Dua Pemain Utama Absen, Timnas U-19 Takluk 1-4 Dari Jepang U-19

Striker Jepang U-19 Ando Mizuki (11), dibayangi bek Timnas Kadek Raditya Maheswara (2), dalam laga uji coba di SUGBK pada Minggu (25/3). (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas Jepang U-19 akhirnya menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu tim elit di kawasan Asia. Tampil santai, Tim Samurai Biru berhasil mengalahkan Timnas U-19. Sebelum laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (25/3), arsitek Timnas U-19 Bima Sakti Tukiman, menjanjikan permainan menyerang, memang dibuktikan. Sayangnya kematangan dalam mengolah si kulit bundar masih jadi problem. Rachmat Irianto dkk beberapa kali mendapatkan peluang dengan menembus pertahanan Jepang. Namun, penyelesaian akhir masih jadi pekerjaan rumah untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya. Absennya Nurhidayat di lini belakang dan Asmawi Mangkualam di sektor tengah, juga amat terasa. Di awal pertandingan, Jepang memang tak langsung mengambil insiatif serangan dan hal ini dimanfaatkan pemain Indonesia untuk menguasai lapangan tengah. Ternyata hal tersebut merupakan taktik Jepang yang menginginkan Indonesia bermain lebih terbuka. Akhirnya kesalahan yang dilakukan Rachmat Irianto di menit 16 ketika mengumpan bisa dimanfaatkan para pemain Jepang untuk merangsek masuk ke kotak penalti. Hanya dengan beberapa gerakan saja, Miyashiro Taisei bisa mengoyak jala gawang Indonesia yang dikawal M Aqil Savik. Di babak kedua, Jepang yang sudah mengetahui pola permainan Indonesia langsung menekan. Hasilnya tiga menit laga baru berlangsung Savik harus memungut bola dari gawangnya setelah tendangan voli Yamada Kota tak mampu diblok. Satu menit berselang Jepang makin menjauh. Gol yang dibuat Ando Mizuki ini berawal ketidakmampuan pemain belakang fokus pada pertandingan. Mereka membiarkan pemain Jepang memegang bola sambil berharap wasit memberikan pelanggaran pada Indonesia setelah Rachmat tergeletak hanya beberapa langkah dari depan kotak penalti. Unggul tiga gol ternyata tak membuat Jepang menurunkan tempo. Mereka mencoba menguasai bola untuk sesekali membongkar pertahanan Indonesia yang coba dirapatkan. Jepang kembali menambah gol lewat titik putih. Wasit menghukum Indonesia setelah Julyano melanggar Mizuki. Dan dia pulalah yang meneruskan sebagai algojo dan makin meninggalkan Indonesia. Tertinggal empat gol, Garuda muda mencoba menembus pertahanan Jepang. Hasilnya di menit akhir, Aji Kusuma menghukum kiper Jepang, Osako Keisuke yang ragu saat menerima umpan pemain belakang mereka. Skor 4-1 ini bertahan sampai laga usai. (Dre/Ham) Susunan Pemain Indonesia U-19: M Aqil Savik; Kadek Raditya Maheswara, Firza Andika, M Rachmat Irianto (C) (Julyano Nono ’56), M Rifad Marasabessy; M Lutfi Kamal, Egy Maulana Vikri (Todo Rivaldo ’56), Syahrian Abimanyu (M Iqbal ’56); Feby Eka Putra, Saddil Ramdani (Resky Fandi ’72), Hanis Saghara Putra Jepang U-19: Osako Keisuke; Ishihara Hirokazu, Hasihoka Daiki, Kawai Ayumu (C), Kobayashi Yuki; Hisgashi Sunki, Hori Kenta, Ito Hiroki, Yamada Kota; Ando Mizuki, Miyashiro Taisei

Ajang Untuk Anak Berbakat Kembali Hadir, MILO Football Championship (MFC) 2018

Jakarta- MILO Football Championship (MFC) 2018 kembali menghadirkan kompetisi sepak bola tingkat Sekolah Dasar (SD). Acara ini merupakan gelaran keempat yang didukung oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Menurut lansiran dari tribunnews.com bahwa kompetisi ini diperuntukan untuk anak di bawah 12 tahun dengan sedikitnya 8.000 siswa SD yang mengikuti. Kemudian, hadir untuk empat kota besar, yaitu Jakarta, Medan, Bandung, dan Makassar. Tujuannya selain  mengasah kemampuan sepak bola anak juga berguna bagi perkembangan karakter. Menurut Menpora Imam Nahrawi, lewat olahraga, anak-anak akan terbentuk karakter, watak, respek, serta sikap saling menghormati, menghargai satu sama lain. Dengan ajang ini, menpora juga memastikan bisa jadi anak-anak tersebutlah yang nantinya meneruskan Timnas Indonesia di masa datang. MILO Football Championship dilaksanakan pada 24-25 Maret di Jakarta, 31 Maret-1 April di Medan, 14-15 April di Bandung, dan 28-29 April di Makassar, dengan memakai peraturan pertandingan FIFA untuk anak usia SD. Pemenang MILO Football Championship di empat kota tersebut, nantinya akan langsung bisa lolos ke babak final pada ajang Sepak Bola U-12 Piala Menpora 2018, yang diselenggarakan pada hari Olahraga Nasional. Menarik bukan? (tribunnews.com, sportourism.id)

Jelang Ujian Dan Kenaikan Kelas, Timnas Putri U-16 Loby Sekolah Cari Dispensasi

Carla Bio Pattinasarany yang dipinjamkan ke Timnas Putri senior akhirnya bergabung dengan TC Timnas Putri U-16 di Stadion Atang Sutresna, Cijantung, Jakarta Timur.(Pras/NYSN)

Jakarta- Rombongan Timnas Putri U-16 menggelar seleksi dan Training Camp (TC) di Stadion Atang Sutresna, Cijantung, Jakarta Timur. Seleksi untuk mencari skuat utama Timnas U-16 yang berpatispasi di event Piala AFF U-16 yang dihelat 1-10 Mei 2018 di Jakarta. Sayangnya, proses TC ternyata berbarengan dengan ujian sekolah dan kenaikan kelas. Pelatih Timnas Putri U-16, Rully Nere, menyadari hal ini. Ia pun memberi pemahaman kepada anak asuhnya soal pendidikan. “Kami meminta sekolah, memberi dispensasi kepada mereka. Yang pasti, saat Piala AFF U-16, pemain yang terpilih, tetap bisa mengikuti Piala AFF. Namun, saya menekankan mereka untuk fokus pendidikan”, ujar gelandang enerjik era 80’an ini Situasi ini sebetulnya serupa tahun lalu, saat Timnas Putri U-15 melakukan seleksi pemain menuju Piala AFF U-15. “Tahun lalu, ada pemain dari International School, namun sekolahnya tak memberi dispensasi. Saya kasih pemahaman soal pendidikan. Jika ikut Timnas, berarti dia ikut ujian sekolah tahun berikutnya. Akhirnya dia tak ikut Timnas, dan lulus sekolahnya,” jelasnya. Selain soal pendidikan, skuat srikandi remaja ini kedatangan Carla Bio Pattinasarany dan Safira Ika Putri Kartini. Duo dara ini merupakan anggota TC Timnas Senior yang dipinjam dari Timnas U-16 di NYTC, Sawangan, Depok. “Perlu adaptasi lagi pada latihan kali ini. Kendalanya kami ini banyak istirahatnya tim Putri itu masih belum ada kompetisinya, masih jarang main ,” ungkap Nanes, sapaan Carla, pada Selasa (20/3). Saat ditanya perihal statusnya di Timnas Putri Senior, remaja berambut pirang ini mengaku sempat mendapat tawaran. “Iya saya dapat tawaran tetap bergabung di Timnas Senior putri saja. Tapi, saya memilih ikut Timnas Putri U-16, dan ada opsi bisa kembali ke Timnas Senior putri, untuk ikut Asian Games 2018,” jelasnya. (Dre/Ham)

Carla dan Ika Belum Genap 16 Tahun, Rully Nere : Contohlah Egy Yang Tak Matang Karbitan

Safira Ika Putri Kartini (kanan) pemain 15 tahun asal Bangka Belitung yang tengah seleksi bersama Timnas Putri Senior. (net)

Jakarta- Pemusatan Latihan (TC) Timnas Putri U-16 resmi berjalan mulai Selasa (20/3), di Stadion Atang Sutresna, Kompleks Kopassus, Cijantung, Jakarta. TC sekaligus seleksi itu akan berlangsung hingga 19 April mendatang. Sejak Senin (19/3), sudah 27 orang pemain berkumpul di Cijantung. “Hingga Senin malam, sudah 27 pemain yang masuk camp. Kami juga sedang menyiapkan beberapa nama susulan, guna mengantisipasi resiko cedera pemain,” ujar Pelatih Timas U-16, Rully Nere pada Senin (19/3). Dari daftar nama yang ada, mayoritas adalah pemain yang membela Timnas Putri saat event Piala AFF Wanita U-15 2017 lalu. Hanya 12 pemain anyar yang masuk dalam daftar TC kali ini. Salah satu nama yang menjadi sorotan adalah Carla Bio Pattinasarany. Carla adalah pemain Jakarta kelahiran 9 Agustus 2002. Carla saat ini menjalani seleksi Timnas Putri senior di National Youth Training Centre (NYTC) di Sawangan. Justru, namanya pun masuk dalam daftar panggil Timnas U-16 Putri. “Saya tahu ada TC Timnas U-16. Dan nama saya juga ada. Tapi, saya tetap ikut latihan di Sawangan dulu, cuma jujur bingung gimana nanti jalannya” kata Nanes, panggilan akrabnya, pada Sabtu (17/3). Selain Carla, sejatinya ada nama ‘abege’ lain yang juga TC di Timnas Putri senior, yakni Safira Ika Putri Kartini. Dara yang biasa disapa Ika ini, adalah Kapten Timnas U-15 tahun lalu. Saat ini, Ika bahkan belum genap berusia 15 tahun, lantaran gelandang serang asal Bangka Belitung ini adalah pemain kelahiran 21 April 2003. Kondisi ini membuat Rully nere memberi catatan khusus. Selain secara skill dan teknik yang perlu diasah, mental pemain berusia remaja masih sangat labil. “Contohlah Egy Maulana Vikri. Harus menunggu berusia 18 tahun sebelum resmi menandatangani kontrak profesional. Pelatih Timnas Senior, Luis Milla, juga tak memberi porsi lebih pada Egy saat membel Timnas U-23,” beber Rully. Ia berharap Carla dan Ika, berada di jalur pembinaan yang sesungguhnya, karena selain potensial sebagai pemain, waktu mereka masih panjang untuk meretas prestasi di level senior. “Ini bukan polemik atau konflik. Ini pembinaan, investasi jangka panjang. Mereka masih sangat muda, dan sebaiknya tumbuh secara natural, dan hindari matang secara karbitan,” tegasnya. Hal ini juga ditanggapi oleh pelatih Timnas Putri Senior, Satia Bagdja. “Saya ingin Carla tetap ikut latihan di Timnas Senior. Tapi, Carla harus memilih antara tim senior atau Timnas U-16,” tegasnya akhir pekan lalu. (Dre/Ham)

Dapat Undangan Tampil di Perancis, Timnas U-19 Absen di Toulon 2018

Timnas U-19 harus absen di Toulon Tournament 2018 di Peancis karena padatnya jadwal kompetisi. (suratkabar.id)

Jakarta- Timnas U-19 dipastikan absen pada turnamen tahunan Toulon 2018, di Perancis. Turnamen ini sebelumnya memilih Egy Maulana sebagai peraih Jouer Revelation Trophee. Yakni tropi bagi pemain paling berpengaruh dalam tim seperti yang didapat Cristiano Ronaldo dan Zinedine Zidane. Toulon 2018 dipastikan tak dikuti oleh Rahmat Aprianto dkk. Pernyataan ini datang dari Direktur Teknik PSSI, Danurwindo. Alasan Timnas U-19 tak bisa mengikuti turnamen itu karena bentroknya jadwal turnamen dengan kompetisi Liga U-19. “Kami dapat undangan untuk ikut lagi Toulon 2018, tapi pemain U-19 lagi kompetisi. Fokus persiapan tim kami, adalah tiap pemain tampil di kompetisi Liga 1, atau Liga U-19,” ujar Danur, sapaanya. Senada dengan Danur, pelatih Timnas U-19, Bima Sakti Tukiman, mengatakan bahwa timnya tak akan mengikuti turnamen yang akan diikuti oleh beberapa negara Eropa itu. “Sebenarnya kami perlu, tapi kami sudah lihat agenda yang sudah disusun. Dan karena bentrok dengan jadwal lain, jadi ya tidak ikut,” tukas Bima. Kendati tak mengikuti turnamen di Perancis, Timnas U-19 tetap melakukan TC. Terdekat timnas U-19 akan menggelar pemusatan latihan pada 22 Maret nanti. (Ham)

Minus Evan Dimas dan Hansamu Yama, Timnas Siap Berlaga Kontra Singapura

Septian David Maulana (rompi) tengah melewati Zulfiandi, yang dipersiapkan sebagai kandidat penggati Evan Dimas. (Pras/NYSN)

Jakarta- Gelandang Timnas Indonesia U-23, Evan Dimas Darmono, berpotensi absen di laga uji coba kontra Singapura yang akan digelar di Stadion Nasional, Singapura, Rabu (21/3). Evan diragukan kondisinya karena mengalami cedera pergelangan kaki saat memperkuat Selangor FA di Piala FA Malaysia, Jumat (16/3). Namun, pelatih Luis Milla sudah punya calon penggantinya. Milla mempersiapkan Zulfiandi untuk di posisi Evan, jika absen pada pertandingan itu. Selain Evan, sebenarnya Timnas U-23 juga kehilangan Hansamu Yama dan Yabes Roni. “Ilham pasti datang, Evan juga, tapi apakah dia bisa bermain atau tidak, masih belum jelas. Namun, kehadiran Evan sangat penting entah dia bisa bermain atau tidak,” ujar Milla pada Minggu (18/3) pagi. “Saya berharap dalam uji coba nanti kami mencoba beberapa pemain yang bisa bermain di sejumlah posisi dan mencoba pemain yang bagus di kompetisi, seperti Zulfiandi,” lanjut pelatih asal Spanyol itu. Milla juga tak mengikutsertakan para pemain senior untuk laga uji coba kontra Singapura di Stadion Nasional, Singapura, Rabu (21/3). Sebelumnya, Milla kerap memanggil beberapa pemain senior. Ini untuk memantau para pemain senior yang kemungkinan diikutsertakan pada Asian Games 2018. Seperti diketahui, setiap tim yang berlaga di Asian Games 2018 memang berhak mendaftarkan tiga pemain di atas 23 tahun. Asisten pelatih Timnas Indonesia U-23, Bima Sakti, mengungkapkan absennya pemain senior kali ini karena Milla tak ingin menggangu persiapan klub yang akan memulai Liga 1 2018 pada pekan depan. “Pemain senior melakukan persiapan kompetisi bersama klub dan kami tak ingin mengganggu mereka. Pemanggilan pemain U-23 ini sudah mengganggu persiapan klub,” ujar Bima pada Minggu (18/3). Timnas Indonesia U-23 akan berangkat ke Singapura pada Senin (19/3) pagi. Dua hari sebelum laga uji coba akan digunakan Timnas berlatih kehadiran tiga pemain tambahan, yaitu Ilham, Evan dan Ezra Walian. (Dre)

TC Timnas Putri U-16 Siap Digelar, Striker Ini Bingung Statusnya

Carla Bio Pattinasarany masih bingung menentukan statusnya sebagai pemain Timnas Putri Senior atau Timnas U-16. (instagram)

Jakarta- Seleksi Timnas Putri Senior masih berlangsung. Namun, mulai Selasa (19/3) hingga Rabu (18/4), pemusatan latihan Timnas Putri U-16 pun bergulir di lapangan Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur. Timnas Putri U-16 akan fokus pada event AFF Women’s Championship U-16 yang akan berlangsung tanggal 1-10 Mei 2018 di Jakarta. TC Timnas Putri senior dan Timnas Putri U-16 yang berlangsung bersamaan, ternyata membuat persoalan baru bagi pemainnya. Hal ini dialami Carla Bio Pattinasarany. Carla saat ini tengah menjalani seleksi Timnas Putri senior di National Youth Training Centre (NYTC) di Sawangan. Namanya pun masuk dalam daftar panggil Timnas U-16 Putri. “Saya tahu ada TC Timnas U-16. Dan nama saya juga ada. Tapi, saya tetap ikut latihan di Sawangan dulu, cuma jujur bingung gimana nanti jalannya” kata Nanes, panggilan akrabnya, pada Sabtu (17/3). Hal serupa ditanggapi oleh pelatih Timnas Putri Senior, Satia Bagdja. “Saya ingin Carla tetap ikut latihan di Timnas Senior. Tapi, Carla harus memilih antara tim senior atau Timnas U-16,” tegasnya. (Dre) Daftar Nama Pemain Timnas Putri U-16 Kiper: 1. Rabiah Nurkhodijah – DKI Jakarta Belakang: 2. Syafira Azzahra Ramadhanti – Bangka Belitung 3. Diah Ayu Puspitaningrum – Jawa Barat 4. Leli Sukmawati – Jawa Barat 5. Rachmayanti Indah Ma’ruf – Jawa Timur 6. Ceysa Salsabila Diani – Jawa Timur Tengah: 7. Hanipa Halimatusyadiah S – Jawa Barat 8. Zahra Naqiyyah Primadi – Jawa Barat 9. Safira Ika Putri Kartini – Bangka Belitung 10. Jasmine Sefia Waynie Cahyono – Jawa Timur 11. Anisa Febriana – D.I Yogyakarta 12. Sheva Imut Furyzcha – Bangka Belitung 13. Vinny Silfianus – Banten Depan: 14. Carla Bio Pattinasarany – DKI Jakarta Pemain Seleksi Lainnya: Ria Yigibalom – Papua Ofince Wenda – Papua Astrid Yigibalom – Papua Elsa – Gelora Muda Mutia – Galaxis Bandung Akra – Benteng Muda Banten Leni Maharani – Benteng Muda Banten Kyla Widodo – Pro Direct Portia – Pro Direct Jesela Arifia Sari – Gerilya FC Kaltim Maria Amanda Gracia – Jakarta 69 Annisa Puti Lenggogeni – Jakarta 69

Laga Uji Coba Keempat, Akhirnya Timnas Putri (Bisa) Menang 3-1

Striker Timnas Putri Zahra Muzdalifah turut mencetak skor saat timnya mengalahkan SSB ASTAM 3-1. (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas Putri (Seleksi) kembali menggelar laga uji coba di NTYC (National Youth Training Centre), Sawangan, Jawa Barat, pada Sabtu (17/3). Uji coba ini merupakan laga keempat. Kali ini yang menjadi lawan mainnya adalah klub SSB Akademi Sepak Bola Tangsel Muda (ASTAM). Pasca menjalani tiga laga uji coba, akhirnya di uji coba keempat Timnas Putri bisa memperbaiki permainan dan memetik kemenangan dengan skor 3-1. Skor Timnas Putri diciptakan melalui kaki dari Zahra Musdalifah, Vivi Oktavia Riski dan Syenida Vandina. Usai pertandingan, Carla Bio Pattinasarany salah satu penyerang Timnas Putri mengakui, jika peforma para pemain sangat maksimal laga uji coba ini. “Alhamdulillah, kami bisa menang. Semua main simple, semua main bagus. Saya senang”, ujar dara jangkung berusia 16 tahun tersebut. Di akhir laga, sang pelatih memberi apresiasi bagi pemain. “Kami menang. Tapi ini bukan masalah skor, anak-anak harus berani bermain, terutama passing “, tegas Satia Bagdja. Hingga hari ini, skuad total seleksi Timnas Putri baru berjumlah 37 orang. Tiga orang pemain masih ditunggu hingga awal pekan depan, guna menggenapi 40 orang yang dibutuhkan. (Dre) Rekap Uji Coba Timnas Putri Timnas Putri vs Tim Pelatih Lisensi B : 1-3 Timnas Putri vs SSB Pelita Jaya : 0-4 Timnas Putri vs SSB Pelita Jaya : 1-4 Timnas Putri vs SSB Akademi Sepak Bola Tangsel Muda (ASTAM) : 3-1

Hadapi Jepang di SUGBK, Empat Pemain Timnas U-19 ‘Magang’ di Pasukan U-23

Syahrian Abimanyu (rompi oren) salah satu anggota Timnas U-19 yang dipanggil skuad Timnas U-23. (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-19 akan menghadapi Timnas Jepang U-19 dalam laga uji coba internasional yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (25/3). Bima Sakti Tukiman yang kini menjadi pelatih kepala tim berjulukan Garuda Nusantara itu memanggil 24 pemain untuk mempersiapkan diri, sejak tiga hari sebelum pertandingan. Pemusatan latihan Timnas U-19 akan digelar selama satu pekan, yakni 18-24 Maret 2018. Laga uji coba kontra Jepang akan menjadi paramter bagi Bima melihat perkembangan terkini Timnas U-19. Pada pemusatan latihan terakhir, Rachmat Irianto dkk berada di bawah asuhan duo pelatih asal Spanyol, Miguel Gandia dan Eduardo Perez. Bima yang pada pemusatan latihan Februari 2018 harus absen karena mengikuti kursus lisensi pelatih A AFC kini ingin melihat perkembangan tim yang baru diasuhnya melalui laga uji coba. Namun, seperti pemusatan latihan sebelumnya, Bima tetap mempertahankan skuat yang dimiliki oleh Indra Sjafri saat menjabat pelatih kepala Timnas U-19. Sebanyak 24 pemain, termasuk Egy Maulana Vikri yang baru bergabung dengan klub Polandia, Lechia Gdansk, masuk dalam daftar pemain untuk menghadapi Jepang. Satu hal yang menarik, selain Egy, ada Rahmat Irianto, Saddil Ramdani dan Syahrian Abimanyu, juga dipanggil memperkuat dua tim. Mereka menjadi anggota Timnas U-23 asuhan Luis Milla yang akan menghadapi Singapura pada Rabu (21/3). Mereka langsung bergabung dengan Timnas U-19 usai laga tandang di Singapura. (Dre/Ham) Daftar 24 Pemain Timnas U-19 versus Timnas Jepang U-19 Kiper 1. Aqil Savik (Persib Bandung) 2. Rakasurya Handika (PPLP Jateng) 3. Gianluca Rossy (Asprov Jateng) Belakang 4. Rachmat Irianto (Persebaya Surabaya) 5. Nurhidayat Haji Haris (Bhayangkara FC) 6. Kadek Raditya (Asprov Bali) 7. Rifad Marasabessy (Madura United) 8. Julyano Pratama (SKO Ragunan) 9. Dedi Tri Maulana (Persis Solo) 10.Firza Andika (PSMS Medan) 11.Irsan Lestaluhu (Madura United) Tengah 12.Saddil Ramdani (Persela Lamongan) 13.Muhammad Lutfhi Kamal Baharsyah (Mitra Kukar) 14.Muhammad Iqbal (Asprov Sumbar) 15.Asnawi Mangkualam (PSM Makassar) 16.Todd Rivaldo Ferre (Persipura Jayapura) 17.Egy Maulana Vikri (Lechia Gdansk) 18.Resky Fandi (Asprov Sulbar) 19.Witan Sulaeman (SKO Ragunan) 20.Feby Eka Putra (Bali United) 21.Aji Kusuma (Akademi Tiga Naga) 22.Syahrian Abimanyu (Sriwijaya FC) Striker 23.Rafli Mursalim (Mitra Kukar) 24.Hanis Saghara Putra (Bali United)

Tiga Skuad Absen, Timnas U-23 Tambah Pemain dari U-19

TC singkat Timnas U-23 Tahap ketiga jelang kontra Timnas Singapura U-23 berlangsung pada Sabtu (17/3) di Lapangan ABC Senayan. (Pras/NYSN)

Jakarta- Pelatih Timnas U-23, Luis Milla, memanggil 24 pemain dalam pemusatan latihan singkat yang digelar pada 17-18 Maret 2018 di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta. Mereka dipersiapkan untuk menghadapi Singapura pada laga uji coba jelang Asian Games 2018 yang berlangsung di Stadion Nasional, Singapura pada Rabu (21/3). Saat Latihan hari pertama pada Sabtu (17/3), TC berlangsung tanpa kehadiran tiga pemain, yakni Evan Dimas, Ilham Udin Armaiyn dan Ezra Walian. Kebetulan, tiga pemain yang belum bergabung ialah personel yang tengah merumput di luar negeri. Evan Dimas dan Ilham Udin Armaiyn baru membela Selangor FA pada putaran ketiga Piala FA Malaysia, Jumat (16/3). Karena waktu yang mepet, keduanya belum dapat kembali ke Tanah Air untuk mengikuti pelatnas bersama Timnas Indonesia U-23. Adapun satu pemain lainnya yang absen ialah Ezra Walian. Penyerang berusia 20 tahun tersebut juga memperkuat klubnya, Almere City saat bertanding melawan AZ II, Jumat (16/3). “Mereka (Evan dan Ilham) baru main tadi malam. Kita mendengar informasi, Evan juga sedikit cedera engkel. Semoga saja tidak ada masalah dan bisa bergabung saat di Singapura,” ujar asisten pelatih Timnas Indonesia U-23, Bima Sakti Tukiman. Ketiadaan tiga pemain itu ternyata berpengaruh terhadap program TC Timnas Indonesia U-23. Bima mengatakan, pelatih Luis Milla Aspas terpaksa mengubah skema latihan di hari pertama. “Jadinya berubah ya. Pada awalnya ada catatan dari coach Milla jika tiga pemain yang tidak ada, maka digantikan oleh saya, Satria Tama yang bergantian dengan Awan Setho (pada games internal). Ini berpengaruh, karena intensitas pasti berbeda. Semoga tidak ada masalah ke depannya,” Bima mengakhiri. Bek sayap asal Bali United, Ricky Fajrin juga berkomentar latihan perdana ini. “Intensitas langsung tinggi, padahal baru hari pertama. Coach Milla fokus banyak lihat ke depan, dan saat main di belakang kami harus banyak bicara” tutur pemain yang fasih bermain sebagai bek kiri dan stopper sama baiknya itu. Total 24 pemain yang dipanggil Luis Milla didominasi gelandang yakni 10 orang. Di sektor depan, pelatih Spanyol itu hanya memanggil tiga nama. Arema FC menjadi penyumbang terbanyak dengan mengirimkan empat wakil. Ada dua debutan yang dipanggil pada training camp ketiga ini. Dua pemain itu adalah Rachmat Irianto (Persebaya Surabaya) dan Syahrian Abimanyu (Sriwijaya FC). Selain itu, Luis Milla juga memanggil duo Selangor FA yakni Evan Dimas dan Ilham Udin, serta pemain naturalisasi, Ezra Walian. Egy Maulana Vikri yang baru bergabung dengan klub Polandia, Lechia Gdansk, juga dipanggil|. Pemusatan latihan ketiga ini murni diisi pemain muda. Tak ada nama Nelsom Alom dan Ilija Spasojevic yang sempat mengikuti TC edisi kedua. Laga melawan Singapura menjadi satu dari beberapa agenda persiapan Timnas U-23 jelang Asian Games 2018. Uji Coba lokal maupun internasional diharapkan bisa mematangkan persiapan Garuda muda mampu meraih kesuksesan di event olahraga bergengsi antarnegara Asia tersebut. (Dre/Ham) Pemain Timnas U-23 Yang Berlatih pada Sabtu (17/3) : Kiper 1. Satria Tama (Madura United) 2. Awan Setho (Bhayangkara FC) 3. Kartika Ajie (Arema FC) Belakang 4. Rachmat Irianto (Persebaya Surabaya) 5. Andi Setyo (PS TNI) 6. Bagas Adi (Arema FC) 7. Ricky Fajrin (Bali United) 8. Putu Gede (Bhayangkara FC) 9. Gavin Kwan (Barito Putera) 10. Rezaldi Hehanusa (Persija Jakarta) 11. Saddil Ramdani (Persela Lamongan) Tengah 12. Syahrian Abimanyu (Sriwijaya FC) 13. Muhammad Hargianto (Bhayangkara FC) 14. Hanif Sjahbandi (Arema FC) 15. Zulfiandi (Sriwijaya FC) 16. Osvaldo Haay (Persebaya Surabaya) 17. Septian David (Mitra Kukar) 18. Egy Maulana (Lechia Gdansk) 19. Irfan Jaya (Persebaya Surabaya) 20. Febri Haryadi (Persib Bandung) Depan 21. Ahmad Nur Hardianto (Arema FC) Absen : 22. Evan Dimas (Selangor FA) 23. Ilham Udin Armaiyn (Selangor FA) 24. Ezra Walian (Almere City)

Kampiun Turnamen Jenesys, Skuat Timnas U-16 Diganjar Beasiswa

Menpora Imam Nahrawi menyambut skuat Timnas U-16 usai menjadi kampiun di Jepang pada Turnamen Jenesys 2018. (kemenpora)

Jakarta- Sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan Timnas U-16 usai menjadi kampiun pada Turnamen Jenesys 2018, di Kirishima Yamazakura Miyazaki Prefectural Comprehensive Sport Park, Jepang, pemerintah bakal menyiapkan beasiswa bagi anak asuh Fakhri Husaini itu. Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), menilai turnamen sepak bola di bawah usia 16 dan 17 tahun berbeda dengan turnamen senior. Untuk itu, menurutnya, pemerintah tengah menyiapkan beasiswa untuk pemain Timnas U-16 yang saat ini mayoritas masih menempuh pendidikan di sekolah menengah. “Semog beasiswa ini memberi rasa aman dan gembira kepada orang tua. Beasiswa ini disekolah mereka masing-masing akan ditindaklanjuti Deputi Pembudayaan Olahraga secara teknis,” cetus Imam saat menjemput kepulangan Timnas U-16 di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (15/3) sore. David Maulana, Gelandang Timnas U-16, berharap skuat Timnas U-16 kini fokus menatap Turnamen AFC Cup Malaysia dan menyongsong Piala Dunia U-17. “Alhamdulillah. Pasti bangga dan senang jadi juara. Ini jadi modal kami maju Piala Asia dan Piala Dunia U-17,” tukas David yang berstatus siswa SMAN II Medan, Sumatera Utara (Sumut). Ia menyebut pertandingan melawan tuan rumah Jepang menjadi yang terberat. Sebab, lanjutnya, Jepang memiliki permainan bagus dan bermain cepat, bahkan sempat saling serang dalam pertandingan. “Semoga Indonesia mampu meniru Jepang yang lebih dulu maju,” tambah peraih gelar terbaik pada Turnamen Jenesys. (Adt)

Timnas Putri Kalah 1-4 Dari SSB Pelita Jaya, Satia Bagja Enggan Bicara Banyak

Timnas Putri takluk 1-4 saat menghadapi SSB Pelita Jaya U-15 dalam agenda uji coba di NYTC Sawangan. (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas Putri Indonesia kembali menggelar laga uji coba di lapangan National Youth Training Centre (NYTC), Sawangan, Depok pada Kamis (15/3). Menghadapi SSB Pelita Jaya (Putra) U-15, Timnas Putri takluk dengan skor akhir 1-4. Gol semata wayang Timnas Putri diciptakan melalui kaki kiri striker Timnas, Tugiyati. Pelatih Timnas Putri, Satia Bagja, saat diketemui usai laga uji coba, enggan berkomentar soal permainan anak asuhnya. Ia hanya mengatakan Timnya tetap fokus pada turnamen yang segera bergulir dalam waktu dekat ini. “Tak ada komentar. Ini ‘kan hanya uji coba, fokus kami tetap pada event Piala AFF Putri dan Asian Games 2018,” ujarnya. Pada uji coba ketiga ini, tak semua pemain turut andil selama tampil 2×45 menit. Mayoritas pemain yang diturunkan adalah skuad yang belum merumput di laga uji coba pertama dan kedua. Norfince Boma, penjaga gawang seleksi Timnas Putri memiliki catatan khusus dalam laga uji coba kali ini. Ia merasa timnyas masih kurang dalam berkomunikasi. “Agak kaku, karena kami baru bersama latihan 2 minggu. Jadi, masih penyesuaian. Dan di pertandingan ini, banyak pemain yang masih panik”, tutur kiper asal klub Persitoli Tolikara ini. Pada Sabtu (17/3) pagi, agenda Timnas Putri (Seleksi) kembali menggelar uji coba keempat. Meski belum memastikan siapa calon lawannya, tim SKO Ragunan konon menjadi pertimbangan. (Dre)

Selain Seleksi Senior, PSSI Gelar TC Timnas Putri U-16 di Cijantung

Rully Nere kembali dipercaya menangani Timnas Putri dibawah usia 16 Tahun. (bolalob.com)

Jakarta- PSSI akhirnya resmi mengadakan pemusatan latihan atau Training Center (TC) untuk Timnas Putri U-16. Sebelumnya, PSSI sudah memutar seleksi Timnas Putri senior di Sawangan, Depok. TC perdana digelar di lapangan Stadion Atang Sutresna, kompleks Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, mulai 19 Maret hingga 19 April 2018. PSSI kembali menunjuk Rully Nere sebaga pelatih kepala tim ini. Rully juga sudah memilih 26 pemain yang akan mengikuti pemusatan latihan dan seleksi tim. Dari seluruh pemain, 14 di antaranya anggota tim yang tampil di turnamen AFF U-15 Girls Championship 2017 di Vientine, Laos pada 9-20 Mei 2017 lalu. Tahun ini, Rully akan membawa Timnas Putri U-16 berlaga pada ajang AFF U-16 Girls Championship 2018 bulan Mei, yang akan berlangsung di Indonesia. “26 pemain ini merupakan pemain sepak bola wanita terbaik yang saat ini dimiliki Indonesia. Saya berharap mereka mengeluarkan kemampuan terbaiknya saat pemusatan latihan nanti,” ucap Rully. Para pemain itu terpilih hasil pantauannya dari berbagai turnamen, salah satunya Women Football Road To Asian Games Piala Pertiwi bulan Desember 2017. “Ada beberapa yang ikut saya waktu di Laos, dan lainnya hasil pantauan. Saya optimis dengan para pemain yang akan mengikuti pemusatan latihan nanti,” tutupnya. (Dre) Daftar Nama Pemain Timnas Putri U-16 Kiper: 1. Rabiah Nurkhodijah – DKI Jakarta Belakang: 2. Syafira Azzahra Ramadhanti – Bangka Belitung 3. Diah Ayu Puspitaningrum – Jawa Barat 4. Leli Sukmawati – Jawa Barat 5. Rachmayanti Indah Ma’ruf – Jawa Timur 6. Ceysa Salsabila Diani – Jawa Timur Tengah: 7. Hanipa Halimatusyadiah S – Jawa Barat 8. Zahra Naqiyyah Primadi – Jawa Barat 9. Safira Ika Putri Kartini – Bangka Belitung 10. Jasmine Sefia Waynie Cahyono – Jawa Timur 11. Anisa Febriana – D.I Yogyakarta 12. Sheva Imut Furyzcha – Bangka Belitung 13. Vinny Silfianus – Banten Depan: 14. Carla Bio Pattinasarany – DKI Jakarta Pemain Seleksi Lainnya: Ria Yigibalom – Papua, Ofince Wenda – Papua, Astrid Yigibalom – Papua, Elsa – Gelora Muda, Mutia – Galaxis Bandung, Akra – Benteng Muda Banten, Leni Maharani – Benteng Muda Banten, Kyla Widodo – Pro Direct, Portia – Pro Direct, Jesela Arifia Sari – Gerilya FC Kaltim, Maria Amanda Gracia – Jakarta 69, Annisa Puti Lenggogeni – Jakarta 69

Sebab Cedera Dan Lainnya, Lima Pemain Seleksi Timnas Putri Ini Dipulangkan

Iyya Lovista Paraba (14) akhirnya harus tereliminasi dari seleksi skuad Timnas Putri. (PSSI.org)

Jakarta- Seleksi Timnas Putri Senior akhirnya memulangkan lima orang pemain. Sejak Selasa (6/3), 40 orang pemain seleksi sudah berkumpul di National Youth Training Centre, Sawangan, Depok, Jawa Barat. Selama lima hari kemudian, dibawah asuhan pelatih kepala Satia Bagja dan pelatih kiper Benny van Breukelen, mereka digembleng pagi sore guna mencari tempat utama dalam tim. “Habis uji coba lawan tim Pelatih Kursus Lisensi B, kita sudah punya gambaran, siapa saja yang terus seleksi dan yang tidak,” tegas Satia pekan lalu. Timnas Putri pun melakukan uji coba perdana melawan tim Pelatih Kursus Lisensi B, pada Sabtu (10/3) di NYTC, Sawangan. Hasilnya laskar Srikandi Indonesia takluk 1-3. Namun bukan hasil yang jadi ukuran. “Ya, ada lima pemain yang dipastikan pulang, mulai pekan ini. Mereka dipulangkan dengan beberapa sebab. Kami pun akan memanggil lima pemain baru,” ucap Satia pada Selasa (12/3). NYSNmedia.com menerima surat pemulangan yang dikeluarkan PSSI kepada mereka yang tereliminasi pada Selasa (12/3) sore. Mereka diantaranya yang terpaksa dipulangkan adalah bek tengah asal Kalimantan Barat, Elli Wati. Berdasarkan surat itu, Elli harus pulang lebih cepat lantaran sejak memulai Seleksi, ia didiagnosa masih memiliki riwayat cedera lutut. Hal serupa juga dialami Jasmine M. Diantoro. Bek kiri cantik asal klub Pro Direct Academy JKT di Jakarta ini, menurut surat keterangan dari dokter butuh waktu satu bulan menyembuhkan cedera plantar (nyeri pada tumit). Untuk Ayu Rizqi Widianti (Persab Brebes), Sherly Eka Dewi (Babel) dan, Iyya Lovista Paraba (Banten) tak bertahan karena peformanya tak sesuai dengan kebutuhan tim. (Dre) Pemain Seleksi yang dipulangkan Elli Wati (Kalbar)-Bek Tengah Alasan : Sejak awal memulai Seleksi TC, masih menyimpan riwayat cedera lutut. Jasmine M. Diantoro (Pro Direct Academy JKT)-Bek Kiri Alasan: Dari surat keterangan dari dokter membutuhkan waktu 1 bulan untuk menyembuhkan cedera plantar (nyeri pada tumit). Ayu Rizqi Widianti (Persab Brebes)-Sayap Alasan : peformanya tidak sesuai dengan kebutuhan tim. Sherly Eka Dewi (Babel)-Bek Kanan Alasan : peformanya tidak sesuai dengan kebutuhan tim. Iyya Lovista Paraba (Banten)-Gelandang  Alasan : peformanya tidak sesuai dengan kebutuhan tim.

Mulai Temukan Kiper Timnas Potensial, Benny : Masih Terbiasa Jadi Kiper Futsal

Kiper asal Papua, Norvince Boma menangkap bola dalam latihan seleksi Timnas Putri Indonesia. (Pras/NYSN)

Jakarta- Posisi kiper Timnas Putri Indonesia masih terus berproses untuk menentukan yang terbaik. Ditemui seusai latihan pada Senin (12/3) sore, Benyamin ‘Benny’ Van Breukelen, pelatih kiper Timnas Putri Indonesia mengaku tertantang. “Saya sebetulnya surprise, karena mereka berani jumping seperti kiper pria. Itu di luar ekspektasi saya. Tapi ya harus dibenahi, termasuk passing dan kontrol bola. Tantangan lah buat saya,” ujar pria kelahiran Medan, Sumatera Utara, 4 Mei 1963. Dari empat kiper yang ada yakni Riska Yulianti (Babel), Norvince Boma (Papua), Vera Lestari (DIY) dan Debi Puspita (Sumsel), pria berjuluk BvB ini mengaku sudah mendapatkan gambaran umum. “Ada tiga kiper potensial yang bisa masuk dalam kerangka skuat Timnas Putri. Kelemahan yang masih dirasa sangat krusial adalah footwork (kecepatan kaki), dan komunikasi dengan rekan,” bilangnya di lapangan National Youth Training Centre (NYTC), Sawangan. Amat minimnya aktifitas sepakbola putri, membuat beberapa kiper yang terpanggil seleksi Timnas ini hanya memiliki latar belakang sebagai pemain klub futsal. Sedangkan, posisi kiper dalam futsal, jauh berbeda dengan sepakbola lapangan besar. Akibatnya, pola komunikasi dengan rekan pun jarang terjadi. Padahal, kiper wajib berkomunikasi dengan semua pemain. “Teknik dasar kiper sudah ada. Tapi ya itu, atmosfir mereka masih jadi kiper futsal. Ini harus dirubah. Dan buat saya, ini hal baru. Belum pernah sebelumnya saya melatih kiper putri soalnya,” terang Benny. (Dre)

Timnas Putri Coret Pemain, Pelatih : Kami Panggil Lima Yang Baru

Winger TImnas Putri Zahra Musdalifa (rompi oren) saat berduel dalam latihan di NYTC Sawangan, Depok. (Pras/NYSN)

Jakarta- Usai beruji coba pada akhir pekan lalu, Timnas Putri Indonesia (Seleksi) kembali menggelar latihan pada Senin (12/3) di lapangan National Youth Training Centre (NYTC) Sawangan, Depok, Jawa Barat. Pelatih Timnas, Satia Bagja, mengatakan latihan kali ini fokus pada pertahanan. “Latihan hari ini lumayan, sudah 40%. Kita hari ini fokus ke pertahanan”, kata Satia. Setelah proses seleksi selama 6 hari, Timnas Putri kini mulai melakukan pengerucutan pemain. Skuad laskar Srikandi berkurang menjadi 36 pemain, termasuk empat kiper. Awal pekan kedua ini, tim pelatih rencananya akan menambah lima pemain baru, untuk mengikuti proses seleksi. “Kita sudah mengurangi 5 pemain dan nanti masuk 5 pemain baru. Satu pemain sudah bergabung mulai Selasa (12/3), sisanya menyusul. Tinggal urus surat panggilannya”, sambungnya. Timnas Putri melakukan uji coba perdana versus tim pelatih kursus lisensi B AFC, di lapangan NYTC, Sawangan, Depok, Jawa Barat, pada Sabtu (10/3) pagi. Melawan tim yang banyak dihuni mantan pemain timnas semisal Aples Tecuari dan Bonggo Pribadi, Zahra Muzdalifah dkk takluk dengan skor 1-3.  (Dre)

Cetak 123 Gol, Jadi Bekal Timnas U-16 Sabet Trofi Jenesys 2018

Jadi Juara Di Jepang, Timnas Indonesia U-16 tampil amat produktif. (goal.com)

Miyazaki- Di Kirishima Yamazakura Miyazaki Prefectural Comprehensive Sport Park, Jepang, Timnas U-16 sukses meraih gelar internasional pertama pada 2018. Menghadapi Vietnam U-16 di partai final Turnamen Jenesys 2018, skuat asuhan Fakhri Husaini berhasil menang dengan skor tipis 1-0. Sebiji gol dalam laga ini dicetak oleh Rendy Juliansyah pada menit ke-64. Dilansir kumparan.com, jauh hari sebelum gelar Turnamen Jenesys 2018 diraih, Sutan Zico dan kawan-kawan harus menyusuri jalan yang panjang untuk mendapatkan bekal baik sebelum mengarungi turnamen internasional tersebut. Mulai dari melahap porsi latihan yang banyak, hingga melakoni beberapa uji tanding. Pada pemusatan latihan tahap kedua di Cijantung, Jakarta Timur, pelatih asal Aceh tak hanya menyediakan menu teknik, taktik, dan strategi saja. Pelatih berusia 52 tahun itu juga menempa mental ‘Garuda Muda’ selama dua pekan. Lalu, Timnas U-16 melakukan tiga uji tanding untuk mengukur kekuatan tim sebelum terbang ke Jepang. Pada uji tanding pertama, skuat asuhan Fakhri Husaini harus tumbang dari Diklat Ragunan U-17 dengan skor 2-3. Kekalahan itu menjadi pelajaran dan teguran keras bagi Timnas U-16 untuk terus berlatih dan memperbaiki permainan. Buktinya, di uji tanding selanjutnya melawan Persija Barat U-17, Sutan Zico cs. menang dengan skor telak 9-0. Dua hari sebelum bertolak ke Jepang, Minggu (4/3), Timnas U-16 melakoni uji tanding terakhir melawan Akademi Babek U-17, di Stadion Atang Sutresna, Kompleks Kopassus, Jakarta Timur. Pada laga tersebut, Timnas U-16 kembali unggul dengan skor meyakinkan 8-0. Usai mendapat bekal yang sehat yakni dua kemenangan dari tiga uji tanding, Timnas U-16 tak lantas berpuas diri. Ada satu bekal yang mereka harus bawa ke Jepang, yakni bahasa dan kultur. Perbekalan komplet, 17 pemain dan enam ofisial Timnas U-16 terbang ke Jepang pada Selasa (6/3). Namun, saat pemberangkatan tak ada target besar yang dilontarkan Fakhri Husaini. Pelatih berusia 52 tahun ini hanya berharap pemainnya mengambil banyak pelajaran dan pengalaman dalam perjalanannya. Guna menatap dua turnamen besar di depannya, Piala AFF U-15 dan AFC U-16. Mendarat di Jepang, pemain diberi waktu beradaptasi dengan cuaca di sana. Singkatnya, tak ada menu latihan yang mesti disantap. Bergabung di Grup B bersama Kamboja dan Filipina, Indonesia U-16 begitu tangguh untuk lawan-lawannya. Pada laga pertama melawan Filipina, Timnas U-16 menang telak 7-1. Pada laga selanjutnya, laju Sutan Zico dan kolega tak bisa dihentikan. Lagi-lagi Timnas U-16 menang dengan marjin besar 5-0 atas Kamboja. Dengan catatan 12 gol dan 1 kebobolan, Indonesia U-16 boleh berbangga. Nama Sutan Zico pun keluar sebagai pemain terproduktif usai mengemas 3 gol. Berkat dua kemenangan tersebut, Timnas U-16 mengamankan satu tiket ke babak semifinal. Usai menang dengan skor meyakinkan di dua laga penyisihan grup, Timnas U-16 dihadapkan pada tantangan besar, yakni bermain melawan tuan rumah Jepang di babak semifinal. Selain diuntungkan sebagai tuan rumah, Jepang yang keluar sebagai juara Grup A dengan raihan poin sempurna memiliki produktivitas gol mencapai 23 gol atau rata-rata 11,5 per pertandingan –yang terproduktif pada Turnamen Jenesys 2018. Catatan itu memaksa kans ‘Garuda Muda’ kian sulit. Oleh karenanya, tim besutan Fakhri Husaini ini tak diunggulkan melaju ke partai final. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Keraguan lenyap saat Sutan Zico mencetak satu-satunya gol di menit ke-54. Dan gol itu mengantarkan Indonesia U-16 ke partai puncak. Gol itu pula yang mengawali perjuangan Timnas U-16 berjuang di partai final. Setelah menyusuri jalan panjang, gelar ini tentu amat berarti guna menatap target besar di depan mata: lolos ke Piala Dunia U-17 2019. Indonesia menjuarai turnamen ini dengan rekor memasukkan-kemasukan 14-1 gol dalam empat laga. Total, Timnas Indonesia U-16 sudah mencetak 123 gol dan kemasukan 18 gol dalam 31 pertandingan, terhitung sejak 4 Juli 2017. “Cukup membanggakan. Ini juga berkat dukungan dan doa masyarakat Indonesia. Tentu saja kerja keras para pemain selama pemusatan latihan sampai pertandingan di Jenesys. Para pemain bermain tidak ada takutnya,” ucap Fakhri Husaini seperti menyimpulkan safari dan prestasi pertama Timnas U-16 tahun ini. (Dre)

Zico Cetak Gol, Timnas U-16 Tekuk Jepang Dan Jumpa Vietnam di Final Jenesys

Sutan Zico, Striker Timnas U-16 mencetak gol tunggal dan meloloskan Indonesia ke babak final turnamen Jenesys. (topskor.id)

Miyazaki- Timnas U-16 lolos ke fase final turnamen Jenesys di Jepang usai mengalahkan tim tuan rumah dengan skor tipis 1-0 di laga semifinal yang digelar di Yamazura Miyazaki Prefectural Comprehensive Sports Park, Minggu (11/3) sore. Tim asuhan Fakhri Husaini akan menghadapi Vietnam di pertandingan final. Gol tunggal kemenangan Timnas U-16 lahir dari kaki Sutan Zico. Pemain bernama lengkap Sutan Diego Armandoondriano Zico itu mencetak gol saat babak kedua baru berjalan sembilan menit. Kemenangan atas Jepang ini membawa Laskar Garuda remaja ke partai puncak turnamen Jenesys. Tim asuhan Fakhri Husaini akan menantang Vietnam, yang akan digelar Senin (12/3). Vietnam berhasil melaju ke final pasca menyingkirkan Thailand di semifinal melalui drama adu penalti. Kedua tim bermain imbang tanpa gol dalam waktu normal dan Vietnam akhirnya memastikan diri ke final melalui kemenangan 6-5 saat adu penalti. (Dre) Susunan pemain Timnas Jepang U-15 (4-2-3-1) Pelatih: Yoshiro Moriyama Yu Kanoshima (kiper); Sinya Nakano, Kosei Suwama, Hinata Fukuhara, Aoto Osako, Reona Ishi (belakang); Riku Yamane, Naoki Asano, Haruki Toyama, Naoki Nakamura (tengah); Haruki Shimokawa (depan) Timnas Indonesia U-16 (4-2-3-1) Pelatih: Fakhri Husaini Ernando Ari Sutaryadi (kiper); Amiruddin Bagas Kaffa Arrizqi, Ahmad Rusadi, Fadilah Nur Rahman, Muhammad Salman Alrafid (belakang); David Maulana, Andre Oktaviansyah, Rendy Juliansyah, Mochammad Supriadi, Hamsa Lestaluhu (tengah); Yadi Mulyadi

Egy Merumput di Eropa, Menpora: Pemerintah Dukung Bakat Terbaik Bangsa

Egy Maulana Vikri akhirnya resmi menjadi angota skuad Klub Liga Polandia, Lechia Gdansk. (bola.net)

Jakarta- Pesepak bola berusia 17 tahun, Egy Maulana Vikri berkarier di Eropa. Ia bakal membela klub di liga kasta tertinggi Polandia, Lechia Gdansk. Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), mengatakan pemerintah mendukung bakat-bakat terbaik bangsa. “Pemerintah mendukung bakat-bakat terbaik bangsa untuk maju dan tampil di pentas dunia. Selamat Ya, Egy Maulana Vikri, sukses terus di Polandia bersama klub Lechia Gdansk,” ujar pria asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu melalui akun Twitter resmi @imam_nahrawi, dikutip nysnmedia.com, Sabtu (10/3). Egy, jebolan Sekolah Khusus Olahragawan (SKO) Ragunan, Jakarta itu akan menjadi pemain inti di skuat Lechia Gdansk. “Alasan memilih Lechia karena pihak klub menjanjikan Egy sebagai pemain inti,” ujar Raden Isnanta, Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pada Sabtu (10/3). Pesepak bola kelahiran Medan, 7 Juli 2000 itu, bukanlah pemain Asia pertama yang direkrut Lechia Gdanks. Sebelum Egy, ada dua pemain asal Jepang, yaitu Tsubasa Nishi (20014-2016) dan Daisuke Matsui (2013). Namun, dipastikan anggota Timnas U-19 dan Timnas U-23 merupakan pemain pertama asal Asia Tenggara dan Indonesia yang bermain untuk klub yang kini tengah berjuang di posisi 12 klasemen sementara di Ekstraklasa, kasta teratas Liga Polandia. (Adt)

Kalah 1-3 Dari Rombongan Tim Pelatih Lisensi B, Latihan Timnas Putri Diliburkan

Timnas Putri kalah 1-3 dari tim Pelatih Kursus Lisensi B , di laga uji coba perdana. (bola.com)

Jakarta- Memasuki akhir pekan, seleksi Timnas Putri Indonesia melakukan uji coba perdana versus tim pelatih kursus lisensi B AFC, di lapangan National Youth Training Camp (NYTC), Sawangan, Depok, Jawa Barat, pada Sabtu (10/3) pagi. Melawan tim yang banyak dihuni mantan pemain timnas semisal Aples Tecuari dan Bonggo Pribadi, Zahra Muzdalifah dkk takluk dengan skor 1-3. Namun, pelatih Timnas Putri, Satia Bagdja mengaku cukup puas dengan permainan anak asuhnya. “Dari sisi pemainan saya puas, kan lawannya laki-laki. Dari uji coba ini, kami ingin melihat penerapan materi latihan. Positif hasilnya, dan cukup baik di pertandingan tadi”, ujar Satia usai laga. Meski puas, namun kekalahan Timnas ini mendapatkan catatan khusus dari sang pelatih. Gol satu-satunya Timnas dicetak oleh Tugyati. “Banyak catatan khususnya, semuanya diperbaiki mulai pekan depan. Kami kan baru terhitung latihan bersama selama 3 hari,” sambungnya. Hal serupa juga disampaikan salah satu kandidat winger dan striker Timnas Putri, Zahra Muzdalifah. Wanita berpostur semampai ini mengaku bila kerjasama tim memang masih sangat minim. “Dari fisik dan cara main, kami sudah kalah. Tapi coach Satia ingin melihat transisi pemainan kami dari menyerang ke defence, berjalan atau tidak. Apalagi, lawan kami nanti punya kemampuan longpass and passing control yang baik,” ujar Zahra. Dara kelahiran Jakarta 4 April 2001 ini memahami jika koordinasi permainan masih perlu waktu untuk beradaptasi. Berlatih bersama dengan 40 pemain selama 4 hari, tentu tak mudah menyatukan visi bermain. “Latihan dan berkumpul bersama selama 4 hari terkahir ini, ya pasti belum optimal mainnya. Tapi, kami bisa kontrol bola dari belakang, serta melakukan pergeseran posisi antar lini, bukti kami sudah mulai menyatu,” bilang winger klub tim jakarta 69 FC ini. Setelah melakukan uji coba melawan pelatih kurus lisensi B AFC, pekan depan Timnas Putri memang dijadwalkan kembali menggelar pertandingan uji coba melawan SSB Pelita Jaya. “Nggak pakai persiapan khusus untuk uji coba. Uji coba itu kami anggap seperti latihan biasa saja”, ujar Beny Van Breukelen, pelatih kipper. Selama proses seleksi hingga 5 April nanti, Timnas Putri rutin mengagendakan laga uji coba, setiap akhir pekan dengan beberapa SSB dan klub remaja. Usai laga uji coba perdana ini, Timnas Putri diliburkan dan kembali berlatih pada Senin (12/3). (Dre)