuannya masih belum habis ditelan cedera. Bahkan, performa impresifnya bersama Timnas U-23 dan makin mengukuhkannya sebagai pilihan utama di lini tengah skuat Garuda Muda. Posisi gelandang jangkar ini disebut pelatih beken, Rahmad Darmawan, sebagai gelandang yang sangat unik. Ia dinilai memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata. Statistik Zulfiandi di Timnas U-23 Empat laga terakhir: Laga Pertama Timnas U-23 vs Timnas U-23 Singapura Timnas U-23 mengalahkan timnas U-23 Singapura dengan skor 3-0 pada laga uji coba di Stadion Nasional, Singapura, Rabu (21/3). Tiga gol timnas U-23 Indonesia masing-masing dicetak oleh Febri Hariyadi pada menit ke-44, Muhammad Hargianto (51′), dan Septian David Maulana (65′). Tim asuhan Luis Milla memang tampil mendominasi dengan menguasai penguasaan bola sebesar 66 persen. Zulfiandi tampil gemilang sebagai gelandang jangkar saat timnas U-23 Indonesia berhasil membungkam timnas U-23 Singapura dengan skor 3-0. Ia menjadi pemain yang menorehkan angka operan tepat terbanyak (64 kali), tekel sukses terbanyak (4 kali), dan akurasi operan tertinggi di kubu Garuda Muda yakni sebesar 88.8%. Laga Kedua Timnas U-23 vs Timnas U-23 Bahrain Kendati menelan kekalahan dari Bahrain dengan skor 0-1, timnas U-23 Indonesia sebenarnya tampil lebih mendominasi. Mereka memimpin dalam hal penguasaan bola hingga 64 persen. Jumlah operan sukses mereka bahkan mencapai 393 dari total 484 upaya alias 81 persen tepat sasaran. Sementara itu, Bahrain cuma melepaskan 182 operan sukses dari 265 percobaan atau tingkat akurasi menyentuh 68 persen. Lantas, siapa anak asuh Luis Milla yang paling sering dioper rekannya? Dia adalah gelandang bertahan Zulfiandi. Zulfiandi menjadi pemain Indonesia yang sangat dipercaya teman-temannya. Sepanjang pertandingan, pesepak bola berusia 22 tahun ini menerima 53 operan. Catatan Zulfiandi mengungguli Hansamu Yama Pranata (48), Bagas Adi Nugroho (47), Febri Hariyadi (45), dan Muhammad Hargianto (45). Laga Ketiga Timnas U-23 vs Timnas U-23 Korea Utara Zulfiandi bermain penuh saat timnas U-23 Indonesia ditahan imbang timnas U-23 Korea Utara. Pada laga kedua turnamen PSSI Anniversary Cup 2018 ini, Zulfiandi juga menjadi memegang peran krusial di lini tengah skuat Garuda Muda. Bertugas sebagai gelandang, Zulfiandi mencatatkan operan sukses sebesar 32 dari 36 kali percobaan. Artinya, ia menorehkan presentase keberhasilan operan sebesar 88%. Angka akurasi operan ini sekaligus menjadi yang tertinggi di kubu Garuda Muda. Akurasi Zulfiandi lebih tinggi dari Hargianto (74%), Hansamu Yama (79%) dan Septian David Maulana (75%). Zulfiandi juga impresif secara defensif. Terbukti, ia mencatatkan tiga kali tekel sukses dari lima percobaan dan clearence sebanyak dua kali. Laga Keempat  Timnas U-23 vs Timnas U-23 Uzbekistan Uzbekistan menjadi lawan terakhir Zulfiandi dkk di turnamen PSSI Anniversary Cup 2018. Bermain imbang dengan skor 0-0, Zulfiandi kembali tampil moncer di jantung permainan Garuda Muda. Pada laga ini, skuat besutan Luis Milla unggul tipis di wilayah penguasaan bola, yakni 52% berbanding 48%. Lagi-lagi, Zulfiandi jadi sosok penting di balik stabilitas lini tengah Garuda Muda. Peran gelandang berusia 22 tahun ini tentu saja tak bisa dipandang sebelah mata begitu saja. Berduet dengan Hargianto, Zulfiandi mencatatkan 53 operan sukses dari 61 kali percobaan. Ia menorehkan 86% operan sukses selama 90 menit pertandingan. Presentase keberhasilan operan Zulfiandi hanya kalah dari raihan Bagas Adi Nugroho yang mencatatkan 47 operan sukses dari 51 percobaan (92%). Bahkan, rekan duetnya di lini tengah, Hargianto, hanya mencatatk 35 kali operan sukses dari 53 percobaan (66%). Performa defensif Zulfiandi juga tak kalah moncer. Ia sering membantu pertahanan dan melakukan empat kali intersep dan dua kali sapuan. Bahkan, ia menyumbangkan lima kali tekel sukses dari sembilan kali percobaaan. (art)

Timnas U-23 Butuh Bima Sakti, PSSI ‘Seleksi’ Gerd Zeise Latih Timnas U-19 ?

Bima Sakti Tak lagi tangani Timnas U-19, jabatan pelatih untuk Egy Vikri Maulana dkk sementara ini kosong. (net)

Jakarta- PSSI akhirnya tak memperpanjang kontrak Bima Sakti Tukiman menukangi Timnas U-19. Bima akan fokus menemani Luis Milla menangani Timnas U-23 yang diproyeksikan tampil di Asian Games 2018. PSSI belum memutuskan siapa yang bakal mengisi posisi Bima di Timnas U-19. Keputusan soal pengganti Bima akan dipastikan usai rapat anggota Komite Eksekutif PSSI. Praktis Bima kurang dari 2 bulan menempati jabatan aristek Egy Vikri Maulana dkk. Eks pemain PSSI Primavera ini menangani Timnas U-19 pada Februari dan Maret. PSSI dikabarkan membidik Gerd Zeise. Pelatih asal Jerman itu berprestasi luar biasa. Dia mengusung Timnas Myanmar U-19 lolos ke Piala Dunia U-20 pada 2015. “PSSI telah memutuskan Bima fokus membantu Timnas U-23 sesuai apa yang memang dibutuhkan tim dalam persiapannya menuju Asian Games. Dengan demikian, persiapan tim bisa dilakukan secara maksimal dan matang,” kata Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, seperti dikutip dari situs resmi PSSI, Selasa (10/48). Kiprah Bima sejatinya amat bermanfaat, jika fokus melatih Timnas U-23. Evan Dimas dkk segera tampil dalam turnamen Anniversary Cup, pada 27 April hingga 3 Mei, di Stadion Pakansari, Bogor. Menurut Ratu Tisha, turnamen ini menjadi rangkaian persiapan tim menuju Asian Games 2018. Apalagi roster Timnas U-23 sebetulnya berhimpitan dengan jadwal padat kompetisi Gojek Liga 1 bersama Bukalapak. “Laga Turnamen Anniversary Cup ini, jadi bagian terpenting dari persiapan Timnas U-23 untuk Asian Games, sekaligus tampil di kandang sendiri. Setidaknya, atmosfir laga resmi bisa dirasakan tim,” tutur Ratu Tisha. Meski belum resmi, 28 negara konon akan mendaftarkan diri tampil di Anniversary Cup. Korea Selatan, Korea Utara dan Irak termasuk dalam calon lawan Timnas Indonesia U-23 di turnamen tersebut. (Art)

Menang di Kandang Lawan, Pelatih Timnas U-19 Jepang Malah Kritik Timnya

Ekspresi striker Timnas U-19 asal klub Bali United U-19, Aji Kusuma, usai mencetak gol ke gawang Timnas U-19 Jepang, pada laga uji coba di SUGBK, pada Minggu (25/3). (Pras/NYSN)

Jakarta- Seperti seniornya (Timnas U-23) yang beruji coba ke Singapura pada Rabu (21/3), Timnas U-19 menggelar laga uji coba menantang Timnas Jepang U-19, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Dalam pertandingan ini, peforma Egy Maulana Vikri dkk tak semulus perjuangan Timnas U-23 di Singapura yang menang telak 0-3. Anak asuh Bima Sakti harus mengakui keunggulan dari tim Samurai Biru 1-4. Gol satu-satunya Timnas U-19, dicetak di injury time oleh striker asal klub Bali United U-19, Aji Kusuma. Bima mengaku bila banyak hal yang bisa dipetik dari laga hari ini. “Di menit awal kita kuasai pertandingan. Tapi, skema permainan jepang itu menunggu dulu di awal. Dan mereka high pressing, memaksa pemain belakang kami bikin kesalahan,”, ujar mantan alumni diklat Mandau Kalimanta Timur ini, pada Minggu (25/3). “Ini pelajaran berharga untuk para pemain. Semoga pemain mengambil hal positif dari Jepang. Bulan depan kami akan melakukan persiapan lagi. Kita evaluasi di sana,” ucap Bima selepas laga. Sebagai lawannya, Kageyama Masanaga, pelatih tim berjuluk matahari terbit tersebut mengkritik permainan Indonesia. “Setelah satu gol, Indonesia sempat kehilangan konsentrasi. Seharusnya bangkit. Tetapi, ini bukan kelemahan, justru sebagai upaya apa yang harus diperbaiki untuk timnas Indonesia,” sebut Kageyama. Kageyama pun ternyata kecewa dengan permainan anak asuhnya. Seharusnya timnya bisa mendapatkan kemenangan tanpa kebobolan. Lantaran kurang fokus di menit akhir pertandingan, Timnas U-19 mampu mencuri gol. Ia menjelaskan hasil yang didapatkan ini menjadi bahan evaluasi timnya, agar tak terulang pada laga berikutnya. “Babak pertama sulit, karena pertahanan Indonesia U-19 bagus. Kami berharap tidak kebobolan, tapi diakhir pertandingan kami bermain mengecewakan,” ucap Kageyama saat sesi jumpa pers. Uji coba Timnas U-19 kontra Jepang adalah rangkaian persiapan menuju event Piala AFC U-19 2018 yang akan digelar di Indonesia pada 18 Oktober-4 November. (Dre)

Mantan Anak Asuhnya Kalah, Indra Sjafri : Masa Kaos Ukuran S, Harus Pakai XL

Egy Maulana Vikri (10) dan kawan-kawan menerima pengalaman berharga usai takluk 1-4 dari Timnas U-19 Jepang, pada laga uji coba di SUGBK, pada Minggu (25/3). (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-19 mendapat pelajaran berharga saat meladeni Timnas U-19 Jepang, dalam laga uji coba di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, pada minggu (25/3). Egi Maulana Vikri dan skuat harus menerima kekalahan takluk dengan skor akhir 1-4. Satu-satunya gol tunggal Timnas U-19, diciptakan oleh striker Bali United U-19, Aji Kusuma, di menit akhir babak kedua. Pada kesempatan yang sama, tampak mantan Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri hadir menyaksikan mantan anak asuhannya dalam pertandingan ini. Sempat diwawancarai awak media, namun pria asal Padang, Sumatera Barat ini, justru enggan berkomentar banyak. “Saya tak mau mengomentari permainan yang ada sekarang, saya hanya bisa mengira-ngira kenapa sebabnya bisa begitu. Semua tahu Jepang kualitasnya lebih bagus dari kita, masa iya kita kaosnya S harus pakai ukuran XL, kira-kira itu yang harus kita pahami,” ungkapnya di lobby SUGBK, pada Minggu (25/3). Sempat muncul momen yang tak diduga, di akhir pertandingan para suporter Timmas Indonesia meneriakkan nama Indra Sjafri sebagai tanda berharap akan kembali melatih para Garuda Muda. “Nggak usah pake gitu-gituan lah, nggak usah. Saya kan sudah ikhlas jadi tak perlu lagi diteriak-teriakan seperti itu. Saya apresiasi aksi seperti itu, mungkin mereka masih cinta saya,” ujar Indra seraya tersenyum. (Ham)

Dua Pemain Utama Absen, Timnas U-19 Takluk 1-4 Dari Jepang U-19

Striker Jepang U-19 Ando Mizuki (11), dibayangi bek Timnas Kadek Raditya Maheswara (2), dalam laga uji coba di SUGBK pada Minggu (25/3). (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas Jepang U-19 akhirnya menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu tim elit di kawasan Asia. Tampil santai, Tim Samurai Biru berhasil mengalahkan Timnas U-19. Sebelum laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (25/3), arsitek Timnas U-19 Bima Sakti Tukiman, menjanjikan permainan menyerang, memang dibuktikan. Sayangnya kematangan dalam mengolah si kulit bundar masih jadi problem. Rachmat Irianto dkk beberapa kali mendapatkan peluang dengan menembus pertahanan Jepang. Namun, penyelesaian akhir masih jadi pekerjaan rumah untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya. Absennya Nurhidayat di lini belakang dan Asmawi Mangkualam di sektor tengah, juga amat terasa. Di awal pertandingan, Jepang memang tak langsung mengambil insiatif serangan dan hal ini dimanfaatkan pemain Indonesia untuk menguasai lapangan tengah. Ternyata hal tersebut merupakan taktik Jepang yang menginginkan Indonesia bermain lebih terbuka. Akhirnya kesalahan yang dilakukan Rachmat Irianto di menit 16 ketika mengumpan bisa dimanfaatkan para pemain Jepang untuk merangsek masuk ke kotak penalti. Hanya dengan beberapa gerakan saja, Miyashiro Taisei bisa mengoyak jala gawang Indonesia yang dikawal M Aqil Savik. Di babak kedua, Jepang yang sudah mengetahui pola permainan Indonesia langsung menekan. Hasilnya tiga menit laga baru berlangsung Savik harus memungut bola dari gawangnya setelah tendangan voli Yamada Kota tak mampu diblok. Satu menit berselang Jepang makin menjauh. Gol yang dibuat Ando Mizuki ini berawal ketidakmampuan pemain belakang fokus pada pertandingan. Mereka membiarkan pemain Jepang memegang bola sambil berharap wasit memberikan pelanggaran pada Indonesia setelah Rachmat tergeletak hanya beberapa langkah dari depan kotak penalti. Unggul tiga gol ternyata tak membuat Jepang menurunkan tempo. Mereka mencoba menguasai bola untuk sesekali membongkar pertahanan Indonesia yang coba dirapatkan. Jepang kembali menambah gol lewat titik putih. Wasit menghukum Indonesia setelah Julyano melanggar Mizuki. Dan dia pulalah yang meneruskan sebagai algojo dan makin meninggalkan Indonesia. Tertinggal empat gol, Garuda muda mencoba menembus pertahanan Jepang. Hasilnya di menit akhir, Aji Kusuma menghukum kiper Jepang, Osako Keisuke yang ragu saat menerima umpan pemain belakang mereka. Skor 4-1 ini bertahan sampai laga usai. (Dre/Ham) Susunan Pemain Indonesia U-19: M Aqil Savik; Kadek Raditya Maheswara, Firza Andika, M Rachmat Irianto (C) (Julyano Nono ’56), M Rifad Marasabessy; M Lutfi Kamal, Egy Maulana Vikri (Todo Rivaldo ’56), Syahrian Abimanyu (M Iqbal ’56); Feby Eka Putra, Saddil Ramdani (Resky Fandi ’72), Hanis Saghara Putra Jepang U-19: Osako Keisuke; Ishihara Hirokazu, Hasihoka Daiki, Kawai Ayumu (C), Kobayashi Yuki; Hisgashi Sunki, Hori Kenta, Ito Hiroki, Yamada Kota; Ando Mizuki, Miyashiro Taisei

Gelar Sesi Latihan Malam, Timnas U-19 Dipantau Pelatih Jepang

Timnas U-19 sudah mulai berlatih sejak Kamis (22/3) di lapangan ABC, Senayan, jelang laga melawan Timnas U-19 Jepang, pada Minggu (25/3). (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-19 menggelar pemusatan latihan di Lapangan ABC Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (22/3). Latihan ini menjadi preparasi menghadapi Timnas U-19 Jepang di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (25/3). Dalam sesi latihan perdana yang mulai digelar pada pukul 18.45 WIB, Tim pelatih Timnas Jepang meminta izin untuk melihat Timnas U-19 berlatih. Saat pertandingan antara Cilegon United melawan Timnas Jepang U-19, para staf dan pelatih Timnas Indonesia juga sempat menonton pola permainan dari Jepang. “Tidak masalah ya, sebagai ajang bertukar informasi, bagaimana kondisi sepak bola di Indonesia sehingga mereka juga mengerti bagaimana progres dari sepak bola Indonesia kedepannya nanti,” ujar Pelatih Timnas U-19, Bima Sakti Tukiman, pada Kamis (22/3). Pada laga uji coba sore tadi, Cilegon United berkesempatan menjajal Timnas Matahari Terbit, meski akhirnya kalah telak 0-5. “Sore tadi terlihat Jepang main, mereka high pressing dan sangat ketat, jadi hari ini kita latihan bagaimana pemain belakang mengalirkan bola ke depan, supaya tak di pressing lawan” kata Bima. Sayang, dalam sesi latihan hari ini, dua pemain justru absen. Mereka adalah gelandang PSM Makassar, Asnawi Mangkualam, dan bek Bhayangkara FC, Nurhidayat. Kedua pemain absen diduga tak dilepas oleh klubnya yang akan berlaga di Liga 1 2018 pada akhir pekan ini. Nurhidayat akan memperkuat Bhayangkara FC melawan Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (23/3). Sedangkan Asnawi mempersiapkan diri bersama PSM Makassar untuk melawan PSIS Semarang di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Minggu (25/3). Bima mengatakan ia sudah memanggil kedua pemain itu. Namun, hingga kini mengaku belum mengetahui factor utama absennya pemain itu, terutama Asnawi. “Kami sudah panggil mereka, dan tiket pun sudah dikirim untuk Asnawi. Tergantung dari klubnya apa melepasnya dan juga PSSI selaku federasi,” ucap pria kelahiran Balikpapan. Bima menambahkan ia juga sudah berkomunikasi dengan Asnawi. Namun, Bima Sakti tidak mau membeberkan alasan yang tepat Asnawi tidak datang. “Tentu kami berharap Asnawi datang, tapi ya semua ini kembali ke klubnya lagi ‘kan, karena mereka yang gaji Asnawi,” jelas mantan gelandang pekerja era 2000an ini. Dengan absennya dua pemain itu, otomatis tersisa 22 nama yang akan melawan Timnas U-19 Jepang. “Kalau Asnawi tak datang, kami akan maksimalkan pemain yang sudah ada,” pungkasnya. Uji coba ini menjadi ajang persiapan Timnas U-19 sepanjang 2018. Egy Maulana Vikri dkk bakal menghadapi dua turnamen internasional, yakni Piala AFF U-18 pada Juli, dan Piala Asia U-19 pada Oktober. (Ham)

Dapat Undangan Tampil di Perancis, Timnas U-19 Absen di Toulon 2018

Timnas U-19 harus absen di Toulon Tournament 2018 di Peancis karena padatnya jadwal kompetisi. (suratkabar.id)

Jakarta- Timnas U-19 dipastikan absen pada turnamen tahunan Toulon 2018, di Perancis. Turnamen ini sebelumnya memilih Egy Maulana sebagai peraih Jouer Revelation Trophee. Yakni tropi bagi pemain paling berpengaruh dalam tim seperti yang didapat Cristiano Ronaldo dan Zinedine Zidane. Toulon 2018 dipastikan tak dikuti oleh Rahmat Aprianto dkk. Pernyataan ini datang dari Direktur Teknik PSSI, Danurwindo. Alasan Timnas U-19 tak bisa mengikuti turnamen itu karena bentroknya jadwal turnamen dengan kompetisi Liga U-19. “Kami dapat undangan untuk ikut lagi Toulon 2018, tapi pemain U-19 lagi kompetisi. Fokus persiapan tim kami, adalah tiap pemain tampil di kompetisi Liga 1, atau Liga U-19,” ujar Danur, sapaanya. Senada dengan Danur, pelatih Timnas U-19, Bima Sakti Tukiman, mengatakan bahwa timnya tak akan mengikuti turnamen yang akan diikuti oleh beberapa negara Eropa itu. “Sebenarnya kami perlu, tapi kami sudah lihat agenda yang sudah disusun. Dan karena bentrok dengan jadwal lain, jadi ya tidak ikut,” tukas Bima. Kendati tak mengikuti turnamen di Perancis, Timnas U-19 tetap melakukan TC. Terdekat timnas U-19 akan menggelar pemusatan latihan pada 22 Maret nanti. (Ham)