SMAN 7 Denpasar (Sisma) tembus Big 8 pada Ajang Honda DBL Bali

Tim putra SMAN 7 Denpasar (Sisma) tembus big 8 (delapan besar). Ini adalah prestasi terbaik tim putra Sisma sepanjang sejarah Honda DBL Bali Series. Menurut lansiran dblindonesia.com (13/09/2017), Sisma telah menunggu tujuh tahun untuk kembali maju ke kelompok elite Honda DBL Bali Series. Pasalnya, saat 2010, setelah masuk final party dan menjadi runner up. Baru tahun ini dapat big eight. Pasukan asuhan Bayu Sena Putra berhasil mengalahkan SMA Saraswari 1 Denpasar (SLUA) dengan skor 31-15. Meski menang, Bayu mengatakan tim belum sepenuhnya maksimal. Contoh dalam hal finishing masih buruk, under basket, banyak shooting airball, dan defense pun harus  dibenahi.

Tim putra SMA Soverdi Tuban sukses tebas Triska Di Honda DBL Bali

Tim putra SMA Soverdi Tuban sukses tebas SMKN 3 Denpasar (Triska) dengan skor 27-18 di playoff kemarin. Dengan hasil tersebut, tim Soverdi lolos big eight dan akan melawan SMAN 1 Negara (Smansa). Menurut lansiran dari dblindonesia.com (13/09/2017), euforia pertandingan di Honda DBL Bali kemarin cukup tegang. Kedua belah pihak sama-sama bersikeras untuk bisa memenangkan pertandingan. SMKN 3 Denpasar sedikit lebih unggul pada dua kuarter awal. Setelah di kuarter tiga dan empat, Soverdi menjadi lebih baik dan berhasil memenangkan pertandingan. Pelatih Tim Basket Putra Soverdi, I Gusti Ngurah Teguh Putra Negara mengatakan pertandingan anak asuhnya tersebut lebih baik dari pertandingan pertama melawan SMKN 3 Denpasar di grup G. Permainan mereka sudah lebih baik. Namun, masih jauh dari kata sempurna. Tim masih kurang di komunikasi antar pemain serta belum bisa mengambil keputusan di lapangan. Sedangkan di sisi pihak Pelatih Tim Basket Putra SMKN 3 Denpasar Rahmat Syafii mengaku permainan anak asuhnya hancur kali ini. Mereka bermain tidak sesuai intruksi yang diberikan.

Honda DBL Bali: Pelatih Adu Cerdas Strategi di Kampung Halaman

Honda Developmental Basketball League (DBL) 2017 Bali Series ternyata menjadi ajang adu cerdas strategi untuk para pelatih. kini ada dua sosok yakni Triadnjana Lokatanaya dan IGN Rusta Wijaya Menurut lansiran dari dblindonesia.com (13/09/2017), Triadnjana sosok yang tak asing lagi di pentas basket nasional. Ia adalah mantan pemain senior di Aspac Jakarta, serta mantan pemain BSC Jakarta. Triadnjana jadi angkatan pertama pebasket Bali yang pindah klub profesional. Dell Aspac Jakarta sendiri itu tim pertamanya dan terlama dari era Kobatama hingga IBL. Dari tahun 1989 sampai tahun 2004  mantan pemain nasional itu berada di Aspac. Tak hanya itu pengalamannya,  Dia  sempat memperkuat Timnas Basket Putra Indonesia dari medio 1989 hingga 2001. Saat Ia aktif sebagai pebasket profesional, memiliki compatriot dari Bali seperti I Made Sudiadnyana alias Lolik hingga terus berlanjut ke Cokorda bersaudara (Cokorda Raka Satria Wibawa dan Cokorda Rai Adi Pramartha, Red). Setelah masa-masa itu, Adnyana pun langsung berlanjut ke Rusta (IGN Rusta Wijaya, Red). Pebasket asal Tabanan itu pensiun saat di Mitra Kalila atau sekarang menjadi Pelita Jaya. Usai pensiun, Adnyana tidak langsung pergi dari dunia basket. Dia masih setia menetap menjadi pelatih di Stadium Jakarta. Pernah juga menjadi Asisten Pelatih Timnas basket Putri Indonesia tahun 2013 untuk Islamic Solidarity Games (ISG). Saat itu dia berhasil membawa Indonesia meraih medali emas. di tahun lalu, ia memantapkan diri untuk pindah ke Bali. tawaran pun datang dari tim SMA. Santo Yoseph, SMA Adnyana berlabuh. Disana dia tidak ingin dianggap sebagai pelatih kepala.  “Saya hanya bantu-bantu saja. Anak-anak yang minta saya bantu. Akhirnya saya bantu. Hitung-hitung untuk pembinaan juga,” ucapnya. Menurut Adnyana semangat anak asuhnya  tersebut sangatlah bagus. Sedangkan di sisi lain, seperti lansiran dblindonesia.com, IGN Rusta Wijaya adalah pelatih Tim Basket Putra SMAN 1 Denpasar.  Rusta dan Adnyana pernah beradu playoff. Rusta dikatakan generasi berbeda dari Adnyana. Dia baru terjun ke dunia basket profesional saat tahun 2002. “Setelah saya bawa Bali dapat perunggu PON 2000, banyak pemain yang diincar klub profesional. Awalnya saya ditawari ke Aspac. Tetapi saya masih belum siap karena masih muda akhirnya saja tidak jadi ambil tawaran itu. padahal sempat saya sudah di Jakarta,” jelasnya dari lansiran dblindonesia. Setelah itu, dia merubah jalannya. Tawaran dari Pelita Jaya pun ia ambil dan menjadi klub yang pertama-terakhir bagi Rusta. Diakhir, Rusta juga memutuskan balik ke Bali dan membentuk akademi basket bersama kompatriotnya saat PON 2000, dengan nama Elite Academy. Tawaran untuk melatih tim basket SMA tentu ada. Berkat didikannya, Smanela berhasil menjadi juara ketiga saat Porseni pada tahun 2014. Setelah itu Dia melanjutkan melatih Smansa.