Empat Grup Berisi 16 Tim U-12, Saling Incar Tiket Juara AQUA Danone Ke Spanyol

16 tim sepak bola kategori umur dibawah 12 tahun (U-12), akan tampil di babak final nasional Festival AQUA Danone Nations Cup (AQUADNC), pada 20-21 Juli di GOR Soemantri Brojonegoro, Kuningan. (Pras/NYSN)

Jakarta- Babak final nasional Festival AQUA Danone Nations Cup (AQUADNC) dimainkan di GOR Soemantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, 20-21 Juli 2018. Sebanyak 16 tim sepak bola kategori umur dibawah 12 tahun (U-12), akan berjibaku dalam empat grup, guna mendapatkan status juara. Deretan tim yang berasal dari hasil seleksi se-Indonesia tersebut bakal mendapatkan hadiah istimewa jika berhasil menjadi jawara. Mereka akan mewakili Indonesia di pentas yang lebih tinggi lagi, yakni final Dunia Danone Cup (DNC) 2019 di Spanyol, tahun depan. Selain itu, tim terbaik mendapat kesempatan mendukung langsung perjuangan Timnas U-23, di pentas Asian Games 2018. Pihak panitia mengungkapkan, tim juara akan hadir di stadion mendukung Tim Merah Putih, meski belum tahu pertandingan mana yang akan ditonton langsung. Dua hadiah istimewa itu membuat perhelatan AQUADNC Indonesia bakal berlangsung seru. Panitia pelaksana menggelar drawing 16 tim di Ballroom Hotel Westin, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (19/7). Para peserta terdiri dari 192 anak hasil seleksi regional di 11 provinsi. Turut hadir sebagai narasumber diantaranya Vera Galuh Sugijanto selaku VP General Secretary Danone Indonesia, Indra Sjafri Pelatih Timnas U-19, Jeffri Ricardo selaku Marketing Manager AQUA, Fary Djemy Francis selaku Departemen Sport Intelligent PSSI, serta Nurhidayat Kapten Timnas U-19. Jeffri mengungkapkan, Danone akan memeringati ulang tahun ke-100 pada tahun 2019. “Walhasil, pemenang tahun ini dan juga tahun depan akan berangkat ke laga Final Dunia DNC 2019, di Spanyol,” ujarnya. Indra juga ikut memberikan nasehat dan motivasi kepada para pemain. “Selamat kepada tim-tim yang lolos. Sepak bola usia muda bukan hanya sekedar menang atau kalah, tapi mampu memperlihatkan kultur asli sebagai negara Indonesia, dengan memperlihatkan budaya, persatuan, dan respek kepada sesama,” ujar pria 52 tahun ini. Sementara, Nurhidayat, yang merupakan jebolan Festival AQUADNC edisi 2011 ini mengingatkan untuk selalu berjuang. “Dulu, tim kami dari Makassar, tak diunggulkan, tapi juara di nasional, dan mewakili Indonesia ke Santiago Barnabeu (markas Real Madrid), Spanyol. Kerja keras tak akan mengkhianati hasil,” kata bek Bhayangkara FC itu. Saat ini, AQUADNC telah menjadi turnamen sepak bola anak-anak terbesar di Indonesia. Total, setidaknya sudah ada 800 ribu anak-anak dan menjangkau 160 kota/kabupaten di 34 provinsi. Efek bagi perkembangan sepak bola nasional pun sudah terlihat. AQUADNC melahirkan talenta-talenta muda Indonesia yang berhasil mewujudkan mimpi menjadi pesepakbola profesional, serta penggawa timnas Indonesian, diantaranya Andik Vermansah, Rasyid Bakri, Evan Dimas, Paolo Sitanggang, Muchlis Hadi Ning Syaifulloh, hingga Nurhidayat Haji Haris. (Ham) Berikut Hasil Drawing AQUA Danone Nations Cup (AQUADNC) 2018 Grup A Banten : SSB Salfas Soccer Sumater Utara : SSB Naga Berkisar Aceh : SSB Camar Laut Kepulauan Riau : SSB Blue Eagle Grup B DKI Jakarta : SSB ASIOP Apacinti Jawa Barat 1 : SSB Bionsa 330 Jawa Barat 2 : SSB Football Plus Jawa Tengah : SSB Tugu Muda Grup C Bali : SSB Putra Dewata Kalimantan Timur : SSB Aisa Jawa Timur I : SSB Putra Gemilang Jawa Timur II : SSB New Star Salam Grup D Papua : SSB Batik Nusa Tenggara Timur : SSB Bintang Timur Sulawesi Barat : SSB Tasinara Sulawesi Utara : SSB Bintang Kansa

Masuki Tahun Ketiga, Combiphar Tennis Open 2018 Dihelat Tingkatkan Prestasi Petenis Indonesia

Pada 2018, Combiphar konsisten menggelar Combiphar Tennis Open yang ketiga kalinya, yang selalu diikuti para atlet tak hanya tingkat nasional, juga internasional. (Pras/NYSN)

Jakarta– Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan menggelar turnamen tenis bertaraf internasional bertajuk ‘Combiphar Tennis Open 2018′, di Lapangan Tenis Hotel Sultan, Jakarta, pada 23 Juli – 12 Agustus 2018. Michael Wanandi, Presiden Direktur Combhipar, mengatakan turnamen internasional ini menjadi momentum mendukung para atlet Indonesia yang akan berlaga di ajang Asian Games 2018. “Tahun ini merupakan tahun ketiga, kami bekerjasama dengan Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP PELTI) menggelar event ini,” ujar Michael, di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (19/7). Turnamen ini akan diikuti petenis putra berusia 16-30 tahun yang berasal lebih dari 23 negara, di Asia Tenggara maupun Eropa. Negara Asia Tenggara lain yang akan berpartisipasi adalah Singapura dan Thailand. Adapun perwakilan dari Eropa, yakni Britania Raya, Slovenia, Swiss, Cyprus, Polandia, dan Perancis. Selain itu, Michael menjelaskan pihaknya menyiapkan total hadiah sebesar 55.000 dollar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 790 juta. “Hadiah tersebut kami siapkan selain untuk mengundang partisipasi para atlet, dan bentuk apresiasi kami bagi atlet yang berkompetisi maksimal dan sportif,” tambahnya. Ini merupakan kali ketiga Combiphar bekerjasama dengan PP PELTI, menyelenggarakan turnamen bertaraf internasional. Combiphar Tennis Open pertama kali digelar pada 2016 silam. Yang membuat turnamen Combiphar Tennis Open 2018 ini menarik adalah, ajang ini masuk ke dalam kalender resmi International Tennis Federation (ITF). Tujuan Combiphar menggelar turnamen tenis ini adalah untuk membantu atlet muda tenis Indonesia kembali berprestasi di level dunia. Sebelumnya, nama Indonesia sempat melambung tinggi di dunia tenis, berkat petenis-petenis berbakat pada masanya. Salah satu contoh adalah Yayuk Basuki, yang sempat menembus rangking top 20 WTA. Sementara itu, Rildo Ananda Anwar, Ketua Umum PP PELTI, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan turnamen ‘Combiphar Tennis Open 2018’ itu. Ia menyebut bahwa ini akan menjadi momen berharga bagi para petenis nasional. “Turnamen ini sangat dibutuhkan bagi petenis Indonesia untuk mengembangkan kemampuan mereka sehingga siap bertanding di level internasional,” imbuhnya. Tim pelatnas Indonesia juga akan menurunkan kekuatan di ajang ini. Selain Cristoper Rungkat, beberapa pemain muda tampil, seperti Justin Burki, Altaf Daifullah, Anthony Susanto dan Rifky Fitriani. “Kami tidak menargetkan khusus buat pemain timnas, tapi kami berharap ajang ini dapat mengukur kemampuan mereke sebelum tampil di Asian Games,” kata Rildo. Sedangkan Susan Soebakti, Direktur Turnamen sekaligus Wakil Sekertaris Jenderal (Wasekjen) PP PELTI, mengungkapkan event ini diikuti petenis yang masuk dalam skuat Tim Davis Indonesia, sehingga meningkatkan pamor turnamen ini. “Kami berharap mereka dapat mengeluarkan kemampuan terbaiknya di turnamen ini,” tukas Susan. (Dre)

Tiba di Jakarta, PB Wushu Indonesia Janjikan Bonus untuk Juara Dunia Junior Usai Asian Games 2018

Tim wushu Indonesia telah tiba di Jakarta, usai bertanding dari kejuaraan dunia junior Brasil dan mampu meraih dua emas, 10 perak dan tujuh perunggu. (Antaranews)

Jakarta- Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) menjanjikan bonus bagi peraih emas pada event 7th World Junior Wushu Championships atau Kejuaraan Dunia Wushu Junior ke-7 di Brasil, 9 – 16 Juli, sebagai apresiasi atas prestasi yang diraih. Data yang dihimpun media dari PB WI di Jakarta, Rabu (18/7) malam, pada kejuaraan dunia itu, Indonesia yang berkekuatan 20 atlet meraih dua medali emas, sepuluh perak dan tujuh perunggu. Untuk emas berhasil diraih Jevon Lionel Koesmoyo dari nomor Taijiquan B, dan Lawrence Dean Kurnia di nomor Daou Shu C. Wakil Ketua Umum I PB WI, Andi S, mengaku sangat bangga dengan hasil para atlet wushu yang tampil di kejuaraan dunia wushu junior itu. Hal itu menunjukkan proses regenerasi atlet berjalan dengan baik.”PB merencanakan bonus, yang akan diberikan bersamaan dengan bonus, dari atlet yang sukses meraih medali Asian Games,” katanya. Menurut Andi, wushu merupakan salah satu cabang olahraga yang diandalkan oleh Indonesia. Ini dibuktikan dari berbagai kejuaraan internasional, saat tim wushu Indonesia meraih medali emas. Saat kejuaraan wushu disiplin sanda di Moskow, Rusia pada 16-20 Februari 2018, tim Merah Putih merebut tiga emas, dua perak, dan satu perunggu. Sebelumnya, pada Kejuaraan Dunia Wushu ke-14 di Kazan, Rusia 28 September-3 Oktober 2017 dengan diikuti sebanyak 60 negara, Indonesia mampu mengumpulkan satu dua emas, 10 perak, dan tujuh perunggu. Capaian itu membuat Indonesia berhasil menempati posisi sembilan di kejuaraan itu. PB WI terus memacu semangat para atlet binaannya agar tetap menjadi kebanggaan bagi seluruh bangsa Indonesia. Latihan dengan benar menjadi kunci untuk meraih prestasi tinggi. Masa depan atlet juga sudah ditetapkan. “Mereka adalah pelapis kedua untuk tim wushu Indonesia. Kami akan rutin evaluasi peformanya,” jelas Andi. Sementara, Sekretaris Deputi III Bidang Pemberdayaan Olahraga Syamsudin mengatakan pemerintah juga mengapresiasi keberhasilan para atlet wushu yang sukses mengharumkan nama Indonesia di Brasil. “Pihak Kemenpora akan berkoordinasi terlebih dengan PB WI terkiat apresiasi penghargaan atlet muda wushu Indonesia ini,” tegasnya. (Ham)

Langkah Unggulan Satu Rehan/Fadia Belum Terbendung, Kontra China Dibabak 16 Besar

Duet campuran unggulan petama sekaligus juara bertahan, Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti, belumt terbendung usai kandaskan wakil Jepang, Yuta Takei/Rumi Yoshida, dua gim langsung, dalam tempo 20 menit, 21-16 dan 21-13. (Pras/NYSN)

Jakarta- Langkah unggulan satu sekaligus juara bertahan Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti, masih belum terbendung di ajang perseorangan Asia Junior Championship 2018 atau Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia 2018, di Jaya Raya Sport Hall Training Center, Tangerang Selatan, Banten, pada Rabu (18/7). Di babak 32 besar, ganda campuran ini sukses menyingkirkan wakil Jepang, Yuta Takei/Rumi Yoshida, dua gim langsung, dalam tempo 20 menit, 21-16 dan 21-13, setelah di babak pertama (64 besar) mendapat bye. Fadia mengatakan bila bersama rekan duetnya bermain nyaman di gim pertama, bahkan sudah mengetahui araih angin. Namun, ia terkadang kerap ‘mati angin’ sendiri. “Tadi masih bisa kami atasi. Untuk lawan hari ini serangannya lumayan bagus. Poin-poin awal sempat belum ngerti juga mainnya,” ujar Fadia usai laga. Hal senada dikatakan Rehan. Ia menyebut pada pertandingan ini beberapa kali servis-nya masih kurang enak. “Mudah-mudahan besok bisa lebih baik lagi. Lebih tenang dan nggak terburu-buru,” tambah Rehan. Di babak ketiga (16 besar), Rehan/Fadia ditantang wakil China Ruohan Guo/Lin Fangling, yang menang atas dobel Srilanka Tharindu Nethmina Ambegoda/Anurangi Masakorala, straight game, 21-11 dan 21-11, dalam waktu 17 menit. Melawan wakil Negeri Tirai Bambu, Rehan menegaskan tetap fokus dan enggan menganggap remeh lawan serta tak ingin terbebani dengan status juara bertahan. “Intinya jangan menganggap remeh lawan. Tetap fokus dan jangan terbebani hanya karena tahun lalu kami juara. Kata pelatih haris main lepas saja,” tambah Rehan. Menemani Rehan/Fadia, duet Pramudya Kusumawardana Riyanto/Ribka Sugiarto juga lolos ke babak tiga. Mereka bakal berhadapan dengan Lui Chun Wai/Yeung Pui Lam, Hong Kong. “Besok, kami harus main lebih lepas lagi, dan nggak usah mikirin menang kalah. Yang peting kasih yang terbaik aja,” ujar Ribka. (Adt)

Duet Kembar 17 Tahun, Tampil Sensasional di Dua Nomor Pelti–Widya Chandra International Tennis 2018

Petenis kembar DKI Jakarta berusia 17 tahun, Fitriani Sabatini (kiri) dan Fitriana Sabrina, saat tampil dalam Turnamen Pelti–Widya Chandra International Tennis 2018. (gosumut.com)

Jakarta- Petenis andalan Indonesia, Aldila Sutjiadi (23 th) optimistis mampu melewati babak kedua turnamen berlabel Pelti–Widya Chandra International Tennis 2018 di lapangan tenis The Sultan Hotel Jakarta, Kamis (19/7). Unggulan keenam itu bakal menghadapi wakil Kazakhstan, Zhibek Kulambayeva. Anggota skuad Merah Putih yang akan berlaga di ajang Asian Games 2018 itu merasa yakin bisa lolos ke babak perempat final karena pernah mengatasi Zhibek, dalam turnamen di Hua Hin, Thailand, awal 2018 ini. “Setidaknya saya memiliki gambaran tentang permainannya dan bagaimana cara untuk menghentikannya. Saya yakin bisa kembali menang atasnya,” tutur juara tunggal seri pertama di Solo, yang ketika itu unggul straight set dengan skor 6-1 6-2. Di nomor ganda, Aldila yang berduet dengan wakil Belanda, Arianne Hartono, bakal menantang pasangan gado-gado yang menempati unggulan ketiga, pada kejuaraan berhadiah total 15.000 dollar AS atau sekitar Rp 210 juta, Jiakang Li (China)/Ayaka Okuno (Jepang). Sementara itu, petenis kembar 17 tahun asal DKI Jakarta, Fitriana ‘Ana’ Sabrina dan Fitriani ‘Ani’ Sabatini, bakal melakoni jalan terjal di turnamen ITF Women’s Circuit seri kedua di Tanah Air ini. Di nomor tunggal, Ana menantang unggulan kedelapan dari India, Mahak Jain, dan Ani musti berjibaku kontra seeded kedua asal Jepang, Michika Ozeki. Dobel Ana dan Ani di nomor ganda, bakal terlibat bentrok dengan unggulan teratas, Mana Ayukawa (Jepang)/Zeel Desai (India). “Meski tampil di dua momor, kami coba segala daya upaya memenangi pertandingan babak kedua itu,” tekad Ana dan Ani hampir berbarengan, pada Rabu (18/7). Kubu tuan rumah gagal menambah wakil di babak kedua turnamen sebagai ajang uji coba petenis putri Indonesia, jelang Asian Games 2018. Rabu (18/7), Rifanty Kahfiani kandas di tangan seeded keempat, Kanika Vaidya (India) 0-6 6-4 3-6, sedangkan Deria Nur Haliza takluk dari Sai Samhitha Chamarthi (India) 0-6 1-6. Turnamen Pelti – Widya Chandra Women’s Circuit International Tennis 2018 di Jakarta, merupakan seri kedua ITF Pro Circuit dan turnamen khusus putri di Tanah Air, setelah sebelumnya bergulir di Solo, pekan lalu. Petenis dari 11 negara ikut menyemarakkan kejuaraan yang akan berlangsung hingga Minggu (23/7). (Adt) Hasil Rabu (18/7) Babak Pertama Tunggal Mana Ayukawa (Jepang) v Jiakang Li (China) 6-4 6-2 7- Ho-Ching Wu (Hong Kong) v Rishika Sunkara (India) 6-1 6-3 Suzuho Oshino (Jepang) v Chihiro Takayama (Jepang) 6-7(5) 6-3 6-2 5-Ayako Okuno (Jepang) v Ani Vangelova (Bulgaria) 6-1 6-1 Sai Samhitha Chamarthi (India) v Deria Nur Haliza 6-0 6-1 4-Kanika Vaidya (India) v Rifanty Kahfiani 6-0 4-6 6-3 Ganda 4-Zhibek Kulambayeva (Kazakhstan)/YeXin Ma (China) v Suzuho Oshino (Jepang)/Yuqi Sheng (China) 3-6 6-3 [14-12] 2-Rio Kitagawa (Jepang)/Ani Vangelova (Bulgaria) v Qianxin Kong (China)/Ho Ching Wu (Hong Kong) 6-4 6-3 Jadwal Kamis (19/7) Babak Kedua Tunggal 1-YeXin Ma (China) v Arianne Hartono (Belanda) Mana Ayukawa (Jepang) v 7- Ho-Ching Wu (Hong Kong) 3-Zeel Desai (India) v Zhuoma Ni Ma (China) Suzuho Oshino (Jepang) v 5-Ayako Okuno (Jepang) 8-Mahak Jain (India) v Fitriana Sabrina Sai Samhitha Chamarthi (India) v 4-Kanika Vaidya (India) 6-Aldila Sutjiadi v Zhibek Kulambayeva (Kazakhstan) Fitriani Sabatini v 2-Michika Ozeki (Jepang) Perempat Final Ganda 1-Mana Ayukawa (Jepang)/Zeel Desai (India) v Fitriani Sabatini/Fitriana Sabrina 4-Zhibek Kulambayeva (Kazakhstan)/YeXin Ma (Tiongkok) v Sai Samhitha Chamarthi/Rishika Sunkara (India) Arianne Hartono (Belanda)/Aldila Sutjiadi v 3-Jiakang Li (China)/Ayaka Okuno (Jepang) Zhuoma Ni Ma/Mi Zhuoma You (China) v 2- Rio Kitagawa (Jepang)/Ani Vangelova (Bulgaria)

Jadi Tuan Rumah Piala AFF U-16, Minim Prestasi Predikat Anak Asuh Fakhri Husaini

Timnas U-16 tampil di AFF U-15 Youth Championship 2018 atau Piala AFF U-16 2018, yang berlangsung di Sidoarjo dan Gresik, pada 29 Juli hingga 11 Agustus 2018. (PSSI.org)

Sidoarjo– Timnas U-16 tampil di AFF U-15 Youth Championship 2018 atau Piala AFF U-16 2018, yang berlangsung di Sidoarjo dan Gresik, Jawa Timur, pada 29 Juli hingga 11 Agustus 2018. Peluang Garuda Asia –julukan Timnas U-16– menjadi yang terbaik di turnamen tahunan itu, terbuka lebar, asalkan mereka tidak jemawa. Sebelum tampil di ajang ini, Rendy Juliansyah dan kawan-kawan, mengikuti Kualifikasi Piala Asia U-16 2018. Masuk di Grup G bersama tuan rumah Thailand, Timor Leste, Laos dan Kepulauan Mariana Utara, Sutan Zico dan kawan-kawan, menyapu bersih seluruh pertandingan dengan kemenangan. Bahkan hanya dalam empat laga itu, tim asuhan Fakhri Husaini mengemas 25 gol dan hanya kemasukan satu gol! Selain itu pada Maret 2018, Amirudin Bagas dan kawan-kawan menjadi kampiun Jenesys Cup, di Jepang. Mereka mengalahkan Jepang 1-0 di semifinal, dan Vietnam di partai puncak, lewat skor yang sama. Sementara itu, jika menilik performa Garuda Asia di Piala AFF U-16, bagaimana raihan mereka sejauh ini? Sejak turnamen digulirkan pada 2002, Timnas U-16 belum pernah menjadi kampiun. Prestasi terbaik skuad U-16 ialah menembus partai puncak, pada edisi 2013. Saat itu, Asnawi Mangkualam dan kolega, tergabung di Grup B bersama Malaysia, Singapura, Laos dan Filipina. Usai melalui empat partai, Timnas U-16 mengoleksi delapan angka, dan finis di posisi dua, di bawah Malaysia selaku juara grup. Di semifinal, secara luar biasa Timnas U-16 mengalahkan Australia dengan skor 5-4, setelah berbagi skor 2-2 waktu normal. Euforia atas Australia justru membuat Timnas U-16 tampil kurang garang di partai puncak. Mereka takluk dari Malaysia via adu penalti, dengan skor 2-3, setelah sebelumnya skor sama kuat 1-1. Usai menyelenggarakan Piala AFF U-19, kini Indonesia kembali jadi host turnamen AFF lainnya, namun dalam kelompok umur berbeda yakni Piala AFF U-16 2018. Timnas U-16 berlaga di turnamen ini pada 29 Juli hingga 11 Agustus. Semua laga digelar di dua stadion berbeda yakni Gelora Delta, Sidoarjo dan Gelora Joko Samudro, Gresik. Pada babak penyisihan grup, tim merah putih remaja bergabung di Grup A bersama Vietnam, Myanmar, Kamboja, Timor Leste dan Filipina. Garuda Asian menghadapi Filipina di laga perdana Grup A. Pertandingan ini bakal berlangsung di Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (29/7). (Dre) Jadwal Timnas U-16 (live @indosiar) Minggu, 29 Juli 2018 Stadion : Gelora Delta, Sidoarjo 19:00 WIB: Indonesia vs Filipina Selasa, 31 Juli 2018 Stadion : Gelora Delta, Sidoarjo 19:00 WIB: Myanmar vs Indonesia Kamis, 2 Agustus 2018 Stadion : Gelora Delta, Sidoarjo 19:00 WIB: Vietnam vs Indonesia Sabtu, 4 Agustus 2018 Stadion : Gelora Delta, Sidoarjo 19:00 WIB: Indonesia vs Timor Leste Senin, 6 Agustus 2018 Stadion : Gelora Delta, Sidoarjo 19:00 WIB: Kamboja vs Indonesia 27 Pemain Timnas U-16 TC Sidoarjo Kiper 1. Ernando Ari Sutaryadi – PPLP Jateng 2. Ahludz Dzikri Fikri – ASAD 313 3. Muhammad Risky Sudirman – SSB Villa 2000 4. Sabda Yoga Buana Putra – Diklat Ragunan 5. Jhuan Rico Geraeldo – Bina Taruna Belakang 6. Mochamad Yudha Febrian – SSB Cibinong Raya 7. Muhammad Salman – Diklat Ragunan 8. Fadillah Nur Rahman – PPLP Sumatera Barat 9. Amiruddin Bagas Kaffa – Chelsea Soccer School 10. Muhammad Reza Fauzan – FC Patriot 11. Surya Nata – SSB Cibinong Raya 12. Kartika Vedhayanto – PPLP Jawa Tengah 13. Giovani Renaldi – Chelsea Soccer School Tengah 14. David Maulana – PPLP Medan 15. Komang Teguh Trisnanda – Diklat Ragunan 16. Muhammad Talaohu – ASAD 313 17. Hamsa Lestaluhu – ASAD 313 18. Andre Oktaviansyah – SSB Pelita Jaya Soccer School 19. Brylian Aldama – SSB Gelora Putra Delta 20. Rendy Juliansyah – SSB ASIOP APAC INTI Depan 21. Mochammad Supriadi – Diklat Ragunan 22. Muhammad Fajar Fathur Rahman – ASAD 313 23. Zidane Pramudya – SSB Candrabaga 24. Yadi Mulyadi – ASAD 313 25. Amanar Abdilah – PS Tira U-17 26. Amiruddin Bagus Kahfi – Chelsea Soccer School 27. Sutan Diego Armando Ondriano Zico – Chelsea Soccer School

Tetesan Air Mata Lalu Muhammad Zohri, Apresiasi dan Beban Berat Di Pundaknya

Sprinter muda Lalu Muhammad Zohri siap berlaga di Asian Games 2018 usai menjadi juara dunia di Tampere, Finlandia. (Kemenpora)

Jakarta- Kedatangan Lalu Muhammad Zohri ke Tanah Air disambut meriah. Kalungan bunga dan uang pembinaan dari pemerintah sebesar Rp 250 juta serta tabungan emas 1 kg dari salah satu BUMN (Badan Usaha Milik Negara) didapat. Belum lagi beberapa sponsor yang lainnya. Bahkan, orang nomor satu di negeri ini, Presiden Joko Widodo, memerintahkan Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) untuk membangun rumah sprinter muda itu di Dusun Karang Pangsor, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Itu semua ‘buah’ keberhasilannya sebagai juara dunia nomor 100 meter pada Kejuaraan Dunia Atletik U-20, di Tampere, Finlandia, pekan lalu. Dari catatan resmi Asosiasi Internasional Federasi Atletik (IAAF), dalam 32 tahun penyelenggaraan, prestasi terbaik Indonesia hanya mampu menembus peringkat 8 babak penyisihan, pada 1986. “Saya tak menyangka mendapat sambutan seperti ini. USoal pembangunan rumah, saya banyak kenangan dengan rumah itu, terutama ingat ibu dan bapak saya. Terima kasih kepada semuanya yang menyambut saya,” ujar Zohri lirih seraya meneteskan air mata, di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (17/7) malam. “Saya tidak pernah menyangka (juara). Namun saya percaya diri dan yakin pertolongan Tuhan. Saya bersyukur kepada Allah bisa menjadi juara,” tuturnya. Lahir di Lombok, NTB, 1 Juli 2000, remaja yang akrab disapa Badok ini, merupakan anak ketiga dari Lalu Muhammad (ayah) dan Saeriah (ibu). Pria berpostur tegap itu ditinggal ibundanya sejak bangku SD (sekolah dasar). Dan, setahun yang lalu, ayahnya meninggal dunia. Ia kini tinggal bersama saudaranya yakni Baiq Fazilah, Lalu Ma’arif, dan Baiq Fujianti, di rumah sangat sederhana, di Karang Pangsor. Zohri bergabung di pelatnas atletik pada 2017. Adalah Mohammad Hasan, atau akrab disapa Bob Hasan, orang yang berjasa besar atas prestasi fenomenal Zohri. Ia merupakan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI). Bob Hasan telah membina atletik selama empat dasawarsa. Bekerja denga hati. Menteri Perindustian dan Perdagangan era Presiden Soeharto itu melakuan pencarian talenta muda berbakat ke pelosok, serta pusat pendidikan latihan dan pelajar (PPLP), dan menggelar kejuaraan nasional (Kejurnas). Seluruh biaya dikeluarkan melalui kantong pribadi pria kelahiran 1931 ini. Soal prestasi Zohri, pria asal Semarang, Jawa Tengah itu mewanti-wanti, agar Zohri diberikan dukungan bukan pujian berlebihan. “Jangan dipuji-puji. Nanti kepalanya besar. Jadi tegang, malah kalah,” cetusnya, beberapa waktu lalu. Kini, Zohri menanggung beban berat dipundaknya. Kurang dari satu bulan, ia akan membela Merah Putih di ajang Asian Games 2018. Di pesta multievent empat tahunan itu punya tantangan besar. Sebab, berhadapan dengan pelari-pelari senior sekaligus para pesaingnya. Catatan waktu Zohri yakni 10,18 detik saat di Finlandia, masih kalah jauh dibandingkan Femi Ogunade. Sprinter asal Qatar ini adalah kampiun Asian Games 2014 pada nomor yang sama. Ogunade meraih emas dengan catatan waktu 9,93 detik. Tak hanya emas, tapi ia mencatatkan namanya dalam rekor pelari 100 meter tercepat di Asia. Di peringkat kedua, ada sprinter asal China, Su Bingtian. Rekor Su Bingtian adalah 10,10 detik. Diikuti Kei Takase dari Jepang, yang mendapat medali perunggu dengan waktu 10,15 detik. Dari statistik ini, Zohri belum memiliki catatan waktu yang lebih cepat, dari tiga besar juara nomor 100 meter Asian Games 2014 itu. (Adt) Catatan Prestasi Zohri: 1. Juara 1 Kejuaraan Nasional PPLP (Pusan Pendidikan dan Latihan Pelajar) nomor 100 meter (10,25 detik) 2. Emas Kejuaraan Atletik Asia Junior nomor 100 meter (10,27 detik) di Gifu, Jepang 3. Emas Westwood Rafer Johnson & Jackie Joyner-Kersee Invitational nomor 100 meter (10,36 detik) di Amerika Serikat 4. Perak Test Event Asian Games 2018 nomor 100 meter (10,32 detik) 5. Emas Kejuaraan Dunia Atletik U-20 nomor 100 meter (10,18 detik) di Tempere, Finlandia

Tanpa Perlawanan Berarti, Skuad Putri Udinus Libas UAD 69-5

Berjersey putih, Tim putri Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, taklukkan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta dengan skor telak 69-5, dalam LIMA Basketball: Kaskus CJYC 2018, Rabu (18/7).

Yogyakarta- Tim putri Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, membungkam Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta dalam laga hari pertama LIMA Basketball: Kaskus Central Java and Special Regional of Yogyakarta Conference (CJYC) 2018, Rabu (18/7). Dalam laga di Pul Y itu, Udinus menang telak dengan skor 69-5. Dalam tiga kuarter, UAD tak dapat keluar dari tekanan Udinus. Sejak kuarter pertama hingga ketiga, permainan didominasi oleh permainan tim berkostum putih tersebut. Alhasil, UAD kesulitan menerobos ketatnya pertahanan sang lawan. Udinus menang setelah melibas UAD dengan skor telak, yakni 27-0, 46-0, dan 54-0 hingga kuarter ketiga. Di kuarter keempat, UAD akhirnya keluar dari kebuntuannya. Lima poin berhasil masuk ke koleksi UAD, dan bertahan hingga akhir laga. Namun, perolehan skor UAD itu masih jauh untuk menandingi Udinus. Akhirnya, tim asuhan Yan Novi Indriati mantap mengakhiri laga dengan skor 69-5. “Tadi kami belum menampilkan permainan yang maksimal, karena defense tim UAD tidak terlalu kuat. Masih ada hal yang harus kami evaluasi lagi sebelum partai berikutnya yang akan lebih berat dari ini,” kata asisten pelatih Udinus, Vickry Rekardho. Menurut Vickry, tim terberat bagi Udinus di klasemen Pul Y adalah UNY dan UNS. Ia akan memastikan timnya agar siap bertanding dengan kedua tim tersebut. “Yang jelas kondisi fisik kami harus tetap terjaga agar bisa menghadapi UNY dan UNS,” pungkas Vickry. (Dre)

Banyak Peserta Asal Tangerang Raya, Serpong City FC Seleksi Skuad U-13 dan U-14

Serpong City FC melakukan seleksi terbuka untuk kategori U-13 dan U-14, pada Selasa (17/7), di lapangan Kampung Dongkal, Serpong Utara, Tangerang Selatan. (Ham/NYSN)

Tangerang Selatan- Serpong City FC melakukan seleksi terbuka di hari pertama kategori U-13 dan U-14, pada Selasa (17/7) di lapangan Kampung Dongkal, Serpong Utara, Tangerang Selatan. Hal ini dilakukan guna mengisi beberapa kekosongan posisi, jelang berputar Liga U-13 dan Liga U-14 Indonesia Junior League (IJL) Mayapada 2018, pada Agustus. “Sesuai visi kami dalam pembenahan dan pembinaan usia muda, Serpong City FC rutin melakukan proses penyeleksian tiap jenjangnya, khususnya dari usia 8-14 tahun, bagi mereka yang tinggal di Tangerang Selatan”, ujar Dhani Noor, pelatih Serpong City FC, usai penyeleksian tahap pertama Seleksi ini dilakukan selama dua tahap. Di tahap pertama, peserta yang datang jumlanya mencapai 20 orang, dan terbagi di tiap kategori usia, serta berdomisili dari kawasan Tangerang Raya. “Hari ini, untuk kategori U-13 jumlahnya 15 orang, sedangkan U-14 ada 5 orang,” imbuh Dhani lagi. “Tapi, yang U-12 juga ada beberapa. Ya kami tetap tampung, karena kami tak ingin mengubur harapan-harapan mereka”, jelas pelatih berlisensi D Nasional ini. Untuk kriteria pemain terpilih menjadi penilaian pelatih dalam menentukan peserta, untuk bergabung ke klub yang bermarkas di Serpong Utara ini. “Kriteria peserta yang akan lolos, dilihat dari segi fisik, mental, skill, visi bermain. Namun, sampai saat ini hanya beberapa yang memiliki kriteria itu,” tutupnya. Seleksi tahap kedua, akan dilaksanakan pada Jumat (20/7) pagi, di lapangan yang sama. (Dre)

LIMA Basketball Digelar di DIY Yogyakarta, 13 Tim Putra dan 10 Tim Putri Siap Bersaing

LIMA Basketball: Kaskus CJYC 2018 pada 18-25 Juli, di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta, akan menjadi event keempat LIMA Basketball Season 6. (LIMA)

Jakarta- Pelaksanaan LIMA Basketball di DIY Yogyakarta disambut dengan antusiasme yang tinggi dari tim peserta. Sebanyak 13 tim putra dan 10 tim putri telah memastikan diri untuk ikut berlaga di LIMA Basketball region Jawa Tengah dan DIY Yogyakarta. Ke-13 tim putra yang memastikan diri berlaga adalah Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Sanata Darma, Universitas Kristen Duta Wacana, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Semarang dan Universitas Dipenogoro. Lalu ada Universitas Dian Nuswantoro, Universitas Islam Indonesia, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Gadjah Mada. Seementara sektor putri akan diikuti 10 tim. Yakni Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Sanata Darma, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Dipenogoro, Universitas Dian Nuswantoro, Universitas Islam Indonesia, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Universitas Ahmad Dahlan, dan Universitas Gadjah Mada. Sebelumnya LIMA sudah sukses menggelar LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference, LIMA Basketball: Go-Jek Sumatra Conference dan LIMA Basketball: Blibli.com West Java Conference. LIMA Basketball: Kaskus Central Java and Special Region of Yogyakarta Conference (CJYC) 2018 jadi event keempat LIMA Basketball Season 6. Kompetisi bola basket antarmahasiswa se-Jawa Tengah dan DIY Yogyakarta ini akan digelar pada 18-25 Juli 2018. Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menjadi arena penyelenggaraan LIMA Basketball: Kaskus CJYC 2018 musim keenam ini. Musim ini kali ketiga UII bagi menjadi venue LIMA Basketball: Kaskus CJYC 2018. Ajang ini merupakan buah kerja sama LIMA dan UII sebagai pembinaan dan pengembangan soft skill mahasiswa. “Selalu menggembirakan melihat antusiasme besar pergelaran LIMA, seperti yang terlihat di LIMA Basketball: Kaskus Central Java and Special Region of Yogyakarta 2018 ini. Antusiasme besar ini telah menjadi awal bagus menuju keberhasilan pergelaran,” ucap Ryan Gozali, CEO Liga Mahasiswa. Dr. Drs. Rohidin, S.H., M.Ag. selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan & Alumni UII menyampaikan pelaksanaan LIMA Basketball: Kaskus CJYC 2018 di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo UII, merupakan wujud komitmen UII, mendukung kegiatan positif bagi mahasiswa di bidang olahraga. Hal ini sejalan dengan program UII di bidang pembinaan bakat dan minat olahraga mahasiswa seperti Penerimaan Mahasiswa Baru melalui jalur Penerimaan Siswa Berprestasi Bidang Olahraga dan Seni dan pembinaan Unit Kegiatan Mahasiswa bidang olahraga. Selain itu pengiriman delegasi mahasiswa untuk mengikuti kompetisi olahraga tingkat nasional dan internasional. UII sangat mengapresiasi kerja sama dengan LIMA ini untuk bersama mendukung upaya mencetak bibit unggul atlet Indonesia. Momen pelaksanaan LIMA Basketball: Kaskus CJYC ini memberikan mahasiswa kesempatan berkontribusi bagi bangsa dan negara melalui aktivitas positif cabang basket. Pada musim keenam, LIMA hadir di region Jakarta Raya, region Jawa Barat, region Sumatra, region Jawa Tengah & Yogyakarta, dan region Jawa Timur. Pelaksanaan di region Sumatra, LIMA Basketball: Go-Jek Sumatra Conference 2018, hadir berkat kerja sama sponsorship baru antara LIMA dengan Go-Jek. Pelaksanaan LIMA Basketball region Sumatra telah berlangsung pada 6-13 Juli 2018. Yogyakarta menjadi kota keempat perhelatan LIMA Basketball. Paska Yogyakarta, LIMA akan hadir di Surabaya pada 30 Juli-6 Agustus 2018. Tim-tim terbaik dari tiap region, dengan komposisi 12 tim putra dan delapan tim putri akan kembali bersaing di LIMA Basketball Nationals. Surabaya menjadi kota pelaksanaan LIMA Basketball Nationals pada 9-16 Agustus. Ini merupakan puncak pelaksanaan LIMA Basketball Season 6 2018. Paska event LIMA Basketball usai, Liga Mahasiswa akan menggelar LIMA Volleyball, yang akan dimulai di Jakarta, pada 12-20 Agustus, di Gelanggang Remaja Kecamatan Pasar Minggu. (Dre)

Sampai di Jakarta, Zohri disambut Menpora Dengan seremonial di Bandara Soekarno-Hatta

Menpora Imam Nahrawi secara resmi menyambut kedatangan juara dunia lari 100 meter U-20 Lalu Muhammad Zohri di Bandara Soekarno Hatta Jakarta, Selasa. (Antaranews.com)

Jakarta- Kedatangan juara dunia lari 100 meter U-20, Lalu Muhammad Zohri disambut secara seremonial di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (17/7) dan dipimpin langsung Menpora Imam Nahrawi. Zohri tiba di Tanah Air menggunakan maskapai penerbangan Garuda Indonesia pada pukul 23.10 WIB. Setelah turun dari pesawat dan pengurusan imigrasi, pria yang disapa Badok ini dan rombongan, langsung ke lokasi penyambutan yang juga melibatkan kesenian dari Lombok. Menpora Imam Nahrawi yang sudah menunggu langsung bersalaman dan merangkul Zohri yang saat itu memakai jaket merah. Masyarakat yang berada di bandara juga antusias menyambutnya. Begitu juga dengan perwakilan PB PASI. Kalungan bunga melati juga tidak lupa disematkan ke Zohri oleh menpora. Sekjen PB PASI Tigor Tanjung, sang pelatih Eni Nuraini juga menyambut langsung atlet yang dalam satu pekan terakhir menjadi pantauan oleh masyarakat Indonesia itu. Meski terlihat lelah, Zohri tetap bersemangat untuk terlibat dalam penyambutan. Bendera Merah Putih juga tidak lepas dari pegangannya. Diatas panggung, Zohri langsung mendapat penghargaan dari Kemenpora serta predikat pemuda hebat. Penghargaan juga diberikan kepada pelatih Eni Nuraini serta pihak PB PASI. “Terima kasih kepada PASI. Kami berharap Zohri tetap konsisten untuk berlatih karena Asian Games sudah dekat. Saya berharap Zohri tetap rendah diri,” kata Menpora Imam Nahrawi. Zohri merupakan atlet Indonesia pertama yang sukses menjadi juara dunia lari 100 meter, meski untuk kategori U-20. Walau berada di lintasan delapan, Atlet berusia 18 tahun ini mampu menggebrak atlet negara lain yang selama ini menguasai nomor tersebut. Salah satu atlet yang disiapkan untuk Asian Games 2018 ini membukukan catatan waktu 10,18 detik. Zohri mampu mengalahkan dua sprinter asal Amerika Serikat, Anthony Schwartz dan Eric Harrison, yang masing-masing mencatatkan perolehan waktu 10,22 detik. Waktu yang dicatatkan oleh atlet asal Lombok Utara, Nusa Tenggara Timur ini hanya terpaut tipis, dengan catatan waktu mantan sprinter Indonesia, Suryo Agung Wibowo yaitu 10,17 detik, yang ditorehkan pada SEA Games 2009 di Laos. Atas prestasi tersebut, Zohri banyak mendapatkan apresiasi termasuk dari Presiden Joko Widodo. Bonus juga terus mengalir pada atlet yatim piatu ini. Kementerian Pemuda dan Olahraga memberi bonus Rp250 juta, selaih itu juga perbaikan rumahnya di Lombok Utara. (Ham)

Sandang Juara Dunia, Percasi Siap Kirim Pecatur 10 Tahun Samantha Edithso ke Turnamen Internasional

Samantha Editsho, pecatur cilik asal Bandung, Jawa Barat, merupakan atlet catur nomor satu di dunia, untuk kelompok umur U-10, berdasarkan Elo Rating.(pepnews.com)

Jakarta- Usianya baru 10 tahun, namun prestasinya sudah gemilang. Bukan lagi di tingkat nasional, tapi level dunia. Ia adalah Samantha Edithso. Pecatur belia asal Bandung, Jawa Barat (Jabar), yang menyandang gelar juara dunia FIDE World Rapid Cadet Championship 2018, kategori usia (U) 10 tahun, di Minsk, Belarusia. Saat berlaga di Negara Eropa Timur itu, Samantha tak terkalahkan oleh lawan-lawannya, pada kejuaraan yang berlangsung 9 babak Sistem Swiss itu. Dalam sembilan partai yang ia mainkan ia sukses mengumpulkan 8,5 poin. Satu-satunya hasil remis atau imbang, didapatnya saat mengalahkan Afruza Khamdamova, dari Uzbekistan di babak ketiga. Padahal, prestasi Afruza tak bisa dianggap remeh, karena bergelar WCM, yang juga merupakan FIDE World School Chess Championship 2017. Tapi, ini bukanlah satu-satunya prestasi yang diukir Samantha. Sebelumnya, ia meraih medali emas catur kilat, di ajang Asian School Championship G-17 Blitz 2017, di Panjin, Provinsi Liaoning, China. Hebatnya, di ajang yang diikuti 400 pecatur dari 23 negara itu, gadis cilik berparas menggemaskan ini mengalahkan pesaing beratnya, yakni pecatur asal Filipina, WFM Doroy Allaney Jia. Samantha juga merupakan atlet catur nomor satu di dunia, untuk kelompok umur U-10, berdasarkan Elo Rating. Awalnya, Samantha ditemukan oleh Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) saat mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur pada 2016. Samantha yang kala itu masih berumur 8 tahun, mulai terlihat bakatnya karena saat mengikuti Kejurnas tersebut, dan turun di kategori kelompok umur 12 tahun. Menanggapi hal ini, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) Pengurus Besar (PB) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi), Kristianus Liem berpendapat Samantha memang memiliki bakat yang mampu bersaing dengan atlet-atlet dengan kelompok usia lebih tua darinya. Usianya yang masih muda bukan menjadi penghambat untuk bermain bagus. “Mainnya bagus. Untuk level usia 17 tahun Indonesia saja, dia mainnya bersaing dan menjadi runner up,” ucap Kristianus. Prestasi sensasional Samantha menjadi sebuah kebanggaan bagi Indonesia. Prestasi Samantha seolah melanjutkan estafet para seniornya sejak Utut Adianto, Susanto Megaranto, hingga Irene Kharisma Sukandar. “Indonesia kembali punya juara dunia sejak 1989 atas nama Irwin Irnandi (juara dunia catur kelas junior di aguadilla, Puerto rico). Itukan putra. Tapi, kini kami punya yang putri,” ujar Kristianus, Selasa (17/7). Diakuinya, pihaknya melakukan pembinaan pada Samantha sejak 2016. Bahkan, menghadirkan pelatih kelas dunia untuk anak didiknya itu. “Kami akan terus kirim Samantha bertanding di berbagai turnamen di Asia dan dunia. Pada 1-9 Agustus, ia ikut Asian Youth Chess Championship. Dan kami naikan kategorinya yakni U-12 tahun,” lanjutnya. “Pada November nanti, ia kami kirim mengikuti nomor catur klasik di Spanyol. Saat di Belarusia itu, Samantha turun di nomor catur cepat. Harapannya, skill yang dimiliki Samantha tetap terjaga, dan terus meningkat,” pungkas Kristianus. (Adt)

Draft Rookie IBL 2018/2019 Dari Kompetisi LIMA Diterapkan, Begini Sistemnya

Satria Muda Pertamina (puith) mengalahkan Pelita Jaya dalam laga final Indonesia Basketball League (IBL) Pertalite 2017/2018. IBL kini mulai menerapkan sistem draft pemain baru dari kompetisi Liga Mahasiswa (LIMA). (Pras/NYSN)

Jakarta- Indonesian Basketball League (IBL) akhirnya resmi menjalin kerjasama dengan Liga Mahasiswa (LIMA), untuk draft pemain baru lokal, musim 2018/2019. Kerjasama ini akan berlangsung selama tiga musim. Nantinya, pemain LIMA bisa langsung diambil oleh kontestan IBL. Rencananya, draft pemain lokal akan berlangsung bulan Oktober 2018. Lalu pendaftaran pemain akan dilakukan setelah tanggal 17 Agustus 2018. Saat itu, semua pemain LIMA bisa mendaftarkan diri untuk ikut dalam draft. Direktur IBL, Hasan Gozali menuturkan, karena kerjasama ini baru pertama kali, banyak hal yang masih dalam tahap penyempurnaan. Misalnya pemantauan bakat-bakat basket yang bermain di LIMA. Sebab, hingga saat ini, sarana untuk memantau pemain masih kurang, seperti situs yang menyediakan statistik. “Untuk masalah itu, kami berencana menggelar IBL Camp. Di event ini, kami akan undang semua kontestan IBL untuk melihat pemain yang akan diambil sebagai rookie (ruki). Selain itu, untuk membantu memilih pemain, rencananya kami juga mendatangkan pelatih dari luar negeri,” ucapnya, pada Selasa (17/7). Draft pemain lokal ini bertujuan, agar semua pemain yang masuk ke liga profesional melalui satu pintu. Tapi, IBL juga membuat persyaratan yaitu pemain tersebut harus berusia minimal 19 tahun, dan sudah bermain di LIMA selama dua musim. Jadi, pemain ruki IBL kemungkinan sudah berada di fase-fase akhir kuliah. Sementara itu, untuk tahun ini, IBL masih membuka kesempatan kepada klub-klub untuk memasukkan pemain diluar draft. Syaratnya, pemain harus berusia di atas 21 tahun, dan didaftarkan oleh Pengprov Perbasi yang menaunginya. Sebelumnya, pada Januari 2018 lalu, Hasan sempat membeberkan sistem draft pemain lokal IBL 2018/2019 dilakukan. Pertama, pemain lokal yang berhak masuk daftar draft adalah mereka yang berkompetisi di LIMA, dan telah mendaftarkan diri ke IBL untuk didraft. Kedua, di dalam pemilihan pemain draft, rencananya pihak IBL menerapkan dua putaran, sama seperti draft pemain asing. Sehingga kalau ada 10 tim IBL, berarti ada 20 pemain yang terpilih. Dan, sama seperti di liga bola basket Amerika Serikat NBA, para pemain yang tak dipilih oleh klub di draft, akan masuk kelompok “undrafted”. “Para pemain undrafted ini bisa saja direkrut oleh tim-tim yang tertarik. Namun, rincian semua ini masih akan dibahas lagi,” tutur Hasan saat itu. Sejatinya, sistem draft pemain lokal, pernah diterapkan di Liga Bola Basket Indonesia pada 2006. Salah satu pemain draft kala itu adalah Christian Ronaldo “Dodo” Sitepu yang direkrut oleh Satria Muda. Pria yang mengisi posisi big man itu, masih membela Satria Muda sampai saat ini. Saat ini, LIMA sudah berjalan tiga dari enam seri yang direncanakan. Empat seri yang sudah berlangsung adalah Jakarta, Jawa Barat dan Sumatra. Selanjutnya yang akan berjalan yaitu seri Jawa Timur, Jawa Tengah dan Yogyakarta, serta LIMA Nasional. (Art)

Beri Peluang Jadi Pebasket Profesional, IBL dan Liga Mahasiswa Sinergi Jaring Rookie 2018-2019

Ryan Gozali, CEO Liga Mahasiswa (kiri) dan Hasan Gozali, Direktur IBL, kini bersinergi menjaring mahasiswa atlet berprestasi guna berkarir menjadi pebasket profesional mulai musim 2018/2019. (Pras/NYSN)

Jakarta- Demi menyemarakkan kompetisi bola basket tertinggi di Tanah Air, Indonesia Basketball League (IBL) terus mencari dan membentuk bintang-bintang baru. Salah satunya dengan menjaring para talenta muda dengan kemampuan mumpuni, untuk bergabung dengan IBL. Hasan Gozali, Direktur IBL, mengatakan pihaknya menjalin sinergi dengan Liga Mahasiswa (LIMA) menyeleksi para mahasiswa yang berlaga di kompetisi LIMA untuk dijaring masuk dalam draft rookie IBL. “Kami akan menjaring pemain yang kemudian akan disaring hingga 40 pemain untuk di draft,” ujar Hasan, di Kawasan Slipi, Jakarta, Selasa (17/7). Nantinya, sebut Hasan, calon pemain harus bersedia mengikuti combine yang akan diadakan di Jakarta pada 2-9 September 2018. “Mereka akan mendapatkan pelatihan dari instruktur FIBA serta beberapa pelatih lokal,” tambahnya. Namun, untuk lolos draft rookie IBL, terdapat sejumlah syarat yang harus dipenuhi para pemain yang berasal dari LIMA. Diantaranya berusia minimal 19 tahun dan telah mengikuti kompetisi LIMA minimal dua musim. Selain itu, draft rookie membuka peluang bagi pemain di luar LIMA dengan syarat minimal berusia 21 tahun, serta minimal pernah ikut kompetisi yang diselenggarakan oleh Perbasi (Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia). Sementara, bagi peserta yang berasal dari LIMA dapat mendaftar melalui LIMA. Dan, dari luar jalur LIMA, para peserta bisa mendaftar melalui Pengurus Provinsi (Pengprov) Perbasi, di daerah masing-masing. Untuk pendaftaran draft rookie dimulai selama satu bulan sejak 17 Juli, dan terakhir pada 17 Agustus 2018. Ryan Gozali, CEO Liga Mahasiswa, mengungkapkan pihaknya menyambut baik kerjasama dengan IBL. Menurutnya, kerjasama ini memberi kondisi ideal sebagai wadah pembinaan mahasiswa atlet. “Draft akan memberikan kesempatan yang baik kepada para mahasiswa atlet bola basket yang tampil cemerlang dalam kompetisi LIMA guna melanjutkan karier di dunia olahraga profesional,” tukas Ryan. George Fernando Dendeng, Perwakilan PB Perbasi, menegaskan banyak potensi yang dimiliki dari kompetisi LIMA, yang secara rutin bergulir. “Ini kesempatan besar bagi mereka untuk bisa masuk ke IBL. Kelak tak ada lagi kekurangan pemain yang berkualitas dan nantinya mereka memilih jalur profesional,” pungkas George. (Adt)

Tak Berdaya Ditekuk China 1-3, Indonesia Gagal ke Babak Final

Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay meski memenangkan laga, namun Tim junior Indonesia akhirnya harus kalah dari China 1-3 dan terhenti di babak empat besar. (Humas PBSI)

Jakarta- Langkah Indonesia pada nomor beregu Asia Junior Championship 2018 atau Kejuraan Asia Junior 2018, terhenti pada babak empat besar. Menantang China, Indonesia takluk 1-3, pada pertandingan di Jaya Raya Sport Hall Training Center, Jakarta, Senin (16/7) sore. Perjuangan keras pemain Indonesia masih belum cukup untuk merebut poin dari skuat Negeri Tirai Bambu. Pasangan ganda campuran Ghifari Anandaffa Prihardika/Siti Fadia Silva Ramadhanti, harus rela takluk lewat drama adu setting. Dalam laga selama 1 jam 13 menit, Ghifari/Siti yang unggul pada gim pertama kalah dengan skor 21-17, 17-21, 23-25 dari Guo Xinwa/Liu Xuanxuan. Pemain tunggal putra Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay membuka asa bagi Indonesia setelah memenangi pertandingan kedua. Bertanding melawan Yupeng Bai, Ikhsan menang dua gim langsung dengan skor 21-18, 21-14. Sayangnya, Indonesia harus tersingkir lebih awal setelah tumbang pada dua pertandingan berikutnya. Duet Rehan Naufal Kusharjanto/Pramudya Kusumardawana Riyanto yang turun di sektor ganda putra kalah 14-21, 20-22 dari Di Zijian/Wang Chang. Sementara Putri Kusuma Wardani gagal menyelamatkan Indonesia dari kekalahan setelah ditekuk Zhiyi Wang dengan skor 14-21, 13-21. Jeffer Hartono, pelatih Putri memberi komentarnya usai pertandingan. “Di awal, Putri sebenarnya sudah bagus, dan sempat unggul jauh. Tapi kurang tenang. Dan catatan utamanya adalah soal fisik”, jelasnya. Skor akhir 1-3 membuat China lolos ke partai Final. China akan ditantang Jepang, yang lebih dulu menunggu di partai puncak, paska menggulung 3-0 dari Malaysia. Final berlangsung sehari setelah berlangsungnya semifinal di GOR PB Jaya Raya, Bintaro, Tangerang Selatan, pada Selasa (17/7) pukul 10.00 WIB. Ricky Soebagja selaku wakil manajer tim Indonesia, menyayangkan kegagalan meraih tiket final. “Sayang tadi gagal, padahal peluanganya besar sebetulnya saat lawan China. Tapi, kami optimis nantinya pemain bisa lebih maksimal saat nomor individu” ujar pria berusia 47 tahun ini. Meski demikian, ia melihat potensi ganda campuran, maupun dobel pria & wanita, sudah terbentuk pola kerjasama dan kekuatannya, karena langsung berhadapan dengan Jepang, Thailand dan China. “Kami berharap nomor beregu tampil lebih baik, tapi yang main ‘kan mereka. Intinya kami akan tetap dukung pemain” ungkap eks rekan duet Rexy itu. Indonesia harus puas dengan raihan medali perunggu. Kejuaraan Asia Junior 2018 masih akan dilanjutkan dengan nomor individu yang digelar pada 18-22 Juli mendatang. (Dre/Ham) Hasil pertandingan Indonesia melawan China Ganda Campuran (0-1) Ghifari Anandaffa Prihardika/Siti Fadia Silva Ramadhanti Vs Guo Xinwa/Liu Xuanxuan: 21-17, 17-21, 23-25 Tunggal Putra (1-1) Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay Vs Yupeng Bai: 21-18, 21-14 Ganda Putra (1-2) Rehan Naufal Kusharjanto/Pramudya Kusumardawana Riyanto Vs Di Zijian/Wang Chang: 14-21, 20-22 Tunggal Putri (1-3) Putri Kusuma Wardani Vs Zhiyi Wang: 14-21, 13-21 Ganda Putri Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti Vs Liu Xuanxuan/Yuting Xia (tidak dipertandingkan)

Bermain Taktis, Siswi SMAN 10 Tangsel Bawa Tim Beregu Indonesia Lolos Semifinal Kejuaraan Asia Junior 2018

Tunggal putri tim beregu Indonesia, Putri Kusuma Wardani, bermain apik saat menyudahi perlawanan single Thailand, Phittayaporn Chaiwan, dalam tempo 43 menit, dengan skor 21-16 dan 21-17. (Humas PBSI)

Tangerang Selatan- Tim junior bulutangkis Indonesia memastikan tiket semifinal usai menekuk Thailand 3-1 pada nomor beregu Asia Junior Championship 2018 atau Kejuaraan Bulutangkis Junior Asia 2018, di Jaya Raya Sport Hall Training Center, Tangerang Selatan, Banten, Senin (16/7) pagi. Skuat Garuda muda meraih angka pertama dari Putri Kusuma Wardani. Siswi kelas 11 Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 10 Tangerang Selatan (Tangsel) ini menang dua gim langsung atas wakil Negeri Gajah Putih, Phittayaporn Chaiwan, dalam tempo 43 menit, dengan skor 21-16 dan 21-17. “Saya main sabar aja di lapangan. Soalnya dia mainnya safe. Saya harus bisa lebih sabar meladeni dia, sampai dia nggak tahan sendiri. Saya sebelumnya sudah tanya-tanya juga dengan teman yang pernah lawan dia. Pukulannya arahnya suka nggak kelihatan,” ungkap Putri dalam laman PBSI. Putri berhasil membawa keunggulan buat Indonesia, 1-0. Ia menyumbangkan poin bagi timnya untuk memperebutkan posisi ke semifinal. “Tadi saya tampil percaya diri aja. Pengen mengalahkan lawan,” sambung atlet kelahiran 2002 tersebut. Namun, Indonesia gagal mencuri angka di partai kedua. Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay harus takluk dari tunggal Thailand, Kunlavut Vitidsarn. Penghuni Pelatnas PBSI Cipayung Jakarta itu kalah lewat pertarungan berdurasi 42 menit, 15-21 dan 15-21. Akibatnya, skor imbang 1-1. Ricky Soebagja, wakil manajer tim Indonesia, menyebut sesuai analisa pelatih, status tunggal putra dan putri Thailand lebih unggul. Sehingga, dikatakan Ricky, kekuatan Indonesia terletak di sektor ganda. “Kekuatan kami ada di ganda, jadi kalau bisa, kami curi satu poin dari tunggal. Penampilan dari tunggal putri tadi luar biasa, kami sangat mengapresiasi. Kuncinya tadi di ganda, dan itu tidak boleh meleset,” ujar pria berusia 47 tahun itu, Senin (16/7). Diungkapkannya, secara keseluruhan penampilan tunggal putra di luar harapan. Terlebih, kerap melakukan kesalahan dan banyak mati sendiri. “Pemain Thailand sepertinya tak memiliki kesulitan berarti menghadapi Indonesia,” cetus mantan rekan duet Rexy itu. Memainkan laga ketiga, duet Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti berhasil mengantongi kemenangan usai melumpuhkan Benyapa Aimsaard/Chasinee Korepap, dalam waktu 34 menit, dengan skor 21-17 dan 21-17. Begitu juga dengan dobel Rehan Naufal Kusharjanto/Pramudya Kusumawardana Riyanto. Mereka mengandaskan duo Thanawin Madee/Wachirawit Sothon, rubber game, selama 54 menit, dengan skor 21-14, 21-23, dan 21-15. Raihan dua kemenangan di ganda putra dan putri, Indonesia memastikan lolos ke semifinal setelah menang 3-1 atas Thailand. Akibatnya, partai kelima yang sedianya mempertemukan pasangan Ghifari Anandaffa Prihardika/Siti Fadia Silva Ramadhanti dengan Phittayaporn Chaiwan/Kunlavut Vitidsarn tak dimainkan karena sudah tak berpengaruh. (Adt) Hasil Pertandingan Indonesia vs Thailand : Tunggal Putri Putri Kusuma Wardani Vs Phittayaporn Chaiwan (21-16, 21-17) Tunggal Putra Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay Vs Kunlavut Vitidsarn (15-21, 15-21) Ganda Putri Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti Vs Benyapa Aimsaard/Chasinee Korepap (21-17, 21-17) Ganda Putra Rehan Naufal Kusharjanto/Pramudya Kusumawardana Vs Thanawin Madee/Wachirawit Sothon (21-14, 21-23, 21-15) Ganda Campuran Ghifari Anandaffa Prihardika/Siti Fadia Silva Ramadhanti Vs Phittayaporn Chaiwan/Kunlavut Vitidsarn (tidak dimainkan)

Jajaki Perempat Final, Ini Formasi Tim Beregu Indonesia Hadapi Thailand

Dobel putri Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti akan kembali bermain dalam laga perempat final, nomor beregu Kejuaraan Asia Junior Championship 2018, pada Senin (16/7). (Humas PBSI)

Jakarta- Indonesia melaju ke babak perempat final beregu Asia Junior Championships 2018. Meski kalah di laga kedua penyisihan grup D melawan Jepang pada Minggu (15/7), garuda muda tetap lolos sebagai runner up grup D. Indonesia akan berhadapan dengan Thailand. Negara-negara yang masuk fase delapan besar yakni China, Taiwan, Thailand, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, India dan Malaysia. Sedangkan negara yang gugur pada fase grup diantaranya Singapura, Kazakhstan, Sri Lanka, Myanmar, Hongkong dan Makau. Wakil manajer tim Indonesia, Ricky Soebagdja, mengatakan timnya akan mewaspadai laga ini. Terutama sektor tunggal yang menjadi kekuatan bagi Thailand. “Thailand kuat di tunggal putra dan tunggal putri, kami harus waspadai. Peluang bisa diambil dari ganda putra, ganda putri dan ganda campuran,” kata Ricky. Meskipun optimis, staf kepelatihan terus memantau kondisi fisik para pemain karena dalam satu hari ada yang bermain lebih dari satu kali, seperti Agatha Imanuela yang tampil dua kali dalam satu hari. Juga Siti Fadia Silva Ramadhanti, yang pada hari kedua berlangsungnya event, bahkan turun sebanyak tiga kali, “Untuk bongkar pasang pemain terus kami diskusikan, karena tak boleh sembarangan merubah komposisi, khawatir pola kerjasama tim dan kebersamaannya lebih sulit dilakukan,” tambahnya. Namun, ia menilai sektor ganda putra dan ganda putri peluangnya 60:40 buat Indonesia. Sedangkan ganda campuran peluangnya 50:50. Laga delapan besar berlangsung Senin (16/7) di Jaya Raya Sport Hall Training Center, Jakarta, mulai pukul 09.00 WIB. Indonesia melawan Thailand berada di paruh undian atas. Sementara di paruh undian bawah, Korea akan berhadapan dengan Malaysia, dan Jepang dengan India. Jika berhasil mengalahkan Thailand, maka lawan yang akan dihadapi menunggu hasil laga antara China dan Taiwan. (Ham/Dre) Skema Susunan Tim Indonesia melawan Thailand: Tunggal Putri Putri Kusuma Wardani Vs Phittayaporn Chaiwan Tunggal Putra Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay Vs Kunlavut Vitidsarn Ganda Putri Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti Vs Benyapa Aimsaard/Chasinee Korepap Ganda Putra Rehan Naufal Kusharjanto/Pramudya Kusumawardana Vs Thanawin Madee/Wachirawit Sothon Ganda Campuran Ghifari Anandaffa Prihardika/Siti Fadia Silva Ramadhanti Vs Phittayaporn Chaiwan/Kunlavut Vitidsarn

Lolos Fase Grup Sebagai Runner Up, Indonesia Bentrok Tim Negri Gajah Putih di Perempat Final

Ganda campuran Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti takluk dari pasangan Hiroki Midorikawa/Natsu Saito 13-21, 21-12, 17-21, dalam laga penyisihan grup D nomor beregu Asia Junior Championship 2018. (Ham/NYSN)

Jakarta- Tim bulu tangkis beregu Indonesia bakal menantang Thailand, pada babak perempat final nomor beregu Asia Junior Championship 2018 atau Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia 2018, yang berlangsung di Jaya Raya Sport Hall Training Center, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Senin (16/7). Indonesia harus berjumpa Thailand, setelah finis kedua pada babak penyisihan grup D, di bawah Jepang. Jepang dan Indonesia sebelumnya sama-sama menaklukkan Singapura 5-0 pada laga perdana di grup D. Sementara pada laga penentuan juara grup, Indonesia menyerah 2-3 dari Jepang. Jepang mendapat tiga angka dari nomor ganda campuran, tunggal putra dan tunggal putri. Sementara Indonesia meraih dua poin dari nomor ganda putra dan ganda putri. Turnamen Asia Junior Championship di nomor beregu diikuti sebanyak 14 negara. Turnamen ini memakai sistem Piala Sudirman dengan memainkan lima partai. Yakni terdiri dari nomor tunggal putra dan putri, ganda putra dan putri, serta ganda campuran. Melawan Jepang, Indonesia tertinggal dahulu usai pasangan ganda campuran Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva kalah dari pasangan Hiroki Midorikawa/Natsu Saito 13-21, 21-12, 17-21. Jepang juga menambah keunggulan menjadi 2-0 setelah di partai tunggal putra Taiki Kato menang atas Alberto Alvib Yulianto 22-20, 21-18. Indonesia mengejar ketinggalan melalui dobel putra. Ghifari Anandaffa Prihardika/Pramudya Kusumawardana Riyanto menang 17-21, 21-6, 23-21 atas pasangan Hiroki Midorikawa/Hiroki Nakayama. Namun, Jepang mengunci kemenangan menjadi 3-1 setelah pemain tunggal putri Hirari Mizui menaklukkan andalan Indonesia Widjaja Stephani 21-16, 21-7. Pada partai kelima, Indonesia mendapat kemenangan melalui ganda putri Agatha Imanuela/Siti Fadia yang mengalahkan Matsu Saito/Rumi Yoshida 21-18, 22-20. “Sebenarnya kami imbang, pun kita di babak kedua bisa megang. Tapi ya itu, banyak kesalahan pribadi, terutama saat servis,” tutur Amon Sunaryo, kepala pelatih kedua pasangan Rehan dan Siti, usai laga partai pertama, pada nysnmedia.com. Hal senada juga diungkap Rudy Gunawan, kepala pelatih tim Indonesia. “Persaingan memang tak mudah karena peta kekuatan bulu tangkis di level junior nyaris sama dengan senior. Jepang punya materi pemain yang bagus. Thailand juga lawan yang kuat dengan materi yang merata,” tukas Rudy. Thailand tampil sebagai juara grup setelah mengalahkan Makau, Hong Kong dan Taiwan dengan skor telak 5-0. Babak perempat final bulu tangkis Asia Junior Championship 2018 lainnya akan mempertemukan Cina dengan Taiwan, India versus Jepang dan Malaysia lawan Korea Selatan. Pemenang dari partai perempat final turnamen bulu tangkis ini langsung tampil di fase semifinal yang digelar Senin (16/7). Pada turnamen ini, Indonesia menargetkan bisa kembali tampil di final seperti tahun 2017. (Dre/Ham) Hasil Pertandingan Indonesia vs Jepang: Ganda Campuran Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti Vs Hiroki Midorikawa/Natsu Naito: 13-21, 21-12, 17-21 Tunggal Putra Alberto Alvin Yulianto Vs Taiki Kato: 20-22, 18-21 Ganda Putra Ghifari Anandaffa Prihardika/Pramudya Kusumawardana Riyanto Vs Hiroki Midorikawa/Hiroki Nakayama: 17-21, 21-6, 23-21 Tunggal Putri Stephani Widjaja Vs Hirari Mizui: 16-21, 7-21 Ganda Putri Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti Vs Natsu Saito/Rumi Yoshida: 21-18, 22-20

Lumat Unggulan Satu Asal Denmark, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja Rengkuh Gelar Thailand Open 2018

Ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja sukses menjuarai Thailand Terbuka 2018 usai menekuk unggulan satu asal Denmark, Chris Adcock/Gabrielle Adcock, dua game langsung, 21-12 dan 21-12. (Pras/NYSN)

Bangkok- Jepang berjaya pada ajang Thailand Terbuka 2018. Pada laga final, Minggu (15/7), wakil Tim Matahari Terbit membawa pulang tiga gelar. Total, hanya dua negara yang mampu meraih titel pada turnamen ini. Dua gelar lainnya diraih tim Indonesia, melalui nomor ganda campuran dan ganda putri. Duet Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja merengkuh gelar Thailand Open 2018, pada Minggu (15/7). Di partai pamungkas, duet Merah Putih yang berada di ranking 11 dunia versi BWF itu melumat unggulan satu asal Denmark, Chris Adcock/Gabrielle Adcock, straight game, 21-12 dan 21-12, dalam tempo 28 menit. Kemenangan ini sekaligus membuat Hafiz/Gloria memimpin rekor pertemuan dengan dobel Denmark penghuni ranking 6 dunia versi BWF itu menjadi 1-0, sekaligus menjadi gelar pertama sejak mereka diduetkan. Prestsi Hafiz/Gloria tengah menunjukan grafik peningkatan. Pekan lalu, di turnamen Indonesia Open 2018, Hafiz/Gloria menembus semifinal sebelum ditaklukan seniornya, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Kebahagiaan juga dirasakan Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Menempati unggulan 4 turnamen, Greysia/Apriyani mematahkan perlawanan wakil Jepang sekaligus unggulan 3 turnamen, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi, straight game, 21-13 dan 21-10, dalam waktu 53 menit. Sebelumnya, kedua pasangan ini pernah berjumpa sebanyak 5 kali. Dan, tak sekalipun duet Pelatnas PBSI Cipayung itu meraih kemenangan atas Misaki/Ayaka. Sementara itu, tunggal putra Tommy Sugiarto harus menelan pil pahit. Putra dari juara dunia Icuk Sugiarto itu kandas di tangan wakil Jepang Kanta Tsuneyama, lewat rubber game berdurasi 58 menit, dengan skor 16-21, 21-13, dan 9-21. Berdasarkan catatan, ini merupakan pertemuan pertama bagi kedua pemain. Dengan demikian, Kanta memimpin rekor pertemuan 1-0 atas pebulutangkis Indonesia yang kini bertengger di ranking 15 dunia versi BWF itu. Sementara itu, gelar tunggal putri menjadi milik wakil Jepang Nozomi Okuhara, yang tampil mengejutkan mengalahkan unggulan 2 turnamen asal India, Pusarla V. Sindhu, 21-15 dan 21-18, dalam waktu 50 menit. Sedangkan gelar ganda putra diraih dobel Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, unggulan satu turnamen yang menyingkirkan kompatriotnya, Hiroyuki Edo/Yuta Watabe, 21-17 dan 21-19, dalam waktu 44 menit. (Adt) Hasil lengkap final Thailand Terbuka 2018 Ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja Vs Chris Adcock/Gabrielle Adcock (Inggris) 21-12, 21-12 Ganda Putra Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (Jepang) Vs Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe 21-17, 21-19 Ganda Putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu Vs Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi 21-13, 21-10 Tunggal Putra Kanta Tsuneyama (Jepang) Vs Tommy Sugiarto 21-16, 13-21, 21-9 Tunggal Putri Nozomi Okuhara (Jepang) Vs Pusarla V. Sindhu (India) 21-15, 21-18

Tampil di Nomor Sprint 100 Meter Asian Games 2018, Ini ‘Gilanya’ Catatan Waktu Para Pesaing Zohri

Catatan waktu 10,18 dari atlet muda Indonesia, Lalu Muhammad Zohri (merah), di Kejuaraan Dunia Atletik U-20 cabang 100 meter putra, ternyata kalah jauh dari rekor Asian Games 2014 milik sprinter asal Qatar, Femi Ogunade. (thejakartpost.com)

Jakarta- Torehan spektakuler sprinter muda Indonesia, Lalu Muhammad Zohri di Kejuaraan Dunia Atletik U-20 cabang 100 meter putra, membuka peluang Indonesia di Asian Games 2018. Namun, Indonesia punya banyak pesaing, jika berkaca pada Asian Games edisi sebelumnya dan SEA Games 2017. Zohri, yang baru berusia 18 tahun meraih catatan waktu impresif saat finish di urutan pertama 100 meter putra Kejuaraan Dunia, yakni 10.18. Namun, catatan waktunya itu masih kalah jauh, jika dibandingkan dengan sprinter asal Qatar, Femi Ogunade, yang menjuarai Asian Games 2014 pada nomor yang sama. Ogunade keluar sebagai juara pertama dengan catatan waktu 9.93. Tak hanya memboyong medali emas, tapi juga mencatatkan namanya dalam rekor pelari 100 meter tercepat di Asia. Di peringkat kedua ada sprinter asal China, Su Bingtian dengan catatan waktu 10.10. Kemudian diikuti Kei Takase dari Jepang, yang mengamankan medali perunggu dengan waktu 10.15. Dari statistik ini, dapat dilihat Zohri belum memiliki catatan waktu yang lebih cepat, dari tiga besar juara nomor 100 meter Asian Games 2014 itu. Di level Asia Tenggara, catatan waktu pria yang disapa Badok ini, mampu bersaing dengan pelari lainnya. Bukan tanpa alasan, pada SEA Games 2017 lalu, peraih medali emas cabang lari 100 meter asal Malaysia, Khairul Hafiz Jantan, cukup finish dengan waktu 10.38 mengamankan posisi pertama. Setelahnya ada Eric Shauwn Cray dari Filipina dan Kritsada Namsuwun dari Thailand, yang finish di waktu yang bersamaan, yakni 10.43. Indonesia pernah mempunyai sejarah bagus di level Asia Tenggara. Pada SEA Games 2009, sprinter Suryo Agung Wibowo berhasil mencatatkan rekor di nomor 100 meter putra, dengan catatan waktu 10.17. Catatan Suryo lebih cepat 0.01 detik, dibandingkan dengan Zohri. Dan hingga kini, belum ada atlet lari Asia Tenggara, yang mampu melebihi rekor tersebut. Prestasi yang diraih oleh Zohri, membawa angin segar di dunia atletik Indonesia. Bukan tak mungkin, dia masih bisa mempertajam catatan waktunya tesebut pada sisa waktu satu bulan ke depan sebelum Asian Games 2018 bergulir. Cabang olahraga atletik rencananya akan diperlombakan di Stadion Gelora Bung Karno, mulai 25 Agustus 2018. (art)